Anda di halaman 1dari 99

JOBSHEET

Bengkel Listrik Semester 2

Disusun Oleh:

Tim Bengkel Listrik

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2011
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat serta
hidayahnya-Nya yang begitu besar dilimpahkan kepada saya,
Kami sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu,
sehingga kami dapat menyelesaikan buku modul ini ,untuk itu perkenankanlah
kami mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Ir.Tundung Subali Patma,MT selaku Direktur Politeknik Negeri


Malang..
2. Bapak Supriyatna Adhisuwignjo, ST,MT selaku Ketua Jurusan Teknik
Elektro Politeknik Negeri Malang.
3. Bapak Ir.Gatot Joelianto,M.MT selaku Ketua Program Studi Teknik
Elektro Politeknik Negeri Malang.
4. Dan semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan modul
ini yang tidak bisa kami sebutkan satu-persatu.

Kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak sangat kami
harapkan, modul ini mungkin masih jauh jauh dari sempurna,semoga modul ini
bermanfaat bagi pembaca

Penulis

iii
Buku Jobsheet Bengkel Listrik Semester II ( REL 236 )

Jobsheet Bengkel Listrik I

Semester II

( REL 236 )

Tim Penyusun, Program Studi Teknik Listrik,


Jurusan Teknik Elektro
Politeknik Negeri Malang, 2011
Buku Jobsheet Bengkel Listrik Semester II ( REL 236 )

Daftar Isi

1. Pendahuluan Keselamatan Kerja 1

Peraturan,Norma Dan Standar Sistem Kesalamatan Kerja 1


Rangkuman 7

2. Pengertian Kompetensi 9

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) 12

3. Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik 15

4. Pemasangan dan Terminasi 18

5. Keamanan dan Keselamatan Kerja – Listrik 36

6. Instalasi Penerangan Satu Fasa Sistim Pemasangan di


Permukaan ( ON PLASTER ) 40

7. Prinsip Dasar kWh Meter 45

8. Diagram Pengawatan APP satu FASA 54

9. Pengawatan kWh Meter 56

10. Tata Laksana Pemeriksaan Instalasi Rumah 59

11. Pemeriksaan APP 67


Buku Jobsheet Bengkel Listrik Semester II ( REL 236 )

Lampiran 1 : GAMBAR KERJA 73

Lampiran 2 : DAFTAR PERALATAN 79

Lampiran 3 : Blangko comimisioning / Pengujian 81


Buku Jobsheet Bengkel Listrik Semester II ( REL 236 )

Pertemuan Semester II (Dua)

Minggu 1 : Latihan berbasis kompetensi


Instalasi Penerangan 1 Fasa dengan Sistim Pemasangan
dipermukaan ( on plaster )- Diskripsi :pada instalasi
penerangan 1 fasa di rumah mewah

Minggu 2 : Gambar kerja instalasi dan tugas individu


Mempersiapkan kebutuhan instalasi

Minggu 3 : Menggambar pada papan kerja

Minggu 4 : Memasang pipa , roset , saklar , kotak kontak

Minggu 5 : Memasang penghantar , mengukur tahanan isolasi


Memeriksa instalasi bertegangan

Minggu 6 : Persiapan panel


Pemasangan isi panel

Minggu 7 : Pengawatan panel : Fuse, relay impuls,Busbar dan Terminal.

Minggu 8 : Pengawatan panel: saklar cahaya

Minggu 9 : Pemeriksaan pengawatan panel dan tes individu

Minggu 10 : Pemeriksaan pengawatan panel bertegangan

Minggu 11 : Pemeriksaan fungsi panel kontrol sesuai diskripsi

Minggu 12 : Pemeriksaan fungsi panel kontrol sesuai diskripsi

Minggu 13 : Latihan : Alat Ukur &Pembatas (APP)


Diagram rangkaian pengawatan kWhmeter 1 fasa
pengukuran langsung
Pengawatan

Minggu 14 : Sambungan beban, kerja kWh meter


Polaritas kumparan arus

Minggu 15 : Terminasi kabel twistead ( Tidak Bertegangan )


Sambungan atas ( Tidak Bertegangan )

Minggu 16 : Latihan menyambung pada jaringan bertegangan

Minggu 17 : Latihan menyambung pada jaringan bertegangan dan tes

Minggu 18 : Inventarisasi data , persiapan pembuatan laporan


Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

1
Pendahuluan Keselamatan Kerja

Peraturan, Norma dan Standar Sistem Keselamatan Kerja


a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Setelah melaksanakan kegiatan belajar mahasiswa dapat memahami
tentang prinsip-prinsip peraturan, norma dan standar sistem
keselamatan kerja pada pekerjaan mekanik listrik dengan baik

b. Dasar-Dasar Keselamatan Kerja

Tindakan keselamatan kerja bertujuan untuk menjamin keutuhan dan


kesempurnaan, baik jasmani maupun rohani manusia, serta hasil kerja dan
budaya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Keselamatan
kerja manusia secara terperinci antara meliputi : pencegahan terjadinya
kecelakaan, mencegah dan atau mengurangi terjadinya penyakit akibat
pekerjaan, mencegah dan atau mengurangi cacat tetap, mencegah dan atau
mengurangi kematian, dan mengamankan material, konstruksi, pemeliharaan,
yang kesemuanya itu menuju pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan
umat manusia.

Dasar-dasar keselamatan kerja yang ada di Indonesia telah diatur dalam


Undang-Undang RO No. 1 Th 1970. Pada pasal satu ayat lima misalnya,
dikemukakan bahwa ahli keselamatan kerja adalah tenaga teknis berkeahlian
khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga
Kerja untuk mengawasi ditaatinya UU No. 1 Th 1970. Organisasi keselamatan
kerja dalam administrasi pemerintah di tingkat pusat diwadahi dalam bentuk
Direktorat Pembinaan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Direktoral
Perlindungan Perawatan Tenaga Kerja. Fungsi Direktorat ini antara lain:
melaksanakan pembinaan, pengawasan, serta penyempurnaan dalam
penetapan norma keselamatan kerja di bidang mekanik, bidang listrik, uap dan
kebakaran.

Selain Undang-Undang yang mengatur keselamatan kerja, terdapat pula suatu


organisasi lain yang dibentuk oleh perusahaan-perusahaan sebagai bagian dari

1
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

struktur organisasi yang ada di perusahaan, yang disebut bidang keselamatan


kerja. Selain organisasi-organisasi di atas ada satu organisasi yang konsen
terhadap keselamatan kerja, misalnya organisasi Ikatan Higine Perusahaan,
Kesehatan dan Keselamatan Kerja, yang didirikan pada tahun 1971. Adapun
tujuan organisasi tersebut antara lain 1) Menunjang terlaksananya tugas-tugas
pemerintah, khususnya di bidang peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan
tenaga kerja di perusahaan, industri, perkebunan, pertanian yang meliputi di
antaranya tentang penanganan keselamatan kerja. 2) Menuju tercapainya
keragaman tindak di dalam menanggulangi masalah antara lain keselamatan
kerja.

c. Standar Keselamatan Kerja

Pengamanan sebagai tindakan keselamatan kerja ada beberapa hal


yang perlu diperhatikan digolongkan sebagai berikut:

a) Pelindung badan, meliputi pelindung mata, tangan, hidung,


kaki, kepala, dan telinga.

b) Pelindung mesin, sebagai tindakan untuk melindungi mesin


dari bahaya yang mungkin timbul dari luar atau dari dalam atau
dari pekerja itu sendiri

c) Alat pengaman listrik, yang setiap saat dapat


membahayakan.

d) Pengaman ruang, meliputi pemadam kebakaran, sistem


alarm, air hidrant, penerangan yang cukup, ventilasi udara
yang baik, dan sebagainya.

Di samping penggolongan pengamanan tersebut di atas, standar keselamatan


kerja terutama di bengkel mekanik listrik, ada urutan penanggung jawab
keselamatan kerja. Seorang pengawas mempunyai tugas dan kewajiban antara
lain: memberikan instruksi dengan benar kepada anak buahnya secara tepat dan
aman untuk tiap-tiap bagian yang akan dikerjakan. Jika terjadi kecelakaan,
seorang instrutur berkewajiban menyelidiki sebab-sebab terjadinya kecelakaan
dan kerusakan yang terjadi. Pengawas wajib melaporkan kepada atasannya atas
kejadian kecelakaan tersebut, melaporkan tentang kerusakan mesin maupun
alat-alat yang digunakan , mencatat peristiwa tersebut secara akurat dan tertib.

2
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Seorang storeman (teknisi), bertugas dan bertanggung jawab penuh terhadap


alat-alat dan mesin yang ada di ruang bengkel untuk : memelihara alat-alat kerja,
memberikan layanan peminjaman alat bagi pekerja atau peserta praktikan,
mencatat barang yang masuk dan keluar, mencatat jumlah barang yang ada di
bengkel, dan mencatat kerusakan alat-alat kerja, baik alat tangan maupun
peralatan mesin.

Seorang praktikan, mempunyai tugas dan kewajiban antara lain: mentaati


segala peraturan dan instruksi yang ada. Ia berkewajiban melakukan pekerjaan
dengan hati-hati dan aman, menjaga keutuhan alat dan kebersihan ruangan
kerja, bertindak secara tepat jika terjadi kecelakaan dan melaporkan kepada
guru.

d. Sistem Keselamatan Kerja

Pratikan , teknisi maupun intruktur yang akan bekerja dalam lingkungan bengkel
atau laboratorium khususnya dalam teknik kejuruan haruslah mengetahui tentang
pengetahuan keselamatan kerja. Mereka juga harus mengetahui tata-cara
bekerja secara benar, cara bekerja yang aman dan selamat baik bagi dirinya
sebagai orang yang terlibat dalam pekerjaan itu maupun benda kerja yang
dikerjakan serta lingkungan kerja di sekitarnya. Terjadinya kecelakaan
menyebabkan kerugian pada tiap-tiap orang yang terlibat baik secara langsung
maupun tidak langsung dalam pekerjaan tersebut. Jika terjadi kecelakaan maka
orang yang bersangkutan akan menderita sakit atau gangguan phyisik lainnya.
Kerugian lainnya adalah kerugian benda, usaha kerja, kesehatan dan aktivitas
sosial lainnya.

e. Sebab-Sebab terjadinya Kecelakaan

Suatu kecelakaan sering terjadi yang diakibatkan oleh lebih dari satu sebab.
Kecelakaan dapat dicegah dengan menghilangkan halhal yang
menyebabkan kecelakan tersebut. Ada dua sebab utama terjadinya suatu
kecelakaan. Pertama, tindakan yang tidak aman. Kedua, kondisi kerja yang
tidak aman. Orang yang mendapat kecelakaan luka-luka sering kali
disebabkan oleh orang lain atau karena tindakannya sendiri yang tidak
menunjang keamanan. Berikut beberapa contoh tindakan yang tidak aman,
antara lain: a) Memakai peralatan tanpa menerima pelatihan yang tepat b)

3
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Memakai alat atau peralatan dengan cara yang salah c) Tanpa memakai
perlengkapan alat pelindung, seperti kacamata pengaman, sarung tangan
atau pelindung kepala jika pekerjaan tersebut memerlukannya d)
Bersendang gurau, tidak konsentrasi, bermain-main dengan teman sekerja
atau alat perlengkapan lainnya. e) Sikap tergesa-gesa dalam melakukan
pekerjaan dan membawa barang berbahaya di tenpat kerja f) Membuat
gangguan atau mencegah orang lain dari pekerjaannya atau mengizinkan
orang lain mengambil alih pekerjaannya, padahal orang tersebut belum
mengetahui pekerjaan tersebut.

Di sisi lain, kecelakaan sering terjadi akibat kondisi kerja yang tidak aman.
Berikut ini beberapa contoh yang menggambarkan kondisi kerja tidak aman,
antara lain :tidak ada instruksi tentang metode yang aman, tidak ada atau
kurangnya pelatihan si pekerja, memakai pakaian yang tidak cocok untuk
mengerjakan tugas pekerjaan tersebut, menderita cacat jasmani, penglihatan
kabur, pendengarannya kurang, mempunyai rambut panjang yang mengganggu
di dalam melakukan pekerjaan penerangan ruang yang tidak mendukung.

Persentase penyebab kecelakaan di bengkel kerja mesin berdasarkan penelitian


ahli seperti Gambar 1 berikut ini :

Gambar 1. Diagram Persentase Kecelakaan


di Bengkel Kerja Mesin

4
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Keterangan Gambar 1.

1. Terluka akibat menyangkut barang 30%


2. Jatuh 20 %
3. Obyek yang jatuh 10%
4. Peralatan tangan 10%
5. Mesin 9%
6. Menabrak benda 6%
7. Alat angkut 5%
8. Terbakar 2%
9. Arus listrik 2%
10. Zat berbahaya 1%
11. Lain-lain 5%

f. Tindakan Menghindari Cara Kerja yang Tidak Aman

Menghindarkan cara kerja yang tidak nyaman merupakan tanggung jawab semua
pekerja yang bekerja di ruang kerja. Sebaliknya sikap yang tidak bertanggung
jawab merupakan suatu tindakan kebodohan. Sikap yang bodoh menyebabkan
bahaya bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu ikutilah instruksi
supervisor (pengawas/pimpinan). Pakailah cara-cara kerja yang benar, tenang
dan tidak ceroboh dalam segala hal jika akan memulai bekerja.

Kerja sama dari semua orang yang terlibat dalam bekerja sangat diperlukan
dalam mencegah kondisi yang tidak aman. Kondisi kerja yang aman tidak hanya
memiliki alat-alat yang bagus dan mesin yang baru. Kerjasama dari setiap
individu tempat kerja merupakan hal yang sangat penting. Menjadikan tempat
kerja yang bersih, sehat, tertib, teratur dan rapi merupakan syarat yang sangat
menentukan keberhasilan kerja secara maksimal.

g. Mencegah Terjadinya Kecelakaan

Tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan adalah hal


yang lebih penting dibandingkan dengan mengatasi terjadinya kecelakaan.
Kecelakaan dapat dicegah dengan menghindarkan sebab-sebab yang bisa
mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Tindakan pencegahan bisa dilakukan
dengan cara penuh kehati-hatian dalam melakukan pekerjaan dan ditandai
dengan rasa tanggung jawab. Mencegah kondisi kerja yang tidak aman,
mengetahui apa yang harus dikerjakan dalam keadaan darurat, maka segera
melaporkan segala kejadian, kejanggalan dan kerusakan peralatan sekecil

5
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

apapun kepada atasannya. Kerusakan yang kecil atau ringan jika dibiarkan
maka semakin lama akan semakin berkembang dan menjadi kesalahan yang
serius jika hal tersebut tidak segera diperbaiki.

Peralatan perlindungan anggota badan dalam setiap bekerja harus selalu


digunakan dengan menyesuaikan sifat pekerjaan yang dilakukan.

Pada Gambar 2 diperlihatkan beberapa Alat Pelindung Diri (APD) anggota


badan, terdiri dari pelindung mata, kepala, telinga, tangan, kaki dan hidung.
Penggunaan alat pelindung ini disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang
dikerjakan. Sebagai contoh pelindung mata, pakailah kaca mata atau gogles
untuk melindungi dari sinar yang kuat, loncatan bunga api, loncatan logam panas
dan sebagainya.

Rangkuman :Keselamatan kerja manusia secara terperinci antara meliputi :


pencegahan terjadinya kecelakaan, mencegah dan atau mengurangi terjadinya
penyakit akibat pekerjaan, mencegah dan atau mengurangi cacat tetap,
mencegah dan atau mengurangi kematian, dan mengamankan material,
konstruksi, pemeliharaan, yang kesemuanya itu menuju pada peningkatan taraf

6
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

hidup dan kesejahteraan umat manusia. Dasar-dasar keselamatan kerja yang


ada di Indonesia antara lain telah diatur dalam Undang-Undang RO No. 1 Th
1970. Pada pasal satu ayat lima misalnya, dikemukakan bahwa ahli keselamatan
kerja adalah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga
Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya UU
No. 1 Th 1970. Standar Keselamatan Kerja ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, yaitu pelindung badan, pelindung mesin, alat pengaman listrik,
pengaman ruang.

Tugas :
1) Pelajarilah uraian materi tentang prinsip-prinsip peraturan, norma dan sistem
keselamatan kerja pada pekerjaan mekanik listrik !
2) Sebutkan standar-standar keselamatan kerja yang perlu diperhatikan ?

Tes Formatif :
1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan tindakan
keselamatan kerja !
2) Sebutkan dasar-dasar keselamatan kerja yang anda
ketahui
3) Apakah sasaran tindakan keselamatan kerja ?
4) Bagaimanakah cara melakukan pencegahan terjadinya
kecelakaan di bengkel mekanik elektro !
5) Buatlah poster tentang tindakan keselamatan kerja di
bengkel listrik menggunakan kertas ukuran A4 !

Kunci Jawaban Formatif

1) Tindakan keselamatan kerja bertujuan untuk menjamin


keutuhan dan kesempurnaan, baik jasmani maupun rohani
manusia, serta hasil kerja dan budaya tertuju pada
kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

2) a) Undang-Undang RI No. 1 Th 1970. b) Peraturan yang


dibuat oleh Direktorat Pembinaan Norma Keselamatan dan
Kesehatan Kerja dan Direktoral Perlindungan Perawatan
Tenaga Kerja. c) Kebijakan yang dibuat oleh organisasi
Ikatan Higine Perusahaan, Kesehatan dan Keselamatan
Kerja.

3) Mencegah terjadinya kecelakaan, mencegah dan atau


mengurangi terjadinya penyakit akibat pekerjaan, mencegah
dan atau mengurangi cacat tetap, mencegah dan atau
mengurangi kematian, dan mengamankan material,
konstruksi, pemeliharaan, yang kesemuanya itu menuju
pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan umat
manusia.

