Anda di halaman 1dari 8

INFLUENZA

No. Dokumen :
0129/SOP-SEK/IB/X 2017
No Revisi :

Tanggal Terbit :
SOP
Halaman 1-2 Lembar :

KLINIK IMAM TTD Ka FKTP


BONJOL dr. Febrian Purwatiningrum
1. Pengertian Penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA yaitu virus influenza A, B
dan lebih jarang C. Virus ini menyerang saluran nafas serta paru-paru.

2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan pasien dengan Influenza di Klinik


Imam Bonjol sesuai dengan standar pelayanan

3. Kebijakan SK Klinik Pratama nomor 1/KM/SK/KP/8/2017 tentang Manajemen Mutu.

4. Referensi 1. Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan


Primer. PB-IDI, 2017.
2. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015
Tentang Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Tingkat Pertama
5. Prosedur 1. Petugas melakukan anamnesis tentang keluhan pasien (demam,
bersin, batuk, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala)
2. Petugas mencuci tangan
3. Petugas melakukan Pemeriksaan Fisik
4. Petugas menegakkan diagnosa. Kriteria diagnosis influenza adalah
terjadi tiba-tiba/akut, demam, terdapat penyakit serupa di lingkungan
dan ada gejala saluran pernafasan.
5. Rencana Penatalaksanaan influenza umumnya tanpa obat. Apabila ada
kecurigaan infeksi sekunder, petugas memberi terapi simptomatik per
oral seperti Antipiretik, Dekongestan, Antihistamin atau Antitusif bila
disertai batuk.
6. Petugas melakukan edukasi kepada pasien bahwa penyebaran
penyakit influenza melalui udara. Untuk mencegah penyebaran
terhadap orang-orang terdekat pasien disarankan memakai masker.
7. Petugas mempersilahkan pasien mengambil obat ke apotik Imam
Bonjol.
8. Petugas mencuci tangan
9. Petugas melakukan dokumentasi.
6. Diagram Alir 5.1 Anamnesis (Subjective)

5.2 Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang


Sederhana (Objective)

5.3 Penegakan Diagnosis (Asessment)

5.4 Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

7. Unit terkait - Pendaftaran


- Dokter
- Tenaga Kesehatan
- Petugas Apotek
- Rekam Medis

DIABETES MELLITUS TIPE 2

No. Dokumen :
0129/SOP-SEK/IB/X 2017
No Revisi :
Tanggal Terbit :

SOP
Halaman 1-2 Lembar :

KLINIK IMAM TTD Ka FKTP


BONJOL

dr. Febrian Purwatiningrum


1. Pengertian Kumpulan gejala yang ditandai oleh hiperglikemia akibat defek pada kerja
insulin (resistensi insulin) dan sekresi insulin atau kedua-duanya.

2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan pasien dengan Diabetes Meliitus tipe 2
di Klinik Imam Bonjol sesuai dengan standar pelayanan.

3. Kebijakan SK Klinik Pratama nomor 1/KM/SK/KP/8/2017 tentang Manajemen Mutu.

4. Referensi 1. Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan


Primer. PB-IDI, 2017.
2. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinik Bagi
Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
5. Prosedur 1. Petugas melakukan anamnesis tentang keluhan pasien seperti
penurunan berat badan secara drastis, luka yang sulit sembuh, badan
lemah, kesemutan,dll.
2. Petugas mencuci tangan
3. Petugas melakukan Pemeriksaan Fisik (berat badan, tinggi badan,
ekstremitas, mata) dan Pemeriksaan Penunjang sederhana (gula darah
dan urinalisis).
4. Petugas menegakkan diagnosa berdasarkan kriteria diagnostic DM
(Gejala klasik DM + glukosa plasma sewaktu ≥200 mg/dl, gejala
klasik DM + kadar glukosa plasma puasa ≥126 mg/dl, kadar glukosa
plasma 2 jam pada tes toleransi glukosa oral >200 mg/dl) dan kriteria
gangguan toleransi glukosa (GDPT, TGT, HbA1C)
5. Penatalaksanaan untuk Diabetes Mellitus adalah modifikasi gaya
hidup dan pengobatan seperti OHO, Sulfonilurea, Metformin,
Penghambat glukosa
6. Petugas melakukan edukasi kepada pasien bahwa penyakit diabetes
mellitus tipe 2 tidak dapat sembuh tapi dapat dikontrol, gaya hidup
sehat misal olahraga dan menjaga pola makan, pemberian obat jangka
panjang dengan kontrol teratur.
7. Petugas mempersilahkan pasien mengambil obat ke apotik Imam
Bonjol.
8. Petugas mencuci tangan
9. Petugas melakukan dokumentasi.
6. Diagram Alir 5.1 Anamnesis (Subjective)

5.2 Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang


Sederhana (Objective)

5.3 Penegakan Diagnosis (Asessment)

5.4 Rencana Penatalaksanaan Komprehensif


(Plan)
7. Unit - Pendaftaran
terkait - Dokter
- Tenaga Kesehatan
- Petugas Apotek
- Rekam Medis

FARINGITIS AKUT

No. Dokumen :
0129/SOP-SEK/IB/X 2017
No Revisi :

Tanggal Terbit :
SOP
Halaman 1-2 Lembar :
KLINIK IMAM TTD Ka FKTP
BONJOL dr. Febrian Purwatiningrum
1. Pengertian Peradangan dinding faring yang disebabkan oleh virus(40-60%), bakteri(5-
40%), alergi, trauma, yang menyerang anak-anak dan orang dewasa.

