Anda di halaman 1dari 7

LATIHAN UJIAN AKHIR SEMESTER

SISTEM PENGHANTARAN OBAT


FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PANCASILA
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat untuk Soal no. 1 – 20.

1. Desain bentuk sediaan penghantaran terus menerus memerlukan informasi terkait karakteristik zat aktif.
Waktu paruh biologis zat aktif merupakan salah satu karakteristik tersebut. Berapa lama rentang waktu paruh
biologis yang diperlukan untuk mendesain sediaan tersebut?

a. > 15 jam
b. 12 - 15 jam
c. 9 - 11 jam
d. 2 - 8 jam
e. < 2 jam
2. Desain bentuk sediaan penghantaran terus menerus memerlukan informasi terkait karakteristik zat aktif.
Waktu paruh biologis zat aktif merupakan salah satu karakteristik tersebut. Formulator memiliki zat aktif
dengan waktu paruh < 2 jam. Apa yang akan terjadi pada sediaan tersebut?
a. Bentuk sediaan padat oral menjadi pilihan
b. Dosis pemberian perlu pengurangan
c. Formulasi akan ideal
d. Ketidaknyamanan saat penggunaan
e. Tidak perlu dibuat sediaan lepas terus menerus
3. Persamaan Nernst-Brunner atau Noyes-Whitney dapat digunakan untuk menjelaskan kecepatan disolusi suatu
obat sebagai fungsi kelarutan jenuhnya dan luas permukaannya. Persamaannya sebagai berikut.
Kecepatan disolusi = dX / dt = AD / h ( Cs – (Xt / V)). Pernyataan mana yang memenuhi persamaan tersebut?
a. A adalah luas permukaan dari pelarut
b. Cs adalah kelarutan jenuh dari pelarut
c. D adalah tetapan difusi dari pelarut
d. V adalah volum pelarut untuk disolusi
e. Xt adalah jumlah obat terlarut pada waktu awal
4. Dalam mendesain bentuk sediaan lepas terus menerus yang berdasarkan disolusi, kecepatan pelepasan obat
dapat dilakukan dengan menurunkan kecepatan disolusi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara.
Cara mana yang dapat membantu hal tersebut?
a. Memasukkan obat dalam matrik larut segera
b. Menggunakan HPMC sebagai penyalut
c. Menggunakan PVP sebagai penyalut
d. Mengecilkan ukuran partikel obat
e. Menyalut obat dalam salut larut cepat
5. Seorang formulator mendesain suatu sediaan tablet oral. Sebagian zat aktif disalut dengan salut enteric dan
sisanya tidak. Setelah dicampur dengan eksipien, massa dicetak. Di mana lokasi tablet akan larut?
a. Di lambung saja
b. Di lambung dan usus halus
c. Di usus halus saja
d. Di lambung dan kolon
e. Di kolon saja
6. Untuk memahami sistem penghantaran obat gastroretentif perlu mengetahui motilitas lambung dalam
keadaan kosong maupun terisi. Dalam keadaan kosong, terbagi dalam beberapa fase. Pada fase mana terjadi
kontraksi yang sangat kuat?
a. Lima
b. Empat
c. Tiga
d. Dua
e. Satu
7. Agar sistem penghantaran obat gastroretentif dapat berfungsi optimal perlu memperhatikan beberapa hal.
Kondisi di lambung, bentuk sediaan, dan ukuran sediaan termasuk hal-hal yang perlu dicermati. Dari
pernyataan berikut mana yang sesuai untuk sistem penghantaran tersebut?

