Anda di halaman 1dari 6

1

MODIFIKASI DIMENSI TIANG BOR PADA BANGUNAN HOTEL


CITY MALANG

DIAN PURNAMAWATI SOLIN / 3111 106 012


Pembimbing : 1. Ir. Dr. DJOKO UNTUNG, 2. Ir. SUWARNO, M.Eng
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111

Untuk konstruksi beban ringan dan kondisi tanah


Abstrak— Hotel City Malang dibangun di sekitar daerah cukup untuk menahan beban maka digunakan
perkotaan dengan kondisi bangunan hotel berada ditengah pondasi dangkal, sebaliknya untuk konstruksi
bangunan yang telah berdiri maka untuk memperkecil beban berat digunakan pondasi dalam.
terjadinya kerusakan bangunan akibat proses pengerjaan Perencanaan pondasi dalam dibagi dalam dua
pondasi maka direncanakan dnegan menggunakan pondasi jenis yaitu pondasi tiang pancang dan pondasi
tiang bor. Dari kondisi eksiting tersebut dicoba dengan
tiang bor. Pondasi tiang pancang sering dipakai
dilakukan perencanaan ulang dengan mengubah dimensi
tiang guna mendapat biaya yang lebih murah dan waktu pada lahan yang masih luas dan kosong, dimana
pelaksanaan yang lebih cepat dari kondisi eksisting. getaran yang ditimbulkan pada saat aktivitas
Modifikasi yang diperhitungkan dalam tugas akhir ini pemancangan berlangsung tidak mengganggu
adalah perencanaan dimensi, perhitungan daya dukung ijin, lingkungan sekitarnya, sebaliknya apabila
daya dukung lateral, penulangan pile cap, penulangan bangunan yang didirikan berada diantara
tiang, dan penurunan tiang bor tersebut dan analisis biaya bangunan lainnya maka diperlukan pemakaian
untuk perencanaan pondasi pondasi tiang bor. Pondasi tiang bor merupakan
Dari hasil modifikasi dmensi tiang didapat daya dukung pondasi tiang yang pemasangannya diharapkan
ijin dinilai aman dan cukup untuk menahan beban-beban tidak merusak bangunan yang telah ada
yang bekerja, dan penurunan tiang dinilai aman. Ditinjau
disekitarnya, biasanya pemakaian pondasi tiang
dari segi biaya perencanaan biaya untuk modifikasi tiang
lebih murah dibandingkan dengan kondisi eksisting bor dilaksanakan apabila tanah dasar yang kokoh
denngan perbandingan 23,024 % dari kondisi eksisting. mempunyai daya dukung yang besar terletak
sangat dalam, yaitu kurang lebih 15 m serta
Kata Kunci : tiang bor, analisis biaya, daya dukung, keadaan sekitar tanah bangunan sudah banyak
penurunan berdiri bangunan tingkat tinggi sehingga
I. PENDAHULUAN dikhawatirkan dapat mengakibatkan getaran-
1.1 Latar Belakang getaran yang dapat menimbulkan retak-retak pada
Kota malang adalah salah satu kota di provinsi bangunan yang sudah ada. Hotel city malang
jawa timur. Kota malang berada di dataran tinggi terletak dipusat kota malang dengan kondisi
dengan ketinggian 429 - 667 meter diatas sekitar bangunan berdiri bangunan-bangunan
permukaan air laut dengan luas wilayah 110,06 tingkat tinggi. Oleh karena itu direncanakan
km². Kota Malang merupakan kota terbesar nomor dengan menggunakan pondasi tiang bor.
dua di Jawa Timur, hal ini berdasarkan hasil Pondasi tiang bor berinteraksi dengan tanah
sensus tahun 2010, populasi penduduk di Kota untuk menghasilkan daya dukung yang mampu
Malang mencapai 820.243 jiwa yang terdiri atas memikul dan mampu memberikan keamanan pada
403.958 laki-laki dan 415.744 perempuan. struktur atasnya. Untuk menghasilkan daya
Tingginya pertumbuhan penduduk di kota ini dukung yang akurat maka diperlukan suatu
menyebabkan peningkatan pertumbuhan ekonomi, penyelidikan tanah yang akurat. Penyelidikan
infrastruktur dan lain sebagainya. Kenaikan tanah yang dilakukan dapat berupa penyelidikan
tersebut juga memicu pembangunan gedung- dengan sondir dan SPT (Standard Penetration
gedung tingkat tinggi, jembatan, menara dan Test). Penyelidikan sondir bertujuan untuk
infrastruktur lainnya. mengetahui perlawanan penetrasi konus dan
Dalam pembangunan tersebut tidak bisa lepas dari hambatan lekat tanah yang merupakan indikasi
struktur bawah (pondasi). Pondasi merupakan dari kekuatan daya dukung lapisan tanah dengan
komponen struktur bangunan bawah yang menggunakan rumus empiris. Penyelidikan
berfungsi meneruskan beban struktur yang ada standard penetration test (SPT) bertujuan untuk
diatasnya kelapisan tanah yang ada dibawahnya. mendapatkan gambaran lapisan tanah berdasarkan
Pondasi dibagi dalam dua jenis yaitu pondasi jenis dan warna tanah melalui pengamatan secara
dangkal dan pondasi dalam. Pemilihan pondasi visual, sifat-sifat tanah dan karakteristik tanah.
tergantung pada struktur atas dan jenis tanahnya.
2
MENENTUKAN DIMENSI TIANG BOR
(DIAMETER DAN KEDALAMAN)
No
Dalam rangka peremajaan bangunan gedung 1
πDs 2 =
Qw
→ Ds = 2,257
Qw

