Anda di halaman 1dari 5

LBM 5 SESAK DISERTAI BENTUK DADA TONG

STEP 1

Pulse lips breathing : suatu gambaran khas PPOK seperti mulut setengah menutup untuk pengeluaran
CO2 pada gagal nafas kronik

Ipratorium bromide : anti colenergik

FEV 1 : pernafasan eksprirasi paksa yang dikeluarkan dalam satu detik pertama

STEP 2

1. Apa Hubungan penderita merokok dengan gejala yang ada diskenario?


2. Mengapa sesak nafas disertai batuk berdahak kental?
3. Mengapa terjadi retraksi otot thorax?
4. Mengapa didapatkan pulse lips breathing ?
5. Mengapa didapatkan thorax berbentuk tong?
6. Etiologi dari scenario?
7. Interpretasi dari FEV 1/ FVC <70%
8. Bagaimana pathogenesis dari PPOK
9. Manifestasi klinis?
10. Klasifikasi perokok?
11. DD?
12. Komplikasi dari diagnosis scenario?
13. Sebutkan derajat penilaian sesak nafas pada penderita PPOK?
14. Pemeriksaan penunjang?
15. Mengapa penderita diberikan terapi inhalasi salbutamol, ipratomium bromide, dan bromexin?
16. Penatalaksanaan?

STEP 3

1. Apa Hubungan penderita merokok dengan gejala yang ada diskenario?


 Tembakau yang dibakar menghasilkan zat zat kimia seperti carbon monoksida, yang
dapat merusak silia epitel dan mukosa silia
 Merokok adalah salah satu factor resiko dari PPOK, biasanya FEV<70%
 Ada terhambatnya arus udara pada saluran pernafasan
 Merokok dapat meningkatkan enzim protease dari makrofag saat terjadi inflamasi, kalau
protease meningkat terus, akan mengakibartkan inflamasi tidak sembuh-sembuh
2. Mengapa sesak nafas disertai batuk berdahak kental?
Obstruksi (hambatan saluran nafas) timbunan hipersekresi mucus batuk berdahak kental
Peradangan  respon dari tubuh untuk meningkatkan mucus kalau sudah kronik, timbul
hipertrofi sel goblet produksi mucus bertambah banyak
Rokok mengandung nikotin kerusakan epitel silia pergerakan mucus menjadi susah
menumpuk dahak kental
3. Mengapa terjadi retraksi otot thorax?
 saat ekspirasi kolaps, karena terjadi penyempitan paru secara pasif retraksi
 banyak mucus ada sumbatan saat inspirasi volume udara dalam tubuh
meningkat ekspirasi menjadi lebih panjang dibandingkan inspirasi sehingga butuh
kontraksi otot-otot lain disekitarnya
4. Mengapa didapatkan pulse lips breathing ?
Adanya sumbatan disaluran nafas (obstruktif), salah satu kompensasi dari tubuh mengeluarkan
co2 dari mulut untuk membantu ekspirasi
5. Mengapa didapatkan thorax berbentuk tong?
Banyaknya udara didalam paru mengakibatkan thorax berbentuk sperti tong
Kehilangan elastisitas dari alveolus dan parenkim-parenkimnya karena setelah ekspirasi tidak
bisa kembali lagi kebentuk semula
6. Etiologi – factor resiko dari scenario? Hubungan penyakit dengan pekerjaan sebagai karyawan
batu bata?
Factor resiko :
Inhalasi, semakin lama semakin kolaps
Inspirasi O2, saat inspirasi adanya kelainan difusi
Obesitas, resikonya lebih tinggi
Merokok
Lingkungan
Infeksi saluran nafas
Etiologi :
Merokok, merusak silia
Factor lingkungan
Kelainan gen (alfa 1 anti tripsin)
Peradangan saluran nafas batuk berdahak
Emfisema paru  menyebabkan berkurangnya daya lenting atau elastic recoil
Hubungan penyakit dengan pekerjaan : banyak debu bertebrangan, kompensasi tubuh untuk
mengeluarkan debu yaitu dengan mukus
7. Interpretasi dari FEV 1/ FVC <70%
Volume ekspirasi paksa dalam 1 detik
Rumus : meas / predict x 100%
Kalo < 80 %  adanya kelainan obstruktif
Kalo > 80 %  normal
8. Bagaimana pathogenesis dari PPOK?
Inhalasi bahan berbahaya

