Anda di halaman 1dari 10

SOAL-SOAL HITUNGAN GEOGRAFI

1) DENGAN MEMBANDINGKAN 2 TITIK DI PETA DENGAN 2 TITIK DI LAPANGAN/BUMI.


CONTOH: JARAK A-B DI PETA 10 CM, LALU JARAK A-B DI LAPANGAN DIUKUR,
TERNYATA 1000 M. JADI SKALANYA ADALAH 10 CM=1000 M ATAU
10 CM=100.000 CM = 1:10.000

2) MEMBANDINGKANNYA DENGAN PETA LAIN ATAU POTRET UDARA YANG SUDAH


ADA SKALANYA UNTUK KENAMPAKAN YANG SAMA.
CONTOH: JARAK A-B DI PETA Y = 2 CM, TETAPI SKALANYA BELUM ADA. LALU, KITA
BANDINGKAN DENGAN PETA LAIN (PETA Z) YANG BERSKALA 1 : 10.000 DIMANA
JARAK A-B = 9 CM . HITUNGLAH BERAPA SKALA PETA Y !
2 x Y = 9 x 10.000
2 x Y = 90.000
Y = 90.000 : 2 = 45.000
JADI SKALANYA 1 : 45.000

3) DENGAN MEMPERHITUNGKAN SELISIH DERAJAT LINTANG ATAU BUJUR.


KETENTUAN: TIAP 10 = 60 MENIT = 111 KM.
CONTOH: A 400 22’
10 CM
B 400 20’
MISALKAN JARAK A – B PADA PETA = 10 CM, MAKA JARAK SEBENARNYA ADALAH
400 22’ – 400 20’ = 2’. PADAHAL 10 = 60 MENIT = 111 KM.
2
2’ = 60 𝑋 111 KM = 3, 7 KM, BERARTI 10 CM DI PETA SAMA DENGAN 370.000 CM DI
LAPANGAN atau 1 CM = 37.000 CM DI LAPANGAN. JADI SKALANYA 1 : 37.000
1
4) UNTUK PETA TOPOGRAFI DI INDONESIA BERLAKU Ci = 2000 x Penyebut Skala
Ci = KONTUR INTERVAL, ARTINYA JARAK ANTARA KONTUR (GARIS YANG
MENGHUBUNGKAN TITIK-TITIK PADA KETINGGIAN YANG SAMA) YANG SATU DENGAN
KONTUR BERIKUTNYA.
CONTOH:
Ci = 25 m
1
25 = 2000 x PS
PS = 2000 x 25 = 50.000
JADI SKALANYA 1 : 50.000 ATAU JAWABAN SINGKATNYA = 25 X 2000 = 1 : 50.000

5) MENENTUKAN JARAK SEBENARNYA DI LAPANGAN


CONTOH: JARAK A – B DI PETA = 5 CM DENGAN SKALA 1 : 100.000
JADI JARAK SEBENARNYA DI LAPANGAN ADALAH
5 CM X 100.000 CM = 500.000 CM = 5 KM

6. PERHATIKAN DUA ISOBAR BERIKUT INI

1010 mb
A

80 km
1000 mb

DARI DUA ISOBAR TERSEBUT MAKA GRADIENT BAROMETRIK (GB)ANTARA TITIK A DAN
TITIK B ADALAH…………………
GB TITIK A – B = 10 x 111 km x 1 mb = 13, 875 mb
80 km

7. SUHU UDARA BERVOLUME 1 M3 MENGANDUNG UAP AIR SEBANYAK 5 GRAM, DAN PADA
SUHU 21O C MENGANDUNG 18,5 GRAM, MAKA:

KELEMBABAN RELATIF / NISBI = KELEMBABAN MUTLAK x 100 % = ……


KELEMBABAN MAKSIMUM

1
= 5 x 100 % = 27 %
18,5

8. SEBUAH PETA BERSKALA 1 : 100.000. PADA PETA ITU TERDAPAT KOTA A DAN KOTA B
DENGAN JARAK 3 CM.PETA TERSEBUT DIPERBESAR SEHINGGA JARAK KOTA A –B MEN-
JADI 6 CM. BERAPAH SKALA PETA BARU ?

