Anda di halaman 1dari 22

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

MADURA STRAIT FISHERIES PROJECT : SEBAGAI SOLUSI


PEMEKARAN KOMODITI EKSPOR PERIKANAN DI KOTA
SURABAYA 2030

BIDANG KEGIATAN:
PKM-GAGASAN TERTULIS

Diusulkan Oleh:

Fitrie Dwi Lestari (1412.100.004) Angkatan 2012


Yurike Ika Cahyo (1412.100.060) Angkatan 2012
Tri Adi Setiawan (1414.100.031) Angkatan 2014

INSTITUT TEKNLOGI SEPULUH NOPEMBER


SURABAYA
2015
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang
telahmemberikan rahmat dan nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
karya ilmiah ini dengan lancar. Karya tulis yang berjudul “Madura Strait Fisheries
Project : Sebagai Solusi Pemekaran Komiditi Ekspor Perikanan di Kota Surabaya
2030” diharapkan bisa menjadi tambahan referensi pengetahuan dalam kehidupan
dan menjadi solusi bagi Indonesia yang lebih baik di masa mendatang.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung
atas terselesaikannya karya tulis ini, yaitu:
1. Pembantu Rektor III, Prof. Dr. Ing. Herman Sasongko atas bantuan moral dan
materiil yang telah diberikan.
2. Kepala Jurusan Kimia, Hamzah Fansuri, M.Si, Ph.D yang senantiasa
memberikan motivasi.
3. Dosen Pembimbing, Dr.Fahimah Martak M.Si atas pembimbingan yang telah
diberikan.
4. Keluarga besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember, khususnya teman-teman
2012 dan 2014 Jurusan Kimia FMIPA yang memberikan dukungan.
5. Berbagai pihak yang telah membantu proses terselesaikannya proposal program
kretivitas mahasiswa ini.
Penulis menyadari proposal program kretivitas mahasiswa ini tidak luput
dari berbagai kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik demi
kesempurnaan dan perbaikan karya ilmiah ini.

Surabaya, 24 Maret 2015

Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i


HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. ii
KATA PENGANTAR .......................................................................................... iii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. v
DAFTAR TABEL ................................................................................................. v
RINGKASAN ....................................................................................................... vi
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
Latar Belakang .................................................................................................... 1
Tujuan .................................................................................................................. 2
Manfaat ............................................................................................................... 2
GAGASAN ............................................................................................................. 3
Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan ................................................................... 3
Perairan Selat Madura ......................................................................................... 4
Kelimpahan Ikan di Selat Madura ....................................................................... 3
Ekspor Perikanan di Indonesia ............................................................................ 3
Solusi yang Pernah Ditawarkan .......................................................................... 5
Gagasan Baru yang Ditawarkan ......................................................................... 5
Konsep Madura Strait Fisheries Project ............................................................ 5
Struktur Madura Strait Fisheries Project............................................................ 6
Pihak-Pihak yang Dapat Mengimplementasikan Gagasan ..................................... 8
Langkah-Langkah Strategis Implementasi Gagasan ............................................... 9
KESIMPULAN ...................................................................................................... 9
Inti Gagasan ......................................................................................................... 9
Teknik Implementasi Gagasan ............................................................................ 9
Prediksi Keberhasilan Gagasan ......................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 11
LAMPIRAN ......................................................................................................... 12

iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Jenis Ikan Indonesia dalam Transaksi Ekspor ..................................... 4
Gambar 2. Perkembangan Permintaan Ekspor Ikan Pelagis (Cumi) di Indonesia
Tahun 2012 ........................................................................................... 4
Gambar 3. Visualisasi Pola Penyebaran Komponen Madura Strait Fisheries
Project .................................................................................................. 6
Gambar 4. Struktur Bagan Tancap dan Komponen Magnesium Fuel Cell pada
Konsep Madura Strait Fisheries Project ............................................. 7
Gambar 5. Lokasi Implementasi Madura Strait Fisheries Project ....................... 7
Gambar 6. Unit Bagian Rumah Apung ................................................................. 8

