Anda di halaman 1dari 32

KETERAMPILAN TEKNIK DASAR PEMAIN SEPAK BOLA

SSB KOTA SAWAHLUNTO

Oleh:

ERIK ERIYALDI
2015 / 15087217

PROGRAM STUDI ILMU KEOLAHRAGAAN


JURUSAN PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017
1

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .................................................................................................. iv


BAB IPENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ................................................................. 1
B. Identifikasi Masalah ....................................................................... 3
C. Pembatasan Masalah ...................................................................... 3
D. Rumusan Masalah .......................................................................... 4
E. Tujuan Penelitian ........................................................................... 4
F. Manfaat Penelitian ......................................................................... 4
BAB IITINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teori ................................................................................... 6
1. Sejarah dan perkembangan sepakbola ..................................... 6
2. Teknik Dasar Permainan Sepakbola ........................................ 7
B. Kerangka Konseptual ..................................................................... 10
C. Pertanyaan Penelitian ..................................................................... 12
BAB IIIMETODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis, Waktu dan Tempat Penelitian .............................................. 13
B. Populasi dan Sampel ...................................................................... 14
C. Instrument Penelitian ..................................................................... 15
D. Teknik Analisis Data ...................................................................... 20
BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Deskriptif ......................................................................... 21
B. Pembahasan .................................................................................... 23
BAB VKESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan .................................................................................... 35
B. Saran ............................................................................................... 55
DAFTAR PUSTAKA
1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang popular dan

mendapat perhatian di seluruh dunia, hal ini terbukti dengan banyaknya klub dan

tempat pelatihan yang muncul baik di tingkat anak-anak, remaja, dan

dewasa.Perkembangan sepak bola pada saat ini telah banyak mengalami

perubahan dari berbagai bentuk baik peraturan maupun permainan sepak bola itu

sendiri serta menuntut kemampuan yang sangat tinggi dari seseorang pemain

sepak bola agar mencapai prestasi yang optimal.

Pembinaan olahraga prestasi secara ilmiah sudah seharusnya menjadi

landasan dalam proses pembibitan dan pembinaan atlet dari suatu program untuk

mencapai prestasi tinggi, baik yang bersifat nasional dan daerah, serta

menyelenggarakan kompetisi secara berjenjang dan berkelanjutan. Dalam UUD

RI No. 3 tahun 2005 pasal 27 ayat 4 tentang sistem keolahragaan nasional di

jelaskan bahwa “ pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi dilaksanakan

dengan memberdayakan perkumpulan olahraga, menumbuh kembangkan sentral

pembinaan olahraga yang bersifat nasional dan daerah, dan menyelenggarakan

kompetisi secara berjenjang dan berkelanjutan”.

Menurut Syafruddin (2011:57) bahwa pencapaian prestasi atlet ditentukan

oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.Faktor internal adalah

factor yang berasal dari dalam, yaitu dari atlet itu sendiri dengan segala potensi

yang dimilikinya.Keberhasilan prestasi yang di tunjukan/ditampilakan seorang

atlet dalam suatu kompetisi terutama ditentukan dan dipengaruhi oleh kemampuan

1
2

atau potensi atlet itu sendiri secara terpadu, baik kemampuan fisik, teknik, taktik,

dan kemampuan mentalnya. Prestasi terbaik seorang atlet tidak akan dapat dicapai

dengan gemilangnya tanpa perpaduan keempat komponen/unsur prestasi tersebut.

Oleh karena itu, untuk mencapai prestasi puncak dalam suatu cabang olahraga

perlu dilakukan pembinaan secara intensif dan terprogram dengan baik terhadap

keempat komponen prestasi tersebut.

Sedangkan yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah faktor yang

mempengaruhi prestasi atlet yang berasal dari luar diri atlet, atau dari luar potensi

yang dimiliki atlet. Faktor eksternal dimaksud meliputi: factor pelatih, Pembina,

iklim, dan cuaca, gizi, sarana dan prasarana, organisasi, penonton, wasit, hakim

garis, keluarga, dan lain sebagainya. Intinya adalah semua faktor yang

mempengaruhi prestasi atlet yang berasal dari luar diri atlet.

Disamping faktor-faktor yang dijelaskan di atas, prestasi atlet sepak bola

juga ditentukan oleh bakat dan motivasi dari atlet itu sendiri, program dan metode

latihan serta usaha pembinaan yang teratur dan berlanjut dalam pembinaan yang

diarahkan kepada pencapaian keberhasialan bermain sepak bola dan peningkatan

prestasi. Dari faktor internal tersebut teknik dasar dalam permainan sepakbola

seperti menendang, menggiring, passing dan control, dan menyundul bola

merupakan kemampuan dasar yang sangat dominan menetukan keberhasilan

dalam permainan sepakbola meskipun ikut dipengaruhi oleh faktor kondisi fisik

dan mental pemain sepakbola tersebut.

