Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur Tuhan Yang Maha Esa telah melimpahkan rahmat dan
hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas menulis makalah tentang “ Pemasaran
Pariwisata ”.

Dalam penulisan makalah ini penulis mengalami banyak hambatan dan kesulitan, namun
berkat mencari dari sumber-sumber serta bimbingan dan dorongan dari pihak yang telah
memberikan masukan atas terselesaikannya penulisan makalah ini. Sehubungan dengan hal
tersebut dengan segala kerendahan hati, pada kesempatan ini

Harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca.
Kritik serta saran yang bersifat membangun dari semua pihak senantiasa penulis harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.

UNIVERSITAS MAHASARASWATI 1
Pemasaran Pariwisata
Pemasaran pariwisata adalah suatu proses manajemen yang dilakukan oleh organisasi
pariwisata nasional atau perusahaan-perusahaan termasuk dalam kelompok industri pariwisata
untuk melakukan identifikasi terhadap wisatawan yang sudah punya keinginan untuk melakukan
perjalanan wisata dan wisatawan yang punya potensi untuk melakukan perjalanan wisata dengan
jalan melakukan melakukan komunikasi dengan mereka, mempengaruhi keinginan,kebutuhan,
memotivasinya terhadap apa yang disukai dan yang tidak disukainya, pada tingkat daerah-daerah
lokal,regional, nasional ataupun internasional dengan menyediakan obyek dan atraksi wisata agar
wisatawan memperoleh kepuasan optimal.

A. Perencanaan Pariwisata dan Pemasaran.


Perencanaan merupakan sebuah aktifitas manajemen yang dilakukan dalam ruang lingkup
internal perusahaan dalam menentukan strategi serta penetapan tujuan yang akan dicapai
perusahaan selama periode kedepan, yang melibatkan faktor internal serta eksternal perusahaan
dalam pelaksanaannya. Aktifitas multidimensi ini berusaha untuk selalu integratif, dimana
mencakup faktor - faktor sosial, ekonomi, politik, psikologi, antropologi, danteknologi dengan
mempertimbangkan masa lalu, kini, dan yang akan datang(Rose,1984). Perencanaan dalam
pariwisata sangat diperlukan, karena terdapatnya fenomena pariwisata makin kompleks dari yang
pernah terfikir sebelumnya, keberadaan pariwisata dapat berdampak positif dan juga negatif,
industri pariwisata semakin kompetitif dan promosi destinasi wisata makin gencar, pariwisata
bisa berakibat buruk pada sumber daya alam dan budaya, pariwisata mempengaruhi semua orang
dalam komunitas tertentu dan semua yang terlibat dalam pariwisata perlu berpartisipasi dalam
proses perencanaan pariwisata. Dalam pemberdayaan potensi wisata melalui elemen insitusi
kepariwisataan yang terdiri dari peranan pemerintah, peran swasta atau dunia usaha dan peran
masyarakat, maka perlunya perencanaan lebih dititik beratkan fungsinya kepada lingkup tugas
dan peranan masing - masing.
Suatu rencana dapat dilaksanakan pada umumnya mengacu kepada tersedianya sumber - sumber yang
memadai, memperhatikan kondisi dansituasi dalam masyarakat baik yang bersifat positif dan
negative Menurut J. Krippendorf, dalam bukunya “Marketing Et Tourisme” merumuskan
Pemasaran Pariwisata sebagai suatu sistem dan koordinasi yang harus dilakukan sebagai
kebijaksanaan bagi perusahaan-perusahaan kelompok industri pariwisata, baik milik swasta
maupun pemerintah, dalam ruang lingkup lokal, regional, nasional, atau internasional
untuk mencapai kepuasan wisatawan dengan memperoleh keuntungan yang wajar. Sedangkan
menurut Prof. Dr. Salah Wahab, L.J Crampon, Ma, dan LM Rothfield, Ma dalam buku
“Tourism Marketing”merumuskan pengertian Pemasaran Pariwisata sebagai suatu proses
manajemen yang dilakukan oleh organisasi pariwisata nasional atau perusahaan-perusahaan
termasuk dalam kelompok industri pariwisata untuk melakukan identifikasi terhadap wisatawan
yang sudah punya keinginan untuk melakukan perjalanan wisata dan wisatawan yang
mempunyai potensi akan melakukan perjalanan wisata dengan jalan melakukan komunikasi