JARAK PETA BARU = PENYEBUT SKALA PETA AWAL x JARAK PADA PETA AWAL =
PENYEBUT SKALA PETA BARU

6 CM = 100.000 x 3 CM
Penyebut Skala Peta Baru
6 CM = 300.000
Penyebut Skala Peta Baru

300.000
PENYEBUT SKALA PETA BARU = =50.000
6
JADI SKALA PETA BARU ADALAH 1 : 50.000

9. SKALA GRAFIK

0 1 2 3 4 5 Cm
0 9 Km

JADI SKALA ANGKA = 5 Cm : 9 Km = 1cm : 1,8 Km = 1 : 180.000

10.
Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
CH 320 270 260 110 90 80 57 40 59 65 90 150

BERAPA RASIO Q = RATA-RATA BULAN KERING


RATA-RATA BULAN BASAH
RATA-RATA BULAN KERING = < 60 mm RATA-RATA BULAN BASAH = > 100 mm BULAN LEMBAB = 60 > 100 mm
BERDASARKAN BESARNYA RASIO Q MAKA TIPE CURAH HUJAN DIGOLONGKAN SEBAGAI BERIKUT :
TIPE A JIKA Q = 0 % - 14,3 %
TIPE B JIKA Q = 14,3 % - 33,3 %
TIPE C JIKA Q = 33,3 % - 60 %
TIPE D JIKA Q = 60 % - 100 %
TIPE E JIKA Q = 100 % - 167 %
TIPE F JIKA Q = 167 % - 300 %
TIPE G JIKA Q = 300 – 700 %
TIPE H JIKA Q = > 700 %

𝟑
JAWAB : X 100 % = 60 % termasuk tipe iklim C
𝟓

11.KEKUATAN INTERAKSI ANTARA DUA WILAYAH ATAU LEBIH DAPAT DIUKUR DENGAN
MEMPERHATIKAN JUMLAH PENDUDUK MASING-MASING WILAYAH DAN JARAK MUTLAK
ANTARA WILAYAH-WILAYAH TERSEBUT,YANG DINYATAKAN DENGAN RUMUS :

𝑃𝐴𝑋𝑃𝐵
I AB = k
( 𝐽 𝐴𝐵 )2

KETERANGAN :

I AB = KEKUATAN INTERAKSI ANTARA WILAYAH A DAN WILAYAH B


K = NILAI KONSTANTA,BIASANYA 1
P A = JUMLAH PENDUDUK WILAYAH A
P B = JUMLAH PENDUDUK WILAYAH B
J AB = JARAK MUTLAK ANTARA WILAYAH A DAN B

CONTOH SOAL :
JARAK KOTA A - B = 60 KM PENDUDUK A = 400 ORANG PENDUDUK B = 90 ORANG

2
DENGAN RUMUS DIPEROLEH NILAI INTERAKSI WILAYAH SBB:

A – B = ( 400 x 90 ) = 10,00
60 2

12. TEORI TITIK HENTI (THE BREAKING POINT THEORY)

𝐽 𝐴𝐵
TH = k =
𝑃𝑏
1+ √
𝑃𝑘

KETERANGAN :

TH = JARAK LOKASI TITIK HENTI, YANG DIUKUR DARI KOTA ATAU WILAYAH YANG
JUMLAH PENDUDUKNYA LEBIH KECIL.
k = NILAI KONSTANTA,BIASANYA 1
J AB = JARAK ANTARA KOTA A DAN B
Pb = JUMLAH PENDUDUK KOTA YANG LEBIH BESAR
Pk = JUMLAH PENDUDUK KOTA YANG LEBIH KECIL