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Kelimpahan Ikan di Selat Madura ............................................................ 3
Tabel 2. Teknologi Konvensional di Selat Madura….............................................5

v
RINGKASAN
Selat madura merupakan selat yang memisahkan antara Pulau Jawa dan
Pulau Madura, memiliki tipe perairan setengah tertutup (semi-enclosed sea) pada
bagian timur dan barat laut, tetapi memiliki tipe perairan terbuka dibagian timur
perairan yang berbatasan dengan Selat Bali (Sugianto, 2009). Hal ini menyebabkan
kelimpahan ikan dengan jumlah lebih dari 300 ton/tahunnya yang terdapat di
sepanjang Selat Madura, seperti ikan pelagis kecil, kerang darah, gulamah, udang
putih, simping, rajungan, kakap, belanak, dan pari. Akan tetapi kelimpahan ikan
tersebut belum termanfaatkan secara maksmal oleh masyarakat, khususnya para
nelayan. Hal ini karena tidak didukungnya dengan peralatan menangkap ikan yang
memadai. Alat penangkap yang banyak digunakan oleh para nelayan misalnya
jaring dan pancing yang hanya memiliki produktivitas penangkapan sekitar 100
sampai 3000 kg/unit yang belum optimal untuk penangkapan skala besar dalam
pemenuhan pasar ekspor. Total volume ekspor hasil perikanan Indonesia
mengalami peningkatan sebesar 6,02 persen pada tahun 2012 dibandingkan dengan
total volume ekspor hasil perikanan pada tahun 2011 yaitu sebesar 1.159 juta ton
pada tahun 2011 dan meningkat menjadi 1.229 juta ton pada tahun 2012. Dengan
adanya ekspor di sektor perikanan merupakan hal yang sangat menjanjikan dalam
peningkatan devisa negara. Nilai ekspor hasil perikanan tahun 2012 menunjukkan
peningkatan sebesar 9,44 persen dari US$ 3,52 miliar pada tahun 2011 dan
meningkat menjadi US$ 3,85 miliar pada tahun 2012.
Dengan keberadaan air laut yang melimpah di Selat Madura melalui metode
magnesium fuel cell dapat menjadikan solusi yang inovatif untuk memanfaatkannya
menjadi sumber listrik. Magnesium fuel cell merupakan prinsip elektrolisis
hidrogen untuk membangkitkan listrik dengan menggunakan elektroda magnesium.
“Madura Strait Fisheries Project : Sebagai Solusi Pemekaran Komoditi Ekspor
Perikanan di Kota Surabaya 2030” yang merupakan gagasan yang unik dan belum
pernah digagas sebelumnya. Gagasan tersebut untuk mengoptimalkan hasil
tangkapan para nelayan dengan metode magnesium fuel cell sebagai penerangan
berbagai lampu pada bagan tancap modern yang akan dibangun disepanjang Selat
Madura, sehingga hasil tangkapan tersebut menjadi maksimal dan optimal untuk
dapat diekspor ke berbagai negara di belahan dunia, seperti Jepang, Amerika,
Afrika, Australia, dan Eropa. Hal tersebut dapat menjadi salah satu alternatif dalam
pemekaran komodti ekspor perikanan di Kota Surabaya pada tahun 2030
mendatang.

