Anda di halaman 1dari 4

Tabel Curah Hujan Bulanan Tahun 2007 - 2016

No Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
1 2007 211 675 178 166 189 101 35 67 60 76 86 513
2 2008 227 678 213 219 26 52 10 37 97 86 114 154
3 2009 548 228 141 93 230 74 10 7 88 63 304 189
4 2010 377 223 246 27 88 134 250 151 264 381 143 124
5 2011 146 231 148 107 199 71 16 2 52 60 66 174
6 2012 251 97 204 167 102 72 21 0 22 20 292 285
7 2013 677 193 234 259 270 118 165 27 28 108 164 255
8 2014 1056 523 280 232 181 159 198 96 24 - 313 288
9 2015 363 467 417 204 63 47 - 3 2 1 74 300
10 2016 213 499 225 181 286 246 154 171 340 336 - -
Rata-rata 407 381 229 166 163 107 95 56 98 126 173 254
Sumber: Stasiun Meteorologi Halim

Data curah hujan pada tabel diatas merupakan data Iklim DKI Jakarta, menurut Schmidt dan
Ferguson termasuk tipe C (agak basah), dengan nilai Q = 0,47. Nilai Q merupakan perbandingan
antara jumlah bulan kering dengan jumlah bulan basah. Bulan kering curah hujan 1 bulan <60 mm,
dan bulan basah curah hujan 1 bulan >100 mm. Musim kemarau di DKI Jakarta terjadi antara bulan
Juni – September, sedangkan musim hujan terjadi antara Bulan Oktober – Mei. Dari data tersebut
kita dapat menyimpulkan bahwa lokasi wisata Setu Babakan termasuk lokasi wisata dengan curah
hujan sedang, dan idealnya dikunjungi pada bulan Juni – September, sebab tinggi permukaan setu
akan normal pada bulan tersebut.

Nilai Q pada data diatas ditentukan berdasarkan data tipe iklim di bawah.
Tabel Klasifikasi Tipe Iklim menurut Schimidt dan Ferguson
Tipe Iklim Qoutint (Q) Keterangan
A 0,00 – 0,14 Amat basah
B 0,14 – 0,33 Basah
C 0,33 – 0,60 Agak Basah
D 0,60 – 1,00 Sedang
E 1,00 – 1,67 Agak Kering
F 1,67 – 3,00 Kering
G 3,00 – 7,00 Amat Kering
H >7,00 Ektra Kering

Sumber: Hardjodinomo, 1980


Tabel Arah Angin di Lokasi Proyek (derajat)
No Bulan 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013
1 Januari 279 301 283 292 268 284 241 241 242 275
2 Februari 293 263 282 280 289 275 221 221 261 158
3 Maret 245 271 247 177 280 209 240 240 255 223
4 April 158 186 227 206 126 175 229 229 164 193
5 Mei 245 144 186 131 135 163 162 162 177 177
6 Juni 144 147 156 182 119 120 146 146 160 267
7 Juli 164 155 121 225 114 162 140 140 177 144
8 Agustus 119 220 145 183 150 239 156 156 165 141
9 September 142 143 182 232 225 134 182 182 285 219
10 Oktober 207 174 240 225 172 141 237 237 205 224
11 Nopember 242 225 175 229 247 173 242 242 192 216
12 Desember 229 232 255 281 262 249 261 261 217 218
Sumber : Stasiun Meteorologi Halim, 2013

Arah angin dominan dari arah Barat Daya (225) sebanyak 35%, kemudian dari Barat (25%), Barat
Laut (20%) dan dari arah Selatan (9%), dengan kecepatan rata-rata angin berkisar antara 8-11
meter/detik. Jika dihubungkan dengan lokasi wisata, arah angin tentunya menjadi bagian penting
dalam penentuan muster point untuk tempat berkumpul apabila terjadi keadaan darurat
(kebakaran), wisatawan haruslah menuju lokasi yang arahnya berlawanan dengan arah angin. Jika
melihat data arah angin dominan di DKI Jakarta, penentuan muster point untuk lokasi wisata setu
Babakan sebaiknya menuju ke arah Timur Laut. Sementara itu jika melihat kecepatan angin rerata di
lokasi Setu Babakan, tergolong lokasi yang memiliki kecepatan angin sedang dan merata di seluruh
bulan (Januari – Desember).

Tabel Kecepatan Angin di Lokasi Proyek (m/detik)


No Bulan 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013
1 Januari 10 10 11 11 11 11 10 10 11 11
2 Februari 11 9 10 10 11 11 10 10 9 7
3 Maret 11 9 11 11 10 10 11 11 12 10
4 April 8 10 11 8 10 9 10 10 10 11
5 Mei 8 9 9 9 9 8 11 11 10 10
6 Juni 9 10 9 10 9 10 10 10 10 9
7 Juli 9 9 9 11 9 10 10 10 9 10
8 Agustus 9 9 10 10 10 12 8 8 11 11
9 September 11 9 10 10 10 11 11 11 10 10
10 Oktober 10 9 11 11 10 11 9 9 11 11
No Bulan 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013
11 Nopember 10 9 11 10 10 11 10 10 10 11
12 Desember 10 11 10 11 11 9 11 11 11 11
Sumber: Stasiun Meteorologi Halim, 2013

Gambar Windrose di DKI Jakarta


Bulan kering yaitu bulan dengan curah hujan < 60 mm/ bulan, dan bulan basah yaitu bulan dengan
curah hujan > 100 mm/ bulan. Nilai Q akan ditentukan berdasarkan persamaan Schmidt & Ferguson.
Metode analisis iklim disajikan pada Tabel di bawah
Tabel Parameter, Metode Analisis dan Peralatan Pengukuran Iklim
No. Parameter Unit Metode Analisis Peralatan
1. Kelembaban udara % Pengukuran langsung Hygrometer
2. Curah hujan mm Analisis rata-rata Obrometer
3. Arah angin - Analisis wind rose Wind vane
4. Kecepatan angin m/det Analisis wind rose Anemometer
5. Tekanan udara Mbar Analisis data Barometer
6. Suhu udara 0C - Termometer
7. Tipe iklim - Schmidt - Ferguson Rumus tipe iklim berdasarkan klasifikasi Schmidt
& Ferguson
Sumber: BMKG, Mei 2016