Anda di halaman 1dari 210

Tanggal Efektif : 30 Oktober 2007 Tanggal Pengembalian Pemesanan : 6 Nopember 2007

Masa Penawaran : 31 Okt, 1 – 2 Nop 2007 Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 5 Nopember 2007
Tanggal Penjatahan : 5 Nopember 2007 Tanggal Pencatatan Saham pada Bursa Efek Jakarta : 6 Nopember 2007

BAPEPAM-LK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK


INI. TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP
PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN
MELANGGAR HUKUM.

PT ACE HARDWARE INDONESIA TBK (PERSEROAN), PT CLSA INDONESIA DAN PT DINAMIKA


USAHAJAYA (PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS
KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG
TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk


Kegiatan Usaha
Menjalankan usaha dalam bidang perdagangan umum termasuk impor, interinsulair dan lokal dari segala
macam barang-barang home center antara lain: elektronik, kitchen appliance, tools, gardening, plumbing,
stationary, hobby, building interior, furniture dan alat-alat rumah tangga.

Berkedudukan di Jakarta, Indonesia

Kantor Pusat
Gedung Kawan Lama Lantai 5
Jl. Puri Kencana No. 1 Meruya Kembangan
Jakarta 11610 – Indonesia
Telepon: (62-21) 5822222; Fax: (62-21) 5824022
Website : http://www.acehardware.co.id

PENAWARAN UMUM

Sebanyak 515.000.000 (lima ratus lima belas juta) lembar Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal
Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap saham, yang ditawarkan kepada masyarakat dengan Harga Penawaran
Rp 820,- (delapan ratus dua puluh Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan
Formulir Pemesanan Pembelian Saham. Nilai Penawaran Umum adalah sebesar Rp 422.300.000.000,-
(empat ratus dua puluh dua miliar tiga ratus juta Rupiah).

RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO USAHA PERSEROAN


TERGANTUNG PADA KEMAMPUANNYA UNTUK MEMPERTAHANKAN KEBERADAAN
PERJANJIAN LISENSINYA. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DIUNGKAPKAN
DALAM PROSPEKTUS INI PADA BAB V MENGENAI “RISIKO USAHA”.

PT ACE HARDWARE INDONESIA TBK TIDAK MENERBITKAN SAHAM HASIL PENAWARAN UMUM
INI DALAM BENTUK SURAT KOLEKTIF SAHAM, TETAPI SAHAM TERSEBUT AKAN
DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM
PENITIPAN KOLEKTIF PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA.

PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK

PT CLSA INDONESIA PT DINAMIKA USAHAJAYA

PENJAMIN EMISI EFEK


PT Mandiri Sekuritas, PT Indopremier Securities, PT Am Capital Indonesia, PT Ciptadana Securities,
PT Danatama Makmur Securities, PT Dhanawibawa Artha Cemerlang, PT Intifikasa Securindo,
PT Kim Eng Securities, PT Makinta Securities, PT Minna Padi Investama, PT Nusadana Capital
Indonesia, PT Okansa Capital Tbk., PT Transpacific Securindo, PT Wanteg Securindo.

Saham-saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini seluruhnya akan dicatatkan pada
Bursa Efek Jakarta

Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 30 Oktober 2007


PT Ace Hardware Indonesia Tbk (selanjutnya dalam Prospektus ini disebut “Perseroan”), telah
menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Efek sehubungan dengan Penawaran Umum kepada
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (selanjutnya disebut “BAPEPAM-LK”)
dengan Surat No. 064/ACE/PW/IPO/IX/07 tanggal 11 September 2007 sesuai dengan persyaratan yang
ditetapkan dalam Undang-undang No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 Nopember 1995 tentang Pasar Modal,
Lembaran Negara No. 64 Tahun 1995, Tambahan Lembaran Negara No. 3608 beserta peraturan
pelaksanaannya dan perubahan-perubahannya (selanjutnya disebut sebagai “Undang-undang Pasar
Modal”).

Saham-saham yang ditawarkan direncanakan akan dicatatkan di Bursa Efek Jakarta sesuai dengan
Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek yang telah dibuat antara Perseroan dengan PT Bursa Efek
Jakarta dengan Surat No. S-995/BEJ-PSJ/10-2007 tanggal 5 Oktober 2007, apabila memenuhi
persyaratan pencatatan yang ditetapkan oleh PT Bursa Efek Jakarta antara lain mengenai jumlah
Pemegang Saham baik perorangan maupun lembaga di PT Bursa Efek Jakarta dan masing-masing
Pemegang Saham memiliki sekurang-kurangnya 1 satuan perdagangan saham. Apabila syarat-syarat
pencatatan saham tersebut tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum dibatalkan dan uang pemesanan
yang telah diterima dikembalikan kepada para pemesan sesuai dengan ketentuan Undang-undang Pasar
Modal.

Perseroan, Pemegang Saham Pendiri, Penjamin Pelaksana Emisi Efek, Penjamin Emisi Efek dan Profesi
Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran
semua data, kejujuran pendapat, keterangan, dan laporan yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai
dengan bidang tugasnya masing-masing berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam wilayah negara
Republik Indonesia dan kode etik, norma serta standar profesi masing-masing.

Sehubungan dengan Penawaran Umum setiap pihak terafiliasi dilarang memberikan keterangan atau
membuat pernyataan atau penjelasan apapun mengenai data yang tidak tercantum dalam Prospektus
ini tanpa mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Perseroan, PT CLSA Indonesia dan
PT Dinamika Usahajaya selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

PT CLSA Indonesia dan PT Dinamika Usahajaya selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para
Penjamin Emisi Efek, serta Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dengan tegas menyatakan
tidak terafiliasi dengan Perseroan baik langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan
dalam Undang-undang Pasar Modal.

PENAWARAN UMUM INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG/


PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI REPUBLIK INDONESIA. BARANG SIAPA DI
LUAR WILAYAH REPUBLIK INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI, MAKA PROSPEKTUS
INI TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI DOKUMEN PENAWARAN UNTUK MEMBELI SAHAM,
KECUALI BILA PENAWARAN DAN PEMBELIAN SAHAM TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN
ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-
UNDANGAN SERTA KETENTUAN-KETENTUAN BURSA EFEK YANG BERLAKU DI NEGARA
TERSEBUT ATAU YURISDIKSI DI LUAR REPUBLIK INDONESIA TERSEBUT.

PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH


PUBLIK DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA
TIDAK MENYESATKAN PUBLIK.
DAFTAR ISI

DEFINISI DAN SINGKATAN .................................................................................................................. iii


RINGKASAN ......................................................................................................................................... vii
BAB I. PENAWARAN UMUM ......................................................................................................... 1
BAB II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM ...................................... 4
BAB III. PERNYATAAN HUTANG .................................................................................................... 6
BAB IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN ..................................................... 10
BAB V. RISIKO USAHA ................................................................................................................ 29
BAB VI. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ........ 34
BAB VII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN ....................................................................... 35
1. Riwayat Singkat Perseroan ....................................................................................... 35
2. Perkembangan Kepemilikan Saham Perseroan ........................................................ 38
3. Keterangan Singkat Mengenai Pemegang Saham Perseroan Berbentuk
Badan Hukum ............................................................................................................ 42
4. Struktur Organisasi .................................................................................................... 45
5. Pengurusan dan Pengawasan Perseroan ................................................................. 45
6. Sumber Daya Manusia .............................................................................................. 48
7. Keterangan Mengenai Aktiva Tetap ........................................................................... 49
8. Hubungan Kepemilikan, kepengurusan dan pengawasan Perseroan dengan
pemegang saham berbentuk badan hukum .............................................................. 51
9. Transaksi Dengan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa .............................. 52
10. Ikatan Dan Perjanjian Penting Dengan Pihak Ketiga ................................................ 54
11. Perkara Yang Sedang Dihadapi Perseroan ............................................................... 60
BAB VIII. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN ........................................................ 61
1. Kegiatan Usaha dan Prospek Perseroan .................................................................. 61
2. Sejarah dan Perkembangan ...................................................................................... 61
3. Keunggulan Perseroan .............................................................................................. 62
4. Strategi Perkembangan Perseroan ........................................................................... 64
5. Hubungan Perseroan dengan Ace Hardware Corporation ........................................ 65
6. Hubungan dengan Kawan Lama ............................................................................... 65
7. Prospek Usaha .......................................................................................................... 66
8. Gerai Ritel Perseroan ................................................................................................ 66
9. Penjelasan Departemen Utama ................................................................................ 67
10. Pemasok .................................................................................................................... 72
11. Persaingan ................................................................................................................ 73
12. Asuransi ..................................................................................................................... 73
13. Properti ...................................................................................................................... 74
14. Hak Kekayaan Intelektual .......................................................................................... 74
15. Litigasi ....................................................................................................................... 74
BAB IX. INDUSTRI ......................................................................................................................... 75
BAB X. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING ......................................................................... 79

i
BAB XI. EKUITAS ........................................................................................................................... 81
BAB XII. KEBIJAKAN DIVIDEN ...................................................................................................... 86
BAB XIII. PERPAJAKAN .................................................................................................................. 87
BAB XIV. PENJAMINAN EMISI EFEK ............................................................................................. 89
BAB XV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL ............................................. 92
BAB XVI. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM ...................................................................................... 95
BAB XVII. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN ............................. 109
BAB XVIII. LAPORAN PENILAI ........................................................................................................ 153
BAB XIX. ANGGARAN DASAR ...................................................................................................... 163
BAB XX. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM ................................................... 189
BAB XXI. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN
PEMBELIAN SAHAM ..................................................................................................... 195

ii
DEFINISI DAN SINGKATAN

Istilah dan ungkapan dalam Prospektus ini mempunyai arti sebagai berikut:

Ace Hardware Corporation Badan Usaha di Amerika Serikat yang memberikan lisensi kepada
PT Ace Hardware Indonesia Tbk.

Afiliasi Pihak-pihak sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 angka 1 Undang-


Undang Pasar Modal. Berarti (a) hubungan keluarga karena perkawinan
dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun
vertikal; (b) hubungan antara satu pihak dengan pegawai, Direktur atau
Komisaris dari pihak tersebut;(c) hubungan antara 2 perusahaan dimana
terdapat 1 atau lebih anggota Direksi atau Komisaris yang sama;
(d) hubungan antara perusahaan dengan suatu pihak, baik langsung
maupun tidak langsung mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan
tersebut; (e) hubungan antara 2 perusahaan yang dikendalikan baik
langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau (f) hubungan
antara perusahaan dan Pemegang Saham Utama.

Agen Pembayaran Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Anak Perusahaan Perusahaan yang laporan keuangannya dikonsolidasikan dengan


Perseroan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.

BANI Badan Arbitrase Nasional Indonesia.

BAPEPAM-LK Singkatan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

Beban Bunga Berarti beban atas hutang yang merupakan beban bunga periodik yaitu
beban bunga yang tidak termasuk beban yang dikapitalisasi berdasarkan
prinsip akuntasi yang berlaku umum di Indonesia.

BEJ Singkatan dari Bursa Efek Jakarta, Bursa Efek sebagaimana dimaksud
dalam pasal 1 angka 4 Undang-Undang Pasar Modal, yang
diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Jakarta, suatu perseroan terbatas
berkedudukan di Jakarta, tempat saham dicatatkan.

BKPM Badan Koordinasi Penanaman Modal.

BPS Berarti Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.

Bursa Efek Bursa Efek Jakarta (BEJ)

CAGR Singkatan dari Compound Annual Growth Rate atau tingkat pertumbuhan
rata-rata per tahun.

Daftar Pemegang Saham Daftar yang dikeluarkan oleh KSEI yang memuat keterangan tentang
kepemilikan Efek oleh Pemegang Efek dalam penitipan Kolektif di KSEI
berdasarkan data yang diberikan oleh Pemegang Rekening kepada KSEI.

DPPS Singkatan dari Daftar Permohonan Pemesanan Saham.

EBIT Singkatan dari Earnings Before Interest and Tax, yaitu laba bersih sebelum
bunga dan pajak.

iii
EBITDA Singkatan dari Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and
Amortisation, yaitu laba bersih sebelum bunga, pajak, depresiasi dan
amortisasi.

Emisi Berarti penerbitan saham oleh Perseroan untuk ditawarkan dan dijual
kepada masyarakat melalui Penawaran Umum.

FKP Formulir Konfirmasi Penjatahan.

FPPS Singkatan dari Formulir Permohonan Pemesanan Saham.

Gerai ACE Gerai-gerai ACE milik Perseroan

Hari Bank Berarti setiap saat Kantor Bank Indonesia di Jakarta menyelenggarakan
kegiatan kliring antar bank.

Hari Bursa Hari dimana Bursa Efek atau badan hukum yang menggantikannya
menyelenggarakan kegiatan bursa efek menurut peraturan perundang-
undangan yang berlaku dan ketentuan-ketentuan bursa efek tersebut.

Hari Kalender Berarti semua hari dalam 1 tahun sesuai dengan kalender Gregorius tanpa
kecuali, termasuk Hari Minggu dan hari libur nasional yang sewaktu-waktu
ditetapkan oleh Pemerintah dan hari kerja biasa yang karena suatu
keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah sebagai bukan hari kerja
biasa.

Hari Kerja Hari Senin sampai dengan Hari Jumat, kecuali hari libur nasional yang
ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Kawan Lama PT Kawan Lama Sejahtera

Kelompok Usaha Kawan PT Kawan Lama Sejahtera, PT Kawan Lama Internusa dan PT Home
Lama Center Indonesia.

Karyawan Orang yang bekerja dan tercatat dalam daftar karyawan, termasuk
karyawan tetap maupun karyawan kontrak Perseroan berdasarkan surat
ketetapan / perjanjian dengan menerima gaji / imbalan secara tetap setiap
bulan dari Perseroan.

KSEI Singkatan dari Kustodian Sentral Efek Indonesia, yang bertugas


mengadministrasikan penyimpanan Efek berdasarkan Perjanjian
Pendaftaran Efek pada Penitipan Kolektif, yang diselenggarakan oleh
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, suatu perseroan terbatas yang
berkedudukan di Jakarta.

Kustodian Berarti pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang
berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga,
dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili pemegang
rekening yang menjadi nasabahnya.

Likuidasi Berarti pemberesan harta/benda kekayaan (aset-aset) sebagai tindak


lanjut dari Penutupan Usaha.

Masa Penawaran Jangka waktu untuk pemesanan Saham yang dapat dilakukan oleh
masyarakat dengan mengajukan FPPS kepada Penjamin Pelaksana Emisi
Efek dan/atau Agen Penjualan sebagaimana ditentukan dalam Prospektus
dan FPPS, kecuali jika masa penawaran itu ditutup lebih dini yang
dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

iv
Masyarakat Berarti perorangan dan/atau badan-badan, baik warga negara Indonesia
/atau badan hukum Indonesia maupun warga negara asing dan/atau
badan hukum asing baik bertempat tinggal/berkedudukan hukum di
wilayah Republik Indonesia maupun bertempat tinggal/berkedudukan di
luar wilayah Republik Indonesia.

Pemegang Rekening Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek di
KSEI yang meliputi Perusahaan Efek dan/atau pihak lain yang disetujui
oleh KSEI dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang
berlaku di bidang Pasar Modal dan peraturan KSEI.

Pemegang Saham Berarti masyarakat yang memiliki manfaat atas saham yang disimpan
dan diadministrasikan dalam: ’- Daftar Pemegang Saham Perseroan;
’- Rekening efek pada KSEI; atau ’- Rekening efek pada KSEI melalui
Perusahaan Efek.

Pemerintah Pemerintah Negara Republik Indonesia.

Penawaran Umum Kegiatan penawaran Efek yang dilakukan oleh Emiten sebagaimana
dimaksud dalam pasal 1 angka 15 Undang-Undang Pasar Modal.

Penitipan Kolektif Berarti jasa penitipan atas efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu
pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian, sebagaimana
dimaksud dalam Undang-undang Pasar Modal.

Penjamin Emisi Pihak-pihak yang melaksanakan Penawaran Umum atas nama Perseroan
dan melakukan pembayaran hasil Penawaran Umum kepada Perseroan
berdasarkan Penjaminan Emisi Efek yang telah memiliki Rekening Efek
sesuai dengan ketentuan KSEI.
Penjamin Pelaksana Emisi PT CLSA Indonesia dan PT Dinamika Usahajaya

Penjamin Pelaksana Berarti pihak yang akan bertanggung jawab atas penyelenggaraan
Emisi Efek Penawaran Umum, yang dalam hal ini adalah PT CLSA Indonesia dan
PT Dinamika Usahajaya, suatu perseroan terbatas yang didirikan
berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dan berkedudukan di
Jakarta, sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan Perjanjian
Penjaminan Emisi Efek.

Perjanjian Penjaminan Perjanjian No. 12 tanggal 10 September 2007, sebagaimana diubah


Emisi Efek dengan Adendum Perjanjian Penjaminan Emisi Efek No. 22 tanggal
25 Oktober 2007, mengenai persyaratan serta ketentuan penjaminan
sehubungan dengan Penawaran Umum di Indonesia.

Perjanjian Penjaminan Perjanjian tanggal 10 September 2007, mengenai persyaratan serta


Emisi Efek Internasional ketentuan penjaminan sehubungan dengan Penawaran Umum di
Internasional.

Perseroan PT Ace Hardware Indonesia Tbk, berkedudukan di Jakarta, suatu


Perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum dan Undang-
Undang Negara Republik Indonesia.

PPh Pajak Penghasilan.

PPN Pajak Pertambahan Nilai.

v
Prinsip Akuntansi Berarti prinsip yang sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia,
Peraturan BAPEPAM-LK dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan
Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Konstruksi
yang dikeluarkan oleh BAPEPAM-LK.

Prospektus Dokumen tertulis final yang dipersiapkan oleh Perseroan bersama-sama


dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek, yang memuat seluruh informasi
maupun fakta-fakta penting dan relevan mengenai Perseroan serta Saham
dalam Penawaran Umum sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal
dan Peraturan Pelaksananya.

ROA Singkatan dari Return on Assets atau imbal hasil investasi yang merupakan
perbandingan antara jumlah laba bersih dengan jumlah aktiva dalam
periode yang sama.

RUPS Singkatan dari Rapat Umum Pemegang Saham.

RUPSLB Singkatan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.

Saham Saham-saham atas nama yang ditawarkan dan dijual oleh Perseroan
dalam rangka Penawaran Umum yang dilakukan menurut Perjanjian
Penjaminan Emisi Efek dan akan dicatatkan pada Bursa Efek.

Sipil Umum Berarti kegiatan jasa konstruksi antara lain pekerjaan jalan, jembatan,
pengairan, gedung/bangunan, dan mekanikal elektrikal.

SKS Surat Kolektif Saham.

Tanggal Emisi Berarti tanggal distribusi saham ke dalam Rekening Efek Penjamin
Pelaksana Emisi Efek berdasarkan penyerahan Sertifikat Jumbo yang
diterima oleh KSEI dari Perseroan, yang juga merupakan Tanggal
Pembayaran hasil Emisi Saham dari Penjamin Pelaksana Emisi Efek
kepada Perseroan.

Tanggal Pembayaran Berarti tanggal pembayaran dana hasil Emisi Saham kepada Perseroan
yang telah disetor oleh Penjamin Emisi Efek melalui Penjamin Pelaksana
Emisi Efek kepada Perseroan berdasarkan Perjanjian Penjaminan Emisi
Efek kepada Perseroan.

Undang-undang Pasar Modal Berarti Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 tentang
Pasar Modal, Lembaran Negara No. 64 tahun 1995, Tambahan Lembaran
Negara No. 3608 beserta peraturan pelaksanaannya berikut perubahan-
perubahannya.

vi
RINGKASAN

Ringkasan di bawah ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya
dengan keterangan yang lebih rinci dan laporan keuangan serta catatan-catatan yang tercantum di
dalam Prospektus ini. Ringkasan ini dibuat atas dasar fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang
penting bagi Perseroan. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan
telah sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Perseroan

• PT Ace Hardware Indonesia Tbk (selanjutnya disebut Perseroan) berkedudukan di Jakarta, didirikan
dengan nama PT Kawan Lama Home Center berdasarkan Akta Pendirian PT Kawan Lama Home
Center No. 17 tanggal 3 Februari 1995, dibuat dihadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta,
yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. C2-6190 HT.01.01.Th.95 tanggal 17 Mei 1995, kemudian didaftarkan dalam Buku Register di
Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat dibawah No. 1668/1995 pada tanggal 13 September 1995,
serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia pada tanggal 22 Desember 1995
No. 102, Tambahan No. 10484.

• Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, dan perubahan yang terakhir
adalah Akta No. 33 tanggal 29 Agustus 2007, dibuat oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta,
telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. W7-09693 HT .01.04TH2007 tanggal 4 September 2007, yang saat ini sedang
dalam proses pendaftaran perusahaan (Wajib Daftar Perusahaan) pada Kantor Suku Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kotamadya Jakarta Barat, setelah proses pemberitahuan pada
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia diterima oleh Kantor Notaris Fathiah
Helmi, S.H. berdasarkan Surat Keterangan No. 334/Ket/Not/IX/2007 tanggal 27 September 2007
yang dikeluarkan oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.

Maksud dan tujuan :

• menjalankan usaha dalam bidang perdagangan umum termasuk ekspor, impor, interinsulair dan
lokal dari segala macam barang-barang home center antara lain: elektronik, kitchen appliance, tools,
gardening, plumbing, stationary, hobby, building interior, furniture dan alat-alat rumah tangga.

Kantor Pusat Perseroan berlokasi di Gedung Kawan Lama Lantai 5, Jl. Puri Kencana No. 1 Meruya
Kembangan Jakarta 11610.

Perseroan memiliki kantor pusat di Jakarta dan mengoperasikan 24 gerai ritel Ace di segenap penjuru di
Indonesia, dan sampai pada saat Prospektus ini diterbitkan luas total area ritel 64.570 meter persegi.
Sebagai bagian dari Kelompok Usaha Kawan Lama, yang telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun,
Perseroan dikenal sebagai penyedia berbagai produk home improvement dan lifestyle dengan cakupan
jenis produk yang lengkap dari tingkat menengah sampai atas.

Merek ACE digunakan oleh Perseroan berdasarkan perjanjian lisensi dengan ACE Hardware Corporation.
Gerai-gerai Perseroan menjual lebih dari 60.000 produk lifestyle dan home improvement yang tercakup
dalam 15 kategori utama. Produk-produk yang dijual mencakup produk-produk bermerek ACE, maupun
merek lain yang dimiliki Kawan Lama ataupun yang hak distribusinya dikuasai secara eksklusif oleh
Kawan Lama, maupun merek-merek yang dibeli dari pihak ketiga, baik yang lokal maupun internasional.

Perseroan mengoperasikan dua jenis utama gerai ritel:

• ACE Home Center

• ACE Hardware

vii
Perseroan mengoperasikan fasilitas pergudangan yang luasnya sekitar 7.700 meter persegi, yang disewa
dari Kawan Lama dan juga memiliki infrastruktur distribusi, logistik dan pengadaan yang tersentralisasi.
Pada tahun 2004, Perseroan memperoleh sertifikasi ISO 9001-2000 untuk sistem manajemen kualitasnya.

Penawaran Umum

• Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek atas nama Perseroan dengan ini
melakukan Penawaran Umum sebanyak 515.000.000 (lima ratus lima belas juta) Saham Biasa Atas
Nama dengan nilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap saham, dengan harga penawaran
sebesar Rp 820,- (delapan ratus dua puluh Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada
saat mengajukan FPPS.

• Dalam rangka Penawaran Umum ini, saham yang ditawarkan sebanyak 515.000.000 (lima ratus
lima belas juta) Saham Biasa Atas Nama dengan Nilai Nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap
saham atau sebesar 30,0292 % (tiga puluh koma nol dua sembilan dua persen) merupakan saham
baru yang berasal dari portepel. Saham-saham ini akan memberikan kepada pemegangnya hak
yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah
ditempatkan dan disetor penuh termasuk hak atas pembagian dividen.

Struktur Permodalan

Dengan terjualnya seluruh saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini, maka susunan modal
Perseroan sebelum dan setelah Penawaran Umum adalah sebagai berikut:

Modal Saham Sebelum dan Setelah Penawaran Umum


Terdiri Dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp 100 (seratus Rupiah) Setiap Saham

Keterangan Sebelum Penawaran Umum Perdana Sesudah Penawaran Umum Perdana


Jumlah Jumlah Nilai % Jumlah Jumlah Nilai %
Saham Nominal Saham Nominal
a. Modal Dasar 4.800.000.000 480.000.000.000 4.800.000.000 480.000.000.000
b. Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh
1. PT Kawan Lama
Sejahtera 1.199.990.000 119.999.000.000 99,9992 1.199.990.000 119.990.000.000 69,9703
2. Kuncoro Wibowo 10.000 1.000.000 0,0008 10.000 1.000.000 0,0006
3. Masyarakat - - - 515.000.000 51.500.000.000 30,0292
Jumlah Modal
Ditempatkan dan
Disetor Penuh 1.200.000.000 120.000.000.000 100 1.715.000.000 171.500.000.000 100
c. Jumlah Saham dalam
Portepel 3.600.000.000 360.000.000.000 3.085.000.000 308.500.000.000

Perseroan tidak bermaksud untuk mengeluarkan, dan/atau mencatatkan saham lain dan/atau efek lain
yang dapat dikonversikan menjadi saham dalam waktu 12 bulan setelah Pernyataan Pendaftaran
dinyatakan efektif oleh BAPEPAM-LK.

Rencana Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum

Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum ini, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan
dengan Penawaran Umum ini, akan digunakan sebagai berikut:

• Sekitar 43% akan digunakan untuk pembukaan gerai baru dan perluasan gerai yang sudah ada.
• Sekitar 26,81% akan digunakan untuk modal kerja terutama menambah nilai persediaan.
• Sekitar 20,19% akan digunakan untuk melunasi seluruh pinjaman bank, baik jangka pendek maupun
jangka panjang.
• Sekitar 6% akan digunakan untuk renovasi gerai yang sudah ada.
• Sisanya sekitar 4% akan digunakan untuk pengembangan IT.

viii
Perseroan akan melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum secara periodik kepada
BAPEPAM-LK dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana hasil Penawaran Umum dalam RUPS
Perseroan sesuai dengan Peraturan No. X.K.4 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-27/PM/
2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.

Apabila dikemudian hari Perseroan bermaksud mengubah rencana penggunaan dana hasil dari
Penawaran Umum tidak seperti yang diungkapkan dalam Prospektus ini, maka Perseroan akan terlebih
dahulu melaporkan rencana tersebut ke BAPEPAM-LK dengan mengemukakan alasan beserta
pertimbangannya dan perubahan penggunaan dana tersebut harus mendapat persetujuan terlebih dahulu
dari para pemegang saham Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

Rencana penggunaan dana selengkapnya dapat dilihat pada Bab II (Rencana Penggunaan Dana) dalam
Prospektus ini.

