Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa kami
dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah HORTIKULTURA yang berjudul
“Budidaya Tanaman Sawi Pakcoy” dengan lancar. Dalam pembuatan makalah ini,
kami mendapat bantuan dari berbagai pihak maka pada kesempatan ini pula kami
mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam
pembuatan makalah ini. Tidak lupa juga, kami hanturkan rasa Terimakasih
kepada Ibu Efri Gresinta, M.pd Si selaku dosen bidang studi Hortikultura yang
telah membimbing kami selama ini. Serta kepada kedua orang tua kami yang telah
memberikan bantuan materil maupun do’anya sehingga pembuatan makalah ini
dapat terselesaikan tanpa ada suatu hambatan apapun. Semoga makalah ini bisa
bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya. kami
menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk
itu kami menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan
kearah kesempurnaan. Akhir kata kami ucapkan terimakasih.

Jakarta, Desember 2017

Penyusun

1
Daftar Isi

KATA PENGANTAR ............................................................................................1


DAFTAR ISI ...........................................................................................................2
BAB I ......................................................................................................................3
A. Latar Belakang.............................................................................................3
B. Rumusan Masalah........................................................................................4
C. Tujuan Penulisan..........................................................................................4
D. Manfaat Penulisan........................................................................................4
BAB I ......................................................................................................................5
A. Tanaman Sawi Pakcoy................................................................................5
B. Klasifikasi Tanaman Sawi Pakcoy..............................................................5
C. Morfologi Tanaman Sawi Pakcoy...............................................................6
D. Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Pakcoy.......................................................6
E. Hama dan penyakit Tanaman Sawi Packoy.................................................7
BAB III ..................................................................................................................10
A. Tempat Penelitian.......................................................................................10
B. Waktu Penelitian........................................................................................10
C. Alat dan Bahan...........................................................................................10
D. Cara Menanam...........................................................................................10
BAB IV .................................................................................................................13
A. Hasil Penelitian..........................................................................................13
B. Pembahasan...............................................................................................14
BAB V ..................................................................................................................16
A. Kesimpulan...............................................................................................16
B. Saran.........................................................................................................16
KATA PENUTUP ...............................................................................................17
DOKUMENTASI................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................21

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia disebut sebagai Negara agraris karena sebgaian besar


penduduk Indoneisa bekerja sebagai petani. Sektor pertanian merupakan
salah satu sektor yang memberikan kontribusi yang sangat besar dalam
perkenomian nasional, penyerapan tenaga kerja, dan pemasukan devisa
non migas. Indonesia adalah Negara yang sangat subur. Tanahnya
mendukung untuk melakukan budidaya berbagai jenis tanaman yang dapat
tumbuh besar dan berkualitas tinggi, salah satunya adalah sayur-sayuran.
Sayu-sayuran merupakan komoditas penting yang mendukung ketahanan
pangan di Indonesia.
Sayuran bagi masyarakat Indonesia tidak bisa ditinggalkan dalam
kehidupan sehari-hari karena manfaatnya yang begitu banyak diantaranya
adalah sebagai sumber vitamin dan protein. Pakcoy (Brassica rapa L.)
meerupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai penting
di Indonesia. Selain itu pakcoy merupakan salah satu jenis sayuran yang
digemari oleh berbagai kalangan. Keunggulan lain dari pakcoy adalah
harga yang relatif lebih murah, mudah diperoleh di pasar tradisional
maupun di swalayan. Permintaan pakcoy semakin meningkat seiring
dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia. Permintaan yang
tinggi harus diimbangi oleh produksi dalam negeri. Namun kebutuhan
pakcoy berbanding terbalik dengan hasil produksinya di lapangan.
Menanam pakcoy dalam berbagai media banyak menemui
kegagalan. Salah satu hal yang menghambat dalam bercocok tanam
pakcoy adalah sempitnya lahan yang tersedia. Sebagai alternatif untuk
mengalami keterbasan lahan tersebut dapat dilakukan dengan menanam di
dalam polybag. Dengan begitu kegiatan bertanam pakcoy bisa lebih
berkualitas dan menyenangkan. Menanam pakcoy di dalam polybag, selain
kondisi mudah untuk dikontrol, juga dapat berfungsi sebagai tanaman hias,

