Anda di halaman 1dari 8

Kelompok: 03

Anggota kelompok: Endah Nur Endah (10505048)


Gaos Mulyawan (10505050)
Wiwit Kurniasih (10505054)
Liza Gayatri (10505058)
Agustina Berliana (10505060)
Andi M. Rusli (10505062)

Beri contoh asam-asam lemak genap, ganjil, jenuh, tak jenuh, serta asal sumber asam-
asam lemak tersebut.

1. Asam Lemak Jenuh (Saturated Fatty Acid)


Asam lemak jenuh (saturated fatty acids=SFAs) yaitu asam lemak yang
tidak memiliki ikatan rangkap. Salah satu contohnya adalah asam stearat (stearic
acid).

Asam stearat, atau asam oktadekanoat, adalah asam lemak jenuh yang
mudah diperoleh dari lemak hewani serta minyak masak. Wujudnya padat pada
suhu ruang, dengan rumus kimia CH3(CH2)16COOH. Kata stearat berasal dari
bahasa Yunani stear, yang berarti "lemak padat" (Ing. tallow). Asam stearat
diproses dengan memperlakukan lemak hewan dengan air pada suhu dan tekanan
tinggi, mengarah pada hidrolisis trigliserida. Asam ini dapat pula diperoleh dari
hidrogenasi minyak nabati tak jenuh.
Struktur asam stearat adalah
Dalam bidang industri asam stearat dipakai sebagai bahan pembuatan lilin,
sabun, plastik, kosmetika, dan untuk melunakkan karet. Titik lebur asam stearat
69.6°C dan titik didihnya 361°C. Asam stearat mengikuti reaksi asam karboksilat
tak jenuh, reduksi asam stearat menghasilkan stearil alkohol.

Stearic acid

IUPAC
octadecanoic acid
name

Identifiers

CAS
57-11-4
number

PubChem 5281

SMILES CCCCCCCCCCCCCCCCCC(=O)O

Properties

Molecular
C18H36O2
formula

Molar
284.47724
mass

Density 0.847 g/cm3 at 70 °C


Melting
point
69.6 °C

Boiling
point 383 °C

2. Asam Lemak Tak Jenuh (Unsaturated Fatty Acid)


Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acids) adalah asam lemak yang
memiliki ikatan rangkap. Asam lemak tak jenuh ini dibedakan menjadi dua
kelompok besar yaitu Monounsaturated fatty acids (MUFAs), dimana ikatan
rangkapnya hanya satu, dan Polyunsaturated fatty acids (PUFAs) dimana ikatan
rangkapnya lebih dari satu. Salah satu contoh asam lemak tak jenuh adalah asam
arachidonic (Arachidonic acid).
Arachidonic acid (AA) adalah asam lemak omega-6 20:4(ω-6). Asam
lemak ini mirip dengan asam Arachidic jenuh (saturated arachidic acid) yang
ditemukan dalam minyak kacang tanah (peanut oil, L. arachis – peanut).
Dalam struktur kimia, asam arachidonic merupakan asam asam
karboksilat dengan 20 rantai karbon dan 4 ikatan cis rangkap dua, ikatan rangkap
dua pertama terdapt pada karbon keenam dari ujung omega. AA dibuat dalam
jalur sintesis eicosanoid dan menjadi prekursor sementara dari
eicosanoid yang rusak
Eicosanoid synthesis

Asam Arachidonic dibebaskan dari molekul fosfolipid oleh enzim fosfolipase A2


yang membelah precursor asam lemak. Asam lemak Arachidonic adalah precursor dalam
produksi eicosanoids:

 enzim cyclooxygenase dan peroxidase mengarahkan pada Prostaglandin H2, yang


digunakan kembali untuk memproduksi prostaglandins, prostacyclin, dan
thromboxanes.
 enzim 5-lipoxygenase mengarahkan pada 5-HPETE, yang digunakan kembali
pada produksi leukotrienes.
 Asam arachidonic juga digunakan dalam biosintesis anandamide.

Arachidonic acid

IUPAC name all-cis-5,8,11,14-eicosatetraenoic acid

Identifiers

CAS number 506-32-1


SMILES CCCCCC=CCC=CCC=CCC=CCCCC(=O)O

Properties

Molecular
C20H32O2.
formula

Molar mass 304.5 g/mol

Melting point
-49.5 °C

Boiling point
°C (dec.)

3. Asam Lemak Ganjil (Odd Fatty Acid)


Contoh asam lemak ganjil yaitu : propionil CoA, mempunyai 3 rantai karbon

Sintesis

Ada beberapa cara untuk mensintesis senyawa ini seperti:

 Sebagai produk reaksi beta-oxidation dari rantai ganjilasam lemak ganjil, yang
terajadi dalam daging binatang.