Dengan demikian untuk dapat mendukung keberhasilan bermain sepak

bola, teknik dasar sepakbola hendaknya mendapat perhatian utama.Hal ini apabila
3

dibiarkan maka prestasi pemain sepak bola SSB Kota Sawahlunto sulit mencapai

tujuan yang di inginkan.Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melihat

“KeterampilanTeknik Dasar PemainSepakbolaSSB Kota Sawahlunto.

B. Identifikasi Masalah

Sehubungan permasalahan dalam penelitian ini banyak faktor yang

memepengaruhi klub sepakbola SSB Kota Sawahlunto untuk meraih prestasi.

Faktor tersebut dapat diidentifikasikan sebagai berikut :

1. Teknik dasar pemain masih kurang maksimal.

2. Kurangnya latihan teknik dasar.

3. Tidak sampainya passing kepada teman.

4. Selalu kalah saat duel udara dengan lawan.

5. Tidak mampu menggiring dan mengontrol bola dengan baik.

6. Tidak mampu melewati lawan dan bola selalu terlepas saat menggiring bola.

7. Kurangnya power dan ketepatan dalam melakukan shooting ke gawang.

C. Pembatasan Masalah

Mengingat banyaknya faktor yang ikut berperan dalam meraih prestasi

bagi klubsepakbola SSB Kota Sawahlunto dan terlalu lamanya yang diteliti serta

penulis maka dalam penelitian ini tidak semua faktor teridentifikasi diatas dapat

diteliti, penulis hanya membatasi pada masalah penguasaan teknik dasar pemain

sepakbola yang meliputi : (1) menendang(shooting), (2) menggiring(dribbling) (3)

passing dan mengontrol (4) menyundul(heading)bola, yang akan di deskripsikan

hubungannya dengan menurunnya prestasi klub sepakbola SSB Kota Sawahlunto.


4

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang diatas, identifikasi masalah dan

pembatasan masalah maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimanaketerampilan teknik penguasaan menggiring bola (dribbling)

pemain sepakbola SSB Kota Sawahlunto?

2. Bagaimana keterampilan teknik penguasaan menendang (shooting) bola

pemain sepakbola SSB Kota Sawahlunto?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pada permasalahan yang diangkat maka tujuan yang ingin

dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan

tentang :

1. Untuk mendeskripsikan bagaimana penguasaan menggiring bola(dribbling)

pemain pada klubsepakbola SSB Kota Sawahlunto.

2. Untuk mendeskripsikan bagaimana penguasaan menendang (shooting)bola

pemain pada klubsepakbola SSB Kota Sawahlunto.

3. Untuk mendeskripsikan bagaimana penguasaan passing dan mengontrol bola

pemain pada klubsepakbola SSB Kota Sawahlunto.

4. Untuk mendeskripsikan bagaimana teknik menyundul bola (heading)para

pemain pada klubsepakbola SSB Kota Sawahlunto.

F. Manfaat Penelitian

1. Sebagai salah satu syarat bagi penulis untuk memperoleh gelar sarjana

sains di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang.


5

2. Pelatih dan Pembina klubsepakbola SSB Kota Sawahluntosebagai

pedoman dalam meningkatkan latihan.

3. Pengurus klubsepakbola SSB Kota Sawahlunto untuk sebagai gambaran

prestasi atlet.

4. Sebagai gambaran bagi PSSI Kota Padang dalam membina dan

mengarahkan atlet dalam latihan.

5. Sebagai gambaran bagi PSSI Sumbar dalam membina dan mengarahkan

atlet dalam latihan.

6. Sumbangan bagi ilmu pengetahuan, pengembangan ilmu pengetahuan

serta sebagai pengetahuan bagi pembaca.


6

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

1. Sejarah dan perkembangan sepakbola

Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang populer di

dunia.Sepakbola telah banyak menjalani perubahan dan perkembangan dari

bentuk sederhana dan primitif sampai menjadi permainan sepakbola modren yang

sangat digemari dan di senangi banyak orang, baik dari anak – anak, orang tua

bahkan wanita.Kemajuan teknologi yang pesat juga mempengaruhi perkembangan

permainan sepakbola.

Menurut sejarah, permainan yang menyerupai permainan sepakbola sudah

dikenal di berbagai negara di dunia. Seperti di Cina, pada tahun 1122 – 247

sebelum masehi yaitu pada masa dinasti Han. Selanjutnya pada abad ke 14 Jepang

sudah mengenal permainan ini yang diberi nama Kemari yang dimainkan oleh dua

oleh dua regu yang masing – masing berjumlah 8 orang pemain. Sedangkan pada

zaman romawi kuno permainan ini dikenal dengan Harpstum,permainan ini

terkenal pada zaman pemerintahan Julius Cesar.

