Anda di halaman 1dari 19

PENGERTIAN CADANGAN (RESERVES)

Cadangan (reserves) adalah perkiraan volume minyak, kondensat, gas alam, natural gas liquids dan substansi
lain yang berkaitan yang secara komersial dapat diambil dari jumlah yang terakumulasi di reservoir dengan
metode operasi yang ada dengan kondisi ekonomi dan atas dasar regulasi pemerintah saat itu. Perkiraan cadangan
didasarkan atas interpretasi data geologi dan/atau engineering yang tersedia pada saat itu. Cadangan biasanya
direvisi begitu reservoir diproduksikan seiring bertambahnya data geologi dan/atau engineering yang diperoleh
atau karena perubahan kondisi ekonomi. Perhitungan cadangan melibatkan ketidakpastian yang tingkatnya
sangat tergantung pada tersedianya jumlah data geologi dan engineering yang dapat dipercaya. Atas dasar
ketersediaan data tersebut maka cadangan digolongkan menjadi dua, yaitu proved reserves dan unproved
reserves. Unproved reserves memiliki tingkat ketidakpastian yang lebih besar dari proved reserved dan
digolongkan menjadi probable atau possible.

B. PROVED RESERVES
Proved reserves dapat diperkirakan dengan cukup teliti untuk dapat diambil atas dasar kondisi ekonomi saat itu
(current economic conditions). Kondisi ekonomi tersebut termasuk harga dan biaya pada saat dilakukan
perkiraan (perhitungan) reserves. Proved reserves digolongkan menjadi developed atau undeveloped. Pada
umumnya reservesdisebut proved jika kemampuan produksi reservoir secara komersial didukung oleh uji
produksi (production test) atau uji lapisan (formation test). Terminologi proved merujuk pada volume reserves
dan tidak pada produktifitas sumur atau reservoir semata. Pada kasuskasus tertentu, proved reserves mungkin
dapat dihitung berdasarkan analisa data log dan/atau data core yang menunjukkan bahwa kandungan reservoir
adalah hidrokarbon dan memiliki kesamaan dengan reservoir di daerah yang sama yang sedang diproduksi, atau
telah dibuktikan dapat diproduksi

saat dilakukan uji lapisan (formation test).


Luas reservoir yang dapat dikatakan proved meliputi (1) daerah yang dibatasi oleh sumur delineasi dan dibatasi
oleh garis kontak fluida (fluid contacts), jika ada, dan (2) daerah yang belum dibor yang diyakini produktif secara
komersial atas dasar data geologi danengineering yang tersedia. Jika tidak ada fluid contacts, batas dari proved
reserves adalah struktur yang telah diketahui mengandung hidrokarbon terkecuali jika ada dataengineering dan
kinerja reservoir yang cukup definitif. Dikatakan proved reserves jika memiliki fasilitas untuk melakukan proses
dan transportasi hidrokarbon pada saat perkiraan cadangan, atau ada komitmen untuk memasang fasilitas
tersebut nantinya.

Proved undeveloped reserves merujuk pada lokasi yang belum dibor dan memenuhi kriteria berikut :
(1) lokasinya adalah offset dari sumur yang telah terbukti dapat berproduksi secara komersial pada formasi yang
sama,
(2) lokasinya di dalam batas-batas zona produktif yang telah dinyatakan sebagai proved,
(3) lokasinya sesuai dengan regulasi saat itu tentang penetapan well spacing, jika ada, dan
(4) perlu dipastikan bahwa lokasi tersebut akan dikembangkan (diproduksikan).

