Anda di halaman 1dari 38

B.

PERENCANAAN
1. Prioritas diagnosa keperawatan
a. Hipertermi
b. Nyeri akut
c. Resiko kekurangan volume cairan

40
2. Perencanaan / Nursing Plan

RENCANA KEPERAWATAN PADA PASIEN TN. P DENGAN DHF GR. I


DI RUANG CEMPAKA RSU BANGLI TANGGAL 27 DESEMBER 2017– 30 DESEMBER 2017

Hari/Tanggal/ Tujuan dan Kriteria


No Diagnosa Keperawatan Intervensi Rasional Paraf
Jam Hasil
1. Rabu,27 Hipertermi berhubungan dengan Setelah dilakukan asuhan Mandiri Mandiri
Desember proses penyakit ditandai dengan keperawatan selama 3 x 1. Observasi tanda - 1. Mengetahui adanya
2017,pukul DS : 24 jam, diharapkan tanda vital pasien. peningkatan tekanan
16.00 wita a. Pasien mengatakan masalah peningkatansuhu darah, nadi, suhu,
demam sejak 3 hari yang tubuh pasiendapat pernafasan.
lalu. teratasidengan kriteria
b. Pasien mengatakan hasil : 2. Observasi suhu 2. Pola demam dapat
badannya terasa lemas. 1. TTV dalam batas pasien membantu dalam
c. Pasien mengeluh normal. diagnosis; kurva
badannya panas. TD : 120/80 mmHg demam lanjut lebih
DO : S: 36,5-37 oC dari 4 hari
a. Pasien tampak menggigil. RR:16 – 24 x/mnt menunjukaninfeksi

41
b. Tampak bintik merah pada N : 60-100 x/mnt yang lain.
kulit ( petekia). 2. Suhu tubuh dalam
c. TTV: batas normal 3. Kaji keadaan 3. Menetapkan data
TD : 110/70 mmHg. 3. Tidak ada perubahan umum pasien dasar pasien, untuk
N : 90x/mnt. warna kulit mengetahui dengan
S : 39,5˚C. 4. Wajah pasien tidak cepat penyimpangan
RR : 24x/mnt tampak pucat dari keadaan
d. Wajah pasien tampak 5. Pasien tidak normalnya.
pucat. mengigil
4. Anjurkan pasien 4. Asupan cairan sangat
banyak minum diperlukan untuk
menambah volume
cairan tubuh, untuk
mengetahui penyebab
defisit volume cairan.

5. Anjurkan pasien 5. Pakaian tipis


menggunakan membantu
selimut dan mengurangi
pakaian yang penguapan tubuh.

42
mudah menyerap
keringat.

6. Berikan kompres 6. Dengan vasodilatasi


air hangat. dapat meningkatkan
penguapan yang
mempercepat
penurunan suhu
tubuh.

7. Delegatif dalam 7. Digunakan untuk


pemberian obat mengurangi demam
antipiretik dengan aksi
paracetamol fls sentralnya pada
3x100 mg i.v hipotalamus

43
2. Rabu,27 Nyeri Akut berhubungan Setelah dilakukan asuhan Mandiri Mandiri
Desember dengan proses patologi penyakit keperawatan selama 3 x 1. Observasi tanda- 1. Mengidentifikasi
2017,pukul ditandai dengan 24 jam, diharapkan Nyeri tanda vital dan kemajuan atau adanya
16.00 wita DS: Pasien mengeluh merasa pasien teratasi dengan keadaan umum penyimpangan dari
tidak nyaman karena kriteria hasil : pasien. hasil yang
nyeri. 1. TTV dalam batas diharapkan.
P : Proses patologi penyakit normal.
Q: Nyeri dirasakan seperti TD : 120/80 mmHg 2. Kaji skala nyeri 2. Mengetahui tingkat
tertusuk-tusuk. S : 36,5-37oC pasien. nyeri pasien.
R: Nyeri dirasakan pada RR :16 – 24 x/mnt
bagian kepala sebelah N : 60-100 3. Berikan HE 3. Mampu memahami
kiri. x/mnt(hapus saja) tentang penyebab tentang penyebab nyeri
S: Skala nyeri 5 dari 0-10 2. Skala nyeri 1-4 dan cara untuk dan cara menguranginya.
skala nyeri yang di (ringan) ??????? dari mengurangi nyeri.
berikan. 10 skala nyeri yang
T: Nyeri di rasakan semakin diberikan. 4. Ajarkan teknik 4. Pasien tidak berfokus
parah jika pasien bangun 3. Pasien tidak meringis. distraksi dan pada nyeri
dari tempat tidur atau 4. Wajah pasien tidak relaksasi.
merubah posisi pucat. Tukar no 4
5. Pasien tidak lemah. menjadi no 3 5. Obat-obat analgetik

