Anda di halaman 1dari 9

Jurnal HPT Volume 3 Nomor 1

Januari 2015
ISSN : 2338 - 4336

EKSPLORASI JAMUR ENDOFIT DAN KHAMIR PADA TANAMAN


CENGKEH (Syzygium aromaticum) SERTA UJI POTENSI ANTAGONISMENYA
TERHADAP JAMUR AKAR PUTIH (Rigidoporus microporus)

Rosy Husna Shofiana, Liliek Sulistyowati, Anton Muhibuddin

Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang
Jl. Veteran, Malang 65145, Indonesia

ABSTRACT
The objective of this research was to find fungal and yeasts which were found in the
tissues of leaves, stems, stem base and cloves root. The potential of inhibiting the
growth of Rigidoporus microporus fungus as cause of white roots disease (JAP) on the
clovesplant. The research method were exploration and antagonist test of endophyte
fungi and yeasts. Based on the result of variety analysis and duncan test on standard
error 0.05, it was found that the result of antagonist test of endophytic fungi within two
days had relatively large percentage in inhibitory compared to antagonistic testing
treatmentat either the same time orwithin a day. The inhibition percentages were on
Gonatobotryum sp.2 fungi (89,16%), Colletotrichum sp.2 (69,16%), Gonatobotryum
sp.2 (65,83%)and unidentified fungi (A2) (64,99%),while in yeast test onR. microporus
fungi, it was found thatall yeasts did not have l the inhibition potentialof R.
microporuspatogen. It onlyresulted less than 50% of inhibitory value.

Keywords :Endophytic fungi, yeast, Rigidoporus microporus

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jamur dan khamir yang terdapat dalam
jaringan daun, batang, pangkal batang dan akar tanaman cengkeh serta potensinya
dalam menghambat pertumbuhan jamur Rigidoporus microporus penyebab penyakit
jamur akar putih (JAP) pada tanaman cengkeh.Metode penelitian yang digunakan yaitu
eksplorasi dan uji antagonis jamur endofit dan khamir.Berdasarkan hasil analisis ragam
dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kesalahan 0,05, diketahui bahwa hasil uji
antagonis jamur endofit dengan selisih waktu 2 hari yang memiliki persentase
penghambatan yang relatif besar dibandingkan dengan perlakuan pengujian antagonis
pada waktu yang sama maupun pada selisih waktu 1 hari. Presentase hambatan yaitu
pada jamur Gonatobotryum sp. 2 (89,16%), Colletotrichum sp. 2 (69,16%),
Gonatobotryum sp. 2 (65,83%), dan Jamur tidak teridentifikasi (A2) (64,99%),
sedangkan pada pengujian khamir terhadap jamur R. microporus, pada semua khamir
tidak memiliki potensi dalam penghambatan patogen R. microporus, karena hanya
menghasilkan nilai hambatan dibawah 50%.

Kata kunci : Jamur Endofit, Khamir, Rigidoporus microporus

PENDAHULUAN menjadi salah satu komoditi utama


perkebunan, karena memberikan
Cengkeh (Syzygium aromaticum) pemasukan negara melalui cukai rokok.
merupakan tanaman rempah-rempah Selain itu, cengkeh juga berperan sebagai
unggulan asli Indonesia yang sejak dulu penyumbang pendapatan petani,