Di luar empat kriteria tersebut, lokasi yang belum dibor digolongkan proved undeveloped jika
berdasarkan interpretasi data sumur-sumur yang ada menunjukkan bahwa formasi tersebut kontinyu secara
lateral dan mengandung hidrakarbon yang dapat diambil secara komersial. Reserve yang dapat diproduksikan
dengan menggunakan metode atau teknikimproved recovery digolongkan sebagai proved apabila (1)
ditunjukkan oleh keberhasilan testing dari proyek percontohan (pilot project) atau dari produksi atau dari respon
tekanan dari metode tersebut yang dilakukan pada reservoir itu, atau di reservoir yang berdekatan dengan sifat-
sifat batuan dan fluida yang serupa mendukung analisaengineering, dan (2) proyek improved recovery tersebut
pasti akan dilakukan. Reservesyang akan diambil dengan improved recovery methods yang perlu melalui
keberhasilan serangkaian tes digolongkan sebagai proved hanya (1) setelah produksi yang cukup baik dari
reservoir itu, baik dari percontohan (representative pilot) maupun dari yang sudah terpasang
(installed program), dan proyek improved recovery tersebut pasti akan dilakukan. Proved reserves, berdasarkan
statusnya, digolongkan menjadi dua yaitu developed danundeveloped. Penggolongan status reserve menetapkan
status pengembangan dan produksi dari sumur dan/atau reservoir.

1. DEVELOPED
Developed reserves diyakini dapat diambil dari sumur yang ada (termasuk reserves behind pipe). Improved
recovery reserves dikatakan developed hanya setelah peralatan untuk maksud itu dipasang, atau apabila biaya
untuk pengadaan dan pemasangan peralatan tersebut sangat kecil. Developed reserves terbagi lagi
menjadi producing dannonproducing.

Producing
Producing reserves diperkirakan dapat diambil dari interval perforasi yang terbuka pada saat
perhitungan reserves, dan sedang berproduksi. Improved recovery reserves dianggapproducing hanya setelah
beroperasi.

Nonproducing
Producing reserves meliputi shut-in dan behind-pipe reserves. Shut-in reservesdiperkirakan dapat diambil dari
interval perforasi yang terbuka pada saat perhitunganreserves, tetapi belum mulai produksi, atau ditutup karena
kondisi pasar atau kondisi sambungan pipa, atau tidak dapat berproduksi karena alasan mekanik, dan waktu
tentang kapan akan dijual masih belum pasti. Behind-pipe reserves diperkirakan dapat diambil dari zona yang
ditembus oleh sumur (behind casing) yang memerlukan kerja komplesi sebelum dimulai produksi.

2. UNDEVELOPED
Undeveloped reserves diperkirakan dapat diambil :
1. dari sumur baru pada daerah yang belum dibor (undrilled acreage),
2. dari memperdalam sumur yang ada sehingga menembus reservoir yang berbeda, atau
3. jika diperlukan pembiayaan yang relatif besar untuk melakukan (a) komplesi pada sumur yang ada atau (b)
pemasangan fasilitas produksi dan transportasi.

C. UNPROVED RESERVES
Unproved reserve didasarkan pada data geologi dan/atau engineering seperti halnya yang digunakan untuk
menentukan proved reserves; tetapi ketidakpastiannya secara teknik, ekonomi, kontrak dan regulasi lebih besar.
Perhitungan unproved reserves dapat dibuat untuk perencanaan internal atau evaluasi khusus. Unproved
reserves tidak bisa ditambahkan dalam proved reserves. Unproved reserves dibagi lagi menjadi dua, yaitu
:probable dan possible.

1. PROBABLE RESERVES
Probable reserves meliputi :
1. reserve yang diperkirakan menjadi proved jika dilakukan pemboran dimana datasubsurface belum cukup
untuk menyatakannya sebagai proved;
2. reserve dalam formasi yang produktif berdasarkan data log tetapi tidak memiliki datacore atau tes lain yang
definitive (seperti uji produksi atau uji lapisan) dan tidak serupa dengan reservoir yang proved atau berproduksi
dalam daerah tersebut;
3. penambahan reserves (incremental reserves) karena adanya infill drilling tetapi saat itu belum disetujui
tentang well spacing yang lebih kecil;
4. reserve akibat metode improved recovery yang telah dibuktikan dengan serangkaian tes yang berhasil selama
perencanaan dan persiapan pilot project atau program tersebut, tetapi belum beroperasi sementara sifat batuan,
fluida dan karakteristik reservoir mendukung keberhasilan aplikasi metode improved recovery secara komersial;
5. reserve dalam daerah suatu formasi yang telah terbukti produktif di daerah lain pada lapangan yang sama
tetapi daerah tersebut dipisahkan oleh patahan dan interpretasi geologi menunjukkan bahwa daerah itu lebih
tinggi dari daerah yang terbukti produktif;
6. reserve karena adanya workover, treatment, retreatment, perubahan peralatan, atau prosedur mekanik lainnya
dimana prosedur tersebut belum terbukti berhasil pada sumur-sumur yang memiliki sifat dan kelakuan yang
sama di reservoir yang sama;
7. penambahan reserves di proved producing reservoir dimana alternatif interpretasi tentang kinerja dan data
volumetrik mengisyaratkan reserves yang lebih besar darireserves yang telah digolongkan sebagai proved.