7
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

4) a) Kecelakaan dapat dicegah dengan menghindarkan


sebab-sebab yang bisa mengakibatkan terjadinya
kecelakaan. b) Tindakan pencegahan bisa dilakukan
dengan cara penuh kehati-hatian dalam melakukan
pekerjaan dan ditandai dengan rasa tanggung jawab.

c) Mencegah kondisi kerja yang tidak aman, mengetahui


apa yang harus dikerjakan dalam keadaan darurat, maka
segera melaporkan segala kejadian, kejanggalan dan
kerusakan peralatan sekecil apapun kepada atasannya. d)
Semua orang yang terlibat dalam suatu pekerjaan

Kesehatan dan keselamatan kerja :

1) Tersedia kotak PPPK sebagai suatu keharusan yang harus disediakan,


dengan isinya antara lain : obat pusing, bethadin, pencuci mata (poor woter),
kapas, dan plester atau perban.
2) Diperlukan kesadaran akan tindakan keselamatan kerja dari semua unsur
3) Adanya kerja sama yang sinergis antar pengguna dan yang terkait dengan
ruang kerja tersebut serta selalu menjunjung tinggi peran dan tanggung
jawabnya masing-masing.
4) Upaya tindakan keselamatan kerja yang perlu dilakukan antara lain adalah
sebagai berikut :

a) Tindakan pencegahan terjadinya kecelakaan harus dilakukan


dengan rasa bertanggung jawab sepenuhnya terhadap tindakan
keselamatan kerja.
b) Sikap hati-hati dan kesungguhan di lingkungan tempat kerja.
c) Hindarkanlah bertengkar l
d) Jangan bersendau-gurau, bermain atau melawak tanpakontrol
e) Jangan bermain api, listrik, udara kompresor atau
semprotan air di tempat/ruang kerja bengkel !
f) Jangan melemparkan sesuatu ke tempat kerja dan berkonsentrasilah
pada pekerjaan yang sedang dikerjakan dan sadarlah apa yang terjadi di
sekeliling tempat kerja !

8
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

2
Pengertian Kompetensi

Apakah itu kompetensi kerja ? kompetensi kerja adalah spesifikasi dari sikap,
pengetahuan dan keterampilan atau keahlian serta penerapannya secara efektif
dalam pekerjaan sesuai dengan standar kerja yang dipersyaratkan.

Apakah itu sertifikasi kompetensi ? sertifikasi kompetensi adalah proses pemberian


sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji
kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi kerja baik yang bersifat
nasional, khusus maupun internasional.

Apakah manfaatnya bagi seseorang memiliki sertifikat kompetensi ? seseorang


yang memiliki sertifikat kompetensi maka ia akan mendapatkan bukti pengakuan
tertulis atas kompetensi kerja yang dikuasainya.

Siapakah yang dapat melaksanakan sertifikasi profesi ? sertifikasi dilaksanakan oleh


LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi )yang telah dilisensi oleh BNSP. Pelaksanaan
sertifikasi pada bidang pekerjaan atau profesi yang belum terbentuk LSP-nya
dilaksanakan oleh BNSP.

Siapa sajakah yang dapat mengikuti sertifikasi kompetensi ? sertifikasi terbuka bagi
setiap tenaga kerja tanpa diskriminasi dan bersifat transparan.

Apakah maksudnya diadakan uji kompetensi ? pelaksanaan uji kompetensi


dimaksudkan sebagai sarana untuk mendapatkan bukti-bukti yang valid, berlaku
sekarang/terkini/current serta otentik sebagai dasar apakah peserta uji sudah
kompeten atau belum kompeten terhadap unit kompetensi yang diujikan.

Apakah yang dimaksud dengan kemasan sertifikasi ? sertifikasi kompetensi dapat


dikemas dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan sektor/industri. Kemasan
sertifikasi dimaksud dapat berupa Unit Kompetensi (single), Klaster/cluster
kompetensi atau okupasi kualifikasi.

Setiap kemasan berisi sejumlah unit kompetensi yang telah distandarkan dan
diverifikasi. Kemasan klaster kompetensi disesuaikan dengan kebutuhan
pengguna industri dan dapat didesain sebagai cicilan menuju kearah kualifikasi.

Bagaimanakah penentuan kemasan kualifikasi tersebut ? kemasan kualifikasi


ditentukan berdasarkan kesepakatan dari sektor dan mengikuti acuan Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang ditetapkan berdasarkan Peraturan
Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistim Pelatihan Kerja Nasional Indonesia
yang menetapkan ada 9 level kualifikasi yaitu dari Sertifikat I sampai dengan
sertifikat IX.

9
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Uji Kompetensi.

Uji kompetensi adalah proses penilaian (assessment) baik teknis maupun non
teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah
seseorang telah kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi
atau kualifikasi tertentu.

Bagaimanakah sifat uji komptensi itu ?

Uji kompetensi bersifat terbuka, tanpa diskriminasi dan diselenggarakan secara


transparan. Prinsip - prinsip yang yang harus dipenuhi dalam uji kompetensi
adalah valid, reliabel, fleksibel, adil, efektif dan efisien, berpusat kepada peserta
uji kompetensi. Memenuhi syarat keselamatan kerja. Peserta uji kompetensi
adalah tenaga kerja yang sudah memiliki latar belakang pendidikan, pelatihan
serta pengalaman kerja yang relevan dengan standar kompetensi yang akan di
ujikan.

Bagaimanakah prosedur uji kompetensi itu ?

1. Informasi/Pertimbangan mengikuti uji kompetensi. Peserta akan


mendapatkan informasi mengenai proses uji kompetensi dan kemasan
sertifikasi yang akan diujikan. Berdasarkan informasi ini maka calon
peserta uji dapat mempertimbangkan diri apakah dirinya telah siap dan
mampu untuk mengikuti kompetensi. Aoabila sudah merasa siap maka
calon peserta dapat mendaftarkan diri ke LSP yang sesuai dengan
profesinya dan mengajukan aplikasi.
2. Pengajuan permohonan dan pendaftaran untuk mengikuti Uji Kompetensi.
3. Pelaksanaan pra-assessment/penilaian kepada calon peserta berupa
wawancara dan atau penelaahan terhadap dokumen/bukti-bukti
pendukung. Calon peserta yang telah memenuhi syarat akan dijadwalkan
untuk mengikuti uji kompetensi. Sedangkan calon peserta yang belum
memenuhi syarat direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan atau
menambah pengalaman kerja yang relevan.
4. Pelaksanaan Uji Kompetensi bagi peserta yang dinyatakan memenuhi
persyaratan. Uji kompetensi dapat berupa tes tertulis, uji
praktek/demonstrasi maupun observasi ditempat kerja maupun kombinasi
dari beberapa metode dimaksud. Uji dimaksud dilakukan oleh Asesor
teregistrasi BNSP dengan memakai Materi Uji Kompetensi (MUK) yang
disusun berdasarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan.
5. Apabila uji kompetensi telah dilaksanakan maka asesor akan
menyampaikan rekomendasi kepada LSP terkait sebagai bahan
pertimbangan untuk membuat keputusan apakah peserta uji kompetensi
dinyatakan telah kompeten atau belum. Apabila peserta dinyatakan
kompeten maka akan diberikan sertifikasi kompetensi. Sedangkan peserta
yang dinyatakan belum kompeten dapat mengajukan banding atau
mengikuti uji ulang.

Apakah itu Sertifikat Kompetensi ?

10
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Sertifikat Kompetensi, adalah bukti pengakuan tertulis atas penguasaan


kompetensi kerja pada jenis profesi. Sertifikasi kompetensi memiliki jangka
waktu/validasi masa berlakunya sesuai dengan jenis dan kualifikasi
kompetensinya.

Berapa lamakah berlakunya sertifikat kompetensi ?

Masa berlakunya sertifikat kompetensi ditentukan oleh masing-masing LSP. Jika


masa berlaku sertifikat telah habis maka dapat dilakukan resertifikasi atau
diperbaharui/divalidasi sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Siapakah yang berwenang mengatur standar format dan isi sertifikat kompetensi
?

Standar format dan isi sertifikat kompetensi diatur oleh BNSP, berikut kodifikasi
dan kerahasiahannya agar tidak mudah dipalsukan.

Apakah kewajiban pemegang sertifikat kompetensi ?

Pemegang sertifikat kompetensi wajib menjaga sertifikatnya dan apabila terjadi


kerusakan/kehilangan dapat melaporkan ke LSP untuk dimintakan duplikatnya.
Pemegang sertifikat kompetensi wajib mengembangkan dan memelihara
kompetensinya ditempat kerja.

DAFTAR LSP YANG SUDAH MENDAPAT LISENSI DARI BNSP

• LSP Teknis Otomotif Indonesia, Gd.BTTK Jl. Sawah Barat Raya, Duren
Sawit, Jakarta Timur.
• LSP Telematika Indonesia, Wisma Metropolitan I, Lt 10 Jl. Jend.Sudirman
Kav.29 Jakarta 12920
• LSP Tenaga Laboratorium Penguji Indonesia (TELAPI), Jl. Kramat VII No.
11 Jakarta.
• LSP Logam dan Mesin Indonesia, Jl.MH.Thamrin No. 8 Gedung BPPT
Lt.15 Jakarta.
• LSP Lembaga Keuangan Mikro (LSP Certif), Gd.LPPI Lt 3 Jl.Kemang
Raya No. 35 Keb.Baru Jaksel.
• LSP Tata Laksana Rumah Tangga, Gd.Nuansa Commercial Estate, Jl.TB
Simatupang No. 17 Jaktim.
• LSP Sekuriti Indonesia, Wijaya Graha Puri Blok D/16 Lt.3 Jl. Wijaya II
Kebayoran, Jakarta Selatan.
• LSP Garmen, Jl.Kebon Sirih No. 3D Lt.2 Jakarta Pusat.
• LSP Pariwisata, Jl. Bazoka Raya I/1 No. 10 Kav.Hankam, Joglo
Kembangan Jakarta Barat.
• LSP Lembaga Uji Kompetensi (LUK), Komp.Taman Bunga Wiladatika Jl.
Jambore Cibubur, Jakarta Timur.
• LSP Maritim Indonesia, Komp. Duta Mas Fatmawati Blok C2/6 Jl. RS.
Fatmawati No. 39 Jakarta Selatan.

11
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

• LSP Lembaga Sertifikasi Kompetensi TKI (LSK), Jl.KH.Abdullah Syafe'i


No. 25 B Casablanca Tebet, Jakarta Selatan.
• LSP Minyak dan Gas (PPT Migas), Jl. Sorogo No. 1 Cepu Kab. Blora,
Jawa Tengah.
• LSP APSI, c/o Adhi Graha Lt. 18 (Periska), Jl.Jend.Gatot Subroto Kav. 56
Jakarta.
• LSP IATKI (Ikatan Ahli Teknik Ketenagalistrikan Indonesia ) - Bandung.
• LSP COATING Indonesia, Jl.Riung Mulia No. 4 Pav. Bandung 40295
• LSP Geomatika, Jl. Raya Jakarta - Bogor Km 46, Cibinong, Tlp. 021-
87901254
• LSP TIK Indonesia, AMD Education Center, Jl. Pucang Anom Timur 23 Lt.
2 Surabaya.
• LSP Pariwisata Indonesia, Jl. Gatot Subroto Barat 459 C Denpasar Bali.
• LSP TLRT Nusantara, Jl. Abdul Wahab Siamin, Ruko Vila Bukit Mas RN
18 Surabaya, Jawa Timur.
• LSP Cohespa, Jl. Bratang Binangun No. 33 Surabaya Jawa Timur, tlp.
031-5054551
• LSP Pariwisata Nusantara, Jl.DR.Setiabudhi 186 Bandung 40141
• LSP Kecantikan, Puspita Martha, Jl. KH Wahid Hasyim No. 19-21 Jakarta.
• LSP LAS, Aldevco Octagon Building 3rd Floor DEN Jl. Warung Buncit
Raya No. 75 Jakarta Selatan.
• LSP PERHAPI, Gd. Mineral & Batubara Lt.8 Jl.Prof Dr.Soepomo SH No.
10 Jakarta 12870
• LSP Koperasi Jasa Keuangan (KJK), Jl. Raya Pasar Minggu Km. 17
Jakarta Selatan 12790
• LSP Badan Sertifikasi Manajemen Resiko (BSMR), Menara BDN Lt. 18 Jl.
MH Thamrin No. 5 Jakarta.
• LSP LAS ITPI, Jl. Sunan Giri No. 5 B Jakarta Timur 13220
• LSP Teknisi Akutansi, Gd. Graha Akuntan Jl. Sindangjaya No. 1 Menteng
Jakarta.
• LSP Perbankan (LSPP), Mandiri Tower Lt. 9 Bapindo Plaza Jl.
Jend.Sudirman Kav. 54-55 Jakarta 12190

BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI (BNSP)

Kualitas sumber daya manusia adalah kunci keberhasilan pembangunan bangsa


dan negara. Dalam kaitan dengan bidang ketenagakerjaan, kualitas sumber daya
manusia tercermin dari kompetensi kerja dan profesionalisme tenaga kerja.
Badan Nasional Sertifikasi Profesi sebagai lembaga pelaksana uji kompetensi
dan sertifikasi kompetensi kerja, pada dasarnya adalah lembaga penjamin mutu
kompetensi tenaga kerja dalam rangka peningkatan daya saing nasional.

12
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Apa dan Siapa BNSP

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dibentuk berdasarkan Peraturan


Nomor 23 tahun 2004 atas perintah UU Nomor 13 tahun 2003, tentang
Ketenagakerjaan. BNSP merupakan badan independen yang bertanggung jawab
kepada Presiden. BNSP bertugas menyelenggarakan sertifikasi kompetensi
profesi bagi tenaga kerja. Pembentukan BNSP dimulai dariSKB Menteri Tenaga
Kerja, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Industri dan Perdagangan serta
Ketua Umum Kadin Indonesia pada bulan Mei 2000.

Pembentukan BNSP merupakan bagian integral dari pembangunan sistem


kelembagaan paradigma baru pengembangan SDM berbasis kompetensi. Dalam
pengembangan SDM berbasis kompetensi ada tiga pilar utama yang harus
dibangun secara sinejik, yaitu pengembangan standar kompetensi nasional,
pengembangan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi, serta
pengembangan sistem dan kelembagaan sertifikasi kompetensi yang
independen.

Dalam melaksanakan tugasnya BNSP dapat mendelegasikan pelaksanaan uji


coba kompetensi dan sertifkasi kompetensi profesi tersebut kepada Lembaga Uji
Kompetensi (LSP) melalui lisensi.

Visi dan Misi BNSP

Visi

Menjadi lembaga otoritas sertifikasi profesi yang independen dan terpercaya


dalam menjamin kompetensi tenaga kerja di dalam maupun luar negeri.

Misi

• Mengembangkan sistem sertifikasi kompetensi profesi yang terperaya.


• Meningkatkan rekognisi dan daya saing tenaga kerja Indonesia di dalam
maupun di luar negeri.
• Membangun kerjasama saling pengakuan sertifikasi kompetensi secara
internasional.

Tugas dan Fungsi BNSP

BNSP memiliki tugas melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja bagi tenaga


kerja. Untuk melaksanakan tugas tersebut BNSP melaksanakan fungsi :

• Verifikasi standar kompetensi;


• Pemberian lisensi;
• Pengaturan dan pengendalian pelaksanaan sertifikasi kompetensi;
• Kerjasama kelembagaan dan promosi;
• Pengembangan sistem dan manajemen mutu.

13
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Kerjasama Kelembagaan

BNSP menjalin kerjasama kelembagaan yang erat dengan Kamar Dagang dan
Industri (KADIN), Asosiasi Profesi, Lembaga Pelatihan Profesi serta Lembaga
sejenis dan pembina kelembagaan

Kepengurusan BNSP terdiri dari Ketua merangkap anggota dan Anggota yang
terdiri dari unsur masyarakat dan unsur pemerintah. Mereka mewakili berbagai
sektor ekonomi dan berbagai bidang profesi.

14
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

3
Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik
Persyaratan Umum Instalasi Listrik harus mengacu pada PUIL-2000, sebagai
acuan dalam perancangan, pemasangan, pengamanan dan pemeliharaan instalasi di
dalam bangunan. Peraturan Instalasi Ketenagalistrikan untuk perancangan instalasi
mengacu SNI, IEC, PUIL atau Standar lain berdasarkan “the best engineering
practies” dan dilakukan oleh Perusahaan Jasa Perancangan Teknik yang telah
disertifikasi. Peraturan Instalasi ketenagalistrikan untuk bidang konstruksi, dilaksanakan
oleh perusahaan jasa konstruksi bidang ketenagalistrikan yang telah di sertifikasi. Hasil
konstruksi/pemasangan perlu diinspeksi oleh inspektur (perorangan) atau perusahaan
jasa inspeksi teknik. Testing atau pengujian dilakukan untuk memastikan dan menjamin
instalasi tenaga listrik telah memenuhi standar keselamatan dan standar unjuk kerja.
Testing ini dilakukan oleh lembaga/perusahaan jasa inspeksi teknik yang telah
diakreditasi.
Operasi dan Pemeliharaan Instalasi, merupakan tanggung jawab setiap pemilik
dan perusahaan O & M, dan dilakukan oleh tenaga teknik yang memenuhi persyaratan
sesuai peraturan yang ada, diinspeksi secara berkala sesuai dengan persyaratan
pelaporan operasi dan pemeliharaan.
Pelarangan memproduksi, mengimpor atau mengedarkan peralatan/pemanfaat
listrik yang tidak memiliki “label keselamatan dan/atau label efisien”. Penerapan sanksi
yang jelas dan tegas terhadap pelanggaran. Peraturan Tenaga Teknik Sektor
Ketenagalistrikan. Tujuan sertifikasi tenaga teknik :

a. Klasifikasi tenaga teknik sesuai kualifikasi.


b. Memastikan pekerjaan dilaksanakan oleh tenaga teknik yang kompeten.
c. Memastikan tenaga teknik yang bekerja di dalam negeri bersertifikasi.
d. Menjamin tersediannya tenaga teknik memahami tentang keandalan,
keselamatan dan lindungan lingkungan.
e. Tenaga Teknik untuk Usaha Penunjang Tenaga Listrik.
f. Kualifikasinya ditentukan menurut standar kompetensi.
g. Sertifikasi dilakukan oleh Organisasi Profesi yang berakreditasi.

