Anda di halaman 1dari 15

TUGAS

ILMU LINGKUNGAN

NAMA : KEMAL RAHMAT

NIM : D41107149

JURUSAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2011
RANGKUMAN MATERI KELOMPOK 2

Landasan Filsafat, Konsep, dan Permasalahan

Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang yang memiliki potensi yang sangat
besar. Selain potensi sumber daya alamnya, potensi sumber daya manusia yang banyak pun tersedia di
negeri ini. Mulai dari ujung timur hingga barat tersebar berbagai macam kekayaan alam yang
berlimpah. Namun penyebaran potensi sumber daya manusianya tidak begitu merata. Banyak dari
penduduk negeri ini yang terpusat di pulau jawa (utamanya) dan pulau sumatra baik dipandang dari
kemajuan pendidikan, politik, dan ekonomi. Ironis jika melihat banyaknya penduduk di daerah yang
notabene kaya akan alamnya sementara penduduknya miskin dan kurang diperhatikan, Sementara
tidak sedikit orang indonesia yang terpelajar atau berpenghasilan penghasilan besar harus lari ke luar
negeri, Lalu bagaimana kekayaan negeri ini dikelola?

Kebijakan dan Sumber Kebijakan

 UU No 10 tahun 1992 telah di amandemen hal ini berarti telah memberikan landasan hukum
kepada kebijakan kependudukan di Indonesia Undang-undang mengenai perkembangan
kependudukan dan Pembangunan keluarga sejahtera telah digulirkan sejak tahun 2003 lalu
dan perkembangannya akan menarik untuk di simak baik dari segi akademis mauun sisi
praktis.

 Pada periode tahun 1998 – 2003 telah terjadi perubahan yang sangat substansial terhadap
kondisi sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia yang langsung maupun tidak langsung
mempengaruhi kondisi kependudukan di berbagai aspe. Terjadinya desentarlisasi mengancam
keberhasilan kebijakan kependudukan yang dicapai pada saat ini, dimana ada tuntutan yang
sangat kuat agar seluruh dampak memperoleh respons secara memadai khususnya di tingkat
kebijakkan.

 Tahun 1994 adanya konfrensi Internasional kependudukan dan pembangunan di Kairo Mesir
telah mengamanatkan banyak hal bagi negara-negara yang ikut dalam penandatanganan
kesepakantan hasilnya. Dimana negara-negara yang hadir menyepakati pentingnya intregrasi
kependudukan dalam pembangunan walaupun hal ini sudah dimunculkan pada konfresnsi
kependudukan sebelumnya

 Di Kairo negara-negara yang hadir dalam konfrensi tersebut menyepakati prinsip dasar dalam
pembangunan kependudukan yang menggunakan right based approach. Dimana pendekatan
ini menekankan pentingnay hak asasi manusia. Dalam membahas integrasi penduduj dan
pembangunan ada 2 (dua) hal yang perlu dipehatikan pertama dari sisi yang paling esensial
terhadap suatupinsip bahwa dalam konsep integrasi penduduk dan pembangunan, penduduk
tidak diberlakukkan sebagai “objek” tetapi juga sebagai “Subjek”pembangunan. Yang kedua
ketika peran sebagai subjek pembangunan dituntut, maka diperlukan upaya pemberdayaan
dan menyadarkan hak penduduk dan meningkatkan kapsitsa penduduk dalam pembangunan

Perkembangan Penduduk di Indonesia

Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada
waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. Kini penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 235
juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk 1,3 % pertahun. Dikatakan bahwa di negeri ini setiap lima
menit terlahir seorang bayi. Memang ada keuntungan diperoleh dari banyaknya jumlah penduduk,
yaitu; tersedianya angkatan kerja yang banyak dan murah, tetapi dampaknya adalah perekonomian
yang juga lemah yang kemudian menjadi faktor sulitnya mencapai taraf hidup yang baik.

PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN

Ketersediaan data dan informasi kependudukan yang akurat, lengkap yang menggambarkan
karakteristik penduduk sampai dengan tingkat mikro akan sangat berguna untuk merumuskan
kebijakan kependudukan bagi peningkatan kualitas, pengendalian pertumbuhan dan kuantitas,
pengarahan mobilitas dan persebaran penduduk yang serasi dengan daya dukung alam dan daya
tampung lingkungan. Dengan adanya urbanisasi, kecepatan pertumbuhan perkotaan dan pedesaan
menjadi semakin tinggi. Pada tahun 1990, persentase penduduk perkotaan baru mencapai 31 persen
dari seluruh penduduk Indonesia. Pada tahun 2000 angka tersebut berubah menjadi 42 persen.
Diperkirakan pada tahun 2025 keadaan akan terbalik dimana 57 persen penduduk adalah perkotaan,
dan 43 persen sisanya adalah rakyat yang tinggal di pedesaan. Dengan adanya sentralisasi
pertumbuhan dan penduduk, maka polusi pun semakin terkonsentrasi di kota-kota besar sehingga
udara pun semakin kotor dan tidak layak.

PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN TINGKAT PENDIDIKAN

Pertumbuhan penduduk adalah bertambah banyaknya penduduk yang mendiami suatu


wilayah tertentu dalam radius satu kilometre. Jadi pertumbuhan penduduk sangat beresiko tinggi bila
tidak segera di kendalikan. penduduk Pertumbuhan penduduk diakibatkan oleh tiga komponen yaitu:
fertilitas, mortalitas dan migrasi. Pertumbuhan penduduk yang meningkat sangat tajam dan tidak
segera di kendalikan akan mengakibatkan terjadinya kemiskinan. Banyaknya penduduk yang tidak
dapat pekerjan yang layak, sehingga mereka tidak bisa membiayai sekolah anak – anaknya atau pun
sekolah mereka sendiri. Oleh sebab itu, pendidikan jaman sekarang sudah sangat mahal dan di luar
kemampuan masyarakat miskin. Mereka yang hidup miskin malah menjadikan anak – anak mereka
untuk bekerja sebagai anak jalanan ataupun sebagai kuli bangunan. Banyaknya anak – anak jalanan
sekarang ini disebabkan oleh kemiskinan yang di landa negeri ini.

Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit

Dalam kehidupan manusia bahwa factor pertumbuhan sangat berpengaruh dengan


lingkungan, karena makin cepat pertumbuhan manusia dapat merubah keadaan lingkungan yang
sangat cepat Sanitasi lingkungan merupakan bagian dari upaya menciptakan kesehatan masyarakat,
melalui suatu usaha kesehatasn yang bertujuan untuk mengadakan pencegahan ataupun penolakan
terhadap faktor-faktor yang dapat menimbulkan suatu penyakit.

Faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya penyakit terhadap manusia antara lain
keadaan udara, air, cuaca atau iklim serta kehidupan penduduk itu sendiri untuk menjaga sanitasi
lingkungan yang baik, maka unsur-unsur lingkungan hidup, baik lingkungan fisik, biologis, sosio
ekonomis dan lain-lain harus diciptakan dalam kondisi menyenangkan dan dapat diterima, dalam
rangka memberikan kenikmatan maupun keberlanjutan hidup, bagi manusia itu sendiri. Yang paling
susah dihadapi dalam lingkuangan adalah mengenai “sampah” terjadi peningkatan jumlah sampah
yang signifikan terjadi dari tahun ke tahun seiring dengan jumlah penduduk, manusia kurang akan
kesadaran , bahwa sampah itu sanga berbahaya, bagi seluruh lingkungan bahkan dunia. Akibat
perbuatam manusia, banyak daerah-daerah kita yang mengalami kebanjiran.

PERTUMBUHAN PENDUDUK, KEMISKINAN dan KETERBELAKANGAN

Secara umum, kemiskinan adalah ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan


dasar standar atas setiap aspek kehidupan. Menurut Sen (1999) kemiskinan lebih terkait pada
ketidakmampuan untuk mencapai standar hidup tersebut dari pada apakah standar hidup tersebut
tercapai atau tidak. Antara 1960 dan 1999, populasi bumi berlipat ganda dari 3 milyar menjadi 6
milyar orang. Pada tahun 2000 populasi sudah menjadi 6.1 milyar. PBB memprediksi bahwa populasi
dunia pada tahun 2050 akan mencapai antara 7.9 milyar sampai 10.9 milyar, tergantung ada apa yang
kita lakukan sekarang. Dapatkah anda bayangkan berapa banyak bahan pangan, lahan untuk pertanian,
lahan untuk perumahan, dan barang konsumsi lainnya yang dibutuhkan oleh penduduk yang begitu
banyak.
DAMPAK DAN SOLUSI PERTUMBUHAN PENDUDUK

