Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM FISIKA TEKNIK

HUKUM OHM DAN HUKUM KIRCHOFF

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK III

Rina Efrilia 061640411581

Suci Dwi Lestari 061640411584

Tri Karimah Ramadhini 061640411585

Vira Mayang Sari 061640411586

Yuli Catur Wulandari 061640411587

Dwi Astri Yuliana 061640411901

Nur Azizah 061640411910

Adella Rahmawati 061640411918

KELAS : 1 EGA

DOSEN PEMBIMBING : Ida Febriana, S.Si, M.T

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG


TAHUN AJARAN 2016/2017
Hukum Ohm & Hukum Kirchoff
1. TUJUAN PERCOBAAN
Selesai melaksanakan percobaan pratikum ini diharapkan dapat :
a. Dapat membuktikan kebenaran Hukum ohm dengan percobaan.
b. Dapat menganalisa hubungan antara tegangan dan arus listrik pada suatu tahanan
tertentu.
c. Dapat menganalisa hubungan antara arus dan tahanan pada tegangan tertentu.
d. Dapat menggambarkan grafik tegangan fungsi arus pada empat buah tahanan yang
berbeda.
e. Membuktikan kebenaran Hukum Kirchoff I dengan percobaan.
f. Menentukan harga arus yang mengalir pada suatu cabang yang lain yang diketahui
harganya.
g. Membuktikan kebenaran Hukum Kirchoff II dengan percobaan.

2. DASAR TEORI
Hukum Ohm
Ohm adalah suatu satuan tahanan listrik yang sering ditulis dengan simbol Ω.
Dalam suatu rangkaian listrik, Hukum ohm menyatakan hubungan antara tegangan,
arus dan tahanan yang dirumuskan sebagai berikut:
𝑉
𝑅= 𝐼

Dimana:
R = Resistansi / tahanan (Ω)
V = Tegangan yang diberikan pada tahanan (Volt)
I = Arus yang mengalir pada resistor (Ampere)

Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik akibat dari pergerakan elektron-
elektron yang mengalir melalui suatu titik dalam rangkaian listrik tiap satuan waktu.
Persamaannya adalah :
𝑄
𝐼= 𝑡

I = Kuat arus listrik (Ampere)


Q = Muatan listrik (Coulomb)
t = Waktu (sekon)
Tahanan adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen
elektronik dengan arus listrik yang mengalir pada rangkaian itu.
Tegangan listrik adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam
rangkaian listrik.
𝑉 = 𝐼. 𝑅
V = Tegangan Listrik (Volt)
I = Kuat Arus Listrik (Ampere)
R = Hambatan (Ohm)

Besarnya arus listrik yang mengalir pada sebuah konduktor (penghantar)


berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya. Jika sebuah
benda penghantar mempunyai resistansi yang tidak bergantung terhadap besar dan
polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Maka dalam kondisi ini berlaku
Hukum Ohm.

Hukum Kirchoff
Hukum Kirchoff ada dua, yaitu Hukum Kirchoff I yang membahas tentang arus
listrik, dan Hukum Kirchoff II yang membahas tentang tegangan listrik.
Hukum Kirchoff I menyatakan bahwa jumlah aljabar arus yang menuju kesatu titik
cabang adalah nol ( ∑1 = 0 ). Dalam perjanjian arus yang arahnya masuk kesuatu titik
diberi tanda positif, sedangkan yang keluar diberi tanda negatif.
I1 + I2 + I3 + I4 + I5 = 0
I2
I1

I5
I3
I4

Hukum Kirchoff II menyatakan bahwa jumlah aljabar tegangan pada suatu


rangkaian tertutup adalah nol. Dalam menggunakan Hukum Kirchoff II ini kita akan
diberikan tanda polaritas pada tahanan dalam arah datangnya arus.
R1

V1 R3
V1 + V2 + V3 + V4 + V5 = 0
Hukum Kirchoff ini dalam pemakaiannya digunakan pada analisa rangkaian listrik,
analisa rangkaian elektronika, perencanaan instalasi dan sebagainya.

Suatu aliran arus listrik dalam rangkaian tertutup berlaku persamaan berikut.
“Jumlah aljabar dari hasil kali kekuatan arus dan tahanan di setiap bagian adalah sama
dengan jumlah aljabar dari gaya-gaya gerak listriknya.” Jika berbagai arus listrik
bertepatan disuatu titik, maka jumlah aljabar dari kekuatan arus-arus tersebut adalah 0
(nol) di titik pertemuan.
Besar arus listrik yang mengalir menuju titik percabangan sama dengan jumlah
arus yang keluar dari titik percabangan.

3. ALAT DAN BAHAN


Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff
- Sumber tegangan DC : Baterai 9 V
- Tahanan (Ω) : 470 Ω, 1 kΩ, 4,7 kΩ, dan 10 kΩ.
- Voltmeter DC
- Papan percobaan
- Amperemeter DC
- Kabel penghubung
4. LANGKAH KERJA
Hukum Ohm
a. Meneliti semua peralatan sebelum digunakan.
b. Membuat rangkaian seperti gambar. (setiap penggantian R saklar (s) harus off)

c. Melakukan pengamatan dan mengisi tabel

d. Membuat rangkaian seperti gambar.


