Anda di halaman 1dari 6

BERITA ACARA PRESENTASI PORTOFOLIO

Pada hari ini tanggal..............................................telah dipresentasikan portofolio oleh:

Nama Peserta : ............................................................................................................................................................................. ………..

Dengan judul/topik :……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Nama Pendamping :……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………...

Nama Wahana :……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………....

No. Nama Peserta Presentasi No. Tanda Tangan

1 1

2 2

3 3

4 4

5 5

Berita acara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan yang sesunguhnya.

Pendamping

( )

Catatan: Halaman protofolio ini sebaiknya disalin~sinar (fotokopi) karena anda akan membuat sejumlah laporan yang sekaligus merupakan
catatan untuk bekal dan berpraktik nantinya.
BUKU LOG DAN KUMPULAN BORANG PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA| 1
Borang Portofolio

Nama Peserta: dr. Teuku Nanda Putra

Nama Wahana: Pidie

Topik: Sinusitis Maksilaris Dentogen

Tanggal (kasus): 8 Januari 2013


Nama Pasien: Siti Maryam No. RM 025558

Tanggal Presentasi: 23 Februari 2013 Nama Pendamping: dr.Suriadi Umar,Sp.A

Tempat Presentasi: Ruang Komite Medik RSUD Sigli

Obyektif Presentasi:

Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan Pustaka

Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa

Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil

Deskripsi: Perempuan, 41 thn, keluar nanah dari gusi, nyeri di wajah dibawah mata, sering bersin, nafas terasa berbau,
nyeri kepala saat sujud, terasa tertelan cairan dari hidung dan gigi geraham berlubang.

Tujuan: cara mendiagnosa sinusitis maksilaris dentogen, mengedukasi pasien tentang penyebab sinusitis maksilaris
dentogen
BUKU LOG DAN KUMPULAN BORANG PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA| 2
Bahan bahasan: Tinjauan Pustaka Riset Kasus Audit

Cara membahas: Diskusi Presentasi dan diskusi Email Pos

Data pasien: Nama: Siti Maryam Nomor Registrasi: 025558

Nama klinik: Poli THT RSUD Sigli Telp: - Terdaftar sejak: 8 Januari 2013

Data utama untuk bahan diskusi:


1. Diagnosis/Gambaran Klinis: Vital sign baik, keluar nanah dari gusi, nyeri di wajah dibawah mata, sering bersin terutama saat
cuaca dingin, nafas terasa berbau, nyeri kepala saat sujud, Post Nasal Drip (+) dan gigi geraham berlubang .

2. Riwayat Pengobatan: sering mengkonsumsi obat antihistamin (CTM) untuk mengatasi bersin.

3. Riwayat kesehatan/Penyakit: Pasien mengeluh Nyeri di sekitar hidung sebelah kiri kurang lebih 3 bulan sebelum memeriksakan
diri ke rumah sakit. Nyeri dirasakan hilang timbul. Pasien juga mengeluhkan sering bersin -bersin jika cuaca dingin, tercium
nafas yang berbau busuk, nyeri kepala saat sujud, terasa tertelan cairan dari hidung dan keluar nanah dari gusi diatas gigi
geraham yang berlubang.

4. Riwayat keluarga:
Ibu pasien juga punya riwayat sering bersin dan pilek terutama di malam dan pagi hari

5. Riwayat pekerjaan:
Pasien seorang guru yang beresiko terpapar kapur tulis setiap hari.

BUKU LOG DAN KUMPULAN BORANG PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA| 3


6. Kondisi lingkungan sosial dan fisik (RUMAH, LINGKUNGAN, PEKERJAAN)
Pasien mengaku kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut (jarang sikat gigi sebelum tidur)

7. Riwayat imunisasi : os tidak tau imunisasi apa sajaj yang didapat


8. Lain-lain: karies Molar 1 superior Sinistra

Daftar Pustaka:
1. Netter FH. Atlas of Human Anatomy. 4th Ed. US: Saunders; 2006
2. Kennnedy DW, Bolger WE, Zinreich SJ. Diseases Of The Sinuses Diagnosis And Management. Decker ; 2001.
3. Mulyarjo, Soejak S. Sinusitis. Naskah Lengkap Perkembangan Terkini Diagnosis dan Penatalaksanaan S. Sinusitis. Surabaya, 2006; 1-63
4. Mangunkusumo E. Sinusitis. Kumpulan Naskah Simposium Sinusitis. Jakarta, 2009; 1-6
5. Jhosephsori G, Roy S. Review Article: Pediatric Sinusitis diagnosis and management. Pediatrics 2009; 15-21
6. Refni M. Peran tomografi komputer dalam deteksi kelainan dan sebagai persiapan pra-operasi BSEF pada penderita sinusitis kronis. Kursus dan
Pelatihan BSEF, Malang. 1996
7.
Hasil Pembelajaran:
8.
9. Diagnosis Sinusitis maksilaris dentogen
1.
2. Membedakan Sinusitis maksilaris dengan Sinusitis maksilaris dentogen
3. Cara melihat gambaran perselubungan pada foto SPN untuk kasus Sinusitis maksilaris dentogen
4. Patofisiologi terjadi Sinusitis maksilaris dentogen
5. Pentingnya edukasi untuk menghindari karies gigi sehingga dapat mencegah Sinusitis maksilaris dentogen
6. Tatalaksana Antrostomy Wash Out

