Anda di halaman 1dari 36

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirobbil ‘alamiin, akhirnya saya


dapat menyelesaikan penulisan ebook singkat ini.
Ebook ini saya persembahkan terkhusus untuk
semua sahabat-sabahat yang sangat haus akan
pengetahuan dan pemahaman tentang riba.

Sudah banyak saya berbicara tentang riba


dan berbagai macam marabahayanya. Dan tentunya
sudah banyak dari sahabat semua yang sudah
benar-benar sadar bahwa riba adalah sebuah hal
yang wajib untuk ditinggalkan, karena ancamanya
yang luar biasa, yakni masuk kedalam neraka dan
kekal selamanya didalamnya.

Namun demikian, ternyata, saat ini, banyak


sekali sahabat-sahabat yang belum benar-benar
mengenali riba dengan baik. Sehingga, tanpa sadar,
banyak masyarakat yang akhirnya jatuh kedalam
kubangan riba tanpa mereka menyadari bahwa apa
yang dilakukannya ini termasuk perbuatan riba.

Dalam kesempatan ini, saya khusus menulis


tentang jenis-jenis praktek riba yang terjadi
dilingkungan masyarakat kita.

Harapan saya, hadiah kecil ini akan bisa


bermanfaat untuk sahabat-sahabatku semua
khususnya juga untuk umat islam diseluruh
Indonesia.

Adanya kekurangan disana-sini, tentu ini


adalah karena keterbatasan pengetahuan,
kedangkalan ilmu, dan kurang bersihnya hati saya
didalam meluruskan niat dalam menulis ebook
singkat ini.

Kritik dan saran selalu saya harapkan dari


sahabat, guru, ustadz, kyai, yang tentunya memiliki
keluasan ilmu yang jauh melampaui pribadi saya.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


LATAR BELAKANG PENULISAN BUKU

“JERAT RIBA DISEKITAR KITA”

Sebagai umat islam, kita memiliki kewajiban


didalam beribadah kepada Alloh SWT, dengan cara
menjalankan segala perintahNYA dan menjauhi
segala laranganNYA. Dengan cara inilah, maka kita
dapat disebut sebagai manusia yang bertaqwa
kepada Alloh.

Didalam ajaran Islam, ada banyak sekali


perintah dan larangan yang harus kita taati. Dan
Alloh selalu memberikan Reward & Punishment,
hadiah dan hukuman agar mentaati segala macam
perintah dan larangannya.

Pada kesempatan ini, saya akan membahas


khusus tentang riba dan bermacam bentuknya yang
seringkali terjadi dilingkungan masyarakat Indonesia.

Kenapa ini penting menurut saya? Karena


ternyata, banyak sekali masyarakat yang tidak
memahami bentuk-bentuk riil dari praktek riba yang
menyengsarakan itu, sehingga tanpa sadar, mereka
telah melakukan berbagai macam transaksi riba.

‫ الربا ثالثة و سبعون بابا‬: ‫ عن النبي صلى هللا عليه و سلم قال‬: ‫عن عبد هللا‬
‫أيسرها مثل أن ينكح الرجل أمه‬

Dari Abdullah bin Mas’ud, Nabi bersabda, “Riba itu


memiliki 73 pintu. Dosa riba yang paling ringan itu
semisal dosa menyetubuhi ibu sendiri” [HR Hakim no
2259, shahih].

Didalam hadits dikatakan bahwa riba


memiliki 73 pintu. Ini menunjukkan bahwa riba akan
menyerupai berbagai macam bentuk, sehingga
karena begitu banyak jenisnya, begitu lembut, halus
dan samar, sampai-sampai akan banyak orang yang
tidak tahu bahwa apa yang dilakukannya sekarang
sebenarnya adalah riba.

Dalam kesempatan ini, saya akan


membahas riba secara lebih ringkas dan padat,
dengan tujuan sahabat dapat mendapatkan
pengetahuan secara praktis sehingga akan
memudahkan didalam memahami dan juga
menyampaikan apa yang saya tulis dalam buku ini.

Sahabat, secara bahasa riba berarti


tambahan. Tambahan apa yang dimaksud didalam
hukum syara’?

Banyak sekali orang yang tidak memahami


sebenarnya, apa itu riba. Sehingga sudah banyak
peringatan yang datang, sudah banyak yang dibaca
tentang riba, tapi tetap saja tidak bisa dipahami oleh
orang awam.

