Anda di halaman 1dari 11

KORELASI NILAI N-SPT TERHADAP SIFAT – SIFAT FISIK DAN

MEKANIS TANAH
2)
Eduard Asna Padagi 1) Eka Priadi Aprianto 2)

Abstrak
Salah satu parameter dari kemampuan daya dukung suatu tanah adalah kepadatan tanah. Yang paling
umum dan banyak dilakukan untuk mencari kepadatan suatu tanah adalah dengan metode sondir (Cone
Penetration Test) dan Standard Penetration Test (SPT). Sifat-sifat fisik dan mekanis tanah dapat
diketahui berdasarkan uji laboratorium dengan menguji sampel tanah yang didapat dari pengeboran
dilapangan. SPT dengan pengeboran dapat dilakukan secara bersamaan pada satu titik pengeboran.
Oleh karena itu dapat diketahui secara bersamaan nilai N-SPT dengan sifat-sifat fisik dan mekanis
tanah tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dan membandingkan hubungan antara nilai N-SPT
yang didapat dilapangan terhadap sifat-sifat fisik dan mekanis tanah pada jenis tanah yang berbeda.
Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data yang berasal dari pekerjaan penyelidikan tanah
dengan metode SPT yang dilakukan oleh laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas
Tanjungpura Pontianak. pekerjaan yang dilakukan lokasinya tersebar di seluruh wilayah provinsi
Kalimantan Barat dengan jumlah sampel sebanyak 372 tabung. Sifat-sifat fisik dan mekanis tanah
yang dikorelasikan dengan N-SPT adalah γd, γm, Cc,Cv, qu, c, dan ϕ.
Hasil dari korelasi antara N-SPT dengan sifat-sifat fisik dan mekanis tanah menunjukan korelasi yang
sangat kuat. Hal ini ditunjukan dengan nilai regresi yang mencapai nilai ≥0,75. Pada tanah lempung
korelasi antara N-SPT dengan sifat-sifat fisik dan mekanis tanah menunjukan bahwa peningkatan nilai
N-SPT ditunjukkan dengan meningkatnya kuat geser tanah seperti nilai kohesi dan sudut geser dalam
tanah meningkat. Selanjutnya peningkatan N–SPT akan diikuti oleh meningkatnya nilai daya dukung
tanah seperti berat volume tanah kering maupun berat volume tanah basah. Tetapi peningkatan nilai N-
SPT akan diikuti dengan menurunnya angka koefisien kompresi dan koefisien konsolidasi yang
ditunjukan dengan menurunnya harga Cc dan Cv. Hal ini menjelaskan bahwa adanya hubungan yang
kuat antara N-SPT dengan sifat-sifat fisik dan mekanis tanah.

Kata Kunci: N-SPT, daya dukung, kuat geser.

1. PENDAHULUAN yang diperlukan, baik untuk perencanaan


Didalam dunia rekayasa geoteknik, tanah maupun untuk pelaksanaan. Adanya data
memiliki peranan yang sangat penting. tanah akan mempermudah perencanaan
Selain sebagai penyangga, tanah dapat dan menganalisa sub-struktur (bagian
pula berfungsi sebagai bahan konstruksi bawah bangunan). Di samping itu, data
itu sendiri. Beban suatu struktur akan yang diperoleh setidaknya dapat dijadikan
diteruskan oleh pondasi ke tanah, dimana pembanding, khususnya terhadap
tanah diharapkan mampu mendukung penyelidikan–penyelidikan tanah yang
beban tersebut. Perencanaan suatu sejenis.
konstruksi memerlukan beberapa data sifat Salah satu parameter dari kemampuan
phisik dan mekanis tanah yang diperoleh daya dukung suatu tanah adalah kepadatan
dari hasil penyelidikan tanah di lapangan tanah. Telah banyak metode-metode
maupun di laboratorium. pengujian yang dapat dilakukan untuk
Penyelidikan tanah dilakukan untuk mencari kepadatan suatu tanah. Yang
mendapatkan informasi berupa data tanah paling umum dan banyak dilakukan

