Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN HEMOROID

DI POLI BEDAH
RSUD dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Oleh:
Mahasiswa Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong

INSTALASI RAWAT JALAN


RSUD dr. SAIFUL ANWAR MALANG
2017
PENYULUHAN HEMOROID PRAKTEK PROFESI NERS
MAHASISWA STIKES HAFSHAWATY ZAINUL HASAN GENGGONG

Hari/ Tanggal : Jumat, 5 Januari 2018


Waktu : 30 Menit
Topik : Penyuluhan Kesehatan Hemoroid (wasir)
Tempat : Poli Bedah

A. Latar Belakang Kegiatan


Hemoroid dikenal di masyarakat sebagai penyakit wasir atau ambeien
merupakan penyakit yang sering dijumpai dan telah ada sejak jaman dahulu. Namun
masih banyak masyarakat yang belum mengerti bahkan tidak tahu mengenai gejala-
gejala yang timbul dari penyakit ini. Banyak orang awam tidak mengerti daerah
anorektal (anus dan rektum) dan penyakit-penyakit umum yang berhubungan
dengannya. Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan dimana limbah
berupa tinja keluar dari dalam tubuh. Sedangkan rektum merupakan bagian dari
saluran pencernaan di atas anus, dimana tinja disimpan sebelum dikeluarkan dari
tubuh melalui anus. Sepuluh juta orang di Amerika dilaporkan menderita hemoroid
dengan prevalensi lebih dari 4 % (Probosuseno, 2009).

Penelitian menunjukkan bahwa ada 1,5 juta resep untuk penyakit hemoroid
setiap tahunnya dan disebutkan pula bahwa dari tahun ke tahun, jumlah penderita
hemoroid yang menjalani rawat inap di rumah sakit semakin berkurang. Berdasarkan
statistik, jumlah tindakan hemoroidektomi menurun. Pada tahun 1974 merupakan
puncak dimana hemoroidektomi dilakukan pada sebanyak 117 per 100.000 orang.
Angka itu menurun 13 tahun kemudian (1987) yaitu menjadi 37 per 100.000 orang.
Hemoroid dapat menyerang padalaki-laki maupun perempuan. Di sisi lain, resiko
hemoroid justru meningkatseiring bertambahnya usia. Usia puncak adalah 45-65
tahun (Probosuseno, 2009).
Probosuseno juga menjelaskan, semua orang dapat terkena wasir. Namun
yang paling sering adalah multipara (pernah melahirkan anak lebih dari sekali).
Insidensinya sekitar 5-35 % dari masyarakat umum dan terutama yang berusia lebih
dari 25 tahun, dan jarang terjadi di bawah usia 20 tahun kecuali wanita hamil. Wasir
(hemorrhoid) pada ibu hamil umumnya terjadi akibat tekanan mendesak dari
pertumbuhan janin pada vena hemorrhoid. Perlu diketahui bahwa ibu hamil sangat
rentan menderita wasir karena meningkatnya kadar hormon seks wanita, yang
melemahkan dinding vena dibagian anus. Banyak ibu hamil yang menderita wasir
setelah 6 bulan usia kehamilan karena adanya peningkatan tekanan vena dalam area
panggul. Beberapa wanita juga mengalami wasir selama persalinan akibat tekanan
bayi yang kuat. Komplikasi setelah melahirkan juga memicu terjadinya wasir
(Probosuseno, 2009).
Hemoroid atau “wasir” merupakan vena varikosa pada kanalis dan dibagi
menjadi 2 jenis yaitu, hemorroid interna dan eksterna. Kedua jenis hemoroid ini
sangat sering dijumpai dan terjadi sekitar 35% penduduk berusia lebih dari 25 tahun.
Walaupun keadaan ini tidak mengancam jiwa, namun dapat menimbulkan perasaan
yang tidak nyaman. Hemoroid atau wasir memang menjadi momok bagi sebagian
orang yang menderitanya. Benjolan didalam anus sangat membuat rasa tidak nyaman,
baik untuk posisi duduk maupun berdiri. Apalagi kalau hendak buang hajat (BAB),
seseorang sering meringis kesakitan.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan 1 kali pertemuan ini diharapkan
masyarakat mengetahui dan memahami tentang penyakit Hemoroid / wasir dan
mengetahui hal yang harus dilakukan jika terkena Hemoroid serta cara mengatasi
masalah tersebut. Sehingga dapat diambil suatu tindakan pencegahan, penanganan
terhadap penderita Hemoroid.

2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 1 kali pertemuan, masyarakat
dapat menjelaskan kembali tentang :
a. Menyebutkan pengertian Hemoroid / wasir
b. Menyebutkan penyebab Hemoroid
c. Menyebutkan tanda dan gejala Hemoroid
d. Menyebutkan cara pencegahan Hemoroid
e. Menjelaskan cara penularan Hemoroid
f. Menjelaskan penanganan Hemoroid
C. Peserta
1.Keluarga pasien dan Pasien Poli Bedah
2.Pembimbing Akademik 1 orang
3.Mahasiswa 6 orang dari Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong dan Stikes
Kepanjen

D. Setting Tempat

P P
Keterangan :
WWMWWMW P : Pembicara
MWWMWWW W : Pasien Dan Keluarga pasien poli bedah

WMWWMWW M : Mahasiswa

MWMWWMW

E. Setting Waktu

No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta


1 5 menit Pembukaan:
a. Memberi salam a. Menjawab salam
b. Memperkenalkan diri b. Mendengarkan dan
c. Menjelaskan tujuan memperhatikan
penyuluhan