Bahkan, tidak sedikit didalam suatu forum


ustadz atau kyai, ketika mendiskusikan masalah riba,
banyak dari ustadz atau kyai tersebut memaknai riba
dengan demikian sederhana, dan akhirnya mereka
malah ikut terjerat riba tanpa mereka menyadari.

Mari kita langsung saja membahas berbagai


macam riba yang umum, terjadi dilingkungan
masyarakat kita.
MACAM-MACAM PRAKTEK RIBA

1. Bunga Bank
Ini adalah bentuk riba yang paling banyak
dipahami oleh masyarakat. Sudah banyak yang
tahu bahwa bunga bank dari tabungan yang kita
simpan itu merupakan riba.

Jadi, ketika anda menabung, dan anda


mendapatkan bunga sekian persen dari jumlah
tabungan yang tersimpan, maka ini adalah riba.

Bagaimana dengan pinjaman?


Pinjaman yang berbunga juga merupakan
transaksi riba yang diancam dengan dosa besar.
Baik pinjaman berbunga ini diberikan dengan
oleh lembaga keuangan maupun oleh pribadi, jika
jumlah yang dipinjam dengan jumlah
pengembalian itu berbeda, maka itu adalah riba.

Macam-macam produk riba dari perbankan


diantaranya:
- Tabungan bank yang berbunga
- Depsosito yang berbunga
- Kartu Kredit
- Kredit usaha/konsumtif yang berbunga
- Simpanan emas di bank dengan harga
simpan disesuaikan dengan yang disimpan,
Gadai Emas,

Adapun produk perbankan yang termasuk boleh kita


nikmati diantaranya:

- Menabung dengan tanpa bunga


- Tarik tunai melalui ATM
- Menggunakan fasilitas kartu Debet
- Transfer uang
- Bayar listrik, telepon, dan internet
- Beli pulsa
- Beli tiket kereta/pesawat
- Dan semua jenis jual beli yang sesuai syariat.
2. Denda Materi
Sudah menjadi hal yang umum pula, jika kita
membeli suatu produk dengan cara kredit, maka
jika terjadi keterlambatan, kita akan dikenakan
denda.

Dengan yang diterapkan oleh perorangan


maupun lembaga ini, sebenarnya adalah bentuk
dari riba.

Mengapa? Karena dari harga yang sudah


disepakati, terjadi penambahan harga karena
sebab denda.

Tidak hanya didalam jual beli, denda juga sering


diterapkan dalam pinjaman ketika telat angsur/
bayar. Diterapkan juga pada pembayaran-
pembayaran tertentu yang karena telat, lalu kita
dikenakan denda.

Bahkan ketika kita telat bayar listrik, telat bayar


internet, dan telat-telat yang lain, maka kita
sebenarnya juga sedang kena riba. Tetapi karena
misal sudah terlanjur, dan hal ini tidak bisa kita
elak, maka bertaubat saja pada Alloh, semoga
memaafkan riba yang semacam ini.

Jadi, denda adalah bentuk lain dari riba jika hal


tersebut merubah dari nilai yang sudah
disepakati.

3. Dobel Akad / Dua Harga


Saya akan memberikan anda contoh sederhana,
bagaimana transaksi yang dobel akad ini.

Misal saja, saya menjual sebuah sepeda kepada


A. Sepeda ini saya jual dengan harga Rp. 500
ribu, dan saya berikan tempo selama 1 bulan
untuk membayar lunas sepeda tersebut.

Tetapi, jika dalam 1 bulan tidak lunas, maka saya


akan memberikan lagi tempo 1 bulan lagi. Tetapi
harganya jadi Rp. 550 ribu.
Nah, jenis transaksi semacam ini adalah
transaksi riba.

Yang diperbolehkan adalah sbb:


Saya menawarkan kepada si A, bahwa saya mau
menjual sepeda. Harganya jika dibayar
CASH/TUNAI adalah Rp. 500 ribu.

Tetapi, jika dibayar kredit selama 2 bulan, maka


saya menjual dengan harga Rp. 550 ribu.

Sampai disini, apakah sudah terjadi AKAD JUAL


BELI? Ternyata BELUM. Disini yang terjadi masih
penawaran harga. Masih negosiasi.