3
penghijauan lingkungan sekitar, penyejuk rumah, serta menghasilkan
pakcoy yang dapat dikonsumsi sendiri.
Dengan perkembangan bidang pertanian seperti pertanian pakcoy,
semua sarana yang berhubungan dengan pertanian akan meningkat,
termasuk pupuk. Pupuk yang ada sekarang ini banyak macamnya. Ada
yang sifatnya kimiawi dan ada puka yang sifatnya organik. Harga pupuk
dipasaran saat ini bervariasi, tergantung merek dan jenisnya, dan harganya
cenderung juga meningkat dari waktu ke waktu. Oleh karena itu,
komposisi pupuk yang digunakan dalam budidaya sawi pakcoy ini terdiri
dari campuran tanah, sekam bakar dan pupuk kompos.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perumusan pada makalah ini
adalah :
1. Apa saja cara menanam sawi pakcoy yang benar?
2. Apa saja kegunaan tanaman Sawi Pakcoy?
3. Apa saja faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman Sawi
Pakcoy?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui cara menanam sawi pakcoy dengan benar
2. Mengetahui kegunaan serta manfaat tanaman Sawi Pakcoy
3. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman
Sawi Pakcoy

D. Manfaat Penulisan
1. Menambah pengetahuan tentang menanam dan mengukur
pertumbuhan tanaman sawi pakcoy
2. Memberikan informasi dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi
pembaca.

4
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Tanaman Sawi Pakcoy


“Pakcoy (Brassica rapa) merupakan sayuran yang masih
sekeluarga dengan Brassicaceae. Sayuran pakcoy masih satu golongan
dengan sawi dan sering sekali disebut dengan nama sawi sendok, sawai
manis, atau sawi daging. Hal itu dikarenakan memiliki pangkal sayur yang
tebal dan lembut seperti halnya daging, sayur ini biasanya digunakan
dalam bahan sup.” (R.H Paeru, 2015 : 12). Sawi pakcoy sering disebut
dengan sawi sendok yang sering digunakan untuk bahan masakan.
“Sawi pakcoy merupakan sayuran pendatang dari luar negeri yang
sangat popular terutama di kalangan masyrakat keturunan Cina. Di
Indonesia, tanaman pakcoy sudah banyak dibudidaya dan diusahakan oleh
petani. Ciri-ciri tanaman ini mempunyai tubuh tegak dan daun kompak,
berwarna putih, dan daun berwarna hijau segar, serta tangkai daun lebar
dan kokoh.” (Rukmana, 2007). Sawi pakcoy banyak dibudidayakan petani
di Indonesia.

B. Klasifikasi Tanaman Sawi Sendok/Pakcoy (Brassica rapa L)


Adapun klasifikasi tanaman sawi pakcoy adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Rhoeadales
Famili : Brassicaceae
Genus : Brassica
Species : Brassica rapa L

5
C. Morfologi Tanaman Sawi Sendok/Pakcoy (Brassica rapa L)
Tanaman ini memiliki daun yang bertangkai, daun berbentuk agak
oval berwarna hijau tua dan mengkilap, tidak membentuk kepala, tumbuh
agak tegak atau setengah mendatar. Tangkai daun berwarna putih atau
hijau muda, gemuk dan tinggi tanaman dapat mencapai 15-30 cm. Pada
kelompok ini terdapat keragaman morfologis dan periode kematangan
pada berbagai kultivar. Salah satunya adalah kultivar tipe kerdil dengan
ciri-ciri bentuk daun warna hijau pudar dan ungu yang berbeda-beda.
Pakcoy merupakan jenis sayuran hijau yang masih satu golongan
dengan sawi. Pakcoy juga sering disebut dengan sawi sendok karena
bentuknya yang menyerupai sendok. Pakcoy sering disebut dengan sawi
manis atau sawi daging karena pangkalnya yang lembut dan tebal seperti
daging. Pakcoy biasa digunakan untuk bahan sup atau sebagai penghias
makanan ini berasal dari Cina.
Tanaman pakcoy merupakan salah satu sayuran penting di Asia,
atau khususnya di China. Daun pakcoy bertangkai, berbentuk oval,
berwarna hijau tua, dan mengkilat, tidak membentuk kepala, tumbuh agak
tegak atau setengah mendatar, tersusun dalam spiral rapat, melekat pada
batang yang tertekan. Tangkai daun, berwarna putih atau hijau muda,
gemuk dan berdaging, tanaman mencapai tinggi 15–30 cm (Yogiandre,
dkk 2011 : 6).
Keragaman morfologis dan periode kematangan cukup besar pada
berbagai varietas dalam kelompok ini. Terdapat bentuk daun berwarna
hijau pudar dan ungu yang berbeda. Lebih lanjut dinyatakan pakcoy
kurang peka terhadap suhu ketimbang sawi putih, sehingga tanaman ini
memiliki daya adaptasi lebih luas. Vernalisasi minimum diperlukan untuk
bolting. Bunga berwarna kuning pucat (Hernowo, 2011 : 6).