75
Shofiana et al., Eksplorasi jamur endofit dan khamir ...

mendukung berkembangnya industri, dan Dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas


berpotensi menjadi salah satu sumber Pertanian, Universitas Brawijaya. Waktu
pendapatan untuk mengembangkan pelaksanaan pada bulan Februari-Juni
pembangunan suatu wilayah. 2014. Dalam penelitian ini metode yang
Direktori Jenderal Perkebunan digunakan adalah eksplorasi dan
(2014), menyebutkan bahwa dalam empat eksperimen. Eksplorasi jamur endofit dari
tahun terakhir 2008-2012,produksi daun, batang dan akar tanaman cengkeh
cengkeh mengalami fluktuasi. dan ekplorasi khamir dari daun dan
Menurunnya produksi cengkeh pangkal batang tanaman cengkeh yang di
disebabkan oleh beberapa faktor dan ambil dari Desa Jombok Kabupaten
faktor yang paling dominan merusak Trenggalek, dengan pertimbangan di
tanaman cengkeh yaitu organisme kawasan ini merupakan salah satu sentra
pengganggu tanaman (OPT). Serangan pembibitan cengkeh di
OPT terutama penyakit pada tanaman Trenggalek.Eksperimen meliputi uji
cengkeh mampu menurunkan produksi antagonis jamur endofit dan khamir yang
hingga terjadi gagal panen.Salah satu diperoleh terhadap R. microporus pada
penyakit yang berperan dapat menurunkan media PDA.
produksi cengkeh yaitu jamur akar putih
Isolasi Patogen R. microporus
(JAP) oleh Rigidoporus microporus. R. microporus diisolasi dari akar
Penyakit jamur akar putih yang tanaman cengkeh yang terserang penyakit
disebabkan jamur Rigidoporus dan memiliki gejala yang sama dengan
microporus ini mempunyai peran penting gejala penyakit jamur akar putih (JAP).
dalam menimbulkan kerugian pada
perkebunan cengkeh.Pengendalian hayati Eksplorasi Jamur Endofit Tanaman
memanfaatkan keanekaragaman hayati Cengkeh
yang melimpah di alam dengan salah Pengambilan sampel jamur endofit
satunya menggunakan jamur endofit yang pada daun, batang dan akar tanaman
bersifat antagonis untuk meningkatkan kentang menggunakan metode sistematis
induksi ketahanan tanaman terhadap (systematic sampling).Pengambilan
penyakit (Sudantha dan Abadi, sampel tanaman yang terletak pada posisi
2007).Selain jamur endofit yang garis diagonal, sehingga didapatkan 5
dimanfaatkan sebagai agen pengendalian tanaman dalam satu lahan.
hayati, khamir (yeast) juga memiliki Isolasi Jamur Endofit
manfaat sebagai pengendali hayati. Isolasi jamur endofit dilakukan
Penelitian ini bertujuan untuk dengan mencuci bagian akar, batang, dan
mengetahui jamur endofit dan khamir daun dengan alkohol dan aquades agar
yang terdapat dalam jaringan daun, steril dari jamur luar sehingga jamur yang
batang, pangkal batang dan akar tanaman tumbuh diharapkan berasal dari dalam
cengkeh serta potensinya dalam jaringan tanaman cengkeh. Kemudian
menghambat pertumbuhan jamur sampel dipotong sepanjang ± 1 cm.
Rigidoporus microporus penyebab Potongan sampel disterilkan dengan cara
penyakit jamur akar putih (JAP) pada dicuci ke dalam larutan NaOCl 10%
tanaman cengkeh. selama 1 menit dan selanjutnya direndam
alkohol 96% selama 1 menit diulang 2
METODE PENELITIAN kali. Setelah itu dibilas dengan aquades
selama 1 menit dan diulang 2 kali, lalu
Penelitian dilaksanakan di Sub potongan sampel dikeringkan diatas tissue
Laboratorium Mikologi, Jurusan Hama steril.Setelah kering, kemudian potongan