44
DO : 5. Delegatif dapat mengurangi
a. Pasien tampak meringis pemberian rasa sakit.
kesakitan. analgetik
b. Wajah pasien tampak (paracetamol flash
pucat menahan nyeri. 3x100 mg i.v
c. TTV:
TD : 110/70 mmHg
N : 90x/mnt
S : 39,5˚C
RR : 24x/mnt
d. Pasien tampak lemah

3 Rabu,27 Resiko kekurangan volume cairan Setelah dilakukan asuhan 1. Observasi tanda 1. Tanda-tanda vital
Desember berhubungan dengan intake cairan keperawatan selama 3 x vital (suhu, nadi, adalah acuan untuk
2017,pukul tidak adekuat, ditandai dengan : 24 jam, diharapkan tidak tekanan darah, mengetahui keadaan
16.00 wita DS:Pasien mengatakan sering terjadi masalah pernafasan) setiap umum pasien.
merasa haus. kekurangan volume 3 jam
DO: cairan dengan kriteria
a. Pasien tampak lemah hasil : 2. Mengetahui status

45
b. Turgor kulit kering 1. TTV dalam batas 2. Observasi masukan dehidrasi pasien,
c. CRT lebih dari 2 detik. normal. nutrisi atau cairan Karena cairan yang
d. Mukosa bibir pasien TD : 120/80 mmHg (intake dan adekuat dapat
kering S: 36,5-37 oC output). mencegah terjadinya
e. TTV: RR:16 – 24 x/mnt kekurangan volume
TD : 110/70 mmHg. N : 60-100 x/mnt. cairan
N : 90x/mnt. 2. CRT kurang dari 2 3. Menggantikan cairan
S : 39,5˚C. detik. 3. Delegatif dalam di dalam sel.
RR : 24x/mnt 3. Turgor kulit elastis. pemberian cairan
4. Mukosa bibir pasien parenteral RL
lembab. 500ml 20 tpm
(intravena)
Tambahkan lagi
intervensinya

46
3. Implementasi Keperawatan

PELAKSANAAN PADA PASIEN TN. P. DENGAN DHF GR. I


DI RUANG CEMPAKA RSU BANGLI
TANGGAL 27s/d30 DESEMBER 2017

No Dx
NO Hari/Tgl/Jam Tindakan Keperawatan Evaluasi Respon Paraf
Keperawatan
1 Rabu 27-12-2017 dx.1,2,3 1. Mengobservasi tanda – tanda vital DS :
16.00 pasien Pasien mengatakan badannya
terasa lemas
Pasien mengatakan badannya
panas
DO :
pasien tampak meringis
badan pasien teraba hangat
TD : 110/70 mmHg
S : 39,5oC
N : 90 x/mnt

47
RR : 20 x/mnt

2 16.30 Dx.1 2. Memberikan kompres hangat DS:


Pasien mengatakan bersedia
untuk dikompres
DO:
Pasien koperatif saat dilakukan
kompres
Kompres sudah dilakukan
3 16.35 Dx.1 3. Menganjurkan pasien menggunakan DS :
pakaian yang mudah menyerap pasien mengatakan sudah
keringat menggunakan baju yang tipis
DO :
Pasien tidak menolak
pasien sudah menggunakan baju
yang mudah menyerap keringat

48
4 17.00 Dx.2 4. Mengkaji skala nyeri pasien DS:
Pasien mengatakan masih
merasa nyeri
P : proses patologi penyakit
Q : nyeri di rasakan seperti
tertusuk- tusuk
R : nyeri di rasakan pada bagian
kepala sebelah kiri
S : skala nyeri 5 dari 0-10 skala
nyeri yang di berikan
T : nyeri di rasakan semakin
parah jika pasien bangun dari
tempat tidur atau merubah posisi

DO:
Pasien tampak meringis
Wajah pasien terlihat pucat
Pasien hanya berbaring di
tempat tidur

49
5 17.15 Dx.2 5. Mengajarkan teknik distraksi dan DS :
relaksasi Pasien mengatakan merasa lebih
nyaman setelah dilakukan teknik
distraksi dan relaksasi namun
nyeri masih di rasakan

DO :
Pasien koperatif saat dilakukan
tindakan
Pasien merasa lebih nyaman
Wajah masih meringis

50
6 18.00 Dx. No 1 6. Delegatif dalam pemberian antipiretik DS :
paracetamol fls 3x100 mg i.v Pasien mengatakan bersedia

