Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MAKALAH

MATA KULIAH AGAMA


( ISLAM)

Oleh

Nama : Sumantri
NIM : P00320117

PROGRAM AFIRMASI PENDEKATAN RPL


PRODI KEPERAWATAN CURUP
POLTEKKES KEMENKES
BENGKULU
T.A 2017/2018
TUGAS MAKALAH

MATA KULIAH AGAMA


( ISLAM)

DOSEN MATA KULIAH MAHASISWA,


AGAMA,

SUMANTRI
NIM . P00320117

PROGRAM AFIRMASI PENDEKATAN RPL


PRODI KEPERAWATAN CURUP
POLTEKKES KEMENKES
BENGKULU
T.A 2017/2018
TUGAS MAKALAH MATA KULIAH AGAMA ( ISLAM)

Nama Mahasiswa : Sumantri


NIM : P00320117

1. Tuhan yang Maha Esa dan Ketuhanan.

a. Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

Pengkajian manusia tentang Tuhan, yang hanya didasarkan atas


pengamatan dan pengalaman serta pemikiran manusia, tidak akan pernah
benar. Sebab Tuhan merupakan sesuatu yang ghaib, sehingga informasi
tentang Tuhan yang hanya berasal dari manusia biarpun dinyatakan
sebagai hasil renungan maupun pemikiran rasional, tidak akan benar.
Keesaan Allah adalah mutlak. Ia tidak dapat didampingi atau
disejajarkan dengan yang lain. Sebagai umat Islam, yang mengikrarkan
kalimat syahadat La ilaaha illa Allah harus menempatkan Allah sebagai
prioritas utama dalam setiap tindakan dan ucapannya.
Informasi tentang asal-usul kepercayaan terhadap Tuhan antara lain tertera
dalam:
QS 21 (Al-Anbiya): 92, “Sesungguhnya agama yang diturunkan Allah
adalah satu, yaitu agama Tauhid. Oleh karena itu seharusnya manusia
menganut satu agama, tetapi mereka telah berpecah belah. Mereka akan
kembali kepada Allah dan Allah akan menghakimi mereka.
Ayat tersebut di atas memberi petunjuk kepada manusia bahwa
sebenarnya tidak ada perbedaan konsep tentang ajaran ketuhanan sejak
zaman dahulu hingga sekarang. Melalui Rasul-rasul-Nya, Allah
memperkenalkan dirinya melalui ajaran-Nya, yang dibawa para Rasul,
Adam sebagai Rasul pertama dan Muhammad sebagai terakhir. Jika terjadi
perbedaan-perbedaan ajaran tentang ketuhanan di antara agama-agama
adalah karena perbuatan manusia. Ajaran yang tidak sama dengan konsep
ajaran aslinya, merupakan manipulasi dan kebohongan manusia yang
teramat besar.

b. Filsafat Ketuhanan

Filsafat Ketuhanan adalah pemikiran tentang Tuhan dengan


pendekatan akal budi, yaitu memakai apa yang disebut sebagai pendekatan
filosofis. Bagi orang yang menganut agama tertentu (terutama agama
Islam, Kristen, Yahudi), akan menambahkan pendekatan wahyu di dalam
usaha memikirkannya.
Jadi Filsafat Ketuhanan adalah pemikiran para manusia dengan
pendekatan akal budi tentang Tuhan. Usaha yang dilakukan manusia ini
bukanlah untuk menemukan Tuhan secara absolut atau mutlak, namun
mencari pertimbangan kemungkinan-kemungkinan bagi manusia untuk
sampai pada kebenaran tentang Tuhan.

2. Manusia

a. Hakekat dan martabat Manusia

Hakekat dan martabat merupakan dua istilah yang tidak terlepas dari
manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna
dibandingkan makhluk lainnya. Meskipun memiliki arti berbeda, namun
kedua istilah tersebut saling berkaitan erat. Pengertian Hakekat manusia
adalah derajat kemuliaan manusia sedangkan pengertian martabat manusia
adalah harga diri atau tingkat harkat manusia.
Manusia juga memiliki jiwa dan raga dimana jiwa atau roh manusia
memiliki derajat (Hakekat) yang lebih tinggi karena berhubungan langsung
dengan pencipta-Nya dan memiliki kemampuan-kemampuan yang disebut
cipta, rasa dan karsa. Sedangkan raga manusia merupakan derajat paling
rendah di mata Tuhan karena berhubungan dengan kondisi dan tingkah
laku manusia yang terkadang manusia mengingkari hakekat dasar dan
martabat manusia lainnya.

b. Tanggung Jawab Manusia

Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah


keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung
jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung
segala sesuatunya, dan memberikan jawab serta menanggung akibatnya.
Tanggung jawab itu sendiri merupakan sifat yang mendasar dalam diri
manusia. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila
kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam
diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri
dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab.

3. Hukum

a. Taat Hukum Tuhan


Di dalam ajaran agama islam terdapat hukum atau aturan yang
harus dipatuhi oleh setiap umat karena sumbernya berasal dari Al-Qur'an
dan Hadist. Hukum islam (syara‘i) terdiri atas lima komponen yaitu :

1. Wajib ; Wajib adalah suatu perkara yang harus dilakukan oleh


pemeluk agama islam yang telah dewasa dan waras (mukallaf), di
mana jika dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan akan
mendapat dosa. Misal: Sholat fardu, Puasa Bulan Ramadhan, dll

2. Sunnah; Sunnat adalah suatu perkara yang bila dilakukan umat islam
akan mendapat pahala dan jika tidak dilaksanakan tidak berdosa.
Misal; Sholat Dhuha, Tahjjud, dll

3. Haram; Haram adalah suatu perkara yang mana tidak boleh sama
sekali dilakukan oleh umat muslim di mana pun mereka berada
karena jika dilakukan akan mendapat dosa dan siksa di neraka kelak.
Misal; Membunuh, Durhaka kepada Ortu, dll
4. Makruh; Makruh adalah suatu perkara yang dianjurkan untuk tidak
dilakukan akan tetapi jika dilakukan tidak berdosa dan jika
ditinggalkan akan mendapat pahala dari Allah SWT. Misal:
Merokok, Lalai, dll
5. Mubah; Mubah adalah suatu perkara yang jika dikerjakan seorang
muslim mukallaf tidak akan mendapat dosa dan tidak mendapat
pahala. Misal: Makan dan Minum, Melamum, dll

b. Fungsi Profetik Agama dalam Hukum

Fungsi profetik agama adalah bahwa agama sebagai sarana menuju


kebahagiaan dan juga memuat peraturan-peraturan yang mengondisikan
terbentuknya batin manusia yang baik, yang berkualitas, yaitu manusia
yang bermoral (agama sebagai sumber moral)

4. Moral

a. Agama Sebagai sumber Moral

Agama berperan penting dalm kehidupan umat manusia. Agama


menjadi pemandu dalam mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna,
damai dan bermartabat. Agama dalam bahasa Indonesia, religion dalam
bahasa Inggris, dan di dalam bahasa Arab merupakan sistem kepercayaan
yang meliputi tata cara peribadatan hubungan manusia dengan Sang
Mutlak, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia
dengan alam lainnya yang sesuai dengan kepercayaan tersebut.

b. Akhlak Mulia dalam kehidupan

Akhlak adalah tingkah laku, gambaran tentang perilaku yang


seyogyanya dimiliki seseorang muslim dalam rangka berhubungan dengan
Allah, sesama manusia, dan alam. akhlak menurut bahasa berarti tingkah
laku perangai atau tabiat. Akhlak menurut istilah adalah pengetahuan yang
menjelaskan tentang baik dan buruk. Sedangkan menurut Imam Ghazali
akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan
perbuatan-perbuatan dengan gampang dan mudah tanpa memerlukan
pertimbangan dan pemikiran.

5. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

a. Iman, Ipteks dan amal

Pengertian Iman berasal dari bahasa Arab yang artinya percaya.


Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan
hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan).
Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan
dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat
keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan
dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.
Hubungan Iman & Amal
Amal shaleh merupakan wujud dari keimanan seseorang berarti
orang yang beriman pasti akan beramal shaleh. Iman dan amal ibarat sisi
mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Iman tanpa amal shaleh juga
diibaratkan sebagai pohon tanpa buah. Dengan demikian seseorang
mengaku beriman harus menjalankan amalan keislamannya.
Hubungan Ilmu & Amal
Hubungan ilmu dan amal dapat difokuskan pada dua hal.
a. Pertama, ilmu adalah pembimbing amal perbuatan.
b. Kedua, jika orang itu berilmu maka harus diiringi dengan amal.
Amal akan bernilai bila dilandasi dengan ilmu. Begitu pula dengan
ilmu akan bernilai jika diamalkan. Seperti yang seharusnya, apabila kita
berilmu lalu kita pun harus mengamalkannya.
Dalam pandangan islam, antara agama, ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni terdapat hubungan yang harmonis dan dinamis yang
terintegrasi kedalam suatu sistem yang disebut dinul islam. Di dalamnya
terkandung tiga unsur pokok, yaitu akidah, syari’ah dan akhlak, dengan
kata lain Iman, Ilmu dan Amal shaleh. Sebagaimana digambarkan dalam
Al-Quran yang artinya:
“Tidakkah kamu perhatikan Allah telah membuat perumpamaan
kalimat yg baik (Dinul Islam) seperti sebatang pohon yg baik,
akarnya kokoh (menghujam ke bumi) dan cabangnya menjulang ke
langit. Pohon itu mengeluarkan buahnya setiap musim dengan
seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu
agar manusia selalu ingat" (QS: Ibrahim; 24-25).

b. Kewajiban Menuntut dan Mengamalkan Ilmu

Setiap muslim wajib menuntut ilmu. Rasulullah saw bersabda:


“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dan
perempuan”. Allah memberikan keutamaan dan kemuliaan bagi orang-
orang yang berilmu dalam firman-Nya dalam Al-Qur`an surat Al-
Mujaadilah ayat 11 : “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman
diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
derajat”. Orang-orang yang berilmu akan pula dimudahkan jalannya ke
syurga oleh Allah dan senantiasa didoakan oleh para malaikat
Dalam Islam, ilmu memiliki aksiologis yang sangat agung. Karena
dengan ilmu-lah semuanya berawal dalam meniti jalan suci ini. Selain itu,
ilmu juga dapat mengangkat derajat bagi siapa saja yang memilikinya.
Begitulah nikmatnya islam sehingga segala tingkah laku kita diatur oleh
Islam. Sampai pada ilmu pun Islam mengaturnya, mulai dari kewajiban
menuntut ilmu, mengamalkan ilmu dan ancaman bagi orang yang tidak
mengamlakan ilmu. hal tersebut harus kita pelajari secara mendetail
sehingga kita tidak termasuk orang yang salah dalam memahami ilmu.
Ilmu yang telah kita peroleh membutuhkan lahan agar ilmu tersebut dapat
menjadi penolong bagi kita yaitu dengan cara mengamalkannya, baik
dengan mengajarkannya maupun yang lainnya. Ilmu tersebut berpotensi
menjadi boomerang bagi kita jika kita tidak mengamalkan ilmu tersebut.

c. Tanggung Jawab Ilmuwan dan seniman

Tanggung jawab adalah sebagai perbuatan (hal dan sebagainya)


bertanggung jawab atau sesuatu yang dipertanggungjawabkan. Istilah
tanggung jawab dalam bahasa Inggris disebut responsibility atau dikenal
dengan istilah populer accountability, dalam bahasa agama disebut hisab
(perhitungan).
Penjelasan Alqur-an yang berkaitan dengan tuntutan tanggung
jawab yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan bahwa semua anggota
badan yang meliputi indra pendengaran, penglihatan dan hati harus
dipertanggungjawabkan. Seni adalah keindahan yang merupakan ekspresi
ruh dan budaya manusia yang mengandung dan mengungkapkan
keindahan. Ia lahir dari sisi terdalam manusia didorong oleh
kecenderungan seniman kepada yang indah, apa pun jenis keindahan itu.
Dorongan tersebut merupakan naluri manusia atau fitrah yang
dianugerahkan Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Tanggung jawab ilmuwan dan seniman meliputi:
(1) nilai ibadah,
(2) berdasarkan kebenaran ilmiah,
(3) ilmu amaliah, dan
(4) menyebar-luaskan ilmunya.

6. Kerukunan antar umat beragama

Kerukunan antar umat beragama dapat dikatakan sebagai suatu


kondisi sosial dimana semua golongan agama bisa hidup berdampingan
bersama-sama tanpa mengurangi hak dasar masing-masing untuk
melaksanakan kewajiban agamanya.
Kerukunan antar agama yang dimaksudkan ialah
mengupayakan agar terciptanya suatu keadaan yang tidak ada
pertentangan intern dalam masing-masing umat beragama, antar golongan-
golongan agama yang berbeda satu sama lain, antara pemeluk agama yang
satu dengan pemeluk agama yang lainnya, antara umat-umat beragama
dengan pemerintah.

7. Masyarakat

a. Masyarakat Beradab dan Sejahtera

Masyarakat adalah sejumlah individu yang hidup bersama dalam


wilayah tertentu, bergaul dalam jangka waktu lama sehingga
menimbulkan kesadaran pada diri setiap anggotanya sebagai suatu
kesatuan. Beradab berarti kesopanan, dan kebaikan budi pekerti. Sejahtera
berarti aman sentosa dan makmur, selamat dari gangguan dan kesukaran.
Masyarakat beradab dan sejahtera adalah masyarakat yang adil, terbuka,
demokratis, sejahtera, dengan kesadaran ketuhanan yang tinggi yang
diterapkan dalam kehidupan sosial. Masyarakat beradab dan sejahtera
mempunyai maksud bahwa masyarakat yang dikehendaki adalah
masyarakat yang kumpulan manusianya terdiri dari orang-orang yang
halus, sopan, dan baik budi pekertinya agar masyarakat tersebut selamat
dan bebas dari gangguan maupun kesukaran.

b. Peran Umat beragama dalam mewujudkan masyarakat beradab dan


sejahtera

Bangsa Indonesia yang tersebar mendiami bumi Nusantara terdiri


atas berbagai ragam suku, budaya, bahasa, dan agama. Keragaman yang
dimiliki oleh bangsa Indonesia itu merupakan kekayaan alam dan budaya
yang sangat potensial untuk menjadi modal dasar dalam pembangunan
masyarakat dan bangsa. Akan tetapi keragaman itu tidak mustahil menjadi
tantangan jika dalam implementasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara terjadi perpecahan. Maka dalam hal ini bukan hanya
pemerintah yang mempunyai peran tetapi juga masyarakat punya andil
yang besar dalam menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat, agar
segala perbedaan itu dapat dirangkum menjadi sesuatu yang bernilai
positif.

c. HAM dan demokrasi

HAM adalah hak yang telah dimiliki seseorang sejak ia ada di


dalam kandungan, HAM dalam Islam didefinisikan sebagai hak yang
dimiliki oleh individu dan kewajiban bagi negara dan individu
tersebut untuk menjaganya, Demokrasi adalah bentuk atau
mekanisme pemerintahan negara yang menjunjung tinggi kedaulatan
rakyat, Demokrasi menurut Islam dapat diartikan seperti
musyawarah, mendengarkan pendapat orang banyak untuk mencapai
keputusan dengan mengedepankan nilai – nilai keagamaan.

8. Budaya

a. Budaya Akademik

Budaya Akademik dapat dipahami sebagai suatu totalitas dari


kehidupan dan kegiatan akademik yang dihayati, dimaknai dan diamalkan
oleh warga masyarakat akademik, di lembaga pendidikan tinggi dan
lembaga penelitian.

b. Etos kerja, Sikap terbuka dan adil


Etos kerja dalam arti luas menyangkut akan akhlak dalam
pekerjaan. Untuk bisa menimbang bagaimana akhlak seseorang dalam
bekerja sangat tergantung dari cara melihat arti kerja dalam kehidupan,
cara bekerja dan hakikat bekerja. Secara umum etos kerja berfungsi
sebagai alat penggerak terhadap perbuatan dan kegiatan individu.
Keterbukaan atau transparansi berasal dari kata terbuka dan transparan,
yang secara harfiah berarti jernih, tembus cahaya, nyata, jelas, mudah
dipahami, tidak keliru,tidak ada keraguan. Dengan demikian transparansi
atau keterbukaan adalah tindakan yang memungkinkan suatu persoalan
menjadi jelas, mudah dipahami dantidak dipertanyakan lagi kebenarannya.
Adil berarti kejujuran,kelurusan, dan keikhlasan dan tidak berat setengah,
tidak memihak, tidak sewenang-wenang sesuai dengan hak yang harus
diperolehnya, mengetahui hak dan kewajiban mana yang benar dan yang
salah, jujur, tepat pada aturan yang berlaku, tidak pilih kasih dan pandang
siapapun, setiap orang diperlakukan sesuai dengan hak dankewajibannya

9. Politik

Kontribusi Agama dalam kehidupan berpolitik

Kontribusi Agama Dalam Bidang Politik Islam bukanlah semata


agama ( a religion ) namun juga merupakan sistem politik ( a
political sistem ), Islam lebih dari sekedar agama Dalam hal politik Islam
mengatur bagaimana seorang pemimpin harus bersikap terhadap
rakyatnya. Dan bagi seorang pemimpin ada pertanggung jawaban atas apa
yang telah dilakukan terhadap rakyatnya di akirat nanti. Ada batas-batasan
yang diberikan terhadap seorang pemimpin. Penjelasan dalam Al-Quran:
Al-Quran menjelaskan hal ini: Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan
hikmah (argumentasi yang kuat) dan nasihat yang baik serta bantahlah
mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang
mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia pula yang
lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS an-Nahl
[16]:125).

10. Peran Agama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa

Agama memberikan penerangan kepada manusia dalam hidup


bersama termasuk dalam bidang politik atau bernegara. Penerangan itu antara lain :
1. Perintah untuk Bersatu
2. Larangan untuk Saling Curiga
Islam melarang kepada semua orang baik dalam kapasitasnya sebagai individu, sebagai
kelompok sosial, maupun kelompok yang lain termasuk kelompok politik untuk saling
curiga, saling melecehkan atau sejenisnya. Sebaliknya, orang-orang yang tetap istiqamah
dalam kesatuan umat, mereka itulah sebagai orang yang mempererat petunjuk illahi dan
dapat merasakan kenikmatan bersaudara. Selain itu, peranan agama dalam mewujudkan
persatuan dan kesatuan dapat dilakukan dengan cara :
1. Memantapkan fungsi, peran dan kedudukan agama sebagai landasan moral, spiritual
dan etika dalam penyelenggaraan negara serta mengupayakan agar segala peraturan
perundang-undangan tidak bertentangan dengan moral agama.
2. Meningkatkan kualitas pendidikan agama melalui penyempurnaan sistem
pendidikan agama sehingga lebih terpadu dan integral sehingga sistem pendidikan
nasional dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
3. Meningkatkan dan memantapkan kerukunan hidup antar umat beragama sehingga
tercipta suasana yang harmonis dan saling menghormati dalam semangat
kemajemukan melalui dialog antar umat beragama dan pelaksanaan pendidikan
beragam secara deskriptif yang tidak dogmatis untuk tingkat Perguruan Tinggi.
4. Meningkatkan kemudahan umat beragama dalam menjalankan ibadahnya,
termasuk penyempurnaan kualitas pelaksanaan ibadah haji dan pengelolaan zakat
dengan memberikan kesempatan yang luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi
dalam penyelenggaraan.
5. Meningkatkan peran dan fungsi lembaga-lembaga keagamaan dalam
ikut mengatasi dampak perubahan yang terjadi dalam semua aspek
kehidupan untuk memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa serta
memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
Secara naluriah manusia tidak dapat hidup secara individual. Sifat
sosial pada hakikatnya adalah anugerah yang diberikan oleh Allah
S.W.T agar manusia dapat menjalani kehidupannya dengan baik.
Beberapa prinsip yang diajarkan Al-Quran untuk tujuan tersebut antara lain :
1. Prinsip Persatuan dan Persaudaraan
2. Prinsip Persamaan
3. Prinsip Kebebasan
4. Prinsip Tolong Menolong
5. Prinsip Perdamaian
6. Prinsip Musyawarah