Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH MANAJEMEN OPERASIONAL

“Perencanaan Proses dan Kapasitas”

Disusun Oleh:
KELOMPOK 2

1. Ira Fitria (2016210058)


2. Febriana Jusika A (2016210060)
3. Davied Jananto (2016210065)
4. Ferlina Dwina D (2016210077)

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS SURABAYA


JL. Nginden Semolo 34 - 36 Surabaya 60118
 031-5947151  www.perbanas.ac.id

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa (YME) atas rahmat dan serta hidayah-
Nya, Saya beserta kelompok dapat menyelesaikan Tugas Makalah Manajemen Operasional
yang berjudul “Perencanaan Proses dan Perencanaan Kapasitas”

Penyusunan Tugas Makalah Manajemen Operasional yang berjudul “Perencanaan


Proses dan Perencanaan Kapasitas” bertujuan untuk memahami yang terjadi di kehidupan
sosial tentang strategi yang dihadapi oleh bisnis saat ini dalam lingkungan global

Laporan ini disusun sesuai dengan proses analisis mengenai segala yang telah kami
lakukan tentang merangkum berbagai macam sumber dari buku, jurnal, makalah dan situs
yang terkait

Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam proses
penyusunan. Oleh karena itu saya menerima segala kritik dan saran, agar kami dapat
memperbaiki laporan penyusunan Tugas Makalah Manajemen Operasional yang berjudul
“Perencanaan Proses dan Perencanaan Kapasitas”

Akhir kata Kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan juga
inspirasi terhadap pembaca.

Sidoarjo, 05 November 2017

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................ i


DAFTAR ISI ......................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................................ 4
1.3 MANFAAT .................................................................................................................. 5
1.3.1 Bagi Penulis ........................................................................................................ 5
1.3.2 Bagi Lembaga ..................................................................................................... 5
1.3.3 Bagi Pembaca ..................................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................................... 6
2.1 Pengertian Perencanaan Proses .................................................................................... 6
2.2 Pengertian Perencanaan Proses Menurut Para Ahli ..................................................... 6
2.3 Macam-macam Perencanaan Proses ............................................................................ 7
2.4 Desain dan Analisis Proses .......................................................................................... 8
2.5 Tujuan Perencanaan Proses ......................................................................................... 9
2.6 Pengertian Perencanaan Kapasitas ............................................................................... 9
2.7 Pengertian Perencanaan Kapasitas Menurut Para Ahli .............................................. 10
2.8 Macam-macam Perencanaan Kapasitas ..................................................................... 10
2.8.1 Perencanaan Kapasitas Jangka Pendek ............................................................. 10
2.8.2 Perencanaan Kapasitas Jangka Menengah ........................................................ 11
2.8.3 Perencanaan Kapasitas Jangka Panjang ............................................................ 11
2.9 Jenis dan Pertimbangan Perencanaan Kapasitas ........................................................ 12
2.10 Empat Pertimbangan khusus Terciptanya Keputusan Kapasitas Yang Baik ........... 13
2.11 Faktor Penentu Perencanaan Kapasitas ................................................................... 14
2.12 Analisis Kemacetan dan Teori Mengenai Kendala.................................................. 15
2.13 Analisis Break Even Point (Titik Impas) ................................................................. 16
2.13.1 Jenis Biaya Berdasarkan Break Even (Titik Impas). .................................... 16
2.14 Menurunkan Resiko dengan Perubahan bertahap .................................................... 16

2
BAB III PENUTUP ............................................................................................................. 17
3.1 KESIMPULAN .......................................................................................................... 17
3.2 SARAN ...................................................................................................................... 17
BAB IV DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 18
BAB V CONTOH KASUS ................................................................................................ 19

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan meningkatnya persaingan, dalam mencapai tujuan utama yaitu


memperoleh keuntungan. Perusahaan adanya pengharapam akan berumur panjang dan
selalu berkembang mencapai kemajuanyang paling maksimal.

Oleh karena itu semua perusahaan di tuntut untuk selalu dpat memenuhi semua
kebutuhan konsumen sesuai dengan bidang usahanya masing-masing terutama dalam hal
kualitas baranng yang baik serta waktu penyelesaian produksi yang cepat.

Dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan konsumennya tersebut, sering kali


perusahaan di hadapkan oleh berbagai masalah seperti terbatasnya faktor-faktor produksi.
Untuk itu faktor-faktor produksi itu harus di kelola melalui manajemen perusahaan yang
baik yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.

