Anda di halaman 1dari 31

Dosen : Dr. Hendra Jaya, MT.

TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN


( TUGAS MID )

Oleh ;

PUTRI NUR IHSANI ( 161052003005 )

KELAS PTK 01

PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN


PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2017
SOAL NOMOR 1.
Merancang Jaringan Small Office dengan Cisco Paket Tracer

Disini contoh rancangan jaringan small office dengan 2 lantai .


Lihat rancangan small office dibawah ini dengan perkiraan biayanya :
1. PC sejumlah 14 buah : Rp. 56.000.000,- ( 14 buah)
2. Laptop 2 buah : Rp. 10.000.000,- ( 2 buah)
3. Server 1 buah : Rp. 10.000.000,-
4. Hub 2 buah : Rp. 2.000.000,- ( 2 buah)
5. Router 1 buah : Rp. 5.000.000,-
6. Printer 2 buah : Rp. 2.000.000,- ( 2 buah)
7. Acces point 2 buah : Rp. 2.000.000,- ( 2 buah)
TOTAL : Rp. 87.000.000,-

Small office ini dibangun dengan 2 lantai. Di lantai 1 dan 2 terdapat hospot sehingga kalau
ada
pengunjung dikantor bisa menggunakan wifinya untuk browsing , hot-spot dipancarkan oleh
sebuah access point dengan fasilitas internet dari ISP

DIKETAHUI

PC di lantai 1 menggunakan alamat jaringan 192.168.1.0/24 dengan gateway


192.168.1.1
PC di lantai 2 menggunakan alamat jaringan 192.168.2.0/24 dengan gateway
192.168.2.1
Printer di lantai 1 dan 2 menggunakan alamat jaringan yang sama pada PC masing-
masing lantai.
Laptop di lantai 1 dan 2 jaringanya saya buat DHCP
Server menggunakan alamat jaringan 192.168.3.0/24 dengan gateway 192.168.3.1

PERTANYAAN

1. Desainlah Jaringannya dengan cisco packet tracer


2. Buatlah Langkah membuat simulasi small office di cisco paket tracer.

CATATAN:

kalau menggunakan 1 router gak usah dirouting karena tanpa dirouting pun koneksi bisa
terhubung. Kalau menggunakan lebih dari 1 router harus di routing supaya bisa terkoneksi
satu sama lain.
JAWABAN
 Langkah pertama buat desain seperti gambar berikut ini :

 Atur IP address setiap PC dengan cara masih pada menu config, klik FastEthernet0
dan isi IP address. Lakukan hal yang sama pada setiap PC.
a. PC di lantai 1 menggunakan alamat jaringan 192.168.1.2/24 sampai
192.168.1.8/24secara berurutan dengan PC yang lainnya dengan gateway
192.168.1.1
b. PC di lantai 2 menggunakan alamat jaringan 192.168.2.2/24 sampai
192.168.2.8/24 secara berurutan dengan PC yang lainnya dengan gateway
192.168.2.1
c. Printer di lantai 1 dan 2 menggunakan alamat jaringan yang sama pada PC
masing-masing lantai yaitu 192.168.1.9/24dan dilantai 2 192.168.2.9/24
d. Laptop di lantai 1 dan 2 jaringanya saya buat DHCP
e. Server menggunakan alamat jaringan 192.168.3.2/24 dengan gateway 192.168.3.1
 Klik double pada router,selanjutnya mengkonfigrasi Router pada config PC lantai 1
Network FastEthernet 0/0 konfigurasi IP 192.168.1.1 dengan subnet 255.255.255.0

 PC lantai 2 Network FastEthernet 0/1 konfigurasi IP 192.168.2.1 dengan subnet


255.255.255.0
 Server dengan Network FastEthernet 4/0 konfigurasi IP 192.168.3.1 dengan subnet
255.255.255.0

 Konfigurasi Laptop sebaiknya menggunakan DHCP client.


