Anda di halaman 1dari 373

LAPORAN AKHIR KEGIATAN

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)


DI SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG

OLEH :

ARYADI
NIM 140384204047

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
2017
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN
LAPANGAN (PPL)
========================================================
Nama Mahasiswa Praktikan : Aryadi
NIM : 140384204047
Semester : VII (Tujuh)
Jurusan : Pendidikan Kimia
Fakultas : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Universitas : Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)

Telah selesai melaksanakan PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)


mulai dari tanggal 7 Agustus 2017 s.d. 2 Desember 2017 di SMA Negeri 1
Tanjungpinang yang b eralamat di Jln. Dr.Sutomo, Bukit Cermin, Kec.Tanjungpinang
Barat pada Tahun Pelajaran 2017/2018
Tanjungpinang, 4 Desember 2017

Menyetujui,
Dosen Pembimbing, Guru Pamong,

Fitriah Khoirunnisa, S.Pd., M. Ed. M.Tohir Karjono, M. Pd.


NIP 198907302015042005 NIP 197107171995121001

Mengetahui,
Kepala SMA N 1 TPI,

Dr. Imam Syafii, S.Pd, M, Si.


NIP 196609291990021002

ii
KATA PENGANTAR

Penulis mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan dan
menyelesaikan laporan akhir kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan di SMAN 1
Tanjungpinang, Tahun Ajaran 2017/2018. Laporan Pengalaman Praktik Lapangan
ini disusun berdasarkan apa yang telah kami lakukan pada saat di lapangan yakni
di SMA Negeri 1 Tanjungpinang yang beralamat di Jalan Dr. Soetomo, Kecamatan
Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau dimulai dari
tanggal 7 Agustus 2017 s/d 28 Desember 2017.
Tujuan dari penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran
dan keterangan tertulis tentang kegiatan yang telah penulis laksanakan dan
merupakan syarat dalam memenuhi mata kuliah Praktik Pengalaman Lapangan
(PPL) semester VII di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)
Tanjungpinang.
Selama penulisan laporan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
ini, penulis telah mendapat bimbingan dan petunjuk serta arahan dari beberapa
pihak yang sangat berguna bagi penulis dalam menyelesaikan laporan ini. Melalui
kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. DR. Syafsir Akhlus,. M.Sc., selaku Rektor Universitas Maritim
Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau;
2. Bapak Drs. H. Abdul Malik, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan UMRAH;
3. Ibu Fitriah Khoirunnisa, M.Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Kimia,
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, UMRAH sekaligus sebagai Dosen
Pamong Lapangan dalam kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL);
4. Bapak Dr. Imam Syafii, S.Pd, M.Si, sebagai kepala sekolah SMA Negeri 1
Tanjungpinang;
5. Bapak M.Tohir Karjono, M.Pd., sebagai Guru Pamong Praktik Pengalaman
Lapangan;

iii
6. Orang tua dan keluarga yang telah banyak memberikan bimbingan, dukungan,
motivasi, dan doa restu;
7. Guru–guru mata pelajaran Kimia SMA Negeri 1 Tanjungpinang;

8. Majelis guru dan staf tata usaha SMA Negeri 1 Tanjungpinang;

9. Rekan-rekan sekelompok Silvia Wulandari P, Audia Ramadhan , Rachma Sakti


Oktaviani, Nensy, Ayu Fairera Damayanti, Nila Riqotul Fuadah, Dwi Septia
Anggraeni, Nurhasanah, dan Dita Widya Sari yang telah berkerja sama dan
saling memberi dukungan dalam mengerjakan laporan Praktik Pengalaman
Lapangan (PPL);
10. Pihak–pihak lain yang telah banyak membantu dan memberikan motivasi
karena selesainya laporan Pengalaman Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih terdapat
kekurangan, baik dari segi pembahasan materi, teknik penulisan, dan tutur bahasa
yang digunakan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif
dari bapak/ibu dosen serta pembaca demi kesempurnaan laporan ini.
Akhirnya penulis ucapkan terima kasih atas perhatian yang telah diberikan,
semoga laporan ini dapat memberikan manfaat dan berguna bagi kita semua.

Tanjungpinang, 4 Desember 2017


Penulis

Aryadi
NIM. 140384204047

iv
DAFTAR ISI
Halaman Judul..................................................................................................... i
Halaman Pengesahan .......................................................................................... ii
Kata Pengantar .................................................................................................... iii
Daftar Isi.............................................................................................................. v
Daftar Tabel ........................................................................................................ vi
Daftar Lampiran ................................................................................................. vii
Daftar Lampiran Perangkat Pembelajaran .........................................................viii
Daftar Gambar .................................................................................................... ix
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Pelaksanaan PPL .......................................................... 1
B. Tujuan PPL ............................................................................................ 2
C. Manfaat PPL .......................................................................................... 2
D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan PPL .................................................... 3
BAB II PELAKSANAAN PROGRAM PRAKTIK LAPANGAN (PPL)
A. Persiapan Kegiatan PPL ....................................................................... 4
B. Pengenalan Sekolah Praktikan .............................................................. 5
C. Observasi Fisik dan nonfisik sekolah ................................................... 54
D. Permasalahan dan Alternatif Pemecahan Masalah ............................... 56
E. Kegiatan Praktik Mengajar ................................................................... 58
F. Kegiatan Praktik Non Mengajar ........................................................... 59
G. Kegiatan Simulasi Penelitian Kelas ...................................................... 60
BAB III SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan ............................................................................................... 65
B. Saran ..................................................................................................... 65

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................67

v
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Struktur Organisasi SMA Negeri 1 Tanjungpinang ..........................7

Tabel 2. Daftar Guru-Guru SMA Negeri 1 Tanjungpinang ............................ 9

Tabel 3. Data Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Tanjungpinang.............................. 12

Tabel 4. Keadaan Siswa SMA Negeri 1 Tanjungpinang Tahun 2017 ............. 12

Tabel 5. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Tanjungpinang Kelas X ............ 25

Tabel 6. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Tanjungpinang Kelas XI .......... 28

Tabel 7. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Tanjungpinang Kelas XII.......... 30

Tabel 8. Inventaris Sekolah .............................................................................. 39

Tabel 9. Jumlah Sarana Sekolah ...................................................................... 42

Tabel 10. Beban Belajar Kelas X s/d XII ........................................................ 48

Tabel 11. Nilai KKM Mata Pelajaran ................................................................ 49

vi
DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat Izin Melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan di SMA Negeri 1


Tanjungpinang.
2. Surat Keputusan Praktik Pengalaman Lapangan

3. Kartu Kegiatan Praktik Mengajar dan Praktik Non Mengajar

4. Kartu Konsultasi/Bimbingan Praktik Mengajar dan Praktik Non Mengajar

5. Kartu Supervisi Guru Pamong

6. Program Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan

7. Lembar Observasi Pengenalan Sekolah

8. Daftar Hadir Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan

9. Struktur Organisasi Sekolah

10. Denah Sekolah SMA Negeri 1 Tanjungpinang

11. Daftar Nilai yang Dimuat Di Kelas

12. Dokumentasi Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan SMA N 1


Tanjungpinang

vii
DAFTAR LAMPIRAN PERANGKAT
PEMBELAJARAN

1. Kalender Pendidikan

2. Silabus Kurikulum 2013 Kelas XI


3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
4. Modul Pembelajaran
5. Analisis Minggu Efektif

6. Program Tahunan (PROTA)

7. Program Semester (PROSEM)

8. RPP Simulasi PTK

9. Kegiatan Simulasi PTK

viii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. “Struktur Organisasi SMA Negeri 1 Tanjungpinang” (Terlampir)

Gambar 2. “Denah Sekolah SMA Negeri 1 Tanjungpinang” (Terlampir)

Gambar 3. “Lampiran Kegiatan-Kegiatan Di Sekolah”

Gambar 5. “Proses PBM oleh Mahasiswa PPL UMRAH”

Gambar 6. “Dokumentasi Kegiatan PPL Non Mengajar”

Gambar 7. “Foto Bersama Kepala Sekolah, Guru Pamong dan Majelis Guru”

Gambar 8. “Siklus Penelitian Tindakan Kelas

ix
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Pelaksanaan PPL

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan muara dari sebuah


kegiatan teori dan praktik bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan studi di
perguruan tinggi khususnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Karena mahasiswa lulusan FKIP sesuai dengan visi dan misi FKIP UMRAH
disiapkan untuk menjadi tenaga kependidikan guru yang profesional di
bidangnya.
PPL dapat diartikan juga sebagai suatu program prajabatan pendidikan
guru yang dirancang khusus untuk menyiapkan calon guru menguasai
kemampuan keguruan yang terintegrasi secara utuh. Setelah mereka
menyelesaikan pendidikan dan diangkat menjadi guru telah siap mengemban
tugas sebagai guru.
PPL pada hakikatnya adalah proses pembentukan profesi keguruan yang
langsung dapat diterapkan di lapangan. Melalui PPL setiap mahasiswa
diharapkan dapat mengekspresikan ide-idenya dalam upaya meningkatkan
kemampuan dalam praktik pembelajaran. Pengertian Praktik Pengalaman
Lapangan secara umum dan khusus:
1. Secara umum, praktik pengalaman lapangan disebut juga praktik
pembelajaran dan kegiatan lain yang ada kaitan dengan proses
pembelajaran di sekolah; semua kegiatan tersebut dilakukan secara
terbimbing untuk memenuhi standar profesi keguruan.
2. Secara khusus, merupakan pengalaman langsung dalam proses
pembelajaran bagi seorang calon guru.
Pendidikan sebagai satu konsepsi telah dirumuskan secara jelas dalam
pembukaan UUD 1945. Salah satu dari empat tujuan negara dalam pembukaan
UUD 1945 yang telah dirumuskan oleh para pendidik Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) yakni “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”.
Rumusan tujuan Negara tersebut merupakan rumusan tujuan dalam bidang

1
pendidikan. Ini berarti bahwa pendidikan telah menjadi salah satu primadona
sejak awal Negara ini diproklamasikan oleh para pendiri negara kita (the
founding fathers).
Praktik Pengalaman Lapangan dapat diartikan juga sebagai suatu
program prajabatan pendidikan guru yang dirancang khusus untuk menyiapkan
calon guru menguasai kemampuan keguruan yang terintegrasi secara utuh
sehingga setelah menyelesaikan pendidikannya dan diangkat menjadi guru
mereka siap mengemban tugas sebagai pendidik.
Pada kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ini, mahasiwa berperan
penting dalam kelangsungan adalah pendidikan dan pelatihan bagi mahasiswa
calon guru sebagai upaya peningkatan kemampuan profesional dibidang
keguruan dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan
akademik berupa praktik mengajar di sekolah.

B. Tujuan PPL
Tujuan PPL dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Tujuan umum, untuk melatih mahasiswa calon guru agar memiliki
kompetensi yang disyaratkan bagi seorang calon guru.
2. Tujuan khusus PPL:
a) Mengenal secara cermat lingkungan fisik, administratif, akademik, dan
sosial psikologi sekolah tempat pelatihan praktik mengajar.
b) Menguasai berbagai macam keterampilan dasar proses pembelajaran.
c) Menerapkan berbagai kemampuan profesional keguruan.

C. Manfaat PPL
Adapun manfaat dilaksanakannya Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
adalah:
1. Bagi Mahasiswa Praktikan
a) Memberikan pengalaman secara nyata kepada mahasiswa tentang
menjalankan profesi guru;

2
b) Memberikan pengalaman secara nyata kepada mahasiswa dalam
penyusunan dan perancangan perangkat pembelajaran;
c) Memberikan pengalaman secara nyata kepada mahasiswa tetntang
psikologis peserta didik;
d) Memberikan keleluasaan kepada mahasiswa dalam mempraktikkan
teori pendidikan dan keilmuan yang telah dipelajari selama kuliah di
sekolah;
e) Melatih sikap sosial dan membentuk karakter mahasiswa menghadapi
rekan kerja (guru dan staf) serta membentuk karakter guru yang
sesungguhnya.
2. Bagi Sekolah Praktikan
a) Membantu kinerja guru dalam menghadapi peserta didik secara sosial
maupun secara keilmuan;
b) Menjadikan guru yang bertindak sebagai pamong contoh yang baik bagi
mahasiswa praktikan;
c) Menampilkan setiap kebaikan dan kewajiban yang harus dipenuhi
sekolah praktikan kepada mahasiswa praktikan.

D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan PPL


Adapun waktu pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan tahun 2017 adalah:

1. Registrasi dan Pembekalan : Agustus


2. Penyerahan ke sekolah : Agustus
3. Praktik terbimbing : Agustus-November
4. Ujian praktik : November-Desember
5. Penyelesaian administrasi : Desember
6. Kembali ke kampus : Desember
7. Penyerahan Laporan : Desember

3
BAB II
PELAKSANAAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)

A. Persiapan Kegiatan PPL


Pembekalan mahasiswa untuk pelaksanaan Praktik Pengalaman
Lapangan (PPL) Univesitas Maritim Raja Ali Haji angkatan VIII tahun 2017
yang dilaksanakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Senggarang
tanggal 7 Agustus 2017. Pembekalan ini bertujuan untuk mempersiapkan
mahasiswa dalam melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Pembekalan ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa yang akan mengikuti PPL.
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini diharapkan akan terjadi perubahan
sikap, pengetahuan, keterampilan mahasiswa sesuai kebutuhan pelaksanaan
PPL di lapangan. Nilai–nilai yang hendak dicapai adalah:
1. Tertanamnya pemahaman dan penghayatan mahasiswa akan arti tujuan
PPL;
2. Mahasiswa PPL mendapatkan pengetahuan dan pengalaman untuk
dipahami.
Selama pelaksanaan PPL ini mahasiswa dibekali beberapa hal, antara lain:
1. Jadwal kegiatan praktik pengalaman lapangan
a) Tatap muka di kampus
b) Penyerahan ke sekolah praktikan
c) Observasi ke sekolah
d) Latihan secara terbimbing dan mandiri
e) Ujian akhir PPL
f) Penyelesaian administrasi dan pelaporan
2. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan selama PPL
a) Kegiatan observasi dan orientasi terbimbing di depan kelas
b) Kegiatan praktik dan latihan pembelajaran
c) Kegiatan non praktik pembelajaran
d) Kegiatan praktik pelaporan

4
3. Materi kegiatan PPL
a) Materi pokok kegiatan PPL
b) Materi observasi dan orientasi lapangan
c) Materi pokok keterampilan pembelajaran secara terbimbing
d) Materi pokok keterampilan tugas–tugas keguruan
Pengantaran Mahasiswa Praktikan dilakukan sesuai jadwal pengantaran di
sekolah di bimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). DPL melakukan
pengantaran mahasiswa praktikan secara formal kepada pihak kepala sekolah.
DPL dalam kegiatan pengantaran mahasiswa praktikan juga menyampaikan
maksud dan tujuan pengantaran mahasiswa praktikan tersebut dalam hal
melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). DPL juga menyampaikan
pesan-pesan kepada mahasiswa praktikan agar selalu menjaga perilaku dan
melakukan kinerja yang maksimal agar dapat menjaga nama baik pihak
Universitas terkhusus kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Mahasiswa sebelumnya telah dibekali surat perintah tugas/pengantaran
mahasiswa praktikan yang ditujukan kepada pihak sekolah dari pihak
universitas. Hal ini bertujuan unutk melengkapi administrasi sekolah dan juga
pihak universitas. Administrasi ini dilengkapi agar adanya legalitas mahasiswa
praktikan pada saat melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah.

B. Pengenalan Sekolah Praktikan


Pengenalan sekolah praktikan dilaksanakan di SMA Negeri 1
Tanjungpinang pada tanggal 7 Agustus 2017.

1. Sejarah dan Struktur Sekolah Praktikan


SMA Negeri 1 Tanjungpinang terletak di Kota Tanjungpinang. Kota
Tanjungpinang merupakan ibukota Provinsi Kepulauan Riau terletak di Pulau
Bintan yang merupakan salah satu Kawasan ZEE (Kawasan Ekonomi
Khusus). Secara geografis letaknya sangat strategis dan prospektif karena
berbatasan langsung dengan Negara tetangga Singapura, Johor/Malaysia.

5
Potensi kekayaan alam dan budaya merupakan modal dasar kota
Tanjungpinang guna menjawab tuntunan globalisasi. SMA Negeri 1
Tanjungpinang sudah berdiri sejak tahun 1956, merupakan SMA tertua di
Provinsi Kepulauan Riau. Letak di Kelurahan Bukit Cermin Kecamatan
Tanjungpinang Barat.
SMA Negeri 1 Tanjungpinang berlokasi di Jalan Dr. Soetomo No. 4
Tanjungpinang berdiri pada bulan Agustus tahun 1956. Sebelum ada gedung
yang beralamat di Jl.Dr.Seotomo Tanjungpinang ini, sekolah di
selenggarakan menumpang di SD Negeri 6 waktu itu yang beralamat di
Jl.MT.Haryono km.3,5 Tanjungpinang pada siang dan sore hari setelah siswa
SD pulang sekolah, kegiatan itu berlangsung sampai dengan gedung ini
selesai dibangun pada tahun 1958.
Sebagai sekolah tertua, SMAN 1 Tanjungpinang telah menghasilkan
lulusan yang banyak. Sebagaian besar lulusan telah berhasil menjadi pejabat
pemerintah, profesional, pegawai, karyawan dan wirausahawan yang sukses
baik didalam maupun di luar negeri. Sudah menjadi tradisi setiap tahunnya,
para lulusan SMA Negeri 1 Tanjungpinang banyak yang melanjutkan ke
Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta baik di dalam maupun di luar negeri.
Hal ini terus bertahan sehingga eksistensi dan kegemilangan nama
baik SMA Negeri 1 Tanjungpinang tetap terus bersinar. Ditambahkan lagi
pertalian kekeluargaan dan silahturahmi antar sesama alumni dan juga dengan
sekolah sebagai almamaternya dapat menjadi potensi positif yang sangat kuat
dalam mengembangkan SMA Negeri 1 Tanjungpinang sesuai dengan
tuntutan kemajuan IPTEK.
Semenjak tahun pelajaran 2007/2008 SMA Negeri 1 Tanjungpinang
ditetapkan menjadi Rintisan SMA Bertaraf Internasional (RSBI) dan kini
status tersebut sudah tidak digunakan lagi . Sekarang SMA merupakan
sekolah model yakni menitik beratkan kepada sekolah adhiwiyata, sekolah
sehat dan sekolah berbudaya Melayu. SMAN 1 tetap terus bebenah diri baik
secara fisik sarana prasarana maupun secara non fisik berupa program-
program pembangunan sekolah baik kurikuler, kokurikuler maupun ekstra

6
kurikuler. SMAN 1 melaksanakan program Sekolah dengan menitik beratkan
kepada pemenuhan 8 standar nasional pendidikan dan pembelajaran bilingual
yang menerapkan Tekhnologi Informatika dan Komputer. Dengan demikian
diharapkan SMAN 1 terus menghasilkan lulusan yang mampu bersaing baik
secara nasional maupun internasional.
SMA Negeri 1 Tanjungpinang untuk beberapa tahun terakhir ini
menjadi sekolah yang sangat diminati dikalangan masyarakat. Hal ini
dikarenakan prestasi-prestasi yang telah didapat dan siswa-siswa yang
bersekolah di sini menjadi lulusan terbaik dengan hasil yang sangat
membanggakan.
Berdirinya SMA Negeri 1 Tanjungpinang pada tahun 1956–1958
hanya terdiri dari 9 kelas, kelas A (Ilmu Bahasa) terdiri dari 1 kelas, kelas B
(Ilmu Pasti Alam) terdiri dari 2 kelas dan kelas C (Ilmu Sosial Budaya) terdiri
dari 4 kelas. Kerjasama oleh penggagas dengan pihak-pihak terkait serta
karena perkembangan-perkembangan yang semakin pesat, sehingga SMA
Negeri 1 Tanjungpinang telah memiliki 27 kelas sampai saat ini.
Adapun susunan Organisasi SMA Negeri 1 Tanjungpinang adalah yang
dapat dilihat pada Tabel 1 berikut:
TABEL 1 SUSUNAN ORGANISASI SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG
No Nama Jabatan
1 Letkol. (p) Bambang Winarto Komite sekolah
2 Dr. Imam Syafii, S.Pd, M.Pd. Kepala Sekolah
3 Dra. Asmiati W.R Wakil Kurikulum
4 Dra. Hj. Robiatun Wakil Kesiswaan
5 Dra. Rita Irawati Wakil Sarana dan Prasarana
6 H. St. Muhammad Isa, S.Pd. Wakil Ketua Humas
7 Linawati, S.Pd Pembina Osis
8 Halim Koordinator Tata Usaha
7 Syawal
Pegawai Tata Usaha
8 Budi Purwanta, S.Ap

7
9 Syariffudin, S.Ap
10 Rosnila, S.E
11 Fitrya, S. Kom
12 Yus Supardi
13 Budi Santoso
14 M. Nasir
15 Suwarso
16 Suswanti, S.E
17 Devi Purnama
18 Siti Hajar S.E
19 Mulyadi
20 Budi Rianto
21 Agitha Riovyida
22 Rimi Sekendri, S. Sos
Pengelola Perpustakaan
23 Rika Handayani, S.E
24 Dra.Hj. Lily Raihana Pengelola Laboratorium Bahasa
25 Riki Cipto Simanjuntak,S.Kom Pengelola Laboratorium
26 Widodo,. A.Md Multimedia
27 Floria Silalahi, S.Pd Pengelola Laboratorium Fisika
28 Angori, M.Si Pengelola Laboratorium Kimia
29 Yunita, S.Si
Pengelola Laboratorium Biologi
30 Dewi Septiana,.S.E
31 Drs.H.Mardius
Guru Bimbingan Konseling
32 Anggi Susian Putri, S.PdI

8
TABEL 2 DAFTAR GURU-GURU SMAN N 1 TANJUNGPINANG

Sertifikasi
Ijazah Mengajar mata PNS/
No Nama (sudah/belum,
tertinggi pelajaran Honorer
tahun)
1 Dr. Imam Syafii, S.Pd, S3 Kimia Sudah, 2007 PNS
M.Si
2 H. St. M. Isa, S.Pd, M.Ag S2 Pendidikan Seni Sudah, 2010 PNS

3 Hj.Dermawani S1 Sejarah Sudah, 2010 PNS


Tambunan,S.Pd
4 Drs.H.Samlan Sukri S1 PAI Sudah, 2010 PNS

5 Floria Silalahi, S.Pd S1 Fisika Sudah, 2008 PNS

6 Ridawati N, S.Pd S1 Ekonomi Sudah, 2008 PNS

7 Dra.Hj.Asmiati WR S1 Fisika Sudah, 2008 PNS

8 Refnita, S.Pd.I S1 Sosiologi Sudah, 2011 PNS

9 Juhaidiono, S.Pd S1 PJOK Sudah, 2012 PNS

10 Meitya Pusparini.S.Pd S1 Bahasa Sudah, 2011 PNS


Indonesia

11 Dra.H.Syarifah Hasanah S1 PKn Sudah, 2007 PNS

12 Drs.H.Mardius S1 BK Sudah, 2008 PNS

13 Drs.Rusmianto S1 Pendidikan Seni Sudah, 2007 PNS

14 Nelfi Yenti.R,S.Pd S1 Fisika Sudah, 2009 PNS

15 Guswandi, S.Pd S1 PJOK Sudah, 2011 PNS

16 Dra.Hj.Erwinda Triharni, S2 PKn Sudah, 2009 PNS


M.Pd
17 R.Arliusnah, S.Pd S1 Matematika Sudah, 2010 PNS

9
18 Dra. Rita Irawati S1 Pkn Sudah, 2009 PNS

19 Angsori M.Si S2 Kimia Sudah, 2010 PNS

20 Drs.Firman Oyong S1 Geografi Sudah, 2010 PNS

21 Dra.Lindawati AR S1 Bahasa Sudah, 2008 PNS


Indonesia
22 Dra.Suhartini S1 Sejarah Sudah, 2009 PNS

23 Dra.Raja Nazliah S1 Matematika Sudah, 2010 PNS

24 Dra.Nurasmi S1 Biologi Sudah, 2010 PNS

25 Dra.Lily Raihana S1 Bahasa Inggris Sudah, 2010 PNS

26 Dra.Hj.Robiyatun S1 Bahasa Inggris Sudah, 2011 PNS

27 Dra.Hotma Sitorus S1 Matematika Sudah, 2010 PNS

28 Drs.Yuliasri S1 Kimia Sudah, 2011 PNS

29 M.Tohir Karjono, S.Pd, S2 Kimia Sudah, 2011 PNS


M.Pd
30 Dra. Afrida Lely Chan S1 Matematika Belum PNS

31 Rius Iswanti, S.Pd S1 Geografi Sudah, 2011 PNS

32 Hj.Sri Wahyuni, S.Pd S1 Biologi Sudah, 2011 PNS

33 Linawati, S.Pd S1 Bahasa Inggris Sudah, 2012 PNS

34 Roza Yenny, S.Ag S1 PAI Sudah, 2014 PNS

35 Sri Rezeki Indriati,S.Pd S1 Bahasa Sudah, 2012 PNS


Indonesia
36 Yunita, S.Si S1 Biologi Belum PNS

37 Raja Isnaini, S.Pd S1 Sejarah Sudah, 2012 PNS

38 Julini Siregar, S.Sos S1 Sosiologi Sudah, 2012 PNS

10
39 Rimi Sekendri, S.Sos S1 Sosiologi Sudah, 2012 PNS

40 Suhendhy.S.Si S1 Matematika Sudah, 2012 PNS

41 Marlina, S.Pd S1 Ekonomi Sudah, 2012 PNS

42 Ani Setyaningsih, S.Ag S1 P. Agama Sudah, 2009 PNS


Budha
43 Raminer Damanik, S.Pd S1 P. Agama Belum Honorer
Kristen
45 Riki Cipto S1 BK Belum PNS
Simanjuntak,S.Kom
46 Jalla Hartini, S.Pd S1 PJOK Belum PNS

47 Rahayu Siti Hasanah, S.Pd S1 Matematika Belum Honorer

48 Nurhasyiah.S.Pd,M.Pd S1 Agama Sudah, 2013 Honorer

49 Maulana Zaki Mubarak, S1 Bahasa Belum Honorer


S.Pd Indonesia
50 Anggi Susian Putri, S.PsI S1 BK Belum Honorer

51 Ade Rahayu, S.Pd S1 Kewirausahaan Belum Honorer

52 Tommy Novano, S.Pd S1 Matematika Belum Honorer

53 Yunita Karnawati, S.Pd D2 Bahasa Inggris PNS

54 Kumala Dewi, S.Pd S1 Kewirausahaan Belum Honorer

55 Yuni Diawati, S.Pd S1 Kewirausahaan Belum Honorer

56 Nur Aisyah, S.Pd S1 Kimia Belum PNS

a. Siswa SMA Negeri 1 Tanjungpinang

SMA Negeri 1 Tanjungpinang untuk beberapa tahun terakhir ini


menjadi sekolah yang sangat diminati dikalangan masyarakat. Hal ini salah
satunya dikarenakan prestasi-prestasi yang telah didapat dan siswa-siswa

11
yang bersekolah di sini menjadi lulusan terbaik dengan hasil yang sangat
membanggakan.
Adapun Rekapitulai Data siswa SMA Negeri 1 Tanjungpinang
ditunjukan pada Tabel 3 Berikut:
TABEL 3 REKAPITULASI DATA SISWA-SISWI SMA NEGERI 1
TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN: 2017 / 2018

Kelas Jumlah Siswa Jumlah Rombel Jumlah Siswa


per Rombel
X MIA 270 7 40
X IIS 115 3 39
XI MIA 223 6 38
XI IIS 109 3 37
XII IPA 229 6 40
XII IPS 122 3 41
Jumlah 1063 28 Rata-rata 235

TABEL 4 KEADAAN SISWA TAHUN PELAJARAN 2017

KELAS P L JUMLAH P L JUMLAH


X MIA 1 23 17 40 X IIS 1 24 14 38
X MIA 2 23 16 39 X IIS 2 23 15 38
X MIA 3 23 17 40 X IIS 3 21 18 39
X MIA 4 24 16 40 JUMLAH 68 47 115
X IIS
X MIA 5 24 16 40 385 L 162

X MIA 6 23 17 40 P 223

X MIA 7 15 16 31
JUMLAH X 155 115 270 385
MIA
XI MIA 1 20 17 37 XI IIS 1 14 22 36
XI MIA 2 19 17 36 XI IIS 2 17 19 36
XI MIA 3 19 17 36 XI IIS 3 19 18 37

XI MIA 4 19 17 38 JUMLAH 50 59 109


XI IIS

12
XI MIA 5 21 17 38 332 L 161
XI MIA 6 21 17 38 P 171

JUMLAH 121 102 223 332


XI MIA

XII MIA 1 18 18 36 XII IIS 1 21 20 41


XII MIA 2 21 15 36 XII IIS 2 20 20 40
XII MIA 3 16 21 37 XII IS 3 20 21 41
XII MIA 4 22 18 40 JUMLAH 61 61 122
XII IIS
XII MIA 5 20 20 40 351 L 170
XII MIA 6 23 17 40 P 181
JUMLAH 120 109 229 351
XII MIA
1068

MUTASI KETERANGAN

MASUK KELUAR

L P JUMLAH L P JUMLAH

- - - - - -
-
- - - - - -

2. TUGAS POKOK KEPALA SEKOLAH

Kepala Sekolah berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator dan


supervisor, pemimpin/Leader Inovator, motivator.

a. Kepala Sekolah Selaku Edukator


Kepala Sekolah selaku Edukator bertugas melaksanakan proses
belajar mengajar secara efektif dan efisien (lihat tugas guru).

b. Kepala Sekolah Selaku Manajer


Mempunyai tugas :
1) Menyusun perencanaan

2) Mengorganisasikan kegiatan

3) Mengarahkan kegiatan

13
4) Mengkoordinasikan kegiatan

5) Melaksanakan pengawasan

6) Melakukan evaluasi terhadap kegiatan

7) Menentukan kebijaksanaan

8) Mengadakan rapat

9) Mengambil keputusan

10) Mengatur proses belajar mengajar

11) Mengatur administrasi, Ketatausahaan, Siswa, Ketenagaan,

Sarana dan Prasarana, Keuangan (RAPBS)

12) Mengatur Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)

13) Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan instansi


terkait

c. KEPALA SEKOLAH SELAKU ADMINISTRATOR

Bertugas Menyelenggarakan Administrasi :

1) Perencanaan 8) Ketatausahaan 15) BK

2) Pengorganisasian 9) Ketenagaan 16) UKS

3) Pengarahan 10) Kantor 17) OSIS

4) Pengkoordinasian 11) Keuangan 18) Serbaguna

5) Pengawasan 12) Perpustakaan 19) Media

6) Kurikulum 13) Laboratorium 20)Gudang keterampilan

7) Kesiswaan 14) Ruangan 21) 7K

14
d. Kepala Sekolah Selaku Supervisor
Bertugas Menyelenggarakan Supervisi mengenai :
1) Proses Belajar Mengajar.

2) Kegiatan bimbingan dan konseling.

3) Kegiatan ekstrakulikuler.

4) Kegiatan ketatausahaan.

5) Kegiatan kerjasama dengan masyarakat dan instansi terkait.

6) Sarana dan prasarana.

7) Kegiatan OSIS.
8) Kegiatan 7K

e. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin/Leader.

1) Dapat dipercaya, jujur, dan bertanggung jawab.

2) Memahami kondisi guru, karyawan dan siswa.

3) Memiliki visi dan memahami misi sekolah.

4) Mengambil keputusan urusan intern sekolah & ekstern sekolah


5) Membuat, mencari dan memilih gagasan baru.

f. Kepala Sekolah Sebagai Inovator

1) Melakukan pembaharuan di bidang :

a) KBM c) Ekstrakurikuler

b) BK d) Pengadaan

2) Melaksanakan pembinaan guru dan karyawan

3) Melaksanakan pembaharuan dalam menggali sumber daya di komite


sekolah dan masyarakat.
g. Kepala Sekolah Sebagai Motivator

1) Mengatur ruang kantor yang kondusif untuk bekerja.

15
2) Mengatur ruang kantor yang kondusif untuk KBM/BK.

3) Mengatur ruang laboratorium yang kondusif untuk praktikum.

4) Mengatur ruang perpustakaan yang kondusif untuk belajar.

5) Mengatur halaman/lingkungan sekolah yang sejuk dan teratur.

6) Menciptakan hubungan kerja yang harmonis sesama guru dan


karyawan.
7) Menciptakan hubungan kerja yang harmonis antar sekolah dan
lingkungan.
8) Menerapkan prinsip penghargaan dan hukuman. Dalam
melaksanakan tugasnya, Kepala Sekolah dapat mendelegasikan
kepada Wakil Kepala Sekolah.

3. TUGAS POKOK WAKIL KEPALA SEKOLAH

Wakil Kepala Sekolah membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-


kegiatan sebagai berikut :
a. Menyusun perencanaan, membuat program kegiatan dan pelaksanaan
program.
b. Pengorganisasian.

c. Pengarahan.

d. Ketenagaan.

e. Pengkoordinasian.

f. Pengawasan.

g. Penilaian.

h. Identifikasi dan pengumpulan data.

i. Penyusunan laporan

Wakil Kepala Sekolah bertugas membantu Kepala Sekolah dalam


urusan-urusan sebgai berikut :

16
a. Kurikulum

1) Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan.

2) Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran.

3) Mengatur penyusunan program pengajaran (program, semester)


program satuan pelajaran, dan persiapan mengajar, penjabaran,
dan penyesuaian kurikulum.
4) Mengatur pelaksanaan kegiatan kulikuler dan ekstrakulikuler.

5) Mengatur pelaksanaan program penilaian kriteria kenaikan kelas,


kriteria kelulusan, dan laporan kemajuan belajar siswa, serta
pembagian rapor dan STTB.
6) Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengajaran.

7) Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.

8) Mengatur pengembangan MGMPP dan koordinator mata


pelajaran.
9) Mengatur mutasi siswa.

10) Melakukan supervisi administrasi dan akademisi.

11) Menyusun laporan.

b. Kesiswaan
1) Mengatur program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling.
2) Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 7K (Keamanan,
kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kesehatan, dan
kerindangan).
3) Mengatur dan membina program kegiatan OSIS meliputi
kepramukaan, palang merah remaja (PMR), kelompok ilmiah
remaja (KIR), usaha kesehatan sekolah (UKS), patroli keamanan
sekolah (PKS), paskibra.
4) Mengatur program pesantren kilat.

17
5) Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan
sekolah.
6) Menyenggarakan cerdas cermat, olahraga prestasi.

7) Menyeleksi calon untuk diusulkan mendapatkan beasiswa.

c. Sarana dan Prasarana


1) Merencanakan kebutuhan sarana prasarana untuk menunjang
proses belajar mengajar.
2) Merencanakan proses pengadaannya.

3) Mengatur pemanfaatan sarana dan prasarana.

4) Mengelola perawatan, perbaikan dan pengisian.

5) Mengatur pembakuannya.

6) Menyusun laporan.

d. Hubungan Dengan Masyarakat


1) Mengatur dan mengembangkan hubungan dengan KOMITE
SEKOLAH dan peran KOMITE SEKOLAH.
2) Menyelengarakan bakti sosial, karya wisata.

3) Menyelenggarakan pameran hasil pendidikaan di sekolah (gebyar


pendidikan).
4) Menyusun laporan.

4. TUGAS POKOK GURU


a. Guru Mata Pelajaran
Guru bertanggungjawab kepada Kepala Sekolah dan mempunyai tugas
melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien.
Tugas dan tanggung jawab seorang guru meliputi:
1) Membuat perangkat program pengajaran:
a. AMP

b. Program Tahunan/Semester

18
c. Program Satuan Pelajaran

d. Program Rencana Pengajaran

e. Program Mingguan Guru

f. Modul Pembelajaran

g. LKS

2) Melaksanakan kegiatan pembelajaran

3) Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan harian,


ulangan umum, ujian akhir.
4) Melaksanakan analisisi ulangan harian.

5) Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan.

6) Mengisi daftar siswa.

7) Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan)


kepada guru lain dalam proses kegiatan belajar mengajar.
8) Membuat alat pelajaran /alat peraga.

9) Menumbuhkembangkan sikap menghargai karya seni.

10) Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan


kurikulum.
11) Melaksanakan tugas tertentu di sekolah.

12) Mengadakan pengembanga program pengajaran yang menjadi


tanggung jawabnya.
13) Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa.

14) Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai


pengajaran.
15) Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum.

16) Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan


pangkatnya.

19
b. Wali Kelas

Wali kelas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan


sebagai berikut:

1) Pengelolaan kelas

2) Penyelenggaraan administrasi kelas meliputi:

a) Denah tempat duduk siswa

b) Papan absensi siswa

c) Daftar pelajaran kelas

d) Daftar piket kelas

e) Buku absensi siswa

f) Buku kegiatan pembelajaran/ buku kelas

g) Tata tertib siswa

3) Penyusunan pembuatan statistik bulanan siswa

4) Pengisian daftar kumpulan nilai siswa (legger)

5) Pembuatan catatn khusus tentang siswa

6) Pencatatan mutasi siswa

7) Pengisian buku laporan penilaian hasi belajar

8) Pembagian buku laporan penilaian hasil belajar

c. Guru Bimbingan & Konseling

Bimbingan dan konseling membantu Kepala Sekolah dalam


kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1) Penyusunan program dan pelaksanaan bimbingan dan konselin

2) Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi


maalahmasalah yang diadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar
3) Memberikan layanan dan bimbingan kepada siwa agar lebih
berprestasi dalam kegiatan belajar

20
4) Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam
memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan dan lapangan
pekerjaan yang sesuai
5) Mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan konseling

6) Menyususn statistic hasil penilaian bimbingan dan konseling

7) Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan


konseling
8) Menyusun laporan pelaksanaan bimbingan dan konseling

5. TUGAS PERANGKAT SEKOLAH LAINNYA

a) Pustakawan Sekolah
Pustakawan Sekolah membantu Kepala Sekolah dalam
kegiatankegiatan sebagai berikut:
1) Perencanaan pengadaan buku-buku/bahan pustaka/media elektronika
2) Pengurusan pelayanan perpustakaan

3) Perencanaan pengembangan perpustakaan

4) Pemeliharaan dan perbaikan buku-buku/bahan pustaka/ media


elektronika
5) Investarisasi dan pengadministraisan buku-buku/bahan pustaka/ media
elektronika
6) Melakukan layanan bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan lainnya,
serta masyarakat.
7) Penyimpanan buku-buku perpustakaan/ media elektronika

8) Menyusun tata tertib perpustakaan

9) Menyusun pelaksanaan kegiatan secara berkala

21
b) Pengelola Laboratorium

Pengelola laboratorium membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-


kegiatan sebagai berikut:
1) Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium

2) Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium

3) Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium

4) Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium

5) Inventarisasi dan pengadministrasian peminjam alat-alat laboratorium


6) Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium

c) Kepala Tata Usaha

Kepala Tata Usaha Sekolah mempunyai tugas melaksanakan


ketatausahaan sekolah, dan bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam
kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1) Penyusunan program kerja tata usaha sekolah
2) Pengelolaan keuangan sekolah
3) Pengurusan administrasi ketenagaaan dan siswa
4) Pembinaa dan pengembangan karir, pegawai tata usaha sekolah
5) Penyusunan administrasi perlengkapan sekolah
6) Penyusunan dan penyajian data/ statistic sekolah
7) Mengkoordinasikan dan melaksanakan 7K
8) Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan penyurusan ketatausahaan
secara berkala

d) Teknisi Media

Teknisi Media membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan


sebagai berikut:
1) Merencanakan pengadaan alat-alat media

2) Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan media

22
3) Menyusun program kegiatan teknisi media

4) Mengatur penyimpanan, pemeliharaan dan perbaikan alat-alat media


5) Inventarisasi dan pengadministrasian alat-alat media

6) Menyusun laporan pemanfaatan alat-alat media

e) Layanan Teknis Bidang Keamanan (Penjaga/ Satpam)

1) Mengisi buku catatan kejadian

2) Mengantar/ memberi petunjuk tamu sekolah

3) Mengamankan pelaksanaan upacara, PBM, EBTA/EBTANAS, rapat


4) Menjaga kebersihan Pos Jaga

5) Menjaga ketenangan dan keamanan siang dan malam

6) Merawat perawatan jaga malam

7) Melaporkan kejdian secepatnya, bila ada

f) Layanan Teknis Bidang Pertamanan/Kebun (Tukang Kebun)

1) Mengusulkan keperluan alat perkebunan

2) Merencanakan distribusi, jenis, dan pemilah tanaman

3) Memotong rumput

4) Menyiangi rumput liar

5) Memelihara dan memangkas tanaman

6) Memupuk tanaman

7) Memberantas hama dan penyakit tanaman

8) Menjaga kebersihan dan keindahan taman serta kerindangan

9) Merawat tanaman dan infrastrukturnya (pagar, saluran air)

10) Merawat dan memperbaiki peralatan kebun

11) Membuang sampah kebun dan lingkungan sekolah ke tepat sampah

23
6. Kurikulum Bidang Studi

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Struktur Kurikulum

1. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Tanjungpinang Kelas X


Struktur kurikulum SMA Negeri 1 Tanjungpinang kelas X dapat
dijelaskan sebagai berikut:
a. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Tanjungpinang Kelas X memiliki
42 jam pelajaran.
b. Program peminatan yang dipilih disediakan sekolah terdiri atas
peminatan matematika dan ilmu alam dan peminatan ilmu-ilmu sosial.
c. Struktur Kurikulum kelas X dan XI terdiri atas mata pelajaran
kelompok wajib A, kelompok mata pelajaran wajib B, kelompok mata
pelajaran peminatan C yang terdiri atas kelompok mata pelajaran
peminatan akademik dan kelompok mata pelajaran pilihan lintas
kelompok peminatan, dan mata pelajaran muatan local yang
dimasukkan dalam kelompok mata pelajaran wajib B.
d. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan
sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.
e. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit.

f. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran adalah 42 minggu.

Struktur kurikulum SMA Negeri 1 Tanjungpinang Kelas X disajikan


pada Tabel 5.

24
TABEL 5 STRUKTUR KURIKULUM KELAS X 1
Alokasi Waktu
Komponen Semester Semester
1 2
A. Mata Pelajaran kelompok A (Wajib)

1. Pendidikan Agama dan Budi


3 3
Pekerti
2. Pendidikan Pancasila dan 2 2

Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia 4 4
4. Matematika 4 4
5. Sejarah Indonesia 2 2
6. Bahasa Inggris 2 2
B.Mata Pelajaran Kelompok B (Wajib)

1. Seni Budaya 2 2

Alokasi Waktu
Komponen Semester Semester
1 2
2. Pendidikan Jasmani, Olaha Raga dan Kesehatan 3 3
3. Prakarya dan kewirausahaan

2 2
C. Mata Pelajaran Kelompok C
(Peminatan)
1. Mata Pelajaran peminatan akademik
a. Matematika dan Ilmu Alam
1) Matematika
2) Fisika 12 12
3) Kimia

25
4) Biologi 3 3
3 3
b. Ilmu-Ilmu Sosial 3 3
1) Ekonomi
2) Sejarah
3) Sosiologi 3 3
4) Geografi 3 3
3 3
2. Mata Pelajaran pilihan lintas kelompok 3 3
peminatan

3 3
a.Matematika dan Ilmu Alam
6*) 6*)
1. Ekonomi
2. Sastra Inggris

3 3
b. Sosial
3 3
1) Kimia

3 3
Alokasi Waktu
Komponen Semester Semester
1 2
2) Sastra Inggris 3 3
6*) 6*)
3 3
42 42
Jumlah

*) memilih 4 jam pelajaran atau 1 mata pelajaran *) sekolah


menyediakan pilihan mata pelajaran sesuai dengan sumber
daya yang tersedia

26
2. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Tanjungpinang Kelas XI
Struktur kurikulum SMA Negeri 1 Tanjungpinang kelas XI dapat
dijelaskan sebagai berikut:

a. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Tanjungpinang Kelas XI memiliki 45


jam pelajaran yang terdiri atas 42 jam pelajaran dari pusat dan muatan lokal
terintregasi pada mata pelajaran pendidikan seni dan prakarya dan
kewirausahaan.

b. Program peminatan yang dipilih disediakan sekolah terdiri atas peminatan


matematika dan ilmu alam dan peminatan ilmu-ilmu sosial.

c. Struktur Kurikulum kelas XI terdiri atas mata pelajaran kelompok wajib A,


kelompok mata pelajaran wajib B, kelompok mata pelajaran peminatan C
yang terdiri atas kelompok mata pelajaran peminatan akademik dan
kelompok mata pelajaran pilihan lintas kelompok peminatan, dan mata
pelajaran muatan lokal yang dimasukkan dalam kelompok mata pelajaran
wajib B.

d. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana


tertera dalam struktur kurikulum.
e. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit.

f. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran adalah 44 minggu.

Struktur kurikulum SMA Negeri 1 Tanjungpinang Kelas XI


disajikan pada Tabel 6 berikut:

27
TABEL 6 STRUKTUR KURIKULUM KELAS XI

Alokasi Waktu
Komponen Semester Semester
1 2
A. Mata Pelajaran kelompok A (Wajib) 1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3 3

2. Pendidikan Pancasila dan 2 2


Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia 4 4

4. Matematika 4 4

5. Sejarah Indonesia 2 2

6. Bahasa Inggris 2 2

B. Mata Pelajaran Kelompok B (Wajib)


1. Seni Budaya
2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan 2 2
3. Prakarya dan kewirausahaan 3 3
2 2
C. Mata Pelajaran Kelompok C (Peminatan)
1. Mata Pelajaran peminatan akademik
a. Matematika dan Ilmu Alam 16 16
1) Matematika
2) Fisika 4 4
3) Kimia 4 4
4) Biologi 4 4
4 4

28
Alokasi Waktu
Komponen Semester Semester
1 2

b. Ilmu-Ilmu Sosial
1) Ekonomi 4 4
2) Sejarah 4 4
3) Sosiologi 4) Geografi 4 4
4 4
2. Mata Pelajaran pilihan lintas kelompok peminatan 4*) 4*)
a. Matematika dan Ilmu Alam
4 4
1) Geografi
b. Sosial
4 4
1) Kimia

4 4

Jumlah 44 44

*) memilih 4 jam pelajaran atau 1 mata pelajaran *) sekolah


menyediakan pilihan mata pelajaran sesuai dengan sumber
daya yang tersedia

3. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Tanjungpinang Kelas XII


Struktur kurikulum SMA Negeri 1 Tanjungpinang kelas XII dapat
dijelaskan sebagai berikut:

a. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Tanjungpinang Kelas XII memiliki 44


jam pelajaran yang terdiri atas 44 jam pelajaran dari pusat pusat dan
muatan lokal terintregasi pada mata pelajaran pendidikan seni dan
prakarya dan kewirausahaan.

29
b. Program peminatan yang dipilih disediakan sekolah terdiri atas peminatan
matematika dan ilmu alam dan peminatan ilmu-ilmu sosial.

c. Struktur Kurikulum kelas XII terdiri atas mata pelajaran kelompok wajib
A, kelompok mata pelajaran wajib B, kelompok mata pelajaran peminatan
C yang terdiri atas kelompok mata pelajaran peminatan akademik dan
kelompok mata pelajaran pilihan lintas kelompok peminatan, dan mata
pelajaran muatan local yang dimasukkan dalam kelompok mata pelajaran
wajib B.
d. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana
tertera dalam struktur kurikulum.

e. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 44 menit.


f. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran adalah 4 minggu
Struktur kurikulum SMA Negeri 1 Tanjungpinang Kelas XII disajikan
pada Tabel 7 sebagai berikut:
TABEL 7 STRUKTUR KURIKULUM KELAS XII
Alokasi Waktu
Komponen Semester Semester
1 2
A. Mata Pelajaran kelompok A
(Wajib)
1. Pendidika Agama dan Budi
3 3
Pekerti
2. Pendidikan Pancasila dan 2 2
Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia 4 4
4. Matematika 4 4
5. Sejarah Indonesia 2 2

30
Alokasi Waktu
Komponen Semester Semester
1 2
6. Bahasa Inggris 2 2
B. Mata Pelajaran Kelompok B
(Wajib)
1. Seni Budaya
2 2
2. Pendidikan Jasmani, Olaha Raga
dan Kesehatan 3 3
3. Prakarya dan kewirausahaan
2 2
C. Mata Pelajaran Kelompok C
(Peminatan)
1. Mata Pelajaran peminatan
akademik
a. Matematika dan Ilmu Alam
1. Matematika 16 16
2. Fisika 4 4
3. Kimia 4 4
4. Biologi 4 4
4 4
b. Ilmu-Ilmu Sosial
1. Ekonomi
2. Sejarah 4 4
3. Sosiologi 4 4
4. Geografi 4 4
4 4
2. Mata Pelajaran pilihan lintas
kelompok peminatan
a. Matematika dan Ilmu Alam
4*) 4*)
1) Geografi
4 4
4 4

31
Alokasi Waktu

Komponen
Semester 1 Semester 2

b. Sosial
2) Kimia 4 4
Jumlah 44 44
*) memilih 4 jam pelajaran atau 1 mata pelajaran *) sekolah
menyediakan pilihan mata pelajaran sesuai dengan sumber
daya yang tersedia

B. Muatan Kurikulum

Muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan meliputi sejumlah mata


pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi
peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan
kegiatan pengembangan diri atau kegiatan ekstrakurikuler termasuk ke dalam isi
kurikulum. Secara rinci muatan kurikulum dijelaskan sebagai berikut:

1. Mata Pelajaran

Mata pelajaran beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat


satuan pendidikan berpedoman pada struktur kurikulum yang tercantum dalam
Standar Isi. Sesuai dengan 2 kurikulum yang digunbakan pada tahun pelajaran
2015/2016 ini, maka mata pelajaran yang harus ditempuh peserta didik adalah
sebagai berikut:

a. Mata Pelajaran Kelas X

Secara umum yang membedakan muatan kurikulum pada kurikulum


2013 dengan kurikulum sebelumnya adalah adanya pengelompokan mata
pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan. Kelompok mata pelajaran wajib
terdiri atas kelompok mata pelajaran wajib A dan kelompok mata pelajaran wajib
B. Kelompok mata pelajaran pilihan adalah kelompok mata pelajaran C yang
merupakan kelompok mata pelajaran pilihan yang terdiri atas mata pelajaran

32
pilihan kelompok peminatan akademik dan mata pelajaran pilihan lintas
kelompok peminatan.
Kelompok mata pelajaran Wajib merupakan bagian dari pendidikan
umum yaitu pendidikan bagi semua warga negara bertujuan memberikan
pengetahuan tentang bangsa, sikap sebagai bangsa, dan kemampuan penting
untuk mengembangkan kehidupan pribadi peserta didik, masyarakat dan bangsa.
Mata pelajaran Kelompok A dan C adalah kelompok mata pelajaran yang
substansinya dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B adalah
kelompok mata pelajaran yang substansinya dikembangkan oleh pusat dan dapat
dilengkapi dengan muatan lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Sesuai dengan struktur kurikulum yang dikembangkan dalam kurikulum 2013,
maka kelompok mata pelajaran wajib A terdiri atas 6 mata pelajaran, kelompok
mata pelajaran wajib B terdiri atas 3 mata pelajaran, dan kelompok mata
pelajaran pilihan C pada pilihan peminatan akademik terdiri atas 4 mata
pelajaran sesuai dengan kelompok peminatan yang dipilihnya dan pilihan mata
pelajaran lintas kelompok peminatan akademik terdiri atas 2 mata pelajaran
sesuai dengan pilihannya. Mata pelajaran di kelompok peminatan wajib diikuti
semua peserta didik sesuai dengan kelompok peminatan yang dipilihnya
termasuk pilihan mata pelajaran lintas kelompok peminatan yang dipilihnya
tersebut.

b. Mata Pelajaran Kelas XI

Sesuai dengan struktur kurikulum yang dikembangkan dalam kurikulum


2013, maka kelompok mata pelajaran wajib A terdiri atas 6 mata pelajaran,
kelompok mata pelajaran wajib B terdiri atas 3 mata pelajaran, dan kelompok
mata pelajaran pilihan C pada pilihan peminatan akademik terdiri atas 4 mata
pelajaran sesuai dengan kelompok peminatan yang dipilihnya dan pilihan mata
pelajaran lintas kelompok peminatan akademik terdiri atas 1 mata pelajaran
sesuai dengan pilihannya. Mata pelajaran di kelompok peminatan wajib diikuti
semua peserta didik sesuai dengan kelompok peminatan yang dipilihnya

33
termasuk pilihan mata pelajaran lintas kelompok peminatan yang dipilihnya
tersebut.

c. Mata Pelajaran Kelas XII

Sesuai dengan struktur kurikulum yang dikembangkan dalam kurikulum


2013, maka kelompok mata pelajaran wajib A terdiri atas 6 mata pelajaran,
kelompok mata pelajaran wajib B terdiri atas 3 mata pelajaran, dan kelompok
mata pelajaran pilihan C pada pilihan peminatan akademik terdiri atas 4 mata
pelajaran sesuai dengan kelompok peminatan yang dipilihnya dan pilihan mata
pelajaran lintas kelompok peminatan akademik terdiri atas 1 mata pelajaran
sesuai dengan pilihannya. Mata pelajaran di kelompok peminatan wajib diikuti
semua peserta didik sesuai dengan kelompok peminatan yang dipilihnya
termasuk pilihan mata pelajaran lintas kelompok peminatan yang dipilihnya
tersebut.

2. Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan


kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk
keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata
pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.
Muatan lokal untuk kelas X, XI dan XII di SMA Negeri 1 Tanjungpinang yang
menerapakan Kurikulum 2013 untuk saat ini diintegrasikan ke dalam kelompok.
Mata pelajaran muatan lokal ini dimasukkan dalam struktur kelompok mata
pelajaran wajib B yaitu pada Mata Pelajaran pusat dan muatan lokal terintregasi
pada mata pelajaran pendidikan seni dan prakarya dan kewirausahaan.

7. Visi, Misi dan Tujuan SMA Negeri 1 Tanjungpinang


VISI SEKOLAH
Perkembangan dan tantangan masa depan seperti : Perkembangan
IPTEK; globalisasi yang sangat cepat; era informasi; dan berubahnya kesadaran
masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan memicu sekolah untuk merespon
tantangan sekaligus peluang itu. SMA Negeri 1 Tanjungpinang memiliki citra

34
moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan dimasa datang yang
diwujudkan dalam VISI SEKOLAH berikut:

VISI SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG

Menjadi sekolah Adhiwiyata Mandiri , Sehat, Unggul dalam Disiplin


dan Prestasi, Berwawasan IMTAQ, IPTEK dan Seni, Berasaskan
Karakter Budaya Bangsa.

Guna menambah kekuatan semangat dan tali silahturahmi warga


sekolah, maka telah ditetapkan slogan sekolah yakni : SMAN SATU
“CERGAS”. Yang mana kata “CERGAS” tersebut mengandung makna
kepanjangannya adalah :
1. CERDAS PENUH GAGASAN

2. CIVILIZED AND EDUCATED RESOURCES AS GLOBAL ASSETS


3. CERDAS, ENERJIK, RELEGIUS, GLOBALISASI, AMANAH DAN

SINERGI

MISI SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG

1. Meningkatkan Pemenuhan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan


dan 3 P ( Penampilan, Pelayan dan Prestasi ).
2. Mengembangkan Sistem Pembelajaran yang kondusif, kreatif, dinamis
dan menyenangkan yang berbasis pada Teknologi Informasi.
3. Mengembangkan Kultur Sekolah yang Disiplin, Agamais dan melalui
penerapan Budaya 5 S ( Senyum, Sapa , Salam, Sopan dan Santun ).
4. Mengembangkan kultur sekolah yang menerapkan aksi 3P
(Penampilan, Pelayanan dan Prestasi)

5. Mengembangkan Potensi minat dan Bakat Siswa melalui Kegiatan


ekstrakurikuler dan Ko Kurikuler.

35
6. Memperkaya Kurikulum Berwawasan Lingkungan dengan Budaya
Karakter Bangsa yang berbasis pada Kearifan Lokal Budaya Melayu.
7. Menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing pada
perguruan tinggi terkemuka serta dapat memenuhi kebutuhan
masyarakat.
8. Menjadi Sekolah Sehat

9. Menjadi Sekolah Adhiwiyata Mandiri

10. Memiliki Perpustakaan Berstandar Nasional

TUJUAN SEKOLAH

Tujuan SMA Negeri 1 Tanjungpinang

Guna merealisasikan Visi dan Misi tersebut sekolah menetapkan tujuan


sekolah sebagai berikut :

1. Tujuan Umum :

Meningkatkan keunggulan potensi dan prestasi peserta didik


agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
2. Tujuan Khusus:

1) Mewujudkan mutu lulusan

a. Bersikap sebagai orang beriman, berakhlak mulia, berilmu,


percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan
pergaulan dan keberadaannya.
b. Berpengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural sebagai
dukungan terhadap penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,

36
kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang
tampak mata.
c. Berketerampilan berpikir dan bertindak yang efektif dan kreatif
dalam ranah abstrak dan konkret.
2) Merumuskan struktur kurikulum

Menyusun struktur kurikulum tingkat satuan pendidikan


memuat kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan);
materi pelajaran yang perlu siswa kuasai; penyebaran peta beban
belajar siswa yang memungkinkan siswa dapat mengembangkan
potensi diri dan prestasi secara optimal secara alamiah melalui
proses pengalaman belajar yang efektif.

3) Penyelenggaraan Pelayanan Belajar

Terselenggara pelayanan belajar yang efektif dengan


dukungan sistem perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan
penilaian yang terbarukan melalui kerja sama guru yang
pembelajaran dengan indikator:
a. Seluruh guru menyusun RPP yang memenuhi kebutuhan siswa
mengembangkan potensi dan prestasinya.

b. Disain pembelajaran pada seluruh mata pelajaran sesuai koteks


satuan pendidikan.
c. Memenuhi standar proses pembelajaran yang menerapkan
pendekatan saintifik (menerapkan metode inkuiri, pemecahan
masalah, dan proyek).
d. Mendayagunakan sumber belajar yang beragam dengan
memanfaatkan data yang terdekat, dari kongkrit sampai yang
abstrak.
e. Mendayagunakakan kerja sama intenal dan eksternal sekolah
dengan melibatkan orang tua siswa secara bijak.

37
f. Mengembangkan model penilaian yang mendorong siswa
belajar dan bekompeten.
g. Mengoptimalkan pendayagunaan waktu secara efektif dan
efisien.
h. Meningkatkan keunggulan siswa secara kolaboratif.

i. Mengevaluasi perkembangan belajar secara berkala melalui


pertemuan dewan guru.
j. Mengembangkan inovasi pelayanan belajar sebagai
tindaklanjut dari data hasil evaluasi.

4) Penilaian

Terselenggara penilaian autentik yang menunjang


terpenuhinya tertib dokumen sistem informasi penilaian dan
mendorong siswa berprestasi dengan meningkatkan efektivitas (a)
perbaikan instrument yang mengukur ketercapaian indikator hasil
belajar (b) pengelolaan buku nilai guru (c) pengelolaan sistem
infomasi penilaian tingkat satuan pendidikan (d) leger (f) buku
induk siswa, dan (g) rapor.

8. Fasilitas Sekolah Praktikan

a. Tanah dan Halaman

Tanah sekolah sepenuhnya milik negara. Luas areal seluruhnya


16.030 m2. Sekitar sekolah dikeiling oleh sepanjang 10.000 m pagar luar dan
pagar dalam.
Keadaan Tanah Sekolah SMA Negeri 1 Tanjungpinang

Status : Milik Negara

Luas Tanah : 16.030 m2

Luas Bangunan : 2.994.40 m2

Pagar : 16.000 m2

38
b. Gedung Sekolah

Bangunan sekolah pada umumnya dalam kondisi baik. Jumlah ruang


kelas untuk menunjang kegiatan belajar memadai.
TABEL 8 INVENTARIS SEKOLAH
Kondisi Ruang
Jenis Sarana Jumlah Ukuran
No
(Ruang) Ruang (m2)
B RR RS RB

1 Ruang Kelas 26 72

/ Teori
2 Laboratorium 1 101,7 
Biologi
3 Laboratorium 1 101,7 
Fisika
4 Laboratorium 1 150 
Kimia
5 Laboratorium 1 40 
IPS
6 Laboratorium 1 112,4 
Bahasa

Kondisi Ruang
Jenis Sarana Jumlah Ukuran
No
(Ruang) Ruang (m2)
B RR RS RB

7 Laboratorium 1 100 
Komputer
8 Ruang 1 154 
Perpustakaan

39
9 Ruang Serba 1 460 
Guna

(Aula)
10 Ruang UKS 1 38,7 
11 Ruang Kesenian 1 48 
12 Ruang Guru 1 125,46 
13 Ruang Kepala 1 24 
Sekolah
14 Ruang Tata 1 89 
Usaha
15 Tempat Ibadah 1 268,95 
(Mushala)
16 Ruang 1 38,7 
Bimbingan
Konseling
17 Ruang 1 20 
Pengolahan
Pupuk Kompos
18 Ruang 1 28,16 
Organisasi
Kesiswaan
19 Toilet Siswa 7 3,74 
Perempuan
20 Toilet Siswa 10 3,74 
LakiLaki

40
Kondisi Ruang
Jenis Sarana Jumlah Ukuran
No
(Ruang) Ruang (m2)
B RR RS RB

21 Toilet Guru dan 3 3 


TU
22 Gudang 1 42 
23 Ruang Sirkulasi 2 30 
24 Tempat 1 900 
bermain/olahraga
25 Ruang Pramuka 1 36 
26 Ruang TRRC 1 72 
27 Ruang 1 56 
rapat/diskusi
28 Kantin 8 12 
29 Galeri 7 90 
30 Ruang 3R 1 15 
31 Ruang Server 1 40 
32 Rumah Penjaga 2 36 
Sekolah
33 Ruang Piket 1 15 

41
34 Pos Satpam 1 4 
35 Green House 1 30 
36 Ruang Waka 1 40 
Kurikulum
37 Ruang Waka 1 40 
Kesiswaan
38 Koperasi Sekolah 1 24 
39 Dapur Sekolah 1 15 

TABEL 9 JUMLAH SARANA


No Jenis Sarana Jumlah Kondisi
B RR RS RB
1 Kursi guru 60 60
2 Meja guru 60 60
3 Kursi siswa 905 700 205
4 Meja siswa 905 700 205
5 Lab IPA :
a. Fisika

- Meja 10 10

- Kursi 40 40
a. Kimia

- Meja 18 18

- Kursi 40 40

42
b. Biologi

- Meja 10 10

- Kursi 40 40

No Jenis Sarana Jumlah Kondisi


B RR RS RB
3 Lab.

Bahasa/Multimedia

- CPU 24 5

- Headset 24 5

- Meja 24 5

- Kursi 24 5
4 Lab. Komputer

- Komputer 25

- Meja 25

-Kursi 25
5 Ruang Rapat/Diskusi

- Meja 60 0

- Kursi 60 0

- Lemari 1 0

- Sound system 1 unit 0

- LCD 1 unit 0

- AC 2 unit 1

43
6 Ruang Organisasi

Kesiswaan 2 0

- Meja 10 0

- Kursi
7 Ruang UKS

- Tensimeter 1 1

- Tempat tidur 6 6

- Lemari 4 4

- Meja 2 2

- Kursi 2 2

- Tempat tidur 1 1
No Jenis Sarana Jumlah Kondisi

B RR RS RB
periksa 1 1

- Wastafel 1 1
8 Ruang BK

- Meja 3 3

- Sofa 1 1

- Kursi 3 3
9 Sarana Olah raga

- Ring basket 2 2

- Gawang Futsal 2 2

- Meja pingpong 1 1

- Ring voli 1 1

- Ring takraw 1 1

44
9. Pembinaan Kesiswaan

Pembinaan kesiswaan ditujukan selain untuk mengembangkan potensi


yang ada didalam diri sendiri siswa, pembinaan ini juga berguna untuk
membantu mencegah permasalahan yang siswa hadapi dalam proses belajar.
Pembinaan kesiswaan juga ditunjukan untuk memfasilitasi perkembangan
peserta didik melalui penyelenggaraan program bimbingan, pembelajaran, dan
atau pelatihan, agar peserta didik dapat mewujudkan kegiatan-kegiatan seperti:
1) Pelaksanaan ibadah.
2) Kegiatan-kegiatan keagamaan.
3) Peringatan hari-hari besar keagamaan.

4) Perbuatan amaliyah.

5) Bersikap toleran terhadap penganut agama lain.

6) Kegiatan seni bernafaskan keagamaan.

7) Lomba yang bersifat keagamaan.

10. Administrasi Kantor Sekolah

Administrasi Kantor Sekolah merupakan salah satu tugas dan


tanggumg jawab kepala sekolah, namun dalam hal ini kepala sekolah juga
dibantu oleh beberapa karyawan Tata Usaha. Tugas-tugas tata usaha ini
mencakup berbagai macam bidang, antara lain:
a. Kepala Tata Usaha

a. Penyusunan program kerja Tata Usaha.

b. Pengelolaan keuangan sekolah.

c. Pengurusan administrasi pegawai, guru dan siswa.

b. Karyawan Tata Usaha

a. Mencatat dan mengarsipkan surat keluar dan surat masuk.

b. Mempersiapkan buku ekspedisi.

45
c. Menerima dan membuka surat dinas kecuali yang rahasia untuk
diberi disposisi yang selanjutnya diteruskan kepada Kepala
Sekolah.

11. Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri diarahkan untuk pengembangan karakter peserta


didik yang ditujukan untuk mengatasi persoalan dirinya, persoalan masyarakat
di lingkungan sekitarnya, dan persoalan kebangsaan. Sekolah memfasilitasi
kegiatan pengembangan diri seperti berikut ini:
a. Pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di dalam kelas
(intrakurikuler) dengan alokasi waktu 2 jam tatap muka, yaitu:
1) Bimbingan Konseling, mencakup hal-hal yang berkenaan dengan
pribadi, kemasyarakatan, belajar, dan karier peserta didik.
2) Bimbingan Konseling diasuh oleh guru yang ditugaskan.

3) Pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di luar kelas


(ekstrakurikuler) diasuh oleh guru pembina. Pelaksanaannya secara
reguler tergantung jadwal yang telah ditentukan oleh masing-
masing ekstrakulikuler, SMA Negeri 1 Tanjungpinang, pada
Tahun Pelajaran 2015/2016 menyelenggarakan Ekstrakurikuler
sebagai berikut:
a. Pramuka
b. PKS/Passus

c. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)

d. Palang Merah Remaja (PMR)

e. Pusat Informasi Konseling Reproduksi Remaja (PIKRR)

f. Karya Tulis

g. PKS

h. Rohis dan Marawis

i. Majalah Dinding

46
j. ICT Club

k. RAMSA

l. Drumband

m. Debat

n. SATGAS

o. Teater

p. Tari

q. Paduan Suara

r. Untuk kegiatan Pramuka adalah kegiatan WAJIB yang harus


diikuti oleh siswa kelas X (Sepuluh).
Selain pengembangan diri secara rutin, terdapat juga kegiatan
pengembangan diri pagi bersih Smansa, misalnya guru memberi
arahan/teguran secara langsung terhadap siswa agar memungut dan
membuang sampah tersebut di tong sampah yang telah di sediakan.

12. Beban Belajar Peserta Didik


a. SMA Negeri 1 Tanjungpinang menggunakan sistem paket. Beban belajar
yang diatur pada ketentuan ini adalah beban belajar dengan menggunakan
sistem paket. Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan program
pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program
pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas
sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan.
Beban belajar setiap mata pelajaran pada Sistem Paket dinyatakan dalam
satuan jam pembelajaran.
b. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh
peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap
muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Semua
itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan
memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.

47
c. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses
interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Beban belajar kegiatan tatap
muka per jam pembelajaran pada SMA Negeri 1 Tanjungpinang selama 45
menit. Beban belajar kegiatan tatap muka per minggu di SMA Negeri 1
Tanjungpinang adalah 42 jam pelajaran pembelajaran di kelas X dan 44 jam
pelajaram di kelas XI dan 44 jam pelajaran di kelas XII. Beban belajar
disajikan pada Tabel 10.

TABEL 10 BEBAN BELAJAR KELAS X S/D XII

Satu jam Jumlah jam Minggu Waktu Jumlah


tatap muka Efektif pembelajaran jam/tahun
Per minggu
(menit) / tahun(jam) (@60
menit)

45 42/44 36-40 1584-1760 1188-132

d. Penugasasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa


pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang
oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian
penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik 0 – 60%.

e. Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang


berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang
dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu
penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik dan guru tetapi
maksimum 60% dari jam tatap muka dalam satu semester.

f. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket


dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Walaupun
pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat
pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan
secara fleksibel, menetapkan alokasi waktu yang sama setiap

48
semesternya yakni 44 dan 46 jam pelajaran per minggu. Penambahan
jam pembelajaran tambahan dari alokasi minimal didasarkan pada
pertimbangan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi,
tingkat kesulitan, dan atas dasar pencapaian prestasi akademik siswa.

g. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak


terstruktur dalam sistem paket di SMA Negeri 1 Tanjungpinang 0% -
60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan
kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.

h. Penyelesaian program pendidikan dengan menggunakan sistem paket


adalah tiga tahun maksimum 6 tahun. SMA Negeri 1 Tanjungpinang
tidak melaksanakan program percepatan peserta didik yang memiliki
potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

i. Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara
dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara
dengan satu jam tatap muka.

13. Nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Berdasarkan ketentuan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga


Kota Tanjungpinang dan memperhatikan kemampuan peserta didik dari hasil
tes mata pelajaran, sekolah menetapkan ketuntasan belajar pada mata pelajaran
pada Tabel 11 berikut ini.
TABEL 11 NILAI KKM MATA PELAJARAN
KKM
XI XII
X (Kurikulum
No Mata pelajaran (Kurikulum (Kurikulum
2013)
2013) 2013)
MIA IIS MIA IIS MIA IIS
1. Pend. Agama 75 75 80 80 80 80

2. PKn 75 75 75 80 80 80

49
3. Bahasa Indonesia 75 75 75 80 80 80

4. Bahasa Inggris 75 75 80 80 80 80

5. Matematika 75 75 76 80 80 80

6. Fisika 75 75 76 80 80 80

7. Biologi 75 75 76 76 80 80

8. Kimia 75 75 76 80 80 80

9. Sejarah 75 75 75 80 80 80

10. Geografi 75 75 75 80 80 80

11. Ekonomi 75 75 75 80 80 80

12. Sosiologi 75 75 75 80 80 80

KKM

XI XII
No Mata pelajaran X (Kurikulum
(Kurikulum (Kurikulum
2013)
2013) 2013)
MIA IIS MIA IIS MIA IIS
13. Seni Budaya 75 75 76 80 80 80

14. Pendidikan 75 75 80 80 80 80
Jasmani

15. Ketrampilan /Wira 75 75 80 80 80 80


Usaha

Sekolah menargetkan agar angka ketuntasan belajar tersebut semakin


meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, setiap warga sekolah diharapkan
untuk lebih bekerja keras lagi agar mutu pendidikan sekolah dapat meningkat
dari tahun ke tahun.

50
14. Kenaikan Kelas

a. Kriteria Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kenaikan


kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semerter genap, dengan
pertimbangan seluruh KD yang belum tuntas pada semester ganjil saat
semester genap belum berakhir. Hal ini sesuai dengan prinsip belajar tuntas
(mastery learning). Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar
sesuai dengan KKM yang ditetapkan, maka yang bersangkutan harus
mengikuti pembelajaran remidial sampai yang bersangkutan mampu mencapai
standar ketuntasan. Seserang peserta didik dapat dinyatakan naik kelas jika
memenuhi syarat berikut:
1) Mencapai ketuntasan belajar minimal dengan sebanyak-banyaknya pada
tiga mata mata pelajaran belum mencapai KKM.
2) Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas apabila yang bersangkutan
tidak mencapai ketuntasan belajar minimal salah satu mata pelajaran ciri
khas peminatannya sesuai dengan Permendikbud 69 tahun 2013
3) Peserta didik dinyatakan tidak naik jika budi pekerti, akhlak mulia, dan
kepribadian secara keseluruhan kurang dari baik.
4) Peseerta didik dinyatakan tidak naik jika perolehan nilai ektrakurikuler
wajib selama 2 semester kurang memuaskan dan yang bersangkutan tidak
mengikuti kegiatan tambahan yang diselenggarakan sekolah.
5) Aturan lain yang tidak diatur dalam kurikulum ini diatur tersendiri dalam
rapat dewan pendidik.

b. Kelulusan Siswa

Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 jo PP 32/2013 Pasal 72 Ayat


(1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan
dasar dan menengah setelah:
1) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

51
2) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh
mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran
estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan
kesehatan;
3) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu
pengetahuan dan teknologi; dan
4) Lulus Ujian Nasional.

c. Mutasi Siswa

Sekolah memfasilitasi adanya peserta didik yang pindah sekolah


karena alasan tertentu. Untuk pelaksanaan pindah sekolah (masuk atau
keluar) lintas Provinsi dan Kabupaten/Kota disesuaikan dengan peraturan
yang berlaku pada masing-masing Dinas Pendidikan Provinsi dan
Kabupaten/Kota. Untuk proses mutasi dari sekolah lain digunakan
pertimbangan nilai laporan capaian kompetensi atau laporan nilai hasil
belajar (LCK/LHB) peserta didik sekolah asal, nilai KKM sekolah asal,
serta pertimbangan lain yang dirasakan perlu untuk menjamin akuntabilitas
proses mutasi. Sekolah dapat melakukan tes masuk bagi peserta didik yang
ingin mutasi ke SMA Negeri 1 Tanjungpinang untuk mengetahui
mengetahui kemampuan peserta didik.
15. Penjurusan

Sesuai kesepakatan sekolah dengan Komite Sekolah serta dengan


memperhatikan keadaan sarana dan prasaran yang tersedia di sekolah, maka
sekolah menetapkan ada 3 (tiga) jurusan yang diprogramkan, yaitu:
1. Ilmu Pengetahuan Alam.

2. Ilmu Pengetahuan Sosial.

Penentuan penjurusan/peminatan di lakukan saat masuk semester ganjil


di kelas X (sepuluh) sedangkan untuk kelas XI (sebelas) pada saat semester
genap di kelas X (sepuluh).

52
a. Kriteria penjurusan:
1) Untuk Kelas X (sepuluh) berdasarkan data nilai siswa saat masuk ke
SMAN-1 Tanjungpinang. Sedangkan untuk kelas XI (sebelas) sebagai
berikut:
2) Peserta didik yang bersangkutan naik ke kelas XI.

3) Peserta didik dinyatakan masuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam, apabila


yang bersangkutan berminat ke jurusan Ilmu Alam dan nilai mata
pelajaran yang menjadi ciri khas jurusan ilmu pengetahuan alam
(matematika, fisika, kimia dan biologi) mencapai kategori tuntas.
4) Peserta didik dinyatakan masuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial,
apabila yang bersangkutan berminat ke jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial
dan nilai mata pelajaran yang menjadi ciri khas jurusan Ilmu Pengetahuan
Sosial (ekonomi, geografi, sejarah dan sosiologi) mencapai katagori
tuntas.
5) Apabila jumlah peserta didik yang ingin masuk Jurusan melebihi kuota
yang telah ditetapkan, maka akan dilakukan perangkingan berdasarkan
jumlah nilai dan nilai rata-rata matapelajaran yang merupakan ciri khas
jurusan tersebut.

16. Sumber dan Alokasi Keuangan Sekolah

Anggaran sekolah berasal dari dana pemerintah dan dana yang


dihimpun dari orang tua peserta didik. Setiap peserta didik dikenai biaya rata-
rata Rp150.000,- per bulan sesuai dengan kemampuan dengan menganut
subsidi silang. Bagi siswa dari keluarga tidak/kurang mampu di bebaskan dari
biaya sekolah tersebut.
Alokasi dana terutama diperuntukkan untuk menunjang
kegiatankegiatan kurikuler, intrakurikuler dan ekstrakulikuler dan juga untuk
memenuhi kelengkapan sarana belajar peserta didik, sesuai dengan post
penggunaan anggaran sebagaimana yang telah ditetapkan terutama dari pihak
pemberi dana, pemerintah daerah, orang tua, dan pemerintah pusat.

53
17. Hubungan Sekolah dan Masyarakat

Hubungan Sekolah SMA Negeri 1 Tanjungpinang dan masyarakat


sangat baik. Sekolah ini membentuk hubungan kerjasama dengan masyarakat
dan selalu mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik antarsekolah dengan
masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan untuk kepentingan dan kebaikan
bersama.

C. Observasi Fisik dan Non-Fisik Sekolah

1. Observasi Fisik Sekolah


a. Deskripsi Kondisi Fisik Ruang Kelas
Kondisi fisik ruang kelas SMA Negeri 1 Tanjungpinang yaitu kelas yang
dibangun di atas tanah seluas 16.030 m2 Sekitar sekolah dikelilingi oleh
sepanjang 10.000m pagar luar dan pagar dalam yang terdiri dari 28 ruang
kelas dengan rincian sebagai berikut:
- Kelas X terdiri dari 10 kelas.

- Kelas XI terdiri dari 9 kelas.

- Kelas XII terdiri dari 9 kelas.

b. Peralatan Perlengkapan Kelas, Laboratorium, dll.

Peralatan perlengkapan kelas seperti buku-buku paket, buku pegangan


guru dan siswa, laboratorium tempat siswa prakrikum dan lainnya sudah
cukup baik. Sehingga proses belajar mengajar dapat belajar dengan baik dan
mencapai tujuan pembelajaran.

2. Observasi Nonfisik Sekolah

a. Kegiatan Guru di Sekolah

Guru bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dan mempunyai tugas


melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien.
Tugas dan tanggung jawab seorang guru meliputi:

54
1. Membuat perangkat program pengajaran:

- AMP

- Program Tahunan/Semester

- Program Satuan Pelajaran

- Program Rencana Pengajaran

- Program Mingguan Guru

- LKS

2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran

3. Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan harian,


ulangan umum, ujian akhir.
4. Melaksanakan analisisi ulangan harian.

5. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan.

6. Mengisi daftar siswa.

7. Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan)


kepada guru lain dalam proses kegiatan belajar mengajar.
8. Membuat alat pelajaran/alat peraga.
9. Menumbuhkembangkan sikap menghargai karya seni.

10. Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum.

11. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah.

12. Mengadakan pengembanga program pengajaran yang menjadi


tanggung jawabnya.

13. Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa.

14. Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pengajaran.

15. Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum.

16. Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan


pangkatnya.

55
b. Kegiatan Siswa di Sekolah Kegiatan siswa di sekolah meliputi:
1) Belajar.

2) Mengikuti kegiatan rohani setiap hari Jumat.

3) Senam pagi yang di lakukan setiap hari Sabtu.

4) Upacara bendera pada setiap hari Senin.

5) Mengikuti kegiatan ekstrakulikuler.

D. Permasalahan dan Alternatif Pemecahan Masalah

1. Permasalahan dalam Praktik Mengajar

Permasalahan pada praktik mengajar dalam melaksanakan kegiatan


belajar mengajar, mahasiswa praktikan juga menghadapi berbagai
kendala/permasalahan yang menghambat jalannya proses belajar mengajar,
antara lain seperti: .
a. Acuhnya beberapa siswa kepada mahasiswa praktikan karena dianggap
sebagai guru magang sehingga dalam menghadapi proses pembelajaran
sering ada anak yang tidak peduli terhadap guru dan sibuk dengan
dirinya sendiri.
b. Adanya siswa yang usil / iseng terhadap teman sekelas.
c. Terdapat sebagian besar siswa yang pasif dalam satu kelas.
d. Kenakalan –kenakalan yang dilakukan siswa terhadap temannya ketika
proses pembelajaran berlangsung.
e. Terdapat beberapa siswa yang tidak mengerjakan tugas yang diberikan.
Berdasarkan kendala yang telah dialami mahasiswa praktikan seperti
yang disebutkan tadi, maka mahasiswa praktikan berupaya untuk bertukar
pikiran kepada guru pamong maupun guru-guru yang ada di SMA Negeri 1
Tanjungpinang. Mahasiswa praktikan meminta saran dan petunjuk atas jalan
keluar dari masalah dan kendala yang dihadapi ketika mengajar.
Dari hasil bertukar pikiran itulah, mahasiswa parktikan mendapat
beberapa masukan tentang cara menghadapi siswa yang pasif ataupun nakal,
antara lain seperti:

56
1. Mengandalkan pendekatan khusus dengan anak yang bersangkutan, dengan
cara mengajak berdiskusi atau memberikan pengertian dan nasehat serta
mengaktifkan proses belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran,
sehingga siswa lebih terfokus pada kegiatan belajar contohnya diskusi
kelompok yang dapat membantu siswa menumbuhkan kerja sama, berfikir
kritis dan kemampuan membantu teman, Hal yang seperti ini akan membuat
siswa merasa nyaman terhadap guru. Ini merupakan faktor utama. Sebab
jika anak didik merasa senang terhadap sikap seorang guru yang
digemarinya, maka secara tidak langsung ia pun akan senang dan mudah
menerima pelajaran yang disampaikan oleh guru tersebut serta menghargai
guru.
2. Jangan sekali-kali bersikap keras (tegas boleh) terhadap anak yang seperti
ini. Perbanyaklah memuji dan menyanjungnya terlebih dahulu. Hal ini
dimaksud agar kita bisa lebih dekat terhadap dirinya. Secara tidak langsung
pujian ini juga akan memberikan kepercayaan diri dan menyenangkan
hatinya.
3. Jangan pernah mematahkan tanggapannya ketika ia sudah mulai bersikap
aktif untuk menanggapi peljaran yang diberikan. Walaupun apa yang
dikatakannya salah, biarkan terlebih dahulu ia menyampaikan
tanggapannya. Setelah itu baru kita perbaiki dengan bahasa yang baik.
Tetapi, sebelumnya tetap kita beri pujian terhadap dirinya atas
keberaniannya.
4. Selalu kreatif dalam memilih metode untuk menyampaikan materi
pelajaran. Perlu diselipkan sedikit lelucon agar suasana tidak menjadi
monoton dan membosankan bagi anak didik.
5. Dewasa ini, sebagian besar anak didik tidak begitu menyukai metode
ceramah atau memberi catatan dalam menyampaikan pembelajaran.
Mereka lebih senang diajak langsung memperagakan dan mencontohkan
secara langsung dengan alasan lebih mudah dipahami dan tidak menjemu.

57
2. Permasalahan Dalam Praktik Non-Mengajar

Permasalahan dalam praktik nonmengajar juga tidak terlalu banyak, karena


di SMAN 1 Tanjungpinang siswa sebagian besar adalah siswa-siswa yang
memiliki banyak persamaan baik dari suku maupun agama. Bahasa yang
digunakan juga seragam. Alternatif pemecahan masalah pada saat praktik
mengajar mungkin lebih difahami lagi materi yang akan diajarkan dan soal
penguasaan kelas mungkin bisa diminta bantuan walikelas atau guru tetap.
Sedangkan pemecahan masalah pada saat praktik nonmengajar bisa diterapkan
penggunaan bahasa Indonesia dari pihak sokolah khususnya pada saat di
sekolah saja apa bila dilanggar harus dikenakan sanksi. Selain itu, pengawasan
terhadap penggunaan handphone saat jam sekolah juga perlu ditingkatkan
melalui tindakan tegas yang mampu memberikan efek jera sehingga membantu
siswa untuk fokus terhadap pelajaran yang diterima.

E. Kegiatan Praktik Mengajar

1. Perencanaan Pembelajaran
Kegiatan ini dilakukan sebelum kegiatan berlangung, yang bertujuan
untuk merencanakan suatu proses kegiatan belajar mengajar, dalam hal ini
biasanya pembuatan perangkat pembelajaran (Analisis Minggu Efektif,
Silabus, Program Tahunan, Program Semester, RPP, dan KKM), dapat dilihat
pada lampiran perangkat pembelajaran.

2. Pelaksanaan Pembelajaran
a. Kegiatan Pendahuluan
Secara umum, kegiatan pendahuluan dilakukan berasaskan
kegiatan salam, kegiatan yang bersifat religius yakni berdoa, pemberian
apersepsi, motivasi, dan pengomunikasian kompetensi dasar, indikator,
tujuan pembelajaran, pengambilan nilai berdasarkan 3 ranah (kognitif,
afektif dan psikomotor), pengomunikasian model pembelajaran, dan
kegiatan pembagian kelompok jika menggunakan metode pembelajaran

58
kooperatif. Secara rinci kegiatan pendahuluan dapat dilihat dengan
seksama di dalam perangkat pembelajaran berupa RPP, dapat dilihat
pada lampiran perangkat pembelajaran
b. Kegiatan Inti
Secara umum, gambaran dari kegiatan inti adalah penggunakaan
pendekatan saintifik yakni siswa melakukan kegiatan pengamatan,
bertanya, mengolah informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasi.
Namun pada kegiatan inti sesuai dengan pembuatan RPP terbaru
dimasukkan program literasi, program penguatan karakter (PPK) dan
soal-soal HOTS. Secara rinci dapat dilihat dalam perangkat
pembelajaran RPP dibagian kegiatan inti.

c. Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup adalah kegiatan akhir dari pembelajaran. Dimana
kegiatan penutup dapat dilakukan dengan menyimpulkan pembelajaran
secara bersama-sama, pemberian penghargaan bagi siswa yang
berpatisipasi aktif, pengevaluasian tercapainya indikator pembelajaran,
dan pemberian tugas kepada siswa untuk pertemuan selanjutnya. Secara
rinci dapat dilihat dalam perangkatan pembelajaran RPP pada bagian
kegiatan penutup.

3. Evaluasi dan Penilaian


Kegiatan Evaluasi dan penilaian pembelajaran dilakukan dengan
menggunakan tes formatif dan sumatif yaitu dengan melakukan kuis,
ulangan harian dan ulangan akhir semester, serta dengan memberikan
penugasan kepada siswa di setiap pembelajaran, adapun hasil nilai tes dan
penugasan terdapat pada lampiran 11.

59
F. Kegiatan Praktik Non Mengajar

Praktik non mengajar yang dilakukan praktikan berupa simulasi penelitian


tindakan kelas. Hal ini merupakan salah satu bentuk cara untuk melatih
mahasiswa praktikan dalam salah satu pencapaian kompetensi menjadi seorang
guru yang professional. Simulasi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan
dibawah arahan dari Guru Pamong. Sebelumnya, praktikan sudah pernah
dilibatkan guru pamong dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
yang dilakukan oleh Guru Pamong. Dalam hal ini, praktikan mencoba
melaksanakan simulasi sederhana terhadap kegiatan Penelitian Tindakan Kelas.
Selain itu, praktikan juga melaksanakan kegiatan OSN Kimia tingkat sekolah,
praktikan dengan dibimbing dengan guru pamong melaksankan seleksi OSN
Kimia sekolah untuk tahap Tingkat Kabupaten atau Kota.Praktikan
melaksanakannya mulai dari pengarahan, pembimbingan serta pemeriksaan
hasil seleksi OSN Kimia

G. Kegiatan Simulasi Penelitian Kelas

1. Judul
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Peserta didik Kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Tanjungpinang
Pada konsep Kesetimbangan Kimia.

2. Latar Belakang

Adapun yang melatarbelakangi peneliti untuk melaksanakan


implementasi model pembelajaran berbasis masalah dikarenakan adanya
beberapa masalah yang muncul dalam proses pembelajaran dikelas XI
MIPA SMA Negeri 1 Tanjungpinang yaitu sebagai berikut:

1. Rendahnya hasil belajar peserta didik


2. Kurangnya pemahaman terhadap materi melalui orientasi
permasalahan yang di berikan pada proses belajar mengajar

60
3. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimana
menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil
belajar siswa pada materi kesetimbangan kimia?

4. Tujuan PTK
Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran dapat
meningkatkan hasil belajar peserta didik kela XI MIPA 2 SMA Negeri 1
Tanjungpinang pada materi kesetimbangan kimia

5. Teori-teori PTK
Menurut Komalasari, K. (2010) PBL (pembelajaran berbasis
masalah), pembelajaran yang melibatkan siswa dalam memecahkan
masalah dengan mengintegrasikan berbagai konsep dan keterampilan dari
berbagai disiplin ilmu, sedangkan hasil belajar adalah hasil yang dicapai
dalam bentuk angka-angka atau skor setelah diberi tes hasil belajar pada
setiap akhir pelajaran” dalam penelitian (Wasti 2013)
Penelitian terdahulu yang dilakukan Paramita Ika Sari dengan judul
“ Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan
Keaktifan dan Hasil Belajar Geografi Siswa di MAN 1 Yogyakarta”. Dari
penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model
pembelajaran Problem Based Learning dapat membantu meningkatkan
keaktifan dan hasil belajar siswa. presentasi kelompok dari siklus I sampai
II secara total mengalami peningkatan. Rata-rata hasil belajar siswa dari
siklus I sampai siklus II menurun yaitu dari 79 menjadi 68. Pada siklus III
meningkat menjadi 89. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I dan II
berada pada kategori tinggi. Siklus III berada pada kategori sangat tinggi.
Tanggapan siswa terhadap penerapan model Problem based Learning,
sebgian besar memberikan respon baik terhadap penerapan model tersebut.

61
6. Metode PTK
Pada penelitian ini peneliti mengunakan metode peneletian tindakan
kelas dengan mengolah data dari hasil pengamatan langsung penerapan
proses pada pembelajaran di kelas. Hasil penerapan pembelajaran di kelas
data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis melalui beberapa tahapan
ataupun siklus pembelajaran.

a. Setting PTK
1) Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Tanjungpinang.
2) Waktu Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan pada Tanggal
14 November 2017 dan 15 November 2017.
3) Lama Penelitian
Lama penelitian ini direncanakan selama 2 siklus.

b. Subjek PTK

Penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah siswa


kelas XI MIPA 2 SMA Negri 1 Tanjungpinang dengan jumlah 36
siswa

c. Prosedur PTK
Prosedur penelitian dalam penelitian tindakan kelas ini
berupa siklus kegiatan yang meliputi beberapa siklus tindakan
pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan setelah
melalui identifikasi masalah, meliputi perencanaan, pelaksanaan,
pengamatan (observasi) dan refleksi. Prosedur penelitian tindakan
kelas ini terdiri dari 4 tahap. Seperti pada Gambar berikut:

62
Perencanaan

Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan

Pengamatan

Perencanaan

Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan

Pengamatan

Gambar 8. Siklus Penelitian Tindakan Kelas


7. Hasil dan Pembahan
a. Hasil
b. Data hasil belajar siklus II
Berdasarkan hasil perhitungan dari tiap soal dari masing-
masing indikator pada siklus I maka diperoleh rata-rata data hasil
belajar dari semua indikator yang dijelaskan pada Tabel 1.

Tabel 12. Hasil Belajar Siklus I


Rata-Rata
No
No Aspek Indikator Soal Ketercapaian
IPK
Siklus I
Menjelaskan konsep reaksi
1 Pengetahuan 3.8.1 55
kesetimbangan dinamis

c. Data hasil belajar siklus II


Berdasarkan hasil perhitungan dari tiap soal dari masing-
masing indikator pada siklus II maka diperoleh rata-rata data hasil
belajar dari semua indikator yang dijelaskan pada Tabel 2.11

Tabel 13. Hasil Belajar Siklus II


Rata-Rata
No Aspek No IPK Indikator Soal Ketercapaian
Siklus II
Menjelaskan konsep faktor-faktor
1 Pengetahuan 3.8.1.1 yang mempengaruhi 85
kesetimbangan kimia

63
d. Persentase peserta didik yang tuntas belajar
Persentase peserta didik yang tuntas belajar dijelaskan pada
Tabel 3.

Tabel 14. Persentase Peserta Didik yang Tuntas Belajar


Kriteria keberhasilan Siklus I Siklus II
ketuntasan
Peserta didik dengan nilai ≥ 75 15 31
Persentase (%) 41,67% 86,11%

8. Pembahasan
Siklus I peserta didik dengan nilai ≥ 75 memiliki persentase
41,67% sehingga pada siklus I harus dilanjutkan untuk ke siklus II
dan pada siklus II persentase keberhasilan peserta didik menjadi
86,11%. Hasil siklus siklus II menunjukkan terjadinya peningkatan
pada angka 86,11% rentang ketuntasan peserta didik menjadi
63,89% dengan selisih rentang 44, 44%. Karena selisih peningkatan
naik 2 kali dari selisih semula maka siklus penelitian dihentikan.

9. Simpulan dan Saran


Pembelajaran kimia dengan menerapkan model Problem Based
Learning pada pokok bahasan kesetimbangan kimia dapat
meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 1
Tanjungpinang dengan nilai silkus I 41, 65% dan siklus II 86,11%.

a. Saran
Penerapan model Problem Based Learning untuk penelitian yang
akan datang dapat divariasikan dengan media pembelajaran yang
menarik dan interaktif sehingga ketercapaian hasil belajar peserta didik
yang maksimal dapat tercapai dengan baik.

64
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan

Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), mempunyai arti yang


sangat penting bagi penulis. PPL merupakan tahap awal dalam proses
pembentukan profesi keguruan yang langsung dapat diterapkan di lapangan.
Melalui Praktik Pengalaman Lapangan, setiap mahasiswa diharapkan dapat
mengekspresikan ide-idenya dalam upaya meningkatkan kemampuannya dalam
praktik pembelajaran. Perlu diingat bahwa, seorang guru yang baik bukan hanya
dinilai dari jenjang pendidikan dan tingkat intelektualnya saja. Melainkan juga
hubungan interaksi yang dibina terhadap anak didiknya.
Dalam dunia pendidikan, tugas utama guru adalah membentuk
kepribadian yang luhur terhadap anak didiknya dan mampu mentransfer ilmu,
pengetahuan, dan wawasan yang dimilikinya. Jadi, dengan kata lain PPL
membantu mahasiswa untuk langsung terjun ke lapangan mempelajari hal ini
secara langsung. Sebab belum menjamin seorang guru yang pintar (pendidikan
tinggi) mampu mendidik dan mentransferkan ilmunya kepada anak didik, tetapi
guru yang peka terhadap lingkungan sosial, pandai berinteraksi, serta
memahami psikologi anak didiknyalah yang mampu mendidik dan mengejar
dengan baik. Peran serta guru di sekolah tidak hanya sebagai tenaga pengajar
namum juga mendidik siswa menjadi siswa yang berkarakter.

B. Saran

Saran-saran dalam penulisan laporan PPL berikut ini adalah sebagai berikut:

1. Sebaiknya untuk masa yang akan datang, persiapan untuk pelaksanaan PPL
perlu dimatangkan dan direncanakan (khususnya jurusan pendidikan
kimia).
2. Mahasiswa yang melaksanakan PPL harus dipersiapkan terlebih dahulu,
agar tidak terjadi kesulitan dalam melaksanakan praktik. Jika terdapat

65
mahasiswa yang bermasalah ketika melaksanakan PPL, maka secara tidak
langsung FKIP UMRAH akan mendapatkan penilaian yang kurang baik.
3. Untuk kedepannya, kerjasama antara Fakultas, DPL dan sekolah perlu
ditingkatkan agar terjalin hubungan yang baik.
4. Terjalinnya komunikasi yang baik dan berkelanjutan antara Fakultas dan
sekolah praktikan tentang perkembangan dan masalah yang dihadapi oleh
mahasiswa praktikan.Terjalinnya komunikasi yang baik dan berkelanjutan
antara fakultas, dinas pendidikan dan sekolah praktikan tentang
perkembangan dan masalah yang dihadapi oleh mahasiswa praktikan.
5. Kualitas pembekalan PPL bagi mahasiswa praktikan hendaknya lebih
ditingkatkan dalam berbagai hal guna membentuk praktikan yang siap
melaksanakan PPL di sekolah.
6. Pada saat pembekalan PPL diharapkan dari pihak pelaksanaan PPL
memberikan bimbingan tentang penyusunan laporan PPL.

