Anda di halaman 1dari 11

BAB IV

PROMOSI DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI

A. Materi Promosi Kesehatan Repoduksi


1. Pengertian Promosi Kesehatan
Promosi kesehatan adalah kombinasi berbagai dukungan menyangkut pendidikan,
organisasi, kebijakan dan peraturan perundangan untuk perubahan lingkungan dan
perilaku yang menguntungkan kesehatan.
Upaya pemberdayaan masyarakat agar mau dan mampu serta mandiri dalam
melindungi kesehatan diri dan lingkungannya, dengan membangkitkan kesadaran
akan potensi yang dimiliki serta menciptakan iklim untuk berkembang dalam
memelihara dan meningkatkan kesehatan. Suatu proses atau upaya agar
masyarakat mampu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Suatu program
yang dirancang untuk merubah perilaku, organisasi masyarakat dan lingkungannya.
Upaya yang dirancang untuk mempengaruhi orang lain baik individu kelompok atau
masyarakat sehingga berperilaku yang kondusif untuk kesehatan. Dimensi perilaku
yang kondusif mencakup:
a. Perubahan perilaku
b. Pembinaan perilaku
c. Pengembangan perilaku dari yang baik menjadi lebih baik. Promosi kesehatan
mencakup 3 pengertian:
a) Peningkatan
b) Menawarkan atau memasarkan
c) Pendidikan
2. Metode Promosi Kesehatan
Promosi kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha
menyampaikan pesan kesehatan pada masyarakat, kelompok, atau individu.
a. Metode Promosi Individual (Perorangan)
Dalam promosi kesehatan, metode yang bersifat individual ini digunakan untuk
membina perilaku baru, atau seseorang yang telah mulai tertarik pada suatu
perubahan perilaku. Dasar digunakannya pendekatan ini karena setiap orang
mempunyai masalah atau alasan yang berbeda-beda sehubungan dengan
penerimaan atau perilaku baru tersebut. Agar petugas kesehatan mengetahui
dengan tepat serta membantunya maka perlu menggunakan metode ini:
a) Bimbingan dan penyuluhan
Dengan cara ini kontak antara klien dengan petugas lebih intensif. Setiap
masalah yang dihadapi oleh klien dapat dibantu penyelesaiannya.
Akhirnya klien dengan sukarela, berdasarkan kesadaran, dan penuh
pengertian akan menerima perilaku tersebut.
b) Wawancara
Cara ini sebenarnya merupakan bagian dari bimbingan dan penyuluhan.
Wawancara antara petugas dengan klien untuk menggali informasi
mengapa ia tidak tahu atau belum menerima perubahan.
b. Metode Promosi Kelompok
Dalam memilih metode promosi kelompok, harus mengingat besarnya kelompok
sasaran serta pendidikan formal dari sasaran. Efektifitas suatu metode akan
bergantung pula pada besarnya sasaran pendidikan.
a) Ceramah
Metode ini baik untuk sasaran yang berpendidikan tinggi maupun rendah.
b) Seminar
Metode ini cocok untuk sasaran kelompok besar. Seminar adalah suatu
penyajian dari seorang ahli atau beberapa ahli tentang suatu topic yang
dianggap penting di masyarakat.
c. Metode Promosi Kesehatan Massa
Metode pendidikan kesehatan secara massa dipakai untuk mengkomunikasikan
pesan-pesan kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat yang sifatnya massa
atau public. Pendekatan ini biasanya digunakan untuk menggugah kesadaran
masyarakat terhadap suatu inovasi, dan begitu belum diharapkan untuk sampai
pada perubahan perilaku.
Contoh metode promosi kesehatan secara massa:
a) Ceramah Umum
b) Diskusi kesehatan melalui media elektronik
c) Artikel atau dalam bentuk Tanya jawab tentang kesehatan di majalah
atau surat kabar
d) Poster, spanduk atau bill board yang dipasang di pinggir jalan
3. Lingkup Promosi Kesehatan

