Anda di halaman 1dari 8

EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI MUSIK TERHADAP

PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU DENGAN


HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN

Sari Widayati1, Misrawati2, Rismadefi Woferst3

Program Studil Ilmu Keperawatan


Universitas Riau
Email: sariwidayatii@gmail.com

Abstract

The aims of this study is to identify the effectiveness of music therapy for reducing blood pressure of women with hypertension
during pregnancy. The method of this research was quasy experiment with non-equivalent control group approach. The
research was conducted in Puskesmas Rejosari, Tenayan Raya, and Harapan Raya. The samples were 30 that consist of 15 for
treatment group and 15 for control group chosen by purposive sampling technique. Treatment group was given music therapy
for 15 minute every session for three days. The instrument was spreadsheet for number of blood pressure (BP) measurement.
BP measurement device was stethoscope and needle sphygmomanometer. The analysis used univariate and bivariate analysis.
Bivariate analysis used Wilcoxon and Mann Withney test. The result of Wilcoxon test was music therapy reduced BP both of
systolic and diastolic (p value = 0,02; p value = 0,02; α=0,05). Mann Withney test showed p value = 0,017 for systolic BP and
0,044 for diastolic BP (α=0,05). This research found that music is effective for reducing BP of women with hypertension
during pregnancy and recommends to nurses to apply this music as non pharmacological therapy for reducing BP.

Keyword: blood pressure, diastolic, pregnancy, hypertension, music therapy, systolic

PENDAHULUAN protein dari ginjal ke dalam urin (Siauw, 1994


Hipertensi secara sederhana dapat dalam Sijangga, 2010). Lebih lanjut hipertensi
didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah pada kehamilan diklasifikasikan menjadi pre
yang abnormal dan diukur minimal pada tiga eklampsia (ringan dan berat), eklampsia,
kesempatan yang berbeda, dengan hasil tekanan hipertensi kronik, hipertensi kronik
sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg superimposed, hipertensi gestasional, dan
(Corwin, 2009). Gangguan ini dapat terjadi sindrom HELLP (hemolysis, elevated liver
hampir di sepanjang fase kehidupan, termasuk enzyme, low platelet) (Morgan & Hamilton,
fase kehamilan sampai dengan masa nifas. 2003).
Hipertensi yang terjadi pada fase ini disebut Bobak, Lowdermilk dan Jensen (2005)
dengan hipertensi dalam kehamilan. mengemukakan tidak ditemukan profil khusus
Hipertensi dalam kehamilan adalah wanita yang akan mengalami pre eklampsia akan
kelainan vaskular yang terjadi pada saat tetapi faktor resiko yang berhubungan dengan
kehamilan (Marliani & Tantan, 2007), sebelum perkembangan penyakit seperti primigravida,
masa kehamilan, atau pada masa nifas grand multigravida, janin besar, kehamilan
(Sastrawinta, Martaadisoebrata & Wirakusumah, dengan janin lebih dari satu, dan obesitas.
2003). Prawirohardjo (2006) mendefinisikan Sebesar 85% pre eklampsia terjadi pada
hipertensi dalam kehamilan sebagai hasil kehamilan pertama. Pre eklampsia terjadi 14–20
pengukuran pada ibu hamil atau nifas yaitu % kehamilan dengan janin lebih dari satu dan
tekanan diastolik ≥90 mmHg atau tekanan 30% wanita mengalami anomali rahim yang
sistolik ≥140 mmHg dalam dua kali pengukuran berat. Pada ibu yang mengalami hipertensi
minimal berjarak 6 jam. kronis atau penyakit ginjal insiden dapat
Pada dasarnya terdapat dua jenis hipertensi mencapai 25%.
selama kehamilan, yaitu hipertensi yang telah Di dunia, hipertensi dalam kehamilan
diderita sebelum hamil atau mulai diderita menyumbangkan 6–8% kematian maternal dan
setelah beberapa bulan kehamilan dan hipertensi merupakan penyebab dari berat badan lahir
yang diderita pada kehamilan bulan kelima, rendah (BBLR). Kematian maternal ini terjadi
enam, atau tujuh yang berhubungan dengan hampir 99% di negara berkembang, dan sisanya
toxemia of pregnancy, yaitu keracunan di negara maju (World Health Organization,
kehamilan dengan ciri-ciri kenaikan tekanan 2013). Di Indonesia, angka kematian maternal
darah, jaringan membengkak, dan kebocoran masih didominasi oleh perdarahan (32%),