7. Delegatif dalam pemberian omeprazole mengikuti prosedur pengobatan


yang telah diberikan
2x40 mg i.v
8. Delegatif dalam pemberian dehaf 3x1
DO :
sachet p.o
Pasien kooperatif saat dilakukan
9. Delegatif dalam pemberian imbos force
tindakan
2x1 tab p.o Obat sudah masuk dan sudah di
berikan

7 18.20 Dx.1,3 10. Menganjurkan pasien banyak minum DS:


Pasien mengatakan minum habis
300 cc air /hari

DO :
Pasien menghabiskan 300 cc air
/ hari
Mukosa bibir pasien kering
Wajah pucat dan tampak lemas

51
8 19.00 Dx.2 11. Memberikan HE tentang penyebab DS :
nyeri dan cara untuk mengurangi Pasien mengatakan sudah
nyeri mengerti bagaimana cara
mengatasi nyeri dan mengurangi
nyeri

DO:
pasien mau mendengarkan saat
di berikah HE
1 Kamis 28-12-2017 dx.1,2,3 1. Mengobservasi tanda – tanda vital DS :
05.00 pasien Pasien mengatakan badannya
terasa lemas
DO :
pasien tampak meringis
badan pasien teraba hangat
TD : 110/70 mmHg
S : 39,5oC
N : 90 x/mnt
RR : 20 x/mnt

52
2 08.00 dx.1 2. Memberikan kompres hangat DS:
Pasien mengatakan bersedia
untuk dikompres

DO:
Pasien kooperatif saat dilakukan
kompres
Kompres sudah dilakukan

3 09.30 dx.1 3. Menganjurkan pasien menggunakan DS :


pakaian yang mudah menyerap pasien mengatakan sudah
keringat menggunakan baju yang tipis
DO :
Pasien tidak menolak
pasien sudah menggunakan baju
yang mudah menyerap keringat

53
4 10.00 dx.2 4. Mengkaji skala nyeri pasien DS:
Pasien mengatakan sudah tidak
merasakan nyeri
DO:
Paien sudah tampak tidak
meringis lagi

5 10.30 dx. 2 5. Mengajarkan teknik distraksi dan DS :


relaksasi Pasien mengatakan merasa lebih
nyaman setelah dilakukan teknik
distraksi dan relaksasi namun
nyeri masih di rasakan
DO :
Pasien koperatif saat dilakukan
tindakan
Pasien merasa lebih nyaman
Wajah masih meringis

54
6 12.30 dx.1,3 6. Menganjurkan pasien banyak minum DS:
Pasien mengatakan hanya
minum 3-4 gelas /hari
DO :
Pasien menghabiskan 800cc air /
hari
Mukosa bibir pasien kering
Wajah pucat

7 13.30 dx. 3 7. Memberikan HE tentang penyebab DS :


nyeri dan cara untuk mengurangi Pasien mengatakan sudah
nyeri mengerti bagaimana cara
mengatasi nyeri dan mengurangi
nyeri
DO:
pasien mau mendengarkan saat
di berikah HE

55
8 16.20 Dx.3 8. Mengkajiasupan cairan pasien DS :
Pasien mengatakan minum
sebanyak 3000 ml
DO :
CM:
CK:

9 17.30 Dx. 1,2,3 9. Mengobservasi tanda – tanda vital DS :


pasien Pasien mengatakan badannya
terasa lemas
DO :
pasien tampak meringis
badan pasien teraba hangat
TD : 110/70 mmHg
S : 39,5oC
N : 90 x/mnt
RR : 20 x/mn
10 18.30 dx.1 10. Memberikan kompres hangat DS:
Pasien mengatakan bersedia
untuk dikompres
DO:

56
Pasien koperatif saat dilakukan
kompres
Kompres sudah dilakukan
11 19.00 dx.1 11. Menganjurkan pasien menggunakan DS :
pakaian yang mudah menyerap pasien mengatakan sudah
keringat menggunakan baju yang tipis
DO :
Pasien tidak menolak
pasien sudah menggunakan baju
yang mudah menyerap keringat

12 19.30 dx.2 12. Mengkaji skala nyeri pasien DS:


Pasien mengatakan sudah tidak
merasakan nyeri
DO:
Pasien sudah tampak tidak
meringis lagi
13 20.00 dx. 2 13. Mengajarkan teknik distraksi dan DS
relaksasi Pasien mengatakan merasa lebih
nyaman setelah dilakukan teknik