Pada tahun 1390 – 1400 rakyat Prancis juga telah mengenal permainan

sepakbola kuno, sedangkan di Inggris pada permulaan abad 12 masyrakat Inggris

terutama yang berada pada kota London sepakbola kuno ini telah dimainkan oleh

dua regu, yang masing – masing regunya terdiri dari 500 orang, yang dimainkan

dari pukul 12.00 sampai dengan pukul 18.00. Sehingga pada tahun 1250

sepakbola ini berkembang pesat.Jarak antara gawang adalah 3 sampai 4 kilometer

6
7

sedangkan bolanya terbuat dari usus lembu yang dibalut dengan kulit.Permainan

ini dilakukan dengan sangat keras dan banyak menimbulkan cidera, luka luka dan

kekacauan karena dimainkan di jalan raya.Akhirnya pada tahun 1389 dilarang

oleh raja Richard dan raja Henry IV.

2. Teknik Dasar Permainan Sepakbola

Syafruddin (2011:179) menyatakan bahwa: “teknik dalam olahraga adalah

suatu acara yang digunakan atau dikembangkan oleh seseorang atau atlet untuk

menyelesaikan/memecahkan suatu tugas gerakan dalam olahraga secara efektif

dan efisien”. Berdasarkan pendapat sebelumnya dapat diartikan bahwa teknik

dasar sepakbola merupakan suatu tugas gerakan efektif dan efesien yang harus

dikuasai oleh seorang pemain dimana gerakan tersebut merupakan bentuk –

bentuk aksi, perbuatan, tindakan motorik yang dilakukan seseorang untuk

mencapai tujuan suatu gerakan dalam olahraga sepakbola.

Sedangkan kegunaan dan fungsi teknik menurut Maidarman (2011:20)

adalah (a) sebagai fondasi untuk meningkatkan keterampilan yang bermutu tinggi,

(b) dapat andil secara efektif efesien dalam rangka mencapai prestasi prima, (c)

menambah sikap kemantapan bertanding.

Selanjutnya Maidarman (2011:20) mengemukakan macam – macam teknk

dalam olahraga yaitu: (a) teknik dasar ialah proses gerak fondasi dengan tuntutan

kondisi gerak sederhana dan mudah, (b) teknik menengah ialah proses gerak

dengan taraf kesulitan lebih tinggi dibandingkan dengan teknik dasar, (c) teknik

tinggi ialah proses gerak dengan taraf kesulitan lebih tinggi dibandingkan dengan

teknik dasar, intensitas gerak, koordinasi, keseimbangan, dan ketepatan.


8

Zalpendi dkk (2005 : 100) mengatakan teknik dalam permainan sepakbola

terdiri dari: “(1) teknik tanpa bola dan (2) teknik dengan bola. Teknik tanpa bola

seperti: lari, melompat, gerak tipu, tackling sertarempel (body chart). Sedangkan

teknik dengan bola seperti: menendang bola, melempar bola, dan teknik penjaga

gawang.

Jadi berdasarkan pendapat diatas, dalam olahraga permainan sepakbola

teknik dasar merupakan suatu pondasi untuk dapat bermain sepakbola.Teknik

dasar adalah semua kegiatan yang mendasar dari permainan sepak bola sehingga

dengan modal demikian seseorang sudah dapat bermain sepakbola.

a. Teknik tendangan dalam sepakbola (shooting)

Dalam permainan sepakbola dibutuhkan bermacam – macam teknik.Dari

sekian banyak teknik yang dibutuhkan menendang adalah bagian yang

terpenting.Seseorang pemain sepakbola yang tidak dapat menendang tidak

memungkinkan menjadi pemain yang terkemuka. Menendang bola merupakan

suatu usaha untuk memindahkan bola dari suatu tempat ke tempat yang lain

dengan menggunakan kaki atau bagian kaki. Menendang bola dapat dilakukan

dalam keadaan diam maupun saat melayang di udara.

Menendang adalah suatu teknik dalam sepakbola yang harus dikuasai,

sebab seseorang yang tidak bisa menendang berarti tidak dapat bermain

sepakbola, Klub Pengajar Sepakbola (2005:103) menyatakan bahwa:

“Tujuan dari menendang bola adalah: (a) untuk memberikan (mengoper)


bola kepada teman, (b) untuk memasukan bola ke gawang lawan, (c)
untuk menghidupkan bola kembali setelah pelanggaran seperti tendangan
bebas, tendangan penjuru, tendangan lawan dan lain sebagainya,dan (d)
untuk melakukan clearing dengan cara menyapu dan menendang bola
9

yang berbahaya di daerah sendiri atau dalam usaha membendung


serangan lawan yang dapat mengancamdaerah pertahanan sendiri”.

Akurasi atau akurat adalah suatu ketepatan sasaran yang dituju.Akurasi

tendangan jauh adalah keakuratan sebuah tendangan dari jarak yang jauh yang

dilakukan oleh pemain baik dalam memberikan operan atau tendangan ke gawang.

Tendangan jauh dinyatakan akurat jika bola tersebut tepat ke arah teman maupun

daerah yang akan dituju atau mudah untuk dijangkauoleh rekan satu klub.