JOM PSIK VOL.1 NO.2 OKTOBER 2014 1


hipertensi dalam kehamilan (25%), diikuti oleh yang dapat diberikan untuk hipertensi dalam
infeksi (5%), partus lama (5%), dan abortus kehamilan adalah terapi musik.
(1%). Selain penyebab obstetrik, kematian ibu Musik adalah rangsangan audio yang
juga disebabkan oleh penyebab lain-lain (non terorganisir yang terdiri dari melodi, ritme,
obstetrik) sebesar 32% (Kementrian Kesehatan harmoni, timbre, bentuk, dan gaya (Turana,
Republik Indonesia, 2012). Di Provinsi Riau, 2008). Musik bukan hanya sekedar bunyi tetapi
angka kejadian hipertensi dalam kehamilan pada merupakan komposisi dari bunyi
tahun 2007 mencapai 13,8% dari seluruh jumlah (Mangoenprasodjo & Hidayati, 2005) dan
kehamilan yang terdata (Sirait, 2012). mampu membantu tubuh dan pikiran saling
Tingginya insidensi hipertensi dalam bekerja sama (Fauzi, 2006 dalam Hariati, 2010).
kehamilan menunjukkan semakin tingginya Mucci dan Mucci (2002) membagi musik
resiko komplikasi maternal dan perinatal. dalam dua jenis yaitu musik acid dan musik
Komplikasi yang timbul dapat berupa penurunan alkaline. Kedua jenis musik ini mampu
suplai darah ke plasenta, abrupsio plasenta, dan mempengaruhi psikologis dan fisiologis tubuh
kerusakan pada organ-organ internal (Simkin, terutama bagi jantung dan pembuluh darah
Wallhey & Keppler, 2008). Hipertensi dalam (Yunitasari, 2008). Musik acid adalah musik
kehamilan juga merupakan satu dari trias yang biasanya digunakan untuk stimulasi
mematikan dalam kehamilan selain perdarahan sedangkan musik alkaline untuk relaksasi. Musik
dan infeksi (Leveno, dkk, 2009). Ibu hamil yang acid cenderung meningkatkan energi tubuh,
menderita hipertensi diperkirakan 5–10% akan membuat tubuh bereaksi, meningkatkan detak
mengalami kesulitan dalam proses persalinan. jantung dan tekanan darah. Musik alkaline
Hasil penelitian yang dilakukan Andammori, bersifat sebaliknya yaitu menimbulkan rileks,
Lipoeto dan Yusrawati (2013) menyatakan pada bahagia, dan mampu menurunkan tekanan darah
ibu hamil dengan hipertensi memiliki bayi (Aprillia, 2010). Musik alkaline adalah musik
dengan berat badan rata-rata 2.386–3.212 gram. yang sesuai digunakan sebagai terapi untuk
Komplikasi-komplikasi ini dapat dicegah dengan menurunkan darah pada ibu dengan hipertensi
pemberian penanganan yang tepat. dalam kehamilan.
Penanganan pada hipertensi dalam Musik yang menghasilkan alkaline
kehamilan dapat dilakukan dengan dua cara misalnya adalah musik klasik yang lembut,
yaitu farmakologis dan non farmakologis. instrumental, musik meditatif, dan musik yang
Penanganan farmakologis adalah penanganan menimbulkan rileks dan bahagia (Mucci &
dengan menggunakan terapi medis atau obat- Mucci, 2002). Di dalam otak terdapat pusat
obatan. Terapi ini tidak dianjurkan pada ibu asosiasi penglihatan dan pendengaran yang
hamil dengan hipertensi karena akan berfungsi menginterpretasikan objek yang dilihat
menimbulkan dampak bagi janin dan berisiko dan didengar. Informasi dari pusat yang berada
terjadinya insufisiensi plasenta. Terapi akan pada permukaan otak tersebut akan dihantarkan
diberikan dalam kondisi tertentu dengan fokus ke pusat emosi yaitu sistem limbik. Dari pusat
untuk mencegah terjadinya morbiditas seperti pengatur emosi ini perasaan tenang akan muncul
stroke dan disfungsi miokardium (Funai, Evans oleh rangsangan musik alkaline dengan kunci
& Lockwood, 2008). Hasil penelitian Lisniawati, minor dan irama yang perlahan. Ketenangan
Febryana dan Astuti (2011) menunjukkan dapat memberikan dampak pada fisiologi tubuh
hipotensi bayi baru lahir adalah salah satu seperti detak jantung yang melambat, pernapasan
dampak dari pemberian pemberian terapi yang dalam dan panjang, tekanan darah
farmakologi jenis Methyldopa. menurun, dan suhu tubuh meningkat (Rusdi &
Penanganan lain yang dapat digunakan Isnawati, 2009).
adalah penanganan non farmakologis. Djohan (2006) mengungkapkan bahwa
Penanganan ini memiliki efek samping lebih mendengarkan musik alkaline akan memicu
minimal atau bahkan tidak ada, tetapi sekresi hormon kebahagiaan seperti endorphin
memerlukan waktu yang relatif lebih lama. dan serotonin serta menghambat sekresi hormon
Terapi non farmakologis dapat diberikan kepada stres seperti ACTH. Hormon-hormon ini
pasien hipertensi dengan tujuan menurunkan mempengaruhi berbagai aktivitas tubuh
tekanan darah dan mengendalikan faktor risiko termasuk pengaturan tekanan darah. Musik ini
serta penyakit penyerta lainnya (Kamaluddin, juga mampu membawa pendengar dari kondisi
2010). Salah satu bentuk terapi non farmakologis otak beta (terjaga) ke dalam kondisi alpha