UNIVERSITAS MAHASARASWATI 2
dengan mereka, mempengaruhi keinginan, kebutuhan, dan memotivasinya, terhadap apa yang
disukai dan tidak disukainya, pada tingkat daerah-daerah lokal, regional,nasional maupun
internasional dengan menyediakan obyek dan atraksi wisata agar wisatawan memperoleh
kepuasan optimal. Kegiatan pemasaran dalam pariwisata sangat penting. Hal tersebut dapat
ditunjukan dari beberapa peran pemasaran pariwisata, yaitu organisasi pariwisata dan destinasi
memiliki kekuatan untuk mempengaruhi permintaan wisatawan (pengunjung) terhadap jenis
produk dan pengalaman wisata tertentu dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan kesadaran
para pemangku kepentingan pariwisata, terutama pangsa pasar utama terhadap upaya pelestarian
produk-produk wisata secara berkelanjutan, strategi pemasaran menyediakan kerangka kordinasi,
sehingga para pemangku kepentingan pariwisata akan memiliki arah yang sama dalam upaya
pengembangan mengelola destinasi, pemasaran memiliki alat yang penting dalam memahami dan
mempengaruhi apa yang akan dikonsumsi oleh wisatawan / pengunjung dan tehnik serta penyampaian
produk yang berkualitas yang dirancang untuk mempertahankan keberlanjutan lingkungan lokal
serta manajer pemasaran akan memiliki target, terlibat dan bekerja sama dengan pihak
pemerintah (regulator) dan para anggota dewan perwakilan rakyat dalam upaya mencapai sasara-
sasaran pembangunan pariwisata berkelanjutan.

B. Analisis Lingkungan dan Sumber-Sumber Pemasaran Pariwisata


Analisis lingkungan yang dimaksud adalah analisis yang dilakukan perusahaan dibidang pariwisata
terhadap ancaman dan peluang yang dihadapi oleh unit bisnis pariwisata tersebut. Analisis
lingkungan dimana organisasi pariwisata beroperasi dapat dikelompokkan menjadi:
 Lingkungan makro, merupakan kekuatan-kekuatan yang timbul dan berada di
luar jangkauan serta biasanya terlepas dari situasi operasi perusahaan. Berkaitan deng
anpeluang dan ancaman terhadap destinasi atau bisnis pariwisata. Meliputi
lingkungansosial politik, teknologi, ekonomi dan demografi
 Lingkungan mikro, merupakan para pelaku yang sacara langsung berkaitan
denganperusahaan dan keberadaan sangat mempengaruhi perusahaan, Yang
termasuk lingkungan mikro adalah: pelanggan, pemasok, pesaing, publik (masyarakat).
 Lingkungan kompetisi, meliputi semua pemasok jasa pariwisata terhadap
wisatawanyang sejenis atau target market yang sama.
 Lingkungan pasar, dalam pariwisata adalah wisatawan yang sedang berwisata
danwisatawan potensial.Analisis terhadap sumber-sumber dari suatu destinasi atau
organisasi kepariwisataan dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
dari organisasi tersebut. Dimana kekuatan dan kelemahan tersebut diperoleh
dari sumber- sumber pariwisata yang dimilikinya. Analisis lingkungan dan sumber-
sumber memberikan dasar bagi bisnis pariwisata atau destinasi untuk
memformulasikan misi, sasaran dan tujuan. Sasaran yang realistis akan dapat
membantu dalam:
 Mengetahui apa yang harus dilakukan
 Mengembangkan perencanaan dan strategi yang efektif

UNIVERSITAS MAHASARASWATI 3
 Menseting tujuan dalam meningkatkan kinerja unit bisnis pariwisata secara
individu
 Mengevaluasi hasil

C. Strategi Segmentasi Pemasaran Pariwisata


Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih
terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif
dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen. Selain itu perusahaan
dapat melakukan program-program pemasaran yang terpisah untuk memenuhi kebutuhan
khas masing-masing segmen.
Tujuan dilakukannya segmentasi adalah sebagai dasar untuk menetapkan produk yang
dapat lebih memenuhi kebutuhan pasar, untuk meningkatkan penjualan, menjadi dasar
untuk menentukan strategi promosi yang lebih jitu, serta memperkuat posisi persaingan.