1. Alumni Prodi Teknik Sipil FT Untan


2. Dosen Prodi Teknik Sipil FT Untan
adalah metode pengujian Sondir (Cone 4. Membuat hubungan nilai N-SPT
Penetration Test / CPT) dan Standard terhadap sifat-sifat fisik dan mekanis
Penetration Test (SPT). Data-data yang tanah pada jenis tanah yang berbeda.
dihasilkan dari pengujian ini diperlukan
untuk mencari kemampuan daya dukung
yang di miliki tanah tersebut. 2. METODOLOGI PENELITIAN
Standard Penetration Test (SPT) pada Metodologi yang digunakan dalam
mulanya digunakan untuk menentukan penelitian ini adalah :
kepadatan relatif dari tanah yang berbutir
kasar, yang pada akhirnya berkembang 1. Pengumpulan data sekunder
sebagai salah satu cara yang berlaku pula Sumber data untuk penelitian ini berasal
untuk menentukan konsistensi dari tanah dari dokumen pekerjaan penyelidikan
yang berbutir halus. Dengan pengujian tanah (deep boring) Laboratorium
tersebut kita dapat menentukan kedalaman Mekanika Tanah Fakultas Teknik
tiang yang harus ditanam dan daya dukung Universitas Tanjungpura Pontianak. Data
tiang baik tahanan ujungnya maupun yang diperoleh berupa data ringkasan hasil
tahanan gesernya. uji laboratorium (summary laboratory test
Sifat fisik dan mekanis tanah dapat result) dan data borlog. Data tersebut
diketahui berdasarkan uji laboratorium. merupakan hasil dari pekerjaan
Pengambilan sampel dapat dilakukan penyelidikan tanah oleh Laboratorium
untuk setiap kedalaman tanah. Oleh sebab Mekanika Tanah Fakultas Teknik
itu dapat diketahui secara bersamaan nilai Universitas Tanjungpura Pontianak yang
N-SPT dengan sifat-sifat fisik dan lokasinya tersebar diseluruh wilayah
mekanis tanah. provinsi Kalimantan Barat dengan jumlah
Untuk aplikasi dilapangan dan dapat sampel sebanyak 372 tabung.
dipergunakan secara luas oleh para ahli
teknik sipil maka akan dibuat hubungan 2. Analisa data
diantara keduanya. Oleh sebab itu dalam Analisis data untuk mendapatkan hasil
penulisan skripsi ini, penulis mencoba korelasi nilai N-SPT terhadap sifat –
membahas tentang “Korelasi Nilai N-SPT sifat fisik dan mekanis tanah.
Terhadap Sifat-Sifat Fisik dan Mekanis
Tanah”. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan uraian diatas maka dapat 3.1. Analisa Hubungan Antara N-SPT
ditentukan pembatasan masalah dalam Dengan Sifat-sifat Tanah Pada Tanah
penulisan tugas akhir ini adalah : lempung (Clay)
1. Data yang digunakan adalah data
sekunder.
2. Penelitian ini membahas hubungan
antara nilai N-SPT terhadap sifat–sifat
fisik dan mekanis tanah pada setiap
jenis tanah yang ditemukan pada saat
pengambilan data dilapangan.
3. Membuat grafik hubungan nilai N-SPT
terhadap sifat-sifat fisik dan mekanis
tanah.
3.1.1. Hubungan N-SPT Dengan Sifat-sifat Tanah Pada Tanah Lempung N-SPT = 0-2

Gambar 1. Grafik hubungan antara N-SPT dengan Berat Volume Tanah Kering
pada tanah Kelempungan

Dari grafik diatas didapat nilai R2 = 0,751 0,209x + 0,814. Dari grafik diatas juga
dengan nilai R = 0,7511/2 = 0,866. Hal ini dapat dijelaskan bahwa semakin
menunjukan bahwa korelasi antara N-SPT meningkat nilai N-SPT maka nilai Berat
dengan Berat Volume Tanah Kering pada Volume Tanah Kering akan meningkat
tanah lempung dengan konsistensi N-SPT pula. Persamaan ini dibatasi pada γd =
= 0-2 memiliki korelasi yang sangat kuat 0,648 t/m3-1,264 t/m3 dan N-SPT = 0-2
dengan persamaan regresi nya adalah y = blows/feet.

