Anda di halaman 1dari 2

Memahami Market Flat

Sebelum seseorang melakukan trading dan menjadi seorang trader maka hal pertama yang harus
diketahui adalah jenis-jenis pergerakan pasar, pasar akan berubah naik namun tidak akan selamanya
naik pasti ada suatu saat akan turun dan sebaliknya. Dari kondisi tersebut ada kondisi dimana grafik
harga bergerak naik turun pada level tertentu dan sulit untuk menentukan posisi apakah akan
melakukan buy atau sell. Kondisi seperti ini dinamakan dengan kondisi flat atau sideways. Mengambil
langkah yang salah tentu akan merugikan terutama untuk trader pemula yang memiliki modal kecil.
Namun bagi trader professional, kondisi ini tetap bisa menghasilkan profit yang bisa disebut sebagai
“tip”.

Pada kondisi market flat, trend tidak akan bertahan lama dan cenderung berubah dalam jangka yang
pendek sehingga membingungkan trader untuk membuka posisi. Namun pada umumnya setelah terjadi
kondisi flat atau side ways maka akan terbentuk trend yang kuat meski untuk keadaan seperti ini tidak
semua trader bisa menerima atau memastikannya. Yang paling terpenting adalah bagaimana
mendapatkan profit dalam kondisi ini, pergerakan harga hanya akan menimbulkan profit 10-60 poin
saja. Terdapat satu teknik yang sangat tepat untuk digunakan pada kondisi seperti ini yaitu teknik
scalping. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya meski profit yang bisa di dapat dari kondisi ini hanya
beberapa poin saja namun hasilnya bisa sebanding dengan profit yang di dapat dari kondisi trend jika
berhasil menggunakan teknik scalping ini.

Membaca pergerakan pasar dengan menggunakan teknik scalping adalah harus memiliki titik acuan dari
waktu sebelumnya atau mengatur periodenya dan melihat pada waktu sebelumnya apakah kondisi ini
bisa disebut sebagai sideways atau tidak. Teknik scalping juga mengacu kepada teknik ala kang gun (kg)
yang cukup terkenal di kalangan trader Indonesia. Biasanya dengan menggunakan teknik kg pada kondisi
flat maka harus di lihat dari waktu sebelumnya. Periode yang digunakan adalah periode dengan waktu
yang panjang, misal periode 4 jam, daily, weekly dan monthly. Juga biasanya menggunakan indikator
lain untuk mempermudah pergerakan pasar seperti Moving Average dan Bollinger bands.

Atau dalam market flat trader bisa melakukan trading sesuai pergerakan harga menggunakan garis
support dan resistance. Trader bisa memasangkan garis support menggunakan line horizontal yang
kemudian di pasangkan di bawah titik harga yang paling rendah. Sedangkan untuk memasang garis
resistance adalah dengan menempatkannya di atas grafik harga yang sedang berjalan, rata-rata titik
harga tertinggi. Cara membacanya adalah ketika grafik harga menyentuh garis resistance maka open
posisi sell, sedangkan ketika grafik menyentuh garis support open posisi buy dan begitupun seterusnya
jika menyentuh resistance sell dan jika menyentuh support buy. Cukup mudah menggunakan bantuan
garis resistance dan support ini.

Bisa juga seorang trader mengikuti arah pergerakan harga untuk membuka open trading, misal ketika
harga menembus resistance maka trader akan membuka posisi buy dan ketika garis cenderung turun ke
bawah maka akan mengambil posisi sell.

Meski resiko lumayan tinggi untuk menerapkan strategi dan mengambil posisi pada saat kedaan market
flat, trader harus tetap bisa menganalisanya dengan baik. Salah satu caranya adalah sebelum terjun
pada trading yang sebenarnya, lebih baik untuk mencoba terlebih dahulu pada account demo. Keahlian
membaca pasar dan bertrading pada market flat harus diimbangi dengan pengalaman yang kuat.

Kesimpulannya, dalam kondisi flat trader bisa mengambil keuntungan tapi harus memerhatikan keahlian
dalam membaca pergerakan harga yang tepat dan waktu yang tepat untuk memasuki pasar. Trader
biasanya akan mengambil keuntungan ketika harga berada di antara garis support dan resistance,
disitulah area untuk mendapatkan profit dalam kondisi sideways. Bisa juga memasang stop loss dibawah
garis resistance dan di atas garis support, hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian yang terlalu
besar. Dengan menggunakan stof loss meskipun mengalami kerugian tapi tidak rugi besar sampai modal
habis atau diminimalisir. Setelah mengenal kondisi flat, trader akan memahami dan mengetahui seperti
apa jika menggunakan indikator dalam keadaan seperti ini.