BUKU LOG DAN KUMPULAN BORANG PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA| 4


1. Subyektif: Nyeri disekitar hidung sebelah kiri, sering bersin-bersin jika cuaca dingin, tercium nafas yang berbau busuk, nyeri
kepala saat sujud, terasa tertelan cairan dari hidung dan keluar nanah dari gusi diatas gigi geraham yang berlubang.
2. Objektif:
Hasil dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan foto ronsen SPN sangat mendukung diagnosis sinusitis maksilaris dentogen.
Pada kasus ini diagnosis ditegakkan berdasarkan:
 Gejala klinis (Nyeri disekitar hidung, nyeri kepala saat sujud, terasa tertelan cairan dari hidung dan keluar nanah dari gusi diatas
gigi geraham yang berlubang )
 Gambaran ronsen yang khas
 Adanya riwayat rhinitis alergi pada pasien
 Dari pemeriksaan gigi didapatkan abses periapikal molar atas
3. ”Assessment”(penalaran klinis):
Berdasarkan teori, gejala mayor pada sinusitis maksilaris adalah adanya nyeri di wajah, hidung tersumbat, Post Nasal Drip,
gangguan penciuman ddan demam. Sedangkan gejala minor dari sinusitis adalah batuk, lender di tenggorokan, nyeri kepala,
nyeri gigi geraham dan bau mulut.
Pada pasien terdapat adanya gejala mayor yaitu nyeri diwajah sebelah kiri, hidung tersumbat, Post Nasal Drip dan gangguan
penciuman, sedangkan dari gejala minor yang ada pada pasien ini yaitu bau mulut dan lender di tenggorokan.

Selain gejala mayor dan minor yang ditemukan diatas, pasien juga mengeluhkan keluar nanah dari gusi. Setelah dilakukan
pemeriksaan ternyata terdapat abses periapikal molar atas kiri. Besar kemungkinan penyebab sinusitis pada pasien ini adalah
kuman yang terdapat akibat abses periapikal molar atas yang menginfeksi sinus maksila kiri pasien.

Dari rontgen SPN pasien juga jelas memperlihatkan adanya perselubungan di sinus maksilaris kiri yang menunjukkan dengan
jelas bahwa terdapat suatu cairan didalam sinus dan mengarahkan kita ke sinusitis maksilaris

BUKU LOG DAN KUMPULAN BORANG PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA| 5


4. ”Plan”:
Diagnosis: dari semua assessment diatas sangat jelas bahwa pasien menderita sinusitis maksilaris dentogen

Pengobatan: pengobatan utama adalah melakukan antrostomy washout, dengan tujuan membersihkan rongga sinus dari nanah
yang menyebabkan keluhan nyeri pada wajah pasien. Selain itu perlu diberikan antibiotic untuk membunuh bakteri penyebab
infeksi. Analgetik diberikan untuk mengurangi rasa sakit setelah dilakukan antrostomy. Pemberian asam traneksamat adalah untuk
mencegah perdarahan setelah antrostomy. Anti histamin yang diberikan pada pasien ini adalah untuk mengurangi pilek dan bersin
yang mana menjadi salah satu factor penyebab sinusitis

Pendidikan: dilakukan kepada pasien untuk mencabut gigi yang karies supaya sinusitis maksilaris dentogen tidak berulang, dan
menjaga hygiene mulut serta menjelaskan untuk menghindari allergen yang dapat menimbulkan bersin dan pilek.

Konsultasi: Dijelaskan secara rasional perlunya berobat secara teratur ke dokter bila keluhan bersin-bersin, pilek dan hidung
tersumbat terjadi di kemudian hari. Sehingga factor kekambuhan sinusitis dapat dikurangi

Rujukan: apabila sinusitis telah menetap selama >1 bulan dan menyerang 1 atau lebih dari sinus paranasal maka direncanakan
untuk mengirimkan pasien ke dokter spesialis THT

BUKU LOG DAN KUMPULAN BORANG PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA| 6