66
DAFTAR PUTAKA

Pedoman Praktik Pengalaman Lapangan tahun 2017. Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Univerita Maritim Raja Ali Haji

Komalasari, K. (2010). Pembelajaran Kontekstual: Konsep dan Aplikasi. Refika


Aditama. BandunG.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung. Alfabeta

Sudarmo. U. (2014). Kimia untuk SMA/MA Kelas XI : Kelompok Peminatan dan


Ilmu Alam. Jakarta : Erlangga

Wasti, S., (2013). Hubungan Minat Belajar dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran
Tata Busana di Madrasah Aliyah Negeri 2 Padang

67
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN2 2
LAMPIRAN
LAMPIRAN 3

KARTU KEGIATAN PRAKTIK MENGAJAR DAN PRAKTIK NON MENGAJAR


MAHASISWA FKIP
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI

Nama Mahasiswa : Aryadi


NIM : 140384204047
Program Studi : Pendidikan Kimia
Sekolah Praktikan : SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG

Hari & Paraf


No Tanggal Kegiatan PPL yang dilakukan Guru
Kegiatan Pamong
1 Senin/ Pengantaran mahasiswa PPL ke SMA Negeri 1 Tanjungpinang
7-8-2017 dan perkenalan dengan lingkungan sekolah
2 Selasa/ a. Melihat Guru pamong mengajar dan perkenalan di kelas XI
8-8-2017 MIPA 2
b. Melihat Guru pamong mengajar dan perkenalan di kelas XI
MIPA 1
c. Melihat Guru pamong mengajar dan perkenalan di kelas XII
MIPA 1
d. Melihat Guru pamong mengajar dan perkenalan di kelas XI
MIPA 3
e. Konsultasi pembuatan perangkat pembelajaran
3 Rabu/ a. Melihat Guru pamong mengajar di kelas XI MIPA 2
9-8-2017 b. Melihat Guru pamong mengajar dan perkenalan di kelas XII
MIPA 3
c. Melihat Guru pamong mengajar dan perkenalan di kelas XII
MIPA 2
d. Pembuatan perangkat pembelajaran
4 Kamis/ a. Melihat Guru pamong mengajar di kelas XI MIPA 1
10-8-2017 b. Pembuatan perangkat pembelajaran
c. Mengawas Pelajaran Sosiologi di kelas XII IPS 3
d. Mengawas Pelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI MIPA 3
5 Jumat / a. Kegiatan rohis
10-8-2017 b. Melihat Guru pamong mengajar di kelas XI MIPA 3
c. Pembuatan perangkat pembelajaran
6 Sabtu/ 11- a. Kegiatan senam pagi
8-2017 b. Pembuatan perangkat pembelajaran
c. Berkunjung ke Perpustakaan
d. Berkunjung dan berkonsultasi dengan Guru BK
7 Senin/ 14- a. Pembuatan dan konsultasi dengan guru pamong terkait
8-2017 perangkat pembelajaran
b. Melihat guru pamong mengajar di XII MIPA 2
c. Menjadi Guru Piket
8 Selasa/ 15- a. Melihat guru pamong mengajar di XI MIPA 1
8-2017 b. Melihat guru pamong mengajar di XI MIPA 2
c. Melihat guru pamong mengajar di XI MIPA 3
d. Pembuatan perangkat pembelajaran
9 Rabu/ 16- a. Melihat guru pamong mengajar di XI MIPA 2
8-17 b. Pembuatan perangkat pembelajaran
10 Kamis/ 17- a. Mengikuti Upacara HUT RI
8-17 b. Menyaksikan penampilan drumband SMAN 1
Tanjungpinang
11 Jumat/ a. Kegiatan perayaan HUT RI ke 72
18-8-2017 b. Perayaan HUT SMANSA ke 61
c. Mengikuti lomba yang diadakan oleh osis
12 Sabtu/ 19- a. Kegiatan senam pagi
8-2017
13 Senin/ 21- a. Konsultasi dengan guru pamong terkait perangkat
8-2017 pembelajaran
b. Melihat guru pamong mengajar di XII MIPA 2
c. Membantu jaga perpustakaan
14 Selasa/ 22- a. Melihat guru pamong mengajar di XI MIPA 1
8-2017 b. Melihat guru pamong mengajar di XI MIPA 2
c. Melihat guru pamong mengajar di XI MIPA 3
15 Rabu/23-8- a. Melihat guru pamong mengajar di XI MIPA 2
2017 b. Memeriksa ulangan siswa
c. Mengikuti guru pamong melakaukan PTK di kelas X MIPA
5
d. Mengikuti kegiatan Futsal SMANSACUP
16 Kamis/24- a. Melihat guru pamong mengajar di XI MIPA 1
8-2017 b. Memeriksa ulangan siswa
17 Jumat/25- a. Kegiatan rohis sekolah
8-2017 b. Melihat guru pamong mengajar di XI MIPA 3
c. Memeriksa ulangan siswa
d. Membantu pamong membuat alat peraga
18 Sabtu/26-8- a. Kegiatan senam pagi
2017 b. Mengikuti guru pamong melakaukan PTK di kelas X MIPA
5
19 Senin/28-8- a. Konsultasi dengan guru pamong terkait perangkat
2017 pembelajaran
b. Melihat guru pamong mengajar di XII MIPA 2
20 Selasa/29- a. Melihat guru pamong mengajar di XI MIPA 1
8-2017 b. Melihat guru pamong mengajar di XI MIPA 2
c. Melihat guru pamong mengajar di XI MIPA 3
21 Rabu/30-8- a. Melihat guru pamong mengajar di XI MIPA 2
2017 b. Mengikuti guru pamong melakaukan PTK di kelas X MIPA
5
22 Kamis/31- a. Melihat guru pamong mengajar di XI MIPA 1
8-2017 b. Memeriksa tugas siswa
23 Jumat/1-9- Libur Hari raya Idul Adha
2017
24 Sabtu/2-9- a. Kegiatan senam pagi
2017
25 Senin/4-9- a. Kegiatan penyembelihan hewan Qurban
2017 b. Makan bersama di Aula
26 Selasa/5-9- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 bab termokimia
17 b. Mengajar di kelas XI MIPA 1 bab termokimia
c. Mengajar di kelas XI MIPA 3 bab termokimia
d. Memeriksa tugas siswa
27 Rabu/6-9- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 bab termokimia
17 b. Memeriksa tugas siswa
28 Kamis/7-9- a. Mengajar di kelas XI MIPA 1 Bab Termokimia
2017 b. Memeriksa tugas siswa
29 Jumat/8-9- a. Mengajar di kelas XI MIPA 3 Bab Termokimia
17 b. Memeriksa tugas siswa
c. Kegiatan silang budaya dengan SMK Kelantan Malaysia
30 Sabtu/9-9- a. Kegiatan senam pagi
17
31 Senin/11-9- a. Memeriksa tugas siswa
17 b. Mempersiapkan perangkat pembelajaran
c. Menjadi Guru Piket
32 Selasa/12- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 bab termokimia
9-17 b. Mengajar di kelas XI MIPA 1 bab termokimia
c. Mengajar di kelas XI MIPA 3 bab termokimia
d. Memeriksa tugas siswa
33 Rabu/13-9- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 bab termokimia
17 b. Memeriksa tugas siswa
34 Kamis/14- a. Mengajar di kelas XI MIPA 1 Bab Termokimia
9-17 b. Memeriksa tugas siswa
35 Jumat/15- a. Mengajar di kelas XI MIPA 3 Bab Termokimia
9-17 b. Memeriksa tugas siswa
36 Sabtu/16-9- a. Kegiatan senam pagi
17
37 Senin/18-9- a. Membuat persiapan perangkat
17 b. Memeriksa tugas siswa
c. Menjadi Guru Piket
38 Selasa/19- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 bab termokimia
9-17 b. Mengajar di kelas XI MIPA 1 bab termokimia
c. Mengajar di kelas XI MIPA 3 bab termokimia
d. Memeriksa tugas siswa
39 Rabu/20-9- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 bab termokimia
17 b. Memeriksa tugas siswa
40 Kamis/21- a. Mengajar di kelas XI MIPA 1 Bab Termokimia
9-17 Memeriksa tugas siswa
41 Jumat/22- a. Mengajar di kelas XI MIPA 3 Bab Termokimia
9-17 b. Memeriksa tugas siswa
42 Sabtu/23-9- a. Kegiatan senam pagi
2017 b. Membantu guru BK dalam kegiatan pemeriksaan siswa
42 Senin/25-9- a. Membuat persiapan perangkat
17 b. Memeriksa tugas siswa
c. Menjadi Guru Piket
43 Selasa/26- a.Mengajar di kelas XI MIPA 2 bab termokimia
9-17 b.Mengajar di kelas XI MIPA 1 bab termokimia
c.Mengajar di kelas XI MIPA 3 bab termokimia
d.Memeriksa tugas siswa
44 Rabu/27-9- a.Mengajar di kelas XI MIPA 2 bab termokimia
17 b.Memeriksa tugas siswa
45 Kamis/29- a.Mengajar di kelas XI MIPA 1 Bab Termokimia
9-17 b.Memeriksa tugas siswa
46 Jumat/29- a.PeringatanTahun Baru Hijriyyah
9-17 b.Perayaan Ulang Tahun Kepala Sekolah SMA Negeri 1
Tanjungpinang
c. Makan bersama majelis guru
d. Pembukaan Penerimaan Tamu Ambalan 2017
47 Sabtu/30-9- a. Mendampingi siswa kemah PTA
17
48 Minggu/1- a. Mendampingi sisiwa kemah PTA
10-17 b. Penutupan Penerimaan Tamu Ambalan 2017
49 Senin/2-10- a. Upacara kesaktian Pancasila
17 b. Membantu guru pamong persiapan supervisi pengawas
c. Menjadi Guru Piket
49 Selasa/3- Izin dikarenakan Sakit
10-17
50 Rabu/4-10- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 bab termokimia
17 b. Memeriksa tugas siswa
51 Kamis/5- a. Mengajar di kelas XI MIPA 1 Bab Termokimia
10-17 b. Mendampingi siswa lomba CCK 2017
52 Jumat/6- a. Kegiatan rutin ROHIS
10-17 b. Mengajar di kelas XI MIPA 3
c. Memasukkan nilai siswa
d. Memeriksa tugas siswa
53 Sabtu/7-10- a. Memasukkan nilai siswa
17 b. Mengajar kimia peminatan di kelas XI IPS 1 menggantikan
guru yang tidak hadir
54 Senin/9-10- a. Memasukkan nilai siswa
17 b. Persiapan ulangan harian Termokimia
c. Menjadi Guru Piket
d. Mengajar kimia peminatan di kelas XI IPS 3 menggantikan
guru yang tidak hadir
55 Selasa/10- a. Latihan soal di kelas XI MIPA 2 Bab Termokimia
10-17 b. Ulangan harian di kelas XI MIPA 1 Bab Termokimia
c. Ulangan harian di kelas XI MIPA 3 Bab Termokimia
56 Rabu/11- a. Ulangan harian di kelas XI MIPA 2 Bab Termokimia
10-17 b. Memeriksa ulangan siswa
51 Kamis/12- a. Memberi latihan soal di kelas XI MIPA 1
10-17 b. Memeriksa ulangan siswa
52 Jumat/13- a. Memeriksa ulangan siswa
10-17 b. Memberi latihan soal di kelas XI MIPA 3
53 Sabtu/14- a. Memasukkan nilai siswa
10-17
54 Senin/16- a. Mempersiapkan perangkat laju reaksi
10-17 b. Memeriksa tugas siswa
c. Menjadi Guru Piket
55 Selasa/17- a. Upacara peringatan kota otonom
10-17 b. Mengajar di kelas XI MIPA 2 Bab Laju Reaksi
c. Mengajar di kelas XI MIPA 1 Bab Laju Reaksi
d. Mengajar di kelas XI MIPA 1 Bab Laju Reaksi
56 Rabu/18- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 Bab Laju Reaksi
10-17 b. Memeriksa tugas siswa
57 Kamis/19- a. Mengajar di kelas XI MIPA 1 Bab Laju Reaksi
10-17 b. Memeriksa tugas siswa
58 Jumat/20- a. Kegiatan ROHIS sholat Dhuha
10-17 b. Mengajar di kelas XI MIPA 1 Bab Laju Reaksi
c. Memeriksa tugas siswa
d. Membantu guru pamong ikut lomba
59 Sabtu/21- a. Kegiatan senam pagi
10-17 b. Mengajar kimia peminatan di kelas XI IPS 1 menggantikan
guru yang tidak hadir
c. Undangan pernikahan
d. Menonton perlombaan SMANSA CUP
60 Senin//23- a. Memeriksa tugas siswa
10-17 b. Memasukkan nilai siswa
61 Selasa/24- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 Bab Laju Reaksi
10-17 b. Mengajar di kelas XI MIPA 1 Bab Laju Reaksi
c. Mengajar di kelas XI MIPA 3 Bab Laju Reaksi
62 Rabu/25- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 Bab Laju Reaksi
10-17 b. Memeriksa tugas siswa
c. Memasukkan nilai
63 Kamis/26- Mengajar di kelas XI MIPA 1 Bab Laju Reaksi
10-17
64 Jumat/27- a. Kegiatan yasinan di kelas
10-17 b. Mengajar di kelas XI MIPA 3 Bab Laju Reaksi
65 Sabtu/28- a. Upacara Sumpah Pemuda
10-17 b. Membuat percobaan untuk mengajar kesetimbangan kimia
66 Senin/30- a. Upacara bendera
10-17 b. Pembagian hadiah juara SMANSA CUP FUTSAL
c. Menjadi Guru Piket
67 Selasa/31- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 Bab Laju Reaksi
10-17 b. Mengajar di kelas XI MIPA 1 Bab Laju Reaksi
c. Mengajar di kelas XI MIPA 3 Bab Laju Reaksi
68 Rabu/1-11- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 Bab Laju Reaksi
17 b. Memeriksa tugas siswa
c. Rapat wali murid kelas XII
69 Kamis/2- a. Mengajar di kelas XI MIPA 1
11-17 b. Mengawas di kelas XII MIPA 1 Kimia Unsur
70 Jumat/3- a. Kegiatan yasinan di kelas
11-17 b. Mengajar di kelas XI MIPA 3 Bab Laju Reaksi
c. Memeriksa tugas siswa
71 Sabtu/4-11- a. Sosialisasi BANTAK
17
72 Senin/6-11- a. Upacara bendera
17 b. Mempersiapkan soal ulangan laju reaksi
c. Menjadi guru piket
73 Selasa/7- a. Memberikan latihan soal di kelas XI MIPA 2
11-17 b. Memberikan Ulangan harian di kelas XI MIPA 1
c. Memberikan Ulangan harian di kelas XI MIPA 3
74 Rabu./8- a. Memberikan Ulangan harian di kelas XI MIPA 2
11-17 b. Memeriksa ulangan siswa
75 Kamis/9- a. Memberikan latihan soal di kelas XI MIPA 2
11-17 b. Memeriksa ulangan siswa
76 Jumat/10- a. Upacara Hari Pahlawan Nasional
11-17 b. Menyaksikan pertunjukkan Teater
c. Memasukkan nilai siswa
77 Sabtu/11- a. Kegiatan Gotong royong
11-17
78 Senin/13- a. Upacara bendera
11-17 b. Menjadi guru piket
c. Mempersiapkan perangkat pembelajaran kesetimbangan
kimia
79 Selasa/14- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 Bab Kesetimbangan Kimia
11-17
80 Rabu/15- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 Bab Kesetimbangan Kimia
11-17 b. Memeriksa tugas siswa
81 Kamis/16- a. Membantu guru pamong dalam membuat soal UAS kelas
11-17 XI
b. Memeriksa tugas siswa
82 Jumat/17- a. Memeriksa tugas siswa
10-17 b. Memasukkan nilai siswa
83 Sabtu/18- a. Menjadi guru piket
11-17 b. Memeriksa tugas siswa
c. Melihat BAZAR SMANSA di Gedung daerah
84 Minggu/19- Mendampingi siswa dalam kegiatan pramuka pemilihan
11-17 dewan amabalan
85 Senin/20- a. Memeriksa tugas siswa
11-17 b. Memasukkan nilai siswa
86 Selasa/21- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 Bab Kesetimbangan Kimia
11-17
87 Rabu/22- a. Mengajar di kelas XI MIPA 2 Bab Laju Reaksi
11-17 b. Memeriksa tugas siswa
c. Perpisahan mahasiswa PPL SMAN 1

88 Kamis/23- a. Memeriksa tugas siswa


11-17
89 Jumat/24- a. Kegiatan Rohis
11-17 b. Mengajar di kelas XI MIPA 3 Bab Laju Reaksi
c. Memeriksa tugas siswa
d. Memasukkan nilai siswa
e. Mengunjungi bazar SMANSA di Pamedan
f. Persiapan UH Bab Kesetimbangan kimia
90 Sabtu/25- Peringatan HUT PGRI di Gedung Daerah dan Jalan santai
11-17
91 Senin/27- Izin
11-17
92 Selasa/28- Izin
11-17
93 Rabu/29- Izin
11-17
94 Kamis/30- Izin
11-17
95 Jumat/1- Libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
12-17
96 Sabtu/2-12- Izin
17
97 04-14 Penyusunan Laporan PPL
November
2017

Mengetahui,
Guru Pamong Mahasiswa Praktikan

M.Tohir Karjono, S.Pd., M.Pd. Aryadi


NIP. 19710717 199512 1 001 NIM. 140384204047
LAMPIRAN 4

KARTU KONSULTASI/BIMBINGAN PRAKTIK MENGAJAR DAN PRAKTIK


NON MENGAJAR MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI
HAJI TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU

Nama Mahasiswa : Aryadi


NIM : 140384204047
Program Studi : PENDIDIKAN KIMIA
Sekolah Praktikan : SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG

Hari & Tgl Paraf


No Masalah yang Dikonsultasikan
Kegiatan Guru/Dosen
1 Selasa/8-8- Konsultasi pembuatan Rincian minggu efektif
2017
2 Kamis/10-8- Konsultasi pembuatan program tahunan dan program
2017 semester
3 Senin/ 14-8- Konsultasi pembuatan KKM
2017
4 Rabu//16-8- Konsultasi pembuatan analisis keterkaitan KI dan KD
2017
5 Senin/21-8- Konsultasi pembuatan RPP Hidrokarbon
2017
6 Kamis/24-8- Konsultasi pembuatan RPP Minyak bumi
2017
7 Senin/28-8- Konsultasi pembuatan RPP Termokimia
2017
8 Rabu/30-8- Konsultasi mengajar
2017

KEPALA SEKOLAH DOSEN PEMBIMBING GURU PAMONG

Dr. Imam Syafii, S.Pd, M.Si Fitriah Khoirunnisa, M.Ed. M. Tohir Karjono, M.Pd.
NIP. 19660929 199002 1002 NIP. 198907302015042005 NIP. 19710717 199512 1 001
KARTU KONSULTASI/BIMBINGAN PRAKTIK MENGAJAR DAN PRAKTIK
NON MENGAJAR MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI
HAJI TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU

Nama Mahasiswa : Aryadi


NIM : 140384204047
Program Studi : Pendidikan Kimia
Sekolah Praktikan : SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG

Hari & Tgl Paraf


No Masalah yang Dikonsultasikan
Kegiatan Guru/Dosen
1 Senin/4-9- Konsultasi mengajar dan pemeriksaan ulangan siswa
2017
2 Kamis/7-9- Konsultasi penilaian LKS siswa
2017
3 Rabu/20-9- Konsultasi mengajar
2017
4 Jumat/22-9- Konsultasi pembuatan RPP Laju reaksi
2017

KEPALA SEKOLAH DOSEN PEMBIMBING GURU PAMONG

Dr. Imam Syafii, S.Pd, M.Si Fitriah Khoirunnisa, M.Ed. M. Tohir Karjono, M.Pd.
NIP. 19660929 199002 1002 NIP. 198907302015042005 NIP. 19710717 199512 1 001
KARTU KONSULTASI/BIMBINGAN PRAKTIK MENGAJAR DAN PRAKTIK
NON MENGAJAR MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI
HAJI TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU

Nama Mahasiswa : Aryadi


NIM : 140384204047
Program Studi : Pendidikan Kimia
Sekolah Praktikan : SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG

Hari & Tgl Paraf


No Masalah yang Dikonsultasikan
Kegiatan Guru/Dosen
1 Kamis/5-10- Konsultasi mengajar dan kegiatan praktikum laju reaksi
2017
2 Jumat/13-10- Konsultasi LKS siswa
2017
3 Selasa/17-10- Konsultasi mengajar
2017
4 Rabu/25-10- Konsultasi pembuatan RPP Kesetimbangan kimia
2017
5 Senin/30-10- Konsultasi mengajar
2017

KEPALA SEKOLAH DOSEN PEMBIMBING GURU PAMONG

Dr. Imam Syafii, S.Pd, M.Si Fitriah Khoirunnisa, M.Ed. M. Tohir Karjono, M.Pd.
NIP. 19660929 199002 1002 NIP. 198907302015042005 NIP. 19710717 199512 1 001
KARTU KONSULTASI/BIMBINGAN PRAKTIK MENGAJAR DAN PRAKTIK
NON MENGAJAR MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI
HAJI TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU

Nama Mahasiswa : Aryadi


NIM : 140384204047
Program Studi : Pendidikan Kimia
Sekolah Praktikan : SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG

Hari & Tgl Paraf


No Masalah yang Dikonsultasikan
Kegiatan Guru/Dosen
1 Sabtu/4-11- Konsultasi mengajar dan pemeriksaan ulangan siswa
2017
2 Selasa/7-11- Konsultasi penilaian Ulangan dan LKS siswa
2017
3 Rabu/8-11- Konsultasi mengajar dan Praktikum bab kesetimbangan
2017 kimia
4 Kamis/16-11- Konsultasi perangkat dan persiapan ujian PPL
2017
5 Senin/20-11- Konsultasi mengajar
2017

KEPALA SEKOLAH DOSEN PEMBIMBING GURU PAMONG

Dr. Imam Syafii, S.Pd, M.Si Fitriah Khoirunnisa, M.Ed. M. Tohir Karjono, M.Pd.
NIP. 19660929 199002 1002 NIP. 198907302015042005 NIP. 19710717 199512 1 001
LAMPIRAN 5

KARTU SUPERVISI GURU PAMONG TERHADAP PENAMPILAN


MAHASISWA PPL DI DEPAN KELAS

Nama Mahasiswa : Aryadi


NIM : 140384204047

ASPEK KETERAMPILAN MENGAJAR


NO MAHASISWA SARAN PERBAIKAN
YANG MASIH LEMAH
1 Suara masih belum terdengar jelas dibelakang
2

Tanjungpinang, 5 September 2017


Guru Pamong,

M. Tohir Karjono, M.Pd


NIP. 19710717 199512 1 001
KARTU SUPERVISI GURU PAMONG TERHADAP PENAMPILAN
MAHASISWA PPL DI DEPAN KELAS

Nama Mahasiswa : Aryadi


NIM : 140384204047

ASPEK KETERAMPILAN MENGAJAR


NO MAHASISWA SARAN PERBAIKAN
YANG MASIH LEMAH
1
2
3

Tanjungpinang, 28 November 2017


Guru Pamong,

M. Tohir Karjono, M.Pd


NIP. 19710717 199512 1 001
LAMPIRAN 6

PROGRAM KEGIATAN PPL MAHASISWA FKIP UMRAH


TANJUNGPINANG - KEPULAUAN RIAU TAHUN AKADEMIK
2017/2018 SEMESTER 7
DI SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG

Bulan/Minggu ke

N
Uraian Kegiatan
o AGUSTUS NOVEMBER DESEMBER
SEPTEMBER OKTOBER
2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2
Penyerahan
mahasiswa ke sekolah
1
oleh dosen
pembimbing
2 Observasi awal
3 Penentuan guru
pamong
Observasi cara
4 mengajar guru
pamong
Bimbingan membuat
5
rencana pembelajaran
6 Membuat RP tanpa
bimbingan
7 Praktik di kelas
dengan bimbingan
8 Praktik di kelas tanpa
bimbingan
Praktik di kelas
9 dinilai oleh guru
pamong
10 Ujian praktik
11 Upacara bendera
12 Latihan pramuka
13 Kemah pramuka
14 Membimbing siswa
15 Mengerjakan
administrasi sekolah
16 Menjadi guru piket
17 Pemotongan Hewan
qurban
18 Peringatan tahun baru
hijriah
Mengelola BK
19

20 Mengelola
perpustakaan
21 Penilaian kepribadian
dan sosial
22 Acara Perpisahan
PPL
23 Penyelesaian
adminsitrasi di
sekolah
Acara penjemputan
24 praktikan oleh dosen
pembimbing
25 Kembali ke kampus

Tanjungpinang, 3 Desember 2017


Guru Pamong Mahasiswa Praktikan

M.Tohir Karjono, M.Pd. Aryadi


NIP. 19710717 199512 1 001 NIM. 140384204047

Mengetahui,

Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpinang

Dr.Imam Syafii, S.Pd,M.Si


NIP. 19660929 199002 1 002
LAMPIRAN 7

LEMBAR OBSERVASI PENGENALAN SEKOLAH

Nama Mahasiswa : Aryadi

NIM : 140384204047

JURUSAN : Pendidikan Kimia

HASIL PENGAMATAN/WAWANCARA/DOKUMENTASI:
A. Institusi Pasangan:

1) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota: TANJUNGPINANG

2) Nama Kadisdikbud: Drs.Huzaifa Dadang A.G,M.Si.

3) HP/E-mail : -

4) Alamat Kantor: Jln. Soekarno Hatta No. 1 Tanjungpinang Kepulauan Riau

5) Telp/Fax/E-mail: 0771-27171/0771-25171

B. Personil Sekolah Praktikan:

1) Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Tanjungpinang

2) Alamat Sekolah : Jln. Dr Sutomo Tanjungpinang

3) Kecamatan : Tanjungpinang Barat

4) Telp/Fax/E-mail: (0771)21216

5) Jarak sekolah dengan pusat kota/kantor Dikbud ± 1 km

6) Transportasi yang ada dan Tarif/ongkos : Angkutan Umum/ ± Rp. 5000,-

7) Nama Kepala Sekolah : Dr. Imam Syafii,S.Pd,M.Si

8) Telp/HP/E-mail : (0771)443517/08127784629/syafii_asikin@yahoo.com

9) Guru yang bisa dihubungi selain kepala sekolah:

10) Nama: M.Tohir Karjono, M.Pd.


11) HP: 0812-7757-005

12) Nama: Nur Aisyah, S.Pd.

13) HP: 0852-7292-3874

C. Keadaan Fisik Sekolah:

1) Luas tanah : 16.030 m2

2) Jumlah Ruang Kelas : 28 ruang kelas

3) Ukuran Ruang Kelas : 72 m2

4) Bangungan Lain yang ada:

a. Mushala, Luasnya : 268,95 m2

b. Ruang Serba Guna, Luasnya : 460 m2

c. Laboratorium SMA Negeri 1 Tanjungpinang, yang terdiri dari :

1) Laboratorium Kimia : Luasnya 150 m2

2) Laboratorium Fisika : Luasnya 101,7 m 2

3) Laboratorium Bilogi : Luasnya 101,7 m2

4) Laboratorium Bahasa : Luasnya 112,64 m2

5) Laboratorium IPS : Luasnya 40 m2

6) Laboratorium Komputer : Luasnya 100 m2

d. Kantin sekolah yang berjumlah 8, Luasnya : 12 m2/Kantin

e. Pos satpam , Luasnya : 4 m2

f. Ruang dapur sekolah , Luasnya : 15 m2

g. Koperasi sekolah, luasnya: 24 m2

5) Lapangan Olah Raga (jenis, ukuran)

a. Lapangan Basket : 420 m2

b. Lapangan Volley : 162 m2


c. Lapangan Takraw : 81,74 m2

D. Keadaan Lingkungan Sekolah:

1) Jenis bangunan yang mengelilingi sekolah:

SMA Negeri 1 Tanjungpinang dikelilingi oleh pagar tembok batas sekolah.

Jenis bangunan yang mengelilingi SMA Negeri 1 Tanjungpinang adalah bangunan

laboratorium (Biologi, Kimia, Fisika, Komputer dan Bahasa), majelis Guru, kantor

tata usaha, mushala sekolah, ruang musik, aula pertemuan, gudang dan kantin

sekolah. SMA Negeri 1 Tanjungpinang juga dikelilingi oleh rumah-rumah warga

yang tinggal di kelurahan Bukit Cermin. Letak SMA Negeri 1 Tanjungpinang

cukup strategis karena berdekatan dengan jalan raya dan lokasinya berdekatan

dengan SMP Negeri 3 dan SMA Negeri 3 Tanjungpinang.

2) Kondisi Lingkungan Sekolah:

Lingkungan SMA Negeri 1 Tanjungpinang sangat asri dan sejuk serta

sangat hijau, bersih dan dilengkapi pula fasilitas yang sangat mendukung proses

belajar mengajar. Selain itu lingkungan nya juga sangat indah dihiasi berbagai

pohonan dan bunga yang menambah keasrian sekolah ini. Kebiasaan yang ada di

sekolah ini salah satunya adalah adanya gotong royong untuk membersihkan

lingkungan kelas, serta apabila siswa melanggar peraturan guru piket memberi

tugas kepada siswa yang melanggar peraturan untuk membersihkan lingkungan,

misalnya memungut sampah, menyapu, menyiram bunga, dll. Karena dilengkapi

dengan dengan fasilitas yang cukup memadai dan lingkungan sekolah yang hijau,

SMA Negeri 1 Tanjungpinang dinobatkan menjadi Sekolah Adiwiyata dan Sekolah

Sehat. Ini dibuktikkan dengan beberapa prestasi yang telah dicapai baik di tingkat

provinsi maupun nasional.


E. Fasilitas Sekolah

Kondisi Bangunan
Jumlah Ukuran
No. Jenis Sarana (Ruang) dan Ruang
2
Ruang (m )
B RR RS RB

1 Ruang Kelas / Teori 26 72 


2 Laboratorium Biologi 1 101,7 
3 Laboratorium Fisika 1 101,7 
4 Laboratorium Kimia 1 150 
5 Laboratorium IPS 1 40 
6 Laboratorium Bahasa 1 112,4 
7 Laboratorium Komputer 1 100 

8 Ruang Perpustakaan 1 154 


Multimedia

9 Ruang Serba Guna (Aula) 1 460 


10 Ruang UKS 1 38,7 
11 Ruang Kesenian 1 48 
12 Ruang Guru 1 125,46 
13 Ruang Kepala Sekolah 1 24 
14 Ruang Tata Usaha 1 89 
15 Tempat Ibadah (Mushala) 1 268,95 
16 Ruang Bimbingan Konseling 1 38,7 
17 Ruang Pengolahan Pupuk 1 20 
Kompos

18 Ruang Organisasi Kesiswaan 1 28,16 


19 Toilet Siswa Perempuan 7 3,74 
20 Toilet Siswa Laki-Laki 10 3,74 
21 Toilet Guru dan TU 3 3 
22 Gudang 1 42 
23 Ruang Sirkulasi 2 30 
24 Tempat bermain/olahraga 1 900 
25 Ruang Pramuka 1 36 
Kondisi Bangunan dan
Jumlah Ukuran
No. Jenis Sarana (Ruang) Ruang
2
Ruang (m )
B RR RS RB

26 Ruang TRRC 1 72 
27 Ruang rapat/diskusi 1 56 
28 Kantin 8 12 
29 Galeri 7 90 
30 Ruang 3R 1 15 
31 Ruang Server 1 40 
32 Rumah Penjaga Sekolah 2 36 
33 Ruang Piket 1 15 
34 Pos Satpam 1 4 
35 Green House 1 30 
36 Ruang Waka Kurikulum 1 40 
37 Ruang Waka Kesiswaan 1 40 
38 Koperasi Sekolah 1 24 
39 Dapur Sekolah 1 15 
Keterangan :
B : Baik RR : Rusak Ringan RS : Rusak Sedang RB : Rusak Berat

F. Penggunaan Sekolah

1. Jumlah sekolah yang menggunakan bangunan ini : 1 Sekolah

2. Jumlah “Shift” tiap hari : 1 (Pagi – Siang)

G. Guru dan Siswa

1. Jumlah Guru Mata Pelajaran

Jumlah Guru Kesesuaian dengan Latar


No. Mata Pelajaran
PerMata Pelajaran Belakang Pendidikan

1. Pendidikan Agama :

a. Islam 3 Sesuai

b. Kristen Protestan 1 Sesuai

c. Kristen Katholik 1 Sesuai

d. Budha 1 Sesuai

2. Pendidikan Kewarganegaraan 3 Sesuai

3. Bahasa Indonesia 4 Sesuai

4. Bahasa Inggris 4 Sesuai

5. Sejarah 3 Sesuai

6. Matematika 6 Sesuai

7. IPA :

a. Biologi 3 Sesuai

b. Kimia 4 Sesuai

c. Fisika 3 Sesuai
8. IPS :

a. Ekonomi/Akutansi 2 Sesuai

b. Sosiologi 3 Sesuai

Jumlah Guru Kesesuaian dengan


No. Mata Pelajaran
PerMata Pelajaran LatarBelakang Pendidikan

c. Geografi 2 Sesuai

9. Seni Budaya 2 Sesuai

10. Pendidikan Jasmani Kesehatan 3 Sesuai

11. Prakarya & Kewirausahaan 3 Tidak Sesuai

12. TIK 1 Sesuai

13. Bimbingan Konseling 2 Sesuai

14. Pustakawati 1 Tidak Sesuai

15. Laboran 1 Tidak Sesuai

JUMLAH 56

2. Jumlah Guru seluruhnya : 56 orang

a. Guru Laki-Laki : 15 orang

b. Guru Perempuan : 41 orang

3. Jumlah Kelas : 26 ruang kelas

4. Jumlah Siswa Perkelas : 30-40 orang

5. Jumlah Siswa Seluruhnya : 1065 orang

H. Interaksi Sosial

1. Hubungan Guru – Guru

Hubungan yang terjalin antara satu guru dengan guru yang lain sangat baik

sekali. Guru-guru saling bekerja sama dalam memajukan dan meningkatkan


mutu pendidikan di SMA Negeri 1 dalam hal mendidik dan mengajar para siswa.

Guruguru di SMA Negeri 1 Tanjungpinang juga sangat kompak dan sangat cepat

tanggap menangani siswa-siswa di SMA Negeri 1. Setiap perbedaan yang ada

pada masingmasing guru menjadikan beragam pendapat yang selalu dapat

disatukan dalam musyawarah bersama, sehingga perbedaan diantara guru-guru

tidak terlihat dan guruguru terlihat kompak.

2. Hubungan Guru – Siswa

Hubungan antara guru dengan siswa juga sangat baik. Hubungan yang

terjadi tidak hanya interaksi antara pengajar dan anak didik, melainkan seperti

hubungan keluarga. Guru benar-benar menempatkan diri untuk menjadi orang

tua di sekolah dan menganggap siswa seperti anak sendiri. Interaksi yang terlihat

sangat hangat dan akrab di antara guru-siswa, dan tidak terlihat canggung.

Meskipun begitu setiap siswa menaruh rasa hormat terhadap guru-guru di SMA

Negeri 1 Tanjungpinang.

3. Hubungan Siswa – Siswa

Hubungan antara sesama siswa terlihat sangat baik, meskipun tak jarang

mengalami perbedaan pendapat dan berselisih paham. Namun semua itu dapat

diselesaikan secara damai dan tidak berujung ke perkelahian yang serius. Siswa-

siswa mampu menahan ego masing-masing sehingga tidak pernah ada masalah

yang begitu besar. Bahkan sebagian siswa hubungannya sudah seperti keluarga

dan terlihat saling mendukung satu sama lain.

4. Hubungan Guru-Pegawai Tata Usaha

Hubungan guru dengan pegawai tata usaha terjalin sangat baik pula. Tidak tampak

adanya perbedaan diantara mereka. Antara guru dan pegawai tata usaha saling bekerja

sama untuk menjadikan SMA N 1 Tanjungpinang sebagai salah satu sekolah terbaik di
kota Tanjungpinang. Pegawai tata usaha juga selalu cepat tanggap mengenai hal-hal

yang berkaitan dengan administrasi guru-guru. Guru dan tata usaha juga selalu kompak

dalam hal apapun, sehingga hubungan yang terlihat sangat akrab dan kompak dalam

melaksanakan kegiatan apapun.

I. Tata Tertib

1. Tata Tertib untuk Siswa

PERATURAN DAN TATA TERTIB SISWA

SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG

Bahwa sesungguhnya setiap warga Negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan

dan pengajaran seperti yang tercantum dalam pasal 31 UUD 1945. Sekolah Menengah

Atas adalah salah-satu wadah pendidikan mempersiapkan bekal pengetahuan,

ketrampilan dan Karakter Peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang

Perguruan Tinggi ataupun terjun ke masyarakat.

Agar Peserta didik tidak mengalami kegagalan dalam menempuh pendidikan

khususnya di SMA Negeri 1 Tanjungpinang, maka peserta didik perlu mengikuti dan

mentaati tata tertib Sekolah dengan harapan peserta didik dapat menyelesaikan

pendidikan pada sekolah ini tepat pada waktunya dan dapat meneruskan pendidikannya

hingga tercapai apa yang menjadi cita-citanya , sesuai dengan harapan sekolah , orangtua

dan masyarakat.

BAB I

UPACARA

Pasal 1

Upacara Penaikan Bendera


1. Seluruh , Guru dan , Tata Usaha dan siswa SMA Negeri 1 Tanjungpinang wajib

mengikuti upacara Penaikan bendera setiap hari senin pagi yang dipimpin oleh Kepala

Sekolah/Guru yang ditunjuk sebagai Pembina Upacara.

2. Petugas Upacara terdiri dari Peserta didik secara bergiliran.

3. Pakaian Upacara adalah Pakain harian OSIS yang dilengkapi topi.

4. Susunan upacara diatur oleh sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam upacara

bendera.

5. Kerapian dan kelengkapan barisan dilapangan diatur oleh Waka Kesiswaan dibantu oleh

Pembina Osis, Guru Olahraga dan Wali Kelas .

Pasal 2

Upacara Hari Besar Nasional

1. Setiap siswa, guru dan Staf Tata Usaha wajib mengikuti Upacara Hari Besar Nasional

dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

2. Peserta Upacara agar mengikuti secara tertib dan teratur

3. Petugas upcara dilaksanakan oleh Pasus/Paskibra Sekolah dengan menggunakan pakaian

khusus.

BAB II

TUGAS DAN KEWAJIBAN SISWA

Pasal 1

Berangkat/Pulang dari/ke sekolah atau dari/ketempat lain

1. Sebelum berangkat ke sekolah atau ketempat lain siswa harus meminta izin terlebih

dahulu kepada orang tua /wali

2. Dalam perjalanan pulang siswa harus dapat menunjukkan sikap sebagai siswa yang

baik dengan mematuhi peraturan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat,

mematuhi peraturan lalu lintas.


3. Siswa yang mendapat tugas dari sekolah ketempat lain harus melaporkan kepada guru

piket dan memberitahukan kepada orang tua

4. Bertemu dengan guru, orang tua, TU, Kepala Sekolah atau orang yang lebih tua dijalan

atau dimana saja harus memberi hormat/memberi salam.

Pasal 2

Masuk Sekolah

1. Kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 07.15 WIB sampai dengan jam pelajaran terakhir

selesai seperti yang tercantum dalam jadwal pelajaran

2. Siswa harus berada disekolah 5 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai

3. Apabila berhalangan masuk sekolah, siswa harus memberitahukan kepada sekolah dengan

mengirimkan surat kepada wali kelas. Jika sakit lebih dari 2 hari harus melampirkan surat

keterangan dokter

4. Izin tidak dibenarkan melalui telepon

5. Izin keluar kota harus melalui Kepala Sekolah

6. Pada hari sabtu siswa diwajibkan mengikuti senam/Gotong royong/ Jalan santai.

Pasal 3

Kegiatan Belajar Mengajar

1. Setelah bel dibunyikan pada jam pertama siswa secara teratur masuk keruang kelas

masing-masing dengan berbaris terlebih dahulu didepan kelas.

2. Saat Memasuki ruangan siswa menyalami guru.

3. Pada waktu guru memasuki kelas pada jam pertama dengan dipimpin oleh ketua kelas,

para siswa harus berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masingmasing agar diberi

ketenangan hati menerima pelajaran dan memberi salam kepada guru.


4. Pada jam pelajaran terakhir sebelum pulang, siswa dengan dipimpin oleh ketua kelas siswa

berdoa kembali agar diberi keselamatan dalam perjalanan pulang kerumah masing-masing

dan diteruskan dengan penghormatan pada guru yang bertugas.

5. Penghormatan juga diberikan pada tamu yang mengunjungi sekolah/kelas dengan

menyapa dan memberi salam.

6. Setiap siswa berkewajiban menjaga ketenangan kelas

7. Siswa yang terlambat datang kesekolah/kelas harus melaporkan kepada guru piket

Pasal 4

Waktu Istirahat

1. Pada waktu istirahat siswa dilarang berada didalam ruangan kelas kecuali ada tugas yang

diberikan, sakit dan alasan lain yang dapat diterima

2. Pada waktu istirahat siswa harus dapat menggunakan dengan sebaik-baiknya diluar

kelas

3. Selama waktu istirahat siswa selalu berada dilingkungan sekolah

4. Pada saat istirahat kedua, siswa yang beragama Islam melaksanakan sholat zhuhur

berjamaah di Musholah Sekolah.

Pasal 5

Waktu Pulang

1. Peserta didik boleh pulang apabila jadwal pelajaran jam terakhir telah berakhir/selesai

dilaksanakan kecuali ada izin pulang sebelum waktunya karena sesuatu hal

(mendadak sakit, guru rapat,atau ditugaskan dari sekolah dengan mendapatkan izin

dari guru piket.

2. Pada waktu pulang, siswa harus langsung pulang kerumah


Pasal 6

Keamanan, Kebersihan, Keindahan dan Kekeluargaan

1. Setiap peserta didik bertanggung jawab terhadap keamanan, kebersihan, keindahan

kekeluargaan dalam kelas, halaman, gedung sekolah

2. Setiap kelas harus membentuk regu kerja / piket

3. Regu kerja bertanggung jawab melakasanakan, dan menjaga keamanan, keindahan dan

kebersihan kelas sesuai dengan tanggung jawabnya

4. Dilarang membawa senjata tajam, rokok, minuman keras dan segala sesuatu yang berbau

pornografi

5. Bagi peserta didik (Kelas XI dan XII ) yang membawa kendaraan bermotor roda dua,

agar melengkapi kendaraan dengan atribut yang standar , bagi yang telah berumur 17

tahun wajib miliki SIM.

6. Siswa tidak dibenarkan membawa mobil ke sekolah pada jam pelajaran. Khusus kelas X

tidak dibenarkan membawa sepeda motor ke sekolah.

7. Bagi siswa yang diantar orang tuanya menggunakan mobil agar diturunkan di jalan Dr.

Sutomo kecuali hari sedang dalam keadaan hujan.

8. Peserta Didik wajib memarkirkan sepeda motornya ditempat yang telah ditetapkan untuk

siswa atau tempat lain yang diperbolehkan

9. Siswa dilarang membawa Hanphone berkamera dan mengaktifkan Hp pada jam sekolah.

10. Siswa dilarang berkuku panjang, memakai anting/Gelang (Pria) dan perhiasan berlebihan

(wanita)

11. Siswa yang karena sesuatu hal akan meninggalkan sekolah/ keluar dari pekarangan

sekolah harus mendapatkan izin Guru Piket dan disampaikan pada petugas Keamanan.

12. Siswa putra tidak dibenarkan berambut panjang sampai (batasan tidak menyentuh kerah

baju)
13. Peserta didik tidak diperbolehkan keluar malam pada malam-malam hari belajar melebihi

pukul 22.00

14. Peserta didik tidak dibenarkan mengikuti kegiatan yang meresahkan masyarakat seperti

:geng motor, balapan motor dll.

Pasal 7

Pakaian

1. Setiap siswa diwajibkan berpakaian rapi, bersih, sopan serta baju harus dimasukkan

kedalam celana/rok (khusus baju OSIS dan Pramuka Pria ), memakai tali pinggang

berwarna hitam.

2. Baju harus dilengkapi perlengkapan sebagai berikut ( sesuai dengan peruntukanya ):

a. Logo/Lambang OSIS/ pin Merah putih

b. Logo/lambang SMA Negeri 1 Tanjungpinang

c. Lokasi SMA Negeri 1 Tanjungpinang

d. Papan nama siswa yang bersangkutan

e. Memakai dasi/Kacu

f. Kain songket khusus baju kurung melayu dan Peci Hitam

3. Celana dan Rok :

a. Celana panjang yang dikeluarkan oleh sekolah

b. Rok harus panjang, dan lapang

c. Model celana/rok harus sesuai dengan model yang dikeluarkan oleh sekolah.

4. Peserta didik diwajibkan memakai sepatu berwarna hitam kaos kaki putih, kecuali pakaian

Pramuka kaos kaki hitam.

5. Peserta didik memakai singlet warna putih


6. Peserta didik harus memakai pakaian sebagai berikut :

HARI PAKAIAN

Pakaian Osis Topi dan Dasi (Topi dipakai saat


SENIN
upacara)

SELASA Pakaian Osis Dan Dasi

Pakaian Batik Sekolah dengan Rok / Celana


RABU
Panjang warna putih

KAMIS Pakaian Pramuka lengkap dengan kacu dan

atributnya

Baju kurung sekolah lengkap dengan peci dan

JUM'AT kain songket (pria) dan Jilbab putih untuk wanita

muslim

SABTU Pakaian olahraga sekolah

7. Bagi siswa yang berjilbab, warna jilbab :

Putih : Senin, Selasa, Rabu,Jum’at, Sabtu

Coklat tua : Kamis

8. Warna manset sesuai dengan warna jilbabnya

Pasal 8

Keuangan

1. Uang komite harus dilunasi selambat-lambatnya pada tanggal 10 pada bulan yang

bersangkutan

2. Dana-dana lain yang sah dilunasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku

3. Dana-dana sosial yang sifatnya insidentil diatur dikelas masing-masing dibawah

koordinasi Waka kesiswaan.


4. Infaq jumat secara sukarela untuk biaya operasional Mushollah SMAN 1 Tanjungpinang

BAB III

HAK-HAK PESERTA DIDIK

1. Peserta Didik berhak menerima pelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku

2. Peserta didik berhak menerima bimbingan dan konseling dari Guru BK dan Walikelas

3. Peserta Didik berhak Berhak memakai fasilitas sekolah untuk kemajuan pendidikan

4. Peserta Didik berhak mengeluarkan pendapat yang bersifat membangun

5. Peserta Didik berhak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan disekolah

2. Tata Tertib untuk Guru dan Pegawai

TATA TERTIB GURU DAN PEGAWAI

SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG

1. Guru dan pegawai tunduk pada peraturan kepegawaian

2. Guru dan pegawai hadir paling lambat 5 (lima) menit sebelum KBM dimulai kecuali bagi

guru piket minimal hadir 15 menit sebelum pelajaran dimulai dan pulang paling cepat 5

(lima) menit setelah KBM berakhir.

3. Guru dan pegawai wajib mengikuti kegiatan upacara setiap hari Senin dan hari besar

lainnya, melaksanakan senam setiap Sabtu, kecuali sakit/ ada pekerjaan yang tidak dapat

ditinggalkan.

4. Guru dan pegawai wajib menjaga kerukunan dan memelihara suasana kerja yang kondusif,

menjaga tutur kata dan perilaku baik di dalam maupun di luar sekolah sehingga dapat

dijadikan panutan bagi siswa maupun rekan kerja.

5. Guru dan pegawai dilarang menggunakan kekerasan fisik (menampar, menendang,

memukul,dll) dan memberikan hukuman fisik yang tidak mendidik


6. Guru dan pegawai wajib berseragam sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati atau

peraturan yang telah berlaku

7. Tidak masuk kerja karena sakit :

a. Untuk 1 (satu) sampai 2 (dua) hari sedapat mungkin memberitahukan dengan surat kepada

Kepala Sekolah

b. Untuk 3 (tiga) hari atau lebih diberitahukan kepada kepala sekolah dengan surat yang

dilampiri surat keterangan dokter/ tenaga medis

c. Untuk guru yang memiliki jam mengajar pada hari bersangkutan wajib meninggalkan

tugas bagi kelas yang ditinggalkan.

8. Ijin tidak masuk kerja karena urusan pribadi :

a. Ijin tidak masuk kerja tidak diberikan untuk kegiatan komersial pribadi, politik, dan

urusan yang tidak berkaitan dengan keluarga besar.( kecuali hal duka cita)

b. Ijin tidak masuk kerja untuk keperluan pribadi yang sudah direncanakan, ijin

disampaikan secara lisan terlebih dahulu dan diikuti dengan surat Kepala Sekolah.

c. Ijin untuk keperluan pribadi yang tidak direncanakan disampaikan dengan surat

kepada Kepala Sekolah

d. Untuk guru yang memiliki jam mengajar pada hari bersangkutan wajib melampirkan

tugas bagi kelas yang ditinggalkan

9. Guru yang meninggalkan kelas karena tugas luar atau kepentingan lainnya wajib

memberikan tugas kepada kelas yang ditinggalkan dan mendapat ijin dari Kepala Sekolah

atau Wakil Kepala Sekolah

10. Guru dan pegawai yang meninggalkan lingkungan sekolah untuk keperluan pribadi atau

tugas luar wajib menginformasikan kepada kepala sekolah atau wakil kepala sekolah dan

atau guru piket


11. Guru dan pegawai dilarang membawa HP kedalam kelas, apabila harus membawa,

disenyapkan dan tidak menerima telepon, SMS di dalam kelas pada waktu KBM

berlangsung.

12. Guru dan pegawai dilarang menggunakan fasilitas sekolah untuk kegiatan komersial pribadi

13. Tanda masuk, pergantian jam pelajaran, istirahat dan pulang :

a. Tanda masuk, pergantian jam pelajaran, istirahat dan pulang ditandai dengan bel sesuai

jam yang ada di kantor.

b. Guru dilarang meninggalkan kelas, mengistirahatkan siswa dan memmulangkan siswa

sebelum bel tanda dibunyikan

c. Apabila sudah waktunya untuk bel dan bel belum dibunyikan guru di kelas dapat

mengutus siswa untuk mengingatkan guru piket.

14. Guru bidang studi :

a. Selama jam mengajar di kelas guru dilarang membiarkan kelasnya kosong kecuali ada

kepentingan yang tidak dapat ditunda

b. Melaksanakan ulangan harian dan perbaikan nilai bagi yang belum memenuhi KKM

paling sedikit 1 kali dalam sebulan

c. Tidak diperbolehkan melaksanakan ulangan harian dengan setengah kelas ulangan dan

setengah yang lain tidak dikelas

d. Ulangan harian dan perbaikan harus dikoreksi, kertas kerja siswa dibagikan atau nilai

diumumkan dan hasilnya dibukukan pada Daftar Hadir Tatap Muka dan Daftar Nilai.

e. Daftar Hadir Tatap Muka dan Daftar Nilai harus dikumpulkan setiap 2 (dua) bulan sekali

kepada Wakil Kepala Sekolah atau Kepala Sekolah

f. Sebelum ujian semester diadakan, daftar rata- rata nilai ulangan harian dan tugas sekolah

harus diserahkan kepada Wakil Kepala Sekolah dan atau

Kepala Sekolah
g. Mengelola daftar nilai rapot sesuai ketentuan rumus nilai dengan pembulatan sesuai

aturan umum yang berlaku

15. Wali kelas :

a. Mengecek daftar penanganan dan pembinaan siswa dan menindaklanjuti atau melaporkan

kepada Wakil Kepala Sekolah atau Kepala Sekolah untuk ditindaklanjuti atau melaporkan

kepada Wakil Kepala Sekolah atau Kepala

Sekolah untuk ditindak lanjuti paling lama dua minggu sekali

b. Menangani siswa kelasnya yang bermasalah sesuai Tata Tertib Siswa yang berlaku

c. Mengisi dengan lengkap buku kelas, leger, administrasi kelas lainnya dan

menumpulkannya paling lambat sebelum liburan semester berlangsung

16. Tata Usaha dan Perpustakaan :

a. Melaksanakan tugas – tugas tata usaha / perpustakaan sesuai dengan bidang tugas masing

- masing.

b. Membuat laporan administrasi dan keuangan bulanan paling lambat tanggal 15 bulan

berikutnya

17. Guru dan pegawai wajib melaksanakan keputusan yang diambil dalam rapat dewan guru

dan menjaga keberhasilannya kepada pihak yang tidak berkepentingan.

J. Kesan Umum

Kesan saya selama menjadi mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan

(PPL) di SMA Negeri 1 Tanjungpinang sangat baik dan senang karena telah

mendapat pengalaman baru di dunia pendidikan secara nyata. Dari pertama kali

menginjakkan kaki di sekolah ini, pada saat pengantaran oleh dosen pembimbing

ke sekolah, saya dan keenam teman saya disambut dengan hangat dan antusias

oleh semua pihak kepala sekolah, pegawai tata usaha, majelis guru dan seluruh
siswa. Saya sangat bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk melaksanakan

praktik lapangan di SMA Negeri 1 Tanjungpinang, karena saya dapat menambah

pengalaman dan belajar menjadi guru yang baik, serta belajar bagaimana

menangani siswa dengan baik. Di SMA Negeri 1 juga saya memperoleh banyak

ilmu yang sangat berguna di masa depan kelak saat saya sudah benar-benar

menjadi seorang guru. Saya juga merasa sangat beruntung karena dapat

mentransfer ilmu saya kepada siswa di SMA Negeri 1 Tanjungpinang. Saya dan

temanteman saya juga banyak menerima bantuan dan arahan serta pembelajaran

dari guru pamong, guru Biologi, serta seluruh guru di SMA Negeri 1

Tanjungpinang, sehingga dapat membantu saya dan teman-teman untuk

melasksanakan PPL dengan baik dan dengan mengucap Alhamdulillah seluruh

program PPL saya dan keenam teman saya berjalan dengan lancar.

Tanjungpinang, 5 Desember 2017

Guru Pamong Dosen Pembimbing Mahasiswa Praktikan

M.Tohir Karjono, M.Pd. Fitriah Khoirunnisa, M.Ed. Aryadi


NIP 19710717 199512 1 001 NIP 198907302015042005 NIM 140384204047

Mengetahui,

Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpinang

Dr.Imam Syafii,S.Pd,M.Si
NIP 19660929 199002 1 002
LAMPIRAN 8
DAFTAR HADIR MAHASISWA
PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
Bulan
Tanggal
Agustus September Oktober November Desember
1
2 IZIN
3 SAKIT
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27 IZIN
28 IZIN
29 IZIN
30 IZIN
31
Tanjungpinang, 5 Desember 2017

Guru Pamong Mahasiswa Praktikan

M.Tohir Karjono, M.Pd. Aryadi


NIP. 19710717 199512 1 001 NIM. 140384204047

Mengetahui,

Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpinang

Dr.Imam Syafii, S.Pd,M.Si


NIP. 19660929 199002 1 002
LAMPIRAN 9
STRUKTUR SEKOLAH

Lampiran: 10
LAMPIRAN 10

DENAH SEKOLAH
LAMPIRAN 11

LAMPIRAN 11 DAFTAR NILAI YANG DIMUAT DIKELAS


NILAI SIKLUS
SIMULASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS
KELAS : XI MIPA 3
SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG

No NIS NAMA Siklus I Ketuntaan Siklus II Ketuntaan KET


1 13713 ALBERT ASSIDIQ 80 B 80 B
2 13721 ANASTYA WIDAD KAMAL 20 T 50 T
3 13724 ANGELA 80 T 90 T
4 13728 ANISYA MEILANIA 30 B 80 T
5 13733 APRILLIA RIZWANDA PUTRI 80 T 80 T
6 13739 ARYA KRISHNA DEWANTO 40 B 80 T
7 13748 AZHAR YAFI PRATAMA 80 T 90 T
8 13758 CHRYSANTI ANASTASYA SILABAN 80 T 80 T
9 13762 CLAUDIA CANIGIA SAHIRA 70 B 90 T
10 13768 DENNY 40 B 80 T
11 13777 DWI LESTARI RUMAPEA 80 T 100 T
12 13780 DYAH AYU NAFIDHATUL 80 T 80 T
13 13791 ERMI WIJAYA 30 B 80 T
14 13810 GLADYSIA SYAFFIA SVETLANA 30 T 90 T
15 13813 HARIS YUKIE 80 T 80 T
16 13839 KELBEN ROOSTEWEN 80 B 90 T
17 13870 MOHAMMAD RAZIQ FAKHRULLAH 30 B 80 T
18 13891 MUHAMMAD KEVIN REZZA RAMADAN DIRGANTARA 40 B 80 T
19 13898 MUHAMMAD RIVANSYAH NUGRAHA PUTRA 80 T 90 T
20 13899 MUHAMMAD VIKO FARREL 80 T 80 T
21 13934 PUTRI ROZA AFSARI SARAGIH 20 B 80 T
22 13945 RAJA GLEN HIDAYATULLAH 50 T 80 T
23 13949 RANDA ZULFAN NUARI 20 B 80 T
24 13951 RAYMOND ANDILSIM 40 B 90 T
25 13973 SALSABILLA WILIS HASIBUAN 10 B 60 B
26 13974 SALWA RAFILA 40 B 50 B
27 13977 SARIRA APSARINI SARWAHITA 60 B 90 T
28 13986 SHIRLEY 80 B 80 T
29 13992 SRIK ANDAYANI 100 T 100 T
30 14004 VALENTINO 90 T 100 T
31 14006 VERA NOVITA 30 B 60 B
32 14007 VERANICA DESFITRIA 60 B 80 T
33 14013 WENANTDO 80 T 80 T
34 14022 YOSHIE SANDRICA NG 30 B 80 T
35 14025 YURIKO 20 B 70 B
36 14028 ZHAFIR FARHAN KAMIL 30 B 80 T
JUMLAH 1970 2910
B T
RATA-RATA 55 81
LAMPIRAN 12

DOKUMENTASI PELAKSANAAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN


SMA N 1 TANJUNGPINANG
a. Kegiatan Kerohanian

b. Kegiatan Study Tour Sekolah Malaysia ke SMA N 1 Tanjungpinang

c. Kegiatan Pesta Rakyat HUT RI

d. Kegiatan Qurban Hari Raya Eid Adha


e. Kegiatan SMANSA CUP

f. Upacara HUT RI

g. Mengiring Gerak jalan


h. Drum Band Smansa i. Foto Bersama Kepala Sekom

j. Mendampingi CCK di UMRAH k. Ulang Tahun Kepala Sekolah

l. Praktikum
Dokumentasi Kegiatan
Simulasi Penelitian Tindakan Kelas
PERANGKAT
PEMBELAJARAN
46
SILABUS MATA PELAJARAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH
(SMA/MA)

MATA PELAJARAN
KIMIA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


JAKARTA, 2016

47
KOMPETENSI INTI SMA/MA

Kelas X Kelas XI Kelas XII


KI-1: Menghayati dan KI-1: Menghayati dan KI-1: Menghayati dan
mengamalkan mengamalkan mengamalkan
ajaran agama yang ajaran agama yang ajaran agama yang
dianutnya. dianutnya. dianutnya.
KI-2: Menunjukkan KI-2: Menunjukkan KI-2: Menunjukkan
perilaku jujur, perilaku jujur, perilaku jujur,
disiplin, tanggung- disiplin, tanggung- disiplin, tanggung-
jawab, peduli jawab, peduli jawab, peduli
(gotong royong, (gotong royong, (gotong royong,
kerjasama, toleran, kerjasama, toleran, kerjasama, toleran,
damai), santun, damai), santun, damai), santun,
responsif dan pro- responsif dan pro- responsif dan pro-
aktif dan aktif dan aktif dan
menunjukkan menunjukkan menunjukkan sikap
sikap sebagai sikap sebagai sebagai bagian dari
bagian dari solusi bagian dari solusi solusi atas berbagai
atas berbagai atas berbagai permasalahan
permasalahan permasalahan dalam berinteraksi
dalam berinteraksi dalam berinteraksi secara efektif
secara efektif secara efektif dengan lingkungan
dengan lingkungan dengan lingkungan sosial dan alam
sosial dan alam sosial dan alam serta dalam
serta dalam serta dalam menempatkan diri
menempatkan diri menempatkan diri sebagai cerminan
sebagai cerminan sebagai cerminan bangsa dalam
bangsa dalam bangsa dalam pergaulan dunia.
pergaulan dunia. pergaulan dunia.
KI-3: Memahami, mene- KI-3: Memahami, KI-3: Memahami,
rapkan, menerapkan, dan menerapkan,
menganalisis menganalisis menganalisis dan
pengetahuan pengetahuan mengevaluasi
faktual, faktual, pengetahuan
konseptual, konseptual, faktual, konseptual,
prosedural prosedural, dan prosedural, dan
berdasarkan rasa metakognitif metakognitif
ingin tahunya berdasar-kan rasa berdasarkan rasa
tentang ilmu ingin tahunya ingin tahunya
pengetahuan, tentang ilmu tentang ilmu
teknologi, seni, pengetahuan, pengetahuan,
budaya, dan teknologi, seni, teknologi, seni,
humaniora dengan budaya, dan budaya, dan
wawasan humaniora dengan humaniora dengan
kemanusiaan, wawasan wawasan kemanu-
kebangsaan, kemanusiaan, siaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan kebangsaan, kenega-raan, dan
peradaban terkait kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab peradaban terkait penyebab fenomena
fenomena dan penyebab fenomena dan kejadian, serta
kejadian, serta dan kejadian, serta menerapkan
menerap-kan menerap-kan pengetahuan
Kelas X Kelas XI Kelas XII
pengetahuan pengetahuan prose- prosedural pada
prosedural pada dural pada bidang bidang kajian yang
bidang kajian yang kajian yang spesifik spesifik sesuai
spesifik sesuai sesuai dengan dengan bakat dan
dengan bakat dan bakat dan minat- minatnya untuk
minatnya untuk nya untuk memecahkan
memecahkan memecahkan masalah.
masalah. masalah.

KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN DAN KEGIATAN


PEMBELAJARAN

KIMIA Kelas XI
Alokasi waktu: 4 jam pelajaran/minggu
Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial, dicapai melalui
pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang


proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut.

Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi


Keterampilan sebagai berikut ini.

Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
3.1 Menganalisis Senyawa • Mengamati senyawa hidrokarbon
struktur dan sifat Hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari,
senyawa misalnya plastik, lilin, dan tabung
• Kekhasan atom gas yang berisi elpiji serta nyala
hidrokarbon
karbon. api pada kompor gas.
berdasarkan
pemahaman • Atom C primer, • Menyimak penjelasan kekhasan
kekhasan atom sekunder, atom karbon yang menyebabkan
karbon dan tertier, dan banyaknya senyawa karbon.
penggolongan kuarterner.
• Membahas jenis atom C berdasar-
senyawanya • Struktur dan kan jumlah atom C yang terikat
tata nama pada rantai atom karbon (atom C
4.1 Menemukan alkana, alkena primer, sekunder, tersier, dan
berbagai struktur dan alkuna kuarterner) dengan menggunakan
molekul
• Sifat-sifat fisik molimod, bahan alam, atau
hidrokarbon dari
alkana, alkena perangkat lunak kimia
rumus molekul
dan alkuna (ChemSketch, Chemdraw, atau
yang sama dan
lainnya).
memvisualisasika • Isomer
nnya • Membahas rumus umum alkana,
• Reaksi senyawa alkena dan alkuna berdasarkan
hidrokarbon analisis rumus struktur dan rumus
molekul.
• Menghubungkan rumus struktur
dan rumus molekul dengan rumus
umum senyawa hidrokarbon
• Membahas cara memberi nama
senyawa alkana, alkena dan
alkuna sesuai dengan aturan
IUPAC
• Membahas keteraturan sifat fisik
(titik didih dan titik leleh) senyawa
alkana, alkena dan alkuna
• Menentukan isomer senyawa
hidrokarbon
• Memprediksi jenis isomer (isomer
rangka, posisi, fungsi, geometri)
dari senyawa hidrokarbon.
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
• Membedakan jenis reaksi alkana,
alkena dan alkuna.
3.2 Menjelaskan Minyak bumi • Mengamati jenis bahan bakar
proses minyak (BBM) yang dijual di SPBU
pembentukan dan • Fraksi minyak
teknik pemisahan bumi • Membahas proses pembentukan
• Mutu bensin minyak bumi dan cara
fraksi-fraksi
• Dampak mengeksplorasinya
minyak bumi serta
kegunaannya pembakaran • Membahas proses penyulingan
bahan bakar minyak bumi secara distilasi
3.3 Memahami reaksi dan cara bertingkat
pembakaran megatasinya
• Menganalisis proses penyulingan
hidrokarbon yang • Senyawa bertingkat untuk menghasilkan
sempurna dan hidrokarbon minyak bumi menjadi fraksi-
tidak sempurna dalam fraksinya.
serta sifat zat kehidupan
hasil pembakaran • Membahas pembakaran
sehari-hari. hidrokarbon yang sempurna dan
(CO2, CO,
partikulat karbon) tidak sempurna serta dampaknya
terhadap lingkungan, kesehatan
4.2 Menyajikan karya dan upaya untuk mengatasinya.
tentang proses • Membandingkan kualitas bensin
pembentukan dan berdasarkan bilangan oktannya
teknik pemisahan (Premium, Pertamax, dan
fraksi-fraksi sebagainya).
minyak bumi
beserta • Membahas penggunaan bahan
kegunaannya bakar alternatif selain minyak bumi
dan gas alam.
4.3 Menalar dampak • Menganalisis bahan bakar alternatif
pembakaran selain minyak bumi dan gas alam.
senyawa
• Menyimpulkan dampak
hidrokarbon
pembakaran hidrokarbon terhadap
terhadap
lingkungan dan kesehatan serta
lingkungan dan
cara mengatasinya.
kesehatan serta
mengajukan • Mempresentasikan hasil kerja
gagasan cara kelompok tentang minyak bumi ,
mengatasinya bahan bakar alternatif pengganti
minyak bumi dan gas alam serta
masalah lingkungan yang
disebabkan oleh penggunaan
minyak bumi sebagai bahan bakar.
3.4 Memahami konsep • Mengamati demonstrasi reaksi yang
Termokimia
∆H sebagai kalor membutuhkan kalor dan reaksi
reaksi pada • Energi dan yang melepaskan kalor, misalnya
tekanan tetap dan kalor reaksi logam Mg dengan larutan
penggunaannya HCl dan pelarutan NH4Cl dalam air.
• Kalorimetri dan
dalam persamaan perubahan
termokimia entalpi reaksi
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
• Persamaan • Menyimak penjelasan pengertian
3.5 Memahami termokimia energi, kalor, sistem, dan
berbagai jenis lingkungan.
• Perubahan
entalpi reaksi • Menyimak penjelasan tentang
entalpi standar
(entalpi perubahan entalpi, macam-macam
(∆Ho) untuk
pembentukan, perubahan entalpi standar, dan
berbagai reaksi
entalpi persamaan termokimia.
pembakaran, dan • Energi ikatan
lain-lain), hukum rata-rata • Melakukan percobaan penentuan
Hess dan konsep perubahan entalpi dengan
• Penentuan Kalorimeter dan melaporkan
energi ikatan perubahan hasilnya.
entalpi reaksi • Membahas cara menentukan
4.4 Menggunakan
persamaan perubahan entalpi reaksi
termokimia untuk berdasarkan entalpi pembentukan
mengaitkan standar, atau energi ikatan
perubahan berdasarkan hukum Hess.
jumlah pereaksi • Menentukan perubahan entalpi
atau hasil reaksi reaksi berdasarkan entalpi
dengan pembentukan standar, atau energi
perubahan energi ikatan berdasarkan hukum Hess.

4.5 Menentukan • Menganalisis data untuk membuat


perubahan entalpi diagram tingkat energi suatu
berdasarkan data reaksi
kalorimetri, • Membandingkan entalpi
entalpi pembakaran (∆Hc) beberapa bahan
pembentukan, bakar.
atau energi ikatan
berdasarkan
hukum Hess
3.6 Memahami teori Laju Reaksi dan • Mengamati beberapa reaksi yang
tumbukan dalam Faktor-Faktor terjadi disekitar kita, misalnya
reaksi kimia yang kertas dibakar, pita magnesium
berdasarkan Mempengaruhi dibakar, kembang api, perubahan
pengaruh suhu • Pengertian dan warna pada potongan buah apel
terhadap laju pengukuran dan kentang, pembuatan tape, dan
rata-rata partikel laju reaksi besi berkarat.
zat dan pengaruh
• Teori tumbukan • Menyimak penjelasan tentang
konsentrasi
• Faktor-faktor pengertian laju reaksi dan faktor-
terhadap
yang faktor yang mempengaruhi laju
frekuensi
mempengaruhi reaksi.
tumbukan
laju reaksi • Menyimak penjelasan tentang teori
3.7 Menentukan orde tumbukan pada reaksi kimia.
• Hukum laju • Merancang dan melakukan
reaksi dan reaksi dan
tetapan laju percobaan tentang faktor-faktor
penentuan laju yang mempengaruhi laju reaksi
reaksi reaksi
berdasarkan data (ukuran, konsentrasi, suhu dan
hasil percobaan katalis) dan melaporkan hasilnya.
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
4.6 Menyajikan cara- • Membahas cara menentukan orde
cara pengaturan reaksi dan persamaan laju reaksi.
penyimpanan
bahan untuk • Mengolah dan menganalisis data
untuk menentukan orde reaksi dan
mencegah
perubahan tak persamaan laju reaksi.
terkendali • Membahas peran katalis dalam
reaksi kimia di laboratorium dan
4.7 Merancang, industri.
melakukan, dan
menyimpulkan • Mempresentasikan cara-cara
serta menyajikan penyimpanan zat kimia reaktif
hasil percobaan (misalnya cara menyimpan logam
faktor-faktor yang natrium).
mempengaruhi
laju reaksi dan
orde reaksi
3.8 Menentukan
Kesetimbangan • Mengamati demonstrasi analogi
hubungan antara kesetimbangan dinamis (model
Kimia dan
pereaksi dengan Heber)
Pergeseran
hasil reaksi dari
Kesetimbangan • Mengamati demonstrasi reaksi
suatu reaksi
• Kesetimbangan kesetimbangan timbal sulfat
kesetimbangan
dan melakukan dinamis dengan kalium iodida
perhitungan • Tetapan • Membahas reaksi kesetimbangan
berdasarkan kesetimbangan dinamis yang terjadi berdasarkan
hubungan • Pergeseran hasil pengamatan.
tersebut kesetimbangan • Menentukan harga tetapan
dan faktor- kesetimbangan berdasarkan data
3.9 Menganalisis faktor yang hasil percobaan.
faktor-faktor yang mempenga- • Merancang dan melakukan
mempengaruhi ruhinya percobaan tentang faktor-faktor
pergeseran arah • Perhitungan yang mempengaruhi arah
kesetimbangan dan penerapan pergeseran kesetimbangan
dan kesetimbangan (konsentrasi, volum, tekanan, dan
penerapannya kimia suhu) dan melaporkannya.
dalam industri • Melakukan perhitungan kuantitatif
yang berkaitan dengan
4.8 Mengolah data kesetimbangan kimia
untuk
menentukan nilai • Menentukan komposisi zat dalam
tetapan keadaan setimbang, derajat
kesetimbangan disosiasi (), tetapan
suatu reaksi kesetimbangan (Kc dan Kp) dan
hubungan Kc dengan Kp
4.9 Merancang, • Menerapkan faktor-faktor yang
melakukan, dan menggeser arah kesetimbangan
menyimpulkan untuk mendapatkan hasil optimal
serta menyajikan dalam industri (proses pembuatan
hasil percobaan amonia dan asam sulfat)
faktor-faktor yang
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
mempengaruhi
pergeseran arah
kesetimbangan

3.10 Memahami Asam dan Basa • Mengamati zat-zat yang bersifat


konsep asam • Perkembangan asam atau basa dalam kehidupan
dan basa serta konsep asam sehari-hari.
kekuatannya dan basa
• Menyimak penjelasan tentang
dan • Indikator asam- berbagai konsep asam basa
kesetimbangan basa
pengionannya • pH asam kuat, • Membandingkan konsep asam basa
dalam larutan basa kuat, asam menurut Arrhenius, Brønsted-
lemah, dan basa Lowry dan Lewis serta
4.10 Menentukan lemah menyimpulkannya.
trayek perubahan • Mengamati perubahan warna
pH beberapa indikator dalam berbagai larutan.
indikator yang
diekstrak dari • Membahas bahan alam yang dapat
bahan alam digunakan sebagai indikator.
• Merancang dan melakukan
percobaan membuat indikator
asam basa dari bahan alam dan
melaporkannya.
• Mengidentifikasi beberapa larutan
asam basa dengan beberapa
indikator
• Memprediksi pH larutan dengan
menggunakan beberapa indikator.
• Menghitung pH larutan asam kuat
dan larutan basa kuat
• Menghitung nilai Ka larutan asam
lemah atau Kb larutan basa lemah
yang diketahui konsentrasi dan
pHnya.
• Mengukur pH berbagai larutan
asam lemah, asam kuat, basa
lemah, dan basa kuat yang
konsentrasinya sama dengan
menggunakan indikator universal
atau pH meter
• Menyimpulkan perbedaan asam
kuat dengan asam lemah serta basa
kuat dengan basa lemah.
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
3.11 Menganalisis Kesetimbangan • Mengamati perubahan warna
kesetimbangan Ion dan pH indikator lakmus merah dan
ion dalam Larutan Garam lakmus biru dalam beberapa
larutan garam • Reaksi larutan garam
dan mengitung pelarutan • Menyimak penjelasan tentang
pH-nya garam kesetimbangan ion dalam larutan
• Garam yang garam
4.11 Melakukan bersifat netral • Merancang dan melakukan
percobaan untuk • Garam yang percobaan untuk memprediksi pH
menunjukkan bersifat asam larutan garam dengan
sifat asam basa • Garam yang menggunakan kertas
berbagai larutan bersifat basa lakmus/indikator universal/pH
garam • pH larutan meter dan melaporkan hasilnya.
garam • Menuliskan reaksi kesetimbangan
ion dalam larutan garam
• Menyimpulkan sifat asam-basa dari
suatu larutan garam
• Menentukan pH larutan garam
3.12 Menjelaskan
Larutan • Mengamati pH larutan penyangga
prinsip kerja, ketika diencerkan, ditambah sedikit
Penyangga
perhitungan pH, asam atau ditambah sedikit basa
dan peran • Sifat larutan
• Menyimak penjelasan tentang cara
larutan penyangga
membuat larutan penyangga
penyangga • pH larutan
dengan pH tertentu
dalam tubuh penyangga
makhluk hidup • Peranan larutan • Menyimak penjelasan bahwa pH
penyangga larutan penyangga tetap ketika
4.12 Membuat larutan dalam tubuh diencerkan, ditambah sedikit asam
penyangga makhluk hidup atau ditambah sedikit basa
dengan pH dan industri • Membandingkan pH larutan
tertentu (farmasi, penyangga dan larutan bukan
kosmetika) penyangga dengan menambah
sedikit asam atau basa atau
diencerkan.
• Menganalisis mekanisme larutan
penyangga dalam mempertahankan
pHnya terhadap penambahan
sedikit asam atau sedikit basa atau
pengenceran.
• Merancang dan melakukan
percobaan untuk
membuat larutan penyangga
dengan pH tertentu dan
melaporkannya.
• Menentukan pH larutan penyangga
• Membahas peranan larutan
penyangga dalam tubuh makhluk
hidup dan industri.
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
3.13 Menentukan Titrasi • Mengamati cara melakukan titrasi
konsentrasi • Titrasi asam asam-basa, dapat melalui media
larutan asam basa (video)
atau basa • Kurva titrasi • Menyimak penjelasan titik akhir
berdasarkan dan titik ekivalen titrasi asam-basa.
data hasil titrasi
asam basa • Merancang dan melakukan
percobaan titrasi asam-basa dan
4.13 Merancang, melaporkan hasil percobaan.
melakukan, dan • Menghitung dan menentukan titik
menyimpulkan ekivalen titrasi, membuat kurva
serta titrasi serta memilih indikator yang
menyajikan hasil tepat.
percobaan titrasi
asam-basa • Menentukan konsentasi pentiter
atau zat yang dititrasi.
3.14 Memprediksi • Menyimak demonstrasi pelarutan
Kesetimbangan
terbentuknya zat yang mudah larut dan zat yang
Kelarutan
endapan dari sukar larut dalam air.
suatu reaksi • Proses • Menyimak penjelasan
berdasarkan pelarutan kesetimbangan dalam larutan jenuh
kesetimbangan • Kelarutan dan
kelarutan dan • Membahas kelarutan dan hasil kali
hasil kali kelarutan.
data hasil kali
kelarutan
kelarutan (Ksp) • Membahas rumus tetapan
• Memprediksi kesetimbangan (Ksp)
4.14 Merancang dan terbentuknya
melakukan endapan • Membahas dan menyimpulkan
percobaan untuk pengaruh ion senama pada
memisahkan • Pengaruh ion kelarutan suatu zat
campuran ion senama
logam (kation) terhadap • Merancang dan melakukan
dalam larutan kelarutan percobaan untuk memisahkan
campuran ion dan melaporkan
hasil percobaan.
• Menghitung kelarutan dan hasil
kali kelarutan beberapa garam yang
sukar larut.
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
3.15 Mengelompok-
Sistem Koloid • Mengamati berbagai jenis produk
kan berbagai • Jenis koloid yang berupa koloid
tipe sistem • Sifat koloid
• Membahas jenis koloid dan sifat-
koloid, • Pembuatan sifat koloid.
menjelaskan koloid
sifat-sifat koloid • Peranan koloid • Menghubungkan sistem koloid
dan penerapan- dalam dengan sifat-sifatnya
nya dalam kehidupan • Melakukan percobaan efek Tyndall
kehidupan sehari-hari dan
sehari-hari industry • Membedakan koloid liofob dan
koloid hidrofob.
• Membahas pemurnian koloid,
4.15 Membuat pembuatan koloid, dan peranannya
makanan atau dalam kehidupan sehari-hari
produk lain
yang berupa • Membahas bahan/zat yang berupa
koloid atau koloid dalam industri farmasi,
melibatkan kosmetik, bahan makanan, dan
prinsip koloid lain-lain.
• Melakukan percobaan pembuatan
makanan atau produk lain berupa
koloid atau yang melibatkan prinsip
koloid dan melaporkan hasil
percobaan.

Tanjungpinang, 5 Desember 2017

Mahasiswa Praktek
Guru Pamong

M. Tohir Karjono, M.Pd Aryadi

NIP. 19710717 199512 1 001 NIM. 140384204047

Mengetahui
Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpinang

Dr. Imam Syafii, S.Pd., M.Si.


NIP 19660929 199002 1 00
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Tanjungpinang


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/1
Materi Pokok : Termokimia
Alokasi Waktu : 16 JP x 45 (8 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran, dengan menggunakan
model Discovery Learning peserta didik dapat mencapai indikator
pencapaian kompetensi yang ada serta menerapkan perilaku seperti
rasa ingin tahu, mampu bekerjasama dengan baik, disiplin dan
bertanggung jawab dan menjalankan ajaran agama-Nya

I KOMPETENSI INTI
Kompetensi Sikap : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan.
II KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

No KD Pengetahuan No KD Keterampilan

3.4 Menjelaskan konsep perubahan 4.4 Menyimpulkan hasil analisis


entalpi reaksi pada tekanan tetap data percobaan termokima
dalam persamaan termokimia pada tekanan tetap

3.5 Menjelaskan jenis entalpi 4.5 Membandingkan perubahan


reaksi, hukum Hess dan konsep entalpi beberapa reaksi
energi ikatan berdasarkan data hasil
percobaan

No IPK Pengetahuan No IPK Keterampilan

3.4.1 Menjelaskan sistem dan 4.4.1 Menyajikan tugas mengaitkan


lingkungan perubahan jumlah pereaksi
atau hasil reaksi dengan
perubahan energi berdasarkan
persamaan termokimia

3.4.2 Menjelaskan reaksi eksoterm 4.5.1 Menyajikan hasil penentuan


dan endoterm perubahan entalpi berdasarkan
data kalorimetri, entalpi
pembentukan, atau energi ikatan
berdasarkan hukum hess
3.5.1 Menjelaskan Jenis Perubahan
entalpi

3.5.2 Menentukan perubahan entalpi


dengan kalorimeter, hukum
Hess dan energi ikatan

3.5.3 Menentukan kalor pembakaran


bahan bakar

3.5.4 Mengidentifikasi dampak


pembakaran tidak sempurna

III MATERI AJAR


Sistem dan lingkungan
Fakta
Dampak pembakaran tidak sempurna
Reaksi eksoterm dan endoterm
Jenis perubahan entalpi
Konsep
Penentuan kalor pembakaran
Jumlah pereaksi dan hasil reaksi dengan perubahan entalpi
Prosedur Penentuan perubahan entalpi
IV KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pendekatan : Saintifik
Model : Discovery learning
Metode : Diskusi, tanya jawab
A. Pertemuan Pertama (2 JP x 45 Menit)
Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 15
o Siswa menjawab salam dan berdo’a (Religi)
menit
o Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru.
Apersepsi

o Siswa meninjau kembali materi mengenai


minyak bumi yang merupakan sumber energi
yang digunakan sebagai bahan bakar.
o Siswa diingatkan kembali mengenai materi
stoikiometri
o Siswa diberikan penjelasan mengenai tujuan
pembelajaran serta cakupan materi ajar tentang
pengenalan termokimia.
Motivasi
o Siswa diberikan motivasi bahwa dalam isu energi
terbarukan, siswa memiliki kesempatan untuk
menemukan sumber energi tersebut apabila
memahami metode perhitungan efisiensi bahan
yang dipilih menggunakan konsep termokimia.
Kegiatan Inti Stimulation Mengamati
a. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok 60
masing-masing 5-6 orang (Collaboration) menit
b. Siswa memperhatikan satu botol yang berisi air
panas dan satu botol lainnya yang berisi air
dingin (Literasi)
c. Guru memberikan stimulasi dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan yang dapat
menghadapkan peserta didik kepada kondisi
internal yang mendorong eksplorasi
(Communication dan Critical Thinking)
Problem Menanya
Statement
Guru memberikan kesempatan peserta didik
mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang
relevan terhadap konsep sistem dan lingkungan,
misalnya sebagai berikut:
• Mengapa tangan kita akan terasa panas apabila
menyentuh gelas berisi minuman panas?
• Mengapa gelas akan terasa dingin apabila
tangan kita menyentuh gelas berisi minuman
dingin? (Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa ingin
tahu serta tanggung jawab)
Mengumpulkan Data
a. Setiap kelompok menerima Lembar Kerja
Peserta Didik (LKPD) yang diberikan oleh guru
b. Peserta didik mencari informasi lanjutan dengan
membaca sumber lain (Literasi) yang relevan
baik dari Internet, Web, maupun sosial media
lainnya untuk menjawab pertanyaan. Peserta
didik diharapkan dapat belajar secara aktif untuk
menemukan pemahaman konsep tentang sistem
dan lingkungan, reaksi eksoterm dan endoterm
(Creativity, Collaboration, Critical Thinking
Data Collection dan HOTS serta PPK rasa ingin tahu serta
tanggung jawab)
Data c. Peserta didik juga mengumpulkan informasi
Processing untuk mengerjakan tugas kelompok yang
diberikan. (Collaboration, Critical Thinking
dan PPK rasa ingin tahu serta tanggung
jawab)
d. Peran guru dalam tahap ini adalah sebagai
berikut:
1. Menyediakan berbagai sumber belajar seperti
buku teks siswa dan buku referensi lain
2. Guru dapat juga menunjukkan buku atau
sumber belajar lain yang dapat dijadikan
referensi untuk menjawab pertanyaan.
Assosiation Menalar

a. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk


menganalisis soal latihan berdasarkan yang
telah diperlihatkan oleh guru (Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS serta PPK rasa
ingin tahu serta tanggung jawab)
b. Siswa mendiskusikan dan mengidentifikasi
mengenai sistem dan lingkungan.
(Collaboration, Creativity, dan
Communication)
Pembuktian
Siswa dibimbing guru untuk membuktikan
Verification
kebenaran hipotesis yang mereka buat.
(Creativity, Collaboration, Critical Thinking
dan HOTS)
Communicating Mengkomunikasikan

Perwakilan dari setiap kelompok siswa


menyampaikan hasil diskusi kelompoknya secara
lisan di depan kelas. (Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa ingin tahu,
tanggung jawab, santun dan demokratis)
Kegiatan Penutup 15
Akhir menit
a. Siswa mengumpulkan salah satu jawaban soal
latihan yang telah dikerjakan secara berkelompok
kepada guru beserta lembar Peer Assessment dan
lembar Self Assessment. (PPK tanggung jawab)
b.Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk
menanyakan materi pembelajaran yang masih
belum jelas.
c. Siswa bersama guru menyimpulkan materi
pembelajaran.
d. Siswa diberi tugas untuk merangkum dan
mengumpulkan data mengenai Reaksi Eksoterm
dan Endoterm.
e. Siswa berdo’a. (Religius)
f. Siswa menjawab salam penutup.

B. Pertemuan kedua (4 JP x 45)

Langkah Sintak Model Alokasi


Jenis kegiatan
Pembelajaran Pembelajaran Waktu

Kegiatan Pembukaan
Awal 15menit
1. Siswa menjawab salam dan berdo’a. (Religius)
2. Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru.
Apersepsi

o Siswa meninjau kembali materi pada pertemuan


sebelumnya mengenai pengenalan termokimia.
Motivasi
o Siswa diminta menunjukkan rangkuman yang
ditugaskan pada pertemuan sebelumnya untuk
diapresiasi oleh guru.
o Siswa diberi informasi mengenai judul
pembelajaran dan tujuan pembelajaran, yakni
Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm.
o Siswa dikondisikan untuk bergabung dengan
rekan-rekan sekelompoknya sesuai pembagian
kelompok yang telah ditentukan pada pertemuan
sebelumnya.
Kegiatan Inti Simulation Mengamati 60
a. Siswa memperhatikan guru yang menjelaskan menit
mengenai pengertian reaksi eksoterm dan reaksi
endoterm, (Literasi) melakukan ekperimen
tentang reaksi eksoterm dan reaksi endoterm
dalam kehidupan sehari-hari. (Cretivity,
Creatical Thinking, dan PPK Rasa Ingin
Tahu)
Menanya
Problem
a. Siswa diharapkan mengajukan
Statement
pertanyaan:
a. Jelaskan pengertian reaksi
eksoterm ?
b. Jelaskan pengertian rekasi
endoterm ?
c. Jelaskan persamaan termokimia
dan diagram energi
d. Dan menjelaskan hasil ekperimen
reaksi eksoterm dan endoterm
dalam kehidupan sehari-hari.

Data Collection
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa ingin
tahu serta tanggung jawab)
Data Processing
Mengumpulkan Data
b. Setiap kelompok siswa menerima soal
latihan dan Lembar Eksperimen
(Lampiran 2) yang dibagikan oleh guru.
c. Siswa membaca soal latihan dan
mengerjakannya yang telah diberikan
oleh guru dengan materi yang sama setiap
kelompoknya, yakni mengenai Reaksi
Eksoterm dan Reaksi Endoterm.
(Collaboration, Critical Thinking dan
HOTS serta PPK rasa ingin tahu serta
tanggung jawab)
d. Siswa diminta mengerjakan soal latihan
Associating terlebih dahulu setelah itu melakukan
ekperimen sederhana yang ada dalam
kehidupan sehari-hari. (Critical
Thinking PPK rasa ingin tahu serta
tanggung jawab)
Mengasosiasi
a. Siswa menjelaskan mengenai pengertian reaksi
eksoterm,reaksi endoterm,persamaan reaksi
dan diagram energi. (Communication)
b. Siswa mendiskusikan temuannya dalam
eksperimen. (Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS)
c. Siswa memprediksikan proses eksotermis dan
endotermis dari suatu proses dan persamaan
reaksi termokimia. (Critical Thinking dan
HOTS )

Verification
d. Siswa membandingkan reaksi eksoterm dan
reaksi endoterm berdasarkan diagram entalpi
reaksi. Creativity, Critical Thinking dan
HOTS serta PPK rasa ingin tahu)

Communicating
Mengkomunikasikan
Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil diskusi ekperimen
kelompoknya secara lisan.
(Collaboration, Critical Thinking dan HOTS
serta PPK rasa ingin tahu, tanggung jawab,
santun dan demokratis)

Kegiatan Penutup 15
Akhir a. Setiap siswa dalam kelompok dipersilakan menit
menyalin jawaban soal latihan dan jawaban
hasil ekperimen yang telah dikerjakan bersama-
sama untuk dijadikan pegangan siswa.
b. Siswa mengumpulkan salah satu jawaban soal
latihan dan LKS yang telah dikerjakan secara
berkelompok kepada guru.
c. Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk
menanyakan materi pembelajaran yang masih
belum jelas.
d. Siswa bersama guru menyimpulkan materi
pembelajaran.
e. Siswa diberi tugas untuk membaca dan
mengumpulkan data mengenai materi pada
pertemuan berikutnya yaitu Jenis Perubahan
Entalpi (ΔH0).
f. Siswa berdo’a. (Religius)
g. Siswa menjawab salam penutup.
C. Pertemuan Ketiga (2 JP X 45 menit)

Kegiatan Sintak Model Alokasi


Jenis Kegiatan
Pembelajaran Pembelajaran Waktu

Kegiatan Pembukaan
Awal o Siswa menjawab salam dan berdoa. (Religius) 15
o Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru. menit
Apersepsi

o Siswa meninjau kembali materi pada pertemuan


sebelumnya mengenai reaksi eksoterm dan reaksi
endoterm.
Motivasi
o Siswa diberi informasi mengenai judul
pembelajaran dan tujuan pembelajaran, yakni
mengenai jenis perubahan entalpi.
Kegiatan Inti Simulation Mengamati 60
h. Siswa diberi waktu untuk membaca tentang menit
jenis perubahan entalpi (Literasi)
i. siswa memperhatikan penjelasan guru
mengenai jenis perubahan entalpi
Menanya
Siswa melakukan tanya jawab bersama guru
Problem
mengenai jenis perubahan entalpi
Statement
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa ingin
tahu serta tanggung jawab)
Data Collection
Mengumpulkan Data
j. Siswa dikondisikan untuk duduk
berkelompok sesuai dengan pembagian
kelompok pada pertemuan sebelumnya.
Collaboration)
Data Processing k. Setiap kelompok siswa menerima soal
latihan yang dibagikan oleh guru.
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa ingin
tahu serta tanggung jawab)
l. Siswa membaca dan menjawab soal latihan
yang telah diberikan oleh guru dengan materi
yang sama setiap kelompoknya, yakni
mengenai Jenis Perubahan entalpi
m. Siswa mengerjakan soal latihan sesuai
Associating dengan sumber informasi yang dimiliki.
Mengasosiasi
a. Siswa mendiskusikan temuannya mengenai
jenis-jenis entalpi reaksi (ΔH). (Collaboration,
Verification
dan Communication)
Mengkomunikasikan
Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil diskusi kelompoknya
Communicating secara lisan dalam pembahasan soal latihan
(Collaboration, Critical Thinking dan HOTS
serta PPK rasa ingin tahu, tanggung jawab,
santun dan demokratis)
Kegiatan Penutup 15
Akhir b. Setiap siswa dalam kelompok dipersilakan menit
menyalin jawaban soal latihan yang telah
dikerjakan bersama-sama untuk dijadikan
pegangan siswa.
c. Siswa mengumpulkan salah satu jawaban soal
latihan yang telah dikerjakan secara
berkelompok kepada guru.
d. Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk
menanyakan materi pembelajaran yang masih
belum jelas.
e. Siswa bersama guru menyimpulkan materi
pembelajaran.
Siswa diberi tugas untuk membaca dan
mengumpulkan materi mengenai Penentuan
Perubahan Entalpi ΔH0 dengan calorimeter.
untuk dibahas pada pertemuan berikutnya.
f. Siswa berdo’a. (Religius)
g. Siswa menjawab salam penutup.

D. Pertemuan Keempat (2 JP x 45 menit)

Kegiatan Sintak Model Alokasi


Jenis Kegiatan
Pembelajaran Pembelajaran Waktu

Kegiatan Pembukaan
Awal 15
o Siswa menjawab salam dan berdoa. (Religius)
menit
o Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru.
Apersepsi

o Siswa meninjau kembali materi pada pertemuan


sebelumnya mengenai Jenis Perubahan
Entalpi Standar (ΔH0).
Motivasi
o Siswa diberi informasi mengenai judul
pembelajaran dan tujuan pembelajaran, yakni
mengenai Penentuan Perubahan Entalpi ΔH0
Menggunakan Hukum Hess, Energi Ikatan.
Simulation Mengamati

1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok


Kegiatan Inti 60
masing-masing 5-6 orang (Collaboration)
menit
2. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai
Penentuan Perubahan Entalpi ΔH0 Menggunakan
Kalorimeter (Literasi).
Menanya
Problem 1. Guru memberikan kesempatan peserta didik
Statment mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah
yang relevan terhadap konsep perubnahan
entalpi yang didapat sebelumnya dengan
menghubungkan dengan kalorimeter
2. Siswa melakukan tanya jawab bersama guru
mengenai Penentuan Perubahan Entalpi ΔH0
Menggunakan Kalorimeter.
(Creativity, Collaboration, Critical Thinking
dan HOTS serta PPK rasa ingin tahu serta
tanggung jawab)

Mengumpulkan Data
Data Collection 1. Siswa dikondisikan untuk duduk berkelompok
sesuai dengan pembagian kelompok yang
berbeda dengan pertemuan sebelumnya
(Collaboration)
2. Setiap kelompok siswa menerima materi dan
soal latihan yang dibagikan oleh guru.
Data Processing
3. Siswa membaca Materi (Litrerasi) dan
menjawab soal latihan yang telah diberikan
oleh guru dengan materi yang sama setiap
kelompoknya, yakni mengenai Penentuan
Perubahan Entalpi ΔH0 Menggunakan
Kalorimeter
4. Siswa mengerjakan soal latihan sesuai dengan
sumber informasi yang dimiliki.
Mengasosiasi
Associating
1. Siswa mendiskusikan perhitungan ΔH reaksi
menggunakan kalorimeter
2. Siswa mendiskusikan perhitungan ΔH reaksi
(Creativity, Collaboration, Critical Thinking
dan HOTS serta PPK rasa ingin tahu serta
Verification
tanggung jawab)

a. Mengkomunikasikan
b. Perwakilan dari setiap kelompok siswa
Communicating
menyampaikan hasil diskusi kelompoknya secara
lisan dalam pembahasan soal latihan.
(Collaboration, Critical Thinking dan HOTS
serta PPK rasa ingin tahu, tanggung jawab,
santun dan demokratis)
Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Setiap siswa dalam kelompok dipersilakan menit
menyalin jawaban soal latihan yang telah
dikerjakan bersama-sama untuk dijadikan
pegangan siswa.
2. Siswa mengumpulkan salah satu jawaban soal
latihan yang telah dikerjakan secara
berkelompok kepada guru.
3. Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk
menanyakan materi pembelajaran yang masih
belum jelas.
4. Siswa bersama guru menyimpulkan materi
pembelajaran.
5. Siswa diberi tugas untuk membaca dan
mengumpulkan materi mengenai Penentuan
perubahan entalpi menggunakan hukum Hess
dan energi Ikatan untuk dibahas pada
pertemuan berikutnya.
6. Siswa berdo’a.
7. Siswa menjawab salam penutup.
E. Pertemuan kelima (2 JP x 45 menit)

Kegiatan Sintak Model Alokasi


Jenis Kegiatan
Pembelajaran Pembelajaran Waktu

Kegiatan Pembukaan
Awal 15
o Siswa menjawab salam dan berdoa. (Religius)
menit
o Guru memeriksa kehadiran siswa
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Apersepsi

o Guru membimbing siswa untuk meninjau


kembali materi pada pertemuan sebelumnya
mengenai penentuan entalpi dengan
kalorimteri dan pembentukan standar
Motivasi
o Guru memberi informasi mengenai judul
pembelajaran dan tujuan pembelajaran, yakni
mengenai Penentuan Perubahan Entalpi ΔH0
Menggunakan Hukum Hess, Energi Ikatan.
Kegitan Inti Mengamati
Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai
Penentuan Perubahan Entalpi ΔH0 Menggunakan 60
Hukum Hess, Energi Ikatan. (Literasi) menit

Menanya
Siswa melakukan tanya jawab bersama guru
mengenai Penentuan Perubahan Entalpi ΔH0
Menggunakan Hukum Hess, Energi Ikatan.
(Creativity, Collaboration, Critical Thinking dan
HOTS serta PPK rasa ingin tahu serta tanggung
jawab)

Mengumpulkan Data
1. Siswa dikondisikan untuk duduk berkelompok
sesuai dengan pembagian kelompok pada
pertemuan sebelumnya. (Collaboration)
2. Setiap kelompok siswa menerima materi dan
soal latihan yang dibagikan oleh guru.
3. Siswa membaca dan menjawab soal latihan
yang telah diberikan oleh guru dengan materi
yang sama setiap kelompoknya, yakni
mengenai Penentuan Perubahan Entalpi ΔH0
Menggunakan Hukum Hess, Energi Ikatan.
(Creativity, Collaboration, Critical Thinking
dan HOTS serta PPK rasa ingin tahu serta
tanggung jawab)

Mengasosiasi
1. Siswa mendiskusikan perhitungan ΔH reaksi
menggunakan hukum Hess.
2. Siswa mendiskusikan perhitungan ΔH reaksi
berdasarkan data energi ikatan.
3. Siswa mendiskusikan perhitungan ΔH reaksi
(Collaboration dan Communication)
c. Mengkomunikasikan
Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil diskusi kelompoknya secara
lisan dalam pembahasan soal latihan.
(Communication)
Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Setiap siswa dalam kelompok dipersilakan menit
menyalin jawaban soal latihan yang telah
dikerjakan bersama-sama untuk dijadikan
pegangan siswa.
2. Siswa mengumpulkan salah satu jawaban soal
latihan yang telah dikerjakan secara
berkelompok kepada guru.
3. Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk
menanyakan materi pembelajaran yang masih
belum jelas.
4. Siswa bersama guru menyimpulkan materi
pembelajaran.
5. Siswa diberi tugas untuk membaca dan
mengumpulkan materi mengenai untuk dibahas
pada pertemuan berikutnya.
6. Siswa berdo’a. (Religius)
7. Siswa menjawab salam penutup.

F. Pertemuan Keenam (2 JP X 45 menit)

Kegiatan Sintak Model Alokasi


Jenis Kegiatan
Pembelajaran Pembelajaran Waktu

Kegiatan Pembukaan
Awal 15
o Siswa menjawab salam dan berdoa. (Religius)
menit
o Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru.
Apersepsi

o Siswa meninjau kembali materi pada pertemuan


sebelumnya mengenai penentuan entalpi
dengan kalorimteri
Motivasi
o Siswa diberi informasi mengenai judul
pembelajaran dan tujuan pembelajaran, yakni
Menentukan kalor pembakaran bahan bakar
Kegitan Inti Orientasi Mengamati
masalah Siswa melihat slide/gambar yang di tampilkan pada
layar pembakaran bahan bakar dan siswa diberikan 60
untuk membaca baik dari buku teks atau dari web menit
(Literasi)

Menanya
Guru memotivasi siswa untuk mendapatkan
permsalah dan menanyakan, dan Siswa diberikan
kesempatan untuk menanyakan permaslahan yang
didapat setelah melihat gambar dari hasil membaca.
(Creativity, Collaboration, Critical Thinking dan
HOTS serta PPK rasa ingin tahu serta tanggung
jawab)

Mengumpulkan Data
a. Siswa dikondisikan untuk duduk berkelompok
Mengorganisasik sesuai dengan pembagian kelompok pada
an siswa untuk pertemuan sebelumnya dengan materi bahasan
belajar sesuai dengan permasalahan yang didapat.
(Collaboration)
b.Setiap kelompok siswa menerima materi dan soal
latihan yang dibagikan oleh guru.
(Creativity, Collaboration, Critical Thinking
dan HOTS serta PPK rasa ingin tahu serta
tanggung jawab)

Membimbing c. Siswa melakuakan penyelidikan dalam upaya


penyelidikan
penyelesaian maslah yang diberikan dengan
individual
mencari berbagai sumber baik buku maupun web,
maupun
guru membimbing siswa dalam menyelesaikan
kelompok
permaslahan
(Creativity, Collaboration, Critical Thinking
dan HOTS serta PPK rasa ingin tahu serta
tanggung jawab)
Mengasosiasi
Mengembangka a. Siswa mendiskusikan hasil pemahaman terkait
n dan permsalahan dikelompkanya dan menyusun hasil
menyajikan hasil diskusi/laporan kegiatan yang berkaitan
karya (Collaboration dan Communication)
d. Mengkomunikasikan
a. Perwakilan dari setiap kelompok siswa
Menganalisa dan menyampaikan hasil diskusi kelompoknya secara
mengevaluasi lisan dalam pembahasan soal latihan.
proses
(Communication)
pemecahan
b. Siswa saling tukar pendapat dan tanya jawab
masalah
antar kelompok terkait permaslahan yang sedang
di selesaikan (Creativity, Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS)

Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Setiap siswa dalam kelompok dipersilakan menit
menyalin hasil diskusi untuk dijadikan
pegangan siswa.
2. Siswa mengumpulkan laporan yang telah
dibuat setelah diskusi yang telah dikerjakan
secara berkelompok kepada guru.
3. Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk
menanyakan materi pembelajaran yang
masih belum jelas.
4. Siswa bersama guru menyimpulkan materi
pembelajaran.
5. Siswa diberi tugas untuk membaca dan
mengumpulkan materi mengenai untuk
dibahas pada pertemuan berikutnya.
6. Siswa berdo’a. (Religius)
7. Siswa menjawab salam penutup.

G. Pertemuan ketujuh (2 JP X 45 menit)

Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 15
o Siswa menjawab salam dan berdo’a (Religi)
menit
o Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru.
Apersepsi

Siswa meninjau kembali materi pada pertemuan


sebelumnya mengenai penentuan perubahan entalpi.

Motivasi

Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai


peristiwa yang terjadi pada pembakaran kertas.

Kegiatan Inti Stimulation Mengamati


a. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok 60
masing-masing 5-6 orang (Collaboration) menit
b. Peserta didik mengamati gambar berbagai
macam contoh pembakaran (Literasi)
c. Guru memberikan stimulasi dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan yang dapat
menghadapkan peserta didik kepada kondisi
internal yang mendorong eksplorasi
(Communication and Critical Thinking)
d. Siswa diberikan fakta (berupa video demonstrasi)
Problem bahwa pembakaran yang tidak sempurna banyak
Statement mempunyai dampak.
Menanya
b. Guru memberikan kesempatan peserta didik
mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah
yang relevan terhadap pembakaran yang ada
dalam kehidupan sehari-hari:
• Bagaimana yangreaksi yang terjadi ketika
proses pembakaran?
• Senyawa apa yang terbentuk pada reaksi
pembakaran tidak sempurna?
(Creativity, Collaboration, Critical Thinking
dan HOTS serta PPK rasa ingin tahu serta
tanggung jawab)

e. Peserta didik merumuskan hipotesis, yakni


pernyataan (statement) sebagai jawaban
sementara atas pertanyaan yang diajukan.
Kompetensi yang dikembangkan adalah
kreativitas, rasa ingin tahu dan kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk
pikiran kritis. (Creativity, Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS serta PPK rasa
ingin tahu serta tanggung jawab)
Mengumpulkan Data
a. Peserta didik mencari informasi lanjutan dengan
membaca sumber lain (Literasi) yang relevan
baik dari Internet, Web, maupun sosial media
lainnya untuk menjawab pertanyaan atau
membuktikan benar atau tidaknya hipotesis.
Peserta didik diharapkan dapat belajar secara
aktif untuk menemukan pemahaman tentang
pembakaran yang tidak sempurna dan dampak
yang ditimbulkan. (Creativity, Collaboration,
Data Collection Critical Thinking dan HOTS serta PPK rasa
ingin tahu serta tanggung jawab)
Data Processing b. Peserta didik juga mengumpulkan informasi
untuk mengerjakan tugas kelompok yang
diberikan.
c. Peran guru dalam tahap ini adalah sebagai
berikut:
1. Menyediakan berbagai sumber belajar
seperti buku teks siswa dan buku referensi
lain
2. Guru dapat juga menunjukkan buku atau
sumber belajar lain yang dapat dijadikan
referensi untuk menjawab pertanyaan.
Mengasosiasi
1. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk
menyimpulkan dan menganalisis soal latihan
Associating berdasarkan demonstrasi video yang telah
diperlihatkan oleh guru (Collaboration, Critical
Thinking)
2. Siswa mengidentifikasi reaksi yang terjadi pada
pembakaran tidak sempurna
3. Siswa menghubungkanpembakaran dengan
dampak yang ditimbulkan.
Pembuktian

Siswa dibimbing guru untuk membuktikan


kebenaran hipotesis yang telah dibuat.
Mengkomunikasikan

1. Perwakilan dari setiap kelompok siswa


menyampaikan hasil diskusi kelompoknya secara
lisan di depan kelas. Peserta didik yang lainnya
diminta untuk menanggapi atau melengkapi hasil
diskusi tersebut. (Collaboration, Critical
Verification
Thinking dan HOTS serta PPK rasa ingin
tahu, tanggung jawab, santun dan
demokratis)
2. Guru memberikan konfirmasi/penguatan atas
Communicating
jawaban peserta didik.
3. Peserta didik mengumpulkan hasil analisis
diskusi kelompok secara tertulis untuk diberikan
penilaian
Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Siswa mengumpulkan salah satu Lembar Kerja menit
dalam kelompoknya pada guru.
2. Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk
menanyakan materi pembelajaran yang masih
belum jelas.
3. Siswa bersama guru menyimpulkan materi
pembelajaran.
4. Siswa diberi tugas untuk membaca mengenai
perubahan pereaksi dan hasil reaksi dalam
perubahan entalpi
5. Siswa berdo’a & menjawab salam penutup.
H. Pertemuan kedelapan (2 JP X 45 menit)

Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 15
o Siswa menjawab salam dan berdo’a (Religi)
menit
o Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru.
Apersepsi

Siswa meninjau kembali materi pada pertemuan


sebelumnya isomer pada senyawa hidrokarbon.

Motivasi
Siswa diberikan fakta mengenai perubahan jumlah
pereaksi atau hasil reaksi dengan perubahan energi
berdasarkan persamaan termokimia
Kegiatan Inti Stimulation Mengamati
a. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok 60
sesuai kelompaok pertemuan sebelumnya menit
(Collaboration) dan Setiap kelompok siswa
menerima materi dan soal latihan yang dibagikan
oleh guru.
b.Siswa diberikan suatu reaksi kimia yang
berkaitan dengan termokimia. (Literasi)
c. Guru membuka secara luas dan bervariasi
kesempatan peserta didik untuk melakukan
pengamatan melalui kegiatan individu tentang
bahan pembelajaran yang terkait dengan
perubahan jumlah pereaksi atau hasil reaksi
dengan perubahan energi berdasarkan persamaan
termokimia (Literasi dan Critical Thinking)
Menanya
Siswa melakukan tanya jawab bersama guru
mengenai perubahan jumlah pereaksi atau hasil
reaksi dengan perubahan energi berdasarkan
Problem persamaan termokimia (Creativity,
Statement Collaboration, Critical Thinking dan HOTS
serta PPK rasa ingin tahu serta tanggung
jawab)

Mengumpulkan Data

1. Peserta didik mencari informasi lanjutan dengan


membaca sumber lain (Literasi) yang relevan
baik dari Internet, Web, maupun sosial media
lainnya untuk menjawab pertanyaan.
(Creativity, Collaboration, Critical Thinking
dan HOTS serta PPK rasa ingin tahu serta
tanggung jawab)

Data Collection
2. Guru membimbing peserta didik untuk menggali
Data Processing dan mengumpulkan informasi tentang eksplorasi
yang dilakukan.
3. Peserta didik juga mengumpulkan informasi
untuk mengerjakan tugas yang diberikan.
4. Peran guru dalam tahap ini adalah sebagai
berikut:
a. Menyediakan berbagai sumber belajar
seperti buku teks siswa dan buku referensi
lain
b. Guru dapat juga menunjukkan buku atau
sumber belajar lain yang dapat dijadikan
Associating referensi untuk menjawab pertanyaan.
Mengasosiasi
1. Peserta didik membuat kesimpulan eksplorasi
tentang reaksi dan hasil reaksi yang terjadi.
2. Peserta didik bekerja sama dalam kelompok
untuk menjawab
3. Siswa menyusun hasil eksplorasi dalam bentuk
laporan hasil diskusi (Collaboration, Critical
Thinking)
Verification Pembuktian

Siswa dibimbing guru untuk membuktikan


kebenaran hasil diskusi dalam kelompoknya.

Mengkomunikasikan

Communicating 1. Perwakilan dari setiap kelompok siswa


menyampaikan laporan hasil diskusi
kelompoknya secara lisan di depan kelas. Peserta
didik yang lainnya diminta untuk menanggapi
atau melengkapi hasil diskusi tersebut.
(Collaboration, Critical Thinking dan HOTS
serta PPK rasa ingin tahu, tanggung jawab,
santun dan demokratis)
2. Guru memberikan konfirmasi atau penguatan
atas jawaban peserta didik.
3. Peserta didik mengumpulkan laporan hasil
eksplorasi untuk diberikan penilaian.

Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Siswa menyajikan hasil kerja dalam menit
kelompoknya pada guru.
2. Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk
menanyakan materi pembelajaran yang masih
belum jelas.
3. Siswa bersama guru menyimpulkan materi
pembelajaran.
4. Siswa diberi tugas untuk mengulang kembali dari
awal materi untuk persiapan ulangan harian.
5. Siswa berdo’a & menjawab salam penutup.

V. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

A. Teknik Penilaian :
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : Laporan
B. Instrumen Penilaian :
1. Pertemuan Pertama
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis, Penugasan
c. Keterampilan : -
2. Pertemuan Kedua
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis, Penugasan
c. Keterampilan : -
3. Pertemuan Ketiga
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis, Penugasan
c. Keterampilan : -
4. Pertemuan Keempat
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis, Penugasan
c. Keterampilan : -
5. Pertemuan Kelima
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis,
c. Keterampilan : -
6. Pertemuan Keenam
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : -
7. Pertemuan Ketujuh
d. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
e. Pengetahuan : Tes tulis, Penugasan
f. Keterampilan : -

8. Pertemuan kedelapan
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis, Penugasan
c. Keterampilan : Laporan Proyek
C. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
Pembelajaran remedial dilakukan setelah kegiatan penilaian.
a. Pembelajaran remedial diberikan kepada peserta didik yang capaian
KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remedial
teaching (Klasikal), atau tutor sebaya, atau penugasan dan diakhiri
denga tes.
c. Tes remedial dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes
remedial belum mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam
bentuk penugasan tanpa tes tertulis kembali.
D. Pengayaan
a. Pengayaan diberikan kepada siswa yang telah mencapai nilai ketuntasn
diberikan pembelajaran pengayaan sebagai berikut :
- Peser ta didik yang mencapai nilan n(ketuntasan)< n <
n(maksimum) diberikan materi masih dalam cakupan KD
dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
- Peserta didik yang mencapai nilai n > n(maksimum) diberikan
materi melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai
pengetahuan tambahan.
1. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
A. Media/alat :
a. Proyektor
b. Laptop
B. Bahan :
a. Lembar Kerja Peserta Didik
b. Powerpoint
C. Sumber Belajar :
d. Rufaida, A.D dkk. 2016. Kimia : untuk SMA/MA kelas XI. Klaten:Intan
Pariwara
e. Sufiaty, A dan Ari Damari. 2015. Buku Penilaian Autentik: untuk
SMA/MA kelas XI. Jakarta: Erlangga

Tanjungpinang, 5 Desember 2017


Guru Pamong Mahasiswa Praktek

M. Tohir Karjono, M.Pd Aryadi


NIP. 19710717 199512 1 001 NIM. 140384204047

Mengetahui
Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpinang

Dr. Imam Syafii, S.Pd., M.Si.


