Anda di halaman 1dari 4

VIROLOGI

Secara umum agen penyebab hepatitis dapat di klasifikasikan menjadi :

 Transmisi secara enterik

 Transmisi melalui darah

Transmisi Secara Enterik

Terdiri atas virus hepatitis A (HAV) dan virus hepatitis B (HBV)

- Virus tanpa selubung


- Tahan terhadap cairan empedu
- Ditemukan di tinja
- Tidak dihubungkan dengan penyakit hati kronik
- Tidak terjadi viremia yang berkepanjangan atau kondisi karier intestinal

Virus Hepatitis A (HAV)

 Digolongkan dalam picornavirus, subklasifikasi sebagai hepatovirus


 Diameter 27-28 nm dengan bentuk kubus simetrik
 Untai tunggal, virus RNA
 Pada manusia terdiri atas 1 serotipe, 3/lebih genotype
 Mengandung lokasi netralisasi imunodominan tunggal
 Mengandung 3 atau 4 polipeptida virion di kapsomer
 Replikasi di sitoplasma hepatosit yang terinfeksi
 Menyebar pada primate non manusia dan galur sel manusia

Epidemiologi dan Faktor resiko


 Masa inkubasi : 15-50 hari (±30 hari)
 Endemis di negara berkembang
 HAV diekskresi di tinja 1-2 minggu sebelum & 1 setelah awitan penyakit
 Viremia muncul singkat
 Tidak terbukti adanya penularan maternal-neonatal
 Prevalensi berkorelasi dg standar sanitasi
 Transmisi melalui transfusi darah sangat jarang

Virus Hepatitis E
 Diameter 27-34 nm
 Molekul RNA linier : 7,2 kb
 Genome RNA dengan 3 overlap ORF (open reading frames) mengkode protein struktural
/ non yang terlibat replikasi
 1 serotipe, 4 atau 5 genotipe utama
 Menyebar ke sel embrio diploid paru
 Replikasi hanya di hepatosit

Epidemiologi dan Faktor Resiko


 Masa inkubasi : ±40 hari
 Distribusi luas
 HEV RNA terdapat di serum& tinja selama fase akut
 Penyakit epidemi dengan sumber penularan air
 Banyak pada dewasa muda
 Intrafamilial, kasus sekunder : jarang
 Dilaporkan ada transmisi maternal – neonatal

Transmisi Melalui Darah

Terdiri atas virus Hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV) dan virus hepatitis D (HDV)

- Dengan selubung
- Rusak bila terpajan cairan empedu/detergen
- Tidak terdapat di tinja
- Dihubungkan dengan penyakit hati kronik
- Dihubungkan dengan viremia yang persisten

Virus Hepatitis B (HBV)

 Virus DNA hepatotropik, hepadnaviridea


 Terdiri 6 genotipe, terkait dengan derajat beratnya
 42 nm partikel sferis dengan :
o inti nukleokapsid, densitas elektron = 27 nm
o selubung luar lipoprotein 7 nm
 Inti HBV
o Protein prolimerase DNA
o Antigen hepatitis B core (HbcAg)
o Antigen hepatitis B e (HbeAg)
 Selubung lipoprotein HBV
o Antigen permukaan hepatitis B (HbsAg)
o Lipid minor & komponen karbo
o HbsAg dalam bentuk partikel non infeksius
 1 serotipe utama
 Hati merupakan tempat replikasi utama

Epidemiologi dan Faktor Resiko


 Masa inkubasi : 15-180 hari (±60-90 hari)
 Viremia setelah beberapa minggu – bulan setelah infeksi akut
 1-5 % dewasa, 90% neonatus, 50% bayi  hepatitis kronik & viremia persisten
 Banyak di asia
 HBV ditemukan di darah, semen,sekret servikovaginal, saliva
Cara transmisi :
o Darah
o Transmisi seksual
o Penetrasi jaringan
o Transmisi maternal- neonatal, maternal- infant
o Tidak melalui fekal-oral

Virus Hepatitis D (HDV)

 Virus RNA tidak lengkap, memerlukan bantuan HBV untuk patogenesis


 1 serotipe dengan 3 genotipe
 Mengandung HDV antigen
 Mengikat RNA
 Terdiri dari 2 isoformis : kecil dan besar
o Antigen HDV kecil mengangkut RNA ke inti
o Antigen HDV besar menghambat replikasi HDV RNA & berperan dlm perakitan
HDV
 RNA HDV merupakan untai tunggal
 Replikasi hanya pada hepatosit

Epidemiologi dan Faktor Resiko


 Masa inkubasi : 4-7 minggu
 Endemis di eropa
 Insiden berkurang dg peningkatan penggunaan vaksin
 Viremia singkat
 Hanya terjadi pd individu dg resiko HBV
 Homoseksual/ biseksual
 Resipien donor darah
 Pasangan seksual
 Cara penularan
 Darah
 Transmisi seksual
 Penyebaran maternal - neonatal

Virus Hepatitis C (HCV)

 Selubung glikoprotein, untai tunggal


 Klasifikasi flaviviridae, genus hepacivirus
 masa inkubasi : 15 – 160 hari (puncak 50 hari)
 Viremia berkepanjangan
 Infeksi persisten
 Cara transmisi :
o Darah
o Transmisi seksual
o Maternal-neonatal
o Tidak fekal-oral