Anda di halaman 1dari 28

STUDI KASUS OKUPASI

KONJUNGTIVITIS IRITATIF

Nama Mahasiswa:
Dita Meisy Wulandari, S.Ked ( H1AP10044)
Raisya Farah Monica, S.Ked (H1AP11003)

Nama Pembimbing:
dr. Fitri Desimilani
dr. Eko Rahmi Nurhidayati
dr. Mona Frisca

KEPANITERAAN KLINIK KEDOKTERAN KOMUNITAS


UPTD. PKM KUALA LEMPUING KOTA BENGKULU
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BENGKULU
2017

1
Nama Fasilitas Pelayanan Kesehatan : PKM Kuala Lempuing
No Berkas :-
No Rekam Medis : 502

Data Administrasi
Tanggal 21 Juli 2017 diisi oleh : Dita Meisy Wulandari
Raisya Farah Monica

Pasien Keterangan

Nama Tn. S
Umur / Tgl. Lahir 21 tahun
Jl. Lempuing RT 09 RW 02 Kelurahan
Alamat
Ratu Agung Kota Bengkulu
Jenis kelamin Laki-laki
Kedudukan dalam keluarga Anak
Agama Islam
Pendidikan SMA
Pekerjaan Pencuci mobil Pandawa CarWash
Status perkawinan Belum menikah

Kedatangan yang ke 1 (pertama) Pasien datang sendiri

Telah diobati sebelumnya Belum pernah


Alergi obat Tidak ada
Sistem pembayaran BPJS

2
DATA PELAYANAN
I. ANAMNESIS (dilakukan secara autoanamnesis)
A. Alasan kedatangan
Keluhan utama : Mata merah dan berair 4 hari yang lalu
Kekhawatiran : Mata merah dan berair yang tidak sembuh dan berulang
Harapan : Keluhan mata merah dan berair dapat berkurang dan
dapat bekerja dengan baik kembali
Persepsi : Penyakit ini diakibatkan karena paparan debu.

B. Keluhan lain/tambahan : -

C. Riwayat Perjalanan Penyakit Sekarang


Sejak + 4 hari yang lalu, pasien mengeluhkan mata merah dan berair. Keluhan ini
dirasakan pada kedua matanya. Selain itu, pasien juga mengeluhkan nyeri dan adanya
kotoran mata yang berwarna bening, namun pasien tidak mengeluhkan tajam
penglihatan yang berkurang. Keluhaan dirasakan setelah pasien melakukan pekerjaan
yaitu pencuci mobil. Keluhan tidak berkurang meski pasien meneteskan obat tetes
mata ‘insto’ yang dibeli sendiri. Namun keluhan berulang ketika pasien melakukan
pekerjaannya lagi. Pasien merasa di matanya ada yang mengganjal sehingga
menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga sering mengucek mata dan mengganggu
aktivitasnya. Keluhan demam tidak ada. Keluhan mata gatal, dan kotoran mata warna
kuning dan lengket disangkal.
Pasien tidak pernah berobat sebelumnya ke dokter ataupun ke bidan. Selama bekerja
pasien tidak menggunakan alat pelindung diri.

D. Riwayat Penyakit Dahulu


- Pasien pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya, namun tidak
diobati.
- Pasien tidak memiliki riwayat alergi.
- Riwayat tekanan darah tinggi dan kencing manis tidak ada

3
E. Riwayat Penyakit Keluarga
- Tidak ada anggota keluarga yang mengalami penyakit yang sama.
- Riwayat alergi di keluarga tidak ada.
- Riwayat keluarga dengan kencing manis dan darah tinggi tidak ada.

F. Riwayat Sosialekonomi dan kebiasaan


Pasien tinggal bersama istri dan seorang anaknya. Pasien menyangkal
kebiasaan minum alkohol, merokok, ataupun mengonsumsi narkoba dan
obat-obat terlarang untuk waktu yang lama. Pasien tinggal di pemukiman
yang padat dan berasal dari tingkat ekonomi menengah kebawah.