Di dalam teknik menendang bola ada dua bentuk pelaksanaan yaitu

menendang datar atau dekat yang seiring diistilahkan dengan passing kemudian

menendang lambung atau jauh yang biasa disebut longPassing.Tendangan jauh

merupakan bagian dari teknik passing itu sendiri yang tujuannya memberikan

bola jauh maupun bola daerah tepat pada sasaran sehingga dapat mempermudah

terciptanya peluang untuk memasukkan bola ke gawang.

Djezed (1985) mengemukakan bahwa ide dalam permainan sepakbola

adalah berusaha untuk memasukkan bola sebanyak mungkin ke gawang lawan

dan berusaha menghindari kemasukan bola dari serangan lawan sebanyak

mungkin.Untuk mencetak gol ke gawang lawan selain pemain dituntut untuk

memiliki kemampuan melakukan keterampilan menembak yang baik, pemain

juga harus terampil dalam melakukan operan baik terhadap teman maupun ke

daerah sasaran permainan lawan guna menciptakan peluang untuk memudahkan

terciptanya gol.

b. Teknik menggiring bola (dribbling)

Menggiring bola merupakan salahsatu teknik dasar permainan yang harus

dikuasai oleh setiap permainan yang harus dikuasai oleh setiap pemain.
10

Soekatamsi (1992:2) menyatakan bahwa: “menggiring bola (dribbling) adalah

gerakan lari menggunakan kaki mendorong agar bergulir terus menerus diatas

tanah”. Darwis (1999:59) menyatakan bahwa menggiring bola (dribbling)

merupakan teknik dalam usaha memindahkan bola dari suatu tempat ketempat

lain pada saat permainan berlangsung. Jadi berdasarkan pendapat diatas,

menggiring bola adalah gerakan lari menggunakan kaki mendorong bola agar

bergulir secara terus menerus di atas tanah dan bola berada dalam penguasaan

pemain tersebut.

Menggiring bola, merupakan teknik dalam usaha membawa bola dari suatu

daerah ke daerah lain pada saat permainan sedang berlangsung. Arsil (2006:22)

menggiring bola berguna untuk: “(1) memindahkan daerah permainan, (2)

melewati lawan, (3) memperlambat tempo permainandan, (4) memancing lawan

untuk mendekati bola sehingga daerah penyerangan terbuka”.

Adapun menurut klub pengajar sepakbola (2005:110), menyatakan bahwa

menggiring bola berguna untuk memindahkan bola dari daerah sendiri ke daerah

permainan lawan, untuk melewati lawan, memancing lawan untuk mendekati bola

sehingga daerah penyerangan terbuka, untuk memperlambat tempo permainan,

disamping itu juga berguna untuk mencetak gol ke gawang lawan dengan cara

melewati penjaga gawang jika sudah berhadapan langsung dengan penjaga

gawang tersebut.

B. Kerangka Konseptual

Teknik dasar sepakbola adalah suatu tugas gerakan efektif dan efisien yang

harus dikuasai oleh seorang pemain seorang pemain dimana gerakan tersebut
11

merupakan bentuk bentuk aksi, perbuatan, tindakan motorik yang dilakukan

seseorang untuk mencapai tujuan suatu gerakan dalam olahraga sepakbola

Ketepatan tendangan adalah suatu usaha untuk memindahkan atau

menendang bola kesasaran dengan menggunakan kaki dan menempatkan atau

mengarahkan bola yang ditendang kearah yang sulit dijangkau oleh

penjaga gawangsehingga tercipta gol.Menendang bola adalah suatu teknik

menyentuh atau mendorong.Menendang bola merupakan faktor dominan dalam

permainan sepak bola.Secara garis besar, menendang bola dapat dibedakan

menjadi 3 macam.

a) Menendang bola dengan kaki bagian dalam

Sikap melangkah, kaki yang berada didepan diletakkan dibelakang bola,

sekaligus sebagai kaki tumpu dan jari-jari menghadap kedepan, sikap badan

condong ke depan, kaki belakang menghadap serong kedalam. Ayunkan kaki

belakang kearah bola, perkenaan bola dengan kaki bagian luar dan sumbu gerakan

dari pangkal paha.Teknik seperti ini biasanya digunakan untuk mengoper bola

kepada teman, karena akurasi tendangan dengan kaki bagian dalam sangat baik.

b) Menendang bola dengan kaki bagian luar

c) Menendangbola dengan punggung kaki

Dalam penelitian ini yang menjadi objek kajian adalah penguasaan teknik

dasar pemain klub sepakbola SSB Kota Sawahlunto. Untuk lebih jelasnya maka

dapat dilihat pada skema sebagai berikut


12

Teknik Dasar :
Keadaan pemain sekolah 1. Menendang Bola
sepakbola (SSB) Sawahlunto. 2. Menggiring Bola
3. Menahan dan Mengontrol Bola
4. Menyudul Bola

Gambar.6 Kerangka konseptual

C. Pertanyaan Penelitian

Di dalam penelitian ini diajukan pertanyaan penelitian yaitu sebagai

berikut:

1. Bagaimana penguasaan teknik menendang bola (shooting) pemain sepakbola

SSB Kota Sawahlunto?