Keuangan

Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting Perseroan untuk periode 7 (tujuh)
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
2006, 2005, 2004, 2003 dan 2002.

Laporan Keuangan untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006, 2005, 2004 telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Aryanto Amir Jusuf & Mawar dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan Keuangan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2003 dan 2002 telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Drs. L.K.Surbakti dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

NERACA
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Juli 31 Desember
2007 2006 2005 2004 2003 2002

Jumlah Aktiva Lancar 171.678 169.313 101.072 50.142 53.875 40.700


Jumlah Aktiva Tidak Lancar 98.972 53.047 42.648 33.157 9.756 8.346
JUMLAH AKTIVA 270.650 222.361 143.721 83.299 63.631 49.045

Jumlah Kewajiban Lancar 141.154 123.170 71.246 50.819 46.260 35.051


Jumlah Hutang Jangka Panjang 21.735 17.781 12.075 3.602 1.548 990
Jumlah Ekuitas 107.761 81.410 60.399 28.878 15.823 13.005
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 270.650 222.361 143.721 83.299 63.631 49.045

LABA RUGI
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31 Juli 31 Desember
2007 2006 2005 2004 2003 2002

Penjualan Bersih 467.857 638.946 483.731 346.599 215.469 169.142


Beban Pokok Penjualan 301.381 421.709 333.700 239.434 146.606 115.985
Laba Kotor 166.476 217.237 150.031 107.165 68.862 53.158
Laba Usaha 43.991 49.541 27.413 21.661 6.776 6.764
Laba Bersih Sebelum Pajak 37.649 38.683 25.139 18.662 4.001 2.764
Laba Bersih 26.351 27.011 17.521 13.056 2.819 1.944

ix
Pernyataan Hutang

Sesuai dengan Laporan Keuangan untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli
2007 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Aryanto Amir Jusuf & Mawar dengan pendapat Wajar
Tanpa Pengecualian, Perseroan memiliki jumlah kewajiban sebesar Rp 162.890 juta dengan rincian
sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)


31 Juli 2007
Kewajiban Lancar 141.154

Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 21.735

Jumlah Kewajiban 162.890

Risiko Usaha

Perseroan menghadapi risiko-risiko usaha sebagai berikut:

• Usaha Perseroan tergantung pada kemampuannya untuk mempertahankan keberadaan perjanjian


lisensinya
• Usaha Perseroan bergantung pada hubungan dengan Kawan Lama
• Kemungkinan kegagalan dalam mengimplementasikan strategi perkembangannya
• Perluasan ragam produk dapat menimbulkan risiko tambahan
• Perseroan menghadapi risiko sehubungan dengan perubahan selera konsumen maupun
kecenderungan pembelanjaan
• Perseroan menghadapi risiko sehubungan dengan penyewaan properti dan keragaman kondisi dan
persyaratan penyewaan tersebut
• Usaha Perseroan bergantung pada infrastruktur distribusi milik sendiri maupun pihak ketiga
• Persediaan barang dagang berputaran rendah dapat berdampak negatif secara signifikan terhadap
usaha Perseroan
• Perseroan bergantung pada upaya manajemen kunci
• Kegiatan Usaha Perseroan memerlukan sumber daya manusia yang signifikan
• Perseroan bergantung pada hak properti intelektual yang dimiliki oleh pihak lain
• Dampak negatif yang signifikan terhadap Perseroan dapat terjadi dari keluhan-keluhan, pemberitaan
yang negatif ataupun litigasi terhadap produk-produknya
• Risiko valuta asing
• Industri ini bersifat kompetitif dengan barrier of entry yang terbatas
• Kinerja Perseroan dapat dipengaruhi kondisi perekonomian yang kurang kondusif
• Kinerja Perseroan dapat dipengaruhi oleh menurunnya pasar properti Indonesia
• Perubahan atas peraturan maupun kebijakan Pemerintah pada sektor ritel

Penjelasan lebih lengkap mengenai risiko-risiko tersebut di atas akan dijelaskan pada Bab V Prospektus
ini tentang Risiko Usaha.

Keunggulan Perseroan

• Perseroan mempunyai keunggulan untuk menarik pelanggan dan pemilik mal


• Perseroan telah mengembangkan mereknya sebagai penyedia terkemuka produk-produk home
improvement dan lifestyle di Indonesia
• Perseroan telah memiliki pengetahuan dan hubungan mendalam untuk dalam dan luar negeri
• Pemesanan yang tersentralisasi memberikan keunggulan skala ekonomis kepada Perseroan untuk
memesan langsung dari penyalur / produsen
• Denah gerai dan praktek usaha Perseroan dirancang untuk menciptakan biaya operasi yang rendah
dan produktivitas yang tinggi serta menarik bagi pelanggan
• Perseroan mempertahankan fleksibilitas dalam hal memilih lokasi dan ukuran gerai untuk memenuhi
kebutuhan setempat

x
Strategi Perseroan dan Rencana di Masa Mendatang

• Membuka gerai ritel baru di posisi yang strategis di segenap penjuru Indonesia disamping memperluas
gerai yang ada
• Menawarkan produk-produk tambahan dan jasa komplementer untuk memanfaatkan infrastruktur
Perseroan yang sudah ada
• Terus meningkatkan marjin

Untuk keterangan lebih lanjut, dapat dibaca pada Bab VIII (Kegiatan dan Prospek Usaha Perseroan).

Kebijakan Dividen

Pemegang Saham baru dalam rangka Penawaran Umum ini mempunyai hak yang sama dan sederajat
dalam segala hal dengan Pemegang Saham Biasa Atas Nama lainnya yang telah ditempatkan dan
disetor penuh dalam Perseroan, termasuk hak atas pembagian dividen.

Perseroan mempunyai rencana untuk membayarkan dividen kas sekurang-kurangnya sekali dalam
setahun. Besarnya dividen kas dikaitkan dengan laba bersih setelah pajak dari Perseroan pada tahun
buku yang bersangkutan, dengan tidak mengabaikan kondisi keuangan Perseroan dan tanpa mengurangi
hak dari RUPS Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

Mulai tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007, Direksi Perseroan bermaksud
mengusulkan agar pembayaran dividen kas dilakukan dengan menggunakan dasar sebagai berikut:

Laba Bersih Setelah Beban Pajak Dividen Kas


(berdasarkan persentase dari laba bersih)
Dibawah Rp 200 miliar 10,00 %
Dari Rp 200 miliar sampai dengan Rp 500 miliar 15,00 %
Lebih dari Rp 500 miliar 20,00 %

xi
Halaman ini sengaja dikosongkan

xii
BAB I. PENAWARAN UMUM

Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek atas nama Perseroan dengan ini melakukan
Penawaran Umum sebanyak 515.000.000 (Lima ratus lima belas juta) Saham Biasa Atas Nama dengan
nilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap saham, yang ditawarkan kepada masyarakat dengan
kisaran harga penawaran Rp 820,- (delapan ratus dua puluh Rupiah) setiap saham yang harus dibayar
penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham.

Dalam rangka Penawaran Umum ini, Saham Biasa Atas Nama yang ditawarkan seluruhnya terdiri dari
saham baru yang berasal dari portepel, yang akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama
dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan
disetor penuh.

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk


Kegiatan Usaha
Menjalankan usaha dalam bidang perdagangan umum termasuk impor, interinsulair dan lokal dari
segala macam barang-barang home center antara lain: elektronik, kitchen appliance, tools, gardening,
plumbing, stationary, hobby, building interior, furniture dan alat-alat rumah tangga.

Berkedudukan di Jakarta, Indonesia

Kantor Pusat
Gedung Kawan Lama Lantai 5
Jl. Puri Kencana No. 1 Meruya Kembangan
Jakarta 11610 – Indonesia
Telepon: (62-21) 5822222; Fax: (62-21) 5824022
Website : http://www.acehardware.co.id

RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO USAHA PERSEROAN


TERGANTUNG PADA KEMAMPUANNYA UNTUK MEMPERTAHANKAN KEBERADAAN
PERJANJIAN WARALABANYA. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DIUNGKAPKAN
DALAM PROSPEKTUS INI PADA BAB V MENGENAI “RISIKO USAHA”.

1
PT ACE Hardware Indonesia Tbk (selanjutnya dalam Prospektus ini disebut “Perseroan”), telah
menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Efek sehubungan dengan Penawaran Umum kepada
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (selanjutnya disebut “BAPEPAM-LK”)
dengan Surat No 064/ACE/PW/IPO/IX/07 tanggal 11 September 2007 sesuai dengan persyaratan yang
ditetapkan dalam Undang-Undang Pasar Modal.

Seluruh saham Perseroan termasuk saham baru akan dicatatkan di Bursa Efek Jakarta sesuai dengan
Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek yang telah dibuat antara Perseroan dengan
PT Bursa Efek Jakarta dengan Surat No. S-995/BEJ-PSJ/10-2007 tanggal 5 Oktober 2007, apabila
memenuhi persyaratan pencatatan yang ditetapkan oleh PT Bursa Efek Jakarta antara lain mengenai
jumlah Pemegang Saham baik perorangan maupun lembaga di PT Bursa Efek Jakarta dan masing-
masing Pemegang Saham memiliki sekurang-kurangnya 1 satuan perdagangan saham. Apabila syarat-
syarat pencatatan saham tersebut tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum dibatalkan dan uang
pemesanan yang telah diterima dikembalikan kepada para pemesan sesuai dengan ketentuan Undang-
Undang Pasar Modal.

Perseroan, Pemegang Saham Pendiri, Penjamin Pelaksana Emisi Efek, Penjamin Emisi Efek dan Profesi
Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran
semua data, kejujuran pendapat, keterangan, dan laporan yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai
dengan bidang tugasnya masing-masing berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam wilayah negara
Republik Indonesia dan kode etik, norma serta standar profesi masing-masing.

Sehubungan dengan Penawaran Umum setiap pihak terafiliasi dilarang memberikan keterangan atau
membuat pernyataan atau penjelasan apapun mengenai data yang tidak tercantum dalam Prospektus
ini tanpa mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Perseroan, PT CLSA Indonesia dan
PT Dinamika Usahajaya selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek, serta Lembaga dan Profesi Penunjang
Pasar Modal dengan tegas menyatakan tidak terafiliasi dengan Perseroan baik langsung maupun tidak
langsung sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Pasar Modal.

Dengan Surat Ketua BAPEPAM-LK No. S-5424/BL/2007 tanggal 30 Oktober 2007, Pernyataan
Pendaftaran Emisi Efek telah menjadi efektif dalam rangka melakukan Penawaran Umum sejumlah
515.000.000 (lima ratus lima belas juta) Saham Baru dengan nilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah)
setiap saham. Saham Baru akan memberikan hak kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat
dalam segala hal dengan saham biasa atas nama lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan
disetor penuh.

Dengan terjualnya seluruh saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini, maka susunan
Pemegang Saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Modal Saham Sebelum dan Setelah Penawaran Umum


Terdiri Dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp 100 (seratus Rupiah) Setiap Saham

Keterangan Sebelum Penawaran Umum Perdana Sesudah Penawaran Umum Perdana


Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal % Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal %
a. Modal Dasar 4.800.000.000 480.000.000.000 4.800.000.000 480.000.000.000
b. Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh
1. PT Kawan Lama Sejahtera 1.199.990.000 119.999.000.000 99,9992 1.199.990.000 119.990.000.000 69,9703
2. Kuncoro Wibowo 10.000 1.000.000 0,0008 10.000 1.000.000 0,0006
3. Masyarakat - - - 515.000.000 51.500.000.000 30,0292
Jumlah Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh 1.200.000.000 120.000.000.000 100 1.715.000.000 171.500.000.000 100
c. Jumlah Saham dalam Portepel 3.600.000.000 360.000.000.000 3.085.000.000 308.500.000.000

2
Saham biasa atas nama yang ditawarkan kepada masyarakat dalam Penawaran Umum ini adalah saham
baru yang memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal
dibandingkan saham lain dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas
pembagian dividen.

Pencatatan di Bursa Efek Jakarta

Bersamaan dengan pencatatan sebanyak 515.000.000 (lima ratus lima belas juta) lembar saham dalam
rangka Penawaran Umum ini atau 30,0292% (tiga puluh koma nol dua sembilan dua persen) dari saham
yang ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum, Perseroan akan mencatatkan sejumlah
1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta) lembar saham yang dimiliki oleh Pemegang Saham Terdahulu
atau 69,9703% (enam puluh sembilan koma sembilan tujuh nol tiga persen) dari saham yang ditempatkan
dan disetor penuh setelah Penawaran Umum. Dengan demikian setelah Penawaran Umum jumlah saham
yang dicatatkan sebanyak 1.715.000.000 (satu milIar tujuh ratus lima belas juta) lembar saham atau
100,00 % (seratus koma nol-nol persen) dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

Saham-saham yang akan dicatatkan atas nama Para Pemegang Saham Terdahulu tersebut, yaitu
sejumlah 1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta) lembar Saham Biasa Atas Nama tidak akan dijual
oleh para pemiliknya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan setelah Pernyataan Pendaftaran Perseroan
sehubungan dengan Penawaran Umum ini menjadi efektif.

Perseroan tidak bermaksud untuk mengeluarkan, dan/atau mencatatkan saham lain dan/atau efek lain
yang dapat dikonversikan menjadi saham dalam waktu 12 bulan setelah Pernyataan Pendaftaran
dinyatakan efektif oleh BAPEPAM-LK.

3
BAB II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL
PENAWARAN UMUM

Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum ini, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan
dengan Penawaran Umum ini, akan digunakan sebagai berikut:

A) Sekitar 43 % akan digunakan untuk pembukaan gerai baru dan perluasan gerai yang sudah ada
dengan perincian sebagai berikut ini. Pada tahun 2008 direncanakan dibuka gerai baru dengan total
luas = 24.385 m2, terdiri dari :
1. Medan dengan luas 1.990 m2
2. Palembang dengan luas 1.710 m2.
3. Rawamangun Jakarta dengan luas 2.915 m2.
4. Malang Jawa Timur dengan luas 1.500 m2.
5. Manado dengan luas 3.500 m2
6. Cibubur dengan luas 2.600 m2.
7. Permata Hijau Jakarta dengan luas 1.200 m2.
8. Batam dengan luas 3.170 m2
9. Pekanbaru dengan luas 2.800 m2.
10. Fatmawati Jakarta dengan luas 1.500 m2.
11. Sidoarjo Jawa Timur dengan luas 1.500 m2
Disamping pembukaan gerai baru tersebut di atas, juga akan dilakukan perluasan gerai yang sudah
ada, yaitu :
• Perluasan gerai Galaxy, diperluas dengan 1.777 m2.
• Perluasan gerai Karawaci, diperluas dengan 2.265 m2.
• Perluasan gerai Sun Plaza, Medan, diperluas dengan 1.700 m2.
Dengan demikian, total luas tambahan dan perluasan gerai di tahun 2008 adalah 30.127 m2.
Pada tahun 2009 akan dibuka gerai baru dengan total luas 16.000 m2 dan di tahun 2010 akan
dibuka gerai baru dengan luas 15.000 m2. Lokasi gerai baru tersebut belum diketahui.

B) Sekitar 26,81 % akan digunakan untuk modal kerja terutama menambah persediaan.

C) Sebesar 20,19 % akan digunakan untuk melunasi pinjaman bank, baik jangka pendek maupun
jangka panjang. Perincian pinjaman bank adalah sebagai berikut ini.

Hutang Jangka Pendek:

a. Kredit dari PT Bank Central Asia Tbk dengan rincian yaitu Pinjaman Berjangka sebesar
Rp 34.000 juta dan Pinjaman Rekening Koran sebesar Rp 20.410 juta dengan jumlah total
sebesar Rp 54.410 juta. Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 11,5% pertahun yang dapat
berubah sesuai dengan keadaan pasar dan pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal
21 Desember 2007. Pelunasan lebih awal atas pinjaman ini tidak dikenakan penalti.

b. Fasilitas Kredit dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk dengan rincian yaitu Pinjaman
Berjangka sebesar Rp 7.000 juta dan Pinjaman Rekening Koran Rp 446 juta dengan jumlah
total sebesar Rp 7.446 juta yang akan jatuh tempo 20 Juni 2008. Fasilitas ini dikenakan bunga
sebesar SBI 1 bulan ditambah 3,255%. Pelunasan lebih awal atas fasilitas ini dikenakan penalti
sebesar 1 % flat dari jumlah fasilitas.

Hutang Jangka Panjang:

a. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)


Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi berdasarkan perjanjian kredit yang mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta notaris No. 170 oleh Eliwaty Tjitra, SH,
tanggal 26 Maret 2007. Pelunasan lebih awal atas pinjaman ini tidak dikenakan pinalti.

4
Fasilitas tersebut memiliki plafon sebesar Rp 20.000 juta dengan suku bunga 11,50% per tahun.
Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada 14 Oktober 2009 dan memiliki jaminan yang sama
dengan hutang bank jangka pendek BCA.

b. PT Bank Jasa Jakarta


Perusahaan memperoleh beberapa kredit pemilikan kendaraan dari PT Bank Jasa Jakarta
dengan nilai seluruhnya sebesar Rp 1.733 juta dan tingkat bunga bervariasi antara 13,50% -
16,00% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan kendaraan-kendaraan yang bersangkutan.
Pelunasan lebih awal atas pinjaman ini tidak dikenakan pinalti.

c. PT Bank Akita
Berdasarkan perjanjian pinjaman No. 761/PK-KKB/SMHD/XI/06 tanggal 17 Nopember 2006,
Perusahaan memperoleh kredit pemilikan kendaraan dari PT Bank Akita sebesar Rp 2.240 juta
dengan tingkat bunga efektif sebesar 16% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan kendaraan
yang bersangkutan dan akan jatuh tempo pada tanggal 17 Oktober 2008. Pelunasan lebih awal
atas pinjaman ini dikenakan pinalti sebesar 3% dari sisa pinjaman.

D) Sekitar 6 % akan digunakan untuk renovasi gerai yang sudah ada.

E) Sekitar 4 % akan digunakan untuk pengembangan IT.

Perseroan akan melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum secara periodik kepada
BAPEPAM-LK dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana hasil Penawaran umum dalam RUPS
Perseroan sesuai dengan Peraturan No. X.K.4 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-27/PM/
2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.

Apabila di kemudian hari Perseroan bermaksud mengubah rencana penggunaan dana hasil dari
Penawaran Umum tidak seperti yang diungkapkan dalam Prospektus ini, maka Perseroan akan terlebih
dahulu melaporkan rencana tersebut ke BAPEPAM-LK dengan mengemukakan alasan beserta
pertimbangannya dan perubahan penggunaan dana tersebut harus mendapat persetujuan terlebih dahulu
dari para pemegang saham Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

Sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK No. SE-05/BL/2006 tanggal
29 September 2006 tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Biaya Yang Dikeluarkan Dalam Rangka
Penawaran Umum, total biaya yang dikeluarkan Perseroan dalam rangka Penawaran Umum ini adalah
sekitar 4,03% (empat koma nol tiga persen) dari total nilai Penawaran Umum.

Perincian biaya-biaya di bawah ini merupakan persentase dari nilai nominal biaya yang dikeluarkan
dalam Penawaran Umum yang meliputi:

1. Biaya jasa Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal, yang terdiri dari:
• Auditor Independen sebesar sekitar 0,66% ;
• Biro Administrasi Efek sebesar sekitar 0,11% ;
• Konsultan Hukum (domestik dan internasional) sebesar sekitar 7,53% ;
• Notaris sebesar sekitar 0,23% ; dan
• Penilai Independen sebesar sekitar 0,08%.

2. Biaya jasa Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek sebesar sekitar 68,25% dengan
rincian : management fee 37,23%, underwriting fee 18,61% dan selling agent fee 12,41%.

3. Biaya lain-lain seperti biaya road show, percetakan Prospektus, formulir-formulir, iklan, persiapan
RUPSLB dan lain-lain sebesar sekitar 23,14%.

5
BAB III. PERNYATAAN HUTANG

Data kewajiban Perseroan pada tanggal 31 Juli 2007 yang disajikan berikut ini diambil dari dan harus
dibaca berkaitan dengan Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Aryanto Amir
Jusuf & Mawar dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

Pada tanggal 31 Juli 2007, Perseroan mempunyai kewajiban sebesar Rp 162.890 juta dengan rincian
sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)


31 Juli 2007
KEWAJIBAN LANCAR
Hutang Bank Jangka Pendek 61.856
Hutang Usaha
Pihak Hubungan Istimewa 13.669
Pihak Ketiga 35.576
Uang Muka Pelanggan 3.602
Hutang Lain-lain 5.075
Beban Masih Harus Dibayar 4.305
Hutang Pajak 7.671
Hutang Bank Jangka Panjang yang Jatuh Tempo
dalam Satu Tahun 9.399
Jumlah Kewajiban Lancar 141.154

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR


Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja 11.180
Hutang Bank Jangka Panjang - Setelah Dikurangi Bagian yang
JatuhTempo Dalam Satu Tahun 10.555
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 21.735

Jumlah Kewajiban 162.890

Perincian lebih lanjut mengenai kewajiban tersebut adalah sebagai berikut:

KEWAJIBAN

Hutang Bank Jangka Pendek

Hutang Bank Jangka Pendek berupa kredit rekening koran dan pinjaman berjangka yang digunakan
untuk menambah modal kerja Perseroan. Pada tanggal 31 Juli 2007 Total Hutang Bank Jangka Pendek
sebesar Rp 61.856 juta, dengan rincian sebagai berikut :

a. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

Berdasarkan perjanjian kredit No. 3.069.04.2 tanggal 17 Pebruari 2004, yang beberapa kali diperbaharui
yang terakhir berdasarkan surat pemberitahuan perpanjangan fasilitas kredit No. 382/DBK/2006 tanggal
21 Maret 2007, Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk sebagai
berikut:
• Fasilitas Rekening Koran dengan plafon sebesar Rp 32.000 juta yang akan jatuh tempo pada
21 Desember 2007;
• Pinjaman Berjangka dengan plafon sebesar Rp 35.000 juta yang akan jatuh tempo pada 21 Desember
2007; dan
• Fasilitas Bank Garansi dengan plafon sebesar Rp 17.556 juta dengan jangka waktu pembayaran
2 (dua) bulan.

Fasilitas-fasilitas tersebut dikenakan bunga tahunan sebesar 11,5% yang dapat berubah sesuai dengan
keadaan pasar.

6
Perincian fasilitas-fasilitas yang digunakan adalah:

(dalam Rp juta)
31 Juli 2007
Pinjaman Berjangka 34.000
Pinjaman Rekening Koran 20.410
Jumlah 54.410

Sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana, Perseroan telah mendapat persetujuan dari BCA
sesuai surat No. 1417/GBK/2007 tanggal 5 September 2007.

Berdasarkan surat No.1557/GBK/2007 tanggal 8 Oktober 2007, BCA setuju untuk menghapus pembatasan
mengenai pembagian dividen yang melebihi 25% dari laba bersih.

b. PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII)

Berdasarkan akta No. 58 tanggal 20 Juni 2003 dari James Herman Rahardjo, SH, notaris di Jakarta,
yang telah diperpanjang beberapa kali dan terakhir dengan surat perjanjian perpanjangan fasilitas kredit
No.450/ppjPK/COD-Thamrin/2006 dan No.451/ppjPK/COD-Thamrin/2006, dan akta perubahan perjanjian
kredit No. 30 tanggal 10 Nopember 2006, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari BII. Fasilitas-
fasilitas ini berakhir pada tanggal 20 Juni 2007. Berdasarkan surat dari BII tanggal 30 Agustus 2007,
fasilitas-fasilitas ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 20 Juni 2008.

Perincian fasilitas-fasilitas yang digunakan adalah:

(dalam Rp juta)
31 Juli 2007
Pinjaman Berjangka 7.000
Pinjaman Rekening Koran 446
Jumlah 7.446

Sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana, Perseroan telah mendapat persetujuan dari BII sesuai
surat No. 2007.0779/DIR4-Korporasi tanggal 4 September 2007.

Berdasarkan surat No. 2007.0930/DIR4-Korporasi tanggal 10 Oktober 2007, BII setuju untuk merubah
pembatasan mengenai pembagian dividen sesuai dengan Kebijakan Dividen Perseroan dalam Prospektus
ini.

Hutang Usaha

Hutang Usaha merupakan kewajiban yang timbul atas pembelian barang dagang kepada pihak hubungan
istimewa dan pihak ketiga. Pada tanggal 31 Juli 2007 Total Hutang Usaha sebesar Rp 49.245 juta dengan
rincian hutang usaha kepada pihak hubungan istimewa sebesar Rp 13.669 juta dan hutang usaha kepada
pihak ketiga sebesar Rp 35.576 juta.

Uang Muka Pelanggan

Uang Muka Pelanggan merupakan uang yang diterima Perseroan dari pelanggan untuk pemesanan
barang dagang. Pada tanggal 31 Juli 2007 Total Uang Muka Pelanggan sebesar Rp 3.602 juta.

Hutang Lain-lain

Hutang Lain-lain terutama merupakan hutang atas biaya angkut persediaan dan biaya sewa ruangan.
Pada tanggal 31 Juli 2007 Total Hutang Lain-lain sebesar Rp 5.075 juta.

7
Beban Masih Harus Dibayar

Beban Masih Harus Dibayar terutama merupakan beban royalti dan gaji dan kesejahteraan karyawan
yang masih harus dibayar. Pada tanggal 31 Juli 2007 Beban Masih Harus Dibayar sebesar Rp 4.305 juta
dengan perincian sebagai berikut :

(dalam Rp juta)
31 Juli 2007
Beban Royalti 2.294
Gaji dan Kesejahteraan Karyawan 1.321
Lainnya 690
Jumlah 4.305

Hutang Pajak

Hutang Pajak Perseroan pada tanggal 31 Juli 2007 sebesar Rp 7.671 juta terdiri dari hutang Pajak
Penghasilan Rp 6.402 juta dan sebesar Rp 1.269 juta untuk Pajak Pertambahan Nilai.

Hutang Bank Jangka Panjang

Hutang Bank Jangka Panjang merupakan pinjaman yang digunakan untuk investasi. Pada tanggal
31 Juli 2007 bagian hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp 9.399
juta dan jumlah yang lebih dari satu tahun sebesar Rp 10.555 juta, dengan perincian sebagai berikut :

(dalam Rp juta)
31 Juli 2007
PT Bank Central Asia Tbk 18.147
PT Bank Akita 1.463
PT Bank Jasa Jakarta 344
Sub Jumlah 19.954
Bagian Yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun :
PT Bank Central Asia Tbk (8.324)
PT Bank Akita (731)
PT Bank Jasa Jakarta (344)
Sub Jumlah (9.399)
Bagian Jangka Panjang 10.555

Keterangan mengenai Hutang Bank Jangka Panjang :

a. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi berdasarkan perjanjian kredit yang mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta notaris No. 170 oleh Eliwaty Tjitra, SH, tanggal
26 Maret 2007.