Pertumbuhan penduduk terjadi karena persentase pada usia balita mengecil, sedang pada usia
di atas 15 tahun membengkak. Selain itu, saat ini penduduk dewasa lebih subur dibanding penduduk
dewasa masa lalu karena mendapatkan gizi dan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Sementara itu,
semua program keluarga berencana (KB) sepertinya berhenti. Mereka yang ingin ber-KB tidak
mendapat akses yang baik

Pertumbuhan penduduk berdampak luas bagi penyediaan bahan pangan, pendidikan,


kesehatan, dan lapangan kerja. Dalam kondisi sekarang, pertumbuhan penduduk yang besar sungguh
tidak menguntungkan. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik jumlah penduduk miskin makin
bertambah. Pertambahan itu bisa terjadi karena lapangan kerja sudah tidak ada akibat belum pulihnya
kehidupan ekonomi. Banyak orang tidak mendapatkan penghasilan lagi. Keluarga miskin itu akan
melahirkan anak miskin pula.

SOLUSI :

1. TRANSMIGRASI

2. MENJALANKAN PROGRAM KB

3. MENCEGAH PERNIKAHAN DINI


RANGKUMAN MATERI KELOMPOK 4

PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN


Disadari sepenuhnya bahwa kegiatan pembangunan apalagi yang bersifat fisik dan
berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam jelas mengandung resiko terjadinya perubahan
ekosistem yang selanjutnya akan mengakibatkan dampak, baik yang bersifat negatif maupun yang
positif. Oleh karena itu, kegiatan pembangunan yang dilaksanakan seharusnya selain berwawasan
sosial dan ekonomi juga harus berwawasan lingkungan.

Pembangunan yang berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana


menggunakan dan mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang terencana dan
berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup. Terlaksananya pembangunan berwawasan
lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana merupakan tujuan
utama pengelolaan lingkungan hidup

Ada beberapa hal yang mempengaruhi pembangunan berwawasan lingkungan diantaranya:


 Kebudayaan
 Agama
 Pertahanan
 Pendidikan
 Ilmu Pengetahuan

 KEBUDAYAAN DAN LINGKUNGAN HIDUP


Kebudayaan merupakan pola-pola tingkah laku dan hasil tingkah manusia yang
menjadi milik suatu masyarakat karena adanya suatu social heritage.

Lingkungan sosial budaya terbentuk mengikuti keberadaan manusia di muka bumi.


Ini berarti bahwa lingkungan sosial budaya sudah ada sejak makhluk manusia atau homo
sapiens ini ada atau diciptakan. Lingkungan sosial budaya mengalami perubahan sejalan
dengan peningkatan kemampuan adaptasi kultural manusia terhadap lingkungannya.

Perubahan pada lingkungan alam dapat berpengaruh pula pada kebudayaan suatu
masyarakat. Perubahan kebudayaan itu sendiri dapat berlangsung secara cepat atau lambat
tergantung kondisi dan keadaan-keadaan yang mempengaruhinya. Dalam hal ini tentu saja
lingkungan alam sekitar memegang peran yang penting dalam proses perubahan kebudayaan.
 AGAMA DAN LINGKUNGAN HIDUP

Agama lahir dengan segala ajarannya yang amat kompleks. Terhadap lingkungan,
seluruh agama mengajarkan agar manusia hidup selaras dengan alam. Manusia diperbolehkan
memanfaatkannya dengan batas-batas yang wajar, dengan sikap yang manusiawi.

