Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL PKM-GT

PENGARUH KEKURANGAN GIZI IBU HAMIL

PADA JANIN

DISUSUN OLEH

1. DIAN CANDRA ISLAMI (J1A016022)


2. KARLINA HARTINI (J1A016046)
3. MAULINDA ZAHARA (J1A016062)
4. NI KOMANG NITI S (J1A016074)
5. FATHURRAHMAN (J1A014033)

PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI

UNIVERSITAS MATARAM

2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..................................................................................................................................i

PENDAHULUAN.........................................................................................................................1

1. LATAR BELAKANG.......................................................................................................1
2. TUJUAN............................................................................................................................1
3. MANFAAT........................................................................................................................2

GAGASAN....................................................................................................................................3

KESIMPULAN..............................................................................................................................8

DAFTRA PUSTAKA....................................................................................................................9
PENDAHULUAN

1. Latar belakang
Indonesia masih mengalami permasalahan kurangnya kualitas sumber daya
manusia. Masalah kehamilan merupakan periode yang sangat menentukan kualitas SDM
(sumber daya manusia) di masa depan, karena tumbuh kembang anak sangat ditentukan
oleh kondisinya saat masa janin dalam kandungan. Kehidupan manusia dimulai sejak
dalam kandungan ibu. Sehingga calon ibu perlu mempunyai kondisi yang baik.
Kesehatan dan gizi ibu hamil sangat diperlukan bagi bayi untuk tumbuh kembang
optimal. Jika tidak makan dari awal kehidupan manusia akan bermasalah pada kehidupan
selanjutnya.
Dari sebuah desa A diperoleh data ibu hamil dengan rata-rata lingkar lengan atas
(LILA) yaitu 22,26 cm dari 15 data ibu hamil. Berdasarkan ketentuan bahwa lingkar
lengan atas (LILA) minimal 23,5 cm. berat bayi minimal adalah 2,500 gram dari seorang
ibu dengan gizi yang baik. Jika dibawah ketentuan LILA dan BB maka dapat dikatakan
bahwa ibu hamil tersebut mengalami kekurangan gizi. Secara lebih spesifik asupan zat
gizi ibu hamil menurun apabila mengalami kurang energy kronis (KEK) yang ditandai
dengan lingkar lengan atas (LILA) 23,5 cm.
Dari data diatas dapat diketahui kurangnya kesadaran oleh ibu hamil akan
pentingnya asupan gizi yang diperlukan pada saat kehamilan . Selain kurangnya gizi
faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang janin yaitu usia ibu yang dalam keadaan
hamil. Kekurangan gizi pada ibu hamil menjadi pembahasan yang menarik mengingat
bahwa Indonesia merupakan Negara dengan angka kelahiran yang tinggi, sehingga
diperlukan peran mahasiwa dalam menciptakan Sumber daya manusia yang berkualitas
melalui perbaikan gizi serta meminimalisir kekurangan gizi yang tejadi pada ibu hamil
dalam masyarakat.
2. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan PKM-GT ini adalah untuk memperbaiki
kekurangan gizi yang terjadi pada ibu hamil guna menciptakan sumber daya manusia
yang berkualitas dimasa depan. Serta memberikan solusi bagi ibu hamil dalam
memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang

1
3. Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan PKM-GT ini adalah untuk menambah wawasan
tentang pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil dan menjadi salah satu sumber data
yang valid tentang kurangnya kesadaran gizi seimbang ibu hamil.