2. Bagaimana penguasaan teknik menggiring bola (dribbling) pemain sepakbola

SSB Kota Sawahlunto?


13

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis, Waktu dan Tempat Penelitian

1. Jenis Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang akan dibahas, maka penelitian ini bersifat

deskriptif yang bertujuan untuk mengungkapkan tentang kemampuan teknik dasar

pemain sepakbola SSB Kota Sawahlunto seperti apa adanya tanpa memberikan

perlakuan. Seperti yang diungkapkan oleh Arikunto (1989 : 310) yaitu “penelitian

deskriptif adalah penelitian yang tidak bermaksud untuk menguji hipotesis

tertentu tetapi hanya menggambarkan apa adanya tentang sesuatu variabel, gejala,

sampel, rancangan tes, yang sesuai dengan permasalahan diatas.

Pada penelitian ini yang ingin diketahui adalah bagaimana kemampuan

teknik dasar terhadap menurunnya prestasi pemain sepakbola SSB Kota

Sawahlunto.

2. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian iniakan dilakukan di lapangansepakbola SSB Kota Sawahlunto

di Air Tawar belakang Basko Grand Mall.

3. Defenisi Operasional

Penguasaan teknik dasar sepakbola yang dimaksud untuk diteliti adalah

beberapa macam bentuk teknik dasar dalam sepakbola yang gerakannya dengan

bola yaitu:

13
14

1. Kemampuan teknik dasar sepakbola yang dimaksud untuk diteliti

adalah akurasi atau ketepatansasaran tendangan yang dituju dengan

menggunakan tes sepak sasaran.

2. Kemampuan teknik menggiring bola dalam penelitian ini adalah suatu

gerakan dalam permainan sepakbola yang menggunakan kaki untuk

mendorong bola sehingga berpindah dari suatu tempat ke tempat lain

sesuai dengan yang diharapkan dan bola selalu tetap dalam penguasaan

pemain. Dengan menggunakan tes menggiring bola menghindari

rintangan.

3. Kemampuan teknik passing dan mengontrol bola pada penelitian ini

adalah usaha untuk menghentikan atau mengambil bola untuk

selanjutnya dikuasai sepenuhnya oleh pemain. Menggunakan tes sepak

dan tahan bola.

4. Kemampuan teknik menyundul bola pada penelitian ini adalah

memainkan bola dengan kepala dimana bola dapat dikuasai oleh

pemain. Menggunakan tes heading sambil berdiri

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Arikunto (2002 : 130) mengatakan bahwa “populasi adalah keseluruhan

subjek penelitian”. Pada penelitian ini yang dijadikan populasi adalah pemain

sepakbola SSB Kota Sawahlunto yang masih aktif mengikuti latihan serta

terdaftar sebagai pemain pada tahun 2015 yang berjumlah 52 orang. Dimana

teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara teknik acak (random sampling)
15

2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah pemainklub SSB Kota Sawahlunto

yang berjumlah 22 orang dengan tingkatan U-15 sampai U-17.

Tabel.1 Populasi Penelitian


Sumber: data dari klubSSB Kota Sawahlunto

No Under Jumlah

1. U-15 7 orang

2. U-16 7 orang

3. U-17 8 orang

Jumlah 22 orang

C. Instrument Penelitian

Untuk mengumpulkan data di dalam penelitian ini peneliti menggunakan

instrument tes untuk masing masing variable sebagai berikut:

1. Tes kemampuan menendang bola(Shooting)

Untuk mengambil data tes kemampuan menendang bola ini dinamakan tes

“sepak sasaran” yang bersumber dari Depdikbud dan Pusat Kesegaran Jasmani,

(1984).Tes ini juga pernah dipakai dalam menilai kemampuan sepakbola atletnya.
16

Pelaksanaanya:

Testee melakukan tendangan ke gawang dengan posisi atau letak shooting

dibagi atas tiga tempat.Masing – masing tempat dibagi atas tiga tempat dilakukan

dua kali tendangan, dengan jumlah tembakan seluruhnya yang dimiliki testee

berjumlah 6 kali tendangan pengulangan sesuai dengan target yang telah diberi

angka atau nilai ketepatan tendangan pada gawang.

Tabel.2 Norma Akurasi Tendangan Ke Gawang


(Sumber Depdikbud (1989)
No Kategori Norma

1 Sangat Baik > 17

2 Baik 15 – 1

3 Sedang 12 – 14

4 Kurang 9 – 11

5 Kurang Sekali <9

2. Tes menggiring bola(Dribbling)

Tes ini bertujuan untuk mengukur keterampilan menggiring bola

(dribbling) menghindari rintangan (dodging). Alat yang dibutuhkan adalah bola

sepak 1 buah, stopwatch 1 buah, 9 buah cones atau patok, alat tulis, meteran,

kapur, dan formulir serta lapangan yang rata minimal berukuran 10x10 meter.

