Anda di halaman 1dari 14

RINGKASAN

Pengembangbiakan atau budidaya ikan merupakan salah satu kegiatan dari proses
budidaya ikan. Ikan yang akan dibudidayakan harus dapat tumbuh dan berkembang biak agar
kontinuitas produksi budidaya dapat berkelanjutan. Untuk mendapatkan ikan yang berkualitas
banyak langkah yang telah dilakukan para pembudidaya. Dimulai dari metode hibridisasi, sex
reversal, poliploidisasi hingga selektif breeding.

Hibridisasi adalah persilangan antara varietas dalam spesies yang sama yang memiliki
sifat unggul. Hibiridasasi merupakan suatu perkawinan silang antara berbagai jenis spesies
atau individu yang mempunyai tujuan untuk memperoleh organisme baru dengan sifat- sifat
yang diinginkan atau unggul dan jenisnya dapat bervariasi. Hasilnya adalah hybrid yang
memiliki sifat perpaduan dari kedua induknya.

Hibridisasi merupakan salah satu metode pemuliaan dalam upaya mendapatkan strain
baru yang mewarisi sifat-sifat genetik dan morfologis dari kedua induknya dan untuk
meningkatkan heterozigositas. Semakin tinggi heterozigositas suatu populasi, semakin baik
sifat-sifat yang dimilikinya. Hibridisasi pada ikan relatif mudah dan dapat menghasilkan
kombinasi taksonomi yang bermacam-macam dan luas.
Harapan dari setiap hibrida adalah diperolehnya individu yang lebih baik keragaannya
misalnya ukuran dan laju pertumbuhan, dan lainnya dibandingkan dengan tetuanya. Hal
tersebut dikarenakan di setiap galur sudah terjadi silang dalam dan memfiksasi gen tertentu
dalam galur masing-masing dengan kadar yang berbeda dan tidak harus berarti buruk.

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala
rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Makalah ini telah kami
susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat
memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Untuk menyempurnakan makalah ini, saran dan kritik dari pembaca sangat kami
harapkan.

Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca.

Manado, 20 Oktober 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

RINGKASAN ............................................................................................................................ 1

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... 2

DAFTAR ISI.............................................................................................................................. 3

BAB I ......................................................................................................................................... 5

PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 5

1.1 LATAR BELAKANG...................................................................................................... 5

1.2 TUJUAN .......................................................................................................................... 6

BAB II........................................................................................................................................ 7

HIBRIDISASI ............................................................................................................................ 7

2.1 PENGERTIAN DAN SEJARAH HIBRIDISASI ............................................................ 7

2.2 KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN HIBRIDISASI ................................................. 8

2.2.1 Keunggulan Hibridisasi pada Ikan ............................................................................ 8

2.2.2 Kelemahan Hibridisasi pada Ikan .............................................................................. 9

2.3 METODE HIBRIDISASI PADA IKAN.......................................................................... 9

BAB III .................................................................................................................................... 10

HIBRIDISASI PADA IKAN NILA (Oreochromis sp.) .......................................................... 10

3.1 PENGELOLAAN INDUK ............................................................................................. 10

3.2 HIBRIDISASI ................................................................................................................ 10

3.3 PENDEDERAN I ........................................................................................................... 11

3.4 PENDEDERAN II dan III .............................................................................................. 11

3.5 PEMBESARAN ............................................................................................................. 11

3.6 HASIL HIBRIDISASI ................................................................................................... 11

BAB IV .................................................................................................................................... 13

PENUTUP................................................................................................................................ 13

4.1 KESIMPULAN .............................................................................................................. 13