Sehingga dalam suatu produksi di butuhkan keperhatian terhadap ketersediaan


kapasitas yang ada. Perencanaan kapasitas di anggap sebagai suatu hal yang penting dalam
menentukan kapasitas yang harus di butuhkan dalam suatu perusahaan tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

1 Apa yang dimaksud dengan perencanaan proses dan perencanaan kapasitas secara
umum maupun menurut para ahli ?
2 Sebutkan macam- macam perencanaan proses dan macam-macam perencanaan
kapasitas !
3 Bagaimanakah proses analisis dan desain proses ?
4 Bagaimana proses analisis kemacetan dan teori mengenai kendala ?
5 Bagaimana proses Analisis Break Even Point (Titik Impas) ?
6 Apakah yang dimaksud dengan menurunkan resiko dengan perubahan bertahap ?
7 Berikan 1 contoh kasus di suatu perusahaan menerapkan perencanaan proses dan
perencanaan kapasitas !

1.3 TUJUAN

1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan perencanaan proses dan perencanaan
kapasitas secara umum maupun menurut para ahli ?
2 Untuk mengetahui macam- macam perencanaan proses dan macam-macam
perencanaan kapasitas !
3 Untuk mengetahui bagaimanakah proses analisis dan desain proses ?
4 Untuk mengetahui bagaimana proses analisis kemacetan dan teori mengenai kendala ?
5 Untuk mengetahui bagaimana proses Analisis Break Even Point (Titik Impas) ?

4
6 Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan menurunkan resiko dengan perubahan
bertahap ?
7 Untuk mengetahui contoh kasus disuatu perusahaan menerapkan perencanaan proses
dan perencanaan kapasitas !

1.3 MANFAAT
1.3.1 Bagi Penulis
- Memberikan penambahan wawasan mengenai materi tentang perencanaan proses dan
kapasitas
- Memberikan pengetahuan tambahan dan dapat dimanfaatkan atau di implementasikan
dimasa yang akan datang dalam mengambil suatu keputusan didalam perusahaan ataupun
organisasi

1.3.2 Bagi Lembaga


- Dapat dijadikan sebagai bahan untuk meningkatkan kwalitas dalam pendidikan melalui
perencanaan proses dan perencanaan kapasitas
- Serta dapat dijadikan sebagai bahan untuk meningkatkan kwalitas mahasiswa di masa
depan

1.3.3 Bagi Pembaca


- Dapat menjadi referensi untuk memenuhi kebutuhan informasi tentang manajemen
operasional.
- Dapat bermanfaat dan memahami dengan mudah mengenai perencanaan proses dan
kapasitas

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Perencanaan Proses

Strategi proses atau transformasi adalah pendekatan organisasi untuk mengubah


sumber daya menjadi barang dan jasa.

Strategi proses merupakan pendekatan organisasi secara keseluruhan untuk


menghasilkan barang dan jasa. Pendekatan ini bermacam-macam tergantung situasi yang
dighadapi oleh perusahaan. Paling tidak ada empat tipe pendekatan yang dilakukan okeh
perusahaan dalam strategi proses yaitu:

1. Pendekatan Proyek: Satu jenis produksi suatu barang untuk memenuhi pesanan
pelanggan.

2. Pendekatan Batch Production: Sistem produk yang memproses beberapa item


dalam kelompok (batch) kecil.

3. Pendekatan Mass Production: Memproduksi barang yang volumenya besar dengan


produk yang terstandarisasi.

4. Pendekatan Continous Process: Digunakan untuk komoditas produk yang


volumenya sangat besar.

2.2 Pengertian Perencanaan Proses Menurut Para Ahli

Menurut W. H. Newman, Planning is desiding in advance what is to be done


(perencanaan adalah penentuan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan)

Menurut Louis A. Allen, Planning is the determination of a course of action to


achieve a desired result. (Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk
mencapai hasil yang di inginkan).

Menurut H. Koontz dan O’Donnel, Planning is the function of a manager which


involves the selection from among alternatives of objective, policies, procedures, and
programs. (Perencanaan adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan
pemilihan berbagai alternatif tujuan, kebijakan, prosedur, dan program)

Menurut Sondan P. Siagian, Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan


penentuan secara matang hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam
rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.

6
2.3 Macam-macam Perencanaan Proses

1. Fokus Pada Proses

Perusahaan yang menggunakan strategi fokus pada proses berarti mengatur fasilitas
yang digunakan untuk operasional di sekeliling proses untuk menghasilkan produksi
dengan volume produksi rendah tetapi variasinya tinggi.

2. Fokus Berulang

Strategi proses yang fokus berulang berarti proses produksinya berorientasi pada
produk yang menggunakan modul. Modul adalah bagian atau komponen yang telah
dipersiapkan sebelumnya, yang sering berada dalam proses yang kontinyu.