1). Promosi Kesehatan Masa Remaja

Masa remaja dengan rentang usia 10 sampai 24 tahun adalah suatu fase
peralihan dari masa kanak-kanak (dependent) menuju masa dewasa
(independent) dan normal terjadi pada kehidupan manusia. Dalam periode
tersebut seorang remaja akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan
guna mencari identitas dan jati dirinya. Berbagai perubahan akan muncul baik
dari sisi psikologis, fisik (pubertas) dan social lingkungan.
Permasalahan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, sering kali
berakar dari kurangnya informasi, pemahaman dan kesadaran untuk mencapai
keadaan sehat secara reproduksi. Banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan
hal ini, mulai dari pemahaman mengenai perlunya pemeliharaan kebersihan alat
reproduksi, pemahaman mengenai proses-proses reproduksi serta dampak dari
perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti kehamilan tak diinginkan, aborsi,
penularan penyakit menular seksual termasuk HIV.
Topik Program Kesehatan Reproduksi Remaja merupakan topik yang perlu
diketahui oleh masyarakat khususnya para remaja agar mereka memiliki
informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang
ada disekitarnya. Dengan informasi yang benar, diharapkan remaja memiliki
sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi.
Dalam hal ini Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang
menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja.
Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari
kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural.

