Anda di halaman 1dari 7

INSTRUMEN DALAM KESEHATAN

“TENSIMETER”

OLEH:

Duradryl Cahyo Utomo (2017012199)

Riya Novitasari (2017012225)

Sudrajat Jati (2017012228)

Tirtya Siti Nurhana (2017012231)

Yesika Arum Wandari (2017012233)

Yuni Kartika Sari (2017012234)

STIKES PKU MUHAMMADIYAH

SURAKARTA

TAHUN 2017/2018
PENGERTIAN TENSIMETER

Tensimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah. Dengan
mengetahui berapa tekanan darah kita, kita dapat menilai apakah tekanan darah/tensi
darah kita normal atau tidak. Tensi darah normal manusia dewasa adalah 100-130mmHg
untuk tekanan sistolik dan 60-90mmHg untuk tekanan diastolik.

Tekanan sistolik adalah tekanan darah pada saat terjadi kontraksi otot
jantung. Tekanan diastolik adalah tekanan darah saat jantung sedang relaksasi/beristirahat.
Seseorang dikatakan menderita tekanan darah tinggi jika tekanan darah/tensi darahnya
diatas 140/90mmHg. Dan dikatakan menderita tekanan darah rendah jika tekanan
darah/tensi darahnya dibawah 90/60mmHg.

Macam – macam Tensimeter

1. Tensimeter Air Raksa

Merupakan tensimeter konvensional yang sebenarnya sudah jarang dipakai di luar


negeri, karena tensimeter ini masih menggunakan air raksa yang berbahaya jika sampai alat
pecah dan air raksa terkena kulit atau saluran pernapasan. Tensimeter ini memerlukan
stetoskop untuk mendengar munculnya bunyi suara tekanan sistolik dan diastolik pada
jantung.
2. Tensimeter Aneroid

Tensimeter ini lebih aman karena tidak lagi menggunakan aiar raksa tetapi
menggunakan putaran berangka sebagai penggantinya. Sama dengan tensimeter air raksa,
tensumeter aneroid masih menggunakan stetoskop.
3. Tensimeter Digital

Merupakan tensimeter yang lebih modern dan akurat, langsung menunjukkan hasil
dalam bentuk angka. Berbeda dengan tensimeter air raksa yang memerlukan stetoskop
untuk mendengarkan suara sebagai pertanda tekanan sistolik dan diastolik, maka
tensimeter digital menggunakan sensor sebagai alat pendeteksinya sehingga baik dipakai
untuk mereka yang memiliki gangguan pendengaran.

Cara Pengukuran menggunakan Tensi Meter Digital:

1. Tekan tombol “START/STOP” untuk mengaktifkan alat.

2. Sebelum melakukan pengukuran tekanan darah, responden sebaiknya menghindari


kegiatan aktivitas fisik seperti olah raga, merokok, dan makan, minimal 30 menit sebelum
pengukuran. Dan juga duduk beristirahat setidaknya 5-15 menit sebelum pengukuran.

3. Hindari melakukan pengukuran dalam kondisi stres. Pengukuran sebaiknya


dilakukan dalam ruangan yang tenang dan dalam kondisi tenang dan posisi duduk.

4. Pastikan responden duduk dengan posisi kaki tidak menyilang tetapi kedua telapak
kaki datar menyentuh lantai. Letakkan lengan kanan responden di atas meja sehinga mancet
yang sudah terpasang sejajar dengan jantung responden.
5. Singsingkan lengan baju pada lengan bagian kanan responden dan memintanya
untuk tetap duduk tanpa banyak gerak, dan tidak berbicara pada saat pengukuran. Apabila
responden menggunakan baju berlengan panjang, singsingkan lengan baju ke atas tetapi
pastikan lipatan baju tidak terlalu ketat sehingga tidak menghambat aliran darah di lengan.

6. Biarkan lengan dalam posisi tidak tegang dengan telapak tangan terbuka ke atas.
Pastikan tidak ada lekukan pada pipa mancet.

7. Ikuti posisi tubuh, lihat gambar dihalaman berikut.

8. Jika pengukuran selesai, manset akan mengempis kembali dan hasil pengukuran
akan muncul. Alat akan menyimpan hasil pengukuran secara otomatis.

9. Tekan “START/STOP” untuk mematikan alat. Jika Anda lupa untuk mematikan alat,
maka alat akan mati dengan sendirinya dalam 5 menit

Cara menggunakan manset :

1. Masukkan ujung pipa manset pada bagian alat.

2. Perhatikan arah masuknya perekat manset.

3. Pakai manset, perhatikan arah selang.

4. Pastikan selang sejajar dengan jari tengah, dan posisi lengan terbuka keatas.

5. Jika manset sudah terpasang dengan benar, rekatkan manset.

6. Menghasilkan pengukuran yang akurat.

7. Pada formulir hasil pengukuran dan pemeriksaan.

8. Pengukuran dilakukan dua kali, jarak antara dua pengukuran sebaiknya antara 2
menit dengan melepaskan mancet pada lengan.