5. DATA PERCOBAAN
 Rangkaian I (Hukum Ohm)
Resistor Tegangan (V) Kuat Arus

470 Ω 6,2 12 mA

1 kΩ 6,4 11 mA

4,7 kΩ 6,6 12 mA

10 kΩ 7 12 mA

 Rangkaian II (Hukum Kirchoff)


Resistor Tegangan (V) Kuat Arus
4,7 Ω 6 8,6 A

470 Ω 6 8,7 A

1 kΩ 6 4,4 A

6. Data Perhitungan
 Rangkaian 1 (Hukum Ohm)
 Resistor 470 Ω
 I praktek = 12 mA x 10-3 = 0,012 A

 I teori =

V
R
6 Volt
470 Ω
= 0,012 A

 % kesalahan =
teori - praktek
𝑥 100%
teori
0,012 - 0,012
x 100%
0,012

= 0%

 Resistor 1 kΩ
 I praktek = 11 mA x 10-3 = 0,011 A

 I teori =
V
R
6 Volt
1000 Ω
= 0,006 A

 % kesalahan =
teori - praktek
x 100%
teori
0,006 - 0,011
x 100%
0,006

= 45,45%

 Resistor 4,7 kΩ
 I praktek = 12 mA x 10-3 = 0,012 A

 I teori =
V
R
6 Volt
4700 Ω
= 0,0012 A

 % kesalahan =
teori − praktek
x 100%
teori
0,0012 − 0,012
x 100%
0,0012

= 90%

 Resistor 10 kΩ
 I praktek = 12 mA x 10-3 = 0,012 A
 I teori =
V
R
6 Volt
10.000 Ω
= 0,0006 A

 % kesalahan =
teori − praktek
x 100%
teori
0,0006 − 0,012
x 100%
0,0006

= 95%

 Nilai V
 Resistor 470 Ω
 V praktek = 6,3 volt
 V teori = I . R
= 0,012 A . 470 Ω

= 5,64 V

 % kesalahan =
praktek − teori
x 100%
praktek

6,3 − 5,64
x 100%
6,3

= 10,47%

 Resistor 1 kΩ
 V praktek = 6,4 volt
 V teori = I . R
= 0,012 . 4700 Ω

= 11 V

 % kesalahan =
teori − praktek
x 100%
teori
11 volt − 6,4 volt
x 100%
11 volt
= 41,81%

 Resistor 4,7 kΩ
 V praktek = 6,6 volt
 V teori = I . R
= 0,012 . 4700 Ω

= 56,4 volt

 % kesalahan =
teori − praktek
x 100%
teori
56,4 volt − 6,6 volt
x 100%
56,4 volt

= 88,29%

 Resistor 10 kΩ
 V praktek = 7 volt
 V teori = I . R
= 0,012 . 1000 Ω

= 120 V

 % kesalahan =
teori − praktek
x 100%
teori
120 volt − 7 volt
x 100%
120 volt
= 94,16%
 Hukum Kirchoff

1.
10 KΩ 4,7 KΩ

470 Ω

 Rs = 10 kΩ + 4,7 kΩ I praktek = 8,7 A


= 10.000 Ω + 4700 Ω

= 14700 Ω

 Rtotal =
1 1
+
Rs Rp

1 1
+
14.700 470
470 + 14700
6909000 Ω
15170
6909000
6909000
15170
= 455,43 Ω

 I Teori =
V
R
6 Volt
455,43 Ω

= 0,013 A
2.
10 KΩ 1KΩ

4,7 KΩ

 Rs = 10 kΩ + 1 kΩ I praktek = 8,6 A
= 10.000 Ω + 1000 Ω

= 11.000 Ω

 Rtotal =
1 1
+
Rs Rp

1 1
+
11.000 4700
4700 + 11000
51.700.000
15700
51.700.000
= 3293 Ω

 I teori =
V
R
6 Volt
3293 Ω
= 0,0018 A

3.
4,7 KΩ 470 Ω

1 KΩ

 Rs = 4700 Ω + 470 Ω I praktek = 4,4 A


= 5170 Ω

 Rtotal =
1 1
+
Rs Rp

1 1
+
5170 1000
1000 + 5170
5170000
6170
5170000
= 838 Ω

 I teori =
V
R
6 Volt
838 Ω
= 0,007 A
7. Analisis Percobaan
Tujuan percobaan Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff adalah untuk mempelajari
hubungan antara tegangan (V), arus (I), dan resistor (R) secara teori dan praktek dalam
Hukum Ohm serta untuk membuktikan Hukum Kirchoff dengan membandingkan tegangan
yang diperoleh secara teori dan praktek.