Percepatan pembangunan di satu sisi dan perilaku manusia di sisi lain sering
berseberangan satu sama lain. Yang menjadi korban pasti adalah alam. Lingkungan rusak dan
keseimbangannya hancur. Orientasi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya
dan keserakahan manusia untuk menumpuk harta sebanyak-banyaknya menjadi faktor pemicu
utama kerusakan alam. Oleh karena itu perlu pertimbangan lebih lanjut mengenai kondisi
alam yang perlu diselamatkan karena itu mencakup keselamatan masa depan generasi
mendatang.

 PERTAHANAN DAN LINGKUNGAN HIDUP

Peraturan perundangan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup sudah


cukup memadai, namun demikian di dalam pelaksanaanya, termasuk dalam pengawasan,
pelaksanaannya perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh. Hal ini sangat terkait
dengan niat baik pemerintah termasuk pemerintah daerah, masyarakat dan pihak-pihak yang
berkepentingan untuk mengelola lingkungan hidup dengan sebaik-baiknya agar prinsip
pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan dapat terselenggara dengan baik. Oleh
karena pembangunan pada dasarnya untuk kesejahteraan masyarakat, maka aspirasi dari
masyarakat perlu didengar dan program-program kegiatan pembangunan betul-betul yang
menyentuh kepentingan masyarakat

 PENDIDIKAN DAN LINGKUNGAN HIDUP

Pendidikan mengenai lingkungan hidup merupakan salah satu faktor penting dalam
meraih keberhasilan dalam pengelolaan lingkungan hidup, juga menjadi sarana yang sangat
penting dalam menghasilkan sumber daya manusia yang dapat melaksanakan prinsip
pembangunan berkelanjutan. lbarat sebuah pelita dalam kegelapan malam, pendidikan
lingkungan hadir sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian akan
lingkungan. Pendidikan lingkungan tidak akan merubah situasi dan kondisi yang telah rusak
menjadi baik dalam waktu sekejap, melainkan membutuhkan waktu, proses, dan sumber daya.
 ILMU PENGETAHUAN DAN LINGKUNGAN HIDUP

Ilmu pengetahuan tentang lingkungan dibutuhkan dalam tujuan untuk menciptakan


pembangunan berwawasan lingkungan. Ilmu pengetahuan tersebut berguna dalam
pengelolaan dan pemeliharaan lingkungan. Dengan adanya ilmu pengetahuan tentang
lingkungan yang diberikan kepada masyarakat, tentunya masyarakat akan lebih mengerti
tentang dampak negatif dan positif pembangunan terhadap lingkungan. Diharapkan dengan
pengetahuan tersebut, tujuan untuk menciptakan pembangunan berwawasan lingkungan
dapat tercapai.
RANGKUMAN MATERI KELOMPOK 5

DAMPAK INDUSTRI DAN TEKNOLOGI SERTA PENCEMARAN AIR

 DAMPAK TIDAK LANGSUNG :

Dampak tidak langsung umumnya berhubungan dengan masalah sosial masyarakat yang
disebut sebagai dampak psikososioekonomi, dampak tersebut antara lain:
a. Urbanisasi
b. Perilaku
c. Kriminalitas
d. Sosial Budaya

 URBANISASI
1. Karena daya tarik industri: masyarakat desa yang semula bekerja di bidang pertanian
berpindah bekerja di daerah industri.
2. Karena tidak berbekal keahlian yang memadai, maka hanya bisa menjadi tenaga kerja atau
buruh kasar
3. Sebagai tenaga kasar, gajinya pas-pasan, dan hanya cukup untuk menyambung hidup.
4. Tempat tinggal juga seadanya, sehingga penataan tempat tinggal dan lingkungan juga
seadanya, mengakibatkan lingkungan kumuh, kotor, tidak sedap dipandang, sehingga
kualitas lingkungan hidup dan kenyamanan menurun.
5. Perpindahan masyarakat dari desa ke industri, mengakibatkan jumlah petani menjadi
berkurang, sehingga hasil panen juga berkurang, dan akhirnya masyarakat kekurangan stok
bahan pangan. Di sisi lain kegiatan import beras merugikan kaum petani yang ada. Tetapi
yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan yang diperlukan.

