Anda di halaman 1dari 13

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN KEJADIAN

PLASENTA PREVIA

FACTORS ASSOCIATED WITH PLACENTA PREVIA


Siti Maesaroh1 ,Yeni Oktarina2
Program Kebidanan,STIKes Aisyah Pringsewu, Lampung, 35372, Indonesia
Email: sitimaesaroh884@yahoo.com

ABSTRAK
Perdarahan pada trimester ketiga pada umumnya merupakan perdarahan yang berat,
yang dapat menyebabkan
syok dan kematian ibu dan bayinya. Salah satu penyebabnya adalah placenta previa.
Penyebab plasenta previa
dapat disebabkan beberapa faktor antara lain umur, dan paritas, riwayat endometrium
yang cacat (riwayat SC,
riwayat keguguran dan plasenta manual). Angka kejadian plasenta previa di Ruang
Bersalin RSUD Dr. H.
Abdul Moeloek Provinsi Lampung dalam 3 tahun terakhir terjadi peningkatan kasus
plasenta previa yaitu pada
tahun 2011 sebanyak 113 orang (6,49%) dari 1741 persalinan, tahun 2012 berjumlah
101 orang (7,48%) dari
1350 persalinan tahun 2013 berjumlah 103 orang (7,78%) dari 1325 persalinan).
Tujuandiketahuinya Faktorfaktor
yang berhubungan dengan kejadian plasenta previa pada ibu bersalin di RSUD Dr. H.
Abdul Moeloek
Provinsi Lampung tahun 2014. Metode penelitianyang digunakan yaitu metode analitik
dengan rancangan
cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu dengan kasus perdarahan di ruang
bersalin RSUD Dr. H. Abdul
Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2014 berjumlah 372 ibu. Sampel diambil dengan
menggunakan rumus
berjumlah 193 ibu dan diambil dengan tehnik simple random sampling. Hasil penelitian
diperoleh hasil
Hubungan antara usia ibu bersalin dengan kejadian plasenta previa (p-value = 0,026),
hubungan antara
paritas ibu bersalin dengan kejadian plasenta previa (p-value = 0,035) dan hubungan
antara ibu riwayat
keguguran dengan kejadian plasenta previa (p-value = 0,015) Kesimpulan penelitian
bahwa terdapat
hubungan antara usia dan paritas ibu dengan kejadian plasenta previa di RSUD Dr. H.
Abdul Moloek tahun
2014.
Kata Kunci : Usia, Paritas, Riwayat keguguran, Plasenta previa
ABSTRACT

Third trimester bleeding in general is severe bleeding, which can lead to shock and
death of mother and
baby.One reason is placenta previa. Causes of placenta previa can be caused by
several factors such as age,
parity, history of endometrial defects (SC history, history of miscarriage and placental
manual).The
incidence of placenta previa in Delivery Room Dr. H. Abdul Moeloek Lampung province
in the last 3
years an increase in cases of placenta previa that in 2011 as many as 113 people
(6,49%) of 1741 deliveries, in
2012 amounted to 101 people (7,48%) of 1350 deliveries in 2013 amounted to 103
people (7,78%) of 1325
deliveries).Destination this study aims to determine the general factors associated with
the incidenceof placenta
previa in maternal in Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province in 2014. The method
used is an analytical
method with cross sectional design. The population is all mothers with haemorrhages in
the delivery room
Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province 2014 amounted to 372 mothers. Samples
were taken by using the
formula 193 mothers and taken by simple random sampling technique.Results: The
results of the research
results that The relationship between maternal age with the incidence of placenta previa
(p-value =
0,026), the relationship between maternal parity with the incidence of placenta previa
(p-value=0,035) and the
relationship between maternal history of miscarriage with the incidence of placenta
previa (p-value= 0,015).
Conclusion: of the study that there is a relationship between maternal age and parity
with the incidence of
placenta previa in Dr. H. Abdul Moloek in 2014.
Keywords : Age, Parity, History of miscarriage and Placenta previa
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Kejadian Plasenta Previa

