Anda di halaman 1dari 80

WAKTU PEMERIKSAAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Standar Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Prosedur 01 Januari 2017 Septirini
Operasional
Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Waktu Pemeriksaan adalah waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan spesimen
hingga selesai
Tujuan Agar waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan sesuai dengan standar yang telah
dibuat
Kebijakan Rumah sakit menentukan waktu penyelesaian hasil pemeriksaan laboratorium,
dari mulai pasien melakukan pendaftaran sampai hasil diterima oleh pasien
Prosedur Waktu Pemeriksaan :
1. Pada umumnya hasil pemeriksaan laboratorium diambil 2 jam setelah
pengambilan darah
2. Untuk hasil pemeriksaan yang ditunggu /cito dapat diambil kurang dari 1 jam

Unit terkait 1. Rawat Inap


2. Rawat Jalan
3. UGD
PEMBUATAN LAPORAN HASIL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Standar Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Prosedur 01 Januari 2017 Septirini
Operasional
Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pembuatan Laporan Hasil adalah kegiatan melaporkan hasil pemeriksaan
laboratorium secara tertulis
Tujuan Untuk mendapatkan hasil tertulis dalam satu laporan hasil pemeriksaan pasien
Kebijakan Pengeluaran hasil pemeriksaan laboratorium dilakukan setelah dilakukan validasi
oleh penanggung jawab pemeriksaan dan di Authorise oleh dokter patologi klinik
atau kepala laboratorium, analis senior, penanggung jawab hasil harian.
Prosedur Pelaporan hasil :
1. Untuk hasil pemeriksaan laboratorium, lakukan pengecekan hasil
sebelumnya, bila ada hasil yang meragukan ulangi pemeriksaan
2. Analis Penanggung Jawab melakukan Authorise hasil yang sudah selesai.
3. Untuk hasil pemeriksaan pasien Rawat Inap dan Rawat Jalan setelah di
Authorise langsung diprint.
4. Sebelum hasil keluar, hasil diparaf oleh dokter Patologi Klinik/Kepala
Laboratorium (dalam jam kerja) atau Analis Senior (di luar jam kerja)

Unit terkait 1. Rawat Inap


2. Rawat Jalan
3. UGD
CARA PENCATATAN SPESIMEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Standar Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Prosedur 01 Januari 2017 Septirini
Operasional
Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pencatatan Spesimen adalah kegiatan pencatatan semua spesimen yang masuk ke
Laboratorium baik dari Rawat Inap, Rawat Jalan maupun dari UGD
Tujuan Mempunyai dokumen yang sifatnya lengkap, jelas dan mudah ditelusuri
Kebijakan Pencatatan spesimen secara lengkap dapat dilakukan di program Laboratory
Information System
Prosedur 1. Pencatatan dilakukan pada komputer jaringan/billing system
2. Masukkan nomor Registrasi pasien atau nomor Rekam Medik pasien, akan
muncul nama, tanggal lahir, alamat, dan lain-lain
3. Pilih dokter yang mengirim dan asal pasien
4. Masukkan jenis pemeriksaan sesuai permintaan
5. Simpan data pasien
Unit terkait 1. Rawat Inap
2. Rawat Jalan/MCU
3. UGD
4. EDP
PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DI LABORATORIUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Standar Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Prosedur 01 Januari 2017 Septirini
Operasional
Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pengelolaan Limbah Padat merupakan kegiatan Laboratorium Klinik
mengolah/memilah limbah padat sebelum dibuang, agar tidak
mencemari/membahayakan lingkungan
Tujuan Agar setiap Petugas Laboratorium mampu mengolah limbah dengan benar sesuai
ketentuan yang berlaku
Kebijakan Rumah sakit mengatur teknis pengumpulan limbah melalui bagian Kesling,
sedangkan teknis pengangkutan dilakukan oleh petugas kebersihan.

Prosedur 1. Limbah padat jarum/benda tajam dikumpulkan dalam safetybox, setelah 3/4
penuh, kemudian dibawa ke TPS.
2. Limbah padat infeksius selain jarum dimasukkan ke dalam kantong plastik
warna kuning, kemudian dibawa ke TPS.
3. Limbah padat non infeksius dikumpulkan dalam kantong plastik warna
hitam, kemudian dibuang ke TPS.
4. Dari TPS diambil oleh PT PRIA setiap hari Jumat.
Unit terkait Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
PENGELOLAAN LIMBAH INFEKSIUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Standar Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Prosedur 01 Januari 2017 Septirini
Operasional
Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Penanganan Limbah Infeksius merupakan salah satu upaya mengurangi bahaya
yang disebabkan oleh spesimen infeksius. Yang dimaksud bahan infeksius adalah
sampel pasien untuk pemeriksaan laboratorium yang berpotensi menularkan
penyakit, karena itu perlu ditangani secara khusus
Tujuan Mencegah penularan penyakit kepada pekerja laboratorium, dan pencemaran
lingkungan
Kebijakan Semua sampel yang diperiksakan di laboratorium diperlakukan sebagai bahan
infeksius

Prosedur Penganan bahan infeksius :


1. Semua sampel diperlakukan sebagai bahan infeksius
2. Pakailah sarung tangan karet ketika bekerja
3. Gunakan pipet otomatis
4. Bersihkan meja kerja sesudah selesai bekerja dengan larutan antiseptik
kemudian meja dilap dengan larutan Chlorin 1: 9
5. Selesai kerja, cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir untuk kemudian
basahi dengan alkohol 70 %
Unit terkait Kesling Rumah Sakit

PENERIMAAN SPECIMEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Standar Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Prosedur 01 Januari 2017 Septirini
Operasional
Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Penerimaan Spesimen adalah kegiatan penerimaan spesimen yang dilakukan oleh
petugas laboratorium
Tujuan Untuk menjamin bahwa semua spesimen diterima dengan baik dan dalam
keadaan yang memenuhi syarat
Kebijakan Semua spesimen yang diterima di laboratorium harus dilengkapi dengan identitas
pasien, untuk menghindari kesalahan penempelan barcode yang berakibat pada
salah pemeriksaan
Prosedur 1. Identitas pasien pada botol spesimen harus jelas (Nama, Tanggal lahir, No
RM)
2. Spesimen darah harus memenuhi syarat pemeriksaan laboratorium yaitu
tidak hemolisis, volume cukup, tidak tumpah, antikoagulan sesuai dan tidak
ada bekuan
3. Sampel urin minimal 15 ml
4. Identitas pada formulir permintaan harus lengkap (Nama, Tanggal lahir,
Alamat, No. RM, Ruangan/Poli, nama dokter yang merawat, alamat dan
tanggal permintaan pemeriksaan)
Periksa macam pemeriksaan yang sudah dipilih oleh dokter pengirim apakah
dapat dilayani
5. Bila pemeriksaan tidak dapat dilakukan di Laboratorium RSU Aulia Blitar
maka dirujuk ke Laboratorium rujukan yang sudah bekerja sama dengan
Laboratorium RSU Aulia Blitar.
Unit Terkait Rawat Inap, Rawat Jalan,UGD

ORIENTASI PEGAWAI BARU LABORATORIUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Orientasi Pegawai Baru Laboratorium merupakan kegiatan bagi setiap pegawai
baru Unit Laboratorium Klinik dalam mengenal lingkungan kerja sebelum dinilai
cakap untuk menjalankan tugas pemeriksaan dan prosedur pelayanan di
Laboratorium Klinik
Tujuan Pemeriksaan dan pelayanan di Laboratorium terlaksana sesuai petunjuk
pelaksanaan yang ditetapkan
Kebijakan Setiap pegawai baru Unit Laboratorium Klinik harus menjalani masa orientasi
yang lamanya 2 minggu, sesuai kualifikasi pegawai yang bersangkutan
Prosedur Masa orientasi tenaga analis :
A. Orientasi administrasi laboratorium selama 1 minggu meliputi :
- Menerima formulir permintaan pemeriksaan laboratorium, memeriksa
kelengkapan dan menanyakan persyaratan pemeriksaan ke pasien
- Sistem penomoran pasien
- Entry data ke computer
- Merinci biaya pemeriksaan laboratorium untuk rawat inap, UGD dan
Rawat Jalan
- Mencetak hasil pemeriksaan dengan komputer

ORIENTASI PEGAWAI BARU LABORATORIUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Prosedur B.Orientasi teknis laboratorium selama 1 minggu ke semua bidang pemeriksaan :
- Melakukan pemeriksaan di bidang Hematologi, Kimia Klinik,
Urinalisa, Imunoserologi, Bakteriologi
- Menguasai alur proses pemeriksaan
- Menguasai pengambilan sampel dan penanganan sampel
Berlatih tugas jaga sore dan malam seminggu 2 x selama 1minggu
sebagai pendamping sebelum bertugas jaga penuh
Unit Terkait Personalia dan Diklat Rumah Sakit
PEMERIKSAAN WIDAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Widal merupakan salah satu metode untuk mencari dan mengukur titer antibodi
terhadap kuman salmonella
Tujuan Untuk pemeriksaan serologi terhadap kuman salmonella baik yang typhi maupun
yang paratyphi
Kebijakan Skrining awal demam typoid
Prosedur 1. Teteskan reagen O, H, A, B ke masing-masing lingkaran di-flat yang telah
tersedia sebanyak 1 tetes
2. Tambahkan 10 µL serum ke masing-masing lingkaran flat yang sudah diberi
reagen
3. Campurkan serum dan reangen di masing-masing lingkaran flat dengan stik
disposible
4. Homogenkan diatas rotator selama 2 menit / digoyangkan melingkar
5. Baca hasil dengan terbentuknya aglutinasi. 1/80; 1/160; 1/320
6. Tidak terbentuk aglutinasi dibaca negatif