 PERILAKU
1. Saat masih tinggal di desa: hidup saling tolong menolong, gotong royong, hubungan satu
dengan yang lain terjalin dengan baik. Suasana tenang dan damai di daerah pinggiran
menjadikan manusia hidup tenteram, dan tidak diburu-buru waktu.
2. Setelah pindah ke kota: suasana kota yang selalu dikejar waktu, hiruk pikuk, bising, serta
pemandangan alam yang tidak hijau lagi, menyebabkan manusia menjadi stres dan
tegang. Sehingga perilaku manusia yang semula ramah bersahabat menjadi kasar, acuh tak
acuh dan sangat individualisme.
 KRIMINALITAS
1. Kegiatan industri dan teknologi di pabrik memerlukan tenaga keahlian secara khusus.
Sehingga tenaga kerja yang tidak punya ijasah atau keahlian khusus sangat sulit untuk
mendapatkan pekerjaan dengan layak.
2. Di sisi lain, masyarakat kota yang sangat konsumtif, memberikan gambaran bahwa hidup itu
serba enak dan mudah.
3. Sementara pencari kerja tidak tahan banting/survive dan tiak mau bekerja keras. Yang
diinginkan hanyalah kerja ringan tetapi bisa hidup mewah dan bersenang-senang.
4. Sehingga mereka sering mengambil jalan pintas, untuk menda-patkan uang (tanpa harus
bekerja keras) dengan jalan tindak kriminal seperti pencurian, perampokan, penodongan dan
pemer-kosaan yang mewarnai kehidupan masyarakat industri. Akhirnya angka kriminalitas menjadi
naik.

 SOSIAL BUDAYA
Orang yang bekerja dalam bidang industri umumnya dibatasi waktu
yang sangat ketat untuk mengejar jumlah omzet
1. Untuk mempercepat hasil produksi, para pekerja industri kadang diwajibkan lembur
atau kerja giliran. Sehingga pekerja menjadi cepat stres dan jenuh. Ketegangan jiwa
(stres) ini, dapat berlanjut menjadi hipertensi, sakit jantung atau penyakit lain, yang
sering disebut sebagai environmental desease.
2. Untuk menurunkan stres, sebagian orang sering menghibur diri di diskotik, kafe, atau
hanya melihat dangdut, pertunjukan ronggeng atau membeli nomor undian Togel dan
lainnya.
3. Sering pula untuk mengurangi ketegangan, dengan cara minum minuman keras, yang
berlanjut pada kekerasan.
4. Pertunjukan di Televisi, live show juga seringkali tidak sesuai dengan budaya dan
menjurus ke arah pornografi, yang akhirnya sampai ke arah prostitusi. Sehingga mau
tidak mau dengan berkembangnya tempat-tempat hiburan tersebut, akan berdampak
pada sosial budaya masyarakat sekitarnya

ADANYA DAMPAK LANGSUNG


Dampak langsung yang bersifat negatif akibat kegiatan indutri dan teknologi yaitu
pencemaran:
 Pencemaran udara
 Pencemaran air
 Pencemaran bahan padat dan daratan
PENGERTIAN PECEMARAN AIR
Dalam PP No. 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air, pencemaran air didefinisikan
sebagai : “pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau
komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat
tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya”

INDIKATOR PENCEMARAN AIR


Indikator atau tanda bahwa air lingkungan telah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda yang
dapat diamati yang dapat digolongkan menjadi :
 Pengamatan secara fisis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan tingkat kejernihan air
(kekeruhan), perubahan suhu, warna dan adanya perubahan warna, bau dan rasa
 Pengamatan secara kimiawi, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan zat kimia yang
terlarut, perubahan pH (Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan mempunyai pH
sekitar 6,5 – 7,5).
 Pengamatan secara biologis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan mikroorganisme yang
ada dalam air, terutama ada tidaknya bakteri pathogen.

BOD
BOD adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dalam lingkungan air
untuk memecah (mendegradasi) bahan buangan organic yang ada dalam air menjadi karbondioksida
dan air. makin besar kadar BOD nya, maka merupakan indikasi bahwa perairan tersebut telah
tercemar, sebagai contoh adalah kadar maksimum BOD5 yang diperkenankan untuk kepentingan air
minum dan menopang kehidupan organisme akuatik adalah 3,0 – 6,0 mg/L berdasarkan
UNESCO/WHO/UNEP, 1992. Sedangkan berdasarkan Kep.51/MENKLH/10/1995 nilai BOD5 untuk
baku mutu limbah cair bagi kegiatan industri golongan I adalah 50 mg/L dan golongan II adalah 150
mg/L.