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk menangani penderita


faringitis akut agar dapat ditangani sesuai dengan standar pelayanan
kesehatan di Indonesia.
3. Kebijakan SK Klinik Pratama nomor 1/KM/SK/KP/8/2017 tentang Manajemen Mutu.

4. Referensi 1. Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan


Primer. PB-IDI, 2017.
2. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinik Bagi
Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama.
5. Prosedur 1. Petugas melakukan anamnesis tentang keluhan pasien seperti nyeri
tenggorokan, demam, sekret dari hidung,batuk, nyeri kepala,
mual,muntah, nafsu makan berkurang.
2. Petugas mencuci tangan
3. Petugas melakukan Pemeriksaan Fisik berdasarkan jenis faringitis
(faringitis viral, bakterial, fungal, kronik hiperplastik, kronik atrofi,
tuberkulosis, dan leutika) dan Pemeriksaan Penunjang (pemeriksaan
darah lengkap, pemeriksaan mikroskopik).
4. Petugas menegakkan diagnosa berdasarkan anamnesis, pemeriksaan
fisik, dan pemeriksaan penunjang. Klasifikasi faringitis yaitu faringitis
akut (faringitis viral, bakterial, fungal, gonorea), faringitis kronik
(faringitis kronik hiperplastik dan faringitis kronik atrofi) dan
faringitis spesifik (faringitis tuberkulosis dan faringitis leutika).
5. Penatalaksanaan untuk faringitis adalah isirahat cukup, minum air
putih yang cukup, berkumur dengan air hangat atau obat kumur
antiseptic untuk menjaga kebersihan mulut serta diberikan antibiotik,
kortikosteroid, analgetik, antipiretik dan antitusif.
6. Petugas melakukan edukasi kepada pasien untuk menjaga daya tahan
tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan berolahraga,
berhenti merokok, selalu menjaga higiene mulut dan tangan,
menghindari makanan yang dapat mengiritasi tenggorokan.
7. Petugas mempersilahkan pasien mengambil obat ke apotik Imam
Bonjol.
8. Petugas mencuci tangan
9. Petugas melakukan dokumentasi.
6. Diagram 5.1 Anamnesis (Subjective)
Alir

5.2 Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang


Sederhana (Objective)

5.3 Penegakan Diagnosis (Asessment)

5.4 Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

7. Unit terkait - Pendaftaran


- Dokter
- Tenaga Kesehatan
- Petugas Apotek
- Rekam Medis

GASTRITIS

No. Dokumen :
0129/SOP-SEK/IB/X 2017
No Revisi :

Tanggal Terbit :
SOP
Halaman 1-2 Lembar :

KLINIK IMAM TTD Ka FKTP


BONJOL dr. Febrian Purwatiningrum
1. Pengertian Proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung sebagai
mekanisme proteksi mukosa apabila terdapat akumulasi bakteri atau bahan
iritan lain.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk menangani penderita
farigastritis agar dapat ditangani sesuai dengan standar pelayanan
kesehatan di Indonesia.
3. Kebijakan SK Klinik Pratama nomor 1/KM/SK/KP/8/2017 tentang Manajemen Mutu.

4. Referensi 1. Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan


Kesehatan
Primer. PB-IDI, 2017.
2. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinik
Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5. Prosedur 1. Petugas melakukan anamnesis tentang keluhan pasien ( rasa nyeri


dan panas pada perut atas, keluhan mereda/memburuk bila diikuti
dengan makan, mual, muntah, dan kembung.
2. Petugas mencuci tangan
3. Petugas melakukan Pemeriksaan Fisik (nyeri tekan epigastrium dan
bising usus meningkat, pada pasien gastritis kronis konjungtiva
tampak anemis).
4. Petugas menegakkan diagnose berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik. Untuk diagnosis definitif dilakukan pemeriksaan
penunjang.
5. Rencana Penatalaksanaan gastritis diberikan per oral antara lain H2
Bloker, PPI serta Antasida.
6. Petugas melakukan edukasi kepada pasien untuk menghindari
pemicu terjadinya keluhan, dengan makan tepat waktu, makan
seringf dengan porsi kecil dan hindari dari makanan yang
meningkatkan asam lambung atau perut kembung.
7. Petugas mempersilahkan pasien mengambil obat ke apotik Imam
Bonjol.
8. Petugas mencuci tangan
9. Petugas melakukan dokumentasi.
6. Diagram 5.1 Anamnesis (Subjective)
Alir

5.2 Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang


Sederhana (Objective)

5.3 Penegakan Diagnosis (Asessment)

5.4 Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

7. Unit terkait - Pendaftaran


- Dokter
- Tenaga Kesehatan
- Petugas Apotek
- Rekam Medis

Anda mungkin juga menyukai