 Konfigurasi access point pada menu GUI. Lakukan konfigurasi access point di lantai
1 dengan menggunakan IP Address 192.168.1.20, subnet mask 255.255.255.0 dan
Default Gateway 192.168.1.1

 Lakukan konfigurasi access point di lantai 2 dengan menggunakan IP Address


192.168.2.20, subnet mask 255.255.255.0 dan Default Gateway 192.168.2.1
 Selanjutnya setting IP Address pada printer, Klik printer lalu pilih config. Masukkan
ip address untuk printer.

 Selanjutnya Pengaturan default gateway pada printer, pilih setting pada menu config
lalu masukkan Gateway dan DNS Server untuk printer.
 Lakukan langkah ke 8 dan 9 pada printer ke 2
 Selanjutnya konfigurasi wireless, pertama-tama klik laptop lalu pilih physical, off kan
laptop dang anti modul LAN laptop dengan modul wireless, setelah itu on kan laptop.

 Selanjutnya setting Ip laptop 1 menggunakan DHCP, buka config dan pilih DHCP
maka ip address akan tersetting secara otomatis.
 Setelah itu pilih Wireless dan ganti SSID dengan nama lantai 1, nama SSID harus
sama dengan nama SSID yang ada pada Access Point.

 Tes koneksi setiap PC Lantai 1 dan Lantai 2


Pengetesan PC1 di lantai 1 dengan PC9 di lantai 2
SOAL NOMOR 2.
Sebuah jaringan dengan topologi sebagai berikut :

Jaringan diatas masih belum sempurna, sempurnakan dengan beberapa kriteria sebagai
berikut :
a. LAN 1, tentukan berapa subnet mask yang bisa mencukupi klien sebanyak 26 PC dan
berapa range IP untuk jaringan tersebut ?
b. LAN 2, Tentukan berapa network address yang digunakan ?
c. LAN 3, Tentukan range IP klien ?
d. Jelaskan langkah-langkah konfigurasi TCP/IP di setiap klien
e. Jelaskan langkah-langkah konfigurasi TCP/IP pada masing-masing router
f. Hubungkan ketiga jaringan dengan menggunakan routing static
g. Untuk soal 1 – 3 diselesaikan dengan teknik perhitungan subnetting
h. Untuk soal 4 – 6 diselesaikan dengan melakukan konfigurasi langsung di packet tracer

JAWABAN
a. LAN 1, tentukan berapa subnet mask yang bisa mencukupi klien sebanyak 26 PC dan
berapa range IP untuk jaringan tersebut ?
LAN 1 diatas memiliki network address 192.168.1.0, LAN tersebut memiliki klien 26
PC. oleh karena itu kita harus mencari subnet mask, prefix dan range IP.
Dibawah ini merupakah langkah kerjanya
Diketahui:
Diketahui LAN 1 memiliki 26 Klien
Penyelesaian:
1. Rumus untuk mencari klien pada setiap jaringan LAN 1 adalah 2y – 2
Ketentuan :
Karean jumlah klien pada LAN 1 adalah 26 maka hasil dari rumus tersebut
harus sama dengan atau lebih besar dari 26
Cara kerja :
2y – 2 = 25 – 2 = 32 – 2 = 30
Jadi jumlah pada setiap jaringan LAN 1 jaringan pada LAN 1 adalah 30 klien
Karena jumlah IPV4 adalah 32 bit, berarti untuk mencari prefix
Prefix = 32 – 5 = 27. Maka diperoleh prefix network /27
2. Cara mencari subnet mask
Diketahui prefix adalah /27 maka 27 adalah jumlah angka 1 dari bilangan
binner maka sisanya adalah angka 0 sejumlah 5 angka. Seperti yang terlihat
dibawah ini
11111111.11111111.11111111.11100000
Konversi BINNER ke DESIMAL
255 255 255 224
Jadi subnet maksnya adalah 255.255.255.224
3. Cara mencari IP Range
Karena jumlah klient pada setiap jaringan LAN 1 adalah 30 maka IP range nya
dihitung mulai dari 192.168.1.1 sampai 192.168.1.30

b. LAN 2, Tentukan berapa network address yang digunakan ?