COD
COD adalah jumlah oksigen yang diperlukan agar bahan buangan yang ada dalam air dapat
teroksidasi melalui reaksi kimia baik yang dapat didegradasi secara biologis maupun yang sukar
didegradasi. Seperti pada BOD, perairan dengan nilai COD tinggi tidak diinginkan bagi kepentingan
perikanan dan pertanian. Nilai COD pada perairan yang tidak tercemar biasanya kurang dari 20 mg/L,
sedangkan pada perairan tercemar dapat lebih dari 200 mg/L dan pada limbah industri dapat mencapai
60.000 mg/L (UNESCO,WHO/UNEP, 1992).
RANGKUMAN MATERI KELOMPOK 6
DAMPAK INDUSTRI & TEKNOLOGI SERTA PENCEMARAN DARATAN

Pendahuluan
Pengetahuan tentang hubungan antara jenis lingkungan sangat penting agar dapat
menanggulangi permasalahan lingkungan secara terpada dan tuntas. Dewasa ini lingkungan hidup
sedang menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia umumnya.
Meningkatnya perhatian masyarakat mulai menyadari akibat-akibat yang ditimbulkan dan kerusakan
lingkungan hidup. Sebagai contoh apabila ada penumpukan sampah dikota maka permasalahan ini
diselesaikan dengan cara mengangkut dan membuangnya ke lembah yang jauh dari pusat kota, maka
hal ini tidak memecahkan permasalahan melainkan menimbulkan permasalahan seperti pencemaran
air tanah, udara, bertambahnya jumlah lalat, tikus dan bau yang merusak, pemandangan yang tidak
mengenakan. Akibatnya menderita interaksi antara lingkungan dan manusia yang akhirnya menderita
kesehatan. Interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar dan
terlaksana sejak manusia itu dilahirkan sampai akhir hidupnya. Hal ini membutuhkan daya dukung
lingkungan untuk kelangsungan hidupnya.

Masalah lingkungan hidup sebenatnya sudah ada sejak dahulu, masalah lingkungan hidup
bukanlah masalah yang hanya dimiliki atau dihadapi oleh negara-negara maju ataupun negara-negara
miskin, tapi masalah lingkungan hidup adalah sudah merupakan masalah dunia dan masalah kita
semua. Keadaan ini ternyata menyebabkan kita berpikir bahwa pengetahuan tentang hubungan antara
jenis lingkungan ini sangat penting agar dapat menanggulangi permasalahan lingkungan secara
terpadu dan tuntas. Masalah lingkungan hidup merupakan kenyataan yang harus dihadapi, kegiatan
pembangunan terutama di bidang industri yang banyak menimbulkan dampak negatif merugikan
masyarakat. Masalah lingkungan hidup adalah merupakan masalah yang komplek dan harus
diselesaikan dengan berbagai pendekatan multidisipliner. Industrialisasi merupakan conditio sine
quanon keberhasilan pembangunan untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi, akan tetapi
industrialisasi juga mengandung resiko lingkungan. Oleh karena itu munculnya aktivitas industri
disuatu kawasan mengundang kritik dan sorotan masyarakat. Yang dipermasalahkan adalah dampak
negatif limbahnya yang diantisipasikan mengganggu kesehatan lingkungan.