Organisasi Profesi Tenaga Teknik dibentuk untuk membantu membuat atau


menetapkan, mengimplementasikan dan mengevaluasi program akreditasi dan
sertifikasi personil atau pengembangan kurikulum dan program pendidikan dan
pelatihan. Jasa Pendidikan dan Pelatihan mencakup usaha menciptakan sumber daya
manusia yang berkualifikasi, menyiapkan SDM agar lulus sertifikasi, yang dilakukan oleh
lembaga diklat yang terakreditasi.
Standarisasi dan Sertifikasi
Liberalisasi perdagangan telah mengubah tatanan dunia kerja menjadi baru.
Dunia kerja yang baru tidak lagi dibatasi oleh pagar-pagar geografis atau ideologi
bahkan telah tercipta suatu keadaan di mana barang dan jasa sejenis akan mengacu
pada suatu standar yang secara umum sama tetapi mempunyai kekhususan tertentu
dari setiap produsen. Daya saing suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya
manusianya dan sangat erat kaitannya dengan kompetensi kerja. Sertifikasi kompetensi
membuka peluang lebih besar bagi pekerja untuk mendapatkan pekerjaan sesuai
dengan kompetensinya dan menjadi kompetitif baik di pasar tenaga kerja dalam maupun
luar negeri.
Tujuan sertifikasi kompetensi adalah untuk memberi kerangka pembangunan

15
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

kompetensi tenaga kerja Indonesia yang harmonis dan digunakan sebagai acuan bagi
seluruh sektor, untuk menghasilkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten, profesional
dan kompetitif. Terciptanya sistem standarisasi dan sertifikasi kompetensi kerja nasional
yang efisien dan efektif diharapkan dapat menghasilkan:

a. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang bermutu serta


selaras dengan Standar Internasional untuk kebutuhan jaminan mutu internal dan
kesepakatan perdagangan dalam usaha manufaktur maupun jasa.
b. Sistem penerapan standar yang dapat menunjang peningkatan efisiensi dan
produktivitas.
c. Keunggulan kompetitif tenaga kerja Indonesia di pasar global
d. Informasi standarisasi kompetensi yang diperlukan oleh pelaku usaha,
pemerintah dan konsumen dalam rangka meningkatkan daya saing perdagangan
domestik maupun internasional.

Undang-undang No. 15 Tahun 1985, pasal 15, ayat (1) menyatakan bahwa
pemegang kuasa usaha ketenagalistrikan dan pemegang izin usaha ketenagalistrikan
untuk kepentingan umum wajib: (1) menyediakan tenaga listrik, (2) memberikan
pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat, dan (3) memperhatikan
keselamatan kerja dan keselamatan umum. Pada pasal 17 disebutkan bahwa syarat-
syarat penyediaan, pengusahaan, pemanfaatan instalasi, dan standarisasi
ketenagalistrikan diatur oleh Pemerintah. Tugas Pemerintah seperti disebutkan dalam
pasal 18 antara lain, (1) melakukan pembinaan dan pengawasan umum terhadap
pekerjaan dan pelaksanaan usaha ketenagalistrikan, dan (2) pembinaan dan
pengawasan umum tersebut meliputi keselamatan kerja, keselamatan umum,
pengembangan usaha, dan terciptanya standarisasi dalam bidang ketenagalistrikan.
Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 tahun 2005 sebagai perubahan PP
No. 10 Tahun 1989 tentang penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik, khususnya pada
pasal 21 disebutkan bahwa:
(a) Setiap usaha penyediaan tenaga listrik wajib memenuhi ketentuan keselamatan
ketenagalistrikan,
(b) Ketentuan keselamatan ketenagalistrikan meliputi standarisasi, pengamanan
instalasi tenaga listrik dan pengamanan pemanfaat tenaga listrik,
(c) Pekerjaan instalasi ketenagalistrikan untuk penyediaan dan pemanfaatan tenaga
listrik harus dikerjakan oleh Badan Usaha Penunjang Tenaga Listrik yang
disertifikasi oleh lembaga sertifikasi yang terakreditasi,
(d) Dalam hal di suatu daerah belum terdapat Badan Usaha Penunjang Tenaga Listrik
yang telah disertifikasi, Menteri, Gubernur atau Bupati/Walikota sesuai
kewenangannya dapat menunjuk Bada Usaha Penunjang Tenaga Listrik.

Sedangkan terkait dengan pemeriksaan instalasi, pada pasal 21 disebut-kan bahwa,


(a) Pemeriksaan dan pengujian instalasi penyediaan dan instalasi pemanfaatan
tegangan tinggi (TT) dan tegangan menengah (TM) dilaksanakan oleh lembaga
inspeksi teknik yang terakreditasi,
(b) Pemeriksaan instalasi pemanfaatan tegangan rendah (TR) oleh lembaga inspeksi
independen yang sifat usahanya nirlaba,
(c) Pemeriksaan instalasi TR yang dimiliki oleh konsumen TT dan atau TM
dilakukan oleh lembaga inspeksi teknik yang diakreditasi, dan
(d) Setiap lembaga teknik yang bekerja dalam usaha ketenagalistrikan wajib memiliki
sertifikat kompetensi.

Lingkup regulasi teknik mencakup dua aspek yaitu aspek insfrastruktur teknologi
dan aspek keselamatan. Aspek infrastruktur teknologi mengatur antara lain;

16
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

(a) persyaratan akreditasi dan sertifikasi,


(b) standardisasi sistem, instalasi, peralatan, lengkapan dan pemanfaat listrik
serta lingkungan dan tenaga teknik,
(c) peningkatan komponen dalam negeri,
(d) peningkatan kualitas dan kuantitas,
(e) percepatan alih teknologi.

Sedangkan aspek keselamatan mengatur antara lain,

(a) penetapan standar dan pemberlakuannya,


(b) kelaikan instalasi tenaga listrik,
(c) kelaikan peralatan dan pemanfaatan listrik,
(d) kompetensi tenaga listrik, dan
(e) perlindungan lingkungan.

Acuan yang melandasi regulasi keteknikan sektor ketenagalistrikan antara lain


peraturan perundang-undangan, standar peralatan dan pemanfaat tenaga listrik, standar
kompetensi, baku mutu lingkungan, Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000,
inspeksi ketenagalistrikan dan sanksi-sanksi.
Pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi sebagai suatu
kebutuhan yang harus segera dipenuhi dalam mengikuti kemajuan teknologi yang
semakin pesat. Tuntutan atas spesialisasi pekerjaan, dan persaingan global yang makin
tajam yang memerlukan ketangguhan perusahaan dan kompetensi profesi. Dengan
globalisasi yang bercirikan keterbukaan dan persaingan, membawa akibat suatu
ancaman dan sekaligus peluang bagi tenaga kerja di semua negara. Bagaimana
mewujudkan tenaga kerja yang kompeten harus melalui proses sertifikasi profesi
berdasarkan standar kompetensi yang berlaku secara internasional. Implikasinya
lembaga penyedia tenaga kerja baik sekolah, politeknik, akademi, perguruan tinggi,
maupun lembaga pendidikan dan latihan dituntut menyelenggarakan pendidikan profesi
berbasis kompetensi.
Peraturan yang telah diberlakukan mengenai standarisasi kompetensi tenaga
teknik ketenagalistrikan adalah Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) nomor 2052.K/40/MEM/ 2001 tanggal 28 Agustus 2001 tentang Standardisasi
Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan, meliputi;

(1) Perumusan Standar Kompetensi,


(2) Akreditasi dan Sertifikasi Kompetensi,
(3) Pembinaan dan Pengawasan,
(4) Sanksi Administrasi, dan
(5) Ketentuan Peralihan.
Tujuan standardisasi kompetensi tenaga teknik adalah untuk:

(a) Menunjang usaha ketenagalistrikan dalam mewujudkan penyediaan tenaga listrik


yang aman, andal dan akrab lingkungan,
(b) Mewujudkan peningkatan kompetensi tenaga teknik, dan
(c) Mewujudkan tertib penyelenggaraan pekerjaan pada usaha ketenagalistrikan.

17
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

4
PEMASANGAN DAN TERMINASI

Pemasangan instalasi listrik tegangan rendah, untuk instalasi listrik rumah tinggal /
gedung terdapat pemasangan yang terdiri atas beberapa peralatan yang diantaranya
adalah:
1. Pipa listrik
2. Kotak hubung
3. Saklar
4. Kotak kontak
5. Penghantar
6. Elektroda Pembumian (grounding /arde )
7. Perlengkapan Hubung Bagi (PHB)
8. Inbow doos
9. Roset
10. Accesories
Untuk pemasangan peralatan tersebut di atas memerlukan beberapa persyaratan dan
standarisasi.

PIPA LISTRIK

1. Pipa union
2. Pipa PVC
3. Pipa Fleksibel
4. Pipa kampuh / duct

1. Pipa Union
Pada umunya pipa instalasi dijual dalam potongan empat meter, diameternya
berbeda-beda. Pipa instalasi harus cukup tahan terhadap tekanan mekanis, tahan panas
dan lembab dan tidak boleh menjalarkan nyala api.
Permukaan luar maupun dalam pipa intalasi harus licin dan rata, dan dilindungi dengan
baik terhadap karat. Jadi bagian luar maupun dalam pipa baja harus dicat dengan meni.
Pipa baja lebih kuat dan lebih tahan terhadap panas dan nyala api. (Pipa PVC tidak
dapat digunakan untuk suhu kerja normal di atas 60 derajat Celsius.
Sebaliknya pipa baja yang berada dalam jarak jangkauan tangan dan dipasangterbuka,
harus ditanahkan secara sempurna, kecuali bilamana pipa baja tersebut digunakan
untuk menyelubungi kabel berisolasi ganda (misalnya NYM), atau hanya untuk
menyelubungi kawat pentanahan.
Tindakan ini dimaksudkan sebagai tindakan pengamanan terhadap kemungkinan
terjadinya kegagalan isolasi pada hantaran di dalam pipa. Pada ujung bebas dari pipa
instalasi harus dipasang selubung masuk (tule) yang berbentuk baik, tahan lama dan
cocok ukurannya. Untuk pipa PVC tidak diperlukan selubung masuk.
Pembengkokan pipa instalasi harus dilaksanakan sedemikian sehingga tidak terjadi
penggepengan. Jari-jari lengkungnya, diukur sampai bagian dalam dari lengkungan,
harus sekurang-kurangnya sama dengan :
3D untuk pipa PVC
4D untuk pipa baja sampai dengan usuran 16 mm atau 5/8”
6D untuk pipa baja yang ukurannya melebihi 16 mm atau 5/8”
*dimana D sama dengan diameter luar pipa instalasi.

18
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Pipa instalasi yang tidak ditanam dengan sempurna, harus dipasang secara baik dengan
menggunakan alat penompang atau klem yang cocok. Jarak antara alat-alat penompang
itu tidak boleh melebihi satu meter.
Khusus untuk pipa baja dengankampuh terbuka atau kampuh terlipat berlaku :
1. Pipanya tidak boleh dibengkokkan
2. Pada pemasangan mendatar, alur kampuhnya harus mengadap dinding

2. Pipa PVC
Pipa instalasi PVC memiliki antara lin sifat-sifat berikut ini:
- Daya isolasinya baik sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya
gangguan tanah ( gangguan tanah dapat menimbulkan kebakaran).
- Tahan terhadap hampir semua bahan kimia, jadi tidak perlu dicat.
- Tidak menjalarkan nyala api
- Mudah digunakan
Pipa PVC tidak dapat digunakan untuk suhu kerja normal di atas 60 derajat celcius.
Di tempat-tempat yang diperlukan, pipa PVC harus dilindungi terhadap kerusakan
mekanis, misalnya di tempat-tempat penembusan lantai

PENGISIAN HANTARAN DALAM PIPA

Dalam pemasangan hantaran, rel dan perlengkapan hubung bagi untuk arus
bolak-balik harus dihindari kemungkinan terjadinya panas yang berlebihan akibat adanya
arus pusar pada pipa logam atau kerangka logam/feromagnetik.
Maka perlu salah satu cara mengatasi dalam pemasangan tersebut dengan
pengelompokan kabel dalam salah satu pipa sebagai berikut (dan untuk menjaga salah
sambung)
Untuk hantaran pengaman Protective Earth (PE) atau Protective Earth Neutral (PEN)
bisa dipasang di luar pipa tersebut agar memperkecil kemunginan tertukar/terhubung
dengan hantaran fasa.
Dilarang di dalam pipa instalasi logam maupun PVC ada sambungan hantaran,
sambungan ini harus dala kotak sambung/kotak cabang yang diperuntukkan untuk
maksud itu.

Pengisian pipa untuk penghantar (PUIL tahun 2000)


Faktor pengisian maksimum seperti

NO Jumlah hantaran dalam pipa Faktor pengisian (%)


1 1 50 % dari luas penampang dalam pipa
2 2 33 % = 1/3 ,,
3 3 atau lebih 40 % ,,

KOTAK HUBUNG / KOTAK TARIK / KOTAK CABANG

Untuk mempertimbangkan keamanan dari bahay listrik dan juga dari segi
pelaksanaan pemasangan kabel dalam pipa maka untuk merangkaikan pipa instalasi
digunakan benda bantu.
Pada saluran yang panjang harus dipasang cukup banyak kotak tarik. Jarak antara kotak
tarik ditentukan oleh panjang pegas tarik yang digunakan untuk menarik kabel ke dalam
pipa. Panjang pegas tarik yang ada adalah 10 dan 20 m.
Antara dua kotak tarik tidak boleh lebih dari 4 benda bengkok atau ;ebih dari 20 m pipa
lurus. Benda bengkok S ringan, juga disebut bayonet, dihitung sebagai satu benda
bengkok.

19
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Kalau tidak perlu, dalam kotak tarik kabelnya tidak boleh dipotong atau kemudian
disambung lagi.
Untuk pemasangan pipa PVC, sok dan benda bengkok jarang digunakan. Belokan-
belokan yang diperlukan dibuat pada pipanya sendiri. Dengan demikian tidak ada
kemungkinan terlepasnya suatu benda bengkok pada waktu kabel ditarik ke dalam pipa.
Untuk membuat cabang pada instalasi pipa harus digunakan kotak cabang empat.
Kotak-kotak cabang ini dan juga kotak-kotak tarik harus mudah dicapai, jadi misalnya
tidak boleh diletakkan di belakang lapisan dinding yang sulit dilepas.
Penyambungan kabel dalam instalasi pipa hanya boleh dilakukan di dalam kotak
cabang atau kotak tarik. Sambungannya harus baik dan kuat dipilin kemudian ditutup
sambungannya dengan lasdop.
Supaya isolasi sambungan baik, mutu lasdop harus baik. Isolasi sambungan harus
menyamai penghantar-penghantar yang disambung.
Satu lasdop tidak boleh disambung lebih dari lima kawat.
Jumlah sambungan dalam kotak sambung, yaitu kotak tarik atau kotak cabang, harus
dibatasi supaya kotaknya masih dapat ditutup dengan baik.
Lubang-lubang pipa pada kotak sambungan diberi batas penahan, agar supaya pipa
tidak dapat masuk ke dalam kotak.
Menurut sistem pemasangan instalasi, dapat dibedakan jenis-jenis kotak sambung di
antaranya :
a. kotak normal
b. kotak sentral
c. kotak banula
d. kotak rangkaian ganda

Instalasi pipa pasangan dalam

Gambar Kotak Sambung / Hubung

SAKELAR

Sakelar digunakan untuk memutuskan dan menghubungan rangkaian listrik.


Pemisah digunakan untuk memisahkan dan menghubungkan rangkaian listrik dalam
keadaan tidak terbeban atau hampir tidak terbeban. Pemisah tidak memiliki pemutusan
sesaat, kecepatan pemutusannya tergantung pada pelayanannya.
Sakelar, adakalanya juga disebut sakelar beban, memiliki pemutusan sesaat.
Pada saat sakelarnya akan membuka untuk memutuskan rangkaian, sebuah pegas akan
diregangkan. Pegas inilah yang menggerakkan sakelarnya sehingga dapat memutuskan
rangkaian dalam waktu yang sangat pendek. Jadi kecepatan pemutusannya ditentukan
oleh pegas dan tidak tergantung pada pelayanan. Karena cepatnya pemutusan,
kemungkinan timbulnya busur api antara kontak-kontak pemutusan hanya kecil. Berbeda
dengan pemisah, sakelar (beban) dapat digunakan untuk memutuskan rangkaian dalam
keadaan terbeban.

20
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Sakelar dan pemisah harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :

a. harus dapat dilayani secara aman tanpa memerlukan alat bantu.


b. Jumlahnya harus sedemikian hingga semua pekerjaan pelayanan, pemeliharaan
dan perbaikan pada instalasi dapat dilakukan dengan aman.
c. Dalam keadaan terbuka, bagian-bagian sakelar atau pemisah yang bergerak
harus tidak bertegangan.
d. Harus tidak dapat menghubungkan dengan sendirinya karena pengaruh gaya
berat.
e. Kemampuan sakelar sekurang-kurangnya harus sesuai dengan daya alat yang
dihubungkannya, tetapi tidak boleh kurang dari 5 A

KOTAK KONTAK DAN TUSUK KONTAK

Kontak tusuk digunakan untuk menghubungkan lata pemakai listrik yang dapat
dipindah-pindahkan dengan saluran yang dipasang tetap atau tidak tetap. Sebuah
kontak tusuk selalu terdiri dari bagian yang memberi aliran, dan bagian yang menerima
aliran.
Kontak tusuk harus dari bahan yang tidak dapat terbakar dan tahan lembab dan
harus cukup kuat. Tusuk kontak konsentris untuk 16 A atau kurang yang digunakan
untuk tegangan rumah, boleh juga dibuat dari kayu keras.
Supaya tercapai kontak yang baik, tabung-tabung kontak di dalam kotak-kontak
dibuat berpegas.
Konstruksi kontak tusuk harus sedemikian hingga bagian-bagian yang
bertegangan tidak mungkin tersentuh dengan jari. Konstruksinya harus juga sedemikian
hingga tidak mungkin memasukkan hanya satu pena kontak saja ke dalam kontak-
kontak.
Untuk rumah-rumah mewah umumnya dikehendaki kotak-kontak dinding dan
sakelar yang dapat ditanam di dalam dinding. Kotak-kontak demikian harus dipasang di
dalam kotak tanam.
Kotak-kontak dinding dapat juga disatukan dengan sakelar menjadi sebuah kombinasi.
Mengenai penggunaan dan pemasangan kontak tusuk masih ada beberapa ketentuan
yang perlu diperhatikan antara lain :

1. Kotak kontak dinding fasa satu harus dipasang sedemikian hinnga kontak
netralnya berada di sebelah kanan.
2. Kotak-kontak dinding yang dipasang kurang dari 1,25 meter di atas lantai harus
diperlengkapi dengan tutup.
3. Kotak-kotak yang dipasang di lantai harus ditempatkan tertutup di dalam kotak
lantai yang khusus diizinkan untuk penggunaan itu.
4. Kotak-kontak dinding dengan kontak pengaman harus dipasang dengan hantaran
pengaman.
5. Di dalam ruangan yang dilengkapi dengan kotak-kontak dengan kotak
pengaman, tidak boleh depasang kotak-kontak tanpa kotak pengaman, kecuali
kotak-kontak untuk tegangan rendah pengaman dan untuk pemisahan
pengaman.
6. Pada satu tusuk kontak hanya boleh dihubungkan satu kabel yang dapat
dipindah-pindahkan.
7. Kemampuan kotak kontak harus sekurang-kurangnya sesuai dengan daya alat
yang dihubungkan padanya, tetapi tidak boleh kurang dari 5 ampere.