Pada percobaan yang pertama, yaitu dengan Hukum Ohm. Hal pertama dengan
merangkai rangkaian seperti pada langkah kerja, lalu menggunakan 4 resistor yang berbeda-
beda, yakni 470 Ω, 1kΩ, 4,7 kΩ, dan 10 kΩ. Pada resistor yang pertama, yaitu 470 Ω
didapatkan tegangan 6,2 V dan jumlah arus 12 mA, dan persentase kesalahan 0%. Resistor
yang kedua 1 kΩ, dengan tegangan 6,4 V dan jumlah arus 11 mA , dengan persentase
kesalahan 45%. Resistor ketiga, 4,7 kΩ dengan tegangan 6,6 V, jumlah arus 12 mA,
persentase kesalahan 90%. Resistor keempat 10 kΩ, tegangan 7 volt dengan jumlah arus 12
mA, yang persentase kesalahan nya adalah 95%.

Percobaan Hukum Kirchoff, yaitu dengan merangkai resistor, jumper, saklar, voltmeter,
amperemeter dan catu daya seperti pada gambar di langkah kerja. Resistor pertama 4,7 kΩ,
dengan tegangan 6 volt dan jumlah arus 8,6 A. Resistor total yaitu 455,43 Ω. Resistor kedua
470 Ω, tegangan 6 volt dan jumlah arus 8,7 A didapatkan resistor total yaitu 3293 Ω. Resistor
ketiga 1 kΩ dengan tegangan 6 volt dan jumlah arus 4,4 A, didapatkan resistor total yaitu 838
Ω.

Dari dua percobaan, yaitu Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff, maka resistor berfungsi
sebagai penghambat dan menstabilkan arah arus listrik. Hukum Ohm berbunyi “besar arus
listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar akan berbanding lurus dengan tegangan
(V) dan berbanding terbalik dengan hambatannya.” Sedangkan Hukum Kirchoff berbunyi
“Arus listrik yang masuk sma dengan Arus listrik yang keluar.”

Namun pada percobaan kami kali ini, jumlah persentase kesalahan yang didapatkan
sangat besar, hal ini bisa disebabkan oleh faktor laboran dan alat praktikum yang sudah tidak
baik lagi untuk digunakan.
8. Tugas dan Pertanyaan

1. Gambarkan grafik tegangan fungsi arus dari data percobaan!


2. Jelaskan hubungan antara tegangan dan arus listrik pada tahanan yang konstan!
3. Jelaskan hubungan antara arus listrik dan tahanan pada tegangan konstan!
4. Bandingkan hasil percobaan dengan teori!

Jawaban :

1.
7.2
7
6.8
6.6
6.4
6.2
6
5.8
0,012 A 0,011 A 0,012 A 0,012 A

2. Hubungan antara tegangan dan arus berbanding lurus. Apabila nilai tegangan besar, maka
arus yang dihasilkan pun besar, begitu pula sebaliknya.

3. Hubungan antara arus dan tahanan pada tegangan yang konstan adalah berbanding
terbalik. Apabila tegangan yang diberikan besar, maka arus yang mengalir bernilai kecil.
Begitu juga sebaliknya.

4. Berdasarkan hasil dari percobaan yang telah kami lakukan, nilai praktikum yang kami
dapatkan sangat jauh berbeda dari teori, sehingga persentase kesalahan juga besar, hal ini
bisa dipengaruhi oleh peralatan praktikum yang kurang memadai untuk dipakai.
9. Kesimpulan
Pada percobaan ini, dapat disimpulkan bahwa :

 Hubungan antara tegangan dan arus berbanding lurus. Apabila nilai tegangan besar,
maka arus yang dihasilkan pun besar, begitu pula sebaliknya. Apabila nilai tegangan
kecil, maka arus yang dihasilkan juga kecil.
 Hukum Ohm menyatakan hubungan antara tegangan, arus, dan resistor yang dirumuskan
dengan :
R=V/I

 Hukum Kirchoff diartikan sebagai jumlah arus yang masuk sebanding dengan jumlah
arus yang keluar.
 Adapun data percobaan yang kami dapatkan dari percobaan Hukum Ohm adalah :
 Resistor 470 Ω dengan tegangan 6,3 volt dan kuat arus 12 mA
 Resistor 1 k Ω dengan tegangan 6,4 volt dan kuat arus 11 mA
 Resistor 4,7 k Ω dengan tegangan 6,6 volt dan kuat arus 12 mA
 Resistor 10 k Ω dengan tegangan 7 volt dan kuat arus 12 mA
 Adapun data percobaan yang kami dapatkan pada percobaan Hukum Kirchoff adalah :
 Resistor 4,7 k Ω dengan kuat arus 8,6 A
 Resistor 470 Ω dengan kuat arus 8,7 A
 Resistor 1 k Ω dengan kuat arus 4,4 A
10. Daftar Pustaka

1. FW. Sears, Mechanic,Heat & Sound, Bab 5 dan Bab 11.


2. Halliday dan Resnick, Fisika I, Bab 5.
11. Gambar Alat

Baterai Kabel Penghubung

Papan Elektronika Resistor

Multitester