Indikator Pencemaran Lingkungan


Makrozoobenthos sebagai Indikator Pencemaran Lingkungan
Wilayah perairan merupakan media yang rentan terhadap pencemaran. Berbagai jenis
pencemar baik yang berasal dari sumber perumahan, industri, gejala alam, dan lainnya banyak
memasuki badan air. Setelah terakumulasi maka secara langsung ataupun tidak langsung pencemar
tersebut akan berpengaruh terhadap kualitas air. Zoobentos merupakan hewan yang sebagian atau
seluruh siklus hidupnya berada di dasar perairan, baik yang sesil, merayap maupun menggali lubang.
Organisme yang termasuk makrozoobentos diantaranya adalah: Crustacea, Isopoda, Decapoda,
Oligochaeta, Mollusca, Nematoda dan Annelida. Klasifikasi benthos menurut ukurannya :
Makrobenthos merupakan benthos yang memiliki ukuran lebih besar dari 1 mm (0.04 inch),
contohnya cacing, pelecypod, anthozoa, echinodermata, sponge, ascidian, and crustacea. Meiobenthos
merupakan benthos yang memiliki ukuran antara 0.1 - 1 mm, contohnya polychaete, pelecypoda,
copepoda, ostracoda, cumaceans, nematoda, turbellaria, dan foraminifera. Mikrobenthos merupakan
benthos yang memiliki ukuran lebih kecil dari 0.1 mm, contohnya bacteri, diatom, ciliata, amoeba,
dan flagellata. Hewan bentos hidup relatif menetap, sehingga baik digunakan sebagai petunjuk
kualitas lingkungan, karena selalu kontak dengan limbah yang masuk ke habitatnya. Kelompok
hewan tersebut dapat lebih mencerminkan adanya perubahan faktor-faktor lingkungan dari waktu ke
waktu karena hewan bentos terus menerus berada dalam air yang kualitasnya berubah-ubah.

Keberadaan hewan bentos pada suatu perairan, sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor
lingkungan, baik biotik maupun abiotik. Faktor biotik yang berpengaruh diantaranya adalah
produsen, yang merupakan salah satu sumber makanan bagi hewan bentos dan interaksi spesies serta
pola siklus hidup dari masing-masing spesies dalam komunitas. Adapun faktor abiotik adalah fisika-
kimia air yang diantaranya: suhu, arus, oksigen terlarut (DO), kebutuhan oksigen biologi (BOD) dan
kimia (COD), serta kandungan nitrogen (N), kedalaman air, dan substrat dasar. Makrozoobentos dapat
bersifat toleran maupun bersifat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Organisme yang memiliki
kisaran toleransi yang luas akan memiliki penyebaran yang luas juga. Sebaliknya organisme yang
kisaran toleransinya sempit (sensitif) maka penyebarannya juga sempit. Makrozoobenthos yang
memiliki toleran lebih tinggi maka tingkat kelangsungan hidupnya akan semakin tinggi. Tingkat
pencemaran terhadap perairan dapat dilihat dengan identifikasi makrozoobenthos yang terdapat di
wilayah tersebut.

Penyebab Pencemaran Lingkungan


Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia.
Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut,
air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik
di kota maupun di desa. Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah
tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir,
bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita. Jumlah pencemaran yang sangat masal
dari pihak manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam
menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti
plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah
kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah.
DAMPAK PENCEMARAN
Pencemaran daratan pada umumnya berasal dari limbah berbentuk padat yang dibuang atau
dikumpulkan disuatu tempat penampungan. Tempat pengumpulan limbah padat ini dapat bersifat
sementara atau tetap. Oleh karena tempat pengumpulan padat sudah ditentukan, maka sudah saatnya
diperhitungkan kemungkinan dampaknya. Bentuk dampak pencemaran daratan dibagi atas 2 bagian,
yaitu
Dampak pencemaran daratan yang secara langsung oleh manusia adalah dampak dari
pembuangan limbah padat organik yang berasal dari kegiatan rumah tangga dan kegiatan industri.
Dampak langsung akibat pencemaran daratan lainnya adalah timbunan limbah padat dalam jumlah
besar yang akan menimbulkan pemandangan yang tidak sedap, kotor dan kumuh. Hal ini sering
terjadi pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau dump station menyebabkan pemandangan sekitar
terlihat kurang enak dipandang dan mempengaruhi psikis penduduk sekitar.
Dampak yang dirasakan secara tidak langsung akibat pencemaran daratan adalah apabila
kaleng bekas, ban dan lain-lainnya bila hujan akan berisi air yang menjadi sarang nyamuk untuk
bertelur dan berkembang biak. Apabila menggigit manusia dapat menyebabkan berbagai macam
penyakit,