21
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Kotak kontak tiga fasa, netral tetap berada di sebelah kanan, kontak (ujung)
pengaman/pentahanan, hubungan kotak tusuk dan kotak kontak :
Bila disambung, tersambung lebih dulu dan bila dilepas putus paling akhir.

Terminasi/Penyambungan
Ada banyak sistem penyambungan yang dapat kita kenal dan ini semua
tergantung daripada media yang akan dikerjakan/disambung.
Terminasi/penyambungan sangat erat kaitannya dengan keselamatan kerja suatu
instalasi, karena suatu instalasi dapat dikatakan baik dan aman ialah apabila dapat
mengurangi resiko penyambungan yang sedikit mungkin.

1. Kotak kotak hubung/kotak tarik


Penyambungan yang biasa dilakukan adalah dengan cara
1. sambungan ekor babi (pig tail ) dan las dop
2. sambungan dengan terminal strip
3. sambungan dengan terminal yang ada
2. Saklar
Penyambungan yang biasa dilakukan adalah dengan cara
1. Sambungan dengan jepit dan baut
2. Sambungan mata itik dan baut
3. Sambungan tusuk dan jepit
3. Kotak Kontak
Penyambungan yang biasa dilakukan adalah dengan cara
1. Sambungan dengan jepit dan baut
2. Sambungan mata itik dan baut
3. Sambungan tusuk dan jepit
4. Kotak Sekering
Penyambungan yang biasa dilakukan adalah dengan cara
sambungan mata itik dan baut

Keseluruhan sistem terminasi/penyambungan yang terdapat di atas hendaknya


dilakukan dengan benar dan kuat/kencang. Apabila sistem terminasi tidak dilakukan
dengan benar maka akan mengakibatkan terjadinya panas pada titik sambung itu,
karena bunga api yang ditimbulkan.
Panas yang ditimbulkan oleh bunga api pada satu titik sambungan adalah lehilangan
daya/watt pada suatu instalasi listrik di tempat itu. Dan untuk menghindari hal itu
hendaknya titik sambung ditekan sekecil mungkin.

22
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

ALAT UKUR SERTA FUNGSINYA

Tabel . TIPE & KEGUNAAN ALAT UJI


N0 TIPE CONTOH KEGUNAAN
Tester kombinasi, Mendeteksi tegangan.
Alat Uji Visual tespen, non Membedakan polaritas.
Alat uji yang contact tester, Volt Menguji / memeriksa fuse /
1 hasil stick. MCB yang putus
pengukurannya
dapat dilihat
atau didengar.
Voltmeter, Mengukur tegangan, arus, dan
Panel Meter Ampermeter, frekuensi pada instalasi secara
2 Alat ukur yang Frekuensimeter. keseluruhan.
terdapat pada
pintu panel
Multimeter Multimeter Analog, Mengukur tegangan AC / DC
(Avometer) Multimeter Digital Mengukur arus AC / DC
3 Mengukur tahanan ( )
Mengetahui kontinuitas
(buzzer).
Megger Analog, Mengukur resistans isolasi
4 Insulation Tester Megger Digital. instalasi.
Earth - Mengukur resistans tanah
5 Resistance
tester
6 Tang Amper - Mengukur arus AC pada instalasi.
GPAS / ELCB Melindungi seseorang dari arus
Pengukur sisa dengan cara membandingkan
7 Khusus arus pada semua penghantar
bertegangan dari sirkit yang
diamankan

Ampermeter & voltmeter

Perhatikan gambar di bawah ini dengan baik.

beban
~ V

Gambar Pemasangan amper meter dan volt meter

23
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Tabel Perbedaan ampermeter dan volt meter

JENIS PERBEDAAN AMPERMETER VOLTMETER


Letak terhadap beban seri paralel
Kegunaan Mengukur arus listrik Mengukur tegangan listrik
(AC / DC) (AC / DC)
Tipe Analog / digital Analog / Digital
Faktor yg menentukan Lebih rendah Lebih tinggi resistansnya
kualitas baiknya resistansnya maka maka lebih baik
lebih tinggi kualitasnya.
kualitasnya.

OHMMETER ANALOG
Ohmmeter digunakan pada saat tegangan dalam kondisi tidak aktif (off). JANGAN
SEKALI-KALI MENGGUNAKAN OHM METER PADA SAAT SIRKIT BERTEGANGAN
KARENA BISA MERUSAK OHMMETER ITU SENDIRI.
Sebelum Ohmmeter digunakan untuk menguji sebaiknya diuji terlebih dahulu dengan
menyentuhkan kedua kabelnya. Apabila jarum bergerak maka Ohmmeter dinyatakan
baik.
Perhatikan perbedaan tampilan monitor Ohmmeter antara sirkit terbuka dan sirkit
tertutup di bawah ini:
Pada sirkit terbuka nilai resistansnya sangat besar (tak terhingga) sehingga jarum
bergerak ke arah . Sedangkan jika sirkitnya tertutup maka nilai resistans penghantarnya
terhitung dan jarum pasti bergerak ke arah
Dengan melihat tampilan monitor Ohmmeter atau dengan menggunakan Buzzer pada
Multimeter maka kita dapat menguji rangkaian listrik, antara lain:
1. Mengetahui apakah kabel sudah tersambung atau masih terputus. Pada saat
pengujian sirkit (setelah selesai pemasangan) sebaiknya tegangan jangan langsung
dinaikkan tetapi uji tegangan dahulu dengan Ohmmeter. Misalnya lampu dan sakelar
yang melayaninya harus tersambung dengan baik, jadi hubungkan terminal lampu ke
kutub + Ohmmeter dan terminal sakelar pada kutub – Ohmmeter. Bila sudah
tersambung maka pasti jarum Ohmmeter bergerak ke arah 0.

30 20 10
50
5
1K 100
200
2K 2
500
1
0
D C V .A
&ACV
A C 10V
hFE
IC E O
LV

SIRKIT TERBUKA
30 20 10
50
5
1K 100
200
2K 2
500
1

D C V .A
&A CV
A C 10V
hFE
IC E O
LV

SIRKIT TERTUTUP

24
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Gambar Tampilan skala Ohm meter analog

2.Mengetahui keadaan sakelar apakah masih baik atau sudah rusak. Sebelum
memasang sakelar pada tembok, sakelar harus diperiksa terlebih dahulu untuk
memastikan dalam keadaan yang baik. Caranya adalah tekan sakelar pada posisi on,
lalu sentuhkan terminalnya ke kutub + dan terminal yang lain ke kutub – maka kalau
sakelar dalam keadaan baik jarum Ohmmeter akan bergerak.

TESPEN
Tespen digunakan untuk menguji apakah suatu titik bertegangan terhadap tanah. Cara
menggunakannya cukup sederhana, yakni :
Pegang tespen, sentuhkan ujung jari pada bagian belakang tespen
Sentuhkan ujung tespen lainnya pada titik yang diuji.
Pastikan salah satu anggota tubuh (tangan atau kaki) menyentuh tembok atau
lantai.
Jika lampu testpen menyala berarti titik yang diuji bertegangan terhadap tanah.

25
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

30 20 10
50
5
1K 200100 150
2K 100 2
500 200
50 1
0
ACV 250

hFE
ICEO
LV

1000 OFF 1000 ACV


250 250
50 50
DCV 10 10

2,5 X10K
0,1 X1K
X100
0,5 X10
2,5 X1
25 250 P
N DCmA

com

Gambar Multimeter analog untuk mengukur tegangan

Perhatikan gambar di atas, dan langkah-langkah mengukur tegangan berikut ini:


1. putarlah sakelar pilih ke tegangan AC (ACV) dengan rating sesuai dengan
perkiraan tegangan yang terukur, misalnya untuk rumah biasanya 220 V maka
rating yang dipilh cukup 250 saja,
2. pasangkan kedua ujung kabel (com dan + dari multimeter) kepada kabel atau
kotak-kontak yang akan diukur.
3. hitunglah berapa tegangan yang terukur oleh jarum dengan perhitungan:

angka yg ditunjuk jarum X sakelar pilih


tegangan terukur =
skala terbesar

230 V 230 X 250


=
250

apabila menggunakan multimeter digital maka hasil yang tertera pada monitor
adalah hasil langsung pengukuran yang tidak perlu dihitung lagi.
4. posisikan sakelar pilih ke arah OFF bila sudah selesai mengukur.

TANG AMPER
Pastikan kabel yang diukur adalah penghantar aktif atau fasa yang mengalirkan arus
listrik Arus listrik akan terukur apabila daya yang terpasang dipakai. Apabila semua
beban pada kondisi off maka tidak ada arus yang mengalir sama sekali.
Arus yang terukur diukur melalui perhitungan:
angka yg ditunjuk jarum X sakelar pilih
arus terukur =
skala terbesar

0,2 A 10 X 6
=
300

26
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

jika arus listrik yang terukur seperti di bawah:


I = 5 A, maka daya sirkit adalah (VA) = V x I = 220 x 5 = 1100 VA
I = 9 A, maka daya sirkit adalah (VA) = V x I = 220 x 9 = 1980 VA.

PHB

MCB utama

MCB lampu
MCB KK
12 12

Tang Amper

Gambar 4.9 Penggunaan tang ampermeter

INSULATION TESTER

Contoh : Megger
Perhatikan pembacaan Insulation Tester Analog di bawah ini setelah engkolnya diputar.

M M
0 0
0 ,2 0 ,2 1000
0,5 10 00 0 ,5
5 10 1 00 2 00 5 10 100 200
20 20

MEGGER M EG GER

Gambar. Insulation Tester analog

OPERATION PROCEDURE
INSULATION TESTER

Terkadang orang menyebut alat ini dengan nama megohmeter atau megger.
Ketika digunakan sebagai penguji kebocoran tegangan (karena bocornya isolasi)
alat ini membutuhkan tegangan listrik sebesar 9V yang disuplai oleh 6 buah
baterai UM-3 yang masing-masing menghasilkan tegangan sebesar 1,5V. Melalui
DC to DC Converter tegangan sebesar 9V akan dinaikkan hingga 1000V.
Hasil pengujian dapat dibaca pada dua alur bacaan pada papan skala. Alur
bagian atas digunakan untuk pembacaan pengukuran nilai tahanan/resistan

27
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

(resistance) dari 0-2000 MΩ, alur bagian bawah digunakan untuk pembacaan
hasil pengukuran tegangan dari 0-600V.
Ketika mengukur kebocoran tegangan, hasil pembacaan yang ideal pada
papan skala Ω adalah tak terhingga (∞), ini berarti tidak terdapat kebocoran pada
pemanfaatan tegangan listrik.

Kontrol dan Indikator


1. Output Jacks, MΩ. Berguna untuk memeriksa isolasi, apakah ada kebocoran
tegangan listrik. kabel penyidik (probes) warna merah dimasukkan ke jacks
warna merah, kabel penyidik (probes)
warna hitam dimasukkan ke jacks
warna hitam.
2. Input Jacks, ACV digunakan untuk
pengukuran tegangan AC dan nilai
tahanan/resistan (resistance)
3. papan Skala
4. Indikator “ON”
5. “ON MΩ”, saklar pilih untuk
pengukuran tahanan/resistan tinggi
(high resistance). “OFF (ACV)”, saklar
pilih untuk tegangan AC, dan “Battery
(B) Chek” untuk memeriksa tegangan
baterai.
6. Saklar “MΩ/ACV”. Saklar “MΩ” untuk
pilihan mode uji isolasi (insulation test).
Saklar jangkauan ukur “ACV” untuk
mode pengukuran tegangan AC.
7. Pengatur posisi jarum pada angka nol
secara mekanik (Mechanical Zero Adjust).

A. Persiapan Awal
1. Sebelum melakukan pengukuran tegangan AC periksalah penunjukan
meter pada papan skala. Jarum penunjuk harus berada pada posisi nol
atau (∞).
2. Jika dibutuhkan dengan menggunakan obeng minus (-), setel pengatur
posisi jarum pada posisi angka nol (zero adjustment) sehingga jarum pada
papan skala benar-benar menunjuk angka nol.
3. Sebelum melakukan pengukuran periksalah kondisi baterai, setel saklar
kiri pada posisi B.CHEK, setel saklar kanan pada posisi MΩ.
4. Jika diperlukan baterai dapat diganti.
5. Ketika mengukur tegangan AC jangan sekali-kali menyentuh ujung kabel
penyidik (probes)! Anda dapat tersengat listrik bertegangan tinggi.
6. Ketika mengukur tegangan AC, baterai tidak dibutuhkan.

28
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

B. Mengukur Isolasi
1. Pastikan rangkaian yang akan diukur berada dalam posisi “OFF” dan tidak
terhubung dengan sumber tegangan AC.
2. Setel saklar kiri pada posisi “ON MΩ” saklar kanan pada posisi “MΩ”
POWER ON Indicator akan bekerja.
3. Masukkan kabel penyidik (probes) tegangan tinggi (warna merah) ke
lubang (jack) yang bertanda “MΩ”, kabel penyidik (probes) warna hitam ke
lubang (jack) yang berwarna hitam (disebelah kanan lubang yang
bertanda “MΩ”).
4. Hubungkan kabel penyidik (probes) warna hitam (menggunakan aligator
clip) ke “common” atau ground dari rangkaian yang akan diukur. Untuk TV,
hubungkan ke casis TV.
5. Sentuhkan kabel penyidik (probes) tegangan tinggi ke titik yang akan
diukur (kawat tembaga dari kabel listrik misalnya). Agar terhindar dari
sengatan listrik, jaga posisi jari tangan Anda tetap di belakang pengaman.
6. Bacalah hasil pengukuran pada papan skala. Terkadang hasil pengukuran
kurang memuaskan. Ini terjadi karena kontak antara ujung kabel penyidik
(probes) dengan titik yang akan diukur kurang sempurna.
7. Jika tidak terjadi kebocoran pada isolasi yang membungkus kabel listrik
(atau rangkaian elektronik lainnya), jarum akan tetap menunjuk posisi tak
terhingga (∞).
8. Jika terjadi kebocoran pada isolasi yang membungkus kabel listrik (atau
rangkaian elektronik lainnya), jarum akan bergerak ke kanan.

C. Pengukuran Tegangan AC
1. Setel saklar kiri pada posisi “OFF (ACV)”, setel saklar kanan pada posisi
ACV.
2. Masukkan kabel penyidik (probes) ke lubang-lubang (jacks) ACV.
3. Hubungkan kabel penyidik (probes) ke titik yang mengandung tegangan
AC.
4. Hasil pengukuran dibaca pada papan skala.

D. Keselamatan Kerja dan Keselamatan Alat


1. Ingat satu hal! Sengatan listrik bertegangan tinggi dapat membuat arus
sebesar 10 mili-Ampere masuk menuju jantung dan menghentikan detak
jantung manusia. Tegangan DC maupun AC di bawah 35 Volt tetap
mengandung bahaya bagi manusia. Arus listrik yang tinggi bahkan lebih
berbahaya lagi.
2. Tegangan output dari mode MΩ bisa mencapai 1000V, namun arus yang
menyertainya tidak besar sehingga tidak begitu berbahaya, namun
demikian Insulation Tester mengandung kejutan listrik yang tinggi,
karenanya jangan sekali-kali menyentuh ujung kabel penyidik (probes).

29
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

3. Jika ingin memperbaiki Insulation Tester dan membuka kotak (casing) nya,
ingatlah satu hal bahwa mungkin masih terdapat tegangan setinggi 1000
Volt di titik-titik rangkaian. Beberapa titik mungkin masih mengandung arus
yang besar, demikian juga kabel penyidik (probes) masih mengandung
tegangan yang tinggi, hindarilah kontak secara langsung.
4. Jangan gunakan Insulation Tester untuk mengukur tegangan AC di atas
600 Volt.
5. Ketika memeriksa apakah isolasi bocor (yang mengakibatkan terjadinya
kebocoran tegangan), pastikan rangkaian yang akan diperiksa sudah
terbebas dari jaringan listrik atau sumber daya lainnya.
6. Hindari kontak langsung dengan titik-titik pada rangkaian yang
mengandung tegangan tinggi seperti saklar “ON-OFF”, sekring (fuse),
transformator, dan lain-lain. Pada titik-titik ini terkadang masih terdapat
tegangan tinggi, walau pesawat yang akan diukur sudah dimatikan (“OFF”)

30
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI SISTEM KELISTRIKAN


POLITEKNIK NEGERI MALANG

INSTRUKSI KERJA
Nomor : Halaman : 1
Judul : Pratikum sistem Terbitan/Revisi : 1/0
Pengukuran tahanan Tanggal terbit : 31 Mei 2010
Isolasi File : -

I. RUANG LINGKUP
Proses kegiatan praktikum mata kuliah Bengkel Listrik, Materi Pengukuran tahanan
Isolasi.
II. PRINSIP
Untuk mengetahui besar nilai tahanan isolasi pada penghantar.
III. PERALATAN
1. Satu set Insulation Tester

IV. CARA KERJA

A. Persiapan Awal
7. Sebelum melakukan pengukuran tegangan AC periksalah penunjukan meter
pada papan skala. Jarum penunjuk harus berada pada posisi nol atau (∞).
8. Jika dibutuhkan dengan menggunakan obeng minus (-), setel pengatur posisi
jarum pada posisi angka nol (zero adjustment) sehingga jarum pada papan
skala benar-benar menunjuk angka nol.
9. Sebelum melakukan pengukuran periksalah kondisi baterai, setel saklar kiri
pada posisi B.CHEK, setel saklar kanan pada posisi MΩ.
10. Jika diperlukan baterai dapat diganti.
11. Ketika mengukur tegangan AC jangan sekali-kali menyentuh ujung kabel
penyidik (probes)! Anda dapat tersengat listrik bertegangan tinggi.
12. Ketika mengukur tegangan AC, baterai tidak dibutuhkan.