maka dalam tugas akhir ini akan dilakukan 4 0,25 fc' fc'

modifikasi dimensi tiang bor kondisi eksisting


Yes
bangunan Hotel City Malang tetapi daya dukung
cukup untuk menahan kombinasi dari beban yang
bekerja diatasnya.
KONTROL DESAIN

• Daya dukung
1.2 Perumusan Masalah Qu = Qe + Qf ⇔ Q =
− Qu

1. Bagaimana analisis daya dukung pondasi tiang • Material


SF

bor sebelum dan setelah dimodifikasi? • RAB


• Deformasi
2. Bagaimana desain modifikasi dimensi tiang bor?
3. Berapa besar anggaran biaya yang dibutuhkan Yes

untuk modifikasi dimensi tiang bor?


4. Bagaimana penurunan pondasi tiang bor yang
telah dimodifikasi? PERBANDINGAN HASIL MODIFIKASI
DENGAN KONDISI EKSISTING

1.3 Batasan Masalah


1. Perhitungan hanya untuk struktur bawah. FINISH

2. Bangunan struktur atas tetap seperti semula.


3. Jadwal pelaksanaan tidak dibahas. III. ANALISA STRUKTUR UTAMA
4. Bangunan yang dibahas adalah bangunan city 3.1 Pemodelan Struktur
hotel yang terletak di jl. Dr Cipto Malang.
5. Pelaksanaan pemasangan tiang bor.
6. Analisis biaya struktur bangunan bawah kondisi
eksisting dan modifikasi.
7. Kontrol perhitungan penulangan poer yang
berhubungan dengan lift tidak ditinjau.

1.4 Manfaat

1. Dapat menerapkan dan menghitung konsep
perencanaan struktur bawag.
2. Dapat digunakan sebagai contoh perhitungan
perencanaan struktur bawah untuk jenis pondasi
tiang bor.

II. METODOLOGI
2.1. Diagram Alur Metodologi 3.2 Perhitungan Berat Total Bangunan
Lantai Berat Total per Lantai
START (kg)
Atap 625.354,05
10 692.356,01
STUDI LITERATUR 9 707.356,01
8 726.124,01
7 726.929,21
PENGUMPULAN DATA 6 878.816,16
(DATA SEKUNDER = DATA TANAH, 5 835.184,09
DATA ARSITEKTUR DAN DATA
STRUKTUR) 4 1.047.554,30
3 1.156.216,28
2 1.185.198,35
1 1.247.040,95
ANALISIS DATA TANAH
PEMBEBANAN (SNI 03-
1726-2003)
3.3 Kombinasi Pembebanan
Kombinasi pembebanan yang dipakai pada
BEBAN-BEBAN YANG BEKERJA PADA struktur gedung Hotel City Malang mengacu pada
BANGUNAN BAWAH (BEBAN MATI AKIBAT
STRUKTUR ATAS DAN BEBAN HIDUP)
3