Gambar 2. Grafik hubungan antara N-SPT dengan Koefisien Konsolidasi


pada tanah Kelempungan.

Dari grafik diatas didapat nilai R2 = 0,789 = 0-2 memiliki korelasi yang sangat kuat
dengan nilai R = 0,7891/2 = 0,888. Hal ini dengan persamaan regresi nya adalah y = -
menunjukan bahwa korelasi antara N-SPT 0,005x + 0,014. Dari grafik diatas juga
dengan Koefisien Konsolidasi (Cv) pada dapat dijelaskan bahwa semakin
tanah lempung dengan konsistensi N-SPT meningkat nilai N-SPT maka nilai
Koefisien Konsolidasi (Cv) akan semakin = 0,003154 cm2/dt-0,01726 cm3/dt dan N-
menurun. Persamaan ini dibatasi pada Cv SPT = 0-2 blows/feet.

3.1.2. Hubungan N-SPT Dengan Sifat-sifat Tanah Pada Tanah Lempung dengan N-SPT ≥ 8

Gambar 3. Grafik hubungan antara N-SPT dengan Berat Volume Tanah Kering
pada tanah Kelempungan.

Dari grafik diatas didapat nilai R2 = 0,605 0,014x + 0,753. Dari grafik diatas juga
dengan nilai R = 0,6051/2 = 0,778. Hal ini dapat dijelaskan bahwa semakin
menunjukan bahwa korelasi antara N-SPT meningkat nilai N-SPT maka nilai Berat
dengan Berat Volume Tanah Kering pada Volume Tanah Kering akan meningkat
tanah lempung dengan konsistensi N-SPT pula. Persamaan ini dibatasi pada γd =
≥ 8 memiliki korelasi yang sangat kuat 0,798 t/m3-1,416 t/m3 dan N-SPT ≥ 8
dengan persamaan regresi nya adalah y = blows/feet.

Gambar 4. Grafik hubungan antara N-SPT dengan Koefisien Konsolidasi


pada tanah Kelempungan.

Dari grafik diatas didapat nilai R2 = 0,604 tanah lempung dengan konsistensi N-SPT
dengan nilai R = 0,6041/2 = 0,777. Hal ini ≥ 8 memiliki korelasi yang sangat kuat
menunjukan bahwa korelasi antara N-SPT dengan persamaan regresi nya adalah y = -
dengan Koefisien Konsolidasi (Cv) pada 0,000x + 0,016. Dari grafik diatas juga
dapat dijelaskan bahwa semakin menurun. Persamaan ini dibatasi pada Cv
meningkat nilai N-SPT maka nilai = 0,003572 cm3/dt-0,01730cm3/dt dan N-
Koefisien Konsolidasi (Cv) akan semakin SPT ≥ 8 blows/feet.

3.2. Analisa Hubungan Antara N-SPT Dengan Sifat-sifat Tanah Pada Pasir (Sand)
3.2.1. Hubungan Antara N-SPT Dengan Sifat-sifat Tanah Pada Pasir dengan N-SPT = 0-10

Gambar 5. Grafik hubungan antara N-SPT dengan Berat Volume Tanah Kering
pada tanah Kepasiran.