3. Fokus Pada Produk

Strategi proses yang berfokus pada produk memiliki volume tinggi dan variasi yang
rendah. Sebuah fasilitas yang terfokus pada produk menghasilkan produk dengan volume
tinggi dan variasi rendah. Fasilitas seperti ini biasanya membutuhkan biaya tetap yang
tinggi, tetapi biaya variabel yang rendah.

4. Fokus Mass Customization

Mass customization merupakan pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi
keinginan konsumen yang semakin unik secara cepat dan murah.

Perusahaan yang menerapkan proses ini menghadapi tantangan yang membutuhkan


kemampuan operasional karena keterkaitan logistik, produksi dan penjualan semakin erat.
Para manajer operasional harus menggunakan sumber daya yang imajinatif dan agresif
untuk membentuk proses yang gesit yang dapat memproduksi produk tertentu dengan
cepat dan murah\

Bagan 1. Perbandingan karakteristik empat tipe strategi proses :


Fokus Pada Fokus Pada Mass
Fokus Berulang
Proses Produk Customization
Volume Volume
Standarisasi
rendah tinggi Volume dan
Produk dengan pilihan
Variasi Variasi variasi tinggi
modul
tinggi rendah
Banyak Operasi berulang Sedikit Banyak
Instruksi
karena ada mengurangi karena karena sesuai
Kerja
perubahan latihan standarisasi order

7
2.4 Desain dan Analisis Proses

Ketika mendesain dan menganalisis proses, kita perlu menanyakan pertanyaan


dibawah ini ;

- Apakah proses didesain untuk mencapai keuntungan dalam hal differensiasi, respon
atau biaya yang murah ?
- Apakah proses mengeliminasi langkah – langkah yang tidak menambah nilai ?
- Apakah proses memaksimalisasi nilai pelanggan seperti yang dianggap oleh
pelanggan ?
- Apakah proses akan mendatangkan pesanan ?

Berikut ini lima alat bantu yang digunakan dalam analisa proses, yaitu ;

1. Diagram alur, suatu gambaran yang digunakan untuk menganalisis pergerakan orang
atau bahan material.
2. Pemetaan fungsi waktu (pemetaan proses), suatu diagram alur dengan waktu yang
ditambahkan pada sumbu horisontal.
3. Pemetaan aliran nilai ( VSM) , suatu alat bantu yang digunakan para manajer
memahami bagaimana untuk menambah nilai dalam aliran bahan material dan
informasi diseluruh proses produksi.
4. Diagram proses, Diagram yang menggunakan simbol untuk menganalisis pergerakan
orang atau bahan material.Diagram proses memungkinkan manajer untuk fokus pada
aktivitas yang memiliki nilai tambah dan menghitung presentasi waktu nilai tambah (
waktu operasional / total waktu)
5. Perencanaan layanan, suatu tehnik analisis proses yang meminjamkan dirinya sendiri
untuk fokus pada konsumen dan interaksi antara pemneri jasa dengan konsumen.

Teknik – Teknik untuk Meningkatkan Produktivitas Jasa

STRATEGI TEKNIK CONTOH

Struktur layanan sehingga para Para konsumen di bank pergi ke


konsumen dapat pergi kemana manajer untuk membuka akun
Pemisahan layanan ditawarkan yang baru, ke pegawai bagian
kredit untuk pinjaman, dan ke
teller untuk mendepositokan uang.

Pelayanan sendiri sehingga para Supermarket dan departmen store,


Pelayanan konsumen dapat meneliti , melakukan pemesanan melalui
sendiri membandingkan dan meninggalkan internet
dengan kecepatan mereka sendiri

Penyesuaian pada saat pengiriman Menyesuaikan pada saat


Penundaan pengiriman bukan pada saat
produksi

8
Fokus Membatasi penawaran Menu restoran yang terbatas

Pemilihan modular atas jasa, Pemilihan investasi dan asuransi ,


produksi modular modul makanan yang telah
Modul
dipaketkan sebelumnya pada
restoran

Memisahkan layanan yang akan Mesin penarikan otomatis


membiarkan mereka sendiri untuk
Otomatisasi
memcoba beberapa tipe dari
otomatisasi

Menjadwalkan personel dengan tepat Menjadwalkan personel konter


Penjadwalan
tiket dengan interval 15 menit

Mengklarifikasi opsi jasa; Penasehat investasi, pengurus


Pelatihan menjelaskan bagaimana menghindari pemakaman, personel
permasalahan pemeliharaan purna jual

Tabel diatas memperlihatkan beberapa teknik untuk desain proses yang inovatif dalam
jasa.

Para manajer menfokuskan dalam proses perancangan inovatif yang dapat mendorong
jasa. Sebagai contoh, supermarket swalayan dapat mengurangi biaya, namun
memungkinkan bagi para konsumen untuk memeriksa fitur yang spesifik yang mereka
inginkan, misalnya kesegaran atau warna.