Keywords : Selat Madura, bagan tancap, magnesium fuel cell, ikan

vi
1

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Potensi hasil laut Indonesia, khususnya perikanan cukup besar.
Diperkirakan mencapai 6,7 juta ton per tahun yang terdiri dari 4,4 juta ton di
perairan nusantara dan 2,3 juta ton di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).
Hal ini misalnya kelimpahan ikan dengan jumlah lebih dari 300 ton/tahunnya yang
terdapat di sepanjang Selat Madura, seperti ikan pelagis kecil, kerang darah,
gulamah, udang putih, simping, rajungan, kakap, belanak, dan pari, yang belum
termanfaatkan secara maksmal oleh masyarakat, khususnya para nelayan. Hal ini
karena tidak didukungnya dengan peralatan menangkap ikan yang memadai. Alat
penangkap konvensional yang banyak digunakan oleh para nelayan misalnya jaring
dan pancing yang hanya memiliki produktivitas penangkapan sekitar 100 sampai
3000 kg/unit (Milasari, 2011).
Ekspor di sektor perikanan merupakan hal yang sangat menjanjikan dalam
peningkatan devisa negara. Total volume ekspor hasil perikanan Indonesia
mengalami peningkatan sebesar 6,02 persen pada tahun 2012 dibandingkan dengan
total volume ekspor hasil perikanan pada tahun 2011 yaitu sebesar 1.159 juta ton
pada tahun 2011 dan meningkat menjadi 1.229 juta ton pada tahun 2012. Sedangkan
nilai ekspor hasil perikanan tahun 2012 menunjukkan peningkatan sebesar 9,44
persen dari US $3,52 miliar pada tahun 2011 dan meningkat menjadi US$ 3,85
miliar pada tahun 2012. Apabila kelimpahan ikan tersebut tidak dimanfaatkan
secara optimal maka akan berdampak pada kerugian negara.
Dengan keberadaan air laut yang melimpah di Selat Madura melalui metode
magnesium fuel cell dapat menjadikan solusi yang inovatif untuk memanfaatkannya
menjadi sumber listrik. Magnesium fuel cell merupakan prinsip elektrolisis
hidrogen untuk membangkitkan listrik yang dapat mengoptimalkan penangkapan
berbagai jenis ikan yang sangat melimpah di Selat Madura. “Madura Strait
Fisheries Project : Sebagai Solusi Pemekaran Komoditi Ekspor Perikanan di Kota
Surabaya 2030” merupakan gagasan yang unik dan belum pernah digagas
sebelumnya. Penggunaan penerangan berbagai lampu pada bagan tancap modern
yang akan dibangun disepanjang Selat Madura, sehingga hasil tangkapan tersebut
menjadi maksimal dan optimal untuk dapat diekspor ke berbagai negara.
Tujuan Penulisan
Gagasan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM-
GT) ini bertujuan sebagai berikut :
1. Untuk mengoptimalkan kelimpahan ikan di Selat Madura dan hasil tangkapan
sektor perikanan untuk mencapai ekspansi komoditi ekspor perikanan di Kota
Surabaya melalui pemanfaatan potensi air laut sebagai sumber energi listrik yang
dapat diperbarui.
2. Mengurangi penggunaan bahan bakar minyak atau gas alam dalam sektor
perikanan.
2

3. Untuk mengetahui rekayasa-rekayasa teknologi kimia yang dapat diterapkan


dalam upaya menyokong lahirnya konsep Madura Strait Fisheries Project
berdasarkan konsep green fisheries dan terintegrasi secara modern.

Manfaat Penulisan
Manfaat dari gagasan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan
Tertulis (PKM-GT) ini adalah sebagai berikut :
1. Segi Energi
Sebagai solusi dalam masalah penggunaan bahan bakar minyak dan gas alam
yang mulai langka. Dengan adanya konsep Madura Strait Fisheries ini
diharapkan mampu mengurangi konsumsi bahan bakar minyak dan gas alam
pada bagan tancap di Indonesia khususnya di wilayah Kota Surabaya, Jawa
Timur.
2. Segi Pemerintah
Dengan adanya proyek ini akan membuka lapangan kerja baru bagi mereka yang
belum mendapatkan pekerjaan sehingga pemerintah dapat mengurangi masalah
pengangguran.
3. Segi Lingkungan
Melalui proyek ini maka tercipta gagasan baru penangkapan ikan berbasis green
fisheries karena penggunaan energi listrik dari air laut yang ramah lingkungan,
yang diharapkan dapat meningkatkan daya ekspor sektor perikanan dari
Indonesia untuk memenuhi permintaan kebutuhan berbagai negara di dunia.