Sedangkan pelaksanaan tes yaitu sebagai berikut : testee berdiri dibelakang

bola menghadap arah lintasan yang akan ditempuh dalam keadaan siap

menggiring bola melewati rintangan yang telah dipasang, dengan cara menggiring

bola melewati rintangan yang telah dipasang, penguji menghitung mundurtiga,

dua, satu, “mulai” kemudian pemain memulaidrbbling seperti yang ditunjukan


17

pada gambar, apabila testee melangkahi atau mengenai patok (cones) maka tes di

ulang atau tidak valid, setelah tiba di rintangan terakhir maka testee

menggiringbola secepat mungkin kearah finish, testee diberi kesempatan

melakukan 2 kali dan waktu yang diambil adalah waktu yang paling baik.

Tabel.3 Norma Tes DribblingSumber: Jens Bangsbo (2013)


No Norma Waktu (Detik)

1 Sempurna < 10,0

2 Baik Sekali 10,0 – 11,0

3 Baik 11,0 – 12,0

4 Sedang 12,0 – 13,0

5 Kurang 13,0 – 14,0

6 Sangat Kurang >14,0

3. Tes passing dan menggontrol bola(Passing Control)

Untuk mendapatkan data tentang kemampuan teknik dasar passing dan

mengontrol bola maka dilakukan dengan melakukan tes sepak dan tahan (passing

dan stopping)

Tujuan : mengukur keterampilan passing dan mengontrol bola

Alat yang digunakan:

a. Bola 2 buah

b. Stopwatch

c. Bangku 4 buah (papan ukuran 3m x 60cm sebanyak 2 buah)

d. Kapur
18

Petunjuk pelaksanaan :

Testee berdiri di belakang garis tembak yang berjarak 4m dari

sasaran/papan dengan posisi kaki kanan atau kiri siap menembak sesuai dengan

kebiasaan pemain.Pada aba-aba “Ya”, testee mulai menyepak bola ke sasaran,

pantulannya ditahan kembali dengan kaki dibelakang garis tembak.Selanjutnya

dengan kaki yang berbeda bola di sepak kearah yang berlawanan.Apabila bola

keluar dari daerah sepak, maka testee menggunakan bola cadangan yang telah

disediakan. Gerakan tersebut dinyatakan gagal bila : Bola ditahan/disepak di

depan garis sepak dan disepak hanya dengan satu kaki saja. Cara mengskor :

jumlah menyepak dan menahan bola secara sah selama 30 detik. Hitungan satu

diperoleh dari satu kali kegiatan menendang dan menanhan bola, berlawanan

dengan sepakan pertama.

Tabel.4 Norma Tes Passing ControlSumber : Nurhasan (2001)


No Norma Waktu (Detik)

1 > 18 Sangat baik

2 16 – 18 Baik

3 13 – 15 Sedang

4 10 – 12 Kurang

5 < 10 Kurang Sekali

4. Tes menyundul bola(Heading)

Untuk mendapatkan data tentang kemampuan teknik dasar heading maka

dilakukan dengan melakukan cara tes heading sambil berdiri (Winarno,2006:47-

49).
19

Tujuan tes ini untuk mengukur kemampuan heading. Perlengkapan yang

diperlukan bola 1 buah, stopwatch, separangkat alat tulis dan formulir, dinding

pantul dan dinding sasaran (tembok atau dinding papan yang kuat), dengan ukuran

bujur sangkar yaitu panjang 3 meter dan tinggi 3,5 meter.

Pelaksanaan tes: Pengambil waktu member aba - aba “SIAP” testee berdiri

menghadapi ke dinding pantul dengan bola ditangan dalam keadaan siap memulai

tes. Pengambil waktu kemudian member aba-aba “Ya”, dan testee segera

memantulkan bola ke dinding dengan menggunakan kepala, dan ini harus

dilakukan secara terus menerus selama 30 detik.

Apabila bola jatuh ditanah, maka testee harus mengambil bola tersebut dan

memainkan kembali sampai batas waktu yang telah ditentukan.Bagi pengambil

waktu, bersamaan dengan aba-aba “Ya” stopwatch dijalankan.Tepat 30 detik

pengambil pemberi waktu memberikan aba-aba “STOP” dan menghentikan

stopwatch nya.Tugas pengawas memperhatikan heading bola yang dilakukan

testee secara sah dan masuk ke dalam daerah sasaran tes menyundul

bola.Sedangkan penilaian (scoring) adalah jumlah pengulangan tiap kali heading

bola yang benar ke dinding pantul selama 30 detik, maka diambil sebagai data

penelitian.

Tabel.5 Kemampuan headingSumber : Winarno (2006)

No Norma Waktu (Detik)

1 > 17 Sangat baik

2 15 – 17 Baik
20

3 12 – 14 Sedang

4 9 – 11 Kurang

5 <9 Kurang Sekali

D. Teknik Analisis Data

Untuk memperoleh gambaran tentang karesteristik dari masing – masing

variabel penelitian digunakan statistik deskriptif digunakan untuk menjawab

pertanyaan penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya


21

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan diuraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan. Data

yang dianalisis sesuai dengan hasil faktual dilapangan seperti apa adanya. Hasil

analisisi ini merupakan gambaran tingkat kemampuan teknik dasar pemain

sepakbola SSB Kota Sawahlunto.