2. POSSIBLE RESERVES
Possible reserves meliputi :
1. reserve yang dibuat dengan ekstrapolasi struktur atau stratigrafi di luar dari daerah yang telah digolongkan
sebagai probable, berdasarkan interpretasi geologi dan geofisik;
2. reserve dalam formasi yang produktif berdasarkan pada data log atau core tetapi produksinya dibawah
produksi yang komersial;
3. penambahan reserves (incremental reserves) karena adanya infill drilling berdasarkan data yang secara teknik
memiliki tingkat ketidakpastian tinggi;
4. reserve akibat metode improved recovery yang telah dibuktikan dengan serangkaian tes yang berhasil selama
perencanaan dan persiapan pilot project atau program tersebut, tetapi belum beroperasi sementara sifat batuan,
fluida dan karakteristik reservoir meragukan keberhasilan aplikasi metode improved recovery secara komersial;
5. reserve dalam daerah suatu formasi yang telah terbukti produktif di daerah lain pada lapangan yang sama
tetapi daerah tersebut dipisahkan oleh patahan dan interpretasi geologi menunjukkan bahwa daerah itu lebih
rendah dari daerah yang terbukti produktif;

Referensi :
Reserves Definition Committee, "SPE MONOGRAPH I - Guidelines For Application of The Definitions For Oil
and Gas Reserves,” The Society of Petroleum Evaluation Engineers, December 1988.

Recovery Factor (RF)


Faktor perolehan (Recovery Factor) adalah perbandingan jumlah minyak
atau gas yang dapat diambil terhadap jumlah minyak atau gas di tempat
(inplace) dengan menggunakan teknologi primary,
secondary maupun tertiary recovery.

Metode yang dipakai untuk menghitung Recovery Factor dan cadangan


hidrokarbon dihitung menggunakan metode :

1. Simulasi Reservoir, untuk menganalisa ini model geologi yang


digunakan harus telah teruji keakuratannya berdasarkan data seismik dan
analisa sumuran (sumur-sumur yang digunakan untuk menguji model
geologi harus telah mewakili sebaran litologi batuan secara lateral
maupun vertikal), memiliki dan mengintegrasikan data analisa fluida dan
analisa batuan yang mewakili sebaran pelamparan lateral dan vertikal
reservoir. Analisa simulasi reservoir merupakan metode yang dianjurkan
dan dapat digunakan pada semua tahap pengembangan lapangan.

2. Material Balance, untuk semi-simulasi karakteristik reservoir yang


berbeda harus dimodelkan dengan beberapa ”tank”. Sedangkan untuk
P/Z dapat digunakan apabila telah memiliki data produksi dan tekanan
yang memadai atau telah dimilikinya lebih dari 10% kumulatif produksi
dari total perhitungan awal minyak/gas di tempat, memiliki dan
mengintegrasikan data analisa fluida dan analisa batuan yang mewakili
sebaran pelamparan lateral dan vertikal reservoir. Untuk penganalisisan
ini, reservoir harus telah memiliki data produksi dan tekanan yang
memadai, lapangan telah memasuki tahanan kondisi produksi yang semi
stabil, atau memiliki 10% kumulatif produksi dari total perhitungan awal
minyak/gas ditempat memiliki dan mengintegrasikan data analisa fluida
dan analisa batuan yang mewakili sebaran pelamparan lateral dan vertical
reservoir.

3. Decline Curve, untuk penganalisisan ini, reservoir harus telah memiliki


data produksi dan tekanan yang memadai, lapangan telah memasuki
tahanan kondisi produksi yang telah mature (telah melampaui titik
tertinggi kemampuan produksi).