Apakah penawaran seperti diatas tidak termasuk


2 HARGA dalam 1 TRANSAKSI? Jawabannya
BUKAN.

Jika masih dalam ranah penawaran, anda mau


menawarkan dengan sebanyak apapun
harganya, maka boleh-boleh saja.
Sebagai contoh, jika beli 1 harganya Rp. 2.000,-.
Jika beli minimal 10 maka masing@ harganya
Rp. 1.500,-. Maka boleh.

Contoh lagi, jika yang beli orang baru harganya


Rp. 5.000,- tetapi jika sudah langanan harganya
Rp. 4.500,-

Ini semua bukanlah bentuk dari 2 harga dalam 1


transaksi.

Lalu, apa yang dimaksud 2 harga? Yang disebut


harga adalah ketika si penjual dan si pembeli
telah sepakat dengan suatu harga dengan
nominal tertentu, maka itulah harga.

Sebagai contoh adalah penjualan sepeda


tersebut, saya menawarkan harga cash Rp. 500
ribu dan kalau dikredit Rp. 550 ribu, lalu si A mau
membeli dengan cara kredit saja. Sehingga, disini
terjadilah KESEPAKATAN bahwa harga sepeda
ini adalah Rp. 550 ribu dan dibayar kredit selama
2 bulan.

Karena sudah disepakati, maka andai saja


ternyata si A telat bayar dan baru bisa melunasi
selama 6 bulan, maka si A tetap saja hanya
membayar Rp. 550 ribu tanpa ada tambahan
apapun dengan istilah apapun. Inilah transaksi
syariah.

Kalau masih ada istilah bunga berjalan atau


denda, maka jadinya riba.

4. Dobel Transaksi Jual Beli


Ini adalah hal yang sering terjadi di lembaga
leasing kendaraan bermotor.

Langsung dengan contoh saja.


Pembeli datang ke dealer, lalu memutuskan
untuk membeli sepeda motor dengan cara kredit.
Maka si pembeli membayar DP kepada dealer.
Disini, terjadilah transaksi pertama, yaitu
transaksi jual beli antara pembeli dan dealer
(Transaksi 1).

Karena mau kredit, maka dealer menghubungi


pihak leasing. Lalu pihak leasing melunasi sisa
pembayaran kepada dealer. (Transaksi 2).

Setelah itu, Pembeli akan membayar angsuran


motornya kepada leasing dengan ketentuan
harga yang sudah ditentukan oleh leasing
(Transaksi 3)

Disinilah terjadinya dobel transaksi dan ini adalah


termasuk dari keharaman riba.

5. Sewa Beli
Perjanjian sewa beli termasuk traksaksi yang
ribawi. Apa yang dimaksud dengan perjanjian
sewa beli? Pernahkan anda sendiri mengalami?
Ternyata sewa beli ini adalah transaksi yang
banyak terjadi disekitar kita.

Apa itu perjanjian sewa beli?


Yaitu perjanjian, jual beli secara kredit, dengan
jangka waktu tertentu, dan selama jangka
waktunya selesai serta pembayarannya tuntas,
maka masih dianggap sewa,dan jika
pembayarannya tuntas, baru barang bisa dimiliki.

Hal ini sering dipraktekkan oleh lembaga leasing


kendaraan bermotor, seperti sepeda motor dan
mobil.

Transaksi yang mereka lakukan adalah transaksi


sewa beli. Jadi ketika anda membeli motor
melalui leasing, maka selama belum lunas anda
hanya dianggap menyewa, dan motor boleh jadi
milik anda jika sudah dilunasi.

Maka banyak terjadi, ketika angsuran macat, tiba-


tiba motor ditarik paksa oleh leasing, tanpa ada
kompensasi serupiahpun, padahal anda sudah
membayar DP dan angsuran sekian rupiah.
Kenapa? Karena anda cuma dianggap SEWA!

Transaksi semacam ini adalah transaksi yang


terlarang karena termasuk riba.

6. Gadai Barang Riba


Ini banyak terjadi juga di masyarakat kita. Saya
akan berikan contoh kasusnya.

Kasus 1:
Si A butuh uang untuk keperluan anaknya masuk
sekolah, tetapi si A tidak memiliki uang. Dan si A
hanya memiliki sawah.