76
Jurnal HPT Volume 3 Nomor 1 Januari 2015

sampel ditanam pada media PDA didalam permukaan koloni, selain itu dilihat ada
cawan petri.Pada aquades bilasan terakhir tidaknya garis-garis radial dari pusat
diambil 1 ml dan dituang pada media koloni ke arah tepi koloni dan juga ada
PDA yang baru untuk digunakan sebagai tidaknya lingkaran–lingkaran konsentris.
kontrol yang berfungsi menentukan Pengamatan mikroskopis dengan cara
apakah sampel yang diisolasi merupakan melihat hifa (berseptum atau tidak), warna
jamur endofit atau bukan.Kemudian isolat hifa, bentuk hifa, bentuk konidia, dan
diinkubasi selama 5-7 hari pada suhu 25- ukuran spora.Hasil pengamatan digunakan
30oC atau sampai isolat jamur endofit untuk identifikasi berdasarkan panduan
tumbuh memenuhi cawan buku identifikasi Illustrated Genere of
petri(Muhibuddin et al., 2011). Imperfect Fungi fourthed (Barnet and
Pengamatan dilakukan 2 hari sekali Hunter, 1972) dan literatur pendukung
selama jamur endofit tampak tumbuh. lainnya.
Pemurnian Eksplorasi khamir (yeast) Tanaman
Dalam media dilakukan pemurnian Cengkeh
pada semua koloni jamur yang tumbuh Sama seperti pengambilan sampel
dan dianggap berbeda berdasarkan jamur endofit, sampel khamir pada
kenampakan morfologi makroskopis pangkal batang dan daun tanaman
meliputi warna dan bentuk koloni.Masing- cengkeh menggunakan metode sistematis
masing jamur tersebut diambil dan (systematic sampling) dengan mengambil
dipisahkan kedalam media PDA baru posisi garis diagonal, sehingga didapatkan
dengan menggunakan jarum ose. Jika 5 tanaman dalam satu lahan.
jamur yang tumbuh masih bercampur
Isolasi khamir (yeast)
dengan jamur lain, maka dipurifikasi Isolasi khamir dilakukan dengan
kembali. Hal ini dilakukan untuk cara mencuci bersih seluruh bagian
memperoleh isolat jamur endofit murni. tanamn cengkeh, kemudian memotong
Pembuatan Preparasi Jamur bagian pangkal batang dan mengambil
Tahapan pertama yaitu menyiapkan daun cengkeh utuh. Metode isolasi yang
object glass, kemudian mengambil sedikit digunakan adalah menggunakan metode
bagian media PDA baru dan diletakkan pencucian, yakni dengan merendam
diatas permukaan object glass.Hal ini bagian pangkal batan dan daun cengkeh
bertujuan untuk menjaga nutrisi selama ke dalam air steril (aquades steril)
jamur tersebut berada di preparat pada sebanyak 100 ml untuk pangkal batang,
saat diinkubasi. Selanjutnya mengambil dan 200 ml untuk daun.Kemudian
jamur dengan menggunakan jarum ose dishaker dengan kecepatan 120 rpm
dan diletakkan diatas object glass yang selama 24 jam.Lalu air rendaman pangkal
terdapat media PDA dan ditutup dengan batang dan daun diencerkan dengan seri
cover glass. Kemudian preparat ditaruh 10-1, 10-2, 10-3, 10-4, dan 10-5. Pada isolasi
didalam wadah yang berisi tissue basah khamir, yang diambil adalah pengenceran
steril dan diinkubasi selama 2 - 4 hari. dengan seri 10-3, 10-4, dan 10-5 yang
kemudian mengambil 50 µml, disebar
Pengamatan dan Identifikasi dengan metode spread plate pada media
Isolat jamur endofit yang YMA (Yeast Malt Agar) dengan dan
dimurnikan, diamati secara makroskopis ditunggu 2-3 hari untuk dilakukan
dan mikroskopis. Menurut Gandjar, dkk pemurnian.
(1999),dalam melakukan pengamatan
morfologi koloni,dapat dilihat dari warna