CONTOH SOAL :
SEORANG PENGUSAHA PROPERTI INGIN MENDIRIKAN SEBUAH PUSAT PERBELANJAAN /
MALL DI ANTARA KOTA A DAN B, DIMANA JUMLAH PENDUDUK KOTA A 100.000 JIWA DAN
KOTA B 400.000 JIWA DENGAN JARAK KEDUA KOTA TERSEBUT 30 KM.DI MANAKAH LOKASI
YANG PALING TEPAT UNTUK MENDIRIKAN PUSAT PERBELANJAAN/MALL TERSEBUT ?
JAWAB :

30 30 30 30
TH = = = = = 10 KM ( DARI KOTA A )
400.000 1+ √4 1+2 3
1+ √
100.000

A B
MALL

13. UNTUK MENGETAHUI KEKUATAN INTERAKSI ANTARKOTA DALAM SUATU WILAYAH


DILIHAT DARI JUMLAH JARINGAN JALAN DIGUNAKAN RUMUS INDEKS KONEKTIVITAS
YANG DIKEMUKAKAN OLEH K.J KNSKY,SEBAGAI BERIKUT :

𝑒
β =
𝑣

KETERANGAN :
β = INDEKS KONEKTIVITAS
e = JUMLAH JARINGAN JALAN YANG MENGHUBUNGKAN KOTA-KOTA TERSEBUT
v = JUMLAH KOTA DALAM SUATU WILAYAH

BERDASARKAN GAMBAR DI ATAS.HITUNGLAH INDEKS KONEKTIVIATSNYA !

JAWAB :

6
β= = 1,2
5

= LATIHAN SOAL-SOAL =

1. JARAK A – B DI PETA 20 CM LALU JARAK A – B DI LAPANGAN 4 KM. SKALANYA ?


2. JARAK A – B = 5 CM TIDAK ADA SKALANYA, KEMUDIAN JARAK A – B DI PETA LAIN
10 CM DENGAN SKALA 1: 100.000. JADI SKALANYA ?
3. JARAK A – B DI PETA 10 CM. PERBEDAAN DERAJAT LINTANG A – B = 30’
JADI SKALANYA ?
4. Ci = 30 M. JADI SKALANYA ?

3
5. JARAK A – B 10 CM DENGAN SKALA 1 : 500.000. JADI JARAK SEBENARNYA DI BUMI ?
6. PADA PESAWAT TERBANG DENGAN KETINGGIAN 30.000 M TERPASANG KAMERA
DENGAN PANJANG FOKUS 15 CM. JADI SKALANYA ?
RUMUS: SKALA= F / H
7. STASIUN PENCATAT GEMPA A MENCATAT GELOMBANG PRIMER (P) SUATU GEMPA
PK. 20.15.15 DAN GELOMBANG SEKUNDER (S) PK. 20.20.30.
JADI JARAK EPISENTRUM GEMPA DARI STASIUN A ?
RUMUS: JE (JARAK EPISENTRUM) ={(S-P) -1’}1000 Km

8. JARAK TITIK A – B DI PETA 20 CM KEMUDIAN JARAK TITIK A – B DI LAPANGAN 10 KM. BERAPA


SKALANYA:

A. 1 : 200.000 B. 1 : 500.000 C. 1 : 250.000 D. 1 : 100.000 E. 1 : 50.000

9. JARAK TITIK A – B DI PETA X = 10 CM TANPA SKALA.KEMUDIAN JARAK A – B DI PETA Y = 30 CM


DENGAN SKALA 1 : 200.000. BERAPA SKALA PETA X ?

A. 1 : 100.000 B. 1 : 200.000 C. 1 : 300.000 D. 1 : 600.000 E. 1 : 6.000.000

10. JARAK DI PETA 10 CM. PERBEDAAN DERAJAT LINTANG 1 0. BERAPA SKALANYA ?

A. 1 : 100.000 B. 1 : 111.000 C. 1 : 11.100.000 D. 1.110.000 E. 1 : 111

11.CONTUR INTERVAL (Ci )SEBUAH DARATAN = 40 M. BERAPA SKALANYA ?