Unit Terkait a. Poli Umum


b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

PEMERIKSAAN FAECES

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pemeriksaan Feses merupakan pemeriksaan untuk mengetahui adanya komponen
patologis dalam feses baik secara makroskopik maupun mikroskopik
Tujuan Untuk mengetahui keadaan tinja secara maksimal
Kebijakan Pemeriksaan feses penting untuk diagnosa penyakit yang berhubungan dengan
saluran pencernaan
Prosedur 1. Reagen :
Eosin 1% - 2%
2. Cara :
1. Ambil tinja seujung lidi, taruh di kaca objek
2. Ambil larutan eosin 2%, kemudian campurkan larutan tersebut dengan
Tinja
3. Tutup dengan kaca penutup
4. Periksa di bawah mikroskop dengan pembesaran 40 x
5. Laporkan adanya : Eritrosit, Leukosit, serat-serat sisa makanan, parasit

Unit Terkait a. Poli Umum


b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

PEMERIKSAAN DARAH SAMAR FAECES

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pemeriksaan darah samar feses merupakan pemeriksaan untuk mengetahui
adanya sejumlah kecil darah dalam tinja, menggunakan hematest/colon screen
Tujuan Menentukan adanya darah dalam sampel tinja penderita
Kebijakan Pemeriksaan Darah Samar dalam feses digunakan untuk mengetahui adanya
perdarahan di daerah pencernaan
Prosedur 1. Ambil tinja dengan stik yang tersedia pada botol vial untuk pemeriksaan
benzidint test.
2. Stik dimasukkan kembali ke dalam botol vial, kemudian dikocok biar
homogen dengan cairan yang ada dalam botol vial.
3. Kemudian diteteskan 2 tetes sampel tersebut ke preparat yang telah
disediakan.
4. Baca hasilnya, ditunggu selama 5 menit
5. Positif : muncul 2 garis
Negatif : muncul 1 garis
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

PEMERIKSAAN HEMATOLOGI MANUAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/3

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pemeriksaan Hematologi adalah pemeriksaan terhadap komponen-komponen
darah yang diperlukan untuk menunjang diagnosis
Tujuan 1. Menganalisa apakah ada penyimpangan-penyimpangan dalam komposisi
komponen darah maupun morfologi yang dapat mengarah kepada diagnosis
tertentu
2. Memantau perjalanan penyakit yang dapat digambarkan oleh adanya
perbaikan dalam komposisi maupun morfologi
Kebijakan Pemeriksaan Hematologi manual dilakukan terhadap pemeriksaan yang belum
bisa dikerjakan dengan menggunakan alat otomatik
Prosedur 1. Prosedur Pembuatan Preparat Hapusan Darah Tepi
Bahan pemeriksaan adalah darah segar (kapiler maupun vena) yang tidak
ditambah dengan antikoagulan, akan tetapi EDTA dapat pula dipakai untuk
keperluan waktu tersebut asalkan diperhatikan batasnya
1.2. Peralatan yang diperlukan :
1.2.1. Kaca obyek yang benar-benar bersih, bebas debu dan lemak, kering
serta permukaannya rata (tidak bergaris-garis atau buram karena
proses oksidasi dalam penyimpanan)
1.2.2. ’Spreader’ (penggeser) dari bahan gelas atau bahan lain yang tepinya

PEMERIKSAAN HEMATOLOGI MANUAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


2/3

Klinik Dawuhan
Prosedur rata dan ukurannya lebih sempit dari kaca obyek
1.2.3. Pipet darah atau gelas pengaduk (bila dipakai darah EDTA)
1.3. Pemeriksaan preparat darah harus meliputi :
1.3.1. Hitung jenis sel darah putih (termasuk pemeriksaan rutin)
1.3.2. Gambaran semua seri sel-sel darah serta unsur-unsur lain (parasit, sel
muda, dan lain-lain) yang mungkin bersirkulasi didalam darah tepi
tersebut sebagai ”gambaran darah tepi”, pemeriksaan ini termasuk
pemeriksaan penyaring
1.3.3 Untuk evaluasi kelainan hematologik
1.4. Reagen :
1.4.1. Metanol Absolut disimpan dalam botol yang bertutup rapat untuk
mencegah penguapan
1.4.2. Pewarna Wright
1.4.3. Pewarna Giemsa
Reagen BCB (Brilian Crysil Blue)

2. Pemeriksaan Retikulosit
2.1. Dimasukkan 500 ul larutan BCB ke dalam tabung reaksi. Tambahkan
500 ul darah EDTA, kemudian tabung ditutup
2.2. Inkubasikan pada suhu 37oC selama 15 menit, kocok dan diambil 1
tetes, letakkan di gelas objek, dibuat sediaan apus yang tipis dan
dibiarkan kering di udara
2.3. Dilakukan pemeriksaan dibawah mikroskop dengan pembesaran 100x
dan menghitung jumlah retikulosit di antara 1000 eritrosit. Perhitungan
dilakukan di daerah dimana eritrosit ditemukan terpisah dengan jelas
satu dengan lainnya

PEMERIKSAAN HEMATOLOGI MANUAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


3/3

Klinik Dawuhan
Prosedur 2.4 Hasil retikulosit dinyatakan berdasarkan jumlah retikulosit yang
ditemukan dalam 1000 eritrosit dan dinyatakan dalam bentuk
persendilakukan di daerah dimana eritrosit ditemukan terpisah dengan
jelas satu dengan lainnya.
2.5 Hasil retikulosit dinyatakan berdasarkan jumlah retikulosit yang
Ditemukan dalam 1000 eritrosit dan dinyatakan dalam bentuk persen (%)
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

PEMERIKSAAN HbsAg STIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pemeriksaan HbsAg Stik merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya virus
Hepatitis B dengan menggunakan reagensia kering/stik
Tujuan Test serologi untuk mendeteksi adanya virus Hepatitis B
Kebijakan Pemeriksaan HbsAg Stik dipakai hanya untuk yang cito
Prosedur 1. Cara Kerja :
1.1. Masukkan HbsAg Stik ke dalam tabung yang berisikan serum ± 500 µl
1.2. Baca hasilnya ditunggu selama 15 menit, setelah stik dimasukkan.
2. Interpretasi Hasil :
Positif : Garis dua
Negatif : Garis satu
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

PEMERIKSAAN ANTI HbsAg STIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pemeriksaan Anti HbsAg Stik merupakan pemeriksaan serologi untuk mencari
adanya antibodi terhadap virus Hepatitis B dengan menggunakan reagensia
kering/stik
Tujuan Untuk mencari antibodi terhadap virus Hepatitis B
Kebijakan 1. Pemeriksaan anti HbsAg Stik hanya dipakai untuk pemeriksaan cito
Prosedur 1. Cara Kerja :
1.1. Masukkan anti HBsAg Stik ke dalam tabung yang berisi serum
± 500 µl
1.2. Baca hasilnya ditunggu selama 15 menit, setelah stik dimasukkan.
2. Interpretasi Hasil :
Negatif : Garis satu
Positif : Garis dua

Unit Terkait a. Poli Umum


b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pemeriksaan Hematologi Golongan Darah adalah pemeriksaan terhadap
golongan darah yang diperlukan untuk menunjang diagnosis
Tujuan Mengetahui golongan darah, guna kepentingan transfusi maupun keperluan
lainnya yang dapat mengarah kepada diagnosis tertentu
Kebijakan Pemeriksaan Golongan Darah digunakan kepentingan transfusi maupun
keperluan lainnya yang dapat mengarah kepada diagnosis tertentu
Prosedur Pemeriksaan Golongan Darah
1. Alat :
1.1. Kartu golongan darah berlogo rumah sakit.
1.2. Alat pengaduk dan tisu
1.3. Plastik laminating
Bahan :
2.1. Darah verifer tanpa antikoagulan atau yang ditambah dengan
antikoagulan EDTA
2.2. Antigen Golongan Darah (A, B, AB, Rh)

2. Cara Kerja :
3.1. Disiapkan kartu golongan darah, kemudian menuliskan nama, tanggal
lahir, alamat dan No RM.

PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Prosedur 3.2. Diteteskan 1 tetes darah pada lingkaran yang tersedia, kemudian
ditambahkan 1 tetes anti A, anti B, anti AB, anti D ke dalam masing-
masing lingkaran, campur dengan rata, goyangkan perlahan dan amati
terjadinya aglutinasi pada masing-masing lingkaran.
3.3. Golongan darah A : terjadi aglutinasi pada kotak anti A dan anti AB
3.4. Golongan darah B : terjadi aglutinasi pada kotak anti B dan anti AB
3.5. Golongan darah AB : terjadi aglutinasi pada kotak anti A, anti B dan
3.6. anti AB
3.7 Golongan darah O : tidak terjadi aglutinasi pada kotak anti A, anti B
dan anti AB
3.8 Rhesus Positif : terjadi aglutinasi pada kotak anti D
3.9 Rhesus Negatif : tidak terjadi aglutinasi pada kotak anti D
3.10 Dibiarkan kartu mengering, setelah kering tulis golongan darah dan
rhesusnya

Unit Terkait Sub Unit Alkes Rumah Sakit (Bidang Hematologi)


PELAYANAN LABORATORIUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh Unit Laboratorium untuk
melakukan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan jenis pemeriksaan yang
diadviskan oleh dokter Rumah Sakit atau rujukan.
Tujuan 1. Memberikan pelayanan pemeriksaan laboratorium kepada semua pasien
dengan sebaik - baiknya.
2. Meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit.
3. Memberikan kepuasan bagi dokter dan perujuk.
4. Membantu diagnosa dokter terhadap pasien.
Kebijakan Berdasarkan SK Direktur RSU Aulia No 642/SK/DIR/III/2016 tentang pelayanan
laboratorium
Prosedur ● Pasien Rawat Inap
1. Dokter memberikan instruksi pemeriksaan dengan menulis pada status pasien
yaitu:
- Jenis pemeriksaan laboratorium yang dikehendaki
- Tanda tangan
2. Perawat mengantarkan formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium dan sampel.
3. Petugas laboratorium / admin melakukan transaksi
4. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan
5. Petugas laboratorium mengantarkan hasil ke ruangan.