D. Syarat Tumbuh
Kondisi lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman sawi
Pakcoy dapat memberikan hasil panen yang tinggi. Sebab, kecocokan

6
keadaan lingkungan (iklim dan tanah) sangat menunjang produktivitas
tanaman berproduksi.
Tanaman sawi Pakcoy dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa
panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran
rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya
hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi. Daerah penanaman yang
cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di
atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang
mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl.
Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur,
banyak mengandung humus , subur, serta pembuangan airnya baik.
Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya
adalah antara pH 6 sampai pH 7.

E. Hama dan Penyakit Tanaman Pakcoy

1) Ulat Grayak (Spodoptera litura dan Spodoptera exigua)


Ulat yang mempunyai warna hijau tua kecoklatan dengan totol-
totol hitam di setiap ruas buku badannya ini berukuran kuraang lebih 15
sampai 25 mm saja, namun sangat menjengkel sekali, serengan ulat yang
satu ini yaitu terjadi pada daun sawi, sehingga tak heran jika daun sawi
akan berlubang-lubang, dan serangan ulat ini biasanya terjadi pada daun
yang masih muda, dan untuk solusi nya yaitu dengan penyemprotan yang
menggunakan insektisida seperti: Matador 25 EC, Curacron 500 EC dan
Buldok 25 EC.

2) Ulat Tanah (Agrotis sp)


Ulat yang takut akan sinar matahari ini sering merusak tanaman
sawi yang masih muda yang baru di tanaman di ladang, ulat ini berwarna
coklat ke hitaman, serangan ulat tanah ini biasanya di lakukan di malam
hari dan serangan dari ulat tanah ini biasa nya tidak serentak alias sedikit
demi sedikit, maka dari itu perlu di lakukan pencegahan sebelum

7
menanam sawi yaitu dengan melakukan sanitasi lan, kalau pun yang sudah
terserang sebaik nya segera lakukan pemberantasan dengan insektisida
yang berbentuk butiran kemudian di tabur di samping tanaman sawi
tersebut.

3) Leaf Miner (Liriomyza sp)


Leaf miner adalah masih sejenis dengan serangga, jika agan
melihat permukaan daun sawi tampak bercak kuning kecoklatan, itu
berarti tanaman sawi agan telaah terkotaminasi dengan serangga yang satu
ini, sebab cara merusak serangga yang satu ini yaitu dengan menebar telur
nya pada daun sawi, dan larva-larva nya akan masuk ke dalam daun dan
mengerogotinya, dan bercak kuning kecoklatan tersebut adalah jalur
dimana larva tersebut memakan daun dan daging nya, dan insektisida yang
dapat membasmi nya yaitu : Trigard 75 WP dan Proclaim 5 SG.

4) Ulat Perusak Daun (Plutella xylostella)


Ulat yang satu ini sangat menyukai pucuk tanaman sawi, sehingga
tidak heran jika pucuk tanaman akan berlubang dan tanaman sawi tidak
akan tumbuh dengan benar karena pucuk nya terganggu oleh ulat yang
satu ini, ciri dari ulat yang satu ini adalah mempunyai warna tubuh yang
hijau muda dan panjang maksimal 10 mm, adapun cara menanggulangi
nya yaitu dengan menyemprotkan insektisida seperti: March 50 EC,
Proclaim 5 SG, Decis 2,5 EC dan Buldok 25 EC.

5) Penyakit Akar Gada (Plasmodiophora brassicae)


Penyakit ini biasa nya menyerang halaman tanaman, nah jika agan
menemukan atau melihat tanaman sawi agan terlihat layu pada siang hari
dan segar pada pagi hari itu berarti tanaman agan telah terserang penyakit
yang satu ini. Dan untuk penyakit yang satu ini sampai sekarang belum di
temukan obat nya atau solusinya.