G. ANAMNESIS OKUPASI
1. Jenis pekerjaan
Jenis pekerjaan Bahan/material Tempat kerja Masa kerja
yang digunakan (perusahaan) (dalam
bulan/tahun)
1. Pencuci mobil Air, sabun, Pandawa Wash 3bulan
pembersih kaca
mobil, semir ban,
kanebo, vacum
cleaner, parfum
semprot

2. Uraian Tugas/Pekerjaan
Pasien adalah pekerja di pencucian mobil sejak 3 bulan yang lalu. Proses
pembersihan mobil terdiri dari menyiapkan perlengkapan pekerjaan yang diperlukan,
mencuci bagian luar, bawah, dan ban mobil, membersihkan kaca mobil, dan
dilanjutkan dengan membersihkan bagian dalam mobil, baik dari kaca, kursi, dan
mesin dalam. Pembersihan bagian luar mobil dilakukan dengan menyemprot bagian
mobil tersebut dengan air, lalu mulai membersihkan dengan menggunakan sabun lalu

4
dibilas. Begitu juga dilakukan pada bagian bawah dan ban mobil. Pasien
menggunakan cairan pembersih kaca mobil dan saat pembersihan kaca, pasien sering
membungkukkan badannya. Saat pembersihan bagian dalam mobil, pasien
membongkar isi dalam mobil terlebih dahulu, lalu mulai membersihkan dalam mobil
dengan kain lap dan dilanjutkan dengan vacum cleaner. Sedangkan pembersihan
mesin dalam dilakukan dengan meggunakan alat pengering khusus. Pasien bekerja
tidak menggunakan alat pelindung diri. Pasien bekerja 7 hari dalam seminggu, yakni
dari hari Senin hingga Minggu. Pekerjaan dimulai dari pukul 08.00 hingga 17.00
dengan waktu istirahat 60 hingga 90 menit. Dalam sehari, mobil yang dibersihkan
oleh pasien ±15-20 mobil, dimana masing-masing mobil dikerjakan ± 20-40 menit.
Lama pengerjaan satu mobil tergantung dari ukuran dan kebersihan dari mobil
tersebut.

Bagun Berangkat ke tempat Mulai pekerjaan


tidur kerja

Membersihkan Membersihkan
Persiapan peralatan
kaca mobil bagian luar, bawah,
yang akan digunakan
\ dan ban mobil.

Membersihkan
Pulang ke
bagian dalam dan
rumah
mesin mobil

3. Tabel Bahaya Potensial

5
Bahaya Potensial Gangguan Risiko
Urutan
kesehatan yang kecelakaan
kegiatan Fisik Kim Bio Ergo Psiko
mungkin kerja

Menyiapkan Listr Debu - Posisi kerja Pekerjaan Pterigium, low Tersengat


perlengkapa ik mobil, Yang yang back pain, listrik
n pekerjaan sabun, membungkuk. monoton dermatitis,
konjungtivitis,
stress kerja

Membersih - Debu, Bakteri, Posisi kerja


kan bagian air, jamur Yang
luar, bawah, sabun membungkuk,
dan ban tangan bagian ulna
mobil dan radial deviasi,
(menyempr pergelangan
ot dengan memutar, lengan
air, mencuci terangkat >45,
dengan leher fleksi >30,
sabun). membungkuk
>20, lutut
menyentuh lantai.,

6
Membersih - Debu, - Posisi berdiri Pekerjaan Konjun -
kan kaca larutan lama, pergelangan yang gtivitis,
mobil pembers tangan fleksi, monoton dermati
ih kaca bagian ulna dan tis, low
mobil radial deviasi, back
pergelangan pain,
memutar dan full hernia
extended, lengan nukleus
terangkat >45, pulposu
pinggang twisted, s, stress
side bending, bahu kerja
terangkat, kepala
ekstensi >20.

Membersih Listr Debu - Posisi berdiri Pekerjaan Konjun Tersengat


kan bagian ik, mobil lama, pergelangan yang gtivitis, listrik, luka
dalam mobil suhu tangan fleksi, monoton dermati bakar
ekstr bagian ulna dan tis, low
im radial deviasi, back
pana pergelangan pain,
s memutar dan full hernia
extended, lengan nukleus
terangkat >45, pulposu
pinggang twisted, s, stress
side bending, leher kerja
fleksi >30, bahu
terangkat, kepala
ekstensi >20

7
4. Hubungan pekerjaan dengan penyakit yang dialami:
Pasien bekerja rata-rata 8-9 jam per hari. Kegiatan pasien yang mencuci mobil
membuat pasien lebih sering terpapar oleh debu yang berada di bagian luar, bawah
mobil, ban mobil. Kemungkinan terkena cipratan air dan sabun saat membilas,
pembersihan bagian dalam mobil dan cairan pembersih kaca yang disemprotkan juga
ada. Pasien sering melakukan pekerjaan tanpa menggunakan kacamata google
ataupun alat pelindung diri lainnya seperti sarung tangan. Hal ini dapat menjadi faktor
timbulnya keluhan pada mata seperti yang dikeluhkan pasien saat ini. Pasien
mengeluhkan mata merah dan berair setelah mencuci mobil yang merupakan
pekerjaan sehari-harinya. Pasien mengatakan keluhannya berkurang saat libur
bekerja.