4. Metode Analitik dapat digunakan apabila data sangat terbatas.

Metode material balance, decline curve dan analitik dapat dilakukan


apabila metode simulasi reservoir tidak bisa dilakukan dengan
pertimbangan data tidak cukup mendukung atau jumlah reservoir cukup
banyak atau pertimbangan lain.
Home » Teknik Produksi » Menentukan IPR dan Membuat Kurva IPR (Inflow Performance Relationship)

Menentukan IPR dan Membuat Kurva IPR (Inflow


Performance Relationship)
By Topik Sarip — December 22, 2015 — Teknik Produksi

Pengertian IPR
Inflow Performance Relationship (IPR) merupakan hubungan antara laju produksi terhadap tekanan
alir dasar sumur. Bila kurva IPR tersebut dikombinasikan dengan kurva pipa alir, maka perpotongan kedua
kurva tersebut merupakan laju produksi yang optimum. Pengaruh faktor skin terhadap kurva IPR akan
mengubah kemiringan kurva, sehingga laju produksi akan berubah pada suatu tekanan alir dasar sumur.

Kinerja produktivitas sumur dapat digambarkan dengan persamaan Inflow Performance Relationship
(IPR) atau dalam bentuk kurva yang merupakan hubungan antara laju produksi dan tekanan alir dasar sumur
pada suatu tekanan reservoir. Dan bila kurva IPR tersebut dikombinasikan dengan kurva pipa alir, maka
perpotongan antara kurva IPR tersebut dengan kurva pipa alir merupakan laju alir yang optimum. Pada
awalnya kinerja produktivitas sumur yang dinyatakan sebagai productivity index (PI) mempunyai harga
yang tetap, sehingga kurva IPR merupakan garis linier. Akan tetapi untuk sumur yang mempunyai tekanan
alir dasar sumur lebih kecil dari tekanan saturasi, maka fluida yang mengalir terdiri dari dua fase (minyak
dan gas), sehingga anggapan tersebut di atas tidak dapat lagi digunakan. Harga PI dari sumur tersebut akan
semakin besar dengan semakin besarnya laju produksi, sehingga kurva IPR tidak lagi berbentuk linier.

Data yang diperlukan


 Kandungan Reservoir
 Satu fasa, artinya didalam reservoir terkandung satu homogen fluida. misalkan hanya
minyak.
 Dua fasa, artinya didalam reservoir terkandung dua homogen fluida. misalkan minyak dan
gas.
 Tiga fasa, artinya didalam reservoir terkandung tiga homogen fluida. misalkan minyak,
gas, dan air.

Kandungan reservoir akan mempengaruhi perubahan laju produksi, karena setiap fluida mempunyai
karakter atau kelakuan yang berbeda, misalkan gas yang pada produksi awal kenceng lalu produksi
menurun dengan cepat, berbeda dengan air.
 Tekanan Reservoir (Pr)
Tekanan reservoir adalah syarat utama dalam memproduksi minyak atau dan gas, minyak atau dan gas
didalam reservoir akan berusaha keluar karena adanya tekanan reservoir.
 Tekanan Dasar Sumur (Pwf)

Tekanan dasar sumur adalah tekanan yang digunakan untuk mengontrol tekanan reservoir agar laju
produksi menjadi optimal, karena jika laju produksi terlalu cepat bisa mengakibatkan perubahan fasa dari
fasa cair menjadi fasa gas.
 Tekanan Gelembung (Pb)

Tekanan gelembung adalah besarnya tekanan dimana fasa cair akan mulai menjadi fasa gas.
 Skin (S)

Skin adalah faktor hambatan yang mempengaruhi laju produksi. Apabila bernilai positif artinya terdapat
hambatan.
 Flow Efesiensi (FE)

Flow efisiensi adalah perbandingan antara indeks produtivitas nyata dengan indeks produktivitas ideal.
 Laju Alir (test)
Laju alir merupakan besarnya volume yang di dapat per satuan waktu, laju alir test digunakan sebagai
data untuk mencari laju alir optimal.
Kondisi yang perlu diperhatikan
Kondisi seperti besarnya flow efisiensi, skin, jumlah jenis fasa yang terkandung didalam reservoir, besarnya
tekanan reservoir, dan besarnya tekanan buble point suatu fluida akan mempengaruhi penurunan laju
produksi oleh karena itu pada pembuatan IPR ini akan saya bagi menjadi 2 bagian :
 Bagian 1 (FE = 1)
 Bagian 2 (FE ≠ 1)