6) Penyakit Busuk Daun (Phytoptora sp)

8
Penyakit yang satu ini biasa nya di sebabkan oleh salah nya musim
tanam, yaitu di saran kan kalaun menanam sawi jangan di musim hujan,
karena dampak yaitu daun menjadi busuk, dan hal ini di sebabkan oleh
kondisi cuaca yang tak tentu, atau karena hujan sehari yang di ikuti cuaca
yang panas sekali, kalau pun sudah terlanjur menanam, solusi nya adalah:
semprotlah dengan fungisida yang tepat yaitu Bion M 1/48 WP, Topsin M
70 WB dan Kocide 60 WDG.

9
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian dilakukan di pekarangan rumah yang beralamat di jalan
Jelutung 2 No. 278, Depok II Timur
Pelaksanaan penanaman dimulai dari tanggal 24 September 2017 sampai
dengan November 2017.

B. Metode Penelitian
Sebagai bahan penyusun karya tulis ini maka penyusun
menggunakan metode penulisan serta metode penelitian. Metode observasi
langsung di area pekarangan rumah untuk mengetahui hasil penelitian itu
sendiri. Dan tidak kalah penting adalah penyusun juga menggunakan
metode kepustakaan untuk mendapatkan data yang benar.

C. Alat dan Bahan


No. Alat Bahan
1 Gunting Media tanam :
2 Polybag a. Tanah 60%
3 Sprayer b. Sekam Bakar 20%
4 Tempat untuk penyemaian c. Pupuk Kompos 20%
5 Sekop Bibit Sawi Pakcoy

D. Cara Menanam
Menanam pakcoy tidak harus di tanah yang luas. Pakcoy bisa juga
ditanam di pot atau polybag berukuran relatif kecil. Berikut ini adalah cara
menanam pakcoy di polybag atau pot.

Tahap Penyemaian

1. Siapkan biji pakcoy, media tanam, sprayer, dan tempat penyemaian.

10
2. Semaikan biji pakcoy terlebih dahulu. Gunakan nampan khusus
penyemaian atau tray semai ( seedling tray ) atau bisa juga
menggunakan pot, polybag , atau wadah lain.
3. Media tanam untuk penyemaian sebaiknya berupa media tanam selain
tanah misalnya sekam bakar, dan kompos sekitar (3:1:1). Jika hendak
menggunakan tanah, usahakan tanahnya berupa tanah yang gembur
dan subur, yang telah diberi campuran pupuk kandang (1:1).
4. Media tanam dibasahi terlebih dahulu dengan cara disiram.
5. Lubangi media tanam di wadah penyemaian dengan ujung jari.
Kedalamannya sekitar satu ruas jari.
6. Masukkan dua biji per lubang. Maksud dari dua biji ini adalah, jika
satu biji mati, satu bijinya yang lain bisa menggantikannya untuk
tumbuh. Untuk penyemaian, dalam polybag berukuran 15 cm bisa
dibuat menjadi lima lubang.
7. Kubur lubang yang sudah diberi biji dengan cara menutupnya dengan
media tanam yang berada di bibir setiap lubang. Anda tidak perlu
menekan-nekannya.
8. Siram menggunakan sprayer (semprotan air) dengan lembut setiap pagi
dan sore.
9. Simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.
10. Jauhkan dari gangguan hewan, seperti ayam atau burung.
11. Tunggu hingga pakcoy tumbuh dan berdaun dua.

Tahap Pemindahan Media Tanam


Jika benih pakcoy telah tumbuh menjadi pakcoy muda ( seedling
pakcoy), ciri khasnya berdaun dua (atau kira-kira berumur sekitar dua
minggu) pakcoy bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar untuk bisa
ditanam secara mandiri. Siapkan pot atau polybag dan gunakan media
tanam berupa tanah, pupuk kompos, dan sekam bakar (3:1:1).
1. Isi pot atau polybag dengan media tanam. Jangan terlalu penuh, jangan
juga terlalu dangkal. Lalu dibasahi dengan cara disiram terlebih dahulu
media tanam