 Sebagai produk dari metabolisme dari isoleucine dan valine.

 Merupakan produk dari asam alpha-ketobutirat , dimana dalam siklusnya


merupakan hasil pencernaan dari threonine dan methionine.

Jalur Metabolisme

Pada mamalia, propionil-CoA diubah menjadi (S)-methylmalonil-CoA by propionyl-CoA


carboxylase, sebuah enzim biotin juga memerlukan bikarbonat dan ATP.

Produk ini dikonversi menjadi (R)-methylmalonyl-CoA by methylmalonyl-CoA


racemase.

(R)-Methylmalonyl-CoA dikonversi menjadi succinyl-CoA dengan methylmalonyl-CoA


mutase, dan memerlukan enzim cobalamin untuk mengkatalisis migrasi ikatan karbon
-karbon.
Pengurangan dalam enzim methylmalonyl-CoA mutase menghasilkan methylmalonic
aciduria, penyakit yang berbahaya yang menyebabkan penurunan pH darah.

Diagram diatas menunjukkan produksi dari propionyl-CoA dari asam lemak ganjil dan
konversi kemudian dari propionyl CoA menjadi succinyl CoA, yang dapat dimetabolisme
melalui TCA.

4. Asam Lemak Genap (Even Fatty Acid)


Contoh asam lemak genap :asam sorbat dengan 6 rantai karbon
Asam Sorbat, atau asam 2,4-hexadienoic, merupakan komponen organic yang
digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Senyawa ini memiliki rumus kimia
C6H8O2, dan pertama kali diisolasi dari beri yang belum matang (Sorbus
aucuparia).

Sorbic acid

(2E,4E)-hexa-2,4-
IUPAC name
dienoic acid

Identifiers

CAS number 110-44-1


SMILES CC=CC=CC(O)O

Properties

Molecular
C6H8O2
formula

Molar mass 112.12 g/mol

Melting point
135 °C

Boiling point
228 °C (dec)

Asam Sorbat dan garam-garam mineralnya seperti sodium sorbate,


potassium sorbate dan calcium sorbate, adalah agen anti mikroba yang biasa
digunakan untuk pengawet makanan dan minuman untuk pencegahan
pertumbuhan jamur dan bakteri. Ph optimal dari aktivitas anti microba dibawah
pH 6.5 dan sorbat yang digunakan umumnya memiliki konsentrasi dari 0.025% ke
0.10%. Penambahan asam sorbat pada makanan akan meningkatkan sedikit pH
dari makanan, agar pH dapat disesuaikan untuk memastikan keamanan makanan.
Asam Sorbat dibuat dari crotonaldehyde dan asam malonic dalam
pyridine. Rendemennya dapat dinaikan dengan penambahan garam asam malonat.
Salah satu metode komersialnya melibatkan reaksi keton dengan crotonaldehyde
dalam adanya BF3 dalam ether pada suhu 0°C. Lactone dibawah ini dibentuk
yang kemudian bereaksi dengan asam untuk menghasilkan rendemen 70%.

Sekarang, beberapa modifikasi dilakukan termasuk dengan penggunaan


katalis seperti, zinc, cadmium, metal oxide, dan lain-lain. Katalis ini
menghasilkan tambahan condensation adduct. Setelah mengeluarkan komponen
yang tidak bereaksi dan pelarut didekomposisi dalam media asam atau pirolisis..
Perlakuan dekomposisi asam menghasilkan rendemen yang tinggi dari trans, trans
isomer dari asam sorbic, dimana pyrolysis menghasilkan campuran isomer.
Campuran isomer tersebut dapat dikonversi secara termodinamika dalam bentuk
yang lebih stabil dengan adanya iodine, alkali atau asam sulfuric atau HCl.
Aktivitas inhibitor sorbates dihubungkan dengan molekul asam. Oleh
karena itu aktivitasnya tergantung pada pH sustrat. Batas tertinggi sekitar 6,5 pada
suasana basah dan derajat keaktifannya meningkat dengan menurunya pH
substrat. Jika dibandingkan dengan bahan pengawet lain seperti asam benzoat dan
asam propanoat yang mempunyai batas pH masing-masing 4,5 dan 5,5. hal itu
dapat dilihat bahwa sorbates dapat diaktivasi pada pH yang lebih tinggi.
Mekanisme inhibisi oleh asam sorbat tidak dengan cara elusidasi,
meskipun begitu hasil yang didapat menjadi subjek yang baik dalam suatu
penelitian dan angka hipotesis yang dituju. Sejauh ini belum ada keterangan yang
mengindikdasikan bahwa mikroorganisme dapat bertahan dalam sorbates, seperti
yang terjadi dengan antibiotik. Bagaimanapun, ada suatu variasi dalam
mikroorganisme yang sensitif dari satu genus dan yang lainnya.