Anda di halaman 1dari 4

Blossom End Rot (BER) merupakan salah satu masalah yang paling umum terlihat pada tomat di awal

musim tanam. BER merupakan kondisi fisiologis, bukan penyakit yang disebabkan oleh jamur,
bakteri atau virus. Oleh karena itu tidak dapat diobati, dan seperti yang saya akan jelaskan di bawah,
sangat sulit, nyaris mustahil untuk dicegah.

BER tidak ada hubungannya dengan bunga (blossom), BER mengacu pada fakta bahwa ujung tomat
yang berada pada bagian berlawanan dari tomat yang melekat di batang disebut ujung buah (stem
end) adalah bagian bawah tomat, yang disebut ujung buah (blossom end). Anda sering dapat melihat
sisa-sisa bunga yang melekat pada ujung itu ketika buah tomat terbentuk. Pada ujung buah kita bisa
melihat area rata yang terlihat kasar, awalnya kecoklatan dan kemudian menghitam ketika buah
membusuk.

BER sering terjadi ketika penyiraman tidak merata, kekeringan, hujan deras, pupuk nitrogen yang
berlebihan, pertumbuhan tanaman cepat atau pemangkasan akar selama penanaman, angin
kencang dan perubahan suhu yang cepat. Jadi banyak kondisi berkaitan dengan BER. Namun
pertumbuhan tanaman yang cepat dan pemupukan dengan nitrogen merupakan kondisi umum yang
terlihat di awal musim tanam, dan saat itulah ketika sebagian besar kasus BER terjadi. Kemudian
BER biasanya menghilang.

BER terjadi karena kondisi yang telah disebutkan di atas hanya menyatakan, Ca++ bergerak dari buah
ke dalam vasculatur (batang) dari tanaman. Atau beberapa merasa bahwa Ca++ tidak pernah
mencapai buah karena tanaman di bawah stres akibat permintaan untuk Ca++ melebihi pasokan.
Rendahnya jumlah Ca++ merupakan penyebab BER. Tingkat transpirasi yang berlebihan (seperti
berkeringat pada manusia) juga berkaitan dengan perpindahan Ca++. Dengan demikian tanaman
secara keseluruhan TIDAK kekurangan Ca++, Ca++ hanya tidak sampai. Banyak buku dan artikel
majalah memberitahu Anda bahwa dengan menambahkan Ca++ dalam bentuk kapur atau kulit telur
misalnya, Anda dapat mencegah BER. Yang tampaknya TIDAK benar. Percobaan-percobaan lapangan
di Universitas sejauh ini gagal menunjukkan bahwa BER dapat dicegah dengan penambahan Ca++.
Cabe dan banyak tanaman Brassicaceae juga rentan terhadap BER dan juga ada beberapa literatur
tentang BER dan Ca++ untuk tanaman-tanaman tersebut. Hasilnya sama penambahan Ca++ tidak
mencegah BER.

Beberapa data menunjukkan dengan jelas bahwa penyemprotan daun dengan Ca++ tidak ada
gunanya karena tidak akan sampai ke buah untuk melakukan perbaikan. Dan telah diketahui bahwa
semprotan untuk buah yang dijual juga tidak berguna. Tidak ada molekul bisa menembus epidermis
buah. Jika mereka berhasil menembusnya, pikirkan apa yang akan terjadi pada buah saat hujan.

Tidak semua varietas tomat terkena BER. Beberapa varietas tidak pernah terkena, yang lainnya
parah. Ini tidak mengherankan karena pasti ada sedikit perbedaan fisiologis antara varietas. Ternyata
hampir semua tomat di kebun, kecuali tomat cherry liar berada dalam genus dan spesies yang sama
Lycopersicon Lycopersicum. Dan kita manusia semua dalam spesies yang sama, Homo sapiens,
var.sapiens.... dan lihat betapa berbedanya fisiologi kita. Whoa!

Jadi BER merupakan suatu kondisi fisiologis, tidak dapat disembuhkan, dan data literatur terkini
menunjukkan BER tidak dapat dicegah. Bagi kebanyakan orang BER terjadi pada beberapa varietas,
tetapi tidak semua varietas tomat, biasanya terlihat di awal musim tanam dan kemudian
menghilang. Akan menyenangkan untuk mengatakan bahwa Anda bahkan bisa menyiram secara
merata, mencegah kekeringan dan hujan deras, memastikan pertumbuhan yang merata dan tidak
cepat, dan tidak mengganggu akar dengan budidaya dangkal. Tapi secara praktis, saya pikir kita
semua tahu bahwa itu hampir tidak mungkin. Jadi BER tidak pernah mengganggu saya, saya hanya
mengabaikannya, dan BER berlalu seiring waktu.