11
2. Lubangi media tanam tepat di tengah-tengah pot. Ukuran lubang
disesuaikan dengan ukuran gundukan akar pakcoy.
3. Tanam pakcoy sesegera mungkin setelah dicabut. Hati-hati saat
mencabutnya, jangan sampai akarnya patah. Gunakan sendok atau
sekop untuk mempermudah proses pencabutan.
4. Tepuk-tepuk bagian media tanam sekitar akar pakcoy yang sudah
dikubur. Jangan terlalu keras. Fungsinya, agar pakcoy tidak miring saat
disiram air.
5. Siram pakcoy menggunakan semprotan air setiap pagi dan sore hari.
6. Selama seminggu pertama, jauhkan dari sinar matahari langsung.
Simpanlah di tempat teduh.
7. Setelah seminggu, pot atau polybag pakcoy bisa dipindahkan pada
tempat yang terkena sinar matahari sepanjang hari.
8. Hati-hati dengan sinar matahari langsung. Daun pakcoy bisa terbakar
karena sinar matahari yang terlalu panas.
9. Berilah pupuk secara berkala. Pupuk organik atau pupuk kandang
adalah pilihan yang terbaik

Pakcoy bisa dipanen sekitar 30 sampai 45 hari setelah ditanam di


pot atau polybag mandirinya. Pemanenan bisa dilakukan dengan
mencabutnya langsung dari tanah atau dengan memotong batang
pakcoynya.

12
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Setelah dilakukan penanaman selama kurang lebih 6 minggu


didapatkan hasil sebagai berikut:

Tabel 1 pertumbuhan tinggi tanaman (cm)

Minggu ke
Tanaman ke
1 2 3 4 5 6

1 1,7 cm 2,5 cm 3 cm 4,3 cm 6,8 cm 8 cm


2 2,6 cm 3,4 cm 4,2 cm 6 cm 9,5 cm 12 cm
3 1,2 cm 2,9 cm 4,7 cm 5,1 cm 5,6 cm 6 cm
4 1,1 cm 1,9 cm 2, 8 cm 3,9 cm 5 cm 6,9 cm
5 1,4 cm 2,2 cm 3,8 cm 4,7 cm 6,1 cm 7,6 cm
6 1,5 cm 1,7 cm 1,8 cm 1,8 cm - -
7 0,9 cm 1,9 cm 2, 5 cm - - -
8 0.8 cm 1,4 cm 2,1 cm 2,5 cm - -

Tabel 2 banyaknya rumpun per tanaman

Minggu ke
Tanaman ke
1 2 3 4 5 6

1 3 3 3 4 4 5

2 4 6 6 7 8 9

3 3 4 4 5 5 6

4 4 4 4 4 5 5
5 4 5 5 6 7 7

13
6 2 2 3 4 - -
7 3 3 4 - - -
8 2 3 3 4 - -

B. Pembahasan

Dari data yang diperoleh, terlihat bahwa baik tinggi tanaman maupun
jumlah daun untuk tiap bibit sawi pakcoy yang ditanam terus mengalami
peningkatan hingga minggu ke enam. Ini berarti, tanaman sedang mengalami fase
vegetatif. Pada fase ini tanaman diberikan asupan hara yang cukup yaitu dengan
memberikan pupuk kompos disetiap polybag sehingga tanaman dapat tumbuh
sehat.

Hal tersebut juga menandakan bahwa tanaman mendapatkan nutrisi yang


cukup dari media tanam. Komposisi media tanam yang digunakan yaitu terdiri
dari tanah, aram sekam, dan pasir. Selain media tanam juga ada faktor lain yang
mempengaruhinya yaitu waktu penyiraman dan intensitas cahaya matahari.
Penyiraman dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari.
Kemudian penempatan pot diletakkan di tempat yang terjangkau dengan cahaya
matahari.

Meskipun dari data yang diperoleh terlihat bahwa baik tinggi tanaman
maupun jumlah daun untuk tiap bibit sawi pakcoy yang ditanam terus mengalami
peningkatan hingga minggu ke empat ketika dilihat dari grafik pertambahan tinggi
dan jumlah daun rata-rata terlihat bahwa tidak semua sampel menunjukan hasil
yang baik dan merata. Terlihat ada beberapa sampel yang tidak terlalu menyebar
normal dalam arti terlihat agak jauh pertumbuhan tinggi maupun jumlah daunnya.
Hal ini bisa saja disebabkan karena kedalaman saat penanaman berbeda,
penyebaran pupuk yang tidak merata ataupun kemampuan tanaman itu sendiri
rendah dalam menyerap hara.

14
Dari data diatas juga dapat disimpulkan bahwa dari ke 8 sampel terlihat
bahwa hanya sampel ke-2 yang mengalami pertambahan tinggi dan memiliki
rumpun jumlah yang paling bagus diantara sampel yang lainnya.