Fasilitas tersebut memiliki plafon sebesar Rp 20.000 juta dengan suku bunga 11,50% per tahun.
Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada 14 Oktober 2009 dan memiliki jaminan yang sama dengan
hutang bank jangka pendek BCA.

b. PT Bank Jasa Jakarta

Perusahaan memperoleh beberapa kredit pemilikan kendaraan dari PT Bank Jasa Jakarta dengan
nilai seluruhnya sebesar Rp 1.733 juta dan tingkat bunga bervariasi antara 13,50% - 16,00% per
tahun. Pinjaman ini dijamin dengan kendaraan-kendaraan yang bersangkutan.

8
c. PT Bank Akita

Berdasarkan perjanjian pinjaman No. 761/PK-KKB/SMHD/XI/06 tanggal 17 Nopember 2006,


Perusahaan memperoleh kredit pemilikan kendaraan dari PT Bank Akita sebesar Rp 2.240 juta
dengan tingkat bunga efektif sebesar 16% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan kendaraan yang
bersangkutan dan akan jatuh tempo pada tanggal 17 Oktober 2008.

Seluruh hutang bank jangka panjang dan jangka pendek akan dilunasi dengan 20,19% dari dana hasil
penawaran umum setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi.

Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja

Perusahaan menghitung dan membukukan beban imbalan pasca kerja berdasarkan Undang-undang
Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Pasca
Kerja dihitung oleh PT Dayamandiri Dharmakonsilindo.

Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan kewajiban imbalan kerja pada tanggal
31 Juli 2007 adalah sebagai berikut:

Usia Pensiun Normal : 55 Tahun


Tingkat Diskonto : 9%
Estimasi Kenaikan Gaji di Masa Datang : 9,5%
Tabel Mortalita : CSO’80
Tingkat cacat : 10% dari tingkat mortalita
Tingkat Pensiun : 100% pada usia pensiun normal
Metode : Projected Unit Credit
Tingkat Pengunduran Diri : 10% sampai usia 25 tahun, menurun secara proporsional
sebesar 0,5% setiap tahun sampai 0% untuk usia 45 tahun
dan setelahnya (2005 dan 2004:10% sampai usia 25 tahun,
menurun secara proporsional menjadi 0% untuk usia
45 tahun dan 1% setelahnya)

Seluruh kewajiban Perseroan per tanggal 31 Juli 2007 telah diungkapkan di dalam Prospektus ini dan
tidak ada kewajiban baru yang material setelah tanggal Laporan Keuangan sampai dengan tanggal
Laporan Auditor Independen

Setelah tanggal Laporan Auditor Independen sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran,
Perseroan tidak memiliki kewajiban dan ikatan lain kecuali yang telah dinyatakan di atas serta
yang telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan Perseroan dan disajikan dalam Prospektus ini
selain hutang usaha dan kewajiban lain yang timbul dari kegiatan operasional Perseroan.

Manajemen berkeyakinan bahwa Perseroan memiliki kemampuan yang baik untuk menyelesaikan
kewajiban-kewajibannya.

9
BAB IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN

Pembahasan dan analisa atas kondisi keuangan dan kinerja operasi Perseroan berikut ini harus dibaca
bersama dengan laporan keuangan Perseroan beserta catatan-catatannya untuk periode tujuh bulan
yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan 31 Juli 2006 (tidak diaudit) dan untuk tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 yang termuat dalam Bab XVI. (Laporan Auditor
Independen dan Laporan Keuangan Perseroan). Pembahasan dan analisa yang disajikan memuat
pernyataan kedepan yang mengandung risiko-risiko dan ketidakpastian. Pencapaian aktual Perseroan
bisa berbeda secara signifikan dari apa yang diperkirakan dalam pernyataan kedepan tersebut. Faktor-
faktor yang dapat menyebabkan hasil akhir berbeda secara signifikan dari apa yang diperkirakan dalam
pernyataan kedepan termasuk, tetapi tidak terbatas pada hal-hal yang dibahas dibawah ini maupun
bagian lainnya dalam Prospektus ini, khususnya Bab V (Risiko Usaha).

Laporan keuangan Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan
untuk tiga tahun yang masing-masing berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 telah
diaudit oleh kantor akuntan publik Aryanto Amir Jusuf & Mawar dengan pendapat wajar tanpa pengeculian.
Laporan keuangan Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2006 telah di
review oleh kantor akuntan publik Aryanto Amir Jusuf & Mawar untuk tujuan perbandingan. Laporan
keuangan Perseroan telah disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia.

1. Pendahuluan

Perseroan didirikan pada tahun 1995 dengan nama PT Kawan Lama Home Center dan merupakan
pemain utama ritel produk-produk perbaikan rumah (home improvement) dan gaya hidup (lifestyle) di
Indonesia. Perseroan memperoleh hak untuk menggunakan merek ACE berdasarkan Perjanjian Lisensi
yang ditandatangani dengan Ace Hardware Corporation pada tahun 1996 dengan masa berlaku sepanjang
15 tahun. Nama Perseroan diubah menjadi PT Ace Hardware Indonesia pada tanggal 28 Agustus 2001
dengan suatu akta. Perseroan merupakan bagian dari Kelompok Usaha Kawan Lama, yang merupakan
importir dan distributor peralatan, sistem keamanan dan furnitur untuk di dalam dan di luar ruangan di
Indonesia.

Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki dan mengoperasikan 24 gerai ritel di berbagai
lokasi pusat perdagangan di segenap penjuru Indonesia, mencakup pulau Jawa dengan 12 gerai di
Jabodetabek, dan tujuh gerai yang berlokasi di ibukota propinsi di Jawa Barat dan Jawa Timur (yakni
Bandung, Cirebon dan Surabaya). Perseroan juga mengoperasikan empat gerai di beberapa ibukota
propinsi (yaitu Medan, Balikpapan, Bali dan Makasar), yang masing-masing terletak di propinsi di pulau-
pulau Sumatra, Kalimantan, Bali dan Sulawesi dan di zona ekonomi istimewa Batam.

Sampai dengan tanggal 31 Juli 2007, Pendapatan Perseroan terbagi menurut propinsi di Indonesia
sebagai berikut:

Pendapatan Penjualan (dalam jutaan Rp)


31 Juli 31 Desember
2007 2006 2005 2004
(Rp m) (%) (Rp m) (%) (Rp m) (%) (Rp m) (%)
Jakarta 229.940 49,1% 350.971 50,9% 263.228 54,4% 176.176 50,8%
Jawa Barat 68.828 14,7% 66.268 14,4% 37.792 7,8% 27.349 7,9%
Jawa Timur 55.452 11,9% 59.605 9,3% 56.040 11,6% 45.841 13,2%
Sumatera Utara 22.766 4,9% 33.702 5,3% 32.963 6,8% 20.892 6,0%
Kalimantan Timur 17.830 3,8% 27.543 4,3% 22.699 4,7% 16.911 4,9%
Sulawesi Selatan 16.629 3,6% 21.690 3,4% 0 0,0% 0 0,0%
Bali 30.427 6,5% 43.423 6,8% 37.536 7,8% 31.215 9,0%
Riau 7.393 1,6% 9.466 1,5% 8.080 1,7% 5.966 1,7%
Banten 18.590 4,0% 26.278 4,1% 25.393 5,2% 22.249 6,4%
Indonesia 467.857 100% 638.946 100% 483.731 100% 346.599 100%

10
Perseroan mengoperasikan dua jenis utama gerai ritel:

• ACE Home Centre – gerai ritel dengan luas lebih dari 3.000 meter persegi, dimana Perseroan
mengadaptasi konsep super store “big box” yang dilakukan oleh perusahaan ritel asal Amerika
Serikat seperti Home Depot dan Walmart untuk memenuhi kebutuhan setempat. Pada tanggal
penerbitan Prospektus ini, Perseroan mengoperasikan 4 (empat) gerai ritel jenis ini, berlokasi di Mal
Artha Gading di Jakarta, di IBCC di Bandung, Royal Plaza dan Pakuwon di Surabaya.

• ACE Hardware – gerai ritel yang luasnya kurang dari 3.000 meter persegi. Pada tanggal penerbitan
Prospektus ini, Perseroan mengoperasikan 20 (dua puluh) gerai ritel jenis ini, yang tersebar di
berbagai lokasi di Indonesia, dimana 12 (dua belas) gerai berlokasi di Jabodetabek.

Gerai-gerai Perseroan berlokasi strategis di tempat dengan lalu lintas ritelyang tinggi seperti pusat
perbelanjaan / mal utama dan pusat ritel, yang dijadikan basis distribusi ritel untuk produk-produk
Perseroan berkisar lebih dari 60.000 produk.

Perseroan mengkategorikan produk-produk home improvement dan lifestyle kedalam 15 departemen


sebagai berikut:

Produk-produk Home Improvement Produk-produk Lifestlye


• Hardware • Automotive
• Home Appliance • Furniture
• Cleaning Aids • Houseware dan Gift
• Lawn dan Gardening • Sporting Goods dan Pet supplies
• Lighting
• Outdoor Living
• Paint dan Sundries
• Plumbing Supplies dan Fixtures
• Electrical Supplies
• Tools
• Miscellaneous

Pendirian

Perseroan didirikan pada tahun 1995 di Jakarta dengan nama PT Kawan Lama Home Center berdasarkan
Akta No. 17 tanggal 3 Pebruari 1995, yang dibuat dihadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta,
yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusannya No. C2-6190 HT.01.01.Th.95 tanggal 17 Mei 1995, dan telah didaftarkan dalam Buku
Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan No. 1668/1995 tanggal 13 September 1995, dan
telah diterbitkan di Berita Negara Republik Indonesia tanggal 22 Desember 1995 No. 102, Tambahan
No. 10484. Kemudian berdasarkan Akta No. 140 tanggal 28 Oktober 1997, dibuat dihadapan Benny
Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-12832 HT.01.04.TH.98 tanggal 3 September 1998, kemudian
didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan
dengan No. TDP 09021614733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat di bawah
No. 1658/BH09.02/XI/1998 pada tanggal 11 Nopember 1998, serta telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2000 No. 83, Tambahan No. 6217, nama PT. Kawan Lama
Home Center diubah menjadi PT. Ace Indoritel Perkakas. Selanjutnya berdasarkan Akta No. 40 tanggal
28 Agustus 2001 oleh Fathiah Helmi, S.H. Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-08339
HT.01.04.TH.2001 tanggal 14 September 2001, kemudian didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai
UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP 090215114733 di Kantor
Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan di bawah No. 1490/RUB.09.02/XI/2001 pada tanggal
16 Nopember 2001, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia pada tanggal
24 September 2002 No. 77, Tambahan No. 11366, nama PT. ACE INDORITEL PERKAKAS diubah
menjadi PT Ace Hardware Indonesia.

11
Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan dan perubahan terakhir adalah
sehubungan dengan perubahan status dari perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka dan perubahan
nama menjadi PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk. serta menyetujui pengeluaran saham dalam
simpanan Perseroan sebanyak 515.000.000,- (lima ratus lima belas juta rupiah) saham baru yang
dikeluarkan dari portepel yang ditawarkan kepada masyarakat melalui Penawaran Umum
PerdanaAnggaran Dasar Perseroan telah diubah berdasarkan Akta No.33 tanggal 29 Agustus 2007yang
dibuat dihadapan Fathiah Helmi SH, Notaris di Jakarta, dan telah memperoleh persetujuan oleh Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, berdasarkan Surat Keputusan
No.W7-09693HT01.04TH2007 tanggal 4 September 2007 yang saat ini sedang dalam proses pendaftaran
perusahaan (Wajib Daftar Perusahaan) pada Kantor Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Kotamadya Jakarta Barat, setelah proses pemberitahuan pada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia diterima oleh Kantor Notaris Fathiah Helmi, S.H. berdasarkan Surat Keterangan
No. 334/Ket/Not/IX/2007 tanggal 27 September 2007 yang dikeluarkan oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris
di Jakarta.

Perseroan berkantor pusat di Jakarta, di Gedung Kawan Lama, lt. 5, JI Puri Kencana No. 1, Meruya-
Kembangan, Jakarta 11610, Indonesia.

Perkembangan Kegiatan Usaha

Perseroan memulai kegiatan perdagangan setelah penandatangan Perjanjian Lisensi pada tahun 1996,
dimana Perseroan memperoleh hak eksklusif untuk mempergunakan merek Ace Hardware di Indonesia.
Awalnya gerai Perseroan dikembangkan berdasarkan model Ace Hardware yang ada di Amerika Serikat,
dimana Perseroan menjual produk-produk yang mencakup peralatan/perkakas untuk home improvement
dan finishing, piranti keras dan materi bangunan ringan. Dalam perkembangannya, Perseroan mulai
mengkhususkan konsep tersebut untuk memenuhi permintaan domestik dan juga telah memperluas jaringan
yang sebelumnya berupa gerai-gerai kecil yang biasa digunakan di Amerika Serikat berkembang menjadi
format ritel “big-box” yang komprehensif. Perseroan tidak menandatangani perjanjian waralaba anak (sub-
franchising arrangements), dimana hal ini memungkinkan Perseroan untuk melakukan pengendalian
operasional yang menyeluruh dan menjamin pelayanan dan pengiriman produk yang konsisten.

Pada tujuh bulan yang berakhir 31 Juli 2007 dan tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2006,
2005 dan 2004, Perseroan mendapat pasokan sekitar 9,2%, 8,4%, 11,1% dan 8,7% dari Ace Hardware
Corporation. Pada tanggal saat Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki 24 gerai ritel dengan luas
bervariasi dari 795 meter persegi sampai 10.158 meter persegi.

2. Penentu Utama Kinerja Operasi Perseroan

Pendapatan Penjualan

Seluruh pendapatan Perseroan dihasilkan dari penjualan produk-produk home improvement dan lifestyle
melalui gerai-gerai ritelnya di Indonesia. Penjualan dibukukan dalam dua kelompok utama produk untuk
tujuh bulan yang berakhir 31 Juli 2007 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
adalah sebagai berikut:

Departemen Pendapatan Penjualan (dalam jutaan Rp)


Juli 2007 2006 2005 2004
Total Kategori Lifestyle 134.758 28,8% 186.638 29,2% 151.168 31,3% 114.846 33,1%

Total Kategori Home Improvement 333.099 71,2% 452.306 70,8% 332.563 68,7% 231.753 66,9%

Total Penjualan 467.857 100% 638.945 100% 483.731 100% 346.599 100%

Penjualan dibukukan pada saat pencetakan nota melalui mesin point of sale. Sejumlah kecil penjualan
dilakukan dengan pihak yang terkait yaitu dengan PT Home Center Indonesia dan Kawan Lama. Dalam
hal ini, penjualan dibukukan pada saat invoice dikeluarkan dan Perseroan memberikan kredit sampai
dengan 60 hari.

12
Biaya renovasi untuk membuka gerai berkisar antara Rp 735.000 sampai dengan Rp 1.300.000 per
meter persegi tergantung dari sifat dari gerai tersebut. Marketing dan promosi untuk gerai dilakukan
sampai dengan empat bulan sebelum pembukaan gerai yang berarti bahwa gerai akan beroperasi penuh
pada saat pembukaan.

Manajemen mengkategorikan penjualan berdasarkan jenis gerai sebagai kategori utama dan kemudian
berdasarkan departemen sebagai kategori sekunder. Pada tahun 2004, Perseroan membuka gerai di
Mal Puri Indah dan mulai memperkenalkan produk lifestyle yang terdiri dari empat kategori utama yakni
houseware, otomotif, alat-alat olahraga dan furnitur. Pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk-
produk lifestyle telah meningkat sebesar 62,5% dari Rp 114.846 juta pada tahun 2004 menjadi Rp 186.638
juta pada tahun 2006.

Peningkatan Penjualan dipicu oleh 3 hal utama yaitu:


a. Pertumbuhan penjualan pada gerai yang sama
b. Pertumbuhan gerai baru
c. Pengaruh pengoperasian gerai baru selama 1 tahun penuh (pada tahun berikutya).

Penjualan juga dipengaruhi oleh ketersediaan produk yang diminati konsumen pada situasi tertentu.
Sebagai contoh dapat diambil penjualan generating set pada saat suplai power dari PLN mengalami
gangguan.

Penyajian demo produk pada akhir minggu di gerai-gerai juga memicu peningkatan penjualan produk
tersebut.
Pemasangan iklan di surat kabar dan majalah tentang produk baru atau program khusus akan
meningkatkan penjualan.

Perseroan mengadakan program penjualan dengan harga khusus sebanyak 2 kali dalam 1 tahun yaitu
di bulan April dan September. Tujuan program ini adalah mempercepat penjualan produk yang berputaran
rendah.

Penjualan produk-produk home improvement Perseroan telah meningkat sebesar 95,2%, dari
Rp 231.753 juta pada tahun 2004 menjadi Rp 452.306 juta pada tahun 2006. Perseroan berkeyakinan dua
kelompok produk tersebut terbukti saling menunjang dan mendukung serta menarik basis konsumen yang
luas. Menurut data keanggotaan konsumen Perseroan, jumlah anggota konsumen yang tercatat meningkat
sebesar 111,2% dari 85.348 orang pada tahun 2004 menjadi 180.366 orang pada tahun 2006. Penjualan
ke para konsumen yang ada dalam daftar keanggotaan mencapai kurang lebih 59,2% dari seluruh penjualan
pada tahun 2006 dengan rata-rata pembelian per anggota adalah sebesar Rp2,1 juta.

Grafik penjualan bersih Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir tanggal 31 Juli 2007 dan
periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004, adalah sebagai berikut :

13
Harga Pokok Penjualan

Perseroan memperoleh pasokan produk-produknya dari Ace Hardware Corporation, Kawan Lama, dan
pemasok-pemasok pihak ketiga baik dalam dan luar negeri. Harga Pokok Penjualan Perseroan adalah
masing-masing sebesar kurang lebih 64,4%, 66,0%, 69,0% dan 69,1%, dari total pendapatan untuk
periode yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan tahun-tahun fiskal yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2006, 2005, dan 2004. Untuk tahun fiskal yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006,
masing-masing kurang lebih 8,4%, 16,3%, dan 75,4% dari total pembelian produk Perseroan berasal
dari Ace Hardware Corporation, Kawan Lama, dan pemasok-pemasok pihak ketiga.

Perseroan memperoleh produk-produknya, termasuk produk-produk bermerek yang diageni Kawan Lama,
siap untuk didistribusi dan dijual. Harga Pokok Penjualan secara langsung ditentukan oleh harga yang
dibayar untuk produk-produk terkait kepada para pemasok termasuk biaya transportasi dan bea masuk
impor barang karena secara umum, barang-barang dibeli dengan syarat FOB. Perseroan memandang
bahwa bauran produk merupakan aspek inti dari kinerja usaha dan keuangannya, karena itu manajemen
senior Perseroan berperan aktif dalam menentukan produk-produk yang dijual oleh Perseroan dan juga
menentukan para pemasok.

Perseroan berniat terus memperkenalkan dan memperbaiki penawaran produk, melalui penawaran produk
baru, mengembangkan jenis produk yang ada dan menarik produk lama untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan dan mengefisiensikan biaya perolehan barang. Marjin laba kotor Perseroan telah meningkat
dari 30,9% pada tahun 2004 menjadi 34,0% pada tahun 2006, disebabkan antara lain peningkatan
penjualan yang dibeli dari pemasok secara langsung, dengan merek yang dilisensi dari pemegang saham
Kelompok Usaha Kawan Lama (lihat Bab VII – 10 Ikatan dan Perjanjian Penting dengan Pihak Ketiga).
Produk-produk ini biasanya memiliki marjin yang lebih tinggi dari pada produk yang dibeli melalui distributor.
Faktor lain yang mempengaruhi tingkat laba kotor adalah peningkatan daya beli Perseroan karena
peningkatan jumlah pembelian. Selain itu, Perseroan juga semakin meningkatkan pemasokan produk
dari Asia, dengan hanya mempertahankan beberapa merek dan produk home improvement dari Eropa
dan Amerika Serikat.

Beban Usaha

Beban penjualan sebagian besar merupakan beban operasional Perseroan dan terutama berupa gaji
dan manfaat karyawan, biaya sewa gerai ritel, pemasaran, distribusi dan royalti. Beban penjualan
menunjukan kurang lebih 18,1 %, 18,3%, 16,8% dan 16,1% dari total penjualan untuk periode tujuh
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan untuk tahun-tahun fiskal yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2006, 2005, dan 2004.

Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki karyawan sebanyak 3,656 orang. Mayoritas
tenaga kerja penjualan dan distribusi dipekerjakan berdasarkan kontrak kerja. Semua kontrak kerja
memenuhi syarat upah minimum regional seperti disyaratkan Undang-Undang Tenaga Kerja.

Gaji karyawan bagian penjualan dan pemasaran adalah 6,2% dari total penjualan pada tahun 2006 dan
mengalami peningkatan dari tahun 2004 yang sebesar 5,2%. Peraturan Ketenagakerjaan di Indonesia
akan menjadi faktor pendorong utama atas perubahan signifikan besaran gaji dan keuntungan Perseroan.
Industri ritel lain juga akan mengalami dampak negatif apabila terjadi perubahan peraturan yang
meningkatkan biaya tenaga kerja.

Perseroan berkeyakinan akan mendapatkan persyaratan sewa yang menarik antara lain karena
mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi menjadi penyewa utama (anchor tenant), berdasarkan
beberapa faktor seperti konsumen yang sangat mengenal merek Ace Hardware, ukuran gerai ritel yang
cukup besar dan kemampuan gerai-gerai tersebut untuk menarik lalu lintas pelanggan ke lokasi tersebut.
Biaya sewa gerai Perseroan sebagai bagian dari total pendapatan telah menurun dari 4,2% pada tahun
2004 menjadi 3,4% pada tahun 2006 karena Perseroan berhasil memperoleh persyaratan sewa yang
atraktif.

14
Belanja iklan Perseroan mencakup iklan melalui media televisi dan koran, iklan berjalan (pada kendaraan
pengiriman) dan brosur. Perseroan membatasi biaya iklan sebesar 2,5% dari penjualan kotor, diluar
tambahan biaya pemasaran untuk mempromosikan pembukaan gerai baru dan peningkatan pengetahuan
konsumen atas lokasi gerai baru tersebut. Dengan rencana Perseroan untuk meningkatkan ruang
penjualan sampai dengan 28.000 meter persegi sampai dengan akhir tahun 2008, Perseroan berniat
meningkatkan kapasitas pemasaran sesuai dengan perluasan tersebut.

Biaya royalti kepada Ace Hardware Corporation relatif rendah dengan struktur royalti dibuat berjenjang
dimana tarif royalti menurun seiring dengan peningkatan penjualan. Biaya royalti masing-masing sebesar
Rp 4.291 juta, Rp5.660 juta, Rp 4.073 juta dan Rp 3.032 juta pada tahun yang berakhir tanggal 31 Juli
2007 untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004.

Biaya Umum dan Administrasi merupakan bagian beban usaha Perseroan dan terdiri atas biaya tetap
kantor pusat, termasuk biaya sewa kantor pusat. Biaya Umum dan Administrasi terutama berupa gaji
dan manfaat karyawan di kantor pusat Perseroan selain dari departemen penjualan dan pemasaran,
utilitas (telpon, listrik, air, dll.) dan biaya fotocopi dan cetakan. Biaya-biaya tersebut relatif cukup stabil,
tidak berbanding lurus dengan perkembangan jumlah gerai ritel. Hampir seluruh karyawan kantor pusat
adalah karyawan tetap dan mereka memenuhi sebagian besar fungsi manajemen dan administrasi.
Untuk menjadi karyawan tetap Perseroan pada umumnya melalui 3 bulan masa percobaan. Biaya Umum
dan Administrasi sebagai bagian dari total penjualan menurun dari 8,5% pada tahun 2004 menjadi 7,9%
pada tahun 2006 dengan peningkatan produktifitas tercapai dari infrastruktur yang sudah ada.

Beban Lain-lain Bersih

Sebagian besar barang dagang yang dijual di gerai Perseroan berasal dari luar negeri. Transaksi yang
terjadi dalam mata uang asing dibukukan dengan kurs yang berlaku pada saat transaksi. Pada tanggal
neraca, aktiva dan kewajiban yang berdenominasi mata uang asing akan dikonversikan menggunakan
kurs tengah dari Bank Indonesia. Keuntungan maupun kerugian yang terjadi akan dibukukan pada tanggal
neraca sebagai laba atau rugi selisih kurs. Untuk tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007
sekitar 50,6%, 0,5% dan 0,1% dari pembelian Perseroan terdenominasi dalam mata uang USD, Euro
dan dolar Singapura, sementara seluruh pendapatan Perseroan terdenominasi dalam mata uang Rupiah.
Pada saat ini, Perseroan belum mempunyai rencana dan dalam waktu dekat juga tidak berencana untuk
menggunakan strategi lindung nilai.

Pendapatan lain-lain terdiri terutama dari biaya pendaftaran keanggotaan dan pendapatan bunga/ jasa
giro. “Ace Reward” merupakan program keanggotaan Perseroan. Para anggota membayar uang pangkal
sebesar Rp 100.000 per tahun untuk menjadi anggota dengan biaya perpanjangan keanggotan adalah
sebesar Rp 50.000 per tahun. Dalam program “Ace Reward”, pelanggan akan mendapatkan poin untuk
setiap pembelian yang dapat digunakan untuk pembelian berikutnya. Pelanggan juga akan memperoleh
berbagai manfaat seperti harga khusus, pengiriman tanpa biaya dan pemasangan gratis apabila melebihi
jumlah pembelian tertentu. Dalam keadaan tertentu Perseroan dapat menghapus biaya keanggotaan.

Beban Pajak Penghasilan

Beban pajak Perseroan terdiri atas pajak yang berlaku dan pajak tangguhan. Pajak tangguhan timbul
karena akibat perbedaan sementara antara nilai bawaan (carrying value) aktiva dan kewajiban dengan
nilai pajak aktiva dan kewajiban tersebut. Biaya pajak Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 adalah 30.2%, 30.3% dan 30.0%.

Beban keuangan dan belanja modal

Beban keuangan Perseroan terdiri atas biaya bunga dan beban keuangan lainnya yang timbul dari
fasilitas-fasilitas sebagai berikut:

15
(per 31 Juli 2007, dalam jutaan Rp)
Pinjaman Bank Jangka Pendek Total
PT Bank Central Asia Tbk 54.410
PT Bank International Indonesia Tbk 7.446
Pinjaman Bank Jangka Panjang Kredit Investasi Porsi Lancar Total Porsi Tidak Lancar
PT Bank Central Asia TBK 18.147 8.323 9.824
PT Bank Akita 1.463 731 732
PT Bank Jasa Jakarta 344 344 0

Perseroan telah mendanai penambahan gerai dan perluasan gerai baru-baru ini menggunakan fasilitas
kredit. Pertumbuhan ritel selanjutnya direncanakan akan dibiayai dengan dana hasil Penawaran Umum.

