Anda di halaman 1dari 4

A.

Perencanaan Keperawatan
a. Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan
metabolisme protein, lemak.

No Intervensi Rasional
Mandiri
1 Timbang berat badan sesuai Mengkaji pemasukan makanan yang
indikasi. adekuat.
2 Tentukan program diet, pola Mengidentifikasi kekurangan dan
makan dan bandingkan penyimpangan dari kebutuhan
dengan makanan yang dapat terapeutik.
dihabiskan klien.
3 Auskultasi bising usus, catat Hiperglikemia, gangguan
nyeri abdomen atau perut keseimbangan cairan dan elektrolit
kembung, mual, muntah dan menurunkan motilitas atau fungsi
pertahankan keadaan puasa lambung (distensi atau ileus
sesuai indikasi. paralitik).
4 Berikan makanan cair yang Pemberian makanan melalui oral
mengandung nutrisi dan lebih baik diberikan pada klien sadar
elektrolit. Selanjutnya dan fungsi gastrointestinal baik.
memberi makanan yang lebih
padat.
5 Identifikasi makanan yang Kerjasama dalam perencanaan
disukai. makanan.
6 Libatkan keluarga dalam Meningkatkan rasa keterlibatannya,
perencanaan makanan. memberi informasi pada kelurga
untuk memahami kebutuhan nutrisi
klien.
7 Observasi tanda hipoglikemia Pada metabolisme karbohidrat (gula
(perubahan tingkat kesadaran, darah akan berkurang dan sementara
kulit lembap atau dingin, tetap diberikan insulin.
denyut nadi cepat, lapar,
cemas, sakit kepala, pusing)
Kolaborasi
8 Pantau pemeriksaan Gula darah menurun perlahan dengan
laboratorium (glukosa darah, penggunaan cairan dan terapi insulin
aseton, Ph, HCO3) terkontrol sehingga glukosa dapat
masuk ke dalam sel dan digunakan
untuk sumber kalori.
9 Berikan pengobatan insulin Insulin reguler memiliki awitan cepat
secara teratur melalui IV. dan dengan cepat pula membantu
memindahkan glukosa ke dalam sel.
Pemberian melalui IV karena
absorpsi dari jaringan subkutan
sangat lambat.
10 Konsultasi dengan ahli gizi. Bermanfaat dalam penghitungan dan
penyesuian diet untuk memenuhi
kebutuhan nutrisi.

b. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan osmotik diuresis ditandai dengan turgor
kulit menurun dan membran mukosa kering.

No Intervensi Rasional
Mandiri
1 Kaji riwayat klien sehubungan Membantu memperkirakan kekurangan
dengan lamanya atau intensitas dari volume total. Adanya proses infeksi
gejala seperti muntah dan mengakibatkan demam dan keadaan
pengeluaran urine yang berlebihan. hipermetabolik yang meningkatkan
kehilangan air.
2 Pantau tanda-tanda vital. Hipovolemi dimanifestasikan oleh
hipotensi dan takikardi. Perkiraan berat
ringannya hipovolemi saat tekanan darah
sistolik turun ≥ 10 mmHg dari posisi
berbaring ke duduk atau berdiri.
3 Pantau syhu, warna kulit atau Demam, menggigil dan diaphoresis adalah
kelembapannya. hal umum terjadi pada proses infeksi,
demam dengan kulit kemerahan, kering
merupakan tanda dehidrasi.
4 Pantau masukan dan pengeluaran. Memperkirakan kebutuhan cairan
pengganti, fungsi ginjal dan keefektifan
terapi yang diberikan.
5 Ukur berat badan setiap hari. Memberikan hasil pengkajian terbaik dari
status cairan yang sedang berlangsung dan
selanjutnya dalam memberikan cairan
pengganti.
6 Observasi mual, nyeri abdomen, Kekurangan cairan dan elektrolit mengubah
muntah, dan distensi lambung. motiliti lambung sehingga sering
menimbulkan muntah dan secara potensial
menimbulkan kekurangan cairan dan
elektrolit.
Kolaborasi
7 Berikan terapi cairan sesuai Tipe dan jumlah cairan tergantung pada
indikasi. derajat kekurangan cairan dan respon klien
secara individual.
9 Pasang kateter urine. Memberikan pengukuran yang tepat
terhadap pengeluran urine terutama jika
neuropati otonom menimbulkan retensi atau
inkontinensia.

c. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perubahan status metabolik ditandai


dengan gangren pada ekstremitas.
No Intervensi Rasional
Mandiri
1 Inspeksi kulit terhadap perubahan Menandakan aliran sirkulasi buruk yang
warna, turgor, vaskuler perhatikan dapat menimbulkan infeksi.
kemerahan.
2 Pertahankan alas kering dan bebas Menurunkan iritasi dermal.
lipatan.
3 Beri perawatan kulit seperti Menghilangkan kekeringan pada kulit dan
penggunaan lotion. robekan pada kulit.
4 Lakukan perawatan luka dengan Mencegah terjadinya infeksi.
teknik aseptik.
5 Anjurkan pasien untuk menjaga Menurunkan resiko cedera pada kulit oleh
agar kuku tetap pendek.. karena garukan.
6 Ubah posisi setiap 2 jam beri Menurunkan tekanan pada edema dan
bantalan pada tonjolan tulang. menurunkan iskemia.