9. Apabila hasil pengukuran satu dan kedua terdapat selisih >10 mmHg, ulangi
pengukuran ketiga setelah istirahat selama 10 menit dengan melepaskan mancet pada
lengan.

10.Apabila responden tidak bisa duduk, pengukuran dapat dilakukan dengan posisi
berbaring, dan catat kondisi tersebut di lembar catatan
Pengukuran Tekanan Darah dengan Tensimeter manual

1. Duduk dengan tenang dan rileks sekitar 5 (lima) menit

2. Jelaskan manfaat rileks tersebut, yaitu agar nilai tekanan darah yang terukur adalah
nilai yang stabil

3. Pasang manset pada lengan dengan ukuran yang sesuai, denganjarak sisi manset
paling bawah 2,5 cm dari siku dan rekatkan dengan baik

4. Posisikan tangan di atas meja dengan posisi sama tinggi dengan letak jantung.

5. Bagian yang terpasang manset harus terbebas dari lapisan apapun.

6. Pengukuran dilakukan dengan tangan di atas meja dan telapak tangan terbuka ke
atas.

7. Rabalah nadi pada lipatan lengan, pompa alat hingga denyutan nadi tidak teraba
lalu dipompa lagi hingga tekanaan meningkat sampai 30 mmHg di atas nilai tekanan nadi
ketika denyutan nadi tidak teraba

8. Tempelkan steteskop pada perabaan denyut nadi, lepaskan pemompa perlahan-


lahan dan dengarkan suara bunyi denyut nadi.

9. Catat tekanan darah sistolik yaitu nilai tekanan ketika suatu denyut nadi yang
pertama terdengar dan tekanan darah diatolik ketika bunyi keteraturan denyut nadi tidak
tersengar

10. Sebaiknya pengukuran dilakukan 2 kali. Pengukuran ke-2 setelah selang waktu 2
(dua) menit.

11. Jika perbedaan hasil pengukuran ke-1 dan ke-2 adalah 10 mmHg atau lebih harus
dilakukan pengukuran ke-3.

12. Apabila responden tidak bisa duduk, pengukuran dapat dilakukan dengan posisi
berbaring, dan catat kondisi tersebut di lembar catatan.

a.Manset tensimeter dipasang (diikatkan) pada lengan atas. Manset sedikitnya


harus dapat melingkari 2/3 lengaatas dan bagian bawahnya sekitar 2 jaridi atas daerah
lipatan lengan atas untuk mencegah kontak dengan stetoskop. Stetoskop ditempatkan pada
lipatan lengan atas (pada arteri brakhialis pada permukaan ventral/depan siku agak ke
bawah manset tensimeter).
b.Sambil mendengarkan denyut nadi, tekanan dalam tensimeter dinaikkan dengan
memompa sampai tidak terdengar lagi. Kemudian tekanan di dalam tensimeterditurunkan
pelan-pelan.

c.Pada saat denyut nadi mulai terdengar kembali, baca tekanan yang tercantum
dalam tensimeter, tekanan ini adalah tekanan atas (sistolik).

d.Suara denyutan nadi selanjutnya menjadi agak keras dan tetap terdengar sekeras
itu sampai suatu saat denyutannya melemah atau menghilang sama sekali. Pada saat suara
denyutan yang keras itu melemah, baca lagi tekanan dalam tensimeter, tekanan itu adalah
tekanan bawah (diastolik).

e.Tekanan darah orang yang diperiksa adalah rata-rata pengukuran yang dilakukan
sebanyak 2 kali.

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

Beberapa hal yang perlu diketahui berkaitan dengan pengukuran tekanan darah,
yaitu bahwa hasil pengukuran tekanan darah bisa “tidak benar” akibat minum kopi atau
minuman beralkohol akan meningkatkan tekanan darah dari nilai sebenarnya. Demikian
juga merokok, rasa cemas (tegang), terkejut, dan stress. Ingin kencing, karena kandung
kemih penuh, juga dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu, sebelum melakukan
pengukuran tekanan darah, sebaiknya:

a. Buang air kecil terlebih dahulu (kosongkan kandung kemih).

b.Tidak minum kopi atau minuman beralkohol, dan tidak merokok.

c.Sebaiknya tenangkan pikiran dan perasaan, misalnya dengan duduk santai selama
lebih kurang lima menit. Duduklah dengan menapakkan kaki di lantai atau di injakan kaki
dan sandarkan punggung. Injakan kaki dan sandaran punggung akan membantu untuk rileks
dan memberikan hasil pengukuran tekanan darah yang lebih akurat. Agar pengukuran
tekanan darah yang dilakukan hasilnya valid, maka harus diperhatikan validitas alat
pengukuran tekanan darah, terutama alat pengukur tekanan darah di Rumah (ATDR).