Diketahui
Pada LAN 2 memiliki IP klien 192.168.2.1/28 dan 192.168.2.2/28.
Penyelesaian
1. Cara mencari subnet maks
LAN 2 memiliki prefix 28 maka 28 adalah jumlah angka 1 dari bilangan
binner maka sisanya adalah angka 0 sejumlah 4 angka. Seperti yang terlihat
dibawah ini
11111111.11111111.11111111.11110000
Konversi BINNER ke DESIMAL
255 255 255 240
Jadi subnet maksnya adalah 255.255.255.240
2. Cara mencari network address
Untuk menentukan network address anda harus mengambil salah satu IP
address PC yaitu 192.168.2.1/28 yang memiliki subnet mask 255.255.255.240.
Selanjutnya, anda ubah ke biner ip address dan subnet tersebut dan jumlahkan
dengan LOGIKA AND

11000000.10101000.00000010.00000001 IP address 192.168.2.1

11111111.11111111.11111111.11110000 Subnet mask 255.255.255.240

1111000000.10101000.00000010.00000000 Netwok address


192.168.2.0/28

c. LAN 3, Tentukan range IP klien ?


Diketahui:
LAN 3 Memiliki network address192.168.3.8/29
Penyelesaian:
1. Cara mencari subnet mask
Diketahui prefix nya adalah 29 maka untuk mencari subnet maksnya harus
disusun menjadi angka binner. Jadi angka binner 1 nya sejumlah 29 maka
binnernya dapat dilihat dibawah ini:
11111111.11111111.11111111.11111000
255 255 255 248 Konversi BINNER ke DESIMAL

Jadi subnet maksnya adalah 255.255.255.248


2. Cari range IP untuk LAN 3
Sebelum mencari range IP terlebih dahulu mencari nilai y nya. Dengan cara
memakai rumus prefix yaitu Prefix = Jumlah IPV4 – y jadinyay = Jumlah
IPV4 – Prefix = 32-29 = 3. Kemudian gunakan rumusmencari klien per subnet
(2y – 2 )= 23-2= 6. Jadi range IP nya adalah 192.168.3.9 – 192.168.3.14

d. Jelaskan langkah –langkah konfigurasi TCP/IP di setiap klien ?


 Tambahkan PC di kelompok LAN 1 sebanyak 3 PC, di LAN 2 sebanyak 2 PC, LAN
3 sebanyak 2 PC, switch sebanyak 3 buah, dan router sebanyak 3 buah. Seperti yang
terlihat dibawah ini.
 Konfigurasi LAN 1
Klik PC lalu pilih desktop setelah itu pilih IP Configuration lalu masukkan IP
Address, Subnet Mask, dan Default Gateway.

Selanjutnya lakukan hal yang sama pada PC 1 dan PC 2


 Konfigurasi LAN 2
Klik PC lalu pilih desktop setelah itu pilih IP Configuration lalu masukkan IP
Address, Subnet Mask, dan Default Gateway.
 Konfigurasi LAN 3
Klik PC lalu pilih desktop setelah itu pilih IP Configuration lalu masukkan IP
Address, Subnet Mask, dan Default Gateway.

e. Jelaskan langkah-langkah konfigurasi TCP/IP pada masing-masing router.


 Router 0
Klik router lalu pilih config, setelah itu pilih FastEthernet 0/0 yang terhubung ke
router 1 lalu masukkan IP Address dan subnet masknya.
Selanjutnya, pilih FastEthernet 1/0 yang terhubung ke LAN 1, masukkan IP
Address dan Subnet masknya.
 Router 1
Klik router lalu pilih config, setelah itu pilih FastEthernet 0/0 yang terhubung ke
router 0 lalu masukkan IP Address dan subnet masknya.