JOM PSIK VOL.1 NO.2 OKTOBER 2014 2


(meditatif) sementara individu masih dalam yang diukur sebelum dan setelah perlakuan
keadaan sadar. (Polit & Beck, 2006). Pada penelitian ini peneliti
Hasil penelitian menunjukkan musik ingin melihat efektifitas terapi musik terhadap
terbukti dapat meningkatkan interleukin-I (IL-1) penurunan tekanan darah dengan
pada darah sehingga dapat meningkatkan membandingkan antara kelompok eksperimen
imunitas (Hariati, 2010). Musik juga dan kelompok kontrol.
berpengaruh terhadap sistem kardiovaskuler Sampel pada penelitian ini adalah ibu
sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan dengan hipertensi dalam kehamilan yang
Saing (2007) dengan pemberian musik klasik berjumlah 30 responden. Instrument pada
selama 30 menit berpengaruh terhadap penelitian ini adalah lembar isian hasil
penurunan tekanan darah remaja dengan pengukuran tekanan darah yang juga mencakup
hipertensi. Penelitian lain dilakukan Chang, data ibu meliputi usia ibu, usia kehamilan, dan
Chen, dan Yuang (2008) juga menunjukkan hasil gravida. Pengukuran tekanan darah dilakukan
pengaruh baik dari musik yaitu mampu dengan menggunakan sphygmomanometer jarum
meningkatkan kesehatan psikologis pada ibu dan stetoskop.
hamil dengan menurunkan angka kecemasan, Pengumpulan data dilakukan di wilayah
stress, dan depresi yang biasa dialami ibu hamil. kerja Puskesmas Rejosari, Tenayan Raya, dan
Di Kota Pekanbaru angka kejadian Harapan Raya. Peneliti melakukan kunjungan
hipertensi dalam kehamilan masih relatif tinggi, rumah setelah mendapatkan data dari
khususnya di Kecamatan Tenayan Raya yaitu di Puskesmas, Rumah Bersalin, dan Bidan Praktik
wilayah kerja Puskesmas Rejosari dan Tenayan Swasta. Pengukuran dilakukan selama 3 hari
Raya yang memiliki angka kejadian hipertensi berturut-turut. Responden diukur tekanan
dalam kehamilan tertinggi selama tahun 2012 darahnya kemudian diberikan terapi musik
yaitu sejumlah 94 ibu (Dinas Kesehatan Kota selama 15 menit dan setelah itu dilakukan
Pekanbaru, 2012). Hasil studi pendahuluan yang pengukuran kembali. Pada kelompok kontrol
dilakukan pada 2 ibu hamil yang mengalami peneliti juga melakukan pengukuran tekanan
hipertensi tanggal 25 Januari 2013, keduanya darah selama 3 hari berturut-turut. Setelah
mengatakan belum pernah mendapatkan terapi dilakukan pengukuran ibu diperbolehkan
musik sebagai terapi untuk menurunkan tekanan melakukan hal-hal yang biasa ibu lakukan dan
darah. Petugas kesehatan di puskesmas juga setelah 15 menit dilakukan pengukuran kembali.
mengatakan selama ini ibu dengan hipertensi Analisa data pada penelitian ini adalah
dalam kehamilan hanya diberikan terapi univariat dan bivariat. Analisa univariat
farmakologis saja, terapi non farmakologis dilakukan untuk melihat karakteristik responden
belum pernah diberikan. meliputi usia ibu, usia kehamilan, dan gravida.
Berdasarkan fenomena tersebut peneliti Analisa bivariat menggunakan Wilcoxon test dan
tertarik melakukan penelitian yang bertujuan Mann Withney test.. Wilcoxon test digunakan
untuk mengidentifikasi efektifitas terapi musik untuk melihat perbedaan rata-rata tekanan darah
terhadap penurunan tekanan darah pada ibu baik sistolik maupun diastolik pre-test dan post-
dengan hipertensi dalam kehamilan. test. Mann Withney test digunakan untuk
Penelitian ini bermanfaat bagi membandingkan tekanan darah post-test pada
perkembangan ilmu keperawatan, iinstitusi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
kesehatan, dan masyarakat sebagai pilihan terapi
non farmakologis yang dapat diberikan pada ibu
hamil dengan hipertensi serta bagi peneliti
selanjutnya hasil penelitian ini dapat menjadi
dasar acuan dalam melakukan penelitian yang
lebih lanjut terkait terapi non farmakologis untuk
hipertensi dalam kehamilan.

METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah
penelitian quasy experiment dengan pendekatan
non equivalent control-group yaitu penelitian
yang dilakukan pada dua atau lebih kelompok

JOM PSIK VOL.1 NO.2 OKTOBER 2014 3


Tabel 4 menunjukkan rata-rata tekanan
darah sistolik post-test kelompok eksperimen
HASIL PENELITIAN adalah 129,73 mmHg dan kelompok kontrol
Berdasarkan penelitian didapatkan hasil adalah 137,33 mmHg.
sebagai berikut:
Tabel 5
1. Analisa univariat Rata-rata tekanan darah diastolik post-test
Tabel 1 Variabel N Mean Min Max
Gambaran karakteristik responden a. Kelompok 15 85,47 80 110
Jumlah
Karakteristik responden eksperimen
N %
b. Kelompok 15 90,0 80 110
Usia ibu
kontrol
a. <20 tahun 4 13,3
b. 20–35 tahun 21 70 Tabel 5 menunjukkan rata-rata tekanan darah
c. 35 tahun 5 16,7 diastolik post-test kelompok eksperimen adalah
Usia kehamilan 84,47 mmHg dan rata-rata tekanan darah
a. Trimester II 8 26,7 diastolik post-test kelompok kontrol adalah 90
b. Trimester III 22 73,3
mmHg.
Gravida
a. Primigravida 15 50
b. Multigravida 13 43,3 2. Analisa bivariat
c. Grand multigravida 2 6,7 Tabel 6
Dari tabel 1 diketahuin bahwa usia ibu Tekanan darah sistolik sebelum dan setelah
terbanyak adalah usia 20–35 tahun (70%). Pada pemberian terapi musik
karakteristik usia kehamilan diperoleh 26,7% Perbedaan rata-rata
usia kehamilan ibu berada pada trimester II dan Variabel tekanan darah P N
N %
73,3% berada pada trimester III dan sebagian
a. Post-test 13 86,7
besar responden adalah primigravida (50%). < pre-
Tabel 2 test
b. Post-test 1 6,7
Rata-rata tekanan darah sistolik pre-test > pre- 0,002 15
Variabel N Mean Min Max test
a. Kelompok 15 93,2 88 110 c. Post-test 1 6,7
eksperimen = pre-
b. Kelompok 15 92 90 110 test
kontrol Total 15 100
Tabel 2 menunjukkan rata-rata tekanan Tabel 6 menunjukkan perbedaan rata-rata
darah diastolik pre-test kelompok eksperimen tekanan darah sistolik pada kelompok
adalah 93,2 mmHg dan kelompok kontrol 92 eksperimen pre-test dan post-test. Hasil yang
mmHg. diperoleh p value = 0,002 {p<α (α=0,05)},
Tabel 3 sehingga disimpulkan terdapat perbedaan rata-
Rata-rata tekanan darah diastolik pre-test rata tekanan darah sistolik sebelum dan setelah
Variabel N Mean Min Max diberikan terapi musik.
a. Kelompok 15 93,2 88 110
eksperimen Tabel 7
15 92 90 110
b. Kelompok Tekanan darah diastolik sebelum dan setelah
kontrol diberikan terapi musik
Tabel 3 menunjukkan rata-rata tekanan Perbedaan rata-rata
darah diastolik pre-test kelompok eksperimen Variabel tekanan darah P N
N %
adalah 93,2 mmHg dan kelompok kontrol 92 a. Post-test < 12 80,0
mmHg. pre-test
b. Post-test > 0 0
Tabel 4 0,002 15
pre-test
Rata-rata tekanan darah sistolik post-test c. Post-test = 3 20,0
Variabel N Mean Min Max pre-test
a. Kelompok 15 129,73 120 154 Total 15 100
eksperimen
b. Kelompok 15 137,33 130 160
Tabel 7 menunjukkan perbedaan rata-rata
kontrol tekanan darah diastolik sebelum dan setelah
diberikan terapi musik dengan menggunakan

