Anda di halaman 1dari 55

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA II

HARGA DIRI RENDAH


(HDR)

Disusun Oleh :
Juniarti Z. 04021181320026

Dosen Pembimbing : Herliawati, S.Kp., M.Kes

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME, yang senantiasa memberikan
rahmat dan hidayahNya sehingga dapat menyelesaikan tugas keperawatan jiwa II
dengan judul “ Asuhan Keperawatan Harga Diri Rendah (HDR)”.
Dalam menyelesaikan Asuhan Keperawatan ini kami telah berusaha untuk mencapai
hasil yang maksimum, tetapi dengan keterbatasan wawasan, pengetahuan, pengalaman dan
kemampuan yang penyusun miliki, penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada pihak–pihak yang telah membantu
dalam menyelesaikan makalah ini. Apabila banyak kesalahan dan kekurangan dalam
penulisan dan keterbatasan materi penulis mohon maaf. Semoga makalah ini bermanfaat dan
berguna bagi yang membacanya.

Indralaya, April 2016

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................ i


DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
ASUHAN KEPERAWATAN HDR..........................................................................................1

REVISI ASUHAN KEPERAWATAN HDR..........................................................................14


ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Y DENGAN GANGGUAN HARGA DIRI
RENDAH DI RUANG PERKASA RUMAH SAKIT JIWA DR. SOEDJARWADI
DAERAH KLATEN

Tanggal Pengkajian : 12 Januari 2014


Tanggal Masuk : 06 November 2013
Ruang : Perkasa

I. PENGKAJIAN
A. Identitas Klien
Nama : Tn. A
Umur : 31 Tahun
Alamat : Klaten
Status Perkawinan : Belum Menikah
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa / Indonesia
Pendidika : SMP
Pekerjaan : Petani
No. CM : 01xxxx
B. Penanggung Jawab
Nama : Ny. B
Hubungan dengan Klien : Ibu Kandung
Alamat : Klaten

II. KELUHAN UTAMA


Klien mengatakan disuruh ibunya untuk melanjutkan berobat, sering menyendiri
dikamar, bicara sedikit, sulit komunikasi.

III. ALASAN MASUK


2 bulan sebelum masuk RSJ klien sering menyendiri, membakar barang, bicara
sedikit, sulit kominikasi, bicara sendiri dan sulit tidur.
IV. FAKTOR PREDISPOSISI
1. Klien pernah mengalami gangguan jiwa ±3 tahun yang lalu, pernah rawat jalan di
RSJD.SOEDJARWADI KLATEN.
2. Kontrol tidak rutin, pengobatan kurang berhasil
3. Klien mengatakan bahwa didalam keluarganya tidak ada anggota keluarga yang
mengalami gangguan jiwa.
4. Klien mempunyai pengalaman masalalu yang tidak menyenangkan yaitu ia pernah
ditinggalkan kekasihnya.

V. PEMERIKSAAN FISIK
A. Tanda – tanda vital
Tekanan darah : 130/80 mmHg
Nadi : 84 x/menit
Suhu : 36,5 ºC
Pernafasan : 26 x/menit
B. Ukuran
Tinggi badan : 179 cm
Berat badan : 62 Kg
C. Kondisi Fisik :
Klien tidak mengeluh sakit apa – apa, tidak ada kelainan fisik.

VI. PSIKOSOSIAL
A. Genogram

Ket : : Laki-laki : Klien


: Perempuan : Meninggal
: Tinggal serumah
B. Konsep Diri
Citra Tubuh : Klien mengatakan bagian tubuh yang paling disukai adalah mata
karena bisa melihat.
Identitas : Klien mengatakan anak ke-2 dari 3 bersaudara.
Peran : Klien mengatakan di dalam keluarganya atau dirumah sebagai anak.
Ideal diri : Klien mengatakan ingin cepat sembuh dan pulang, merasa bosan
dan ingin bekerja lagi.
Harga diri : Klien mengatakan malu berhadapan langsung dengan orang lain
selain ibu dan adiknya,klien merasa tidak pantas jika berada
diantara orang lain, kurang interaksi sosial.
Masalah Keperawatan : harga diri rendah

C. Hubungan Sosial
Orang yang dekat dengan klien adalah ibu dan adiknya.
Peran serta kelompok / masyarakat : Sebelum klien sakit sering mengikuti gotong
royong didesanya.
Hambatan dalam hubungan dengan orang lain: Selama klien rawat jalan / berobat
jalan temannya berkurang karena
klien malu berkomunikasi.
Masalah Kepeawatan : Menarik diri

D. Spiritual
Klien mengatakan jarang sholat dalam 5x sehari, jika sholat klien shabis sholat
klien berdoa agar cepat sembuh.

VII. STATUS MENTAL


A. Penampilan : Penampilan klien kurang rapi, rambut jarang disisir, klien
menggunakan baju yang disediakan diRSJ.
B. Pembicaraa : Klien berbicara lambat tetapi dapat tercapai dan dapat dipahami.
C. Aktivitas Motorik : Klien labih banyak menunduk, aktivitas klien menyesuaikan.
D. Alam perasaan : Klien mengatakan bosan diRSJ ingin cepat sembuh dan pulang,
klien sedih belum bisa bertemu ibu.
E. Afek : Klien tidak sesuai dalam berfikir, bicara klien lambat
F. Interaksi selama wawancara : Kontak mata kurang karena menunduk,sesekali
klien menengadah,selalu menjawab jika ditanya.
G. Persepsi : Halusinasi saat pengkajian tidak ditemukan.
H. Pola Fikir : Tidak ada waham.
I. Tingkat kesadaran : Klien sadar hari, tanggal dan waktu saat pengkajian, hari
jum’at tanggal 11 januari 2013 jam 16.30 WIB,hari
berikutnya juga klien sadar hari sabtu tanggal 12 januari
2013.
J. Memori : Daya ingat jangka panjang klien masih ingat masa lalunya.
K. Tingkat konsentrasi dan berhitung : Klien berhitung lancar, contoh 20 – 15= 5
L. Kemampuan Penilaian : Klien mampu menilai antara masuk kamar setelah
makan atau membiarkan kursi tidak rapi, klien
memilih membereskan kursi.
M. Daya Tilik Diri : Klien tahu dan sadar bahwa dirinya dirumah sakit jiwa.

