Anda di halaman 1dari 1

Pemanfaat Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Resiko Bencana

Gunung Api Dari Aspek Sosial Di Kabupaten Sleman


Muhammad Haikal Ihsan1, Fathia Luthfiananda2, Trida Ridho Fariz3
haikalihsan75@yahoo.com1 ,anandafathia@gmail.com2, trfariz@gmail.com3
Mahasiswa Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada

ABSTRAK

Kabupaten Sleman adalah wilayah di Provinsi D.I Yogyakarta dengan sumberdaya yang kaya.
Dari segi sumberdaya alam Kabupaten Sleman adalah salah satu lumbung padi di Provinsi D.I
Yogyakarta sedangkan dari segi sumberdaya manusia Kabupaten Sleman adalah wilayah
dengan jumlah penduduk terbanyak di Provinsi D.I Yogyakarta.
Namun dibalik potensinya, Kabupaten Sleman adalah wilayah dengan indeks resiko bencana
tertinggi di Provinsi D.I Yogyakarta. Salah satu bencana yang mengancam Kabupaten Sleman
adalah bencana gunung api berupa erupsi dan banjir lahar dingin. Tujuan dari penelitian ini
adalah melakukan bagian mitigasi bencana yaitu analisis resiko bencana dengan menggunakan
Sistem Informasi Geografis (SIG).
Aspek sosial dalam kajian resiko bencana adalah unsur penting mengingat obyeknya adalah
manusia secara langsung. Tetapi penyajian aspek sosial dalam peta bencana hanya secara batas
administrasi, sehingga dinilai kurang representatif. Oleh karena itu dalam penelitian ini hanya
fokus dalam aspek sosial saja dan disajikan dalam deliniasi area permukiman. Adapun data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra satelit Landsat 8 dan data Kabupaten Sleman
dalam angka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukiman dengan resiko bencana gunung api tertinggi
paling banyak di Kecamatan Cangkringan meliputi Desa Kepuh Harjo, Desa Wukirsari, Desa
Argomulyo, Desa Glagaharjo dan Desa Umbul Harjo. Desa Hargo Binangun di Kecamatan
Pakem adalah wilayah dengan nilai resiko tinggi yang terluas yaitu seluas 59,18 Ha.
Kata kunci : SIG, Resiko Bencana, Gunung Api, Aspek Sosial