JOM PSIK VOL.1 NO.2 OKTOBER 2014 4


Wilcoxon test. Hasil analisa memperoleh p value Tabel 12 menunjukkan hasil analisa
= 0,002 {p<α (α=0,05)} dan dapat disimpulkan statistik dengan menggunakan mann withney
terdapat perbedaan rata-rata tekanan darah test. Hasil analisa diperoleh p value = 0,017
diastolik sebelum dan setelah diberikan {p<α (α=0,05)}, angka ini menunjukkan adanya
intervensi. perbedaan rata-rata antara tekanan sistolik post-
test kelompok eksperimen dan kelompok
Tabel 8
kontrol.
Tekanan darah sistolik sebelum dan setelah
tanpa diberikan terapi musik Tabel 11
Perbedaan rata- Perbedaan rata-rata tekanan darah diastolik
rata tekanan post-test dengan dan tanpa diberikan terapi
Variabel P N
darah
musik
N %
Variabel P N
a. Post-test < 1 6,7
pre-test a. Kelompok eksperimen
0,044 15
b. Post-test > 5 33,3 b. Kelompok kontrol
0,196 15 Tabel 11 menunjukkan hasil analisa
pre-test
c. Post-test = 9 60 statistik dengan menggunakan mann withney
pre-test test. Hasil yang didapatkan p value = 0,044 {p<α
Total 15 100
(α=0,05)} sehingga disimpulkan terdapat
Tabel 8 menunjukkan perbedaan rata-rata perbedaan yang bermakna pada rata-rata tekanan
tekanan darah sistolik sebelum dan setelah tanpa darah diastolik post-test pada kelompok
diberikan terapi musik. Hasil uji statistik eksperimen dan kelompok kontrol.
memperoleh p value = 0,196 {p>α (α=0,05)},
sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan PEMBAHASAN
rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dan 1. Karakteristik responden
setelah tanpa diberikan terapi musik. Hasil penelitian yang dilakukan
Tabel 9 memperoleh hasil sebagian besar usia ibu
Tekanan darah diastolik sebelum dan setelah yang mengalami hipertensi dalam kehamilan
tanpa diberikan terapi musik adalah usia 20–35 tahun (70%). Pada
Perbedaan rata- penelitian ini mayoritas usia ibu berada pada
rata tekanan rentang yang aman (20–35 tahun). Angka
Variabel P N
darah
kejadian hipertensi kehamilan pada
N %
a. Post-test < 12 80,0 penelitian ini sebagian besar tidak
pre-test dipengaruhi oleh usia ibu sebagaimana
b. Post-test > 0 0 penjelasan dari Heffner dan Schust (2005)
0,002 15
pre-test bahwa faktor risiko dari hipertensi dalam
c. Post-test = 3 20,0 kehamilan adalah primigravida, kehamilan
pre-test
Total 15 100
kembar, diabetes, hipertensi sebelumnya,
Tabel 9 menunjukkan hasil analisa interval antar kehamilan yang jauh, riwayat
perbedaan rata-rata tekanan darah diastolik pre eklampsia dalam keluarga,
sebelum dan setelah tanpa diberikan terapi musik molahidatidosa, dan kelainan pembekuan
dengan menggunakan Wilcoxon test. Hasil darah. Tidak termasuk di dalamnya faktor
analisa memperoleh p value = 0,102 {p>α usia ibu.
(α=0,05)}, sehingga disimpulkan tidak ada Pada karakteristik usia kehamilan
perbedaan rata-rata tekanan darah diastolik diperoleh hasil usia kehamilan pada
sebelum dan setelah tanpa diberikan terapi trimester II adalah 26,7% dan pada trimester
musik. III 73,3%. Usia kehamilan 100% diatas 20
minggu. Morgan dan Hamilton (2009)
Tabel 10 membagi hipertensi dalam kehamilan
Perbedaan rata-rata tekanan darah sistolik menjadi beberapa klasifikasi dan pada
dengan dan tanpa diberikan terapi musik semua klasifikasi ini diagnosa ini hipertensi
Variabel P N dalam kehamilan ditegakkan pada usia
a. Kelompok eksperimen
0,017 kehamilan >20 minggu.
b. Kelompk kontrol 15
Hasil penelitian menunjukkan
sebagian besar ibu yang mengalami