NIP 19660929 199002 1 002
LAMPIRAN 1

1) Penilaian Sikap (Kerjasama, rasa ingin tahu, tanggung jawab dan displin)
menggunakan teknis observasi dan jurnal
a. Lembar Observasi Sikap
No Indikator Kriteria Nilai
1 Bekerjasama a. Mendapat bagian dalam
mencari informasi yang
diperlukan
b. Mendapat bagian dalam
diskusi atau presentasi
c. Mendapat bagian dalam
menyelesaikan soal-soal
yang diberikan
d. Mendapat bagian dalam
menyelesaikan
permasalahan kontekstual
terhadap masalah yang
diberikan

2 Disiplin Menunjukkan komitmen untuk:


a. Mencari informasi yang
diperlukan
b. Terlibat aktif dalam diskusi
atau presentasi
c. Terlibat aktif dalam
menyelesaikan
permasalahan yang ada
3 Tanggung a. Melaksanakan segala
Jawab kegiatan dalam proses
pembelajaran
b. Mendapat bagian dalam
menyelesaikan masalah
yang ada
4 Rasa ingin a. Antusias mencari jawaban
tahu b. Aktif dalam proses
pembelajaran
Jumlah

Keterangan :
1. Jika 4 kriteria muncul maka diberi sebutan selalu
2. Jika 3 kriteria muncul maka diberi sebutan sering
3. Jika 2 kriteria mucul maka diberi sebutan kadang-kadang
4. Jika 1 kriteria mucul maka diberi sebutan jarang

b. Jurnal
Kejadian Aspek Tindak
No Waktu Nama Positif/Negatif
/Perilaku sikap lanjut
1
2
3
4
5
LAMPIRAN 2

2) Penilaian Presentasi
a. Rubrik Unjuk Kerja Presentasi
Nama Kemampuan Memberikan Nilai
Kemampuan
No Peserta Menjawab/Argumentasi Masukan/Saran Keterampilan
Bertanya (*)
Didik (*) (*) (**)
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8

Pedoman Penskoran:
No Aspek Pedoman Penskoran
Skor 4, apabila selalu bertanya

Kemampuan Skor 3, apabila sering bertanya


1
Bertanya Skor 2, apabila jarang bertanya
Skor 1, apabila tidak pernah bertanya
Skor 4, apabila materi/jawaban benar, rasional dan jelas
Skor 3, apabila materi/jawaban benar, rasional dan tidak jelas
Kemampuan Skor 2, apabila materi/jawaban benar, tidak rasional dan tidak
2
menjawab/Argumentasi jelas
Skor 1, apabila materi/jawaban tidak benar, tidak rasional dan
tidak jelas
Skor 4, apabila selalu memberi masukan/saran

Kemampuan memberi
3 Skor 3, apabila sering memberi masukan/saran
masukan
Skor 2, apabila kadang-kadang memberi masukan/saran
Skor 1, apabila tidak pernah memberi masukan/saran

Penilaian =
LAMPIRAN 3
3) Penilaian Kognitif, tes tulis
Indikator
No IPK Soal Nilai
Butir Soal
a. Disajikan 1. Dilaboratorium larutan HCl direkasikan
ilustrasi dengan larutan KOH dalam sebuah tabung
percobaan reaksi. Yang merupakan Sistem dalam
3.4.1 percobaan tersebut adalah
Menjelaskan a. Larutan HCl dan larutan KOH
1
sistem dan b. Laboratorium dan larutan HCl
lingkungan c. Tabung reaksi dan larutan HCl
d. Tabung reaksi dan laboratorium
e. Laboratorium dan larutan KOH.

2. Suatu rekasi kimia digambarkan dengan


diagram tingkat energi berikut.
Disajikan
beberapa
grafik d

3.4.2
Reaksi kimia yang terjadi merupakan reaksi . . .
Menjelaskan ..
2
a. eksoterm, karena ∆H = -
reaksi eksoterm
b. eksoterm, karena ∆H = +
dan endoterm d. eksoterm, karena ∆H = 0
d. endoterm, karena ∆H = -
e. endoterm, karena ∆H = +

3. Salah satu ciri rekasi eksoterm adalah . . . . .


a. terjadi penurunan suhu
b. perubahan entalpi positif
c. reaksi memerlukan kalor
d. berlangsung tidak spontan
e. Terjadi perpindahan kalor dari sistem
ke lingkungan
4. Perhatikan gambar berikut!

Terjadinya rekasi endoterm ditunjukkan oleh


gambar nomor . . . . .
A. 1 dan 2
B. 1 dan 4
C. 3 dan 4
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4

3 3.5.1 Disajikan 6. Perupahan Entalpi pembentukan (∆Hof)


reaksi, data- NH4Cl (s) ditunjukan oleh reaksi...
Menjelaskan A. NH4+ (g) + Cl-(g) 2NH4Cl (s)
data yang B. N2 (g) + 4H2(g) + Cl2(g) 2NH4Cl (s)
Jenis Perubahan
sesaui C. NH3 (g) + HCl(g) NH4Cl (s)
entalpi D. NH3 (g) + ½ H2(g) + ½ Cl2(g)
dengan 2NH4Cl (s)
perubahan E. N2 (g) + 4H2(g) +2HCl (g) 2NH4Cl
(s)
entalpi
7. Diketahui reaksi :

SO2 (g) + O2(g) SO3 (g)


Memiliki H = -23,5 kJ . Nilai H tersebut
merupakan. . .
A. Entalpi penguraian SO3
B. Entalpi pembakaran SO3
C. Entalpi pembakaran SO2
D. Entalpi pembentukan SO2
E. Entalpi pelarutan SO3
8. Pada pembakaran 1 gram metana (CH4)
dibebaskan 55,6 kj, Persamaan termokimia
yang menggambarkan reaksi pembakaran
metana adalah...
A. CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) +
2H2O (l) ∆H= -55,6 kj
B. CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O
(l) ∆H= +55,6 kj
C. CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O
(l) ∆H= -889,6 kj
D. CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O
(l) ∆H= +889,6 kj
E. CH4(g) 2 C(s) + H2 (g) ∆H= -
55,6 kj
9. Jika entalpi pembentukan Standar SF4 (g) =
-775 KJ mol-1, H2O (l) = -187 KJ mol-1,
SO2 (g) = -296 KJ mol-1, dan HF(g) = -271
KJ mol-1, maka nilai entalpi reaksi
SF4 (g) + H2O(l) SO2 (g) + HF(g)
adalah....
a. -462 KJ mol-1
b. -395 KJ mol-1
c. -231 KJ mol-1
d. + 231 KJ mol-1
e. + 462 KJ mol-1
4 Disajikan 10. Seorang siswa mengukur perubahan entalpi
reaksi, data dari reaksi :

dari tabel dan HCl (aq) +NaOH (aq) NaCl (aq) +


entalpi H2O (e) (setara)
Jika suhu awal masing-masing larutan HCl
pembentukan dan NaOH adalah 25 dan setelah
dicampukan suhu menjadi 30 . Jumlah
masing-masing zat yang dicampurkan adalah
3.5.2 50 ml
HCl 0,2 M dan 50 ml NaOH 0,4 M, kapasitas
Menentukan
kalor bejana di abaikan dan c air = 4,2 J /g
perubahan . Berapakah perubahan entalpi ( Hn ) dari
entalpi dengan reaksi campuran tersebut. ( 1 mol )
A. -314 kJ
kalorimeter,
B. +231 k
hukum Hess dan C. -123 kJ
energi ikatan D. -210 kJ
E. +210 kJ

11. Perhatikan persamaan termokimia berikut


2CuCl (s) 2Cu (s) + Cl2 ∆H=+274,4 KJ
2CuCl (s) + Cl2(g) 2CuCl2 (s)∆H=-165,8
KJ
∆H untuk reaksi Cu(s) + Cl2 CuCl2 (s)
yaitu
a. -440,2 KJ
b. -220,1 KJ
c. -108,6 KJ
d. +108,6 KJ
e. +440,2 KJ

12. Perhatikan siklus Hess beriku :

Dari siklus di atas ∆H3 adalah..


A. -1010 kj
B. -566 kj
C. 1010 kj
D. 222 kj
E. -636 kj

13. Jika energi Ikatan rata-rata dari


C=C = 146 kkal mol -1
C-Cl = 79 kkal mol -1
C-C = 83 kkal mol-1
H-Cl = 103 kkal mol-1
C-H = 99 kkal mol-1
Maka perubahan entalpi pada adisi etana
dengan asam klorida menurut persamaan
H2C = CH2 + HCl CH3- CH2 – Cl adalah
sebesar
a. -510 kkal
b. -72,8 kkal
c. -12 kkal
d. 12 kkal
e. 510 kkal
14. Jika Kalor Pembakaran etana dn butana
3.5.3
berturut-turut sebesar -1.566,3 KJ dan -
Menentukan 2.901 KJ serta harga 1 Kg gas elpiji Rp.
6000-, setiap rupiah menghasilkan kalor
kalor sebanyak ........ (elpiji terdiri dari 40% etana
5 dan 60 % buatan)
pembakaran
a. 11,48 kj
bahan bakar
b. 10,48 kj
c. 9,48 kj
d. 8,48 kj
e. 7,48 kj
6 3.5.4 15. Pada saat bensin dibakar unsur-unsur
pengotor dalam bensin akan membentuk
Mengidentifikasi
senyawa oksida, yaitu oksida belerang,
dampak
oksida nitrogen dan oksida logam. Oksida
pembakaran
nitrogen berbahaya karena: kecuali,
tidak sempurna
A. Bersifat racun
B. Megakibatkan iritasi pada mata
C. Megakibatkan iritasi pada hidung
D. Merusak bangunan
E. Megakibatkan iritasi pada saluran
pernafasan

Penilaian =
LEMBAR PENILAIAN DIRI
(SELF ASSESSMENT)
Berikan penilaian terhadap diri Anda sendiri dengan memberikan tanda centang () pada
kolom disamping pernyataan secara jujur!
Nama : ....................................................
Kelompok : ....................................................
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Apakah sebelum menghadiri pembelajaran hari ini Anda membaca
terlebih dahulu materi yang akan dipelajari?
2. Apakah Anda mengumpulkan dan membawa bahan diskusi?
Jika “Ya”, tuliskan kategori bahan diskusi yang Anda bawa.
.........................................................................................................
.........................................................................................................
3. Apakah Anda memberikan kritik pada pendapat teman Anda dalam
diskusi kelompok?
4. Apakah Anda menerima kritik dari teman Anda?
5. Apakah Anda memberikan saran atau pendapat Anda dalam diskusi
kelompok?
6. Apakah Anda mengajukan pertanyaan pada teman lain selama diskusi
berlangsung?
7. Apakah Anda mengajukan pertanyaan pada guru selama diskusi
berlangsung?
8. Apakah Anda mendorong teman Anda untuk berpendapat/mengajukan
pertanyaan/mengkritik?
9. Apakah Anda memahami materi pembelajaran mengenai Senyawa
Hirokarbon yang telah dilaksanakan? Jika “Tidak” ungkapkan bagian
yang masih membingungkan Anda.
.........................................................................................................
10. Apakah Anda merasa puas dengan diskusi kelompok yang telah
dilakukan? Jika “Tidak” ungkapkan alasan Anda.
.........................................................................................................
PERHATIAN: kumpulkan lembar ini pada guru yang mengajar!
LEMBAR PENILAIAN ANTAR TEMAN
(PEER ASSESSMENT)

Berikan penilaian Anda terhadap teman-teman sekelompok Anda dengan memberikan tanda
centang () pada kolom pernyataan secara jujur dan objektif!
Nama Penilai : ....................................................
Kelompok : ....................................................

Membawa Bahan

Menerima Kritik

Pertanyaan pada

Pertanyaan pada
Memberikan

Memberikan

Memberikan

Mengajukan

Mengajukan

Teman Lain
Memotivasi
Pendapat
Diskusi

Teman
Kritik

Saran

Guru
No. Nama Teman Anda

1.

2.

3.

4.

5.

PERHATIAN: kumpulkan lembar ini pada guru yang mengajar!


LAMPIRAN MATERI
1. Energi dan Entalpi
A. Sistem dan Lingkungan
Untuk mengerti termokimia, perlu dipahami konsep sistem dan lingkungan.
Pertama, kita akan membahas mengenai sistem.
a. Sistem adalah reaksi atau tempat yang dijadikan titik pusat
perhatian. Lingkungan adalah semua hal yang menunjang sistem, atau dengan kata
lain, semua hal di luar sistem. Contohnya, bila anda melihat segelas air, maka
segelas air adalah sistem, sementara ruangan dan semua lainnya adalah
lingkungan. Ada 3 jenis sistem, berdasarkan transformasi materi dan energinya,
yaitu:
1. Sistem terbuka, yaitu sistem dimana pertukaran materi dan energi keluar
masuk sistem dapat dilakukan. Contohnya, air dalam gelas terbuka.
2. Sistem tertutup, dimana hanya ada pertukaran energi atau materi satu arah.
Contohnya, air panas dalam gelas tertutup, dimana hanya panas (energi) dari dalam
gelas yang bergerak ke arah lingkungan.
3. Sistem terisolasi, yaitu dimana tidak terjadi pertukaran materi dan energi sama
sekali. Contohnya, air dalam termos.

2.Perubahan Entalpi
Entalpi, seperti asal kata Yunaninya, berarti kandungan energi pada suatu benda.
Jika kita bayangkan kita melihat sebuah ember yang kita tidak tahu volumenya dan
berisi air. Seperti banyak air yang tidak kita tahu, besar entalpi juga tidak kita
ketahui. Namun, jika dari ambil atau beri air sebanyak satu gayung dari/pada ember
tersebut, kita tahu perubahan isinya. Begitulah kita tahu perubahan entalpi.
Entalpi dilambangkan dengan huruf H (terkadang dengan h).Kita dapat
mengetahui perubahan entalpi pada suatu reaksi dengan:
ΔH = Hproduk - Hreaktan
Dimana semuanya terdapat dalam satuan J atau kal.Jika kita hubungkan
entalpidengan hukum termodinamika yang pertama, kita akan tahu bahwa entalpi
secara global tidak pernah berubah. Energi hanya bergerak, namun tidak bertambah
atau berkurang. Perubahan entalpi untuk reaksi kimia yang semua pereaksi dan
produknya dalam keadaan standar pada suhu tertentu disebut entalpi standar
reaksi. Entalpi standar digunakan untuk membandingkan perubahan energi yang
berbeda-beda. Ada beberapa jenis perubahan entalpi standar, yaitu perubahan
entalpi pembentukan standar (∆Hof), perubahan entalpi penguraian standar (∆Hoc)
dan perubahan entalpi pembakaran standar (∆Hod).

• Perubahan entalpi pembentukan standar (∆Hof) adalah perubahan


entalpi pada pembentukan 1 mol zatdari unsur-unsurnyapada keadaan
standardan semua unsur-unsurnya dalam bentuk standar.
C (s, grafit) + 2 H2 (g) → CH4 (g) ∆H0 = -74.8 kJ/mol

• Perubahan entalpi penguraian standar (∆Hod) adalah perubahan entalpi


pada penguraian 1 mol zat menjadi unsur-unsurnya pada keadaan
standar.
H2O (l) → H2 (g) + ½ O2 (g) ΔH0 = + 286 kJ/mol
• Perubahan entalpi pembakaran standar (∆Hoc) adalah perubahan entalpi
pada pembakaran 1 mol zat pada keadaan standar.
C (s, grafit) + O2 (g) → CO2 (g) ∆H0 = -393.5 kJ/mol

Entalpi mutlak dari suatu zat tidak dapat diukur atau dihitung. Hanya
perubahan entalpi saja yang dapat diukur. Berikut ini keadaan standar zat
kimia yang ditetapkan oleh para ahli kimia.
• Untuk zat cair dan padat, keadaan standar adalah keadaan stabil secara
termodinamika pada tekanan 1 atm dan suhu tertentu.
• Untuk gas, keadaan standar adalah fase gas pada tekanan 1 atm, pada
suhu tertentu, dan menunjukkan sifat gas ideal.
Untuk spesi yang terlarut, keadaan standar adalah 1 M larutan pada
tekanan 1 atm, oada suhu tertentu, dan menunjukkan sifat larutan ideal.

3. Reaksi Eksoterm dan Endoterm


Reaksi dibagi menjadi dua jenis, sesuai dengan arah perpindahan energi. Mereka
adalah : (a) reaksi eksoterm dan (b) reaksi endoterm. Kita akan membahas yang
pertama dahulu.
1. Reaksi Eksoterm
Reaksi eksoterm,adalah kejadian dimana panas mengalir dari sistem kelingkungan.
Maka, ΔH < O dan suhu produk akan lebih kecil darireaktan. Ciri lain, suhu
sekitarnya akan lebih tinggi dari suhu awal. Reaksi kimia berlangsung dengan
menyerap atau membebaskan kalor. Reaksi yangmembebaskan kalor disebut reaksi
eksoterm, sedangkan reaksi yang menyerap kalor disebutreaksi endoterm. Reaksi-
reaksi pembakaran, seperti pembakaran kayu, pembakaran metana,pembakaran
propana, dan reaksi antara serbuk aluminium dan besi oksida merupakancontoh
reaksi eksoterm. Contoh lain reaksi eksoterm, yaitu reaksi antara kalsium oksida
(CaO) dan air.
2. Reaksi endoterm adalah kejadian dimana panas diserap oleh sistem dari
lingkungan.Maka, ΔH > 0 dan suhu sekitarnya turun.Contoh reaksiendoterm adalah
sepotong es dimasukkan ke dalam botol plastik dan ditutup. Dalam jangka waktu
tertentu es mencair, tetapi di dinding botol sebelah luar ada tetesan air. Perubahan es
menjadi cair memerlukan energi dalam bentuk kalor.

4. Penentuan Perubahan Entalpi


1. Kalorimetri
Perubahan entalpi dapat di ukur dengan menggunakan Kalorimeter sederhana dan
calorimeter bom.kalori meter sederhana dapat dibuat dengan wadah atau gelas yang
bersifat isolator. Dengan demikian selama reaksi berlangsung dianggap tidak ada
kalor yang diserap maupun dilepaskan dari sitem kelingkungan.
2. Hukum Hess
Pengukuran perubahan entalpi suatu reaksi kadangkal tidak dapat di tentukan
langsung dengan calorimeter, misalnya perubahan entalpi pembentukan standar
1
(ΔHf˚) CO Reaksi pembentukan CO adalah C(S) + 2 O2 (g) → CO(g)

Reaksi pembakaran karbon tidak hanya menghasilkan gas CO saja tanpa


terbentuknya gas CO2. Jadi , bila dilakukan pengukuran peubahan entalpi dari reaksi
tersebut yang terukur tidak hanya pembentukan gas CO2 saja tetapi juga terukur pula
perubahan entalpi dari reaksi
C(s) + O2 (g) → CO2 (g).
Henry Germain Hess (1840) , melakukan serangkaian percobaan dan
mendapatkan kesimpulan yang dikenal dengan hukum Hess , yaitu perubahan
entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal(zat-zat pereaksi) dan
keadaan akhir(zat-zat raksi) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana
jalannya reaksi.

3. Energi Ikatan
Reaksi pada dasarnya terdiri dari dua proses , yang pertama adalah pemutusan
ikatn antar atom dari senyawa yang bereaksi , dan selanjutnya proses
penggabungan ikatan kembali dari atom-atom yang terlibat reaksi sehingga
membentuk susunan lurus. Proses pemutusan ikatan ialah proses yang
membutuhkan kalor (endoterm) , sedangkan proses penggabungan ikatan adalah
proses yang membebaskan kalor (eksoterm).Berdasarkan jenis dan letak atom
dalam molekulnya dibagi menjadi:

1) Energi atomisasi : energi untuk memutuskan semua ikatan dalam 1 mol molekul
menjadi atom-atom bebas dalam keadaan gas. Contoh : CH4 menjadi atom C
dan 4 atom H.
2) Energi disosiasi ikatan : energi untuk memutuskan salah satu ikatan dalm
molekul. Contoh : CH4 menjadi CH3 dan H dengan∆H = 431 kJ artinya untuk
memutuskan 1 atom H sebesar 431 kJ.
3) Energi ikatan rata-rata : energi untuk memutuskan ikatan atom-atom dalam
senyawa. Contoh : CH4 menjadi C dan 4 atom H dengan ∆H=1668 kJ, maka
energy ikatan rata-ratanya = - 417 kJ.
Rumus untuk menghitung ∆H dari energi ikatan adalah : ∆H = ∑ energi
pemutusan ikatan - ∑ energi penggabungan ikatan.

5. Kalor pembakaran bahan bakar


Pembakaran merupakan proses reaksi antara bahan bakar dengan oksigen yang
disertai nyala api. Pembakaran akan menghasilkan panas atau kalor. Kalor
pembakaran bahan bakar dapat ditentukan harganya melalui percoban
sederhana dengan prinsip kalorimeter. Jika suatu bahan bakar diketahui harga
kalor pembakrannya akan dapat dibandingkan dengan kalor pembakran bahan
bakar lainnya.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI/Ganjil
Materi Pokok : Laju Reaksi
Alokasi Waktu : 14 JP
Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran, dengan menggunakan
model Experiential Learning peserta didik dapat mencapai
indikator pencapaian kompetensi yang ada serta menerapkan
perilaku seperti rasa ingin tahu, mampu bekerjasama dengan
baik, disiplin dan bertanggung jawab dan menjalankan ajaran
agama-Nya

A. Kompetensi Inti (KI)


1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleransi, damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, sertamenerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

No KD Pengetahuan No KD Keterampilan
3.6 Menjelaskan faktor-faktor yang 4.6 Menyajikan hasil penelusuran
memengaruhi laju reaksi informasi cara-cara pengaturan
menggunakan teori tumbukan dan penyimpanan bahan untuk
mencegah perubahan fisika dan
kimia yang tak terkendali

3.7 Menentukan orde reaksi dan 4.7 Merancang, melakukan, dan


tetapan laju reaksi berdasarkan menyimpulkan serta
data hasil percobaan menyajikan hasil percobaan
faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi dan
orde reaksi

No IPK Pengetahuan No IPK Keterampilan

3.6.1 Menjelaskan konsep laju reaksi 4.6.1 Menyajikan hasil resume cara
penyimpanan bahan kimia

3.6.2 Menjelaskan laju reaksi 4.7.1 Menyajikan hasil percobaan


berdasarkan grafik faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi

3.6.3 Menggunakan persamaan laju 4.7.2 Menyajikan laporan percobaan


reaksi dalam menyelesaikan faktor-faktor yang
soal memengaruhi laju reaksi
3.6.4 Mendeskripsikan teori
tumbukan dan faktor-faktor
yang mempengaruhi laju reaksi
3.7.1 Menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi
berdasarkan hasil percobaan
3.7.2 Menentukan grafik orde reaksi
C. Materi Pembelajaran
1. Faktual
a. Hukum Laju Reaksi
b. Teori tumbukan
2. Konseptual
a. Konsep laju reaksi
b. Persamaan laju reaksi
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
3. Prosedural
a. Penentuan Orde Reaksi
D. Kegiatan Pembelajaran
a. Pendekatan : Saintifik
b. Model : Discovery learning
c. Metode : Diskusi
I. Pertemuan Pertama (2 JP x 45 menit)
Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 1. Siswa menjawab salam dan berdo’a 15
(Religi) menit
2. Guru memeriksa kehadiran siswa.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
4. Guru membagi peserta didik menjadi
beberapa kelompok masing-masing 5-6
orang (Collaboration)
Apersepsi
Guru memnimbing siswa untuk meninjau
kembali materi pada kelas X tentang
persamaan reaksi dan perhitungan kimia. Guru
memberikan satu contoh reaksi kimia yang
terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Motivasi

Guru memberikan stimulasi awal terhadap


materi laju reaksi dan dihubungkan dengan
contoh dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga
menjelaskan bahwa reaksi kimia ada yang
berlangsung cepat dan ada yang berlangsung
lambat.

Kegiatan Stimulation Mengamati


Inti 60
1. Guru membimbing siswa untuk mampu
menit
mengeksplorasi pengalaman yang dimiliki
siswa yang berkaitan dengan konsep laju
reaksi.
2. Guru menyaikan demonstrasi sederhana
terkait konsep laju reaksi (Literasi)
3. Guru memberikan stimulasi dengan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
dapat menghadapkan peserta didik kepada
kondisi internal yang mendorong
eksplorasi (Communication and Critical
Thinking)
Menanya
Guru memberikan kesempatan peserta
didik mengidentifikasi sebanyak mungkin
Problem
masalah yang relevan antara pengalaman
statement
siswa terhadap konsep laju reaksi:
• Mengapa roti yang disimpan terlalu
lama dapat ditumbuhi jamur?
• Apa saja contoh reaksi kimia yang
terjadi dalam kehidupan sehari-hari?
• Reaksi apakah yang berlangsung cepat
dan reaksi apakah yang berlangsung
lambat dalam kehidupan sehari-hari?
• Mengapa ada reaksi yang berlangsung
cepat dan berjalan lambat?
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa ingin
tahu serta tanggung jawab)
Data Mengumpulkan Data
Collection 1. Peserta didik mencari informasi lanjutan
dengan membaca sumber lain (Literasi)
yang relevan baik dari keterkaitan langsung
dengan yang pernah dialami siswa dalam
kehidupan sehari-hari, Internet, Web, untuk
menjawab pertanyaan. Peserta didik
diharapkan dapat belajar secara aktif
berdasarkan pengalaman yang telah
dialami untuk menemukan pemahaman
konsep laju reaksi. (Creativity,
Collaboration, Critical Thinking dan
HOTS serta PPK rasa ingin tahu serta
tanggung jawab)
2. Peserta didik juga mengumpulkan
informasi untuk mengerjakan tugas
kelompok yang diberikan.
3. Peran guru dalam tahap ini adalah guru
dapat juga menunjukkan buku atau sumber
belajar lain yang dapat dijadikan referensi
untuk menjawab pertanyaan.
Associatng Mengasosiasi
1. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk
menyimpulkan dan menganalisis konsep
laju reaksi dan relevansi dengan kehdiupan
sehari-hari berdasarkan pengalaman yang
telah dialami siswa. (Collaboration,
Critical Thinking)
2. Siswa menyimpulkan konsep laju reaksi.
Verification Pembuktian
Siswa dibimbing guru untuk membuktikan
relevansi pengalaman siswa dengan konsep
yang laju reaksi.
Communicat Mengkomunikasikan
ing 1. Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil diskusi kelompoknya
secara lisan di depan kelas. Peserta didik
yang lainnya diminta untuk menanggapi
atau melengkapi hasil diskusi tersebut.
(Collaboration, Critical Thinking dan
HOTS serta PPK rasa ingin tahu,
tanggung jawab, santun dan
demokratis)
2. Guru memberikan konfirmasi/penguatan
atas jawaban peserta didik.
3. Peserta didik mengumpulkan hasil analisis
diskusi kelompok secara tertulis untuk
diberikan penilaian
Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Siswa mengumpulkan salah satu Lembar menit
Kerja dalam kelompoknya pada guru.
2. Guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menanyakan materi
pembelajaran yang masih belum jelas.
3. Siswa bersama guru menyimpulkan
materi pembelajaran.
4. Guru memberi tugas untuk membaca
materi Persamaan laju reaksi untuk
pertemuan selanjutnya
5. Siswa berdo’a & menjawab salam
penutup.

II. Pertemuan Kedua (2x45 menit)


Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 1. Siswa menjawab salam dan berdo’a 15
(Religi) menit
2. Guru memeriksa kehadiran siswa.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
4. Guru membagi peserta didik menjadi
beberapa kelompok praktikum masing-
masing 5-6 orang (Collaboration)
5. Guru menyiapkan kelas untuk kegiatan
praktikum
6. Guru memeriksa kelengkapan alat dan
bahan untuk kegiatan praktikum
Apersepsi
Guru membimbing siswa meninjau kembali
materi pada pertemuan sebelumnya mengenai
konsep laju reaksi (dicontohkan dengan
relevansi dalam kehidupan sehari-hari sesuai
dengan pengalaman siswa)

Motivasi
Guru memberikan penjelasan awal mengenai
penentuan laju reaksi. Guru memberikan
beberapa pertanyaan awal yang dapat
meningkatkan stimulus siswa untuk menjawab
pertanyaan tersebut siswa diberikan informasi
mengenai penentuan laju reaksi

Kegiatan Stimulation Mengamati 60


Inti 1. Guru membimbing siswa untuk mampu menit
mengeksplorasi pengalaman yang dimiliki
siswa yang berkaitan dengan konsep
penentuan laju reaksi.
2. Siswa mengamati gambar perkaratan besi
dan kembang api: (Literasi)

Kembang api Perkaratan besi


3. Peserta didik memperhatikan grafik
konsentrasi perekasi dan konsentrasi
produk terhadap waktu. (Literasi)
Problem Menanya
Statement Guru memberikan kesempatan peserta
didik mengidentifikasi sebanyak mungkin
masalah yang relevan terhadap konsep laju
reaksi:
• Bagaimana cara menentukan laju
reaksi?
• Bagaimana cara menentukan laju reaksi
berdasarkan grafik?
• Bagaimana rumus penentuan laju
reaksi?
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa
ingin tahu serta tanggung jawab)
Data Mengumpulkan Data
Collection 1. Peserta didik melakukan percobaan untuk
menjawab pertanyaan yang ada dilembar
kerja praktikum.
2. Peserta didik mencari informasi lanjutan
dengan membaca sumber lain (Literasi)
yang relevan baik dari Internet, Web, untuk
menjawab pertanyaan atau membuktikan
benar atau tidaknya hipotesis. Peserta didik
diharapkan dapat belajar secara aktif untuk
menemukan pemahaman konsep laju
reaksi. (Creativity, Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS serta PPK
rasa ingin tahu serta tanggung jawab)
3. Peserta didik juga mengumpulkan
informasi untuk mengerjakan tugas
kelompok yang diberikan.
4. Peran guru dalam tahap ini guru dapat juga
menunjukkan buku atau sumber belajar lain
yang dapat dijadikan referensi untuk
menjawab pertanyaan.
Associating Mengasosiasi
1. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk
menyimpulkan dan menganalisis
bagaimana penentuan laju reaksi
(Collaboration, Critical Thinking)
2. Siswa menghubungkan cara penentuan laju
reaksi dengan grafik konsentrasi perekasi
dan konsentrasi produk terhadap waktu.
(Critical Thinking)
Verification Pembuktian
Siswa dibimbing guru untuk membuktikan
kebenaran hipotesis yang telah dibuat.
Communicat Mengkomunikasikan
ing 1. Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil praktikum
kelompoknya secara lisan di depan kelas.
Peserta didik yang lainnya diminta untuk
menanggapi atau melengkapi hasil
praktikum tersebut. (Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS serta PPK
rasa ingin tahu, tanggung jawab, santun
dan demokratis)
2. Guru memberikan konfirmasi/penguatan
atas jawaban peserta didik.
3. Peserta didik mengumpulkan hasil analisis
praktikum secara tertulis untuk diberikan
penilaian.
Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Siswa mengumpulkan lembar praktikum menit
pada guru.
2. Guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menanyakan kegitan
praktikum dan materi pembelajaran yang
masih belum jelas.
3. Siswa bersama guru menyimpulkan materi
pembelajaran.
4. Guru memberi tugas untuk membaca
materi Teori Tumbukan dan Energi
Aktivasi
5. Siswa berdo’a & menjawab salam penutup.

III. Pertemuan Ketiga (2x45 menit)


Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 1. Siswa menjawab salam dan berdo’a 15
(Religi) menit
2. Guru memeriksa kehadiran siswa.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
4. Guru membagi peserta didik menjadi
beberapa kelompok dengan masing-masing
kelompok beranggotakan 5-6 orang dalam
satu kelompok (Collaboration)
Apersepsi
Guru membimbing siswa meninjau kembali
materi pada pertemuan sebelumnya mengenai
rumus penentuan laju reaksi.

Motivasi
Guru memberikan suatu motivasi berupa
keterkaitan teori tumbukan dengan
pengalaman siswa. Hal ini akan berkaitan
dengan kehidupan sehari-hari siswa. Seperti
lalu lintas yang padat sangat berpotensi terjadi
tabrakan lalu lintas. Ketika terjadi kepadatan,
jarak antar kendaraan sangat dekat. Dengan
demikian, tabrakan lebih mungkin terjadi. Hal
ini berhubungan dengan teori tumbukan.

Kegiatan Stimulation Mengamati


Inti 60
1. Guru menunjukkan gambar suatu kota
menit
yang lalu lintasnya sangat padat. (Literasi)

Gambar. Semakin padat lalu lintas, kemungkinan


tabrakan semakin besar
2. Guru menjelaskan konsep awal teori
tumbukan (Literasi, and Critical
Thinking)
3. Guru memberikan analogi tentang proses
mendorong sebuah mobil melalui tanjakan
4. Guru menjelaskan bahwa ketika kita
mendorong mobil, jika energinya cukup
maka mobil tersebut akan melewati
tanjakan dengan mulus, tetapi apabila
energi yang diberikan hanya sedikit maka
kemungkinan besar mobil tersebut tidak
akan mampu melalui tanjakan tersebut.
Problem Menanya
Statement Guru memberikan kesempatan peserta
didik mengidentifikasi sebanyak mungkin
masalah yang relevan terhadap konsep
teori tumbukan dan energi aktivasi:
• Bagaimana konsep teori tumbukan?
• Bagaimanakah terjadinya tumbukan
pada partikel pereaksi tersebut?
• Apakah hubungan mendorong mobil
dengan laju reaksi?
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa
ingin tahu serta tanggung jawab)
Data Mengumpulkan Data
Collection 1. Peserta didik mencari informasi lanjutan
dengan membaca sumber lain (Literasi)
yang relevan baik dari Internet, Web, untuk
menjawab pertanyaan atau membuktikan
benar atau tidaknya hipotesis. Peserta didik
diharapkan dapat belajar secara aktif untuk
menemukan pemahaman konsep laju
reaksi. (Creativity, Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS serta PPK
rasa ingin tahu serta tanggung jawab)
2. Peserta didik juga mengumpulkan
informasi untuk mengerjakan tugas
kelompok yang diberikan.
3. Peran guru dalam tahap ini guru dapat juga
menunjukkan buku atau sumber belajar lain
yang dapat dijadikan referensi untuk
menjawab pertanyaan.
Mengasosiasi
1. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk
menyimpulkan dan menganalisis
Associating bagaimana konsep teori tumbukan dan
energi aktivasi (Collaboration, Critical
Thinking)
2. Siswa menganalisis grafik energi
pengaktifan suatu reaksi (Critical
Thinking)
Verification Pembuktian
Siswa dibimbing guru untuk membuktikan
kebenaran hipotesis yang telah dibuat.
Communicat Mengkomunikasikan
ing 1. Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil diskusi
kelompoknya secara lisan di depan kelas.
Peserta didik yang lainnya diminta untuk
menanggapi atau melengkapi hasil
diskusi tersebut. (Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa
ingin tahu, tanggung jawab, santun dan
demokratis)
2. Guru memberikan konfirmasi/penguatan
atas jawaban peserta didik.
3. Peserta didik mengumpulkan hasil analisis
praktikum secara tertulis untuk diberikan
penilaian.
Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Guru memberikan pertanyaan terkait menit
dengan materi yang telah dipelajari
2. Guru memberi kesempatan kepada siswa
untuk menanyakan materi pembelajaran
yang masih belum jelas.
3. Guru bersama siswa menyimpulkan materi
pembelajaran.
4. Guru memberi tugas persiapan praktikum
kepada mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi
5. Siswa berdo’a & menjawab salam penutup.

IV. Pertemuan Keempat (2x45 menit)


Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 1. Siswa menjawab salam dan berdo’a 15
(Religi) menit
2. Guru memeriksa kehadiran siswa.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
4. Guru membagi peserta didik menjadi 4
kelompok praktikum sederhana dengan
masing-masing kelompok beranggotakan
8-9 orang dalam satu kelompok
(Konsentrasi, Suhu, Luas Permukaan dan
Katalis) (Collaboration)
5. Guru memeriksa kesiapan siswa terhadap
praktikum yang akan dilaksanakan.
Apersepsi
Guru membimbing siswa meninjau kembali
materi pada pertemuan sebelumnya mengenai
teori tumbukan dan energi aktivasi.

Motivasi
1. Guru memotivasi siswa mengenai materi
faktor-faktor laju reaksi (pengaruh bentuk
dan suhu pada pelarutan gula saat membuat
teh manis, atau dengan pertanyaan
mengapa wortel yang dipotong kecil-kecil
jika direbus lebih cepat matang daripada
wortel yang tidak dipotong-potong).
2. Guru memberikan fakta bahwa suatu reaksi
kimia ada yang berlangsung cepat, seperti
penyulutan kembang api, dan ada yang
berlangsung lambat, seperti proses
perkaratan besi.

Kegiatan Stimulation Mengamati


Inti 1. Guru menunjukkan video animasi tentang 60
faktor-faktor yang mempengaruhi laju menit
reaksi (Literasi)
2. Guru menjelaskan konsep awal faktor-
faktor laju reaksi (Literasi, and Critical
Thinking)
Problem Menanya
statement Guru memberikan kesempatan peserta
didik mengidentifikasi sebanyak mungkin
masalah yang relevan terhadap faktor-
faktor yang mempengaruhi laju reaksi:
• Mengapa ada reaksi yang berlangsung
cepat dan ada yang reaksi berlangsung
lambat?
• Apa saja faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi?
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa
ingin tahu serta tanggung jawab)
Data Mengumpulkan Data
Collection 1. Peserta didik melakukan percobaan untuk
menjawab pertanyaan yang ada dilembar
kerja praktikum.
2. Peserta didik mencari informasi lanjutan
dengan membaca sumber lain (Literasi)
yang relevan baik dari Internet, Web, untuk
menjawab pertanyaan atau membuktikan
benar atau tidaknya hipotesis. Peserta didik
diharapkan dapat belajar secara aktif untuk
menemukan pemahaman konsep laju
reaksi. (Creativity, Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS serta PPK
rasa ingin tahu serta tanggung jawab)
3. Peserta didik juga mengumpulkan
informasi untuk mengerjakan tugas
kelompok yang diberikan.
4. Peran guru dalam tahap ini guru dapat juga
menunjukkan buku atau sumber belajar lain
yang dapat dijadikan referensi untuk
menjawab pertanyaan.
Associating Mengasosiasi
Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk
menyimpulkan dan menganalisis faktor-
faktor laju reaksi (Collaboration, Critical
Thinking)
Verification Pembuktian
Siswa dibimbing guru untuk membuktikan
kebenaran hipotesis yang telah dibuat.
Communicat Mengkomunikasikan
ing 1. Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil praktikum
kelompoknya secara lisan di depan kelas.
Peserta didik yang lainnya diminta untuk
menanggapi atau melengkapi hasil
praktikum tersebut. (Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS serta PPK
rasa ingin tahu, tanggung jawab,
santun dan demokratis)
2. Guru memberikan konfirmasi/penguatan
atas jawaban peserta didik.
3. Peserta didik mengumpulkan hasil analisis
praktikum secara tertulis untuk diberikan
penilaian.
Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Guru memberikan pertanyaan terkait menit
dengan materi yang telah dipelajari
2. Guru memberi kesempatan kepada siswa
untuk menanyakan materi pembelajaran
yang masih belum jelas.
3. Guru bersama siswa menyimpulkan materi
pembelajaran.
4. Guru memberi membaca mengenai
peranan katalis dalam Industri
5. Siswa berdo’a & menjawab salam penutup.
V. Pertemuan Kelima (2x45 menit)
Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 1. Siswa menjawab salam dan berdo’a 15
(Religi) menit
2. Guru memeriksa kehadiran siswa.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
4. Guru membagi peserta didik menjadi 4
kelompok (Collaboration)
Apersepsi
Guru membimbing siswa meninjau kembali
materi pada pertemuan sebelumnya mengenai
faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.

Motivasi
Guru memaparkan bahwa prinsip dari dunia
industri yang melibatkan reaksi kimia adalah
menghasilkan produk yang maksimal dan
dalam waktu sesingkat mungkin.
Kegiatan Stimulation Mengamati
Inti 1. Guru menunjukkan gambar tentang enzim 60
sebagai contoh salah satu katalis yang menit
berperan penting dalam proses pencernaan
(Literasi)
2. Guru menjelaskan konsep awal penerapan
katalis dalam makhluk hidup dan industri
(Literasi, and Critical Thinking)
Problem Menanya
statement Guru memberikan kesempatan peserta
didik mengidentifikasi sebanyak mungkin
masalah yang relevan terhadap penerapan
katalis:
• Bagaimana peran katalis dalam
makhluk hidup?
• Bagaimana peran katalis dalam
industri?
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa
ingin tahu serta tanggung jawab)
Data Mengumpulkan Data
Collection 1. Peserta didik mencari informasi lanjutan
dengan membaca sumber lain (Literasi)
yang relevan baik dari Internet, Web, untuk
menjawab pertanyaan atau membuktikan
benar atau tidaknya hipotesis. Peserta didik
diharapkan dapat belajar secara aktif untuk
menemukan pemahaman peran katalis.
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa
ingin tahu serta tanggung jawab)
2. Peserta didik juga mengumpulkan
informasi untuk mengerjakan tugas
kelompok yang diberikan.
3. Peran guru dalam tahap ini guru dapat juga
menunjukkan buku atau sumber belajar lain
yang dapat dijadikan referensi untuk
menjawab pertanyaan.
Associating Mengasosiasi
Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk
menyimpulkan dan menganalisis
bagaimana peran katalis dalam makhluk
hidup dan industri (Collaboration, Critical
Thinking)
Communicat Mengkomunikasikan
ing 1. Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil diskusi kelompoknya
secara lisan di depan kelas. Peserta didik
yang lainnya diminta untuk menanggapi
atau melengkapi hasil diskusi tersebut.
(Collaboration, Critical Thinking dan
HOTS serta PPK rasa ingin tahu,
tanggung jawab, santun dan
demokratis)
2. Guru memberikan konfirmasi/penguatan
atas jawaban peserta didik.
Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Guru memberikan pertanyaan terkait menit
dengan materi yang telah dipelajari
2. Guru memberi kesempatan kepada siswa
untuk menanyakan materi pembelajaran
yang masih belum jelas.
3. Guru bersama siswa menyimpulkan materi
pembelajaran.
4. Guru memberi membaca mengenai Grafik
Faktor-faktor laju reaksi
5. Siswa berdo’a & menjawab salam penutup.
VI. Pertemuan Keenam (2x45 menit)
Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 1. Siswa menjawab salam dan berdo’a 15
(Religi) menit
2. Guru memeriksa kehadiran siswa.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
4. Guru membagi peserta didik menjadi 4
kelompok (Collaboration)
Apersepsi
Guru membimbing siswa meninjau kembali
materi pada pertemuan sebelumnya mengenai
peran katalis dalam makhluk hidup dan
industri dan juga materi mengenai faktor-
faktor yang mempengaruhi laju reaksi.

Motivasi
Guru memaparkan bahwa terdapat grafik
terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi
laju reaksi.
Kegiatan Concrete Mengamati
Inti 1. Guru menunjukkan gambar tentang grafik 60
terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi menit
laju reaksi. (Literasi)
2. Guru menjelaskan konsep awal penafsiran
grafik terhadap faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi. (Literasi, and
Critical Thinking)
Problem Menanya
statement Guru memberikan kesempatan peserta
didik mengidentifikasi sebanyak mungkin
masalah yang relevan terhadap penerapan
katalis:
• Bagaimana grafik pengaruh
konsentrasi terhadap laju reaksi?
• Bagaimana grafik pengaruh suhu
terhadap laju reaksi?
• Bagaimana grafik pengaruh luas
permukaan terhadap laju reaksi?
• Bagaimana grafik pengaruh katalis
terhadap laju reaksi
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa
ingin tahu serta tanggung jawab)
Data Mengumpulkan Data
Collection 1. Peserta didik mencari informasi lanjutan
dengan membaca sumber lain (Literasi)
yang relevan baik dari Internet, Web, untuk
menjawab pertanyaan. Peserta didik
diharapkan dapat belajar secara aktif untuk
menemukan pemahaman penafsiran grafik
faktor-faktor yang mempengaruhi laju
reaksi. (Creativity, Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS serta PPK
rasa ingin tahu serta tanggung jawab)
2. Peserta didik juga mengumpulkan
informasi untuk mengerjakan tugas
kelompok yang diberikan.
3. Peran guru dalam tahap ini guru dapat juga
menunjukkan buku atau sumber belajar lain
yang dapat dijadikan referensi untuk
menjawab pertanyaan.
Associating Mengasosiasi
Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk
menyimpulkan dan menganalisis
penafsiran grafik faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi. (Collaboration,
Critical Thinking)
Communicat Mengkomunikasikan
ing 1. Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil diskusi kelompoknya
secara lisan di depan kelas. Peserta didik
yang lainnya diminta untuk menanggapi
atau melengkapi hasil diskusi tersebut.
(Collaboration, Critical Thinking dan
HOTS serta PPK rasa ingin tahu,
tanggung jawab, santun dan
demokratis)
2. Guru memberikan konfirmasi/penguatan
atas jawaban peserta didik.
Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Guru memberikan pertanyaan terkait menit
dengan materi yang telah dipelajari
2. Guru memberi kesempatan kepada siswa
untuk menanyakan materi pembelajaran
yang masih belum jelas.
3. Guru bersama siswa menyimpulkan materi
pembelajaran.
4. Guru memberi tugas membaca mengenai
Cara penyimpanan bahan kimia
5. Siswa berdo’a & menjawab salam penutup.
VII. Pertemuan Ketujuh (2x45 menit)
Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 1. Siswa menjawab salam dan berdo’a 15
(Religi) menit
2. Guru memeriksa kehadiran siswa.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
4. Guru membagi peserta didik menjadi 4
kelompok (Collaboration)
Apersepsi
Guru membimbing siswa meninjau kembali
materi tentang konsep laju reaksi dan faktor-
faktor yang mempengaruhi laju reaksi.

Motivasi
Guru memaparkan bahwa terdapat kaitan
antara penyimapanan bahan kimia terhadap
laju reaksi.

Kegiatan Stimulation Mengamati


Inti 1. Guru menunjukkan gambar tentang 60
beberapa bahan kimia dengan berbagai menit
jenis. (Literasi)
2. Guru menjelaskan konsep awal cara
penyimpanan bahan kimia (Literasi, and
Critical Thinking)
Problem Menanya
statement Guru memberikan kesempatan peserta
didik mengidentifikasi sebanyak mungkin
masalah yang relevan terhadap cara
penyimpanan bahan kimia:
• Bagaimana cara penyimpanan bahan
kimia yang benar?
• Bagaimana keterkaitan penyimpanan
bahan kimia dengan laju reaksi?
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa
ingin tahu serta tanggung jawab)
Data Mengumpulkan Data
Collection 1. Peserta didik mencari informasi lanjutan
dengan membaca sumber lain (Literasi)
yang relevan baik dari Internet, Web, untuk
menjawab pertanyaan. Peserta didik
diharapkan dapat belajar secara aktif untuk
menemukan pemahaman penafsiran grafik
faktor-faktor yang mempengaruhi laju
reaksi. (Creativity, Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS serta PPK
rasa ingin tahu serta tanggung jawab)
2. Peserta didik juga mengumpulkan
informasi untuk mengerjakan resume
terkait cara penyimpanan bahan kimia.
3. Peran guru dalam tahap ini guru dapat juga
menunjukkan buku atau sumber belajar lain
yang dapat dijadikan referensi untuk
menjawab pertanyaan.
Associating Mengasosiasi
Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk
menyimpulkan dan menganalisis cara
penyimpanan bahan kimia dan kaitannya
dengan konsep laju reaksi. (Collaboration,
Critical Thinking)
Communicat Mengkomunikasikan
ing 1. Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil resume kelompoknya
secara lisan di depan kelas. (Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS serta PPK
rasa ingin tahu, tanggung jawab, santun
dan demokratis)
2. Guru memberikan konfirmasi/penguatan
atas jawaban peserta didik.

Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Guru memberikan pertanyaan terkait menit
dengan materi yang telah dipelajari
2. Guru memberi kesempatan kepada siswa
untuk menanyakan materi pembelajaran
yang masih belum jelas.
3. Guru bersama siswa menyimpulkan materi
pembelajaran.
4. Guru memberi tugas untuk mempelajari
kembali keseluruhan materi laju reaksi
untuk persiapan ulangan harian.
5. Siswa berdo’a & menjawab salam penutup.

E. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


A. Teknik Penilaian :
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : Laporan
B. Instrumen Penilaian :
1. Pertemuan Pertama
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : -
2. Pertemuan Kedua
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : -
3. Pertemuan Ketiga
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : Unjuk kerja
4. Pertemuan Keempat
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : Unjuk kerja
5. Pertemuan Kelima
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : Unjuk kerja
6. Pertemuan Keenam
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : -
7. Pertemuan Ketujuh
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis, Penugasan
c. Keterampilan : Penilaian proyek, penilaian unjuk kerja

C. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1. Pembelajaran remedial dilakukan setelah kegiatan penilaian.
a. Pembelajaran remedial diberikan kepada peserta didik yang capaian
KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remedial
teaching (Klasikal), atau tutor sebaya, atau penugasan dan diakhiri
denga tes.
c. Tes remedial dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes
remedial belum mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam
bentuk penugasan tanpa tes tertulis kembali.
2. Pengayaan
a. Pengayaan diberikan kepada siswa yang telah mencapai nilai ketuntasn
diberikan pembelajaran pengayaan sebagai berikut :
- Peserta didik yang mencapai nilan n(ketuntasan)< n <
n(maksimum) diberikan materi masih dalam cakupan KD
dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
- Peserta didik yang mencapai nilai n > n(maksimum) diberikan
materi melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai
pengetahuan tambahan.

D. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar


A. Media/alat :
a. Proyektor
b. Laptop
B. Bahan :
a. Lembar Kerja Peserta Didik
b. Powerpoint
C. Sumber Belajar :
d. Rufaida, A.D dkk. 2016. Kimia : untuk SMA/MA kelas XI. Klaten:Intan
Pariwara
e. Sufiaty, A dan Ari Damari. 2015. Buku Penilaian Autentik: untuk
SMA/MA kelas XI. Jakarta: Erlangga
Tanjungpinang, 5 Desember 2017
Guru Pamo ng
Mahasiswa Praktek

M. Tohir Karjono, M.Pd


NIP. 19710717 199512 1 001 Aryadi
NIM. 140384204047
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpinang

Dr. Imam Syafii, S.Pd., M.Si.