VIII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan
Klien makan 3x sehari, pagi, siang, sore, minum ± 6 gelas / hari, mandiri.
2. BAB / BAK
Klien BAB 1x sehari, BAK ± 4x sehari, mandiri.
3. Mandi
Klien mandi 2x sehari, pagi dan sore, gosok gigi setiap kali mandi, mandiri.
4. Berpakaian / berhias
Klien mampu berpakaian sendiri tanpa bantuan orang lain.
5. Istirahat dan Tidur
Klien lebih banyak tiduran, tidur siang 12.30 𝑠⁄𝑑15.00 WIB,tidur malam jam
20.00 𝑠⁄𝑑 04.30 WIB.
6. Penggunaan obat
Klien minum obat 3x sehari setelah makan. Haloperidol 2x5 mg, trihexiperidine
2x2 mg.
7. Pemeliharaan Kesehatan
Klien sudah pernah periksa diRSJD SOEDJARWADI KLATEN tetapi rawat
jalan.
8. Kegiatan di Dalam Rumah
Klien dirumah membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah

IX. MEKANISME KOPING


A. Klien mampu berbicara dengan orang lain,terlihat malu
B. Klien mampu menjaga kebersihan diri sendiri
C. Klien mampu jika ada masalah tidak menceritakan kepada orang lain,lebih suka
diam.
Masalah Keperawatan : Koping Individu Tidak Efektif.

X. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


A. Masalah berhubungan dengan lingkungan : Klien menarik diri dari
lingkungan
B. Masalah dengan kesehatan (-)
C. Masalah dengan perumahan :Klien tinggal dengan kedua orang tua dan 2
saudaranya.
D. Masalah dengan Ekonomi : Kebutuhan klien dipenuhi oleh ibunya.

XI. ASPEK MEDIK


A. Diagnosa Medis
Schizofrenia
B. Terapi
- Haloperidol 2x5 mg
- Trihexiperidine 2x2 mg

XII. MASALAH KEPERAWATAN


A. Harga Diri Rendah
B. Menarik Diri
C. Koping Individu Tidak Efektif
XIII. POHON MASALAH
Menarik Diri _ _ _ _ ( Efek )

Harga Diri Rendah _ _ _ ( Core problem )

Koping Individu Tidak Efektif _ _ _ ( Causa / Penyebab )

XIV. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Menarik Diri 𝑏⁄𝑑 Harga Diri Rendah

2. Harga Diri Rendah 𝑏⁄𝑑 Koping Individu Tidak Efektif

XV. ANALISA DATA


No Data Etiologi Problem

1. Ds : Harga diri Rendah Menarik Diri


- Klien mengatakan sering
menunduk, kurangnya
interaksi sosial
Do “
- Klien tampak menyendiri
2. Ds : Koping Individu Harga Diri
- Klien mengatakan reman Tidak Efektif Rendah
berkurang semenjak sakit
- Klien malu dengan teman
karena klien merasa tidak
pantas diantara mereka
Do :
- Klien tampak malu saat
berbicara
XVI. RENCANA KEPERAWATAN

Tgl. Dx.Keperawatan Tujuan Kriteria Hasil Intervensi

14- 01-14 Menarik Diri TUM


berhubungan
dengan harga Diri Klien dapat berhubungan
Rendah dengan orang lain secara
optimal.

TUK 1

Klien dapat membina  1. Beri salam / panggil nama


Klien ekspresi wajah bersahabat.
hubungan saling percaya  Klien menunjukan rasa senang. 2. yang disukai
 Klien mau kontak mata. 3. Jelaskan BHSP dengan
komunikasi terapeutik
 Klien mau berjabat tangan.
4. Memperkenalkan diri dengan
 Klien mau membalas salam.
sopan
 Klien mau duduk berdampingan. 5. Tanyakan nama lengkap dan
 dengan perawat. panggilan tujuan
 Klien mau menyebut nama dan mau
6. Jujur dan menepati janji
mengutaraka masalah yang
7. Tunjukan sikap empati dan
dihadapi. menerima klien apa adanya
8. Lakukan kontak singkat tapi
sering
TUK 2  Klien mampu mengidentifikasi 1. Diskusikan kemampuan dan
kemampuan yang dimiliki aspek positif yang dimiliki
Klien dapat  Aspek positif keluarga 2. Hindarkan dari penilaian yang
mengidentifikasi  Aspek positif lingkungan yang negatif
kemampuan dan aspek dimilii klien 3. Utamakan pemberian pujian
positif yang dimiliki yang realistik
TUK 3  Klien mampu menilai kemampuan 1. Diskusikan kemampuan yang
yang dimiliki selama sakit dapat digunakan selama sakit
Klien dapat menilai 2. Diskusikan kemampuan yang
kemampuan yang dimiliki dapat ditunjukan
penggunaannya
TUK 4  Klien dapat membuat rencana 1. Rencanakan bersama klien
kegiatan harian aktifitas yang dapat dilakukan
Klien dapat menetapkan setiap hari
perencanaan kegiatan - Kegiatan mandiri
sesuai dengan - Dibantu sebagian
kemampuannya - Dengan bantuan total
2. Tingkatkan kegiatan sesuai
dengan toleransi kondisi klien
3. Beri contoh cara pelaksanaan
kegiatan yang boleh klien
lakukan
TUK 5  Klien melakukan kegiatan yang 1. Berikesempatan klien untuk
sesuai dengankondisi sakit dan mencoba kegiatan yang telah
Klien dapat melakukan kemampuannya direncanakan
kegiatan sesuai kondisi 2. Beri pujian atas keberhasilan
sakit dan kemampuannya klien
3. Diskusikan kemungkinan
melaksanakan dirumah.
TUK 6  Klien dapat memanfaatkan system 1. Beri pendidikan kesehatan
pendukung dikeluarga secara cara perawatan klien dengan
Klien dapat memanfaatkan optimal Harga Diri Rendah
sistem pendukung yang  Klien daoat memanfaatkan system 2. Bantu keluarga menyiapkan
ada pendukung dilingkungan sekitar. lingkungan di rumah.
Harga Diri TUM
Rendah
berhubungan Klien dapat melakukan
dengan Koping keputusan yang efektif
Individu Tidak untuk mengendalikan
Efektif situasi kehidupan yang
demikian menurunkan
perasaan rendah diri

TUK 1

Klien dapat menbina


hubungan terapeutik  Klien mampu duduk berdampingan 1. Lakukan pendekatan dengan
dengan perawat dengan perawat baik, menerima klien apa
 Klien mampu berbincang - bincang adanya dan bersikap empati
dengan perawat 2. Cepat mengendalikan perasaan
 Klien mampu merespon tindakan dan reaksi perawatan diri
perawat sendiri misalnya rasa marah
,empati.
3. Sediakan waktu untuk
berdiskusi dan bina hubungan
yang sopan.
4. Berikan kesempatan kepada
klien untuk merespon.

