Anda di halaman 1dari 13

Peta Geologi

Posted on November 23, 2013by widhiwidhi

Peta geologi pada


dasarnya merupakan suatu sarana untuk menggambarkan tubuh batuan,
penyebaran batuan, kedudukan unsur struktur geologi dan hubungan antar
satuan batuan serta merangkum berbagai data lainnya. Peta geologi juga
merupakan gambaran teknis dari permukaan bumi dan sebagian bawah
permukaan yang mempunyai arah, unsur-unsurnya yang merupakan gambaran
geologi, dinyatakan sebagai garis yang mempunyai kedudukan yang pasti.
Pada umumnya ada beberapa macam bagian peta geologi yang sering digunakan
untuk laporan, baik dalam study kelapangan atau dalam misi untuk mengetahui
kandungan mineral di dalamnya.

Peta geologi adalah bentuk ungkapan data dan informasi geologi suatu daerah
/ wilayah / kawasan dengan tingkat kualitas yang tergantung pada skala peta
yang digunakan dan menggambarkan informasi sebaran, jenis dan sifat
batuan, umur, stratigrafi, struktur, tektonika, fisiografi dan potensi sumber daya
mineral serta energi yang disajikan dalam bentuk gambar dengan warna,
simbol dan corak atau gabungan ketiganya. Adapun jeni-jenis peta Geologi
dan peta lainnya yang berkaitan dengan geologi adalah sebagi berikut:
 Peta geologi permukaan (surface geological map), adalah peta yang
memberikan berbagai formasi geologi yang langsung terletak di bawah
permukaan. Skala peta ini bervariasi antara 1 : 50.000 dan lebih besar,
berguna untuk menentukan lokasi bahan bangunan, drainase, pencarian
air, pembuatan lapangan terbang, maupun pembuatan jalan.
 Peta singkapan (outcrop map), adalah peta yang umumnya berskala besar,
mencantumkan lokasi ditemukannya batuan padat, yang dapat
memberikan sejumlah keterangan dari pemboran beserta sifat batuan
dan kondisi strukturalnya. Peta ini digunakan untuk menentukan lokasi,
misalnya material yang berupa pecahan batu, dapat ditemukan
langsung di bawah permukaan.
 Peta ikhtisar geologis, adalah peta yang memberikan informasi langsung
berupa formasi-formasi yang telah tersingkap, mapun ekstrapolasi terhadap
beberapa lokasi yang formasinya masih tertutup oleh lapisan Holosen.
Peta ini kadang agak skematis, umumnya berskala sedang atau kecil,
dengan skala 1 : 100.000 atau lebih kecil.
 Peta struktur, adalah peta dengan garis-garis kedalaman yang
dikonstruksikan pada permukaan sebuah lapisan tertentu yang berada di
bawah permukaan. Peta ini memiliki skala sedang hingga besar.
 Peta geologi sistematik adalah peta yang menyajikan data geologi pada peta
dasar topografi atau batimetri dengan nama dan nomor lembar peta
yang mengacu pada SK Ketua Bakosurtanal No. 019.2.2/1/1975 atau SK
penggantinya
 Peta geologi tematik adalah peta yang menyajikan informasi geologi dan/atau
potensi sumber daya mineral dan/atau energi untuk tujuan tertentu
 Peta topografi adalah peta ketinggian titik atau kawasan yang dinyatakan
dalam bentuk angka ketinggian atau kontur ketinggian yang diukur terhadap
permukaan laut rata-rata.
 Peta isopach, yaitu peta yang menggambarkan garis-garis yang
menghubungkan titik-titik suatu formasi atau lapisan dengan ketebalan
yang sama. Dalam peta ini tidak ditemukan konfigurasi struktural. Peta ini
berskala sedang hingga besar.
 Peta fotogeologi, adalah peta yang dibuat berdasarkan interpretasi foto udara.
Peta fotogeologi harus selalu disesuaikan dengan keadaan yang
sesungguhnya di lapangan.
 Peta hidrogeologi, adalah peta yang menunjukkan kondisi airtanah pada
daerah yang dipetakan. Pada peta ini umumnya ditunjukkan formasi yang
permeabel dan impermeabel.
Peta geologi dibuat berlandaskan dasar dan tujuan ilmiah dimana memanfaatan
lahan, air dan sumberdaya ditentukan atas dasar peta geologi. Peta geologi
menyajikan sebaran dari batuan dan tanah di permukaan atau dekat permukaan
bumi, yang merupakan penyajian ilmiah yang paling baik yang menghasilkan
informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan untuk
mengidentifikasi dan mencegah sumberdaya yang bernilai dari resiko bencana
alam dan menetapkan kebijakan dalam pemanfaatan lahan.