77
Shofiana et al., Eksplorasi jamur endofit dan khamir ...

Pemurnian Pengujian isolat jamur endofit yang


Khamir yang telah tumbuh diperoleh dari jamur R. microporus
kemudian dimurnikan dengan mengambil menggunakan metode oposisi langsung,
koloni tunggal dan menggoreskannya yaitu pengujian berlawanan antara jamur
pada media YMA baru. Kemudian diamati endofit dan R. microporus secara
dan dlihat pada hari ke 2-3, yang berhadapan langsung dengan jarak 3 cm
kemudian dilakukan pemurnian kembali dalam cawan petri 9 cm berisi media
sampai menemukan isolat murni. PDA.
Pembuatan preparasi khamir Uji Antagonis Isolat Khamir dengan
Pembuatan preparasi khamir tidak Jamur R. microporus
jauh beda dengan pembuatan preparasi Uji antagonis isolat khamir dengan
jamur, yakni dengan cara mengambil R. microporusmengguankan Rancangan
sedikit aquades menggunakan pipet dan Acak Lengkap (RAL) secarain-vitro
dileakkan di permukaan object glass, dimana setiap perlakuan diulang 4 kali.
kemudian mengambil khamir dengan Pengujian isolat khamir yang diperoleh
menggunakan jarum ose dan diletakkan dilakukan dengan cara menggoreskan
diatas object glass yang terdapat aquades khamir pada media PDA tepat ditengah
dan ditutup dengan cover glass. petridis berdiameter 9 cm dengan posisi
tegak lurus sebanyak 1 lup inokulasi.
Pengamatan dan Identifikasi
Kemudian biakan R. microporusdiambil
Isolat jamur yang telah dimurnikan
dengan cork borer yang berdiameter 0,6
diamati secara makroskopis dan
dan diletakkan pada sisi kanan dan kiri
mikroskopis.Pengamatan makroskopis
goresan khamir dengan jarak ± 3 cm
koloni khamir dilakukan berdasarkan
kemudian diinkubasi pada suhu kamar dan
pengamatan warna, tekstur, tepi,
diamati selama 7 hari dengan cara
permukaan, dan profil koloni.Sedangkan
mengukur lebar zona hambat khamir
pengamatan secara mikroskopis yaitu
terhadap R.microporus pada setiap
dengan melihat bentuk sel, susunan sel,
harinya.
tipe pertunasan, dan ukuran sel. Koloni
khamir pada cawan petri diidentifikasi
menggunakan pendekatan Analisis Data
Data yang diperoleh dari uji
morfologi.Identifikasi dilakukan merujuk
antagonis jamur endofit dan khamir
pada pustaka Kurtzman and Fell (1998)
dengan R. microporus dianalisis
dan pustaka lainnya.
menggunakan analisis ragam (Anova) dan
Uji Antagonis Isolat Jamur Endofit dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf
dengan Jamur R. microporus 5% apabila terdapat beda nyata.
Uji antagonis isolat jamur endofit
dengan R. microporus menggunakan HASIL DAN PEMBAHASAN
Rancangan Acak Lengkap (RAL) secara
in-vitro, dimana setiap perlakuan diulang Isolasi dan Identifikasi Jamur
3 kali untuk pengujian pada hari yang Rigidoporus microporus Penyebab
sama antara jamur R. microporusdengan Penyakit Jamur Akar Putih
jamur endofit. Berikutnya dilakukan Hasil dari pengamatan isolasi
pengujian antagonis R. microporus patogen yang diperoleh dari akar tanaman
dengan selisih 1 hari dan 2 hari dari cengkeh yang memiliki gejala penyakit
penanaman jamur endofit dengan masing- Jamur Akar Putih (JAP) didapatkan
masing 4 ulangan pada tiap perlakuan.