2). Promosi Kesehatan Reproduksi Pra Nikah

Promosi kesehatan pranikah merupakan suatu proses untuk meningkatkan


kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya
yang ditujukan pada masyarakat reproduktip pranikah. Pelayanan kebidanan
diawali dengan pemeliharaan kesehatan para calon ibu. Remaja wanita yang
akan memasuki jenjang perkawinan perlu dijaga kondisi kesehatannya. Kepada
para remaja di beri pengertian tentang hubungan seksual yang sehat, kesiapan
mental dalam menghadapi kehamilan dan pengetahuan tentang proses
kehamilan dan persalinan, pemeliharaan kesehatan dalam masa pra dan pasca
kehamilan.
Promosi kesehatan pada masa pra kehamilan disampaikan kepada kelompok
remaja wanita atau pada wanita yang akan menikah. Penyampaian nasehat
tentang kesehatan pada masa pranikah ini disesuaikan dengan tingkat
intelektual para calon ibu. Nasehat yang di berikan menggunakan bahasa yang
mudah di mengerti karena informasi yang di berikan bersifat pribadi dan sensitif.
Remaja calon ibu yang mengalami masalah kesehatan akibat gangguan sistem
reproduksinya segera di tangani. Gangguan sistem reproduksi tidak berdiri
sendiri. Gangguan tersebut dapat berpengaruh terhadap kondisi psikologi dan
lingkungan sosial remaja itu sendiri. Bila masalah kesehatan remaja tersebut
sangat komplek, perlu dikonsultasikan keahli yang relevan atau dirujuk ke unit
pelayanan kesehatan yang pasilitas pelayanannya lebih lengkap. Faktor
keluarga juga turut mempengaruhi kondisi kesehatah para remaja yang akan
memasuki pintu gerbang pernikahan. Bidan dapat menggunakan pengaruh
keluarga untuk memperkuat mental remaja dalam memasuki masa perkawianan
dan kehamilan.
Pemeriksaan kesehatan bagi remaja yang akan menikah di anjurkan. Tujuan dari
pemeriksaan tersebut adalah untuk mengetahui secara dini tentang kondisi
kesehatan para remaja. Bila di temukan penyakit atau kelainan di dalam diri
remaja, maka tindakan pengobatan dapat segera dilakukan. Bila penyakit atau
kelainan tersebut tidak diatasi maka di upayakan agar remaja tersebut berupaya
untuk menjaga agar masalahnya tidak bertambah berat atau menular kepada
pasangannya. Misalnya remaja yang menderita penyakit jantung, bila hamil
secara teratur harus memeriksakan kesehatannya kepada dokter. Remaja yang
menderita AIDS harus menjaga pasanganya agar tidak terkena virus HIV.
Caranya adalah agar menggunakan kondom saat besrsenggama, bila menikah.
Upaya pemeliharaan kesehatan bagi para calon ibu ini dapat dilakukan melalui
kelompok atau kumpulan para remaja seperti karang taruna, pramuka,
organisaai wanita remaja dan sebagainya. Para remaja yang terhimpu di dalam
organisasi masyarakat perlu diorganisasikan agar pelayanan kesehatan dan
kesiapan dalam menghadapi untuk menjadi istri dapat di lakukan dengan baik.
Pembinaan kesehatan remaja terutama wanitanya, tidak hanya ditujukan semata
kepada masalah gangguan kesehatan (penyakit sistem reproduksi). Fakta
perkembangan psikologis dan sosial perlu diperhatikan dalam membina
kesehatan remaja.
Remaja yang tumbuh kembang secara biologis diikuti oleh perkembangan
psikologis dan sosialnya. Alam dan pikiran remaja perlu diketahui. Remaja yang
berjiwa muda memiliki sifat menantang, sesuatu yang dianggap kaku dan kolot
serta ingin akan kebebasan dapat menimbulkan konflik di dalam diri mereka.
Pendekatan keremajaan di dalam membina kesehatan diperlukan. Penyampaian
pesan kesehatan dilakukan melalui bahasa remaja. Bimbingan terhadap remaja
antara lain:
1. Perkawinan yang sehat yaitu bagaimana mempersiapkan diri ditinjau
dari sudut kesehatan , menghadapi perkawinan, disampaikan kepada
remaja. Pekawinan bukan hanya sekedar hubungan antara suami dan
istri. Perkawinan memberikan buah untuk menghasilkan turunan. Bayi
yang dilahirkan juga adalah bayi yang sehat dan direncanakan.
2. Keluarga yang sehat Kepada remaja disampaikan tentang keluarga
sehat dan cara mewujudkan serta membinanya. Keluaga yang
diidamkan adalah kelurga yang memiliki norma keluaga kecil, bahagia
dan sejahtera. Jumlah keluaga yang ideal adalah suami, istri dan 2
anak. Keluarga bahagia adalah keluarga yang aman, tentram disertai
rasa ketakwaan kepada Tuhan YME. Keluarga sejahtera adalah
keluarga yang sosial ekonominya mendukung kehidupan anggota
keluarganya.dan mampu menabung untuk persiapan masa depan.
Selain itu keluarga sejahtera juga dapat membantu dan mendorong
peningkatan taraf hidup keluarga lain.
3. Sistem reproduksi dan masalahnya tidak semua remaja mmemahami
sistem reproduksi manusia. Membicarakan sistem reproduksi
dianggap tabu dibeberapa kalangan remaja. Perubahan yang terjadi
pada sistem reproduksi pada masa kehamilan, persalinan, pasca
persalinan dijelaskan.Penjelasan juga diberikan mengenai perawatan
bayi. Gangguan sistem reproduksi yang dijelaskan seperti gangguan
menstruasi, kelainan sistem reproduksi dan penyakit. Penyakit sistem
reproduksi yang dimaksud seperti penyakit-penyakiit hubungan
seksual, HIV /AIDS dan tumor.
4. Penyakit yang berpengaruh terhadap kehamilan dan persalinan atau
sebaliknya. Remaja yang siap sebagai ibu harus dapat mengetahui
penyakit- penyakit yang memberatkan kehamilan atau persalinan atau
juga penyakit yang akan membahayakan dalam masa kehamilan atau
persalianan. Penyakit-penyakit tersebut perlu dijelaskan. Penyakit
yang perlu dan penting dijelaskan sewaktu mengadakan bimbingan
antara lain penyakit jantung, penyakit ginjal, hipertensi, DM, anemia,
tumor.
5. Sikap dan perilaku pada masa kehamilan dan persalinan
Perubahan sikap dan perilaku dapat terjadi pada masa kehamilan dan
persalinan. Akibat perubahan sikap dan perilaku akan mengganggu
kesehatan, misalnya pada masa hamil muda terjadi gangguan
psikologi misalnya benci terhadap seseorang (suami) atau benda
tertentu. Emosi yang berlebihan dimungkinkan akibat perubahan
perilaku. Pada masa persalinan atau pasca persalinan gangguan jiwa
mungkin terjadi. Disamping hal tersebut diatas masih ada lagi
permasalahan remaja dan dikaitkan dengan kesehatan keluarga.
Bidan harus dapat memberikan bimbingan sewaktu remaja
berkonsultasi atau memberikan penyuluhan. Bila masalah remaja
menyangkut bidang alin maka dapat dirujuk pada yang lebih ahli.
Misalnya bila remaja merasa ketakutan yang amat sangat dalam
menghadapi kehamilan dapat dirujuk kedokter spesialis jiwa atau ke
psikolog.