Pembelanjaan Modal

Perseroan telah mempercepat pertumbuhan gerai-gerai ritel baru, sebanyak dua gerai pada tahun 2004,
dua gerai lagi pada tahun 2005, salah satu yang terbesar adalah di Mal Artha Gading dan empat gerai
pada tahun 2006. Enam gerai lain direncanakan dibuka di tahun 2007 dimana empat gerai pada saat
prospektus ini diterbitkan, telah dibuka. Selain menambah jumlah gerai, rata-rata luas gerai Perseroan
juga terus meningkat dari 1.644 meter persegi menjadi 2.765 meter persegi.

Tiap gerai baru memerlukan investasi untuk membiayai fit-out awal gerai, biaya karyawan dan pelatihan,
persediaan barang dagang tambahan, pembayaran sewa dimuka dan alokasi modal kerja. Perseroan
telah membuka 24 gerai sehingga memiliki pedoman biaya pembukaan awal gerai baru. Perluasan
terakhir telah dibiayai oleh hutang dan dana internal. Perseroan bermaksud untuk membiayai perluasan
usaha untuk periode 2008 – 2010 yang sebagian dananya berasal dari Penawaran Umum.

Kebijakan Akuntansi

Penjualan dibukukan berdasarkan akrual.

Bangunan, prasarana dan renovasi bangunan, peralatan kantor dan kendaraan didepresiasikan
menggunakan metode garis lurus, berdasarkan perkiraan umur kegunaan masing-masing sepanjang
20 tahun, 3-5 tahun, 4 tahun dan 4 tahun.

Pencadangan piutang yang diragukan dilakukan berdasarkan kajian atas masing-masing akun debitur
pada akhir tahun. Saldo piutang dihapus dari cadangan atau dari akun pelanggan apabila dianggap
sudah tidak bisa ditagih. Per tanggal 31 Desember 2006, sebagian besar piutang Perseroan terdiri dari
piutang perusahaan kartu kredit 44,7% dan piutang dari pihak terafiliasi, yaitu PT Home Center Indonesia
dan Kawan Lama sebesar 45,0%. Manajemen berkeyakinan bahwa semua piutang tersebut bisa ditagih
dan sehingga Perseroan tidak melakukan penyisihan atas piutang yang diragukan.

3. Hasil Operasi

Pembahasan dan analisa keuangan Perseroan dilakukan berdasarkan Laporan Keuangan untuk periode
tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2006, 2005 dan 2004 yang semuanya telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Aryanto
Amir Jusuf & Mawar. Laporan keuangan per tanggal 31 Juli 2006 telah direview oleh Kantor Akuntan
Publik Aryanto Amir Jusuf & Mawar Tabel berikut ini menyajikan ringkasan laporan laba rugi Perseroan
untuk periode sebagai berikut:

(dalam jutaan Rp)


Tujuh bulan yang berakhir 31 Juli Tahun yang berakhir 31 Desember
2007 2006 (tidak diaudit) 2006 2005 2004

Penjualan Bersih 467.857 331.243 638.946 483.731 346.599


Harga Pokok Penjualan 301.381 222.624 421.709 333.700 239.434
Laba Kotor 166.476 108.619 217.237 150.031 107.165

16
Beban Usaha
Penjualan 84.443 62.160 117.104 81.117 55.897
Umum & Administrasi 38.042 29.053 50.592 41.501 29.607
Total Beban Usaha 122.485 91.213 167.696 122.618 85.504

Laba Usaha 43.991 17.406 49.541 27.413 21.661

Penghasilan (Beban) lain-lain


Pendapatan Bunga 44 36 74 67 38
Laba (Rugi) Kurs 1.317 (245) (214) 1.224 427
Beban keuangan (10.300) (7.350) (16.558) (8.284) (6.198)
Lain-lain 2.597 3.324 5.840 4.719 2.733
Total (Beban) lain-lain (6.342) (4.234) (10.858) (2.274) (3.000)

Laba Sebelum Pajak 37.649 13.172 38.683 25.139 18.662

Manfaat (Beban) Pajak


Kini (12.146) (4.276) (12.273) (8.049) (6.665)
Tangguhan 848 263 601 431 1.059
Biaya Pajak - Bersih (11.298) (4.013) (11.672) (7.618) (5.606)

Laba Bersih 26.351 9.158 27.011 17.521 13.056

Grafik Laba Bersih Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir tanggal 31 Juli 2007 dan 31 Juli
2006 serta tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004, adalah sebagai
berikut :

4. Ulasan Historis dari Hasil Operasi

Perbandingan periode tujuh bulan yang berakhir tanggal 31 Juli 2007 dan 31 Juli 2006.

Penjualan

Penjualan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 mencapai
Rp 467,857 juta terdiri dari penjualan ritel dari 21 gerai. Hal ini menunjukan peningkatan sebesar 41,2 %
dari Rp 331,243 juta pada periode yang sama di tahun 2006 dan kenaikan disebabkan oleh penjualan
dari gerai-gerai tambahan yang dibuka pada tahun 2006. Penjualan juga didukung oleh peningkatan
penjualan ritel dari gerai-gerai lama.

17
Tabel dibawah ini menunjukkan kenaikan penjualan pada periode tersebut;

(dalam jutaan Rp)


Tujuh bulan yang berakhir
pada 31 Juli
2007 2006 Pertumbuhan
(tidak diaudit)
Pendapatan dari gerai-gerai yang sudah berjalan 369.806 309.790 19,37%
Pendapatan yang diperoleh dari gerai-gerai yang dibuka pada tahun 2006 80.430 16.705 381,47%
Total Pendapatan 450.236 326.495 37,90%
Note: Tidak termasuk penjualan yang dilakukan kantor pusat terhadap pihak-pihak terafiliasi

Harga Pokok Penjualan

Harga Pokok Penjualan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 mencapai
Rp 301.381 juta terdiri dari harga barang dagang yang dibeli Perseroan. Perbaikan marjin pada periode
tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 meningkat menjadi 35,6%, dibandingkan dengan
marjin 32,8% untuk periode yang sama di tahun 2006. Perseroan berupaya untuk meningkatkan bauran
produk dan seleksi para pemasok yang memberikan marjin yang lebih tinggi dan diskon yang lebih baik
dari pemasok.

Beban Usaha
(dalam jutaan Rp)
Tujuh bulan yang berakhir pada 31 Juli
2007 2006 Pertumbuhan
(tidak diaudit)
Beban Penjualan 84.443 62.160 35,8%
Beban Umum dan Administrasi 38.042 29.053 30,9%
Total 122.485 91.213 34,3%

Beban usaha untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar
Rp 122.485 juta meningkat 34,3% dari periode yang sama ditahun 2006 sebesar Rp 91.213 juta. Biaya
ini terutama terdiri dari beban penjualan termasuk gaji dan manfaat karyawan pemasaran dan penjualan,
sewa gerai, pemasaran dan periklanan, biaya distribusi dan royalti, dan juga termasuk biaya umum dan
administrasi yang terdiri antara lain dari gaji dan manfaat karyawan, biaya utilitas (telpon, listrik, air dan
lain-lain), biaya perjalanan dinas. Kenaikan beban usaha terutama disebabkan oleh kenaikan biaya gaji
dan manfaat karyawan dan biaya sewa gerai yang meningkat.

Laba Usaha

Laba usaha untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar
Rp 43.991 juta, meningkat sebesar 152,7% dari laba operasi di periode yang sama pada tahun 2006
sebesar Rp 17.406 juta.

Beban Lain-lain Bersih

Beban lain-lain bersih untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar
Rp 6.342 juta, meningkat sebesar 49,8% dari biaya di periode yang sama pada tahun 2006 sebesar
Rp 4.234 juta. Ini terutama disebabkan karena peningkatan biaya bunga dan beban keuangan lainnya.

Laba Sebelum Pajak

Laba sebelum pajak untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 mencapai sebesar
Rp 37.649 juta meningkat sebesar 185,8 % dari laba sebelum pajak di periode yang sama pada tahun
2006 sebesar Rp 13.172 juta. Peningkatan dikarenakan kenaikan penjualan dan perbaikan rasio laba
kotor terhadap pendapatan usaha.

18
Laba Bersih

Laba bersih untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar
Rp 26.351 juta meningkat sebesar 187,7 % dari laba bersih di periode yang sama pada tahun 2006
sebesar Rp 9.158 juta.

Perbandingan tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005

Penjualan

Penjualan Perseroan untuk periode 1 tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 adalah
sebesar Rp 638.946 juta, meningkat sebesar Rp 155.215 juta atau 32,1% dari pendapatan 2005 sebesar
Rp 483.731 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh pembukaan dua gerai baru di 2005,
khususnya mulai dibukukan pendapatan setahun penuh pada tahun 2006 untuk dua gerai yang dibuka
pada tahun 2005, salah satunya Mal Artha Gading, yang merupakan gerai ritel Perseroan terbesar dengan
luas 10.158 meter persegi. Tiga gerai baru dibuka pada tahun 2006 di Makasar, Bandung dan Surabaya,
dan pembangunan kembali dan pengembangan gerai di Pluit, mulai mengkontribusikan peningkatan
pendapatan pada tahun 2006.

Penjualan sebesar Rp 8.305 juta pada tahun 2006, yaitu setara 1,3% dari total penjualan, merupakan
penjualan kepada pihak terafiliasi.

Tabel berikut menyajikan penjualan Perseroan dari pengoperasian seluruh gerai untuk periode sebagai
berikut:
(dalam jutaan Rp)
31 Desember
2006 2005 Pertumbuhan
Pendapatan dari gerai lama 365.131 341.988 6,8%
Pendapatan dari gerai baru yang dibuka sejak tahun 2004 265.767 126.578 110,0%
Total 630.899 468.567 34,6%
Note: Tidak termasuk penjualan yang dilakukan kantor pusat terhadap pihak-pihak terafiliasi

Penjualan dari gerai lama hanya tumbuh sebesar 6,8% dari tahun 2005 sampai tahun 2006 yaitu
disebabkan antara lain dari pindahnya gerai di Margorejo Surabaya, dimana gerai tersebut tutup pada
bulan Oktober 2006 dan dibuka kembali sebagai gerai di Royal Plaza Surabaya pada bulan Desember
2006, dimana terjadi kehilangan 2 bulan aktivitas di gerai Surabaya.

Harga Pokok Penjualan

Harga Pokok Penjualan pada tahun 2006 mencapai sebesar Rp 421.709 juta, meningkat sebesar
Rp 88.009 juta atau 26,4% dibandingkan total Harga Pokok Penjualan pada tahun 2005 yang mencapai
sebesar Rp 333.700 juta. Peningkatan ini didorong oleh pembukaan gerai baru di luar Jakarta.
Dibandingkan dengan penjualan, rata-rata harga pokok penjualan adalah 66% dari total penjualan di
2006, turun dari 69,0% di 2005. Hal ini disebabkan perbaikan bauran produk dan peningkatan penjualan,
dimana penjualan produk yang eklusif pada gerai Perseroan menghasilkan marjin yang lebih tinggi,
daripada produk generik yang tersedia secara luas di pasar.

Jumlah Rp 80.092 juta atau 17,3% dari seluruh pembelian pada tahun 2006 dibeli dari pihak-pihak
terafiliasi.

Laba Kotor Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 adalah sebesar
Rp 217.237 juta meningkat sebesar 44,8 % dari laba kotor di periode yang sama pada tahun 2005
sebesar Rp 150.031 juta peningkatan dikarenakan kenaikan penjualan dan penurunan persentase harga
pokok penjualan.

19
Beban Usaha
(dalam jutaan Rp)
31 Desember
2006 2005 Pertumbuhan
Beban Penjualan 117.104 81.117 44,4%
Beban Umum & Administrasi 50.592 41.501 21,9%
Total 167.696 122.618 36,8%

Beban usaha untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 adalah sebesar
Rp 167.696 juta, meningkat sebesar Rp 45.078 juta atau 36,8% dari tahun 2005 yang mencapai sebesar
Rp 122.618 juta. Peningkatan beban ini terutama disebabkan oleh peningkatan beban promosi dan
sewa yang ditimbulkan oleh pembukaan gerai-gerai baru yang mengkontribusikan 44,3% dari peningkatan
beban penjualan. Biaya transportasi meningkat karena pembukaan gerai-gerai di daerah dan peningkatan
harga bahan bakar. Peningkatan beban manfaat karyawan, utilitas, perjalanan dan beban terkait dengan
karyawan lainnya juga mendukung peningkatan beban usaha. Marjin laba usaha pada tahun 2006 adalah
7,8% dan mengalami peningkatan sebesar 36,9% dari tahun 2005.

Laba Usaha

Laba usaha untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 adalah sebesar
Rp 49.541 juta, yang merupakan peningkatan sebesar Rp 22.128 juta atau 80,7% dari laba usaha pada
tahun 2005 sebesar Rp 27.413 juta. Peningkatan ini disebabkan terutama oleh gerai-gerai baru yang
mulai menghasilkan laba tidak lama setelah dibuka. Peningkatan jumlah produk yang dijual dengan
lisensi merek dari Pemegang saham Kelompok Usaha Kawan Lama sebagai bagian dari seluruh bauran
produk juga mendukung peningkatan laba usaha dimana produk-produk tersebut menghasilkan marjin
yang lebih tinggi.

Beban Lain-lain Bersih

Beban keuangan meningkat 99,9% dari Rp 8.284 juta pada tahun 2005 menjadi Rp 16.558 juta pada
tahun 2006 terutama disebabkan dari peningkatan beban bunga yang berasal dari tambahan pinjaman.
Pinjaman tambahan ini mencakup hutang baru pada tahun 2006 dan peningkatan penggunaan fasilitas
revolving credit dan overdrafts yang dimiliki Perseroan, biaya bunga secara nominal meningkat tapi suku
bunga rata-rata telah mengalami penurunan.

Laba Sebelum Pajak

Laba sebelum pajak meningkat Rp 13.545 juta atau 53,9% untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2006 dari Rp 25.139 juta pada tahun 2005 menjadi Rp38.683 juta.

Laba Bersih

Laba bersih untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 adalah sebesar
Rp 27.011 juta, meningkat sebesar Rp 9.490 juta atau 54,16% dari Rp 17.521 juta pada tahun 2005.
Marjin laba bersih pada tahun 2006 adalah 4,2% dan mengalami peningkatan sebesar 16,7 % dibanding
pada tahun 2005.

Perbandingan tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 dan 31 Desember 2004

Penjualan

Penjualan pada tahun 2005 adalah sebesar Rp 483.731 juta, meningkat sebesar Rp 137.132 juta atau
39,6% dibandingkan penjualan tahun 2004 sebesar Rp 346.599 juta. Peningkatan ini disebabkan karena
pembukaan gerai-gerai baru pada tahun 2004 dan 2005, termasuk gerai seluas 10.158 meter persegi di
Mal Artha Gading yang dibuka pada bulan Juni 2005, dan tiga gerai yang dibuka di Medan, Bekasi dan
Pondok Indah, Jakarta.

20
Penjualan kepada pihak terafiliasi pada tahun 2005 adalah sebesar Rp 13.682 juta atau 2,8% dari total
seluruh penjualan.

Faktor-faktor lain yang mendukung peningkatan pendapatan termasuk perbaikan sentimen umum
konsumen dan peningkatan kegiatan pengembangan properti pada tahun 2005 yang disebabkan
perbaikan ekonomi dalam negeri dan penurunan bunga pinjaman.

Tabel berikut menyajikan penjualan Perseroan dari pengoperasian seluruh gerai :


(dalam jutaan Rp)
31 Desember
2005 2004 Pertumbuhan
Pendapatan dari gerai lama 341.989 303.178 12,8%
Pendapatan dari gerai baru yang dibuka sejak tahun 2004 126.578 33.972 272,6%
Total 468.567 337.150 39,0%
Note: Tidak termasuk penjualan yang dilakukan kantor pusat terhadap pihak-pihak terafiliasi

Harga Pokok Penjualan

Harga Pokok Penjualan pada tahun 2005 adalah sebesar Rp 333.700 juta, meningkat sebesar Rp 94.266
juta atau 39,4% dari Harga Pokok Penjualan tahun 2004 sebesar Rp 239.434 juta. Peningkatan ini
berhubungan dengan kenaikan penjualan, meskipun harga pokok penjualan mengalami sedikit penurunan
dari 69,1% pada tahun 2004 menjadi 69,0% pada tahun 2005.

Beban Usaha
(dalam jutaan Rp)
31 Desember
2005 2004 Pertumbuhan
Beban Penjualan 81.117 55.897 45,1%
Beban Umum dan Administrasi 41.501 29.606 40,2%
Total 122.618 85.503 43,4%

Beban usaha untuk tahun 2005 adalah sebesar Rp 122.618 juta, meningkat sebesar Rp 37.114 juta atau
43,4% dari beban usaha tahun 2004 sebesar Rp 85.503 juta. Peningkatan tersebut didorong oleh strategi
perluasan gerai Perseroan, dimana empat gerai dibuka pada tahun 2004 dan 2005. Biaya pemasaran
dan promosi menyebabkan beban penjualan meningkat sebesar 45,1% dari tahun 2004. Marjin laba
usaha 2005 adalah sebesar 5,7% dan mengalami penurunan dari 6,2% dibandingkan tahun 2004.

Laba Usaha

Laba usaha untuk tahun 2005 adalah sebesar Rp 27.413 juta, meningkat sebesar Rp 5.752 juta atau
26,6% dari laba usaha tahun 2004 sebesar Rp 21.661 juta.

Laba Sebelum Pajak

Laba sebelum pajak pada tahun 2005 adalah sebesar Rp 25.139 juta, meningkat sebesar Rp 6.477 juta
atau 34,7% dari laba sebelum pajak tahun 2004 sebesar Rp 18.662 juta.

Laba Bersih

Laba bersih pada tahun 2005 adalah sebesar Rp 17.521 juta, meningkat sebesar Rp 4.466 juta atau
34,2% dari laba bersih tahun 2004 sebesar Rp 13.055 juta. Marjin laba bersih pada tahun 2005 sebesar
3,6% menurun dibandingkan marjin laba bersih tahun 2004 sebesar 3,8%.

21
5. Pergerakan Aktiva, Kewajiban dan Ekuitas

Jutaan Rupiah 31 Juli 31 Desember


2007 2006 2005 2004
NERACA
Aktiva
Aktiva Lancar 171.678 169.313 101.072 50.142
Aktiva Tidak Lancar 98.972 53.048 42.648 33.157
Total Aktiva 270.65 222.361 143.721 83.299

Kewajiban
Kewajiban Lancar 141.154 123.17 71.246 50.819
Kewajiban Tidak Lancar 21.736 17.781 12.075 3.602
Total Kewajiban 162.89 140.951 83.321 54.421

Ekuitas 107.761 81.410 60.399 28.878


Total Kewajiban dan Ekuitas 270.650 222.361 143.721 83.299

Aktiva

Total aktiva Perseroan per tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp 270.650 juta mengalami peningkatan
sebesar Rp 48.249 juta atau 21,7% dari total aktiva Perseroan pada tanggal 31 Desember tahun 2006
sebesar Rp 222,361 juta. Peningkatan total aktiva terutama disebabkan oleh peningkatan piutang lain-
lain.

Total aktiva Perseroan per 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp 222.361 juta, meningkat sebesar
Rp 78.640 juta atau 54,7% dari total aktiva Perseroan per 31 Desember 2005 sebesar Rp 143.721 juta.
Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan aktiva lancar yang timbul karena pertambahan
persediaan barang dagang yang diperlukan untuk pembukaan gerai-gerai baru pada tahun 2006.
Peningkatan persediaan adalah sebesar 61,6% atau Rp 38.605 juta dibandingkan persediaan pada
tahun 2005.

Total aktiva lancar pada tahun yang berakhir tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp 171.678 juta dan
mengalami peningkatan sebesar Rp 2.365 juta atau 1,4% dibandingkan pada tahun yang berakhir tanggal
31 Desember 2006 sebesar Rp 169.313 juta, peningkatan terutama disebabkan oleh pertambahan piutang
lain-lain dan uang muka pembelian.

Aktiva lancar per 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp 169.313 juta, peningkatan 67,5% dibandingkan
tahun 2005 yang terutama disebabkan oleh piutang pihak ketiga, peningkatan persediaan barang dagang,
dan uang muka pembelian persediaan barang dagang, ditambah dengan biaya yang dibayar dimuka.
Pertumbuhan hal-hal tersebut mencerminkan peningkatan kegiatan ritel Perseroan. Selain peningkatan
tersebut, Perseroan juga mempercepat periode tagihan piutangnya dari 11 hari pada tahun 2005 menjadi
8 hari pada tahun 2006.

Persediaan pada tahun yang berakhir tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp 90,768 juta dan mengalami
penurunan sebesar Rp 10.508 juta atau 10,4% dibandingkan pada tahun yang berakhir tanggal
31 Desember 2006 sebesar Rp 101.276 juta, penurunan terutama disebabkan oleh usaha Perseroan
memperbaiki manajemen persediaan.

Persediaan barang dagang meningkat Rp 38.605 juta atau 61,6% dari Rp 62,671 juta pada tahun 2005
menjadi Rp 101.276 juta pada tahun 2006. Persediaan barang dagang juga meningkat pada tahun 2005,
dari Rp 28.388 juta pada tahun 2004 menjadi Rp 62.671 juta, yaitu peningkatan sebesar Rp 34.282 juta
atau 120,8%. Peningkatan persediaan barang dagang dalam kurun waktu dua periode tersebut merefleksikan
pengembangan Perseroan yang berkesinambungan. Days inventory adalah 64 hari, 88 hari, 69 hari dan
43 hari pada periode yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2006, 2005 dan 2004, oleh karena strategi Perseroan untuk pengembangan diluar Jakarta.
Hal tersebut telah memperpanjang waktu distribusi dan inventory days Perseroan.

22
Beban dibayar di muka, baik jangka panjang maupun jangka pendek, terutama terdiri dari pembayaran
beban sewa dan beban asuransi dibayar dimuka. Beban yang dibayar dimuka per 31 Juli 2007 sebesar
Rp 20.595 juta atau meningkat sebesar Rp 8.956 juta atau 77% dibandingkan dengan beban di bayar
dimuka sebesar Rp 11.639 juta per 31 Desember 2006. Peningkatan ini disebabkan karena penambahan
sewa dibayar dimuka dalam kaitan dengan pembukaan gerai baru.

Beban yang dibayar dimuka jangka pendek tahun 2006, 2005, 2004 masing-masing sebesar
Rp 9.133 juta, Rp 705 juta dan Rp 3.167 juta. Hal ini disebabkan karena cara pembayaran dimuka yang
berbeda untuk sewa gerai pada tahun-tahun tersebut. Menjadi kebiasaan umum di Indonesia, Perseroan
melakukan pembayaran dimuka untuk kewajiban sewa gerai menggunakan beberapa metode yang
berbeda. Metode tersebut adalah (1) pembayaran sekaligus untuk beberapa tahun masa sewa,
(2) pembayaran secara angsuran. Perseroan membayar beban dibayar dimuka tersebut menggunakan
arus kas operasi.

Aktiva tidak lancar Perseroan mencakup aktiva tetap seperti properti dan peralatan, dan beban dibayar
dimuka jangka panjang dan piutang dari pihak terafiliasi. Aktiva tidak lancar per 31 Juli 2007 adalah
sebesar Rp 98.972 juta dan mengalami peningkatan sebesar Rp 45.925 juta atau 86,6% dibandingkan
pada tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2006 sebesar Rp 53.047 juta, peningkatan terutama
disebabkan oleh peningkatan beban dibayar di muka jangka panjang akibat pembukaan gerai baru pada
tahun 2007 dan piutang hubungan istimewa kepada PT Kawan Lama Sejahtera sebagai akibat pengalihan
lahan Alam Sutera kepada PT Kawan Lama Sejahtera pada tanggal 26 Juli 2007. Aktiva tidak lancar
meningkat 24,3% pada tahun 2006 dibanding tahun 2005, yaitu Rp 42.648 juta sebagai akibat dari
peningkatan aktiva tetap Perseroan. Pada tahun 2006, Perseroan membeli tujuh ruko di Pluit, Jakarta
Utara sebagai lokasi gerai baru.

Total Aktiva Perseroan untuk periode tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 adalah sebesar
Rp 143.721 juta, meningkat sebesar Rp 60.422 juta atau 72,5% dari total aktiva Perseroan per tanggal
31 Desember 2004 sebesar Rp 83.299 juta. Peningkatan ini, terutama disebabkan oleh pertambahan
piutang dagang, persediaan barang dagang dan aktiva tetap, merefleksikan peningkatan kegiatan ritel
Perseroan.

Grafik Total Aktiva Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir tanggal 31 Juli 2007 dan periode
yang berakhir tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004, adalah sebagai berikut :

23
Kewajiban

Total kewajiban Perseroan per tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp 162.890 juta, mengalami
peningkatan sebesar Rp 21.938 juta atau 15,6% dibandingkan pada tahun yang berakhir tanggal
31 Desember 2006 sebesar Rp 140,951 juta, peningkatan terutama disebabkan oleh peningkatan hutang
pajak dan hutang dagang.

Total kewajiban Perseroan per 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp 140.951 juta, meningkat sebesar
Rp 57.630 juta atau 69,2% dibandingkan kewajiban per tanggal 31 Desember 2005 sebesar Rp 83.321
juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan kegiatan ritel, yang menghasilkan peningkatan
hutang dagang dari peningkatan kegiatan pembelian dan pengadaan, peningkatan hutang pajak akibat
pertambahan laba dan pertambahan pinjaman bank. Hutang lain-lain meningkat karena peningkatan
pembelian barang modal untuk gerai seperti rak dan komputer.

Total kewajiban Perseroan per tanggal 31 Desember 2005 adalah sebesar Rp 83.321 juta meningkat
sebesar Rp 28.900 juta atau 53,1% dari total kewajiban Perseroan tanggal 31 Desember 2004 sebesar
Rp 54.421 juta. Pertumbuhan total kewajiban terutama disebabkan oleh peningkatan hutang dagang,
kewajiban lain-lain dan pinjaman bank, termasuk pinjaman jangka panjang yang diperoleh dari PT Bank
Central Asia Tbk pada tanggal 29 Juni 2006 sebesar Rp 8.960 juta untuk membeli tujuh ruko di Pluit
untuk dikembangkan menjadi gerai baru.