78
Jurnal HPT Volume 3 Nomor 1 Januari 2015

Gambar 1. Jamur Rigidoporus microporus penyebab penyakit Jamur Akar Putih (JAP)
pada tanaman cengkeh
cengkeh. A. Biakan murni Rigidoporus microporus pada
media PDA umur 7 hari. B. Basidiospora. C. Hifa

biakan murni R. micropor


microporus pada media Eksplorasi Jamur Endofit dari
PDA. Pengamatan koloni dilakukan pada Jaringan Daun, Batang, dan Akar
umur 7 Hari Setelah Isolasi (HSI) secara Tanaman Cengkeh.
makroskopis (Gambar 1A) A) menunjukkan Hasil dari isolasi dan identifikasi
cirri-ciri:: koloni berwarna putih dan jamur endofit yang ditemukan dari
berbentuk seperti kapas, pertumbuhan eksplorasi pada bagian daun, batang dan
koloni tidak menunjukkan lingkaran akar tanaman cengkeh diperoleh jamur
konsentris, miselium
lium lembut, dan endofit total keseluruhan 13 isolat jamur.
memiliki warna dasar putih. R.
microporus memenuhi cawan petri Eksplorasi Khamir dari Pangkal
(diameter 9 cm) dalamam waktu 4 hari pada Batang dan Daun Tanaman Cengkeh
media PDA.Pada
Pada pengamatan Hasil isolasi dan identifikasi khamir
mikroskopis R. microporus (Gambar 1B) dari ekplorasi pada pangkal batang dan
menunjukkan hifa memiliki banyak sekat daun tanaman cengkeh diperoleh 7
yang tebal, hialin, basidiospora bulat dan khamir.
hialin denganan memiliki garis tengah rata
rata-
rata 3,28 µm.

Tabel 1. Keanekaragaman Jamur Endofit pada jaringa


jaringan
n daun, batang dan akar tanaman
cengkeh.
Jaringan Tanaman Genus
Daun 1. Curvularia sp.
2. Colletotrichum sp. 1
3. Colletotrichum sp. 2
Batang 1. Jamur tidak teridentifikasi (B1)
2. Mucor sp.
3. Gonatobotryum sp. 1
4. Aspergillus sp. 1
5. Jamur tidak teridentifikasi (B5)
6. Beltrania sp.
7. Gonatobotryum sp. 2
8. Jamur tidak teridentifikasi (B8)
Akar 1. Aspergillus sp. 2
2. Jamur tidak teridentifikasi (A2)

79
Shofiana et al., Eksplorasi jamur endofit dan khamir ...

Tabel 2. Keanekaragaman khamir pada pangkal batang dan daun tanaman cengkeh
Bagian tanaman Genus
Daun 1. Candida sp.
2. Pichia sp. 1
Pangkal Batang 1. Metschnikowia sp. 1
2. Metschnikowia sp. 2
3. Pichia sp. 2
4. Cryptococcus sp.
5. Metschnikowia sp. 3
Presentase penghambatan (%)

35
30
25
20
15
10
5
0

Jamur endofit

Gambar 2. Histogram rerata persentase penghambatan jamur endofit terhadap R.


microporus hari yang sama pada 7 hsp

Hasil Uji Antagonis Jamur Endofit dibiakkan pada media PDA. Sedangkan
terhadap Rigidoporus microporus patogen R. microporus memiliki
A. Uji Antagonis dengan Perlakuan pertumbuhan yang sangat cepat apabila
Hari yang Sama ditanam pada media PDA. Seperti yang
Berdasarkan histogram yang telah dikemukakan oleh Kaewchai, dkk (2010)
disajikan pada gambar 2, dapat diketahui bahwa jamur R. microporus dapat tumbuh
nilai rerata persentase penghambatan oleh memenuhi cawan petri dalam waktu 6 hari
jamur endofit terhadap R. microporus dengan partumbuhannya 1,3 cm per hari.
paling tertinggi yaitu oleh Aspergillus sp.2
yakni sebesar 33,33%. Dan diikuti oleh B. Uji Antagonis dengan Perlakuan
Colletotrichum sp. 1 yakni dengan Selisih 1 Hari
persentase penghambatan sebesar 30%. Berdasarkan histogram yang telah
Dan jamur endofit yang memiliki disajikan (Gambar 3), dapat diketahui
persentase hambatan paling kecil adalah nilai rerata persentase penghambatan oleh
Jamur tidak teridentifikasi (B1) sebesar jamur endofit terhadap R. microporus
11,11% dan Gonatobotryum sp. 2 sebesar paling tertinggi yaitu jamur
11,11%. Jamur endofit yang memiliki Gonatobotryum sp. 1 yakni dengan nilai
nilai hambatan paling rendah dikarenakan penghambatan sebesar 71,66% dan
pertumbuhannya yang sangat lambat saat Gonatobotryum sp. 2 sebesar 60,83%.