Selanjutnya, pilih FastEthernet 5/0 yang terhubung ke LAN 2, masukkan IP


Address dan Subnet masknya.
Setelah itu, pilih FastEthernet 1/0 yang terhubung ke roter 2, masukkan IP
Address dan Subnet masknya.

 Router 2
Klik router lalu pilih config, setelah itu pilih FastEthernet 0/0 yang terhubung ke
router 1 lalu masukkan IP Address dan subnet masknya.
Selanjutnya, pilih FastEthernet 1/0 yang terhubung ke LAN 3, masukkan IP
Address dan Subnet masknya.

Setelah pengaturan IP Address untuk FastEthernet, selanjutnya dilakukan


pengaturan pada tab RIP. Di bagian ini dimasukkan Network Address untuk
semua LAN maupun Network Address dari Router.
Lakukan hal yang sama pada router 1 dan router 2

Pada Router 2
SOAL NOMOR 3.
Coba cermati kembali LAN 2 pada topologi diatas (SOAL NO 2), LAN tersebut
memiliki IP klien 192.168.2.1/28 dan 192.168.2.2/28. Untuk menyelesaikan kasus ini,
anda perlu mencari network address dan range IP untuk kemudian IP tersebut di konfigurasi
pada masing-masing klien.

JAWABAN
LAN 2 dengan IP klien 192.168.2.1/28 dan 192.168.2.2/28 kita akan menentukan
network address dengan menggunakan subnetting dimana prefix /28 menandakan IP telah
disabnet sebanyak 4 bit. Jadi subnet mask IP setelah disubnet adalah
11111111.11111111.11111111.11110000 jika dikonversi kedesimal akan menjadi
255.255.255.240.
Maka :
Subnet : 2n = 24 = 16
Host persubnet : 2m– 2 = 24 - 2 = 14
Blok subnet : 256 - 240 = 16
Setelah mengetahui berapa jumlah subnet, host persubnet, dan blok subnet, maka akan
diketahui berapa range jaringan yang untuk subnet mask 255.255.255.240.
Range Jaringan:
 Jaringan 1 : 192.168.2.0/28 – 192.168.2.15/28
 Jaringan 2 : 192.168.2.16/28 – 192.168.2.31/28
 Jaringan 3 : 192.168.2.32/28 – 192.168.2.47/28
 Dst…
Jadi, jika IP klien 192.168.2.1/28 dan 192.168.2.2/18, berarti berada pada jaringan 1
dengan network address 192.168.2.0/28.

SOAL NOMOR 4.
Coba cermati kembali LAN 3 pada topologi diatas (SOAL NO.2), LAN tersebut
memiliki network address 192.168.3.8/29, artinya anda sudah mengetahui subnet mask dan
prefix-nya. Untuk menyelesaikan kasus ini, anda perlu mencari range IP untuk kemudian IP
tersebut di konfigurasi pada masing-masing klien.

JAWABAN
Pada LAN 3 mempunyai network address 192.168.3.8/29 dimana prefix /29
menandakan IP telah disabnet sebanyak 5 bit. Jadi subnet mask IP setelah disubnet
adalah 11111111.11111111.11111111.11111000 jika dikonversi kedesimal akan
menjadi 255.255.255.248.
Maka :
Subnet : 2n = 25 = 32
Host persubnet : 2m – 2 = 23 - 2 = 6
Blok subnet : 256 - 248 = 8
Setelah dilakukan perhitungan diatas maka IP Range untuk subnet mask
255.255.255.248 sudah dapat ditentukan yaitu:
 Jaringan 1 : 192.168.3.0/29 – 192.168.3.7/29
 Jaringan 2 : 192.168.3.8/29 – 192.168.3.15/29
 Jaringan 3 : 192.168.3.16/29 – 192.168.3.23/29
Dst…….