II. BODY DISCOMFORT MAP (Tidak ditemukan)

Keterangan :
1. Tanyakan kepada pekerja atau pekerja
dapat mengisi sendiri
2. Isilah : keluhan yang sering dirasakan oleh
pekerja dengan memberti tanda/mengarsir
bagian- bagian sesuai dengan gangguan
muskulo skeletal yang dirasakan
pekerja
Tanda pada gambar area yang dirasakan :
Kesemutan = x x x Pegal-pegal = / / / / /
Baal = v v v Nyeri
=

Nyeri =

8
III. B R I E F ™ SURVEY Berikan tanda ‘v’ pada bagian kanan atau kiri
sesuai dengan hasil anamsesis / observasi

IV. PEMERIKSAAN FISIS OKUPASI


1. Tanda Vital
a. Nadi : 88 x/ menit c. Tekanan Darah (duduk) : 110/70 mm Hg
b. Pernafasan : 18 x/ menit d. Suhu Badan
: 36.7o C
2. Status Gizi
a. Tinggi Badan : 172 cm Berat Badan : 60 Kg
Bentuk Badan Astenikus Atletikus Piknikus
3. Tingkat Kesadaran dan keadaan umum
a.Kesadaran: ComposMentis Kesadaran
menurun
b. Tampak kesakitan : Tidak Ya
c. Berjalan ada gangguan : tidak Ya

9
4. Kelenjar Getah Bening Jumlah, Ukuran,
Perlekatan, Konsistensi
Leher : Normal Tidak Normal
Submandibula Normal Tidak Normal
Ketiak : Normal Tidak Normal
Inguinal Normal Tidak Normal

5. Mata Mata Kanan kiri


Konjunctiva Hiperemis Hiperemis
Normal Normal
Sklera Normal Ikterik Normal
Ikterik
Sekret Bening
Normal Kuning

6. TelingaTelinga kanan Telinga kiri


Daun Telinga Tidak Normal Tidak Normal
Normal Normal
Liang Telinga Tidak Normal Tidak Normal
Normal Normal
- Serumen Tidak Ada serumen Tidak Ada serumen
ada Menyumbat ada Menyumbat (prop)
(prop)
Membrana Timpani Intak Tidak intak Intak Tidak intak
lainnya…… lainnya …..
Test berbisik Tidak Normal Tidak Normal
Normal Normal
Test Garpu tala Tidak Normal Tidak Normal
Rinne Normal Normal (Tidak dilakukan)
Weber (Tidak dilakukan)
Swabach (Tidak dilakukan)

10
7. Hidung
a. Meatus Nasi Normal Tidak Normal
b. Septum Nasi Normal Deviasi ke ....
c. Konka Nasal Normal Udem lubang
hidung .

d. Nyeri Ketok Sinus Normal Nyeri tekan positif di


maksilaris
e. Penciuman : normosmia

8. Gigi dan Gusi


87654321 12345678

87654321 12345678
9. Tenggorokan
a. Pharynx Normal Granulasi
Hiperemis
Tonsil : Ukuran Kanan : To T1 T2 T3 Kiri : To T1 T2 T3
Normal Normal
Hiperemis Hiperemis
Palatum Normal Tidak
Normal
Lain- lain
10. Leher
Keterangan
Gerakan leher Normal Terbatas
Kelenjar Thyroid Normal Tidak
Normal
Pulsasi Carotis Normal Bruit

11
Tekanan Vena Jugularis Normal Tidak
Normal
Trachea Normal Deviasi
Lain-lain : …..
11. Dada
Keterangan
Bentuk Simetris Asimetris

12. Paru- Paru dan Jantung


Keterangan
Kanan Kiri
Palpasi Normal Tidak Normal

Perkusi Sonor Redup Sonor Redup


Hipersonor Hipersonor

Iktus Kordis : Tidak Normal ,


Normal sebutkan .............
Batas Jantung: Tidak Normal ,
Normal sebutkan ………

Auskultasi : Vesikular Vesikular


Bunyi napas Bronchovesikular Bronchovesikular
Bunyi Napas Ronkhi Ronkhi
tambahan Wheezing Wheezing

Bunyi Jantung Normal Tidak Sebutkan ....