Setelah dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan Flow Efficiency, lalu dibagi lagi berdasarkan fasa yang ada
di reservoir dan tekanan yang mempengaruhi laju produksi serta tekanan yang mempengaruhi perubahan
fasa.
 Bagian 1 (FE = 1) dibagi menjadi :
 Satu fasa
 Dua fasa
 Pr < Pb
 Pr > Pb dan Pwf > Pb
 Pr > Pb dan Pwf < Pb
 Bagian 2 (FE ≠ 1) dibagi menjadi :
 Tiga fasa


Sebelum melakukan pembuatan kurva IPR (Inflow Performance Relationship) terlebih dahulu harus
mengetahui data laju alir (test), dalam menentukan laju alir (test) membutuhkan data analisa core.

Data yang dibutuhkan dalam menentukan laju alir (test) :


 Kompresibilitas efektif minyak atau gas
 Ketebalan lapisan
 Viskositas minyak atau gas
 Faktor volume formasi minyak atau gas
 Tekanan reservoir pada jari-jari pengurasan
 Tekanan dasar sumur
 Jari-jari pengurasan
 Jari-jari sumur
 Temperatur reservoir
 Faktor kompresibilitas

Berikut persamaan untuk mencari laju alir (tes) radial menggunakan data diatas :

Rumus mencari laju produksi untuk minyak (bpd)

Rumus mencari laju produksi untuk gas (scfpd)

Setelah data sudah disiapkan semuanya, saatnya menentukan IPR dan membuat kurva IPR (Inflow
Performance Relationship).
Membuat kurva IPR
Berhubung postingan ini mulai panjang, jadi akan saya bagi menjadi halaman per halaman. Klik untuk
menuju halaman tersebut.

 Bagian 1 dibagi menjadi :

 Satu fasa
 Dua fasa
 Pr < Pb
 Pr > Pb dan Pwf > Pb
 Pr > Pb dan Pwf < Pb

 Bagian 2 dibagi menjadi :

 Tiga fasa

Pada umumnya reservoir minyak yang baru diketemukan


mempunyai kemampuan untuk mengalirkan fluida reservoirnya ke permukaan,
karena masih mempunyai tekanan yang tinggi. Selama proses produksi berjalan,
tekanan reservoir akan mengalami penurunan yang besarnya (kecepatannya)
tergantung pada laju produksi dan jenis mekanisme pendorong yang dimiliki oleh
reservoir tersebut.
Jenis-jenis reservoir berdasarkan mekanisme pendorong dapat dikelompokkan
menjadi lima jenis tenaga pendorong, dimana yang satu merupakan kombinasi
dari yang lainnya, yaitu :

1. Solution Gas Drive atau Depletion Drive Reservoir


2. Gas Cap Drive Reservoir
3. Water Drive Reservoir
4. Segregation Drive
5. Combination Drive

1. Solution Gas Drive Reservoir

Reservoir solution gas drive sering disebut juga sebagai reservoir depletion
drive. Reservoir jenis ini tenaga pendorongnya berasal dari gas yang
terbebaskan dari minyak karena adanya perubahan fasa pada HC ringannya
yang semula merupakan fasa cair menjadi fasa gas selama penurunan tekanan
reservoir, serta tidak adanya tudung gas mula-mula. Gas yang semula larut
dalam zona minyak kemudian terbebaskan lalu mengembang dan kemudian
akan mendesak minyak dan terproduksi secara bersamaan.
Reservoir solution gas drive memiliki karakteristik, yaitu :

1. Penurunan tekanan reservoir yang cepat. Tidak ada fluida ekstra atau
tudung gas bebas yang besar yang akan menempati ruang pori yang
dikosongkan oleh minyak yang diproduksi,
2. Produksi minyak bebas air. Tidak ada water drive, sehingga sedikit atau
bahkan tidak ada air yang diproduksi bersama minyak selama umur
produksi,
3. Productivity Index juga turun dengan cepat,
4. Gas Oil Ratio mula-mula rendah kemudian naik dengan cepat akibat
terbebaskannya sejumlah gas dari minyak sampai maksimum, kemudian
turun akibat adanya ekspansi gas dalam reservoir,
5. Recovery Factor rendah. Produksi minyak dengan solution gas drive ini
biasanya merupakan recoveryyang tidak efisien, harga RF berkisar 5 % -
30%.
Reservoir Depletion Drive
(Tarek Ahmed,” Reservoir Engineering Handbook Third Edition“,2006)