B. Mengukur Isolasi
9. Pastikan rangkaian yang akan diukur berada dalam posisi “OFF” dan tidak
terhubung dengan sumber tegangan AC.
10. Setel saklar kiri pada posisi “ON MΩ” saklar kanan pada posisi “MΩ” POWER
ON Indicator akan bekerja.
11. Masukkan kabel penyidik (probes) tegangan tinggi (warna merah) ke lubang
(jack) yang bertanda “MΩ”, kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang
(jack) yang berwarna hitam (disebelah kanan lubang yang bertanda “MΩ”).
12. Hubungkan kabel penyidik (probes) warna hitam (menggunakan aligator clip)
ke “common” atau ground dari rangkaian yang akan diukur. Untuk TV,
hubungkan ke casis TV.
13. Sentuhkan kabel penyidik (probes) tegangan tinggi ke titik yang akan diukur

31
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

(kawat tembaga dari kabel listrik misalnya). Agar terhindar dari sengatan listrik,
jaga posisi jari tangan Anda tetap di belakang pengaman.
14. Bacalah hasil pengukuran pada papan skala. Terkadang hasil pengukuran
kurang memuaskan. Ini terjadi karena kontak antara ujung kabel penyidik
(probes) dengan titik yang akan diukur kurang sempurna.
15. Jika tidak terjadi kebocoran pada isolasi yang membungkus kabel listrik (atau
rangkaian elektronik lainnya), jarum akan tetap menunjuk posisi tak terhingga
(∞).
16. Jika terjadi kebocoran pada isolasi yang membungkus kabel listrik (atau
rangkaian elektronik lainnya), jarum akan bergerak ke kanan.

C. Pengukuran Tegangan AC
5. Setel saklar kiri pada posisi “OFF (ACV)”, setel saklar kanan pada posisi ACV.
6. Masukkan kabel penyidik (probes) ke lubang-lubang (jacks) ACV.
7. Hubungkan kabel penyidik (probes) ke titik yang mengandung tegangan AC.
8. Hasil pengukuran dibaca pada papan skala.

Disahkan : Ketua jurusan Disiapkan oleh : TUK_IPTL


oleh
Tanggal : Tanggal :
Tanda : Tanda tangan :
tangan

Ketua Jurusan T. Elekrro Tempat Uji Kompetensi


NIP. NIP.

32
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

PEMASANGAN Sambungan Rumah dan

APP ( Alat Pengukur & Pembatas )

Sambungan Rumah
tiang listrik

PHB

APP
Saluran Utama sirkit
Pelanggan akhir

sirkit
akhir

Elektrode
pembumian

Gambar Diagram garis tunggal komponen listrik satu grup

Gambar diatas menunjukkan bagian-bagian (komponen) instalasi listrik domestik untuk


rumah tinggal, mulai dari tiang sampai sirkit akhir. Komponen-komponen itu adalah:
1. Saluran Rumah, yaitu instalasi listrik mulai dari tiang sampai ke APP (alat pengukur
dan pembatas)
2. APP, yaitu kWh meter sebagai alat pengukur (pencatat) jumlah energi yang
dikonsumsi dan alat pembatas (MCB: miniature circuit breaker). Alat pembatas
berfungsi untuk membatasi arus maksimum yang vboleh mengalir ke seluruh beban.
3. Saluran utama, yaitu instalasis listrik mulai dari APP sampai ke PHB (papan hubung
bagi) utama.
4. PHB, berisi alat pengaman terhadap hubung singkat. PHB model lama berupa kotak
sekring (fuse box) yang komponen utamanya adalah sebuah skakelar dwi kutup
model putar dan sebuah sekring lebur. Dengan menggunakan skakelar dwi kutub
maka baik kabrl fasa maupun kabel netral dapat diputus/disambung, sehingga
sangat aman pada waktu melakukan perbaikan. Sedangkan PHB model baru
komponennya hanya berupa MCB dengan kotak yang secara estetika lebih baik
dibandingkan dengan fuse box.
5. Sirkit cabang, adalah instalasi listrik antara PHB utama sampai PHB cabang. Ini
hanya terdapat pada ionstalasi yang cukup besar.
6. Sirkit akhir adalah instalasi lsitrik antara PHB dan pesawat pemakai (beban).

33
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Gambar Pengawatan kWh-Beban

Gambar. Bagian-bagian kWh meter

34
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

DIAGRAM PENGAWATAN APP DAN FUSE BOX SATU KELOMPOK


Tiang listrik

Sirkit akhir

Sambungan
Rumah

APP

Kwh rumah
sekering
Bagian Konduktif
Terbuka (BKT)

PHB
Terminal
pembumian
terminal 12
konsumen 12 12 sakelar utama

terminal netral

penghantar
Saluran Utama
pembumian
Pelanggan

elektrode bumi

Gambar . Diagram pengawatan komponen listrik PHB sekring

Perhatikan gambar di atas, gambar itu adalah gambar diagram pengawatan instalasi
rumah sederhana yang biasanya tidak digunakan lagi di perkotaan. Biasanya PHB
dengan sekering dan sakelar utama ada pada rumah sederhana.
tiang listrik

sakelar tunggal

Sambungan sirkit akhir


Rumah

APP sirkit akhir

KWh

MCB
pembatas

terminal
MCB utama

pembumian
MCB lampu
MCB KK

12

12 12

terminal
konsumen PHB

Saluran Utama
Pelanggan

Gambar Diagram pengawatan komponen listrik PHB MCB

Perhatikan gambar di atas, kenyataannya tidak ada satu lampu dan kotak-kontak
diproteksi masing-masing oleh satu MCB semestinya lebih banyak beban lagi dan
haruslah seimbang. Pengelompokkan beban disarankan seperti di atas, penerangan dan
kotak-kontak dipisahkan supaya lebih mudah dalam perbaikkan

35
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

5
KEAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA - LISTRIK
PAKAIAN & PERLENGKAPAN KERJA

HELM
EAR MOF
CUKUR PENDEK
BAJU TERKANCING Sarung tangan
SAMPAI ATAS

BAJU TERKANCING
RAPIH

TANPA CINCIN & Sabuk pengaman


KACAMATA ARLOJI

CELANA PANJANG
TERTUTUP

SEPATU TERTUTUP &


BERSOL BAIK

Gambar. Pakaian dan perlengkapan kerja listrik

Menggunakan pakaian dan perlengkapan kerja yang aman adalah tanggung jawab
pekerja sendiri. Baju dan perlengkapan tersebut memang dirancang untuk melindungi
semua bagian tubuh dari kemungkinan cedera. Jadi jangan disalahgunakan dan
perhatikan baik-baik.

Perhatikan keterangan pemakaian pakaian kerja berikut ini:


1. Pakailah pakaian kerja yang kuat dan aman menutup tubuh lalu kancingkan
semuanya.
2. Pakaian yang tidak dikancing, robek, dikeluarkan, atau sabuk tidak dikencangkan
dan tidak rapih bisa masuk ke dalam mesin yang berputar.
3. Pakaian harus selalu bersih dan tidak bau agar tidak menghalangi pekerjaan.

4. Pakailah celana panjang menutup sampai kaki dan tanpa kancing atau
reseleting.
5. Celana dengan kancing atau reseleting akan dapat menghantarkan arus listrik
atau menangkap percikan api bukan menahannya.

36
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

6. Celana harus menutup sampai ke sepatu, tidak terlalu panjang (bisa tersandung)
dan tidak terlalu naik (betis terbuka dan tidak terlindungi).
7. Perlengkapan kerja termasuk helm, kacamata, ear mof, sarung tangan, masker,
sabuk pengaman, dan sepatu.

Perhatikan keterangan pemakaian helm berikut ini:


1. Masukkan rambut yang panjang ke dalam helm.
2. Cukurlah rambut bagi pria dan masukkan rambut ke dalam helm bagi wanita agar
tidak tersangkut ke dalam mesin bor atau mesin lain.
3. Pakailah helm untuk melindungi kepala (bagian terpenting dari tubuh) dan
gunakan selalu pada pekerjaan proyek.

Perhatikan keterangan pemakaian sepatu berikut ini:


1. Pakailah sepatu dengan sol yang baik (berisolasi baik) untuk mengurangi resiko
kejut listrik.
2. Pakailah sepatu yang tertutup untuk melindungi dari panas, bahan-bahan
terbakar yang jatuh ke kaki, dan cukup kuat untuk menahan benda keras yang
jatuh ke kaki juga.

Perhatikan keterangan sarung tangan berikut ini:


1. Pakailah sarung tangan yang sesuai pada saat memegang benda panas, cairan
berbahaya, atau benda-benda tajam.
2. Sarung tangan yang sudah robek-robek harus ditambal atau diganti supaya tidak
tersangkut ke mesin berputar dan membahayakan tangan.

Perhatikan keterangan pemakaian perlengkapan lain berikut ini:


1. Pakailah kacamata atau gelas pelindung wajah untuk melindungi muka dari
percikan api, debu, atau percikan bahan logam yang berbahaya.
2. Pakailah masker apabila bekerja pada daerah dengan kadar debu yang sangat
tinggi atau pada tempat bergas / uap beracun, atau berkabut tebal.
3. Gunakan sabuk pengaman yang baik dan benar (kencangkan dan kaitkan jangan
sampai terlepas) agar keselamatan pekerja di tempat yang tinggi bisa terjamin.

Hal-hal yang harus kita perhatikan sebelum melakukan pekerjaan adalah sbb:
1. Mengetahui terlebih dahulu apakah pekerjaan yang dilakukannya adalah
pekerjaan berbahaya (dapat memahami semua pekerjaan atau kemungkinan
yang membahayakan jiwanya juga jiwa orang lain),
2. Mengurangi atau memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.

TERJADINYA KEJUT LISTRIK DAN AKIBAT-AKIBATNYA


BAGAIMANA LISTRIK DAPAT MENGALIR MELALUI TUBUH MANUSIA ?
Hantaran untuk menyalurkan arus listrik terdiri dari hantaran fase (L) dan netral (N).
Apabila orang berdiri di atas tanah, menyentuh fase, maka arus listrik mengalir melalui
tubuh manusia ke kaki terus ke tanah (menuju potensial rendah). Lebih jelasnya dapat
dibaca pada gambar di bawah.

37
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Aliran arus listrik pada tubuh manusia

Jalur utama
Bor rusak arus
mengakibat
kan kejut listrik

Tiang besi
Jalur arus
alternatif

Sumber
arus AC
Sepatu dengan sol
yang tidak baik

Gambar Sepatu karet melindungi tubuh pekerja dari sengatan listrik

TINGKAT BAHAYA AKIBAT ARUS LISTRIK

Tidak semua korban akan meninggal akibat kejut listrik. Bila diperhatikan dari besar
arusnya maka kondisi korban akan terlihat seperti pada tabel ini.

Tingkat bahaya akibat arus listrik

BESAR ARUS KONDISI KORBAN

0,5 mA Tidak terasa

3 mA Mulai kejang

15 mA Sulit melepaskan kontak

40 mA Otot kejang

Di atas 80 mA Tidak sadarkan diri sampai meninggal


atau bahkan hangus

38
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

ARUS LISTRIK YANG MENGALIR PADA ISOLASI BERBEDA

Perhatikan gambar berikut ini.


A ru s lis trik

BESI TUBUH
10-50 Ω 100.000- KAYU KARET
600.000 Ω 100.0 00.00 0 Ω 100 .000.000-
800.000.000Ω

Gambar Arus listrik yang mengalir pada isolasi berbeda

Semakin besar nilai hambatan atau tahanan akan semakin kecil juga arus yang dapat
mengalir melaluinya. Apabila tahanannya sangat besar maka bisa saja arus tidak akan
mengalir. Demikian juga sebaliknya.

39
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

6
INSTALASI PENERANGAN SATU FASA SISTIM
PEMASANGAN DI PERMUKAAN (ON PLASTER )
INSTALASI PENERANGAN RUMAH TINGGAL

Diskripsi Instalasi :
Dalam perencanaan untuk pembuatan rumah tinggal, pada bagian perancang bangunan
( arsitek ) telah menghubungi kontraktor dimana anda bekerja untuk pemasangan
instalasi listrik
Berdasarkan dari keinginan pemilik rumah Bapak Susilo, anda buat perencanaan
instalasi penerangan sebagai berikut

1. Instalasi penerangan terdiri dari 3 group.


2. Group I digunakan untuk penerangan kamar tamu diatur oleh saklar Seri untuk
mengoperasikan dua buah lampu dari satu tempat dan sebuah kotak kontak
berdiri sendiri
3. Group II digunakan untuk penerangan tempat teras rumah dan penerangan luar
menggunakan sistem sebagai berikut :
A. Untuk Teras rumah :
• Penerangan akan menyala apabila tombol S3 ditekan untuk
mengoperasikan saklar impuls.
B. Untuk Penerangan luar :
• Penerangan akan menyala apabila cuaca diluar gelap , saklar cahaya
mengoperasikan lampu penerangan luar.
4. Group III digunakan sebagai cadangan.

5. Macam-macam saklar yang digunakan:


1. Saklar Seri
• Mempunyai empat buah terminal, dimana dua buah terminal dihubungakan
pada fasa dan dua terminal lainnya sebagai outputan yang dihubungkan
dengan beban.
• Mempunyai tegangan nominal 220 volt/1A

40
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

2. Tombol Tekan
• Tombol tekan merupakan sebuah saklar yang tanpa menggunakan pengunci.
• Mempunyai satu buah terminal input dan satu buah terminal output
• Mempunyai kemampuan 220 volt/1 A.

Pengukuran Tahanan Isolasi


1. Persiapan alat ukur Insulation Tester

- Cek baterai

- Kalibrasi

- Memilih range / skala yang digunakan

2 . Prosedur Pengoperasian

Yang dimaksud dengan prosedur pengoperasian adalah langkah-langkah atau


prosedur yang harus dijalani sebelum IML dioperasikan, baik menyangkut pemeriksaan
sifat tampak (visual check), pengujian pengaman maupun pengujian tahanan isolasi.
Prosedur pengoperasian IML untuk instalasi rumah adalah sebagai berikut:

a. Instalasi siap dioperasikan


b. Data teknik IML harus lengkap
c. Instalasi PLN (SR, KWH, dan MCB) sudah ada dan terpasang
d. Pengujian tahanan isolasi sesuai dengan standar yaitu 1000 ohm/volt

1. Tahap pengukuran

Pengukuran ini dimaksudkan untuk mengukur besarnya “kebocoran” listrik yang


terjadi antara urat yang diukur dan urat lainnya maupun antara yang diukur dengan
tanah. Dalam setiap saluran terdapat kebocoran listrik sebagai berikut:

a. Alat ukur yang digunakan:

• Insulation Tester
b. Cara Pengukuran:

Setiap urat yang tidak diukur disatukan termasuk dengan screen, kecuali urat
yang diukur. Pengukuran dilakukan dengan tegangan tembus searah (DC) 500 Volt.

41
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Hasil ukurnya menunjukkan besaran listrik yang terjadi pada urat yang diukur terhadap
urat lainnya dan terhadap tanah (a/t; b/t; a/b).

c. Langkah Pengukuran:

• Sebelum dilaksanakan pengukuran tahanan isolasi, panjang kabel sudah harus


diketahui
• Lepaskan semua hubungan ke beban, ke jaringan dan kebumi (kecuali
penghantar pengaman) dan hubungan antar terminal/rel netral dan rel
pengaman.
• Pengukuran bagian instalasi tersebut ayat 322.A.5 dilakukan antara penghantar
fasa ke bumi, penghantar netral ke bumi dan penghantar fasa ke fasa.
• Pisahkan satu pasang urat kabel yang akan diukur, misalnya p-1 dan seluruh
kabel lainnya disatukan dengan screen cable dan dihubungkan dengan
Grounding.
• Hubungkan ujung urat kabel yang akan diukur, misalnya p-1 dengan alat ukur,
lalu aktifkan alat ukur sedang ujung lainnya harus terbuka (open). Lama
pengukuran sekitar satu menit sampai penunjukan suatu nilai tahanan isolasi
konstan.
• Langkah selanjutnya adalah ujung urat a tetap terhubung dengan alat ukur
sedang urat b dilepas. Kemudian cord alat ukur yang sebelumnya dihubungkan
dengan urat-b disambungkan dengan Ground. Aktifkan alat ukur selama sekitar
satu menit, sehingga akan tertera suatu nilai tahanan isolasi antara urat-a
dengan grounding.
• Pengukuran tahanan isolasi urat-b dengan ground prosesnya sama dengan di
atas
• Selanjutnya untuk pasangan urat kabel lainnya dilakukan proses berulang.

42
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Saklar Impuls (Impuls Switch)

• Memeriksa nomor-nomor / huruf terminal


a + b (menggunakan huruf kecil) adalah KOIL
1 + 2 adalah kontak utama ( main contact )

• Koil impuls mampu disuplai dengan tegangan samapai 250 volt


• Kontak pada impuls mempunyai KHA 10 ampere
• Impuls switch ini dioperasikan oleh saklar tekan tanpa pengunci
( momentary contact push button ) yang dirangkai paralel dalam jumlah yang
diperlukan

Kotak Kontak
• Kotak kontak terdiri atas tiga buah terminal (fasa, netral, PE).
• Pada kontak kontak ini fasa terletak sebaleh kanan dan netral sebelah kiri
atau fasa terletak sebelah atas dan netral sebelah bawah.
• Tegangan nominal kotak kontak ini sebesar 250 volt AC/3 A.

43
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Saklar yang digunakan:


3. Tombol Tekan ( push button momentary contact )
• Tombol tekan merupakan sebuah saklar yang tanpa menggunakan pengunci.
• Mempunyai satu buah terminal input dan satu buah terminal output
• Mempunyai kemampuan 250 volt/1 A.