2.5 Tujuan Perencanaan Proses

Tujuan perencanaan proses adalah untuk menemukan suatu cara membuat produk dan
jasa yang dapat memenuhi persyaratan dari konsumen dan spesifikasi produk yang berada
dalam batasan biaya.

Selain itu perencanaan proses mempunya tujuan yaitu, menemukan suatu cara
memproduksi barang dan jasa yang memenuhi persyaratan dari pelanggan dan spesifikasi
produk yang ada dalam batasan biaya dan batasan manajerial lainnya.

Proses yang dipilih akan berdampak jangka panjang terhadap efisiensi dan produksi,
serta fleksibilitas, biaya, dan kualitas barang yang diproduksi.

2.6 Pengertian Perencanaan Kapasitas

Perencanaan kapasitas adalah keputusan strategi jangka panjang untuk membangun


sumber daya perusahaan secara keseluruhan.

9
Kapasitas (capacity) adalah hasil produksi (throughtphut), atau jumlah unit yang
dapat ditahan, diterima, disimpan, atau diproduksi oleh sebuah fasilitas dalam suatu
periode waktu tertentu. Kapasitas mempunyai kemampuan pembatas dari unit produksi
untuk berproduksi dalam waktu tertentu, dan biasanya dinyatakan dalam bentuk keluaran
(output) per satuan waktu.

2.7 Pengertian Perencanaan Kapasitas Menurut Para Ahli

Menurut Haming dan Nurnajamuddin (2007) perencanaan kapasitas adalah


keputusan perencanaan strategis jangka panjang yang ditujukan untuk mengadakan seluruh
sumber daya produktif yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk dapat dipakai
menghasilkan level produksi tertentu

Menurut Heizer dan Render (2009) kapasitas adalah hasil produksi atau volume
pemrosesan (throughput), atau jumlah unit yang dapat ditangani, diterima, disimpan, atau
diproduksi oleh sebuah fasilitas pada suatu periode waktu tertentu.

2.8 Macam-macam Perencanaan Kapasitas

Berdasarkan jangka waktunya perencanaan kapasitas terbagi menjadi tiga yaitu:

2.8.1 Perencanaan Kapasitas Jangka Pendek

Perencanaan kapasitas jangka pendek kurang dari tiga bulan. ini dikaitkan pada
proses penjadwalan harian atau mingguan dan menyangkut pembuatan penyesuian-
penyesuian untuk menghapus “variance” antara keluaran yang direncanakan dan keluaran
nyata.

Perncanaan kapasitas jangka pendek diguakan untuk menangani secara ekonomis


hal-hal yang sifatnya mendadak di masa yang akan datang, misalnya untuk memenuhi
permintaan yang bersifat mendadak atau seketika dalam jangka waktu pendek.

Menghadapi kondisi seperti ini, untuk menambah atau menurunkan kapasitas


mungkin perusahaan melakukan penambahan dan pengurangan jam kerja, melakukan sub-
Kontrak dengan perusahaan lain apabila terjadi di perubahan permintaan.

Untuk meningkatkan kapasitas jangka pendek terdapat lima cara yang dapat
digunakan perusahaan :

1. Meningkatkan jumlah sumber daya:

a. Penggunaan kerja lembur


b. Penambahan regu kerja
c. Memerikan kesempatan kerja secara part-time
d. Sub-Kontra
e. Kontrak kerja

10
2. Memperbaiki penggunaan sumber daya:

a. Mengatur regu kerja


b. Menetapkan skedul

3. Memodifikasi produk:

a. Menentukan standar produk


b. Melakukan perubahan jasa operasi
c. Melakukan pengawasan kualitas

4. Memperbaiki permintaan:

a. Melakukan perubahan harga


b. Melakukan perubahan promosi

5. Tidak memenuhi permintaan:

a. Tidak mensuplai semua permintaan

2.8.2 Perencanaan Kapasitas Jangka Menengah

Perencanaan kapasitas jangka menengah (intermediet range) rencana-rencana


bulanan atau kuartalan untuk 3 sampai 18 bulan yang atau yang akan datang.

Dalam hal ini, kapasitas juga bervariasi karena alternative–alternative seperti


penarikan tenaga kerja, pemutusan kerja, peralatan–peralatan bukan utama.

2.8.3 Perencanaan Kapasitas Jangka Panjang

Perencanaan kapasitas jangka panjang (long time) ebih dari satu tahun. Di mana
sumber daya produktif memakan waktu lama untuk memperoleh atau menyelesaikan,
seperti bangunan, peralatan atau fasilitas. Perencanaan kapasitas jangka panjang
memerlukan partisipasi dan persetujuan manajemen puncak.