PELAYANAN LABORATORIUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Prosedur 2. Pasien Rawat Jalan
1. Pasien ke laboratorium membawa formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium.
2.Petugas laboratorium atau admin melakukan transaksi.
3.Pasien membayar ke kasir dan kembali ke laboratorium membawa bukti
pembayaran.
4.Petugas laboratorium mengambil sampel melakukan
Pemeriksaan.
5.Petugas laboratorium menginformasikan hasil pemeriksaan telah selesai.
6.Pasien mengambil hasil pemeriksaan laboratorium dan disarankan kembali ke
dokter pengirim untuk mendapatakan penjelasan tentang hasil laboratorium.

3. Pasien UGD
1. Dokter memberikan instruksi pemeriksaan laboratorium kepada pasien
atau keluarga pasien.
2. Perawat mengantarkan sample beserta blanko permintaan ke laboratorium.
3. Petugas laboratorium melakukan transaksi.
4. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan sampel
5. Petugas laboratorium menginformasikan hasil pemeriksaan.
6. Perawat mengambil hasil ke laboratorium.
Unit Terkait 1.Rawat Inap
2.Rawat Jalan
3.UGD
PEMERIKSAAN TES KEHAMILAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pemeriksaan tes kehamilan merupakan salah satu cara untuk mengetahui adanya
kehamilan melalui urin pasien
Tujuan Test untuk mendeteksi adanya hormon HCG sebagai penanda kehamilan pada
urin
Kebijakan Tes digunakan untuk pasien yang ingin mengetahui hamil atau tidak, pasien
medical check-up maupun tes konfirmasi TKI
Prosedur Test Stip :
Cara kerja :
- Tampung sample urine dalam cawan bersih.
- Celupkan Strip ke dalam urine sampai batas garis biru selama 30 detik
- Angkat Strip, hasil akan terbaca 1 menit kemudian
Interpretasi hasil :
Negatif : Garis satu
Positif : Garis dua
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik
PEMERIKSAAN HIV

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pemeriksaan HIV merupakan pemeriksaan untuk mencari adanya antibodi HIV
Tujuan Untuk menyaring surveilans dan diagnosis infeksi HIV
Kebijakan Pemeriksaan ini digunakan untuk screening HIV dengan menggunakan 3 (tiga)
produk tes yang berbeda untuk hasil yang reaktif
Prosedur 1. Cara kerja :
1.1. Bawa test dan sampel ke suhu ruang
1.2. Buka bungkus, ambil kartu, letakkan pada permukaan yang datar
1.3. Untuk spesimen serum/plasma : teteskan 1 tetes serum/plasma (30µl)
ke lubang sampel (S), kemudian teteskan 1 tetes buffer dan jalankan
timer
2. Bacalah hasil dalam waktu 15 menit setelah tetesan buffer
3. Interpretasi hasil :
Positif : terdapat 2 garis
Negatif : terdapat 1 garis
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

PEMERIKSAAN ANTI HCV

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pemeriksaan Anti HCV Stik merupakan pemeriksaan serologi untuk mencari
adanya antibodi terhadap virus Hepatitis C dengan menggunakan reagensia
kering/stik.
Tujuan Untuk mencari antibodi terhadap virus Hepatitis C
Kebijakan Pemeriksaan anti HCV Stik hanya dipakai untuk pemeriksaan
cito
Prosedur 1. Cara kerja :
1.1. Pipet 30 µl sample serum / plasma diteteskan ke tempat yang tersedia
(Stik)
1.2 Ditambahkan 1 tetes buffer, kemudian dibaca hasilnya ditunggu selama
15 menit
2. Interpretasi hasil :
2.1. Negatif : Garis satu
2.2. Positif : Garis dua
3. Interpretasi hasil :
3.1. Negatif : Garis satu
3.2. Positif : Garis dua
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

PEMERIKSAAN SEDIMEN URINE

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pemeriksaan sedimen urin merupakan pemeriksaan terhadap unsur-unsur yang
terdapat dalam urin berupa benda-benda padat organik/anorganik sebagai
endapan/sediment
Tujuan Untuk merinci sedimen/unsur-unsur apa saja yang terdapat dalam sampel urin
Kebijakan Sample Urine tidak boleh kurang dari volume yang telah ditentukan.
Prosedur 1. Homogenkan urin supaya bercampur seluruhnya
2. Kemudian masukkan urin ke dalam tabung sentrifus sampai 3/4
3. Kemudian putar selama 5 menit dengan kecepatan 1500-2000 rpm
4. Buang cairan supernatan, kemudian sedimen diresuspensi.
5. Sedimen yang sudah di resuspensi, teteskan ke gelas objek kemudian tutup
dengan kaca penutup
6. Periksa dengan mikroskop, objektif 10x (lapang pandang kecil) dan
Objektif 40x (lapang pandang besar)

Unit Terkait a. Poli Umum


b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

ALAT MINDRAY
(Hematologi Analyzer)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu alat analyzer yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan sampel darah
yang meliputi Hb,Leukosit,PCV,Trombosit.

Tujuan Untuk mengetahui hasil pemeriksaan laboratorium secara cepat dan akurat.

Kebijakan 1. Pemeliharaan berkala (kalibrasi) oleh bagian pemeliharaan sarana sesuai


waktu yang ditentukan.
2. Semua personil wajib menjaga dan memelihara keberadaan peralatan
inventaris di RSU Aulia Lodoyo Blitar.
Prosedur A. MENYALAKAN ALAT
 Sebelum menyalakan alat, periksa volume reagent, selang (bila ada tekukan),
botol pembuanagan
 Tekan tombol yang ada di UPS.
 Tekan tombol power (ON/OFF) pada bagian belakang alat , tunggu
Proses insialisasi 4 – 7 menit hingga pada layar tampil menu “ COUNT
 Warna layar biru, bagian atas layar ada tulisan “ WHOLE BLOOALL “ alat
siap digunakan
B. PEMERIKSAAN SAMPEL
 Tampilan layar seperti di atas.
 Tekan tombol “ F1” untuk mengisi atau menuliskan data pasien.
 Kocok sampel sampai homogen, periksa ada bekuan atau tidak.
 Masukkan sampel pada batang kapiler sampai menyentuh ke dasar tabung
ALAT PHOTOMETER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Standar Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Prosedur 01 Januari 2017 Septirini
Operasional
Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan kimia darah.

Tujuan Untuk mengetahui hasil pemeriksaan laborat secara cepat dan akurat.

Kebijakan 1. Pemeliharaan berkala (kalibrasi) oleh bagian pemeliharaan sarana sesuai


waktu yang ditentukan
2. Semua personil wajib menjaga dan memelihara keberadaan peralatan
inventaris di RSU Aulia Lodoyo Blitar

Prosedur  Nyalakan UPS


 Tekan tombol ON pada alat
 Tekan MEASURE lalu pilih jenis pemeriksaan yang diinginkan.
 Pilih Zero, lalu masukkan aquadest melalui selang aspirate.
 Pilih Blanko jika pemeriksaan tersebut menggunakan blanko, jika
pemeriksaan tersebut tidak menggunakan blanko langsung pilih Sampel.
 Masukkan sampel melalui selang aspirate, tunggu beberapa saat hasil
akan keluar secara otomatis.
 Setelah pembacaan sampel, tiap parameter dilakukan RINSE (3x) pada
alat.
 Pilih EXIT untuk keluar dari pemeriksaan.
 Tekan tombol OFF untuk mematikan alat.

Unit terkait  Unit Laboratorium


ALAT MINDRAY
(Hematologi Analyzer)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan

Prosedur  Tekan tombol di belakang batang kapiler.


 Setelah kapiler masuk ke alat, pindahkan botol sampel.
 Sampel akan diproses dan hasil akan tampil pada layar.
C. MEMATIKAN ALAT
 Tekan tombol “ MENU “ pilih “ SHUTDOWN “ ENTER pilih “ YES “ pada
alat muncul tampilan kalimat untuk mencuci alat dengan menggunakan “ EZ-
CLEANSER “ maka lakukan pencucian.
 Masukkan “ EZ-CLEANSER “ ke kapiler lalu tekan tombol di belakang
kapiler.Alat akan mencuci otomatis.
Setelah muncul layar “ TURN OFF ANALYZER NOW “ matikan alat dan UPS.
Unit Terkait Unit Laboratorium
PEMERIKSAAN UREUM
(DENGAN PHOTOMETER)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu pemeriksaan untuk mengetahui kadar ureum dalam darah sebagai produksi
akhir dari metabolisme protein.
Penetapan nilai ureum dapat merupakan indikasi dehidrasi, kegagalan renal /
gagal ginjal atau pendarahan Gastro Intestinal atau keduanya.
Tujuan Untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada fungsi ginjal.
Kebijakan 1. Hasil lebih akurat jika penderita puasa selama 8 jam.
2. Sampel yang digunakan berupa serum atau plasma.
Prosedur 1. Pipet reagen 1 sebanyak 400µl, masukkan tabung.
2. Pipet reagen 2 sebanyak 100 µl, masukkan ke dalam tabung yang sama.
3. Pipet sampel 5 µl, campur dengan reagen.
4. Baca hasilnya pada photometer pada λ 340 nm.
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik
PEMERIKSAAN CREATININ
(DENGAN PHOTOMETER)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu pemeriksaan untuk mengetahui kadar kreatinin dalam darah sebagai
produksi katabolisme otot yang berasal dari pemecahan kreatin otot dan kreatin
fosfat.
Tujuan 1. Untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan pada fungsi ginjal.
2. Untuk indikasi penyakit :
 Kanker Infark Miokard Akut
 LE Diet
 Nefropati
 Gagal jantung kongestif
Kebijakan Sampel berupa serum, tidak boleh hemolisis atau plasma EDTA.
Prosedur 1. Masukkan reagen 1 ke dalam tabung sebanyak 400 µl.
2. Masukkan reagen 2 sebanyak 100 µl ke dalam tabung yang sama.
3. Pipet 25 µl sampel campur dengan reagen.
4. Baca Absorban pada photometer dengan λ 340 nm.
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