Normal

12
13. Abdomen
Keterangan

Inspeksi Normal Tidak Normal

Perkusi Timpani Redup


Auskultasi: Bising
Normal Tidak Normal
Usus
Teraba…….jbpx
Hati Normal
……jbac
Teraba shoeffne
Limpa Normal
…..
Kanan :
Normal Kiri : Normal
Ginjal Tidak Tidak Normal
Normal

Kanan :
Normal Kiri : Normal
Ballotement Tidak Tidak Normal
Normal

Kanan :
Normal Kiri : Normal
Nyeri costo vertebrae
Tidak Tidak Normal
Normal

14. Genitourinaria
a. Kandung Kemih Normal Tidak Normal
b. Tidak
Normal Tidak Normal
Anus/Rektum/Perianal diperiksa
c Genitalia Eksternal Normal Tidak Normal

13
d. Prostat (khusus Pria) Normal Tidak Normal

15a. Tulang / sendi


Ekstremitas atas
Kanan Kiri
- Gerakan Normal Tidak
Normal Terbatas
normal
- Tulang Normal Tidak Normal Tidak
normal normal
- Sensibilitas Baik Tidak
Baik Tidak baik
baik
- Oedema Tidak ada Ada Tidak ada Ada
- Varises Tidak ada Ada Tidak ada Ada
- Kekuatan otot 5/5/5/5 5/5/5/5
- vaskularisasi Baik Tidak
Baik tidak baik
baik
- kelainan Kuku jari Tidak ada ada Tidak ada ada

Kanan Kiri
15b.Tulang / Sendi
Ekstremitas bawah
- Gerakan Normal Tidak Normal tidak
normal normal

14
- Kekuatan otot 5/5/5/5 5/5/5/5
- Tulang Normal tidak Normal tidak
normal normal
- Sensibilitas baik tidak baik baik tidak baik
- Oedema tidak ada ada tidak ada ada
- Varises tidak ada ada tidak ada ada
- vaskularisasi baik tidak
baik tidak baik
baik
- kelainan Kuku jari tidak ada ada tidak ada ada

15c. Otot motori


1. Trofi
Normal Tidak Tidak
Normal Normal Normal
1. Tonus
Normal Tidak Tidak
Normal Normal Normal
3. Kekuatan 5/5/5/5 5/5/5/5 Gerakan
(Fs abnormal :
motorik)  tidak ada
tic ataxia

16. Refleks kanan kiri


a. Refleks Fisiologis: Tidak Tidak
patella Normal Normal Normal Normal
b Refleks Patologis: Negatif Positif negatif Positif
Babinsky

15
17. Kulit Efloresensi
dan Lokasi nya
a. Kulit Normal Tidak Normal
b. Selaput Lendir Normal Tidak Normal
Kuku Normal Tidak Normal

18. Status Lokalis: Normal

III. RESUME KELAINAN YANG DIDAPAT:


Seorang laki-laki berusia 21 tahun, bekerja sebagai pencuci mobil di Pandawa wash
mengeluhkan kedua matanya merah yang dialami sejak 4 hari yang lalu disertai
dengan mata berair dan kotoran mata bewarna bening atau jernih, mata nyeri dan
tidak gatal. Keluhan timbul saat bekerja. Keluhan demam dan mata kabur tidak ada.
Pasien merasa di matanya ada yang mengganjal sehingga menimbulkan rasa tidak
nyaman sehingga sering mengucek mata dan mengganggu aktivitasnya. Pasien belum
pernah berobat ke dokter sebelumnya hanya membeli obat tetes mata “insto” di

16
warung tetapi keluhan tidak berkurang. Pasien saat bekerja tidak menggunakan alat
pelindung mata. Pasien pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya.
Riwayat alergi (-), riwayat darah tinggi, dan kecing manis disangkal. Riwayat
keluarga dengan gejala yang sama disangkal.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70, HR: 88, RR: 18x/menit, S: 36,70C.
Pemeriksaan Visus didapatkan visus mata baik, hiperemis pada konjungtiva mulai
dari konjungtiva superior et inferior, secret (+) warna bening.

