Anda di halaman 1dari 5

BAB PKM

2.1. Perencanaan Tambang


Perencanaan adalah penentuan persyaratan teknik pencapaian sasaran kegiatan
serta urutan teknis pelaksanaan dalam berbagai macam anak kegiatan yang harus
dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan sasaran kegiatan. Perancangan tambang :
1. Biasanya dimaksudkan sebagai bagian dari proses perencanaan tambang yang
berkaitan dengan masalah-masalah geometrik. Di dalamnya termasuk perancangan
batas akhir penambangan, tahapan (pushback), urutan penambangan tahunan atau
bulanan, penjadwalan produksi dan waste dump.
2. Menentukan ultimate pit limit
Aspek perencanaan tambang yang tidak berkaitan dengan masalah geometri,
meliputi perhitungan kebutuhan alat dan tenaga kerja, perkiraan biaya kapital dan biaya
operasi.
Fungsi perencanaan tergantung dari jenis perencanaan yang digunakan dalam
sasaran yang dituju, tetapi secara umum fungsi perencanaan antara lain :
1. Pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan dalam pencapaian
tujuan
2. Perkiraan terhadap masalah pelaksanaan, kemampuan, harapan, hambatan, dan
kegagalan yang mungkin terjadi
3. Usaha untuk mengurangi ketidakpastian
4. Kesempatan untuk memilih kemungkinan terbaik
5. Penyusunan urutan kepentingan tujuan
6. Alat pengukur atau dasar ukuran dalam pengawasan dan penilaian
7. Cara penggunaan dan penempatan sumber daya secara berdaya guna dan berhasil
guna.
Tujuan dari pekerjaan perencanaan tambang adalah membuat suatu rencana
produksi tambang untuk satu cebakan bijih yang akan
1. Menghasilkan tonase bijih pada tingkat produksi yang telah ditentukan dengan biaya-
biaya yang semurah mungkin.
2. Menghasilkan aliran kas (cash-flow) yang akan memaksimalkan beberapa kriteria
ekonomi, seperti Rate of Return atau Net Present Value.
(Nurhakim, 2011)

2.2. Schedulling
Adapun beberapa definisi tentang scheduling adalah sebagai berikut:
1. Penjadwalan adalah kegiatan pengalokasian sumber-sumber atau mesin-mesin yang
ada untuk menjalankan sekumpulan tugas dalam jangka waktu tertentu.
(Baker,1974).
2. Penjadwalan produksi adalah suatu kegiatan memasukkan sejumlah produk yang
telah direncanakan ke dalam proses pengerjaannya.
3. Penjadwalan tambang adalah proses mengkalkulasi atau memprediksi apa yang akan
terjadi di tambang dari waktu ke waktu.
Fungsi dari scheduling adalah sebagai berikut:
1. Technical atau Production, material tepat dipindahkan dari tempat yang tempat dan
pada waktu yang tepat dan untuk mengetahui critical point yang harus diatasi dalam
implementasi dari hasil scheduling (working space, sump construction, estimasi
keperluan land compensation)
2. Financial, Dapat mengetahui pendapatan dan beban dari masing-masing opsi,
sehingga dapat menentukan opsi dengan cost terendah dan margin optimum yang
akan digunakan
3. Coal Product, tersedia product baik quantity maupun quality sesuai dengan demand
customer. Pada perusahaan yang memiliki lebih dari 1 product, sulit untuk
mendapatkan quality yang sama setiap bulannya.
4. Marketing, product dikirimkan pada customer secara tepat waktu dan sesuai dengan
yang dijanjikan
Manfaat dari scheduling adalah sebagai berikut:
1. Tersedianya opsi sequence penambangan.
2. Mengetahui jumlah dan tipe unit yang sesuai
3. Luas bukaan lahan yang diperlukan
4. Menghindari terjadinya loss cost akibat pengerjaan secara trial and error
5. Mengetahui estimasi jarak angkut PTD dan PTR
6. Mengetahui estimasi coal quality dan quantity yang dihasilkan.

2.3. Konsep Ekonomi dan Pereancangan Teknik


Untuk melakukan evaluasi ekonomis terhadap rancangan teknik di atas
dibutuhkan pengetahuan pendukung ekonomi teknik (Economic Engineering). Oleh
karena itu, Ekonomi Teknik adalah suatu ilmu pengetahuan yang berorientasi pada
pengungkapan dan perhitungan nilai-nilai ekonomis yang terkandung dalam suatu
rencana kegiatan teknik (engineering).
Karena penerapan kegiatan teknik pada umumnya memerlukan investasi yang
relatif besar dan berdampak jangka panjang terhadap aktivitas pengikutnya, penerapan
aktivitas teknik tersebut menuntut adanya keputusan-keputusan strategic yang
memerlukan pertimbangan-pertimbangan teknik maupun ekonomis yang baik dan
rasional. Oleh karena itu, Ilmu Ekonomi Teknik Sering juga dianggap sebagai sarana
pendukung keputusan (Decision Making Support)
(Giatman, 2005)
2.4. Efisiensi, efektifitas dan Optimalisasi
Adapun pengertian dari masing-masing konsep tersebut adalah sebagai berikut.
1. Efektivitas adalah ukuran tingkat keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan.
Semakin sempuma atau baik pencapaian tujuan, artinya semakin efektif proses
tersebut dilakukan..
2. Efisiensi adalah ukuran tingkat penghematan pemakaian sumber daya (input)
dalam suatu proses, di mana semakin hemat memakai sumber daya, maka akan
semakin efisien proses tersebut dilakukan.
3. Produktivitas adalah suatu ukuran yang menjelaskan seberapa besar rasio antara
tingkat pencapaian tujuan dengan pemakaian sumber daya.
4. Optimal adalah suatu nilai yang terbesar ataupun terkecil akibat adanya hubungan
yang tidak linear antara dua variabel yang berpengaruh. Contohnya hampir dalam
semua sistem industri akan menghasilkan hubungan Output — Input tidak selalu
linear sehingga akan menghasilkan kondisi optimal. Kondisi yang optimal ini selalu
menjadi tujuan diperbaikinya sistem produksi secara terus- menerus dengan
berbagai variabel tinjauan.

2.5. Cash Flow


Cash flow adalah tata aliran uang masuk dan keluar per periode waktu
pada suatu perusahaan. Cash flow terdiri dari:
1. Cash-in (uang masuk), umumnya berasal dari penjualan produk atau manfaat
terukur (benefit)
2. Cash-out (uang keluar), merupakan kumulatif dari biaya-biaya (cost) yang
dikeluarkan.

2.6. Metode Net Present Value (NPV)


Analisis net value didasarkan pada perbedaan antara net revenue (inflow) dan
net cost (outflow) selama umur proyek pada Pengertian net yaitu penjumlahan seluruh
komponen-komponen inflow dan outflow (Arif, 2008).