abstrac

Perdarahan pada trimester ketiga pada umumnya merupakan perdarahan yang berat,
yang dapat menyebabkan syok dan kematian ibu dan bayinya. Salah satu penyebabnya
adalah placenta previa. Penyebab plasenta previa dapat disebabkan beberapa faktor
antara lain umur, dan paritas, riwayat endometrium yang cacat (riwayat SC, riwayat
keguguran dan plasenta manual). Angka kejadian plasenta previa di Ruang Bersalin
RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dalam 3 tahun terakhir terjadi
peningkatan kasus plasenta previa yaitu pada tahun 2011 sebanyak 113 orang (6,49%)
dari 1741 persalinan, tahun 2012 berjumlah 101 orang (7,48%) dari 1350 persalinan
tahun 2013 berjumlah 103 orang (7,78%) dari 1325 persalinan). Tujuandiketahuinya
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian plasenta previa pada ibu bersalin di
RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2014. Metode penelitianyang
digunakan yaitu metode analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah
seluruh ibu dengan kasus perdarahan di ruang bersalin RSUD Dr. H. Abdul Moeloek
Provinsi Lampung Tahun 2014 berjumlah 372 ibu. Sampel diambil dengan
menggunakan rumus berjumlah 193 ibu dan diambil dengan tehnik simple random
sampling. Hasil penelitian diperoleh hasil Hubungan antara usia ibu bersalin dengan
kejadian plasenta previa (p-value = 0,026), hubungan antara paritas ibu bersalin
dengan kejadian plasenta previa (p-value = 0,035) dan hubungan antara ibu riwayat
keguguran dengan kejadian plasenta previa (p-value = 0,015) Kesimpulan penelitian
bahwa terdapat hubungan antara usia dan paritas ibu dengan kejadian plasenta previa
di RSUD Dr. H. Abdul Moloek tahun 2014.

Kata Kunci : Usia, Paritas, Riwayat keguguran, Plasenta previa

Oleh :Siti Maesaro

SuksesTips sukses
GAMBARAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA
DI RSUD TENRIAWARU KELAS B KAB. BONE
PERIODE TAHUN 2010 ( A. GUSPIKA )

ABSTRAK

Pendarahanakibatplasenta previa merupakansalahsatupenyebablangsungkematianibu


dan bayi di Indonesia. Plasenta previa adalah plasenta yang letak abnormal pada
segmen bawah uterus sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Di RSUD
TenriawaruKelas B Kab. Bonekejadiannyamasihcukuptinggi, untukperiodetahun 2010
tercatat 40 kasusdari 1194 ibubersalin.Penelitianinibertujuanuntukmemperoleh
gambaran tentangkejadianplasenta previa berdasarkanumur, paritas dan
jarakkehamilan ibu sebelumnya di RSUD TenriawaruKelas B Kab. Boneperiodetahun
2010. Manfaatpenelitianini di harapkanmenjadisumberinformasibagimasyarakat,
bahanmasukanbagiinstansikesehatan,
dapatmenambahkhasanahilmupengetahuanbagipenelitianselanjutnya dan
menambahpengetahuanbagipenelitiansendiri.Metodepenelitianinimenggunakanmetode
surveybersifatdeskriptif, populasiadalahibubersalinyangdirawatinapperiodetahun 2010
sebanyak 1194 orangdenganjumlahsampel 40
orang.Hasilpenelitianinididapatkankasusplasenta previa menurutfaktorumurterbanyak
yaitu antara 20-35 tahun sebanyak 25 kasus (62,5%), kejadian plasenta previa
terbanyak menurut paritas yaitu pada paritas 1 sebanyak 10 kasus (25%) dengan jarak
kehailan 0-2 tahun. Darihasilpenelitianinidisimpulkanbahwafaktorumur, paritas, dan
jarakkehamilanberperanuntukterjadinyaplasenta previa
sehinggadianjurkanuntukpemeriksaan antenatal secara teratur dan mengikutiprogram
KB.