3
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 14

4
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Konsumsi ikan penduduk Indonesia pada tahun 2004 diperkirakan akan mencapai 4,8
juta ton atau setara dengan 78% dari potensi sumber daya ikan (SDI) yang besarnya 6,12 juta
ton, apabila seluruhnya dipasok dari hasil penangkapan (Nugroho et al., 2001). Apabila
kondisi ini benar–benar terjadi berarti kelestarian SDI mengalami ancaman yang sangat
serius. Keterancaman tersebut menuntut adanya pengendalian di bidang penangkapan ikan.
Adanya kecenderungan stagnasi hasil tangkapan ikan di perairan umum baik perairan tawar,
payau, maupun laut dalam kurun waktu terakhir mengindikasikan jumlah tangkapan ikan
mulai terbatas. Selanjutnya pada masa mendatang persentase produksi ikan dari sub sektor
perikanan tangkap akan semakin menurun dan peranannya dalam memasok kebutuhan
konsumsi ikan akan digantikan oleh sub sektor lainnya. Salah satu sub sektor perikanan yang
berpeluang menjadi alternatif sekaligus harapan menggantikan posisi tersebut adalah sub
sektor perikanan budi daya.
Pengembangbiakan atau budidaya ikan merupakan salah satu kegiatan dari proses
budidaya ikan. Ikan yang akan dibudidayakan harus dapat tumbuh dan berkembang biak agar
kontinuitas produksi budidaya dapat berkelanjutan. Untuk mendapatkan ikan yang berkualitas
banyak langkah yang telah dilakukan para pembudidaya. Dimulai dari metode hibridisasi, sex
reversal, poliploidisasi hingga selektif breeding.
Lingkungan budidaya merupakan kegiatan yang cakupannya sangat luas. Akan tetapi
suatu pemgembangan akan pengetahuan yang digunakan untuk mengembangkan potensi
tersebut. Suatu contoh aplikasi dari pengembangan tersebut adalah dengan teknik hibridisasi.
Hibridisasi adalah salah satu metode pemuliaan dalam upaya mendapatkan strain baru yang
mewarisi sifat-sifat genetik dan morfologis dari kedua induknya dan untuk meningkatkan
heterozigositas. Semakin tinggi heterozigositas suatu populasi, semakin baik sifat-sifat yang
dimilikinya. Hibridisasi pada ikan relatif mudah dan dapat menghasilkan kombinasi
taksonomi yang bermacam-macam dan luas.
Hibridisasi dalam pengembangbiakan ikan sudah dikenal serta dilakukan orang untuk
memeperbaiki sifat genetik ikan tertentu. Hibridisasi pada ikan dapat dilakukan antara ikan
ras dalam satu spesies, antara ras dalam satu genus anatara genus dalam ras satu family atau

5
berbeda family (Hickling 1971 Dalam Syamsiah2001). Hibridisasi ini bertujuan untuk
mendapatkan benih dengan sifat lebih baik dari yang dipunyai induknya terutama dalam
pertumbuhan, kematangan gonad,ketahanan terhadap penyakit serta lingkungan buruk, dan
efesiensi pemanfaatan makanan. Dalam suatu keadaan, keturunan dapat melebihi rataan
kedua tipe induknya (over dominant) dan dalam keadaan lain keturunan dapat melebihi rataan
dari salah satu induknya.

1.2 TUJUAN
Manfaat hibridisasi pada ikan, mengetahui teknik hibridisasi pada ikan, dan
megetahui apa kelebihan dan kekurangan dari hibridisasi pada ikan.

6
BAB II

HIBRIDISASI

2.1 PENGERTIAN DAN SEJARAH HIBRIDISASI


Teori hibridisasi dipromosikan oleh kimiawan Linus Pauling dalam menjelaskan
struktur molekul seperti metana (CH4). Secara historis, konsep ini dikembangkan untuk
sistem-sistem kimia yang sederhana, namun pendekatan ini selanjutnya diaplikasikan lebih
luas, dan sekarang ini dianggap sebagai sebuah heuristik yang efektif untuk merasionalkan
struktur senyawa organik. Hibridisasi adalah sebuah konsep bersatunya orbital-orbital
atom membentuk orbital hibrid yang baru yang sesuai dengan penjelasan kualitatif sifat
ikatan atom. Konsep orbital-orbital yang terhibridisasi sangatlah berguna dalam menjelaskan
bentuk orbital molekul dari sebuah molekul.