Secara sederhana segmentasi pasar adalah membagi-bagi pasar sesuai dengan sifat dan
karakteristiknya. Menurut Kotler dalam Oka A. Yoeti (2002:74), dalam industri pariwisata
segmentasi pasar adalah membagi pasar pariwisata ke dalam kelompok-kelompok wisatawan
secara tegas, dan tiap kelompok itu dipilih atau ditetapkan sebagai target pasar yang akan
dipengaruhi dengan menggunakan strategi bauran pemasaran (marketing mix). Berikut ini
beberapa variabel utama yang dapat digunakan dalam melakukan segmentasi menurut Kotler
dkk. (2002: 255-261)

1. Segmentasi Geografis: yang membagi pasar ke dalam unit-unit geografis, misalnya


daerah/negara asal wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah tujuan wisata. Unit-unit
geografis ini dapat berupa negara, provinsi, kota, kabupaten, kota dan kecamata.
2. Segmentasi Demografis: yang membagi pasar kedalam kelompok-kelompok berdasar
pada variabel demografis seperti umur, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, pendidikan,
agama dan kebangsaan.
3. Segmentasi Psikografis: yang membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok berdasar
kelas sosial, gaya hidup dan karakteristik pribadi/individu.
4. Segmentasi berdasar perilaku: yang membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok
berdasar pengetahuan mereka, sikap, penggunaan atau tanggapan terhadap suatu produk.

UNIVERSITAS MAHASARASWATI 4
D. Strategi Sasaran dan Memposisikan Pemasaran Pariwisata.
Setelah pasar dibagi-bagi dalam segmen-segmen, maka perusahaan harus memutuskan suatu strategi
target pasar. Perusahaan dapat memilih dari empat strategi peliputan pasar, yaitu:
 Undifferentiated targeting strategy
strategi ini menganggap suatu pasar sebagaisatu pasar besar dengan kebutuhan yang serupa, sehingga
hanya ada satu bauran pemasaranyang digunakan untuk melayani semua pasar. Perusahaan
mengandalkan produksi, distribusi,dan periklanan massa guna menciptakan citra superior di mata
sebagian besar konsumen.
 Differentiated targeting strategy
perusahaan menghasilkan beberapa produk yang memiliki karakteritik yang berbeda. Konsumen
membutuhkan variasi dan perubahan sehingga perusahaan berusaha untuk menawarkan berbagai macam
produk yang bisa memenuhi variasi kebutuhan tersebut.
 Concentrated targeting strategy
perusahaan lebih memfokuskan menawarkanbeberapa produk pada satu segmen yang dianggap paling
potensial.
 Custom targeting strategy
lebih mengarah kepada pendekatan terhadap konsumen secara individual. Langkah dalam
mengembangkan targeting yaitu:
1. Mengevaluasi daya tarik masing - masing segmen dengan menggunakan variabel-
variabel yang dapat mengkuantifikasi kemungkinan permintaan dari setiap segmen, biaya
melayani setiap segmen, dan kesesuaian antara kompetensi inti perusahaan dan peluang
pasarsasaran.
2. Memilih satu atau lebih segmen sasaran yang ingin dilayani berdasarkan potensi laba
segmen tersebut dan kesesuaiannya dengan strategi korporat perusahaan.

Positioning
Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar
dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Sehingga dengan demikian konsumen segmen

UNIVERSITAS MAHASARASWATI 5
memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para
pesaingnya. Bagi perusahaan tindakan untuk meneliti atau mengindentifikasi posisi pesaing dan
memutuskan untuk mengambil posisi setaraf dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan
dalam pasar. Jika posisi perusahaan itu sendiri dekat dengan pesaing lainnya, perusahaan itu
harus menyeleksi dan kemudian mencari perbedaan lebih lanjut melalui perbedaan-perbedaan
tersendiri.