Perencanaan kapasitas jangka pajang merupakan strategi operasi dalam menghadapi


segala kemungkinan yang akan terjadi dan sudah dapat diperkirakan sebelumnya.

Misalnya, rencana untuk menurunkan biaya produksi per unit, dalam jangka pendek
sangat sulit utuk dicapai karena unit produk yang dihasilkan masih berskala kecil, tetapi
dalam jangka panjang rencana tersebut dapat dicapai dengan meningkatkan kapasitas
produksi. Persoalan yag timbul adalah berapa jumlah produk yang dihasilkan agar biaya
produksi seminimum mungkin.

Penentuan jumlah produksi yang dapat menghasilkan biaya minimum perlu


diperhatikan berbagai faktor seperti:

1. Pola permintaan jangka panjang

11
2. Siklus kehidupan produk yan dihasilkan

Dalam kaitan dengan kapasitas jangka panjang, terdapat dua strategi yang dapat
ditempuh perusahaan:

1. Strategi melihat dan menuggu (wait and see strategy)

Strategi ini dapat dikatakan pula sebagai strategi hati-hati, karena kapasitas produksi
akan dinaikkan apabila yakin permintaan konsumen sudah naik.

Strategi ini diperoleh dengan pertimbangan bahwa, setiap kali terjadi kelebihan
kapasitas perusahaan harus menanggung risiko karena investasi yang dilakukan hanya
ditanggung dalam unit yang sedikit, akibatnya biaya produksi menjadi tinggi.

2. Strategi ekspansionis

Strategi ekspansionis yaitu kapasitas selalu melebihi atau diatas permintaan. Dengan
strategi perusahaan berharap tidak terjadi kekurangan produk di pasaran yang dapat
menyebabkan adanya peluang masuknya produsen lain.

Selain itu perusahaan untuk memberikan pelayanan terbaik dengan cara menjamin
tersedianya produk di pasaran.

2.9 Jenis dan Pertimbangan Perencanaan Kapasitas

Di dalam perencanaan kapasitas perusahaan terdapat dua macam jenis


kapasitas, yakni kapasitas desain dan kapasitas efektif.

Kapasitas design merupakan output maksimum sistem teoritis pada periode


tertentu atau dapat dikatakan sebagai jumlah output yang dihasilkan oleh suatu perusahaan
setiap harinya.

Kapasitas desain biasanya dinyatakan dalam suatu tingkatan tertentu, seperti jumlah
produk yang dapat diproduksi setiap minggu, setiap bulan, atau setiap tahun. Bagi banyak
perusahaan, pengukuran kapasitas dapat dilakukan secara langsung.

Kapasitas efektif adalah kapasitas yang diharapkan dapat dicapai dengan


keterbatasan operasi. Kapasitas efektif biasanya lebih rendah daripada kapasitas desain
karena fasilitas yang ada mungkin telah dirancang untuk versi produk yang sebelumnya
atau bauran produk yang berbeda daripada yang saat ini sedang diproduksi.

Hal seperti ini umumnya terjadi pada perusahaan besar, dimana kapasitas
efektifnya lebih kecil daripada kapasitas design, karena perusahaan besar lebih fokus pada
produksi dengan back up fasilitas dan bahan baku yang melimpah. Namun, hal berbeda
terjadi pada usaha kecil dan menengah (UKM), dimana kapasitas efektif lebih besar dari
kapasitas design.

12
Dua pengukuran kinerja sistem biasanya bermanfaat yaitu Utilisasi dan Efisiensi.
Utilisasi adalah persentase kapasitas desain yang sesungguhnya telah dicapai. Efisiensi
adalah persentasi kapasitas efektif yang sesungguhnya telah dicapai.

Bagaimana fasilitas digunakan dan dikelola akan menentukan sulit tidaknya


mencapai 100% efisiensi. Manajer operasi cenderung dievaluasi pada tingkat efisiensinya.

Output Aktual Output Aktual


Utilitas = ____________________ Efisiensi = ________________
Kapasitas desain Kapasitas efektif

Output = Kapasitas efektif X Efisiensi

Melalui tingkat utilisasi dan efisiensi, akan diketahui seberapa jauh perencanaan
kapasitas berjalan dengan semestinya dan diperoleh dari rasio output aktual terhadap
kapasitas efektif.

Di dalam perencanaan kapasitas terdapat 3 strategi yaitu:

1. Capacity lead strategy, yaitu kapasitas berada di depan permintaan. Strategi ini cocok
untuk pasar yang ada berkembang saat ini
2. Capacity lag strategy, yaitu kapasitas berada dibawah permintaan. Strategi ini
berpeluang untuk mengalami kerugian.
3. Average lead strategy, yaitu kapasitas berada sejajar dengan permintaan dimana
kapasitas yang ada jumlahnya yang tersedia hanya sebanyak permintaan yang ada.