2
GAGASAN

Kekurangan gizi pada ibu hamil merupakan permasalahan yang masih belum teratasi
dengan baik. Asupan gizi yang baik selama masa konsepsi sampai melahirkan dan menyusui
sangat berpengaruh pada kesehatan bayi. “janin dikandungan sangat bergantung pada gizi ibu
karena sumber utamanya hanya berasal dari ibunya,” kata Dr.Sandra Fikawati, ahli gizi ibu dan
anak dalam acara peluncuran SUN ibu dijakarta (22/5/2017). Faktanya menurut studi tahun
2014, angka kecukupan asupan energy dan protein pada ibu hamil di Indonesia masih rendah.
Sekitar satu dari dua ibu hamil belum terpenuhi gizinya. Kurangnya gizi pada masa kehamilan
sangat berisiko bagi kesehatan bayi dan juga ibu. Seorang ibu hamil yang kekurangan gizi
pertumbuhan janin bisa terhambat. Kenaikan berat badan tidak sesuai dengan usia kehamilan.
Selain itu bayi juga beresiko lahir dengan berat badan rendah (BBLR) dengan bobot kurang dari
2500 gram diusia kehamilan cukup bulan. Bayi yang BBLR sangat mungkin mengalami
gangguan tumbuh kembang. Fungsi saraf akan berkurang atau lambat sehingga kecerdasan juga
rendah. Bayi juga rentan mengalami penyakit karena daya tahan tubuhnya rendah (Anna, 2017).
Diperoleh sebuah data dari Puskesmas Langko di Desa Loang Maka kabupaten Lombok
Tengah, Nusa Tenggara Barat. Data menunjukkan bahwa angka kekurangan gizi pada ibu hamil
masih tergolong tinggi. Dari data yang diperoleh menunjukkan rata-rata LILA yaitu 22,26 cm
dari 15 data ibu hamil . Dimana dari LILA dapat diketahui bahwa ibu hamil mengalami
Kekurangan Energi Kronis (KEK),yang dimana dapat menyebabkan kelahiran yang premature
,dan melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Kekurangan Energi Kronis (KEK) ini biasanya
terjadi pada ibu hamil yang tidak terlalu peduli akan asupan gizi untuk dirinya dan janin yang
sedang dikandungnya.

no Jenis No. Nama Tanggal BB LILA Alamat


keluarga KTP/NIK lahir (Kg) (cm)
1 Ibu Hamil Isniwati 01/07/1996 22 Loang maka
2 Ibu Hamil Mariana 31/12/1987 53 21 Embung belo
3 Ibu Hamil Hurnianti 01/10/1990 48 22,5 Loang maka
4 Ibu Hamil Widya Astuti 11/11/1999 45 22 Tibu sisok
5 Ibu Hamil Baiq anita 31/12/1999 45 23 Prako
6 Ibu Hamil Nurhasanah 01/07/1987 35 20,5 Loang maka

3
7 Ibu Hamil Elgayunia 04/06/2000 45 22 Loang maka
8 Ibu Hamil Pera royanti 09/09/1999 60 21 Kemiri
9 Ibu Hamil Hernawati 31/12/1996 50 23 Tibu sisok
10 Ibu Hamil Rohani 10/03/1998 49 23 Tibu sisok
11 Ibu Hamil Dewi 01/07/1990 46 22 Loang maka
Purwaningsih
12 Ibu Hamil Maryana 01/071983 45 23 Loang maka
13 Ibu Hamil Sanim 01/07/1980 48 23 Loang maka
14 Ibu Hamil Rumanis 17/06/1981 45 23 Anten
15 Ibu Hamil Hamidah 01/07/1997 48 23 Loang maka

Untuk menghindarai terjadinya kekurangan gizi pada ibu hamil, perlu diperhatikan
asupan gizi yang cukup untuk memenuhi kebuthan ibu hamil dan janin dalam kandungan. Ibu
hamil harus mendapatkan asupan vitamin yang cukup sebelum terjadinya kehamilan karena
pembentukan otak janin dimulai pada minggu-mingu pertama kehamilan. Untuk itu, ibu hamil
membutuhkan berbagai asupan. Adapun zat gizi yang termasuk gizi ibu hamil

1. Kalori, diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Kalori dapat diperoleh
dari makanan yang merupakan sumber karbohidrat dan lemak missal nasi, umbi-umbian,
susu dan lain-lain.
2. Protein sebagai zat pembangun yang diperlukan bagi tumbuh kembang janin, protein
terdapat pada daging, ikan, telur, maupun kacang-kacangan.
3. Zat besi merupakan kebutuhan gizi ibu hamil yang tidak bias dikesampingkan. Zat besi
mengurangi terjadinya anemia juga berperan dalam pembentukan sel darah merah
hemoglobin (yang mengangkut oksigen dalam tubuh) terdapat pada daging ikan dan hati.
4. Asam folat dibutuhkan ibu hamil untuk perkembangan janin dan mencegah kecacatan
pada otak dan tulang belakang. Juga mencegah janin lahir premature. Asam folat banyak
terdapat pada sayur hijau, jus jeruk, kacang-kacangan dan juga gandum.
5. Kalsium berperan dalam proses pembentukan tulang dan gigi janin. Produsen kalsium
paling baik adalah susu, keju, yogurt dan ikan teri.