80
Jurnal HPT Volume 3 Nomor 1 Januari 2015

80

Presentase penghambatan (%)


70
60
50
40
30
20
10
0
Curvularia sp. Colletotrichum Gonatobotryum Gonatobotryum Aspergillus sp. 2 A2
sp. 2 sp. 1 sp. 2

Jamur endofit

Gambar 3. Histogram rerata persentase penghambatan jamur endofit terhadap R.


microporus selisih 1 hari pada 7 hsp

100
Presentase penghambatan

80

60
(%)

40

20

0
Curvularia sp. Colletotrichum Gonatobotryum Gonatobotryum Aspergillus sp. 2 A2
sp. 2 sp. 1 sp. 2

Jamur endofit

Gambar 4. Histogram rerata persentase penghambatan jamur endofit terhadap R.


microporus selisih 2 hari pada 7 hsp.

Jamur Gonatobotryum sp. bersifat Gonatobotryum sp. 1 dengan nilai


asosiatif pada seresah, yang biasanya hambatan sebesar 87,95%. Kemudian
jamur ini menjadi detritos atau sumber hambatan tertinggi lainnya yaitu pada
makanan detrivor atau serangga pengurai Colletotrichum sp. 2 dengan nilai
(Alexander, 1977). Jamur Colletotrichum hambatan sebesar 69,16%. Lalu pada
sp. 2 memiliki nilai hambatan yang cukup Colletotrichum sp. 2 dan Jamur tidak
besar karena lebih dari 50% yaitu dengan teridentifikasi (A2) yang memiliki nilai
hambatan sebesar 55%. Jamur endofit hambatan berturut-turut sebesar 65,83%
yang memiliki persentase hambatan dan 65%. Keempat jamur tersebut dapat
terkecil pada perlakuan selisih 1 hari yaitu dikatakan memiliki nilai hambatan yang
pada jamur Aspergillus sp. 2 sebesar 15%. cukup tinggi karena persentase hambatan
lebih dari 50%. Jamur yang memiliki
C. Uji Antagonis dengan Perlakuan hambatan terendah yaitu pada Curvularia
Selisih 2 Hari sp. dan Aspergillus sp. 2 dengan nilai
Berdasarkan histogram yang hambatan berturut-turut yaitu sebesar
disajikan (Gambar 4), diketahui rerata 37,5% dan 13,5%. Kedua jamur tersebut
penghambatan yang tertinggi yaitu pada memiliki persentase hambatan kurang dari

81
Shofiana et al., Eksplorasi jamur endofit dan khamir ...

20
Presentase penghambatan (%) 18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
Candida sp. Pichia sp. Metschnikowia Metschnikowia Pichia sp. 2 Cryptococcus Metschnikowia
sp. 1 sp. 2 sp. sp. 3

Khamir

Gambar 5. Histogram rerata persentase penghambatan khamir terhadap R. microporus


pada 7 hsp.