Kata Kunci : Plasenta previa

KATA PENGANTAR

PujisyukurpenulispanjatkankehadiranAllah SWT, yang telahmelimpahkankarunia dan


hidayat-Nya,
sehinggapenulisdapatmenyelesaikanKaryaTulisIlmiahinigunauntukmemenuhipersyarata
ndalammenyelesaikanpendidikan di AkademiKebidananBatari Toja
Watamponedenganjudul“GAMBARAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA DI RSUD
TENRIAWARU KELAS B KAB. BONE TAHUN 2010”
Selamapenelitianinidilakukandenganberbagaihambatan dan kesulitanpenulishadapi,
namunpenulismenyadarisepenuhnyabahwatanpabantuanberbagaipihakmakaskiripsiiniti
dakdapatterwujud,
untukitudengansegalakerendahanhatipenulismenyampaikanterimakasihkepada yang
terhormat :
1. Drs. H. AndiBachtiar, selakuKetuaUmumYayasanMakassar Indonesia yang
menaungiAkademiBatari Toja Watampone.
2. H. Andi Ahmad Anshari, SE, selakuDirekturAkademiBatari Toja
WatamponebesertaseluruhStaf dan dosenyang telahbanyakmemberikansaran,
petunjuk, nasehat, sertaturutmemfasilitasikelancaranprogram di bumiAkademiBatari
Toja Watampone.
3. HidayatiMakkasau, S.ST, denganpenuhkesabaran yang telahmeluangkanwaktu
dan pikirandalammembimbing dan
mengarahkanpenulisdalammenyelesaikanKaryaTulisIlmiahini.
4. Dr. Hj. ArfiahArabe, SKM, M.Kes, sebagaiDirektur RSUD TenriawaruKelas B Kab.
Bone dan seluruhstaf yang telahmembantu dan
memberikanisinuntukmelakukanpenelitian
5. Hj. Azniah Syam, SKM, M.Kes, sebagaipenguji I yang telahmemberikankritikan,
masukan dan bantuannyasehinggaKaryaTulisIlmiahbisa lebihbaik.
6. Musni, SKM,M.Kes, sebagaipenguji II yang telahmemberikankritikan, masukan dan
bantuannyasehinggaKaryaTulisIlmiahini bisa lebihbaik.
7. TeristimewaAyahanda danIbundahtercintasertasaudara-saudaraku yang
telahmemberikandukungan dan sumbangsinyaselamamenjalankanpendidikan.
8. Teman-teman angkatan II tahun 2008 Akbid Batari Toja Watampone yang telah
memberikan bantuan dan kerjasama yang baik selama penulis mengikuti pendidikan .
9. Semuapihak yang tidakdapatdisebutsatupersatu yang telahmembantu.
Akhirnya ,semogaAllah SWT senangtiasamelimpahkanrahmat-Nyakepadakitasemua,
Amin.
Watampone, Juli2011
Faktor Risiko Kejadian Plasenta Previa Pada Ibu Hamil di RSU dr.
Soedarso Pontianak Tahun 2009-2011.

Ferry Hartono1; Tri Wahyudi2; Agustina Arundina T. Tedjoyuwono3

Abstrak
Latar Belakang: Angka kejadian plasenta previa merupakan kasus
obstetrik terbanyak ketiga dan penyebab kematian maternal tersering
keempat di Indonesia. Prospek akan meningkatnya jumlah kasus plasenta
previa yang berkaitan dengan semakin meningkatnya pajanan faktor risiko
pada ibu hamil serta belum adanya penelitian mengenai faktor risiko
plasenta previa di RSU dr. Soedarso. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
mendapatkan faktor risiko kejadian plasenta previa pada ibu hamil di RSU
dr. Soedarso pada tahun 2009-2011. Metodologi: Penelitian ini
merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan case
control. Pengumpulan data dilakukan di bagian Rekam Medis RSU dr.
Soedarso pada tanggal 28 Januari sampai 7 Februari 2013. Data
dikumpulkan dari rekam medis 170 ibu hamil yang dirawat di RSU dr.
Soedarso, yang diambil secara consecutive sampling untuk 85 sampel
kelompok kasus dan simple random sampling untuk 85 sampel kelompok
kontrol. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat
menggunakan SPSS 20. Hasil: Tercatat 109 kasus plasenta previa dari
5406 persalinan (2,02%). Usia maternal ≥ 35 tahun, paritas ≥ 3, riwayat
seksio sesaria dan riwayat abortus merupakan faktor risiko kejadian
plasenta previa dengan Odds Ratio masing-masing adalah 1,87; 2,07;
1,35; dan 2,34. Hasil uji regresi logistik menunjukkan variabel bebas yang
memiliki hubungan signifikan terhadap plasenta previa adalah riwayat
abortus dan usia maternal ≥ 35 tahun. Kesimpulan: Usia maternal,
paritas, riwayat seksio sesaria dan riwayat abortus merupakan faktor yang
meningkatkan risiko kejadian plasenta previa pada ibu hamil.
Kata kunci: plasenta previa, faktor risiko, ibu hamil
1. Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas
Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.
2. Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas
Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat
3. Departemen Ilmu Gizi Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas
Kedokteran Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.
Hubungan Antara Paritas Dan Umur Ibu Dengan Kejadian Plasenta Previa
Indriyani Maya Lestari, Nurul Misbah

