Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Kecerdasan anak berkaitan dengan otak sehingga faktor penting yang mempengaruhi
kecerdasan anak adalah pertumbuhan otak. Proses pertumbuhan otak dipengaruhi oleh
nutrisi yang diberikan. Periode pertumbuhan otak yang pertama sangat penting karena
pada periode inilah pertumbuhan otak sangat pesat yakni periode awal kehamilan hingga
bayi berusia 12-18 bulan. Kekurangan nutrisi dapat mengurangi sel otak 15-20% sehingga
dampaknya buruk terhadap kecerdasan anak (Roesli, 2000).

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik dan paling sempurna untuk bayi
karena didalamnya terkandung hampir semua zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi dan
antibodi yang tidak terdapat di dalam susu sapi maupun susu formula. ASI memiliki
beberapa manfaat yaitu diantaranya memenuhi segala kebutuhan gizi, mengadung
immunoglobulin A (IgA) untuk kekebalan tubuh sehingga melindungi bayi dari berbagai
penyakit infeksi seperti diare, membantu mengeluarkan mekonium, dan untuk
pertumbuhan serta kecerdasan anak (Yuliarti, 2010).

ASI merupakan pilihan terbaik untuk awal kehidupan bayi dan WHO
merekomendasikan pemberian ASI ekslusif hingga usia 6 bulan. Setelah bayi berusia 6
bulan perlu diberi makanan pendamping ASI (MP ASI) dan dilanjutkan pemberian ASI
hingga usia 24 bulan (Depkes RI, 2010). Pemberian susu formula sebagai makanan
prelaktal sering dilakukan di BPS, RB maupun RS dengan alasan utama karena ASI belum
keluar dan bayi masih kesulitan menyusu sehingga bayi akan menangis bila dibiarkan saja.
Biasanya bidan akan langsung memberikan nasihat untuk memberikan susu formula
terlebih dahulu. Bahkan pembuatan susu formula dilakukan sendiri oleh bidan atau
perawat, dan mereka menyediakan jasa sterilisasi botol (Afifah, 2007).
Menurut hasil Riskesdas (2013) menunjukkan bahwa pemberian susu formula untuk bayi
baru lahir mencapai 79,8 % di Indonesia, sedangkan cakupan pemberian ASI ekslusif
untuk bayi berusia 0-6 bulan di Indonesia hanya mencapai 54,3 % dan di Jawa Tengah
sekitar 58,4%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa masih tingginya pemberian
susu formula untuk bayi sebagai makanan pengganti ASI. Kandungan susu formula tidak
dapat menyamai kandungan ASI walaupun berbagai produsen susu formula telah
menambahkan kandungan zat gizi tersebut. ASI merupakan makanan utama yang tidak
ada tandingannya karena mengandung antibodi dan lebih dari 100 jenis zat gizi seperti
AA, DHA, taurin, dan spingomielin yang tidak terdapat di dalam susu sapi. Kandungan-
kandungan tersebut berperan dalam pertumbuhan dan kecerdasan anak (Yuliarti, 2010).
Menurut penelitian Maslahah (2010) bahwa anak yang memiliki riwayat mengkonsumsi
ASI di waktu bayi memiliki tingkat IQ ketegori cerdas 4,2 kali lebih besar dibandingkan
dengan anak yang memiliki riwayat mengkonsumsi susu formula di waktu bayi.
Berdasarkan adanya perbedaan antara anak dengan riwayat mengkonsumsi ASI
dengan susu formula di waktu bayi terhadap kecerdasan anak maka peneliti tertarik untuk
melanjutkan penelitian Maslahah (2010) tentang perbedaan pengaruh pemberian ASI
dengan susu formula terhadap tingkat kecerdasan anak di TK . . . . .
B. Rumusan Masalah
Perumusan masalah penelitian ini adalah “ adakah perbedaan pengaruh pemberian
ASI dengan susu formula terhadap tingkat IQ anak ?”
C. Tujuan
1. Tujuan umum
Mengetahui perbedaan pengaruh pemberian ASI dengan susu formula
terhadap tingkat IQ anak.
2. Tujuan khusus
a. Menganalisis perbedaan pengaruh pemberian ASI dengan susu formula
terhadap tingkat IQ anak.
b. Mengetahui gambaran tingkat IQ anak TK . . . .
D. Manfaat
1. Manfaat teoritis
Hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu sumber informasi ilmiah dalam
bidang gizi, kesehatan masyarakat, ilmu kesehatan anak serta menjadi referensi bagi
pengembangan penelitian serupa berikutnya.
2. Manfaat praktis
a. Bagi ibu hamil dan menyusui
Salah satu sumber informasi bagi ibu hamil dan menyusui tentang pengaruh
pemberian ASI terhadap tingkat IQ anak sehingga diharapkan dapat dipraktekkan
juga oleh ibu menyusui agar memberika ASI terhadap bayinya.
b. Bagi ilmu pengetahuan
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah sumber informasi dan wacana
dalam pengembangan ilmu gizi, ilmu kesehatan masyarakat, dan ilmu kesehatan
anak khususnya mengenai perbedaan perbedaan pengaruh pemberian ASI dengan
susu formula terhadap tingkat IQ anak.
c. Bagi Bagi peneliti
Memberi kesempatan pada peneliti untuk meningkatkan keterampilan dalam
menganalisis perbedaan perbedaan pengaruh pemberian ASI dengan susu formula
terhadap tingkat IQ anak.
d. Bagi peneliti lain
Memberikan informasi dan masukan bagi pengembangan penelitian sejenis di
kemudian hari dengan perbaikan pada bagian tertentu.