Karakteristik Tekanan, PI, dan GOR


Pada Solution Gas Drive Reservoir
(Cole W., Frank. “Reservoir Engineering Manual”, 1983)

Pada awal produksi, karena gas yang dibebaskan dari minyak masih
terperangkap pada sela-sela pori batuan, maka gas oil ratio produksi akan lebih
kecil jika dibandingkan dengan gas oil ratio reservoir. Gas oil ratioproduksi akan
bertambah besar bila gas pada saluran pori-pori tersebut mulai bisa mengalir,
hal ini terus-menerus berlangsung hingga tekanan reservoir menjadi rendah. Bila
tekanan telah cukup rendah maka gas oil ratioakan menjadi berkurang sebab
volume gas di dalam reservoir tinggal sedikit. Dalam hal ini gas oil produksi
dan gas oil ratio reservoir harganya hampir sama.
Air yang diproduksikan dari reservoir ini sangat sedikit bahkan hampir-hampir
tidak ada. Hal ini karena reservoir jenis ini sifatnya terisolir, sehingga meskipun
terdapat connate water tetapi hampir-hampir tidak dapat diproduksi atau ikut
terproduksi bersama minyak.
Recovery yang mungkin diperoleh sekitar 5-30 %. Dengan demikian untuk
reservoir jenis ini pada tahap teknik produksi primernya akan meninggalkan
residual oil yang cukup besar. Sehingga bila sisa minyak ini akan diproduksikan
juga, maka perlu dipergunakan suatu energi tertentu ke dalam suatu reservoir
untuk mempengaruhi tekanan atau sifat fisik sistem fluida reservoirnya, sehingga
dengan demikian diharapkan sisa minyak yang tertinggi dapat diperkecil.
Dapat disimpulkan suatu reservoir solution gas drivemempunyai kelakuan seperti
dibawah ini :

 Tekanan reservoir turun dengan cepat dan berlangsung secara kontinyu.


 Perbandingan gas-minyak (GOR) mula-mula cukup rendah, kemudian naik
sampai maksimum dan turun dengan tajam.
 Efisiensi perolehan minyak berkisar 5-30 %
 Produksi air dianggap tidak ada.

2. Gas Cap Drive Reservoir

Mekanisme yang terjadi pada gas cap reservoir ini adalah minyak pertama kali
diproduksikan, permukaan minyak dan gas akan turun, gas cap akan
berkembang ke bawah selama produksi berlangsung. Untuk jenis reservoir ini,
umumnya akan lebih konstan jika dibandingkan dengan solution gas
drive. Reservoir gas cap drive memiliki karakteristik, yaitu :

1. Penurunan tekanan relatif cepat serta tidak adanya fluida ekstra atau
tudung gas bebas yang akan menempati ruang pori yang dikosongkan
oleh minyak yang diproduksi,
2. GOR naik dengan cepat hingga maksimum kemudian turun secara
kontinyu,
3. Produksi air sangat kecil bahkan diabaikan.
4. Recovery sekitar 20-60 %.
5. Kenaikan gas oil ratio juga sejalan dengan pergerakan permukaan
ke bawah.air hampir-hampir tidak diproduksikan sama sekali.
Karena tekanan reservoir relatif kecil penurunannya, juga minyak berada di
dalam reservoirnya akan terus semakin ringan dan mengalir dengan baik, maka
untuk reservoir jenis ini akan mempunyai umur dan recovery sekitar 20-60 %,
yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis solution gas drive. Sehingga
residual oil yang masih tertinggal di dalam reservoir ketika lapangan ini ditutup
adalah lebih kecil jika dibandingkan dengan jenis solution gas drive.

