Anda di halaman 1dari 6

BAB II

SELEKSI DAN URAIAN PROSES

2.1. Macam Proses

Dalam pembuatan Asetat anhidrid terdapat 2 macam proses yaitu :

1. Proses karbonilasi metilasetat [3]

2. Proses oksidasi asetaldehid [4]

2.1.1 Proses Pembuatan Asetat Anhidrid dari Metil asetat

Pada proses pembuatan asetat anhidrit bahan baku yang digunakan adalah

metil asetat dan carbon monoksida yang masuk secara bersamaan menuju rektor

dimana didalam reaktor di beri katalis untuk mempercepat reaksi pada reaktor dan

sebagian karbon di recycle menuju kedalam reaktor. Setelah dari reaktor

campuran masuk kedalam flasher didalm flasher sebagian dari karbon monoksida

di recycle kembali ke dalam rektor untuk mendapatkan campuran yang benar-

benar murni setelah masuk ke flasher kemudian menuju ke proses adsorpsi

dimana pada proses ini campuran disaring hingga mendapatkan larutan yang

bersih lalu larutan masuk ke tangki destilasi untuk memisahkan residu dan destilat

dimana destilat berupa asam dan anhidrit di recycle kembali masuk kedalam

proses adsorpsi sedangkan residu atau hasil bawahnya berupa asetat anhidrid

kemurnian yang dihasilkan sekitar 75% - 80% dan kondisi oprasi dipertahankan

pada suhu 500C-600C


Persamaan reaksi reaksi yang terjadi pada pembuatan asetat anhidird

menggunakan metilasetat adalah sebagai berikut :

CH3C(=O)OCH3 + CO CH3C(=O)O(O=)CCH3

2.1.2 Proses Pembuatan Asetat Anhidrid dari Asetaldehid

Pada proses ini bahan baku yang digunakan adalah asetaldehid dengan

pencampuran gas oksigen dalam rektor, untuk bahan baku membutuhakan sedikit

Cobalt Bromide sebagai katalis yang digunakan. Temperature pada reactor

dipertahankan sebesar 50 sampai 700C dan tekanan pada reactor dipertahankan

sebesar pada 4 atm dengan kemurnian 90 % fase liquid yang terjadi pada ketel

harus tertutup rapat agar tidak terjadinya bahan material yang mudah menguap

keluar fase uap pada proses oksidasi kemudian di kondensasikan dengan

menggunakan aliran dingan pada eksternal exchancer.

Persamaan reaksi reaksi yang terjadi pada pembuatan asetat anhidird

menggunakan asetaldehid adalah sebagai berikut :

CH3CHO + O2 → CH3CO2H
CH3CO2H + CH3CHO → (CH3CO)2O + H2O

2.2. Seleksi proses

Perbadingan antara 2 macam proses untuk pembuatan asetat anhidrit dapat

dilihat dari perbedaannya berdasarkan bahan baku :

Proses
Parameter
Karbonilasi Oksidasi
1. Aspek Teknis :
- Peralatan Sederhana Kompleks
- Kemurnian 75-80% 90 %
- Bahan Baku Metil asetat Asetaldehid
2. Aspek Operasi
- Suhu 500C-700C 50-700C
- Tekanan 1.2-1.4 psi 60 psi
3. Aspek Ekonomi Murah Mahal

Dari dua urian proses diatas, maka proses pembuatan asetat anhidrid yang

kami pilih adalah proses karbonilasi dengan menggunakan bahan metil asetat.

Kami memilih proses pembuatan asetat anhidrid dengan menggunakan bahan

metil asetat karena :

1. Kemurnian yang diperoleh tidak terlalu besar tetapi cukup untuk

memproduksi celulosa asetat dengan konsentrasi 80% sebagai campuran

bahan Kimia yang lainnya

2. Tekanan yang digunakan tidak tinggi, yaitu 60 psi atau 4 atm

3. Biaya lebih murah

2.3. Uruian Proses


Pada pembuatan astat anhidrid dari metil asetat dilakukan tahap-tahapan

sebagai berikut :

1. Tahap penyiapan bahan baku

Bahan baku metil asetat dipersiapkan pada tangki (F-111) dengan suhu pada

tangki (F-111) 30oC dan tekanan 1 atm, yang kemudian dialirkan dengan

menggunakan pompa (L-113) menuju reaktor (R-110), dan bahan baku kedua

dipersiapkan dimana bahan baku yang berupa CO dipersiapkan didalam tangki (F-

112) dengan suhu pada tangki -192oC dengan tekanan dalam tangki sebesar 1

atm.kemudian dilarkan dengan menggunakan kompresor (G-116) bersamaan

dengan produk metil asetat menuju reaktor (R-110) agar terjadi kontak antara

metil asetat dan karbon monoksida

2. Tahap reaksi

Bahan baku yang telah terjadi kontak antara metil asetat dan gas karbon

monoksida yang berlangsung pada reaktor fix bed multitube (R-110) pada kondisi

operasi 50oC pada tekanan operasi 4 atm. dalam pembentuk asetat anhidride

terjadinya ikatan karbon pada metil asetat dari gas CO. Konversi yang terjadi di

reaktor sebesar 90%. Dimana reaksi sebagai berikut:

CH3C(=O)OCH3 + CO CH3C(=O)O(O=)CCH3

3. Tahap pemisahan

Pada tahap ini bahan yang keluar reaktor kemudian dialirkan menggunakan

pompa (L-122) menuju Adsorber (D-121) dimana adsorber ini dapat memisahkan

inert yang terkandung pada produk yang keluar berupa zat pengotor yaitu seperti

N2, H2, Ar, O2, dan CO sedangkan adsorben yang digunakan berupa karbon aktif
yang terdapat pada adsorber (D-121), setelah menyaring zat pengotor

menggunakan adsorber lalu bahan yang keluar dari adsorber di alirkan menuju ke

kolom destilasi (D-120) di kolom destilasi ini untuk memurnikan produk dari

metil asetat dan air yang masih terkandung pada produk asetat anhidrid. Pada

pemisahan ini destilat kemudian dikondensasikan dengan menggunakan

kondensor (E-124) destilat tersebut berupa metil asetat dan campuran air.

sedangkan residu yang didapat berupa asetat anhidride yang kemudian dipanaskan

kembali menggunakan reboiler (E-128).

4. Tahap penanganan produk

Produk yang berupa Asetat Anhidrid dengan konsentrasi 75% yang keluar

dari reboiler kemudian di alirkan dengan alat pompa (l-129) tangki penampungan

(F-129A), sedangkan waste yang ada di tampung di tangki penampung (F-129B).

dari tangki penampung produk (F-129A) kemudian dikemas menggunakan

kemasan berupa galon dan botol.

DAFTAR PUSTAKA

2. Dean John, A. “Lange’s Hanbook of Chemistry” McGRAW-HILL, INC, New

York, 1952
4th
4. Faith Keyes and Clark’s. “Industrial Chemical”, ed, A. Willey and Son Inc,

New York, 1959

1. Othmer Krik. “ Encyclopedia of Chemical Technology” Vol 8, 2nd ed, john

Willey and son INC, New York,1961

3. Speight James, G. “Chemical and proses Engineering handbook”Mc GRAW-

Hill USA 2002