GAGASAN
Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan
Kelimpahan Ikan di Selat Madura
Permintaan ekspor hasil laut Indonesia, khususnya sektor perikanan
merupakan hal yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan dalam peningkatan
devisa negara dan kesejahteraan perekonomian masyarakat nelayan khususnya.
Mengingat Indonesia merupakan negara maritim dengan luas wilayah lautan kira
kira 5.800.000 km2.
Salah satu wilayah perairan yang ada di Jawa Timur adalah Selat Madura
memiliki tipe perairan setengah tertutup (semi-enclosed sea) pada bagian timur dan
barat laut, tetapi memiliki tipe perairan terbuka dibagian timur perairan yang
berbatasan dengan Selat Bali (Sugianto, 2009). Hal ini menyebabkan kelimpahan
ikan dengan jumlah lebih dari 300 ton/tahunnya yang terdapat di sepanjang Selat
Madura, seperti ikan pelagis kecil, kerang darah, gulamah, udang putih, simping,
rajungan, kakap, belanak, dan pari.
3

Terdapat berbagai jenis ikan yang hidup di Selat Madura seperti pada tabel
1. berikut :
Tabel 1. Kelimpahan Ikan di Selat Madura (Sumber: Kirana, 2012)
JENIS IKAN DOMINAN DI SELAT MADURA
NO NAMA IKAN NAMA LATIN JUMLAH (TON/TAHUN)
1 Kerang Darah Anadara granosa 1532,8
2 Gulamah Nibea albifotra 1414,7
3 Udang Putih Penaeus merguiensis 1230,4
4 Simping (Scallops) Amusium pleuronectes 1072,1
5 Rajungan Portunus pelagicus 485,8
6 Kakap Lutjanus spp. 388
7 Belanak Mugil cephalus 383,4
8 Pari Manta spp. 339,7

Permintaan Ekspor Perikanan di Indonesia


Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi
masyarakat, mudah didapat, dan harganya murah. Data ekspor di sektor perikanan
menyatakan bahwa total volume ekspor hasil perikanan Indonesia mengalami
peningkatan sebesar 6,02 persen pada tahun 2012 dibandingkan dengan total
volume ekspor hasil perikanan pada tahun 2011 yaitu sebesar 1.159 juta ton pada
tahun 2011 dan meningkat menjadi 1.229 juta ton pada tahun 2012. Sedangkan nilai
ekspor hasil perikanan tahun 2012 menunjukkan peningkatan sebesar 9,44
persen dari US$ 3,52 miliar pada tahun 2011 dan meningkat menjadi US$ 3,85
miliar pada tahun 2012 (Export Statistics of Fisheries Product By Country of
Destination, 2012).
Pada tahun 2012, pasar ekspor perikanan utama Indonesia adalah Negara
Cina yaitu sebesar 295.486 ton (24 persen) dari total volume ekspor hasil perikanan
Indonesia, diikuti oleh Thailand sebesar 216.407 ton (17,61 persen), selanjutnya
yaitu Amerika Serikat sebesar 133.476 ton (10,85 persen) dan Jepang sebesar
118.732 ton (9,65 persen), kemudian diikuti oleh negara lainnya yang terdiri dari
171 negara tujuan ekspor hasil perikanan Indonesia yang tersebar di 5 benua (Asia,
Afrika, Australia, Amerika, dan Eropa) sebesar 465.014 ton (37,83 persen) (Export
Statistics of Fisheries Product By Country of Destination, 2012).
4

Jenis hasil laut yang menjadi primadona ekspor Indonesia ke belahan dunia
ditunjukkan pada gambar 1. berikut :