Maka datanglah si A kepada si B, untuk


meminjam uang sebesar Rp. 2 juta. Sebagai
bentuk jaminan, maka si A menggadaikan
sawahnya kepada si B.
Selama utang tersebut belum dilunasi oleh si A,
maka si B bisa menggarap sawah tersebut dan
menikmati hasil panen dari sawah itu.

Ini adalah bentuk riba yang dilarang. Kenapa?


Karena terjadi penambahan karena utang piutang
tersebut.

Betul si A nanti akan mengembalikan kepada si B


dengan jumlah tetap sebesar Rp. 2 juta, tetapi,
terjadi penambahannya adalah karena sawah
digarap oleh si B dan si B menikmati hasil panen
karena sebab memberikan pinjaman kepada si A.
Disinilah ribanya.

Lalu, siapa yang boleh menggarap sawah? Si A


boleh menggarap sawah dengan ijin si B. Dan si
B sama sekali dilarang untuk menggarap sawah
karena nanti menjadi tambahan atau riba.
Kasus ke 2:
Si A sedang membutuhkan uang, dan dia hanya
punya sepeda motor. Kalau dijual masih sayang
karena sepeda motornya masih sangat
diperlukan, dan sementara kebutuhan uangnya
hanya sedikit.

Maka si A akhirnya menggadaikan motornya


pada si B, sebesar Rp. 2 juta. Setelah itu, motor
diserahkan kepada si B, dan selama utang belum
lunas, maka motor dipakai oleh si B.

Ini adalah bentuk gadai yang terlarang. Karena


seharusnya si B tidak boleh menggunakan motor
tersebut. Kalau menyimpan motor tersebut maka
boleh, yang tidak boleh adalah mengambil
manfaat dari motor tersebut.

Lalu siapa yang boleh menggunakan motor


tersebut? Karena kalau cuma disimpan tentunya
sayang sekali.
Yang boleh menggunakan adalah si A tetapi
harus memenuhi syarat sbb:
- Si A boleh memakai dengan seijin dari si B
- Si A wajib menjaga barang tersebut untuk
tidak rusak nilainya, atau turun harganya
- Si A wajib mengganti jika hilang.

Jika syarat salah satu saja tidak terpenuhi, maka


baik si A maupun si B tidak boleh ada yang
menggunakan motor tersebut.

7. Utang Emas
Emas, Perak dan Uang didalam ilmu Fiqih itu
disamakan kedudukannya, karena uang nilainya
ditentukan dari emas.

Membeli emas/perak secara kredit adalah


terlarang dan termasuk riba.

Demikian juga gadai emas dari perbankan /


pegadaian, yang mereka mengambil sekian
rupiah dari setiap gram emas / perak dengan
alasan apapun, misal biaya tersebut dianggap
biaya simpan emas/perak, maka ini juga
termasuk riba. Kenapa riba? Karena biaya
simpan ini dihitung berdasarkan jumlah emas
yang disimpan dan berlaku terus setiap bulan
selama utang belum lunas.

8. Jual Beli Sistem Ijon


Hal ini juga marak terjadi di masyarakat dan
kebanyakan karena masyarakat tidak mengerti
hukumnya.

Sebagai contoh:
Kasus 1
Si A memiliki kebun cabai, dan cabainya sudah
mulai tampak berbuah, dan terlihat nantinya
panenannya bakal berhasil.

Karena butuh uang mendadak, maka si A


menjual cabainya kepada si B seluruhnya
sebesar Rp. 10 juta. Dan si B berhak memanen
buahnya sampai habis. Sementara si A tetap
bertanggung jawab akan perawatan pohon cabai
tersebut sampai dipanen habis oleh si B.

Transaksi semacam ini tergolong transaksi riba.


Karena bisa jadi panennya gagal, cabainya dicuri,
dan berbagai resiko lainnya, sehingga membuat
si B sebagai pembeli bisa rugi, karena tidak
sesuai dengan estimasinya.

Atau sebaliknya, ternyata hasil cabainya sangat


bagus, baik kuantitas maupun kualitas, sehingga
si B untung sangat tinggi. Ini juga riba, karena hal
ini tentu bisa menyakiti hati si A dan si A marasa
sangat dirugikan dari transaksi tersebut.

Bagaimana transaksi seharusnya?


Yang harus dilakukan adalah transaksi harus
jelas ukurannya. Bisa dihitung dari beratnya, bisa
dihitung dari kualitasnya, dan lain sebagainya.
Jadi, misal setelah buah siap panen, maka si A
baru menjual kepada si B dengan harga misal
Rp. 5.000,-/kilo. Maka itu diperbolehkan.