57
distraksi dan relaksasi namun
nyeri masih di rasakan
DO
Pasien koperatif saat dilakukan
tindakan
Pasien merasa lebih nyaman
Wajah masih meringis

14 22.00 dx.1 14. Menganjurkan pasien banyak minum DS:


Pasien mengatakan hanya
minum 3-4 gelas /hari
DO
Pasien menghabiskan 3000cc air
/ hari
Mukosa bibir pasien kering
Wajah pucat

58
1 29 Desember 2017 Dx. 1 1. Delegatif dalam pemberian antipiretik DS:
06.00 paracetamol fls 3x100mg i.v Pasien mengatakan bersedia
2. Delegatif dalam pemberian dehaf 3x1 mengikuti prosedur pengobatan
sachet p.o DO:
3. Delegatif dalam pemberian imbost Pasien tampak kooperatif saat
force 2x1 tab p.o diberikan pengobatan

2 07.00 dx.2 4. Memberikan HE tentang penyebab nyeri DS :


dan cara untuk mengurangi nyeri Pasien mengatakan sudah
mengerti bagaimana cara
mengatasi nyeri dan mengurangi
nyeri
DO:
pasien mau mendengarkan saat
di berikah HE

59
3 12.00 dx.1,2,3 5. Delegatif dalam pemberian dehaf 3x1 DS:
sachet p.o Pasien bersedia mengikuti prosedur
pengobatan
DO:
Pasien tampak kooperatif dalam
mengikuti prosedur pengobatan
2 13.15 dx.1,2,3 6. Mengobservasi tanda – tanda vital DS
pasien Pasien mengatakan badannya
terasa lemas
DO :
pasien tampak meringis
badan pasien teraba hangat
TD : 120/80 mmHg
S : 39,5oC
N : 90 x/mnt
RR : 20 x/mn

7 14.00 dx.3 7. Kajiasupan cairan pasien DS :


Pasien mengatakan minum
sebanyak 3000 ml
DO :

60
Pasien menghabiskan air
3000cc/ hari
Mukosa bibir kering
8 14.30 dx.1 8. Menganjurkan pasien DS :
menggunakanpakaian yang mudah Pasien mengatakan sudah
menyerap keringat menggunakan baju yang tipis
menyerap keringat
DO :
Pasien tampak sudah menggunakan
baju yang tipis dan sudah
menggunakan selimut
9 15.00 dx.3 9. Mengobservasi masukan cairan DS:
(intake dan output) Pasien mengatakan minum
sebanyak 3000 ml
Pasien mengatakan BAK
sebanyak 6-7x/hari

DO:
IWL : 1815
CM : 4.500 cc
CK : 3315 cc

61
10 15.10 dx.1 10. Memberikan kompres hangat DS :

DO :
Pasien tampak sudah diberikan
kompres hangat
11 15.15 dx.3 11. Menganjurkan pasien banyak minum DS :
Pasien mengatakan minum
sebanyak 3000 ml

DO:
IWL : 1815
CM : 4.500 cc
CK : 3315 cc
12 18.00 dx.1,2,3 12. Delegatif dalam pemberian dehaf 3x1 DS:
sachet p.o Pasien mengatakan bersedia

13. Delegatif dalam pemberian imbost mengikuti prosedur pengobatan


force 2x1 tab
DO:
14. Delegatif dalam pemberian obat
pasien tampak kooperatif dalam
paracetamol fls 3x1000 mg i.v
mengikuti prosedur pengobatan

62
12 18.30 dx.1,2,3 1. Mengobservasi tanda – tanda vital DS:
pasien Pasien mengatakan badannya
terasa lemas
DO :
pasien tampak meringis
badan pasien teraba hangat
TD : 120/80 mmHg
S : 38oC
N : 90 x/mnt
RR : 20 x/mn

13 19.00 dx.3 2. Monitoring masukan nutrisi atau DS :


cairan (intake dan output) Pasien mengatakan minum
sebanyak 3000 ml
DO:
IWL : 1815
CM : 4.500 cc
CK : 3315 cc
14 21.30 dx.1 3. Menganjurkan pasien DS:
menggunakan pakaian yang

63
mudah menyerap keringat DO:
Pasien tampak sudah menggunakan
selimut
1 30-Desember 2017 dx.1 1. Delegatif dalam pemberian obat DS:
08.00 paracetamol fls 3x1000 mg i.v Pasien mengatakan bersedia

2. Delegatif dalam pemberian obat mengikuti prosedur pengobatan


DO:
Dehaf 3x1 sacet p.o
pasien tampak kooperatif dalam
3. Delegatif dalam pemberian obat
mengikuti prosedur pengobatan
Imbos force 2x1 tab (p.o)