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG


 Tidak dilakukan

V. HASIL BODY MAP


Tidak ada kelainan.

VI. HASIL BRIEF SURVEY ;


 Untuk tangan dan pergelangan tangan kanan resiko tinggi (skor 3), sedangkan
tangan dan pergelangan tangan kiri beresiko rendah (skor 1)
 Untuk siku kanan dan kiri bersiko sedang (skor 2)
 Untuk bahu kanan beresiko sedang (skor 2) dan bahu kiri bersiko rendah (skor
1)
 Untuk leher resiko tinggi (skor 3)
 Untuk punggung kanan dan kiri resiko tinggi (skor 3)
 Untuk kaki kanan dan kiri resiko rendah (skor 1)

VII. DIAGNOSIS KERJA :


 Konjungtivitis Iritatif et causa debu dan pembersih kaca (sabun).

VIII. DIAGNOSIS DIFERENSIAL :


 Konjungtivitis viral
 Konjungtivitis alergi

17
IX. DIAGNOSIS OKUPASI:
Langkah Diagnosis
1. Diagnosis Klinis -Konjungtivitis Iritatif

Dasar diagnosis Seorang laki-laki berusia 21 tahun, bekerja sebagai pencuci


(anamnesis, mobil di Pandawa wash mengeluhkan kedua matanya merah
pemeriksaan fisik, yang dialami sejak 4 hari yang lalu disertai dengan mata berair
pemeriksaan dan kotoran mata bewarna bening atau jernih, mata nyeri dan
penunjang, body tidak gatal. Keluhan timbul saat bekerja. Keluhan demam dan
map, brief survey) mata kabur tidak ada. Pasien merasa di matanya ada yang
mengganjal sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan
mengganggu aktivitasnya. Pasien belum pernah berobat ke
dokter sebelumnya hanya membeli obat tetes mata “insto” di
warung tetapi keluhan tidak berkurang. Pasien saat bekerja tidak
menggunakan alat pelindung mata. Pasien pernah mengalami
keluhan yang sama sebelumnya.
Riwayat alergi (-), riwayat darah tinggi, dan kecing manis
disangkal. Riwayat keluarga dengan gejala yang sama
disangkal.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70, HR: 88, RR:
18x/menit, S: 36,70C. Pemeriksaan Visus didapatkan visus
mata baik, hiperemis pada konjungtiva mulai dari konjungtiva
superior et inferior, secret (+) warna bening.
Dari hasil body map tidak didapatkan adanya kelainan. Pada
brief survey didapatkan risiko tinggi pada pergelangan tangan
kanan dan kiri, leher, dan punggung.
2. Pajanan di  Faktor kimia berupa debu, pembersih kaca (sabun), semir
tempat kerja ban, dan parfum (pewangi mobil), dan asap
 Faktor fisik berupa listrik dan suhu extreme panas
 Faktor biologis, berupa bakteri dan jamur

18
 Faktor ergonomi, bekerja dengan gerakan repetitif, berdiri
lama dengan pergelangan tangan fleksi, bagian ulna dan
radial deviasi, pergelangan memutar dan full extended, jari-
jari fleksi > 450 dan ekstensi > 450 , lengan terangkat > 450,
leher fleksi > 300 dan ekstensi > 200, serta bahu terangkat.
3 . Evidence Based  Pekerja pencuci mobil atau ahli mesin atau mekanik
merupakan salah satu pekerjaan yang mempunyai factor
resiko terjadinya penyakit kulit dan peradangan pada mata,
terutama kelainan konjungtivitis iritatif.
 Konjungtivitis adalah inflamasi konjungtiva dan ditandai
dengan pembengkakan dan eksudat. Pada konjungtivitis
mata nampak merah, sehingga disebut mata merah (Brunner
& Suddart,2001)
 Konjungtivitis atau inflamasi konjungtiva disebabkan
infeksi bakteri atau virus, alergi, atau reaksi zat kimia.
Konjungtivitis bakteri atau virus sangat menular tetapi
menjadi self-limiting (bisa sembuh tanpa banyak intervensi)
setelah 2 minggu. Konjungtivitis kronis bisa mengakibatkan
perubahan degenerative pada kelopak mata.
 Konjungtivitis adalah penyakit yang terjadi di seluruh dunia
dan dapat diderita oleh seluruh masyarakat baik semua usia,
jenis kelamin maupun ras. Walaupun tidak ada dokumen
yang secara rinci menjelaskan tentang prevalensi
konjungtivitis, tetapi keadaan ini sudah ditetapkan sebagai
penyakit yang sering terjadi pada masyarakat (Rapuano et
al, 2005).
 Data perkiraan jumlah penderita penyakit mata di Indonesia
adalah 10% dari seluruh golongan umur penduduk per tahun
dan pernah menderita konjungtivitis. Data lain
menunjukkan bahwa dari 10 penyakit mata utama,