Dari grafik diatas didapat nilai R2 = 0,757 0,873. Dari grafik diatas juga dapat
dengan nilai R = 0,7571/2 = 0,870. Hal ini dijelaskan bahwa semakin meningkat nilai
menunjukan bahwa korelasi antara N-SPT N-SPT maka nilai Berat Volume Tanah
dengan Berat Volume Tanah Kering pada Kering akan meningkat pula. Persamaan
pasir dengan konsistensi N-SPT = 0-10 ini dibatasi pada γd = 0,785 t/m3-1,486
memiliki korelasi yang sangat kuat dengan t/m3 dan N-SPT = 0-10 blows/feet.
persamaan regresi nya adalah y = 0,055x +

Gambar 6. Grafik hubungan antara N-SPT dengan Koefisien Konsolidasi


pada tanah Kepasiran.
Dari grafik diatas didapat nilai R2 = 0,765 0,003. Dari grafik diatas juga dapat
dengan nilai R = 0,7651/2 = 0,875. Hal ini dijelaskan bahwa semakin meningkat nilai
menunjukan bahwa korelasi antara N-SPT N-SPT maka nilai Koefisien Konsolidasi
dengan Koefisien Konsolidasi (Cv) pada (Cv) akan meningkat pula. Persamaan ini
pasir dengan konsistensi N-SPT = 0-10 dibatasi pada Cv = 0,001111 cm2/dt-
memiliki korelasi yang sangat kuat dengan 0,0136 cm2/dt dan N-SPT = 0-10
persamaan regresi nya adalah y = 0,001x + blows/feet.

3.2.2. Hubungan Antara N-SPT Dengan Sifat-sifat Tanah Pada Pasir dengan N-SPT ≥ 30

Gambar 7. Grafik hubungan antara N-SPT dengan Berat Volume Tanah Kering
pada tanah Kepasiran.

Dari grafik diatas didapat nilai R2 = 0,604 0,331. Dari grafik diatas juga dapat
dengan nilai R = 0,6041/2 = 0,777. Hal ini dijelaskan bahwa semakin meningkat nilai
menunjukan bahwa korelasi antara N-SPT N-SPT maka nilai Berat Volume Tanah
dengan Berat Volume Tanah Kering pada Kering akan meningkat pula. Persamaan
pasir dengan konsistensi N-SPT ≥ 30 ini dibatasi pada γd = 0,965 t/m3-1,662
memiliki korelasi yang sangat kuat dengan t/m3 dan N-SPT ≥ 30 blows/feet.
persamaan regresi nya adalah y = 0,037x -

Gambar 8. Grafik hubungan antara N-SPT dengan Koefisien Konsolidasi


pada tanah Kepasiran.
Dari grafik diatas didapat nilai R2 = 0,683 + 0,044. Dari grafik diatas juga dapat
dengan nilai R = 0,6831/2 = 0,826. Hal ini dijelaskan bahwa semakin meningkat nilai
menunjukan bahwa korelasi antara N-SPT N-SPT maka nilai Koefisien Konsolidasi
dengan Koefisien Konsolidasi (Cv) pada (Cv) akan semakin menurun. Persamaan
pasir dengan konsistensi N-SPT ≥ 30 ini dibatasi pada Cv = 0,0044 cm2/dt-
memiliki korelasi yang sangat kuat dengan 0,02308 cm2/dt dan N-SPT ≥ 30
persamaan regresi nya adalah y = -0,000x blows/feet.

3.3. Analisa Hubungan Antara N-SPT Dengan Sifat-sifat Tanah Pada Tanah lanau (Silt)
3.3.1. Hubungan N-SPT Dengan Sifat-sifat Tanah Pada Tanah lanau N-SPT = 0-2

Gambar 9. Grafik hubungan antara N-SPT dengan Berat Volume Tanah Kering
pada tanah Kelanauan.

Dari grafik diatas didapat nilai R2 = 0,750 0,256x + 0,807. Dari grafik diatas juga
dengan nilai R = 0,7501/2 = 0,866. Hal ini dapat dijelaskan bahwa semakin
menunjukan bahwa korelasi antara N-SPT meningkat nilai N-SPT maka nilai Berat
dengan Berat Volume Tanah Kering pada Volume Tanah Kering akan meningkat
tanah lanau dengan konsistensi N-SPT = pula. Persamaan ini dibatasi pada γd =
0-2 memiliki korelasi yang sangat kuat 0,558 t/m3-1,614 t/m3 dan N-SPT = 0
dengan persamaan regresi nya adalah y = blows/feet-2 blows/feet.