abstrac

This study aimed to determine the relationship between parity and maternal age with
the incidence of placenta previa in hospitals Dr. Adjidarmo Gecko 2011. Type
retrospective case-control study approach. From the results of this study there was
a significant relationship between parity and incidence of placenta previa (P value =
0.002) and there is a significant relationship between maternal age with the incidence of
placenta previa (P value = 0.000). Expected health workers provide health education
regarding the PUP as seen from the high incidence of placenta previa at age <20 years
and> 35 years. Because of the PUP, both women and men prepared from all aspects:
health, economics, psychology and religion. So that the EFA can be prepared to wade
through family life. And promoting the health workers more about the family planning
program as seen from the high incidence of placenta previa in women with parity
multiparous and grandemultipara. Increase awareness of the danger signs of
pregnancy.

Teks Lengkap:
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN KEJADIAN
PLASENTA PREVIA

FACTORS ASSOCIATED WITH PLACENTA PREVIA


Siti Maesaroh1 ,Yeni Oktarina2
Program Kebidanan,STIKes Aisyah Pringsewu, Lampung, 35372, Indonesia
Email: sitimaesaroh884@yahoo.com

ABSTRAK
Perdarahan pada trimester ketiga pada umumnya merupakan perdarahan yang berat,
yang dapat menyebabkan
syok dan kematian ibu dan bayinya. Salah satu penyebabnya adalah placenta previa.
Penyebab plasenta previa
dapat disebabkan beberapa faktor antara lain umur, dan paritas, riwayat endometrium
yang cacat (riwayat SC,
riwayat keguguran dan plasenta manual). Angka kejadian plasenta previa di Ruang
Bersalin RSUD Dr. H.
Abdul Moeloek Provinsi Lampung dalam 3 tahun terakhir terjadi peningkatan kasus
plasenta previa yaitu pada
tahun 2011 sebanyak 113 orang (6,49%) dari 1741 persalinan, tahun 2012 berjumlah
101 orang (7,48%) dari
1350 persalinan tahun 2013 berjumlah 103 orang (7,78%) dari 1325 persalinan).
Tujuandiketahuinya Faktorfaktor
yang berhubungan dengan kejadian plasenta previa pada ibu bersalin di RSUD Dr. H.
Abdul Moeloek
Provinsi Lampung tahun 2014. Metode penelitianyang digunakan yaitu metode analitik
dengan rancangan
cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu dengan kasus perdarahan di ruang
bersalin RSUD Dr. H. Abdul
Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2014 berjumlah 372 ibu. Sampel diambil dengan
menggunakan rumus
berjumlah 193 ibu dan diambil dengan tehnik simple random sampling. Hasil penelitian
diperoleh hasil
Hubungan antara usia ibu bersalin dengan kejadian plasenta previa (p-value = 0,026),
hubungan antara
paritas ibu bersalin dengan kejadian plasenta previa (p-value = 0,035) dan hubungan
antara ibu riwayat
keguguran dengan kejadian plasenta previa (p-value = 0,015) Kesimpulan penelitian
bahwa terdapat
hubungan antara usia dan paritas ibu dengan kejadian plasenta previa di RSUD Dr. H.
Abdul Moloek tahun
2014.
Kata Kunci : Usia, Paritas, Riwayat keguguran, Plasenta previa
ABSTRACT
Third trimester bleeding in general is severe bleeding, which can lead to shock and
death of mother and
baby.One reason is placenta previa. Causes of placenta previa can be caused by
several factors such as age,
parity, history of endometrial defects (SC history, history of miscarriage and placental
manual).The
incidence of placenta previa in Delivery Room Dr. H. Abdul Moeloek Lampung province
in the last 3
years an increase in cases of placenta previa that in 2011 as many as 113 people
(6,49%) of 1741 deliveries, in
2012 amounted to 101 people (7,48%) of 1350 deliveries in 2013 amounted to 103
people (7,78%) of 1325
deliveries).Destination this study aims to determine the general factors associated with
the incidenceof placenta
previa in maternal in Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province in 2014. The method
used is an analytical
method with cross sectional design. The population is all mothers with haemorrhages in
the delivery room
Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province 2014 amounted to 372 mothers. Samples
were taken by using the
formula 193 mothers and taken by simple random sampling technique.Results: The
results of the research
results that The relationship between maternal age with the incidence of placenta previa
(p-value =
0,026), the relationship between maternal parity with the incidence of placenta previa
(p-value=0,035) and the
relationship between maternal history of miscarriage with the incidence of placenta
previa (p-value= 0,015).
Conclusion: of the study that there is a relationship between maternal age and parity
with the incidence of
placenta previa in Dr. H. Abdul Moloek in 2014.
Keywords : Age, Parity, History of miscarriage and Placenta previa
Hubungan Umur Dan Paritas Ibu Dengan Kejadian Plasenta Previa Di RSUD
Rokan Hulu Tahun 2012
Elvira Junita

