Anda di halaman 1dari 2

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Agar Lulus Tes

CPNS
Gloria Safira Taylor , CNN Indonesia | Jumat, 14/07/2017 14:05 WIB
Bagikan :

Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap orang yang ingin menjadi pegawai negeri sipil pasti berharap
untuk lolos seleksi dalam tes yang dilakukan. Dalam usaha tersebut, calon pegawai negeri sipil
yang mendaftar harus menjalani sejumlah tahapan.

Seleksi CPNS memang dilakukan secara bertahap. Agar tidak merasa takut dan rendah diri saat
menghadapi tes tersebut, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan, seperti dirangkum dari
berbagai sumber berikut ini.

Lihat juga:
Yang Perlu Diketahui dari Pendaftaran CPNS Kemenkumham 2017

Perhatikan metode pendaftaran


Jika keinginan lulus seleksi begitu besar, tentu banyak yang harus diperhatikan saat melakukan
pendaftaran. Sejak tahun 2016, pendaftaran sebagai CPNS sudah dilakukan dengan sistem
Computer Assisted Test (CAT).

Keunggulan sistem CAT yang menggunakan akses internet ini adalah, pelamar dapat langsung
mengetahui nilai yang telah diperolehnya usai mengerjakan soal. Namun, CAT tidak hanya
diterapkan pada tes kemampuan dasar (TKD) tapi akan diterapkan juga pada tes kemampuan
bidang (TKB).

Keputusan CAT tersebut dinilai sebagai salah satu cara ujian yang transparan dan terbuka
daripada cara manual yang menggunakan LJK. Untuk bisa memahami penggunaan CAT
tersebut, seseorang dapat berlatih terlebih dahulu dengan mengunduh aplikasi software CAT
CPNS. Latihan tidak hanya terkait dengan penggunaan CAT yang benar tetapi juga untuk
berlatih menjawab soal yang diberikan.
Lihat juga:
Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Penerimaan CPNS
Mengenal dan mempelajari jenis tes
Setiap tes yang dilakukan pasti memiliki nilai ambang batas (passing grade). Meski sudah
berusaha sebaik mungkin, kadang seseorang harus rela mendapati nilai di bawah batas nilai
yang telah ditetapkan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi


(PANRB) Nomor 20/2017 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi
CPNS Tahun 2017, pemerintah telah mengatur dan menetapkan tiga kelompok materi soal
seleksi kompetensi dasar (SKD).

Tiga kelompok soal tersebut adalah Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum
(TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

TWK meliputi penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai


empat pilar kebangsaan yakni, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika
dan Negara Kesatuan Indonesia (sistem tata negara, sejarah, peran dalam regional dan global,
dan kemampuan bahasa Indonesia).

Untuk TIU biasanya seseorang dinilai kemampuan verbal seperti menyampaikan informasi
secara lisan maupun tulisan. Selain itu, pelamar juga dinilai kemampuan numeriknya seperti
penghitungan angka dan melihat hubungan di antara angka-angka. Kemampuan berpikir logis
juga masuk di dalam tes ini.

Selanjutnya adalah TKP yang menilai pada integritas diri, semangat, kreativitas dan inovasi,
orientasi pada pelayanan, orientasi pada orang lain, kemampuan beradaptasi, pengendalian diri,
bekerja mandiri, kemampuan dan kemauan untuk belajar.

Usai melakukan SKD, pelamar juga diwajibkan untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang
(SKB). Tes tersebut pun diatur dalam Permen PANRB Nomor 20/2017. Meski demikian, tidak
semua peserta yang lolos passing grade dapat mengikuti SKB.

Ketentuan SKB hanya dapat diikuti paling banyak tiga kali jumlah kebutuhan pada masing-
masing jabatan berdasarkan peringkat nilai seleksi kompetensi dasar.

Lihat juga:
Penipuan Rekrutmen CPNS

Pelajari pola soal


Untuk masuk dalam seleksi CPNS, seseorang tentu saja harus berusaha keras dengan niat yang
sungguh-sungguh. Persiapan yang matang tentu akan membantu dalam pengerjaan soal.

Dalam persiapan tersebut ada baiknya jka seorang pelamar mempelajari contoh soal tes CPNS.
Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui pola tes yang digunakan.

Saat seseorang sudah mengetahui pola tersebut maka dia sudah mengetahui alur untuk
mengerjakannya. Oleh karena itu, jangan menganggap remeh latihan-latihan yang sewajarnya
dilakukan sebelum tes berlangsung.