Pada penanaman sawi pakcoy ini, kelompok kami juga mengalami


beberapa kendala diantaranya yaitu dari 8 sampel tanaman yang kami ambil hanya
5 tanaman yang dapat bertahan hidup hingga berumur 6 minggu. Hal ini mungkin
terjadi karena beberapa faktor seperti kurangnya penyiraman dan naungan pada
tanaman dapat menjadi penyebab matinya tanaman tersebut. Selain itu, kondisi
cuaca yang sangat terik menyebabkan tanaman cepat layu dan mati.

15
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Sayur Pakcoy ( Brassica rapa L .) adalah jenis tanaman sayur-sayuran


yang termasuk keluarga Brassicaceae. Tumbuhan pakcoy berasal dari China
dan telah dibudidayakan setelah abad ke-5 secara luas di China selatan dan
China pusat serta Taiwan.

Sawi mangkok tergolong tanaman yang dapat ditanam pada berbagai


musim, baik musim hujan maupun musim panas dan dapat diusahakan dari
dataran rendah sampai dataran tinggi. Oleh karena itu, sayuran ini dapat
dibudidayakan sepanjang tahun. Jika budidaya sawi dilakukan didataran
tinggi, umumnya akan cepat berbunga, karena dalam pertumbuhannya
tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk/lembab. Akan tetapi tanaman ini
juga tidak baik pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman ini
cocok bila ditanam pada akhir musim penghujan dengan menggunakan teknik
penanaman yang tepat. (Haryanto, 2006).

B. Saran
1. Sebaiknya kepada mahasiswa, setelah melaksanakan tugas hortikultura
dapat mengaplikasikan ilmunya kembali dan mensosialisasikan ilmu yang
didapatkan kepada masyarakat.
2. Dengan melihat banyaknya manfaat sayuran bagi tubuh untuk dikonsumsi,
penulis menyarankan kepada pembaca untuk mengajak sebanyak mungkin
masyarakat dalam membudidayakan dan mengkonsumsi sayuran.

16
KATA PENUTUP

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai laporan yang menjadi


pokok bahasan dalam makalah ini. Tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau
referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Serta terimakasih pada semua pihak yang telah membantu. Kepada teman-
teman yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini dan juga
berbagai sumber-sumber yang telah membantu kami dalam menyalesaikan
makalah ini.

Kami berharap seluruh pembaca yang budiman sudi memberikan kritik


dan saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya penulisan makalah
ini di kesempatan-kesempatan berikutnya. semoga makalah ini bisa bermanfaat
bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.

17
DOKUMENTASI

(Tahap penanaman bibit pada media tanam )

(Tahap penyiraman) (Pertumbuhan Pakcoy 3 hari)

18
(Pertumbuhan Pakcoy 5 hari) (Pertumbuhan Pakcoy 10 Hari)

(Pakcoy berusia 25 hari) (Tahap Penyemaian)

19
(Pakcoy berusia 35 Hari) (Pakcoy berusia 42 Hari)

Dokumentasi Tanaman Pakcoy yang mati

(Tanaman layu dan menguning) (Batang menyusut dan daun menguning


dan layu)

(Terdapat hama insekta yang


menghinggapi tanaman)

20
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2010. Budidaya Sawi Organik http://Uncategorized-Go Blokme.htm. (


Diakses pada tanggal 20 0ktober 2017)

Hernowo, 2011. Bertanam Petsai dan Sawi. Jakarta : Agromedia Pustaka.

Margiyanto E., 2010. Cahaya Tani http://Budidaya Tanaman Sawi « Cahaya


Tani.htm . ( Diakses pada tanggal 20 0ktober 2017)

R.H. Peru. 2015. Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : UT.

Rianto, 2009. Cara Menanam Sawi. http://tips-cara-menanam-sawi.htm . (


Diakses pada tanggal 20 0ktober 2017 )

Rukmana, R. 2007. Bertanam Petsai dan Sawi. Yogyakarta : Kanisius.

Yogiandre, 2011. Budidaya Sawi Menggunakan Pupuk Organik Kascing.


Yogyakarta : Bumi Aksara.

Yudharta, 2010. Tanaman Sawi http://Tanaman Sawi « Community Aji Chrw-


95%.htm . ( Diakses pada tangsgal 20 0ktober 2017 )

21