SNI-03-2847-2002 perencanaan struktur beton = 0,98 m ≈ 1 m


sebagai berikut : Direncanakan pondasi bor thype bell- shaped = 2 x Ds
1. U = 1,4 DL = 2 x 1000
2. U = 1,2 DL + 1,6 LL = 2000 mm
3. U = 1,2 DL + 1,0 LL + 1,6 W
4. U = 0,9 DL ± 1,6 W
4.2 Perhitungan Daya Dukung Ijin
5. U = 1,2 DL + 1,00 LL ± 1,00 E
Daya dukung ijin pondasi dihitung berdasarkan nilai
6. U = 0,9 DL ± 1,0 E
N dan hasil SPT. Perhitungan daya ijin dihitung
Keterangan : berdasarkan teori terzaghi.
− Qu
DL = beban mati Qu = Qe + Qf ⇔ Q = ( SF = 3)
SF
LL = beban hidup
a) Daya dukung ujung tiang
E = beban gempa
Untuk jenis tanah liat:
W = beban angin
Qe = Ap.Cu.Nc'
3.4 Distribusi Gaya GeserHorizontal Ap = Luas penampang diujung tiang
Akibat Gempa ke Sepanjang Tinggi Cu = Nilai cohesi tanah
Gedung dalam Arah x Nc = Faktor daya dukung bergantung dari
nilai ᵠ
Fi tiap Contoh perhitungan daya dukung ujung tiang,
hi Wi.hi
Tingkat
(m)
Wi (kg)
(kgm)
lantai diameter tiang 0,8 m, h (kedalaman) = 3,5m
(kgm) jenis tanah clay silt (liat).
Atap 44,9 625.354,05 28.078.396,85 65.910,87 Ap = ¼ π Db² = ¼ π (1,6)² = 2,010 m²
692.356,01
10 40,9
28.317.360,81
66.471,8 Maka, Qe = 2,010 x 0,32 x 9 = 5,79 ton
707.356,01 a) Daya dukung selimut tiang
9 36,9 61.270,2
26.101.436,77 Untuk jenis tanah liat (𝜑𝜑=0)
726.124,01 L = l1
8 32,9
23.889.479,93
56.077,9 Qf = ∑ α .Cu. p.∆l
L =0
726.929,21
7 28,9
21.008.254,17
49.314,5 α antara 0,35 s/d 0,60 diambil α = 0,4
878.816,16 Contoh perhitungan daya dukung selimut
6 24,9 21.882.522,38 51.366,8
tiang:h (kedalaman) = 3,5 m
835.184,09 Qf = 0,4 x 0,32 x 2,512x 1,5= 0,48 ton
5 20,1 39.406,1
16.787.200,21
1.047.554,30 Maka daya dukung ijin untuk kedalaman 3,5 m
4 15,3 37.622,9
16.027.580,79
1.156.216,28
adalah:
3 11 29.855 − Qu
12.718.379,08 Qu = Qe + Qf ⇔ Q = ( SF = 3)
1.185.198,35 SF
2 6,5
7.703.789,275
18.083,8 5,79 + 0,48
Qu = = 2,09ton
1.247.040,95 3
1 3,5 10.245,5
4.364.643,325 Nilai daya dukung ijin tiang diambil pada
∑ 206.879.043,58 485.625,22
kedalaman 24 meter. Dengan efisiensi kelompok tiang
menggunakan persamaan conversi Labarre.
IV. PERHITUNGAN STRUKTUR BAWAH
 (n − 1)m + (n − 1)n 
4.1 Perhitungan Dimensi Tiang Bor Ek = 1 − θ  
 90mn 
Adapun data-data dalam perhitungan dimensi tiang bor
Dimana: m = jumlah tiang dalam baris
adalah:
n = jumlah tiang dalam kolom
a) Mutu beton (fc’) = 19 Mpa
θ = Arc tan D/S (dalam derajat)
Mutu poer (fc’) = 25 Mpa
D = diameter tiang
b) Mutu baja (fy) = 370 Mpa S = jarak antara pusat ke tiang
Poer (fy) = 370 Mpa
Untuk kelompok tiang: E-5
Dari hasil output software untuk koordinat E-5
D  (1 − 1)2 + (2 − 1)1
didapat: Ek = 1 − arctan
Mx = 2816,10 kgm S  90.2.1 

My = -2462,92 kgm Ek = 0,853
P = 726142,95 kg Nilai Q ijin yang dapat dipikul 1 tiang bor kedalaman
Dicoba dengan merencanakan 2 tiang: 24 meter adalah:
𝑄𝑄� = Ek Qu
Qw 363,071x10
Ds = 2,257 = 2,257 = 0,853 x 1852,02 ton
fc' 19000 = 1581,425 ton
4

∑𝑉𝑉 𝑀𝑀 𝑑𝑑 𝑦𝑦𝑦𝑦 𝑀𝑀 𝑑𝑑 𝑥𝑥𝑥𝑥


Mencari nilai P maks,Pi = ± ∑𝑛𝑛 𝑥𝑥 ± ∑𝑛𝑛 𝑦𝑦 •  My 
1/ 2

𝑛𝑛 2 2 L1 =  + 2,25 D 2 
𝑖𝑖=1 𝑑𝑑 𝑦𝑦𝑦𝑦 𝑖𝑖=1 𝑑𝑑 𝑥𝑥𝑥𝑥  (4,5.Cu.D) 