NIP 19660929 199002 1 002
LAMPIRAN 1

1) Penilaian Sikap (Kerjasama, rasa ingin tahu, tanggung jawab dan displin)
menggunakan teknis observasi dan jurnal
a. Lembar Observasi Sikap
No Indikator Kriteria Nilai
1 Bekerjasama a. Mendapat bagian dalam
mencari informasi yang
diperlukan
b. Mendapat bagian dalam
diskusi atau presentasi
c. Mendapat bagian dalam
menyelesaikan soal-soal
yang diberikan
d. Mendapat bagian dalam
menyelesaikan
permasalahan kontekstual
terhadap masalah yang
diberikan

2 Disiplin Menunjukkan komitmen untuk:


a. Mencari informasi yang
diperlukan
b. Terlibat aktif dalam diskusi
atau presentasi
c. Terlibat aktif dalam
menyelesaikan
permasalahan yang ada
3 Tanggung a. Melaksanakan segala
Jawab kegiatan dalam proses
pembelajaran
b. Mendapat bagian dalam
menyelesaikan masalah
yang ada
4 Rasa ingin a. Antusias mencari jawaban
tahu b. Aktif dalam proses
pembelajaran
Jumlah

Keterangan :
1. Jika 4 kriteria muncul maka diberi sebutan selalu
2. Jika 3 kriteria muncul maka diberi sebutan sering
3. Jika 2 kriteria mucul maka diberi sebutan kadang-kadang
4. Jika 1 kriteria mucul maka diberi sebutan jarang

b. Jurnal
Kejadian Aspek Tindak
No Waktu Nama Positif/Negatif
/Perilaku sikap lanjut
1
2
3
4
5
LAMPIRAN 2

2) Penilaian Psikomotorik
a. Rubrik Unjuk Kerja Presentasi
Nama Kemampuan Memberikan Nilai
Kemampuan
No Peserta Menjawab/Argumentasi Masukan/Saran Keterampilan
Bertanya (*)
Didik (*) (*) (**)
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8

Pedoman Penskoran:
No Aspek Pedoman Penskoran
Skor 4, apabila selalu bertanya
Kemampuan Skor 3, apabila sering bertanya
1
Bertanya Skor 2, apabila jarang bertanya
Skor 1, apabila tidak pernah bertanya
Skor 4, apabila materi/jawaban benar, rasional dan jelas
Skor 3, apabila materi/jawaban benar, rasional dan tidak jelas
Kemampuan Skor 2, apabila materi/jawaban benar, tidak rasional dan tidak
2
menjawab/Argumentasi jelas
Skor 1, apabila materi/jawaban tidak benar, tidak rasional dan
tidak jelas
Skor 4, apabila selalu memberi masukan/saran
Kemampuan memberi
3
masukan
Skor 3, apabila sering memberi masukan/saran
Skor 2, apabila kadang-kadang memberi masukan/saran
Skor 1, apabila tidak pernah memberi masukan/saran

Penilaian =

b. Rubrik Unjuk Kerja Praktikum, siswa terampil merangkai dan menggunakan set
alat dan melakukan percobaan
Nilai
Aspek yang dinilai SB Baik Kurang SK
Skor: 4 Skor: 3 Skor: 2 Skor: 1
1. Siswa menyiapkan alat dan bahan dengan
tepat.
2. Siswa membersihkan dan mengeringkan
alat sebelum praktikum.
3. Siswa menyusun alat dengan benar.
4. Siswa menggunakan bahan dengan tepat
5. Siswa mencatat hasil praktikum dengan
baik.
6. Siswa membersihkan alat setelah
praktikum.
7. Siswa melakukan praktikum tepat waktu.

Jumlah

Jumlah Total:
LAMPIRAN 3

3) Penilaian Kognitif, tes tulis


Indikator
No IPK Soal Nilai
Butir Soal
1. Disajikan 1. Tiga cm logam Zn direaksikan dengan larutan HCl
konsep 0,1 M menghasilkan gas H2 dengan data sebagai
penggunaan berikut :
rumus laju Suhu Volume Waktu
No
reaksi (oC) H2 (ml) (detik)
1 30 0 0
2 30 29 10
3 30 58 20

3.6.1
Berdasarkan data tersebut, laju reaksi
Menjelaskan
1 pembentukan gas H2 adalah...
konsep laju
1. 0,34 ml detik-1
reaksi
2. 0,58 ml detik-1
3. 2,90 ml detik-1
4. 5,80 ml detik-1
5. 29,00 ml detik-1
Penyelesaian:
Pada suhu 30 oC:
𝑑𝑉 (29−0) 29 𝑚𝑙
v =𝑑𝑡 = (10−0)
= 10 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘

= 2,90 ml detik − 1

2. Perhatikan grafik hubungan antara laju reaksi


dengan konsentrasi pereaksi pada reaksi P2 + Q 
3.6.2 produk berikut!
Menjelaskan laju
2 reaksi
berdasarkan
grafik
Laju reaksi saat reaksi P2 tetap

[Q]

Laju reaksi saat pereaksi Q tetap

Persamaan laju reaksi yang tepat berdasarkan


grafik di atas adalah…
A. v = k [P2]2 [Q]
B. v = k [P2]2 [Q] 2
C. v = k [P2] [Q] 2
D. v = k [P2]2
E. v = k [Q]
Kunci Jawaban :C
Pembahasan :
Saat pereaksi P2 tetap, pereaksi Q berorde 2
terhadap laju reaksi
Saat pereaksi Q tetap, pereaksi P2 berorde 1
terhadap laju reaksi
Sehingga persamaan lajunya adalah : v = k [P2]
[Q] 2
3 3.6.3 Disajikan soal 3. Pada reaksi 2H2 + 2NO  2H2O + N2,
Menggunakan penggunaan eksperimen menyatakan bahwa persamaanlaju
persamaan laju rumus reaksinya adalah v = k [H2] [NO]2 dengan nilai k
reaksi dalam persamaan laju = 1 x 10-8. Jika 5 mol H2 dan 2.5 mol NO
menyelesaikan direaksikan dalam bejana 5 liter , laju reaksinya
soal adalah…
A. 2.5 x 10-10
B. 2.5 x 10-8
C. 2.5 x 10-9
D. 2.5 x 10-11
E. 2.5 x 10-7

Kunci Jawaban :C
Pembahasan :
v = k [H2] [NO]2
5 2.5 2
= 1 x 10-8 ( ) ( )
5 5
= 2.5 x 10-9
4 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
adalah….
1. luas permukaan sentuhan
2. konsentrasi zat pereaksi
3. suhu saat reaksi berlangsung
4. penambahan katalis yang tepat

3.6.4 A. 1,3
Mendeskripsikan B. 2,4
teori tumbukan C. 1,4
dan faktor-faktor D. 1,2,4
yang E. 1,2,3,4
mempengaruhi Kunci Jawaban: E
laju reaksi Pembahasan :
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi antara
lain :
a. Suhu : Semakin tinggi suhu, semakin cepat
reaksi berlangsung.
b. Luas permukaan sentuh : makin luas luas
permukaan sentuhnya, maka reaksi berlangsung
semakin cepat.
c. Konsentrasi pereaksi : semakin besar
konsentrasi, maka reaksi akan semakin cepat
d. Katalis : penambahan katalis akan mempercepat
laju reaksi, karena adanya katalis menurunkan
energi aktivasi reaksi.

5. Kenaikan suhu umumnya menaikkan reaksi.


Alasan yang tepat untuk menjelaskan hal di atas
adalah ….
A. energi kinetik dari molekul-molekul
menurun
B. kenaikkan suhu menghasilkan reaksi dapat
balik
C. kecepatan masing-masing molekul menjadi
sama
D. energi kinetik dari molekul-molekul
meningkat
E. kenaikan suhu memperkecil energi aktivasi
Kunci jawaban : D
Penyelesaian :
Efek dari kenaikan suhu adalah memperbesar
energi kinetik rata-rata dari sistem yang demikian
lebih banyak yang dapat mencapai keadaan
peralihan, dengan kata lain kecepatan reaksi akan
diperbesar.
6. Reaksi antara logam magnesium dengan larutan
HCl adalah sebagai berikut.
Mg (s) + 2HCl (aq)  MgCl2 (aq) + H2 (g)
1. Meningkatkan konsentrasi larutan HCl
2. Meningkatkan suhu reaksi
3. Menggunakan pita magnesium
4. Menghilangkan gas hidrogen hasil
reaksi
Dari perlakuan di atas yang dapat meningkatkan
tumbukan antara pereaksi adalah…
A. 1 dan 2
B. 3 dan 4
C. 1, 2, dn 3
D. 2, 3, dan 4
E. 1, 2, 3, dan 4

Kunci Jawaban :A
Pembahasan : meningkatkan konsentrasi reaksi
dapat mempercepat reaksi, meningkatkan suhu
reaksi juga dapat mempercepat reaksi.

7. Grafik hubungan antara laju reaksi dengan


konsentrasi C3H8 adalah…
A.

[C3H8]

B.
3.7.2
5 Menentukan
v
grafik orde reaksi

[C3H8]

C.

[C3H8]
D.
v

[C3H8]

E.

[C3H8]

Kunci Jawaban :A
Pembahasan : C3H8 mempunyai orde dua
terhadap laju reaksi. Suatu reaksi dikatakan
berorde dua terhadap laju reaksi jika laju reaksi
merupakan pangkat dua dari konsentrasi pereaksi
itu.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI/Ganjil
Materi Pokok : Kesetimbangan Kimia
Alokasi Waktu : 12 JP
Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti proses pembelajaran, dengan menggunakan
model Discovery Learning peserta didik dapat mencapai
indikator pencapaian kompetensi yang ada serta menerapkan
perilaku seperti rasa ingin tahu, mampu bekerjasama dengan
baik, disiplin dan bertanggung jawab dan menjalankan ajaran
agama-Nya

A. Kompetensi Inti (KI)


1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleransi, damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, sertamenerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

No KD Pengetahuan No KD Keterampilan
3.8 Menjelaskan reaksi 4.8 Menyajikan hasil pengolahan
kesetimbangan di dalam data untuk menentukan nilai
tetapan kesetimbangan suatu
hubungan antara pereaksi dan
reaksi
hasil reaksi

3.9 Menganalisis faktor-faktor 4.9 Merancang, melakukan, dan


yang mempengaruhi menyimpulkan serta
pergeseran arah menyajikan hasil percobaan
kesetimbangan dan faktor-faktor yang
penerapannya dalam industri mempengaruhi pergeseran
arah kesetimbangan

No IPK Pengetahuan No IPK Keterampilan

3.8.1 Menjelaskan konsep reaksi 4.8.1 Menyajikan hasil analisis data


kesetimbangan dinamis dan reaksi kesetimbangan untuk
faktor-faktor yang menentukan tetapan
mempengaruhinya kesetimbangan

3.8.2 Menentukan tetapan 4.9.1 Merancang peercobaan faktor-


kesetimbangan Kc, Kp, dan faktor yang mempengaruhi
derajat Ionisasi
kesetimbangan

3.8.3 Menentukan konsentrasi tiap 4.9.2 Menyajikan laporan percobaan


zat saat keadaan setimbang mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi kesetimbangan

3.9.1 Menjelaskan penerapan


kesetimbangan kimia dalam
industri
C. Materi Pembelajaran
1. Faktual
a. Hukum Kesetimbangan
b. Tetapan kesetimbangan
2. Konseptual
a. Konsep kesetimbangan kimia
b. Pergeseran kesetimbangan kimia
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia
3. Prosedural
a. kuantitatif antara pereaksi dan hasil reaksi
D. Kegiatan Pembelajaran
a. Pendekatan : Saintifik
b. Model : Experiential learning
c. Metode : Diskusi
I. Pertemuan Pertama (2 JP x 45 menit)
Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 1. Guru memberi salam dan berdo’a (Religi) 15
2. Guru memeriksa kehadiran siswa. menit
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
4. Guru membagi peserta didik menjadi
beberapa kelompok masing-masing 5-6
orang (Collaboration)
Apersepsi
Guru memberikan gambaran tentang
pentingnya reaksi kesetimbangan
• Pernahkah kalian bermain jungkat jungkit,
bagaimana jalannya permainan tersebut?
• Pernahkah kalian menaiki eskalator?
Motivasi
Guru memberikan motivasi bahwa dalam
kehidupan dunia ini terdapat pembentukan
keseimbangan lingkungan. Tidak hanya itu
tubuhpun melakukan keseimbangan.

Kegiatan Stimulation Mengamati


Inti a. Guru menyajikan gambar mengenai 60
kesetimbangan dinamis mengenai reaksi menit
bolak-balik dan tidak dapat balik
aA + bB ⇌ cC +dD
(atau reaksi pembakaran lilin) (Literasi)
b. Guru memberikan stimulasi dengan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
dapat menghadapkan peserta didik kepada
kondisi internal yang mendorong
eksplorasi (Communication and Critical
Thinking)
Problem Menanya
statement Guru memberikan kesempatan peserta
didik mengidentifikasi sebanyak mungkin
masalah terhadap reaksi kesetimbangan
kimia:
a. Apa yang dimaksud reaksi irreversible?
b. Apa yang dimaksud reaksi reversible?
c. Mengapa reaksi dua arah dapat terjadi
kesetimbangan?
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa ingin
tahu serta tanggung jawab)
Data Mengumpulkan Data
Collection a. Peserta didik mencari informasi lanjutan
dengan membaca sumber lain (Literasi)
yang relevan baik dari keterkaitan
langsung dengan yang pernah dialami
siswa dalam kehidupan sehari-hari,
Internet, Web, untuk menjawab
pertanyaan. (Creativity, Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS serta PPK
rasa ingin tahu serta tanggung jawab)
b. Peserta didik juga mengumpulkan
informasi untuk mengerjakan tugas
kelompok yang diberikan.
c. Peran guru dalam tahap ini adalah guru
dapat juga menunjukkan buku atau sumber
belajar lain yang dapat dijadikan referensi
untuk menjawab pertanyaan.
Mengasosiasi
Association a. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk
menyimpulkan dan menganalisis konsep
kesetimbangan kimia dan relevansi dengan
kehdiupan sehari-hari berdasarkan
pengalaman yang telah dialami siswa.
(Collaboration, Critical Thinking)
b. Siswa menyimpulkan konsep
kesetimbangan kimia.
Communicat Mengkomunikasikan
ion a. Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil diskusi kelompoknya
secara lisan di depan kelas. Peserta didik
yang lainnya diminta untuk menanggapi
atau melengkapi hasil diskusi tersebut.
(Collaboration, Critical Thinking dan
HOTS serta PPK rasa ingin tahu,
tanggung jawab, santun dan
demokratis)
b. Guru memberikan konfirmasi/penguatan
atas jawaban peserta didik.
c. Peserta didik mengumpulkan hasil analisis
diskusi kelompok secara tertulis untuk
diberikan penilaian
Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Guru mengumpulkan salah satu Lembar menit
Kerja dalam kelompok pada guru.
2. Guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menanyakan materi
pembelajaran yang masih belum jelas.
3. Siswa bersama guru menyimpulkan
materi pembelajaran.
4. Guru memberi tugas untuk membaca
materi Hukum dan Tetapan
kesetimbangan untuk pertemuan
selanjutnya
5. Siswa berdo’a & menjawab salam
penutup.

II. Pertemuan Kedua (2x45 menit) (Hukum dan Tetapan kesetimbangan)


Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 1. Guru memberi salam dan berdo’a (Religi) 15
2. Guru memeriksa kehadiran siswa. menit
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
4. Guru membagi peserta didik menjadi
beberapa kelompok masing-masing 5-6
orang (Collaboration)
Apersepsi
Guru membimbing siswa untuk mengingat
kembali materi pada pertemuan sebelumnya
mengenai konsep kesetimbangan kimia
Motivasi
Guru memberikan motivasi kepada peserta
didik tentang proses faktual dalam kehidupan
sehari-hari yang berhubungan dengan topik
bahasan untuk membangkitkan minat dan
keingintahuan peserta didik.
Kegiatan Stimulation Mengamati
Inti a. Guru menyaikan gambar tayangan slide 60
yang disajikan guru tentang Tetapan menit
Kesetimbangan (Literasi)
b. Guru memberikan stimulasi dengan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
dapat menghadapkan peserta didik kepada
kondisi internal yang mendorong
eksplorasi (Communication and Critical
Thinking)
Problem Menanya
statement Guru memberikan kesempatan peserta
didik mengidentifikasi sebanyak mungkin
masalah terhadap tetapan dan hukum
kesetimbangan kimia:
• Bagaimana bunyi hukum
kesetimbangan kimia?
• Bagaimana konsep tetapan
kesetimbangan?
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa ingin
tahu serta tanggung jawab)
Mengumpulkan Data
1. Peserta didik mencari informasi lanjutan
dengan membaca sumber lain (Literasi)
yang relevan baik dari keterkaitan langsung
dengan yang pernah dialami siswa dalam
kehidupan sehari-hari, Internet, Web, untuk
menjawab pertanyaan. Peserta didik
diharapkan dapat belajar secara aktif
berdasarkan pengalaman yang telah
dialami untuk menemukan pemahaman
hukum dan tetapan kesetimbangan kimia.
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa
ingin tahu serta tanggung jawab)
2. Peserta didik juga mengumpulkan
informasi untuk mengerjakan tugas
kelompok yang diberikan.
3. Peran guru dalam tahap ini adalah guru
dapat juga menunjukkan buku atau sumber
belajar lain yang dapat dijadikan referensi
untuk menjawab pertanyaan.
Association Mengasosiasi
Siswa menyimpulkan hukum dan tetapan
kesetimbangan kimia. (Collaboration,
Critical Thinking)
Communicat Mengkomunikasikan
ion 1. Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil diskusi kelompoknya
secara lisan di depan kelas. Peserta didik
yang lainnya diminta untuk menanggapi
atau melengkapi hasil diskusi tersebut.
(Collaboration, Critical Thinking dan
HOTS serta PPK rasa ingin tahu,
tanggung jawab, santun dan
demokratis)
2. Guru memberikan konfirmasi/penguatan
atas jawaban peserta didik.
3. Peserta didik mengumpulkan hasil analisis
diskusi kelompok secara tertulis untuk
diberikan penilaian

Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Guru mengumpulkan salah satu Lembar menit
Kerja dalam kelompok pada guru.
2. Guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menanyakan materi
pembelajaran yang masih belum jelas.
3. Siswa bersama guru menyimpulkan materi
pembelajaran.
4. Guru memberi tugas untuk membaca
materi Pergeseran Kesetimbangan untuk
pertemuan selanjutnya
5. Siswa berdo’a & menjawab salam penutup.
III. Pertemuan Ketiga (2x45 menit)
Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 1. Guru memberi salam dan berdo’a (Religi) 15
2. Guru memeriksa kehadiran siswa. menit
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
4. Guru membagi peserta didik menjadi
beberapa kelompok masing-masing 5-6
orang (Collaboration)
Apersepsi
Guru memberikan gambaran tentang
pentingnya tetapan kesetimbangan. Apa yang
terjadi jika tetapan konsentrasi atau tetapan
tekanan pada reaksi kesetimbangan sangat
besar ? dan Apa yang terjadi jika tetapan
konsentrasi dan tekanan pada reaksi
kesetimbangan sangat kecil?
Motivasi
Guru memberikan motivasi bahwa dalam
konsep tetapan kesetimbangan kimia dapat di
manfaatkan sebagai indikasi dalam melakukan
berbagai petunjuk dan meramalkan arah reaksi
dalam menciptakan produk yang banyak dan
unggul.
Kegiatan Stimulation Mengamati 60
Inti Siswa mengamati gambar pergeseran menit
kesetimbangan (Literasi)
Problem Menanya
statement Guru memberikan kesempatan peserta
didik mengidentifikasi sebanyak mungkin
masalah terhadap pergeseran
kesetimbangan:
• Bagaimana konsep kesetimbangan
berdasarkan Asas Le Chatelir?
• Apa sajakah faktor-faktor yang
memengaruhi kesetimbangan?
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa
ingin tahu serta tanggung jawab)
Data Mengumpulkan Data
Collection 1. Peserta didik mencari informasi lanjutan
dengan membaca sumber lain (Literasi)
yang relevan baik dari Internet, Web, untuk
menjawab pertanyaan atau membuktikan
benar atau tidaknya hipotesis. Peserta didik
diharapkan dapat belajar secara aktif untuk
menemukan pemahaman konsep laju
reaksi. (Creativity, Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS serta PPK
rasa ingin tahu serta tanggung jawab)
2. Peserta didik juga mengumpulkan
informasi untuk mengerjakan tugas
kelompok yang diberikan.
3. Peran guru dalam tahap ini guru dapat juga
menunjukkan buku atau sumber belajar lain
yang dapat dijadikan referensi untuk
menjawab pertanyaan.
Assaociation Mengasosiasi
1. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk
menyimpulkan dan menganalisis
bagaimana konsep pergeseran
kesetimbangan (Collaboration, Critical
Thinking)
2. Siswa menghubungkan cara penentuan laju
reaksi dengan grafik konsentrasi perekasi
dan konsentrasi produk terhadap waktu.
(Critical Thinking)
Communicat Mengkomunikasikan
ion 1. Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil praktikum
kelompoknya secara lisan di depan kelas.
Peserta didik yang lainnya diminta untuk
menanggapi atau melengkapi hasil
praktikum tersebut. (Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS serta PPK
rasa ingin tahu, tanggung jawab, santun
dan demokratis)
2. Guru memberikan konfirmasi/penguatan
atas jawaban peserta didik.
Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Siswa mengumpulkan lembar kerja pada menit
guru.
2. Guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menanyakan kegitan
praktikum dan materi pembelajaran yang
masih belum jelas.
3. Siswa bersama guru menyimpulkan materi
pembelajaran.
4. Guru memberi tugas untuk membaca
materi Faktor-faktor yang memengaruhi
kesetimbangan
5. Siswa berdo’a & menjawab salam penutup.
IV. Pertemuan Keempat (2x45 menit)
Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 1. Guru memberi salam dan berdo’a (Religi) 15
2. Guru memeriksa kehadiran siswa. menit
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
4. Guru membagi peserta didik menjadi 4
kelompok praktikum sederhana dengan
masing-masing kelompok beranggotakan
8-9 orang dalam satu kelompok
(Konsentrasi, Suhu, Luas Permukaan dan
Volume) (Collaboration)
5. Guru memeriksa kesiapan siswa terhadap
praktikum yang akan dilaksanakan.
Apersepsi
Guru membimbing siswa meninjau kembali
materi pada pertemuan sebelumnya mengenai
pergeseran kesetimbangan.

Motivasi
Guru memotivasi siswa mengenai materi
faktor-faktor yang memengaruhi
kesetimbangan kimia
Kegiatan Stimulation Mengamati
Inti 1. Guru menunjukkan video animasi tentang 60
faktor-faktor yang mempengaruhi menit
kesetimbangan kimia (Literasi)
2. Guru menjelaskan konsep awal faktor-
faktor kesetimbangan kimia (Literasi, and
Critical Thinking)
Problem Menanya
statement Guru memberikan kesempatan peserta
didik mengidentifikasi sebanyak mungkin
masalah yang relevan terhadap faktor-
faktor yang mempengaruhi kesetimbangan
kimia:
• Bagaimana pengaruh konsentrasi
dalam sistem kesetimbangan?
• Bagaimana pengaruh volume dalam
sistem kesetimbangan?
• Bagaimana pengaruh suhu dalam
sistem kesetimbangan?
• Bagaimana pengaruh tekanan dalam
sistem kesetimbangan?
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa
ingin tahu serta tanggung jawab)
Data Mengumpulkan Data
Collection 1. Peserta didik melakukan percobaan untuk
menjawab pertanyaan yang ada dilembar
kerja praktikum.
2. Peserta didik mencari informasi lanjutan
dengan membaca sumber lain (Literasi)
yang relevan baik dari Internet, Web, untuk
menjawab pertanyaan atau membuktikan
benar atau tidaknya hipotesis. Peserta didik
diharapkan dapat belajar secara aktif untuk
menemukan pemahaman konsep laju
reaksi. (Creativity, Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS serta PPK
rasa ingin tahu serta tanggung jawab)
3. Peserta didik juga mengumpulkan
informasi untuk mengerjakan tugas
kelompok yang diberikan.
4. Peran guru dalam tahap ini guru dapat juga
menunjukkan buku atau sumber belajar lain
yang dapat dijadikan referensi untuk
menjawab pertanyaan.
Association Mengasosiasi
Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk
menyimpulkan dan menganalisis faktor-
faktor kesetimbangan kimia
(Collaboration, Critical Thinking)
Communicat Mengkomunikasikan
ion 1. Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil praktikum
kelompoknya secara lisan di depan kelas.
Peserta didik yang lainnya diminta untuk
menanggapi atau melengkapi hasil
praktikum tersebut. (Collaboration,
Critical Thinking dan HOTS serta PPK
rasa ingin tahu, tanggung jawab,
santun dan demokratis)
2. Guru memberikan konfirmasi/penguatan
atas jawaban peserta didik.
3. Peserta didik mengumpulkan hasil analisis
praktikum secara tertulis untuk diberikan
penilaian.
Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Guru memberikan pertanyaan terkait menit
dengan materi yang telah dipelajari
2. Guru memberi kesempatan kepada siswa
untuk menanyakan materi pembelajaran
yang masih belum jelas.
3. Guru bersama siswa menyimpulkan materi
pembelajaran.
4. Guru memberi membaca mengenai
Tetapan kesetimbangan konsentrasi dan
tekanan
5. Siswa berdo’a & menjawab salam penutup.

V. Pertemuan Kelima (2x45 menit)


Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 1. Guru memberi salam dan berdo’a (Religi) 15
2. Guru memeriksa kehadiran siswa. menit
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
4. Guru membagi peserta didik menjadi
beberapa kelompok masing-masing 5-6
orang (Collaboration)
Apersepsi
Guru membimbing siswa untuk mengingat
kembali materi pada pertemuan sebelumya
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju
reaksi.
Motivasi
Guru memberikan fakta bahwa reaksi
kesetimbangan merupakan reaksi dua arah
yang berlangsung terus-menerus, maka pada
suatu saat reaksi tersebut akan mencapai suatu
kesetimbangan. Pada keadaan tersebut
konsentrasi zat akan tetap sehingga dapat
ditentukan harga tetapan kesetimbangannya.
Kegiatan Stimulation Mengamati
Inti 1. Guru membimbing siswa untuk mampu 60
mengeksplorasi pengetahuan yang dimiliki menit
siswa yang berkaitan dengan konsep
hubungan kuantitatif antara pereaksi dan
hasil reaksi dalam tetapan kesetimbangan
kimia.
2. Guru menyaikan gambar tayangan slide
yang disajikan guru tentang hubungan
kuantitatif antara pereaksi dan hasil reaksi
dalam tetapan kesetimbangan kimia.
(Literasi)
3. Guru memberikan stimulasi dengan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
dapat menghadapkan peserta didik kepada
kondisi internal yang mendorong
eksplorasi (Communication and Critical
Thinking)
Problem Menanya
statement Guru memberikan kesempatan peserta
didik mengidentifikasi sebanyak mungkin
masalah terhadap hubungan kuantitatif
antara pereaksi dan hasil reaksi dalam
tetapan kesetimbangan kimia :
• Bagaimanakah hubungan kuantitatif
antara pereaksi dan hasil reaksi pada
reaksi kesetimbangan?
• Bagaimanakah konsep tetapan
kesetimbangan berdasarkan
konsentrasi?
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa ingin
tahu serta tanggung jawab)
Mengumpulkan Data
1. Peserta didik mencari informasi lanjutan
dengan membaca sumber lain (Literasi)
yang relevan baik dari keterkaitan langsung
dengan yang pernah dialami siswa dalam
kehidupan sehari-hari, Internet, Web, untuk
menjawab pertanyaan. (Creativity,
Collaboration, Critical Thinking dan
HOTS serta PPK rasa ingin tahu serta
tanggung jawab)
2. Peserta didik juga mengumpulkan
informasi untuk mengerjakan tugas
kelompok yang diberikan.
3. Peran guru dalam tahap ini adalah guru
dapat juga menunjukkan buku atau sumber
belajar lain yang dapat dijadikan referensi
untuk menjawab pertanyaan.
Mengasosiasi
1. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk
menyimpulkan dan menganalisis konsep
hubungan kuantitatif antara pereaksi dan
hasil reaksi dalam tetapan kesetimbangan
Association kimia. (Collaboration, Critical Thinking)
2. Siswa menyimpulkan bagaimana hubungan
kuantitatif antara pereaksi dan hasil reaksi
dalam tetapan kesetimbangan kimia..

Mengkomunikasikan
1. Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil diskusi kelompoknya
secara lisan di depan kelas. Peserta didik
yang lainnya diminta untuk menanggapi
Communicat atau melengkapi hasil diskusi tersebut.
ion (Collaboration, Critical Thinking dan
HOTS serta PPK rasa ingin tahu,
tanggung jawab, santun dan
demokratis)
2. Guru memberikan konfirmasi/penguatan
atas jawaban peserta didik.
3. Peserta didik mengumpulkan hasil analisis
diskusi kelompok secara tertulis untuk
diberikan penilaian
Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Guru mengumpulkan salah satu Lembar menit
Kerja dalam kelompok pada guru.
2. Guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menanyakan materi
pembelajaran yang masih belum jelas.
3. Siswa bersama guru menyimpulkan materi
pembelajaran.
4. Guru memberi tugas untuk membaca
materi Tetapan kesetimbangan tekanan
parsial, derajat disosiasi dan penerapan
kesetimbangan untuk pertemuan
selanjutnya
5. Siswa berdo’a & menjawab salam penutup.

VI. Pertemuan Keenam


Sintaks
Langkah Alokasi
Model Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Awal 1. Guru memberi salam dan berdo’a (Religi) 15
2. Guru memeriksa kehadiran siswa. menit
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
4. Guru membagi peserta didik menjadi
beberapa kelompok masing-masing 5-6
orang (Collaboration)
Apersepsi
Guru membimbing siswa untuk mengingat
kembali materi pada pertemuan sebelumya
tentang tetapan kesetimbangan berdasarkan
konsentrasi.
Motivasi
Guru memberikan fakta bahwa hubungan
kuantitatif antara pereaksi dan hasil reaksi
tidak hanya berdasarkan konsentrasi, tetapi
juga berdasarkan tekanan parsial dan derajat
disosiasi.

Kegiatan Stimulation Mengamati


Inti 1. Guru membimbing siswa untuk mampu 60
mengeksplorasi pengetahuan yang dimiliki menit
siswa yang berkaitan dengan konsep
hubungan kuantitatif antara pereaksi dan
hasil reaksi dalam reaksi kesetimbangan
berdasarkan tekanan parsial dan derajat
disosiasi.
2. Guru menyaikan gambar tayangan slide
yang disajikan guru tentang hubungan
kuantitatif antara pereaksi dan hasil reaksi
dalam reaksi kesetimbangan berdasarkan
tekanan parsial dan derajat disosiasi.
(Literasi)
3. Guru memberikan stimulasi dengan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
dapat menghadapkan peserta didik kepada
kondisi internal yang mendorong
eksplorasi (Communication and Critical
Problem Thinking)
statement Menanya
Guru memberikan kesempatan peserta
didik mengidentifikasi sebanyak mungkin
masalah terhadap hubungan kuantitatif
antara pereaksi dan hasil reaksi dalam
tetapan kesetimbangan kimia :
• Bagaimanakah konsep tetapan
kesetimbangan berdasarkan tekanan
parsial?
• Bagaimanakah konsep kesetimbangan
disosiasi dan derajat disosiasi?
• Bagaimana penerapan kesetimbangan
dalam industri?
(Creativity, Collaboration, Critical
Thinking dan HOTS serta PPK rasa ingin
Data tahu serta tanggung jawab)
collectiom Mengumpulkan Data
1. Peserta didik mencari informasi lanjutan
dengan membaca sumber lain (Literasi)
yang relevan baik dari keterkaitan langsung
dengan yang pernah dialami siswa dalam
kehidupan sehari-hari, Internet, Web, untuk
menjawab pertanyaan. (Creativity,
Collaboration, Critical Thinking dan
HOTS serta PPK rasa ingin tahu serta
tanggung jawab)
2. Peserta didik juga mengumpulkan
informasi untuk mengerjakan tugas
kelompok yang diberikan.
3. Peran guru dalam tahap ini adalah guru
dapat juga menunjukkan buku atau sumber
belajar lain yang dapat dijadikan referensi
untuk menjawab pertanyaan.
Association Mengasosiasi
1. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk
menyimpulkan dan menganalisis konsep
hubungan kuantitatif antara pereaksi dan
hasil reaksi dalam reaksi kesetimbangan
berdasarkan tekanan parsial dan derajat
disosiasi serta penerapan kesetimbangan
kimia. (Collaboration, Critical Thinking)
2. Siswa menyimpulkan bagaimana hubungan
kuantitatif antara pereaksi dan hasil reaksi
dalam tetapan kesetimbangan kimia
berdasarkan tekanan parsial dan derajat
Communicat disosiasi..
ion Mengkomunikasikan
1. Perwakilan dari setiap kelompok siswa
menyampaikan hasil diskusi kelompoknya
secara lisan di depan kelas. Peserta didik
yang lainnya diminta untuk menanggapi
atau melengkapi hasil diskusi tersebut.
(Collaboration, Critical Thinking dan
HOTS serta PPK rasa ingin tahu,
tanggung jawab, santun dan
demokratis)
2. Guru memberikan konfirmasi/penguatan
atas jawaban peserta didik.
3. Peserta didik mengumpulkan hasil analisis
diskusi kelompok secara tertulis untuk
diberikan penilaian

Kegiatan Penutup 15
Akhir 1. Guru mengumpulkan salah satu Lembar menit
Kerja dalam kelompok pada guru.
2. Guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menanyakan materi
pembelajaran yang masih belum jelas.
3. Siswa bersama guru menyimpulkan materi
pembelajaran.
4. Guru memberi tugas untuk membaca
kembali materi yang telah dipelajari untuk
persiapan ulangan harian pada pertemuan
selanjutnya
5. Siswa berdo’a & menjawab salam penutup.

E. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


A. Teknik Penilaian :
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : Laporan
B. Instrumen Penilaian :
1. Pertemuan Pertama
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : -
2. Pertemuan Kedua
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : -
3. Pertemuan Ketiga
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : Unjuk kerja
4. Pertemuan Keempat
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : Unjuk kerja
5. Pertemuan Kelima
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : Unjuk kerja

6. Pertemuan Keenam
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : -
7. Pertemuan Ketujuh
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis, Penugasan
c. Keterampilan : Penilaian proyek, penilaian unjuk kerja
C. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
1. Pembelajaran remedial dilakukan setelah kegiatan penilaian.
a. Pembelajaran remedial diberikan kepada peserta didik yang capaian
KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remedial
teaching (Klasikal), atau tutor sebaya, atau penugasan dan diakhiri
denga tes.
c. Tes remedial dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes
remedial belum mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam
bentuk penugasan tanpa tes tertulis kembali.
2. Pengayaan
a. Pengayaan diberikan kepada siswa yang telah mencapai nilai ketuntasn
diberikan pembelajaran pengayaan sebagai berikut :
- Peserta didik yang mencapai nilan n(ketuntasan)< n <
n(maksimum) diberikan materi masih dalam cakupan KD
dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
- Peserta didik yang mencapai nilai n > n(maksimum) diberikan
materi melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai
pengetahuan tambahan.

F. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar


A. Media/alat :
a. Proyektor
b. Laptop
B. Bahan :
a. Lembar Kerja Peserta Didik
b. Powerpoint
C. Sumber Belajar :
d. Rufaida, A.D dkk. 2016. Kimia : untuk SMA/MA kelas XI. Klaten:Intan
Pariwara
e. Sufiaty, A dan Ari Damari. 2015. Buku Penilaian Autentik: untuk
SMA/MA kelas XI. Jakarta: Erlangga
Tanjungpinang, 5 Desember 2017
Mahasiswa Praktek
Guru Pamong

M. Tohir Karjono, M.Pd Aryadi


NIP. 19710717 199512 1 001 NIM. 140384204047

Mengetahui
Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpinang

Dr. Imam Syafii, S.Pd., M.Si.


NIP 19660929 199002 1 002
LAMPIRAN 1

1) Penilaian Sikap (Kerjasama, rasa ingin tahu, tanggung jawab dan displin)
menggunakan teknis observasi dan jurnal
a. Lembar Observasi Sikap
No Indikator Kriteria Nilai
1 Bekerjasama a. Mendapat bagian dalam
mencari informasi yang
diperlukan
b. Mendapat bagian dalam
diskusi atau presentasi
c. Mendapat bagian dalam
menyelesaikan soal-soal
yang diberikan
d. Mendapat bagian dalam
menyelesaikan
permasalahan kontekstual
terhadap masalah yang
diberikan

2 Disiplin Menunjukkan komitmen untuk:


a. Mencari informasi yang
diperlukan
b. Terlibat aktif dalam diskusi
atau presentasi
c. Terlibat aktif dalam
menyelesaikan
permasalahan yang ada
3 Tanggung a. Melaksanakan segala
Jawab kegiatan dalam proses
pembelajaran
b. Mendapat bagian dalam
menyelesaikan masalah
yang ada
4 Rasa ingin a. Antusias mencari jawaban
tahu b. Aktif dalam proses
pembelajaran
Jumlah

Keterangan :
1. Jika 4 kriteria muncul maka diberi sebutan selalu
2. Jika 3 kriteria muncul maka diberi sebutan sering
3. Jika 2 kriteria mucul maka diberi sebutan kadang-kadang
4. Jika 1 kriteria mucul maka diberi sebutan jarang

b. Jurnal
Kejadian Aspek Tindak
No Waktu Nama Positif/Negatif
/Perilaku sikap lanjut
1
2
3
4
5
LAMPIRAN 2

2) Penilaian Psikomotorik
a. Rubrik Unjuk Kerja Presentasi
Nama Kemampuan Memberikan Nilai
Kemampuan
No Peserta Menjawab/Argumentasi Masukan/Saran Keterampilan
Bertanya (*)
Didik (*) (*) (**)
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8

Pedoman Penskoran:
No Aspek Pedoman Penskoran
Skor 4, apabila selalu bertanya
Kemampuan Skor 3, apabila sering bertanya
1
Bertanya Skor 2, apabila jarang bertanya
Skor 1, apabila tidak pernah bertanya
Skor 4, apabila materi/jawaban benar, rasional dan jelas
Skor 3, apabila materi/jawaban benar, rasional dan tidak jelas
Kemampuan Skor 2, apabila materi/jawaban benar, tidak rasional dan tidak
2
menjawab/Argumentasi jelas
Skor 1, apabila materi/jawaban tidak benar, tidak rasional dan
tidak jelas
Skor 4, apabila selalu memberi masukan/saran
Kemampuan memberi
3
masukan
Skor 3, apabila sering memberi masukan/saran
Skor 2, apabila kadang-kadang memberi masukan/saran
Skor 1, apabila tidak pernah memberi masukan/saran

Penilaian =
b. Rubrik Unjuk Kerja Praktikum, siswa terampil merangkai dan menggunakan set
alat dan melakukan percobaan
Nilai
Aspek yang dinilai SB Baik Kurang SK
Skor: 4 Skor: 3 Skor: 2 Skor: 1
1. Siswa menyiapkan alat dan bahan dengan
tepat.
2. Siswa membersihkan dan mengeringkan
alat sebelum praktikum.
3. Siswa menyusun alat dengan benar.
4. Siswa menggunakan bahan dengan tepat
5. Siswa mencatat hasil praktikum dengan
baik.
6. Siswa membersihkan alat setelah
praktikum.
7. Siswa melakukan praktikum tepat waktu.

Jumlah

Jumlah Total:
PROGRAM TAHUNAN
Sekolah : SMA Negeri 1 Tanjungpinang
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas : XI
Tahun Pelajaran : 2017-2018
Alokasi
SMT No Materi Pokok/Kompetensi Dasar Keterangan
Waktu
1 1 Senyawa Hidrokarbon 14 JP
3.1 Menganalisis struktur dan sifat senyawa
hidrokarbon berdasarkan kekhasan atom
karbon dan golongan senyawanya
4.1 Membuat model visual berbagai struktur
molekul hidrokarbon yang memiliki rumus
molekul yang sama
Minyak Bumi 8 JP
3.2 Menjelaskan proses pembentukan fraksi-
fraksi minyak bumi, teknik pemisahan serta
kegunaannya
3.3 Mengidentifikasi reaksi pembakaran
hidrokarbon yang sempurna dan tidak
sempurna serta sifat zat hasil pembakaran
(CO2, CO, partikulat karbon)
4.2 Menyajikan karya tentang proses
pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-
fraksi minyak bumi beserta kegunaannya
4.3 Menyusun gagasan cara mengatasi dampak
pembakaran senyawa karbon terhadap
lingkungan dan kesehatan
Termokimia 16 JP
3.4 Menjelaskan konsep perubahan entalpi
reaksi pada tekanan tetapdalam pers amaan
termokimia
3.5 Menjelaskan jenis entalpi reaksi, hukum
Hess dan konsep energi ikatan
4.4 Menyimpulkan hasil analisis data
percobaan termokima pada tekanan tetap
4.5 Membandingkan perubahan entalpi
beberapa reaksi berdasarkan data hasil
percobaan
Laju Reaksi 14 JP
3.6 Menjelaskan faktor-faktor yang
memengaruhi laju reaksi menggunakan teori
tumbukan
3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju
reaksi berdasarkan data hasil percobaan
4.6 Menyajikan hasil penelusuran informasi
cara-cara pengaturan dan penyimpanan bahan
untuk mencegah perubahan fisika dan kimia
yang tak terkendali
4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan
serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor
yang mempengaruhi laju reaksi da
Kesetimbangan Kimia 14 JP
3.8 Menjelaskan reaksi kesetimbangan di
dalam hubungan antara pereaksi dan hasil
reaksi
3.9 Menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan
dan penerapannya dalam industri
4.8 Menyajikan hasil pengolahan data untuk
menentukan nilai tetapan kesetimbangan suatu
reaksi
4.9 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan
serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor
yang mempengaruhi pergeseran arah
kesetimbangan
Jumah JP semester I (Ganjil) 66 JP
Asam Basa 10 JP
3.10 Menjelaskan konsep asam dan basa serta
kekuatannya dan kesetimbangan pengionannya
dalam larutan
4.10 Menganalisis trayek perubahan pH
beberapa indikator yang diekstrak dari bahan
alam melalui percobaan
Kesetimbangan Ion 8 JP
3.11 Menganalisis kesetimbangan ion alam
larutan garam dan menghubungkan pH-nya
4.11 Melaporkan percobaan tentang sifat asam
basa berbagai larutan garam
Larutan Penyangga 10 JP
3.12 Menjelaskan prinsip kerja, perhitungan
pH, dan peran larutan penyangga dalam tubuh
makhluk hidup
4.12 Membuat larutan penyangga dengan pH
tertentu
Titrasi 8 JP
3.13 Menganalisis data hasil berbagai jenis
titrasi asam-basa
4.13 Menyimpulkan hasil analisis data
percobaan titrasi asam-basa
Kelarutan dan hasil kali kelarutan 8 JP
3.14 Memprediksi terbentuknya endapan dari
suatu reaksi berdasarkan kesetimbangan
kelarutan dan hasil kali kelarutan (Ksp)
4.14 Merancang dan melakukan percobaan
untuk memisahkan campuran ion logam
(kation)
Koloid 8 JP
3.15 Mengelompokkan berbagai tipe sistem
koloid, dan menjelaskan kegunaan koloid
dalam kehidupan berdasarkan sifat-
sifatnya3.15
Membuat makanan atau produk lain yang
berupa koloid atau melibatkan prinsip koloid
Jumah JP semester II (Genap) 52 JP
Tanjungpinang, Juli 2017
Guru Pembimbing Mahasis wa Praktek

M. Tohir Karjono, M.Pd Aryadi


NIP. 19710717 199512 1 001 NIM. 140384204047
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpinang

Dr. Imam Syafii, S.Pd, M.Si


NIP. 19660929 199002 1002
PROGRAM SEMESTER
Sekolah : SMA Negeri 1 Tanjungpinang
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/Semester : XI/1 (Ganjil )
Tahun Ajaran : 2017-2018

Alokasi Juli Agustus September Oktober November Desember


No/KD Materi Pokok Waktu 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 KETERANGAN
(JP) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22
1 Hidrokarbon 14
1.1 Mengidentifikasi Unsur
C dan H dalam senyawa
karbon melalui percobaan
1.2 Identifikasi kekhasan 4 JP
atom karbon
1.3 Menentukan posisi
atom karbon

1.4 Menentukan Rumus


umum, rumus struktur, tata 4 JP
nama dan sifat alkana,
alkena dan alkuna
1.5 Menentukan isomer-
isomer senyawa
hidrokarbon 4 JP
1.6 Menetukan reaksi-
reaksi senyawa hidrokarbon

1.7 Menyajikan laporan


penentuan rumus struktur 2 JP
molekul hidrogen jadi
rumus molekul yang sama
Ulangan Harian 2 JP
2 Minyak Bumi 8
2.1 Mendeskripsikan proses
pembentukan minyak bumi
dan gas alam 2 JP
2.2 Mengidentifikasi
komposisi minyak bumi
2.3 Mendeskripsikan
pengolahan dan fraksi-
fraksi minyak bumi
2.4 Mendeskripsikan mutu
bensin berdasarkan 2 JP
bilangan oktan

2.5 Menyebutkan reaksi


dan dampak pembakaran
bahan bakar dan upaya
mengatasinya

2.6 Menggambarkan proses


pembentukan minyak bumi 4 JP
dan menyajikan poster
ilustrasi
2.7 Menyajikan makalah
mengenai bahan bakar fosil
dan bahan bakar alternative
dan dampak bagi kesehatan
Ulangan Harian 2 JP
3 Termokimia 16
3.1 Menjelaskan sistem dan 2 JP
lingkungan
3.2 Menjelaskan reaksi
eksoterm dan endoterm
4 Jp
3.3 Menjelaskan Jenis
Perubahan entalpi

3.4 Menentukan perubahan


entalpi dengan calorimeter, 4 JP
hukum Hess dan energy
ikatan
3.5 Menentukan kalor
pembakaran bahan bakar
3.6 Mengidentifikasi 4 JP
dampak pembakaran tidak
sempurna

3.7 Menyajikan tugas


mengaitkan perubahan
jumlah pereaksi atau hasil 2 JP
reaksi dengan perubahan
energi berdasarkan
persamaan termokimia
3.8 menyajikan hasil tugas
penentuan perubahan
entalpi berdasarkan data
kalorimetri, entalpi
pembentukan, atau energi
ikatan berdasarkan hokum
hess
Ulangan Harian 2 JP
4 Laju Reaksi 14
4.1 Menjelaskan konsep
laju reaksi
4.2 Menjelaskan laju reaksi
berdasarkan grafik dan
percobaan
4 JP
4.3 menggunakan
persamaan laju reaksi
dalam menyelesaikan soal
4.4 Menentukan grafik orde
reaksi

4.5 mendeskripsikan terori


tumbukan dan factor-faktor
yang mempengaruhi laju
reaksi berdasarkan hasil
percobaan 4 JP

4.6 Menganalisis factor-


faktor yang mempengaruhi
laju reaksi berdasarkan
hasil percobaan
4.7 Mendeskripsikan peran
katalis dalam industri

4.8 Menyajikan hasil


resume cara penyimpanan
bahan kimia 4 JP

4.9 Menyajikan hasil


rancangan percobaan
faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi

4.10 Menyajikan laporan


2 JP
percobaan faktor-faktor
yang mempengaruhi laju
reaksi
Ulangan Harian 2 JP
5 Kesetimbangan Kimia 14

5.1 Menjelaskan sifat


dinamis dan faktor-faktor
yang mempengaruhinya
4 JP

5.2 Menjelaskan penerapan


kesetimbangan kimia dalam
industri
5.3 Menentukan tetapan
kesetimbangan Kc, Kp, dan
drajat Ionisasi
4 JP
5.4 Menentukan
konsentrasi tiap zat saat
keadaan setimbang
5.5 Menyajikan hasil
analisis data reaksi
kesetimbangan untuk
menentukan tetapan
kesetimbangan 4 JP
5.6 Menyajikam laporan
peercobaan faktor-faktor
yang mempengaruhi
kesetimbangan

5.7 Menyajikan laporan


percobaan mengenai faktor- 2 JP
faktor yang mempengaruhi
kesetimbangan
Ulangan Harian 2 JP

Keterangan : Libur
: Perkenalan Lingkungan Sekolah
: Tatp Muka/KBM
: Ujian Harian
: Ujian Sekolah
: Persiapan/Pengisian Rapor
PROGRAM SEMESTER
Sekolah : SMA Negeri 1 Tanjungpinang
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/Semester : XI/2 (Genap)
Tahun Ajaran : 2017-2018

Alokasi Januari Februari Maret April Mei Juni


Materi Pokok/Sub Materi
No/KD Waktu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 Ket
Pokok
(JP)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
1 Asam dan Basa 10
1.1 Mengidentifikasi bebarapa
larutan asam basa dengan
beberapa indikator
1.2 menganalisis teori asam basa
berdasarkan konsep arrhenius, 4 Jp
bronsted-Lowry, dan lewis

1.3 mengidentifikasi bahan alam


yang dapat digunakan sebagai
indikator alami

1.4 mengidentifikasi perbedaan


asam lemah dengan asam kuat 4 JP
serta basa lemah dengan basa
kuat
1.5 memprediksi pH larutan
dengan beberapa indikator
1.6 menghitung pH larutan asam
dan basa

1.7 menghubungkan asam lemah


dengan asam kuat serta basa
lemah dengan basa kuat untuk
mendapatkan drajat ionisasi (ἁ)
2 JP
atau tetpan ionisasi (Ka)

1.8 menyajikan laporan hasil


percobaan penentuan trayek
perubahan pH indikator alami

Ulangan Harian
2
Kesetimbangan Ion dalam 8
garam

2.1 menentukan sifat garam


berdasarkan proses hidrolisisnya
4 JP

2.2 memprediksi sifat garam


dengan menganalisis rumus
kimianya
2.3 menjelaskan sifat garam
berdasarkan grafik perubahan pH
pada titrasi asam basa
2.4 menentukan tetapan hidrolisis
(Kp) dan pH larutan garam
2.5 merancang dan melakukan 4 JP
percobaan untuk mengetahui pH
larutan garam
Ulangan Harian
3 Larutan Penyangga 10
3.1 mendeskripsikan pengertian
larutan penyangga
3.2 medeskripsikan proses 2 JP
terbentuknya larutan penyangga
berdasarkan jenis-jenisnya
3.3 menghitung pH larutan
penyangga
3.4 menyebutkan sifat-sifat
larutan penyangga 4 JP
3.5 menyebutkan peranan larutan
penyangga dalam tubuh makhluk
hidup dan bidang industri
3.6 menyebutkan penerapan
larutan penyangga dalam darah
3.7 menggambarkan grafik 4 JP
hubungan perubahan harga pH
pada titrasi asam basa pada
larutan penyangga
3.8 menyajikan laporan
percobaan membuat larutan
penyangga dengan pH= 1
Ulangan Harian
4 Titrasi 8
4.1 Menentukan Konsentrasi
titrat
2 JP
4.2 menentukan kemurnian suatu
zat berdasarkan data titrat
4.3 menganalisis kurva titrasi dan
menentukan titik ekuivalen
melalui titik akhir titrasi
4.4 memprediksi indikator yang
akan digunakan untuk titrasi
asam-basa
4.5 merancang percobaan titrasi 4 JP
asam basa
4.6 melakukan percobaan titrasi
asam basa
4.7 mengolah data,
menyimpulkan dan
mempersentasikan hasil
percobaan
4.8 menyajikan hasil rancangan
percobaan titrasi asam basa
berupa penentuan kadar asam
cuka 2 JP
4.9 menyajikan hasil percobaan
tirasi asam basa berupa
penentuan kadar asam cuka
Ulangan Harian
5 Kelarutan dan Hasil Kelarutan 8

5.1 mendefinisi konsep kelarutan

5.2 menentukan rumus hasil kali


kelarutan

5.3 menentukan hubungan antara


kelarutan dan hasil kali kelarutan

5.4 mendeskripsikan pengaruh


ion sejenis pada kelarutan

5.5 memprediksi kelarutan suatu


zat

5.6 menghitung kelarutan hasil


kelarutan

5.7 merancang percobaan


pemisahan campuran ion logam
dalam suatu larutan

5.8 melakukan percobaan


pemisahan campuran ion logam
dalam suatu larutan

5.9 mengolah data dan


menyimpulkan hasil percobaan

Ulangan Harian
6 Sistem Koloid 8
6.1 Mendeskripsikan sistem
dispersi beserta ciri-cirinya
6.2 menyebutkan sistem koloid
beserta jenis-jenisnya
6.3 menjelaskan sifat-siat koloid
6.4 menjelaskan proses
pengolahan air bersih
6.5 mendeskripsikan pembuatan
sistem koloid
6.6 menjelaskan peran koloid
dalam kehidupan
6.7 menyajikan hasil percobaan
produk makanan yang berupa
koloid
6.8 Menyajikan laporan
percobaan pembuatan sistem
koloid
Ulangan Harian
52
C.MODUL

MODUL PEMBELAJARAN HIDROKARBON ALKANA, ALKENA &

ALKUNA

STANDAR KOMPETENSI
Memahami senyawa organik dan makromolekul, menentukan hasill reaksi dan
mensintesa makromolekul serta kegunaannya.