PEMERIKSAAN SGOT (AST) KINETIK


(DENGAN PHOTOMETER)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu pemeriksaan untuk mengukur kadar enzim yang sebagian besar terdapat
dalam otot jantung dan hati sebagian dan lagi ditemukan dalam otot rangka ginjal
dan pancreas.
Tujuan Untuk diagnose penyakit :
 Infark Miokard Akut Eklampsia
 Ensefalitis Gagal jantung kongestif
 Nekrosis Hepar Penyakit dan trauma Muskulo
 Pankreatitis Akut Skeletal
Kebijakan 1. Sampel berupa serum dan tidak boleh hemolysis.
2. Bandingkan nilai AST dan ALT serum untuk menentukan apakah
kerusakan hati yang menybabkan hasil-hasil pemeriksaan tidak normal.
Prosedur 1. Pipet reagen 1 sebanyak 400 µl, masukkan tabung.
2. Pipet reagen 2 sebanyak 100 µl masukkan ke dalam tabung yang sama.
3. Pipet sampel sebanyak 50µl, campur dengan reagen.
4. Baca pada photometer dengan factor 1756, λ 340 nm.
5. Tunggu sampai hasil keluar dan laporkan dalam µ/l.
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

PEMERIKSAAN SGPT (ALT) KINETIK


(DENGAN PHOTOMETER)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu pemeriksaan untuk mengukur kadar suatu enzim yang ditemukan terutama
pada sel-sel hepar. Pemeriksaan ini efektif dalam mendiagnosa kerusakan hepato
seluler.
Tujuan Untuk mendiagnosa penyakit :
 Hepatitis ( virus ) akut
 Hepatotoksisitas yang menyebabkan nerosis hepar
 Pecandu alcohol.
Kebijakan Sampel berupa serum dan tidak boleh hemolisis.
Prosedur 1. Pipet reagen 1 sebanyak 400 µl, masukkan tabung.
2. Pipet reagen 2 sebanyak 100 µl masukkan ke dalam tabung yang sama.
3. Pipet sampel sebanyak 50 µl, campur dengan reagen.
4. Baca pada photometer dengan factor 1756, λ 340 nm.
5. Tunggu sampai hasil keluar dan laporkan dalam µ/l.
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

PEMAKAIAN CENTRIFUGE

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu tata cara peenggunaan alat centrifuge dengan benar sesuai prosedur untuk
digunakan memisahkan serum /plasma dari komponen darah untuk dilakukan
pemeriksaan.
Tujuan Untuk memperoleh serum / plasma / bahan pemeriksaan lain sesuai kebutuhan
dengan waktu dan kecepatan tertentu.
Kebijakan 1. Setiap 6 bulan sekali dilakukan trial
2. Setelah pemakaian, bersihkan alat dari sisa-sisa sampel pemeriksaan.
3. Cabut kabel dan saklar bila alat tidak dipakai.
Prosedur 1. Nyalakan alat dengan menekan power ON
2. Buka tutup centrifuge
3. Masukkan tabung secara simetris yang berisi bahan pemeriksaan ke
dalam alat (beri imbangan).
4. Tutup alat
5. Atur waktu dan kecepatan sesuai kebutuhan ( rata-rata 3000 rpm selama
5 menit )
6. Buka alat dan ambil tabung setelah putaran alat berhenti.
Unit Terkait Unit Laboratorium RSU Aulia Blitar.

\
PERSIAPAN SERUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh serum dari darah penderita
dengan tata cara yang benar sehingga diperoleh serum yang memenuhi syarat
untuk dilakukan pemeriksaan.
Tujuan Untuk mendapatkan serum yang layak dan memenuhi syarat sebagai bahan
pemeriksaan.
Kebijakan 1. Kecepatan centrifuge diatur jangan terlalu tinggi.
2. Jangan memaksa mengeluarkan darah melalui jarum ke dalam tabung
ketika darah mulai membeku.
3. Tabung harus kering dan bersih.
4. Sebelum diputar, darah dibiarkan beku terlebih dulu dan beri identitas
Prosedur 1. Atur botol dan spuit ( berisi darah ) sesuai dengan identitasnya
2. Beri nomor urut dan masukkan darah kedalam tabung sesuai identitasnya.
3. Centrifuge dengan kecepatan 3000 rpm selama 5 – 10 menit
4. Buka tutup dan ambil sampel ketika putaran sudah berhenti.
Unit Terkait Unit Laboratorium RSU Aulia Blitar.
CARA PENGAMBILAN SPESIMEN SPUTUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu cara / teknik pengambilan specimen sputum yang sesuai dengan ketentuan
dan persyaratan umum pemeriksaan mikrobiologi.
Tujuan Untuk mendapatkan specimen yang representative dan memenuhi syarat untuk
dilakukan pemeriksaan mikrobiologi.
Kebijakan  Tempat penampung sebaiknya bersih dan steril.
 Sebaiknya sputum diambil sebelum terapi diberikan.
 Sebaiknya sampel diambil pada pagi hari dengan sehari sebelumnya
penderita telah diberi ekspektoran.
 Spesimen yang diambil harus benar-benar mewakili ( dahak bukan
saliva).
Prosedur 1. Penderita disuruh batuk / dirangsang untuk batuk.
2. Sputum yang keluar langsung ditampung dalam wadah yang sudah diberi
identitas pasien
3. Segera kirim ke laboratorium
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

TEKNIK PEWARNAAN TAHAN ASAM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu cara mewarnai kuman / bakteri tahan asam dengan pewarnaan Ziehl
Neelsen, dimana bakteri ini mengandung asam lemak rantai panjang yang disebut
asam mikolik, hal ini menyebabkan sifat tahan terhadap pelunturan dengan
alkohol asam.
Tujuan  Untuk mencari Bakteri Tahan Asam( BTA ) yaitu Mycobakterium
tubeculosa.
 Untuk diagnose penyakit TBC.
Kebijakan  Slide yang digunakan harus bersih dan bebas lemak.
 Pembuatan slide harus tipis, rata, dan berbentuk oval dengan ukuran
± 2 x 3 cm
 Setelah slide olesan difiksasi, harus didinginkan dulu baru dituangi
reagen.
Waktu melakukan pemanasan / pembakaran slide tidak boleh sampai
mendidih karena dapat merusak morfologi dari kuman
Prosedur 1. Tuangi slide yang telah difiksasi dengan Karbol fuksin, bakar di atas
nyala api selama 3 - 5 menit ( jangan sampai mendidih).
2. Biarkan dingin kira kira nunggu selama 5 menit.
3. Setelah dingin, buang cat dan bilas dengan air kran.
4. Tuangi dengan alkohol asam sampai sisa warna luntur, bilas dengan air
kran.
5. Tuangi dengan pewarna pembanding Methilin Blue 30 detik, bilas
dengan air kran.

TEKNIK PEWARNAAN TAHAN ASAM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Prosedur 1. Periksa dibawah mikroskop dengan obyektf 100x ( oil imersi ) Basil
Tahan Asam akan tampak berwarna merah dan kuman yang lainnya akan
tampak biru. Tuangi slide yang telah difiksasi dengan Karbol fuksin,
bakar di atas nyala api selama 3 - 5 menit ( jangan sampai mendidih).
2. Biarkan dingin kira kira nunggu selama 5 menit.
3. Setelah dingin, buang cat dan bilas dengan air kran.
4. Tuangi dengan alkohol asam sampai sisa warna luntur, bilas dengan air
kran.
5. Tuangi dengan pewarna pembanding Methilin Blue 30 detik, bilas
dengan air kran.
6. Periksa dibawah mikroskop dengan obyektf 100x ( oil imersi ) Basil
7. Tah Laporkan hasil pengamatan menurut IUAT ( International Union
Against Tuberculosa ), Sbb :

MIKROSKOPIK CARA PELAPORAN


Tidak ditemukan BTA / 100 LP Negatif
1 – 9 BTA / 100 LP 1 – 9 BTA / 100 LP (SCENTY)
10 – 99 BTA / 100 LP +
1 – 10 BTA / 1 LP ++
>10 BTA / 1 LP +++
Unit Terkait  Poli Umum
 Rawat Inap
 UGD
 Polindes
 Gudang Logistik

PEMERIKSAAN GULA DARAH PUASA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu pemeriksaan terhadap darah penderita untuk ditentukan kadar gula
puasanya, yaitu penderita setelah puasa selama ± 10 jam dimana gula darah puasa
lebih dari 125 mg/dl dapat merupakan indikasi diabetes
Tujuan Untuk diagnosa penyakit Diabetes Militus ( indikasi diabetes )
Kebijakan 1. Sampel harus segera diperiksa tidak lebih dari 2 jam setelah darah
diambil.
2. Sampel bisa berupa serum atau plasma EDTA/ NaF
Prosedur 1. Pipet sampel 5 µl.
2. Tambahkan 500 µl reagen glukosa, campur dalam tabung.
3. Inkubasi selama 10 menit pada suhu 25° / 30° C atau 5 menit pada suhu 37° C
4. Baca pada photometer dengan C/St, λ 546 nm, F-100
5. Laporkan hasil dalam mg/dl.
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Gudang Logistik