2 08.00 dx. 2 4. Menganjurkan pasien banyak DS :


minum Pasien mengatakan minum
sebanyak 3000 ml
DO:
IWL : 1815
CM : 4.500 cc
CK : 3315 cc

64
5. Evaluasi

Evaluasi Keperawatan Pada Pasien Tn.P dengan DHF Gread I di Ruang


Cempaka RSU Bangli Tanggal 27 Desember s/d 30 Desember 2017

Diagnosa
No. Hari/Tgl/Jam Evaluasi
Keperawatan
1. Rabu, 27 Hipertermi S: Pasien mengatakan badannya
Desember 2017 masih panas
Pk.18.00 Pasien mengatakan badannya
masih lemas
O : Pasien tampak meringis
badan pasien teraba hangat
TD : 110/70 mmHg
S : 39,5oC
N : 90 x/mnt
RR : 20 x/mnt
A : tujuan no 1,2,3,4,5,6,7 belum
tercapai , masalah keperawatan
peningkatan suhu tubuh belum
teratasi
P: Lanjutkan intervensi no
: 1,2,3,4,5,6,7

2. Nyeri Akut S: Pasien mengatan masih nyeri


pada kepala sebelah kiriPasien
mengatakannyeri yang di rasakan
5 dari 0-10 rentang nyeri yang di
berikan
O: Pasien tampak meringis
Menahan sakitKeadaan pasien
tampak lemah
TD : 110/70 mmHg
S : 39,5oC

85
N : 90 x/mnt
RR : 20 x/mnt
A:tujuan no 1,2,3,4,5 belum tercapai ,
masalah keperawatan nyeri akut
belum teratasi
P :Lanjutkan intervensi no 1,2,3,4,5
3 Resiko kekurangan P : Pasien sering mengatakan haus
volume cairan Pasien mengatakan minum 3000
cc / hari
Pasien mengatakan BAK 6-8 x /
hari
O: Mukosa bibir tampak kering
Turgor kulit kurang elastis
CRT: >2 detik
TD : 110/70 mmHg
S : 39,5oC
N : 90 x/mnt
RR : 20 x/mnt
IWL : 1815
CM : 4500 cc
CK : 3315 cc
A: tujuan no 1,2,3 belum tercapai
masalah resiko kekurangan
cairan belum teratasi
P: Lanjutkan Intervensi no : 1,2,3
1 Kamis 28 Hipertermi S : Pasien mengatakan badannya
Desember 2017 masih erasa lemas
Pk. 18.00 Pasien mengatakan badannya
masih terasa lemah
O : Pasien tampak meringis
Badan pasien teraba hangat
TD : 110/70 mmHg
S : 39,5oC
N : 90 x/mnt
RR : 20 x/mn

86
A : tujuan no 1,2,3,4,5,6,7 belum
tercapai , masalah keperawatan
peningkatan suhu tubuh belum
teratasi
P : Lanjutkan intervensi no
: 1,2,3,4,5,6,7

2 Nyeri akut S : Pasien mengatakan sudah


mengerti bagaimana cara
mengatasi nyeri dan mengurangi
nyeri, pasien mengatakan tidak
merasa nyeri lagi
O : Pasien tampak tidak meringis dan
gelisah
A : Tujuan no 1,2,3,4,5,6 tercapai
masalah keperawatan nyeri
akut teratasi
P : Pertahankan kondisi pasien

3 Resiko kekurangan Pasien sering mengatakan haus


volume cairan Pasien mengatakan minum 3000
cc / hari
Pasien mengatakan BAK 6-8 x /
hari
O: Mukosa bibir tampak kering
Turgor kulit kurang elastis
CRT: >2 detik
TD : 110/70 mmHg
S : 39,5oC
N : 90 x/mnt
RR : 20 x/mnt
IWL : 1815
CM : 4500 cc
CK : 3315 cc

87
A: tujuan no 1,2,3 belum tercapai
masalah resiko kekurangan
cairan belum teratasi
P: Lanjutkan Intervensi no : 1,2,3
1 29 Desember Hipertermi S : Pasien mengatakan badannya
2017 masih panas
Pk.18.00 Pasien mengatakan badannya
masih lemas
O : Pasien tampak meringis
badan pasien teraba hangat
TD : 120/80 mmHg
Suhu : 380C
Nadi : 90 x/menit
RR : 20 x/menit
A : : tujuan no 1,2,3,4,5 belum
tercapai , masalah keperawatan
peningkatan suhu tubuh belum
teratasi
P : Lanjutkan intervensi no
: 1,2,3,4,5,6,7
2 Resiko kekurangan
volume cairan Pasien mengatakan minum 3000
cc / hari
Pasien mengatakan BAK 6-8 x /
hari
O: Mukosa bibir lembab
Turgor kulit elastis
CRT kembali dalam 2 detik
TD : 110/70 mmHg
S : 39,5oC
N : 90 x/mnt
RR : 20 x/mnt
IWL : 1815
CM : 4500 cc
CK : 3315 cc