Singkatan huruf satuan kronostratigrafi pada peta geologi ditunjukan


dengan singkatan huruf (Elseiver, 1989). Dengan aturan sebagi berikut :

1. Huruf pertama, ditulis dengan huruf kapital (besar). Huruf pertama ini
menyatakan jaman, misalnya P untuk Perem, TR untuk Trias, T untuk Tersier
2. Huruf kedua, ditulis dengan huruf kecil yang menyatakan seri. Misalny Tm
yang berarti kala Miosen jaman Tersier.
3. Huruf ketiga, ditulis dengan huruf kecil yang menyatakan nama formasi atau
satuan litologi. Misalnya Tmc yang berarti Formasi Cipluk berumur Miosen.
4. Huruf keempat, ditulis dengan huruf kecil yang menyatakan jenis litologi atau
satuan peta yang lebih rendah (anggota). Misalnya Tmcl yang berarti anggota
batugamping Formasi Ciluk yang berumur Miosen.
5. Huruf kelima hanya digunakan batuan yang mempunyai kisaran umur
panjang. Misalnya Tpokc yang berarti Anggota Cawang Formasi Kikim
berumur Paleosen-Oligosen.
6. Huruf pT (p kecil sebelum T besar) digunakan untuk singkatan umur batuan
sebelum Tersier yang tidak diketahui umur pastinya.
7. Untuk batuan yang mempunyai kisaran umur panjang, urutan singkatan
umur berdasarkan dominasi umur batuan, misalnya QT untuk batuan
berumur Tersier hingga Kuarter yang didominasi batuan berumur Quarter; Jk
untuk batuan berumur Jura hingga Kapur yang didominasi batuan berumur
Jura.
8. Batuan beku dan malihan yang tidak terperinci susunan dan umurnya cukup
dinyatakan dengan satu atau dua buah huruf, misalnya a untuk andesit, b
untuk basal, gd untuk granodiorit, um untuk ultramafik atau ofiolit dan s
untuk sekis.
9. Batuan beku dan malihan yang diketahui umurnya menggunakan lambang
huruf jaman, misalnya Kg berarti granit berumur kapur.
10. Pada peta geologi skala kecil, himpunan batuan cukup dinyatakan dengan
huruf dibelakang jaman era, jaman atau sub-jaman; misalnya Pzm berarti
batuan malihan berumur Paleozoikum, Ks berarti sedimen berumur Kapur,
Tmsv berarti klastika gunungapi berumur Miosen, Tpv berarti batuan
gunungapi berumur Paleogen, Tni berarti batuan terobsan berumur Neogen.
Satuan bancuh dinyatakan dengan notasi m.
Tabel Skala Waktu Geologi
Juta
Kehidupan dan tahunyang
Masa Jaman Kala kejadian lalu

1 2 3 4 5

Kuarter Holosen Manusia modern 0,1

Pleistosen Manusia purba 2,5 – 3

Tersier Pliosen Karnovora besar 7

Binatang merumput
Miosen banyak 26

Oligosen Mamalia besar 37

Eosen Mamalia modern 54


Kenozoikum
Mamalia plasental
(Neozoikum) Paleosen awal 65

Tanaman berbunga
pertama, klamaks
Atas dinosaurus dan
amonit, diikuti
Kapur Tengah kepunahan 135
Bawah

Atas Burung pertama,


Tengah mamalia pertama,
Mesozoikum
dinosaurus dan
Yura Bawah amonit banyak 180

Atas

Tengah Dinosaurus pertama,


Trias Bawah cycads dan conifers 225

Atas

Tengah Banyak jenis


binatang laut punah,
Permian Bawah termasuk trilobit 290

Atas

Tengah Paya–paya batu


bara, conifers dan
Pensylvanian Bawah reptil pertama 310

Atas

Tengah Ikan hiu dan ampibi,


pohon besar,
Missisipian Bawah tanaman berbiji 345

Atas

Tengah
Ampibi pertama,
Devonian Bawah ikan amat banyak 400

Tanaman darat
Paleozoikum Silurian Atas pertama 435
Tengah

Bawah

Atas

Tengah Pengesan, ikan


pertama, invertebrata
Ordovisian Bawah laut dominan 500

Atas

Tengah Kehidupan laut,


trilobit dan
Kambrian Bawah brakiopoda dominan 600

Proterozoikum Prekambrian Akhir Pergeseran benua 3.000

Pembentukan besi,
Tengah peng-esan benua 3.200

Algae tertua, batuan


terukur tertua (fosil-
Awal fosil umunya jarang) 3.700

Belum ada
kehidupan, meteorit
Azoikum/ dan batuan bulan
untuk penentuan
Kriptozoikum umur 4600

Simbol – simbol yang sering digunakan dalam peta geologi antara lain adalah
sebagai berikut :
https://allaboutgeo.wordpress.com/2013/11/23/peta-geologi/
Peta Geologi dan Pengertian peta Geologi
Published on Selasa, 20 Desember 2011 Leave your thoughts »
Pada umumnya ada beberapa macam bagian peta geologi yang sering digunakan untuk
laporan, baik dalam study kelapangan atau dalam misi untuk mengetahui kandungan
mineral di dalamnya.