Menurut Kotler (1997: 262): “Positioning is the act of designing the company’s offer so that it
occupies a distinct and value placed in the target customer mind”.
Maknanya, mencari ‘posisi’ di dalam pasar, langkah ini dilakukan setelah menentukan strategi
segmentasi yang dipakai. Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau langkah-
langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen
didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen
tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan
pesaingnya

Sedangkan menurut Cravens (1991:255),keputusan pemilihan target pasar merupakan titik vokal
dari strategi pemasaran itu sendiri dan menjadi dasar dalam menentukan tujuan dan
pengembangan strategi positioning.
Oleh karena itu, strategi positioning merupakan faktor utama dalam meningkatkan kekuatan
posisi pasar perusahaan di suatu pasar tertentu dibanding pesaing-pesaingnya. Dari definisi diatas
terkandung pengertian bahwa positioning berorientasi pada pikiran atau persepsi konsumen.
Jadi positioning adalah usaha untuk
menemukan suatu celah di benak konsumen agar konsumen mempunyai image yang khusus
terhadap produk atau merk produk atau bahkan terhadap perusahaan.

Peran Positioning Dalam Strategi Pemasaran

Menurut Craven (1991:270)bahwa positioning memegang peran yang sangat besar dalam strategi
pemasaran, setelah melakukan analisis pasar dan analisis pesaing dalam suatu analisis internal
perusahaan(total situation analysis).
Alasannya dunia sekarang ini dilanda over komunikasi, terjadi ledakan barang,media, maupun
iklan. Akibatnya pikiran para prospek menjadi ajang pertempuran.
Oleh karena itu, agar dapat berhasil dalam suatu masyarakat yang over komunikasi, perusahaan
apa pun sebaiknya mampu menciptakan suatu posisi yang mempertimbangkan tidak hanya
kekuatan dan kelemahan perusahaan sendiri, tetapi juga kekuatan dan kelemahan pesaingnya
dalam pikiran prospeknya. Itulah sebabnya, ancangan dasar ‘positioning’tidak lagi sekadar
menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang
lain, tetapi memanfaatkan dengan cerdik apa yang ada di dalam pikiran dan mengkaitkan
hubungan-hubungan yang telah ada, hal ini karena pikiran manusia juga memiliki tempat bagi

UNIVERSITAS MAHASARASWATI 6
setiap keping informasi yang telah dipilih untuk disimpan.
Sementara itu, pikiran konsumen sering dianologikan sebagai benteng terakhir pertahanan
melawan riuhnya komunlkasi, sebagai tempat menyaring, menerima atau menolak informasi
yang ditawarkannya. Apabila ternyata pikiran konsumen telah terbentuk, biasanya produsen lain
mengalami kesulitan untuk merubahnya, apalagi pesaingnya tidak tinggal diam melakukan
reposisi. Konkritnya, satu hal pokok yang perlu dilakukan dalam usaha ‘memaku mati’pesan di
dalam pikiran seseorang adalah sama sekali bukan yang berhubungan dengan pesannya, tapi
justru pikiran itu sendiri. Pikiran yang bersih adalah pikiran yang belum dipoles oleh merk lain.
Sehingga peranan positioning merupakan sistem yang terorganisir dalam upaya menemukan
suatu hal yang tepat, pada waktu yang tepat di dalam pikiran seseorang.

Product Positioning

Dalam proses positioning selalu dimulai product positioning. Pendapat ini dikemukakan oleh
Regis Mc Kenna (1985: 37), yang juga mengemukakan definisi product positioning
sebagai berikut:

“The positioning process should begin with the product themselves. To gain a strong product
positioning, a company must differentiate its product from all other products on the market. The
goal is to give theproduct a unique position in the market place.”
Dari definisi diatas mengandung pengertian bahwa proses positioning harus dimulai dengan
produk itu sendiri. Untuk mencapai product positioning yang kuat suatu perusahaan perlu
melakukan diferensiasi dalam banyak faktor yaitu: teknologi, harga, kualitas, saluran distribusi
atau sasaran konsumennya.