2.10 Empat Pertimbangan khusus Terciptanya Keputusan Kapasitas Yang Baik

Selain integrasi dan investasi yang ketat ada empat pertimbangan khusus bagi
terciptanya keputusan kapasitas yang baik, yaitu:

1. Ramalkan permintaannya secara akurat.

Sebuah peramalan yang akurat merupakan hal yang paling pokok bagi keputusan
kapasitas. Apapun produk barunya, prospeknya, dan siklus hidup produk yang ada
sekarang haruslah ditentukan.

Manajemen harus mengetahui produk yang sedang ditambahkan dan produk yang
sedang dihentikan produksinya, begitu juga dengan volume yang diperkirakan.

13
2. Memahami teknologi dan peningkatan kapasitas.

Jumlah alternatif yang tersedia mungkin cukup banyak, tetapi setelah volume
ditentukan, keputusan teknologinya dapat dipacu dengan analisis biaya, kebutuhan
sumberdaya manusia, kualitas, dan kehandalan.

Kajian ulang biasanya dapat mengurangi jumlah alternatifnya menjadi beberapa


saja. Teknologi mungkin juga menentukan peningkatan kapasitasnya. Manajer operasi
bertanggung jawab akan teknologi dan peningkatan kapasitas yang tepat.

3. Temukan tingkat operasi (volume) yang optimal.

Teknologi dan peningkatan kapasitas kerap menentukan ukuran optimal sebuah


fasilitas. Sebagai contoh terdapat sebuah motel dipinggir jalan mungkin membutuhkan 50
kamar untuk dapat beroperasi dengan baik.

Jika lebih kecil, maka biaya tetapnya akan sangat memberatkan, jika lebih besar,
maka fasilitas tersebut memerlukan lebih dari satu manajer untuk mengawasinya.

4. Dibuat untuk perubahan.

Dalam dunia bisnis yang dinamis, perubahan tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu,
manajer operasi harus menciptakan fleksibilitas dalam fasilitas dan peralatan.

2.11 Faktor Penentu Perencanaan Kapasitas

Banyak keputusan mengenai desain system berdampak pada kapasitas, antara lain :

1. Fasilitas, termasuk ukuran dan ketentuan ekspansi yang menentukan apakan karyawan
dapat bekerja secara efektif.

2. Faktor jasa, desain jasa dapat memiliki pengaruh luar biasa pada kapasitas. Semakin
besar peluang untuk standarisasi metode dan bahan baku suatu produk semakin mengarah
ke kapasitas yang lebih bagus.

3. Faktor proses, kempuan dari kuantitas proses merupakan factor penentu kapasitas yang
nyata. Produktivitas dan perbaikan proses dapat meningkatkan kapasitas.

4. Faktor manusia, tugas yang merupakan pekerjaan, berbagai aktivitas yang dilakukan
serta pengalaman yang dibutuhkan melakukan pekerjaan berdampak pada output potensial
dan aktual.

5. Faktor kebijakan, kebijakan manajemen seperti memberikan cuti atau lembur kepada
pegawai dapt mempengaruhi kapasitas.

6. Faktor operasi, masalah penjadwalan bisa terjadi ketika organisasi memiliki perbedaan
kempuan peralatan di antaranya berbagai alternatif peralatan dan persyaratan pekerjaan.

7. Faktor rantai pasokan, faktor ini harus dipertimbangkan dalam perencanaan kapasitas.

14
8. Faktor eksternal, contohnya standar produk terutama standar minimum mutu dan
kinerja, dapat membatassi pilihan manajemen untuk meningkatkan serta menggunakan
kapasitas.

2.12 Analisis Kemacetan dan Teori Mengenai Kendala

Analisis kapasitas (capasity analysis) menentukan kapasitas terobosan atas sentra


kerja di dalam sistem dan pada akhirnya kapasitas bagi keseluruhan sistem. Konsep
penting dalam analisis kapasitas adalah peranan dari kendala atau kemacetan.

Istilah kemacetan (bottleneck) mengacu pada leher dari sebuah botol secara harfiah
yang membatasi aliran atau dalam kasus sistem produksi, hambatan dalam
terobosan. Waktu kemacetan (bottleneck time) adalah waktu dari sentra kerja yang paling
lambat (salah satunya yang memakan waktu terlalu lama ) dalam suatu sistem
produksi. Waktu terobosan adalah waktu yang diperlukan bagi suatu produk untuk
berjalan melalui proses produksi dan tidak menunggu, jalur terlama melalui sistem.