KOMPETENSI DASAR
Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya
dengan sifat-sifat senyawa.

INDIKATOR
1. Menguji keberadaan unsur-unsur C, H dan O dalam senyawa karbon.
2. Menganalisis kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon.
3. Membedakan atom C primer, sekunder, tersier dan kuarterner.
4. Mengelompokkan senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan dan tata namanya.
5. Menyimpulkan hubungan titik didih senyawa hidrokarbon dengan massa molekul
relatifnya dan strukturnya.
6. Menjelaskan konsep isomer dan penerapannya pada sifat senyawa hidrokarbon.
7. Menuliskan reaksi sederhana pada senyawa alkana, alkena dan alkuna (reaksi oksidasi,
adisi, substitusi dan eliminasi).
Peta Konsep

HIDRO KARBON

ALIFATIK AROMATIK

BENZENA &
RANTAI RANTAI RANTAI
TURUNAN
BERCABANG
SIKLO

IKATAN IKATAN

ALKANA ALKENA ALKUNA

ISOMER

RANGKA POSISI FUNGSIONAL GEOMETRI

PETUNJUK

Perhatikan baik-baik peta konsep yang diberikan, agar mudah memahami hubungan
antara konsep yang satu dengan konsep yang lain serta dapat memahami struktur materi dari
pokok bahasan Hidrokarbon: Alkana, Alkena dan Alkuna serta minyak bumi.

PERTEMUAN 1
A. SENYAWA HIDROKARBON ALKANA, ALKENA DAN ALKUNA
Pengertian Senyawa Organik
1. Teori Klassik

Benda Senyawa

Hidup Organik

Setelah Tahun 1900

Benda
Labor

Hidup
Senyawa |Organik

Kimia Senyawa Karbon

Gambar 1. Pengertian Senyawa Organik

Berdasarkan skema pada gambar 1, terdapat perbedaan tentang pengertian senyawa


organik, dimana menurut teori klasik senyawa organik berasal dari .(1).................., sedang
setelah tahun 1900, senyawa organik bisa diperoleh dari (2) ................... dan (3)...................
Senyawa organik disebut senyawa karbon karena senyawa ini berasal dari (4)...................
Karena itu senyawa organik disebut senyawa (5)....................... Senyawa yang tidak berasal
dari makhluk hidup disebut senyawa .(6).......................
SENYAWA KIMIA

Gambar 2. Kelarutan senyawa Kimia

Berdasarkan gambar 2 di atas, senyawa kimia dapat dibedakan atas senyawa


(7)................... dan senyawa (8)................... Senyawa organik umumnya larut dalam pelarut
(9)....................... misalnya metanol, heksana benzena dan sebagainya; sedang senyawa
anorganik umumnya larut dalam pelarut (10)............ misalnya air.

HIDROKARBON YANG PALING SEDERHANA

H H

H C H CH4
H C
H H
H

Gambar 3.Hidrokarbon yang paling sederhana

Dari Gambar 3 terlihat bahwa senyawa hidrokarbon yang paling


sederhana hanya terdiri dari atom (11)……… dan atom (12)…………….,

sehingga dapat dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan senyawa hidro


karbon adalah senyawa yang mengandung atom (13)…..… dan atom (14)

…..………..
PERTEMUAN 2

HIDRO KARBON

ALIFATIK AROMATIK

BENZENA &
RANTAI RANTAI RANTAI
TURUNAN

SIKLO

IKATAN IKATAN

ALKANA ALKENA ALKUNA

Gambar 7. Bagan Pengelompokan Senyawa Karbon

Perhatikan Gambar 7 di atas, kemudian lengkapilah pernyataan berikut: berdasarkan


pola rantainya, hidrokarbon dibedakan atas hidrokarbon (1)................., yaitu yang mempunyai
rantai (2)..............., rantai (3)............... dan rantai (4).............. Sedangkan hidrokarbon
(5)................. merupakan senyawa (6)................. Hidrokarbon rantai lurus dapat dibedakan
atas senyawa yang mempunyai ikatan (7)................ , yaitu senyawa (8)............; dan yang
mempunyai ikatan (9)............... misalnya senyawa (10)............. dan (11)...................
Hidrokarbon rantai tertutup disebut juga senyawa .siklik, misalnya (12)............. Senyawa
aromatik misalnya (13).....................

A. PENGGOLONGAN HIDROKARBON BERDASARKAN KEJENUHAN IKATAN

Dalam senyawa hidrokarbon terjadi ikatan antara atom C. Setiap ikatan akan melibatkan
sepasang elektron. Pada ikatan rangkap dua terlibat dua pasang elektron dan tiga pasang untuk
ikatan rangkap tiga.

Untuk dapat membedakan kejenuhan ikatan dalam senyawa hidrokarbon dapat dilihat
bagan pada gambar 8. Dengan memperhatikan

Gambar 8, lengkapilah pernyataan berikut.

HIDROKARBON

JENUH TAK JENUH

HC = CH
H3C – CH3 H2C = CH2

ALKANA ALKENA ALKUNA

Gambar 8. Bagan Jenis ikatan pada Senyawa Hidrokarbon.


Senyawa hidrokarbon jenuh mempunyai ciri antara atom C dengan atom C yang lain
berikatan (14) ................

Ikatan antara atom C pada senyawa hidrokarbon tak jenuh adalah rangkap .(15)........ dan
rangkap (16)......... Ikatan rangkap dua merupakan ciri senyawa (17)............., sedang ikatan
rangkap tiga merupakan ciri senyawa .(18)................

PERTEMUAN 3

ALKANA

Perhatikan beberapa struktur senyawa alkana berikut:

1. Metana H

H C H

Rumus Molekul : C..... H..... (19)

2. Etana
H H

H C C H

H H

Rumus Molekul : C..... H..... (20)

3. Propana
H H H

H C C C H

H H H
Rumus Molekul : C..... H..... (21)

Deret Homolog alkana.

Suku Rumus
Perhatikan deret homolog disamping, lalu
Nama
nyatakan perbandingan jumlah atom C dan H
ke Molekul
sebagai berikut:

CH4 Pada suku ke 1. C : H = 1 : 4

1 Metana Pada suku ke 2 . C : H = 2 : 6


C2H6

2 Etana Pada suku ke 3 . C : H = .. : ..


C3H8
3 Propana Pada suku ke 4 . C : H = .. : ..

C4H10
4 Butana Pada suku ke 5. C : H = .. : ..

5 C5H12 Pentana Pada suku ke n . C : H = n : 2n + … (29)

6 Heksana Jadi rumus umum alkana adalah


C6H14

7 Heptana C n H 2n + ….. (30)


C7H16
8 Oktana
C8H18
9 Nonana
C9H20
10 Dekana

C10H22
Berdasarkan rumus umum alkana, tentukan rumus molekul alkana bila jumlah atom C
sebayak 12 dan 15.

TATA NAMA ALKANA

TATA NAMA ALKANA ATURAN IUPAC

1. Tentukan rantai C 2. Beri nomor dimana cabang =

terpanjang nomor terkecil


5. Urutan
1 2 3 4 5
penamaan,
H3C – CH – CH – CH2 – CH3
nomor cabang,

nama alkil, nama


CH3 CH3
gugus rantai

terpanjang
5 4 3 2 1

3. Tentukan 4. Cabang lebih dari satu diberi awalan

cabang alkil di = 2, tri = 3, tetra = 4 dsb.

Gugus Alkil

Gambar 9 Penamaan SenyawaAlkana Berdasarkan IUPAC

Cabang alkana dimana jumlah atom H nya dikurangi 1 disebut Alkil.

CH4 = metana - CH3 = metil

C2H5 = etana - C2H5 = etil

C3H8 = propana - C3H7 = .......... (1)

C4H10 = butana .......... = .......... (2)

C5H12 = pentana .......... = .......... (3)

Dari bagan gambar 9 yang diberikan di atas dapat ditentukan nama alkana yang terdapat pada
gambar terssebut. Senyawa yang diberikan memiliki rantai atom terpanjang sebanyak
..........................(4) atom karbon dengan nama ...................... (5). Cabang yang melekat pada
rantai utama disebut .............. (6) terdapat pada atom C nomor .................. (7) dan atom C
nomor ....................... (8). Cabang ini memiliki ........ (9) atom C dan diberi nama ............
(10). Karena jumlah cabang sebanyak ............. (11) , maka alkil ini disebut ................. (12),
sehingga nama senyawa yang diberikan di atas adalah
....................................................................... (13)

Nama Alkana yang berlaku Umum (Aturan Trivial)

a). Rantai lurus CH3 – CH2 – CH2 – CH3


(normal) n – butana

b). Ujung rantai cabang CH3 – CH


metil membentuk siku
Beri awalan iso
CH3

(iso butana)

CH3
c). Ujung cabang
mengikat 2 gugus
metil beri awalan CH3 C CH3
neo
CH3

Gambar 10. Aturan Trivial pada tatanama alkana

Latihan

Beri nama senyawa ini :

CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3 ………….. (14)

CH3 – CH – CH2 – CH3 …………..(15)

‫׀‬

CH3
PERTEMUAN 4

ALKENA

Alkena dan alkuna merupakan senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang mengandung satu
atau lebih ikatan (16)......... atau ikatan (17)...........

Alkena yang paling sederhana adalah (18)......... dengan rumus molekul (19)............ sedang
alkuna yang paling sederhana adalah (20)............... dengan rumus molekul (21)..................

Suku Rumus Nama


Perhatikan deret homolog disamping, lalu

ke Molekul nyatakan perbandingan jumlah atom C


dan H sebagai berikut:

C2H4 Pada suku ke 2 . C : H = 2 : 4

2 Etena Pada suku ke 3 . C : H = 3 : 6


C3H6

3 Propena Pada suku ke 4 . C : H = .. : .. (22)


C4H8
4 Butena Pada suku ke 5. C : H = .. : .. (23)
C5H10
5 Pentena Pada suku ke 6 C : H = .. : .. (24)

6 C6H12 Heksena Pada suku ke n . C : H = n : …(25)

7 C7H14 Heptena Jadi rumus umum alkena adalah

8 Oktena C n H …. (26)
C8H16

Tata Nama Alkena


1. AKHIRAN ANA  ENA

2. RANTAI TERPANJANG YANG PUNYA IKATAN RANGKAP

3. PENOMORAN DIMULAI PADA ATOM C ARAH TERDEKAT DENGAN IKATAN

RANGKAP
LATIHAN :
4.
4 3 2 1
CH3 – CH32 – CH = CH2
5 4 3 2 1
1.
CH3 – CH – CH = CH – CH3
2

PERTEMUAN 5

ALKUNA

Senyawa Alkuna merupakan hidrokarbon tak jenuh yang memiliki ikatan rangkap tiga.

H – C ≡ C – H disingkat CH ≡ CH

H H

H – C ≡ C – C – C – H disingkat ................................... (31)

\ H H

Perhatikan deret homolog disamping, lalu


nyatakan perbandingan jumlah atom C

Suku Rumus Nama dan H sebagai berikut:

Pada suku ke 2 . C:H=2:2

Pada suku ke 3 . C:H=3:4

Pada suku ke 4 . C : H = .. : .. (32)

Pada suku ke 5. C : H = .. : .. (33)


ke Molekul

C2H2

2 Etuna
C3H4

3 Propuna
C4H6
4 Butuna
C5H8
5 Pentuna

C6H10

Tata nama Alkuna sama dengan penamaan Alkena, dimana akhiran –ena diganti dengan
–una.

Beri nama senyawa berikut:

CH3 ≡ C – CH – CH3 Nama senyawa: ………(36)

‫׀‬

CH3

CH3 – CH2– CH – C≡ C– CH3 Nama senyawa: …...…(37)

‫׀‬

CH3

CH3 ≡ C – CH2 – CH– CH2– CH3 Nama senyawa: ………(38)


CH3

Rangkuman

1. Senyawa hidrokarbon terdiri dari atom karbon dan hidrogen


2. Senyawa hidrokarbon dapat digolongkan menjadi hidrokarbon jenuh dan hidrokarbon tak
jenuh.
3. Atom karbon dibedakan atas atom karbon primer, sekunder, tersier dan kuarterner.
4. Hidrokarbon jenuh mempunyai ikatan tunggal, sedangkan hidrokarbon tak jenuh
mempunyai ikatan rangkap (dua dan tiga).
5. Alkana mempunyai ikatan tunggal, sedangkan Alkena dan Alkuna mempunyai ikatan
rangkap dua dan rangkap tiga.
6. Penamaan senyawa hidrokarbon dapat dilakukan dengan aturan IUPAC atau dengan
memberi nama yang bersifat umum.
7. Tata cara pemberian nama pada Alkana
a. Tentukan rantai karbon terpanjang (rantai utama)
b. Tentukan cabang alkil.
c. Beri nomor yang dimulai dari atom C yang terletak dekat ke cabang.
d. Cabang lebih dari satu beri awalan (2=di, 3=tri, 4=tetra).
8. Ada 4 jenis isomer senyawa hidrokarbon:
a. Isomer rangkap yaitu rumus molekul sama, tetapi rumus struktur berbeda.
b. Isomer fungsional yaitu rumus molekul sama, tetapi gugus fungsional berbeda.
c. Isomer posisi yaitu rumus molekul dan gugus fungsional sama, tetapi posisi gugus
berbeda.
d. Isomer geometri yaitu rumus molekul, gugus fungsional dan posisi gugus fungsi sama,
tetapi struktur geometri (penataan atom dalam ruangnya) berbeda.
9. Ada 4 reaksi hidrokarbon
a. Reaksi oksidasi yaitu reaksi dengan oksigen
b. Reaksi substitusi yaitu reaksi penggantian atom H dengan atom yang lain.
c. Reaksi adisi yaitu reaksi dari ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal.
d. Reaksi eliminasi yaitu reaksi dari ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap.
PERTEMUAN 6

1. Apa perbedaan senyawa karbon organik dan senyawa karbon anorganik ditinjau dari
sumbernya?
2. Apa unsur penyusun senyawa hidrokarbon ?
3. Apa yang dimaksud dengan atom karbon primer, sekunder, tersier dan kuarterner?
4. Hidrokarbon dibedakan atas hidrokarbon jenuh dan hidrokarbon tak jenuh, kenapa disebut
jenuh dan tak jenuh ?
5. Apa itu gugus alkil, beri contoh
6. Beri nama senyawa berikut:
a. CH3 – CH – CH2 – CH – CH2 – CH3
‫׀‬ ‫׀‬

CH3 CH3

CH3

‫׀‬

b. CH3 – CH2 – CH = CH – C –CH3


‫׀‬

CH3

c. CH3 ≡ C – CH – CH3
‫׀‬

CH3

7. Gambarkanlah isomer oktuna yang rantai utamanya pentana


8. Ada berapa isomer heptana yang mempunyai cabang etil ?
9. Gambarkan rumus struktur dari :
a. 2-etil-3,4-dimetil oktana. b. Isopropil nonana
PERTEMUAN 7

Petunjuk : Pilihlah satu jawaban yang tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf

A, B, C dan D.

1. Ikatan yang terjadi antara atom karbon dengan atom lain dalam denyawa hidrokarbon
adalah ikatan :...
a. Ion
b. Kovalen
c. Hidrogen
d. Logam
2. Bila suatu senyawa dipanaskan dan berobah menjadi hitam, kemungkinan paling
besar senyawa itu adalah ....
A. Karbon
B. Hidrokarbon
C. Anorganik
D. Logam berat
3. Nama lain dari senyawa hidrokarbon jenuh adalah ....
A.Alkohol
B. Alkana
C. Alkena
D. Alkuna
4. Senyawa Hidrokarbon ialah senyawa yang molekul-molekul tersusun dari ....
A. Karbon dan Hidrogen
B. Air
C. Karbon dan air
D. Hidrogen dan Karbon dioksida.
5. Rumus Kimia senyawa hidrokarbon yang merupakan rumus Kimia Alkana adalah ....
A. C6H14
B. C6H12
C. C7H1O
D. C7H14
6. Nama IUPAC dari senyawa yang rumus struktur sebagai berikut :
CH3

‫׀‬

CH3 – CH – CH – CH3

‫׀‬

CH3

A. 2,3 - dimetil heksana


B. 2 - metil butana
C. 1,2,2 - trimetil propana
D. 2,3 - dimetil butana
7. Senyawa yang mempunyai ikatan rangkap dua dalam molekulnya adalah ....
A. Butana
B. lsopropana
C. Pentena
D. Oktana
8. Nama senyawa dengan rumus struktur berikut:
CH3

‫׀‬

CH2 = CH – CH – CH2 – CH3

‫׀‬

CH3
A 2,3 - dimetil 1 - pentena
B. 2,3 - dimetil pentena
C. 2 - etil- 3 metil - pentana
D. 3,4- dimetil pentana
9. Rumus umum untuk senyawa CH3 - CH2 - CH = CH2 adalah
A. CnHn
B. CnH2n
C. CnH2n+ 2
D. Cn + H2n-2
10. Alkuna yang paling sederhana, diantara alkuna-alkuna berikut adalah ....
A. Etuna
B. Propana
C. Heksana
D. Heptana
MODUL MINYAK BUMI

PENGOLAHAN DAN PENGGUNAAN MINYAK BUMI

PERTEMUAN 8

Kompetensi Dasar :

3.2. Memahami proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta

kegunaannya.

3.3. Mengevaluasi dampak pembakaran senyawa hidrokarbon terhadap lingkungan dan

kesehatan serta cara mengatasinya

Setelah mempelajari modul ini, maka siswa diharapkan dapat :

1. mendeskripsikan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam


2. mendeskripsikan komponen - komponen utama penyusun minyak bumi
3. menafsirkan bagan penyulingan bertingkat untuk menjelaskan dasar dan teknik
pemisahan fraksi - fraksi minyak bumi
4. membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktannya
5. menjelaskan penggunaan minyak bumi dan residunya
6. menganalisis dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan

I. Pendahuluan

Tentu kalian sudah mengenal bahan bakar minyak atau BBM. Dari manakah sumber
BBM yang digunakan pada kendaraan bermotor? BBM diperoleh dari hasil pengolahan
minyak bumi. Minyak bumi (petroleum) atau sering juga disebut minyak mentah (crude oil).
Dijuluki juga sebagai emas hitam, berupa cairan kental, berwarna coklat gelap atau kehijauan
yang mudah terbakar. Minyak bumi terdapat di lapisan atas dari beberapa area kerak bumi.
Minyak bumi tersusun dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana bersama – sama
dengan sejumlah kecil komponen yang mengandung sulfur, oksigen dan nitrogen dan sangat
sedikit mengandung logam.
II. Komponen Minyak Bumi
Minyak bumi hasil ekplorasi (pengeboran) masih berupa minyak mentah atau crude oil.
Minyak mentah ini mengandung berbagai zat kimia berwujud gas, cair, dan padat. Apa saja
yang terkandung dalam minyak bumi ? Komponen utama minyak bumi adalah senyawa
hidrokarbon, baik alifatik, alisiklik, maupun aromatik. Kadar unsur karbon dalam minyak
bumi dapat mencapai 50%-85%, sedangkan sisanya merupakan campuran unsur hydrogen
dan unsur-unsur lain. Misalnya, nitrogen (0-0,5%), belerang (0-6%), dan oksigen (0-3,5%).
1. Senyawa hidokarbon alifatik rantai lurus
Senyawa hidokabon alifatik rantai lurus biasa disebut alkana atau normal parafin.
Senyawa ini banyak terdapat dalam gas alam dan minyak bumi yang memiliki antai karbon
pendek. Contoh: Etana Propana
2. Senyawa hidrokarbon bentuk siklik
Senyawa hidrokarbon siklik merupakan senyawa hidrokarbon golongan sikloalkana
atau sikloparafin. Senyawa hidrokarbon ini memiliki rumus molekul sama dengan alkena.,
tetapi tidak memiliki ikatan rangkap dua dan membentuk struktur cinicin. Dalam minyak
bumi, antarmolekul siklik tersebut kadang-kadang bergabung membentuk suatu molekul
yang terdiri atas beberapa senyawa siklik.
3. Senyawa Hidrokarbon Alifatik Rantai Bercabang
Senyawa golongan isoalkana atau isoparafin. Jumlah senyawa hidrokarbon ini tidak
sebanyak senyawa hidrokarbon alifatik rantai lurus dan senyawa hidrokarbon bentuk siklik.
4. Senyawa Hidrokarbon Aromatik
Senyawa hidrokarbon aromatik merupakan senyawa hidrokarbon yang berbentuk siklik
segienam, berikatan rangkap dua selang-seling, dan merupakan senyawa hidrokarbon tak
jenuh. Pada umumnya, senyawa hidrokarbon aromatik ini terdapat dalam minyak bumi
yang memiliki jumlah atom C besar.Minyak bumi ditemukan bersama-sama dengan gas
alam.Minyak bumi hasil pengeboran masih berupa minyak mentah (crude oil) yang kental
dan hitam. Crude oil ini terdiri dari campuran hidrokarbon yaitu:
Alkana merupakan merupakan fraksi yang terbesar di dalam minyak mentah. Senyawa
alkana yang paling banyak ditemukan adalah n-oktana dan isooktana (2,2,4-trimetil pentana)
Hidrokarbon aromatis CnH2n-6 diantaranya adalah etil benzene yang memiliki cincin 6
(enam).
5. Sikloalkana (napten) CnH2n antara lain siklopentana dan etil sikloheksana
6. Belerang (0,01-0,7%)
7. Nitrogen (0,01-0,9%)
8. Oksigen (0,06-0,4%)
9. Karbondioksida [CO2]
10. Hidrogen sulfida [H2S]
Minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas alam disebut juga minyak mentah (crude oil).
Minyak mentah dapat dibedakan menjadi:
1. Minyak mentah ringan (light crude oil) yang mengandung kadar logam dan belerang rendah,
berwarna terang dan bersifat encer (viskositas rendah).

2. Minyak mentah berat (heavy crude oil) yang mengandung kadar logam dan belerang tinggi,
memiliki viskositas tinggi sehingga harus dipanaskan agar meleleh.

III. PENGOLAHAN MINYAK BUMI


Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan. Minyak bumi
diperoleh dengan membuat sumur bor. Minyak mentah yang diperoleh ditampung dalam
kapal tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau ke kilang minyak.
Minyak mentah (crude oil) bebentuk caian kental hitam dan berbau tidak sedap. Minyak
mentah belum dapat digunakan sebagai bahan bakar maupun keperluan lainnya, tetapi haus
diolah terlebih dahulu. Minyak mentah mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan
jumlah atom C-1 hingga 50. Pengolahan minyak bumi dilakukan melalui distilasi bertingkat,
dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok-kelompok dengan rentang titik didih
tertentu.
Pengolahan minyak bumi dimulai dengan memanaskan minyak mentah pada suhu 400oC,
kemudian dialirkan ke dalam menara fraksionasi dimana akan tejadi pemisahan berdasarkan
perbedaan titik didih. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan
turun ke bawah, sedangkan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian
atas melalui sungkup-sungkup yang disebut sungkup gelembung. Sementara itu, semakin ke
atas, suhu semakin rendah, sehinga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi naik,
akan mengembun dan terpisah, sedangkan komponen yang itik didihnya lebih rendah akan
terus naik ke bagian atas yang lebih tinggi. Sehingga komponen yang mencapai puncak menara
adalah komponen yang pada suhu kamar berupa gas. Komponen berupa gas tadi disebut gas
petroleum. Melalui kompresi dan pendinginan, gas petroleum dicairkan sehingga diperoleh
LPG (Liquid Proteleum Gas). Minyak mentah mengandung berbagai senyawa hidrokarbon
dengan berbagai sifat fisiknya. Untuk memperoleh materi-materi yang berkualitas baik dan
sesuai dengan kebutuhan, perlu dilakukan tahapan pengolahan minyak mentah yang meliputi
proses distilasi, cracking, reforming, polimerisasi, treating, dan blending.

1. Distilasi
Distilasi atau penyulingan merupakan cara pemisahan campuran senyawa berdasarkan pada
perbedaan titik didih komponen-komponen penyusun campuran tersebut. Meskipun
komposisinya kompleks, terdapat cara mudah untuk memisahkan komponen-komponennya
berdasarkan perbedaan nilai titik didihnya, yang disebut proses distilasi bertingkat. Destilasi
merupakan pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya.Minyak
bumi atau minyak mentah sebelum masuk kedalam kolom fraksinasi (kolom pemisah) terlebih
dahulu dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur) sampai dengan suhu ± 350°C.
Minyak mentah yang sudah dipanaskan tersebut kemudian masuk kedalam kolom fraksinasi
pada bagian flash chamber (biasanya berada pada sepertiga bagian bawah kolom fraksinasi).
Untuk menjaga suhu dan tekanan dalam kolom maka dibantu pemanasan dengan steam (uap
air panas dan bertekanan tinggi)
Karena perbedaan titik didih setiap komponen hidrokarbon maka komponen-komponen
tersebut akan terpisah dengan sendirinya, dimana hidrokarbon ringan akan berada dibagian atas
kolom diikuti dengan fraksi yang lebih berat dibawahnya. Pada tray (sekat dalam kolom)
komponen itu akan terkumpul sesuai fraksinyamasing-masing.Pada setiap tingkatan atau fraksi
yang terkumpul kemudian dipompakan keluar kolom, didinginkan dalam bak pendingin, lalu
ditampung dalam tanki produknya masing-masing. Produk ini belum bisa langsung dipakai,
karena masih harus ditambahkan aditif (zat penambah).

2. Cracking
Cracking adalah penguraian (pemecahan) molekul-molekul senyawa hidrokarbon
yang besar menjadi molekul-molekul senyawa yang lebih kecil. . Contoh cracking ini adalah
pengolahan minyak solar atau minyak tanah menjadi bensin. Terdapat tiga cara proses
cracking, yaitu :
a. Cara panas (thermal cracking), yaitu dengan penggunaan suhu tinggi dan tekanan
yang rendah.
Contoh reaksi-reaksi pada proses cracking adalah sebagai berikut :

b. Cara katalis (catalytic cracking), yaitu dengan penggunaan katalis. Katalis yang
digunakan biasanya SiO2 atau Al2O3 bauksit. Reaksi dari perengkahan katalitik melalui
mekanisme perengkahan ion karbonium. Mula-mula katalis karena bersifat asam
menambahkna proton ke molekul olevin atau menarik ion hidrida dari alkana sehingga
menyebabkan terbentuknya ion karbonium :

c. Hidrocracking
Hidrocracking merupakan kombinasi antara perengkahan dan hidrogenasi untuk
menghasilkan senyawa yang jenuh. Reaksi tersebut dilakukan pada tekanan tinggi. Keuntungan
lain dari Hidrocracking ini adalah bahwa belerang yang terkandung dalam minyak diubah
menjadi hidrogen sulfida yang kemudian dipisahkan. Proses ini terutama ditujukan untuk
memperbaiki kualitas dan perolehan fraksi gasolin (bensin). Kualitas gasolin sangat ditentukan
oleh sifat anti knock (ketukan) yang dinyatakan dalam bilangan oktan. Bilangan oktan 100
diberikan pada isooktan (2,2,4-trimetil pentana) yang mempunyai sifat anti knocking yang
istimewa, dan bilangan oktan 0 diberikan pada n-heptana yang mempunyai sifat anti knock
yang buruk. Gasolin yang diuji akan dibandingkan dengan campuran isooktana dan n-heptana.
Bilangan oktan dipengaruhi oleh beberapa struktur molekul hidrokarbon.

3. Reforming
Reforming adalah pengubahan bentuk molekul bensin yang bermutu kurang baik
(rantai karbon lurus) menjadi bensin yang bermutu lebih baik (rantai karbon bercabang).
Kedua jenis bensin ini memiliki rumus molekul yang sama bentuk strukturnya yang
berbeda. Oleh karena itu, proses ini juga disebut isomerisasi. Reforming dilakukan dengan
menggunakankatalisdanpemanasan.

Reforming juga dapat merupakan pengubahan struktur molekul dari hidrokarbon parafin
menjadi senyawa aromatik dengan bilangan oktan tinggi. Pada proses ini digunakan katalis
molibdenum oksida dalam Al2O3 atau platina dalam lempung.

4. Alkalasi dan Polimerisasi


Alkilasi merupakan penambahan jumlah atom dalam molekul menjadi molekul yang lebih
panjang dan bercabang. Dalam proses ini menggunakan katalis asam kuat seperti H2SO4, HCl,
AlCl3 (suatu asam kuat Lewis). Reaksi secara umum adalah sebagai berikut:
RH + CH2=CR’R’’ -----> R-CH2-CHR’R”
Polimerisasi adalah proses penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul besar.
Contoh polimerisasi yaitu penggabungan senyawa isobutena dengan senyawa isobutana
menghasilkan bensin berkualitas tinggi, yaitu isooktana.

5. Treating
Treating adalah pemurnian minyak bumi dengan cara menghilangkan pengotor-
pengotornya. Cara-cara proses treating adalah sebagai berikut :
Copper sweetening dan doctor treating, yaitu proses penghilangan pengotor yang dapat
menimbulkan bau yang tidak sedap.
Acid treatment, yaitu proses penghilangan lumpur dan perbaikan warna.
Dewaxing yaitu proses penghilangan wax (n - parafin) dengan berat molekul tinggi dari
fraksi minyak pelumas untuk menghasilkan minyak pelumas dengan pour point yang rendah.
Deasphalting yaitu penghilangan aspal dari fraksi yang digunakan untuk minyak pelumas
Desulfurizing (desulfurisasi), yaitu proses penghilangan unsur belerang.

6. Blending
Proses blending adalah penambahan bahan-bahan aditif kedalam fraksi minyak bumi
dalam rangka untuk meningkatkan kualitas produk tersebut. Bensin yang memiliki berbagai
persyaratan kualitas merupakan contoh hasil minyak bumi yang paling banyak digunakan di
barbagai negara dengan berbagai variasi cuaca. Untuk memenuhi kualitas bensin yang baik,
terdapat sekitar 22 bahan pencampur yang dapat ditambahkan pada
prosespengolahannya.
Diantara bahan-bahan pencampur yang terkenal adalah tetra ethyl lead (TEL). TEL berfungsi
menaikkan bilangan oktan bensin. Demikian pula halnya dengan pelumas, agar diperoleh
kualitas yang baik maka pada proses pengolahan diperlukan penambahan zat aditif.
Penambahan TEL dapat meningkatkan bilangan oktan, tetapi dapat menimbulkan pencemaran
udara. Rumus TEL Pb(C2H5)4.

IV. FRAKSI MINYAK BUMI


Senyawa hidrokarbon, terutama parafinik dan aromatik, mempunyai trayek didih masing-
masing, dimana panjang rantai hidrokarbon berbanding lurus dengan titik didih dan
densitasnya. Semakin panjang rantai hidrokarbon maka trayek didih dan densitasnya semakin
besar. Jumlah atom karbon dalam rantai hidrokarbon bervariasi.

Gambar. Fraksinasi Minyak Bumi

Untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bakar maka dikelompokkan menjadi beberapa
fraksi atau tingkatan dengan urutan sederhana sebagai berikut:

Fraksi Hidrokarbon yang Didapatkan dari Distilasi Bertingkat


Fraksi Jumlah Atom Titik Didih Kegunaan
C
Gas C1 – C5 -164 °C – 30 °C bahan bakar gas
Eter petroleum C5 – C7 30 °C – 90 °C pelarut, binatu kimia
Bensin C5- C12 30 °C – 200 °C bahan bakar motor
Minyak tanah C12 – C16 175 °C – 275 °C minyak lampu, bahan bakar
kompor
Minyak gas, C15 – C18 250 °C – 400 °C bahan bakar mesin diesel
bakar, dan diesel
Minyak-minyak C16 ke atas 350 °C ke atas Pelumas
pelumas, gemuk,
jeli petroleum
Parafin (lilin) C20 ke atas meleleh 52 °C – 57 Lilin gereja, pengendapan air
°C bagi kain, korek api,dan
pengawetan
Ter Residu aspal buatan
Kokas petroleum Residu bahan bakar, electrode

1. LPG (Liquified Petroleum Gas)

Gas dari hasil distilasi ( adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan

perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap ) yang dipergunakan untuk keperluan

bahan bakar rumah adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri

darimetana CH4). Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas Bumi dan juga

tambang batu bara.

2. Naptha atau Petroleum eter, biasa digunakan sebagai pelarut dalam industri.

3. Bensin

Bensin adalah cairan campuran yang berasal dari minyak bumi dan sebagian besar tersusun

dari hidrokarbon. Bensin banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor seperti

sepeda motor. . Gasolin (bensin), biasa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

Beberapa jenis bensin yang dikenal di Indonesia diantaranya:

Premium, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 87

Pertamax, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 92.

Pertamax Plus, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 95.

Pertamax Racing, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 100. Khusus untuk kebutuhan

balap mobil.
4. Kerosin (minyak tanah), biasa digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah

tangga. Selain itu kerosin juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin melalui

proses cracking.

5.Minyak Solar

Solar adalah fraksi minyak bumi dengan titik didih antara 270-350 oC. Minyak Solar biasa

digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin diesel pada kendaraan bermotor seperti bus, truk,

kereta api dan traktor .Minyak Solar biasanya digunakan sebagai :

-Pada bahan bakar motor, diesel tipe besar (seperti Bus & Truk )

-Memproduksi uap

-Mencairkan hasil peridustrian

-Membakar batu

-Mengerjakan panas dari logam. Minyak solar atau minyak diesel, biasa digunakan sebagai

bahan bakar untuk mesin diesel pada kendaraan bermotor seperti bus, truk, kereta api dan

traktor. Selain itu, minyak solar juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin

melalui proses cracking.

6. Minyak Pelumas

Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya cairan, yang diberikan di antara dua benda

bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang

memisahkan dua permukaan yang berhubungan. Umumnya pelumas terdiri dari 90% minyak

dasar dan 10% zat tambahan.

Salah satu penggunaan pelumas paling utama adalah oli mesin yang dipakai pada mesin

pembakaran dalam.

Kegunaan minyak pelumas diantaranya mencegah karat dan mengurangi gesekan. 56.

Minyak pelumas, biasa digunakan untuk lubrikasi mesin-mesin.


7.Bitumen (Aspal)

Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat berwarna hitam kecoklatan, tahan

terhadap air. Aspal sering juga disebut bitumen. Aspal atau bitumen adalah suatu cairan

kental yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan sedikit mengandung sulfur, oksigen,

dan klor. Aspal sebagai bahan pengikat dalam perkerasan lentur mempunyai sifat

viskoelastis. Aspal akan bersifat padat pada suhu ruang dan bersifat cair bila dipanaskan.

Aspal merupakan bahan yang sangat kompleks dan secara kimia belum dikarakterisasi

dengan baik. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon jenuh dan tak jenuh, alifatik

dan aromatic yang mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul. Kegunaan aspal adalah

untuk melapisi permukaan jalan.

8. Residu minyak bumi yang terdiri dari :


Parafin , digunakan dalam proses pembuatan obat-obatan, kosmetika, tutup botol, industri
tenun menenun, korek api, lilin batik, dan masih banyak lagi.
Aspal , digunakan sebagai pengeras jalan raya

V. DAMPAK PEMBAKARAN BAHAN BAKAR TERHADAP LINGKUNGAN

Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi,

batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida

(NOx),dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog

dan pemanasan global).

Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Di udara, setengah

dari konsentrasi NOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil

untuk pembangkit listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya

kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat organik). Di udara, sebagian NOx tersebut

berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam.

Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari

pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam. Seperti kadar NOx di udara, setengah dari
konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat

membentuk asam sulfat (H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam.

Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk

asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Jika dari awan

tersebut turun hujan, air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5,6 yang

merupakan pH “hujan normal”), yang dikenal sebagai “hujan asam”. Hujan asam menyebabkan

tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam. Untuk pertanian dan hutan, dengan

asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi. Untuk perairan, hujan

asam akan menyebabkan terganggunya makhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam

secara langsung menyebabkan rusaknya bangunan (karat, lapuk).

Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NOx,

SO2, SO3 di udara yang dilepaskan, antara lain oleh kendaraan bermotor, dan kegiatan industri.

Smog dapat menimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam

memandang.

Emisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida (CO 2) ke udara.

Emisi CO2 tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat, sehingga

terjadi peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global. CO 2 tersebut menyerap sinar

matahari (radiasi inframerah) yang dipantulkan oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi

naik. Hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.

EVALUASI
Setelah anda mempelajari modul di atas, kerjakanlah latihan soal di bawah ini, untuk
mengevaluasi pemahaman kalian.

I. Pilihan Ganda

1. Minyak bumi harus digunakan secara hemat karena proses pembentukannya memerlukan
waktu yang sangat lama. Menurut teori pembentukannya, minyak bumi berasal dari….
a. Gunung berapi d. Reaksi besi karbida dan air
b. Air laut yang terpendam e. Pelapukan hewan dan tumbuhan
c. Reaksi alkali dan gas CO2

2. Hasil penyulingan minyak bumi yang memiliki titik didih paling tinggi adalah….
a. Bensin c. Solar e. Residu
b. Kerosin d. Nafta

3. Senyawa yang paling banyak terdapat dalam minyak bumi adalah….


a. Sikloalkana dan aromatik d. Heterosiklik dan aromatik
b. Alkana dan heterosiklik e. Alkana dan sikloalkana
c. Alkana dan aromatik

4.Zat aditif yang ditambahkan untuk menaikkan bilangan oktan bensin adalah….
a. Normal oktana c. Timbal oksida e. Tetraetil timbal
b. Timbal d. Dietil timbal

5. Hasil penyulingan bertingkat pada minyak bumi, menghasilkan fraksi bensin pada suhu …
a. – 160oC s.d – 88oC d. 70oC s.d 140oC
b. – 40oC s.d. 0oC e. 140oC s.d. 180oC
o o
c. 20 C s.d 70 C

6. Bensin mempunyai bilangan oktan sekitar …


a. 98 d. 75
b. 90 e. 70
c. 82

7. Berikut ini data hasil penyulingan bertingkat minyak bumi :

Fraksi Jumlah atom Titik Didih


C (oC)
1 1–4 < 40
2 5 – 10 40 – 180
3 11 – 12 160 – 250
4 13 – 25 220 – 350
5 26 – 28 > 350
Fraksi no. 4 biasa digunakan untuk ….
a. Bahan bakar kendaraan bermotor
b. Bahan bakarmesin diesel
c. Bahan baku pembuatan lilin
d. Bahan baku pembuatan pupuk
e. Bahan baku pembuatan aspal

8. Premix mempunyai nilai oktan 92 artinya ….


a. Sama dengan campuran 92% isooktana dan 8 % n – heptana
b. Merupakan bensin yang setara dengan campuran 92 liter isooktana dan 8 % n –
heptana
c. Bahan bakar yang setara dengan campuran 92 % n – heptana dan 8 liter isooktana
d. Sama dengan campuran 92 liter n – heptana dan 8 liter isooktana
e. Merupakan bahan bakar yang setara dengan campuran 8 %n – heptana dan 92 %
isooktana

9. Mutu bensin dinyatakan dengan angka oktan. Senyawa karbon yang mempunyai angka
oktan 100 adalah……
a. Iso – oktana d. tetra etil timbale (IV)
b. n – butane e.nafta
c. n – heptana

10. Dampak pembakaran bensin pada kendaraan bermotor yang berupa partikel logam berat
adalah pencemaran …..
a. Timbal b. Timah c. MTBE d. Merkuri e. Tembaga

II. URAIAN

11. Proses pemisahan minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didih komponen-
komponennya disebut….

12. Pengubahan alkana rantai lurus menjadi alkana bercabang disebut….

13. Kerosin merupakan fraksi minyak bumi yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal
dengan nama….

14. Bensin super (premix) diperoleh dari minyak bumi dengan cara….

15. Komponen utama dari minyak bumi dan gas alam adalah….

=========SELAMAT BELAJAR ==========


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK TERMOKIMIA

PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI REAKSI DENGAN KALORIMETRI DAN


DATA ENTALPI PEMBENTUKAN STANDAR

NAMA KELOMPOK :

KELAS :

1. _________________________________
2. _________________________________
3. _________________________________
4. _________________________________
5. _________________________________
6. _________________________________
SEKILAS MATERI

Perubahan entalpi reaksi dapat ditentukan melalui pengukuran secara


langsung di laboratorium berdasarkan perubahan suhu reaksi karena suhu
Penentuan ∆H Reaksi
merupakan ukurandengan
panas (kalor). Jika reaksi dilakukan pada tekanan tetap
maka kalor yang terlibat dalam reaksi dinamakan perubahan entalpi reaksi
(ΔHKalorimetri
reaksi).

1. Pengukuran Kalor

Anda pasti pernah memasak air, bagaimana menentukan kalor yang


diperlukan untuk mendidihkan air sebanyak 2 liter? Untuk mengetahui ini,
Anda perlu mengukur suhu air sebelum dan sesudah pemanasan. Dari selisih
suhu, Anda dapat menghitung kalor yang diserap oleh air, berdasarkan
persamaan:

Q = m c ΔT

Keterangan:

m = massa air (dalam gram)


\

c = kalor jenis zat, yaitu jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan
suhu satu gram zat sebesar 1°C

ΔT = perubahan suhu

Metode lain menentukan kalor adalah didasarkan pada hukum kekekalan


energi yang menyatakan bahwa energi semesta tetap. Artinya, kalor yang
dilepaskan oleh zat X sama dengan kalor yang diterima oleh zat Y.

Anda sering mencampurkan air panas dan air dingin, bagaimana suhu air
setelah dicampurkan? Pada proses pencampuran, kalor yang dilepaskan oleh
air panas diserap oleh air dingin hingga suhu campuran menjadi sama. Secara
matematika dirumuskan sebagai berikut.

QAir panas = QAir dingin

Jadi, pertukaran kalor di antara zat-zat yang berantaraksi, energi totalnya


sama dengan nol.
2. Kalorimetri
Kalorimetri yaitu cara penentuan kalor reaksi dengan menggunakan
kalorimeter. Kalorimeter adalah suatu sistem terisolasi yang memungkinkan
tidak adanya pertukaran materi dan pertukaran energi dengan lingkungan di
luar kalorimeter. Artinya semua kalor yang dibebaskan atau diserap selama
reaksi didalam kalorimeter tidak ada yang terbuang keluar kalorimeter.
Kalorimeter dilengkapi dengan termometer untuk mengukur perubahan suhu
sistem. Kalorimeter terbagi menjadi 2 yaitu :

1) Kalorimeter sederhana

Kalorimeter sederhana adalah kalorimeter yang terbuat dari dua buah


gelas styrofoam. Kalorimeter sederhana ini termasuk jenis kalorimeter
tekanan tetap, artinya reaksi yang dapat diukur kalornya dengan
kalorimeter ini adalah reaksi yang bertekanan tetap. Reaksi-reaksi tersebut
diantaranya, yaitu reaksi penetralan, pelarutan , dan pengendapan. Pada
kalorimeter ini, kalor reaksi = jumlah kalor yang diserap / dilepaskan
larutan, sedangkan kalor yang diserap oleh gelas dan lingkungan; diabaikan.

qreaksi = - (qlarutan + qkalorimeter)

qkalorimeter = Ckalorimeter x ∆T

2) Kalorimeter bom

Kalorimeter ini terdiri dari sebuah bom (wadah tempat berlangsungnya


reaksi pembakaran, terbuat dari bahan stainless steel dan diisi dengan gas
oksigen pada tekanan tinggi ) dan sejumlah air yang dibatasi dengan wadah
yang kedap panas. Sejumlah sampel ditempatkan pada tabung beroksigen
yang tercelup dalam medium penyerap kalor (kalorimeter), dan sampel akan
terbakar oleh api listrik dari kawat logam terpasang dalam tabung. Reaksi
pembakaran yang terjadi di dalam bom, akan menghasilkan kalor dan
dilepaskan ke air. Oleh karena tidak ada kalor yang terbuang ke lingkungan,
maka Jumlah kalor yang diserap oleh air dapat dihitung dengan rumus :

qair = m x c x ∆T

Jumlah kalor yang diserap oleh bom dapat dihitung dengan rumus :

qbom = Cbom x ∆T
Karena tidak ada kalor yang terbuang ke lingkungan, maka kalor reaksi
sama dengan kalor yang diserap oleh air (larutan) dan bom, tetapi tandanya
berbeda

Qreaksi = -(qair + qbom)

SEKILAS MATERI

Penentuan ∆H Reaksi dengan ∆Hf

Salah satu data perubahan entalpi yang penting adalah perubahan entalpi
pembentukan standar, ΔHf°. Dengan memanfaatkan data ΔHf°, Anda dapat
menghitung ΔH° reaksi-reaksi kimia. ΔH tidak bergantung pada jalannya reaksi,
tetapi hanya ditentukan oleh ΔH pereaksi dan ΔH hasil reaksi. Oleh karena itu,
ΔH°reaksi dapat dihitung dari selisih ΔHf° zat-zat yang bereaksi. Secara
matematika dirumuskan sebagai berikut:

Dengan ∑ menyatakan jumlah macam zat yang terlibat dalam reaksi.

Tabel 1. Entalpi pembentukan beberapa zat


UJI KEMAMPUAN

Diskusikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan kelompokmu dan jawablah


dengan tepat!

1 Lengkapi dan berikan penjelasan terhadap gambar dibawah ini!

(a) (b)

2 Ke dalam kalorimeter dituangkan 60 g air dingin (25°C), kemudian


ditambahkan 80 g air panas (60°C) sehingga suhu campuran menjadi 35°C.
Jika suhu kalorimeter naik sebesar 10° C, tentukan kapasitas kalor
kalorimeter? Diketahui kalor jenis air = 4,18 J g–1 °C–1.
3 Dari tabel entalpi pembentukan diatas, tentukan :

a. ∆H reaksi pembakaran C2H4 !

b. Tentukan jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 112 g gas C 2H4 !
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI

NAMA KELOMPOK :

KELAS :

7. _________________________________
8. _________________________________
9. _________________________________
10. _________________________________
11. _________________________________
12. _________________________________
REAKSI KIMIA

Ledakan bom, petasan, dan pembakaran zat


organik merupakan reaksi kimia yang berjalan
cepat. Sedangkan proses pengkaratan besi,
reaksi peluruhan zat radio aktif di alam
merupakan salah satu reaksi yang berjalan
lambat. Perbedaan hal tersebut terletak pada
Ledakan bom kecepatan reaksi atau laju reaksi.
Apa yang dimaksud dengan laju reaks
Faktor-faktor apa yang mempengaruhi
kecepatan reaksi?
Besi berkarat
Hal ini dapat kalian jawab setelah mempelajari
sub-sub ini dengan seksama.

Konsentrasi

Pernahkah kalian berenang di kolam renang umum?


Apakah yang kalian rasakan selesai berenang?
Apakah kulit kalian terasa kering dan kusam? Apakah rambut kalian

terasa kaku dan kasar? Bisa jadi kolam renang yang kalian gunakan
Gambar Kolam Renang
tersebut menggunakan kaporit untuk menjernihkan airnya.

Apa itu kaporit? Kaporit atau kalsium hipoklorit adalah senyawa kimia dengan

rumus Ca(CIO2). Senyawa ini digunakan untuk pengolahan air dan berbagai zat

pemutih (serbuh putih). Kaporit digunakan untuk menjernihkan air yang

digunakan pada kolam renang.


Gambar Kaporit

perhatikan gambar berikut!


sebelum menggunakan kaporit, air yang terdapat pada kolam

renang keruh dan kotor. Tetapi setelah ditambahkan kaporit,

air tersebut menjadi jernih. Semakin banyak kaporit yang

(a) Sebelum (b) Sesudah


digunakan, maka akan semakin jernih air tersebut.
menggunakan menggunakan
kaporit kaporit
Lalu apa hubungan antara wacana dengan judul di atas?
Hubungkan hipotesis kalian dengan materi teori tumbukan
yang telah dipelajari!
Ayo Cari Tahu!

Perhatikan dua kasus di bawah ini!

(a) (b)
Larutan teh pekat beserta Larutan teh encer beserta
gambaran molekul di gambaran molekul di
dalamnya dalamnya

Bahan bakar pertamax memiliki


konsentrasi isooktana yang lebih besar
dibandingkan premium, sehingga ketika
digunakan untuk bahan bakar kendaraan
akan lebih irit. Bagaimana hal itu bisa
terjadi?

Larutan teh pekat (konsentrasi besar) memiliki

kandungan molekul atau partikel yang lebih banyak

dibandingkan larutan teh encer (konsentrasi kecil),

sehingga ketika diminum, teh pekat (konsentrasi besar)

akan terasa pahit dilidah dibandingkan dengan teh

encer (konsentrasi kecil).


Diskusi Bersama

1. Dari dua wacana yang telah kalian baca di atas, tuliskan masalah berdasarkan kata kunci yang
kalian dapatkan! ……………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………
2. Dari masalah yang telah kamu identifikasi, bagaimana hubungan konsentrasi terhadap laju
reaksi? ………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………
3. Apa yangkalian ketahui mengenai konsentrasi? ……………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
4. Terkait dengan materi konsentrasi, jika dua larutan berbeda dengan konsentrasi tertentu
direaksikan, apa yang harus dilakukan agar reaksi berjalan cepat? ……….
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
5. Tuliskanlah hipotesis awal anda mengenai pengaruh konsentrasi terahadap laju reaksi!
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
Eksperimen

Untuk membuktikan hipotesis kalian mengenai pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi, lakukan
eksperimen sederhana di bawah ini!

Eksperimen 1
A. Judul : …………………………………………………………………
B. Tujuan : …………………………………………………………………
C. Alat & Bahan

Siapkan alat dan bahan sesuai daftar berikut!

Alat Bahan

1. Gelas kimia 100 ml / 1. Larutan Natrium tiosulfat (Na2S2O3) 0,1 M 50 mL


Labu erlenmeyer 2 buah 2. HCl 1M 40 mL
2. Stopwatch 1 buah 3. Aquades 30 mL
3. Gelas ukur 10 mL 1 buah
4. Pipet tetes 2 buah
5. Tissue 1 pac
6. Spidol 1 buah
7. Kertas 1 lembar

D. Langkah Kerja

Rancanglah eksperimen sesuai gambar di bawah ini!

3. 20 mL Na2S2O3 0,1 M

2. 10 mL HCL 1 M
Catat waktu sejak penambahan
1. Kertas bertanda X
Na2S2O3 sampai tanda silang tidak

terlihat lagi dari atas!


Ulangi percobaan tersebut dengan menggunakan larutan Na2S2O3 yang diencerkan seperti yang
tertera dalam tabel!

Volume (mL)
Percobaan
HCL 1M Na2S2O3 0,1 M air Campuran

I 10 20 - 30

II 10 15 5 30
III 10 10 10 30

IV 10 5 15 30

Lembar 1

Lakukan percobaan secara berurutan sesuai dengan langkah-langkah percobaan yang telah kalian

buat! Periksa setiap langkah yang telah dilakukan, ulangi percobaan jika terjadi kesalahan!