50% sehingga dapat dikatan kurang 2. Pada uji antagonis antara hari yang
memiliki potensi dalam menghambat sama, selisih 1 hari dan selisih 2 hari,
pertumbuhan R. microporus. dapat diketahui bahwa jamur endofit
yang memiliki potensi dalam
Hasil Uji Antagonis Khamir terhadap penghambatan terhadap pertumbuhan
Patogen Rigidoporus microporus Rigidoporus microporus yaitu pada
Berdasarkan histogram yang telah perlakuan selisih 2 hari yang memiliki
disajikan (Gambar 5) diketahui bahwa 4 isolat jamur yang mampu
rerata persentase penghambatan yang memperlambat pertumbuhan jamur
terbesar yaitu pada Metschnikowia sp. 3 Rigidoporus microporus. Ke empat
sebesar 18,58%, kemudian Pichia sp. 2 isolat tersebut yaitu jamur
sebesar 12,22%, Pichia sp. 1 sebesar Gonatobotryum sp. 1, Colletotrichum
11,80%, Metschnikowia sp. 1 sebesar sp. 2, Gonatobotryum sp. 2, dan Jamur
11,39%, Metschnikowia sp.3 sebesar tidak teridentifikasi (A2).
10,12%, Candida sp. sebesar 9,69% dan 3. Khamir yang berhasil diisolasi dari
Cryptococcus sp. sebesar 8,85%. tanaman cengkeh pada bagian daun
adalah khamir Candida sp. dan Pichia
KESIMPULAN sp. 1. Sedangkan pada bagian pangkal
batang ditemukan 3 khamir
1. Jamur endofit yang berhasil diisolasi Metschnikowia sp., khamir Pichia sp.,
dari tanaman cengkeh pada bagian dan khamir Cryptococcus sp.
daun adalah jamur Curvularia sp., dan
2 jamur Colletotrichum sp. Pada 4. Dari hasil uji antagonis antara khamir
bagian batang yaitu jamur Mucor sp., dengan patogen R. microporus, dapat
2 jamur Gonatobotryum sp., jamur diketahui bahwa khamir yang telah
Aspergillus sp., jamur Beltrania sp., diisolasi tidak berpotensi dalam
dan 3 jamur tidak teridentifikasi penghambatan pertumbuhan patogen
(B1,B5 dan B8). Sedangkan pada R. microporus, dilihat dari persentase
bagian akar diperoleh jamur penghambatan yakni dibawah 50%.
Aspergillus sp. dan 1 jamur tidak
teridentifikasi (A2).

82
Jurnal HPT Volume 3 Nomor 1 Januari 2015

DAFTAR PUSTAKA Barnett, H.L and B.B. Hunter. 1972.


Illustrated Genera of Imperfect
Sudantha, I.M dan L. Abadi. 2007. Fungi fourth edition. Burgess
Identifikasi Jamur Endofit dan Publishing Company. Minneopolis.
Mekanisme Antagonismenya Minnesota. 217 hal.
Terhadap Jamur Fusarium
Kurtzman C. P and J. W. Fell. 1998. The
oxysporum F. SP. vanilla pada
yeast: A Taxonomic Study, 3rd ed.
Tanaman Vanili. Agroteksos. Vol
Elsevier, Amsterdam: xvii + 1035
17 : No 1.
hlm.
Muhibuddin, A., L. Addina., A. L. Abadi.,
Kaewchai, S. Lin, F.C., H.K. Wang, and
dan A. Ahmad. 2011. Biodiversity
K. Soytong. 2010. Characterization
of Soil Fungi on Integrated Pest
of Rigidoporus microporus isolated
Management Farming System.
from rubber trees based on
Agrivita Vol. 33, No. 22 : 111-118.
morphology and ITS sequencing.
Gandjar, I., R.A. Samson,., K. V. D. Journal of Agricultural
Tweel-Vermeulen., A. Oetari, dan I. Technology.Vol.6(2): 289-298.
Santoso. 1999. Pengenalan Kapang
Alexander, M. 1977. Introduction to Soil
Tropik Umum. Yayasan Obor
Mycrobiology 2nd Edition. New
Indonesia. Jakarta. York. Jhon Wiley and Sons.

83