19
konjungtivitis menduduki tempat kedua (9,7%) setelah
kelainan refraksi (25,35%).
 Menurut ILO (International Labour Organization) setiap
15 detik, 160 pekerja mengalami kecelakaan akibat kerja.
Setiap hari, 6.300 orang meninggal akibat kecelakaan kerja
atau penyakit akibat hubungan pekerjaan dan diperkirakan
lebih dari 2,3 juta kematian per tahun. Lebih dari 337 juta
per tahun kecelakaan terjadi pada seorang pekerja pada saat
bekerja sehingga mengakibatkan banyak pekerja yang
absen/tidak bekerja. Menurut WHO, diperkirakan bahwa
setidaknya 2 juta orang di seluruh dunia secara rutin
terpapar debu pada saat bekerja.

Hubungan zat kimia berupa debu, sabun, pewangi dan semir


ban tehadap kejadian konjungtivitis.
Asam, alkali, asap, angin, debu dan hampir setiap iritan yang
masuk ke saccus konjungtiva dapat menimbulkan
konjungtivitis. Adapun beberapa bahan iritan umum seperti
pupuk, sabun deodorant, spray rambut, tembakau dan berbagai
asam dan alkali. Ketahuilah didaerah tertentu sperti di daerah
dengan kondisi asbut (percampuran asap dan kabut) menjadi
penyebab utama konjungtivitis kimia ringan. Jadi iritan spesifik
pada asbut belum dapat ditetapkan secara positif dan
pengobatannya non spesifik, pada kondisi ini tidak ada efek
pada mata yang permanen, namun mata yang terkena sering kali
merah dan terasa mengganggu secara menahun.
Asam mengubah sifat protein jaringan dan efek langsung.
Alkali tidak mengubah sifat protein dan cenderung cepat
menyusup atau menyerap jaringan dan menetap di dalam
jaringan konjungtiva. Pada kondisi inilah bahan-bahan ini terus-

20
menerus merusak selama berjam-jam atau berhari-hari
lamanya, namun tergantung konsentrasi molar alkali dan jumlah
yang masuk. Perlengketan antara anatara konjungtiva bulbi dan
palpebra lebih besar kemungkinan terjadi jika agen
penyebabnya dalah alkali. Pada kejadian manapun, gejala
utama luka atau iritasi akibat bahan kimia adalah sakit,
pelebaran pembuluh darah, fotofobia dan blefarospsme.
Riwayan kejadian pemicu biasanya dapat diungkapkan.

4. Apakah Ya
pajanan cukup
Masa kerja 3 bulan
Jumlah jam terpajan/ 9 jam
hari
Pemakaian APD Tidak ada.
Konsentrasi pajanan Sulit dinilai.
Kesimpulan jumlah Sulit dinilai
pajanan dan dasar
perhitungannya

5. Apa ada faktor


individu yang  Sering mengucek mata dengan tangan yang kotor
berpengaruh thd  Tidak membiasakan mencuci tangan sebelum dan setelah
timbulnya diagnosis berkontak dengan bahan-bahan kimia ditempat kerjanya
klinis? Bila ada, dan tidak menggunakan alat pelindung diri.
sebutkan.
6 . Adakah terpajan Iya, debu di rumah dan lingkungan rumah. Kebiasaan pasien
bahaya potensial yang jarang menggunakan helm saat mengendarai motor.
yang sama seperti di

21
langkah 3 luar tempat
kerja?
Bila ada, sebutkan
7 Diagnosis Okupasi Konjungtivitis Iritatif et causa debu dan pembersih kaca pada
proses pembersihan dalam mobil (zat kimia)
(penyakit diperberat oleh pekerjaan pasien sebagai pencuci
mobil)

