Anda di halaman 1dari 5

iet blog

Senin, 08 Oktober 2012


MAKALAH SIRKULASI DARAH JANIN DAN BAYI

BAB I
PENDAHULUAN

1.2 Latar Belakang


Perubahan-perubahan yang segera terjadi sesudah kelahiran sebagai akibat perubahan
lingkungan dalam uterus ke luar uterus. Maka bayi menerima rangsangan yang bersifat kimiawi,
mekanik dan termik. Hasil perangsangan ini membuat bayi akan mengalami perubahan
metabolik, pernafasan , sirkulasi dan lain-lain. Hal ini untuk mengenal / menemukan kelainan
yang perlu mendapat tindakan segera yang berhubungan dengan bayi baru lahir.
Sehingga dengan di buatnya makalah ini kami lebih mengerti secara detail tentang transisi
kehidupan janin dari intra ke ekstra uteri.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah:
· Bagaiamana proses transisi kehidupan janin dari intra ke ekstra uteri?
· Bagaimana system sirkulasi darah di pengaruhi dari transisi kehidupan janin dari intra ke ekstra
uteri?

1.3 Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagi berikut:
· Untuk memenuhi tugas yang di berikan oleh dosen pembimbing
· Sebagai bahan acuan sebagai seorang calon bidan dalam mengamati transisi kehidupan janin
dari intra ke ekstra uteri
· Untuk menambah pengetahuan yang lebih mendetail.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pembentukan Darah Janin
Pembentukan darah janin memerlukan persediaan Fe dalam hati, limpa, dan sum-sum
tulang ibu. Pada permulaan, sel darah janin dibentuk oleh kantung yolk dalam bentuk
megaloblas. Selanjutnya darah janin dibentuk oleh hati dan sumsum tulang dalam bentuk
megalosit dan makrosit. Normosit dibuat setelah aktifitas penuh sumsum tulang.
Fetal hemoglobin (F) mempunyai kemampuan unutk mengikat O2 dalam konsentrasi
tertentu dari darah ibu dan dengan mudah dapat melepaskan CO2 ke darah ibu. Menjelang
persalinan janin membuat Adult Hemoglobin (A) sebagai persiapan kelahiran sehingga dapat
menghisap O2 dengan pernapasan yang telah aktif.

2.2 Peredaran Darah Janin


Struktur anatomi khas sirkulasi fetal, paru tidak berfungsi selama kehidupan fetal dan hati
hanya berfungsi sebagaian, maka tidak perlu bagi jantung fetus untuk memompa banyak darah
baik melalui paru atau hati. Sebaliknya jatung fetus harus memompa darah dalam jumlah yang
besar melalui plasenta. Oleh karena itu, susunan anatomi sistem sirkulasi fetal bekerja sangat
berbeda dengan sistem sirkulasi orang dewasa.
Darah janin dialirkan ke placenta melalui aa, umbilacales dan disini di muat dengan bahan
makanan berasal dari darah ibu. Darah ini masuk ke dalam badan janin melalui vena umbilicalis
yang bercabang dua setelah memasuki dinding perut janin. Cabang yang kecil bersatu dengan
vena porta, darahnya beredar dalam hati dan kmeudian diangkut melalui vena hepatica ke dalam
vena cava inferior.cabang satunya ialah :
Ductus venosus Arantii yang langsung masuk ke dalam vena cava interior.
Dengan demikian vena cava inferior setelah di masuki darah v. hepatica dan darah ductus
venosus arantii mengandung darah bersih, tapi dicampuri “ darah Kotor “ dari anggota bawah
janin.
Darah dari v. cava inferior setelah masuk kedlam serambi kanan sebagaian masuk ke serambi
kiri melalui foramen ovale, dan sebagaian mengalir ke dalam bilik kanan bersama-sama dengan
darah vena cava superior yang membawa darah dari kepala dan anggota atas.
Darah dari bilik kanan masuk ke a. pulmonalis, tetapi sebelum sampai ke paru-paru
sebagaian dialirkan ke aorta melalui ductus arteriosus botalli. Sebagaian kecil pergi keparu-paru
dan melalui vena pulmonalis masuk keserambi kiri dan bersama dengan darah dari vena cava
inferior masuk ke dalam bilik kiri, dan terus ke aorta.
Darah yang keparu-paru bukan untuk pertukaran gas tetapi untuk memberi makanan kepada
paru-paru yang sedang tumbuh. Darah Aorta disebarkan ke alat-alat badan, tatapi darah banyak
menuju kea a. hypogastricae ( cabang dari art. Iliaca communis ) lalu kea a. umbilicales dan
selanjutnya ke placenta.
Jadi darah yang berdar kejanin selalu bersifat “ darah campuran “ dan isi vena cava inferior
lebih bersih dari isi aorta.