88
A: tujuan no 1,2,3 tercapai masalah
resiko kekurangan cairan
teratasi
P: pertahankan kondisi pasien
1 30 Desember Hipertermi S : Pasien mengatakan badannya
2017 masih panas
Pasien mengatakan badannya
masih lemas
O : Pasien tampak meringis
badan pasien teraba hangat
TD : 120/80 mmHg
Suhu : 380C
Nadi : 90 x/menit
RR : 20 x/menit
A : : tujuan no 1,2,3,4,5 belum
tercapai , masalah keperawatan
peningkatan suhu tubuh belum
teratasi
P : Lanjutkan intervensi no
: 1,2,3,4,5,6,7
2 Resiko kekurangan S : Pasien mengatakan minum
volume cairan sebanyak 3000 ml
Pasien mengatakan BAK 6-8x /
hari
O : Pasien tampak menghabiskan
minum sebanyak 3000 ml
IWL : 1815
CM : 4500 cc
CK : 3315 cc
A : Tujuan 1,2,3,4 tercapai masalah
keperawatan resiko kekurangan
cairan teratasi
P : pertahankan kondisi pasien

89
Evaluasi Keperawatan Pada Pasien Tn.P dengan DHF Gread I di Ruang
Cempaka RSU Bangli Tanggal 27 Desember s/d 30 Desember 2017
No Hari/tgl/jam Diagnosa Evaluasi
1 30 Desember Hipertermi S : Pasien mengatakan badannya
2017 masih panas
Pk. 18.00 Pasien mengatakan badannya
masih lemas
O : Pasien tampak meringis
badan pasien teraba hangat
TD : 120/80 mmHg
Suhu : 380C
Nadi : 90 x/menit
RR : 20 x/menit
A : : tujuan no 1,2,3,4,5,6,7 ???????(
di renpra Cuma ada 5 kriteria
hasil)belum tercapai , masalah
keperawatan peningkatan suhu
tubuh belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi no
1,2,3,4,5,6,7

90
BAB IV
PEMBAHASAN

Dalam bab ini kami membandingkan beberapa kesenjangan antara


tinjauan teoritis DHF yang kami temukan pada Tn. P di ruang CEMPAKA
RSU BANGLI
A. Pengkajian
Seperti yang telah diuraikan pada BAB sebelumnya, kami melaksanakan
asuhan keperawatan dengan menerapkan proses keperawatan dimana
pengkajian dilakukan pada hari pertama pengambilan kasus. Untuk
mendapatkan data yang menunjang baik secara objektif maupun subjektif.
kami melakukan wawancara kepada klien maupun keluarga, dan melakukan
pemeriksaan fisik serta mempelajari catatan keperawatan, catatan medis dan
hasil pemeriksaan penunjang pada saat melakukan pengkajian.
DHF adalah penyakit yang terutama terdapat pada anak dan remaja atau
dewasa, dengan tanda-tanda klinis demam, otot dan atau nyeri sendi yang
disertai leucopenia, dengan atau tanpa ruam (rash) dan limfadenopati,
demam bifasik, sakit kepala yang hebat, nyeri pada pergerakan bola mata,
rasa pengecap yang terganggu, trombositopenia ringan dan bintik-bintik
perdarahan (petekie) spontan (Hendarwanto, 2000 : 417).
Kesenjangan antara tinjauan teoritis dan tinjauan kasus DHF:
Dari tinjauan teoritis pada penyakit DHF di dapatkan beberapa
manifestasi klinis yaitu terjadinya peningkatan suhu tubuh ± 7 hari (38oC-
40oC)dan adanya manifestasi kinis perdarahan antara lain: perdarahan bawah
kulit, petekie, ekimosis, hematoma, epitaksis, hematemesis, melena,
hematuri. , terjadinya mual, muntah, tidak ada nafsu makan,diare,
konstipasi.Nyeri otot, tulang dan sendi, abdomen dan ulu hati.Sakit
kepalaPembengkakan sekitar mata, Pembesaran hati, limfa dan kelenjar getah
bening