Hibridisasi adalah persilangan antara varietas dalam spesies yang sama yang memiliki
sifat unggul. Hibiridasasi merupakan suatu perkawinan silang antara berbagai jenis spesies
atau individu yang mempunyai tujuan untuk memperoleh organisme baru dengan sifat- sifat
yang diinginkan atau unggul dan jenisnya dapat bervariasi. Hasilnya adalah hybrid yang
memiliki sifat perpaduan dari kedua induknya. Pada peristiwa hibridisasi akan memperoleh
kombinasi genetic yang diperoleh melalui persilangan dua atau lebih spesies yang berbeda
tiap genotif nya. Hibridisasi dapat digunakan pada satu dari beberapa cara untuk
meningkatkan produktifitas. Hal itu juga dapat digunakan sebagai sebuah cara sebelum
seleksi akan digunakan.

Hibridisasi dapat digabungkan kedalam sebuah program seleksi sebagai persilangan


akhir dari ikan untuk tumbuh kembang. Pada kasus ini, kita harus memilih ikan pada dua
garis yang telah terlihat hasil hibridisasi yang baik. Dasarnya, langkah awal yang harus
dilakukan adalah menentukan persilangan yang menarik (produksi progenihibrid yang
ungguul) dengan memilih induk yang cocok untuk hibridisasi. Ketika menemukan induk
yang cocok dan memiliki kombinasi, dapat dilakukan persilangan atau hibridisasi yang
bertujuan untuk meningkatkan produktifitas.

Heterosis atau yang lebih dikenal dengan hybrid vigour, adalah perbedaan antara hasil
rataan keturunan suatu persilangan dengan hasil rataan tetuanya. Heterosis untuk suatu sifat
adalah keunggulan individu hasil persilangan terhadap rataan keragaan galur murni yang
digunakan dalam hibrida tersebut. Harapan dari setiap hibrida adalah diperolehnya individu

7
yang lebih baik keragaannya misalnya ukuran dan laju pertumbuhan, dan lainnya
dibandingkan dengan tetuanya. Hal tersebut dikarenakan di setiap galur sudah terjadi silang
dalam dan memfiksasi gen tertentu dalam galur masing-masing dengan kadar yang berbeda
dan tidak harus berarti buruk.

Dengan menyilangkan antar galur tersebut maka akan terjadi suatu kombinasi gen-gen
baru yang diharapkan memberikan performa yang lebih baik dibandingkan rataan kedua
tetuanya. Kombinasi gen yang baru sebagai hasil hibrida antar galur akan terbentuk
konfigurasi gen baru atau akan menutup gen-gen yang tidak diinginkan, dan hasilnya akan
memiliki keragaan yang lebih baik dibandingkan dengan tetuanya. Setiap pengaruh heterotik
satu pasang faktor bergantung kepada derajat dominansi. Apabila tidak ada interaksi antara
pasangan gen, maka pengaruh heterotik total akan sama dengan jumlah pengaruh dari
masing-masing pasangan gen sehingga derajat dominansi merupakan penentu dari heterosis.
Nilai heterosis suatu karakter bergantung kepada rata-rata derajat dominansi semua pasangan
gen yang memengaruhinya dan rata-rata perbedaan frekuensi gen dari stok tetua yang
berbeda untuk semua pasangan gen ini.

2.2 KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN HIBRIDISASI

2.2.1 Keunggulan Hibridisasi pada Ikan


- Dapat menghasilkan produk yang bermutu tinggi.

- Hibridisasi menjadi salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas genetik
karena memiliki teknik yang sederhana dan tidak memerlukan biaya tinggi serta dapat
dilakukan dengan fasilitas dan kemampuan sumber daya manusia yang terbatas

- Dapat mempercepat produksi.

- menciptakan populasi baru yang mana pada sebagian dari individu-individu anggotanya
dapat dipadukan ciri-ciri sifat keturunan yang baik.

- keanekaragaman spesies meningkat.

- menciptakan spesies yang berumur panjang karena sifat unggulnya yang tahan terhadap
penyakit dan iklim.

8
2.2.2 Kelemahan Hibridisasi pada Ikan
- secara tidak langsung banyaknya proses hibridisasi membuat varietas asli (alam) terancam
punah sehingga perlunya pembudidayaan varietas asli secara seimbang agar sifat asli spesies
tidak hilang.
- sukar untuk mendapatkan suatu hibrida antar spesies dan antar genera.

