Anda di halaman 1dari 1

Berhenti Bersedih

2007-08-19
- Jawaban.com -
Mazmur 119:77
Biarlah rahmat-Mu sampai kepadaku, supaya aku hidup, sebab Taurat-Mu adalah
kegemaranku.

Apakah Anda merasa sedih? Apakah Anda sedang bergumul dengan salah satu hal
terburuk dalam hidup? Anda tidak sendirian. Alangkah
menakjubkannya jika kita dapat menghafal kata-kata rohani tertentu
yang dapat membuat semua masalah kita lenyap, tetapi itu tidak akan
terjadi. Hidup tidaklah terdiri dari senyuman dan hati yang gembira
saja -- bahkan bagi umat Allah.

Tetapi dari pengalaman-pengalaman kelamlah timbul harapan akan


pertolongan. Keputusasaan pemazmur, yang tercatat dalam Mazmur 119, menuntun
pada janji akan kelegaan dan belas kasihan. Dari masalah timbul pengertian dan
kekuatan baru. Pemazmur dengan bebas mengungkapkan perasaan dan
keyakinannya bahwa Allah akan menjaganya.

"Jiwaku melekat kepada debu" (ayat 25). Kemudian ia mengajukan permohonan


kepada Allah: "Hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu."

"Jiwaku menangis karena duka hati" (ayat 28). Lalu ia berharap dalam pemeliharaan
Allah: "Teguhkanlah aku sesuai dengan firman-Mu."

"Aku akan mengikuti petunjuk perintah-perintah-Mu" (ayat 32). Sekalipun di masa


pencobaan berat, sang pemazmur berketetapan untuk mematuhi Allah.

Ya, ungkapkanlah keputusasaan Anda kepada Tuhan -- tetapi jangan hanya berhenti
di situ. Mintalah belas kasihan dan kekuatan-Nya. Tetaplah taat kepada-Nya.
Berpeganglah pada janji-janji-Nya dalam Kitab Suci. Dia akan tetap menemani Anda
melewati pencobaan apa pun.

JIKA KITA MEMILIKI PENGHARAPAN KITA DAPAT TERUS MELANGKAH