91
Tanda-tanda renjatan (sianosis, kulit lembab, dan dingin, tekanan
darah menurun, gelisah, nadi cepat dan lemah) (Mansjoer, 2000 :
421)
Pada tinjauan kasus, kami menemukan tanda yang tidak muncul
sebagai berikut:
Tidak terjadinya konstipasi, tidak adanya pembengkakan sekitar
mata, tidak adanya pembesaran limfa dan kelenjar getah bening.
B. Diagnosa Keperawatan
Secara umum diagnosa yang timbul pada DHFsecara teori yang
ditemukan adalah :
a. Hipertermia berhubungan dengan penyakit.
b. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake
cairan tidak adekuat ditandai dengan mukosa bibir kering.
c. Nyeri akut berhubungan dengan proses patologis penyakit.
d. Gangguan pola tidur berhubungan dengan peningkatan suhu
tubuh.
e. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan mual, muntah, dan anoreksia.
f. Resiko terjadi syok hypovolemik berhubungan dengan kurangnya
volume cairan tubuh.
g. Resiko terjadi perdarahan lebih lanjut berhubungan dengan
trombositopenia.
h. Kecemasan berhubungan dengan kondisi pasien yang memburuk
dan perdarahan yang dialami pasien
Sedangkan diagnosa yang kami bahas adalah diagnosa sesuai
dengan keluhan yang di dapat saat pemberian asuhan keperawatan
a. Hipertermia berhubungan dengan penyakit.
b. Nyeri akut berhubungan dengan proses patologis penyakit.
c. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake
cairan tidak adekuat ditandai dengan mukosa bibir kering.

92
C. Rencana Keperawatan
Pada rencana keperawatan pada Tn.p kami menggunakan prioritas masalah
dengan mempertimbangkan dasar – dasar kebutuhan manusia untuk
menyelesaikan satu diagnosa yang ditegakkan. Dalam menetapkan rencana asuhan
keperawatan, kami berusaha menjalankannya secara sistematis,
berkesinambungan dan efisien. Kami juga berusaha agar perencanaan ini dapat
mencapai tujuan asuhan keperawatan yang dibuat sesuai dengan prioritas masalah
dan dapat mengatasi diagnosa keperawatan yang di tetapkan.

D. Implementasi
Dalam tahap implementasi sesuai dengan tinjauan teori :
Pelaksanaan yang dilakukan pada DHF dengan mengobservasi peningkatan
suhu tubuh setiap 4 jam sekali, pertahankan tirah baring, kaji adanya nyeri,
misalnya : lokasi, tipe, intensitas dan skala 1-10, dorong penggunaan tehnik
distraksi dan relaksasi, berikan lingkungan yang tenang, berikan obat sesuai
indikasi seperti analgetik.
Dalam tahap implementasi, kami bekerja sama dengan keluarga pasien, perawat
ruangan dan tim kesehatan sesuai prioritas masalah (tinjauan kasus) dan kondisi
pasien.
Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit dengan mengkaji tanda-tanda
vital terutama peningkatan suhu tubuh Kaji keadaan umum pasien,anjurkan pasien
banyak minum, anjurkan pasien menggunakan selimut dan pakaian yang mudah
menyerap keringat, berikan kompres air hangat, delegatif dalam pemberian obat
antipiretik paracetamol fls 3x100 mg i.v
Nyeri Akut berhubungan dengan proses patologi penyakit dengan observasi
tanda-tanda vital dan keadaan umum pasien, kaji skala nyeri pasien, berikan HE
tentang penyebab dan cara untuk mengurangi nyeri, ajarkan teknik distraksi dan
relaksasi, delegatif pemberian analgetik (paracetamol flash 3x100 mg i.v
Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake cairan tidak
adekuat dengan observasi tanda vital (suhu, nadi, tekanan darah, pernafasan)

93
setiap 3 jam, observasi masukan nutrisi atau cairan (intake dan output), delegatif
dalam pemberian cairan parenteral RL 500ml 20 tpm (intravena)

E. Evaluasi
Dalam melakukan evaluasi proses dan evaluasi hasil pada pasien Tn. P
dilaksanakan pada saat sebelum dan sesudah melakukan tindakan keperawatan
mengenai reaksi klien dan evaluasi hasil berdasarkan tujuan yang ditetapkan. Pada
evaluasi ini kami melakukan penilaian asuhan keperawatan yang diberikan pada
tanggal 27 Desember – 1 Januari 2018.
Keberhasilan tindakan keperawatan dilakukan secara subjektif melalui ungkapan
pasien dan secara objektif melalui pengamatan dan pengukuran dari 3 diagnosa
dan tidak teratasi 1 diagnosa yaitu hipertermi