1/ 2
726,142 5,60.0 77,02 x1,5  31,89 
Maka, P max = + + L1 =  + 2,25(0,8) 2 
2 0 2(1,5) 2  (4,5.1,1.0,8) 
P max = 388,74 ton L 1 = 3,08 m
𝑄𝑄� > P max..... Oke • L 2 = 1,5 D + f 2 + g 2
1/ 2
  My 
f 2 = (−1,5 D) + (1,5 D) 2 +  
4.3 Perencanaan Penulangan Tiang Bor akibat   2,25Cu.D 
Beban Tetap   31,89 
1/ 2

Pada perencanaan tulangan lentur, tiang bor f 2 = (−1,5.0,8) + (1,5.0,8) 2 +  


  2,25.1,1.0,8 
diasumsikan nilai ρ minimum = 1 % dari luasan
F 2 = 2,98 m
penampang tiang bor. Luasan penampang dikurangi 1/ 2
selimut beton sebesar 40 mm. Didaptkan nilai As  My 
1/ 2
 31,89 
g2 =   g2 =  
untuk tiang F-8:  (2,25.Cu.D)   (2,25.1,1.0,8) 
 πxD 2  g 2 = 4,01 m
As = ρx 
 4  maka, L 2 = (1,5 x 0,8) + 2,98 + 4,01
 πx720 2  = 8,19 m < L (tiang panjang)
As = 0,01x  1/ 2
 4   My 
Ql = 9.Cu.D (1,5D) 2 +  − 1,5 D
As = 4072 mm ²  2,25.Cu.D 
1/ 2
Dari perhitungan diatas direncanakan menggunakan  31,89 
Ql = 9.1,1.0,8(1,5.0,8) 2 +  − 1,5.0,8
diameter tulangan 22 mm dengan luasan (A barr) =  2,25.1,1.0,8 
380,133 mm², maka jumlah tulangan terpasang (n) Q L = 31,975 T (SF =3)
adalah: Q L ijin = 10,658 T > Fy tiang = 3,114 T
As
n=
Abarr
4.5 Perencanaan Penulangan pile cap (poer)
4072
n= Pada perencanaan tulangan lentur, pile cap
380,13 diasumsikan sebagai balok dengan perletakan pada
n = 10,72 tulangan ≈ 12 tulangan tiang bor yang dibebani oleh reasksi tiang bor dan
berat sendiri pile cap. Pada modifikasi ini penulangan
1.4 Perhitungan Daya Dukung Lateral Tiang ini digunakan pengaruh beban tetap. Momen yang
Bor bekerja pada pile cap adalah momen maksimum yang
Contoh: tiang bor tepi F-8 terjadi pada setiap lantai untuk masing-masing varias.
Dari reaksi gaya-gaya dalam untuk tiang tepi Pada perencanaan penulangan ini digunkan dari hasil
F-8 didapat: program software dengan kombinasi 1,2 DL + 1,6 LL.
Fy = 3,114 Ton Data perencanaan (tiang E-5)
Untuk My dianggap sama dengan Mp karena • Dimensi poer = 4,6 m x 1,8 m x 1,5 m
tulangan dianggap leleh terlebih dahulu. • Jumlah tiang bor = 76 buah
My = Mp = Zx.fy • Dimensi tiang = 1000 mm
Zx = 2. Sx (Momen statis) karena bentuk • Mutu beton (fc’) = 25 MPa
penampang simetris • Mutu baja (fy) = 370 MPa
Dimana S = A.y(jarak titik berat tulangan ke • Diameter tulangan utama = 22 mm
jarak titik berat ke sumbu) • Selimut beton (p) = 40 mm
A (setengah lingkaran) = (0,25π. 22².6)
• h = 2000 mm
= 2280,796 mm²
• dx = 1500 – 40 (½ x22) = 1060 mm
y = 200 mm – (½. 22)
= 200 – (½. 22) • dy = 1500 – 40 – 22 – (½ x22)
= 189 mm = 1427 mm
Sx = 2280,796 x 189 • 𝜑𝜑 = 0,80
= 431.070,494 mm³ a. Penulangan Lentur
Maka, Zx = 2 x 431.070,494 • Penulangan poer arah sumbu x
∑𝑉𝑉 𝑀𝑀 𝑑𝑑 𝑦𝑦𝑦𝑦 𝑀𝑀 𝑑𝑑 𝑥𝑥𝑥𝑥
= 862.140,988 mm³ Pi = ± ∑𝑛𝑛 𝑥𝑥 2 ± ∑𝑛𝑛 𝑦𝑦 2
𝑛𝑛 𝑖𝑖=1 𝑑𝑑 𝑦𝑦𝑦𝑦 𝑖𝑖=1 𝑑𝑑 𝑥𝑥𝑥𝑥
Mp = Zx. Fy
= 862.140,494. 370 Dari hasil program software didapatkan reaksi
= 3,189x 108 Nmm perletakan dengan gaya- gaya yang bekerja
Dengan perhitungan Teori Broms: sebagai berikut:
Fx = 163,997 Ton
5