Gambar 1. Jenis Ikan Indonesia dalam Transaksi Ekspor


(Sumber : Export Statistics of Fisheries Product By Country of
Destination, 2012)
Salah satu komoditi ekspor andalan Indonesia dan mulai dikembangkan saat
ini adalah ikan pelagis kecil, misalnya cumi dan ikan teri. Tentunya, kesempatan
permintaan pasar yang besar ini harus dioptimalkan dengan baik untuk menambah
pendapatan negara. Perkembangan permintaan ekspor ikan pelagis, khususnya ikan
teri dan cumi Indonesia ditunjukkan gambar 2.

Grafik Permintaan Ekspor


Perikanan Indonesia
60000000 Gambar 2. Perkembangan
Afrika
Permintaan Ekspor Ikan
Volume

40000000 Pelagis (Cumi) di Indonesia


Australia
20000000
Tahun 2012
Amerika
(Sumber : Export Statistics of
Eropa
0 Fisheries Product By Country
Asia
of Destination, 2012)
Nama Benua

Ekspor hasil laut, khususnya cumi di Indonesia mencapai 73.264.777 kg dan


menghasilkan nilai jual ekspor sejumlah 167.684.599 US$ pada tahun 2012. Angka
tersebut tergolong sangat banyak dan apabila hanya mengandalkan teknologi
penangkapan yang konvensional, maka angka ekspor tersebut tidak akan meningkat
(Export Statistics of Fisheries Product By Country of Destination, 2012).

Solusi yang Pernah Ditawarkan


Teknologi penangkapan ikan di Indonesia, khususnya wilayah Selat Madura
yang masih konvensionalyang selama ini digunakan untuk pemenuhan permintaan
pasar ekspor luar negeri seperti yang disajikan pada tabel 2. berikut :
5

Tabel 2. Teknologi Konvensional di Selat Madura (Sumber : Milasari, 2011)


Alat Tangkap Konvensional Produktivitas Kelemahan
(Kg/unit)
Jaring Klitik 3931  Tingkat produktivitas rendah
 Membutuhkan waktu yang
tidak menentu bahkan lama
dalam penangkapan ikan
Jaring Angkat/Bagan Tancap 2330  Biaya operasional besar
dalam penggunaan bahan
bakar LPG
 Tidak dilengkapi pengaman
memadai
 Membahayakan nelayan
apabila terjadi kebocoran
aliran gas LPG
 Ancaman terjadi ledakan
Pukat Harimau (banyak)  Membahayakan dan merusak
ekosistem laut
 Tidak ramah lingkungan
karena menggunakan bahan-
bahan kimia berbahaya

Gagasan Baru yang Ditawarkan


Konsep Madura Strait Fisheries Project
Proyek penangkapan ikan dengan metode magnesium fuel cell ini
menggunakan lampu bawah laut kedap air (under water light-fishing). Konsep ini
merupakan gagasan yang menarik dan pertama di Indonesia. Beberapa konsep
desain sejenis dengan skala kecil sebetulnya telah dihasilkan, yaitu dengan
menggunakan panel surya sebagai pengganti sumber energi listrik untuk
menghidupkan lampu LED, penggunaan lampu petromaks yaitu penggunaan gas
LPG sebagai sumber energi listrik untuk menghidupkan lampu sebagai penerangan
pada bagan tancap. Akan tetapi terdapat beberapa kelemahan dan evaluasi yang
masih perlu ditinjau ulang.
6

Pola visualisasi penyebaran komponen Selat Madura Fisheries Project ditunjukkan


pada gambar 3. Dibawah ini :

Air Laut
Jalan

Rumah Apung Hasil


Tangkapan Ikan
Bagan Tancap untuk Kebutuhan
Ekspor
Gambar 3. Visualisasi Pola Penyebaran Komponen Madura Strait Fisheries
Project

Pola penyebaran Madura Strait Fisheries Project terinspirasi dari patung


sura (hiu) dan boyo (buaya) yang memang menjadi ikon kota Surabaya (lihat
gambar 4). Bentuk ini akan difungsikan sebagai komponen utama Madura Strait
Fisheries Project berupa jalan, jalur lalu lintas kendaraan penghubung antar unit
penangkapan yang terdiri dari bagan tancap dan tempat penampungan ikan hasil
tangkapan. Strukturnya dibuat dengan reklamasi dan menjadi satu-satunya
komponen Selat Madura Fisheries Project yang tidak mengapung.