TUK 2  Klien dapat mengungkapkan 1. Tunjukan emosional yang


perasaannya sesuai
Klien dapat mengenali dan  Klien mampu mengenali emosinya 2. Gunakan tekhnik komunikasi
mengekspresikan dan dapat mengekspresikannya terapeutik terbuka,
emosinya 3. Bantu klien mengekspresikan
perasaannya
4. Bantu klien
mengidentifikasikan situasi
kehidupan yang tidak berada
dalam kemampuan dan
mengontrolnya
5. Dorong untuk menyatakan
secara verbal perasaan –
perasaan yang berhubungan
dengan ketidak mampuannya.
TUK 3  Klien dapat mengidentifikasi 1. Diskusikan masalah yang
pemikiran yang negatif dihadapi klien dengan
Klien dapat memodifikasi  Klien dpat menurunkan penilaian memintanya untuk
pola kognitif yang yang negatifpada dirinya. menyimpulkannya
negative 2. Identifikasi pemikiran negatif
klien dan bantu untuk
menurunkan melalui interupsi
dan substitusi
3. Evaluasi ketetapan persepsi
logika dan kesimpulan yang
dibuat klien
4. Kurangi penilaian klien yang
negatif terhadap dirinya
5. Bantu klien menerima nilai
yang dimilikinya atau
perilakunya atau perubahan
yang terjadi pada dirinya.
TUK 4  Klien mampu menentukan 1. Libatkan klien dalam
kebutuhan untuk perawatan pada menetapkan tujuan yang ingin
Klien dapat berpartisipasi dirinya dicapai
dalam mengambil  Klien dapat berpartisipasi dalam 2. Motivasi klien untuk membuat
keputusan yang berkenan pengambilan keputusan jadwal aktivitas perawatan
dengan perawatan dirinya dirinya
3. Berikan privasi sesuai
kebutuhan yang ditentukan
4. Berikan reinsforcement posotif
tentang pencapaian kegiatan
yang telah sesuai dengan
keputusan yang ditentukannya
XVII. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN

Tanggal / No Implementasi Evaluasi


Jam
15 Januari 1⁄ 1. Bina hubungan saling percaya dengan : S:
1
2014  Menyapa klien dengan ramah  Klien menjawab salam dan mengatakan selamat
 Memperkenalkan diri dengan sopan pagi,menyebutkan nama dan alamat
Jam 12.30  Menanyakan nama lengkap serta alamat O :
klien  Klien mau berjabat tangan
 Menunjukan sikap empati, jujur dan  Klien mau duduk berdampingan dengan perawat
menempati janji  Klien mau mengutarakan masalahnya
 Menanyakan masalah yang dihadapi A : SP 1 tercapai
Pp :
Lanjutkan SP 2 adakan kontrak waktu pertemuan
berikutnya.
Pk :
Anjurkan klien untuk dapat menyapa perawat jika
bertemu dan percaya jika perawat akan membantu
masalah yang dihadapi

15 Januari 2. Bina hubungan terapeutik dengan perawat S:


2014 dengan :  Klien mau duduk berdampingan dengan perawat
 Pendekatan dengan baik ,menerima klien O:
Jam 15.30 apa adanya  Klien mampu berbincang – bincang dengan perawat
 Mengidentifikasi perasaan dan reaksi  Klien mampu merespon tindakan perawat.
perawatan diri sendiri A : SP 2 tercapai
 Menyediakan waktu untuk bina hubungan Pp :
yang sopan
 Menberikan kesempatan untuk merespon Lanjutkan SP 3 adakan kontrak waktu pertemuan
berikutnya.
Pk :

Anjurkan klien mampu berkomunikasi,mampu memulai


berbicara dan tidak janggung.

16 Januari 3. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif S :


2014 yang dimiliki dengan :  Klien mengatakan cara penilaian positif tidak boleh
 Membantu mengidentifikasi dengan berfikir jelek terhadap orang lain,sopan santun dan
Jam 17.00 aspek yang positif ramah yang diutamakan.
 Mendorong agar berpenilaian positif O :
 Membantu mengungkapkan  Klien dapat mengungkapkan perasaannya
perasaannya A : SP 3 teratasi sebagian
Pp :
lanjutkan SP 1 keluarga
Pk :
Anjurkan klien untuk mempertahankan hubungan saling
percaya berinteraksi secara terarah.
FORMULIR PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

RUANGAN RAWAT : PERKASA TANGGAL DIRAWAT : 05 November 2012

I. IDENTITAS KLIEN
Inisial : Tn. A (L) Tanggal Pengkajian : 11 Januari 2013
Umur : 31 Tahun RM No. : 01xxxx
Informan : Ny.

II. ALASAN MASUK


2 bulan sebelum masuk RSJ klien sering menyendiri, membakar barang, bicara sedikit,
sulit kominikasi, bicara sendiri dan sulit tidur.

III. FAKTOR PREDISPOSISI


1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu ? Ya √ Tidak
2. Pengobatan sebelumnya? Berhasil √ Kurang berhasil Tidak berhasil
3. Pelaku/Usia Korban/Usia Saksi/Usia
Aniaya fisik

Aniaya seksual

Penolakan

Kekerasan dalam keluarga

Tindakan kriminal

Jelaskan No. 1, 2, 3 :-
Masalah Keperawatan :-

4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa? Ya Tidak √


Hubungan keluarga Gejala Riwayat pengobatan/perawaran

Masalah Keperawatan :
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan :
Klien mempunyai pengalaman masalalu yang tidak menyenangkan yaitu ia pernah
ditinggalkan kekasihnya.
Masalah Keperawatan : Berduka disfungsional

IV. FISIK
1. Tanda vital TD : 130/80 mmHg N : 84x/menit S : 36,5 °C P : 26x/menit
2. Ukur TB : 179 cm BB : 62 Kg

3. Keluhan fisik : √ Ya Tidak

Jelaskan : Klien mengeluh tidak nafsu makan


Masalah keperawatan : Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

V. PSIKOSOSIAL
1. Genogram

Ket : : Laki-laki : Klien


: Perempuan : Meninggal
: Tinggal serumah

Jelaskan : Klien adalah anak ke dua dari 3 bersaudara, klien tinggal bersama
kedua orang tuanya dan satu orang saudara perempuan dan satu
saudara laki-laki
Masalah Keperawatan : ketegangan peran pemberi perawatan
2. Konsep diri
a. Gambaran diri : Klien mengatakan bagian tubuh yang paling disukai adalah
mata karena bisa melihat
b. Identitas : Klien mengatakan anak ke-2 dari 3 bersaudara.
c. Peran : Klien mengatakan di dalam keluarganya atau dirumah sebagai
anak.
d. Ideal diri : Klien mengatakan ingin cepat sembuh dan pulang, merasa
bosan dan ingin bekerja lagi
e. Harga diri : Klien mengatakan malu berhadapan langsung dengan orang
lain selain ibu dan adiknya,klien merasa tidak pantas jika
berada diantara orang lain, kurang interaksi sosial
Masalah Keperawatan : Gg. Konsep diri : Harga Diri Rendah