a. Diberikan pada kondisi puasa


b. Diberikan pada kondisi tidak puasa
c. Dosis tunggal lebih menguntungkan daripada
dosis ganda
d. Untuk ukuran kecil, diberikan pada kondisi
puasa
e. Untuk ukuran besar maksimum 5 cm dengan
diameter 3 cm
8. Bentuk sediaan pelepasan terus menerus ada yang didasarkan atas difusi. Difusi merupakan gerakan massa
dari molekul karena ada gerakan molekular dari molekul sepanjang gradient konsentrasinya. Hukum apa yang
memformulasikan persamaan mengenai hal tersebut?
a. Archimides
b. Einstein
c. Fick’s I
d. Newton
e. Stokes
9. Sistem pelepasan terus-menerus (sustained) dapat dibuat dengan menempatkan zat aktif dalam sediaan inti
yang dikelilingi oleh membran polimer. Mekanisme pelepasan obat berdasarkan difusi. Apa sifat membran
polimer yang dibutuhkan?
a. Absorptif
b. Aditif
c. Adsorptif
d. Degradabel
e. Inert
10. Sistem matriks melepaskan obat dengan cara difusi. Pelepasan dipengaruhi juga oleh jenis matriks yaitu matrik
homogen atau poros. Dibandingkan dengan sistem reservoir, apa keuntungan sistem ini?
a. Biaya produksi rendah
b. Pelepasan obat dipengaruhi pH
c. Polimer tidak larut
d. Risiko dosis dumping
e. Selalu mengikuti pelepasan orde nol
11. Menjaga kadar obat dalam plasma dalam rentang terapetik dapat dicapai dengan berbagai cara. Salah satunya
dengan pemberian dosis berulang suatu sediaan lepas cepat. Bagaimanakah profil konsentrasi obat dalam
plasma?
a. Bersifat fluktuatif
b. Bersifat konstan
c. Dalam rentang konsentrasi aman
d. Efek samping kecil
e. Tidak ada level subterapetik
12. Sistem penghantaran obat ada yang lepas cepat dan yang lepas terus menerus. Sistem yang lepas terus
menerus bertujuan agar tingkat konsentrasi obat dalam plasma tercapai dalam suatu periode waktu yang
lama. Bagaimana cara mencapai tujuan tersebut?
a. Kecepatan absorpsi obat dari saluran cerna sama dengan kecepatan eliminasinya
b. Kecepatan absorpsi obat dari saluran cerna lebih besar dari kecepatan eliminasinya
c. Kecepatan absorpsi obat dari saluran cerna lebih kecil dari kecepatan eliminasinya
d. Kecepatan absorpsi obat dari saluran cerna sama dengan kecepatan ekskresinya
e. Kecepatan absorpsi obat dari saluran cerna sama dengan kecepatan metabolismenya
13. Sistem penghantaran obat ada yang lepas cepat dan yang lepas terus menerus. Sistem yang lepas terus
menerus bertujuan agar tingkat konsentrasi obat dalam plasma tercapai dalam suatu periode waktu yang
lama. Bentuk sediaan apa yang dengan mudah dapat mencapai tujuan tersebut?
a. Sediaan injeksi intramuskular
b. Sediaan infus intravena
c. Sediaan oral tablet
d. Sediaan oral kapsul
e. Sediaan topikal semisolid
14. Tidak semua obat dapat menjadi kandidat untuk sistem penghantaran obat terus menerus. Hal tersebut
dipengaruhi oleh berbagai parameter. Berikut ini parameter mana yang dapat diabaikan?
a. Stabilitas
b. Kelarutan
c. Efikasi
d. Dosis
e. Biaya
15. Sistem penghantaran obat dengan pelepasan terus menerus perlu zat aktif berpotensi tinggi dan dosis
terapetik rendah. Jika berbentuk tablet atau kapsul umumnya mudah diberikan secara oral. Berapa rentang
bobot sediaan yang umum untuk sediaan tersebut?
a. 2001 – 2500 mg
b. 1501 – 2000 mg
c. 1001 – 1500 mg
d. 200 – 1000 mg
e. 50 – 199 mg
16. Dalam mendesain sediaan untuk sistem penghantaran obat terus menerus perlu memperhatikan dua hal.
Pertama, bentuk sediaan lepas cepatnya, dan kedua, dosis dari bentuk sediaan lepas cepatnya. Berapa rasio
dosis sediaannya dibandingkan dengan dosis sediaan lepas cepatnya?
a. 8 – 9 : 1
b. 6 – 7 : 1
c. 4 – 5 : 1
d. 2 – 3 : 1
e. 1 : 1
17. Kecepatan absorpsi yang tinggi menguntungkan untuk obat lepas terus menerus. Kecepatan pelepasan ini
merupakan tahap penentu kecepatan untuk keberadaan obat dalam tubuh. Berapakah tetapan kecepatan
absorpsi nyata minimal dari sediaan tersebut?
a. 0,2 per jam
b. 0,4 per jam
c. 0,6 per jam
d. 0,8 per jam
e. 1,0 per jam
18. Dari soal no. 7 diperlukan tetapan kecepatan absorpsi nyata minimal dari sediaan untuk mencapai absorpsi
sempurna pada saluran cerna, dan dengan asumsi waktu transit dalam area adsortif dari saluran cerna. Berapa
lama waktu transit di area tersebut?
a. 18 – 20 jam
b. 13 – 17 jam
c. 8 – 12 jam
d. 4 – 7 jam
e. 0 – 3 jam
19. Metabolisme presistemik dari sediaan lepas lambat setelah pemberian oral mendapat perhatian khusus.
Proses metabolisme melibatkan enzim dan sering mengikuti kinetika enzim yang khas. Di mana terjadinya
metabolisme tersebut?
a. Epidermis
b. Jaringan lemak
c. Jaringan tulang
d. Lapisan kolesterol
e. Luminal
20. Metabolisme presistemik dari sediaan lepas lambat setelah pemberian oral mendapat perhatian khusus.
Proses metabolisme melibatkan enzim dan sering mengikuti kinetika enzim yang khas. Kinetika enzimatik
tersebut mengikuti hukum apa?
a. Noyes-Whitney
b. Newton
c. Michaelis-Menten
d. Fick’s II
e. Fick’s I

Jawablah soal no. 21-30 dengan:


A jika jawaban 1, 2, dan 3 benar
B jika jawaban 1 dan 3 benar
C jika jawaban 2 dan 4 benar
D jika hanya jawaban 4 yang benar
E jika jawaban 1, 2, 3, dan 4 benar

21. Persamaan pelepasan obat dari sistem penghantaran obat terkontrol yang diaktivasi oleh tekanan osmotik
dinyatakan sebagai berikut.