Struktur Madura Strait Fisheries Project


Madura Strait Fisheries Project terdiri dari beberapa komponen blok dalam
satu wilayah yang terdiri dari :
A. Bagan Tancap
Pada Madura Strait Fisheries Project dengan menggunakan Magnesium
fuel cell yang merupakan proses yang terdiri dari rangkaian sel bahan bakar
magnesium dengan elektrolit yang fleksibel dengan menggunakan larutan garam
(air laut), berfungsi mampu mengkonversi air laut sebagai elektrolit dan oksigen
terlarut dalam laut sebagai oksida dalam sel semi-bahan bakar dengan
magnesium anoda sebagai bahan bakar menjadi energi listrik. Charge Controller
sebagai pengontrol otomatis interaksi elektrik antara baterai, magnesium fuel
cell, dan lampu. Baterai sebagai alat penyimpan daya listrik yang dihasilkan
magnesium fuel cell. Lampu LED kedap air sebagai alat utama untuk metode
underwater light-fishing dengan menggunakan metode magnesium fuel cell.
7

Berikut struktur bagian bagan tancap dan penampang komponen magnesium fuel
cell:

Elektroda
Magnesiu

Kanebo

Elektroda
Karbon
Gambar 4. Struktur Bagan Tancap dan Komponen Magnesium Fuel Cell pada
Konsep Madura Strait Fisheries Project

Dengan persebaran jenis ikan pelagis kecil yang ada di Selat Madura
(Kirana, 2012), misalnya kerang darah, gulamah, belanak, pari, dan jenis udang
putih, kakap, rajungan, sehingga dapat dimaksimalkan hasil penangkapan ikan
tersebut untuk kebutuhan ekspor ke beberapa negara.
Berikut merupakan lokasi implementasi Madura Strait Fisheries Project
yang ditinjau dalam empat titik lokasi :

Gambar 5. Lokasi Implementasi Madura Strait Fisheries Project

B. Rumah Apung Hasil Tangkapan Ikan


Rumah apung ini akan berfungsi untuk proses pengawetan ikan dengan
pendinginan menggunakan listrik dari metode magnesium fuell cell, kemudian
mengalami proses pengemasan yang nantinya akan diekspor ke berbagai negara di
dunia. Adapun 3 komponen yang penting dalam unit rumah apung ini adalah :
1. Pipa aliran arus listrik magnesium fuell cell untuk mengalirkan elektrolit dari
larutan garam supaya konversi air laut sebagai elektrolit dan oksigen yang
terlarut dapat menjadi bahan bakar listrik
2. Reaktor pendingin ikan hasil tangkapan
Prinsip pendinginan ikan adalah menurunkan suhu ikan atau produk sampai
mendekati 0o C dengan tujuan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga ikan
8

menjadi lebih awet. Kelebihan dari proses reaktor pendingin adalah tidak
merusak struktur daging ikan dan selain itu biaya yang dibutuhkan relatif lebih
murah daripada proses pembekuan dengan freezer.