Fy = 13,889 Ton Untuk penulangan poer arah sumbu y


Fz = 726,143 Ton digunakan dengan menggunakan tulangan
Mx = 26,434 Tm susut.
My = 233,014 Tm As susut perlu = 0,0019 xbx h (SNI-03-2847-2002
Jumlah tiang = 2 buah psl.9.12.1)
Mxo = Mx – (Hy.t) = 0,0019 x 1800 x 1500 = 5130mm²
= 26,434 – (13,889 x 1,5) Direncanakan menggunakan tulang D-16, maka
= 5,60 Tonm ( ) jumlah tulangan yang digunakan adalah
Myo = Myo – (Hx. t) 6849
n= = 26tulangan
= 233,014 – (163,997 x 1,5) 0,25.π .16 2
= 12,982 Tm ( ) Jarak pemasangan tulangan:
Maka, P max = 726,142 + 5,60.0 + 77,02 x12,5 S=
1800
= 72mm
2 0 2(1,5) (26 − 1)
P max = 388,744 Ton Dipasang tulangan D16-100 (As= 5227,610 mm2)
726,142 5,60.0 77,02 x1,5
P min = − −
2 0 2(1,5) 2 5.6 Kontrol Geser Pons
P min = 337,397 Ton Perhitungan geser pons akibat kolom adalah
sebagai berikut:
Qu = 1,8 x 2,4 x 1,5 x 1,2 (load factor)= 7,78 2 𝑏𝑏0 𝑑𝑑�𝑓𝑓′𝑐𝑐
ton/m ØV C1 = Ø �1 + � 6
𝛽𝛽𝛽𝛽
Momen yang terjadi pada poer adalah: Atau
Muy = P max. 1,5 m – 0,5 q.(1,5)² 1
ØV C2 = Ø 𝑏𝑏0 𝑑𝑑�𝑓𝑓′𝑐𝑐
3
= 388,744 x 1,5 m – 0,5. 7,78 (1,5²)
Dimana:
= 574,364 tonm
𝛽𝛽𝛽𝛽 = rasio dari sisi panjang terhadap sisi pendek
Mu 574,364 x10 7
Mn = = = 717,954 x10 7 Nmm beton di daerah beban terpusat atau reaksi.
ϕ 0,80
Tebal efektif balok poer:
Mn 717,954 x10 7
Rn = 2
= 2
= 1,389 N / mm 2 Arah x = 2000 – 40 – ½ 22 =1949 mm
b.d 4600 x1060 Keliling penampang kritis:
fy 370 Bo = 2 (b k + d) + 2(h k + d)
m= = = 17,42
0,85 fc' 0,85 x 25 Keterangan: b k = lebar penampang kolom
1 2.m.Rn  h k = panjang penampang kolom
ρperlu = 1 − 1 − 

m fy  d = tebal efektif poer
Bo = 2(800+1949) + 2(800 + 1949) = 10996 mm
1  2 x17,42 x1,389 
= 1 − 1 −  = 0,0038 2 10996 𝑥𝑥 1949 √25