3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti : Orang yang dekat dengan klien adalah ibu dan adiknya
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok / masyarakat :
Sebelum klien sakit sering mengikuti gotong royong didesanya.
c. Hambatan dalam berbuhungan dengan orang Lain :
Selama klien rawat jalan / berobat jalan temannya berkurang karena klien malu
berkomunikasi.
Masalah keperawatan : Isolasi sosial : Menarik diri

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan : Klien beragama Islam dan mengakui adanya Allah SWT,
klien menganggap keadaan yang dialami sekarang berasal
dari Allah SWT akibat kesalahan-kesalahan yang kita
lakukan, klien percaya bahwa penyakit yang diderita pasti
Allah SWT akan menolong dan menyembuhkannya.
b. Kegiatan ibadah : Klien mengatakan jarang sholat dalam 5x sehari, jika sholat
klien shabis sholat klien berdoa agar cepat sembuh.

Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan


VI. STATUS MENTAL
1. Penampilan
√ Tidak rapi Penggunaan pakaian Cara berpakaian tidak seperti
tidak sesuai biasanya
Jelaskan : Penampilan klien kurang rapi, rambut kurang bersih dan jarang
disisir, badan dan ekstremitas tampak kotor. Klien menggunakan baju
yang disediakan diRSJ.
Masalah Keperawatan : Perawatan diri tidak adekuat

2. Pembicaraan
Cepat Keras Gagap Inkoheren
Apatis √ Lambat Membisu Tidak mampu memulai
pembicaraan
Jelaskan : Klien berbicara lambat, sulit memulai pembicaraan dan menjawab
pertanyaan tetapi dapat tercapai dan dapat dipahami.
Masalah Keperawan : Isolasi sosial : Menarik diri

3. Aktivitas Motorik:
√ Lesu Tegang Gelisah Agitasi
Tik Grimasen Tremor Kompulsif

Jelaskan : Klien labih banyak menunduk, klien lebih banyak menghabiskan waktunya
dengan menyendiri.
Masalah Keperawatan : Isolasi sosial : Menarik diri

4. Alam perasaaan
√ Sedih Ketakutan Putus asa Khawatir Gembira berlebihan

Jelaskan : Klien mengatakan bosan diRSJ ingin cepat sembuh dan pulang, klien sedih
belum bisa bertemu ibu
Masalah Keperawatan : Gg. Konsep diri : harga diri rendah
5. Afek
Datar Tumpul Labil √ Tidak sesuai
Jelaskan : Klien tidak sesuai dalam berfikir, bicara klien lambat
Masalah Keperawatan : Isolasi sosial : Menarik diri

6. lnteraksi selama wawancara


bermusuhan √ Tidak kooperatif Mudah tersinggung

√ Kontak mata (-) Defensif Curiga

Jelaskan : Kontak mata kurang karena menunduk, sesekali klien menengadah, selalu
menghindar jika ditanya tentang hal yang tidak disukai
Masalah Keperawatan : Isolasi sosial : Menarik diri

7. Persepsi
Pendengaran Penglihatan Perabaan
Pengecapan Penghidu

Jelaskan : Halusinasi saat pengkajian tidak ditemukan


Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan

8. Proses Pikir
sirkumtansial tangensial kehilangan asosiasi
flight of idea blocking pengulangan
pembicaraan/persevarasi
Jelaskan : Pembicaraan masih cukup terarah , pembicaraannya nyambung
Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan

9. Isi Pikir
Obsesi Fobia Hipokondria
depersonalisasi √ Ide yang terkait Pikiran magis
10. Waham
Agama Somatik Kebesaran Curiga
Nihilistic Sisip pikir Siar pikir Kontrol pikir

Jelaskan : Tidak ditemukan adanya keyakinan yang salah yang diyakini oleh klien
Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan

11. Tingkat kesadaran


bingung sedasi stupor

12. Disorientasi
waktu tempat orang
Jelaskan : Klien sadar hari, tanggal dan waktu saat pengkajian, hari jum’at tanggal
11 januari 2013 jam 16.30 WIB,hari berikutnya juga klien sadar hari sabtu
tanggal 12 januari 2013
Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan

13. Memori
Gangguan daya ingat Gangguan daya ingat
jangka panjang jangka pendek
Gangguan daya ingat saat ini Konfabulasi
Jelaskan : Daya ingat jangka panjang klien masih ingat masa lalunya.
Masalah Keperawatan : Gg. Konsep diri : Harga diri rendah

14. Tingkat konsentrasi dan berhitung


mudah beralih tidak mampu konsentrasi Tidak mampu
berhitung sederhana
Jelaskan : Klien berhitung lancar, contoh 20 – 15 = 5
Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan
15. Kemampuan penilaian
Gangguan ringan gangguan bermakna
Jelaskan : Klien mampu menilai antara masuk kamar setelah makan atau
membiarkan kursi tidak rapi, klien memilih membereskan kursi.
Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan

16. Daya tilik diri


mengingkari penyakit yang diderita menyalahkan hal-hal diluar dirinya
Jelaskan : Klien tahu dan sadar bahwa dirinya dirumah sakit jiwa.
Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan

VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan
Bantuan minimal Bantuan total
Jelaskan : Klien makan 3x sehari, pagi, siang, sore, minum ± 6 gelas / hari, mandiri
Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan

2. BAB/BAK
Bantuan minimal Bantual total
Jelaskan : Klien BAB 1x sehari, BAK ± 4x sehari, mandiri.
Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan

3. Mandi
Bantuan minimal Bantuan total
Jelaskan : Klien mandi 2x sehari, pagi dan sore, gosok gigi setiap kali mandi,
mandiri
Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan

4. Berpakaian/berhias
Bantuan minimal Bantual total

Jelaskan : Klien mampu berpakaian sendiri tanpa bantuan orang lain.

Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan


5. Istirahat dan tidur
√ Tidur siang lama : 12.30 s/d 15.00 WIB

√ Tidur malam lama : 20.00 s/d 04.30 WIB


Kegiatan sebelum / sesudah tidur :

Jelaskan : Klien lebih banyak tiduran, tidur siang 12.30 𝑠⁄𝑑 15.00 WIB,tidur malam
jam 20.00 𝑠⁄𝑑 04.30 WIB
Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan

6. Penggunaan obat
Bantuan minimal Bantual total
Jelaskan : Klien minum obat 3x sehari setelah makan. Haloperidol 2x5 mg,
trihexiperidine 2x2 mg.
Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan

7. Pemeliharaan Kesehatan YA TIDAK


Perawatan lanjutan √
Perawatan pendukung

Jelaskan : Klien sudah pernah periksa diRSJD SOEDJARWADI KLATEN tetapi

rawat jalan.

Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan

8. Kegiatan di dalam rumah YA TIDAK


Mempersiapkan makanan √
Menjaga kerapihan rumah √
Mencuci pakaian

Pengaturan keuangan

Jelaskan : Klien dirumah membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah

Masalah Keperawatan : Tidak ada permasalahan


9. Kegiatan di luar rumah YA TIDAK
Belanja
Transportasi
Lain-lain

Jelaskan :
Masalah Keperawatan :

VIII. Mekanisme Koping


Adaptif Maladaptif
√ Bicara dengan orang lain Minum alkohol
√ Mampu menyelesaikan masalah Reaksi lambat/berlebih
Teknik relaksasi Bekerja berlebihan
Aktivitas konstruktif Menghindar
Olahraga Mencederai diri
Lainnya Lainnya
Jelaskan : Klien mampu berbicara dengan orang lain,terlihat malu, klien mampu
menjaga kebersihan diri sendiri dan klien mampu jika ada masalah tidak
menceritakan kepada orang lain,lebih suka diam.
Masalah Keperawatan : Koping Individu Tidak Efektif
ANALISA DATA

No Data Masalah/ Diagnosa


KeperawatanEtiologi

1. Ds : Gg. Konsep diri : Harga diri


Rendah
- Klien mengatakan sering menunduk,
kurangnya interaksi sosial
Do
- Klien tampak menyendiri

2. DS : Isolasi sosial : menarik diri


Keluarga mengatakan klien
cenderung menyendiri , menangis dikamar,
suka melamun dan tidak suka bergaul, dan
berjalan tunduk karena seakan –akan orang
lain menggap dirinya tidak berguna dan
seakan-akan orang lain membecinya.

DO :
Klien tampak selalu di tempat tidur
Malas berbicara
Tampak menundukkan kepala dan
memejamkan matanya

3. DS : Perawatan diri tidak adekuat


Keluarga klien mengatakan klien jarang
mandi

DO :
Tampak klien tidak ada minat untuk menjaga
kebersiha diri, Kebersihan rambut kurang
bersih / terlihat kusut dan agak kotor, badan
dan ektrimitas tampak kotor , dan agak
berbau, kebersihan gigi : terlihat kotor, kuku
pendek. Berpakaian seadanya ( baju agak
kusut ) berjalan tidak pakai sandal, kurang
minat dalam merawat diri
4. Ds : Koping Individu Tidak Efektif

- Klien mengatakan reman berkurang


semenjak sakit
- Klien malu dengan teman karena klien
merasa tidak pantas diantara mereka
Do :
- Klien tampak malu saat berbicara

5. DS : Ketegangan peran pemberi


Keluarga klien mengatakan tidak mampu merawat perawatan
klien karena sering mondar - mandir dirumah,
tidak mau tidur,tidak mau makan

DO :
Klien masuk Rsj. dr. Soedjarwadi
Daerah klaten tanggal 05 November 2012
diantar oleh keluarga.
Tampak keluarga klien bingung dan bertanya-
tanya tentang kondisi klien .

IX. ASPEK MEDIK


A. Diagnosa Medis
Schizofrenia
B. Terapi
- Haloperidol 2x5 mg
- Trihexiperidine 2x2 mg

X. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


1. Gg. Konsep diri : Harga diri Rendah
2. Isolasi sosial : menarik diri
3. Perawatan diri tidak adekuat
4. Koping Individu Tidak Efektif
5. Ketegangan peran pemberi perawatan
XI. POHON MASALAH

Menarik Diri _ _ _ _ ( Efek )

Harga Diri Rendah _ _ _ ( Core problem )

Koping Individu Tidak Efektif _ _ _ ( Causa / Penyebab )

XII. DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN\

1. Gg. Konsep diri : Harga diri Rendah


2. Isolasi sosial : menarik diri
3. Defisit perawatan diri
4. Koping Individu Tidak Efektif
5. Ketegangan peran pemberi perawatan
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA DI RUANG PERKASA RSJ DR. SOEDJARWADI
KLIEN DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI : HARGA DIRI RENDAH

Nama Klien : Tn. A DX Medis : Skizofrenia


RM No. : 01xxxx

No. Dx. Rencana Tindakan keperawatan Rasionalisasi


Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
1. Gangguan TUM
Dkonsep diri : Klien dapat berhubungan
harga Diri dengan orang lain secara
Rendah optimal.

TUK 1  Klien ekspresi wajah 1. Beri salam / panggil Hubungan


Klien dapat membina bersahabat. nama saling percaya
hubungan saling percaya  Klien menunjukan rasa 2. yang disukai sebagai dasar
senang. 3. Jelaskan BHSP dengan iteraksi yang
 Klien mau kontak mata. komunikasi terapeutik terapeutik

 Klien mau berjabat 4. Memperkenalkan diri antara perawat

tangan. dengan sopan dan klien

 Klien mau membalas 5. Tanyakan nama

salam. lengkap dan panggilan


 Klien mau duduk tujuan
berdampingan dengan 6. Jujur dan menepati
perawat. janji
 Klien mau menyebut 7. Tunjukan sikap empati
nama dan mau dan menerima klien
mengutaraka masalah apa adanya
yang dihadapi. 8. Lakukan kontak
singkat tapi sering
TUK 2  Klien mampu 1. Diskusikan kemampuan
Klien dapat mengidentifikasi dan aspek positif yang
mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki
kemampuan dan aspek dimiliki 2. Hindarkan dari penilaian
positif yang dimiliki  Aspek positif keluarga yang negative Utamakan
 Aspek positif pemberian pujian yang
lingkungan yang dimilii realistic
klien
TUK 3 Klien mampu menilai 1. Diskusikan kemampuan
Klien dapat menilai kemampuan yang dimiliki yang dapat digunakan
kemampuan yang dimiliki selama sakit selama sakit
2. Diskusikan kemampuan
yang dapat ditunjukan
penggunaannya
TUK 4 Klien dapat membuat 1. Rencanakan bersama
Klien dapat menetapkan rencana kegiatan harian klien aktifitas yang
perencanaan kegiatan dapat dilakukan setiap
sesuai dengan hari
kemampuannya 2. Kegiatan mandiri
3. Dibantu sebagian
4. Dengan bantuan total
5. Tingkatkan kegiatan
sesuai dengan toleransi
kondisi klien
6. Beri contoh cara
pelaksanaan kegiatan
yang boleh klien
lakukan
TUK 5 Klien melakukan kegiatan 1. Berikesempatan klien
Klien dapat melakukan yang sesuai dengankondisi untuk mencoba kegiatan
kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya yang telah direncanakan
sakit dan kemampuannya 2. Beri pujian atas
keberhasilan klien
3. Diskusikan
kemungkinan
melaksanakan dirumah
TUK 6  Klien dapat 1. Beri pendidikan
Klien dapat memanfaatkan memanfaatkan system kesehatan cara
sistem pendukung yang pendukung dikeluarga perawatan klien dengan
ada secara optimal Harga Diri Rendah
 Klien daoat 2. Bantu keluarga
memanfaatkan system menyiapkan lingkungan
pendukung di rumah.
dilingkungan sekitar