Lembar 2 digunakan jika lembar 1 tidak cukup atau mengulang kembali karena kesalahan.

Lembar 2
E. Hasil Eksperimen

Volume (mL)
Konsentrasi Na2S2O3 Waktu

pada campuran (detik)


HCL 1M Na2S2O3 0,1 M air campuran

20 × 0,1
10 20 - 30
30

Jawaban yang diperoleh dari hasil eksperimen harus diperiksa kembali.

Identifikasilah, jika terjadi kesalahan perbaikilah kesalahan tersebut!

F. Grafik
Buatlah grafik dari hasil pengamatan pada eksperimen 1, Grafik dibuat dengan X sebagai faktor
yang mempengaruhi laju reaksi, dan Y waktu yang diperlukan untuk berlangsungnya suatu reaksi!

Grafik Eksperimen 1

Apa kesimpulan dari grafik yang kalian buat?


G. Pembahasan

H. Pertanyaan
1. Reaksi percobaan manakah yang berlangsung paling cepat? (tidak terlihatnya tanda X pada
kertas)? ……………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
Alasannya? ………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………....
2. Apa yang menyebabkan perbedaan laju reaksi dari eksperimen yang dilakukan?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………
3. Dari eksperimen yang dilakukan, bagaimana pengaruh perubahan konsentrasi terhadap laju
reaksi? ……………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………
4. Apakah hipotesis awal anda mengenai konsentrasi terhadap laju reaksi terbukti setelah
dilakukan eksperimen ini? Jelaskan! …………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
5. Tulislah pengertian laju reaksi secara singkat dari eksperimen yang kamu lakukan!
………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………

Luas Permukaan
Tahukah kalian apa yang sedang dilakukan bapak-bapak pada

gambar disamping?

Ya.. Betul sekali! Bapak-bapak tersebut sedang memotong kayu

bakar untuk digunakan sebagai bahan bakar memasak. Sebelum


Gambar memotong kayu bakar
penggunaan minyak tanah dan gas LPG, kayu bakar merupakan bahan

bakar yang lazim digunakan untuk memasak.

Tapi, tahukah kalian mengapa kayu bakar selalu dibelah terlebih dulu sebelum digunakan?

Pembelahan kayu bakar berfungsi untuk memperkecil ukuran dari kayu tersebut. Ketika kayu

ukuran kecil tersebut dibakar, reaksi pemanasan lebih cepat terjadi sehingga menghasilkan panas yang

baik. Sebaliknya kayu dengan ukuran besar lebih lambat menghasilkan reaksi pemanasan.

Apakah kalian tahu apa hubungannya ukuran kayu tersebut dengan cepatnya reaksi

pemanasan? Jika kalian belum tahu, coba perhatikan penjelasan dibawah ini…
A B
Gambar A dianalogikan sebagai kayu gelondongan / kayu

berukuran besar. Gambar B dianalogikan sebagai kayu ukuran kecil

(kayu gelondongan yang dipotong menjadi 9 kayu kecil). Pada reaksi

pembakaran, kayu akan bereaksi dengan api. Saat satu balok kayu besar

tersebut dibakar, permukaan kayu yang bereaksi dengan api lebih

sedikit dibandingkan dengan ketika potongan-potongan kecil kayu yang

direaksikan dengan api.

Gambar Analogi bentuk


Kenapa hal itu terjadi?
kayu

Silahkan kalian bayangkan luas permukaan dari satu balok kayu besar dibandingkan dengan luas

permukaan dari sembilan balok kecil (potongan balok besar). Lebih luas yang manakah?

Mari Buktikan!

Untuk membuktikan bahwa semakin kecil


ukuran dari suatu benda maka semakin besar luas
permukaan bidang sentuhnya, siapkan satu buku
berukuran tebal.
1. Hitunglah luas permukaan buku tersebut! (catat)
Menemukan Contoh

Perhatikanlah kejadian-kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Daftarlah sebanyak-banyaknya

kejadian yang menjelaskan pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi!

3 Contoh kejadian pengaruh 5 Contoh kejadian pengaruh

luas terhadap laju reaksi. luas terhadap laju reaksi.

1.
2.
3.
4.
5.

Diskusi Bersama

1. Dari wacana yang telah kalian baca diatas, tuliskan masalah berdasarkan kata kunci yang kalian
dapatkan! ……………………………………………………………….
..........................................................................................................................................................
..................................................................................................................
2. Dari masalah yang telah kamu identifikasi, bagaimana hubungan luas permukaan terhadap laju
reaksi? …………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………
3. Apa yang kalian ketahui mengenai luas permukaan bidang sentuh? ………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………
4. Terkait dengan materi luas permukaan, apabila direaksikan batu pualam (CaCO3) dengan larutan
HCl 1 M, apa yang harus dilakukan agar reaksi berjalan cepat? …..
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………
5. Tuliskan hipotesis awal anda mengenai pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi!
………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………
Eksperimen

Untuk membuktikan hipotesis kalian mengenai pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi,

lakukan eksperimen sederhana di bawah ini!

Eksperimen 2

A. Judul : …………………………………………………………………
B. Tujuan : …………………………………………………………………
C. Alat & Bahan

Siapkan alat dan bahan sesuai daftar berikut!

Alat Bahan

1. Tabung Reaksi 2 buah 1. CaCO3 Serbuk 2 gram.


2. Stopwatch 1 buah 2. CaCO3 bongkahan 2 gram.
3. Gelas ukur 10 mL 1 buah 3. Larutan HCl 1 M 10 mL
4. Balon 2 buah
5. Tissue 1 pac
6. Karet gelang 1 buah

D. Langkah Kerja

Rancanglah eksperimen disesesuaikan dengan gambar di bawah ini! ini!

Balon

2 gram CaCO3
2 gram CaCO3 Serbuk
bongkahan

5 mL Larutan
5 mL Larutan HCL 1M
HCL 1M

................... .....................

Catat waktu sampai gelembung di tabung reaksi habis,


Dan balon telah terisi gas secara optimal!
Lembar 1

Lakukan percobaan secara berurutan sesuai dengan langkah-langkah percobaan yang telah kalian

buat! Periksa setiap langkah yang telah dilakukan, ulangi percobaan jika terjadi kesalahan!

Lembar 2 digunakan jika lembar 1 tidak cukup atau mengulang kembali karena kesalahan.

Lembar 2

E. Hasil Eksperimen
Perlakuan Waktu (detik) Keterangan

Gelas Kimia 1 :

2 gram CaCO3 bongkahan + 5 mL

Gelas Kimia 2 :

2 gram CaCO3 serbuk + 5 mL

HCl 1 M

Jawaban yang diperoleh dari hasil eksperimen harus diperiksa kembali.

Identifikasilah, jika terjadi kesalahan perbaikilah kesalahan tersebut!

F. Grafik
Buatlah grafik dari hasil pengamatan pada eksperimen 2, Grafik dibuat dengan X sebagai faktor
yang mempengaruhi laju reaksi, dan Y waktu yang diperlukan untuk berlangsungnya suatu reaksi!

Grafik Eksperimen 2

Apa kesimpulan dari grafik yang kalian buat?


G. Pembahasan

H. Pertanyaan
1. Manakah reaksi yang lebih cepat antara bongkahan CaCO3 dengan HCL ataukah antara serbuk
CaCO3 dengan HCL? …………………….………………………
……………………………………………………………………………………
Alasannya? ………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………....
2. Apakah hipotesis awal anda mengenai luas permukaan terhadap laju reaksi terbukti setelah
dilakukan eksperimen ini? Jelaskan! ……………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
3. Apa pengertian laju reaksi berdasarkan eksperimen yang telah kamu lakukan?
……………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………

Temperatur/Suhu
pernahkah kalian memasak air? INFORMASI
Saat memasak, penggunaan api berpengaruh
terhadap cepatnya kematangan masakan. Sama
halnya ketika memasak air, dengan penggunaan api
Gambar Air mendidih besar air akan cepat mendidih. Sebaliknya
penggunaan api kecil mengakibatkan lambatnya air mendidih/masak.
Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Para pedagang ikan di
Saat memasak menggunakan api besar maka terjadi kenaikan
pasar tradisional selalu
suhu. Dengan naiknya suhu maka pergerakan partikel-partikel air makin
menempatkan ikan-ikan
cepat sehingga banyak terjadi tumbukan antar partikel air tersebut. segarnya
Hal diatas
tersebut menyebabkan air cepat mendidih (mempercepat reaksi). tumpukkan es. Begitu
pula ikan-ikan yang dijual
Sebaliknya saat menggunakan api kecil, tidak terjadi kenaikan suhu yang
di swalayan selalu di
drastis. Pergerakan partikel air tidak terlalu cepat dan tumbukan antar
tempakan di Freezer atau
partikel tidak banyak terjadi, sehingga air lambat mendidih lemari pendingin.
Hal tersebut bertujuan
(memperlambat reaksi). Coba kalian kaitkan kembali dengan materi teori
untuk memperlambat
tumbukan yang telah dipelajari!
proses pembusukan ikan.
Ketika temperatur suhu
diturunkan maka proses
Diskusi Bersama pembusukan akan
semakin lambat.

1. Dari wacana yang telah kalian baca diatas, tuliskan masalah berdasarkan kata kunci yang kalian
dapatkan? ………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
2. Dari masalah yang telah kamu identifikasi, bagaimanakan hubungan temperatur terhadap laju
reaksi? ……………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………
3. Apa yang kalian ketahui mengenai temperatur/suhu? ……………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………
4. Terkait materi suhu/temperatur, apa yang harus dilakukan dalam usaha untuk mempercepat
suatu reaksi? ………………………………………………………...
………………………………………………………………………………………
5. Tuliskan hipotesis kalian mengenai pengaruh suhu terhadap laju reaksi? …………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………
Eksperimen

Untuk membuktikan hipotesis kalian mengenai pengaruh suhu terhadap laju reaksi, lakukan

eksperimen sederhana di bawah ini!

Eksperimen 3

A. Judul : …………………………………………………………………
B. Tujuan : …………………………………………………………………
C. Alat & Bahan

Siapkan alat dan bahan sesuai daftar berikut!

Alat Bahan

1. Gelas kimia 100 mL / 1. Larutan Natrium tiosulfat (Na2S2O3) 0,1 M 80mL


Labu erlenmeyer 2 buah 2. HCl 1 M 40 mL
2. Pembakar spirtus 1 buah
3. Kaki tiga 1 buah
4. Kawat kasa 1 buah
5. Gelas ukur 10 mL 1 buah
6. Termometer 1 buah
7. Stopwatch 1 buah
8. Tissue 1 gulung
9. Kertas 1 lembar
10. Spidol hitam 1 buah

D. Langkah Kerja

Rancanglah eksperimen disesesuaikan dengan gambar di bawah! !ini!

3.
5. 10 mL HCl 1M
termometer
2. 20 mL Na2S2O3
4. 20 mL Na2S2O3
0,1 M
1.Kertas bertanda X

Lakukan kembali eksperimen di atas dengan menambahkan suhu Na2S2O3 ( 10oC di atas

eksperimen sebelumnya). Lakukan eksperimen tersebut hingga tiga kali kenaikan suhu

Na2S2O3 !
Lembar 1

Lakukan percobaan secara berurutan sesuai dengan langkah-langkah percobaan yang telah kalian

buat! Periksa setiap langkah yang telah dilakukan, ulangi percobaan jika terjadi kesalahan!

Lembar 2 digunakan jika lembar 1 tidak cukup atau mengulang kembali karena kesalahan.

Lembar 2
E. Hasil Eksperimen

Suhu (oC)
No V HCL 1 M V Na2S2O3 0,1 M Waktu (detik)
Na2S2O3 0,1 M

1 .... 10 mL 20 mL

2 . . . + 10o C = 10 mL 20 mL

3 . . . + 20o C = 10 mL 20 mL

4 . . . + 30o C = 10 mL 20 mL

Jawaban yang diperoleh dari hasil eksperimen harus diperiksa kembali.

Identifikasilah, jika terjadi kesalahan perbaikilah kesalahan tersebut!

F. Grafik

Buatlah grafik dari hasil pengamatan pada eksperimen 3, Grafik dibuat dengan X sebagai faktor
yang mempengaruhi laju reaksi, dan Y waktu yang diperlukan untuk berlangsungnya suatu reaksi!

Grafik Eksperimen 3

Apa kesimpulan dari grafik yang kalian buat?


G. Pembahasan

H. Pertanyaan
1. Apa yang terjadi ketika natrium tiosulfat direaksikan dengan asam klorida?
…………………….…………………………………………………………...…
……………………………………………………………………………………
2. Reaksi manakah yang menunjukan laju reaksi cepat? ……………………….
…………………………………………………………………………………….
bagaimana hal itu bisa terjadi? …………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………
3. Bagaimana pengaruh suhu terhadap laju reaksi antara natrium tiosulfat dengan asam klorida?
…………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
4. Apakah hipotesis awal anda mengenai pengaruh suhu terhadap laju reaksi terbukti setelah
dilakukan eksperimen ini? Jelaskan! ……………………………
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
5. Tulislah pegertian laju reaksi secara singkat dari eksperimen yang kamu
lakukan!…………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….

Katalis

Jalanan di pinggir jurang atau melintasi perbukitan, itu sudah

biasa. Pernahkan kalian naik mobil melintasi bagian dalam perut

gunung?

Jika belum ,silahkan kalian coba traveling ke taiwan. Cobalah

melintasi Hsuehsan Tunnel atau lebih dikenal Snow Mountain Tunnel.

Inilah terowongan yang menembus perut gunung dan terpanjang

kedua di asia, dari taipe ke yilan sepanjang 12,9 Km. Dengan adanya

terowongan ini, perjalanan dari Taipeh ke Yilan hanya ditempuh

dengan 1 jam saja. Jika tidak ada terowongan bisa ditempuh 2-3 jam

atau lebih.

Gambar Snow Mountain Tunnel

Lalu apa kaitannya wacana mengenai Hsuehsan Tunnel dengan judul di atas?

Apa yang dimaksud dengan katalis?

Coba perhatikan kembali wacana diatas, terowongan berfungsi untuk mempercepat waktu

perjalanan dari Taipeh ke Yilan. Fungsi katalis dalam suatu reaksi sama dengan fungsi terowongan

tersebut. Penambahan katalis memiliki pengaruh pada energi aktivasi (Ea). Sebuah katalis

memberikan jalan reaksi lain dengan energi aktivasi (Ea) lebih rendah.

Masih ingat tentang materi energi aktivasi (Ea)?

INFORMASI
Dr Henry Haerudin peneliti dari Pusat

Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan

Indonesia, mengemukakan bahwa beberapa

institusi anggota Masyarakat Katalis Indonesia

(MKI) telah melaksanakan pengembangan

katalis dan teknologi pemprosesnya.

Diantaranya hydrotreating minyak mentah

untuk menghilangkan pengotor; katalis asam

Gambar Diagram energi suatu reaksi padat dengan memanfaatkan tanah liat

dengan katalis untuk memproduksi biodiesel atau bahkan

biogasline, pengembangan katalis proses

produksi hidrogen untuk fuel cell, serta

pengembangan katalis perengkahan minyak


Jadi, apakah yang akan terjadi apabila dalam suatu
reaksi ditambahkan sebuah katalis? berat.

Sumber : majarimagazine.com

KATALIS DAN PENGGUNAANYA INFORMASI

Bombardier beetle atau


ZEOLIT merasa terancam serangga
Katalis dalam penyulingan minyak dan ini akan mengeluarkan
sintesis kimia. cairan
hydrogen peroksida dan hidroquinon. Pada
ASAM SULFAT PEKAT (H2SO4)
saat larutan kimia ini bercampur dengan
Katalis dalam nitrasi benzen.
katalis enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar

ectodermal yang menempel pada bilik


SERBUK BESI (Fe)
Katalis dalam pembuatan ammonia ledakan, reaksi berantai terjadi. Reaksi-reaksi
proses Haber.
ini menghasilkan panas hingga 100oC yang

bisa disemburkan ke musuh.


Diskusi Bersama

1. Dari wacana Hsuehsan Tunnel yang telah kalian baca tuliskan masalah berdasarkan kata kunci
yang kalian dapatkan? ................................................................................
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
..............................................................................................
2. Dari masalah yang telah kamu identifikasi, bagaimana hubungan katalis terhadap laju reaksi?
...................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
..............................................................................................
3. Apa yang kalian ketahui mengenai katalis? ................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
4. Terkait materi katalis, apa saja yang harus dilakukan dalam usaha untuk mempercepat suatu
reaksi? ........................................................................................
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
..............................................................................................
5. Tuliskan hipotesis kalian mengenai pengaruh katalis terhadap laju reaksi! ...............
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
..............................................................................................
Eksperimen

Untuk membuktikan hipotesis kalian mengenai pengaruh suhu terhadap laju reaksi, lakukan

eksperimen sederhana di bawah ini!

Eksperimen 4

A. Judul : …………………………………………………………………
B. Tujuan : …………………………………………………………………
C. Alat & Bahan

Siapkan alat dan bahan sesuai daftar berikut!

Alat Bahan

1. Tabung reaksi 3 buah 1. Larutan hidrogen perioksida (H2O2) 5% 9 mL


2. Gelas ukur 10 mL 1 buah 2. Larutan besi (III) klorida (FeCl3) 0,1 M 1 mL
3. Pipet tetes 2 buah 3. Larutan natrium klorida (NaCl) 0,1 M 1 mL
4. Tissue 1 gulung

D. Langkah Kerja

Rancanglah eksperimen disesesuaikan dengan gambar di bawah! !ini!

1 mL NaCl 0,1 M

1 mL FeCl3 0,1 M

3 mL (H2O2) 5%

........ ........ ........

Catat waktu sampai gelembung habis!


Lembar 1

Langkah 1

Langkah 2

Lakukan percobaan secara berurutan sesuai dengan langkah-langkah percobaan yang telah kalian
Langkah 3
buat! Periksa setiap langkah yang telah dilakukan, ulangi percobaan jika terjadi kesalahan!

Lembar 2 digunakan jika lembar 1 tidak cukup atau mengulang kembali karena kesalahan.

Lembar 2

E. Hasil Eksperimen

Gelas kimia Larutan Waktu Keterangan


I H2O2

II H2O2 + NaCl

III H2O2 + FeCl3

Jawaban yang diperoleh dari hasil eksperimen harus diperiksa kembali.

Identifikasilah, jika terjadi kesalahan perbaikilah kesalahan tersebut!

F. Grafik

Buatlah grafik dari hasil pengamatan pada eksperimen 4, Grafik dibuat dengan X sebagai faktor
yang mempengaruhi laju reaksi, dan Y waktu yang diperlukan untuk berlangsungnya suatu reaksi!
Grafik Eksperimen 4

Percobaan 1 Percobaan 2

Percobaan 3 Apa kesimpulan dari grafik yang kalian buat?


G. Pembahasan

H. Pertanyaan
1. Bandingkan jumlah gas yang terbentuk pada gelas kimia I, II, dan III?
…………………….…………………………………………………………...…
……………………………………………………………………………………
2. Zat manakah yang bekerja sebagai katalisator pada penguraian H 2O2?
…………………………………………………………………………………….
Alasannya …………………………………………………...................................
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………
3. Bagaimana pengaruh penambahan zat katalisator tersebut terhadap laju reaksi?
……………………………………………………………………. .......................
…………………………………………………………………………………….
4. Apakah hipotesis awal anda mengenai pengaruh katalis terhadap laju reaksi terbukti setelah
dilakukan eksperimen ini? Jelaskan! ……………………………
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
5. Tulislah pengertian laju reaksi secara singkat dari eksperimen yang kamu
lakukan!…………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

KESETIMBANGAN KIMIA

NAMA KELOMPOK :

KELAS :

13. _________________________________
14. _________________________________
15. _________________________________
16. _________________________________
17. _________________________________
18. _________________________________
CHALLENGE 1

Pada pertemuan sebelumnya, kita sudah membahas kesetimbangan dinamis. Suatu

reaksi dikatakan mengalami kesetimbangan dinamis jika reaksi berlangsung terus-

menerus dan kecepatan membentuk zat produk sama dengan kecepatan menguraikan zat

pereaksi. Coba sebutkan kembali, bagaimana ciri-ciri suatu reaksi kesetimbangan :

Dari definisi kesetimbangan dinamis, kita dapat menuliskan persamaan reaksi yang

mengalami kesetimbangan dinamis sebagai :

aA + bB cC + dD

............................... ...............................

tanda panah ke arah kiri dan kanan menandakan reaksi mengalami kesetimbangan.

Reaksi yang mengalami kesetimbangan dinamis disebut juga reaksi reversible.

BAGAIMANA HUBUNGAN KUANTITAIF ANTARA PRODUK & REAKTAN PADA

KEADAAN SETIMBANG?

Pengamatan 1.
Perhatikan data kesetimbangan dari reaksi antara SO 2 dan O2 menghasilkan SO3 pada

temperatur 1000 K. Konsentrasi awal dibuat berbeda-beda.

2SO2 (g) + O2 (g) 2SO3 (g)

Perc. REAKTAN PRODUK

Ke - [SO2] [O2] [SO3]

1 0,660 0,390 0,0840

2 0,0380 0,220 0,00360

3 0,110 0,110 0,00750

4 0,950 0,880 0,180

5 1,44 1,98 0,410

Bagaimana hubungannya???

Bagaimana perbandingan antara konsentrasi reaktan dan produk pada keadaan

setimbang reaksi antara SO2 dan O2 yang menghasilkan SO3? Ada berapa banyak

perbandingan yang bisa anda buat untuk mencari hubungan kuantitatif antara reaktan dan

produk?
Coba analisis tabel di bawah ini :

2SO2 (g) + O2 (g) 2SO3 (g)

Reaktan Produk Berbagai kemungkinan perbandingan reaktan dgn produk


Perc

[𝑆𝑂2 ][𝑂2 ] [𝑆𝑂2 ]2 [𝑂2 ]1 [𝑆𝑂3 ] [𝑆𝑂3 ]2


Ke- [SO2] [O2] [SO3]
[𝑆𝑂3 ] [𝑆𝑂3 ]2 [𝑆𝑂2 ][𝑂2 ] [𝑆𝑂2 ]2 [𝑂2 ]1

1 0,660 0,390 0,0840

2 0,0380 0,220 0,00360

3 0,110 0,110 0,00750

4 0,950 0,880 0,180

5 1,44 1,98 0,410

Do you find something? Adakah harga perbandingan yang memiliki nilai konstan?
Pengamatan 2.

Perhatikan data kesetimbangan dari reaksi antara N 2 dan H2 menghasilkan NH3 pada

temperatur 500oC. Konsentrasi awal dibuat berbeda-beda.

N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g)

Perc. REAKTAN PRODUK

Ke - [N2] [H2] [NH3]

1 O,921 0,763 0,157

2 0,399 1,197 0,203

3 2,59 2,77 1,82

Bagaimana perbandingan antara konsentrasi reaktan dan produk pada keadaan

setimbang reaksi antara N2 dan H2 yang menghasilkan NH3? Ada berapa banyak
perbandingan yang bisa anda buat untuk mencari hubungan kuantitatif antara reaktan dan

produk?

Coba analisis tabel di bawah ini :

N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g)

Reaktan Produk Berbagai kemungkinan perbandingan reaktan dgn produk


Perc

[𝑁2 ][𝐻2 ] [𝑁2 ][𝐻2 ]3 [𝑁𝐻3 ] [𝑁𝐻3 ]2


Ke- [N2] [H2] [NH3]
[𝑁𝐻3 ] [𝑁𝐻3 ]2 [𝑁2 ][𝐻2 ] [𝑁2 ][𝐻2 ]3

1 0,660 0,390 0,0840

2 0,0380 0,220 0,00360

3 0,110 0,110 0,00750

Do you find something? Adakah harga perbandingan yang memiliki nilai konstan?

\
Nah, Harga perbandingan yang nilainya konstan disebut ...........................................

Dilambangkan dengan ..................

Secara matematis, jika terdapat suatu persamaan reaksi kesetimbangan :

aA + bB cC + dD

maka,

[…… ]…. […… ]….


...... =
[…… ]…. […… ]….

Persamaan matematis tersebut, dikenal dengan nama HUKUM AKSI MASSA.


Can you definite the law of mass action according the expression above?

LATIHAN SOAL
JAWABAN :

CHALLENGE 2

First, coba kalian tuliskan persamaan tetapan kesetimbangan dari reaksi berikut :

2N2 (g) + O2 (g) 2N2O (g) 2N2O (g) 2N2 (g) + O2 (g)

Kc = Kc =
Cermati, kedua reaksi di atas. Molekul penyusun kedua persamaan reaksi di atas adalah

sama yakni, N2 ,O2, dan NO2. Lalu apa yang membedakan?

...................................................................................................................................

Kesimpulan :

Second, coba kalian tuliskan persamaan tetapan kesetimbangan dari reaksi berikut

2N2 (g) + O2 (g) 2N2O (g) Kc1 =

4N2O (g) + 3O2 (g) 4N2O (g) Kc2 =

2N2 (g) + 3O2 (g) 4N2O (g) Kc3 =

Cermati, ketiga reaksi di atas. Molekul penyusun ketiga persamaan reaksi di atas adalah

sama yakni, N2 ,O2, dan NO2. Lalu apa yang membedakan?

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................
Kesimpulan :

LATIHAN SOAL :

Pada suhu 298 K, reaksi berikut mempunyai Kc sebesar 7,0 x 1025 mol-1 L

2SO2 (g) + O2 (g) 2SO3 (g)

Tentukan Kc dari reaksi-reaksi berikut ini.

a) 4SO2 (g) + 2O2 (g) 4SO3 (g)


b) 2SO3 (g) 2SO2 (g) + O2 (g)
1
c) SO3 (g) SO2 (g) + O2 (g)
2
CHALLENGE 3

Perhatikan persamaan reaksi kesetimbangan berikut :

Perhatikan fase masing-

masing reaktan/produk...

Karena fase (wujud) pada reaktan/produk sama, yakni gas, maka persamaan

kesetimbangan seperti di atas termasuk kesetimbangan ..................................

Kesimpulan :

Can you give an another example?

Lalu, bagaimana persamaan tetapan kesetimbangan (Kc) untuk reaksi yang termasuk

kesetimbangan .......................... seperti contoh di atas?

Kc =
Kc =

Kemudian, perhatikan persamaan reaksi kesetimbangan berikut :


Perhatikan fase masing-

masing reaktan/produk...

Karena fase (wujud) pada reaktan/produk tidak sama, yakni berupa gas dan padatan,

maka persamaan kesetimbangan seperti di atas termasuk kesetimbangan

..................................

Kesimpulan :

Can you give an another example?

.....................................................................................................................................

Bagaimana anda menuliskan persamaan tetapan kesetimbangan untuk reaksi :

Kc =

LATIHAN SOAL
Tentukan Kc dari persamaan reaksi setimbang berikut. Tentukan pula jenis

kesetimbangannya!

JAWABAN :
10/12/2017

APA ITU SISTEM ?


“Reaksi atau proses yang
sedang menjadi pusat
“Energi tidak dapat diciptakan atau
dimusnahkan tetapi dapat diubah dari satu perhatian kita disebut Sistem”.
bentuk ke bentuk lainnya”.

APA ITU LINGKUNGAN ? Dikarenakan energi tidak dapat


dimusnahkan tetapi dapat diubah dari
“Segala sesuatu yang berada di satu bentuk ke bentuk lainnya.
sekitar sistem, yaitu dengan Kemudian, apa yang akan terjadi jika
apa sistem itu berinteraksi, energi ingin keluar dari sistem menuju
disebut Lingkungan”. lingkungan atau sebaliknya?

1
10/12/2017

Nah, pada pertemuan kali ini,


TUJUAN PEMBELAJARAN
kita akan mempelajari reaksi 1. Siswa dapat merancang dan melakukan percobaan untuk membedakan reaksi eksoterm dan endoterm
yang melibatkan pertukaran 2. Siswa dapat menyimpulkan dan menyajikan data hasil percobaan, sehingga mampu membedakan reaksi

energi dari sistem ke lingkungan eksoterm dan endoterm.


3. Siswa dapat menjelaskan pengertian reaksi eksoterm dan endoterm.
atau sebaliknya. 4. Siswa dapat merancang dan melakukan percobaan untuk menentukan ΔH reaksi dengan kalorimeter
sederhana.
“Reaksi Eksoterm, Endoterm, 5. Siswa dapat menyimpulkan dan menyajikan data hasil percobaan untuk menentukan entalpi reaksi dengan
kalorimetri.
dan Kalorimetri” 6. Siswa dapat mempresentasikan hasil percobaan reaksi eksoterm, endoterm, dan kalorimetri.

PERBEDAAN REAKSI EKSOTERM DAN ENDOTERM

REAKSI EKSOTERM REAKSI ENDOTERM

..................................... .....................................
..................................... .....................................
..................................... .....................................
..................................... .....................................

Gambar Aliran air pada reaksi eksoterm dan reaksi endoterm

2
10/12/2017

KESIMPULAN
• Reaksi Eksoterm
• adalah reaksi kimia dimana sistem melepas kalor ke lingkungan.
• Karena sistem melepas kalor ke lingkungan, maka kalor dalam sistem berkurang.
Tanda reaksi eksoterm adalah H = − (negatif).
• Reaksi Endoterm
• adalah reaksi kimia dimana sistem menyerap kalor dari lingkungan.
• Karena sistem menyerap kalor, maka kalor yang ada dalam sistem akan bertambah.
Tanda reaksi endoterm adalah H = + (positif)

3
10/12/2017

Sumber: theforeigner.no

PPG SM3T 2014 Pendidikan Kimia 1 PPG SM3T 2014 Pendidikan Kimia 2

Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan tentang konsep laju reaksi berdasarkan hasil
percobaan.
2. Siswa dapat menjelaskan pengertian teori tumbukan melalui diskusi
kelompok.
3. Siswa dapat menjelaskan pengertian teori keadaan transisi melalui
diskusi kelompok. Sumber: nurul.kimia.upi.edu
Sumber: fadilarahim.wordpress.com
4. Siswa dapat menjelaskan pengertian energi aktivasi melalui diskusi
kelompok.
5. Siswa dapat melakukan percobaan penentuan laju reaksi berdasarkan
perubahan volum.
6. Siswa dapat mempresentasikan hasil percobaan penentuan laju reaksi
berdasarkan perubahan volum.
7. Siswa dapat mempresentasikan hasil diskusi tentang teori tumbukan dan
keadaan transisi.

Sumber: tipsmu-tipsku.com Sumber: deateytomawin.wordpress.com


PPG SM3T 2014 Pendidikan Kimia 3 PPG SM3T 2014 Pendidikan Kimia 4

1
10/12/2017

Reaksi kimia
Sumber: kimiareaksiredoks.blogspot.com
terjadi ditandai
dengan apa?

Sumber: carapedia.com

PPG SM3T 2014 Pendidikan Kimia 5 PPG SM3T 2014 Pendidikan Kimia 6

AB

Konsep Laju Reaksi Teori Tumbukan


Laju reaksi  laju pengurangan reaktan tiap • Reaksi kimia terjadi karena adanya tumbukan
satuan waktu/laju pembentukan yang efektif antara
produk tiap satuan waktu partikel-partikel zat yang bereaksi.

Reaksi : A  B Tumbukan efektif adalah tumbukan yang


mempunyai energi yang cukup untuk
memutuskan ikatan-ikatan pada zat yang
bereaksi (bereaksi)

PPG SM3T 2014 Pendidikan Kimia 7 PPG SM3T 2014 Pendidikan Kimia 8

2
10/12/2017

Contoh :tumbukan yang menghasilkan


reaksi dan tumbukan yang tidak Teori Keadaan Transisi
menghasilkan reaksi
• suatu reaksi sebelum pereaksi berubah menjadi produk
H2 (g) + I2(g) → 2 HI(g) pereaksi akan melalui tahap suatu keadaan transisi, yaitu
adanya zat antara yang memiliki energi sangat tinggi sehingga
tidak stabil.
• terjadi kesetimbangan antara pereaksi dengan kompleks
teraktivasi
A+BX  Produk
X adalah kompleks teraktivasi
Tumbukan antara molekul hidrogen (A)
dengan iodin (B) dan membentuk molekul
HI(AB)
PPG SM3T 2014 Pendidikan Kimia 9 PPG SM3T 2014 Pendidikan Kimia 10

Energi Aktivasi
Perubahan energi potensial suatu pereaksi hingga menjadi
produk • adalah energi minimum yang diperlukan
untuk berlangsungnya suatu reaksi
• R.Endoterm R.Eksoterm
E E

Ea
Ea P R
Gambar Hubungan antara energi potensial dan reaksi ΔH = + ΔH= -
R P

PPG SM3T 2014 Pendidikan Kimia 11 PPG SM3T 2014 Pendidikan Kimia 12

3
10/12/2017

EVALUASI 4. Perhatikan data percobaan penentuan laju reaksi antara


kalsium karbonat dengan larutan asam klorida dengan cara
mengukur perubahan massa zat!
1. Nyatakan reaksi berikut tergolong cepat atau
lambat!
a. memudarnya warna pakaian
b. pembakaran bahan bakar roket
c. ledakan petasan
d. proses pematangan buah
2. Jelaskan pengertian laju reaksi!
3. Tuliskan ungkapan laju reaksi untuk reaksi berikut:
Dari grafik hubungan antara massa sistem dengan waktu di
4NH3(g) + 5O2(g)  4NO(g) + 6H2O(g) atas, tentukan harga laju reaksinya dari kemiringan atau
gradien kurvanya!
PPG SM3T 2014 Pendidikan Kimia 13 PPG SM3T 2014 Pendidikan Kimia 14

5. Jelaskan yang dimaksud dengan:


a. Teori tumbukan
b. Teori keadaan transisi
c. Energi aktivasi

PPG SM3T 2014 Pendidikan Kimia 15

4
10/12/2017

Kestimbangan kimia
Pendahuluan kesetimbangan kimia
Tetapan kesetimbangan dan cara menyatakanya

KESETIMBANGAN KIMIA Perhitungan berdasarkan tetapankesetimbangan


Penggunaan prinsip Le Chatelier

KIMIA DASAR Beberapa reaksi kesetimbangan yang penting


OLEH
DR. AMINUDIN SULAEMAN

Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan Kimia Perbedaan jenis dari arah yang digunakan dalam
Untuk reaksi kimia umum persamaan kimia berkaitan dengan kesetimbangan
Panah tunggal
Jika A dan B dicampurkan bersama, suatu keadaan Reaksi dianggap sesuai dengan persamaan yang ditulis
dimana kecepatan reaksi pada kedua arah sama dan
Dua panah bulak balik
tidak mengahasilkan perubahan sistem lebih lanjut –
kesetimbangan Digunakan untuk suatu sistem kesetimbangan
Suatu kesetimbangan dinamik, spesi yang terbentuk Duan panah bolak balik berbeda ukuran
adalah konstan terhadap perubahan net konsentrasi
Dapat digunkana untuk menunjukkan kecendrungan
kesetimbangan ke satu arah tertentu

1
10/12/2017

Kesetimbangan Kimia Kesetimbangan kimia


Kesetimbangan homogen Tahap-tahap dasar
Kesetimbangan yang melibatkan satu fasa Untuk reaksi umum
Contoh:
Semua komponen berada dalam fasa gas Kita dapat tunjukkan reaksi sebagai terdiri dalam 3 tahap
• awal pencampuran
• daerah kinetik
• daerah kesetimbangan

Kestimbangan Kimia
Awal pencampuran
Kesetimbangan kimia
Daerah kinetik
Jika A dan B pertama kali dicampurkan bersama, dan C
belum ada Bersamaan dengan terbentuknya C, reaksi balik juga
mulai terjadi
Reaksi yang terjadi

Secara keseluruhan, kita masih melihat pertabahan


jumlah C
Bersamaan dengan dimulainya reaksi, maka sejumlah C
mulai terbentuk Dengan semakin dekatnya pada daerah kesetimbangan,
laju ke arah produk semakin lambat

2
10/12/2017

Kesetimbangan kimia Kesetimbangan kimia


Daerah kesetimbangan
Suatu titik dimana kecepatan reaksi pada arah yang
berlawanan sama

Secara netto tidak ada perubahan konsentrasi dari


setiap komponen

Cara Mengungkapkan Tetapan Kesetimbangan Ungkapkan Tetapan Kesetimbangan


Untuk reaksi umum : Kestimbangan Heterogen
Kesetimbangan yang melibatkan beberapa fasa

Kesetimbangan dapat diungkapkan sebagai berikut :


Ugkapan kesetimbangan untuk sistem jenis ini, tidak
termasuk konsentrasi dari padatan murni (atau cairan)

Kc Tetapan kesetimbangan homogen


[ ]n konsetrasi molar berpangkat koefisiennya dalam
persamaan reaksi yang setimbang

3
10/12/2017

Ungkapkan Tetapan Kesetimbangan Menuliskan Ungkapan Kesetimbangan


Kesetimbangan heterogen • Setarakan persamaan reaksi kesetimbangan
Kita tidak memasukkan apadatan murni dan cairan sebab •Taruh produk sebagai pembilang dan pereaksi sebagai
konsentrasinya tidak bervariasi. Nilai-nilanya tidak penyebut
dimasukkan dalam nilai K •Keluarkan fasa padat dan fasa cair dari ungkapan
kesetimbangan
• keluarkan pelarut dari zat terlarut untuk larutan
yang encer ( < 0,1 M)
• Pangkat setiap konsentrasi setiap komponen harus
sama dengan koefisien komponen tsb. dalam
reaksikesetimbangan
Selama temperatur konstan dan padatan masih ada, jumlah padatan
yang ada tidak berpengaruh terhadap kesetimbangan

Menuliskan ungkapan Kesetimbangan Kesetimbangan dan Laju reaksi


Contoh Reaksi kimia yang menuju kesetimbangan, reaksinya
berlangsung dengan laju yang signifikan.
Bagai mana ungkapan kesetimbangan berikut ?
Disana tidak ada hubungan antara kesetimbangan dengan
laju reaksi

(NH4)2CO3 adalah padatan


Kita tuliskan [NH3] 2 sebab koefisien untuk NH3(g) Reaksi ini memerlukan waktu bertahun-tahun untuk
dalah 2 mencapai kesetimbangan pada temperatur ruang

4
10/12/2017

Menentukan tetapan kesetimbangan Menentukan Tetapan Kesetimbangan


Tetapan kesetimbangan dapat ditemukan dengan
eksperimen
Jika konsentrasi awal dari semua reaktan diketahui, Anggap bahwa kita mulai dengan konsentrasi awal
anda hanya perlu untuk mengukur konsentrasi salah pada 425,4 oC
satu komponen saja pada kesetimbangan untuk
menentukan nilai Kc

Marilah kita perhatikan kesetimbangan berikut :


Pada kesetimbangan, kita dapat tentukan bahwa
konsentrasi I2 adalah 0,00772 M

Menentukan tetapan kesetimbangan

5
Penelitian Tindakan Kelas

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Tanjungpinang


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/1
Materi Pokok : Kesetimbangan Kimia
Alokasi Waktu : 8 JP x 45 menit
Tujuan Pembelajaran: Setelah mengikuti proses pembelajaran, dengan
menggunakan model Problem Based Learning peserta didik dapat mencapai
indikator pencapaian kompetensi yang ada serta menerapkan perilaku seperti
rasa ingin tahu, mampu bekerjasama dengan baik, disiplin dan bertanggung
jawab dan menjalankan ajaran agama-Nya

A. Kompetensi Inti (KI) :


Kompetensi sikap spiritual yaitu : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya, adapaun Kompetensi sikap sosial yaitu : Menghayati dan mengamalkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar Indikator
3.8 Menjelaskan reaksi 3.8.1 Menjelaskan konsep reaksi
kesetimbangan di dalam hubungan kesetimbangan dinamis dan faktor-
antara pereaksi dan hasil reaksi faktor yang mempengaruhinya
3.8.2 Menentukan tetapan kesetimbangan
Kc, Kp, dan derajat Ionisasi
3.8.3 Menentukan konsentrasi tiap zat
saat keadaan setimbang

3.9 Menganalisis faktor-faktor 3.9.1 Menjelaskan penerapan


yang mempengaruhi kesetimbangan kimia dalam
pergeseran arah industri
kesetimbangan dan
penerapannya dalam industri
4.8 Menyajikan hasil pengolahan 4.8.1 Menyajikan hasil analisis data reaksi
data untuk menentukan nilai kesetimbangan untuk menentukan
tetapan kesetimbangan suatu tetapan kesetimbangan
reaksi
4.9 Merancang, melakukan, dan 4.9.1 Merancang peercobaan faktor-
menyimpulkan serta faktor yang mempengaruhi
menyajikan hasil percobaan kesetimbangan
faktor-faktor yang 4.9.2 Menyajikan laporan percobaan
mempengaruhi pergeseran arah mengenai faktor-faktor yang
kesetimbangan mempengaruhi kesetimbangan

C. Materi Ajar :
Fakta : kesetimbangan kimia dalam industri
Konsep : sifat dinamis dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
: tetapan kesetimbangan Kc, Kp, dan drajat Ionisasi
Prosedur : konsentrasi tiap zat saat keadaan setimbang
D. PENDEKATAN, METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Saintifik
2. Metode : Diskusi kelompok, tanya jawab, dan penugasan
3. Model : Problem based learning

E. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama
Langkah Sintak Model Kegiatan Waktu
Pembelajaran Pembelajaran
Pendahuluan Pendahuluan 15’
a. Memberi salam dan berdoa (Religius)
sebelum pembelajaran dimulai;
b. Guru mengecek kehadiran peserta
didik dan meminta untuk menyiapkan
perlengkapan dan peralatan yang
diperlukan, misalnya buku peserta
didik.
c. Guru meminta peserta didik untuk
menanyakan kesulitan mengenai
materi laju reaksi yang dipelajari
sebelumya seperti faktor yang
mempengaruhi laju reaksi.
d. Guru meminta peserta didik untuk
memberi tanggapan terhadap
kesulitan yang muncul.
e. Guru memberikan penguatan
terhadap jawaban peserta didik.
Apersepsi
a. Guru memberikan gambaran tentang
pentingnya reaksi kesetimbangan
Langkah Sintak Model Kegiatan Waktu
Pembelajaran Pembelajaran
- Pernahkah kalian bermain
jungkat jungkit, bagaimana
jalannya permainan tersebut?
- Pernahkah kalian menaiki
eskalator?[ingin tahu dan
berpikir kritis]
b. Peserta didik diberikan motivasi
bahwa dalam kehidupan dunia ini
terdapat pembentukan keseimbangan
lingkungan. Tidak hanya itu tubuh
pun melakukan keseimbangan.
c. Menyampaikan tujuan yang akan
dicapai berkaitan dengan materi sifat
kesetimbangan kimia dinamis
Inti 145’
a. Peserta didik diminta untuk dapat
membentuk kelompok yang terdiri
dari 5 sampai 6 orang dalam satu
kelompok (Collaboration)
Mengamati
b. siswa diberikan demontrasi tentang
Orientasi kesetimbangan pada CuSO4 yang
Masalah dipanaskan
c. Peserta didik di perlihatkan gambaran
mengenai kesetimbangan dinamis
mengenai reaksi bolak-balik dan tidak
dapat balik
aA + bB ⇌ cC +dD
(atau reaksi pembakaran lilin)
(Communication dan Critical
Thinking)
Langkah Sintak Model Kegiatan Waktu
Pembelajaran Pembelajaran
d. Setelah itu Guru memberikan
gambaran tentang pentingnya tetapan
kesetimbangan
- Apa yang terjadi jika tetapan
konsentrasi atau tetapan tekanan
pada reaksi kesetimbangan
sangat besar ? dan Apa yang
terjadi jika tetapan konsentrasi
dan tekanan pada reaksi
kesetimbangan sangat kecil?
[ingin tahu dan berpikir kritis]

Menanya
b. Peserta didik diharapkan mengajukan
pertanyaan berkaitan dengan
pembahasan apersepsi.

a. Mengumpulkan data :
Mengorgani- • Peserta didik mendiskusikan sub
sasikan siswa bahasan yang diterima dan hal-hal
untuk belajar yang dapat diamati dari apersepsi
yang diberikan (komunikasi).
• Dengan membaca literatur/bahan
ajar, peserta didik mencari
Membimbing informasi (literasi) dan
penyelidikan mendiskusikan mengenai sifat
individual kesetimbangan kimia, hukum
maupun kesetimbangan kimia, tetapan Kc
kelompok dan Kp

Mengasosiasi
Langkah Sintak Model Kegiatan Waktu
Pembelajaran Pembelajaran

• Siswa diharapkan mampu


menghubungkan fenomena yang
terjadi dengan informasi yang
telah didapat. (Creatical
Thinking, HOTS)
• Peserta didik menyusun hasil
diskusi/laporan kegiatan yang
berkaitan dengan kesetimbangan
kimia..
Mengembang- Peserta didik menyimpulkan hasil
kan dan diskusi/laporan kegiatan yang
menyajikan berkaitan dengan kesetimbangan dan
hasil karya tetapan kesetimbangan sebagai bahan
presentasi di depan kelas.
Mengkomunikasikan
• Perwakilan kelompok
menyampaikan hasil diskusi
kelompok di depan kelas
• Perwakilan kelompok lain
memberikan tanggapan terhadap
Menganalisa hasil kerja kelompok lain
dan (kominikasi)
mengevaluasi b. Menyimpulkan dan memberikan
proses evaluasi terkait dengan proses
pemecahan pembelajaran
masalah Peserta didik bersama dengan guru
menyimpulkan tentang sistem dan
lingkungan, jenis-jenis
sistem,perbedaan sistem, dan
lingkungan. [kreatif]
Langkah Sintak Model Kegiatan Waktu
Pembelajaran Pembelajaran

Penutup a. Memfasilitasi peserta didik untuk 20’


mereview pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
b. Melaksanakan penilaian untuk
mengetahui ketercapaian indikator
c. Memberikan tugas kepada peserta
didik, dan mengingatkan peserta didik
untuk mempelajari materi yang akan
dibahas dipertemuan berikutnya yaitu
hubungan nilai Kc dan Kp
d. Berdoa dan memberi salam [Religius]

Pertemuan Kedua

Langkah Sintak Model Kegiatan Waktu


Pembelajaran Pembelajaran
Pendahuluan Komunikasi 15’
a. Memberi salam dan berdoa
(Religius) sebelum pembelajaran
dimulai;
b. Guru mengecek kehadiran peserta
didik dan meminta untuk
menyiapkan perlengkapan dan
peralatan yang diperlukan, misalnya
buku tulis.
Apersepsi
c. Guru membimbing siswa untuk
mengingat kembai materi faktor-
faktor yang mempengaruhi leju
Langkah Sintak Model Kegiatan Waktu
Pembelajaran Pembelajaran
reaki dan materi seblumnya yaitu
kesetimbangan dinamis dan tetapan
kesetimbangan
Motivasi
d. Peserta didik diberikan motivasi
bahwa dalam proses kesetimbangan
kimia terdapat factor-faktor yang
menentukan hasil dari produk yang
terbentuk
e. Menyampaikan tujuan yang akan
dicapai berkaitan dengan pembuatan
project dalam pembelajaran ini
Inti a. Penentuan Pertanyaan yang 145’
mendasar
Mengamati
Peserta didik di perlihatkan kembali
gambaran mengenai faktor-faktor
yang mempengaruhi kestimbangan
kimia.
Orientasi Menanya
Masalah Peserta didik di harapkan membuat
pertanyaan yang mendasar berkaitan
dengan pembahasan factor-faktor
kesetimbangan kimia dalam meracang
percobaan. [ingin tahu dan berpikir
kritis]

b. Identifikasi Masalah
Bagaimana konsentrasi suatu
reaktan jika di perbesar akan
Langkah Sintak Model Kegiatan Waktu
Pembelajaran Pembelajaran
mempengaruhi proses tebentuknya
kesetimbangan kimia? (berfikir
kritis dan kreatif)
c. Menyusun perencanaan proyek
Mengumpulkan data :
Mengorgani- • Peserta didik membentuk
sasikan siswa kelompok untuk mendiskusikan
untuk belajar hal-hal yang dapat diamati untuk
membuat produk berdasarakan
hasil percobaan yang sesuai
dengan faktor-faktor yang
mempengaruhi kesetimbangan
kimia (komunikasi).
• Dengan membaca
literatur/bahan ajar, peserta didik
mencari informasi (literasi) dan
Membimbing mendiskusikan mengenai proses
penyelidikan pembuatan produk
individual d. Membimbing peserta didik untuk
maupun menyelesaikan rancangan poduk
kelompok yang akan dibuat beserta memantau
menggunakan kartu monitoring
Mengembang- e. Menguji Hasil
kan dan Peserta didik melakukan percobaan
menyajikan atas hasil produk yang telah dibuat
hasil karya f. Evaluasi Pengalaman
Mempersilahkan peserta didik dari
kelompok lain untuk memberikan
masukan terhadap percobaan yang
Menganalisa telah dilakukan oleh kelompok yang
dan memprentasikan hasilnya. Dan
Langkah Sintak Model Kegiatan Waktu
Pembelajaran Pembelajaran
mengevaluasi memberikan masukan kembali, serta
proses menanyai kesan peserta didik dalam
pemecahan melakukan proses pembuatan produ
masalah
Penutup a. b. Memfasilitasi peserta didik untuk 20’
mereview pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
c. Melaksanakan penilaian untuk
mengetahui ketercapaian indikator
d. Memberikan tugas kepada peserta
didik, dan mengingatkan peserta
didik untuk mempelajari materi yang
akan dibahas dipertemuan
berikutnya yaitu Asam Basa
e. Berdoa dan memberi salam
[Religius]
F. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
A. Teknik Penilaian :
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : Laporan
B. Instrumen Penilaian :
1. Pertemuan Pertama
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis, Penugasan
c. Keterampilan : -
2. Pertemuan Kedua
a. Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama, rasa ingin tahu dan
tanggung jawab)
b. Pengetahuan : Tes tulis, Penugasan
c. Keterampilan : -

G. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar


A. Media/alat :
a. Proyektor
b. Laptop
B. Bahan :
a. Lembar Kerja Peserta Didik
b. Powerpoint
C. Sumber Belajar :
a. Rufaida, A.D dkk. 2016. Kimia : untuk SMA/MA kelas XI. Klaten:Intan
Pariwara
b. Sufiaty, A dan Ari Damari. 2015. Buku Penilaian Autentik: untuk
SMA/MA kelas XI. Jakarta: Erlangga

Tanjungpinang, 5 Desember 2017


Mahasiswa Praktek
Guru Pamong

M. Tohir Karjono, M.Pd Aryadi


NIP. 19710717 199512 1 001 NIM. 140384204047

Mengetahui
Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpinang

Dr. Imam Syafii, S.Pd., M.Si.


NIP 19660929 199002 1 002
Instrumen Penilaian
1. Penilaian Sikap
No. Nama Peserta Kerja Sama Disiplin Kejujuran Aktivitas
didik

Pedoman Penilaian : A = Amat Baik ; B = Baik ; C = Cukup

2. Observasi

Pernyataan
Pengungkapan Kebenaran Ketepatan Memahami
gagasan yang konsep penggunaan konsep dan cara
Nama Peserta orisinal istilah penerapannya
didik
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

Pedoman penilaian : Ya = menguasai, Tidak = tidak menguasai

3. Penilaian Pengetahuan
No. Jenis Soal Banyak soal Jumlah Skor

1. Pilihan Ganda 20 100


Pedoman Penilaian = ((jumlah soal yang benar) / jumlah banyak soal) x 100

4. Penilaian keterampilan.
Aspek Kriteria dan Skor

1 2 3 4
Persiapan

Pelaksanaan
Pelaporan Secara
Tertulis

Pedoman penilaian: 1 = tidak sesuai; 2 = kurang sesuai; 3 = sesuai; 4 =sangat sesuai


Nb: kesesuaian dilihat dari Tema, Tujuan, dan materi faktor-faktor yang menentukan laju
reaksi