A. 1 : 2000 B. 1 : 40.000 C. 1 : 8.000 D. 1 : 80.000 E. 1 : 800.000

12. JARAK TITIK A – B DI PETA = 10 CM DENGAN SKALA 1 : 500.000. BERAPA JARAK YANG SEBENARNYA ?

A. 5 KM B. 50 KM C. 10 KM D. 100 KM E. 500 KM

13.PESAWAT DENGAN KETINGGIAN TERBANG 60.000 M TERPASANG KAMERA DGN PANJANG FOKUS 20 CM
BERAPA SKALANYA ?

A. 1 : 600.000 B. 1 : 60.000 C. 1 : 6000 D. 1 : 30.000 E. 1 : 300.000

14.STASIUN PENCATAT GEMPA X MENCATAT GELOMBANG PRIMER PK. 20.20.’20” DAN GELOMBANG
SEKUNDER 20. 26’.50”

A. 550 KM B. 5.500 KM C. 6.500 KM D. 55.000 KM E. 65.000 KM

15. PADA TAHUN 2000 PENDUDUK NEGARA AMARTA TERCATAT 150.000.000 JIWA. TINGKAT PERTUMBUHAN
PENDUDUK 1, 5% PERTAHUN. BERAPAKAH JUMLAH PENDUDUKNYA PADA TAHUN 2005 ?

A. 116.595.000 B. 161.500.000 C. 161.595.000 D. 160.000.000 E. 165.000.000

16. JUMLAH KELAHIRAN PENDUDUK P. JAWA TAHUN 2000 = 60.000 JIWA DAN JUMLAH KEMATIAN = 30.000 JIWA
DIKETAHUI PULA JUMLAH PENDATANG (IMIGRASI)100.000 JIWA YANG PINDAH (EMIGRASI) 10.000 JIWA
BERAPA PERSEN ( % ) PERTUMBUHAN PENDUDUKNYA PERTAHUN APABILA JUMLAH PENDUDUK P. JAWA
20.000.000 JIWA

A. 0, 9 % B. 0, 8 % C. 0, 7 % D. 0, 6 % E. 0, 5 %

17. BERAPA ANGKA KETERGANTUNGAN ( DEPENDENCY RATIO / DR ) JIKA DIKETAHUI :


- KELOMPOK USIA MUDA= 75.000 JIWA ( USIA NON PRODUKTIF )
- KELOMPOK USIA DEWASA = 95.000 JIWA ( USIA NON PRODUKTIF )
- KELOMPOK USIA TUA = 5000 JIWA ( USIA PRODUKTIF )

𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑈𝑆𝐼𝐴 𝑁𝑂𝑁 𝑃𝑅𝑂𝐷𝑈𝐾𝑇𝐼𝐹


- RUMUS : DR = 𝑋 100
𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑈𝑆𝐼𝐴 𝑃𝑅𝑂𝐷𝑈𝐾𝑇𝐼𝐹

A. 74 B. 84 C. 84, 2 D. 85 E. 94,2

18.SUHU UDARA BERVOLUME 1 M3 MENGANDUNG UAP AIR SEBANYAK 10 GRAM DAN PADA SUHU 25 0 C
MENGANDUNG 20 GRAM. BERAPA PERSEN KELEMBABAN NISBINYA ?

A. 10 % B. 20 % C. 30 % D. 40 % E. 50 %

19.JARAK KOTA A – B = 70 KM PENDUDUK KOTA A = 500 JIWA PENDUDUK KOTA B = 200 JIWA
BERAPA NILAI KEKUATAN INTERAKSI ANTARA KEDUA KOTA TERSEBUT ?