Lalu masalah kebutuhan uangnya yang


mendesak bagaimana? Si A meminjam uang saja
pada si B, dan nanti melunasinya setelah menjual
cabainya tersebut.

Jadi intinya, transaksi didalam syariat itu harus


jelas harganya, jelas takaran/ukurannya,
sehingga tidak menyebabkan kekecewaan
disalah satu pihak.

9. Jual Beli Borongan / “Tebasan”


Sebaga contoh saja, misal si A memiliki pohon
mangga yang besar dan buahnya banyak sekali,
lalu datanglah B dan mengatakan akan membeli
seluruh mangganya, dengan harga seluruhnya
sebesar Rp. 1 juta rupiah.
Setelah disepakati harganya, maka si B langsung
memanen seluruh mangganya tesebut.

Transaksi semacam ini juga ribawi, karena


mengandung ketidak pastian. Yaitu tidak pasti
jumlahnya/ukurannya sehingga memungkinkan
salah satu pihak akan dikecewakan akibat
transaksi ini.

Yang seharusnya adalah pembelian harga yang


disepakati berdasarkan ukuran/jumlah yang jelas.

10. Asuransi
Ada banyak tawaran asuransi yang setiap hari
kita dengar, baik melalui iklan televisi, media
elektronik, media cetak, bahkan melalui
penawaran dari agen-agen asuransi.

Apakah asuransi haram?


Asuransi menjadi haram karena sebab-sebab
sebagai berikut:
- Kita membayar (premi) dengan jumlah yang
pasti untuk mendapatkan sesuatu yang tidak
pasti (jaminan kesehatan, tunjangan, dll) dan
ini jelas riba.
- Selain premi, biasanya asuransi mengiming-
iming dengan istilah tabungan, yang jika
dalam jangka waktu tertentu atau sekian
tahun, maka tabungannya ini jumlahnya
menjadi berlipat ganda. Dan ini adalah riba.

Apakah ada asuransi yang halal?

Sebenarnya tidak ada asuransi yang halal. Namun,


didalam islam ada istilah namanya tabarru’.

Bagaimana sistem tabarru’?

Misal dalam suatu komunitas/suatu desa diadakan


tabarru’ caranya adalah sbb:

1. Setiap masyarakat diwajibkan untuk


bersedekah sesuai nominal yang disepakati
setiap bulan.
2. Tujuan pengumpulan dana adalah untuk
membantu anggota komunitas / masyarakat
desa tersebut, yang mengalami kesulitan,
misal biaya berobat, dll.
3. Setiap anggota tabarru’ TIDAK BOLEH
MENGHARAP imbalan dari sedekah yang
dikeluarkan setiap bulan. Sehingga tidak ada
jaminan pengembalian uang ataupun
kompensasi apapun.
4. Anggota tabarru’ hanya berhak mendapatkan
bantuan dan itupun kalau dananya masih ada.
5. Jadi tabarru’ adalah MURNI SEDEKAH.
Sebagaimana sedekah yang sudah kita
lakukan seperti biasanya.

11. Leasing Kendaraan & KPR Perumahan

Saya copas dari salah satu status saya tentang


Leasing kendaraan, dan kasus ini sangat mirip
juga untuk kepemilikan perumahan atau KPR
yang biasa terjadi di perbankan umumnya.
SEBERAPA RIBA KREDIT KENDARAAN ANDA?

Sekarang ini pertumbuhan kepemilikan kendaraan


bermotor mengalami peningkatan secara signifikan.

Setiap tahun jutaan kendaraan bermotor baru


dikeluarkan. Mobil saja yang tergolong barang
mewah dengan harga tinggi, setiap tahun
penjualannya rata2 sekitar 1 juta unit. Itu belum
sepeda motor yang mencapai belasan juta unit
setiap tahun. Maka wajar, jika sekarang kita lihat,
setiap rumah sudah banyak yang memiliki motor
lebih dari 1 unit. Bahkan mobil banyak yang
memiliki lebih dari 1 unit.

Pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor ini


tidak lepas dari peranan perusahaan Leasing,
sehingga masyarakat bisa memiliki kendaraan
bermotor dengan cara kredit.