2. Isolasi sosial : TUM :


Menarik diri Klien dapat berhubungan
dengan orang lain secara
optimal

TUK 1 :
Klien dapat membina Ekspresi wajah bersahabat, Bina hubungan saling Memotivasi
hubungan saling percaya menunjukkan rasa senang, percaya dengan klien
ada kontak mata, mau komunikasi terpeutik: memandang
berjabat tangan, a. Salam terpeutik dirinya secara
menyebutkan nama, b. Perkenalkan diri positif.
manjawab salam, klien c. Jelaskan tujuan
mau duduk berdampingan interaksi
dengan perawat. d. Ciptakan lingkungan
yang tenan
e. Buat kontrak yang jelas
f. Tepati waktu

TUK 2 : Setelah 4x pertemuan Diskusikan Penilaian


Klien dapat klien dapat kemampuan dan negatif
mengidentifikasi mengidentifikasi aspek positif yang semakin
kemampuan positif yang kemampuan dan aspek dimiliki klien menambah
dimiliki positifyang dimiliki : Setiap bertemu klien rasa tidak
a. Aspek intelektual dihindarkan dari percaya diri
b. Aspek sosial memberi penilaian Pemberian
budaya negatif pujian dapat
c. Aspek fisik Utamakan memberi meningkatkan
d. Aspek emosional / pujian yang realistis harga diri klien
kepribadian yang Memotivasi
dimiliki klien klien
mengidentifika
si kegiatan
selama sakit

TUK 3 Setelah 6x pertemuan Diskusikan dengan Membantu


Klien dapat menilai klien dapat klien kemampuan klien
kemampuan yang menyebutkan yang masih dapat mengembangk
digunakan kemampuan yang digunakan selama an kemampuan
dapat digunakan. sakit yang ada pada
Diskusikan dengan dirinya
klien kemampuan
yang dapat
diperlihatkan
penggunaannya

TUK 4 Setelah 7x pertemuan Rencanakan bersama Membantu


Klien dapat (menetapkan) klien dapat membuat klien aktifitas yang klien
merencanakan kegiatan rencana kegiatan dapat dilanjutkan mengembangk
sesuai dengan kemampuan harian setiap hari sesuai an kemampuan
yang dimiliki kemampuan: yang ada pada
a. Kegiatan mandiri dirinya
b. Kegiatan dengan
bantuan sebagian
c. Kegiatan yang
membu tuhkan
bantuan total

Tingkatkan kegiatan
sesuai dengan
toleransi kondisi klien
Beri contoh cara
pelaksanaan kegiatan
yang klien lakukan

TUK 5 Setelah 10x pertemuan 1. Beri kesempatan pada Memberikan


Klien dapat melakukan klien dapat melakuan klien untuk mencoba klien
kegiatan sesuai kondisi kegiatan sesuai dengan kegiatan yang telah gambaran
sakit dan kemampuannya kondisi sakit dan direncanakan tentang
kemampaunnya 2. Beri pujian atas kemampuanny
keberhasilan klien a
3. Diskusikan Memberi rol
kemungkinan model bagi
pelaksanaan dirumah klien sehingga
mudah bagi
klien untuk
melakukan
kegiatan

TUK 6 Setelah 11 x Beri pendidikan Untuk


Klien dapat memanfatkan pertemuan klien dapat kesehatan pada memotivasi
system pendukung yang memanfaatkan sytem keluarga tentang cara dan
ada pendukung yang ada merawat klien dengan mempertahank
dikeluarga harga diri an aspek
Bantu keluarga positif dan
memberi dukungan keluarga
selama klien dirawat, mempunyai
bantu keluarga arti penting
menyiapkan bagi klien
lingkungan dirumah
3. Defisit TUM
perawatan diri Klien dapat meningkatkan
minat atau motivasinya
dan mempertahankan
kebersihan

TUK 1 : Klien dapat menyebut Pengetahuan


1. Diskusikaan bersama
Klien dapat mengenal kan kebersihan diri ini dibutuhkan
klien pentingnya
tentang pentingnya dalam waktu 2x untuk
kebersihan diri dengan
kebersihan diri pertemuan : mengembangk
cara menjelaskan
a. Tanda-tanda an rencana
pengertian tentang arti
bersih perawatan
bersih dan tanda-tanda
b.Badan tidak bau klien yang
bersih.
c. Rambut rapi, adekuat
2. Dorong klien untuk
bersih dan tidak
menyebutkan 3 dari 5
berbau
tanda kebersihan diri
d. Gigi bersih dan
3. Diskusikan fungsi
tidak bau mulut
e. Baju rapi dan kebersihan diri dengan
tidak bau menggali pengetahun
klien terhadap hal
Klien mampu berhubungan dengan
meneyebutkan kembali kebersihan diri
kebersihan untuk 4. Bantu klien
kesehatan yaitu : mengungkapakan arti
1. Mencegah penyakit kebersihan diri dan
2. Memberi perasaan tujuan memelihara
segar dan nyaman kebersihan diri
3. Menjaga kebersihan 5. Beri reinforcemen
gigi dan menjaga positif setelah klien
kebersihan mulut mampu
mengungkapakan arti
kebersihan diri

TUK 2 : 1Klien berusaha untuk Motivasi klien untukmandi Ungkapan


Klien dapat melakukan memelihara a. Ingatkan caranya klien kepada
kebersihan diri dengan kebersihan yaitu : evaluasi hasilnya perawat
bantuan perawat a. Mandi pakai sabun dan beri umpan sebagai bukti
dan disiram dengan balik sejauh mana
air sampai bersiha. b. Bimbing klien pemahaman
b. Mengganti pakaian dengan bantuan klien terhadap
sehari sekali dan minimal kebersihan
merapikan c. Jika hasilnya diri.
penampilan kurang, kaji Mengidentifika
hambatan yang ada si hambatan
yang dirasakan
Bimbing klien untuk mandi, klien dalam
beri kesempatan klien proses
untuk perawatan diri
mendemonstrasikan
cara memelihara
kebersihan diriyang
benar :
a. Ingatkan dan
anjurkan klien
untuk mandi dua
kali sehari dengan
menggunakan sabun
b. Anjurkan klien
untuk meningkatkan
cara mandi yang
benar