A. Analisis Deskriptif

Analisis data penelitian dilakukan secara beruntun sesuai dengan urutan

pada pertanyaan dan tujuan penelitian.Semua data dianalisis secara statistic

deskriptif dengan tabulasi frekuensi.Adapun variabel variabel yang diteliti

tersebut adalah sebagai berikut.

1. Menendang bola (Shooting)

Kemampuan menendang bola diukur dengan menggunakan tes sepak

sasaran, hasil pengukuran tersebut dapat dilihat pada tabel distribusi frekuensi tes

menendang bola pemain sepakbola SSB Kota Sawahlunto dapat diperoleh data

distribusi frekuensi sebagai berikut :

Tabel.6Distribusi Frekuensi kemampuan menendang bola (shooting)pemain


Sepakbola SSB Kota Sawahlunto
NO Frekuensi
Kelas Interval Kategori
Absolute Relative (%)
1 >17 0 0,00 Baik Sekali
2 15-17 3 13,6 Baik
3 12-14 11 50,0 Cukup
4 8-11 8 36,3 Kurang
5 <8 0 0,00 Kurang ekali
Jumlah 22 100
Rata-rata 13.5 poin Cukup
Skor Maksimum 16 poin Baik
Skor Minimum 10 poin Kurang

21
22

Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil pengukuran kemampuan

menendang bola pemain Sepakbola SSB Kota Sawahlunto.Dari tes sepak sasaran

di peroleh skor maksimum 16 tergolong kategori baik dan skor minimum 10

tergolong kategori kurang. Agar lebih jelas nya hasil tes kemampuan menendang

bola pemain dapat dilihat pada histrogram berikut :

60

50

40

30

20

10

0
BS B C K KS

Gambar.1 Histrogram frekuensi kemamapuan menendang bola


(shooting)

Berdasarkan histrogram di atas dari 22 pemain, 3 orang (13.6%) memiliki

tingkat penguasaan menendang bola pada kategori baik, 11 orang (50.0%) pemain

berada pada kategori cukup, sedangkan 9 orang (36.3%) pemain tergolong pada

kategori kurang. Selanjutnya tak seorangpun juga pemain yang berada pada

kategori baik sekali (0%), dan tidak ada pemain berada pada kategori kurang

sekali (0%).
23

2. Menggiring Bola (Dribbling)

Kemamapuan menggiring bola (dribbling) di ukur dengan menggunakan

tes menggiring bola melewati patok.Hasil pengukuran menggiring bola pemain

sepakbola SSB Kota Sawahlunto.

Berdasarkan table distribusi frekuensi di atas diperoleh hasil pengukuran

menggiring bola pemain sepakbola SSB Kota Sawahlunto dengan tes menggiring

bola.Dari tes pengukuran diatas diperoleh skor maksimum 10.22 detik tergolong

pada kategor baik sekali dan skor minimum 14.46 detik yang tergolong kategori

kurang sekali.Sedangkan rata – rata tingkat kemampuan menggiring bola pemain

sepakbola SSB Kota Sawahlunto 11.79 detik tergolong pada kategori baik.

B. Pembahasan

Berdasarkan uraian di atas, serta dan olah data mengenai “Keterampilan

Teknik Dasar Pemain SSB Kota Sawahlunto”, maka pada bab ini akan dijawab

pertanyaan penelitian sesuai dengan rumusan – rumusan masalah yang telah

diajukan sebelumnya yaitu bagaimana penguasaan teknik dasar sepakbola pemain

sepakbola SSB Kota Sawahlunto yang berkenaan dengan kemampuan menendang

bola (shooting), menggiring bola (dribbling), kemampuan passing dan mengontrol

(passing control) bola serta kemampuan menyundul bola (heading). Agar lebih

jelasnya jawaban dari pertanyaan penelitian dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Rata – rata skor tingkat penguasaan teknik dasar menendang bola yang diambil

dengan cara menggunakan tes sepak sasaran yang dimiliki pemain sepakbola

SSB Kota Sawahlunto adalah 13.5 di kategorikan cukup. Artinya teknik

menendang bola yang dimiliki pemain Sekolah SSB Kota Sawahlunto masih
24

jauh dari yang diharapkan atau masih belum baik dan maksimal maka sangat

berpengaruh pada penampilan pemain serta sulit untuk memenangkan suatu

pertandingan karena teknik dasar menendang bola sangat dominan untuk

menciptakan gol ke gawang lawan jika teknik dasar menendang bola ini masih

belum di kuasai dengan baik dan sempurna maka pertandingan yang

berlangsung dapat didominasi oleh lawan. Sebaliknya jika kemampuan teknik

dasar menendang bola dapat dikuasai dengan baik oleh pemain Sepakbola SSB

Kota Sawahlunto maka akan dapat membantu serta meningkatkan kualitas

kemampuan menendang bola ke arah gawang serta meraih prestasi yang lebih

baik sesuai yang diharapkan.