Inflamasi

mekanisme mekanisme

perlindungan perbaikan

kerusakan jaringan paru

9. Manifestasi klinis?
Anamnesis : sesak nafas, demam, sianosis, adanya nyeri dada, batuk,
Pemeriksaan fisik: perkusi  pekak ; suara nafas hilang ; retraksi dari trakea

PPOK ringan : dengan atau tanpa batuk, dengan atau tanpa produksi sputum, sesak nafas
(derajat sesak 0-1),
Dari hasil spirometri : VEP 1 80% prediksi normal atau VEP 1 atau KVP <70%
PPOK sedang : dengan atau tanpa batuk, dengan atau tanpa poduksi sputum, derajat sesak
nafas 2, sesak timbul saat melakukan aktivitas
10. Klasifikasi perokok?
Ringan : 1-10 batang perhari
Sedang : 10-20 batang perhari
Berat : > 20 batang perhari
11. DD?
Emfisema
Bronkitis kronis
Asma bronchial
Bronkiektatis
Fibrosis paru
12. Komplikasi dari diagnosis scenario?
Gagal nafas
Penurunan pengembangan paru takipneu
Kegagalan oksigenisasi  sesak nafas
Volume persisten  fibrosis paru
Pneumothorax, ada kantong udara tambahan kalau pecah mengakibatkan pneumothorax
13. Sebutkan derajat penilaian sesak nafas pada penderita PPOK?
0 : tidak ada sesak, kecuali aktivitas berat
1 : sesak mulai timbul saat berjalan cepat
2 : berjalan lebih lambat karena merasa sesak
3 : sesak timbul saat berjalan 100 meter
4 : sesak bila mandi atau berpakaian
BDI
Gradasi 1 : halangan berat, tidak mampu beraktivitas
Gradasi 2 : halangan sedang, tidak bisa melakukan aktifitas karena sesak nafas
Gradasi 3 : halangan rigan, terjadi saat melakukan suatu aktivitas
Gradasi 4 : bisa melakukan aktivitas tingan
TDI
Dimulai dari Gradasi 3 : kemunduran berat, yang biasanya bekerja menjadi tidak bekerja saat
sesak nafas
Gradasi 2 : kemunduran sedang, kalau aktivitas bisa menimbulkan sesak nafas
Gradasi 1 : kemunduran ringan, mengurangi aktivitas agar tidak timbul seska nafas
Gradasi 0 : tidak ada keluhan seska nafas
Gradasi +1 : ada sedikit perbaikan, bisa memulai beberapa aktivitas sedikit demi sedikit
Gradasi +2 : perbaikan sedang, melakukan aktivitas dengan kecepatn bernafasnya
Gradasi +3 : perbaikan besar, bisa melakukan aktivitas biasa dengan pernafasan normal
14. Pemeriksaan penunjang?
Radiologi  untuk menemukan kasus kasus baru sesuai dengan keluhan pasien
Spirometri
Darah rutin  hipoksia kronis
Mikrobiologi, sputum eksasebasi
15. Mengapa penderita diberikan terapi inhalasi salbutamol, ipratomium bromide, dan bromexin?
Penatalaksanaan?
Farmakologi :
1. Bronkodilator (salbutamol) mengembangkan
Ada beta 2 agonis, anti colinergik (impratium bromide) menghambat saraf simpatis
2. Anti inflamasi  menekan produksi mucus, mengurangi rasa nyeri
3. Antibiotic mencegah kolonisasi bakteri
4. Anti oksidant mencegah efek dari polusi
5. Obat mukolitik  mengencerkan dahak

Non farma:

Berhenti merokok

Pakai masker kalau bekerja

Nutrisi diperbaiki
Olah raga

STEP 4

Etiologi (merokok, asap)

inflamasi