JOM PSIK VOL.1 NO.2 OKTOBER 2014 5


hipertensi dalam kehamilan adalah ibu pusat yang berada pada permukaan otak
primigravida sebanyak 15 responden (50%), tersebut akan dihantarkan ke pusat emosi
13 responden multigravida, dan 2 responden yaitu sistem limbik. Dari pusat pengatur
grand multigravida. Sebagian besar emosi ini perasaan tenang akan muncul oleh
responden mengalami hipertensi dalam rangsangan musik alkaline dengan kunci
kehamilan yang pertama. Hal ini karena minor dan irama yang perlahan. Ketenangan
pada kehamilan pertama seorang ibu pada responden pada saat mendengarkan
memang memiliki risiko yang lebih besar musik jenis alkaline memberikan dampak
dibandingkan dengan kehamilan kedua. fisiologi tubuh seperti detak jantung yang
2. Penurunan tekanan darah melambat, pernapasan yang dalam dan
Penelitian ini menggunakan kelompok panjang, dan penurunan tekanan darah. Oleh
eksperimen sebagai kelompok yang karena itu responden tampak rileks dan
diberikan intervensi dan kelompok kontrol mengantuk saat diberikan terapi musik
sebagai kelompok pembanding. Hasil alkaline. Tekanan darah ibu juga mengalami
penelitian ini menunjukkan pada kelompok penurunan pada saat dilakukan pengukuran
eksperimen terjadi penurunan 9,74 mmHg kembali. Hal ini dikarenakan dampak
dan pada tekanan darah diastolik 7,73 fisiologis yang ditimbulkan oleh musik itu
mmHg. Hasil analisa dengan menggunakan sendiri.
Wilcoxon test didapatkan p value = 0,002 Pada penelitian ini, responden harus
untuk tekanan darah sistolik dan p value = memenuhi kriteria menyukai jenis musik
0,002 tekanan darah diastolik untuk (p<α, alkaline. Peneliti mengetahui hal ini dengan
α=0,05). Pada kelompok kontrol terjadi memberikan kesempatan pada ibu untuk
peningkatan pada tekanan sistolik sebesar 2 mendengarkan pilihan musik secara sekilas
mmHg dan pada diastolik penurunan sebesar sebelum memberikan pilihan jenis mana
2 mmHg, namun dengan uji wilcoxon yang paling disukainya. Hal ini dilakukan
diperoleh untuk tekanan sistolik p value = agar responden dapat menikmati musik
0,196 dan diastolik 0,102 (p>α) pada kedua alkaline sehingga manfaat yang diperoleh
tekanan darah yang menyatakan tidak ada dari terapi lebih optimal. Manfaat yang
perbedaan rata-rata tekanan darah pre-test diperoleh menjadi kurang optimal pada
dan post-test. responden yang tidak menyukai jenis musik
Pada kedua kelompok baik ini karena responden memiliki perasaan
eksperimen maupun kontrol responden menolak yang nantinya mengganggu
sama-sama memenuhi kriteria tidak konsentari responden dalam mendapatkan
mengkonsumsi garam >1 sendok teh terapi musik. Aprilia (2010) menjelaskan
perhari, tidak mengkonsumsi daging dan bahwa pada saat mendengarkan musik yang
juga lemak daging, serta tidak sedang lembut (alkaline) tubuh akan menghasilkan
memiliki masalah yang menyebabkan hormon kebahagiaan endorphin dan
gangguan tidur. Hurt, Guile, Bienstock, Fox serotonin serta menghambat hormon stress
dan Wallach (2011) menyatakan bahwa ACTH yang berpengaruh dalam pengaturan
penanganan non farmakologis yag dapat tekanan darah.
dilakukan untuk ibu dengan hipertensi Setelah menganalisa pada masing-
adalah dengan modifikasi gaya hidup masing kelompok peneliti membandingkan
meliputi pembatasan asupan garam, hasil yang didapatkan pada kelompok
mengurangi konsumsi lemak jenuh, dan eksperimen dengan kelompok kontrol. Dari
menghindari alkohol, rokok, serta stress. perbandingan dengan menggunakan analisa
Peneliti tidak mencantumkan merokok dan statistik ini diperoleh p value = 0,017 (p<α)
alkohol karena kebiasaan ini jarang untuk tekanan sistolik dan p value = 0,044
ditemukan pada ibu hamil khususnya di (p<α) untuk tekanan diastolik. Hasil ini
Pekanbaru. menunjukkan bahwa terapi musik ini efektif
Rusdi dan Isnawati (2009) terhadap penurunan tekanan darah pada ibu
menjelaskan bahwa di dalam otak terdapat dengan hipertensi dalam kehamilan
pusat asosiasi penglihatan dan pendengaran sehingga pada penelitian ini Ho ditolak.
yang berfungsi menginterpretasikan objek
yang dilihat dan didengar. Informasi dari