94
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
DHF adalah penyakit yang sering terdapat pada anak dan remaja atau
dewasa, dengan tanda-tanda klinis demam, otot dan atau nyeri sendi yang
disertai leucopenia, dengan atau tanpa ruam (rash) dan limfadenopati,
demam bifasik, sakit kepala yang hebat, nyeri pada pergerakan bola mata,
rasa pengecap yang terganggu, trombositopenia ringan dan bintik-bintik
perdarahan (petekie) spontan (Hendarwanto, 2000 : 417).
Asuhan keperawatan pada Tn. P tanggal 27 Desember 2017 – 30
desember 2017 di ruang CEMPAKA RSU BANGLI.Diagnosa
keperawatan yang diangkat yaitu Hipertermi berhubungan dengan proses
penyakit ditandai dengan Pasien mengeluh badannya panas.Pasien
mengatakan badannya terasa lemas.Pasien tampak menggigil.Tampak
bintik merah pada kulit ( petekia) TD : 110/70 mmHg, S : 39,5oC, N :
90 x/mnt, RR : 20 x/mnt. Tindakan keperawatan yang dilakukan yaitu
Observasi tanda -tanda vital pasien.Observasi suhu pasien ,Kaji keadaan
umum pasien, Anjurkan pasien banyak minum, Anjurkan pasien
menggunakan selimut dan pakaian yang mudah menyerap keringat,
Berikan kompres air hangat., Delegatif dalam pemberian obat antipiretik
paracetamol fls 3x100 mg i.v. Nyeri Akut berhubungan dengan proses
patologi penyakit ditandai dengan Pasien mengatan nyeri pada kepala
sebelah kiriPasien mengatakannyeri yang di rasakan 5 dari 0-10 rentang
nyeri yang di berikanPasien tampak meringisMenahan sakit. Tindakan
keperawatan yang dilakukan yaitu Observasi tanda-tanda vital dan keadaan
umum pasien, Kaji skala nyeri pasien., Berikan HE tentang penyebab dan
cara untuk mengurangi nyeri, Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi.,
Delegatif pemberian analgetik (paracetamol flash 3x100 mg i.v. Resiko
kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake cairan tidak
adekuat ditandai dengan Pasien sering mengatakan haus Pasien
mengatakan minum 3000 cc / hari . Pasien mengatakan BAK 6-8 x / hari

95
Mukosa bibir tampak kering. Turgor kulit kurang elastis. CRT: >2 detik.
Tindakan keperawatan yang dilakukan yaitu Observasi tanda vital (suhu, nadi,
tekanan darah, pernafasan) setiap 3 jam, Observasi masukan nutrisi atau
cairan (intake dan output), Delegatif dalam pemberian cairan parenteral
RL 500ml 20 tpm (intravena).
Evaluasi Keperawatan Pada Pasien Tn.P dengan DHF Gread I di
Ruang Cempaka RSU Bangli Tanggal 27 Desember s/d 30 Desember 2017
diagnosa hipertermi tujuan no 1,2,3,4,5,6,7 belum tercapai , masalah
keperawatan peningkatan suhu tubuh belum teratasi. Lanjutkan intervensi
no 1,2,3,4,5,6,7. Diagnosa Nyeri akut Tujuan no 1,2,3,4,5,6 tercapai
masalah keperawatan nyeri akut teratasi. Pertahankan kondisi pasien.
Diagnosa Resiko kekurangan volume cairan Tujuan 1,2,3,4 tercapai
masalah keperawatan resiko kekurangan cairan teratasi. pertahankan
kondisi pasien.

B. Saran
Melaluidokumentasikeperawatanakandapatdilihatsejauhmanaperandanf
ungsiperawatdalammemberikanasuhankeperawatanpadaklien.Haliniakanbe
rmanfaatbagipeningkatanmutupelayanandanbahanpertimbangandalamkena
ikanjenjangkarirataukenaikanpangkat.
Selainitudokumentasikeperawatanjugadapatmenggambarkantentangkinerja
seorangperawat.
Sebagaitenagakeperawatanhendaknyamemberikanasuhankeperawatande
ngansemaksimalmungkin agar klienmendapatkanperawatan yang
baikdanmaksimal. Bagi para
pembacadiharapkandapatmemetikpemahamandariuraian yang
dipaparkandiatas,
sehinggadapatmenjadisumberinformasidanpengetahuantambahan.
Bagidosenpembimbing, diharapkandapatmembermasukanbaikdalam
proses
penyusunanmaupundalampemenuhanreverensiuntukmembantukelancarand
ankesempurnaanpembuatanasuhankeperawatankedepannya

96
97