17,42  370  ØV C1 =0,6�1 + � = 26.021.053,52 N
 1,4 6
0,85 xfc' xβ 1 1
 600  ØV C =0,6 𝑥𝑥 𝑥𝑥 10996 𝑥𝑥 1949 𝑥𝑥 √25= 21.431.204 N
ρbalance =   3
fy  600 + fy  ØV C 21.431.204 kg > Pmax
0,85 x 25 x0,85  600  ØV C = 22.400.000 kg > 367.398 kg
=   = 0,030
370  600 + 370  22.400.000 kg > 367.398 kg .... Ok
1,4 1,4 Ketebalan dan ukuran poer memenuhi syarat
ρ min = = = 0,0037
fy ' 370 terhadap geser pons akibat kolom.
Karena ρ perlu > ρ min maka, ρ pakai =
0,0038 5.7 Penurunan Tiang
As = ρ x b x d = 0,0038 x 4600 x1060 Penurunan tiang tunggal dapat dilihat dari rumus
= 18528,8 mm2 berikut ini, penurunan tiang dilihat pada kedalaman
Jumlah tulangan yang dibutuhkan 1000 mm.
St = S 1 +S 2 + S 3
18528,8
n= = 48,74 ≈ 50tulangan
0,25.π .22 2 1. Penurunan tiang S 1
Jarak pemasangan tulangan: Terjadi jika material diasumsikan elastis, maka
4600 penurunan dari pile shaft ditentukan dengan
S= = 93,87mm perumusan sebagai berikut:
(50 − 1) (Qwp + ξQws ) L
Dipasang tulangan D22-100 (As = 19006,635 S1 =
As.Em
mm2)
• Penulangan poer arah sumbu y =  109,39 + 0,5 x78,94  x 21,5 = 0,08 m
 0,502 x74313,53 
 
6

2. Penurunan tiang S 2 VI. PENUTUP


6.1 Kesimpulan
(qwpxDb) 1. Dari pemograman software diperoleh perencanaan
S2 = (1 − µs 2 ) Iwp
Es tiang sebanyak 76 tiang bor walaupun jumlah
tiang sama dengan kondisi eksisting akan tetapi
S2 = (54,433x1,6) (1 − 0,2 2 )0,88 dimensi yang digunakan berbeda dengan kondisi
1725 eksisting dan modifikasi direncanakan dengan
= 0,0404 m perbesara ujung tiang type bell-shaped.
3. Penurunan tiang S 3 2. Daya dukung dari modifikasi tiang bor dinilai
aman memikul beban yang bekerja pada tiang.
 Qws  D
S 3 =   1 − µs 2 Iws ( ) 3. Nilai penurunan pada tiang bor dinilai aman.
 pl  Es 4. Ditinjau dari segi biaya, biaya yang harus
 78,94  0,8
S 3 =   1 − 0,2 2 3,995 ( ) dikeluarkan untuk kondisi eksiting
 2,512 x 26  1725 Rp.74.032.681.559,98 dan biaya untuk modifikasi
S3 = 0,002 m Rp.35.181.811.107,80. Perbedaan harga sekitar
S total = 0,122 m 54,28 %, dimana biaya pelaksanaan untuk
modifikasi lebih murah dibandingkan dengan
V. RANCANGAN ANGGARAN BIAYA kondisi eksisting. Ditinjau dari segi pelaksanaan,
Hasil analisis Pekerjaan Voulume Eksisting pelaksanaan modifikasi tiang lebih cepat
PERHITUNGAN VOLUME TIANG BOR EKSISTING

No Uraian Pekerjaan Perhitungan Volume Volume Satuan Harga Satuan Jumlah


dibandingan dengan kondisi eksisting, hal ini
1
Pekerjaan Persiapan
a. Pembersihan Lahan
b. Pemasangan bowplank (2 x 59,810) + (2x 33)
1973,73
185,62

m
Rp
Rp
667.047,42
1.573.725,83
Rp
Rp
1.316.571.504,28
292.114.988,41
ditinjau dari kemampuan mesin bor dalam
2 Pekerjaan penggalian tanah
59 m x 33m x 2 m 3894 m³ Rp 412.737,50 Rp 1.607.199.825,00
pelaksanaan pengeboran perharinya
3 Pekerjaan Pengeboran
Ø 800 mm 20x 24 m 480 m' Rp 787.047,42 Rp 377.782.761,60
Ø 1000 mm 25 x 24 m 600 m' Rp 983.809,28 Rp 590.285.565,00
Ø 1200 mm 31 x 24 744 m' Rp 1.180.571,13 Rp 878.344.920,72