JOM PSIK VOL.1 NO.2 OKTOBER 2014 6


PENUTUP DAFTAR PUSTAKA
Kesimpulan Andammori, F., Lipoeto, L. I., & Yusrawati.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (2013). Hubungan tekanan ibu hamil aterm
sebagian besar usia ibu berada pada rentang 20– dengan berat badan lahir di RSUP Dr. M.
35 tahun. Pada karakteristik usia kehamilan Djamil Padang. Jurnal Kesehatan
diperoleh semua usia kehamilan responden >20 Andalas; 2(2). Diperoleh tanggal 10
minggu dan pada status gravida didapatkan Januari 2014 dari
sebagian besar responden adalah primigravida. http://jurnal.fk.unand.ac.id.
Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai p value = Aprillia, Y. (2010). Hipnostetri: Rileks, nyaman,
0,02 untuk tekanan sistolik dan p value = 0,02 dan aman saat hamil dan melahirkan.
untuk tekanan diastolik (α=0,05). Pada Jakarta: Gagas Media.
kelompok kontrol tidak terjadi penurunan pada Bobak, I. M., Lowdermilk, D. L., & Jensen, M.
tekanan sistolik dan pada diastolik penurunan D. (2005). Buku ajar keperawatan
sebesar 2 mmHg, namun dengan uji Wilcoxon maternitas. (Edisi 4). Jakarta: EGC.
diperoleh p value > 0,05 pada kedua tekanan Chang, M. Y., Chen, C. H., & Huang, K. F.
darah. Peneliti membandingkan kedua kelompok (2008). Effects of music therapy on
ini dengan menggunakan uji Mann Withney psychological health of women during
mendapatkan hasil tekanan darah sistolik p value pregnancy. Journal of Clinical Nursing
= 0,017 dan tekanan diastolik p value = 0,044 Vol. 17. Diperoleh tanggal 20 November
(α=0,05 yang membuktikan bahwa pemberian 2013 dari http://www.e-
terapi musik efektif dalam menurunkan tekanan resourches.pnri.go.id.
darah pada ibu dengan hipertensi dalam Corwin, E. J. (2009). Buku saku patofisiologi.
kehamilan. Jakarta: EGC.
Saran Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru (2012). Profil
Bagi institusi kesehatan disarankan agar data kesehatan Kota Pekanbaru tahun
membuat pencatatan yang lebih lengkap untuk 2012. Pekanbaru: Dinas Kesehatan Kota
ibu dengan komplikasi hipertensi dalam Pekanbaru.
kehamilan. Bagi pihak Puskesmas dapat Djohan. (2006). Terapi musik, teori, dan
menggunakan hasil penelitian ini sebagai terapi aplikasi. Yogyakarta: Galangpress.
non farmakologis untuk menurunkan tekanan Gunawan, S. (2010). Mau anak laki-laki atau
darah pada ibu dengan hipertensi dalam perempuan bisa diatur. Jakarta:
kehamilan, dan bagi masyarakat khususnya Agromedia Pustaka.
responden sebaiknya menggunakan terapi musik Hariati, S. (2010). Efektifitas terapi musik
ini sebagai terapi non-farmakologis untuk terhadap peningkatan berat badan dan
menurunkan tekanan darah, serta bagi peneliti suhu tubuh bayi prematur di Makassar.
selanjutnya diharapkan dapat melakukan Tesis. FIK Universitas Indonesia.
penelitian lebih lanjut terkait terapi musik Diperoleh tanggal 28 Desember 2013 dari
alkaline dengan membandingkan efektifitas http://lontar.ui.ac.id/.
terapi musik alkaline dengan jenis musik lainnya Heffner, L. J. & Schust, D. J. (2005). At a
yang dapat digunakan sebagai terapi non glance medicine, sistem reproduksi. (Edisi
farmakologis untuk menurunkan tekanan darah. 2). Jakarta: Erlangga Medical Series.
Hurt, K. J., Guile, M. W., Bienstock, J. L., Fox,
1 H. E., & Wallach, E. E. (2011). The Johns
Sari Widayati: Mahasiswa Program Studi
Ilmu Keperawatan Universitas Riau, Indonesia. Hopkins manual of gynecology and
2 obstetrics. Philadelphia: Lippincott
Misrawati, M.Kep., Sp.Mat: Dosen Bidang
Keilmuan Keperawatan Maternitas Program Williams & Wilkins.
Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau, Kamaluddin, R. (2010). Pertimbangan dan
Indonesia. alasan pasien hipertensi menjalani terapi
3 alternatif komplementer bekam di
Rismadefi Woferst: Dosen Bidang
Keilmuan Keperawatan Medikal Bedah Kabupaten Banyumas. Jurnal
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Keperawatan Soedirman; 5(2). Diperoleh
Riau, Indonesia. tanggal 12 Januari 2014 dari
http://jos.unsoed.ac.id.