PEMERIKSAAN GULA DARAH 2 JAM POST PRANDIAL


(2 JAM PP)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu pemeriksaan terhadap darah penderita guna ditentukan kadar gula darah
post prandialnya yaitu 2 jam setelah makan.Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan
screening untuk diabetes yang biasanya dianjurkan jika gula darah puasa lebih
tinggi dari normal atau meningkat.
Tujuan 1. Untuk konfirmasi diagnosa DM bila nilai gula darah puasa rata-rata atau
sedikit meningkat.
2. Untuk menentukan respons penderita terhadap masukan karbohidrat 2
jam setelah makan.
Kebijakan 1. Sampel harus segera diperiksa tidak lebih dari 2 jam setelah darah
diambil.
2. Sampel bisa berupa serum atau plasma EDTA/ NaF
3. Bila sampel berupa plasma, harus segera dipisahkan.
Prosedur 1. Pipet sampel 5 µl.
2. Tambahkan 500 µl reagen glukosa, campur dalam tabung.
3. Inkubasi selama 10 menit pada suhu 25° / 30° C atau 5 menit pada suhu
37° C
4. Baca pada photometer dengan C/St, λ 546 nm, F-100.
5. Laporkan hasil dalam mg/dl.
Unit Terkait 1. Poli Umum
2. Rawat Inap
3. UGD
4. Gudang Logistik

PENGAMBILAN SAMPEL DARAH VENA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini
Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016

Pengertian Suatu cara pengambilan darah vena yang diambil dari vena dalam fossa cubiti,
vena saphena magma/ vena supervisial lain untuk mendapatkan sampel darah
yang baik dan representative.
Tujuan 1. Untuk mendapatkan sampel darah vena yang baik dan memenuhi syarat
untuk dilakukan pemeriksaan.
2. Untuk petunjuk bagi setiap petugas yang melakukan pengambilan darah
( phlebotomy ).
Kebijakan 1. Sarana untuk pengambilan sampel harus sudah tersedia lengkap dahulu.
2. Pencahayaan dalam ruangan pengambilan sampel harus memadai.
3. Sebelumnya harus dilakukan komunikasi dan informasi yang tepat
dengan pasien.
Prosedur 1. Lakukan penjelasan kepada penderita ( tentang apa yang akan dilakukan
terhadap penderita, kerjasama penderita, sensasi yang akan dirasakan
penderita dsb. )
2. Cari / lihat vena yang akan ditusuk ( superficial, cukup besar, lurus, tidak
ada peradangan, tidak diinfus ).
3. Letakkan tangan lurus serta ekstensikan dengan bantuan tangan kiri
operator atau diganjal dengan telapak / bantalan menghadap ke atas
sambil mengepal.
4. Lakukan desinfeksi daerah yang akan ditusuk dengan kapas steril yang
telah dibasahi alkohol 70% dan biarkan sampai kering.
PENGAMBILAN SAMPEL DARAH VENA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Prosedur 5. Lakukan pembendungan pada daerah proximal kira-kira 4-5 jari dari
tempat penusukan agar vena tampak lebih jelas.
( bila menggunakan tourniquet berupa ikatan simpul terbuka dan arahnya
ke atas ), pembendungan tidak boleh terlalu lama (maksimal 2 menit,
terbaik 1 menit ).
6. Ambil spuit dengan ukuran sesuai jumlah darah yang akan diambil, cek
putaran dan kencangkan jarum dan karetnya, dorong jarum ke ujung
depan.
7. Pegang spuit dengan tangan kanan, 3 jari di bawah, jari telunjuk di
belakang jarum, ibu jari di atas.
8. Fiksasi pembuluh darah yang akan ditusuk dengan ibu jari tangan kiri, 4
jari dibawah lengan.
Tusukkan jarum dengan sisi menghadp ke atas membentuk sudut ± 15 -
30°, diganjal dengan jari telunjuk sampai ujung jarum masuk ke dalam
vena dan terlihat darah pada pangkal jarum.
9. Fiksasi spuit dengan tangan kiri ( jari telunjuk dan ibu jari ) dengan tetap
membentuk sudut. Kepalan tangan dibuka.
10. Dengan jari telunjuk dan ibu jari di depan, 3 jari menarik penghisap ke
belakang pelan-pelan sampai didapat volume darah yang diinginkan.
11. Lepaskan bendungan, letakkan kapas alkohol 70% diatas jarum, cabut
jarum dan menekan kapas menggunakan tangan kanan pada bekas tusukan
selama beberapa menit untuk mencegah perdarahan, plester, tekan dengan
telunjuk dan ibu jari penderita selama ± 5 menit.
Masukkan jarum ke dalam penutupnya, lepaskan jarum, alirkan darah
dalam wadah melalui dindingnya pelan-pelan ( supaya tidak terjadi
hemolisa ) ke dalam botol penampung sesuai kebutuhannya.
12. Jika menggunakan antikoagulan, kocok botol beberapa menit agar
antikoagulan tercampur dengan darah dan tidak terjadi bekuan.
Unit Terkait 1. Seksi Loket
2. Farmasi dan Gudang Logistik
PEMERIKSAAN WAKTU PEMBEKUAN DARAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu cara pemeriksaan faal hemostasis dengan memeriksa waktu pembekuan
darah.
Waktu pembekuan darah adalah waktu antara saat darah vena mulai masuk spuit
sampai dengan darah membeku.
Tujuan 1. Sebagai pemeriksaan penyaring untuk mengetahui factor-faktor yang
mengganggu proses hemostasis.
2. Untuk mengetahui adanya kelainan pada faktor pembekuan dan trombosit
baik kuantitasnya maupun kualitasnya.
Kebijakan Pemeriksaan menggunakan stopwatch atau dengan memperhatikan waktu.
Prosedur METODE TABUNG
1. Sediakan 3 tabung yang bersih dan kering, diameter 8 mm dalam sebuah
rak.
2. Dengan spuit 5 cc ambil darah vena dengan hati-hati dan cepat
3. Saat darah masuk spuit, jalankan stopwatch ( lihat waktu ).
4. Darah tersebut dimasukkan ke dalam masing-masing tabung sebanyak 1
– 1,5 cc.
5. Tunggu selama 4 menit. Kemudian setiap ½ menit tabung I dimiringkan
untuk melihat apakah darah sudah membeku.
1.

1.
PEMERIKSAAN WAKTU PEMBEKUAN DARAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Prosedur .
6. Setelah darah dalam tabung I membeku, ½ menit kemudian tabung II
dimiringkan seperti tabung I, demikian seterusnya pada tabung III,
diulang setiap ½ menit sampai darah membeku dan waktu dicatat.
7. Waktu pembekuan adalah waktu darah mulai masuk spuit sampai darah
membeku pada tabung III.
METODE SLIDE
2. Sediakan slide.
3. Ujung jari dibersihkan dengan kapas alkohol.
4. Tusuk jari dengan autoclik (jalankan stopwatch pada saat darah mulai
keluar).
5. Teteskan darah 2 tetes pada objek glass dan periksa fibrin tiap 30 detik.

Unit Terkait 2. Poli Umum


3. Rawat Inap
4. Gudang Logistik
PEMERIKSAAN WAKTU PERDARAHAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu cara pemeriksaan faal hemostasis dengan memeriksa waktu perdarahan.
Darah yang diambil adalah darah kapiler dari cuping telinga.
Tujuan 1. Sebagai pemeriksaan penyaring untuk mengetahui factor-faktor yang
mengganggu proses hemostasis.
2. Untuk mengetahui adanya kelainan pada pembuluh darah dan trombosit
baik kelainan kuantitas maupun kualitasnya.
Kebijakan 1. Pergunakan lancet disposibel.
2. Pemeriksaan menggunakan stopwatch atau dengan memperhatikan
waktu.
Prosedur 1. Bersihkan cuping telinga dengan kapas alkohol 70%.
2. Pegang cuping telinga antara ibu jari dan telunjuk sedemikian rupa
sehingga kulitnya agak tegang.
3. Tusuk dengan lancet pada bagian bawahnya dan pegangan dilepaskan.
4. Ketika titik darah mulai terlihat, jalankan stopwatch ( lihat waktu ).
5. Darah yang menetes dihisap dengan kertas saring setiap ½ menit ( 30
detik ), tetapi tidak boleh menyentuh lukanya.
6. Kalau darah sudah tidak keluar lagi, stopwatch dihentikan ( lihat waktu ).
7. Kalau perdarahan lebih dari 5 menit, secara aktif perdarahan harus
dihentikan dengan cara memijat tempat perdarahan dan diplester.
Unit Terkait 1. Poli Umum
2. Rawat Inap dan Gudang Logistik

JUMLAH SAMPEL KIMIA KLINIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Jumlah sampel adalah volume darah yang dibutuhkan untuk dilakukan masing-
masing jenis pemeriksaan kimia klinik.
Tujuan 1. Sebagai pedoman bagi petugas dalam mengambil sampel darah untuk
pemeriksaan kimia klinik.
2. Untuk menghindari kekurangan jumlah sampel darah yang dibutuhkan.
Kebijakan Volume darah yang diambil harus sesuai yang dibutuhkan
Prosedur Jenis Pemeriksaan Volume darah Antikoagulan
( ml )

1. Glukosa darah 1 Tidak digunakan


2. Profil Lipid 3 Tidak digunakan
3. LFT 5 Tidak digunakan
4. RFT 3 Tidak digunakan

Unit Terkait 1. Laboratorium


2. Gudang Logistik

PENGAMBILAN SAMPEL URINE PADA WANITA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1
v
Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pengambilan sampel urine adalah prosedur yang benar untuk mendapatkan
sampel urine dari pasien wanita untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Tujuan 1. Untuk mengetahui cara mengumpulkan sampel urine yang benar.
2. Untuk mendapatkan sampel urine yang representative.
3. Sebagai petunjuk untuk menjelaskan kepada petugas maupun pasien.
Kebijakan 1. Urine harus ditampung dalam wadah yang bersih dari detergen dan
kering, bila mungkin disposibel.
2. Setelah mendapatkan sampel urine, petugas segera mendistribusikan ke
ruang laboratorium dalam waktu tidak lebih dari 1 jam.
Prosedur 1. Pasien dianjurkan mencuci tangan terlebih dahulu.
2. Buka/ pisahkan lipatan kulit disekitar muara pembuangan urine dan cuci
daerah tersebut dengan air bersih atau air matang.
3. Pegang lipatan kulit tersebut dengan salah satu tangan dan keluarkan
sebagian / sedikit urine ke dalam toilet terlebih dahulu, setelah itu
tampung sebagian ke dalam wadah yang steril ( wadah tersebut jangan
sampai tersentuh daerah genital ataupun tangan ).
4. Pasang label pada wadah tersebut ( nama, waktu pengambilan dan segera
didistribusikan ke laboratorium ).

