Anda di halaman 1dari 1

3.

Kajian ekologis pada setiap ekosistem atau objek pengamatan atau kajian
budaya atau objek pengamatan, serta gangguan yang terjadi :
Pada Objek wisata budaya Setu Babakan, ada dua tempat yang bisa diamati
yaitu setu babakannya sendiri dan perkampungan budaya betawi. Pada kawasan satu
babakan, selain digunakan sebagai wisata air yaitu sepeda air, olah raga kano, wisata
untuk mengelilingi setu babakan dengan menggunakan perahu bebek-bebekan, dan
pemancingan, juga dikelilingi oleh berbagai penjual makanan khas betawi seperti kerak
telor, keripik kembang goyang, akar kelapa, dodol, dan makanan khas betawi lainnya,
disana juga di jual hasil kerajinan aneka souvenir khas betawi seperti ondel-ondel dan
lainnya. Pada kawasan wisata setu babakan juga terdapat beberapa flora dan fauna.
Flora nya berada di perkampungan warga sekitar seperti pohon kecapi, belimbing,
rambutan, sawo, papaya, pisang, jambu, dan nangka. Gangguan yang memungkinkan
terjadi pada objek wisata ini yaitu masalah sampah dan keamanan. Sampah yang
masih banyak tertumpuk di satu sisi. Juga keamanan yang kurang, karena kawasan ini
berhubungan langsung dengan rumah warga, sehingga tidak dapat dibedakan mana
pengunjung dan mana warga penduduk. Sehingga pengunjung perlu waspada dan hati-
hati dengan barang bawaannya.
Sedangkan pada perkampungan budaya betawi terdapat rumah adat betawi,
aktifitas keseharian masyarakat betawi seperti latihan pencak silat, ngederes, aqiah,
injek tanah, ngarak pengantin sunat, dan lain-lain. Pada perkampungan betawi juga ada
museum betawi. Di dalam museum tersebut, terdapat berbagai macam kebudayaan
betawi mulai dari pakaian adat, alat musik tanjidor, rebana, ondel-ondel, peralatan
masak dandang, kukusan, sepeda ontel, kain batik khas betawi, dan lain-lain. Pada
perkampungan budaya betawi ini masih dibatasi karena tidak semua kegiatan dapat
dilihat secara umum.