Berdasarkan table distribusi frekuensi pemain sebelumnya skor rata –

rata yang diperoleh dari tingkat penguasaan kemampuan teknik dasar

menendang bola pemain Sepakbola SSB Kota Sawahlunto adalah 12.18 yang

berkategori cukup.Berarti pemain Sepakbola SSB Kota Sawahlunto belum

dapat merealisasikan kemampuan teknik dasar menendang bola dengan baik

dan maksimal, sehingga perlu ditingkatkan secara sistematis agar menjadi lebih

baik.

Berdasarkan hasil studi pada klub Sepakbola SSB Kota Sawahlunto ini

penurunan prestasi yang diraih tim ini tidak terlepas dari penguasaan teknik

yang dimiliki pemain. Disini ditemukan kemampuan teknik teknik khusus nya

teknik menendang bola (shooting) yang dimiliki masih berada pada kategori

cukup.Hal ini jelas sangat mempengaruhi prestasi karena menendang bola

merupakan hal yang paling dominan dalam menciptakan gol ke gawang


25

lawan.Seharusnya tingkat kemampuan menendang bola pemain berada pada

kategori baik sekali, sehingga kualitas permainan bagus dan tidak tertutup

kemungkinan untuk meraih prestasi yang tinggi.

2. Rata – rata tingkat penguasaan teknik menggiring bola yang dimiliki pemain

Sepakbola SSB Kota Sawahlunto adalah 12.07 dikategorikan baik dan perlu

lebih di kembangkan lagi dengan latihan yang lebih maksimal, agar bisa

mencapai pada kategori baik sekali. Dengan menggiring bola pada kategori

baik sekali diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas penampilan pemain

karena dengan semakin tingginya tingkat penguasaan teknik menggiring bola

yang dimiliki pemain dapat menjadikan pemain lebih percaya diri dengan

kemampuan yang dimilikinya sehingga dapat membantu pemain lain, dan

dapat mencapai tujuan prestasi yang lebih baik lagi.


26

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan kepada hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan

pada bahagian terdahulu, maka pada bab ini dapat ditarik kesimpulan sebagai

berikut:

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan dapat dikemukakan

kesimpulan bahwa:

1. Tingkat penguasaan teknik dasar menendang bola (shooting) yang dimiliki

pemain Sepakbola SSB Kota Sawahlunto dikategorikan cukup.

2. Tingkat penguasaan teknik dasar menggiring bola (dribbling) yang dimiliki

pemain Sepakbola SSB Kota Sawahlunto dikategorikan baik.

3. Tingkat penguasaan teknik dasar passing dan mengontrol bola (passing dan

control) yang dimiliki pemain Sepakbola SSB Kota Sawahlunto dikategorikan

baik.

4. Tingkat penguasaan teknik dasar menyundul bola (heading) yang dimiliki

pemain Sepakbola SSB Kota Sawahlunto dikategorikan cukup.

B. Saran

Berdasarkan pada kesimpulan dalam penelitian ini maka penulis dapat

memberikan saran yang diharapkan mampu mengatasi masalah yang ditemui

dalam “Keterampilan Teknik Dasar Pemain Sepakbola SSB Kota Sawahlunto”

sebagai berikut:

35
27

1. Diharapkan kepada pelatih untuk dapat memperhatikan tingkat penguasaan

teknik dasar sepakbola yang ada pada saat sekarang agar lebih ditingkatkan

menjadi lebih baik.

2. Diharapkan kepada pemain agar dapat meningkatkan kemampuan menendang

bola (shooting), kemampuan menggiring bola (dribbling), kemampuan Passing

dan mengontrol bola, serta kemampuan menyundul bola (heading) melalui

latihan terprogram secara sistematis.

3. Penelitian ini hanya terbatas pada pemain Sepakbola SSB Kota Sawahlunto

untuk itu perlu dilakukan penelitian pada pemain lain ditempat atau di daerah

yang berbeda dengan jumlah sampel yang lebih banyak lagi.


28

DAFTAR PUSTAKA

Abus,Emral. (2005). Buku Ajar Sepakbola.Padang : FIK UNP Padang

Afrizal.(2004). Permainan Seepakbola.Padang : FIK UNP Padang

Arikunto, Suharmisi. (1996). Prosedur Penelitian.Jakarta : PT Rineka cipta

_________________(1989). Manajemen Penelitian Jakarta: Depdibud Pendidikan


Tinggi

Bangsbo, Jens. (2013)Fitnes Testing In football

Darwis, Ratinus. (1999). Sepakbola.Padang : FIK UNP

Dinata, Marta. (2007). Dasar – dasar Mengajar Sepakbola. Jakarta. Cerdas Jaya.

Djezed, Zulfar. (1985). Buku Pengajaran Sepakbola.Padang : FPOK IKIP

Eric, C Batty. (1986). Latihan Sepakbola Metode Baru Serangan.Bandung:


Pioner Jaya