2.3 METODE HIBRIDISASI PADA IKAN


- Memilih induk yang matang gonad yang akan di lakukan hibridisasi.
- Mengambil sperma dari induk jantan.
- Kemudian encerkan sperma yang telah di ambil pada ikan jantan dengan larutan NaCl.
- Sperma kemudian diletakkan di cawan petri.
- Lakukan streaping pada induk betina untuk mengambil sel telur, kemudian simpan sel telur
dalam cawan petri.
- Kemudian campurkan sel sperma dan sel telur yang sudah di ambil dari induk jantan dan
induk betina.
- Setelah telur telah dibuahi, maka tebar telur pada kolam atau wadah khusus yang sudah di
siapkan.

9
BAB III

HIBRIDISASI PADA IKAN NILA (Oreochromis sp.)

Perkembangan dalam pembudidayaan nila merupakan sisi positif yang sangat


diharapkan terutama berkenaan dengan program Inbudkan. Namun tentu saja perkembangan
tersebut perlu disikapi secara arif dan antisipatif. Hal ini tidak lain karena secara genetik, ikan
nila yang berkembang di Indonesia relatif cepat mengalami penurunan. Yang mudah diamati
adalah penampakan secara kuantitatif dari karakter pertumbuhan, ketahanan terhadap
penyakit, tingkat kelangsungan hidup, benuk tubuh dan abnormalitas atau secara kualitatif
dari karakter warna tubuh. Penurunan kualitas genetik yang terjadi di beberapa petani dapat
disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya (1)kualitas induk awal, (2)silang dalam, (3) seleksi
induk yang salah, (4) jumlah induk yang terbatas dan atau (5) induk yang digunakan
merupakan ikan hibrid. Secara genetik, nila memiliki nilai heritabilitas (h2) yang rendah.
Dengan keadaan ini, beberapa penelitian menunjukkan bahwa seleksi tidak terlalu efektif
untuk meningkatkan kualitas turunannya. Cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan
produksi adalah dengan hibridisasi. Beberapa strain yang digunakan dalam hibridisasi antara
lain nila hitam Chitralada dan Aurea, nila merah albino dan nila putih.

3.1 PENGELOLAAN INDUK


Induk yang digunakan dalam kegiatan terlebih dahulu diseleksi berdasarkan jenis
kelamin jantan dan betina. Induk jantan dan betina hasil seleksi ditempatkan dalam bak beton
secara terpisah. Induk hasil seleksi dipelihara selama 10 hari untuk pematangan gonad. Pakan
yang diberikan selama pematangan gonad berupa pellet dengan kandungan protein 26‐28 %
dengan dosis 3%/bobot biomas/hari.

3.2 HIBRIDISASI
Proses hibrid dilakukan dalam bak pemijahan. Ikan nila yang dihibrid adalah strain
Chitralada dengan Aureus dan nila merah albino dengan nila putih. Pakan yang diberikan
terhadap induk yang dipijahkan adalah pellet dengan kandungan protein 28% dengan dosis
3%/bobot biomas/hari. Pemanenan larva hasil pemijahan dilakukan setiap 10‐15 hari sekali.
Larva yang diperoleh diseleksi (grading) untuk mendapatkan ukuran yang relatif seragam.

10
3.3 PENDEDERAN I
Pendederan I dilakukan dalam hapa ukuran 2x2x1 m dengan padat tebar 500 ekor/m2.
Lama pemeliharaan dalam pendederan I adalah 30 hari. Dosis pemberian pakan dalam
pendederan I dengan dosis 20%/ bobot biomas/hari.

3.4 PENDEDERAN II dan III


Wadah yang digunakan adalah hapa hitam berukuran 2x2x1 m. Menebarkan benih
dengan kepadatan 125 ekor/m3. Pemeliharaan benih di P II dan P III masingmasing selama
60 hari. Dosis pemberian pakan adalah 10%/bobot biomas/hari untuk 30 hari pertama dan
5%/bobot biomas/hari untuk 30 hari kedua dengan frekuensi tiga kali/hari.

