Anda di halaman 1dari 4

1.

Tes kelincahan

Untuk mendapatkan kelincahan yang baik, perlu dilakukan bentuk-bentuk

latihan yang mengandung perubahan arah dengan cepat, yaitu dilakukan

dengan shuttle run test. Suharno HP (1985 : 28) mendefinisikan kelincahan

adalah kemampuan dari seseorang untuk merubah posisi dan arah secepat

mungkin sesuai dengan situasi yang dihadapi.

Tes dan pengukuran kelincahan shuttle run menurut Widiastuti, adalah Untuk

mengukur kelincahan seseorang dalam mengubah arah dan posisi

(http://pecintahockey.blogspot.com/2012/06/tes-dan-pengukuran

olahraga.html.)

Cara pelaksanaannya yaitu:

1. Pada aba – aba “ bersedia” setiap testee berdiri di belakang garis atau garis

pertama di tengah lintasan.

2. Pada aba-aba “siap” testee dengan start berdiri dan siap lari.

3. Dengan aba-aba “ya” testee segera lari menuju garis kedua dan setelah

melewati kedua garis kedua segera berbalik menuju garis start

4. Lari dari garis start atau garis pertama menuju ke garis finis dan kembali ke

garis start di hitung 1 kali.

5. Pelaksanaan lari dilakukan sampai ke dua kalinya bolak – balik sehingga

menempuh jarak 20 meter.


Alat dan fasillitas

1. Stopwacth sesuai kebutuhannya

2. Lintasan lari datar, dengan jarak 5 meter dengan lebar lintasan 1,22 meter.

3. Pelaksanaan lari dilakukan sampai ke dua kalinya bolak – balik sehingga

menempuh jarak 20 meter.

(http://iimzizah.wordpress.com/2009/11/25/sarana-dan-prasarana-dalam

olahraga-senam-lantai/)

Tabel 3.1

Norma tes shuttle run

Shttle run Shuttle run


Skor Kriteria
Putra/ detik putri/ detik
5 <15,5 Sempurna <16,7
4 16 – 15,6 Baik sekali 17,4-16,8
3 16,6-16,1 Baik 18,2-17,5
2 17,1-17,6 Cukup 18,9– 18,3
1 17,7-17,2 Kurang 19,6 -19,0

Sumber, Widiastuti (http://pecintahockey.blogspot.com/2012/06/tes-dan-


pengukuran olahraga.html.)

2. Tes keterampilan

Setelah melakukan tes kelincahan, selanjutnya dilakukan tes keterampilan.

Tujuan diadakannya tes ini adalah untuk mengukur kecakapan dan juga

kemampuan siswa dalam melakukan keterampilan round off. Cara melakukan

Berdiri tegak, kedua kaki rapat, kedua tangan lurus disamping badan, dan

pandangan lurus kedepan. Ayunkan kedua tangan keatas sejajar bahu lurus

kedepan serong keatas, salah satu kaki dilangkahkan kedepan. Bersamaan


dengan meletakkan kedua tangan pada matras sejajar bahu, lecutkan kaki

kekanan lurus keatas sehingga tubuh vertikal. Dan kemudian lakukan

putaran tubuh sehingga menghadap pada sikap awal melakukan gerakan.

Setelah melecutkan kaki berusaha turun dengan keadaan seimbang dengan

posisi badan agak jongkok. Setelah turun dengan jongkok kemudian

berdiri sempurna menghadap ke arah permulaan tadi.

Tabel 3.2

Rubrik penilaian keterampilan round off

Keterampilan Komponen
Indikator Skor Nilai
Senam Gerakan
- Sikap badan 0,5
Awalan
Round off - langkah awalan 0,5
- Tumpuan tangan serempak 1
- Tolakan/lemparan kaki 1
- Posisi tubuh saat tangan 1
Gerakan inti
bertnpu
- Posisi kedua kaki tertutup 1
saat tuampu
- Kedua kaki bertumpu 2
serempak
Pendaratan
- Kedua tangan disamping 1
badan
Sikap akhir - Berdiri tegak kaki 0,5
- Gerakan dilakukan dengan 1
mulus,luwes/rapi 0,5
Estetika
- Dilakukan dengan percaya
diri dan berani
Jumlah 10

Sumber, Tono Sugihartono (rubrik penilaian dalam senam lantai


)
Tabel 3.3

Norma Penilaian Round Off

Skor Norma

9,1 – 10 Baik sekali


8,1 – 9,0 Baik
7,1 – 8,0 Cukup
6,1 – 7,0 Kurang
< 6,0 Kurang sekalli

Sumber, Tono Sugihartono (rubrik penilaian dalam senam lantai


)