Menambahkan Ca++ ke tanah yang kekurangan Ca++ masuk akal, tapi hanya sedikit tanah seperti
itu. Dan jika tanah bersifat asam Ca++ tidak di serap dengan baik, tetapi penambahan Garam Epsom
ke tanah dapat membantu penyerapan Ca++ di tanah asam tersebut.

Banyak orang menambahkan Ca++ dan kemudian melihat bahwa BER menghilang. Apa yang mereka
tidak sadari bahwa BER akhirnya akan hilang juga, ketika musim terus berjalan. Itu karena ketika
tanaman semakin besar lebih mampu menangani banyaknya stress yang dialami. Jadi Anda tidak
bisa menghubungkan penambahan Ca++ terhadap menghilangnya BER. Universitas-universitas telah
melakukan sangat banyak penelitian tentang ini karena BER merupakan masalah bernilai miliaran
dolar dalam industri sayuran komersial.

Dari semua stress tanaman yang bisa menimbulkan BER ada dua hal bisa di kendalikan pekebun
rumahan yaitu pemupukan dan penyiraman. Artinya terlalu banyak pupuk bisa menyebabkan
tanaman tumbuh terlalu cepat dan mungkin salah satu penyebab utama berkembangnya BER. Tanah
terlalu kaya hara akan sama. Tanaman tumbuh melebihi kemampuan Ca++ untuk sampai ke buah.

Penggunaan mulsa untuk memastikan penyerapan air yang merata bisa dilakukan dan menurut
pendapat saya salah satu dari 2 penyebab utama BER. BER biasanya tampak pada buah yang masih
muda tetapi juga bisa muncul pada buah sudah berwarna hijau tua. Kekurangan Ca++ hanya terjadi
pada ujung buah dan menyebabkan kerusakan jaringan yang menyebabkan lesi keabu-
abuan/kehitaman muncul. Kadang-kadang lesi terbuka sehingga jamur dan bakteri masuk yang
menyebabkan busuk dan juga munculnya pertumbuhan jamur di atas dan di dalam lesi.

Petik saja setiap buah yang terkena BER dan buah selanjutnya akan matang dengan gajala BER yang
berkurang.

Banyak buku, artikel majalah dan website masih mengatakan untuk menambahkan Ca++ seperti
kapur, kulit telur, dll dan tampaknya tidak menyadari semua penelitian yang telah dilakukan dalam
20 tahun terakhir. Tapi banyak buku, artikel majalah, sekarang berbagi informasi baru tentang
penambahan Ca++ tidak mampu mencegah atau menyembuhkan BER kecuali dalam situasi yang
langka pada tanah yang rendah Ca++ atau tanah yang asam.

Saya rasa akan membutuhkan waktu satu generasi lagi agar informasi yang tepat ada di mana-mana.
Berdasarkan pengalaman pribadi, saya bisa memberitahu Anda bahwa akan ada orang yang akan
sangat marah ketika mereka membaca informasi semacam ini karena mereka percaya sebaliknya.
Jadi biarlah. Penambahan jumlah Ca++ dalam jumlah sedang tidaklah berbahaya, tetapi saya sangat
ingin agar orang-orang harus tahu apa yang terjadi di masa lalu dan penelitian terbaru mengenai BER
dan Ca++.

Carolyn

NY, Zone 4/5


Carolyn J. Male, Ph.D., pensiun sebagai profesor mikrobiologi dari College of Saint Rose di Albany,
New York. Dia adalah suara utama pada beberapa forum tomat dan forum lainnya di internet.
Artikelnya telah muncul dalam Kitchen Gardening, The American Cottage Gardener, dan The
Historical Gardener. Dia adalah penulis buku berjudul, "100 Heirloom Tomatoes for the American
Garden". Dr. Male dengan ilmiah dan penuh kasih telah menanam lebih dari seribu varietas tomat
yang berbeda di kebun zona limanya di Upstate New York.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sejauh ini kondisi yang memicu terjadinya BR masih disebabkan oleh dua faktor utama yaitu:

1. Kekurangan kalsium

Kalsium (Ca) merupakan salah satu unsur makro yang diperlukan oleh tanaman dalam pertumbuhan
dan perkembangannya. Keberadaan kalsium di dalam tanaman sangat erat terhadap proses
pembentukan dinding sel yang sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan sel baru, juga
bersama K pada proses tata air dalam sel . Kalsium juga mendorong terbentuknya buah dan biji yang
sempurna. Ketersediaan kalsium dalam tanah sangat dipengaruhi oleh pH tanah (kemasaman). Jika
tanah dalam kondisi masam maka ketersediaan Ca rendah.

Beberapa gejala yang bisa dilihat sebagai tanda kekurangan Ca :

1.Matinya titik tumbuh pada pucuk dan akar.

Kuncup bunga dan buah gugur prematureWarna buah yang tidak merataBuah retak-retak misalnya
pada tomatTangkai bunga membusuk, terutama pada tomat dan cabeBuah kosong karena bijinya
gagal terbentuk, misalnya pada kacangDaun berwarna coklat dan terus menggulung, misalnya pada
jagung, Daun terpilin dan mengerut, terutama pada tembakau

2. Ketidakseimbangan air dalam jaringan tanaman

Air sangat penting bagi pertumbuhan tanaman, bahkan hampir sebagian besar tubuh tanaman terisi
air. Sel tanaman sangat dipengaruhi oleh keberadaan air. Kelebihan dan kekurangan air sangat
mempengaruhi kestabilan tekanan dalam sel (turgor). Kekurangan air akan menyebabkan
terhambatnya beberapa proses pembentukan protein dan dinding sel serta membuat pembentukan
klorofil terhambat. Disamping itu juga aktivitas enzim berkurang serta konsentrasi hormon tanaman
juga berubah. Kekurangan dan kelebihan air sangat dipengaruhi oleh musim yang sedang
berlangsung. Pada musim kemarau akan terjadi kekurangan air, sementara pada musim penghujan
timbul kelimpahan air.
Dengan mengetahui dua faktor penyebab munculnya BR, maka ada beberapa cara yang bisa
dilakukan untuk menekan terjadinya BR seperti berikut ini:

1. Kondisi tanah tempat budidaya di cek kemasamannya, jika masam maka perlu meningkatkan
pH tanah sehingga cenderung bersifat netral. Biasanya pH 6.8 – 7.2 merupakan ideal bagi
pertumbuhan tanaman.
2. Meningkatkan pH tanah dengan pengapuran menggunakan kalsit atau dolomite pada saat
pengolahan tanah awal. Berikut ini kebutuhan kapur pada beberapa tekstur tanah dan
perubahan kemasaman tanah:
3. Pada beberapa tanah kemasaman disebabkan kelarutan Al yang tinggi maka diperlukan
penanganan untuk menghambat kelarutan Al yang tinggi dengan cara pemberian bahan
organik yang bisa menghasilkan asam-asam organik (sitrat) yang mampu membungkus Al
sehingga tidak terlarut. Bahan organik yang efektif adalah kotoran ayam.
4. Pada tanah gambut bias menerapkan teknik top soil buatan, yaitu pada pengolahan tanah
awal memberikan pengapuran, lalu bahan organik/kotoran ayam dan diakhiri pengapuran
lagi. Pada saat penanaman penutup lubang tanam menggunakan bahan organik.
5. Menghindari terjadinya kondisi kelebihan dan kekurangan air dengan penggunaan mulsa,
atau memperbaiki saluran/drainase sebelum musim penghujan serta pengairan bantuan di
musim kemarau.
6. Jika BR sudah terjadi usaha untuk memperkecil meluasnya BR adalah dengan pemberian Ca
pada buah. Caranya adalah dengan melarutkan CaCl2 2-4 sendok makan dalam 4 liter air lalu
menyemprotkan larutan tadi pada buah. Ulangi lagi perlakuan ini pada 7-10 hari sedikitnya
2-3 kali aplikasi.
7. Selektif dalam penggunaan pupuk, hindari penggunaan pupuk yang mengandung asam.
Contohnya adalah kebutuhan nitrogen dipenuhi dengan bahan nitrat bukan ammonium (ZA).

Trim Kang Goalter Zoko