44
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

7
1. PRINSIP DASAR kWh METER

kWh meter adalah alat pengukur energi listrik yang mengukur secara langsung
hasil kali tegangan, arus factor kerja,kali waktu yang tertentu (UI Cos φ t) yang
bekerja padanya selama jangka waktu tertentu tersebut. Hal ini berdasarkan
bekerjanya induksi megnetis oleh medan magnit yang dibangkitkan oleh arus
melalui kumparan arus terhadap disc (piring putar) kWh meter, dimana induksi
megnetis ini berpotongan dengan induksi mgnetis yang dibangkitkan oleh arus
melewati kumparan tegangan terhadap disc yang sama.
Koppel putar dapat dibangkitkan terhadap disc karena induksi magnetis kedua
medan magnit tersebut diatas bergeser fasa sebesar 900 satu terhadap lainnya
(azas Ferrari). Hal ini dimungkinkan dengan konstruksi kumparan tegangan
dibuat dalam jumlah besar gulungan sehingga dapat dianggap inductance
murni.

Gambar 1A. Prinsip suatu meter penunjuk Gambar 1B Arus – arus Eddy
Energi listrik arus B-B (jenis induksi) pada suatu piringan
GAMBAR 1

45
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Keterangan Gambar :

M = Magnit permanent
Cp = inti besi kumparan tegangan
Wp = kumparan tegangan yang dapat dianggap sebagai reaktansi
murni, karena lilitan cukup besar
Cc = Inti besi kumparan arus
Wc = kumparan arus
Ip = arus yang mengalir melalui Wp
I = Arus beban yang mengalir melalui Wc
F = Kumparan penyesuaian fasa yang diberi tahanan R
RGS = Register
1L & 2S = Terminal sumber daya masuk
2L & 1S = Terminal daya keluar

PRINSIP KERJA
Ф1 ditimbulkan oleh arus I mengalir di kumparan Wc
Ф2 ditimbulkan oleh arus Ip mengalir di kumparan Wp dan Ip lagging 900
terhadap tegangannya

V
φ
α
Sin α = Cos φ

Ф1

Gambar 2
Ф2
Dengan mengambil persamaan moment alat ukur type induksi :
T = KW Ø1. Ø2 Sin α
Ф1 1 sebanding dengan I
Ф 2 2 sebanding dengan V
W
Sin α = Cos φ
Maka : TD = W.I V Cos φ = V.I. Cos φ
W
Dengan demikian maka terhadap piringan logam D terdapat momen gerak TD
yang berbanding lurus terhadap daya beban. Apabila oleh karena pengaruh
momen TD. Piring logam D berputar dengan kecepatan n, maka sambil berputar

46
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

piringan tersebut memotong garis – garis fluksi magnetic m (akibat adanya


magnit permanen) sehingga menyebabkan terjadinya arus – arus putar (arus
Foucault) didalam piringan logam yang berbanding lurus terhadap n Ø m.
Arus – arus putar yang terjadi pada piringan logam D akibat adanya Ø1, Ø2 dan
Ø m seperti dalam gambar 1.B
Arus – arus putar yang memotong garis – garis fluksi m menyebabkan piringan
logam D mengalami momen redaman TD yang berbanding lurus dengan n. Ø m2

Bila momen TD dan Td dalam keadaan seimbang maka :


Kd. V.I. Cos φ = Km.n. Ø m2
Kd
n= V.I Cos φ
2
Km Ф m
Kd, Km = konstanta
Sehingga didapat kecepatan n dari piringan logam D adalah berbanding
lurus dengan V.I.Cos, maka jumlah putaran piringan D untuk jangka waktu
tertentu sebanding dengan energi yang diukur pada jangka waktu
tersebut. Kemudian untuk mendapat angka hasil pengukuran dari piringan
D tadi harus ditransformasikan lagi kealat register.

kWh meter 1 fasa

kWh meter 3 fasa

47
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

2. BAGIAN – BAGIAN KWH METER DAN FUNGSINYA

Gambar 3

1. Kumparan Tegangan
2. Kumparan arus
3. Elemen Penggerak/piringan
4. Rem Magnit
5. Register
6. Name Plate
7.Terminal Klemp

Badan (body) terdiri dari :


a. Bagian atas
b. Bagian bawah

Kumparan arus terdiri dari :


a. Pada kWh meter 1 phasa kumparan arus 1 set
b. Pada kWh meter 3 phasa 3 kawat kumparan arus 2 set
c. Pada kWh meter 3 phasa 4 kawat kumparan 3 set

Pada kumparan arus dilengkapi dengan kawat tahanan atau lempengan besi
yang berfungsi sebagai pengatur Cosinus phi (factor kerja)

Kumparan Tegangan terdiri dari :


Pada kWh meter 1 phasa ……………………………… 1 Set
Pada kWh meter 3 phasa 3 kawat ……………………. 2 set
Pada kWh meter 3 phasa 4 kawat ……………………. 3 Set

Piringan

48
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Piringan kWh meter ditempatkan dengan dua buah bantalan (atas dan bawah)
yang digunakan agar piringan kWh meter dapat berputar dengan mendapat
gesekan sekecil mungin.

Rem Magnit
Rem magnit adalah terbuat dari magnit permanen, mempunyai satu pasang
kutub (Utara dan selatan) yang gunanya untuk :
a. Mengatasi akibat adanya gaya berat dari piringan kWh meter
b. Menghilangkan / meredam ayunan perputaran piringan serta alat kalibrasi
semua batas arus.

Roda gigi dan Alat Pencatat (register)


Sebagai transmisi perputaran piringan, sehingga alat pencatat merasakan
adanya perputaran, untuk mencatat jumlah energi yang diukur oleh kWh meter
tersebut dan mempunyai satuan, puluhan, ratusan, ribuan dan puluh ribuan
1.Data kWh Meter
Pada papan nama dari meter energi tercantum data sebagai berikut :
- Nama alat / merek pabrik
- Tipe atau jenis meter
- Cara pengawatan : satu fasa, 2 kawat
tiga fasa, 3 kawat
tiga fasa, 4 kawat
- Tegangan
- Arus
- Frekuensi
- Konstanta meter
- Kelas
- Satuan energi listrik

49
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Contoh papan nama : Gambar 4

MILIK PLN
FUJI
kWh DHARMA

METER kWh
FASA TUNGGALDUA KAWAT KELAS 2
PUTARAN
220 v 5 (20) A 50 hZ 900 FA14AT1 /
JENIS kWh

L.L +
1990
E97111038A86
NO. 9900502

P.T. FUJIDHARMA ELECTRIC +


BUATAN INDONESIA LISENSI FUJI ELECTRIC
AWAS ! MEMBUKA SEGEL DIDENDA FL
_ FDE
30005201

50
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

3. PRINSIP KERJA kVARh METER


Meter kVARh pada prinsipnya adalah seperti meter kWh. Kalau pada meter
kWh yang diukur adalah daya nyata atau I.E.Cos φ x t, maka pada kVARh
yang diukur adalah daya buta atau I.E.Sin φ x t.
Untuk bisa mendapatkan hasil pengukuran E.I.Sin φ x t, prinsip dasarnya
adalah membalik polaritas kumparan tegangan kWh dengan jalan membalik
pengawatannya.

kWh kVARh

1 2 3 5 7 8 9
1 2 3 5 7 8 9
Gambar 5

kVARh dipergunakan untuk mengukur besarnya pemakaian energi rekatif pada


konsumen – konsumen yang mempunyai Cos φ kurang dari 0,85 atau pada
konsumen – konsumen yang mempunyai sudut phasa lebih besar dari 36,860.
Apabila kita perhatikan pada tiga daya dibawah ini (lihat gambar)

kVA c kVAR
b
φ a
kW
Gambar 6

Apabila pada segi tiga daya tersebut kita coba gambarkan suatu besaran sudut
(FI) yang berubah – ubah dengan besaran Kw yang tetap, maka dapat terlihat
disini bahwa :
- Besarnya kVA akan berubah – ubah

51
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Semakin besar sudut Ø atau semakin jeleknya Cos φ maka kVA akan
semakin besar
- besarnya kVAR akan berubah - ubah
Semakin besar sudut Ø atau semakin jeleknya Cos φ maka kVAR akan
semakin besar.

D
kVA
C
kVAR
B

φ3 φ4 φ5
φ2 A
kW

GAMBAR 7

Pada titik A besarnya sudut Ф =0


Maka besar Cos φ =1
Sehingga kVA = kW
Sedangkan kVAR nya adalah =0

Pada titik B :
Sudut 2 semakin besar sehingga Cos menjadi lebih kecil dari 1
kVA akan menjadi lebih besar dari kW, sedangkan kVARnya menjadi lebih
besar dari nol ( 0 ).

Susunan terminal harus sama dengan diagram rangkaian. Setiap terminal harus
diberi tanda yang sesuai dengan fungsinya.

Cara pengawatan kWh meter dibedakan menurut jumlah elemennya :


- Fase tunggal, 2 kawat mempunyai 1 elemen
- Fase tiga, 3 kawat mempunyai 2 elemen
- Fase tiga, 4 kawat mwmpunyai 3 elemen

52
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Klasifikasi kWh meter dan Batas Kesalahan.

Klasifikasi kWh meter dibagi dalam 3 klas :


- kWh meter kelas 0,5 dipakai sebagai meter standard
- Kwh meter kelas 1 dipakai untuk pengukuran skunder (memakai trafo
ukur)
- kWh meter kelas 2 dipakai untuk pengukuran primer (tanpa trafo ukur)

Batas – batas kesalahan kWh meter yang ditentukan oleh kamar tera PLN (atas
kebijaksanaan PLN Wilayah/Distribusi setempat)

Arus Faktor Kerja Batas kesalahan kWh meter dalam %


Kl 2 Kl 1 Kl 0,5
100% In 11 + 0 ……….. + 2 + 0 ………. + 1 +0 …….. + 0,5*
100% In 0,5 (ind) + 0 ...………+ 2 + 0 ………. + 1 + 0 …….+ 0,8*
50% In 1 + 0 …………+ 2 + 0 ………. + 1 + 0 …….+ 0,5 +
50% In 0,5 (ind) + 0 …………+ 2 + 0 ………. + 1 + 0 …….+ 0,8 +
10% In 1 + 0 …………+ 2 + 0 ………. + 1 + 0 …….+ 0,5 +
5% In 1 + 0 ………+ 2,5 + 0 ……. + 1,5 + 0 …….+ 1

Keterangan :
Tanda * : Titik 2 kesalahan yang biasa dirobah, bila menyimpang dari batas
yang ditentukan.
Tanda + : Titik 2 kesalahan yang tidak boleh dirubah, bila menyimpang
batas yang ditentukan

53
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

8
DIAGRAM PENGAWATAN APP

POKOK BAHASAN :

1. Pengertian Diagram Pengawatan


2. Diagram Pengawatan APP
3. Pengawatan kWh meter 1 fasa
4. Pengawatan kWh meter 3 fasa sambungan langsung
5. Pengawatan kWh meter 3 fasa sambungan tidak langsung
6. Pengawatan kVArh meter
7. Diagram Kotak APP

1. Pengertian Diagram Pengawatan

Yang dimaksud dengan Diagram Pengawatan adalah gambar


elektroteknik yang biasanya dinyatakan dengan symbol - symbol, yang
menyatakan hubungan antara bagian – bagian peralatan atau suatu
instalasi listrik.

Manfaat Diagram Pengawatan

a. Mengetahui Prinsip kerja suatu peralatan atau instalasi


b. Membantu pelaksanaan pemasangan suatu peralatan atau instalasi
c. Mempermudah dalam menelusuri, mengusut gangguan pada suatu
peralatan atau instalasi.

Macam – macam Diagram ;

• Diagram Lay Out


• Diagram Internal
• Diagram Penyambungan
• Diagram Terminal
• Diagram Garis Tunggal

54
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

DIAGRAM LAY OUT

Adalah diagram yang menyatakan tata


letak alat atau terminal atau sejenisnya.

ALAT

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Diagran lay out terminal

Tata letak pada OK tipe 1

Tutup OK Kotak OK

kWh

9 10 11 12 Terminal blok

MCB

Terminal Arde

55
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

DIAGRAM INTERNAL
Adalah diagram yang menyatakan rangkaian internal
Suatu alat misalnya diagram internal alat ukur.

1 2 3 4 6

Diagram Internal kWh meter 1 fasa

DIAGRAM PENYAMBUNGAN
Adalah diagram yang menyatakannomor terminal
dari suatu alat yang harus disambungkan ke nomor
terminal dari alat yang lain dengan menggunakan
penghantar / kawat.

ALAT
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1A1 2A5 3W1 4A8 5A2 6A3 7W5 8X3 9A2

4A8
Nomor terminal Nomor terminal
Kode alat
Alatnya sendiri Alat yang dituju
yang dituju

56
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

DIAGRAM TERMINAL
Adalah diagram yang menyatakan penghantar – penghantar dengan
kode pengawatan tertentu yang tersambung pada suatu terminal.

1B1 1Y1

2C3
1 2Y2

3C1
2 3Y3

4D1
3 4W1
4
5D2 5D3
5
6D3 6W5
8 x 4 mm 6 8 x 4 mm

DIAGRAM GARIS TUNGGAL

Merupakan gambaran sederhana dari suatu sirkit yang menunjukkan


bagian–bagian pentingnya saja namun dapat menggambarkan cara
operasi dan fungsi kelompok dari suatu instalasi listrik, sirkit biasanya
digambarkan dalam bentuk garis tunggal dan huruf atau simbol yang
sesuai.

220V/50Hz
kWh
MCB PHB

Diagram garis tunggal sebaiknya disertai informasi sebagai berikut :


•Tegangan
•Jenis arus
•Frekuensi
•Luas penampang
•Jumlah kawat
•Pengenal
•Data karakteristik
•Simbol alat

57
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

9
1. PENGAWATAN kWh METER

Dalam melaksanakan penyambungan kWh meter perlu diperhatikan


terminal – terminal yang akan disambung. Terminal input untuk arus
harus dibedakan dengan terminal outputnya, demikian pula terminal
untuk tegangan harus dapat dibedakan menurut ukuran fasya. Sistem
pengawatan kWh meter sebagai alat ukur energi listrik, tergantung dari
cara pengukuran yang akan dilakukan,apakah pengukuran langsung atau
pengukuran tidak langsung juga sekaligus tegantung dari onstruksi dari
kWh meter itu sendiri.
Untuk beberapa pengawatan dari kWh dapat diuraikan menurut tabel
berikut ini :
No. kWh Meter Pengukuran
Jenis Tegangan
1. 1 fasa 2 kawat Langsung Rendah
2. 3 fasa 4 kawat Langsung Rendah
3. 3 fasa 4 kawat Tidak langsung Rendah
4. 3 fasa 3 kawat Tidak langsung Menengah
5. 3 fasa 4 kawat Tidak langsung Menengah
2. PENGAWATAN kWh METER 1 FASA
kWh meter 1 fasa biasa digunakan untuk pengukuran tegangan rendah
dengan jenis pengukuran langsung
GAMBAR PENGAWATAN APP 1 PHASE

kWh
9
F 13
OK tipe 1
N 14
12

1 2 3 4 6 Terminal
9 7 12 11 blok
13 8 6 14
9 10 11 12
1 16 15 4 17 Arde
MCB

3 10
10
7 8 F 16 11
N 15
12
G 17

58
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

10

TATA LAKSANA PEMERIKSAAN

PEDOMAN PEMERIKSAAN INSTALASI RUMAH

1. Maksud dan Tujuan

Maksud pedoman Pemeriksaan ini adalah untuk menjadi acuan utama pelaksanaan
Pemeriksaan instalas rumah oleh Pemeriksa komisi sertifikasi instalasi Jawa Barat
dan Banten
Tujuan pedoman Pemeriksaan ini adalah agar para Pemeriksa dapat melaksanakan
Pemeriksaan dengan prinsip taat asas (konsisten) dan memelihara nilai relevansi,
mutu dan berkesinambungan.

2. Ruang Lingkup

Lingkup Pemeriksaan ini mencakup bidang instalasi rumah yang terpasang dan akan
dioperasikan/dinyalakan
Instalasi rumah yang untuk pelanggan rumah tangga yang disambung pada tegangan
rendah 220/380 volt

3. Definisi
Pemeriksaan Instalasi didasarkan pada kelayakan pemasangan instalasi rumah sesuai
standar konstruksi yang ditetapkan, memenuhi kriteria keselamatan instalasi, peralatan
dan manusia serta lingkungan
Teknik Pemeriksaan dilakukan secara transparan (instalasi yang di Pemeriksaan
diperiksa secara benar sesuai standar konstruksi dan standar keselamatan), fair (tim
Pemeriksa yang bersertifikat kompetensi) dan akuntabel (jelas petunjuk kerjanya,
mempunyai dokumentasi dan sistem monitoring)
Masa berlaku sertifikat instalasi selama lima tahin dan dapat diperpanjang dengan
Pemeriksaan kembali

4. Referensi/Acuan
UU ketenagalistrikan no 15 tahun 1985
PP …2005 (disusulkan)
Kepmen ….(disusulkan)
Persyaratan Umum Instalasi Listrik tahun 2000
Pedoman kerja peralatan Pemeriksaan
Stándar kompetensi Bidang Instalasi Pemanfaatan tenaga listrik sub bidang Inspeksi
Hasil koordinasi dengan tim kerja Lembaga Sertifikat Instalasi Nasional

59
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

5. Wewenang/Tanggung Jawab
Pemeriksa berwenang penuh untuk memberi laporan sesuai hasil Pemeriksaan
Pemeriksa dapat diminta pertanggungjawaban hasil penilaiannya
Pemeriksa berwenang meminta penjelasan dari pelaksana pemasangan instalasi
Pemeriksa harus mengikuti semua prosedur Pemeriksaan dan mempersiapkan
kelengkapan Pemeriksaan a.1. SOP; Pedoman Kerja Pemeriksan (PEKA); K3; Gambar
Kerja/teknik peralatan/tools untuk pemeriksaan

6. Langkah-langkah Pemeriksaan
Ketersediaan Peralatan Pemeriksaan dan Keamanan (K3)
Tim Pemeriksa mempersiapkan K3
Tim Pemeriksa mempersiapkan peralatan kerja dan test fungsi
Tim Pemeriksa mempersiapkan SOP Pemeriksaan instalasi
Tim Pemeriksa mengisi kertas kerja atas ketersediaan peralatan dan fungsi kerjanya

Catatan :

a. Formulir kerja disediakan dan diarsipkan kembali setelah selesai


b. Seluruh peralatan kerja dikembalikan pada tempat semula di kantor SIL

Melaksanakan Pemariksaan

Tim pemeriksa memeriksa gambar instalasi apakah sesuai dengan yang terpasang.
Tim pemeriksa memeriksa peralatan yang terpasang seperti tersebut dalam gambar
instalasi serta memeriksa koneksi / pengawatan serta besarnya ukuran / kemampuan
peralatan
Tim pemeriksa melakukan pemeriksaan fungsi dan pemeriksaan sistem kelayakan
operasi dan keamanan terhadap gangguan internal dan eksternal.
Tim pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan dan melakukan penilaian atas kesesuaian
instalasi yang diperiksa.
Tim pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan pada formulir pemeriksaan yang
digunakan dan menyerahkan kepada tim verifikasi.