Jadi, jika network address yang ditentukan adalah 192.168.3.8 maka range IP berada
pada jaringan 2 dengan range192.168.3.8/29 – 192.168.3.15/29

SOAL NOMOR 5.
Pada bagian ini seluruh konfigurasi TCP/IP router di lakukan via console. Lakukan
konfigurasi pada packet tracer.

JAWABAN
Untuk mengkonfigurasi menggunakan console, klik router kemudian pilih tab CLI,
kemudian ketikkan perintah berikut jika ingin mengatur IP Address untuk
fastethernet.

 Router1 (Router LAN 1)


Interface fa1/0
router0> enable
router0# configure t
router0 (config)# interface fa1/0
router0 (configif)#
ip address 192.168.1.30 255.255.255.224
router0 (configif)#
no shutdown
router0 (configif)#
exit
 Interface fa0/0
router0 (config)# interface fa0/0
router0 (configif)#
ip address 202.91.9.1 255.255.255.252
router0 (configif)#
no shutdown
router0 (configif)#
exit
 Router2 (Router LAN 2)
Interface fa6/0
router0> enable
router0# configure t
router0 (config)# interface fa6/0
router0 (configif)#
ip address 192.168.2.14 255.255.255.240
router0 (configif)#
no shutdown
router0 (configif)#
exit
Interface fa0/0
router0 (config)# interface fa0/0
router0 (configif)#
ip address 202.91.9.2 255.255.255.252
router0 (configif)#
no shutdown
router0 (configif)#
exit
Interface fa1/0
router0 (config)# interface fa1/0
router0 (configif)#
ip address 202.91.9.5 255.255.255.224
router0 (configif)#
no shutdown
router0 (configif)#
exit
 Router3 (Router LAN 3)
Gunakan tab CLI pada router atau melalui terminal pada PC klien yang terhubung ke
router (terhubung
melalui kabel console).
Interface fa1/0
router0> enable
router0# configure t
router0 (config)# interface fa1/0
router0 (configif)#
ip address 192.168.3.14 255.255.255.248
router0 (configif)#
no shutdown
router0 (configif)#
exit
Interface fa0/0
router0 (config)# interface fa0/0
router0 (configif)#
ip address 202.91.9.6 255.255.255.252
router0 (configif)#
no shutdown
router0 (configif)#
exit

SOAL NOMOR 6.
Membuat Simulasi Jaringan VLAN

Misal dalam kasus ini ICT Center sebuah lembaga computer memiliki 2 lab yaitu LAB A dan LAB
B…agar komunikasi data tidak ribet dengan menggunakan fasilitas yang minim, maka ditentukan
agar LAB A dan LAB B memiliki server yang berbeda namun dengan hanya menggunakan 1
SWITCH…

Perhatikan ilustrasi gambarnya berikut ini…


Gambar 1 : Ilustrasi Jaringan pada ICT Center

klik Switch dan masuk pada bagian CLI…

Gambar 2 : Tampilan CLI Switch…

Kasusnya kita harus initialisasi dulu…missal kita buat 2 vlan yaitu :

a. Vlan 100 lab_a


b. Vlan 200 lab_b
Nah, perintah-perintahnya seperti ini…

 Switch>enable
 Switch#vlan database
 Switch(vlan)#vlan 100 name lab_a
 Switch(vlan)#vlan 200 name lab_b
 Switch(vlan)#exit
 Switch#sh vlan

Setelah kita setting dan kita ketikkan sh vlan maka akan tampil jendela seperti ini…

Gambar 3 : vlan sudah aktif…

Nah, ini vlan sudah aktif, kita punya id 100 untuk lab_a dan id 200 untuk lab_b. penggunaan id bebas
yang penting diantara 1-1000…