Teori kendala ( theory of constraints – TOC) adalah kumpulan pengetahuan yang


berhubungan dengan segala sesuatunya yang membatasi atau menghambat kemampuan
organisasi untuk mencapai tujuannya. Memahami dan mengelola keterbatasan ini melalui
proses 5 langkah menjadi dasar dari TOC :

Langkah 1, Identifikasi kendala.

Langkah 2, Mengembangkan suatu rencana untuk mengatasi kendala yang telah


diidentifikasi.

Langkah 3, Fokus pada sumber daya untuk menyelesaikan langkah 2

Langkah 4, Mengurangi pengaruh dari kendala dengan meringankan beban kerja atau
dengan memperluas kapabilitas. Pastikan bahwa kendala telah dipahami oleh seluruh orang
yang memiliki dampak pada mereka

Langkah 5, Ketika satu set kendala telah diatasi, kembali ke langkah 1 dan identifikasi
kendala yang baru.

Kendala yang krusial dalam banyak sistem adalah kemacetan, berikut empat perinsip
manajemen kemacetan, yaitu :

1. Merilis order pekerjaan pada sistem dalam kecepatan yang ditetapkan oleh kapasitas
kemacetan.
2. Waktu yang hilang pada saat kemacetan terjadi merepresentasikan kapasitas yang
hilang dari keseluruhan sistem.
3. Meningkatkan kapasitas dari jalur yang tidak terjadi kemacetan adalah sebuah
fatamorgana.
4. Meningkatkan kapasitas dari kemacetan akan meningkatkan kapasitas keseluruhan
sistem.

15
2.13 Analisis Break Even Point (Titik Impas)

Break Even Point (BEP) dapat diartikan sebagai suatu titik atau keadaan dimana
perusahaan di dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita
kerugian. Dengan kata lain, pada keadaan itu keuntungan atau kerugian sama dengan
nol. Hal tersebut dapat terjadi bila perusahaan dalam operasinya menggunakan biaya tetap,
dan volume penjualan hanya cukup untuk menutup biaya tetap dan biaya variabel.

Apabila penjualan hanya cukup untuk menutup biaya variabel dan sebagian biaya
tetap, maka perusahaan menderita kerugian. Dan sebaliknya akan memperoleh
memperoleh keuntungan, bila penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap yang harus
di keluarkan.

2.13.1 Jenis Biaya Berdasarkan Break Even (Titik Impas).


Biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat dibedakan sebagai berikut:

a. Variabel Cost (biaya Variabel)


Variabel cost merupakan jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan
volume penjualan, dimana perubahannya tercermin dalam biaya variabel total. Dalam
pengertian ini biaya variabel dapat dihitung berdasarkan persentase tertentu dari penjualan,
atau variabel cost per unit dikalikan dengan penjualan dalam unit.

b. Fixed Cost (biaya tetap)

Fixed cost merupakan jenis biaya yang selalu tetap dan tidak terpengaruh oleh
volume penjualan melainkan dihubungkan dengan waktu(function of time) sehingga jenis
biaya ini akan konstan selama periode tertentu. Contoh biaya sewa, depresiasi, bunga.
Berproduksi atau tidaknya perusahaan biaya ini tetap dikeluarkan.

c. Semi Varibel Cost


Semi variabel cost merupakan jenis biaya yang sebagian variabel dan sebagian tetap,
yang kadang-kadang disebut dengan semi fixed cost. Biaya yang tergolong jenis ini
misalnya: Sales exsspense atau komisi bagi salesman.

2.14 Menurunkan Resiko dengan Perubahan bertahap

Pertumbuhan permintaan biasanya dalam unit yang kecil, sementara tambahan


kapasitas dalam keadaan yang mendadak dan dalam unit yang besar. Untuk menurunkan
resiko, perubahan tambahan yang yang melindungi peramalan permintaan menjadi opsi
yang baik, empat pendekatan untuk perluasan kapasitas, adalah ;

1. Strategi menunggu dengan perluasan tambahan


2. Strategi menunggu dengan satu langkah perluasan
3. Strategi tertinggal
4. Strategi mendahului.

16
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Sebagaimana yang telah di jelaskan diatas bahwasanya perencanaan adalah proses


dasar dimana manajemen memutuskan tujuan dan cara mencapainya yaitu dengan melalui
proses perencanaan. Perencanaan merupakan suatu proses yang tidak berakhir bila rencana
tersebut ditetapkan dan harus diimplementasikan.

Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen,


terutama dalam menghadapi lingkungan eksternal yang berubah dinamis. Dalam era
globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan
sistematis.