Unit Terkait 1. Poli Umum


2. Rawat Inap
3. Laboratorium

PELAYANAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Tindakan yang dilakukan oleh suatu laboratorium, dengan memperhatikan
blangko permintaan pemeriksaan yang telah dibawa oleh pasien dari dokter
praktek, poli umum, rawat inap, UGD, atau bidan.
Tujuan 1. Mengefektifkan pelayanan laboratorium.
2. Mengefesienkan penggunaan reagent.
3. Menegakkan diagnose.
Kebijakan 1. Pasien telah mempersiapkan diri untuk melakukan jenis pemeriksaan
yang akan diperiksakan/ diminta.
2. Semua alat yang diperlukan untuk pengambilan sample harus sudah
tersedia/disiapkan.
Prosedur 1. Mempersiapkan peralatan sampling, sbb :
 Tabung EDTA dan Non  Plester
EDTA  Slide
 Spuit 3cc, 5cc, 10cc  Sarung tangan disposable
 Blood lancet  Wadah urine. Wadah faeces,
 Kapas alkohol atau tempat sample yang lain
 Torniquet  Bolpoint atau pensil
 Tissue  Label untuk identitas pasien
2. Menginformasikan kepada pasien bagaimana rasa yang akan timbul pada
saat pengambilan sample darah, berapa lama
waktu pengambilan, dan tindakan pembendungan pasca pengambilan
darah
PELAYANAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Prosedur 3. Menginformasikan bagaimana cara menampung sample urine, sample
sputum, dan sample faeces yang baik dan benar
4. Setelah semua sample sudah siap untuk diperiksa, mintalah pasien untuk
menunggu atau menginformasikan kepada pasien kapan hasil
pemeriksaan selesai dan bisa diambil.
5. Memberikan hasil kepada pasien/ keluarga pasien dan menyarankan
untuk kembali ke dokter atau fasilitas kesehatan yang meminta dilakukan
pemeriksaan tersebut guna mendapatkan penjelasan tentang hasil
laboratorium dan tindak lanjutnya.

Unit Terkait 1.Rawat Inap


2.Rawat Jalan
3.UGD
PENGAMBILAN SAMPEL URINE PADA PRIA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pengambilan sampel urine adalah prosedur yang benar untuk mendapatkan
sampel urine dari pasien pria untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Tujuan 1. Untuk mengetahui cara mengumpulkan sampel urine yang benar.
2. Untuk mendapatkan sampel urine yang representatif.
3. Sebagai petunjuk untuk menjelaskan kepada petugas maupun pasien.
Kebijakan a. Urine harus ditampung dalam wadah yang bersih dari detergen dan
kering, bila mungkin disposibel.
b. Setelah mendapatkan sampel urine, petugas segera mendistribusikan ke
ruang laboratorium dalam waktu tidak lebih dari 1 jam.
Prosedur 1. Pasien dianjurkan mencuci tangan serta ujung kemaluannya dengan air
bersih atau air matang.
2. Pasien dianjurkan mencuci tangan serta ujung kemaluannya dengan air
bersih atau air matang.
3. Keluarkan sebagian urine ke dalam toilet kemudian tampung sebagian
yang selanjutnya ke dalam wadah penampung yang steril ( wadahtersebut
tidak boleh tersentuh penis dan atau tangan ).
4. Pasang label pada wadah tersebut ( nama, waktu pengambilan dan segera
didistribusikan ke laboratorium ).
Unit Terkait  Poli Umum
 Rawat Inap
 Laboratorium

PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH LEUKOSIT


(SEL DARAH PUTIH)
DALAM KAMAR HITUNG IMPROVED NEUBAUER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1
Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Darah diencerkan, lalu dihitung jumlah lekosit ( sel darah putih ) yang ada dalam
volume tertentu
Tujuan Menghitung jumlah lekosit dalam darah
Kebijakan a. Alat harus dalam keadaan bersih dan kering
b. Mikroskop harus dalam keadaan baik ( tidak rusak ) sehingga dapat
digunakan
c. Reagen tidak boleh ED
Kebijakan d. Pengambilan sample darah dan reagen harus tepat
Prosedur 1. Siapkan alat, sbb :
a. Pipet lekosit (dengan sebutir kaca putih pada bagian bola dari pipet )
dengan skala 0,5 – 11
b. Kamar Hitung ( Improved Neubauer )
c. Mikroskop
d. Counter tally ( bila ada )
2. Siapkan reagen
3. Larutan Turk
4. Hisaplah darah kapiler/ darah EDTA dengan pipet lekosit sampai tepat pada
garis 0,5
5. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan cara
menghapus dari pertengahan pipet kebawah dengan kertas saring / tissue
secara tepat
PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH LEUKOSIT
(SEL DARAH PUTIH)
DALAM KAMAR HITUNG IMPROVED NEUBAUER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
6. Masukkan ujung pipet dalam larutan Turk sambil menahan darah pada garis
tadi. Pipet dipegang dengan sudut 45° dan larutan Turk dihisap perlahan-
lahan ( jangan sampai timbul gelembung udara ) sampai garis 11
7. Hisaplah darah kapiler/ darah EDTA dengan pipet lekosit sampai tepat
8. Angkatlah pipet dari cairan dan tutup ujungnya dengan ujung jari lalu
lepaskan karet penghisap
9. Kocoklah pipet dengan menutup ujung-ujung pipet dengan ibu jari dan
jari tengah selama 2 - 3 menit. Bila tidak akan segera diperiksa, letakkan
pipet tersebut dalam posisi horizontal
10. Ambillah kamar hitung Improved Neubauer yang bersih, letakkan kamar
hitung ini dengan kaca penutup terpasang mendatar diatasnya
Kocoklah kembali pipet yang telah diisi tadi, kemudian buanglah cairan dalam
batang kapiler pipet sebanyak 3 – 4 tetes dan segera setuhkan ujung pipet dengan
sudut 30° pada permukaan kamar hitung ser

11. tmenyinggung pinggir kaca penutup. Biarkan kamar hitung terisi


perlahan-lahan dengansendirinya
12. Biarkan kamar hitung diatas mikroskop selama 2 menit agar lekosit
mengendap. Bila tidak segera dihitung, kamar hitung dapat disimpan
dalam petridish tertutup yang terisi kapas basah
13. Cara menghitung jumlah lekosit dalam kamar hitung :
14. Meja mikroskop harus dalam posisi horizontal/ posisi rata air.
15. Turunkan lensa atau kecilkan diaphragma
a) Aturlah focus terlebih dahulu dengan memakai lensa objektif 10x
sampai garis bagi dalam bidang besar tampak jelas
b) Hitung semua lekosit yang terdapat dalam 4 bidang besar pada sudut-
sudut seluruh permukaan ( 1, 3, 7, 9 )
c) Mulailah menghitung dari sudut kiri atas terus kekanan, kemudian
turun kebawah, dari kanan ke kiri, lalu turun lagi ke bawah dan mulai
lagi dari kiri ke kanan dan seterusnya. Cara seperti ini berlaku untuk
keempat bidang besar
PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH LEUKOSIT
(SEL DARAH PUTIH)
DALAM KAMAR HITUNG IMPROVED NEUBAUER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
d) Kadang-kadang ada sel-sel yang letaknya menyinggung garis batas.
Untuk sel-sel yang menyinggung garis batas sebelah atas dan sebelah
kiri harus dihitung. Sebaliknya sel-sel yang menyinggung garis
sebelah bawah dan sebelah kanan tidak boleh dihitung
e) Perhitungan jumlah lekosit
Pengenceran darah dalam pipet = 20x, sedangkan luas tiap bidang
besar = 1 mm2 dan tinggi kamar hitung 1/10 mm
Lekosit dihitung dalam 4 bidang besar sehingga jumlah luasnya = 4 x
1 mm2 = 4 mm2
20
Faktor perkalian = = 50
4 x 1 / 10

Jadi jumlah lekosit = jumlah lekosit yang dihitung dalam 4 bidang x


50
dinyatakan jumlah lekosit per mm3 darah

Nilai Normal 5.000 – 10.000 mm3

Unit Terkait Poli Umum, Rawat Inap, Laboratorium


PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH ERITROSIT
(SEL DARAH MERAH)
DALAM KAMAR HITUNG IMPROVED NEUBAUER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1
Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Darah diencerkan, kemudian dihitung jumlah eritrosit ( sel darah merah ) yang
ada dalam volume tertentu
Tujuan Menghitung jumlah eritrosit dalam darah
Kebijakan a) Alat harus dalam keadaan bersih dan kering
b) Mikroskop harus dalam keadaan baik ( tidak rusak ) sehingga dapat
digunakan
c) Reagen tidak boleh ED
Kebijakan d) Pengambilan sample darah dan reagen harus tepat
Prosedur 1. Siapkan alat, sbb :
a. Pipet eritrosit ( dengan sebutir kaca merah pada bagian bola dari pipet
) dengan skala 0,5 – 101
b. Kamar Hitung ( Improved Neubauer )
c. Mikroskop
d. Counter tally ( bila ada )
2. Siapkan reagen
a. Larutan Hayem
3. Hisaplah darah kapiler/ darah EDTA dengan pipet eritrosit sampai tepat
pada garis 0,5
4. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan
cara menghapus dari pertengahan pipet kebawah dengan kertas saring /
tissue secara tepat
5. Masukkan ujung pipet dalam larutan Hayem sambil menahan darah pada
PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH ERITROSIT
(SEL DARAH MERAH)
DALAM KAMAR HITUNG IMPROVED NEUBAUER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan

Prosedur garis tadi. Pipet dipegang dengan sudut 45° dan larutan Hayem dihisap
perlahan-lahan ( jangan sampai timbul gelembung udara ) sampai garis 101
6. Angkatlah pipet dari cairan dan tutup ujungnya dengan ujung jari lalu
lepaskan karet penghisap
7. Kocoklah pipet dengan menutup ujung-ujung pipet dengan ibu jari dan
jari tengah selama 2 - 3 menit. Bila tidak akan segera diperiksa, letakkan
pipet tersebut dalam posisi horizontal
8. Ambillah kamar hitung Improved Neubauer yang bersih, letakkan kamar
hitung ini dengan kaca penutup terpasang mendatar diatasnya
Kocoklah kembali pipet yang telah diisi tadi, kemudian buanglah cairan
dalam batang kapiler pipet sebanyak 3 – 4 tetes dan segera setuhkan
ujung pipet dengan sudut 30° pada permukaan kamar hitung serta
menyinggung pinggir kaca penutup. Biarkan kamar hitung terisi
perlahan-lahan dengansendirinya
9. Biarkan kamar hitung diatas mikroskop selama 2 menit agar eritrosit
mengendap. Bila tidak segera dihitung, kamar hitung dapat disimpan
dalam petridish tertutup yang terisi kapas basah
10. Cara menghitung jumlah eritrosit dalam kamar hitung :
a) Meja mikroskop harus dalam posisi horizontal/ posisi rata air.
Turunkan lensa atau kecilkan diaphragma
Aturlah fokus terlebih dahulu dengan memakai lensa objektif 10x .
kemudian ganti dengan lensa objektif 40x sampai garis bagi dalam
bidang kecil di bagian tengah tampak jelas
b) Hitung semua eritrosit yang terdapat dalam bidang kecil ( bidang A,
B, C, D, dan E ) yang terbagi lagi dalam 16 bidang kecil-kecil
c) Mulailah menghitung dari sudut kiri atas terus kekanan, kemudian
turun kebawah, dari kanan ke kiri, lalu turun lagi ke bawah dan mulai
lagi dari kiri ke kanan dan seterusnya. Cara seperti ini berlaku untuk

PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH ERITROSIT


(SEL DARAH MERAH)
DALAM KAMAR HITUNG IMPROVED NEUBAUER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan

Prosedur a) kelima bidang kecil


b) Kadang-kadang ada sel-sel yang letaknya menyinggung garis batas.
Untuk sel-sel yang menyinggung garis batas sebelah atas dan sebelah
kiri harus dihitung. Sebaliknya sel-sel yang menyinggung garis
sebelah bawah dan sebelah kanan tidak boleh dihitung
c) Perhitungan jumlah eritrosit
Pengenceran darah dalam pipet = 200x, sedangkan luas tiap bidang
kecil = 1/400 mm2 dan tinggi kamar hitung 1/10 mm
Eritrosit dihitung dalam 5 x 16 bidang kecil - kecil sehingga jumlah
luasnya = 80 x 1/400 mm2 = 1/5 mm2
Faktor perkalian = 5 x 10 x 200 = 10.000
Jadi jumlah eritrosit = jumlah eritrosit yang dihisap x 10.000/mm3 darah.
dinyatakan jumlah eritrosit yang dihitung x 10.000/mm3 darah.

Pria : 4.5 – 5.5 juta/mm darah


Nilai Normal Wanita : 4 – 5 juta/mm darah

Unit Terkait
Poli Umum, Rawat Inap, Laboratorium
PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH TROMBOSIT (KEPING DARAH)
DALAM KAMAR HITUNG IMPROVED NEUBAUER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Darah diencerkan, kemudian dihitung jumlah trombosit ( keping darah) yang ada
dalam volume tertentu
Tujuan Menghitung jumlah trombosit dalam darah
Kebijakan a) Alat harus dalam keadaan bersih dan kering
b) Mikroskop harus dalam keadaan baik ( tidak rusak ) sehingga dapat
digunakan
c) Reagen tidak boleh ED
d) Pengambilan sample darah dan reagen harus tepat
Prosedur 1. Siapkan alat, sbb :
Prosedur a. Pipet eritrosit ( dengan sebutir kaca merah pada bagian bola dari pipet)
dengan skala 0,5 – 101
b. Kamar Hitung ( Improved Neubauer )
c. Mikroskop
d. Counter tally ( bila ada )
2. Siapkan reagen
a. Larutan Rees Ecker
3. Hisaplah cairan Rees Ecker kedalam pipet eritrosit sampai garis tanda 1 dan
buanglah lagi cairan tersebut
4. Hisaplah darah kapiler/ darah EDTA dengan pipet eritrosit sampai tepat pada
garis 0,5
5. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan cara
menghapus dari pertengahan pipet kebawah dengan kertas saring / tissuesecara

PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH TROMBOSIT (KEPING DARAH)


DALAM KAMAR HITUNG IMPROVED NEUBAUER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar
Prosedur
Operasional
tepat
6. Masukkan ujung pipet dalam larutan Rees Ecker sambil menahan darah pada
garis tadi. Pipet dipegang dengan sudut 45° dan larutan Rees Ecker dihisap
perlahan-lahan ( jangan sampai timbul gelembung udara ) sampai garis 101
7. Angkatlah pipet dari cairan dan tutup ujungnya dengan ujung jari lalu lepaskan
karet penghisap
8. Kocoklah pipet dengan menutup ujung-ujung pipet dengan ibu jari dan jari
tengah selama 2 - 3 menit. Bila tidak akan segera diperiksa, letakkan pipet
tersebut dalam posisi horizontal
9. Ambillah kamar hitung Improved Neubauer yang bersih, letakkan kamar
hitung ini dengan kaca penutup terpasang mendatar diatasnya
10.Kocoklah kembali pipet yang telah diisi tadi, kemudian buanglah cairan dalam
batang kapiler pipet sebanyak 3 – 4 tetes dan segera setuhkan ujung pipet dengan
sudut 30° pada permukaan kamar hitung serta menyinggung pinggir kaca
penutup. Biarkan kamar hitung terisi perlahan-lahan dengan sendirinya
11.Biarkan kamar hitung diatas mikroskop selama 2 menit agar trombosit
mengendap. Bila tidak segera dihitung, kamar hitung dapat disimpan dalam
petridish tertutup yang terisi kapas basah
12.Cara menghitung jumlah trombosit dalam kamar hitung
Meja mikroskop harus dalam posisi horizontal/ posisi rata air.
Turunkan lensa atau kecilkan diaphragma
Aturlah fokus terlebih dahulu dengan memakai lensa objektif 10x kemudian ganti
dengan lensa objektif 40x sampai garis bagi dalam bidang kecil di bagian tengah
tampak jelas.
Nilai Normal 150.000 – 450.000 per mm3 darah
Unit Terkait  Poli Umum
 Rawat Inap
 Laboratorium
PEMERIKSAAN BILIRUBIN DIREK & TOTAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu pemeriksaan terhadap darah penderita untuk ditentukan kadar bilirubin
Tujuan Untuk diagnosa penyakit liver
Kebijakan 1. Sampel harus segera diperiksa tidak lebih dari 2 jam setelah darah
diambil
2. Sampel bisa berupa serum atau plasma heparin
3. Sample tidak boleh hemolisis
Prosedur A. Pemeriksaan Bilirubin Direk
Tabung 1 Tabung 2
Reagen 2 - 25µl
Reagen 1 100µl 100µl
NaCl 1000µl 1000µl
Sampel 100µl 100µl
- Inkubasi selama 5 menit, lalu dibaca hasilnya pada photometer dengan
panjang gelombang 510, Faktor 10,0
B. Pemeriksaan Bilirubin Total
- Disiapkan 2 tabung
Tabung 1 Tabung 2
Reagen 2 - 25µl
Reagen 1 100µl 100µl
Reagen 3 500µl 500µl
- Inkubasi selam a 10 menit, lalu ditambahkan
Reagen 4 500µl 500µl

PEMERIKSAAN BILIRUBIN DIREK & TOTAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Prosedur Inkubasi selama 5 menit, lalu dibaca hasilnya pada photometer dengan
panjang gelombang 578, Faktor 14,0
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Gudang Logistik
PEMERIKSAAN URIC ACID
URICASE-PAP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu pemeriksaan terhadap darah penderita untuk ditentukan kadar asam uratnya
Tujuan Untuk diagnosa penyakit
Kebijakan 1. Sampel harus segera diperiksa tidak lebih dari 2 jam setelah darah
diambil
2. Sampel bisa berupa serum atau plasma EDTA
3. Sample tidak hemolisis
Prosedur 1. Pipet sampel 10 µl
2. Tambahkan 500µl reagen uric acid, campur dalam tabung
3. Pipet sampel 10 µl
4. Tambahkan 500µl reagen uric acid, campur dalam tabung
5. Inkubasi selama 10 menit pada suhu 25° / 30° C atau 5 menit pada suhu
37° C
6. Baca pada photometer C/St, λ 546 nm
7. Laporkan hasil dalam mg/dl
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