Pipa aliran arus


listrik magnesium Reaktor penyimpanan
fuel cell hasil packing ikan
Reaktor pendingin
ikan hasil tangkapan tangkapan

Gambar 6. Unit Bagian Rumah Apung

Pihak yang Dapat Mengimplementasikan Gagasan


Agar konsep Madura Strait Fisheries Project dapat terealisasikan, maka
diperlukan pihak-pihak yang dapat membantu agar dapat terimplementasikan
seperti:
1. Arsitek
Sebagai perancang konstruksi beberapa blok yang terdiri dari unit bagan tancap dan
unit rumah apung merupakan satu-kesatuan dari Madura Strait Fisheries Project.
2. Pemerintah
Penelitian, uji penerapan dan simulasi dapat dilaksanakan bersama pihak
universitas dalam negeri dan pakar luar negeri dengan difasilitasi oleh departemen-
departemen terkait, misalnya Kementrian Pekerjaan Umum (Departemen PU)
berwenang mengeluarkan kebijakan dalam pengadaan ruang publik di indonesia,
Departemen keuangan bertanggung jawab dalam pengawasan keuangan pra, proses
dan pasca pengerjaan proyek, Kementrian Energi dan Kelautan Indonesia yang
bertanggung jawab terhadap Madura Strait Fisheries Project yang ada di Indonesia
nantinya.
3. Ilmuwan
Peran ilmuwan atau para peneliti sangat dibutuhkan untuk pengembangan Madura
Strait Fisheries Project terutama pada unit bagan tancap bagian magnesium fuel
cell untuk meningkatkan daya listrik yang dihasilkan untuk pemenuhan energi
listrik pada lampu LED kedap air dengan metode underwater light fishing.
9

Langkah-Langkah Strategis Implementasi Gagasan


Langkah-langkah strategis untuk mewujudkan gagasan Madura Strait Fisheries
Project adalah:
1. Inisiasi kerjasama antara instansi pemerintah dengan masyarakat di pesisir
Surabaya dan Madura dalam pemberdayaan wilayah pesisir sebagai proyek
penangkapan ikan skala massal dan modern, serta berbasis green fisheries and
technology.
2. Memasukkan rancangan konsep Madura Strait Fisheries Project ke dalam
Rancangan Tata Ruang dan Wilayah Surabaya tahun 2030.
3. Melakukan pemetaan daerah potensial di Pesisir Surabaya dan Madura untuk
keberlanjutan (sustainability) pengembangan Madura Strait Fisheries Project
4. Mobilisasi dengan warga pesisir Surabaya dan Madura untuk merealisasikan
program pengembangan kawasan pesisir Surabaya yang di sepakati bersama,
serta melakukan evaluasi secara periodik dan profesional.

KESIMPULAN
Inti Gagasan
Madura Strait Fisheries Project merupakan sebuah rancangan, sebagai
bentuk inovasi dari upaya peningkatan penangkapan di sektor perikanan Indonesia
yang belum optimal dalam pemenuhan kebutuhan ekspor. Dalam konsep ini, desain
Madura Strait Fisheries Project mengacu pada unit bagan tancap yang dilengkap
dengan proses magnesium fuel cell sebagai metode pemanfaatan elektrolisis air laut
dengan elektroda magnesium untuk pemenuhan energi listrik pada lampu LED
dengan konsep underwater light fishing untuk memaksimalkan penangkapan ikan
di bawah laut Selat Madura. Juga terdapat unit rumah apung sebagai proses
pengawetan hasil tangkapan dengan pendingin dari listrik yang dihasilkan dengan
proses magnesium fuel cell, kemudian dilakukan pengemasan yang kemudian siap
untuk diekspor ke berbagai negara di dunia.