Abstract

Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal. Plasenta previa terjadi 1
diantara 200 persalinan. Umur tua >35 tahun, paritas tinggi >4, dan endometrium yang
cacat merupakan faktor-faktor yang dapat mempertinggi risiko terjadinya plasenta
previa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur dan paritas ibu
dengan kejadian Plasenta Previa di RSUD Rokan Hulu Tahun 2012. Metode penelitian
ini bersifat study colerasi dengan desain penelitian menggunakan cross sectional. Cara
pengambilan sempel dengan sampling jenuh, pengumpulan data menggunakan data
sekunder diperoleh dari rekam medik RSUD Rokan Hulu Tahun 2012. Analisa data
dalam penelitian ini diolah secara Chi square. Dari analisis statistik uji Chi square
diperoleh distribusi frekuensi prevalensi kejadian plasenta previa di RSUD Rokan Hulu
tahun 2012 sebanyak 43 orang. Distribusi frekuensi umur ibu dengan kejadian plasenta
previa adalah kelompok umur >35 tahun yaitu sebanyak 48.4 %. Distribusi frekuensi
paritas ibu dengan kejadian plasenta previa adalah >4 yaitu sebanyak 35.3%. Terdapat
hubungan antara umur ibu dengan kejadian plasenta previa dengan nilai p value 0.0001
< α (0.05), terdapat hubuungan antara paritas ibu dengan kejadian plasenta previa
dengan nilai p value 0.0001 < α (0.05). Kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara umur dan paritas ibu dengan kejadian plasenta previa di RSUD Rokan
Hulu 2012
HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA
PADA IBU BERSALIN
Diana Metti