PEMERIKSAAN MALARIA
(Rapid Tes)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Memisahkan hemoglobin dalam sel darah merah sehingga adanya parasit didalam
sel darah merah dapat dilihat
Tujuan Menemukan dan mengidentifikasi parasit penyebab malaria
Dikenal 4 jenis parasit malaria :
1. Plasmodium falciparum
2. Plasmodium malariae
3. Plasmodium vivax
4. Plasmodium ovale
Kebijakan Untuk menemukan malaria pada pasien yang diduga terinfeksi dilakukan
pengambilan darah pada saat pasien demam tinggi (menggigil)
Prosedur 1.Disiapkan card untuk pemeriksaan malaria
2.Ambil specimen yang berupa darah EDTA sebanyak 5µl, diteteskan pada
lubang yang disediakan.
3.Tambahkan 3 drop buffer
4.Dibaca hasilnya, ditunggu selama 20-30 menit
5. Hasil positif akan muncul garis lebih dari satu (2 garis atau 3 garis)
Tergantung jenis malarianya.
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

PEMERIKSAAN CHOLESTEROL
METODE CHOD-PAP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu pemeriksaan terhadap darah penderita untuk ditentukan kadar kolesterolnya
Tujuan Untuk diagnosa penyakit jantung
Kebijakan 1. Sampel harus segera diperiksa tidak lebih dari 2 jam setelah darah
diambil
2. Sampel bisa berupa serum atau plasma EDTA
3. Sample tidak boleh lisis
4. Pasien puasa ± 10 jam
Prosedur 1. Pipet sampel 5 µl
2. Tambahkan 500µl reagen cholesterol, campur dalam tabung
3. Inkubasi selama 10 menit pada suhu 25° / 30° C atau 5 menit pada suhu
37° C
4. Baca pada photometer dengan C/St, λ 546 nm, F-100
5. Laporkan hasil dalam mg/dl
Unit Terkait 1. Poli Umum
2. Rawat Inap
3. UGD
4. Gudang Logistik

PEMERIKSAAN TRIGLYCERIDE
METODE GPO-PAP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu pemeriksaan terhadap darah penderita untuk ditentukan kadar trigliserid
nya ( lemak darah )
Tujuan Untuk diagnosa penyakit jantung koroner
Kebijakan 1. Sampel harus segera diperiksa tidak lebih dari 2 jam setelah darah
diambil
2. Sampel bisa berupa serum atau plasma EDTA
3. Sample tidak boleh lisis
4. Pasien puasa ± 10 jam
Prosedur 1. Pipet sampel 5 µl
2. Tambahkan 500 µl reagen trigliseride, campur dalam tabung
3. Inkubasi selama 10 menit pada suhu 25° / 30° C atau 5 menit pada suhu
37° C
4. Baca pada photometer dengan C/St, λ 546 nm, F-100
5. Laporkan hasil dalam mg/dl
Unit Terkait a. Poli Umum
b. Rawat Inap
c. UGD
d. Laboratorium
e. Gudang Logistik

PEMERIKSAAN HDL CHOLESTEROL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Suatu pemeriksaan terhadap darah penderita untuk ditentukan kadar HDL
kolesterol ( High Density Lipoprotein )
Tujuan Untuk diagnosa penyakit jantung koroner
Kebijakan 1. Sampel harus segera diperiksa tidak lebih dari 2 jam setelah darah
diambil
2. Sampel bisa berupa serum atau plasma EDTA
3. Sample tidak boleh lisis
4. Pasien puasa ± 10 jam
Prosedur 1. Siapkan 3 tabung
2. Tabung 1 diisi 100µl serum + 100µl precipitor (Reagen HDL) inkubasi
selama 5-20 menit
3. Kemudian dicentrifuge selama 5 menit, diambil supernatannya
4. Tabung 2 diisi supernatan sebanyak 25µl + 500µl Reagen Cholesterol
5. Inkubasi pada suhu kamar selama 5 menit
6. Tabung 3 diisi Reagen Cholesterol sebagai blanko
7. Baca pada photometer dengan C/St, λ 593 nm
8. Laporkan hasil dalam mg/dl
Unit Terkait f. Poli Umum
g. Rawat Inap
h. UGD
i. Laboratorium
j. Gudang Logistik

ALAT AFT 300 ELECTROLYT ANALYZER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini
Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pemeriksaan serum elektrolit adalah pemeriksaan untuk memantau
kesetimbangan cairan di dalam tubuh.
Tujuan Mendiagnosa dan mengukur manajemen ginjal, endokrin, asam-basa,
keseimbangan air, dan kondisi lainnya.
Kebijakan - Sample tidak boleh lisis
- Tidak boleh terdapat gelembung udara pada sample yang akan dibaca.
Prosedur - Tekan tombol menu, pilih no 4 (serum tes)
- Tekan Yes muncul tulisan (Lift up probe to aspirate)
- Buka tempat jarum penghisap sample lalu tekan Yes
- Tutup kembali tempat jarum penghisap lalu ditunggu hasilnya
Unit Terkait Unit Laboratorium
PELAPORAN NILAI KRITIS LABORATORIUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Pelaporan Nilai Kritis adalah mekanisme pelaporan hasil laboratorium yang
berpotensi mengancam jiwa dan harus segera dilaporkan oleh petugas yang
bertanggungjawab kepada dokter yang merawat pasien kurang dari 1 jam.
Tujuan Hasil kritis dapat diterima oleh DPJP yang merawat dan diinformasikan pada
pasien sesuai waktu.
Kebijakan Semua hasil yang perlu diwaspadai dipastikan harus diterima oleh dokter yang
akan mengambil tindakan terhadap hasil kritis tersebut (DPJP)
Prosedur 1. Setelah mengetahui ada hasil pemeriksaan laboratorium yang ekstrim, petugas
melakukan pengulangan pemeriksaan, jika hasilnya tetap ekstrim petugas
melapor ke dokter Penanggungjawab laboratorium/ ke Kepala Unit
Laboratorium.
2. Dokter Penanggungjawab laboratorium/ Kepala Unit akan memberikan
putusan dikeluarkan
3. Petugas laboratorium melapor ke dokter jaga atau ke DPJP
4. Petugas Laboratorium menulis laporan kritis ke lembar CPPT yang ada pada
status Rekam Medis pasien.
Unit Terkait 1. Rawat Inap
2. Rawat Jalan
3. UGD
LAJU ENDAP DARAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar Disusun Oleh : Diperiksa Oleh :
Prosedur Tanggal Terbit Tim Laboratorium dr. Nur Hamidiah
Operasional 01 Januari 2017 Septirini

Ditetapkan Oleh :
Direktur Klinik Dawuhan

dr. Nur Hamidiah Septirini


NIP. 503/164/DU/409.104/XI/2016
Pengertian Kecepatan mengendapnya eritrosit dari suatu monster atau sampel darah yang
diperiksa dalam suatu alat tertentu yang dinyatakan dalam mm/jam.
Tujuan Untuk mengetahui LED pada probandus
Kebijakan Darah dengan anticoagulant yang telah dicampur dengan baik dituangkan dalam
tabung Westergren dan diletakkan pada rak Westergren atau dituangkan dalam
tabung Wintrobe dan ditunggu selama 1 jam.
Prosedur  Dipipet PZ (NaCl 0,85%) sebanyak 0,4 ml (dipipet sampai tanda 150
menggunakan pipet Westergren) dan dimasukkan dalam tabung reaksi.
 Dipipet darah sebanyak 1 ml (sampai tanda 0 menggunakan pipet
Westergren), kemudian dimasukkan dalam tabung reaksi.
 Campuran darah+PZ dikocok hingga keduanya tercampur rata.
 Dihisap campuran tersebut dengan menggunakan pipet Westergren sampai
tanda 0.
 Pipet Westergren diletakkan pada rak Westergren dengan sikap tegak lurus
selama 1 jam.
 Dibaca ketinggian endapan plasma dalam mm/jam I/II sebagai LED nya.
Nilai Normal : Laki – laki : 10 mm/jam I
Perempuan : 15 mm/jam I

Unit Terkait Unit Laboratorium RSU Aulia Blitar

PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH TROMBOSIT (KEPING DARAH)


DALAM KAMAR HITUNG IMPROVED NEUBAUER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/1

Klinik Dawuhan
Standar
Prosedur
Operasional
a) Hitung semua trombosit yang terdapat dalam bidang besar ditengah-
tengah ( 1 mm 2 atau 25 bidang sedang )
b) Mulailah menghitung dari sudut kiri atas terus kekanan, kemudian
turun kebawah, dari kanan ke kiri, lalu turun lagi ke bawah dan mulai
lagi dari kiri ke kanan dan seterusnya. Cara seperti ini berlaku untuk
keduapuluh lima bidang sedang
c) Kadang-kadang ada sel-sel yang letaknya menyinggung garis batas.
Untuk sel-sel yang menyinggung garis batas sebelah atas dan sebelah
kiri harus dihitung. Sebaliknya sel-sel yang menyinggung garis
sebelah bawah dan sebelah kanan tidak boleh dihitung
d) Perhitungan jumlah trombosit
Pengenceran darah dalam pipet = 200x, sedangkan luas tiapbidang
besar = 1 mm2 dan tinggi kamar hitung 1/10 mm
Trombosit dihitung dalam 1 bidang besar sehingga jumlah luasnya =
1 x 1 mm2 = 1 mm2
Faktor perkalian = 200= 2.000
1 x 1 / 10

Jadi jumlah trombosit = jumlah trombosit yang dihitung dalam


bidang x 2.000
Dinyatakan jumlah trombosit per mm3 darah

Nilai Normal
150.000 – 450.000 / mm3 darah
Unit Terkait Poli Umum, Rawat Inap, Laboratorium