Dalam perencanaan terdiri dari macam-macam perencanaan, yaitu Perencanaan


berdasarkan jangkauan, Perencanaan berdasarkan kerangka waktu, Perencanaan
berdasarkan spesifisitas, Perencanaan berdasarkan frekuensi penggunaan.

Suatu perencanaan juga terdapat berbagai hambatan dalam penetapan tujuan.


Hambatan tersebut antara lain tujuan yang tidak tepat, sistem penghargaan yang tidak
tepat, penolakan terhadap perubahan dan keterbatasan.

3.2 SARAN

Perencanaan digunakan pada setiap perusahaan, tetapi perencanaan yang digunakan


harus disesuaikan dengan jenis produk yang diproduksi. Perencanaan tergantung pada
keputusan manajer di setiap perusahaan.

Sebaiknya dalam mengambil keputusan dan tindakan dalam berbagai bentuk


organisasi menggunakan proses dasar manajemen berupa perencanaan. Dalam sebuah
prencanaan perlu memperhatikan sifat rencana yang baik untuk mencapai hasil yang
diinginkan

17
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Sumber Internet

http://agussalimagussalim.blogspot.co.id/2015/07/strategi-proses-dan-perencanaan.html
http://alimudasimanjuntak.blogspot.co.id/2013/12/strategi-proses-dan-perencanaan.html
http://bungarosblogspotcom.blogspot.co.id/2011/11/perencanaan-kapasitas-produksi-
usaha.html

Sumber Buku

Jay Heizer dan Barry Render, 2009, Edisi 9, Buku 1, Manajemen Operasional
Jay Heizer, Barry Rander, 2015 . Manajemen Operasi : Manajemen Keberlangsungan dan
Rantai Pasokan, Jakarta, Penerbit Salemba Empat.
Amrine, HarorldT ;John A. Ritchey dan OliverS.Hulley. 1986. Manajemen dan Organisasi
Produksi. Jakarta: Penerbit Erlangga
Buffa, Elwood S. 1996. Manajemen Operasi dan produksi Modern. Jakarta:
BinarupaAksara
Handoko. I. Hani. 2000. Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi Edisi I.
Yogyakarta: BPFE Yogyakarta
Nasution, Arman H.1999. Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Jakarta: Penerbit Guan
Widya

18
BAB V
CONTOH KASUS

NOKIA LUNCURKAN LUMIA 925 SUPERMAN LIMITED EDITION

Mengikuti jejak kesuksesan tahun 2012 lalu yang di mana Nokia mengangkat tema
ikonik Batman di Nokia Lumia 900, perusahaan asal Finlandia ini akan merilis lagi tema
superhero di ponsel Windows Phone andalannya. Yang terbaru adalah Nokia Lumia 925
Superman Limited Edition akan mendarat di pasar Cina sehari setelah pemutaran film
"Man Of Steel" pada 14 Juni 2013.

Nokia Lumia 925 Superman Limited Edition akan tersedia hanya 925 perangkat.
Nokia di perangkat unggulannya ini akan menampilkan livery Superman di back
casingnya. Yang menampilkan logo Superman yang berukuran cukup besar dengan warna
mencolok, di dekat lubang speaker belakang.

Sejauh ini spesifikasi Nokia Lumia 925 Superman Limited Edition tidak ada
perbedaan dengan Lumia 925 lainnya. Namun, Nokia menambahkan konten multimedia
eksklusif seperti wallpaper, nada dering, dan DC Comics buku komik digital yang bertema
Superman di dalamnya. Nokia Lumia 925 Superman Limited Edition akan dijual dengan
harga $ 652, dan akan dirilis pertama di pasar Asia

PEMBAHASAN

Dalam memasarkan produknya, nokia menggunakan teknik perencanaan kapasitas


strategis untuk produknya. Nokia hanya membuat produk barunya dalam jumlah yang
terbatas (limited edition).

Bisa kita cermati dari studi kasus di atas, nokia beranggapan bahwa apabila
seseorang memiliki barang yang jumlah keseluruhannya terbatas, maka seseorang tersebut
akan merasa bangga dan menambah kepercayaan dirinya.

Oleh karena itu, nokia menggunakan sistem ini untuk menarik konsumen agar
mereka ingin membeli produk nokia yang jumlahnya terbatas.

SIMPULAN

Keputusan perencanaan kapasitas adalah salah satu keputusan terpenting yang


dibuat oleh manajer.

Hal ini dapat mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang maupun jangka
pendek. Oleh karena itu, dalam memproduksi produk harus memperhatikan berapa jumlah
yang akan diproduksi agar dapat mencapai keuntungan yang maksimum.

Selain itu, kita harus membuat beberapa strategi khusus agar produk yang kita jual
tidak sampai kalah saing di pasaran.

19