4 Pekerjaan beton bertulang


6.2 Saran
a. Pekerjaan penulangan pile cap
dimensi poer 7,6 x 4,350 x 2 m
-arah x
-berat tulangan arah x
1/4 π x 0,022² x 1 x 144 x 7,6
0,416 x 7850 kg/m³
0,415806
3264,08

kg Rp 1.573.725,83 Rp 5.136.766.591,44
1. Dimensi penulangan dan pile cap ditinjau
-arah y
- berat tulangan arah y
dimensi poer 5,4 x 1,8 x 2 m
1/4 π x 0,016² x 1 x 84 x 2
0,033 x 7850 kg/m³
0,033761
265,026 kg Rp 1.573.725,83 Rp 417.078.337,13 kembali dengan mencari desain yang lebih
1/4 π x 0,022² x 11 x 104 x 5,4
-arah x
-berat tulangan arah x
-arah y
2,347 x 7850 kg/m³
1/4 π x 0,016² x 11 x 66 x 2
2,347117
18424,87
0,01045

kg Rp 1.573.725,83 Rp 28.995.695.627,98 ekonomis.
- berat tulangan arah y 0,0105 x 7850 kg/m³ 82,03187 kg Rp 1.573.725,83 Rp 129.095.675,78
dimensi poer 1,4 x 1,4 x 1,2 m
-arah x 1/4 π x 0,022² x16 x4x 1,4 0,034043 m³
2. Jadwal pelaksanaan harus ditunjukkan untuk
-berat tulangan arah x 0,034x 7850 kg/m³ 267,2346 kg Rp 1.573.725,83 Rp 420.553.989,94
-arah y
- berat tulangan arah y
dimensi poer 1,8 x 1,8 x 1,5 m
1/4 π x 0,016² x 30 x 4 x 1,2
0,0289x 7850 kg/m³
0,028938
227,1652 kg Rp 1.573.725,83 Rp 357.495.717,54 dapat memilih perencanaan pondasi.
-arah x 1/4 π x 0,022² x 6 x 26 x 1,8 0,082979 m³
-berat tulangan arah x 0,0829x 7850 kg/m³ 651,3843 kg Rp 1.573.725,83 Rp 1.025.100.350,48
-arah y 1/4 π x 0,016² x 6 x 26 x 1,5 0,047025
- berat tulangan arah y 0,047x 7850 kg/m³ 369,1434 kg Rp 1.573.725,83 Rp 580.930.541,01
dimensi poer 10,6x 1,8 x 1,8 m
-arah x 1/4 π x 0,022² x 3 x 182 x 10,6 2,198941 m³
DAFTAR PUSTAKA
-berat tulangan arah x 2,198 x 7850 kg/m³ 17261,68 kg Rp 1.573.725,83 Rp 27.165.159.287,83
-arah y
- berat tulangan arah y
b. Pekerjaan beton pile cap
1/4 π x 0,016² x 3 x 58 x 1,8
0,0629x 7850 kg/m³
0,062941
494,0843 kg Rp 1.573.725,83 Rp 777.553.185,65 [1] Badan Standarisasi Nasional 2002. SNI 03-1726-
7,6 m x 4,350 m x 2 m x 1
5,4 m x 1,8 m x2 m x 11
1,4 m x 1,4 m x 1,2 x 16
11,04
19,44
32,928



Rp
Rp
Rp
696.179,40
696.179,40
696.179,40
Rp
Rp
Rp
7.685.820,58
13.533.727,54
22.923.795,28
2002, Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa
1,8 m x 1,8 m x 1,5 x 6
10,6 m x 1,8 m x 1,8 m x3
29,16
103,032


Rp
Rp
696.179,40
696.179,40
Rp
Rp
20.300.591,30
71.728.755,94 Untuk Bangunan Gedung, Departmen Pekerjaan
Umum.
1,8 m x 1,8 m x 1,5 x 10 48,6 Rp 696.179,40 Rp 33.834.318,84
c. Pekerjaan beton tiang bor
1/4 π x 0,8 x 20 x 24 301,44 m³ Rp 696.179,40 Rp 209.856.318,34
1/4 π x 1 x 25 x 24 471 m³ Rp 696.179,40 Rp 327.900.497,40
1/4 π x 1,2 x 31 x 24 700,848 m³ Rp 696.179,40 Rp 487.915.940,13
[2] Bowles, Joseph E. 1996. Foundation Analysis and
d. Penulangan tiang bor 1/4 π x 0,022² x 590 0,224165 m³
0,224 x 7850 kg/m³
JUMLAH
1759,692 kg Rp 1.573.725,83 Rp
Rp
2.769.272.924,84
74.032.681.559,98
Design. Fifth Edition, Mc Graw Hill International
Edition, New yorkUntung, Djoko Buku Diktat
PERHITUNGAN VOLUME TIANG BOR MODIFIKASI Rekayasa Pondasi.
No Uraian Pekerjaan Perhitungan Volume Volume Satuan Harga Satuan Jumlah
Pekerjaan Persiapan [3] Das, Braja M. 1991. Principle of Geotechnical
a. Pembersihan Lahan 1973,73 m² Rp 7.000,00 Rp 13.816.110,00
1
b. Pemasangan bowplank (2 x 59,810) + (2x 33) 185,62 m Rp 71.750,00 Rp 13.318.235,00 Engineering. Terjemahan oleh Noor Endah dan
2 Pekerjaan penggalian tanah
59 m x 33m x 2 m 3894 m³ Rp 22.720,00 Rp 88.471.680,00
Indra Mochtar. Jakarta: Erlangga
3 Pekerjaan Pengeboran
Ø 800 mm 17 x 24 m 1824 m' Rp 787.047,42 Rp 1.435.574.494,08
Ø 1000 mm
Ø 1200 mm
50 x 24 m
9 x 24
1200
216
m'
m'
Rp
Rp
983.809,28 Rp
1.180.571,13 Rp
1.180.571.130,00
255.003.364,08
[4] Untung, Djoko Buku Diktat Rekayasa Pondasi
4 Pekerjaan beton bertulang
a. Pekerjaan penulangan pile cap
dimensi poer 4,6 x 1,6 x 1,5 m
[5] Wang, C. K dan Charles G salmon 1985. Desain
1/4 π x 0,022² x 19 x 48 x 4,6
-arah x
-berat tulangan arah x 1,59 x 7850 kg/m³
1,593924
12512,31