JOM PSIK VOL.1 NO.2 OKTOBER 2014 7


Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. dengan hipertensi. Skripsi. Universitas
Profil Kesehatan Indonesia. Diperoleh Indonesia. Diperoleh tanggal 10 November
tanggal 15 Desember 2013 dari 2013 dari http://www.repository.ui.ac.id.
http://www.depkes.go.id/download/Profilk Turana, Y. (2008). Stress, hipertensi, dan terapi
esehatan. musik. Tanya dokter. Diperoleh tanggal
Leveno, K. J., dkk. (2009). Obstetri Williams: tanggal 30 September 2013 dari
Panduan singkat. (Brahm U. Pendit, http://www.tanyadokter.com/.
penerjemah). Jakarta: EGC. World Health Organization (2013). Guideline:
Lisniawati, N. L. G., Febrayana, L. P., & Astuti, Calcium supplementation in pregnant
K. W. (2011). Kajian penggunaan obat women. Diperoleh tanggal 20 Januari 2014
antihipertensi pada pasien hipertensi dari
gestasional rawat inap di RSUP Sanglah http://who.int/mediacentre/news/release/w
Denpasar periode Januari 2009 – orld_health_statistic.
Desember 2011. Universitas Udayana Yuanitasari. (2008). Terapi musik untuk anak
diperoleh tanggal 10 Januari 2014 dari balita. Yogyakarta: Cemerlang Publishing.
http://www.ojs.unud.ac.id/.
Mangoenprasodjo, A. S. & Hidayati, S. N.
(2005). Terapi alternatif & gaya hidup.
Yogyakarta: Pradipta Publishing.
Manuaba, I. B. G. (2003). Penuntun
kepaniteraan klinik obstetri dan
ginekologi. Jakarta: EGC.
Marliani, L. & Tantan. (2007). 100 question and
answer hipertensi. Jakarta: Media Elex
Komputindo.
Morgan, G. & Hamilton, C. (2003). Obstetric &
ginekologi panduan praktik. Edisi 2.
Jakarta: EGC.
Mucci, K. & Mucci, R. (2002). The healing
sound of music. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.
Polit, D. F. & Beck, C. T. (2006). Essentials of
nursing research: Methods, appraisal, and
utilization. (6th Ed). Philadelphia:
Lippincott William & Wilkins.
Prawirohardjo, S. (2006). Ilmu kebidanan.
Jakarta: YBP-SP.
Rohen, J. W. & Lutjel-Drecoll, E. (2009).
Embriologi fungsional. Jakarta: EGC.
Rusdi & Isnawati, N. (2009). Awas! Anda bisa
mati cepat akibat hipertensi dan diabetes.
Jogjakarta: Power Books.
Saing, S. K. (2007). Pengaruh musik klasik
terhadap penurunan tekanan darah. Tesis.
Universitas Sumatera Utara, Medan.
Diperoleh tanggal 22 Januari 2014 dari
http://repository.usu.ac.id.
Sastrawinata, S., Martaadisoebrata, D., &
Wirakusumah, F. F. (2003). Ilmu
kesehatan reproduksi: Obstretri patologi.
Jakarta: EGC.
Sijangga, N. W. (2010). Hubungan antara
strategi koping dengan kecemasan
menghadapi persalinan pada ibu hamil

JOM PSIK VOL.1 NO.2 OKTOBER 2014 8