Rumusan positioning yang dikemukakan Kenna(1985:37) menjelaskan perusahaan sewaktu akan


melakukan product positioning perlu mempertimbangkan 4 (empat) hal kunci utama, disebut
sebagai The Golden Rules of Product. adapun uraiannya sebagai berikut:
1. Perusahaan perlu mengkutitrend dan dinamika pasar, seperti trend teknologi, persaingan,
sosial, dan ekonomi.

2. Perusahaan harus memfokuskan pada posisi teknologi dan kualitas.


3. Perusahaan harus mentargetkan produknya pada segmen pasar tertentu misalnya pada segmen
masyarakat atas, menengah atau bawah. Karena lebih baik menjadi ikan besar dalam kolam kecil
daripada menjadi ikan kecil di kolam besar (it's better to big fish in a little pond,).
4. Perusahaan harus mau bereksperimen dengan tipe produk baru, kemudian memperhatikan
reaksi pasar. Jika pemakai menyarankan perubahan maka perusahaan harus menyesuaikan
strateginya.

UNIVERSITAS MAHASARASWATI 7
Product Positioning Strategy

Product positioning sangat berhubungan dengan segmentasi pasar karena penempatan produk
tersebut ditujukan melayani target market tertentu. Oleh karena itu, pengertian strategi product
positioning sebagai suatu strategi yang digunakan untuk menanamkan suatu citra produk di
benak konsumen sehingga produk tersebut terlihat menonjol dibandingkan dengan produk
pesaing. Fokus utamanya adalah bagaimana caranya sehingga konsumen mempunyai persepsi
yang sama dengan yang diharapkan produsen tentang produk yang ditawarkan. Kembali Kotler
(1997:265) menjelaskan beberapa cara product positioning yang dapat dilakukan pemasar dalam
memasarkan produk kepada konsumen yang dituju, antaralain:

1. Penentuan posisi menurut atribut Ini terjadi bila suatu perusahaan memposisikan dengan
menonjolkan atribut produk yang lebih unggul dibanding pesaingnya, seperti ukuran, lama
keberadaannya, dan seterusnya. Misalnya Disneyland dapat mengiklankan din sebagai taman
hiburan terbesar di dunia.

2. Penentuan posisi menurut manfaat Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai pemimpin
dalam suatu manfaat tertentu. Misalnya Knotts Berry Farm memposisikan diri sebagai taman
hiburan untuk orang-orang yang mencari pengalaman fantasi, seperti hidup di jaman keemasan
koboi Old West.

3. Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan Seperangkat nilai-nilai penggunaan


atau penerapan inilah yang digunakan sebagai unsur yang ditonjolkan dibandingkan pesaingnya,
misal: Japanese Deer Park memposisikan diri untuk wisatawan yang hanya ingin memperoleh
hiburan singkat.

4. Penentuan posisi menur tpemakai Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk
sejumlah kelompok pemakai. Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditujukan pada sebuah atau
lebih komunitas, baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Misalnya Magic Mountain
dapat mengiklankan diri sebagai taman hiburan untuk ‘pencari tantangan’.

5.Penentuan posisi menurut pesaing Disini produk secara keseluruhan menonjolkan nama
mereknya secara utuh dan diposisiskan lebih baik daripada pesaing. Misalnya: Lion Country
Safari dapat beriklan memilk lebih banyak macam binatang jika dibandingkan dengan Japanese
Deer Park.

6. Penentuan posisi menurut kategori produk Disini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam
suatu kategori produk. Misalnya:Marineland of the Pacific dapat memposisikan diri bukan
sebagai ‘taman rekreasi’ tapi sebagai ‘lembaga pendidikan’.

UNIVERSITAS MAHASARASWATI 8
7. Penentuan posisi harga atau kualitas Disini produk diposisikan sebagai menawarkan nilai
terbaik. Misalnya Busch Gardens dapat memposisikan din sebagai nilai terbaik untuk harga
(dibandingkan penentuan posisi seperti kualitas tinggi/harga tinggi atau harga termurah.

UNIVERSITAS MAHASARASWATI 9

Anda mungkin juga menyukai