Grafik Total Kewajiban Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir tanggal 31 Juli 2007 dan
periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004, adalah sebagai berikut :

Ekuitas
(dalam jutaan Rp)
31 Juli 31 Desember
2007 2006 2005 2004
Saham diterbitkan dan dibayar penuh 40.000 40.000 40.000 15.823
Saldo Laba ditahan 67.761 41.410 20.399 13.055
Total 107.761 81.410 60.399 28.878

Ekuitas Perseroan per tanggal 31 Juli 2007 adalah sebesar Rp 107.761 juta, mengalami peningkatan
sebesar Rp 26.351 juta atau 32,4% dibandingkan pada tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2006
sebesar Rp 81,410 juta, peningkatan terutama disebabkan oleh peningkatan laba periode berjalan.

24
Ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp 81.410 juta, meningkat sebesar
Rp 21.011 juta atau 34.8% dari ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2005 sebesar Rp 60.399
juta. Pertumbuhan saldo laba Perseroan merupakan kontributor utama peningkatan ekuitas Perseroan.

Ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2005 adalah sebesar Rp 60.399 juta, meningkat sebesar
Rp 31.521 juta atau 109,2% dari ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2004 sebesar Rp 28.878
juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan saldo laba dan penambahan modal saham
baru sebesar Rp 24.17 juta oleh pemegang saham Perseroan pada tahun 2005.

6. Likuiditas dan Sumber Modal

Arus Kas

Arus kas dari kegiatan operasional

Kas bersih masuk dari kegiatan operasional untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
31 Juli 2007 adalah Rp 8.908 juta.

Arus kas bersih keluar yang digunakan untuk kegiatan operasional adalah masing-masing sebesar
Rp 16.447 juta dan Rp 25.329 juta pada tahun 2006 dan 2005, dan net arus kas masuk sebesar
Rp 24.796 juta pada tahun 2004. Hal ini terutama disebabkan oleh pembayaran pajak pendapatan yang
lebih tinggi di tahun 2005, dan pembayaran lebih besar kepada para pemasok di tahun 2006 dan 2005
seiring dengan peningkatan persediaan barang dagang sehubungan dengan pembukaan gerai-gerai
baru Perseroan.

Arus kas dari kegiatan investasi

Arus kas yang keluar untuk investasi adalah sebesar Rp 6.005 juta untuk periode tujuh bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 terutama disebabkan oleh pembelian dari properti dan perlengkapan.

Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004, arus kas keluar dari
kegiatan investasi masing-masing adalah sebesar Rp 34.813 juta, Rp 10.730 juta dan Rp 5.573 juta.
Peningkatan kas keluar pada tahun 2006 sebesar Rp 24.083 juta atau 224,4% dibandingkan tahun 2005
terutama disebabkan oleh pembelian tanah dan bangunan untuk pengembangan baru termasuk pembelian
tujuh ruko di Pluit, Jakarta Utara dan pembelian peralatan kantor.

Arus kas dari kegiatan pendanaan

Kas bersih digunakan untuk kegiatan pendanaan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
31 Juli 2007 adalah sebesar Rp 6.535 juta.

Arus kas bersih yang dihasilkan kegiatan pendanaan pada tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2006 dan 2005 adalah masing-masing sebesar Rp 53.333 juta dan Rp 36.612 juta dan kas
keluar sebesar Rp 21.165 juta pada tahun 2004. Peningkatan kas masuk pada tahun 2006 dan 2005
disebabkan oleh pinjaman-pinjaman baru untuk membebani perluasan usaha Perseroan, termasuk
pembelian tanah dan bangunan. Arus kas keluar pada tahun 2004 diakibatkan oleh pelunasan kepada
pihak terafiliasi.

Likuiditas

Rasio likuiditas Perseroan merepresentasikan kemampuan Perseroan untuk memenuhi semua kewajiban
jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar. Rasio likuiditas Perseroan untuk periode tujuh bulan
yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007, dan tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2006, 2005 dan 2004 adalah masing-masing sebesar 121.6%, 137,5%, 141,9% dan 98,7%.

25
Solvabilitas

Solvabilitas merepresentasikan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh kewajibannya. Rasio


solvensinya diperhitungkan menggunakan dua pendekatan yaitu:
1. Kewajiban dibagi Ekuitas (Solvabilitas Ekuitas)
2. Kewajiban dibagi Aktiva (Solvabilitas Aktiva)

Rasio Kewajiban dibagi Ekuitas Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli
2007, dan tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 adalah masing-
masing sebesar 151,2%, 173,1%, 138,0% dan 188,5%.

Rasio Kewajiban dibagi Aktiva Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli
2007, dan tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 adalah sebesar
60,2%, 63,4%, 58,0% dan 65,3%.

Tingkat Pengembalian Modal (Return on Equity)

Tingkat pengembalian modal atau Return on Equity (ROE) merepresentasikan kemampuan Perseroan
untuk menghasilkan laba dari modal ekuitasnya. ROE untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Juli 2007, dan tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
masing-masing adalah 24,5%, 33,2%, 29,0% dan 45,0%.

Tingkat Pengembalian Investasi (Return on Investment)

Tingkat pengembalian investasi atau Return on Investment (ROI) merepresentasikan kemampuan


Perseroan untuk menghasilkan laba dari aktivanya. ROI untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Juli 2007, dan tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
masing-masing adalah 9,7%, 12,2%, 12,2% dan 15,7%.

Sensitivitas Terhadap Valuta Asing

Perseroan pada saat ini tidak memiliki aktiva atau kewajiban besar dalam mata uang asing. Kewajiban
Perseroan dalam mata uang asing terdiri atas hutang dagang dan beban yang masih harus dibayar yang
merupakan 4,9% dari total kewajiban per tanggal 31 Desember 2006. Perseroan tidak melakukan strategi
lindung nilai terhadap mata uang asingnya.

Kontrak Kewajiban dan Komitmen Komersial

Tabel dibawah ini menyajikan ringkasan kontrak kewajiban dan komitmen komersil yang berakhir pada
tanggal 31 Juli 2007 dan akibat dari kewajiban dan komitmen tersebut akan mempengaruhi likuiditas
dan arus kas dimasa mendatang;

Kontrak kewajiban dan 31 Juli 2007 Masa kurang 1-3 tahun 3-5 tahun Masa
komitmen komersil dari 1 tahun lebih dari
(jutaan Rp) 5 tahun

Hutang jangka panjang 10.555 - 10.555 - -


Hutang jangka pendek 141.154 141.154 - - -

26
Penjelasan dan Pandangan Manajemen Terhadap :

1. Kondisi perekonomian dan kondisi pasar

Kondisi perekonomian dimasa sekarang, menurut statistik Bank Indonesia PDB nominal Indonesia
adalah 5,5% y-o-y 2006. Antara tahun 2000 dan 2006 PDB meningkat dari Rp.1.389.770 miliar
menjadi Rp.3.338.196 miliar (dengan dasar 2006) mencerminkan CAGR sebesar 15,7%.
Berhubungan dengan kenaikan tingkat PDB yang sangat mengesankan tersebut, adalah penurunan
suku bunga. Tingkat suku bunga sebagai acuan yang berlaku sekarang adalah (BI rate) 8.25% per
tahun, turun dari tingkat 12.75 % sejak Desember 2005 dan Bank Indonesia masih melihat ruang
untuk menurunkan kembali BI rate dalam waktu dekat ini. Manajemen berkeyakinan kedua keadaan
tersebut dapat mendorong pertumbuhan permintaan sektor perumahan serta sektor lain dan sebagai
akibat langsung akan mendorong permintaan produk-produk home improvement, manajemen
berkeyakinan bahwa Perseroan merupakan salah satu pemasok di pasar Indonesia. Dengan
penjelasan diatas maka manajemen berkeyakinan bahwa kondisi perekonomian dan konsisi pasar
pada saat ini untuk produk-produk perseroan adalah dalam keadaan yang baik dan masih akan
tumbuh dimasa yang akan datang.

2. Perubahan kondisi likuiditas atau cash flow, dan pandangan terhadap kondisi tahun yang
akan datang.

Likuiditas dan cash flow perseroan baik karena, semua penjualan dalam bentuk penjualan tunai
atau dibayar dengan kartu kredit, Sebagian pembelian dilakukan secara kredit, dan perseroan
melakukan inventory level control dengan ketat sehingga dapat dihindari miss match dalam Cash
flow.

3. Perubahan perilaku konsumen terhadap perubahan teknologi baru, kondisi demografi pasar
dan faktor lainnya.

Sebagian besar barang-barang yang dijual oleh Perseroan bukan barang-barang yang mempunyai
sifat cepat usang secara teknologi dan secara fungsional. Barang tersebut berupa perkakas tangan
(hand tools), peralatan rumah tangga, peralatan listrik, perabot rumah tangga dan lain-lain yang
tingkat perubahannya secara fungsional dapat dikatakan sudah tidak signifikan lagi. Perubahan
selera konsumen terhadap barang-barang yang dijual Perseroan cenderung tidak terlalu cepat terjadi.
Sedangkan kondisi demogafi pasar tidak banyak berpengaruh pada penjualan Perseroan, karena
lokasi-lokasi gerai Perseroan pada saat ini berada dipusat-pusat kota di Indonesia.

4. Perubahan dalam metode penjualan seperti perjanjian distribusi baru atau perkembangan
tim Penjualan.

Jaringan distribusi Perseroan adalah langsung ke konsumen, jadi metode penjualan ini pada
beberapa kasus adalah metode penjualan terakhir dalam mata rantai distribusi. Perseroan berniat
untuk akan tetap melakukan metode penjualan seperti sekarang karena pada dasarnya
Perseroan berada dalam industri retail, yang langsung ke konsumen.

5. Perubahan yang terjadi pada kompetitor.

Sampai saat ini Perseroan berkeyakinan bahwa Perseroan belum mempunyai kompetitor langsung
(dalam arti mempunyai ragam produk yang sama banyak), walaupun demikian Perseroan selalu
mewaspadai semua kompetitor tidak langsung untuk menjaga kelangsungan existensi
Perseroan.Perseroan selalu berusaha untuk menyediakan produk yang hanya dapat dibeli di gerainya

27
6. Perubahan dalam harga, persoalan dengan pemasok, atau peristiwa lainyang mempengaruhi
penjualan perseroan.

Sejak krisis yang terjadi di Asia tenggara yang terjadi pada akhir tahun 1990, belum pernah terjadi
peristiwa yang drastis atau mengkhawatirkan yang dapat mengakibatkan penurunan penjualan
signifikan. Perubahan harga yang terjadi mengikuti tingkat inflasi Indonesia, sehingga tidak banyak
berpengaruh pada volume penjualan Perseroan.

Persoalan dengan pemasok yang menyebabkan penurunan penjualan belum pernah terjadi.

7. Pengurangan produk baru atau penarikan produk.

Sebagian besar produk-produk yang dijual Perseroan adalah produk-produk eksklusif. Perseroan
selalu berusaha untuk menjual produk unik yang hanya tersedia di gerainya. Sampai dengan tanggal
diterbitkan prospektus ini belum pernah ada penarikan produk-produk Perseroan.

Manajemen risiko yang telah dilakukan Perseroan.

1. Risiko terhadap pencurian barang.


Perseroan telah memasang security system / CCTV di setiap lokasi gerai termasuk di setiap pintu
masuk karyawan. Telah ditunjuk pula petugas khusus yang memonitor security system tersebut.

2. Risiko terhadap kebakaran / huru hara.


Perseroan telah mengasuransikan persediaan dan aktiva tetap berupa fixture, peralatan kantor dan
lain-lain terhadap bahaya kebakaran dan huru hara.

3. Risiko terhadap klaim pelanggan yang mengalami kecelakaan di lokasi gerai.


Perseroan telah menutup asuransi “third party liability” / pertanggungan pihak ke tiga.

4. Risiko terhadap mata uang asing.


Sebagian besar barang yang diterima oleh perseroan telah dibayar lunas, sehingga risiko
depresiasi mata uang Rupiah sangat minim.

5. Risiko terhadap persediaan barang berputaran rendah.


Perseroan telah melakukan antisipasi dengan program penjualan harga khusus sebanyak 2 kali
dalam satu tahun.

6. Risiko terhadap perubahan selera pelanggan.


Perseroan secara aktif mengirim staff pembelian ke pameran-pameran internasional untuk mencari
produk-produk inovatif yang dipercaya akan memenuhi kebutuhan pelanggan.

7. Risiko terhadap persewaan gerai.


Perseroan selalu mencantumkan klausul tentang opsi perpanjangan sewa dengan tenggang waktu
sewa yang sama dan membatasi kenaikan maksimum harga sewa.

28
BAB V. RISIKO USAHA

Sebelum melaksanakan investasi atas saham Perseroan, para calon investor harus memperhatikan
dengan seksama bahwa Perseroan dan kegiatan usahanya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berada
diluar kendali Perseroan. Sebelum menentukan keputusan investasi, para calon investor harus
mempertimbangkan, termasuk hal-hal lain yang disajikan didalam dokumen ini, berbagai pertimbangan
risiko dan investasi yang disajikan dibawah ini yang bukan merupakan daftar yang lengkap atas berbagai
tantangan yang dihadapi Perseroan ataupun akan terjadi di masa depan. Risiko lainnya, baik yang
diketahui maupun yang belum diketahui, akan dapat memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap
Perseroan dan nilai Saham. Apabila ada pertimbangan risiko dan investasi yang berkembang menjadi
kejadian aktual, Perseroan, kegiatan usahanya, kondisi keuangan ataupun hasil dari kegiatan operasinya
dapat mengalami dampak negatif yang signifikan. Dalam kasus tersebut, maka harga Saham yang
diperdagangkan dapat mengalami penurunan dan para investor bisa mengalami kerugian atas sebagian
ataupun keseluruhan investasinya.

Risiko Sehubungan dengan Perseroan

Usaha Perseroan tergantung pada kemampuan untuk mempertahankan keberadaan perjanjian


lisensinya

Usaha Perseroan sebagian diatur dalam suatu Perjanjian Lisensi yang akan berakhir di tahun 2011,
namun dapat diperpanjang lagi oleh kedua belah pihak selama 15 tahun sesuai dengan perjanjian.
Menurut Perjanjian Lisensi, Perseroan mendapatkan hak ekslusif untuk menggunakan merek “ACE”
dalam kegiatan operasionalnya dan juga memiliki beberapa hak eksklusif untuk mendistribusikan berbagai
produk-produk “ACE” di Indonesia. Perseroan telah meluangkan banyak waktu dan usaha marketing
untuk membangun kesadaran atas merek ACE. Prospek usaha Perseroan, kinerja keuangan dan posisi
keuangan akan mendapatkan dampak negatif yang signifikan apabila Perjanjian Lisensi ACE tidak
diperpanjang ataupun diperpanjang dengan persyaratan yang tidak menguntungkan.

Usaha Perseroan bergantung pada hubungan dengan Kawan Lama

Sebagian porsi yang signifikan dari produk-produk Perseroan dipasok dari Kawan Lama (lihat Bab VII
bagian berjudul Transaksi Dengan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa dari Prospektus ini untuk
keterangan lebih lanjut mengenai Kawan Lama), baik yang merupakan merek milik Kawan Lama sendiri
atau pun merek lain dimana Kawan Lama memiliki pengaturan distribusi dengan para pemilik merek
tersebut. Untuk tahun fiskal yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004, 2005 dan 2006 dan periode
7 (tujuh) bulan yang berakhir 31 Juli 2007, produk yang dibeli dari Kawan Lama merepresentasikan
masing-masing 23,7%, 16,9%, 16,2% dan 15,9% dari total nilai pembelian Perseroan. Perseroan
memperkirakan bahwa kontribusi pendapatan dari produk-produk tersebut akan tetap signifikan di masa
depan. Perseroan telah menerima suatu lisensi untuk menggunakan merek tertentu, yaitu Kris dan Krisbow,
yang dimiliki oleh pemegang saham Kelompok Usaha Kawan Lama, untuk produk yang dibeli dari pemasok
pihak ketiga sebelum dijual pada gerai penjualan Perseroan. Sebagian kecil dari penjualan Perseroan
adalah ke PT Home Center Indonesia, sebuah perusahaan yang juga dimiliki oleh Kawan Lama. Tidak
ada jaminan bahwa Kawan Lama akan terus memberikan dukungan produk yang sama kepada Perseroan.
Seandainya Perseroan kehilangan hak eksklusif untuk mendistribusikan produk-produk tertentu atau
hak untuk menggunakan lisensi atas merek tertentu dari Kawan Lama, maka hal tersebut akan membawa
dampak negatif yang signifikan terhadap prospek usaha dan kinerja keuangan Perseroan.

Kemungkinan kegagalan dalam mengimplementasikan strategi perkembangannya

Sebagian besar gerai-gerai Perseroan berlokasi di Pulau Jawa, termasuk 10 di Jabodetabek. Strategi
perkembangan Perseroan mencakup antara lain rencana untuk mengembangkan usahanya secara
berkesinambungan dengan membuka gerai-gerai baru, termasuk pengembangan sampai dengan 28.000
meter persegi di tahun 2008. Tidak ada jaminan bahwa Perseroan akan berhasil dalam mengembangkan

29
usaha ke daerah-daerah baru di Indonesia dimana Perseroan belum memiliki pengalaman luas ataupun
tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam kegiatan operasinya, maupun jaminan bahwa tingkat
profitabilitas yang sama akan tercapai dari gerai-gerai di daerah baru tersebut. Apabila Perseroan tidak
berhasil untuk mencapai tingkat laba yang sebanding dengan lokasi lain di Indonesia atau apabila
Perseroan gagal untuk mengelola perkembangan di masa depan, hal tersebut dapat memberikan dampak
negatif yang signifikan terhadap kinerja dan kondisi keuangan Perseroan.

Perluasan ragam produk dapat menimbulkan risiko tambahan

Seperti membuka gerai – gerai ritel baru, Perseroan juga senantiasa secara teratur mengupayakan
pengembangan kategori produk dan jasa yang ditawarkan kepada para konsumen. Selanjutnya bahwa
Perseroan berniat untuk mencari segmen produk baru, atau menawarkan jasa tambahan baru, tidak ada
jaminan bahwa inisiatif baru akan sukses diperkenalkan dan diterima oleh para pelanggan. Dalam hal
Perseroan tidak sukses memperkenalkan segmen-segmen produk baru ini, kinerja keuangan, kegiatan
operasi dan prospek akan terkena dampak negatif.

Perseroan menghadapi risiko sehubungan dengan perubahan selera konsumen maupun


kecenderungan pembelanjaan

Perseroan mempunyai lebih dari 1.200 merek-merek yang berbeda dan menjual lebih dari 60,000 jenis
produk-produk home improvement dan lifestyle dalam 15 segmen produk. Kesuksesan Perseroan
bergantung pada kemampuan untuk mengidentifikasi dengan tepat berbagai keperluan dan kebutuhan
para konsumen untuk segenap kategori produk tersebut. Tidak ada jaminan bahwa produk yang dijual
ke pasar akan diterima oleh para pelanggan atau bahwa produk home improvement dan lifestyle milik
Perseroan akan terus diterima oleh pasar. Jika ada perubahan dalam prioritas konsumen atau
kecenderungan pembelanjaan, maka kinerja keuangan, kegiatan operasi dan prospek usaha Perseroan
akan terkena dampak negatif yang material.

Perseroan menghadapi risiko sehubungan dengan penyewaan properti dan keragaman kondisi
dan persyaratan penyewaan tersebut

Perseroan menyewa 23 gerai dari 24 gerainya, termasuk gudang dan ruang perkantoran untuk kantor
pusat di Jakarta, dan oleh sebab itu Perseroan juga menghadapi berbagai kecenderungan yang terjadi
dalam pasar penyewaan properti Indonesia, termasuk peningkatan harga sewa di pasar dan tarif sewa,
peningkatan beban perbaikan dan kewajiban perbaikan dan beban yang timbul sehubungan dengan
kepatuhan atas berbagai peraturan yang berlaku. Properti sewa Perseroan seluruhnya memiliki jangka
waktu berkisar antara tiga sampai dengan delapan tahun dengan opsi perpanjangan waktu sewa yang
sama. Sebagian dari perjanjian sewa ini juga berisi pasal peningkatan sewa, tidak ada jaminan bahwa
penyewaan ini akan diperpanjang dengan syarat-syarat yang sebanding atau seluruhnya sama. Selain
itu, keberhasilan usaha Perseroan bergantung pada kemampuan Perseroan untuk mendapatkan tarif
sewa yang kompetitif untuk lokasi gerainya. Dalam hal terjadi peningkatan tarif sewa di masa depan
yang ternyata lebih tinggi dari kenaikan yang diantisipasi dan/atau kontrak sewa tersebut tidak diperpanjang
ataupun diperpanjang dengan tarif sewa yang tidak kompetitif, maka hal tersebut akan memberikan
dampak negatif yang signifikan terhadap kinerja keuangan dan prospek usaha Perseroan.

Pada beberapa kasus, Perseroan membayar sewa untuk periode tertentu di muka. Dalam keadaan
Perseroan tidak berhasil mengembangkan gerai ritelnya, Perseroan tidak mendapatkan pengembalian
dari sebagian atau seluruh beban sewa yang telah dibayar tersebut dan hal ini dapat memberikan dampak
negatif terhadap kinerja keuangan dan kegiatan usaha Perseroan.

Usaha Perseroan bergantung pada infrastruktur distribusi milik sendiri maupun pihak ketiga

Kemampuan Perseroan untuk mendistribusikan barang dagang ke gerai-gerainya dan untuk menjual dan
mendistribusikan barang dagang tersebut kepada konsumen sangat bergantung kepada infrastruktur
operasionalnya. Perseroan bergantung pada pergudangan dan jaringan distribusi untuk berfungsi secara
efisien. Apabila terjadi kegagalan ataupun tidak tersedianya infastruktur tersebut yang disebabkan oleh
bencana alam, aksi terorisme, kebakaran dan/atau kejadian industri lain, hal tersebut dapat memberikan
dampak negatif yang signifikan terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan dan kinerja keuangan Perseroan.

30
Sebagai tambahan, sebelum mendistribusikan produk-produk melalui infrastruktur logistik milik sendiri
dan dalam beberapa kasus pengiriman produk-produk ke gudang Perseroan, Perseroan bergantung
pada jasa distribusi dan perusahaan pengiriman pihak ketiga untuk mengantar produk-produk. Apabila
terjadi perubahan persyaratan, interupsi ataupun kegagalan dalam jasa dari satu atau lebih dari penyedia
jasa-jasa tersebut diatas, hal tersebut dapat berdampak terhadap kemampuan Perseroan untuk
menyediakan dan mendistribusikan produk-produknya dan akhirnya hal tersebut dapat berdampak negatif
secara signifikan terhadap usaha, kinerja dan posisi keuangan Perseroan.

Persediaan barang dagang berputaran rendah dapat berdampak negatif secara signifikan terhadap
usaha Perseroan

Kegiatan usaha Perseroan mengharuskan untuk mempertahankan tingkat persediaan barang dagang
yang tinggi untuk memenuhi tingkat permintaan gerai-gerainya sehari-hari dan tingkat permintaan para
konsumen. Oleh sebab itu, usaha Perseroan juga mengharuskan pengelolaan barang persediaan dengan
hati-hati. Apabila Perseroan tidak berhasil menjual persediaan barang dagang dalam waktu yang tepat,
maka Perseroan mungkin harus menawarkan diskon yang signifikan untuk menjual produk-produk jenis
tertentu yang berputaran rendah, disebabkan oleh diluncurkannya model-model produk yang baru,
kemajuan teknologi dan/atau perubahan pada selera konsumen. Apabila hal tersebut terjadi dapat
memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kinerja keuangan dan kegiatan usaha Perseroan.

Perseroan bergantung pada upaya manajemen kunci

Keberhasilan Perseroan sampai titik tertentu bergantung pada pengalaman dan keahlian manajemen
para anggota Direksi dan Komisaris dan manajer seniornya, dimana kesemuanya berperan penting
dalam kegiatan operasional sehari-hari dan juga budaya usaha (business culture) Perseroan. Kepergian
satu atau lebih manajemen senior, Direksi maupun Komisaris Perseroan dapat memberikan dampak
negatif yang signifikan terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan dan operasi Perseroan.

Kegiatan Usaha Perseroan memerlukan sumber daya manusia yang signifikan

Kegiatan operasional usaha Perseroan memerlukan jumlah karyawan yang signifikan. Sesuai data yang
terakhir, Perseroan mempekerjakan 3.136, 389, 27, 44 dan 60 orang masing-masing pada divisi utama
yaitu operasi, pengadaan dan logistik, pemasaran, pengembangan dan pengawasan dan keuangan dan
support. Sebagian besar karyawan Perseroan mendapatkan keahlian kerja melalui pelatihan internal
yang diberikan oleh Perseroan dan melalui pengalaman kerja untuk periode masa kerja yang signifikan.
Apabila Perseroan tidak berhasil untuk mengadakan sumber daya manusia yang stabil untuk keperluan
kegiatan usahanya baik saat ini maupun di masa depan, maka hal tersebut dapat memberikan dampak
negatif yang signifikan terhadap usaha, prospek perkembangan dan kinerja keuangan Perseroan.

Perseroan bergantung pada hak properti intelektual yang dimiliki oleh pihak lain

Perseroan bergantung pada beberapa hak properti intelektual sehubungan dengan merek-merek yang
lisensinya dipegang oleh pihak lain, yaitu Ace Hardware Corporation dan pemegang saham Kelompok
Usaha Kawan Lama. Tidak ada jaminan bahwa perlindungan dari hak-hak properti intelektual tersebut
akan cukup untuk mencegah pelanggaran ataupun penyimpangan penggunaan properti intelektual
Perseroan atau bahwa pemilik merek-merek akan mencari untuk memperkuat hak-hak tersebut pada
tingkat yang sama seperti jika Perseroan yang memiliki merek-merek tersebut.

Terdapat pula risiko Perseroan mungkin telah melanggar atau akan melanggar hak properti intelektual
dari pihak ketiga. Apabila hal-hal tersebut diatas terjadi, maka litigasi yang bebannya signifikan mungkin
dapat terjadi. Litigasi tersebut dapat mengakibatkan hilangnya hak properti intelektual Perseroan untuk
menggunakan merek-merek yang telah dilisensi oleh Perseroan dan pembayaran ganti rugi. Apabila hal
ini terjadi, maka dapat mengakibatkan dampak negatif yang signifikan terhadap usaha, kinerja dan posisi
keuangan Perseroan.

31
Dampak negatif yang signifikan terhadap Perseroan dapat terjadi dari keluhan-keluhan,
pemberitaan yang negatif ataupun litigasi terhadap produk-produknya

Perseroan bisa mendapatkan dampak negatif yang signifikan disebabkan oleh keluhan-keluhan ataupun
litigasi dari konsumen ataupun pihak berwenang karena kualitas produk, cedera ataupun masalah
keselamatan lainnya dari satu atau lebih produknya, kemasan produknya ataupun pengiklanan produk
tersebut. Bahwa semua produk Perseroan dibuat oleh pihak lain, Perseroan memiliki kontrol yang terbatas
atas kualitas produk dan hal lain sehubungan dengan itu. Dalam hal terjadi klaim kerugian atas produk
ataupun terjadi kewajiban recall produk dimana konsekuensi finansialnya tidak dapat dipenuhi oleh
pemasoknya, Perseroan akan menanggung sebagian atau seluruhnya jika hal ini terjadi maka hal tersebut
dapat memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kinerja keuangan Perseroan. Selain itu,
litigasi, keluhan ataupun pemberitaan negatif apapun terhadap tuduhan tersebut dapat berdampak negatif
secara material terhadap reputasi Perseroan dan dapat berdampak negatif secara signifikan terhadap
prospek usaha, kinerja keuangan dan operasi Perseroan.