Peta geologi memberikan petunjuk tentang susunan lapisan batuan dan pada
umumnya memberikan informasi tentang formasi apa saja yang ada di daerah yang
dipetakan. Dasar untuk peta geologi biasanya adalah peta topografi.
Jadi apa definisi Peta geologi itu sendiri ? Peta geologi adalah bentuk ungkapan data dan
informasi geologi suatu daerah / wilayah / kawasan dengan tingkat kualitas yang tergantung
pada skala peta yang digunakan dan menggambarkan informasi sebaran, jenis dan sifat
batuan, umur, stratigrafi, struktur, tektonika, fisiografi dan potensi sumber daya mineral serta
energi yang disajikan dalam bentuk gambar dengan warna, simbol dan corak atau
gabungan ketiganya.
Sedangkan Pengertian Pemetaan Geologi Adalah suatu pekerjaan atau kegiatan
pengumpulan data geologi, baik darat maupun laut, dengan berbagai metoda
Adapun jeni-jenis peta Geologi dan peta lainnya yang berkaitan dengan geologi adalah
sebagi berikut:
 Peta geologi permukaan (surface geological map), adalah peta yang memberikan
berbagai formasi geologi yang langsung terletak di bawah permukaan. Skala peta ini
bervariasi antara 1 : 50.000 dan lebih besar, berguna untuk menentukan lokasi bahan
bangunan, drainase, pencarian air, pembuatan lapangan terbang, maupun pembuatan jalan.
 Peta singkapan (outcrop map), adalah peta yang umumnya berskala besar,
mencantumkan lokasi ditemukannya batuan padat, yang dapat memberikan sejumlah
keterangan dari pemboran beserta sifat batuan dan kondisi strukturalnya. Peta ini digunakan
untuk menentukan lokasi, misalnya material yang berupa pecahan batu, dapat ditemukan
langsung di bawah permukaan.
 Peta ikhtisar geologis, adalah peta yang memberikan informasi langsung berupa
formasi-formasi yang telah tersingkap, mapun ekstrapolasi terhadap beberapa lokasi yang
formasinya masih tertutup oleh lapisan Holosen. Peta ini kadang agak skematis, umumnya
berskala sedang atau kecil, dengan skala 1 : 100.000 atau lebih kecil.
 Peta struktur, adalah peta dengan garis-garis kedalaman yang dikonstruksikan pada
permukaan sebuah lapisan tertentu yang berada di bawah permukaan. Peta ini memiliki
skala sedang hingga besar.

 Peta geologi sistematik adalah peta yang menyajikan data geologi pada peta dasar
topografi atau batimetri dengan nama dan nomor lembar peta yang mengacu pada SK
Ketua Bakosurtanal No. 019.2.2/1/1975 atau SK penggantinya
 Peta geologi tematik adalah peta yang menyajikan informasi geologi dan/atau
potensi sumber daya mineral dan/atau energi untuk tujuan tertentu
 Peta topografi adalah peta ketinggian titik atau kawasan yang dinyatakan dalam
bentuk angka ketinggian atau kontur ketinggian yang diukur terhadap permukaan laut rata-
rata.
 Peta isopach, yaitu peta yang menggambarkan garis-garis yang menghubungkan
titik-titik suatu formasi atau lapisan dengan ketebalan yang sama. Dalam peta ini tidak
ditemukan konfigurasi struktural. Peta ini berskala sedang hingga besar.
 Peta fotogeologi, adalah peta yang dibuat berdasarkan interpretasi foto udara. Peta
fotogeologi harus selalu disesuaikan dengan keadaan yang sesungguhnya di lapangan.
 Peta hidrogeologi, adalah peta yang menunjukkan kondisi airtanah pada daerah
yang dipetakan. Pada peta ini umumnya ditunjukkan formasi yang permeabel dan
impermeabel.
Contoh peta geologi dan beberapa simbol yang digunakan dapat dilihat pada Gambar 1.,
Gambar 2., dan Gambar 3
Peta Geologi dan Pengertian peta Geologi
Published on Selasa, 20 Desember 2011 Leave your thoughts »
Pada umumnya ada beberapa macam bagian peta geologi yang sering digunakan untuk
laporan, baik dalam study kelapangan atau dalam misi untuk mengetahui kandungan
mineral di dalamnya.