Gas Cap Drive Reservoir


(Tarek Ahmed,” Reservoir Engineering Handbook Third Edition“,2006)

Karakteristik Tekanan, PI, dan GOR


Pada Gas Cap Drive Reservoir
(McCain, Jr., W.D., “The Properties of Petroleum Fluids”,1973)

3. Water Drive Reservoir


Untuk reservoir jenis water drive ini, energi pendesakan yang mendorong minyak
untuk mengalir adalah berasal dari air yang terperangkap bersama-sama dengan
minyak pada batuan reservoirnya. Efisisensi pendesakan air biasanya lebih
besar dibandingkan dengan pendesakan oleh gas.
Apabila dilihat dari terbentuknya batuan reservoir water drive, maka air
merupakan fluida pertama yang menempati pori-pori reservoir. Tetapi dengan
adanya migrasi minyak bumi maka air yang berada disana tersingkir dan
digantikan oleh minyak. Dengan demikian karena volume minyak ini terbatas,
maka bila dibandingkan dengan volume air yang merupakan fluida pendesaknya
akan jauh lebih kecil.
Reservoir dengan jenis mekanisme pendorong water drivememiliki karakteristik,
yaitu :

1. Penurunan tekanan sangat pelan atau relatif stabil. Penurunan tekanan


yang kecil pada reservoir adalah karena volume produksi yang
ditinggalkan, digantikan oleh sejumlah air yang masuk ke zona minyak.
2. Perubahan GOR selama produksi kecil, sehingga dapat dikatakan bahwa
GOR reservoir adalah konstan.
3. Harga WOR naik tajam karena mobilitas air yang besar.
4. Perolehan minyak bisa mencapai 60-80%.

Reservoir Water Drive


(Tarek Ahmed,” Reservoir Engineering Handbook Third Edition“,2006)

Produksi air pada awal produksi sedikit, tetapi apabila permukaan air telah
mencapai lubang bor maka mulai mengalami kenaikan produksi yang semakin
lama semakin besar secara kontinyu sampai sumur tersebut di tinggalkan karena
produksi minyaknya tidak ekonomis lagi.
Untuk reservoir dengan jenis pendesakan water drive maka bagian minyak yang
terproduksi akan lebih besar jika dibandingkan dengan jenis pendesakan lainnya,
yaitu antara 35-75% dari volume minyak yang ada. Sehingga minyak sisa
(residual oil) yang masih tertinggal didalam reservoir akan lebih sedikit.
Dapat disimpulkan suatu reservoir dengan tenaga pendorong air ini mempunyai
kelakuan seperti dibawah ini :

 Penurunan tekanan reservoir terlihat agak lambat.


 GOR rendah dan relatif konstan
 WOR naik dengan cepat dan kontinyu
 Recovery-nya cukup tinggi yaitu sekitar 35-75%

Karakteristik Tekanan, PI, dan GOR


Pada Water Drive Reservoir
(Tarek Ahmed,” Reservoir Engineering Handbook Second Edition“,2001)