4
6. Vitamin C, dibutuhkan ibu hmail karena mengandung banyak antioksidan yang berguna
untuk melindungi jaringan organ tubuh dari keruskan serta mengirimkan sinyal kimia ke
otak. Bagi ibu hamil, vitamin C yang dibutuhkan sebanyak 85 mg/hari.
7. Vitamin A juga diperlukan oleh tubuh hamil untuk kelengkapan gizinya. Vitamin A
berfungsi pada imunitas, pengelihatan dan tumbuh kembang janin. Vitamin A ada pada
sayuran berwarna kuning atau hijau, kuning telur.
8. Vitamin B1, B2, asam pantotenat, niasin juga vitamin B6 dan B12 yang berperan dalam
bentukan sel-sel darah merah, DNA dan metabolism asam amino.

Cara untuk mencegah KEK yaitu makan makanan yang bervariasi dan cukup
mengandung kalori dan protein termasuk makanan pokok seperti nasi, ubi dan kentang setiap
hari dan makanan yang mengandun protein seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan atau
susu sekurang-kurangnya sehari sekali. Minyak dari kelapa atau mentega dapat ditambahkan
pada makanan untuk meningkatkan pasokan kalori. Kurang gizi juga dapat dicegah secara
bertahap dengan mencegah cacingan, infeksi, dan muntaber melalui sanitasi yang baik dan
perwatan kesehatan terutama mencegah cacingan. Pemberian makanan tambahan dan zat besi
pada ibu hamil yang menderita KEK dan berasal dari gakin dapat meningkatkan konsentrasi HB
walaupun besar peningkatannya tidak sebanyak ibu hamil dengann status gizi baik.

Lembaga kesehatan merupakan hal penting dalam suatu kelompok masyarakat yang
memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Salah satu
contoh lembaga kesehatan di tingkat desa adalah posyandu. Fungsi utama posyandu adalah untuk
melayani imunisasi bayi, pengecekan kesehatan untuk ibu hamil, dan pelayanan kesehatan lansia.
Posyandu juga berfungsi untuk membantu puskesmas (lembaga kesehatan tingkat kecamatan)
dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dalam lingkup area yang cukup
luas.

Kementerian/jajaran Kesehatan Pusat yaitu untuk memberikan rencana kepada


pemerintah provinsi atau kota untuk memperbaiki atau memberikan wajangan tentang
pentingnya kesehatan ibu hamil atau masyarakat dalam memperbaiki gizi seimbang. Pemerintah
provinsi dan kabupaten/kota melakukan dan memerintahkan kesehatan daerah Kota untuk
melaksanakan tugas atau keinginan yang di rencanakan oleh pemerintah pusat,dengan
memberikan masukan dan ide yang membangun masyarakat. Setelah masuk pada pemerintah

5
kota, setiap puskesmas akan melakukan posyandu di masing-masing daerah atau yang biasa pada
wilayah tingkat dusun .Fungsi posyandu yaitu sebagai pusat kegiatan dalam upaya pelayanan
kesehatan dan keluarga berencana yang dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat
dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan.

Menjadi ibu hamil membawa banyak perubahan dalam kehidupan keseharian. Salah satu
perubahan yang cukup besar adalah perubahan pola makan. Berikut beberapa tips mengenai pola
makan bagi ibu hamil.

1. Mengkonsumsi makanan dengan jumlah lebih banyak dari piramida makanan bagian
bawah. Kemudian tambahkan dengan sayuran dan protein,buah, produk susu, dan
terakhir makanan berlemak. Dengan konsep paramida, makin ke bawah, makin besar
kebutuhan yang harus dipenuhi setiap harinya.
2. Menu yang bervariasi pada makanan sangat penting. Hal ini membantu mendapatkan
kebutuhan vitamin dan mineral dari makanan yang anda konsumsi. Variasi menu juga
membantu mencegah kebosanan dalam meningkatkan nafsu makan ibu hamil.
3. Bawalah selalu air putih. Minum air dalam jumlah cukup dapat membantu kehamilan
sehat. Dengan cukup air, kulit ibu lebih sehat (lebih elastis), serta dapat mengurangi
gejala kehamilan umum seperti sembelit, bengkak, dan sebagainya. Minum cukup 8 gelas
air sehari. Minuman lain seperti soda, kopi tidak boleh dihitung sebagai perhitungan 8
gelas air.
4. Makanlah dalam jumlah sedikit jika anda memiliki masalah mual atau muntah atau
pengurangan ruang di perut ketika hamil. Mengkonsumsi makanan dalam jumlah kecil
(namun sering) dapat membantu mengatur kadar gula darah yang membuat anda merasa
nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
5. Selalu ingat bahwa penambahan berat badan saat kehamilan merupakan bagian penting
dari kehamilan. Hindari diet ataupun pantang pada makanan tanpa berdiskusi dengan
praktisi kesehatan anda. Makan baik selama kehamilan dapat memastikan pertambahan
berat badan dan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan selama hamil.
6. Vitamin maupun suplemen tidak dimaksudkan untuk mengganti asupan makanan pada
ibu hamil selama kehamilan. Suplemen dan vitamin dimaksudkan untuk membantu
mencukupi kebutuhan yang diperlukan ibu hamil. Bumil bisa saja mengkonsumsi banyak

6
vitamin, namun beberapa vitamin (seperti vitamin A) dalam jumlah besar dapat
menyebabkan kecacatan. Pastikan bumil memberitahukan suplemen vitamin kepada
praktisi kesehatan.

Yang perlu diingat adalah bahwa mengkonsumsi makanan selama kehamilan untuk dua
orang (ibu dan si jabang bayi) bukan berarti jumlah makanan tidak terkontrol. Yang penting
adalah kandungan makanan dalam jumlah yang cukup. Di dalam kandungan ,pada usia 17 hari
kehamilan sel-sel otak janin sudah mulai terbentuk dan berkembang. Di sinilah pentingnya folat
sebagai awal pembentukan tabung otak dan sum-sum tulang belakang.Omega 3 dan DHA
diperlukan dalam jumlah cukup untuk pembentukan system saraf pusat. Masalah yang sering di
alami oleh ibu hamil yaitu mual ,tablet atau suplemen yang biasa diberikan dokter yang
mengandung B6 untuk membantu mengurangi rasa mual.

7
KESIMPULAN

Permasalahan kekurangan gizi pada ibu hamil masih menjadi hal yang utama dalam
memperbaiki kualitas sumber daya manusia dimasa depan. Kesadaran ibu hamil akan pentingnya
gizi pada masa kehamilan masih kurang, dimana factor penyebab utama adalah factor ekonomi,
pengetahuan tentang pentingnya gizi bagi ibu hamil, factor usia dimana tingginya angka
pernikahan dini yang selanjutnya berpengaruh pada KEK. solusi yang dapat dilakukan bagi ibu
hamil untuk menanggulangi kekurangan gizi pada masa kehamilan yaitu mengonsumsi makanan
yang bergizi dengan jumlah yang bertambah untuk memenuhi kebutuhan janin, mengonsumsi
makanan yang bervariasi, memperhatikan kenaikan berat badan agar sesuai dengan usia
kehamilan. Mengonsumsi air putih dan menerapkan pola hidup sehat.

8
DAFTAR PUSTAKA

Krisno, M.A. dan Dr. M. Kes. Budiyanto, 2011. Upaya Perbaikan Gizi Dimulai Dari Ibu Hamil
Guna Melahirkan Bayi Yang Sehat.
http://www.google.co.id/amp/s/aguskrisnoblog.wordpress.com/2011/06/08/upaya-
perbaikan-gizi-dimulai-dari-ibu-hamil-guna-melahirkan-bayi-yang-sehat/amp/ (Diakses
pada tanggal 8 Juni 2011).

Anna, L.K., 2017. Pengaruh Ibu Kurang Gizi Pada Kesehatan Janin.
https://www.google.co.id/amp/amp.kompas.com/lifestyle/read/2017/05/23/114000620/pe
ngaruh.ibu.kurang.gizi.pada.kesehatan.janin (Diakses pada tanggal 23 Mei 2017).