Peta geologi memberikan petunjuk tentang susunan lapisan batuan dan pada
umumnya memberikan informasi tentang formasi apa saja yang ada di daerah yang
dipetakan. Dasar untuk peta geologi biasanya adalah peta topografi.
Jadi apa definisi Peta geologi itu sendiri ? Peta geologi adalah bentuk ungkapan data dan
informasi geologi suatu daerah / wilayah / kawasan dengan tingkat kualitas yang tergantung
pada skala peta yang digunakan dan menggambarkan informasi sebaran, jenis dan sifat
batuan, umur, stratigrafi, struktur, tektonika, fisiografi dan potensi sumber daya mineral serta
energi yang disajikan dalam bentuk gambar dengan warna, simbol dan corak atau
gabungan ketiganya.
Sedangkan Pengertian Pemetaan Geologi Adalah suatu pekerjaan atau kegiatan
pengumpulan data geologi, baik darat maupun laut, dengan berbagai metoda
Adapun jeni-jenis peta Geologi dan peta lainnya yang berkaitan dengan geologi adalah
sebagi berikut:
 Peta geologi permukaan (surface geological map), adalah peta yang memberikan
berbagai formasi geologi yang langsung terletak di bawah permukaan. Skala peta ini
bervariasi antara 1 : 50.000 dan lebih besar, berguna untuk menentukan lokasi bahan
bangunan, drainase, pencarian air, pembuatan lapangan terbang, maupun pembuatan jalan.
 Peta singkapan (outcrop map), adalah peta yang umumnya berskala besar,
mencantumkan lokasi ditemukannya batuan padat, yang dapat memberikan sejumlah
keterangan dari pemboran beserta sifat batuan dan kondisi strukturalnya. Peta ini digunakan
untuk menentukan lokasi, misalnya material yang berupa pecahan batu, dapat ditemukan
langsung di bawah permukaan.
 Peta ikhtisar geologis, adalah peta yang memberikan informasi langsung berupa
formasi-formasi yang telah tersingkap, mapun ekstrapolasi terhadap beberapa lokasi yang
formasinya masih tertutup oleh lapisan Holosen. Peta ini kadang agak skematis, umumnya
berskala sedang atau kecil, dengan skala 1 : 100.000 atau lebih kecil.
 Peta struktur, adalah peta dengan garis-garis kedalaman yang dikonstruksikan pada
permukaan sebuah lapisan tertentu yang berada di bawah permukaan. Peta ini memiliki
skala sedang hingga besar.
 Peta geologi sistematik adalah peta yang menyajikan data geologi pada peta dasar
topografi atau batimetri dengan nama dan nomor lembar peta yang mengacu pada SK
Ketua Bakosurtanal No. 019.2.2/1/1975 atau SK penggantinya
 Peta geologi tematik adalah peta yang menyajikan informasi geologi dan/atau
potensi sumber daya mineral dan/atau energi untuk tujuan tertentu
 Peta topografi adalah peta ketinggian titik atau kawasan yang dinyatakan dalam
bentuk angka ketinggian atau kontur ketinggian yang diukur terhadap permukaan laut rata-
rata.
 Peta isopach, yaitu peta yang menggambarkan garis-garis yang menghubungkan
titik-titik suatu formasi atau lapisan dengan ketebalan yang sama. Dalam peta ini tidak
ditemukan konfigurasi struktural. Peta ini berskala sedang hingga besar.
 Peta fotogeologi, adalah peta yang dibuat berdasarkan interpretasi foto udara. Peta
fotogeologi harus selalu disesuaikan dengan keadaan yang sesungguhnya di lapangan.
 Peta hidrogeologi, adalah peta yang menunjukkan kondisi airtanah pada daerah
yang dipetakan. Pada peta ini umumnya ditunjukkan formasi yang permeabel dan
impermeabel.
Contoh peta geologi dan beberapa simbol yang digunakan dapat dilihat pada Gambar 1.,
Gambar 2., dan Gambar 3
Peta Geologi 1

Gambar struktur Geologi di daerah lipatan : Gambar 1


Peta Geologi 2

Gambar 2 : Peta Struktur Geologi dengan Penampang Melintang


Peta Geologi 3

Gambar :3 Simbol -simbol yang sering digunakan dalam Peta Geologi


Dalam membuat peta kita harus memakai skala peta apakah skala peta itu?
Skala peta adalah perbandingan jarak yang tercantum pada peta dengan jarak
sebenarnya yang dinyatakan dengan angka atau garis atau gabungan keduanya, Jangan
lupa menentukan titik koordinat peta, dan selalu teliti karena dalam mebuat peta memang di
butuhkan ketelitian.

http://wahyutriutomo13.blogspot.co.id/2012/12/peta-geologi-dan-pengertian-peta.html

Anda mungkin juga menyukai