4. Segregation Drive Reservoir

Segregation drive reservoir atau gravity drainage merupakan energi pendorong


minyak bumi yang berasal dari kecenderungan gas, minyak, dan air membuat
suatu keadaan yang sesuai dengan massa jenisnya (karena gaya gravitasi).
Gravity drainage mempunyai peranan yang penting dalam memproduksi minyak
dari suatu reservoir. Sebagai contoh bila kondisinya cocok,
maka recovery dari solution gas drive reservoir bisa ditingkatkan dengan
adanya gravity drainageini. Demikian pula dengan reservoir-reservoir yang
mempunyai energi pendorong lainnya.
Seandainya dalam reservoir itu terdapat tudung gas primer (primary gas cap)
maka tudung gas ini akan mengembang sebagai proses gravity
drainage tersebut. Reservoir yang tidak mempunyai tudung gas primer segera
akan mengadakan penentuan tudung gas sekunder (secondary gas cap).
Pada awal dari reservoir ini, gas oil ratio dari sumur-sumur yang terletak pada
struktur yang lebih tinggi akan cepat meningkat sehingga diperlukan suatu
program penutupan sumur-sumur tersebut. Diharapkan dengan adanya program
ini perolehannya minyaknya dapat mencapai maksimum.
Besarnya gravity drainage dipengaruhi oleh gravity minyak, permeabilitas zona
produktif, dan juga dari kemiringan dari formasinya. Faktor-faktor kombinasi
seperti misalnya, viskositas rendah, specific gravity rendah, mengalir pada atau
sepanjang zona dengan permeabilitas tinggi dengan kemiringan lapisan cukup
curam, ini semuanya akan menyebabkan perbesaran dalam pergerakan minyak
dalam struktur lapisannya.
Dalam reservoir gravity drainage perembesan airnya kecil atau hampir tidak ada
produksi air. Laju penurunan tekanan tergantung pada jumlah gas yang ada. Jika
produksi semata-mata hanya karena gas gravitasi, maka penurunan tekanan
dengan berjalannya produksi akan cepat. Hal ini disebabkan karena gas yang
terbebaskan dari larutannya terproduksi pada sumur struktur sehingga tekanan
cepat akan habis.
Recovery yang mungkin diperoleh dari jenis reservoir gravity drainage ini sangat
bervariasi. Bila gravity drainagebaik, atau bila laju produksi dibatasi untuk
mendapatkan keuntungan maksimal dari gaya gravity drainage ini
maka recovery yang didapat akan tinggi. Pernah tercatat
bahwa recovery dari gravity drainage ini melebihi 80% dari cadangan awal
(IOIP). Pada reservoir dimana bekerja juga solution gas drive ternyata recovery-
nya menjadi lebih kecil.
Dapat disimpulkan suatu reservoir jenis ini mempunyai kelakuan :

 Penurunan tekanan relatif cepat


 GOR naik dengan cepat hingga maksimum kemudian turun secara
kontinyu
 Produksi air sangat kecil bahkan diabaikan
 Recovery sekitar 20-60 %
Gravity Drainage Drive Reservoir
(Tarek Ahmed,” Reservoir Engineering Handbook Second Edition“,2001)

Karakteristik Reservoir Gravity Drainage (Segregation) Drive


(Clark, N.J., “Element of Petroleum Reservoir”,1974)

5. Combination Drive Reservoir

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa reservoir minyak dapat dibagi dalam


beberapa jenis sesuai dengan jenis energi pendorongnya. Tidak jarang dalam
keadaan sebenarnya energi-energi pendorong ini bekerja bersamaan dan
simultan. Bila demikian, maka energi pendorong yang bekerja pada reservoir itu
merupakan kombinasi beberapa energi pendorong, sehingga dikenal dengan
nama combination drive reservoir.
Kombinasi yang umum dijumpai adalah antara gas cap drive dengan water drive.
Sehingga sifat-sifat reservoirnya jadi lebih kompleks jika dibandingkan dengan
energi pendorong tunggal.
Untuk reservoir minyak jenis ini, maka gas yang terdapat pada gas cap akan
mendesak kedalam formasi minyak, demikian pula dengan air yang berada pada
bagian bawah dari reservoir tersebut. Pada saat produksi minyak tidak sempat
berubah fasa menjadi gas sebab tekanan reservoir masih cukup tinggi karena
dikontrol oleh tekanan gas dari atas dan air dari bawah. Dengan demikian
peristiwa depletion untuk reservoir jenis ini dikatakan tidak ada, sehingga minyak
yang masih tersisa di dalam reservoir semakin kecil karena recovery minyaknya
tinggi dan efesiensi produksinya lebih tinggi.
Gas oil ratio yang konstan pada awal produksi dimungkinkan bahwa tekanan
reservoir masih di atas tekanan jenuh. Di bawah tekanan jenuh, gas akan bebas
sehingga gas oil ratio akan naik.
Dapat disimpulkan suatu reservoir jenis ini mempunyai kelakuan seperti dibawah
ini :

 Penurunan tekanan relatif cukup cepat


 WOR akan naik secara perlahan
 Jika ada gas cap maka sumur-sumur yang terletak di struktur atas dari
reservoir tersebut akan mengalami peningkatan GOR dengan cepat.
 Faktor perolehan dari combination drive adalah lebih besar dibandingkan
dengan solution gas drive tetapi lebih kecil jika dibandingkan dengan gas
cap dan water drive.

Combination Drive Reservoir


(Tarek Ahmed,” Reservoir Engineering Handbook Third Edition“,2006)
Karakteristik Reservoar Combination Drive
(Clark, N.J., “Element of Petroleum Reservoir”,1974)