Pengaruh lingkungan terhadap kesehatan ada dua cara positif dan negatif. Pengaruh positif,
karena didapat elemen yang menguntungkan hidup manusia seperti bahan makanan, sumber daya
hayati yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraannya seperti bahan baku untuk papan,
pangan, sandang, industi, mikroba dan serangga yang berguna dan lain-lainnya. Adapula elemen yang
merugikan seperti mikroba patogen, hewan dan tanaman beracun, hewan berbahaya secara fisik,
vektor penyakit dan reservoir penyebab dan penyebar penyakit.
Secara tidak langsung pengaruhnya disebabkan elemen-elemen didalam biosfir banyak dimanfaatkan
manusia untuk meningkatkan kesejahteraanya. Semakin sejahtera manusia, diharapkan semakin naik
pula derajat kesehatannya. Dalam hal ini, lingkungan digunakan sebagai sumber bahan mentah untuk
berbagai kegiatan industri kayu, industri meubel, rotan, obat-obatan, papan, pangan, fermentasi dan
lain-lainnya.

Jenis Limbah Padat


Limbah padat adalah segala sesuatu yang tidak terpakai dan berbentuk padat atau setengah
padat. Limbah padat dapat berupa campuran berbagai bahan baik yang tidak berbahaya (sisa
makanan) maupun berbahaya (limbah bahan berbahaya dan beracun dari industri). Adanya limbah
padat yang terkontaminasi mikroorganisme dapat berdampak pada timbulnya berbagai gangguan
kesehatan. Gas-gas yang dikeluarkan dalam proses pembusukan, pembakaran, ataupun pembuangan
limbahjuga dapat mengganggu kesehatan. Cairan yang dihasilkan dari penguraian limbah organik
padat disebut leachate (lindi). Lindi dapat menyerap zat-zat pencemar di sekelilingnya sehingga di
dalam lindi terdapat mikroba patogen, logam berat, atau zat berbahaya lain. Keadaan ini dapat
mencemari air tanah dan jika terminum, dapat menimbulkan penyakit. Limbah padat yang tidak
dikelola dengan baik akan menjadi vektor penyakit.

Daur Ulang Limbah Padat


Pengolahan limbah padat dapat dimulai dengan pemisahan limbah sesuai dengan
karakteristiknya, yaitu limbah yang dapat terurai dan yang tidak dapat terurai. Salah satu contoh
limbah padat adalah sampah rumah tangga. Sampah yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme
adalah sampah organik, sedangkan sampah yang tidak dapat diuraikan oleh makhluk hidup adalah
limbah padat yang mengandung bahan anorganik. Jika ada yang dapat didaur ulang, sebaiknya
dilakukan daur ulang atau dimanfaatkan kembali, tetapi jika tidak memungkinkan, bakarlah sampah
anorganik tersebut untuk memperkecil volumenya. Limbah padat anorganik yang beracun dan
berbahaya harus dikelola secara khusus, misalnya, dengan menggunakan incinerator dengan beberapa
komponen penyusunnya, seperti tungku pembakar, ruang purna bakar, unit pembersih gas buang, dan
cerobong asap.
Limbah padat organik yang tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun dapat diproses
secara biologi agar dapat diubah menjadi produk yang berguna, contohnya, biogas atau kompos,
seperti pada pengolahan air limbah. Limbah padat secara biologi dapat dilakukan
dengan proses aerobik (pembuatan kompos) dan anaerobik (pembuatan biogas). Limbah padat
organik yang berupa sisa makanan dapat diolah menjadi makanan ternak (animal feeding).
Pengolahan limbah padat harus dilakukan secara bijak sehingga pengetahuan tentang karakteristik
limbah padat harus dikuasai. Semua cara untuk mengatasi pencemaran lingkungan tersebut tidak akan
terwujud tanpa peran serta seluruh anggota masyarakat, baik itu di perkotaan maupun di perdesaan.
Hendaknya kita semua melakukan dengan penuh kesadaran bahwa lingkungan yang bersih dan sehat
dapat meningkatkan kualitas hidup kita. Kesadaran untuk mencintai lingkungan ini tidak datang
begitu saja, tetapi harus ditanamkan sejak dini.