Gambar 10. Grafik hubungan antara N-SPT dengan Koefisien Konsolidasi


pada tanah Kelanauan.
Dari grafik diatas didapat nilai R2 = 0,767 0,005x + 0,015. Dari grafik diatas juga
dengan nilai R = 0,7671/2 = 0,876. Hal ini dapat dijelaskan bahwa semakin
menunjukan bahwa korelasi antara N-SPT meningkat nilai N-SPT maka nilai
dengan Koefisien Konsolidasi (Cv) pada Koefisien Konsolidasi (Cv) akan semakin
tanah lanau dengan konsistensi N-SPT = menurun. Persamaan ini dibatasi pada Cv
0-2 memiliki korelasi yang sangat kuat = 0,0005125 cm2/dt-0,0203 cm2 dan N-
dengan persamaan regresi nya adalah y = - SPT = 0 blows/feet-2 blows/feet.

3.3.2. Hubungan N-SPT Dengan Sifat-sifat Tanah Pada Tanah lanau dengan N-SPT ≥ 15

Gambar 11. Grafik hubungan antara N-SPT dengan Berat Volume Tanah Kering
pada tanah Kelanauan.

Dari grafik diatas didapat nilai R2 = 0,609 dapat dijelaskan bahwa semakin
dengan nilai R = 0,6091/2 = 0,780. Hal ini meningkat nilai N-SPT maka nilai Berat
menunjukan bahwa korelasi antara N-SPT Volume Tanah Kering akan meningkat
dengan Berat Volume Tanah Kering pada pula. Persamaan ini dibatasi pada γd =
tanah lanau dengan konsistensi N-SPT 0,746 t/m3-1,788 t/m3 dan N-SPT ≥ 15
≥15 memiliki korelasi yang sangat kuat blows/feet.
dengan persamaan regresi nya adalah y =
0,019x + 0,561. Dari grafik diatas juga
Gambar 12. Grafik hubungan antara N-SPT dengan Koefisien Konsolidasi
pada tanah Kelanauan.