3.5 PEMBESARAN
Wadah yang digunakan adalah keramba jaring apung. Padat tebar untuk kegiatan
pembesaran dengan kepadatan 50 ekor/m3. Pemberian pakan selama pembesaran
menggunakan dosis 3‐4 %/bobot biomas/hari. Frekuensi pemberian pakan adalah tiga
kali/hari dan mendata parameter kelangsungan hidup (%), FCR dan laju pertumbuhan.

3.6 HASIL HIBRIDISASI


Hibridisasi antara nila merah albino dengan nila putih bertujuan untuk mendapatkan
informasi pola pertumbuhan dan pola warna pada hibridanya. Disamping itu juga memiliki
fungsi meningkatkan keragaman genetik, memungkinkan untuk menghasilkan nila merah jika
di silangkan kembali dengan nila hitam serta memungkinkan untuk meningkatkan pola
pertumbuhan melalui efek heterosis. Data perbandingan pertumbuhan dalam kegiatan
pembesaran persilangan nila putih (betina) dengan nila merah albino (jantan) atau SPM dan
persilangan nila merah albino (betina) dengan nila putih (jantan) atau SMP. Ukuran tebar
awal tiap jaring adalah 3 gram dengan padat tebar 24,5 ekor/m3 dengan lama pengamatan
tujuh bulan. Secara deskriptif pola pertumbuhan ikan nila hibrida SPM dan SMP tidak
berbeda nyata. Sebaran komposisi warna antara SPM, SMP dan nila merah. Pola warna pada
SPM memiliki komposisi warna putih sebanyak 62,31%. Komposisi ini lebih besar dari nila
SMP dan diduga memungkinkan untuk dilaksanakan persilangan lebih lanjut dengan nila
hitam. Namun demikian, secara ilmiah perlu dibuktikan untuk mendapatkan pola persilangan
yang memungkinkan dalam kegiatan produksi nila merah hibrida secara massal. Secara
genotipe, pola gonosom ikan nila hitam Chitralada adalah XX (betina) dan XY (jantan). Hal

11
ini sama dengan pola pada nila hitam dan nila merah. Sedangkan nila Aureus memiliki pola
WZ (betina) dan ZZ (jantan).

Persilangan antara O.niloticus dan O. aureus bertujuan untuk menghasilkan turunan


dominan jantan tanpa penggunaan hormon. Popma and Lovshin (1994) menyatakan bahwa
persilangan ikan terseut dapat menghasilkan nisbah kelamin jantan sebanyak 85‐99%.
DataHasil analisa gonad menunjukkan bahwa, persentase nila jantan hibrida SCA adalah
85%, sedangkan hibrida SAC sebesar 60 %. Rasio jenis kelamin jantan dan betina ini
dihitung berdasarkan hasil analisa gonad dengan metoda pewarnaan asetokarmin. Melalui
pengamatan mikroskopis, terlihat bahwa bakal sel sperma tampak kecil berupa bintik merah
yang meyebar dan gonad tampak berumbai-rumbai. Sedangkan pada gonad betina, bakal sel
telur berbentuk bulat dengan inti di tengah. Ukuran yang bervariasi menunjukkan tingkat
kematangan yang berbeda‐beda. Berdasarkan data analisa nucleolus dan kromosom, jumlah
maksimal nucleoli untuk ikan nila sebanyak 4 buah. Sedangkan jumlah kromosom nila
berjumlah 44 buah.

Berdasarkan data hasil kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan nila SPM
dan SMP tidak berbeda nyata. Pola warna putih pada nila SPM (62,31%) lebih banyak
dibandingkan dengan SMP (40,40). Benih hibrida SCA menghasilkan nisbah kelamin jantan
sebesar 85%. Dengan demikian persilangan Chitralada betina dengan Aureus jantan dapat
digunakan untuk memproduksi benih nila kelamin jantan secara massal.