3). Promosi Kesehatan Reproduksi Pada Wanita Usia Subur

Yang dimaksud dengan wanita usia subur ( WUS ) adalah wanita yang keadaan
organ reproduksinya berfungsi dengan baik antara umur 20-45 tahun. Pada
wanita usia subur ini berlangsung lebih cepat dari pada pria. Puncak kesuburan
ada pada rentang usia 20-29 tahun. Pada usia ini wanita memiliki kesempatan
95% untuk hamil. Pada usia 30-an persentasenya menurun hingga 90%.
Sedangkan memasuki usia 40, kesempatan hamil berkurang hingga menjadi
40%. Setelah usia 40 wanita hanya punya maksimal 10% kesempatan untuk
hamil. Masalah kesuburan alat reproduksi merupakan hal yang sangat penting
untuk diketahui. Dimana dalam masa wanita subur ini harus menjaga dan
merawat personal hygiene yaitu pemeliharaan keadaan alat kelaminnya dengan
rajin membersihkannya.oleh karena itu WUS dianjurkan untuk merawat diri.
Hak reproduksi perseorangannya meliputi :
a. Kehamilan dan persalinan yang aman
b. Pencegahan kecacatan dan kematian akibat kehamilan pada ibu dan bayi.
c. Menjaga jarak kelahiran dan jumlah kehamilan dengan penggunaan alat
kontrasepsi (KB)
d. Pencegahan terhadap PMS atau HIV/AIDS
e. Pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas
f. Pencegahan dan penanggulangan masalah aborsi secara rasional
g. Deteksi kanker payudara dan leher rahim
h. Pencegahan dan manajemen infertilitas
i. Masalah yang mungkin ditemui : Kesakitan dan kematian ibu yang
disebabkan berbagai kondisi, malnutrisi atau anemia, kemandulan,
pelecehan atau kekerasan seksual, komplikasi aborsi, IMS atau HIV atau
AIDS dan pengaturan kesuburan.
j. Pendekatan yang dapat dilakukan : Pendidikan kesehatan, suplemen,
konseling, pencegahan primer, pengobatan KB, pendidikan tentang prilaku
seksual yang bertanggung jawab, pencegahan dan pengobatan IMS,
pelayanan antenatal, persalinan, post partum pelayanan kebidanan darurat,
imunisasi dan informasi-informasi.
Masalah Wanita Usia Subur
Kanker, kegemukan, depresi, dan penyakit serius tertentu mulai menggerogoti
tubuhnya. Gangguan yang sering muncul pada usia ini, adalah endometriosis
yang ditandai dengan gejala nyeri haid, kram haid, nyeri pinggul saat
berhubungan seks, sakit saat BAB atau BAK. Penderita kadang mengalami nyeri
hebat, tetapi ada juga yang tidak mengalami gejala apa-apa.
Asuahan yang diberikan :
a. Kehamilan dan persalinan yang aman
Kesehatan ibu dan bayi di Indonesia masih jauh dari keadaan yang
diharapkan karena besarnya jumlah ibu dan bayi yang meninggal. Karena
itu, upaya kesehatan ibu dan bayi baru lahir melalui pemeriksaan kehamilan
dan pertolongan persalinan yang aman menjadi upaya prioritas dalam
bidang kesehatan.
b. Pencegahan kecacatan dan kematian akibat kehamilan pada ibu dan bayi.
Pertolongan terhadap komplikasi yang ditemukan baik selama kehamilan
maupun dalam persalinan memerlukan tindakan yang cepat agar nyawa ibu
dan janinnya dapat diselamatkan. Terjadinya komplikasi ini sulit diperkiraan,
sehingga sering muncul secara mendadak dan perlu diantisipasi bahkan bisa
dilakukan tindakan pencegahan sedini mungkin.
c. Menjaga jarak kelahiran dan jumlah kehamilan dengan penggunaan alat
kontrasepsi (KB)
Sebagai komponen kesehatan reproduksi, pelayanan KB diarahkan untuk
menunjang tercapainya kesehatan ibu dan bayi. Pelayanan KB bertujuan
untuk menunda, menjarangkan atau menjaga jarak kelahiran dan atau
membatasi kehamilan bila jumlah anak sudah cukup. Dengan demikian,
pelayanan KB sangat berguna dalam pengaturan kehamilan dan
pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan atau tidak tepat waktu.
d. Pencegahan tehadap PMS atau HIV atau AIDS
Pencegahan penularan terhdap PMS atau HIV atau AIDS yaitu
1). Melakukan hubungan seksual hanya dengan satu pasasangan dan
menghindari hubungan seks dengan satu pasangan yang berganti-ganti.
2) Mempunyai perilku seksual yang bertanggung jawab dan setia pada
pasangan.
3) Setiap transfusi darah dicek terhadap HIV.
4) Menghindari injeksi, pemeriksaan dalam, prosedur pembedahan yang
tidak steril dari petugas kesehatan yang tidak bertanggungjawab.
5) Menggunakan kondom dengan hati-hati, benar, dan konsisten.