Catatan :

1. Pemeriksa dapat memberikan pertanyaan kepada pemilik instalasi dan


menyarankan atas ketidak sesuaian di instalasi yang terpasang
2. Pemilik instalasi, kontraktor listrik dan tim pemeriksa harus
menandatangani formulir LHP (Laporan hasil pemeriksaan)
3. Pemeriksa harus melengkapi seluruh formulir isian dan apabila tidak
dimungkinkan harus ada catatan yang menyatakan ketidakmungkinan
pemeriksaan secara lengkap untuk dilakukan.
Pelaporan :

60
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Tim pemeriksa membuat laporan atas pemeriksaan instalasi yang telah


diperiksa
Tim pemeriksa menyepakati laporan dan membubuhi tandatangannya
pada formulir yang tersedia
Tim pemeriksa menyampaikan laporan selambat – lambatnya 1 (satu) hari
setelah pemeriksaan untuk mendapat persetujuan dari supervisor yang
ditetapkan.

Catatan :

1. Hasil pemeriksaan diawasi dan disetujui oleh supervisor/koordinator


yang ditunjuk
2. Supervisor/koordinator pemeriksa mencatat deviasi / kejanggalan atas
pelaksanaan kerja pemeriksa

7. Penetapan Hasil Pemeriksaan

Tim Verifikasi melengkapi hasil pemeriksaan ke dalam kertas kerja yang


tersedia (Form LHP)
Tim pemeriksa membahas bersama hasil pemeriksaan dan masing masing
pemeriksa memberikan pandapat dan fakta yang dimiliki terhadap
pemeriksa.
Tim pemeriksa meresumekan konsep hasil pemeriksaan dan apabila
diperlukan dapat meminta masukan dari atasan pemeriksa yang bersangkutan
(second – opinion).
Tim pemeriksa mendiskusikan penetapan hasil pemeriksaan kepada
pengawas agar penilaian terhadap pemeriksa tidak berpihak.
Tim pemeriksa dan pengawas menjelaskan hasil pemeriksaan kepada
masing masing pemeriksa secara individual dan meminta saran / komentar
atas pelaksanaan pemeriksaan serta membuat berita acara dan rekomendasi
yang akan diserahkan kepada manajemen unit.

8. Laporan.

Pengawas (atas nama KONSUIL) menandatangani dokumen hasil


pemeriksaan operator pemeriksa di lapangan untuk segera dibuat
sertifikatnya.
Manajemen SIL mengirimkan sertifikat instalasi kepada kontraktor dan
PLN setempat serta pemilik instalasi.
Setiap sertifikat yang keluar dicatat pada buku register dan diarsipkan
pertinggalnya baik hardcopy maupun softcopy.

61
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Catatan :

Fungsi pengawas pada masa transisi mewakili manajemen SIL membantu


mengawasi para pemeriksa, namun apabila pemeriksaan telah berjalan
baik fungsi pengawas ditiadakan (lihat di persyaratan akreditasi lambaga
sertifikasi dikemudian hari oleh MESDM / DJLPE)

9. Tindak lanjut :

Manajemen SIL menyerahkan sertifikat instalasi kepada konsumen dan kontraktor


serta PLN.
SLO berlaku 10 (sepuluh) tahun sepanjang instalasi tidak mengalami perubahan.
SIL memberikan rekomendasi apabila terdapat ketidak sesauaian terhadap standar
yang ada dan batas waktu perbaikan yang layak untuk dapat difungsikan kembali.

10. Lampiran :

Alur proses pemeriksaan.


Pedoman kerja pemeriksa .
Formulir pemeriksaan.
Prosedur pemeriksaan.

62
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

SOP PEMERIKSAAN INSTALASI PERUMAHAN

MULAI

Tim Pemeriksa mempersiapkan materi dan prosedur


Pelaksanaan pemeriksaan di instalasi
Menetapkan tata Meng Update materi
Laksanakan pemeriksaan Pemeriksaan dengan
Kondisi Instalasi
Melaksanakan pemeriksaan
(diisi pada form tertulis)
Bidang
Uji / Pemeriksa Pemeriksa

Tim Verifikasi
Hasil Tidak Membuat catatan
Hasil pemeriksaan Pemeriksaan khusus U/pemeriksa
Dicocokan dengan standar Baik. (form A)
Pada formulir yang ada

Ya
Temuan / Indikasi
pemeriksaan
Diskusi
Resume hasil
pengawas
Pemeriksaan
Kepada kontraktor

Pengawas dan
Penandatanganan hasil dan
pemeriksa
Berita Acara Pemeriksaan

SELESAI

63
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

PANTAUAN 5 (LIMA) TAHUNAN


SERTIFIKAT INSTALASI
(Pantauan Oleh Operator Mutu) tidak dipergunakan
Nama Pemilik Nama :. . . . . . . . . . . . . . . .
Sertifikat .
Alamat :. . . . . . . . . . . . . . . .
.
No.Gardu :. . . . . . . . . . . . . . . .
.
Jenis
Instalasi Kode :. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Daya Terpasang:. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
No Hasil Pemeriksaan
Urut Kelengkapan & Fungsi Instalasi Keterangan
Tidak
Baik baik

Beri tanda X
1 Material Instalasi Pada kolom
- Kabel Yang dipilih
- Pengaman / Pembatas
- Pengukur

2 Fungsi Material Instalasi


- Pengaman
- Pengukur
- Lainnya

3 Pengukuran
- Megger
- Pentanahan
- Tegangan tertinggi

Nama :. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Alamat :. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Pemeriksa
(identitas) Tempat Kerja :. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Tanda Tangan :. . . . . . . . . . . . . Tanggal :. . . . . . . .

Setuju : S ** Tanda Tangan :. . . . . . . .


Tanggapan Pemilik Instalasi
Tidak Setuju : TS Tanggal :. . . . . . . .

64
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

PEDOMAN KERJA PEMERIKSAAN (PEKA)

Instruksi kerja pemeriksaan ini berisi tujuan/maksud/kegunaan, lingkup


pemeriksaan dan pernyataan umum, serta batasan-batasan dan larangan-
larangan yang umum.

I. Tujuan/maksud/kegunaan, Lingkup & Pernyataan Umum

PEKA memberikan jaminan standar mutu pelaksanaan atas pemeriksaan


rumah tinggal yang dilaksanakan oleh anggota SIL
PEKA menetapkan dan menjelaskan maksud/tujuan/kegunaan, kondisi-
kondisi, batasan-batasan, larangan-larangan, dan hal-hal tertentu yang
berhubngan dengan suatu pemeriksaan.
PEKA mengidentifikasi komponen-komponen dan sistem-sistem yang
masuk dalam lingkup suatu pemeriksaan
PEKA ini hanya berlaku untuk pemeriksaan instalasi listrik rumah
PEKA ini berlaku untuk pemeriksaan visual dari daerah yang bisa
dijangkau dengan mudah dari hal-hal termasuk komponen-komponen dan
sistem-sistem untuk menentukan jika, pada saat pemeriksaan mereka sedang
melaksanakan fungsi yang diharapkan tanpa memperhatikan harapan
lamanya orang hidup.
Maksud/tujuan/kegunaan pemeriksaan adalah mengidentifikasi
kerusakan/cacat yang kelihatan dan atau kondisi-kondisi yang menurut
penilaian pemeriksa, secara merugikan mempengaruhi fungsi dan keutuhan
komponen da sistem
PEKA dilaksanakan erdasarkan penglihatan dan mengandalkan pada
pendapat, penilaian dan pengalaman pemeriksa dan tidak bertujuan
memeriksa lengkap secara teknik
PEKA harus dilaksanakan dalam periode waktu yang cukup untuk
memenuhi kesesuaian dengan persyaratan standar
PEKA dilaksanakan berdasarkan standar mutu harus tidak ditafsirkan
sebagai pemeriksaan kesesuaian dari suatu aturan, peraturan pemerintah atau
petunjuk/prosedur pemasangan dari pabrik. Dalam hal hukum, peraturan dan
undang-undang yang melarang suatu prosedur pemeriksaan yang
direkomendasikan dalam standar, pemeriksa dibebaskan dari kewajiban yang
melekat pada bagian terlarang dari Standar yang ditetapkan.

65
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

PEKA dilaksanakan berdasarkan Standar mutu bukan suatu pernyataan


atau pernyataan tidak langsung mengenai jaminan atau suatu penjaminan
kemampuan, kinerja atau manfaat hidup suatu barang, komponen atau sistem
di dalam, pada atau tentang instalasi yang diperiksa.
SIL merekomendasikan bahwa anggota-anggotanya melaksanakan
pemeriksaan sesuai dengan PEKA ini, aturan etika dan hukum yang berlaku.
Pemeriksaan harus melaporkan setiap sistem dan komponen termasuk
dalam standar pemeriksaan ini yang mana ada pada waktu pemeriksaan
instalasi tetapi tidak diperiksa dan memberikan alasan kenapa tidak diperiksa

2. Batasan Umum dan Larangan

2.1 Menghilangkan beberapa barang, menyembunyikan atau tidak mudah


dijangkau pemeriksa. Pemeriksa tidak perlu memindahkan perabot
rumah, barang pribadi, atau barang yang disimpan; mengangkat penutup
lantai; melaksanakan beberapa pengujian atau prosedur yang dapat
merusak atau menghancurkan barang-barang di tenmpat yang sedang
diperiksa
2.2 Inspeksi dan laporan adalah pendapat-pendapat hanya, berdasarkan
pengamatan visual kondisi yang ada dari instalasi yang diperiksa pada
saat pemeriksaan. LAPORAN TIDAK BERMAKSUD, ATAU
DITAFSIRKAN SEBAGAI, SUATU JAMINAN, GARANSI, ATAU
BEBERAPA BENTUK ASURANSI.
Pemeriksa tidak bertanggung jawab untuk setiap perbaikan atau
penggantian barang milik dan muatan yang ada.
2.3 Pemeriksaan tidak perlu memasukkan informasi mengenai pelanggaran-
pelanggraan aturan-aturan, peraturan atau pengaturan yang lalu atau saat
ini.
2.4 Sebagai berikut tidak termasuk dan tidak terbatas pada : peralatan listrik,
alaram-alarm, intercom, peralatan pengamanan dan lain sebagainya

3. Kode etik

Kode etik merupakan pedoman nilai-nilai bagi seluruh Pemeriksa dan


Pengawas dalam melaksanakan tgasnya secara benar, jujur dan
bersedia untuk mempertanggungjawabkan segala resiko baik secara
keuangan maupun badan. Ketaatan pada kode etik dinyatakan dengan
menandatangani formulir yang disediakan.

66
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

11
PEMERIKSAAN APP

Tujuan:
Setelah menyelesaikan mata pelajaran dan latihan peserta mampu, menjelaskan
cara memeriksa APP, sesuai petunjuk yang berlaku.

Pertanyaan :
Bagaimana cara memeriksa hasil pemasangan APP.
a. memeriksa visual meter.
b. Memeriksa resistans isolasi
c. Memeriksa ururtan fase
d. Memeriksa sirkit arus
e. Memeriksa relai tarif ganda dan saklar waktu
f. Memeriksa putaran piringan
1. APP Yang telah selesai dipasang harus diperiksa, untuk mengetahui apakah
hasil pemasangannya telah sesuai dengan permintaan kontrak. Bila
pemasangan salah akan mengakibatkan pengukuran yang tidak benar,
akibatnya akan timbul losses atau kerugian bagi PLN.
Hal – hal yang perlu dikperiksa adalah,
ƒ Memeriksa visual meter
ƒ Memeriksa resistans isolasi
ƒ Memeriksa urutan fase
ƒ Memeriksa sirkit arus
ƒ Memeriksa relai tarif ganda dan saklar waktu (Time switch)
ƒ Memeriksa putaran piringan.

1. Cara memeriksa hasil pemasangan APP

2.1. Memeriksa visual meter


memeriksa visual meter, yaitu memeriksa meter, perlengkapannya dan
pengawatannya, apakah ada dalam keadaan baik, cacat atau rusak.
Bila terjadi cacat atau rusak pada meter merupakan indikasi bahwa pada
meter tersebut tekah terjadi sesuatu, sehingga perlu diperiksa lebih
lanjut.

67
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Untuk memeriksa gunakan tabel berikut.


Contoh :
Tabel pemeriksaan visual

No. Nama alat / lengkapan Keadaan Keterangan


Baik Cacat rusak
1. Kotak APP - V - Tergores dan
2. Meter v - - penyok

3. Pemutus mini - v -
4. Terminal - v - Isolasi retak

5. Kawat :
- warna v - - Sesuai standar

- label v - -
- pengikat v - -

2.2. Memeriksa Resistans Isolasi


Pemeriksaan resistans isolasi dilakukan terhadap APP, perlengkapan
beserta sirkitnya sebelum disambung pada sumber listrik dan beban,
untuk memeriksa gunakan tabel berikut.

TABEL PEMERIKSAAN RESISTANS ISOLASI APP


Minimum
Hasil
No. Yang diperiksa (Mega
(Mega Ohm)
Ohm)
A Meter Sambungan Langsung
1. Fase tunggal
Sirkit fase – pembumian 5
.

B Sirkit tegangan R - Pembumian 5

Pengukuran dengan tester (megger 500V)


Catatan = Pembumian CT dilepas.

68
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

2.1. Memeriksa Ururtan Fase

Pemeriksaan menggunakan fase sequence indicator / phase angle


indicator sebagai berikut :
- periksa urutan fase sumber
- sambung APP dengan sumber
- periksa urutan fasa pada sis beban
- bila urutan fasa pada sumber dan sisi beban sudah sama maka
pemasangan sudah betul

2.4. Memeriksa Putaran Piringan


Pemeriksaan Putaran Piringan dilakukan dengan membebani setiap fasa
menggunakan lampu pijar (untuk meter sambungan langsung) dengan
daya sesuai kebutuhan lihat tabel rendah kebutuhan tabel pemeriksaan
putaran piringan (untuk meter tegangan rendah sambungan tidak
langsung digunakan beban sesungguhnya).
Untuk kWh meter tegangan rendah sambungan tidak langsung
pemeriksaan setiap fasa hanya untuk mengetahui arah putaran dengan
cara menghubung pendek rangkaian arus (sesaat) atau melepas
tegangan pada meter.
Putaran piringan harus sesuai dengan arah penunjuk putaran (arah
panah).
Beban untuk setiap fasa : 0,5 Id (arus dasar).

TABEL PEMERIKSAAN PUTARAN PIRINGAN

No. Fasa Beban Arah putaran Keterangan


(Watt)
1. R Sesuai / tidak Untuk kWh fasa satu diambil
2. S Sesuai / tidak salah satu fasa tersebut

3. T Sesuai / tidak

Digunakan beban sesubgguhnya untuk kWh meter tegangan rendah


sambungan tidak langsung pemeriksaan setiap fasa hanya untuk
mengetahui arah putaran dengan cara menghubung pendek rangakain
arus (sesaat) atau melepas tegangan pada meter.

69
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

2.6.1. Pembebanan kWh meter fasa tunggal

1 3 4 6

Dengan membebani sisi beban dengan lampu pijar sesuai kebutuhan


(arus diukur dengan Ampere tang) pada fasa R, S dan T kemudian diuikur
putaran piringan dengan menggunakan stop watch. Untuk meter tegangan
rendah sambungan tidak langsung dapat digunakan beban yang
sebenarnya.
Pemeriksaan kesalahan ukur kWh meter sebagai berikut :
Daya aktif (P) adalah perkalian antara arus (I), tegangan (V) dan faktor
daya (Qos φ)
Energi aktif = P x t

n V I Qos φ Q td
= Catatan :
C 1000 x 3600
1 kWh = 1000Wh
1 hour = 3600 detik

Td = n . 3 . 600.000
c. v. i. Cos Q

n = putaran piringan
c = konstanta kWh meter ( putaran/ kWh )
td = waktu dasar ( detik )
Cos = factor daya

Kesalahan ukur kWh meter ( % ) = td – t x 100%


t
t = waktu putaran yang diukur dengan stop watch.