Teknik Implementasi Gagasan


Gagasan Madura Strait Fisheries Project ini dapat diimplementaskan
dengan baik apabila didukung oleh hal-hal sebagai berikut :
1. Adanya riset berkelanjutan dalam pengembangan bangunan terapung, sebagai
pendukung dalam mengimplementasikan Madura Strait Fisheries Project.
2. Komitmen antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pengembangan
Madura Strait Fisheries Project di kawasan Selat Madura.
3. Metode dalam konsep Madura Strait Fisheries Project diaplikasikan dalam
RT/RW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Surabaya agar memungkinkan potensi
penerapannya oleh Pemerintah.
4. Kerjasama antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi dalam penataan
ruang sekitar Selat Madura, ditambah dengan kerjasama antara masyarakat,
swasta dan pemerintah untuk mewujudkan Madura Strait Fisheries Project.
10

Prediksi Keberhasilan Gagasan


Gagasan sistem Madura Strait Fisheries Project ini secara sosial mampu
menyelesaikan permasalahan kurangnya optimalisasi penangkapan perikanan yang
melimpah di Selat Madura untuk pemenuhan kebutuhan ekspor serta dapat
dikembangkan untuk menjadi alternatif teknologi penangkapan ikan modern masa
depan yang ramah lingkungan. Pengembangan sistem Madura Strait Fisheries
Project ini dapat dilaksanakan sedikit demi sedikit dengan mendasarkan pada
pembangunan unit dalam Madura Strait Fisheries Project yang memakan waktu
lama. Sebagai realisasinya dapat diukur melalui tahapan pengembangan sebagai
berikut :
1. Tahun 1-10 : Studi literatur dan pembangunan teknologi dan unit utama dalam
Madura Strait Fisheries Project yaitu unit bagan tancap dan unit rumah apung
di Selat Madura.
2. Tahun 10-25 : Pemantauan intensif perkembangan unit dan teknologi proses
magnesium fuel cell pada bagan tancap dan rumah apung melalui data statistik.
3. Tahun 25-30 : Pemekaran unit bagan tancap dan rumah apung pada Madura
Strait Fisheries Project.
4. Tahun 30 : realisasi “Madura Strait Fisheries Project” sebagai proyek
penangkapan ikan massal berbasis eco energy dan green fisheries.

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kelautan dan Perikanan Direktorat Jendral Perikanan Tangkap. 2012.
.Identifikasi dan Pengukuran Kapal Perikanan Semarang: Balai Besar
Pengembangan Penangkapan Ikan.
Heruwati, E.S.1986. Keamanan Produk Periakanan Sebelum Dan Selama
Pengolahan Serta Selama Penyimpanan Dan Distribusi. Pusat Antar
Universitas Pangan dan Gizi UGM. Yogyakarta.
Irianto, Hari Eko dan Indroyono Soesilo. 2007. Dukungan Teknologi Penyediaan
Produk Perikanan. Di dalam Makalah pada Seminar Nasional Hari Pangan
Sedunia 2007 di Auditorium II Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu,
Bogor, 21 November 2007.
Martin, S. 2004. An Introduction to Ocean Remote Sensing. United Kingdom :
University of Cambridge.
Murniyati, A.S. 2000. Pendinginan, Pembekuan, dan Pengawetan Ikan. Penerbit
Kanisius. Yogyakarta.
11
12

2.Anggota 1
13

3. Anggota 2
14
15

17
Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Penyusun dan Pembagian Tugas
No. Nama Program Alokasi Waktu Uraian Tugas
Studi (Jam/Minggu)
1 Fitrie Dwi S1 Kimia 8 jam/minggu a. Mengkoordinasi
Lestari anggota agar jalan
sesuai tugasnya, dan
mengontrol anggota.
b. Mengkonsep Selat
Madura Fisheries
Project.
2 Yurike Ika S1 Kimia 8 jam/minggu a. Sebagai koordinator
Cahyo pembuatan proposal,
power point, dan
artikel.
b. Sebagai konseptor
proyek di lapangan.
3 Tri Adi S1 Kimia 8 jam/minggu a. Sebagai konseptor
Setiawan proyek di lapangan.
b. Mengembangkan
konsep Selat Madura
Fisheries Project dan
menyesuaikan dengan
kondisi lapangan.
c. Menyesuaikan
rancangan alat dalam
skala besar.
16

Lampiran 3 Surat Pernyataan Ketua Tim