Abstract

Insiden atau kejadian plasenta previa di dunia adalah satu dari 250 kehamilan.(Irga,
2009). Sedangkan insiden kejadian plasenta previa di Indonesia berkisar antara 2,4 -
3,65 % dari seluruh kehamilan (Wijayanegara,2003). Plasenta previa ditemukan kira-
kira dengan frekuensi 0,3 – 0,6% dari seluruh persalinan. Prevalensi plasenta previa di
negara maju berkisar antara 0,26 - 2,00 % dari seluruh jumlah kehamilan. Sedangkan di
Indonesia dilaporkan oleh beberapa peneliti berkisar antara 2,4 - 3,56 % dari seluruh
kehamilan. (Sabarudin, 2003). Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah
Hubungan Umur dan Paritas dengan Kejadian Plasenta Previa pada Ibu
Bersalin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Umur dan Paritas
dengan kejadian Plasenta Previa pada Ibu Bersalin di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek
Provinsi Lampung tahun 2015.Desain penelitian ini berjenis korelasi dengan
pendekatan crossectional. Data yang digunakan adalah data sekunder berdasarkan
catatan medik ibu bersalin di ruang kebidanan RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi
Lampung tahun 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di RSUD
Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015 yang berjumlah 96 orang. Teknik
pengambilan sampel, secara purposive sampling. Teknik analisa data secara univariat
dan bivariat menggunakan uji statistic Chi Square. Variabel independent penelitian ini
adalah umur dan paritas, sedangkan variabel dependent penelitian ini adalah kejadian
plasenta previa.Hasil penelitian ini diperoleh yaitu terdapat 32 orang (33,3%) yang
mengalami kejadian plasenta previa, berdasarkan proporsi usia ibu <20/>35 tahun 64
orang (66,7%), sedangkan berdasarkan paritas multipara terdapat 76 orang (79,2%).
Ada hubungan bermakna antara umur ibu bersalin dengan kejadian plasenta previa
yaitu dari uji statistik p value = 0,018 dan OR = 3,941 dan ada hubungan bermakna
antara paritas ibu bersalin dengan kejadian plasenta previa yaitu dari uji statistik p value
= 0,026 dan OR = 5,870 terbukti secara statistik di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek
Provinsi Lampung tahun 2015. Saran diharapkan bagi tempat penelitian terutama
tenaga kesehatan agar dapat mendeteksi kasus-kasus plasenta previa secara dini
sehingga dapat memberikan pelayanan secara prima dan penatalaksanaan yang tepat
dan akurat.
PENERAPAN KONSEP DAN TEORI KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL DENGAN
PLASENTA PREVIA
Asti Melani Astari

Abstract

Placenta previa is one of situations that lead to bleeding during pregnency. Pregnency
mother with Placenta previa have to be handled by medical worker/staff as soon as
possible to keep mother and her embryo safely. Nurse as one of medical staffs giving
nurse guidence comprehensively play important role in monitoring mother and her fetus
continualy. The nurse prepares mother to face giving birth and taking care her fetus
condition. The objective of this report was to figure out conceptual and theoritical
application of nurse in nurse guidance on antepertum mother with Placenta previa and
nurse role as a guide, concelor, advocate, educator, coordinator, colaborator,
communicator, alteration agent and researcher in directing of antepertum mother with
Placenta previa. Choosing conceptual and theoritical nurse was based on clien contact
having ability on adaptation, humanisticaly and having complicated- condition that lead
to existancy of anxiety. Therefore it was precisely used Adaptation Concept and Theory
from Roy, Need for Help from Wiedenbach, Interpersonal Relation from Peplau, Human
Caring of Watson and Family Centered-Maternity Care Concept in giving nurse
guidance on pregnant mother with Placenta previa. It was expected that pregnant
mother with Placenta previa keep in her optimal condition, can adapt physically and
phycologically, and is ready to face giving birth process.
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI PLASENTA PREVIA DAN PREEKLAMPSIA
DENGAN PERSALINAN PRETERM DI RSUD DR. A. DADI TJOKRODIPO BANDAR
LAMPUNG TAHUN 2015
Nurmalasari Nurmalasari

Abstract

Prematuritas atau persalinan preterm merupakan persalinan belum cukup umur di


bawah 37 minggu atau berat bayi kurang dari 2500 gr. Angka kejadian persalinan
preterm pada umumnya adalah sekitar 6 - 10 %. Hanya 1,5 % persalinan terjadi pada
umur kehamilan kurang dari 32 minggu clan 0,5 % pada kehamilan kurang dari 28
minggu Tujuan Penelitian ini Diketahuinya hubungan ketuban pecah dini plasenta
previa dan preeklampsia dengan persalinan preterm di RSUD DR. A. Dadi Tjokrodipo
Bandar Lampung Tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan
pendekatan crossectional. populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin yang
melakukan persalinan di RSUD DR. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung tahun 2014
yaitu 705 orang. Penentuan sampel menggunakan simple random sampling sehingga
diperoleh sebanyak 255 sampel. Analisis data menggunakan analisa univariat dan
bivariat menggunakan Chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan
ketuban pecah dini (KPD) dengan nilai (p= 0,004), ada hubungan plasenta previa
dengan nilai (p= 0,000) dan ada hubungan preeklampsia dengan nilai (p= 0,009)
dengan kejadian persalinan preterm di RSUD DR. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung
tahun 2015. Disarankan bagi petugas kesehatan untuk memberikan penanganan dan
perawatan yang lebih intensif terhadap kejadian persalinan preterm.