e. Pelayanan kesehatan reproduksi berkualitas


Pelayanan kesehatan reproduksi mencakup semua pelayanan yang
disediakan oleh program-program yang ada dalam ruang lingkup kesehatan
reproduksi.
Kualitas pelayanan kesehatan reproduksi ini ditentukan oleh beberapa faktor,
antara lain :
1) pelayanan kesehatan yang kurang memperhatikan kebutuhan klien
2) kemampuan fasilitas kesehatan yang kurang memadai.
f. Pencegahan dan penanggulan masalah aborsi
Dalam rangka mencegah kematian ibu akibat aborsi, sejumlah Negara telah
memberikan pelayanan aborsi yang aman secara terbatas, misalnya untuk
mengatasi :
Kehamilan yang mengancam kesehatan fisik dan mental ibu
Ibu yang mengalami kegagalan KB
Resiko cacat pada janin
Korban perkosaan
g. Deteksi dini kanker payudara dan leher rahim
Kanker sistem reproduksi meliputi kanker leher rahim, payudara, indung telur,
rahim dan alat kelamin. Kanker leher rahim merupakan kanker yang paling
banyak diderita oleh wanita di Negara berkembang dan menepati urutan
kedua setelah kanker payudara. Untuk mengetahui secara dini kanker leher
rahim adalah melalui pemeriksaan Pap Smear, IVA Test.
Kanker payudara lebih sering terjadi dibandingkan dengan kanker leher
rahim karena kanker ini dapat terjadi pada semua perempuan.
Cara sederhana untuk menemukan tumor pada payudara sedini mungkin
yaitu dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
h. Pencegahan dan manajemen infertilitas
Infertilitas atau ketidaksuburan adalah kesulitan untuk memperoleh keturunan
pada pasangan yang tidak menggunakan kontrasepsi dan melakukan
senggama secara teratur. Permasalahan infertilitas merupakan masalah
yang kompleks sehingga pengelolaan infertilitas di pelayanan kesehatan
dasar masih sangat terbatas. Klien perlu mendapat informasi yang memadai
tentang berbagai penyebab infertilitas dan pelayanan rujukan ke rumah sakit.
Informasi dan penyuluhan mengenai pemeriksaan serta pengobatan
inferitilitas perlu dilakukan dengan sabar dan seksama.

4). Promosi Kesehatan Reproduksi Pada Lansia

Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang


berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Menopause sebenarnya terjadi
pada akhir siklus menstruasi yang terakhir. Tetapi kepastiannya baru diperoleh
jika seorang wanita sudah tidak mengalami siklusnya selama minimal 12
bulan. Menopause rata-rata terjadi pada usia 50 tahun, tetapi bisa terjadi secara
normal pada wanita yang berusia 40 tahun.
Biasanya ketika mendekati masa menopause, lama dan banyaknya darah yang
keluar pada siklus menstruasi cenderung bervariasi, tidak seperti biasanya. Pada
beberapa wanita, aktivitas menstruasi berhenti secara tiba-tiba, tetapi biasanya
terjadi secara bertahap (baik jumlah maupun lamanya) dan jarak antara 2 siklus
menjadi lebih dekat atau lebih jarang. Ketidakteraturan ini bisa berlangsung
selama 2-3 tahun sebelum akhirnya siklus berhenti. Menopause rata-rata terjadi
pada usia 50 tahun, tetapi bisa terjadi secara normal pada wanita yang berusia 40
tahun. Biasanya ketika mendekati masa menopause, lama dan banyaknya darah
yang keluar pada siklus menstruasi cenderung bervariasi, tidak seperti biasanya.
Pada beberapa wanita, aktivitas menstruasi berhenti secara tiba-tiba, tetapi
biasanya terjadi secara bertahap (baik jumlah maupun lamanya) dan jarak antara
2 siklus menjadi lebih dekat atau lebih jarang.

B. Inovasi Dalam Promosi Kesehatan dan Konseling Kesehatan Reproduksi


RSIA Sakina Idaman dalam melaksanakan promosi kesehatan dan konseling kesehatan
reproduksi memiliki inovasi antara lain:
 Konseling aktif tentang KB pasca persalinan dan pasca keguguran pada saat
kunjungan ANC dan pada saat kelas ibu hamil.
 Pelayanan IVA/Papsmear gratis tiap 1 tahun sekali
 Memberikan pendidikan kesehatan reproduksi mulai sejak bayi hingga lansia.
 Saat bayi lahir dilakukan pendidikan kesehatan tentang cara menjaga
organ reproduksi luar dengan mengajarkan kepada orang tua bayi
cara yang benar membersihkan organ reproduksi setiap kali selesai
BAB atau BAK.
 Sehubungan dengan pelayanan Kespro di RSIA Sakina Idaman
melayani sunat pada bayi perempuan (tetes) yang dimana dari sumber
info yang didapat ada 99 cara pelaksanaan. Sebagian besar sunat
pada bayi perempuan dilakukan dengan melukai organ reproduksi
bagian luar sehingga ada beberapa pendapat yang mengatakan hal
tersebut merupakan mutilasi (tindakan criminal). Dengan tetap
menghormati adat istiadat atau tradisi yang sudah ada dan tetap tidak
melakukan tindakan yang dapat merugikan atau criminal, RSIA Sakina
Idaman melakukan sunat ini secara sederhana dan aman yaitu
melakukan pendidikan dengan cara membersihkan organ luar alat
reproduksi dari kotoran seperti sisa lemak dan sisa bedak tabor yang
biasa diberikan oleh orang tuanyadan melihat bentuk anatomi organ
reproduksi luar tersebut dengan menunjukkan adanya labia mayora,
labia minora, klitoris, liang vagina, perineum dan anus.
 Pelaksanaan circumsisi pada anak laki-laki dimana hal tersebut jika
dilihat dari pandangan agama Islam dan juga tradisi dari masyarakat
setempat termasuk wajib dilaksanakan.
 Memberikan pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja di
perkumpulan pemuda di wilayah sekitar RSIA Sakina Idaman. Materi
yang disampaikan meliputi bahaya pergaulan bebas, penyalahgunaan
NAPZA, Pengenalan Penyakit Menular Seksual (PMS).
 Pendidikan Kesehatan Reproduksi pada remaja putri tentang
menarche. Remaja putri yang sudah mendapat haid pertama untuk
mengkonsumsi tablet Fe dimulai saat hari pertama haid sampai 7 hari.
Dilanjutkan 1 tablet tiap 1 minggu berikutnya.