A. 20,00 B. 20, 40 C. 70,00 D. 70,40 E. 50,20

4
20.SEBUAH PETA BERSKALA 1 : 200.000. PADA PETA TERSEBUT TERDAPAT KOTA A DAN B DENGAN JARAK
4 CM. PETA TERSEBUT DIPERBESAR SEHINGGA JARAK KOTA A – B MENJADI 8 CM. BERAPA SKALA PETA
BARU ?

A. 1 : 400.000 B. 1 : 800.000 C. 1 : 50.000 D. 1 : 100.000 E. 1 : 500.000

21.JARAK KOTA A – B = 90 KM DENGAN PERBEDAAN GRADIEN 10 mb. BERAPA GRADIEN BAROMETRIKNYA?

A. 14,333 mb B. 13,333 mb C. 12,333 mb D. 11,333 mb E. 10,333 mb

22. DI BAWAH INI ADALAH TABEL CURAH HUJAN DI DESA CINTAWANA SELAMA SETAHUN.BERDASARKAN
DATA TABEL TERSEBUT DESA CINTAWANA TERMASUK TIPE IKLIM………

Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
ch 320 270 260 110 90 80 57 40 59 65 110 150

A. TIPE A B. TIPE B C. TIPE C D. TIPE D E. TIPE E

23. SUHU UDARA DI DAERAH A PADA KETINGGIAN 500 M ADALAH 25 C.BERAPAKAH SUHU UDARA PADA
DAERAH B PADA KETINGGIAN 2500 M ?

24. SUHU UDARA PADA DAERAH C DENGAN KETINGGIAN 3000 M ADALAH 5 C. BERAPAKAH SUHU PADA
DAERAH D DENGAN KETINGGIAN 1000 M ?

25. KOTA A BERJUMLAH 25.000 JIWA DAN KOTA B 40.000 JIWA.HITUNGLAH KEKUATAN INTERAKSI KEDUA
KOTA TERSEBUT !

26. SEORANG PENGUSAHA PROPERTI INGIN MENDIRIKAN SEBUAH LEMBAGA KURSUS KETERAMPILAN DI
ANTARA KOTA A DAN B, DIMANA JUMLAH PENDUDUK KOTA A 100.000 JIWA DAN KOTA B 900.000 JIWA
DENGAN JARAK KEDUA KOTA TERSEBUT 60 KM.DI MANAKAH LOKASI YANG PALING TEPAT UNTUK
MENDIRIKAN LEMBAGA KURSUS KETERAMPILAN TERSEBUT ?

27. SEBUAH KABUPATEN DENGAN JUMLAH KOTA SEBANYAK 10 DIHUBUNGKAN DENGAN JARINGAN JALAN
SEBANYAK 25 JARINGAN JALAN.HITUNGLAH INDEKS KONEKTIVITAS KABUPATEN TERSEBUT !

28. PADA TAHUN 2010 JUMLAH PENDUDUK WILAYAH A 200.000 JIWA DENGAN TINGKAT PERTUMBUHAN
PENDUDUK 2 % SETAHUN. PADA TAHUN BERAPAKAH PENDUDUK WILAYAH A BERTAMBAH DUA KALI LIPAT ?

RUMUS ;

70
DT = X i tahun
𝑅

DT = DOUBLE TIME (WAKTU LIPAT DUA)


70 = KONSTANTA
R = TINGKAT PERTUMBUHAN PENDUDUK
i tahun = 1

29. PADA TAHUN 2010 JUMLAH PENDUDUK WILAYAH A 200.000 JIWA DENGAN JUMLAH KELAHIRAN 4.000 JIWA
DAN JUMLAH KEMATIAN 2.000 JIWA.BERAPAKAH ANGKA KELAHIRANNYA DAN ANGKA KEMATIANNYA !

𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝐾𝐸𝐿𝐴𝐻𝐼𝑅𝐴𝑁 (𝐵) 𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝐾𝐸𝑀𝐴𝑇𝐼𝐴𝑁 (𝐷)


CBR = X 1.000 CDR = = X 1.000
𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑃𝐸𝑁𝐷𝑈𝐷𝑈𝐾 (𝑃) 𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑃𝐸𝑁𝐷𝑈𝐷𝑈𝐾 (𝑃)

30. PADA TAHUN 2010 JUMLAH PENDUDUK LAKI-LAKI DI DESA HAURGEULIS 100.000 JIWA DAN JUMLAH
PENDUDUK WANITA 110.000 JIWA. HITUNGLAH RASIO JENIS KELAMIN (SEX RATIO)
𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑃𝐸𝑁𝐷𝑈𝐷𝑈𝐾 𝐿𝐴𝐾𝐼−𝐿𝐴𝐾𝐼
SR = 𝑋 100
𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑃𝐸𝑁𝐷𝑈𝐷𝑈𝐾 𝑃𝐸𝑅𝐸𝑀𝑃𝑈𝐴𝑁

RUMUS : SKALA KONTUR, KONTUR INTERVAL, DAN KEMIRINGAN LERENG

Kontur adalah garis yang menunjukkan ketinggian yang sama,


Garis kontur biasanya terdapat pada peta topografi.

Ciri-ciri kontur:

5
1. tidak berpotongan
2. satu garis menunjjukan satu ketinggian
3. garis kontur rapat = lereng terjal/curam
4. garis kontur renggang = lereng landai
5. angak kontur menunjukkan interval (CI)
6. angka kontur dalam satuan meter
7. lereng terjal cocok untuk wilayah konservasi/hutan dan PLTA
8. lereng landai cocok untuk wilayah pemukiman, pertanian, dan jalur pendakian

Mencari skala peta dari garis kontur


Rumus:
Skala = CI x 2000 m
CI adalah kontur interval / beda tinggi yang didapat dari pengurangan angka ketinggian kontur di garis atas
dikurangi angka ketinggian kontur di garis yangbawahnya.

Contoh:
Diketahui dari sebuah peta, selisih garis antar kontur adalah 100 meter. Berapa skala peta tersebut?
a. 1 : 100.000
b. 1 : 150.000
c. 1 : 200.000
d. 1 : 250.000
e. 1 : 300.000

Jawab:
CI = 100 meter
Skala = CI x 2000 m
= 100 m x 2000 m
= 200.000

Jadi skala peta tersebut adalah 1:200.000

Mencari kontur interval/beda tinggi (CI)


Rumus:
CI = 1/2000 x skala
Contoh:
Diketahui skala peta topografi adalah 1:100.000. Berapa beda tinggi antar kontur dalam peta tersebut?

a. 5 meter
b. 50 meter
c. 55 meter
d. 500 meter
e. 555 meter

Jawab:
CI = 1/2000 x skala
= 1/2000 x 100.000
= 50
Jadi, beda tinggi antar kontur dalam peta tersebut adalah 50 meter

Mencari tinggi kontur pada titik tertentu


Rumus:
J1/J2 x CI
BC/AC x CI

6
J1 =jarak B-C pada peta
J2 =jarak A-C pada peta
CI =kontur interval/beda tinggi

Contoh:
Jarak antara kontur A ke kontur B pada peta adalah 5 cm, sedangkan jarak antara kontur B ke kontur C
adalah 3 cm. Titik kontur A berketinggian 50 meter dan titik kontur C berketinggian 25 meter. Skala peta
adalah 1:50.000. Berapa ketinggian kontur B pada peta tersebut?

a. 34,4 meter
b. 35,4 meter
c. 36,4 meter 77 75m
d. 37,4 meter A 50 m
e. 38,4 meter
B ?
Jawab: 25 m
Rumus: C
J1/J2 x CI
BC/AC x CI
Kx = ketinggian kontur yang dicari

Cari dahulu kontur intervalnya (CI)


CI = 1/2000 x skala
= 1/2000 x 50.000
= 25 meter

J1= B-C = 3 cm (jarakdi peta)