kg Rp 1.573.725,83 Rp 19.690.938.600,51 Beton Bertulang Jilid 2. Jakarta: Erlangga
-arah y 1/4 π x 0,016² x 19x26 x 1,5 0,148911
- berat tulangan arah y 0,149 x 7850 kg/m³ 1168,954 kg Rp 1.573.725,83 Rp 1.839.613.379,85
dimensi poer 7,6 x 1,8 x 1,8 m
-arah x 1/4 π x 0,022² x 1 x 32 x 7,6 0,092401 m³ [6] Poulos, H.G.1980. Pile Foundation Analysis And
-berat tulangan arah x 0,0924 x 7850 kg/m³ 725,3511 kg Rp 1.573.725,83 Rp 1.141.503.686,99
-arah y
- berat tulangan arah y
1/4 π x 0,016² x 1 x 26 x 1,8
0,0094 x 7850 kg/m³
0,009405
73,82868 kg Rp 1.573.725,83 Rp 116.186.108,20
Design
dimensi poer 1,4 x 1,4 x 1,2 m
-arah x 1/4 π x 0,022² x 15x 20 x 1,4 0,159575 m³
-berat tulangan arah x 0,159 x 7850 kg/m³ 1252,662 kg Rp 1.573.725,83 Rp 1.971.346.827,85
-arah y 1/4 π x 0,016² x 20 x 20 x 1,2 0,096461
- berat tulangan arah y 0,096 x 7850 kg/m³ 757,2173 kg Rp 1.573.725,83 Rp 1.191.652.391,81
dimensi poer 1,8 x 1,8 x 1,5 m
-arah x 1/4 π x 0,022² x 7x 26 x 1,8 0,096809 m³
-berat tulangan arah x 0,0968x 7850 kg/m³ 759,9484 kg Rp 1.573.725,83 Rp 1.195.950.408,90
-arah y 1/4 π x 0,016² x 7 x 26 x 1,5 0,054862
- berat tulangan arah y 0,0548 x 7850 kg/m³ 430,6673 kg Rp 1.573.725,83 Rp 677.752.297,84
b. Pekerjaan beton pile cap
4,6 m x 1,6 m x 1,5 m x 19 209,76 m³ Rp 696.179,40 Rp 146.030.590,94
7,6 m x 1,8 m x 1,8 x 2 49,248 Rp 696.179,40 Rp 34.285.443,09
1,4 m x 1,4 m x 1,2 x 15 740,88 Rp 696.179,40 Rp 515.785.393,87
1,8 m x 1,8 m x 1,5 x 10 48,6 Rp 696.179,40 Rp 33.834.318,84
c. Pekerjaan beton tiang bor
1/4 π x 0,8 x 7 x 24 105,504 m³ Rp 696.179,40 Rp 73.449.711,42
1/4 π x 1 x 50 x 24 942 m³ Rp 696.179,40 Rp 655.800.994,80
1/4 π x 1,2 x 9 x 24 203,472 m³ Rp 696.179,40 Rp 141.653.014,88

d. Penulangan tiang bor 1/4 π x 0,022² x 590 0,224165 m³


0,224 x 7850 kg/m³ 1759,692 kg Rp 1.573.725,83 Rp 2.769.272.924,84
Rp 35.181.811.107,80
JUMLAH