Anjurkan klien untuk


mengganti baju setiap
hari
a. Anjurkan klien
untuk
mempertahankan
dan meningkatkan
penampilan diri
setiap hari
b. Dorong klien untuk
mencuci pakaian
sendiri
c. Demonstrasikan
cara mencuci
pakaian yang benar
dengan sabun dan di
bilas

Kaji keinginan klien untuk


memotong kuku dan
merapikan rambut :
a. Beri kesempatan
pada klien untuk
melakukan sendiri
b. ingatkan potong
kuku dan keramas

Kolaborasi dengan perawat


ruangan untuk
pengololaan fasilitas
perawatan kebersihan
diri, seperti mandi
dan kebersihan kamar
mandi

Bekerjasama dengan
keluarga untuk
mmengadakan
fasilitas kebersihan
diri seperti : odol,
sikat gigi, sampo,
pakaian ganti dan
sandal
TUK 3 . Setelah : Monitor klien dalam Mengetahui
Klien dapat melakukan a. Mandi pagi dan melaksanakan kebersihan sejauh mana
kebersihan perawatan diri sore diri secara teratur. Ingatkan kesadaran
secara mandiri b.Ganti baju setiap untuk mencuci rambut, klien tentang
hari menggosok gigi, ganti baju kebersihan diri
c. Penampilan bersih dan pakai sandal
dan rapi

TUK 4 : Klien tampak bersih dan Beri informasi positif jika Untuk lebih
Klien dapat mepertahan rapi melakukukan kebersihan mengoptimal
kan kebersihan diri secara diri kan pelayanan
mandiri dalam
kebersihan
penampilan,
kemandirian
dalam
melakukan
aktifitas

TUK 5 :  Keluarga selalu Jelaskan pada keluarga Lebih


Klien mendapat dukungan mengingat hal-hal tentang penyebab memandirikan
keluarga dalam yang bersih kurang minatnya klien untuk
meningkatkan kenersihan klien menjaga kenyamanan
diri kebersihan diri dan keamanan
Diskusikan bersama klien
keluarga tentang
tindakan yang telah
dilakukan klien
selama dirumah sakit
dalam menjaga
kebersihan dan
kemajuan yang
dialami dirumah sakit
Anjurkan keluarga untuk
memutuskan memberi
stimulus terhadap
kemajuan yang telah
dialami di Rumah
Sakit

Jelaskan pada keluarga Lebih


 Keluarga tentang manfaat meningkatkan
menyiapkan sarana yang lengkap hubungan inter
sarana untuk dalam menjaga personal dan
membantu klien kebersihan diri klien. memperhatika
Anjurkan keluarga n lebih lanjut
untuk menyiapakan akan
sarana dalam menjaga pentingnya
kebersihan diri kebersihan
Diskusikan bersama klien.
keluarga cara
memabantu klien
dalam menjaga
kebersihan diri
Diskusikan dengan
keluarga mengenai
hal-hal yang
dilakukan misalnya
a. Mengingatkan
klien pada waktu
mandi
b. Sikat gigi, keramas,
ganti baju, dan lain-
lain

4. Koping Individu TUM


Tidak Efektif Klien dapat melakukan
keputusan yang efektif
untuk mengendalikan
situasi kehidupan yang
demikian menurunkan
perasaan rendah diri
TUK 1  Klien mampu duduk 1. Lakukan pendekatan
Klien dapat menbina berdampingan dengan dengan baik, menerima
hubungan terapeutik perawat klien apa adanya dan
dengan perawat  Klien mampu bersikap empati
berbincang - bincang 2. Cepat mengendalikan
dengan perawat perasaan dan reaksi
Klien mampu merespon perawatan diri sendiri
tindakan perawat misalnya rasa marah
,empati.
3. Sediakan waktu untuk
berdiskusi dan bina
hubungan yang sopan.
4. Berikan kesempatan
kepada klien untuk
merespon.
TUK 2  Klien dapat 1. Tunjukan emosional
Klien dapat mengenali dan mengungkapkan yang sesuai
mengekspresikan perasaannya 2. Gunakan tekhnik
emosinya  Klien mampu komunikasi terapeutik
mengenali emosinya terbuka,
dan dapat 3. Bantu klien
mengekspresikannya mengekspresikan
perasaannya
4. Bantu klien
mengidentifikasikan
situasi kehidupan yang
tidak berada dalam
kemampuan dan
mengontrolnya
5. Dorong untuk
menyatakan secara
verbal perasaan –
perasaan yang
berhubungan dengan
ketidak mampuannya.
TUK 3  Klien dapat 1. Diskusikan masalah
Klien dapat memodifikasi mengidentifikasi yang dihadapi klien
pola kognitif yang negative pemikiran yang negatif dengan memintanya
Klien dpat menurunkan untuk
penilaian yang negatifpada menyimpulkannya
dirinya. 2. Identifikasi pemikiran
negatif klien dan bantu
untuk menurunkan
melalui interupsi dan
substitusi
3. Evaluasi ketetapan
persepsi logika dan
kesimpulan yang
dibuat klien
4. Kurangi penilaian
klien yang negatif
terhadap dirinya
5. Bantu klien menerima
nilai yang dimilikinya
atau perilakunya atau
perubahan yang terjadi
pada dirinya.
TUK 4  Klien mampu 1. Libatkan klien dalam
Klien dapat berpartisipasi menentukan kebutuhan menetapkan tujuan yang
dalam mengambil untuk perawatan pada ingin dicapai
keputusan yang berkenan dirinya 2. Motivasi klien untuk
dengan perawatan dirinya  Klien dapat membuat jadwal
berpartisipasi dalam aktivitas perawatan
pengambilan keputusan dirinya
3. Berikan privasi sesuai
kebutuhan yang
ditentukan
4. Berikan reinsforcement
posotif tentang
pencapaian kegiatan
yang telah sesuai dengan
keputusan yang
ditentukannya
5. Ketegangan TUM Setelah 3 x pertemuan Bina hubungan Hubungan
peran pemberi Ketegangan peran pemberi keluarga dapat saling percaya saling percaya
perawatan perawatan tidak terjadi lagi membina hubungan dengan keluarga sebagai dasar
saling percaya. dengan keterbukaan
TUK 1 : menggunakan keluarga pada
Keluarga dapat menbina komunikasi yang perawat dans
hubungan saling percaya terapeutik: ebagai dasar
dengan perawat. a. Perkenalkan untuk interkasi
nama selanjutnya.
b. Jelaskan tujuan
dan maksud
c. Jelaskan peran
perawat dan
keluarga.