70
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

a. DENGAN AVO METER & STOP WATCH


Rangkaian
Beban resistip
Faktor daya = 1
1 2 3 4 6
F A

V B
N
1. MEMERIKSA KESALAHAN kWh METER 1 FASA 2 KAWAT DENGAN TANG
kW / WATT METER DAN STOP WATCH.

b. DENGAN WATT METER & STOP WATCH

Rangkaian

1 2 3 4 6 BEBAN
F W
B
N

1) Rumus Pemeriksaan

a) Ukur daya aktif pada kWh meter

n.3600.000
p.1 = = (Watt)
C.t

Dimana :
n = jumlah putaran piringan
C = konstanta dari kWh meter
t = waktu yang dicatat stop watch

b) Ukur daya aktif pada sisi beban dengan tang kW


p.2 = … Watt (dengan Watt meter)

2) Menentukan bear kesalahan

P.1 – P.2
E= x 100%
P.2

3) Mengisi formulir data pemeriksaan seperti terlampir


4) Membuat kesimpulan dari hasil pemeriksaan

71
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

2. MEMERIKSA KESALAHAN kWh METER 1 FASA 2 KAWAT DENGAN kWh


STANDAR

c. Dengan kWh standard meter

Rangkaian

1 2 3 4 6 BEBAN
F
B
N

Rumus pemeriksaan

ns nx Cs
= ns = x nx
Cs Cx Cx

Dimana :

Cs = konstanta kWh meter standar


Cx = konstanta kWh meter yang diperiksa
ns = putaran kWh standar seeuai perhitungan
nx = putaran kWh yang diperiksa

1) Menentukan besar kesalahan

ns – n
E = x 100%
n

Dimana :
E = kesalahan relative dalam presen
n = penunjukan putaran kWh standart

72
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

GAMBAR KERJA

73
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

122 Cm
100 Cm
Tepi Papan

74
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

F1 F2 F3
e

f 1 3 5 6

g S4 K4
2 4
h

Load(Red)
i SELCON
Netral(White) (S 8)
Line(Black)
j

m
K4
n

p
PE

PE

PE
L1

L1

5
N

N
3
1
2

r
Saklar Impuls + Tombol + lampu
Saklar Seri + Lampu + Kontak
Input IML – 220 V a.c – 50 Hz

s
Saklar selcon + lampu

t
kontak

SIRKIT DAYA PANEL PENERANGAN Digambar : Team Bengkel


Bengkel semester 2 Tanggal : 20 Pebruari 2011

Kelas No Gambar
POLITEKNIK NEGERI MALANG 02

75
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

F1
f

F2
g
Selcon

i
F3 Cadangan

k
Panel IML
l

n
APP

SINGLE DIAGRAM PANEL PENERANGAN Digambar : Team Bengkel


Bengkel semester 2 Tanggal : 20 Pebruari 2011

Kelas No Gambar
POLITEKNIK NEGERI MALANG 03

76
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

d DIAGRAM PENGAWATAN APP 1 PHASE


e

f kWh
9
F 13
g OK tipe 1
h
N 14
12
i

j
1 2 3 4 6 Terminal
k
9 7 12 11 blok
l
13 8 6 14
m
9 10 11 12
n
MCB 1 16 15 4 17 Arde
o

p 3 10
10
q 7 8 F 16 11
N 15
r 12
G 17
s

DIAGRAM PENGAWATAN APP 1 Phasa Digambar : Team Bengkel


Bengkel semester 2 Tanggal : 20 Pebruari 2011

Kelas No Gambar
POLITEKNIK NEGERI MALANG 04

77
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

78
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

DAFTAR PERALATAN

79
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

DAFTAR KEBUTUHAN BAHAN


( BILL OF QUANTITY )

No Nama Bahan Jumlah Satuan Keterangan


A. Pipa dan Bahan bantu
1 Pipa union 5/8 inc 4 M
2 Kotak sambung tender 1 Buah
3 Kotak sambung lokal 1 Buah
4 Klem aluminium 16 mm 4 Buah
5 Klem pvc 5/8 12 Buah
6 Klem NYM 9 mm sebelah paku 6 Buah
7 Benda siku ( L bow ) 7 Buah Buat sendiri

B. Saklar dan Kelengkapannya


Saklar seri 1 Buah
Saklar cahaya ( LDR ) 1 Buah
Tombol tekan 1 Buah
Fiting E 27 lokal 3 Buah
Fiting E 27 tender 1 Buah
Roset kayu 3 Buah
Kotak kontak 1 phasa 1 Buah

C. Panel IML dan Kelengkapannya


Box panel 40X30 Cm 1 Buah
Sekring lengkap – 3 group 1 set
Saklar relay impuls 220 V 1 Buah
Busbar tembaga 3-5 X 15 mm 2 Buah
Profil untuk line up terminal 2 Buah
Profil untuk dudukan relay impuls 1 Buah
Line up terminal 3 Buah input
Line up terminal 10 Buah output

D. Panel APP
OAK 1 Buah
DEKSEL 1 Buah
KWH Meter 1 Buah
MCB 1 Buah
Terminal Blok 1 Buah

E. Penghantar
NYA merah 1,5 mm2
NYA biru 1,5 mm2
NYA hijau/kuning 1,5 mm2
NYM 3 X 1,5 mm2
Sekrup untuk saklar,fiting,panel,APP
Sekrup untuk klem

80
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Blangko Commisioning / Pengujian

81
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

LANGKAH PELAKSANAAN

CARA KERJA
1. Buatlah gambar sirkit Instalasi Penerangan tiga Fasa
2. Buat gambar layout rangkaian instalasi Tenaga.
3. Buat gambar single line diagram instalasi penerangan.
4. Buat gambar pengawatan instalasi penerangan
5. Siapkan komponen-komponen yang dibutuhkan sesuai kebutuhan.
6. Periksa kondisi alat dan bahan.
7. Memasang alat dan bahan pada dinding kerja sesuai gambar layout.
8. Merangkai sesuai gambar rangkaian instalasi tenaga.
9. Commisioning tanpa tegangan.
10. Cek tahanan isolasi rangkaian.
11. Commisioning dengan bertegangan.
12. Deteksi urutan fasa dengan fasa detector.
13. Cek tegangan sumber.
14. Mintalah persetujuan dari pengawas pekerjaan.
15. Commisioning berbeban dan bertegangan.
16. Cek arus yang mengalir.
17. Cek APP.
18. Kalibrasi pembacaan APP 1 phasa.
19. Buat laporan.

82
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

TAHAPAN-TAHAPAN
COMISIONING
A. PROSES FINISHING TOUCH ATAU COMISIONING
Dalam proses comisioning atau finishig touch terdapat beberapa langkah
seperti proses menguji tahanan isolasi penghantar, menguji hubungan antar komponen
apabila sudah sesuai baru dilakukan pengujian dengan menggunakan sumber tegangan
listrik. Selain itu proses finishing touch juga meliputi perapian hubungan kabel dalam
panel sehingga memenuhi aspek estetika. Proses komisioning ini merupakan proses
yang paling penting karena berhubungan dengan standar tidaknya instalasi yang
dipasang serta apakah sesuai dengan perencanaan yang telah ditentukan. Sehingga bila
proses komisioning tidak mengalami hambatan maka baru PLN bisa memberi supply
tegangan keproyek instalasi yang kita kerjakan.

B. PENGUJIAN SELURUH SISTEM


Pengujian seluruh sistem meliputi pengujian terhadap seluruh komponen dengan
cara menghubungkan dengan sumber tegangan. Pengujian ini hanya dapat dilakukan
setelah proses komisioning selesai atau proses pada point D dan E sudah sesuai rencana.
Langkah – langkahnya sebagai berikut :
1. Pasang semua beban atau salah satu beban yang akan diuji.
2. Semua MCB kondisikan pada posisi open atau off.
3. Beri masukan sumber tegangan pada panel yang disambungkan dengan
terminal pada panel sesuai dengan identitas penghantar.
4. On-kan atau kondisikan MCB pada posisi close.
5. Mengoperasikan masing – masing MCB dimana beban yang akan diuji
terpasang.
6. Mengamati apa yang terjadi pada beban, apakah menyala dan sesuai dengan
identitas kontrol yang ditekan. Jika sesuai atau benar dengan identitas
kontrol maka instalasi yang dipasang sesuai dengan yang telah
direncanakan.
7. Lakukan pada keseluruhan sistem. Jika sesuai maka instalasi yang dipasang
benar dan sesuai dengan rencana.

83
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Lampiran Berita Acara


PT PLN (Persero)
Pemeriksaan No. …….
DIATRIBUSI JAWA TIMUR
BERITA ACARA
PEMERIKSAAN DAN PENGUKURAN

Pada hari ini …….. tanggal ………….. 2004 telah dilaksanakan pemeriksaan kWh Meter / APP oleh petugas PLN distribusi
Jawa Timur pada :
Nama pelanggan : ............................................... Daya : ……………………..
Alamat : ............................................... Tarip : ……………………..
No. Kontrak : ............................................... No. CRD : ……………………..
No. Kontrol : ...............................................

Data kWh Meter


Merk : ………………………….. Merk : ……………………
Type : ………………………….. Type : ……………………
Tegangan : ………………………….. Tegangan : ……………………
Arus : ………………………….. Arus : ……………………
Putaran : ………………………….. Putaran : ……………………
Nomor : ………………………….. Nomor : ……………………
: ………………………….. : ……………………
Stan : WBP …………………. LWBP ………………. Stan : ……………………

Data Time switch


Merk : ………………………….. Arus Phasa : ……………
Type : ………………………….. Phasa : ……………
Tegangan : ………………………….. Phasa : ……………
Arus : ………………………….. Arus rata – rata : ……………

Data Trafo arus (CT) Data Trafo Tegangan (PT)


Merk : ………………………….. Merk : ……………………
Type : ………………………….. Type : ……………………
Class : ………………………….. Class : ……………………
Ratio : ………………………….. Ratio : ……………………
Nomor : ………………………….. Nomor : ……………………

Hasil Perhitungan kWh Meter Hasil Perhitungan kVARh Meter


……. X Putaran = ……………. Detik ……. X Putaran = ……………. Detik
3600 x 1 3601 x 1
x ………= ……….. kW x ………= ……….. kVAR
.. x …. .. x ….

Hasil Perhitungan Pengukuran Daya Aktif (kW) Hasil Perhitungan Pengukuran Daya Aktif (kVARh)
Tegangan phasa – phasa = ………….. Volt Tegangan phasa – phasa = ………….. Volt
Phasa – ground = ………….. Volt Phasa – ground = ………….. Volt
Cos φ = ………….. Sin φ = …………..
…. X …. X …. X 1,732 …. X …. X …. X 1,732
P= = …………. kW P= = …………. kVARh
1.000 1.000

Prosentase Kesalahan (%) Prosentase Kesalahan (%)


kWh = ( - ) x 100 = ……… % kVARh = ( - 1) x 100 = ………. %
Kesimpulan ……………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….

Diperiksa oleh :
1. ………………………………………………….
2. …………………………………………………. Diketahui
3. …………………………………………………. Pelanggan
4. ………………………………………………….

84
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Pekerjaan Pemasangan Panel dan Instalasi Penerangan 1 Phasa

Nama Perusahaan Daftar Simak (Check List)


Pekerjaan Pemasangan Panel
Kontraktor Instalasi Penerangan 1 phasa
Lokasi Nomor
Jenis Pekeriaan Tanggal
No. Gbr. Keria Lampiran Denah lokasi (key plan)
Subkon /
Halaman
Mandor
Kondisi Instruksi Tgl Penvelesaian
No Uraian Simak
.Baik Kurane. Pelaksana Rencana Aktual

1. Kotak Panel
2. Pengaman dalam panel
3. Ukuran Pemutus Mini / MCB
Tenninasi Penghantar grd
4. antara panel dan PE
atauelektroda pembumian

5. Ukuran penghantar
6. Warna Pengjhantar
pada
7. Sambungan sambung
kotak

Dibuat oleh : Mengetahuil / menyetujui Tanggal:


.

I Diperiksa bersama
oleh :

(tanda tangan) (tanda tangan ) (namajelas)


Pelaksana
Lapangan

(nama ielas) (nama ielas) (namajelas)


\

Site Engineer /
Pelaksana Site Engineer
atasan lgs

85
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Nama Perusahaan Daftar Simak (Check List)


Pekerjaan Pemasangan Instalasi
Kontraktor Penerangan 1 phasa
Lokasi Nomor
Jenis Pekeriaan Tanggal
No. Gbr. Keria Lampiran Denah lokasi (key plan)
Subkon / Mandor Halaman
Fungsi Instruksi Tgl Penvelesaian
No Uraian Simak
.Baik Kurang. Pelaksana Rencana Aktual

1.
2.
3.
4.
5.
5.
6.
7
8
9.
10
11
12
13
14
15

Dibuat oleh : Mengetahuil / menyetujui Tanggal:


.

I Diperiksa bersama
oleh :

(……………….)
Pelaksana
Lapangan

(…………………….) (………………….) (…………………)


\

Site Engineer /
Pelaksana Site Engineer
atasan lgs

86
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Standard Operational  Procedure ( S O P ) 
DAFTAR ISIAN
                  Commisioning Instalasi Penerangan 
  

BERITA ACARA
PEKERJAAN Commisioning Instalasi Penerangan

Pada hari ini ........... .. . .. tanggal …………..bulan ....... ...... ........ . .....Tahun dua ribu …………,
telah dilaksanakan Pemeriksaan Instalasi Pelanggan pada :

Nama pemilik rumah : ……………………..


Alamat : …………………………………………………………………………
Tarip / Daya : / ……………….. VA
No. Pelanggan : …………………………..
No. Gardu / No. Tiang : ………………………

Pekerjaan dilaksanakan mulai pukul ………………..s/d ……………………WIB

Dengan data -data pemeliharaan sebagai berikut :


ƒ Data Survey Pemeliharaan Instalasi listrik pelanggan
ƒ Hasil Pemeliharaan Instalasi listrik pelanggan
ƒ Perincian Bongkar / Pasang Material
ƒ Hasil Pengujian Instalasi listrik pelanggan
ƒ Daftar Pending Matters ( Pekerjaan kurang sempurna )

Demikian Berita Acara ini dibuat dalam rangkap 3 tiga untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya

Malang, ………………………..

Pelaksana

Koordinator

( ) ( )

87
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

FIELD CHECK

Standard Operational  Procedure 
Pengecekan Instalasi Pelanggan 

Instruksi/Petunjuk Safety

1. Gunakan PPE/APD(Alat Pelindung Diri) sesuai dengan standard procedure “Loss Control”
2. Pastikan area kerja aman dan bersih sebelum melaksanakan pekerjaan.
3. Lock Out Power peralatan/equipment listrik dan pasang “Danger Tag” personal pada isolating
Switch (saklar isolasi) sesuai dengan standard procedure “Lock Out”.
4. Sebelum melepaskan floor panel/grating, pasang pengaman di area kerja.
5. Dilarang mengoperasikan equipment bila alat pelindungnya atau pengaman yang lain
sedang/ telah dilepas
6. Safety khusus – Waspadailah tegangan berbahaya

Peringatan, Persetujuan & Perijinan

1. Noise/kebisingan 2.Tegangan berbahaya X

3. Potensi kebakaran 4. Part yang berputar

5. Temperatur tinggi 6. Area terbatas/ sempit

7. Radiasi 8. Permukaan panas

9. Proteksi bahaya jatuh X 10. Tekanan tinggi

Tool yang digunakan Data Pelanggan :

1. Hand Tools untuk Teknisi Elektrikal/ Nama direkening : ……………………….


Instrumentasi(E/I). Nama pemilik rumah : ……………………….
2. Multimeter(VOM) Alamat : ……………………….
3. Lampu senter ……………………….
4. Kain Pembersih(Rag) Tarip / Daya : ……………………….
5. Illumination Tester No. Pelanggan : …………………….
6. Tangga Portabel Gardu / No. Tiang : ……………………….
7. Temperature gun
8. Safety belt

88
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

INSTRUKSI JOB
1. Cek equipment sesuai dengan Check list dan isilah semua kotak yang tersedia
2. Beri tanda ( 9 ) jika O.K - dan beri tanda ( 8 ) jika ada masalah , indikasikan pada kolom komentar.
3. Jika tidak yakin akan kerusakan atau masalahnya, Laporkan pada supervisor anda.

No. OK Comments
D i ti
Panel APP

01
Cek kondisi segel APP dan segel KWH meter ( 2 segel )

02
Cek kondisi segel MCB milik PLN

01
Cek grounding APP

K W H meter

01 Cek arah putaran piringan KWH meter.

02 Sudah direkondisi

MCB / Pembatas Milik PLN

01 Cek apakah sudah sesuai dengan besar daya pelanggan

02 Cek apakah ada logo PLN dan merk standart PLN

03 Cek berfungsi atau tidak

Lampu Fluorescent and Incandescent

01 Cek kondisi bola lampu dan fitting

02 Cek kondisi ballast dan starter pada lampu flourescent

03 Cek semua saklar (on/off)

Stop Kontak

01 Cek apakah sudah sesuai dengan bebannya dan ukur tegangannya

02 Cek kondisi untuk beban besar ( Pompa Air / Lemari Es / DLL )

03 Untuk pasangan bawah apakah standart / safety

Penghantar / Kabel

01 Cek kondisi penghantar apakah sudah standart PLN / PUIL 2000

89
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

02 Cek kondisi terminasi kabel power saklar / stop kontak / panel

Panel Milik Pelanggan

01 Cek kondisi Circuit breaker utama dalam MCC dan terbagi berapa group

02 Cek dan ukur berapa ampere

03 Cek grounding panel pelanggan

Catatan : - Pastikan bahwa semua pengaman dan cover dipasang kembali secara benar
- Pastikan bahwa floor mesh/grating dipasang kembali.
- Bersihkan area kerja

LEMBAR PENGESAHAN

Related W/O Mengetahui diselesaikan oleh Paper


History
___________________
_____________________ Yes / No
Tugas selesai Actual Hours tangal selesai Tanda tangan Foreman
Yes / No ____________ ___ / ____ /____
______________________

Jika ada pertanyaan tentang bagaimana mengerjakan check list ini hubungi bagian
Process Maintenance Planning

Jika anda mempunyai rekomendasi atau informasi lebih lanjut , silahkan ditulis di balik form ini. 

90
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

1. PENGUKURAN TEGANGAN

URAIAN PENGUKURAN TEGANGAN Keterangan


( Volt )
1 Panel milik pelangan
Phasa - Netral Standart rugi tegangan +/- 2 % ( PUIL 2000 )
Phasa - Ground
2 Stop Kontak
Phasa - Netral
Phasa - Ground

2. PENGUKURAN TAHANAN PENTANAHAN

No URAIAN PENGUKURAN Ohm Keterangan


1 APP
Elektroda Pentanahan Standart pentanahan max 5 Ohm
( PUIL 2000 ) dengan alat Earth
Resistance Tester

3. PENGUKURAN ARUS

URAIAN PENGUKURAN TEGANGAN Keterangan


( Volt )
1 Panel milik pelangan
Phasa R
2 Stop Kontak

Phasa - Netral
Phasa - Ground

91
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

Nama Perusahaan Daftar Simak (Check List)


Pekerjaan Pemasangan Instalasi
Kontraktor Penerangan 1 phasa
Lokasi Nomor
Pengukuran
Jenis Pekeriaan Tahanan Tanggal
isolasi
No. Gbr. Keria Lampiran Denah lokasi (key plan)
Subkon / Mandor Halaman
Hasil Instruksi Tgl Penvelesaian
No Uraian Simak .>5Mohm
< 5 M .ohm. Pelaksana Rencana Aktual
.

1.
2.
3.
4.
5.
5.
6.
7
8
9.
10
11
12
13
14
15

Mengetahuil /
Dibuat oleh : Tanggal:
menyetujui
.

I Diperiksa bersama
oleh :

(……………….)
Pelaksana
Lapangan

(…………………….) (…………… (…………………

92
Jobsheet Bengkel Listrik Semester 2 (REL-236 )

…….) )
\

Site Engineer /
Pelaksana Site Engineer
atasan lgs

93