Sebenarnya kredit tidak masalah, asal sesuai


syariah. Tetapi hingga saat ini, saya belum
menemukan perusahaan leasing skala nasional
yang menerapkan bisnisnya secara syariah.

Mari kita bahas tentang skema kredit kepemilikan


kendaraan. Ada perusahaan yang memenuhi
semua unsur yang saya bahas, ada yang sebagian
saja. Tapi intinya, 1 saja mengandung unsur riba,
maka jadi ribalah semua transaksinya.

Mari kita mulai, kenapa kredit kendaraan


kebanyakan menjadi transaksi riba karena:
1. Didalam transaksi tersebut terjadi 3 akad dalam 1
transaksi.

Ketika anda datang ke dealer mobil/motor, anda


memutuskan untuk membeli, maka anda
membayarkan DP atau uang muka kepada dealer
(Akad Jual beli ke 1, secara hukum syariah,
kendaraan sudah menjadi milik anda). Kemudian
Dealer akan menghubungi perusahaan leasing,
maka kemudian perusahaan leasing melunasi
kendaraan tersebut ke dealer (Terjadi transaksi jual
beli, akad ke 2, disini kendaraan menjadi milik
Perusahaan leasing), setelah itu persuahaan
leasing melakukan transaksi SEWA BELI dengan
anda sebagai konsumen (Akad ke 3, kepemilikan
tetap milik perusahaan leasing). Transaksi
semacam ini menyalahi hukum syariah.

2. Akad bermasalah, SEWA BELI

Biasanya pemilik kendaraan tidak menyadari bahwa


yang ditandatangani adalah akad sewa beli, bukan
jual beli.

Maksud sewa beli adalah selama angsuran belum


lunas, maka anda dianggap menyewa. Sehingga
ketika misal cicilan anda macet, maka terjadilah
perampasan kendaraan dan anda sama sekali tidak
mendapat kompensasi apapun. Karena anda hanya
MENYEWA.
Transaksi yang benar adalah JUAL BELI. Bukan
SEWA BELI.

Harus jelas transaksi didalam hukum syariah, jual


beli ya jual beli, sewa ya sewa saja. Jangan
dicampur sewa dengan beli.
Inilah masalah ke-2 dalam transaksi dengan
perusahaan leasing.

3. Sistem Bunga

Sistem bunga menyebabkan harga akhir yang anda


bayarkan tidak jelas berapa jumlah pastinya. Sistem
bunga dihitung berdasar bulan pembayarannya.
Sehingga jika anda telat mengangsur, bulan
tersebut anda tetap kena tunggakan bunga
berjalan.

Ini adalah transaksi yang jelas2 riba.

4. Sistem denda

Ketika anda telat mencicil anda dikenakan denda.


Ataupun ketika anda ingin melunasi dipercepat,
anda dikenakan dengan dengan istilah macam-
macam seperti pinalti, atau bahasa paling halus
adalah anda dikenakan biaya administrasi yang
tidak disepakati sebelumnya.

Ini menyebabkan penambahan harga diluar


transaksi, dan ini jelas riba.
Itulah 4 poin yang paling sering terjadi
diperusahaan2 leasing, sekalipun mereka
membungkusnya dengan istilah Kredit Syariah.

Umat islam harus berhati2 dengan sistem kredit


semacam ini. Milikilah kontrol diri yang kuat, bukan
dikontrol oleh lingkungan.

Jika hanya punya uang Rp. 3 juta, beli saja motor


cash yang harganya Rp. 3 juta, hati lebih tenang
dan jauh dari kesombongan.

Sementara kalau uang Rp. 3 juta dijadikan DP


motor baru, setiap bulan gelisah memikirkan cicilan,
dan hati jadi terselip rasa pamer dan kesombongan.
Sudah susah, masih kena dosa.

Kalau belum punya uang sama sekali, ya terima, ga


usah mikir2 ingin kendaraan bermotor. Syukuri
hidup kita apa adanya, jangan menambah beban
hanya untuk gaya hidup, apalagi dengan
keharaman.
Ada banyak hal atau kasus transaksi ribawi yang
terjadi disekitar kita dan kita sudah terbiasa
dengan hal tersebut.

Hal ini tentunya sangat berbahaya, karena


ancaman Alloh sangat luar biasa bagi siapapun
yang tidak mau meninggalkan riba.