2.3 Transisi pada Sistem Sirkulasi Darah


Setelah anak lahir, maka karena anak bernafas terjadilah penurunan tekanan art.
Purmonalis, sehingga banyak darah mengalir ke paru-paru. Dengan demikian paru-paru akan
berkembang. Tekanan dalam paru-paru akan mengecil dan seolah-olah darah akan terhisap oleh
paru-paru. Ductus arteriosus Botalli tertutup 1-2 menit setelah anak bernafas.
Dengan terguntingnya tali pusat, maka darah dalam v cava inferior berkurang dan dengan
demikian juga tekanan dalam serambi kanan berkurang, sebaliknya tekanan dalam serambi kiri
bertambah karena darah yang datang dari paru-paru bertambah, akibatnya ialah penutupan
foramen ovale.
Sisa ductus arteriosus bottalli disebut ligamentum arteriosus dan dari ductus venosus arantii
menjadi legamentum vesico umbilicale laterale kiri dan kanan. Dengan demikian, setelah bayi
lahri, kebutuhan oksigen akan dipenuhi oleh udara yang dihisapnya dan kebutuhan nutrisi
dipenuhi oleh makanan yang dicerna melalui proses pencernaan. Telah di katakan bahwa O2
janin rendah dibandingkan dengan orang dewasa.
Untuk mengimbangi keadaan ini peredaran darah janin lebiuh cepat, kadar Hb janin tinggi (
sampai 18 gr% ) dan erythrocytnya banyak ( 5,5 juta per mm ).
Hb janin sedikit berbeda dari Hb oang dewasa
Hb, janin terutama terbuat dalam hati sedangkan Hb , orang dewasa pada sumsum merah.
Hb, janin lebih mudah mengambil dan menyerahkan O2dari pada darah orang dewasa.
Hb, janin baru di ganti seluruhnya oleh Hb, biasa pada umur 4 bulan atau lebih.
Selama janin dalam rahim ternyata ia sudah melakukan pergerakan pernafasan . pergerakan
ini rupanya perlu untuk perkembangan pembuluh darah paru-paru, jadi pernafasan setelah anak
lahir , sebetulnya hanya lanjutan gerakan pernafasan intrauterin.
Perubahan Primer resistensi vascular paru dan sistemik waktu lahir meliputi:
1. Hilangnya aliran darah dalam jumlah besar melalui plasenta yang kira-kira dua kali lipat
resistensi vascular sistemik waktu lahir.
2. Resistensi vascular paru sangat banyak menurun akibat pengembangan paru.
3. Penutupan foramen ovale.

2.4 Transisi pada Darah


Pada umumnya bayi baru lahir (BBL) dilahirkan dengan nilai Hemoglobin (Hb) yang
tinggi. Hemoglobin F adalah Hb yang dominan pada periode janin, namun akan lenyap pada satu
bulan pertama kehidupan selama beberapa hari pertama. Nilai Hb akan meningkat sedangkan
volume plasma akan menurun, akibatnya hematokrit normal hanya pada 51-56% neonatus. Pada
saat kelahiran meningkat dari 3% menjadi 6% , pada minggu ke tujuh sampai minggu ke
Sembilan setelah bayi baru lahir akan turun perlahan. Nilai Hb untuk bayi berusia 2 bulan rata-
rata 12 g/dl.
Factor-faktor yang mempengaruhi nilai hemoglobin pada bayi baru lahir:
1. Waktu pengkleman tali pusat.
2. Pencapaian oksigen adekuat yang lebih cepat membuat penutupan struktur janin.
3. Posisi bayi baru lahir segera setelah lahir.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Peredaran darah janin berbeda dengan orang dewasa,hal ini dikarenakan, pada janin organ
vital untuk metabolisme masih belum berfungsi. Organ tersebut adalah paru janin dan alat
gastrointestinal yang seluruhnya diganti oleh plasenta.
Transisi kehidupan janin dari intra ke ekstra uteri terjadi pada sistem pernafasan, sistem
sirkulasi darah dan perubahan darah sebagai akibat perubahan lingkungan dalam uterus ke luar
uterus serta beberapa refleksi yang ada pada saat lahir. Hal ini hanya berlangsung sampai
beberapa bulan dan kemudian menghilang.

3.2 Saran
Sebaiknya kita sebagai bidan harus lebih mengetahui sirkulasi darah janin dan bayi
Karena apabila terdapat kasus yang berhubungan dengan sirkulasi darah janin dan bayi, maka
kita sudah lebih mengetahui dan dapat mengatasi kasus tersebut, sesuai dengan pendidikan yang
berkualitas.

DAFTAR PUSTAKA

Coad, Jane. 2006. Anatomi dan Fisiologi untuk Bidan. Jakarta: EGC.
Manuaba, Ida Bagus Gede. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan keluarga
Berencana. Jakarta: EGC.
Mira, Dwi. 2009. Buku Ajar Biologi Reproduksi. Jakarta: EGC.
Sulistyawati, Ari. 2009. Asuhan Kebidanan pada masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.