Dari grafik diatas didapat nilai R2 = 0,620 dengan persamaan regresi nya adalah y = -
dengan nilai R = 0,6201/2 = 0,787. Hal ini 0,000x + 0,021. Dari grafik diatas juga
menunjukan bahwa korelasi antara N-SPT dapat dijelaskan bahwa semakin
dengan Koefisien Konsolidasi (Cv) pada meningkat nilai N-SPT maka nilai
tanah lanau dengan konsistensi N-SPT ≥ Koefisien Konsolidasi (Cv) akan semakin
15 memiliki korelasi yang sangat kuat menurun.
dukung yang ditunjukan dengan
4. KESIMPULAN meningkatnya nilai berat volume tanah
Dari hasil yang dilakukan pada penelitian kering maupun berat volume tanah basah.
ini dapat ditarik kesimpulan, yaitu sebagai Selanjutnya kenaikan nilai N-SPT juga
berikut: akan diikuti dengan meningkatnya nilai
kuat geser tanah dengan ditunjukan bahwa
1. Pada tanah lempung nilai kohesi dan sudut geser dalam tanah
Pada tanah lempung, jika N-SPT meningkat. Tetapi peningkatan nilai N-
meningkat maka kuat geser tanah juga SPT akan diikuti dengan menurunnya
akan meningkat yang ditunjukan dengan angka koefisien kompresi dan koefisien
meningkatnya nilai N-SPT akan diikuti konsolidasi yang ditunjukan dengan
dengan meningkatnya nilai kohesi dan menurunnya harga Cc dan Cv.
sudut geser dalam tanah. Selanjutnya
peningkatan N-SPT akan diikuti dengan 3. Pada tanah lanau
meningkatnya nilai daya dukung tanah Pada tanah lanau, peningkatan nilai N-
yang ditunjukan dengan meningkatnya SPT akan diikuti dengan menurunnya
nilai N-SPT maka nilai berat volume tanah angka koefisien kompresi dan koefisien
kering dan nilai berat volume tanah basah konsolidasi yang ditunjukan dengan
juga akan meningkat. Sebaliknya menurunnya harga Cc dan Cv. Selanjutnya
peningkatan nilai N-SPT akan diikuti peningkatan N–SPT akan diikuti dengan
dengan menurunnya nilai koefisien meningkatnya nilai daya dukung tanah
kompresi dan nilai koefisien konsolidasi. seperti berat volume tanah kering maupun
berat volume tanah basah. Dan
2. Pada pasir peningkatan nilai N-SPT akan diikuti
Pada pasir, kenaikan nilai N-SPT akan dengan meningkatnya nilai kuat geser
diikuti dengan meningkatnya nilai daya tanah dengan ditunjukan bahwa nilai
kohesi dan sudut geser dalam tanah Studi Teknik Sipil Bidang
meningkat. Geoteknik Institut Teknologi
Bandung, 1994/1995.
5. SARAN
Dari keseluruhan rangkaian penelitian ini Das, Braja M. 1985. Mekanika Tanah
penulis menyampaikan saran sebagai (Prinsip-Prinsip Rekayasa
berikut: Geoteknis). Jilid 1. Jakarta:
1. Dalam analisa data, selain Erlangga.
menggunakan Microsoft Office Excel
2007 dapat juga digunakan program Foth, Henry D. 1994. Dasar-dasar
lainnya seperti Curve Expert Ilmu Tanah. Edisi Keenam.
Professional.
Jakarta: Erlangga.
2. Dalam mengklasifikasikan kelompok
tanah, dapat dilakukan klasifikasi HATTI, Workshop Sertifikasi (G-1)
yang lebih terinci. Himpunan Ahli Teknik Tanah
3. Penelitian ini dapat dilanjutkan
dengan jumlah data yang lebih
Indonesia Vol. 1, Jakarta.
banyak dan dengan data yang terbaru. Oemar S., Bakrie dan Gofur, Nurly.
1995. Sifat-Sifat Tanah Dan
6. DAFTAR PUSTAKA
Metoda Pengukurannya.
Affandi, Rieky. 2004. Korelasi
Palembang: Universitas
Derajat Kepadatan Relatif
Tanah Berbutir Kasar Terhadap Sriwijaya.
Nilai N-SPT. Pontianak: Fakultas Su’ba, Salafuddin. 2001. Korelasi
Teknik Universitas Tanjungpura. Parameter Kuat Geser Hasil
Uji Vane Shear, Triaxial dan
Bowles, Joseph E. Analisa Dan Desain
Direct Shear Pada Tanah
Pondasi. Edisi Keempat. Jilid 1.
Gambut di Kabupaten
Jakarta: Erlangga.
Pontianak. Pontianak: Fakultas
Bowles, Joseph E. Analisa Dan Desain Teknik Universitas
Pondasi. Edisi Keempat. Jilid 2. Tanjungpura.
Jakarta: Erlangga.
Terzaghi, Karl dan Peck, Ralph B.
Bowles, Joseph E. 1999. Analisa Dan 1993. Mekanika Tanah Dalam
Desain Pondasi. Edisi Revisi. Praktek Rekayasa. Edisi
Jilid 2. Jakarta: Erlangga. Kedua. Jakarta: Erlangga.

Bowles, Joseph E. 1991. Sifat-Sifat Verhoef, P. N. W. 1994. Geologi


Fisis dan Geoteknis Tanah. Edisi Untuk Teknik Sipil. Jakarta:
Kedua. Jakarta: Erlangga. Erlangga.

Daya Dukung Tiang Pondasi Wesley, L. D. 1977. Mekanika Tanah.


Berdasarkan Hasil Dari Jakarta: Badan Penerbit
Beberapa Percobaan Penetrasi. Pekerjaan Umum.
Fakultas Pasca Sajana Program