Pernyataan berikut ini mana yang benar?


1. Q/t adalah jumlah obat yang dilepaskan per satuan waktu
2. Am adalah luas permukaan dari membran semipermeabel
3. Pw adalah permeabilitas air dari membran semipermeabel
4. Cs adalah kelarutan jenuh obat di luar sistem
22. Pompa osmotik dasar adalah bentuk paling dasar dari sistem osmotik oral. Sistem ini terbagi dalam beberapa
bagian. Dari pernyataan berikut ini mana yang memenuhi kriteria sistem tersebut?
1. Terdapat tablet inti
2. Tablet inti disalut membran permeabel
3. Zat aktif berada di tablet inti
4. Membran permeabel dilubangi menggunakan sinar inframerah
23. Kandungan obat yang konstan dalam plasma tidak selalu diinginkan. Oleh karena itu pelepasan pulsatif dapat
diperlukan. Pada kondisi bagaimana sistem pelepasan ini dapat digunakan?
1. Gangguan karena masalah hormonal
2. Gangguan karena demam
3. Gangguan karena gula darah
4. Gangguan karena nyeri otot
24. Penargetan obat bertujuan untuk mengontrol distribusi obat dalam tubuh agar sebagian besar dosis secara
selektif berinteraksi dengan jaringan target pada tingkat sel atau sub sel. Obat menuju tempat aktivitasnya,
pada konsentrasi optimumnya, selama waktu tertentu. Apa manfaat melakukan hal tersebut?
1. Meningkatkan aktivitas obat
2. Menaikkan spesifisitas obat
3. Mengurangi toksisitas
4. Memperbaiki profil terapetik
25. Mekanisme penargetan suatu sistem penghantaran obat dapat dibagi menjadi dua. Pertama, penargetan
secara pasif. Kedua, penargetan secara aktif. Berikut ini mana yang termasuk dalam mekanisme kedua?
1. Penanganan defisiensi enzim lisosom
2. Penargetan antibodi-antigen
3. Penargetan melalui efek retensi dan peningkatan permeabilitas
4. Penargetan lektin-glikoprotein
26. Sediaan pelepasan terkontrol didesain untuk menghasilkan kinetika pelepasan yang reprodusibel dan
konsentrasi plasma obat yang dapat diprediksi. Sediaan apa yang memiliki profil seperti itu?
1. Sirup kering
2. Injeksi intramuskular
3. Kapsul
4. Infus
27. Sediaan pelepasan terkontrol menggunakan prinsip difusi. Difusi melalui membran polimer atau pori-pori
membran polimer. Untuk mencapai pelepasan obat yang sesuai, apa bentuk zat aktif yang diinginkan?
1. Semisolid
2. Gas
3. Cair
4. Padat
28. Sistem pelepasan terkendali memiliki karakteristik dengan banyak keuntungan yang lebih baik dibandingkan
sistem pelepasan terus-menerus .Apa saja karakteristik yang dimaksud tersebut?
1. Profil pelepasan kontinyu
2. Didesain untuk mencapai konsentrasi plasma yang lebih konstan
3. Tidak dipengaruhi lingkungan biologi dari tempat pemakaian
4. Rute pemberian tidak terbatas untuk oral
29. Ciri khas sediaan konvensional dinyatakan oleh kandungan zat aktif dalam sediaannya. Sebagai contoh kapsul
tetrasiklin 250 mg. Mana ciri khas yang sesuai untuk sediaan lepas terkontrol?
1. Jumlah zat aktif per unit sediaan
2. Jumlah zat aktif dilepas per volum sediaan
3. Jumlah zat aktif per volum sediaan
4. Jumlah zat aktif dilepas per satuan waktu
30. Sistem penghantaran obat terkontrol dapat berfungsi karena adanya berbagai tenaga penggerak. Berikut ini
mana yang termasuk dalam kategori tersebut?
1. Difusi
2. Hidrolisis
3. Hidrasi
4. Tekanan osmosis

Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas!

A. Perhatikan gambar jalur endositosis untuk masuknya obat ke dalam sel di bawah ini. Lengkapi informasi yang
terjadi di dalam sel.

B. Perhatikan gambar representasi skematik liposom di bawah ini.

34) fungsinya adalah …………………………………………………


35) fungsinya adalah …………………………………………………contohnya ………………………………….
36) fungsinya adalah………………………………………………..
C. Lengkapi informasi berikut terkait dengan dendrimer
37) Dendrimer adalah …………………………………………………………………………………..
38) Dendrimer dapat didesain untuk penargetan pasif dengan cara …………….
39) Dendrimer dapat didesain untuk penargetan aktif dengan cara …………….
40) Zat aktif dimasukkan ke dalam dendrimer dengan cara …………………………

D. Perhatikan gambar berikut, lalu jelaskan mekanisme yang terjadi

41) ……………………………………………………………………
42) …………………………………………………………………..

43) …………………………………………………………………..
44) …………………………………………………………………..

E. Perhatikan gambar jalur eliminasi dari obat dan sistem penghantaran obat di bawah ini. Lengkapi informasi
yang diperlukan.