Ciptakan lingkungan
yang terapeutik saat
berinteraksi.
perawat benar –
benar ingin
membantum dan
tunjukan sikap
empati,
mendengarkan
dengan aktif yang
diungkapkan
keluarga.

Berikan kesempatan
pada keluarga untuk
mengekspresikan
perasaanya.

TUK 2 : Keluarga dapat Dengarkan dengan Respon non


Keluarga dapat mengidentifikasi aktif apa yang verbal lebih
mengekspersikan perasaan terhadap dikemukakan menguatkan
perasaannya tentang penyakit klien. keluarga. rasa percaya
penyakit klien. keluarga
bahwa perawat
benar akan
membantu
keluarga.
TUK 3 :  Keluarga dapat Diskusikan dengan Dapat
Keluarga dapat mengenal menyebutkan keluraga tentang : mengurangi
adanya masalah kesehatan pengertian a. Arti dari menarik segaian beban
jiwa pada anggota tentang diri. keluarga dan
keluarganya. menarik diri, b.Tanda dan gejala sebagai
halusinasi dll. menarik diri. peetunjuk bagi
 Keluarga dapat c. Penyebab menarik intervensi
menyebutkan diri. selanjutnya.
masalah klien.
Diskusikan dengan
keluraga tentang :
a. Arti dari
Halusinasi
b.Tanda dan gejala
Halusinasi
c. Penyebab
Halusinasi
Kaji Perasaan
keluarga tentang
masalah klien.
TUK 4:  Keluarga dapat 1. Diskusikan bersama Meningkatkan
Keluarga dapat mengambil menyebutkan akibat keluarga tentang akibat pengetahuan
keputusan, berperan serta jika klien tidak jika MD dan Halusinasi keluarga.
dalam perawatan klien di mendapat tidak diatasi
rumah sakit dan perawatan. 2. Kaji perasaan keluarga
melakukan perawatan  Keluarga dapat setelah mengetahui
setelah kembali kerumah menjelaskan akibat masalah diatasi.
kembali peran 3. Diskusikan peran serta
sertanya dalam keluarga dalam merawat
perawatan klien. klien.

TUK 5 : Keluarga dapat 1. Kaji pengetahuan Meningkatkan


Keluarga mampu menyebutkan cara keluarga tentang cara – pengetahuan
melakukan perawatan klien mengatasi masalah / cara mengatasi masalah keluarga.
dirumah. merawat klien. MD dan Halusinasi.
Keluarga dapat 2. Diskusikan bersama
mendemonstrasikan keluarga tentang cara
kembali cara merawat menangani MD dan
klien. Halusinasi.
3. Dorong keluarga untuk
selalu melaksanakan
cara mengatasi masalah
yang telah di pelajari.
4. Anjurkan pada keluarga
tentang hal yamg perlu
diperhatikan.
5. Bersama keluarga
mensimulasikan cara
berkomunikasi dengan
klien.
6. Dorong keluarga untuk
memperhatikan hal – hal
yang telah dipelajari

TUK 6 : Keluarga dapat 1. Diskusikan bersama Meningkatkan


Keluarga memodifikasi memodifikasi keluarga untuk kemampuan
lingkungan yang berkaitan lingkungan fisik. memodifikasi keluarga.
dengan masalah klien. lingkungan yang Meningkatkan
menunjang kesembuhan pengetahuan
klien. keluarga
2. Dorong keluarga untuk tentang
menciptakan lingkungan lingkungan
yang mendukung. terapeutik.
TUK 7 : Keluarga dapat 1. Anjurkan untuk Meningkatkan
Keluarga dapat menggunakan fasilitas membawa klien pergi pengetahuan
memanfaatkan fasilitas kesehatan kontrol. keluarga
layanan kesehatan. 2. Anjurkan Keluarga tentang
untuk segera fasilitas
membawa ke RS kesehatan dan
terdekat jika keadaan tindakan cepat
klien bertambah parah. dalam
mengatasi
masalah klien.
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI TIDAKAN KEPERAWATAN JIWA DI RUANG PERKASA
(CAPER)

No. Diagnosa No. Tujuan/ Implementasi Evaluasi Paraf


Keperawatan Tujuan
Gangguan 1. Bina hubungan saling percaya dengan : S:
konsep diri :  Menyapa klien dengan ramah  Klien menjawab salam dan
Harga diri  Memperkenalkan diri dengan sopan mengatakan selamat
rendah  Menanyakan nama lengkap serta pagi,menyebutkan nama
alamat klien dan alamat
 Menunjukan sikap empati, jujur dan O :
menempati janji  Klien mau berjabat tangan
 Menanyakan masalah yang dihadapi  Klien mau duduk
berdampingan dengan
perawat
 Klien mau mengutarakan
masalahnya

A : SP 1 tercapai
Pp :
Lanjutkan SP 2 adakan kontrak
waktu pertemuan berikutnya.
Pk :
Anjurkan klien untuk dapat
menyapa perawat jika bertemu
dan percaya jika perawat akan
membantu masalah yang
dihadapi
Isolasi sosial 2. Bina hubungan terapeutik dengan perawat S :
: Menarik diri dengan :  Klien mau duduk
 Pendekatan dengan baik ,menerima berdampingan dengan
klien apa adanya perawat
 Mengidentifikasi perasaan dan reaksi O :
perawatan diri sendiri  Klien mampu berbincang –
 Menyediakan waktu untuk bina bincang dengan perawat
hubungan yang sopan  Klien mampu merespon
 Menberikan kesempatan untuk tindakan perawat.
merespon A : SP 2 tercapai
Pp :

Lanjutkan SP 3 adakan kontrak


waktu pertemuan berikutnya.

Pk :

Anjurkan klien mampu


berkomunikasi,mampu memulai
berbicara dan tidak janggung.
3. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek S :
positif yang dimiliki dengan :  Klien mengatakan cara
 Membantu mengidentifikasi penilaian positif tidak boleh
dengan aspek yang positif berfikir jelek terhadap orang
 Mendorong agar berpenilaian lain,sopan santun dan ramah
positif yang diutamakan.
 Membantu mengungkapkan O :
perasaannya  Klien dapat
mengungkapkan
perasaannya
A : SP 3 teratasi sebagian
Pp :
lanjutkan SP 1 keluarga
Pk :
Anjurkan klien untuk
mempertahankan hubungan
saling percaya berinteraksi
secara terarah.