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba


tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang
yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit
gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah
disebabkan mereka berkata (berpendapat),
sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,
padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan
mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai
kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus
berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa
yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang
larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah.
Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang
itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka
kekal di dalamnya.”

Semoga kita semua diselamatkan dari


bahaya riba yang ancamannya luar biasa, karena
disetarakan dengan dosa syirik.

Semoga, walaupun singkat apa yang saya


tulis ini, bisa memberikan manfaat untuk sahabat
dan kepada umat muslim pada umumnya.
MUCH NASRULLOH AL JUFRY

CEO & Owner Bumenjaya Propertindo

Owner & CEO Cyber Technology

Owner & CEO Mind Power Indonesia

Pemilik MA Teknologi & MTs Khozainul Ulum (Sekolah Serba


Gratis sejak 2009 )

Pendiri Asrama Pelajar Islam “ Alwi Al Jufry” (Asrama Gratis


100% untuk Pelajar )

Pendiri Yayasan Pendidikan dan Sosial Khozainul Ulum

Pembicara, Trainer dan Mentor Bisnis di #PengusahaSyariah

Penulis Buku Laris, Pelatih NLP (Neuro Linguistic

Programming),

Praktisi EFT (Emotional Freedom Technique)

dan Trainer Parenting, dll.

Penulis Buku dan Praktisi Bisnis dengan pengalaman lebih dari


15 tahun
Seminar Yang Dibawakan:

1. Cara Tepat Lunas Utang


Membahas strategi tepat dan cepat, bukan cuma
trik-trik, tetapi menggunakan skill dan keilmuan
untuk menyelesaikan masalah utang dengan tepat
dan sesuai syariat islam, tidak peduli berapapun
besar utang anda.

2. 3 Pilar Bisnis
Banyak orang tidak tahu, hal apa saja yang
membuat suatu bisnis bisa kuat dan melesat
cepat.

Banyak orang yang tidak tahu, bahwa kuncinya


ada pada 3 pilar bisnis yang saya sampaikan.

3. Bisnis Anti Bangkrut


Jika anda sudah bosan mengalami kebangkrutan
demi kebangkrutan, maka seminar ini sangat
cocok sekali, karena disini akan dibuka apa saja
yang membuat suatu bisnis begitu mudah
bangkrut dan tidak terselamatkan.

4. Top Secret
Rahasia saya sendiri, bagaimana membangun
mentalitas sukses, bagaimana menyikapi masalah,
bagaimana memutuskan dengan tepat, bagaimana
menggali dan memaksimalkan potensi yang kita
miliki dan bermacam materi dahsyat lainnya.
Ini adalah materi wajib bagi setiap pengusaha.

5. Creative Business Opportunity


Seminar ini dikhususkan untuk anda yang ingin
membuka bisnis tanpa modal dan hanya
mengandalkan kreativitas dalam mengeksplorasi
potensi yang sudah ada didalam diri kita.

Dengan teknik yang tepat, anda akan bisa


membuka bisnis recehan hingga bisnis miliaran
benar-benar tanpa modal, tanpa perlu utang bank,
tanpa cari investor.

6. Facebook Marketing
Saat ini bisnis online menjadi trend bisnis yang
semakin hari justru semakin luar biasa potensinya.

Saya mengkhususkan teknik jualan online hanya


menggunakan facebook.

Teknik facebook marketing yang saya ajarkan,


sangat berbeda dengan yang sudah ada di
Indonesia selama ini.

Tanpa menggunakan tools berbayar, tanpa


menggunakan iklan berbayar, dan murni teknik.
Dengan teknik Facebook Marketing yang benar,
anda bisa menjalankan dan melesatkan bisnis
secara signifikan.

7. Seminar Parenting
Seminar ini mengajarkan teknik sederhana, mudah
dipraktekkan, dan sangat cepat hasilnya dirasakan
untuk membantu orang-orang tua, guru, dan
orang-orang yang ingin merubah bagaimana agar
anak bisa menjadi pribadi yang positif, penurut,
baik, rajin, taat, dan lain sebagainya.
Merubah dari sifat-sifat negatif yang selama ini
melekat di pribadi mereka.

Untuk menghubungi saya:


Much Nasrulloh
Facebook :
- Much Nasrulloh
- Much Nasrulloh Al Jufry II

Whatss APP & Telegram:

0877 3273 6488