Kalo sudah, kita lanjutkan…

Sekarang kita akan merubah atau memasukkan port-port yang aktif pada vlan-vlan yang kita
buat…missal pada kasus ini kita akan memasukkan port 1-10 pada vlan 100 dan port 11-20 pada vlan
200 sedangkan port 24 itu untuk router…

Check This Out…

Klik lagi 2x pada Switch…masuk pada CLI…

 Switch>enable
 Switch#configure terminal
 Switch(config)#interface fa 0/1
 Switch(config-if)#switchport access vlan 100
 Switch(config-if)#exit
 Switch(config)#interface fa 0/2
 Switch(config-if)#switchport access vlan 100
 Switch(config-if)#exit
 Switch(config)#interface fa 0/3
 Switch(config-if)#switchport access vlan 100
 Switch(config-if)#exit
 Switch(config)#interface fa 0/4
 Switch(config-if)#switchport access vlan 100
 Switch(config-if)#exit
 Switch(config)#interface fa 0/5
 Switch(config-if)#switchport access vlan 100
 Switch(config-if)#exit

a. Lakukan hal yang sama sampai pada port 0/10…untuk vlan 100 ?

Untuk vlan 200…perhatikan dibawah ini…

 Switch>enable
 Switch#configure terminal
 Switch(config)#interface fa 0/11
 Switch(config-if)#switchport access vlan 200
 Switch(config-if)#exit
 Switch(config)#interface fa 0/12
 Switch(config-if)#switchport access vlan 200
 Switch(config-if)#exit
 Switch(config)#interface fa 0/13
 Switch(config-if)#switchport access vlan 200
 Switch(config-if)#exit
 Switch(config)#interface fa 0/14
 Switch(config-if)#switchport access vlan 200
 Switch(config-if)#exit
 Switch(config)#interface fa 0/15
 Switch(config-if)#switchport access vlan 200
 Switch(config-if)#exit
 Switch(config)#exit
 Switch#sh vlan

Setelah kita ketikkan show vlan…lihat perpindahan port-port dibawah ini…


Gambar 4 : Port-portnya yang dikanan sudah aktif

Nah, jika pada tahap ini sudah selesai, kita sudah bisa koq setting DHCPnya…dan setiap ruangan
yang berbeda server…sudah bisa beda server…

Sekarang kita kembangkan…tambahkan 1 router pada jaringan kita…perhatikan gambar berikut…

Gambar 5 : Tambahkan 1 Router pada Port fa 0/0 ke port 0/24 pada switch…
Sekarang masuk ke CLI pada Router…kalo ada pilihan awal ketik no saja

 Router>enable
 Router#configure terminal
 Router(config)#interface fa 0/0.100
 Router(config-subif)#encapsulation dot1q 100
 Router(config-subif)#ip address 172.16.10.254 255.255.0.0
 Router(config-subif)#exit

JAWABAN A:

JAWABAN B:
b. Yang diatas itu untuk vlan 100…bagaimana dengan vlan 200…?
Untuk konfigurasi vlan 200 konfigurasi pada router sebagai berikut:
 Router>enable
 Router#configure terminal
 Router(config)#interface fa 0/0.200
 Router(config-subif)#encapsulation dot1q 200
 Router(config-subif)#ip address 192.168.1.254 255.255.255.0
 Router(config-subif)#exit
 Router(config)#interface fa 0/0
 Router(config)#no shutdown
Dan hasilnya sebagai berikut :

JAWABAN C:
c. Ping dari Server B ke Server A. Bagaimana hasilnya ?

 Untuk sementara antara server A dan B belum terkoneksi. Untuk mengkoneksikannya


dibutuhkan konfigurasi tambahan pada switch sebagai berikut :
 Switch>enable
 Switch#configure terminal
 Switch(config)#interface fa 0/24
 Switch(config)#switchport mode trunk
 Switch(config)#exit

Setelah itu cek koneksi antara kedua server tersebut, dan hasilnya seperti berikut :