Risiko valuta asing

Perseroan menghadapi risiko valuta asing terhadap Rupiah dimana Perseroan membayar sebagian
beban pengadaan barang dagang dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dan Euro sementara seluruh
pendapatannya dihasilkan dalam mata uang Rupiah. Perseroan pada saat ini tidak menggunakan transaksi
lindung nilai ataupun menggunakan instrumen keuangan untuk melakukan lindung nilai terhadap risiko
valuta asing tersebut dan depresiasi Rupiah terhadap mata uang asing ini akan berdampak signifikan
terhadap prospek usaha, operasi dan kinerja keuangan Perseroan.

Risiko Sehubungan dengan Pasar

Industri ini bersifat kompetitif dengan barrier of entry yang terbatas

Industri ritel di Indonesia bersifat sangat kompetitif dan dengan barrier of entry yang rendah. Perseroan
menawarkan produk-produk home improvement dan lifestyle dengan kisaran produk yang luas, dimana
Perseroan bersaing dengan berbagai usaha dari gerai khusus yang kecil sampai pemain ritel umum
besar dan departemen store, dimana sebagian dari pemain tersebut menawarkan produk-produk yang
serupa dengan produk-produk yang ditawarkan oleh Perseroan. Lihat Bab VIII. (Aktifitas Usaha dan
Prospek Perseroan – Persaingan) dan Bab IX. (Industri – Persaingan). Para pesaing ini dapat menerapkan
kebijakan harga yang agresif, melakukan kampanye pemasaran yang besar dan bahkan mencoba
mereplikasi model usaha Perseroan. Selain itu, mungkin juga akan masuk para pemain ritel baru di
pasar yang akan menawarkan format ritel yang mirip dengan format ritel Perseroan sebagai upaya untuk
bersaing langsung dengan Perseroan. Apabila terjadi peningkatan persaingan dari perusahaan-
perusahaan tersebut, maka hal tersebut dapat berdampak negatif yang signifikan terhadap pangsa pasar,
prospek usaha dan kinerja keuangan Perseroan.

Kinerja Perseroan dapat dipengaruhi kondisi perekonomian yang kurang kondusif

Perseroan menghasilkan seluruh pendapatannya dari Indonesia dan pasar tersebut bersifat cukup sensitif
terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Penurunan kondisi ekonomi Indonesia kemungkinan besar
akan mengurangi pembelanjaan konsumen untuk perbaikan rumah, perbaikan yang dilakukan sendiri
dan penjualan produk home improvement, lifestyle dan produk ritel lainnya. Penurunan pada tingkat
pembelanjaan konsumen akan memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap prospek usaha,
operasi dan kinerja keuangan Perseroan.

Kinerja Perseroan dapat dipengaruhi oleh menurunnya pasar properti Indonesia

Selama krisis keuangan di kawasan Asia yang dimulai pada tahun 1997, pasar properti Indonesia
terpengaruh secara signifikan. Sejak tahun 2000, pasar properti telah mulai pulih dan memulai berlanjutnya
pertumbuhan dalam industri konstruksi dan pengembangan properti. Namun demikian, tidak ada jaminan
bahwa bahwa pertumbuhan ini akan terus berkesinambungan pada tingkat pertumbuhan yang sama

32
ataupun apabila pertumbuhan ini akan terus ada. Penurunan apapun dalam pasar properti kemungkinan
besar akan berakibat menjadi perlambatan pertumbuhan kegiatan pengembangan properti di Indonesia,
dan hal mana akan berdampak negatif terhadap tingkat permintaan atas produk-produk Perseroan dan
akhirnya terhadap prospek usaha, operasi dan kinerja keuangan Perseroan.

Perubahan atas peraturan maupun kebijakan Pemerintah pada sektor ritel

Kegiatan usaha Perseroan diatur Pemerintah melalui berbagai peraturan. Apabila terjadi perubahan
atas peraturan-peraturan tersebut, seperti kebijakan Pemerintah terhadap perdagangan dan keputusan
Pemerintah terhadap perpajakan seperti tarif Pajak Pertambahan Nilai, akan berdampak negatif terhadap
prospek usaha, operasi dan kinerja keuangan Perseroan.

Perubahan pada Pemerintahan maupun kebijakan yang diberlakukan oleh Pemerintah dapat berdampak
secara langsung terhadap kegiatan usaha Perseroan. Kegiatan usaha Perseroan dipengaruhi berbagai
tindakan yang dilaksanakan Pemerintah, termasuk tapi tidak terbatas pada perubahan kebijakan
sehubungan dengan terorisme, perpajakan, investasi, pemberlakuan pengendalian valuta asing dan
kebijakan ketenagakerjaan.

33
BAB VI. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN
AUDITOR INDEPENDEN

Tidak ada kejadian / peristiwa penting setelah Tanggal Laporan Auditor Independen yaitu tanggal 11
Oktober 2007 dari kantor Akuntan Publik Aryanto Amir Jusuf & Mawar atas Laporan Keuangan Perseroan
untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004, sampai dengan tanggal 25 Oktober 2007.

34
BAB VII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN

1. Riwayat Singkat Perseroan

Perseroan didirikan dengan nama PT Kawan Lama Home Center berdasarkan Akta Pendirian No. 17
tanggal 3 Februari 1995, dibuat dihadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah disahkan
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6190 HT.01.01.Th.95
tanggal 17 Mei 1995, kemudian didaftarkan dalam Buku Register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta
Barat dibawah No. 1668/1995 pada tanggal 13 September 1995, serta telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia pada tanggal 22 Desember 1995 No. 102, Tambahan No. 10484, yang
kemudian diubah berturut-turut dengan:

1. a. Akta Risalah Rapat PT Kawan Lama Home Center No. 25 tanggal 5 Desember 1996, dibuat
dihadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, yang laporan data perubahannya telah
diterima dan dicatat oleh Direktur Perdata, Direktorat Jenderal Hukum dan Perundang-Undangan,
Departemen Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-12831
HT.01.04.TH.98 tanggal 3 September 1998, dalam rapat mana diputuskan merubah seluruh isi
Anggaran Dasar PT Kawan Lama Home Center.

b. Akta Risalah Rapat PT Kawan Lama Home Center No. 140 tanggal 28 Oktober 1997, dibuat
dihadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-12832 HT.01.04.TH.98 tanggal
3 September 1998, dalam rapat mana diputuskan merubah Pasal 1 Anggaran Dasar diantaranya
merubah nama dari PT Kawan Lama Home Center menjadi PT Ace Indoritel Perkakas.

c. Akta Risalah Rapat PT Kawan Lama Home Center No. 20 tanggal 15 Januari 1998, dibuat
dihadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-12832 HT.01.04.TH.98 tanggal
3 September 1998, dalam rapat mana diputuskan antara lain merubah Pasal 4 Anggaran Dasar
yaitu memperbesar Modal Dasar yang semula berjumlah Rp 2.000.000.000,- (dua miliar Rupiah)
terbagi atas 2.000 (dua ribu) saham, tiap-tiap saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000,- (satu
juta Rupiah) dan Modal Disetor sebanyak 640 (enam ratus empat puluh) saham atau
Rp 640.000.000,- (enam ratus empat puluh juta Rupiah) menjadi Rp 10.000.000.000,- (sepuluh
miliar Rupiah) terbagi atas 10.000 (sepuluh ribu) saham, tiap-tiap saham dengan nilai nominal
Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah) dan Modal Disetor sebanyak 7.200 (tujuh ribu dua ratus)
saham atau sejumlah Rp 7.200.000.000,- (tujuh miliar dua ratus juta Rupiah).

Ketiga akta tersebut telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang
Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP 09021614733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya
Jakarta Barat di bawah No. 1658/BH09.02/XI/1998 pada tanggal 11 Nopember 1998, serta telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2000 No. 83,
Tambahan No. 6217.

2. Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Ace Indoritel Perkakas No. 40
tanggal 28 Agustus 2001, dibuat oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat
persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. C-08339 HT.01.04.TH.2001 tanggal 14 September 2001, kemudian didaftarkan dalam Daftar
Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP
090215114733 di kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan di bawah No. 1490/
RUB.09.02/XI/2001 pada tanggal 16 Nopember 2001, serta telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia pada tanggal 24 September 2002 No. 77, Tambahan No. 11366, dalam rapat
mana diputuskan merubah Pasal 1 ayat 1 Anggaran Dasar PT Ace Hardware Indonesia yaitu merubah
nama dari PT Ace Indoritel Perkakas menjadi PT Ace Hardware Indonesia.

35
3. Akta Berita Acara Rapat PT Ace Hardware Indonesia No. 149 tanggal 30 April 2004, dibuat oleh
Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-13044 HT.01.04.TH.2004 tanggal
25 Mei 2004, kemudian didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang
Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP 090215114733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya
Jakarta Barat dibawah No. 0898/BH09.02/VI/2004 pada tanggal 11 Juni 2004, serta telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia pada tanggal 10 Agustus 2004 No. 64, Tambahan
No. 7805, dalam rapat mana diputuskan untuk merubah Pasal 4 Anggaran Dasar yaitu meningkatkan
Modal Dasar PT Ace Hardware Indonesia dari Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar Rupiah) menjadi
Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliar Rupiah) dan meningkatkan modal yang ditempatkan dan
modal disetor Perseroan dari Rp 7.200.000.000,- (tujuh miliar dua ratus juta Rupiah) menjadi
Rp 15.823.000.000,- (lima belas miliar delapan ratus dua puluh tiga juta Rupiah).

4. Akta Berita Acara Rapat PT Ace Hardware Indonesia No. 97 tanggal 22 Juni 2005, dibuat oleh
Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, yang laporan data perubahan anggaran dasarnya telah diterima
dan dicatat oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Departemen Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia di bawah No. C-19009 HT.01.04.TH.2005 tanggal 8 Juli 2005, kemudian
didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan
dengan No. TDP 09.02.1.51.14733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat dibawah
No. 754/RUB 09.02/V/2007 pada tanggal 14 Mei 2007, yang saat ini sedang dalam proses
pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia berdasarkan Surat Keterangan No. 944/
EWT/2007 tanggal 13 Agustus 2007 yang dikeluarkan oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta,
dalam rapat mana diputuskan untuk mengeluarkan sebagian sisa saham dari Modal Dasar kepada
pemegang saham yaitu sebanyak 10.000 (sepuluh ribu) saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000,-
(satu juta Rupiah) per-saham atau seluruhnya senilai Rp 10.000.000.00,- (sepuluh miliar Rupiah)
sehingga mengubah Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 Anggaran Dasar.

5. Akta Berita Acara Rapat PT Ace Hardware Indonesia No. 110 tanggal 29 Desember 2005, dibuat
oleh Budiningsih Kurnia, S.H., pengganti dari Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, yang laporan
akta perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat oleh Direktorat Jenderal Administrasi
Hukum Umum, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia di bawah
No. C-02165 HT.01.04.TH.2006 tanggal 25 Januari 2006, kemudian didaftarkan dalam Daftar
Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP
09.02.1.51.14733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat dibawah No. 1202/RUB
09.02/IX/2007 pada tanggal 29 Agustus 2007, yang saat ini sedang dalam proses pengumuman
dalam Berita Negara Republik Indonesia berdasarkan Surat Keterangan No. 1189/EWT/X/2007
tanggal 3 Oktober 2007 yang dikeluarkan oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, dalam rapat
mana diputuskan untuk mengeluarkan sebagian sisa saham dari Modal Dasar kepada pemegang
saham yaitu sebanyak 14.177 (empat belas ribu seratus tujuh puluh tujuh) saham dengan nilai
nominal Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah) per-saham atau seluruhnya senilai Rp 14.177.000.000,-
(empat belas miliar seratus tujuh puluh tujuh juta Rupiah) sehingga mengubah Pasal 4 ayat 2 dan
ayat 3 Anggaran Dasar.

6. Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 165 tanggal 31 Juli 2007, dibuat dihadapan Eliwaty Tjitra,
S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan HAM RI dengan Surat
Keputusan No. W7-09396 HT.01.04-TH.2007 tanggal 27 Agustus 2007 kemudian didaftarkan dalam
Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP
09.02.1.51.14733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat dibawah No. 1202/RUB
09.02/IX/2007 pada tanggal 29 Agustus 2007, yang saat ini sedang dalam proses pengumuman dalam
Berita Negara Republik Indonesia berdasarkan Surat Keterangan No. 1190/EWT/X/2007 tanggal
3 Oktober 2007 yang dikeluarkan oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta mengenai:
a. Pengubahan nilai nominal saham dari Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah) menjadi Rp 100,- (seratus
Rupiah)
b. Persetujuan peningkatan modal dasar Perseroan dari Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliar
Rupiah) menjadi Rp 480.000.000.000,- (empat ratus delapan puluh miliar) dan peningkatan
modal ditempatkan serta disetor dari Rp 40.000.000.000,- (empat puluh miliar Rupiah) menjadi
Rp 120.000.000.000,- (seratus dua puluh miliar Rupiah)

36
7. Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Ace Hardware Indonesia No. 33
tanggal 29 Agustus 2007, dibuat oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat
persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. W7-09693 HT .01.04TH2007 tanggal 4 September 2007, yang saat ini sedang dalam proses
pendaftaran perusahaan (Wajib Daftar Perusahaan) pada Kantor Suku Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kotamadya Jakarta Barat, setelah proses pemberitahuan pada Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia diterima oleh Kantor Notaris Fathiah Helmi, S.H. berdasarkan
Surat Keterangan No. 334/Ket/Not/IX/2007 tanggal 27 September 2007 yang dikeluarkan oleh Fathiah
Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, dalam rapat mana diputuskan untuk :

Perubahan seluruh anggaran dasar sehubungan perubahan status perseroan dari perseroan tertutup
menjadi perseroan terbuka;
1. Perubahan nama perseroan menjadi PT Ace Hardware Indonesia Tbk.
2. Menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan Perseroan sebanyak 515.000.000 (lima ratus
lima belas juta) saham baru yang dikeluarkan dari portepel yang ditawarkan kepada masyarakat
melalui Penawaran Umum.

Maksud dan tujuan Perseroan adalah sebagaimana termaktub dalam Pasal 3 Akta Berita Acara Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Ace Hardware Indonesia No. 33 tanggal 29 Agustus 2007,
dibuat oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, yaitu sebagai berikut:

Maksud dan tujuan Perseroan ialah :


a. Menjalankan usaha dalam bidang Perdagangan;
b. Menjalankan usaha dalam bidang Perindustrian;
c. Menjalankan usaha dalam bidang Jasa; dan
d. Menjalankan usaha-usaha di bidang Perbengkelan.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha
sebagai berikut :

Menjalankan usaha dalam bidang perdagangan umum termasuk ekspor, impor, interinsulair dan lokal
dari segala macam barang-barang home center antara lain :
- elektronik;
- kitchen appliance;
- tools;
- gardening;
- plumbing;
- stationary;
- hobby;
- building interior;
- furniture; dan
- alat-alat rumah tangga

serta menjadi grossier, leveransir, supplier, dealer, distributor dan keagenan/perwakilan dari perusahaan-
perusahaan lain dibidang home center dalam maupun luar negeri.

Sehubungan dengan kegiatan usaha tersebut, Perseroan telah memperoleh Surat Ijin Usaha Perdagangan
(SIUP)-Besar No. 01755/1824271 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota
Jakarta, Dinas Perindustrian dan Perdagangan pada tanggal 3 Mei 2007 yang harus didaftar ulang
kembali pada tanggal 3 Mei 2012.

Selain itu, Perseroan juga memperoleh Ijin Akta Pengenal Importir-Umum (API-U) No. 090204691 yang
dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan RI, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi
DKI Jakarta atas nama Menteri Perdagangan, berlaku sampai tanggal 18 April 2012.

Kantor Pusat Perseroan berlokasi di Gedung Kawan Lama lantai 5, Jl. Puri Kencana No.1 Meruya
Kembangan Jakarta 11610.

37
2. Perkembangan Kepemilikan Saham Perseroan

Tahun 1995

Berdasarkan Akta Pendirian PT Kawan Lama Home Center No. 17 tanggal 3 Februari 1995, dibuat
dihadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6190 HT.01.01.Th.95 tanggal 17 Mei 1995, kemudian
didaftarkan dalam Buku Register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat dibawah No. 1668/1995
pada tanggal 13 September 1995, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia pada
tanggal 22 Desember 1995 No. 102, Tambahan No. 10484, yang kemudian ditegaskan kembali dalam
Akta Risalah Rapat PT Kawan Lama Home Center No. 25 tanggal 5 Desember 1996, dibuat oleh Benny
Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, yang laporan data perubahannya telah diterima dan dicatat oleh
Direktur Perdata, Direktorat Jenderal Hukum dan Perundang-Undangan, Departemen Kehakiman Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-12831 HT.01.04.TH.98 tanggal 3 September 1998, yang
telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan
dengan No. TDP 09021614733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat di bawah
No. 1658/BH09.02/XI/1998 pada tanggal 11 Nopember 1998, serta telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2000 No. 83, Tambahan No. 6217, modal Dasar Perseroan
adalah sebesar Rp 2,000,000,000.- (dua miliar Rupiah), terbagi atas 2,000 (dua ribu) lembar Saham
Biasa Atas Nama, masing-masing nilai nominal Rp 1,000,000.- (satu juta Rupiah). Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh Perseroan adalah sebesar Rp 640,000,000.- (enam ratus empat puluh juta Rupiah),
terbagi atas 640 (enam ratus empat puluh) lembar Saham Biasa Atas Nama,

susunan Pemegang Saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Saham Biasa dengan Nominal Rp 1.000.000,- per saham


Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal %
a. Modal Dasar 2.000 2.000.000.000
b. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
PT Kawan Lama Internusa 639 639.000.000 99,84
Kuncoro Wibowo 1 1.000.000 0,16
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 640 640.000.000 100,00
c. Jumlah Saham dalam Portepel 1.360 1.360.000.000

Modal disetor sejumlah Rp 640.000.000,- (enam ratus empat puluh juta rupiah) tersebut telah disetor
penuh dengan uang tunai oleh para pendiri ke kas Perseroan.

Tahun 1998

Berdasarkan Akta Risalah Rapat PT Kawan Lama Home Center No. 20 tanggal 15 Januari 1998, dibuat
oleh Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-12832 HT.01.04.TH.98 tanggal 3 September 1998, kemudian
didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan
dengan No. TDP 09021614733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat di bawah
No. 1658/BH09.02/XI/1998 pada tanggal 11 Nopember 1998, serta telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2000 No. 83, Tambahan No. 6217, dalam rapat mana
diputuskan untuk memperbesar Modal Dasar yang semula berjumlah Rp 2.000.000.000,- (dua miliar
Rupiah) terbagi atas 2.000 (dua ribu) saham, tiap-tiap saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000,- (satu
juta Rupiah) dan Modal Disetor sebanyak 640 (enam ratus empat puluh) saham atau Rp 640.000.000,-
(enam ratus empat puluh juta Rupiah) menjadi Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar Rupiah) terbagi atas
10.000 (sepuluh ribu) saham, tiap-tiap saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah)
dan Modal Disetor sebanyak 7.200 (tujuh ribu dua ratus) saham atau sejumlah Rp 7.200.000.000,-
(tujuh miliar dua ratus juta Rupiah), yang diambil bagian oleh PT Kawan Lama Internusa sehingga susunan
permodalan dan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut :

38
Keterangan Saham Biasa dengan Nominal Rp 1.000.000,- per saham
Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal %
a. Modal Dasar 10.000 10.000.000.000
b. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
PT Kawan Lama Internusa 7.199 7.199.000.000 99,986
Kuncoro Wibowo 1 1.000.000 0,014
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 7.200 7.200.000.000 100,00
c. Jumlah Saham dalam Portepel 2.800 2.800.000.000

Modal disetor sejumlah Rp 6.560.000.000,- (enam miliar lima ratus enam puluh juta rupiah) tersebut
telah disetor penuh dengan uang tunai oleh para pemegang saham ke kas Perseroan

Tahun 2004

Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat PT Ace Hardware Indonesia No. 149 tanggal 30 April 2004, dibuat
oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-13044 HT.01.04.TH.2004 tanggal
25 Mei 2004, kemudian didaftarkan Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib
Daftar Perusahaan dengan No. TDP 090215114733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta
Barat dibawah No. 0898/BH09.02/VI/2004 pada tanggal 11 Juni 2004, serta telah diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia pada tanggal 10 Agustus 2004 No. 64, Tambahan No. 7805, dalam
rapat mana telah diputuskan untuk meningkatkan Modal Dasar PT Ace Hardware Indonesia dari
Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar Rupiah) menjadi Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliar Rupiah)
dan meningkatkan modal yang ditempatkan dan modal disetor dari Rp 7.200.000.000,- (tujuh miliar dua
ratus juta Rupiah) menjadi Rp 15.823.000.000,- (lima belas miliar delapan ratus dua puluh tiga juta
Rupiah) yang diambil bagian oleh PT Kawan Lama Internusa, sehingga susunan permodalan dan
pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut :

Keterangan Saham Biasa dengan Nominal Rp 1.000.000,- per saham


Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal %
a. Modal Dasar 50.000 50.000.000.000
b. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
PT Kawan Lama Internusa 15.822 15.822.000.000 99,994
Kuncoro Wibowo 1 1.000.000 0,006
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 15.823 15.823.000.000 100,00
c. Jumlah Saham dalam Portepel 34.177 34.177.000.000

Modal disetor sejumlah Rp 15.823.000.000,- (lima belas miliar delapan ratus dua puluh tiga juta rupiah)
yang terbagi atas 15.823 (lima belas ribu delapan ratus dua puluh tiga) lembar saham atau 100% (seratus
persen) dari nilai saham telah ditempatkan telah disetor penuh dengan uang tunai kepada Perseroan
dengan cara sebagai berikut :
- sejumlah Rp 7.200.000.000,- (tujuh miliar dua ratus juta rupiah) telah disetor penuh dengan uang
tunai sebelumnya oleh pemegang saham PT. Kawan Lama Internusa dan Kuncoro Wibowo kepada
Perseroan sebelum penandatangan akta.
- sedangkan sisanya sejumlah Rp 8.623.000.000,- (delapan miliar enam ratus dua puluh tiga juta
rupiah) telah disetor oleh PT. Kawan Lama Internusa dengan cara mengkapitalisasikan laba yang
ditahan oleh Perseroan.

Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 129 tanggal 30 Juni 2004, dibuat dihadapan Eliwaty Tjitra, S.H.,
Notaris di Jakarta, telah dilakukan penjualan seluruh saham PT Ace Hardware Indonesia milik PT Kawan
Lama Internusa kepada PT Kawan Lama Sejahtera yaitu sebanyak 15.822 (lima belas ribu delapan
ratus dua puluh dua) saham atau senilai Rp 15.822.000.000,- (lima belas miliar delapan ratus dua puluh
dua juta Rupiah). Penjualan saham mana telah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa PT Ace Hardware Indonesia sebagaimana termaktub dalam Akta Berita Acara Rapat
PT Ace Hardware Indonesia No. 128 tanggal 30 Juni 2004, dibuat oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di
Jakarta. Kedua akta tersebut telah dilaporkan dan diterima serta dicatat oleh Direktur Jenderal Administrasi
Hukum Umum, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dibawah
No. C-UM.02.01.12111 tanggal 5 Oktober 2004.

39
Dengan demikian susunan pemegang saham setelah penjualan saham tersebut mengalami perubahan
menjadi sebagai berikut :

Keterangan Saham Biasa dengan Nominal Rp 1.000.000,- per saham


Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal %
a. Modal Dasar 50.000 50.000.000.000
b. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
PT Kawan Lama Sejahtera 15.822 15.822.000.000 99,994
Kuncoro Wibowo 1 1.000.000 0,006
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 15.823 15.823.000.000 100,00
c. Jumlah Saham dalam Portepel 34.177 34.177.000.000

Tahun 2005

Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat PT Ace Hardware Indonesia No. 97 tanggal 22 Juni 2005, dibuat
oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, yang laporan akta perubahan anggaran dasarnya telah
diterima dan dicatat oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Departemen Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia di bawah No. C-19009 HT.01.04.TH.2005 tanggal 8 Juli 2005, kemudian
didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan
dengan No. TDP 09.02.1.51.14733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat dibawah
No. 754/RUB 09.02/V/2007 pada tanggal 14 Mei 2007, yang saat ini sedang dalam proses pengumuman
dalam Berita Negara Republik Indonesia berdasarkan Surat Keterangan No. 944/EWT/VIII/2007 tanggal
13 Agustus 2007 yang dikeluarkan oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, dalam rapat mana
diputuskan untuk mengeluarkan sebagian sisa saham dari Modal Dasar yaitu sebanyak 10.000 (sepuluh
ribu) saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah) per-saham atau seluruhnya senilai
Rp 10.000.000.00,- (sepuluh miliar Rupiah) yang diambil bagian oleh PT Kawan Lama Sejahtera, dengan
demikian mengubah Modal Ditempatkan dan Disetor yang semula Rp 15.823.000.000,- (lima belas miliar
delapan ratus dua puluh tiga juta Rupiah), terbagi atas 15.823 (lima belas ribu delapan ratus dua puluh
tiga) saham menjadi Rp 25.823.000.000,- terbagi atas 25.823 (dua puluh lima ribu delapan ratus dua
puluh tiga) saham, sehingga susunan permodalan dan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai
berikut :

Keterangan Saham Biasa dengan Nominal Rp 1.000.000,- per saham


Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal %
a. Modal Dasar 50.000 50.000.000.000
b. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
PT Kawan Lama Sejahtera 25.822 25.822.000.000 99,996
Kuncoro Wibowo 1 1.000.000 0,004
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 25.823 25.823.000.000 100,00
c. Jumlah Saham dalam Portepel 24.177 24.177.000.000

Modal disetor sejumlah Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah) tersebut telah disetor penuh dengan
uang tunai oleh para pemegang saham ke kas Perseroan.

Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat PT Ace Hardware Indonesia No. 110 tanggal
29 Desember 2005, dibuat oleh Budiningsih Kurnia, S.H., pengganti dari Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di
Jakarta, yang laporan akta perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat oleh Direktorat
Jenderal Administrasi Hukum Umum, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
di bawah No. C-02165 HT.01.04.TH.2006 tanggal 25 Januari 2006, kemudian didaftarkan dalam Daftar
Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP
09.02.1.51.14733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat dibawah No. 1202/RUB 09.02/
IX/2007 pada tanggal 29 Agustus 2007, yang saat ini sedang dalam proses pengumuman dalam Berita
Negara Republik Indonesia berdasarkan Surat Keterangan No. 1189/EWT/X/2007 tanggal 3 Oktober
2007 yang dikeluarkan oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, dalam rapat mana diputuskan untuk
mengeluarkan sebagian sisa saham dari Modal Dasar yaitu sebanyak 14.177 (empat belas ribu seratus
tujuh puluh tujuh) saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah) per-saham atau

40
seluruhnya senilai Rp 14.177.000.000,- (empat belas miliar seratus tujuh puluh tujuh juta Rupiah) yang
diambil bagian oleh PT Kawan Lama Sejahtera, dengan demikian mengubah Modal Ditempatkan dan
Disetor yang semula Rp 25.823.000.000,- (dua puluh lima miliar delapan ratus dua puluh tiga juta Rupiah)
terbagi atas 25.823 (dua puluh lima ribu delapan ratus dua puluh tiga) saham menjadi Rp 40.000.000.000,-
(empat puluh miliar Rupiah) terbagi atas 40.000 (empat puluh ribu) saham, sehingga susunan permodalan
dan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut:

Keterangan Saham Biasa dengan Nominal Rp 1.000.000,- per saham


Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal %
a. Modal Dasar 50.000 50.000.000.000
b. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
PT Kawan Lama Sejahtera 39.999 39.999.000.000 99,998
Kuncoro Wibowo 1 1.000.000 0,002
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 40.000 40.000.000.000 100,00
c. Jumlah Saham dalam Portepel 10.000 10.000.000.000

Modal disetor sebesar Rp 40.000.000.000,- (empat puluh miliar rupiah) yang terbagi atas 40.000 (empat
puluh ribu) lembar saham atau 100% (seratus persen) dari nilai saham telah ditempatkan dengan cara:
a. sejumlah Rp 25.823.000.000,- (dua puluh lima miliar delapan ratus dua puluh tiga juta rupiah) telah
disetor penuh sebelum penandatanganan notulen rapat oleh pemegang saham PT. Kawan Lama
Sejahtera dan Kuncoro Wibowo kepada Perseroan.
b. sebesar Rp 14.177.000.000,- (empat belas miliar seratus tujuh puluh tujuh juta rupiah) telah disetor
oleh PT. Kawan Lama Sejahtera sebagai berikut :
- sebesar Rp 4.000.000.000,- (empat miliar rupiah) disetor dengan uang tunai sebelum
penandatanganan notulen rapat berdasarkan bukti-bukti setor,
- sisanya sebesar Rp 10.177.000.000,- (sepuluh miliar seratus tujuh puluh tujuh juta rupiah)
disetor dengan cara mengkapitalisasikan laba yang ditahan oleh Perseroan.

Tahun 2007

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 165 tanggal 31 Juli 2007, dibuat dihadapan Eliwaty
Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. W7-09396 HT.01.04-TH.2007 tanggal 27 Agustus 2007
kemudian didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar
Perusahaan dengan No. TDP 09.02.1.51.14733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat
dibawah No. 1202/RUB 09.02/IX/2007 pada tanggal 29 Agustus 2007, yang saat ini sedang dalam proses
pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia berdasarkan Surat Keterangan No. 1190/EWT/
X/2007 tanggal 3 Oktober 2007 yang dikeluarkan oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, susunan
permodalan dan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Saham Biasa dengan Nominal Rp 100,- per saham


Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal %
a. Modal Dasar 4.800.000.000 480.000.000.000
b. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
PT Kawan Lama Sejahtera 1.199.990.000 119.999.000.000 99,9992
Kuncoro Wibowo 10.000 1.000.000 0,0008
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.200.000.000 120.000.000.000 100,00
c. Jumlah Saham dalam Portepel 360.000.000 360.000.000.000

Modal disetor sebesar Rp 120.000.000.000,- (seratus dua puluh miliar rupiah) yang terbagi atas
1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta) lembar saham atau 100% (seratus persen) dari nilai saham telah
ditempatkan telah disetor penuh dengan uang tunai kepada Perseroan dengan cara sebagai berikut :
a. sejumlah Rp 40.000.000.000,- (empat puluh miliar rupiah) telah disetor penuh sebelum
penandatanganan notulen rapat oleh pemegang saham PT. Kawan Lama Sejahtera dan Kuncoro
Wibowo kepada Perseroan.
b. sebesar Rp 80.000.000.000,- (delapan puluh miliar rupiah) disetor oleh PT. Kawan Lama Sejahtera
sebagai berikut:

41
- sebesar Rp 40.000.000.000,- (empat puluh miliar rupiah) disetor dengan uang tunai sebelum
penandatanganan notulen rapat ;
- sebesar Rp 40.000.000.000,- (empat puluh miliar rupiah) disetor dengan cara
mengkapitalisasikan laba yang ditahan oleh Perseroan.

Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Ace Hardware Indonesia
No. 33 tanggal 29 Agustus 2007, dibuat oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat
persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
W7-09693 HT .01.04TH2007 tanggal 4 September 2007, yang saat ini sedang dalam proses pendaftaran
perusahaan (Wajib Daftar Perusahaan) pada Kantor Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Kotamadya Jakarta Barat, setelah proses pemberitahuan pada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia diterima oleh Kantor Notaris Fathiah Helmi, S.H. berdasarkan Surat Keterangan No.
334/Ket/Not/IX/2007 tanggal 27 September 2007 yang dikeluarkan oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di
Jakarta, mengenai:
i. Perubahan seluruh anggaran dasar sehubungan perubahan status Perseroan dari Perseroan tertutup
menjadi Perseroan terbuka.
ii. Perubahan nama Perseroan menjadi PT Ace Hardware Indonesia Tbk.
iii. Menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan Perseroan sebanyak 515.000.000 (lima ratus lima
belas juta) saham baru yang dikeluarkan dari portepel yang ditawarkan kepada masyarakat melalui
Penawaran Umum, susunan permodalan dan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Saham Biasa dengan Nominal Rp 100,- per saham


Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal %
a. Modal Dasar 4.800.000.000 480.000.000.000
b. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
PT Kawan Lama Sejahtera 1.199.990.000 119.999.000.000 99,9992
Kuncoro Wibowo 10.000 1.000.000 0,0008
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.200.000.000 120.000.000.000 100,00
c. Jumlah Saham dalam Portepel 360.000.000 360.000.000.000

Modal disetor sebesar Rp 120.000.000.000,- (seratus dua puluh miliar rupiah) yang terbagi atas
1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta) lembar saham atau 100% (seratus persen) dari nilai saham
telah ditempatkan telah disetor penuh kepada Perseroan dengan cara sebagai berikut :
a. sejumlah Rp 61.200.000.000,- (enam puluh satu miliar dua ratus juta rupiah) telah disetor dengan
uang tunai.
b. sebesar Rp 58.800.000.000,- (lima puluh delapan miliar delapan ratus juta rupiah) disetor dengan
kapitalisasi laba ditahan dengan rincian:
- sebesar Rp 8.623.000.000,- (delapan miliar enam ratus dua puluh tiga juta rupiah) kapitalisasi
laba ditahan berdasarkan laporan keuangan per-31 Desember 2003 yang diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Doktorandus L.K. Surbakti;
- sebesar Rp 10.177.000.000,- (sepuluh miliar seratus tujuh puluh tujuh juta rupiah) kapitalisasi
laba ditahan berdasarkan laporan keuangan per-31 Desember 2004 yang diaudit oleh Kantor
akuntan Publik Aryanto Amir Jusuf & Mawar;
- sebesar Rp 40.000.000.000,- (empat puluh miliar rupiah) kapitalisasi laba ditahan berdasarkan
laporan keuangan per-31 Desember 2006 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Aryanto
Amir Jusuf & Mawar.

3. Keterangan Singkat Mengenai Pemegang Saham Perseroan Berbentuk Badan


Hukum

PT KAWAN LAMA SEJAHTERA (PT KLS)

Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, satu-satunya pemegang saham Perseroan berbentuk badan
hukum yang memiliki/memegang saham Perseroan sebesar 99,9992% (sembilan puluh sembilan koma
sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh dua persen) saham yang telah ditempatkan dan disetor
penuh dalam Perseroan adalah PT Kawan Lama Sejahtera, suatu perseroan terbatas yang didirikan
berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia berkedudukan di Jakarta. PT Kawan Lama Sejahtera ini

42
memiliki/memegang 1,199,990,000 (satu miliar seratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus
sembilan puluh ribu) saham dengan nilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) per-saham atau seluruhnya
Rp 119,999,000,000 (seratus sembilan belas miliar sembilan ratus sembilan puluh sembilan juta Rupiah)
atau mewakili 99,9992% (sembilan puluh sembilan koma sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh
dua persen) dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan yaitu sebesar
1,200,000,000 (satu miliar dua ratus juta) lembar saham atau seluruhnya Rp 120,000,000,000 (seratus
dua puluh miliar Rupiah).

Riwayat Singkat

PT KLS adalah suatu badan hukum Indonesia berbentuk perseroan terbatas, yang didirikan dan dijalankan
berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia.

PT KLS berkedudukan di Jakarta, didirikan berdasarkan Akta No. 4 tanggal 11 September 1981, yang
kemudian diubah dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 4 tanggal 26 Mei 1982, keduanya dibuat
dihadapan Koerniatini Karim, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat pengesahan Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-2107 HT.01.01.Th.82 tanggal 1 Nopember 1982,
dan didaftarkan dalam Buku Register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berturut-turut dibawah
No. 1076/1983 dan No. 1077/1983 tanggal 26 Februari 1983, serta diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 17 tanggal 1 Maret 1983, Tambahan No. 278.

Anggaran Dasar PT KLS diubah berdasarkan Akta Berita Acara Rapat PT Kawan Lama Sejahtera
No. 130 tanggal 30 Juni 2004, dibuat oleh Eliwaty Citra, S.H., Notaris di Jakarta, yang laporan data akta
perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum
Umum, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia No. C-19053 HT.01.04.TH.2004 tanggal 30 Juli
2004, dan didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib daftar
perusahaan dengan No. TDP 090215101421 di kantor Pendaftaran Kodya Jakarta Barat dibawah
No. 1413/RUB.09.02/IX/2004 tanggal 1 September 2004, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 19 tanggal 8 Maret 2005, Tambahan No. 199.

Kegiatan Usaha

Maksud dan tujuan PT KLS adalah sebagaimana termaktub dalam Pasal 3 Akta Risalah Rapat PT Kawan
Lama Sejahtera No. 30 tanggal 5 Desember 1996, dibuat dihadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di
Jakarta, telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. C2-10.663.HT.01.04.TH.’97 tanggal 13 Oktober 1997, dan didaftarkan dalam Daftar Perusahaan
sesuai UU No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP 09021601421 di Kantor
Pendaftaran Kodya Jakarta Barat dibawah No. 914/BH.09.02/XII/97 tanggal 30 Desember 1997, serta
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 20 tanggal 10 Maret 1998, Tambahan
No. 1482, yaitu berusaha dalam bidang perdagangan, pembangunan, pengangkutan, pertanian,
perindustrian, perbengkelan, jasa dan pertambangan.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha sebagai
berikut :
a. Menjalankan usaha dalam bidang perdagangan umum termasuk impor, ekspor, interinsulair dan
lokal dari segala macam barang dagang baik atas perhitungan sendiri maupun atas perhitungan
pihak lain secara komisi serta menjadi grossier, leveransir, supplier, dealer, distributor dan keagenan/
perwakilan dari perusahaan-perusahaan dalam maupun luar negeri dari segala macam barang
dagang;
b. Menjalankan usaha dalam bidang bangunan pada umumnya termasuk sebagai pemborong,
perencana, penyelenggara dan pelaksana pembuatan gedung, rumah, jalan, jembatan, landasan,
dam-dam, irigasi dan pertamanan serta pemasangan instalasi-instalasi listrik, gas, air leideng dan
telekomunikasi;
c. Menjalankan usaha dalam bidang pengangkutan di darat (transportasi) pada umumnya baik untuk
pengangkutan penumpang maupun barang;
d. Menjalan usaha dalam bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan dan
pertambakan termasuk pembibitan dan budidaya udang;

43
e. Menjalan usaha dalam bidang perindustrian pada umumnya termasuk pabrik-pabrik, home industry
dan kerajinan tangan serta memasarkan hasil-hasil produksinya;
f. Menjalankan usaha dalam bidang perbengkelan pada umumnya termasuk pemeliharaan dan
perawatan (maintenance) untuk segala macam kendaraan bermotor;
g. Menjalan usaha dalam bidang jasa dan konsultasi pada umumnya termasuk tehnik engineering,
kecuali jasa dan konsultasi di bidang hukum;
h. Menjalan usaha dalam bidang pertambangan yang diijinkan oleh pemerintah.

Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat PT Kawan Lama Sejahtera No. 87 tanggal 15 Agustus 2007,
dibuat oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, yang saat ini sedang dalam proses pemberitahuan
kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. berdasarkan Surat Keterangan No. 971/EWT/VIII/
2007 tanggal 15 Agustus 2007 yang dikeluarkan oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta,susunan
Direksi dan Komisaris PT KLS saat ini adalah sebagai berikut :

Komisaris :
Komisaris Utama : Prabowo Widya Krisnadi

Direksi :
Direktur Utama : Kuncoro Wibowo
Direktur : Sartono Budi Santoso
Direktur : Ijek Widya Krisnadi
Direktur : Hartanto Djasman

Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum pemegang Saham Luar Biasa PT Kawan Lama Sejahtera
No. 19 tanggal 14 Juni 2000, dibuat oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat
persetujuan dari Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. C-12420 HT.01.04.TH.2000 tanggal 26 Juni 2000, dan didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai
UU No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP 090215101421 di Kantor
Pendaftaran Kodya Jakarta Barat dibawah No. 0774/RUB.09-02/VII/2000 tanggal 31 Juli 2000, serta
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 33 tanggal 24 April 2001, Tambahan No. 2571
jo. Akta Berita Acara Rapat PT Kawan Lama Sejahtera No. 130 tanggal 30 Juni 2004, dibuat oleh Eliwaty
Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, yang laporan data akta perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan
dicatat oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
di bawah No. C-19053 HT.01.04.TH.2004 tanggal 30 Juli 2004, dan didaftarkan dalam Daftar Perusahaan
sesuai UU No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP 090215101421 di
Kantor Pendaftaran Kodya Jakarta Barat dibawah No. 1413/RUB 09.02/XI/2004 tanggal 1 September
2004, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 19 tanggal 8 Maret 2005, Tambahan
No. 199 susunan permodalan PT KLS saat sekarang ini adalah sebagai berikut :

Keterangan Saham Biasa dengan Nominal Rp 150,- per saham


Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal %
a. Modal Dasar 400.000.000 200.000.000.000
b. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
PT Kawan Lama Internusa 203.641.600 101.820.800.000 99,9998
Kuncoro Wibowo 400 200.000 0,0002
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 203.642.000 101.821.000.000 100,00
c. Jumlah Saham dalam Portepel 196.358.000 98.179.000.000

44
4. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi Perseroan

5. Pengurusan dan Pengawasan Perseroan

Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Ace Hardware Indonesia
No. 33 tanggal 29 Agustus 2007, dibuat oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat
persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. W7-09693 HT .01.04TH2007 tanggal 4 September 2007, yang saat ini sedang dalam proses
pendaftaran perusahaan (Wajib Daftar Perusahaan) pada Kantor Suku Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kotamadya Jakarta Barat, setelah proses pemberitahuan pada Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia diterima oleh Kantor Notaris Fathiah Helmi, S.H. berdasarkan Surat
Keterangan No. 334/Ket/Not/IX/2007 tanggal 27 September 2007 yang dikeluarkan oleh Fathiah Helmi,
S.H., Notaris di Jakarta, susunan Direksi dan Komisaris Perseroan yang menjabat saat ini adalah sebagai
berikut :

DEWAN KOMISARIS

Komisaris Utama : Kuncoro Wibowo


Komisaris Independen : Tjiptono Darmadji
Komisaris : Ijek Widya Krisnadi

DIREKSI

Direktur Utama : Prabowo Widya Krisnadi


Direktur : Paulus Ong
Direktur Tidak Terafiliasi : Rudy Hartono
Direktur : Hartanto Djasman

45
Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai masing-masing anggota Komisaris dan Direksi Perseroan :

KOMISARIS

KUNCORO WIBOWO, KOMISARIS UTAMA

Warga Negara Indonesia, 51 tahun, lahir di Jakarta tahun 1956, Kuncoro Wibowo
memulai bekerja di Kelompok Usaha Kawan Lama sebagai Sales Manager pada
PT Kawan Lama Sejahtera sejak tahun 1981 sampai tahun 1983, lalu sebagai
Direktur Pemasaran pada PT Kawan Lama Sejahtera sejak tahun 1983 sampai
tahun 1985. Kuncoro Wibowo adalah salah seorang pendiri Perseroan dan menjadi
Komisaris Utama sejak tahun 1995 sampai sekarang. Kuncoro Wibowo terlibat
dalam pembuatan rencana strategis Perseroan dan secara aktif menyeleksi
berbagai produk yang dijual Perseroan. Jabatan lain beliau pada saat ini :

Direktur Utama PT Kawan Lama Sejahtera sejak tahun 1985 sampai sekarang.
Direktur Utama PT Indo Kompresigma sejak tahun 1981 sampai sekarang.
Komisaris Utama PT Home Center Indonesia sejak tahun 2003 sampai sekarang.
Direktur Utama PT Kawan Lama Internusa sejak tahun 1994 sampai sekarang.

TJIPTONO DARMADJI, KOMISARIS INDEPENDEN

Warga Negara Indonesia, 66 tahun, lahir di Tuban tahun 1941. Tjiptono Darmadji
bergabung dengan Perseroan di tahun 2005 sebagai Komisaris sampai sekarang.
Tjiptono Darmadji memberikan nasehat kepada para Direksi mengenai rencana
perusahaan. Jabatan lain beliau pada saat ini:

Komisaris PT Schering Plough Indonesia Tbk sejak tahun 1975 sampai sekarang.
Komisaris PT Kelola Mina Laut sejak tahun 2005 sampai sekarang.
Komisaris PT Ekadharma Internasional sejak tahun 2006 sampai sekarang.
Komisaris PT Grahamas Citrawisata Tbk sejak tahun 2006 sampai sekarang.

IJEK WIDYA KRISNADI, KOMISARIS

Warga Negara Indonesia, 49 tahun, lahir di Jakarta tahun 1958, Ijek Widya Krisnadi
bergabung dengan Kelompok Usaha Kawan Lama sebagai Sales Manager pada
PT Kawan Lama Sejahtera sejak tahun 1977 sampai tahun 1981. Ijek Widya
Krisnadi adalah salah satu pendiri dari Perseroan dan menjabat sebagai Komisaris
sejak tahun 1995 sampai sekarang. Ijek Widya Krisnadi terlibat dalam perencanaan
strategis Perseroan. Jabatan lain beliau pada saat ini:
Direktur PT Kawan Lama Sejahtera sejak tahun 1981 sampai sekarang.
Komisaris PT Indo Kompresigma sejak tahun 1991 sampai sekarang.
Direktur Utama PT Miller Weldindo sejak tahun 1991 sampai sekarang.
Komisaris PT Kawan Lama Multiweldindo sejak tahun 1992 sampai sekarang.
Komisaris Utama PT Kawan Lama Internusa sejak tahun 1994 sampai sekarang.
Komisaris PT Multi Rentalindo sejak tahun 1995 sampai sekarang.
Direktur PT Multiperkakas Krisnalestari sejak 1999 sampai sekarang.
Komisaris PT Home Center Indonesia sejak 2003 sampai sekarang.

46
DIREKSI

PRABOWO WIDYA KRISNADI, DIREKTUR UTAMA

Warga Negara Indonesia, 45 tahun, lahir di Jakarta tahun 1962, Prabowo Widya
Krisnadi bergabung dengan Kelompok Usaha Kawan Lama sebagai Asisten
Manager pada PT Kawan Lama Sejahtera sejak tahun 1987 sampai tahun 1993.
Kemudian menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan sejak 1996 sampai
sekarang, mengatur strategi Perseroan, perencanaan perusahaan dan seluruh
pengaturan Perseroan. Jabatan lain beliau sampai saat ini:
Komisaris Utama PT Kawan Lama Sejahtera sejak tahun 1993 sampai sekarang.
Direktur Utama PT Home Center Indonesia sejak tahun 2003 sampai sekarang.
Direktur PT Kawan Lama Internusa sejak tahun 1994 sampai sekarang.

PAULUS ONG, DIREKTUR

Warga Negara Indonesia, 38 tahun, lahir di Jakarta tahun 1969, Paulus Ong
memiliki lebih dari 14 tahun pengalaman di industri ritel, dimulai dengan bekerja
pada Metro Department Store Jakarta sejak tahun 1993 sampai tahun 1998. Paulus
Ong bergabung dengan Perseroan di tahun 2001 menjabat sebagai General
Manager sampai tahun 2005, lalu menjabat sebagai Direktur Operasi sejak tahun
2005 sampai sekarang, mengatur operasi penjualan dan distribusi Perseroan serta
pengembangan dan membuat gerai baru. Jabatan lain beliau sampai saat ini:
Direktur PT Home Center Indonesia sejak tahun 2003 sampai sekarang.

RUDY HARTONO, DIREKTUR TIDAK TERAFILIASI

Warga Negara Indonesia, 50 tahun, lahir di Magelang tahun 1957, Rudy Hartono
mulai bekerja sebagai Industrial Designer pada PT New Ruhaak Ind. sejak Juli
1981 sampai Nopember tahun 1981. Rudy Hartono bergabung dengan Kelompok
Usaha Kawan Lama sebagai Sales Engineer pada PT Kawan Lama Sejahtera
sejak akhir tahun 1981 sampai tahun 1983, lalu sebagai Sales Supervisor sejak
tahun 1984 sampai tahun 1986, lalu menjadi Sales Manager sejak tahun 1987
sampai tahun 1990, lalu menjadi General Manager pada PT Fastoolindo
Krisnalestari sejak tahun 1991 sampai tahun 1995. Rudy Hartono bergabung
dengan Perseroan menjabat sebagai Direktur sejak tahun 1996 sampai sekarang,
mengurus masalah legal dan fungsi compliance Perseroan.

HARTANTO DJASMAN, DIREKTUR

Warga Negara Indonesia, 50 tahun, lahir di Salatiga tahun 1957, Hartanto Djasman
memulai karirnya sebagai Project Manager pada PT Dumas Shipyard sejak tahun
1982 sampai tahun 1987. Hartanto Djasman bergabung dengan Kelompok Usaha
Kawan Lama sebagai Finance Manager pada PT Kawan Lama Sejahtera sejak
tahun 1987 sampai tahun 2000. Hartanto Djasman bergabung dengan Perseroan
menjabat sebagai Direktur sejak tahun 2005 sampai sekarang, mengurus
keuangan Perseroan. Jabatan lain beliau sampai saat ini :
Direktur PT Kawan Lama Multi Weldindo sejak tahun1992 sampai sekarang.
Direktur PT Kawan Lama Internusa sejak tahun 1994 sampai sekarang.
Direktur Utama PT Multi Rentalindo sejak tahun 1995 sampai sekarang.
Komisaris PT Multiperkakas Krisnalestari sejak tahun 1999 sampai sekarang.
Direktur Keuangan PT Kawan Lama Sejahtera sejak tahun 2000 sampai sekarang.
Direktur PT Home Center Indonesia sejak tahun 2003 sampai sekarang.

47
6. Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia merupakan hal yang vital bagi Perseroan sebagai mitra untuk mencapai
keberhasilan setiap usaha dan kegiatannya. Perseroan menempatkan manajemen dan pengembangan
sumber daya manusia menjadi bagian yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan Perseroan,
oleh karena itu Perseroan mengembangkan kebijakan yang komprehensif terkait dengan sumber daya
manusia, termasuk didalamnya proses penerimaan karyawan, pelatihan dan pengembangan serta
evaluasi kerja. Selain itu kebijakan manajemen sehubungan dengan sumber daya manusia antara lain
diwujudkan dalam pemenuhan peraturan-peraturan Pemerintah dalam hal ketenagakerjaan seperti
keikutsertaan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) dan pemberian gaji yang
telah sesuai dengan ketentuan Upah Minimum Regional (UMR).

Dalam hal peningkatan kualitas dan produktivitas kerja, Perseroan telah mendirikan Pusat Pelatihan
dan Pengembangan yang digunakan oleh karyawan sebagai fasilitas pelatihan dan pusat pengembangan
strategi. Selain itu, Perseroan juga memberikan perhatian untuk mempromosikan program pelatihan
dan pengembangan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan karyawan
untuk mendukung kinerja Perseroan di masa yang akan datang.

Perseroan tidak memiliki KKB (Kesepakatan Kerja Bersama), yang ada adalah Peraturan Perusahaan
yang dibuat oleh Perseroan dan telah disetujui oleh perwakilan karyawan Perseroan serta telah disahkan
oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial, Depnakertrans R.I. Sarana dan fasilitas
kesejahteraan yang disediakan Perseroan adalah tempat beribadah, kantin, pemberian makan siang,
penggantian uang obat, asuransi untuk biaya rumah sakit bagi seluruh karyawan baik di kantor pusat
maupun di gerai-gerai.

Per tanggal 31 Juli 2007, Perseroan mempekerjakan 3.656 (tiga ribu enam ratus lima puluh enam) orang
karyawan. Dari jumlah tersebut sejumlah 3.655 (tiga ribu enam ratus lima puluh lima ) orang merupakan
Warga Negara Indonesia dan 1 (satu) orang Warga Negara Philipina yaitu Jose Danilo Sunga Jain,
berdasarkan surat Kepala Sub Direktorat Analisis dan Perijinan Tenaga Kerja Asing Sektor Jasa a.n.
Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri, Direktur Penggunaan Tenaga
Kerja Asing, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. No. RM 09334/M/P2TKDN/PTA/2007 tanggal
19 April 2007, Departemen Tenaga Kerja tidak berkeberatan untuk memberikan persetujuan kepada
Perseroan untuk mempekerjakan tenaga kerja asing atas nama Jose Danilo Sunga Jain, Kartu Izin
Tinggal Terbatas (KITAS) No.2C1JE 5510-r yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan
pada tanggal 14 Mei 2007 yang berlaku sampai dengan 2 Mei 2008, Visa No. 5P/22708/2007 tanggal 2
Mei 2007 yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Singapura yang berlaku untuk 12 bulan
dan Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) sesuai SK Menakertrans No. KEP 18157/
MEN/B/IMTA/2007 tanggal 22 Oktober 2007 yang berlaku sampai tanggal 2 Mei 2008. Berikut ini adalah
komposisi karyawan menurut jenjang pendidikan, jenjang manajemen dan jenjang usia (sumber :
Perseroan).