X. KATEGORI KESEHATAN Kesehatan baik


Kesehatan baik (sehat untuk bekerja = physical fitness)

XI. PENGKAJIAN MASALAH KESEHATAN PASIEN

Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik


1. - Laki-laki usia 21 tahun
2. - Pekerja di pencucian mobil selama 3 bln
- Kedua mata merah (+), berair, kotoran mata bening dan jernih (+),
nyeri (+), gatal (-) yang semakin dirasakan saat bekerja
membersihkan mobil
- Sering mengucek mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu
- Pada pemeriksaan fisik didapatkan hiperemis konjungtiva superior
et inferior, secret (+) warna bening serta visus OD 6/6 dan OS 6/6
(normal)

Aspek Internal
Pasien tidak memiliki kesadaran menggunakan APD
dan juga tidak memiliki APD yang sesuai standar
XII. PROGNOSIS
untuk pekerja
1. Klinik
ad vitam : Bonam
ad sanationam : Bonam
ad fungsionam : Bonam

22
2. Okupasi
ad vitam : Bonam
ad sanationam : Bonam
ad fungsionam : Bonam

XIII. PERMASALAHAN PASIEN, RENCANA PENATALAKSANAAN, DAN


HASIL AKHIR TATALAKSANA
No Jenis Rencana tindakan : Targ Hasil yang Hasil akhir
permasal Tatalaksana medikamentosa et diharapkan tatalaksana
ahan dan dan Wakt
bahaya Nonmedikamentosa u
potensial
tersering
1 Konjung Okupasi: 5 Keluhan Keluhan mata
tivitis - Elimasi: sulit dilakukan hari berkurang merah dan
Iritan - Subsitusi: sulit dilakukan Pasien mulai berair sudah
- Isolasi: sulit dilakukan menghindari berkurang
- Engineering Control: debu dan
sulit dilakukan pembersih
- Administractive control: kaca saat
sulit dilakukan bekerja
- APD : diperlukan sebagai
penggunaan kacamata pencuci mobil
dengan
menggunakan
- Terapi Medikamentosa: kacamata
cendoliter

23
Terapi non medikamentosa
- Irigasi mata untuk
pembersihan kelopak
mata
- Mencuci tangan dengan
air mengalir dan sabun
sebelum tangan
berkontak dengan mata
- Menghindari pencetus
(Memakai kacamata saat
bekerja)
- Menghindari menyentuh
mata secara langsung
dengan tangan (hindari
mengucek mata)

4 Pajanan Materi: 5 Pasien Pasien sudah


bising Pentingnya mengurangi hari mengerti memakai
pajanan bising untuk pentingnya pelindung
mengurangi risiko gangguan mengurangi telinga saat
pendengaran dan pemicu pajanan bising bekerja
migraine Pasien
Tindakan: memakai
Edukasi langsung APD saat
Memakai sumbat telinga bekerja

24
5 Pajanan Materi: 5 Pasien Pasien sudah
debu dan Pentingnya menghindari hari mengerti memakai
benda debu dan benda tajam untuk pentingnya sarung tangan
tajam kesehatana pernafasan dan mengurangi serta penutup
(berupa mata dan mengurangi pajanan debu mulut dari
zat kimia kejadian kecelakaan kerja dan benda kain saat
tajam) Tindakan: tajam (zat bekerja,
Edukasi kimia tajam)
mengajarkan pasien untuk: pasien sudah
Memakai masker, sarung memakai
tangan, dan sepatu boot sepatu
tertutup saat
bekerja
(sepatu boot)

Persetujuan Pembimbing
Pembimbing : dr. Mona Frisca
Tanda Tangan :

Nama Jelas :
Tanggal : 29 Juli 2017

DAFTAR PUSTAKA

1. Harianto Penyakit akibat kerja Pajanan Zat Kimia (Buku Ajar Kesehatan
Kerja).EGC,Jakarta .2008
2. Azari A, Barney N.2013. “Conjungtivitis: A Systematic Review of
Diagnosis and Treatment”. The American Medical Association.

25
3. Ilyas,sidartha.2009.Ilmu Penyakit Mata.Cetakan ke 6.FKUI,Jakarta

26
LAMPIRAN

Pasien saat bekerja proses pembersihan dalam mobil

27
28