2 15 menit Pelaksanaan :
a. Menjelaskan pengertian Memperhatikan /
hemoroid / wasir menyimaak dan
b. Menjelaskan penyebab mendengarkan
hemoroid
c. Menjelaskan tanda dan
No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
gejala hemoroid
d. Menjelaskan pencegahan
hemoroid
e. Menjelaskan pengobatan
hemoroid
3 8 menit Evaluasi :
a. Memberikan kesempatan a. Mengajukan
kepada Ibu / bapak untuk pertanyaan / bertanya
bertanya b. Menjawab
b. Meminta kepada ibu / pertanyaan
bapak untuk menjelaskan c. Memperhatikan /
kembali atau menyimak dan
menyebutkan : mendengarkan
- Pengertian hemoroid
- Penyebab hemoroid
- Tanda dan gejala
hemoroid
- Pencegahan hemoroid
- Pengobatan hemoroid
c. Menyimpulkan materi
4 2 menit Penutup:
Mengucapkan salam Menjawab salam

F. Metode
1. Diskusi
2. Demonstrasi
3. Tanya Jawab
G. Media
Leaflet dan flipchart

H. Rencana Evaluai Kegiatan


Evaluasi
1. Struktur
a. Rencana kegiatan dipersiapan 2 hari sebelumnya kegiatan dan informasi ke
pembimbng 1 hari
b. Menyiapkan SAP
c. Menyiapkan materi dan media
d. Menyiapkan pertanyaan
2. Proses
a. Peserta yang hadir < 7
b. Tempat : Poli Bedah
c. 80% peserta aktif bertanya
d. 70% memberi jawaban atas pertanyaan pemberi materi
e. 75% peserta tidak meninggalkan tempat saat penkes berlangsung

3. Hasil
a. Pasien Dan Keluarga pasien poli bedah dapat menjawab pertanyaan dan
mengulang kembali pengertian hemoroid atau wasir
b. Pasien Dan Keluarga pasien poli bedah dapat menyebutkan penyebab
hemoroid
c. Pasien Dan Keluarga pasien poli bedah dapat menyebutkan tanda dan gejala
hemoroid
d. Pasien Dan Keluarga pasien poli bedah dapat mnyebutkan pencegahan
hemoroid
e. Pasien Dan Keluarga pasien poli bedah dapet menyebutkan cara pengobatan
hemoroid
A. Pengertian Hemoroid
Hemoroid atau sering juga disebut wasir/ambeien adalah pembengkakan dan
peradangan pembuluh darah di sekitar anus dan bagian rektum bawah.
Wasir (Hemoroid) adalah suatu penyakit yang terjadi pada anus, di mana bibir
anus mengalami pembengkakan yang kadang disertai pendarahan.
Hemoroid Internal terdapat di sebelah dalam anus kadang-kadang dapat keluar
anus jika BAB, kemudian sering terjadi perdarahan.
Hemoroid Eksternal terdapat benjolan tampak dari luar. Benjolan dilapisi oleh
kulit yang tampak menggelembung dan berwarna kebiruan. Biasanya tanpa disertai
gejala. Jika terjadi peradangan benjolan tersebut akan kemerahan dan terasa nyeri bila
ditekan.

B. Penyebab
1. Berusaha untuk buang air besar karena sembelit/ feces keras
2. Sering mengalami diare
3. Duduk terlalu lama
4. Kurang serat
5. Kurang minum
6. Duduk di toilet untuk waktu yang lama
7. Sering angkat beban berat
8. Tekanan dari janin pada wanita hamil

C. Tanda dan Gejala


1. Mengeluarkan darah saat BAB
2. Muncul benjolan disekitar anus yang di dalamnya terdapat pembuluh darah balik
(vena), otot, jaringan ikat elastis.
3. Timbul rasa nyeri pada saat BAB akibat rangsangan syaraf di sekitar anus
4. Bila wasir terjadi pergesekan dengan feces/tinja yang keras, maka akan
menyebabkan iritasi / luka hingga luka sehingga terjadilah perdarahan
5. Penderita wasir biasanya susah duduk tenang karena ada pembengkakan di
rektum yang menyebabkan rasa nyeri
D. Komplikasi Hemoroid
1. Anemia
kehilangan darah kronis dari wasir dapat menyebabkan anemia dimana tubuh
tidak dapat membawa oksigen ke sel-sel tubuh sehingga kelelahan dan kelemahan
sering melanda
2. strangulata wasir
jika suplai darah ke wasir internal terputus wasir mungkin “tercekik” dan dapat
menyebabkan rasa sakit yang hebat dan menyakibatkan kerusakan
jaringan/gangrene

E. Pencegahan
1. Konsumsi lebih banyak makanan kaya serat, sayur, buah-buahan atau biji-bijian.
2. Minum cukup jumlah air 6-8 gelas/ 2 liter per hari
3. Olahraga yang teratur
4. Jangan duduk di toilet dalam waktu yang lama
5. Gunakan lap yang lembut, seperti lap bayi
6. Hindari mengangkat beban yang berat
7. Turunkan berat badan
8. Jika pekerjaan utama duduk, berdiri/ berjalan pada waktu istirahat
9. Jangan mengejan bila tinja masih belum mau keluar
10. Latihan otot-otot pantat
11. Jaga kebersihan daerah sekitar anus dengan membilasnya menggunakan air yang
bersih saat selesai buang air bersih
DAFTAR PUSTAKA

Brunner dan Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 Volume 2, Alih
Bahasa Kencana, H.Y. Jakarta : EGC
http://armanefendi.com/kesehatan/cara-mengobati-penyakit-ambeien-dengan-cara-yang-
aman.html diakses pada hari sabtu, tanggal 21 Juni 2014
Kurnia, Hendrawan.(2009). Kiat Jitu Tangkal Penyakit Orang Kantoran.Yogyakarta :
Best Publisher
Mansjoer, Arif. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius