Anda di halaman 1dari 17

JERUK LEMON KAYA AKAN MANFAAT UNTUK KESEHATAN

Home » Kesehatan » Jeruk Lemon Kaya Akan Manfaat Untuk Kesehatan


Sitrun, jeruk sitrun (dari bahasa Belanda, citroen), atau lemon adalah sejenis jeruk yang buahnya
biasa dipakai sebagai penyedap dan penyegar dalam banyak seni boga dunia. Pohon berukuran
sedang ini (dapat mencapai 6 m) tumbuh di daerah beriklim tropis dan sub-tropis serta tidak
tahan akan cuaca dingin. Sitrun dibudidayakan di Spanyol, Portugal, Argentina, Brasil, Amerika
Serikat dan negara-negara lainnya di sekitar Laut Tengah.

Jeruk Lemon Kaya Akan Manfaat Untuk Kesehatan


Tumbuhan ini cocok untuk daerah berikiim kering dengan musim dingin yang relatif hangat.
Suhu ideal untuk sitrun agar dapat tumbuh dengan baik adalah antara 15-30 °C (60-85 °F). Jeruk
lemon yang umumnya digunakan sebagai bahan dasar minuman dan pelengkap masakan ini
ternyata memiliki banyak manfaat. Jeruk lemon dapat dengan mudah anda temui di pasaran baik
pasar traditional maupun pasar swalayan. Jeruk lemon berbentuk oval dan berwarna kuning
terang. Rasanya lebih asam maka tidak heran jeruk ini begitu segar untuk dijadikan minuman.

Kandungan Gizi dalam Jeruk Lemon :


Buah jeruk lemon memiliki rasa pahit, asam, sedikit dingin, sangat berkhasiat bagi tubuh
manusia, dan sangat ampuh mengobati berbagai penyakit. Jeruk lemon kaya akan unsur-unsur
senyawa kimia yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Tumbuhannya mengandung minyak atsiri
yang di dalamnya terlarut senyawa-senyawa kimia, seperti linalin asetat, geranil asetat, sitral,
limonen, dan fellandren. Air buah Jeruk nipis mengandung 8 persen asam sitrat. Selain itu dalam
100gram buah jeruk lemon, mengandung vitamin C 27mg, vitamin B1 0, 04mg, kalsium 40 mg,
kalori 27gr, fosfor 22mg, protein 0,8 gr, zat besi 0,6 mg, hidrat arang 12,4 gr, air. 86 grdan lemak
0,1gr
Khasiat Jeruk lemon adalah sebagai berikut :
Membersihkan Tubuh.
Berdasarkan buku yang ditulis oleh Jethro Kloss “Back to Eden” menjelaskan dengan detail
manfaat dari air perasan lemon. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa air lemon bisa mencega
sepsis (penumpukkan bakteri di dalam tubuh). Selain itu Air lemon juga memiliki efek anti
scourbutic aau kemampuan tubuh untuk mencegah penyakit dan membersihkan kotoran dalam
tubuh. Selain itu sumber lain yaitu dari buku “You Are What You Eat,” oleh Dr. Gillian
McKeith juga menjelaskan bahwa segelas air hangat yang dicampur dengan perasan lemon di
pagi hari setelah bangun tidur mampu membersihkan lendir yang tidak berguna di dalam tubuh
sehari sebelumnya. Tapi ada baiknya lakukan juga malam hari sebelum tidur.
Membantu Kerja Sistem Pencernaan.
Dengan meminum air perasan Lemon atau air lemon ternyata dapat meredakan berbagai
gangguan pencernaan seperti mulas, kembung, dan juga kram perut. Selain itu dengan meminum
air lemon secara teratur bisa membersihkan usus dan juga mencegah terjadinya sembelit dan
diare. Satu sendok teh air lemon yang di campurkan ke dalam setengah gelas air membantu
untuk meredakan rasa mulas.Air yang digunakan dianjurkan tidak terlalu panas atau dingin.

Menurut Ann Heustad,


Perasan 3 sampai dengan 4 lemon mampu menghilangkan rasa sakit dan mengurangi aliran darah
berlebihan ketika seorang wanita menstruasi.

Merangsang Kerja Hati.


Air lemon juga membantu melarutkan asam urat dan racun lainnya yang ada di dalam hati.
Selain itu mampu meluruhkan batu empedu dan meringankan demam yang disebabkan malaria.
Kandungan Kalium yang sangat tinggi di air lemon membantu menyembukan biliousness atau
gejala gangguan hati yang bisa menyebabkan sembelit, pusing, muntah dan kehilangan nafsu
makan.
Orang yang memiliki gangguan hati menurut Kloss harus minum air hangat perasan lemon 1 jam
sebelum sarapan. Tapi perlu diingat, Air perasan Lemon ini bisa dirasakan jika lemon tersebut
dalam kondisi segar. Untuk lemon yang diawetkan tidak bakal memberi khasiat yang sama.
Daging buah jeruk mengandung banyak asam sitrat yang memberikan rasa masam yang tajam
tetapi segar. . Kandungan asam sitrat pada lemon terbukti dapat membunuh bakteri yang
berkembang di dalam mulut.
Satu buah jeruk dapat mensuplai sekitar 116,2 persen asupan vitamin C. Mengkonsumsi satu
buah jeruk sehari dapat membantu kita mempertahankan keremajaan kulit.

Kandungan Vitamin C pada jeruk dapat membantu menekan risiko kanker usus besar karena
efektif dapat mengusir radikal bebas yang menyebabkan kerusakan pada metabolisme tubuh.

Vitamin B6 yang terkandung dalam jeruk membantu produksi hemoglobin dan juga menjaga
tekanan darah agar tetap normal.

Senyawa Polymethozylated flavon (PMFs) dalam kulit buah jeruk memiliki potensi untuk
menurunkan kolesterol lebih efektif dan tanpa efek samping daripada resep obat lainnya.
Selain itu, Serat dalam jeruk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. dan kandungan
fruktosa pada jeruk dapat menjaga gula darah tetap normal, Karena itulah, jeruk aman dijadikan
makanan selingan sehat bagi penderita diabetes.

Asal-Usul Lemon
Lemon memiliki nama ilmiah Citrus limon. Lemon termasuk family Rutaceae, dari genus Citrus,
termasuk di dalamnya adalah jeruk biasa, jeruk bali, tangerine, dan grapefruit (jenis jeruk besar).
Lemon merupakan buah dengan ukuran terkecil diantara buah lain dalam genus Citrus.
Meskipun ukurannya kecil, Tapi ternyata khasiat lemon sangatlah besar.
Lemon adalah tanaman asli Asia. Buah ini diduga berasal dari kaki bukit Himalaya, timur laut
India. Kemudian dari sana, lemon tersebar di seluruh daerah Timur Tengah, benua Eropa, benua
Afrika, dan bahkan sampai ke Amerika.
Kandungan Lemon
Lemon mengandung banyak kelenjar minyak atsiri. Daging buah terdiri dari sejumlah segmen,
yang disebut karpel, yang didalamnya tersusun dari gelembung-gelembung sari jeruk. Buah
lemon yang sudah matang akan berubah warna yang awalnya berwarna hijau menjadi kuning
serta memiliki panjang diameter sekitar 5 – 8 cm dan berat sekitar 50 – 80 gram.
Buah lemon digunakan baik untuk keperluan kuliner maupun non-kuliner di seluruh dunia,
terutama untuk di jus. Daging buah dan kulitnya juga digunakan untuk memasak dan membuat
kue/roti. Kandungan asam sitrat di dalam jus lemon adalah sekitar 5% hingga 6%. Asam sitrat
yang dimaksud adalah kandungan zat yang memberikan rasa asam pada buah lemon. Rasa asam
ini juga yang sering dijadikan bahan utama pada berbagai olahan makanan dan minuman.
Memilih Lemon Yang Bagus
Puncak musim panen lemon biasanya sekitar bulan April sampai dengan Agustus. Saat anda
membeli lemon, pilih yang berwarna kuning terang dengan aroma jeruk yang khas dan segar.
Jangan pilih lemon yang berwarna hijau gelap, karena tandanya, lemon belum matang dan
kandungan air di dalamnya akan lebih sedikit. Hindari juga lemon dengan kulit berbintik-bintik
gelap, karena biasanya akan lebih cepat membusuk.
Sistem Keamanan
Jus Lemon memiliki PH yang sangat rendah, yaitu sekitar 2. Pada penderita sariawan biasanya
rasa jus lemon yang lumayan asam akan menimbulkan sensasi seperti terbakar jika mengenai
area lidah, bibir atau mulut yang terinfeksi. Awas jangan sampai berlebihan, jika seorang
penderita maag mengkonsumsi jus lemon dalam jumlah yang banyak maka beresiko terhadap
asam lambung.
Variasi Olahan Lemon
Sebelum anda mengolah lemon, terlebih dahulu cuci bersih buah lemon dengan menggunakan air
dingin. Biasanya, untuk dapat memeras ekstrak lemon, lemon dipotong menjadi dua bagian yang
sama. Kemudian gunakan alat peras khusus jeruk yang bisa anda dapatkan di pasaran.
Berikut adalah beberapa variasi olahan lemon :
1. Irisan lemon dapat digunakan sebagai hiasan pada makanan (contohnya : salad) dan berbagai
minuman.
2. Lemon dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan berbagai minuman segar maupun
kemasan.
3. Lemon digunakan sebagai campuran dalam berbagai jenis makanan, seperti berbagai hidangan
kue (cakes, pastry) dan bumbu pelengkap.
4. Jus lemon dapat dibekukan dan disimpan untuk digunakan di kemudian hari.
5. Bagian terluar kulit lemon yang kaya akan kelenjar minyak dan kaya akan citarasa dapat diparut
dan digunakan dalam berbagai olahan kuliner.
6. Di Persia, lemon dapat dikeringkan dan diawetkan untuk digunakan sebagai bumbu kuliner khas
persia.
7. Lemon dan jeruk nipis dapat dijadikan asinan. Keduanya merupakan lauk pauk yang populer di
Timur Tengah, India, Pakistan dan Maroko.

Sumber: https://pulauherbal.com/jurnal/2427-semua-hal-tentang-lemon-yang-harus-anda-tahu-
2.html
https://pulauherbal.com/jurnal/2427-semua-hal-tentang-lemon-yang-harus-anda-tahu-2.html

Uraian Tanaman
Habitus pohon kecil, tinggi antara 2-3 m. Daun berbentuk bulat telur. Bunganya tumbuh di ketiak daun. Buahnya
bertangkai pendek dengan bentuk bulat telur atau lonjong yang ujungnya mengecil seperti pentil, daging buahnya
berwarna kuning muda, harum dan rasanya masam. Tumbuhan jeruk lemon berasal dari India, di
Indonesia tumbuh baik dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.000 m dpl. Tumbuhan ini dapat
berbuah sepanjang tahun asaikan keadaan tanahnya subur dan pengairannya cukup. Jeruk lemon dimanfaatkan sari
buahnya untuk membuat minuman penyegar. Dibandingkan dengan buah-buahan yang lain seperti pisang, pepaya,
semangka, juga jenis jeruk lain, kandungan vitamin C pada buah jeruk lemon sangat tinggi. Perbanyakan
tumbuhan dengan biji atau cangkokan.
Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis
Asam, sejuk, aromatik, berkhasiat menghilangkan haus, mengatasi skurvi/skorbut/sariawan (antiscorbutic),
mengembalikan fungsi pencernaan, menurunkan tekanan darah (hipotensif), antioksidan, antibakterial,
antiseptik, menurunkan panas (antipiretik), meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan infeksi.

Kandungan Kimia
Pektin, minyak atsiri 70 % limonene, alpha-terpinene, alpha-pinene, beta-pinene, citral, felandren,
koumarins, bioflavonoids geraniol asetat, asam sitrat, linalil asetat, dan zat gizi, yaitu: vitamin A, vitamin B1,
vitamin B2, vitamin C (50 mg per 100 gr buah), kalsium, fosfor, besi, serat, protein, karbohidrat, lemak.
- Limonene sebagai antioksidan, agen antikanker juga membantu mengatasi batu empedu dan batu
ginjal, dengan cara membantu melarutkan toksin dari hati dan ginjal.
- Bioflavonoid sebagai antioksidan dan memperkuat lapisan dalam pembuluh darah.
Bagian yang dipakai: Buah dan kulit buah
Kegunaan
Antikanker, menurunkan kolesterol,mencegah pengerasan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, batu
empedu (cholelithiasis), memperlambat penuaan, mencegah keriput,membersihkan kulit, meningkatkan
stamina, menghilangkan lesu dan lelah, menghilangkan haus, tidak nafsu makan, mencegah dan mengatasi
skurvi (penyakit kekurangan vitamin C), sariawan, Radang tenggorokan (pharyngitis), Batuk berdahak,
Radang saluran nafas(bronchitis), gangguan pencernaan (dyspepsia), gangguan lambung, dan lain-lain.

Dosis pemakaian
Pemakaian luar: air jeruk lemon dioleskan pada kulit
Pemakaian dalam: 15-30 gr kulit jeruk direbus, airnya diminum atau 1/2-1 buah segar diperas, lalu diminum.

Manfaat Cara Penggunaan


a. Mencegah keriput: Jus jeruk lemon, minyak zaitun, dan putih telur ayam kampung secukupnya, diaduk
rata kemudian dioleskan pada bagian kulit tersebut, setelah kering dibersihkan.
b. Gangguan pencernaan: 20 cc air jeruk lemon murni atau dicampur dengan air hangat digunakan untuk
berkumur di tenggorokan selama beberapa menit kemudian ditelan.
c. Sariawan, kekurangan vitamin C (skurvi): Jeruk lemon diperas dan diminum airnya sebanyak
satu sendok makan. Lakukan 3 x sehari.
d. Menurunkan kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi: 20 lembar daun salam rebus dengan
600 cc air hingga tersisa 200 cc disaring, tambahkan 50 cc air jeruk lemon da aduk, dan diminum.
e. Flu, influenza:1 buah jeruk lemon diperas, 10 gr bawang putih dan 10 gr jahe dihaluskan, campur semua
bahan, tambahkan 1 sendok madu dan 1 cangkir (150 cc) air hangat, diaduk lalu diminum. Lakukan 3 x sehari.

Lemon (Citrus limon) merupakan salah satu buah-buahan citrus yang paling banyak
digunakan di dunia, baik untuk keperluan konsumsi maupun non konsumsi. Sari lemon terdiri
dari 5 hingga 6% asam sitrat yang membuatnya memiliki rasa asam. Lemon biasanya diolah
menjadi jus, limun, pie, pancake, dll. Lemon juga dapat dijadikan campuran salad atau acar
seperti banyak dilakukan di India, Pakistan, dan Timur Tengah.

Asal buah lemon belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan dari China, Myanmar, atau
India. Di Indonesia sendiri, lemon masih kalah merakyat dari saudaranya, lime atau jeruk nipis
(Citrus aurantifolia). Meski demikian, bukan berarti bahwa lemon kalah bergizi dibandingkan
jeruk nipis atau buah citrus lainnya. Lemon pun kaya nutrisi dan memiliki berbagai manfaat
untuk kesehatan.
Kandungan Gizi Lemon

Sama halnya dengan buah citrus, lemon kaya akan vitamin C. Kandungannya bahkan lebih tinggi
dibandingkan jeruk nipis, yakni dapat memenuhi memenuhi 88% kebutuhan harian per 100
gram. Asam sitrat merupakan asam organik yang paling melimpah di dalam lemon, dengan
jumlahnya mencapai 47 gram/liter dalam sari buahnya.

Kandungan nutrisi lemon per 100 gram.


Buah yang umumnya berwarna kuning segar ini juga mengandung senyawa fitokimia seperti
polifenol, terpenes, naringin, naringenin, hesperidin, diosmin, eriositrin, dan d-limonene.

Selain itu, Anda juga dapat menemukan vitamin dan mineral penting lain seperti vitamin B6,
potasium, zat besi, magnesium, kalsium, dan serat pangan.

Manfaat Lemon untuk Kesehatan

Seperti buah-buahan citrus pula, ada berbagai manfaat lemon untuk kesehatan, di antaranya
seperti tercantum berikut ini:

Mengatasi masalah pencernaan dan konstipasi


Sari lemon dapat membantu mengatasi masalah pencernaan dan konstipasi. Campurkan beberapa
tets lemon padamakanan Anda. Lemon akan bertindak sebagai pencuci dan pembersih darah.
Lemon juga baik diminum setelah makan untuk membantu melancarkan pencernaan.

Limun, jeruk dan buah-buahan semacam ini mengandung banyak asam sitrat.
Penggunaan utama asam sitrat saat ini adalah sebagai zat pemberi cita
rasadan pengawet makanan dan minuman, terutama minuman ringan. Kode asam sitrat sebagai
zat aditif makanan (E number ) adalah E330. Garam sitrat dengan berbagai
jenis logam digunakan untuk menyediakan logam tersebut (sebagai bentuk biologis) dalam
banyak suplemen makanan. Sifat sitrat sebagai larutan penyangga digunakan sebagai
pengendali pH dalam larutan pembersih dalam rumah tangga dan obat-obatan.
Kemampuan asam sitrat untuk meng-kelat logam menjadikannya berguna sebagai
bahan sabun dan deterjen. Dengan meng-kelat logam pada air sadah, asam sitrat
memungkinkan sabun dan deterjen membentuk busa dan berfungsi dengan baik tanpa
penambahan zat penghilang kesadahan. Demikian pula, asam sitrat digunakan untuk
memulihkan bahan penukar ion yang digunakan pada alat penghilang kesadahan dengan
menghilangkan ion-ion logam yang terakumulasi pada bahan penukar ion tersebut sebagai
kompleks sitrat.

Lemon (Citrus limon) merupakan salah satu buah-buahan citrus yang paling banyak digunakan
di dunia, baik untuk keperluan konsumsi maupun non konsumsi. Sari lemon terdiri dari 5 hingga
6% asam sitrat yang membuatnya memiliki rasa asam. Lemon biasanya diolah menjadi jus,
limun, pie, pancake, dll. Lemon juga dapat dijadikan campuran salad atau acar seperti banyak
dilakukan di India, Pakistan, dan Timur Tengah.

Asal buah lemon belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan dari China, Myanmar, atau
India. Di Indonesia sendiri, lemon masih kalah merakyat dari saudaranya, lime atau jeruk nipis
(Citrus aurantifolia). Meski demikian, bukan berarti bahwa lemon kalah bergizi dibandingkan
jeruk nipis atau buah citrus lainnya. Lemon pun kaya nutrisi dan memiliki berbagai manfaat
untuk kesehatan.

Kandungan Gizi Lemon

Sama halnya dengan buah citrus, lemon kaya akan vitamin C. Kandungannya bahkan lebih tinggi
dibandingkan jeruk nipis, yakni dapat memenuhi memenuhi 88% kebutuhan harian per 100
gram. Asam sitrat merupakan asam organik yang paling melimpah di dalam lemon, dengan
jumlahnya mencapai 47 gram/liter dalam sari buahnya.
Kandungan nutrisi lemon per 100 gram.
Buah yang umumnya berwarna kuning segar ini juga mengandung senyawa fitokimia seperti
polifenol, terpenes, naringin, naringenin, hesperidin, diosmin, eriositrin, dan d-limonene.

Selain itu, Anda juga dapat menemukan vitamin dan mineral penting lain seperti vitamin B6,
potasium, zat besi, magnesium, kalsium, dan serat pangan.

Manfaat Lemon untuk Kesehatan

Seperti buah-buahan citrus pula, ada berbagai manfaat lemon untuk kesehatan, di antaranya
seperti tercantum berikut ini:

Mengatasi masalah pencernaan dan konstipasi


Sari lemon dapat membantu mengatasi masalah pencernaan dan konstipasi. Campurkan beberapa
tets lemon padamakanan Anda. Lemon akan bertindak sebagai pencuci dan pembersih darah.
Lemon juga baik diminum setelah makan untuk membantu melancarkan pencernaan.

Mengatasi flu, demam, dan infeksi tenggorokan


Seperti jeruk, sari lemon baik diminum untuk mengatasi flu, demam, dan pilek. Lemon dapat
menurunkan demam dengan meningkatkan perspirasi. Vitamin C-nya juga membantu
meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit. Lemon pun sering digunakan untuk
mengatasi infeksi tenggorokan karena senyawa antibakteri yang dimilikinya.

Mengatasi masalah gigi dan gusi


Sari lemon juga banyak digunakan dalam perawatan gigi. Di antaranya, lemon dapat membantu
meredakan nyeri jika dioleskan di area yang mengalami sakit gigi. Memijatkan sari lemon pada
gusi juga dapat menghentikan pendarahan. Lemon pun dapat digunakan untuk membersihkan
gigi sehari-hari, sekaligus mencegah bau mulut yang disebabkan oleh masalah gigi dan gusi.

Lemon kaya akan vitamin C dan


memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. [Horwin/Pixabay]Membantu menurunkan berat
badan
Sari lemon kerap disertakan dalam diet penurunan berat badan. Biasanya, sari lemon
dicampurkan dengan air hangat dan madu. Tak hanya sehat, lemon juga rendah kalori, bahkan
termasuk yang terendah di antara buah citrus lainnya. Sekitar 100 g lemon hanya mengandung
29 kalori. Lemon pun bebas kolesterol, lemak jenuh, dan memiliki indeks glikemik rendah.
Lemon juga kaya serat pangan sehingga baik dikonsumsi Anda yang ingin memangkas berat
badan.
Membantu melawan kolera
Penambahan jus lemon di waktu makan utama diyakini telah memberikan perlindungan terhadap
wabah kolera yang pernah melanda beberapa desa di Afrika Barat. Beberapa penelitian
memperlihatkan bahwa lemon dan jeruk nipis dapat memperpendek siklus penyembuhan dan
mempercepat aktivitas sel imun bernama monosit.
Menurunkan risiko jantung dan stroke
Defisiensi vitamin C dalam darah sering dikaitkan dengan meningkatnya penyakit stroke,
terutama pada mereka yang obesitas atau memiliki tekanan darah tinggi. asupan serat terisolasi
dari buah-buahan citrus, termasuk lemon, dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Minyak
esensial dalam lemon juga mampu mencegah oksidasi kolesterol LDL.

Lemon juga mengandung senyawa fitokimia seperti antioksidan hesperidin dan diosmin.
Hesperidin dapat menguatkan pembuluh darah dan atherosklerosis. Sedangkan diosmin
digunakan di beberapa obat yang mempengaruhi sistem peredaran darah. Gunanya adalah
meningkatkan kesehatan otot vaskular dan mengurangi inflamasi kronis pada pembuluh darah.

Beberapa studi pada tikus percobaan juga menunjukkan bahwa tanaman yang mengandung
hesperidin dan diosmin memiliki efek baik yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Mencegah pembentukan batu ginjal


Asam sitrat dalam lemon tak hanya bertugas memberikan rasa asam. Beberapa studi
menunjukkan bahwa asam sitrat efektif dalam mencegah pembentukan batu ginjal. Diduga, hal
ini dikarenakan asam sitrat dapat mengencerkan urin dan meningkatkan jumlah urin yan gkeluar.
Studi ini juga menyebutkan bahwa meminum 2 liter limun sehari sudah dapat meningkatkan
kadar asam sitrat secara signifikan.

Mencegah anemia
Anemia sering disebabkan karena defisiensi zat besi, terutama pada wanita yang berada di tahap
pre-menopause. Meski hanya mengandung sedikit zat besi, lemon kaya vitamin C dan asam sitrat
yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan lain.

Pencegahan kanker
Dalam studi laboratorium dan hewan, limonoid pada lemon diketahui dapat melawan sel kanker
mulut, kulit, paru-paru, payudara, perut, dan usus. Peneliti dari US Agricultural Research Service
(ARS) juga mengatkan bahwa tubuh kita dapat menyerap senyawa limonoid bernama limonin
yang jumlahnya hampir sama dengan vitamin C di buah-buahan citrus. Limonin pun mudah
dicerna tubuh dan tersedia dalam jangka waktu lebih lama dibandingkan senyawa anti
karsinogen alami lainnya.

Lemon juga mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti hesperetin, naringin, naringenin,
dan eriocitrin. Senyawa-senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang dapat
mencegah kerusakan DNA akibat radikal bebas pada studi in vitro.

Mencegah radang sendi (artritis reumatoid)


Meski satu studi menunjukkan bahwa dosis tinggi suplemen vitamin C dapat menyebabkan
osteoartritis, studi lain justru mengungkap hasil sebaliknya. Studi yang disampaikan dalam
“Annals of the Rheumatic Diseases” ini dilakukan pada lebih dari 20 ribu subjek yang bebas
artritis pada awal penelitian. Haslinya, subjek yang paling sedikit mengkonsumsi makanan kaya
vitamin C memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk terserang artritis daripada mereka yang paling
banyak memakannya.

Mengatasi scurvy
Scurvy merupakan gangguan yang timbul saat tubuh kekurangan vitamin C. Gejalanya meliputi
anemia, tubuh lemas, radang gusi, hingga pendarahan pada kulit. Sekitar 100 g lemon sendiri
dapat memenuhi 88% kebutuhan vitamin C harian sehingga sering digunakan untuk mengatasi
scurvy. Lemon juga banyak digunakan untuk menangani gangguan telinga seperti tinnitus dan
meniere.

ARA tradisional menyembuhkan maag bisa dengan dilakukan dengan jeruk lemon yang
justru rasanya asam. Tidak percaya? Buktikan saja!

"Perasan jeruk lemon sudah dinyatakan efektif dan tidak mengganggu lambung, bahkan aman
untuk yang maag. Ketika asam lemon masuk ke dalam lambung, dapat menetralisir asam di
dalam lambung. Senyawa asam lemon yang masuk ke dalam perut pun menyebabkan adanya
produksi cairan di lambung yang berfungsi melindungi dinding lambung. Serta enzim dari
cairan tersebut menjaga kesehatan lambung," tutur Tjok Gde Kerthyasa, ahli homeopathy (ahli
herbal) asal Bali saat dihubungi Okezone, belum lama ini.

Minum perasan air lemon dari setengah jeruk lemon. Campur dengan air yang hangat-hangat
kuku sebelum sarapan satu kali sehari.
Kendati demikian, Tjok Gde mengingatkan, untuk selalu menjaga pola makan dengan benar
agar sakit maag tidak mengganggu.

"Sakit maag umumnya disebabkan karena pola makan yang tidak benar. Jadi, menjaga
kesehatan lambung tidak hanya dengan herbal perasan jeruk lemon ini, tetapi juga harus
diimbangi dengan pola makan yang benar, dan pemilihan menu yang sehat. Hindari gorengan,
makanan terlalu pedas, kurangi daging karena menyebabkan kolesterol yang dapat memicu
gangguan lambung," tutupnya.(ina)

Jeruk lemon memang rasanya sangat asam, dan baru bisa dinikmati jika dicampur
dengan air gula. Jeruk lemon biasanya lebih mudah tumbuh dan berbuah lebat.Jeruk lemon juga
biasa dipergunakan sebagai bahan tambahan membuat sambal enak atau beberapa jenis
masakan lain . Masyarakat Mesir kuno percaya bahwa mengkonsumsi lemon sangat penting
untuk melindungi mereka dari berbagai racun, dan ini sekarang sudah dibuktikan oleh
penelitian terbaru. Bukti konsumsi lemon 2.000 tahun yang lalu ditemukan di reruntuhan
Pompeii, yang terkubur ketika Gunung Vesuvius meletus. Namun secara umum lemon pertama
kali dibudidayakan di India. Advertisement Berikut tentang Manfaat lemon dan kandungan
nutrisi yang terdapat didalamnya: Kandungan nutrisi dan mineral pada jeruk lemon Lemon
adalah salah satu sumber yang kaya vitamin C, walau harga jeruk lemon lebih murah, namun ia
kaya akan nilai gizi. Satu cangkir jus lemon terdapat 55 gm vitamin C atau lebih dari 70 persen
dari kecukupan gizi yang dianjurkan untuk wanita. Selain itu, lemon mengandung potassium,
dan beberapa jumlah kalsium dan zat besi. Seorang Ahli gizi berbasis di Mumbai, Shibani
Talpade menegaskan, “Kadar vitamin C dalam lemon dapat memperkuat dinding pembuluh
darah dan membantu mencegah aterosklerosis. Lemon juga mempromosikan penyerapan zat
besi, yang pada akhirnya dapat membantu mengembangkan kepadatan tulang, terutama pada
wanita dan anak-anak. ” Jeruk lemon untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit Jus
lemon terdiri dari sekitar 5 persen asam sitrat yang memberikan rasa asam. Jenis buah jeruk
yang satu ini daat melawan infeksi dan obat yang cepat untuk menyembuhkan banyak penyakit
umum. Lemon dapat membantu meringankan berbagai masalah pencernaan bila dicampur
dengan air panas. Lemon juga berguna untuk memerangi pilek – yaitu satu sendok jus lemon
dicampur dengan satu sendok madu dapat memberikan bantuan. Jika lemon ditambahkan ke air
panas atau teh, bisa membantu meringankan rasa sakit. Lihat juga : Kandungan gizi dan
manfaat buah Kiwi Lemon juga memiliki juga sifat terapeutik “Ini membantu menyembuhkan
luka lebih cepat karena kandungan vitamin C nya dapat merangsang produksi kolagen – syarat
utama untuk menyembuhkan luka atau cedera,” kata Talpade. Masalah yang diakibatkan oleh
mulut kering dapat diatasi dengan lemon, yaitu yang dapat merangsang aliran air liur secara
efektif. Salah satu dari banyak atribut lemon adalah kemampuannya untuk meredakan mual.
Mengisap irisan lemon akan membantu untuk meredakan rasa mual. Jeruk lemon dapat
dikonsumsi sebagai minuman jus yang segar , atau Anda bisa juga mendapatkan minuman
lemon yang telah banyak tersedia di toko.

Read more at tipcaramanfaat.com: Manfaat Jeruk Lemon untuk kesehatan

Di mata pakar kesehatan, lemon memang sehat bagi tubuh karena mengandung asam
sitrat dan vitamin C yang tinggi. Asam sitrat (asam yang terdapat dalam kelompok buah citrus)
baik untuk membuat air seni menjadi lebih basa.

"Ketika air seni bersifat asam maka memudahkan terjadinya batu saluran kemih. Kalau basa
bisa mencegahnya," jelas pakar nutrisi dr. Johannes Chandrawinata, SpKG, saat diwawancara
Wolipop melalui telepon, Rabu (20/8/2014).

Sejarah Asam Sitrat


Asam sitrat diyakini ditemukan oleh alkimiawan Arab-Yemen (kelahiran Iran) yang
hidup pada abad ke-8, Jabir Ibn Hayyan. Pada zaman pertengahan, parailmuwan Eropa
membahas sifat asam sari buah lemon dan limau; hal tersebut tercatatdalam ensiklopedia
Speculum Majus (Cermin Agung) dari abad ke-13 yangdikumpulkan oleh Vincent dari Beauvais.
Asam sitrat pertama kali diisolasi padatahun 1784 oleh kimiawan Swedia, Carl Wilhelm Scheele,
yang mengkristalkannyadari sari buah lemon. Pembuatan asam sitrat skala industri dimulai pada
tahun 1860,terutama mengandalkan produksi jeruk dari Italia.
Pada tahun 1893, C.Wehmer menemukan bahwa kapang Penicillium dapat membentuk
asam sitrat dari gula. Namun demikian, pembuatan asam sitrat dengan mikroba secara industri
tidaklah nyata sampai Perang Dunia I mengacaukan ekspor jeruk dari Italia. Pada tahun 1917,
kimiawan pangan Amerika, James Currie menemukan bahwa galur tertentu kapang Aspergillus
niger dapat menghasilkan asamsitrat secara efisien, dan perusahaan kimia Pfizer memulai
produksi asam sitrat skala industri dengan cara tersebut dua tahun kemudian.

2.2 Asam Sitrat


Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah
tumbuhan genus Citrus (jeruk-jerukan). Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang baik dan
alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan minuman ringan.
Dalam biokimia, asam sitrat dikenal sebagai senyawa antara dalam siklus asam sitrat yang terjadi
di dalam mitokondria, yang penting dalam metabolisme makhluk hidup. Zat ini juga dapat
digunakan sebagai zat pembersih yang ramah lingkungan dan sebagai antioksidan.
Asam sitrat terdapat pada berbagai jenis buah dan sayuran, namun ditemukan pada
konsentrasi tinggi, yang dapat mencapai 8% bobot kering, pada jeruk lemon dan limau (misalnya
jeruk nipis dan jeruk purut).
Rumus kimia asam sitrat adalah C6H8O7 (strukturnya ditunjukkan pada tabel informasi di
sebelah kanan). Struktur asam ini tercermin pada nama IUPAC-nya, asam 2-hidroksi-1,2,3-
propanatrikarboksilat.

2.3 Sifat Fisika dan Kimia Asam Sitrat


Sifat-sifat fisis asam sitrat dirangkum pada tabel di bawah. Keasaman asam sitrat
didapatkan dari tiga gugus karboksil COOH yang dapat melepas proton dalam larutan. Jika hal
ini terjadi, ion yang dihasilkan adalah ion sitrat. Sitrat sangat baik digunakan dalam larutan
penyangga untuk mengendalikan pH larutan. Ion sitrat dapat bereaksi dengan banyak ion logam
membentuk garam sitrat. Selain itu, sitrat dapat mengikat ion-ion logam dengan pengkelatan,
sehingga digunakan sebagai pengawet dan penghilang kesadahan air (lihat keterangan tentang
kegunaan di bawah).
Pada temperatur kamar, asam sitrat berbentuk serbuk kristal berwarna putih. Serbuk
kristal tersebut dapat berupa bentuk anhydrous (bebas air), atau bentuk monohidrat yang
mengandung satu molekul air untuk setiap molekul asam sitrat. Bentuk anhydrous asam sitrat
mengkristal dalam air panas, sedangkan bentuk monohidrat didapatkan dari kristalisasi asam
sitrat dalam air dingin. Bentuk monohidrat tersebut dapat diubah menjadi bentuk anhydrous
dengan pemanasan di atas 74 °C. Secara kimia, asam sitrat bersifat seperti asam karboksilat
lainnya. Jika dipanaskan di atas 175 °C, asam sitrat terurai dengan melepaskan karbon dioksida
dan air.
Asam sitrat memiliki titik didih 219 F dengan PH 0,6.Keasaman asam sitrat didapatkan
dari tiga gugus karboksil COOH yang dapat melepas proton dalam larutan. Jika hal ini
terjadi, ionyang dihasilkan adalah ion sitrat. Sitrat sangat baik digunakan dalamlarutan
penyangga untuk mengendalikan pH larutan. Ion sitrat dapat bereaksi dengan banyak ion logam
membentuk garam sitrat. Selain itu, sitrat dapat mengikat ion-ion logam dengan pengkelatan,
sehingga digunakan sebagai pengawet dan penghilang kesadahan air.
Pada temperatur kamar, asam sitrat berbentuk serbuk kristalberwarna putih. Serbuk
kristal tersebut dapat berupa bentukanhydrous (bebas air), atau bentuk monohidrat yang
mengandung satu molekul air untuk setiap molekul asam sitrat. Bentuk anhydrousasam sitrat
mengkristal dalam air panas, sedangkan bentuk monohidrat didapatkan dari kristalisasi asam
sitrat dalam air dingin. Bentuk monohidrat tersebut dapat diubah menjadi
bentuk anhydrousdengan pemanasan di atas 74 °C. Secara kimia, asam sitrat bersifat
seperti asam karboksilat lainnya. Jika dipanaskan di atas 175 °C, asam sitrat terurai dengan
melepaskan karbon dioksida dan air.

2.4 Produksi Asam Sitrat


Dalam proses produksi asam sitrat yang sampai saat ini lazim digunakan, biakan kapang
Aspergillus niger diberi sukrosa agar membentuk asam sitrat. Setelah kapang disaring dari
larutan yang dihasilkan, asam sitrat diisolasi dengan cara mengendapkannya dengan kalsium
hidroksida membentuk garam kalsium sitrat. Asam sitrat di-regenerasi-kan dari kalsium sitrat
dengan penambahan asam sulfat.
Cara lain pengisolasian asam sitrat dari hasil fermentasi adalah dengan ekstraksi
menggunakan larutan hidrokarbon senyawa basa organik trilaurilamina yang diikuti dengan re-
ekstraksi dari larutan organik tersebut dengan air.

Kegunaan
Penggunaan utama asam sitrat saat ini adalah sebagai zat pemberi cita rasadan pengawet
makanan dan minuman, terutama minuman ringan. Kode asam sitrat sebagai zat aditif makanan
(E number ) adalah E330. Garam sitrat dengan berbagai jenis logam digunakan untuk
menyediakan logam tersebut (sebagai bentuk biologis)dalam banyak suplemen makanan. Sifat
sitrat sebagai larutan penyangga digunakan sebagai pengendali pH dalam larutan pembersih
dalam rumah tangga dan obat-obatan. Kemampuan asam sitrat untuk meng-kelat logam
menjadikannya berguna sebagai bahan sabun dan deterjen. Dengan meng-kelat logam pada air
sadah, Asam sitrat memungkinkan sabun dan deterjen membentuk busa dan berfungsi dengan
baik tanpa penambahan zat penghilang kesadahan. Demikian pula, asam sitrat digunakan untuk
memulihkan bahan penukar ion yang digunakan pada alat penghilang kesadahan dengan
menghilangkan ion-ion logam yang terakumulasi pada bahan penukar ion tersebut sebagai
kompleks sitrat.Asam sitrat digunakan di dalam industri bioteknologi dan obat-obatan
untuk melapisi (passivate) pipa mesin dalam proses kemurnian tinggi sebagai ganti asam nitrat,
karena asam nitrat dapat menjadi zat berbahaya setelah digunakan untuk keperluan tersebut,
sementara asam sitrat tidak. Asam sitrat dapat pula ditambahkan pada es krim untuk menjaga
terpisahnya gelembung-gelembung lemak. Dalam resep makanan, asam sitrat dapat digunakan
sebagai pengganti sari jeruk.

2.9 Efek Berbahaya dari Asam Sitrat


2.9.1. Potensi Efek Kesehatan Akut
Berbahaya dalam kasus kontak mata, inhalasi (iritasi paru-paru). Sedikit berbahaya dalam
kasus kontak kulit (iritan, sensitizer of ingestion). Jumlah kerusakan jaringan tergantung pada
panjang kontak. Kontak mata bisa menyebabkan kornea, kerusakan atau kebutaan. Jika kontak
langsung dengan kulit dapat menghasilkan peradangan. Yang paling parah dapat menghasilkan
kerusakan paru-paru, atau kematian.

2.9.2. Potensi Efek Kesehatan Kronis


Sedikit berbahaya dalam kasus kontak kulit (sensitizer), dapat menjadi racun pada gigi.
Jika terlalu lama terkena asam sitrat terkena zat tersebut dapat menghasilkan kerusakan organ,
dapat menghasilkan iritasi mata, iritasi pernapasan dan kerusakan paru-paru.

Bab III
Kesimpulan dan saran

3.1. Kesimpulan
Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah
tumbuhan genus Citrus (jeruk-jerukan). Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang baik dan
alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam padamakanan dan minuman ringan.
Asam sitrat dikategorikan aman digunakan pada makanan oleh semua badan pengawasan
makanan nasional dan internasional utama. Senyawa ini secara alami terdapat pada semua
jenis makhluk hidup, dan kelebihan asam sitrat dengan mudah dimetabolisme dan dihilangkan
dari tubuh.

3.2. Saran
Adapun saran-saran yang kami ajukan adalah:
1. Dalam pembuatan Asam Sitrat diperlukan ketelitian dan kesabaran yang besar.
2. Perlunya sosialisasi penggunaan Asam Sitrat, supaya masyarakat lebih familiar.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/119276801/fermentasi-asam-sitrat
http://titi-sindhuwati.blogspot.com/2012/01/pembuatan-asam-sitrat.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_sitrat

http://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_asam_sitrat
http://teknoganik.blogspot.com/2012/04/aspergillus-niger.html

http://digilib.its.ac.id/ITS-NonDegree-3100010038048-1/12942

http://permimalang.wordpress.com/2008/03/25/fermentasi--sitrat/

http://putrarajawali76.blogspot.com/2013/02/pembuatan-asam-sitrat.html

Asam sitrat merupakan asam organik yang larut dalam air dengan citarasa yang menyenangkan dan banyak digunakan dalam industri
pangan, kosmetik, farmasi dan lain – lain.Kebutuhan dunia akan asam sitrat terus meningkat dari tahun ke tahun dan produksi asam sitrat tiap
tahun meningkat 2 – 3 %. Berdasarkan kenyataan bahwa penggunaan asam sitrat yang luas dalam dunia industri, maka kebutuhan pemenuhan
bagi asam sitrat baik di dalam maupun luar negeri masih sangat besar.
Namun, dalam hal ini penulis hanya akan memaparkan kandungan asam sitrat alami yang terdapat dalam buah jeruk dan buah nanas.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat ditemukan rumusan masalah : Berapakah kadar asam sitrat pada buah jeruk ?

METODE PENELITIAN
A. Dasar Teori
1. Buah jeruk
Buah jeruk merupakan buah yang sangat disukai berbagai kalangan masyarakat. Disamping rasanya yang enak, buah jeruk memiliki berbagai
manfaat yang berguna bagi tubuh antara lain, untuk mengganti lapisan epitel yang rusak, mencegah timbulnya kanker, serta kandungan berbagai
vitamin mampu memperlancar metabolisme tubuh.
Kandungan asam sitrat memberikan jeruk memiliki rasa yang masam dengan presentase
2. Asam sitrat
Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah tumbuhan genus Citrus. Senyawa ini
merupakan bahan pengawet yang baik dan alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan minuman
ringan. Keasaman asam sitrat didapatkan dari tiga gugus karboksil COOH yang dapat melepas proton dalam larutan. Jika hal ini
terjadi, ion yang dihasilkan adalah ion sitrat. Sitrat sangat baik digunakan dalam larutan penyangga untuk mengendalikan pH
larutan (Wikipedia, 2009).
Asam sitrat (C6H8O7) termasuk salah satu asam organik dengan nama kimia 2-hydroxy-1,2,3-propanetricarboxylic
acid memiliki rumus bangun seperti berikut :

Asam sitrat merupakan asam organik yang berbentuk kristal atau serbuk putih. Asam sitrat ini mudah larut dalam air dan
ethanol, tidak berbau, rasanya sangat asam. Asam sitrat juga terdapat dalam sari buah-buahan seperti nenas, jeruk, lemon,
markisa. Asam ini dipakai untuk meningkatkan rasa asam (mengatur tingkat keasaman) pada berbagai pengolahan minuman,
produk air susu, selai, jeli, dan lain-lain dan juga untuk mencegah pemucatan berbagai makanan, misalnya buah-buahan kaleng
dan ikan (Margono, 2000)
Beberapa sifat kimia asam sitrat adalah :
a. Pada pemanasan 175oC, asam sitrat berubah menjadi aconitic acid. Aconitic acid jika ditambah dengan hydrogen berubah menjadi tricarballylic
acid.
b. Pada pemanasan 175oC, asam sitrat jika dieliminasi dengan oksigen dan menghilangkan karbon dioksida berubah menjadi acetonedicarboxylic
acid. Acetonedicarboxylic acid jika diuapkan karbon dioksidanya berubah menjadi acetone.
c. Pada pemanasan 175oC, asam sitrat jika dihilangkan karbondioksida berubah menjadi itaconic acid.
d. Larutan asam sitrat bila dicampur dengan asam sulfat atau oksidasi dengan larutan potassium permanganate menghasilkan asam
acetonedicarboxylic.
e. Pada suhu 35oC, jika asam sitrat dioksidasi dengan potassium permanganate menghasilkan asam oksalat.
f. Asam sitrat terdekomposisi menjadi asam oksalat dan asam asetat jika dibakar dengan potassium hydroxide atau dioksidasi dengan asam nitrit.
g. Dalam bentuk larutan, asam sitrat sedikit korosif terhadap karbon steel dan tidak korosif terhadap stainless steel.
h. Sebagai asam polybasic, asam sitrat dapat membentuk berbagai macam garam termasuk garam alkali metal dan alkali tanah, selain itu dapat pula
membentuk berbagai macam ester, amida dan acyl klorida.
(Kirk Othmer,”Encyclopedia of Chemical Technology”,3rd ed,vol.6,1979, p.153)