12
BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
- Teori hibridisasi dipromosikan oleh kimiawan Linus Pauling dalam menjelaskan struktur
molekul seperti metana (CH4). Hibridisasi adalah sebuah konsep bersatunya orbital-orbital
atom membentuk orbital hibrid yang baru yang sesuai dengan penjelasan kualitatif sifat
ikatan atom.

- Hibridisasi adalah persilangan antara varietas dalam spesies yang sama yang memiliki sifat
unggul. Hibiridasasi merupakan suatu perkawinan silang antara berbagai jenis spesies atau
individu yang mempunyai tujuan untuk memperoleh organisme baru dengan sifat- sifat yang
diinginkan atau unggul dan jenisnya dapat bervariasi.

- Keunggulan Hibridisasi pada Ikan yaitu : dapat menghasilkan produk yang bermutu tinggi,
Hibridisasi menjadi salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas genetik karena
memiliki teknik yang sederhana dan tidak memerlukan biaya tinggi serta dapat dilakukan
dengan fasilitas dan kemampuan sumber daya manusia yang terbatas, Dapat mempercepat
produksi, menciptakan populasi baru yang mana pada sebagian dari individu-individu
anggotanya dapat dipadukan ciri-ciri sifat keturunan yang baik, keanekaragaman spesies
meningkat, dan menciptakan spesies yang berumur panjang karena sifat unggulnya yang
tahan terhadap penyakit dan iklim.

- Kelemahan dari hibridisasi pada ikan yitu : secara tidak langsung banyaknya proses
hibridisasi membuat varietas asli (alam) terancam punah sehingga perlunya pembudidayaan
varietas asli secara seimbang agar sifat asli spesies tidak hilang.

- Hibridisasi pada ikan nila hitam Chitralada (C) dan Aurea (A) secara resiprokal,
mendapatkan hasil atau keturunan yang berjenis kelamin jantan sebesar 85%. Sedangkan
persilangan antara ikan nila nila merah albino (M) dan nila putih (P) secara resiprokal,
mendapatkan keturunan yang memiliki pertumbuhan cepat, kebal terhadap serangan penyakit
dan warna yang bagus.

13
DAFTAR PUSTAKA

Mardani. 2014. Rekayasa Hibridisasi Ikan Nila. https://dhaniaqua.wordpress.com/2014/01


/17/5/. Diakses : 20 Oktober 2017

Esron, tampubolon. 2014. Hibridisasi dan Ginogenesis. http://esronhermanto.blogspot


.co.id/2014/01/hibridisasi-dan-ginogenesis.html. Diakses : 20 Oktober 2017

Ramlesius, Mangaro. 2015. Rekayasa Hibridisasi Ikan Nila. https://www.academia.edu


/17289230/rekayasa_hibridisasi_ikan_nila. Diakses : 20 Oktober 2017

Winnie. 2009. Hibridisasi. https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source


=web&cd=3&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiE68OHjZjXAhUXUI8KHfeIAJMQF
ggxMAI&url=https%3A%2F%2Fcwienn.wordpress.com%2F2009%2F06%2F01%2F
hibridisasi%2F&usg=AOvVaw0pyVMVY7F0IuEayBCUhSQj. Diakses : 20 Oktober
2017

Zahroh, mahfufa. 2015. Pengertian dan Sejarah Hibridisasi. http://zmasfufah09.blogspot.


co.id/2015/02/hibridisasi-biologi.html. Diakses : 20 Oktober 2017

Alam, ikan. 2014. Dampak Hibridisasi Pada Hewan dan Tumbuhan. http://www.alamikan.
com/2014/12/dampak-hibridasi-ikan-atau-hewan-atau.html. Diakses : 20 Okober 2017

Anak, tani. 2017. Pengertian Hibridisasi,Kelebihan dan Kelemahan Hibridisasi Tanaman


Introduksi. http://www.budidayapetani.com/2017/09/pengertian-hibridisasikelebihan-
dan.html. Diakses : 20 Oktober 2017

Satria, ramadhan. 2016. Hibridisasi Pada Ikan. http://fishlearning.blogspot.co.id/2016/08


/hibridisasi-pada-ikan.html. Diakses : 20 Oktober 2017

14

Anda mungkin juga menyukai