J2 = A-C = (B-C) + (A-B) = 3 + 5 = 8 cm (jarak di peta)

I. Jarak BC di lapangan = J1/J2 x CI


= 3/8 x 25 meter
=75/8 x 25 meter
= 9,375 meter
= 9,4 meter
II. Jadi Kx = 25 meter + 9,4 meter = 34, 4 meter

Jadi, ketinggian titik B pada peta tersebut adalah 34,4 meter

Mencari beda tinggi dalam satuan persen (%)

Rumus:
Kemiringan lereng = Beda tinggi/jarak x 100 %
Contoh;
Diketahui titik kontur X berketinggian 225 meter dan titik Y berketinggiann 125 meter. Jarak antara X-Y
pada peta dengan skala 1:50.000 adalah 4 cm. Berapa persen kemiringan lereng X-Y?

a. 25 %
b. 20 %
c. 15 %
d. 10 %
e. 5 %

Jawab:

Rumus: Beda Tinggi/jarak x 100 %

Beda tinggi X-Y = 225 - 125 meter


= 100 meter
= 10.000 cm

7
Jarak X-Y pada peta 4 cm
Jarak sebenarnya= jarak x skala
= 4 x 50.000
= 200.000 cm

Kemiringan Lereng X-Y adalah


= Beda tinggi / jarak x 100 %
= 10.000/200.000 x 100 %
= 5%
Jadi, kemiringan lereng X-Y adalah 5 %

Mencari beda tinggi dalam satuan derajat


Rumus:
Kemiringan lereng = Beda tinggi/jarak x 1 derajat
Contoh soal sama seperti di atas. Hanya saja satuan persen (%) diganti dengan satuan derajat.
d. Pengaruh Ketinggian Tempat terhadap Suhu Udara
Dapat kamu bayangkan saat kamu pergi ke pegunungan kemudian ke pantai, pasti akan kamu rasakan adanya
perbedaan suhu. Berdasarkan gradien geothermis, suhu memang akan berubah seiring dengan perubahan
ketinggian tempat. Perubahan suhu udara berdasarkan perbedaan ketinggian ini dapat dihitung dengan rumus
Mock berikut :

T = 0,006 (x1 – x2 ) . 1° C

Keterangan :
T = Selisih suhu udara antara lokasi 1 dengan lokasi 2 (°C).
x1= Tinggi tempat yang diketahui suhu udaranya (m).
x2= Tinggi tempat yang dicari suhu udaranya (m).

Jika selisih suhu udara ( T) tandanya negatif untuk mengetahui suhu


udara yang dicari, suhu udara yang telah diketahui dikurangi dengan T.
Jika T tandanya positif untuk memperoleh nilai suhu udara yang kamu
cari, suhu udara yang telah diketahui dijumlahkan dengan nilai T.

Contoh:
Kota A memiliki ketinggian 5 m di atas permukaan air laut. Rata-rata
suhu udara kota A 28°C. Berapakah rata-rata suhu udara kota B yang memiliki ketinggian 215 m di atas
permukaan laut (dpl)?
Penyelesaian:
Diketahui:Ketinggian kota A = 5 m dpl.
Ketinggian kota B = 215 m dpl.
Rata-rata suhu udara kota A = 28° C
Ditanyakan: Rata-rata suhu udara kota B?
Jawaban:
T = 0,006 (X1 – X2) × 1° C
= 0,006 (5 – 215) × 1° C
= –1,2
Jadi, suhu udara kota B adalah 28° C – 1,2° C = 26,8° C.
Dengan perhitungan menggunakan rumus Mock di atas dapat disimpulkan bahwa setiap kenaikan 100 meter
ke arah puncak gunung, suhu udaranya akan turun sebesar 0,6°C.

“ SELAMAT MENGERJAKAN “
By : Drs. Iyan Sugianto

8
9
10