I . Keterangan atas Tenaga Kerja Warga Negara Indonesia :

Menurut Jenjang Pendidikan


Jumlah Orang %
Pasca Sarjana (S2) 7 0,19
Sarjana (S1) 426 11,66
Akademi 359 9,82
SLTA 2.711 74,17
SLTP 147 4,02
SD 5 0,14
Jumlah 3.655 100,00

48
Menurut Jenjang Manajemen Jumlah Orang %
Senior Manajemen 12 0,33
Middle Manajemen 19 0,52
Junior Manajemen 124 3,39
Staff 3.500 95,76
Jumlah 3.655 100,00

Menurut Jenjang Usia Jumlah Orang %


17 - 20 tahun 281 7,69
20 - 25 tahun 1.517 41,50
25 - 30 tahun 1.056 28,89
30 - 35 tahun 525 14,36
> 35 tahun 276 7,55
Jumlah 3.655 100,00

Menurut Masa Kerja Jumlah Orang %


< 1 tahun 1.949 53,32
1 - 3 tahun 898 24,57
3 - 6 tahun 531 14,53
6 - 10 tahun 227 6,21
> 10 tahun 50 1,37
Jumlah 3.655 100,00

II . Keterangan atas Tenaga Kerja Warga Negara Asing :

Nama : Jose Danilo Sunga Jain, tempat tanggal lahir : Davao City, Philipina, 30 September 1959,
Kewarganegaraan : Philipina, untuk mengisi jabatan : Ta. Bid. Business Development.

7. Keterangan Mengenai Aktiva Tetap

Pada saat Prospektus ini diterbitkan, aktiva tetap utama yang dimiliki Perseroan adalah berupa Tanah,
Bangunan peralatan dan Kendaraan, yaitu sebagai berikut:

Tanah

A. Di atas 2 bidang tanah di bawah ini, didirikan Rumah Multiguna berdasarkan Ijin Mendirikan Bangunan
(IMB) No. 648.3/606-DPU/1995 tanggal 10 Februari 1995 dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan
Umum Kabupaten Tangerang a.n. Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tangerang.

No. Luas (m2) Lokasi Sertifikat


1. 140 Desa Pakulonan Hak Guna Bangunan No. 738 dikeluarkan oleh Kepala
Kecamatan Serpong, Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang pada
Kabupaten Tangerang, tanggal 2 Agustus 1996, berlaku sampai dengan
Jawa Barat tanggal 31 Januari 2014, Gambar Situasi No. 16040/
1996 tanggal 21 Juni 1996, terdaftar atas nama
PT Ace Hardware Indonesia
2. 500 Desa Pakulonan Hak Guna Bangunan No. 787dikeluarkan oleh Kepala
Kecamatan SeRpong, Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang pada
Kabupaten Tangerang, tanggal 2 Agustus 1996, berlaku sampai dengan
Jawa Barat tanggal 31 Januari 2014, Gambar Situasi No. 16089/
1996 tanggal 21 Juni 1996, PT Ace Hardware Indonesia.

49
B. Di atas ke-7 bidang tanah di bawah ini didirikan bangunan kantor berlantai tiga dengan bagian-
bagiannya berdasarkan Keputusan Kepala Suku Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan
Kotamadya Jakarta Utara No. 371 tahun 2006 dan No. 372 tahun 2006, keduanya tertanggal
7 September 2006 tentang Pemberian Keterangan Membangun kepada PT Wilhara Prima Realty
qq. PT Ace Hardware Indonesia.

No. Luas (m2) Lokasi Sertifikat


1. 77 Kelurahan Pluit Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 9283,dikeluarkan
Kecamatan Penjaringan, oleh Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Jakarta
Kotamadya Jakarta Utara, Utara pada tanggal 2 Maret 2005, berlaku sampai
Propinsi Daerah Khusus dengan tanggal 14 Mei 2032, Surat Ukur No. 06194/
Ibukota Jakarta, setempat 2005 tanggal 1 Februari 2005, terdaftar atas nama
dikenal dengan JL. Pluit PT Ace Hardware Indonesia.
Raya No. 168-S
2. 74 Kelurahan PluitKecamatan Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 9284,dikeluarkan
Penjaringan, Kotamadya oleh Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Jakarta
Jakarta Utara, Propinsi Utara pada tanggal 2 Maret 2005, berlaku sampai
Daerah Khusus Ibukota dengan tanggal 14 Mei 2032, Surat Ukur No. 06195/
Jakarta, setempat dikenal 2005 tanggal 1 Februari 2005, terdaftar atas nama
dengan JL. Pluit Raya PT Ace Hardware Indonesia.
No. 168-R
3. 74 Kelurahan Pluit Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 9285,dikeluarkan
Kecamatan Penjaringan, oleh Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Jakarta
Kotamadya Jakarta Utara, Utara pada tanggal 2 Maret 2005, berlaku sampai
Propinsi Daerah Khusus dengan tanggal 14 Mei 2032, Surat Ukur No. 06196/
Ibukota Jakarta, setempat 2005 tanggal 1 Februari 2005, terdaftar atas nama
dikenal dengan JL. Pluit PT Ace Hardware Indonesia.
Raya No. 168-Q
4. 74 Kelurahan Pluit Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 9286, dikeluarkan
Kecamatan Penjaringan, oleh Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Jakarta
Kotamadya Jakarta Utara, Utara pada tanggal 2 Maret 2005, berlaku sampai
Propinsi Daerah Khusus dengan tanggal 14 Mei 2032, Surat Ukur No. 06197/
Ibukota Jakarta, setempat 2005 tanggal 1 Februari 2005, terdaftar atas nama
dikenal dengan JL. Pluit PT Ace Hardware Indonesia.
Raya No. 168-P
5. 74 Kelurahan Pluit Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 9287,dikeluarkan
Kecamatan Penjaringan, oleh Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Jakarta
Kotamadya Jakarta Utara, Utara pada tanggal 2 Maret 2005, berlaku sampai
Propinsi Daerah Khusus dengan tanggal 14 Mei 2032, Surat Ukur No. 06198/
Ibukota Jakarta, setempat 2005 tanggal 1 Februari 2005, terdaftar atas nama
dikenal dengan JL. Pluit PT Ace Hardware Indonesia.
Raya No. 168-O
6. 74 Kelurahan PluitKecamatan Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 9288,dikeluarkan
Penjaringan, Kotamadya oleh Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Jakarta
Jakarta Utara, Propinsi Utara pada tanggal 2 Maret 2005, berlaku sampai
Daerah Khusus Ibukota dengan tanggal 14 Mei 2032, Surat Ukur No. 06199/
Jakarta, setempat dikenal 2005 tanggal 1 Februari 2005, terdaftar atas nama
dengan JL. Pluit Raya PT Ace Hardware Indonesia.
No. 168-N
7. 77 Kelurahan Pluit Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 9289,dikeluarkan
Kecamatan Penjaringan, oleh Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Jakarta
Kotamadya Jakarta Utara, Utara pada tanggal 2 Maret 2005, berlaku sampai
Propinsi Daerah Khusus dengan tanggal 14 Mei 2032, Surat Ukur No. 06200/
Ibukota Jakarta, setempat 2005 tanggal 1 Februari 2005, terdaftar atas nama
dikenal dengan JL. Pluit PT Ace Hardware Indonesia.
Raya No. 168-M

50
Kendaraan

No. Merk No. Polisi No. Rangka No. BPKB Tahun

1. Toyota Alphard B 328 KC MNH15-0917395 C No.5881298 2003


2. Toyota Minibus KF 70 BK 328 JB MHF11KF70300041593 C No. 6663649 B 2003
3. Toyota Pick Up KF 60 BK 8357 BQ MHF31KF6050037206 D No. 3205597 2005
4. Isuzu Panther BM 8974 H MHCTBR54BYK097705 C No. 0018175 2000
5. Toyota KF60 BK 9303 BL MHF31KF6030024269 C No. 6575616 B 2003
6. Toyota KF 60 DK 9685 DI MHF31KF6030026089 C No. 5853701 B 2003
7. Toyota Dyna Box DD 9319 N MHFC1JU406007193 D No. 8830023 R 2006
8. Daihatsu Xenia DD 560 WF MHKFMREEJ6K628076 D No.8826240 R 2006
9. Daihatsu Xenia DD 561 WF MHKFMREEJGK028078 D No.8826239 2006
10. Toyota Dyna Box DD 9359N MHFC1URX360008619 D No. 8830022 R 2006

8. Hubungan Kepemilikan, kepengurusan dan pengawasan Perseroan dengan


pemegang saham berbentuk badan hukum

Hubungan kepengurusan dan pengawasan Perseroan dan Pemegang Saham Perseroan berbentuk
badan hukum adalah sebagai berikut :

Perseroan PT Kawan Lama Sejahtera PT Kawan Lama Internusa


Kuncoro Wibowo KU DU DU
Tjiptono Darmadji KI - -
Ijek Widya Krisnadi K D KU
Prabowo Widya Krisnadi DU KU D
Paulus Ong D - -
Rudy Hartono D - -
Hartanto Djasman D D D
Sartono Budi Santoso - D -

Keterangan:
KU : Komisaris Utama DU : Direktur Utama
K : Komisaris D : Direktur
KI : Komisaris Independen DI : Direktur Independen
PS : Pemegang Saham

Hubungan kepemilikan saham pengurus Perseroan dengan pemegang saham berbentuk badan hukum
adalah sebagai berikut :

Perseroan PT Kawan Lama Sejahtera PT Kawan Lama Internusa


Nilai saham % Nilai saham % Nilai saham %
Kuncoro Wibowo 1.000.000 0,0008 200.000 0,0002 22.288.000.000 35
dr. Tjiptono Darmadji - - - - - -
Ijek Widya Krisnadi - - - - 15.920.000.000 25
Prabowo Widya Krisnadi - - - - 12.736.000.000 20
Paulus Ong - - - - - -
Rudy Hartono - - - - - -
Ir. Hartanto Djasman - - - - - -
Sartono Budi Santoso - - - - - -

51
Di bawah ini adalah diagram hubungan kepemilikan Perseroan dengan Pemegang Sahamnya (pemegang
saham utama dan pengendali baik langsung maupun tidak langsung).

9. Transaksi Dengan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Perseroan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dalan hal
transaksi pembelian barang dagang dan sewa ruangan.

Sifat hubungan istimewa :


a. Kawan Lama Sejahtera merupakan pemegang saham utama.
b. PT Kawan Lama Internusa, PT Home Center Indonesia, PT Multi Rentalindo dan PT Sensormatic
Indonesia merupakan perusahaan afiliasi

Transaksi dilakukan dengan PT Kawan Lama Sejahtera, PT Kawan Lama Internusa, PT Multi Rentalindo,
PT Sensormatic Indonesia dan PT Home Center Indonesia atas pembelian peralatan dan barang dagang
dan sewa ruangan. Pembelian tersebut dilakukan dengan tingkat harga dan persyaratan yang normal.

Rincian akun-akun dan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa adalah sebagai berikut:

Persentase Terhadap Jumlah Aktiva


2007 2006 2005 2004 2007 2006 2005 2004
Rp Rp Rp Rp % % % %
Piutang Usaha
PT Home Center Indonesia 2.915.088.792 5.720.454.876 10.421.607.878 446.084.873 1,07 2,57 7,25 0,54
PT Kaw an Lama Sejahtera 174.484.490 196.631.690 30.392.984 17.038.220 0,06 0,09 0,02 0,02
3.089.573.282 5.917.086.566 10.452.000.862 463.123.093 1,14 2,66 7,27 0,56

Piutang Lain-lain
PT Kaw an Lama Sejahtera 5.150.000.000 – – – 1,90 0,00 0,00 0,00
PT Home Center Indonesia 4.000.000.000 – – – 1,47 0,00 0,00 0,00
9.150.000.000 – – – 3,37 0,00 0,00 0,00

Uang Muka Pembelian


PT Kaw an Lama Sejahtera 83.251.675 – 15.156.932 276.524.182 0,03 0,00 0,01 0,33
PT Kaw an Lama Internusa – 415.731.900 550.000.000 – 0,00 0,19 0,38 0,00
83.251.675 415.731.900 565.156.932 276.524.182 0,03 0,19 0,39 0,33

52
Piutang Hubungan Istimewa
Karyawan 1.022.967.087 914.932.314 636.434.357 429.492.422 0,38 0,41 0,44 0,52
PT Kaw an Lama Sejahtera 38.559.909.092 – – – 14,19 0,00 0,00 0,00
PT Home Center Indonesia – – 13.765.000.000 17.925.000.000 0,00 0,00 9,58 21,52
39.582.876.179 914.932.314 14.401.434.357 18.354.492.422 14,57 0,41 10,02 22,03

Persentase Terhadap Jumlah Aktiva


2007 2006 2005 2004 2007 2006 2005 2004
Rp Rp Rp Rp % % % %
Hutang Usaha
PT Kawan Lama Sejahtera 13.096.683.413 6.287.712.757 4.071.019.820 8.240.441.549 0,08 0,04 0,05 0,15
PT Home Center Indonesia 572.461.110 476.234.931 5.972.092.429 3.060.204.467 0,00 0,00 0,07 0,06
PT Sensormatic Indonesia – 18.742.300 63.603.100 10.303.400 – 0,00 0,00 0,00
13.669.144.523 6.782.689.988 10.106.715.349 11.310.949.416 0,08 0,05 0,12 0,21

Persentase Terhadap Jumlah Aktiva


2007 2006 2005 2004 2007 2006 2005 2004
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (7 Bulan ) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Rp Rp Rp Rp % % % %
Penjualan
PT Home Center Indonesia 2.202.885.730 7.192.383.315 12.941.508.817 – 0,47 1,13 2,68 0,00
PT Kawan Lama Sejahtera 2.703.424.662 1.111.893.106 741.297.828 – 0,58 0 ,17 0,15 0,00
PT Kawan Lama Internusa – 921.360 – – 0,00 0,00 0,00 0,00
4.906.310.392 8.305.197.781 13.682.806.645 – 1,05 1,30 2,83 0,00

Persentase Terhadap Jumlah Aktiva


2007 2006 2005 2004 2007 2006 2005 2004
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (7 Bulan ) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Rp Rp Rp Rp % % % %
Pembelian
PT Kawan Lama Sejahtera 46.335.192.600 74.884.077.690 61.923.578.257 56.603.623.021 15,90 16,21 16,93 23,65
PT Home Center Indonesia 2.336.092.723 4.527.643.532 11.533.642.934 604.689.000 0,80 0,98 3,15 0,25
PT Sensormatic Indonesia 156.460.000 138.895.000 158.990.000 – 0,05 0,03 0,04 0,00
PT Kawan Lama Internusa – 541.822.500 1.191.574.400 4.008.774.729 0,00 0,12 0,33 1,67
48.827.745.323 80.092.438.722 74.807.785.591 61.217.086.750 16,75 17,34 20,45 25,58

Persentase Terhadap Jumlah Aktiva


2007 2006 2005 2004 2007 2006 2005 2004
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (7 Bulan ) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Rp Rp Rp Rp % % % %
Beban Sewa
PT Kawan Lama Sejahtera 1.377.040.000 2.360.640.000 969.600.000 865.300.000 1,12 1,41 0,79 1,01
1.377.040.000 2.360.640.000 969.600.000 865.300.000 1,12 1,41 0,79 1,01

53
10. Ikatan Dan Perjanjian Penting Dengan Pihak Ketiga

Perjanjian Kredit

No. Perjanjian Pihak Deskripsi Jangka Waktu


1. Akta Pengakuan Perseroan, sebagai Bank memberikan Fasilitas Kredit kepada Debitur Sejak tanggal
Hutang No. 58 Debitur dan PT Bank sebesar Rp 22.000.000.000,-, terdiri dari : 20 Juni 2003,
tanggal 20 Juni Internasional a. Fasilitas Pinjaman Rekening Koran (“Fasilitas PRK”) yang diperpanjang
2003, dibuat Indonesia. hingga jumlah pokok maksimum sebesar sampai dengan
dihadapan James Rp 5.000.000.000,-; tanggal 20 Juni
Herman Rahardjo, b. Fasilitas Pinjaman Promes Berulang I (“Fasilitas PPB I”) 2007.
SH, Notaris di hingga jumlah pokok maksimum sebesar
Jakarta Rp 7.000.000.000,-;
c. Fasilitas Pinjaman Promes Berulang II (“Fasilitas PPB II”)
hingga jumlah pokok maksimum sebesar
Rp 9.500.000.000,-
d. Fasilitas Bank Garansi (“Fasilitas BG”) hingga jumlah
pokok maksimum sebesar Rp 500.000.000,-.

Perubahan Perjanjian Perpanjangan


Kredit (Pinjaman pinjaman Rekening
Rekening Koran) Koran sejak 6 Juni
No. 462/PrbPK/ 2007 sampai
COD-Thamrin/2007 dengan 6 Juni
tanggal 31 Agustus 2008
2007

Perubahan Perjanjian Perpanjangan


Kredit (Pinjaman pinjaman Promes
Promes Berulang) Berulang I dan II
(Badan Usaha) sejak 6 Juni 2007
No. 463/PrbPK/COD- sampai dengan 6
Thamrin/2007 Juni 2008
tanggal 31 Agustus
2007

Perubahan Perjanjian Perpanjangan


Fasilitas (Bank pinjaman Bank
Garansi) (Badan Garansi sejak 6
Usaha)No. 464/ Juni 2007 sampai
PrbPK/COD-Thamrin/ dengan 6 Juni
2007 tanggal 31 2008
Agustus 2007

Sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana,


Perseroan telah mendapat persetujuan dari BII sesuai
surat No. 2007.0779/DIR4-Korporasi tanggal 4 September
2007

Sehubungan dengan adanya ketentuan pembatasan /


negative covenant dalam perjanjian kredit dengan BII
yang dapat merugikan kepentingan kepegang saham
publik, BII telah setuju untuk mencabut ketentuan tersebut
berdasarkan surat No. 2007.0930/DIR4-Korporasi tanggal
10 Oktober 2007.

2. Perubahan Perjanjian Perseroan, sebagai BCA setuju untuk memberikan fasilitas kredit kepada
Kredit No. 288.3067 Debitor dan PT Bank Debitur yang terdiri dari :
9042.2004.021 Central Asia Tbk. - Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) I, dengan jumlah
No. Rekening : (BCA) tidak melebihi Rp 2.000.000.000,-yang ditatausahakan
6250002040 tanggal melalui BCA Kantor Cabang Utama Puri Indah
17 Februari 2004 dengan No. Rekening: 6250002040;
- Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) II, dengan jumlah
tidak melebihi Rp 30.000.000.000,- yang ditatausahakan
melalui BCA Kantor Cabang BNI 46 dengan
No. Rekening: 3193000327;
- Fasilitas Time Loan Revolving, dengan jumlah tidak
melebihi Rp 35.000.000.000,- yang ditatausahakan
melalui BCA Kantor Cabang Korporasi Sudirman
dengan No. Rekening: 0359007061;
- Fasilitas Kredit Investasi, dengan jumlah tidak melebihi
Rp 20.000.000.000,- yang ditatausahakan melalui
BCA Kantor Cabang Korporasi Sudirman dengan
No. Rekening: 0359007061;

54
Akta Perubahan Perseroan, sebagai i. Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) I, terhitung sejak 21 Desember
Perjanjian Kredit Debitor dari BCA tanggal 21 Desember 2006 dan berakhir pada tanggal 2007
No. 170 tanggal 21 Desember 2007
26 Maret 2007, ii. Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) II, terhitung sejak
dibuat dihadapan tanggal 21 Desember 2006 dan berakhir pada tanggal
Eliwaty Tjitra, S.H., 21 Desember 2007
Notaris di Jakarta iii. Fasilitas Time Loan Revolving, terhitung sejak tanggal
21 Desember 2006 dan berakhir pada tanggal
21 Desember 2007

Akta Perjanjian Kredit Perseroan, sebagai Fasilitas kredit kepada Debitur berupa fasilitas kredit 18 Juli 2009
No.14 tanggal Debitor dari BCA investasi dengan jumlah pokok tidak melebihi
4 Agustus 2006 Rp 8.960.000.000,-
dibuat dihadapan
Eliwaty Tjitra, S.H.,
Notaris di Jakarta

Sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana,


Perseroan telah mendapat persetujuan dari BCA sesuai
surat No. 1417/GBK/2007 tanggal 5 September 2007

Sehubungan dengan adanya ketentuan pembatasan /


negative covenant dalam perjanjian kredit dengan BCA
yang dapat merugikan kepentingan kepegang saham
publik, BCA telah setuju untuk mencabut ketentuan
tersebut berdasarkan surat No. 1557/GBK/2007 tanggal
8 Oktober 2007

Perjanjian Lisensi

No. Perjanjian Pihak Deskripsi Jangka Waktu

1. Perjanjian Lisensi Perseroan, selaku ACE Corp. memberikan kepada Penerima Lisensi hak Perjanjian ini
penerima lisensi eksklusif untuk menggunakan merek dagang “ACE” dan berlaku efektif dan
dengan ACE Penerima Lisensi berkewajiban untuk membangun dan mengikat sejak
Hardware mengoperasikan secara khusus toko-toko ACE Corp. ditandatangani
Corporation, Amerika sesuai dengan prosedur standar operasional sebagaimana sampai selama 15
Serikat tanggal 21 Mei disyaratkan oleh ACE Corp.ACE Corp. juga memberikan tahun sejak
1996. kepada Penerima Lisensi hak untuk memberikan sublisensi ditandatangani.
kepada pihak lain untuk membangun dan mengoperasikan Perjanjian dapat
toko-toko ACE Corp.sesuai dengan prosedur standar diperpanjang
operasional sebagaimana disyaratkan oleh ACE Corp, untuk masing-
dan mengawasi pelaksanaan operasinya ACE Corp. juga masing periode
memberikan kepada Penerima Lisensi hak untuk menjual yang lama 5 tahun
barang-barang dari ACE Corp. untuk dijual kembali di
toko-toko ACE yang berada di wilayahnyaSehubungan
hak-hak dimaksud di atas, ACE Corp. memberikan kepada
Penerima Lisensi hak eksklusif dan lisensi untuk
menggunakan merek-merek ACE tertentu, juga akses
eksklusif kepada sistim eksklusif ACE Corp., Manual
Prosedur Operasi form-form dan format standar dan
pelaksanaan operasional di dalam wilayah Indonesia.

2. Perjanjian Perseroan selaku Ijek Widyakrisnadi merupakan pemegang Merek Kris yang 1 Agustus 2007
Penggunaan Merek Pengguna Merek telah terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan dan akan berakhir
KRIS tertanggal KRIS dan Intelektual yang telah memberikan ijin kepada Pihak Kedua pada tanggal 31
1 Agustus 2007 Ijek Widyakrisnadi untuk menggunakan Merek Kris di semua lokasi Gerai Juli 2011
sebagai pemegang ACE yang dibuka oleh Pihak Kedua baik yang saat ini telah
merek KRIS. dibuka maupun Gerai ACE yang masih akan dibuka di masa
yang akan datang di wilayah hukum Republik Indonesia.

3. Perjanjian Perseroan selaku Pihak Pertama merupakan pemegang Merek Krisbow yang 1 Agustus 2007
Penggunaan Merek Pengguna Merek telah terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan dan akan berakhir
KRISBOW KRISBOW dan Ijek Intelektual yang kemudian memberikan ijin kepada Pihak pada tanggal 31
tertanggal Widyakrisnadi Kedua untuk menggunakan Merek Krisbow di semua lokasi Juli 2011
1 Agustus 2007 sebagai pemegang Gerai ACE yang dibuka oleh Pihak Kedua baik yang saat ini
merek KRISBOW. telah dibuka maupun Gerai ACE yang masih akan dibuka
di masa yang akan datang di wilayah hukum Republik
Indonesia.

55
Perjanjian sewa kantor, gerai dan bagi hasil

No. Perjanjian Pihak Deskripsi Jangka Waktu

1. Perjanjian Sewa- Perseroan, dan PT Perjanjian tersebut terakhir diubah dengan Addendumj III 1 Januari 2008
menyewa No. 003/ Kawan Lama Perjanjian sewa Menyewa No. 003/FIN/KLS_SW/I/98 sampai dengan
FIN/KLS_SW/I/98 Sejahtera selaku tanggal 1 Mei 2007, dimana parapihak sepakat untuk 31 Desember
tanggal 2 Januari pihak yang merubah lokasi lantai dan luas ruang sewa dan jangka 2012
1998 menyewakan waktu sewa, yaitu :
a. Obyek sewa : Ruang Kantor di Gedung Kawan Lama
Lantai 5, Jl. Puri Kencana No.1, Meruya Kembangan,
Jakarta Barat
b. Luas : 1.135 m2

2. Lease Agreement Perseroan, selaku Obyek sewa : tempat usaha/dagang di Gedung Supermal 1 Februari 2003
tanggal 1 Maret Penyewa dengan Karawaci Tangerang Lantai Dasar Ruang G#2, XG#2 dan sampai dengan
2000 PT Lippo Supermall XG#3A 31 Januari 2008
selaku Pihak Yang
Menyewakan
Perjanjian tersebut diubah dengan Memorandum of
Understanding tanggal 28 Februari 2003, dengan
Luas Sewa : 1.224,64 m2

3. Akta Perjanjian Perseroan, selaku Obyek sewa : 5 bangunan Ruko di Komplek Ruko 1 Desember 2005
Sewa-Menyewa Penyewa dengan Balikpapan Permai, Kelurahan Dumai, Kecamatan sampai dengan
No. 57 tanggal 22 PT Pelita Panutan Balikpapan, Kotamadya Balikpapan, yaitu Blok F1 No. 7, 30 Nopember
Nopember 2002, selaku Pihak Yang No. 8, No. 9, No. 10 dan No. 11, masing-masing 2008
dibuat dihadapan Menyewakan seluas 78 m2.
Adi Gunawan, SH,
Notaris di Perjanjian tersebut diubah dengan Akta Perpanjangan
Balikpapan Perjanjian Sewa Menyewa No. 88 tanggal 24 Agustus 2005,
dibuat dihadapan Adi Gunawan, S.H., Notaris Balikpapan,
dengan syarat dan ketentuan yang diubah jangka waktu
sewa biaya sewa

4. Perjanjian Sewa- Perseroan, selaku a. Obyek sewa : Lantai Dasar No. Unit C7-C8 dalam 1 Maret 2007
Menyewa Ruangan Penyewa dengan Gedung Istana Plaza, Jl. Pasirkaliki No. 121-123, sampai dengan
di Istana Plaza PT Kharisma Abadi Bandung 28 Februari 2012
No. 463-K/LLGF/ Selaras selaku Pihak
C7-C8/K Yang Menyewakan b. Luas : 1.477 m2

5. Perjanjian Sewa- Perseroan, selaku a. Obyek sewa : Lantai II Ruangan No. Blok B2 dalam 1 Januari 2005
Menyewa No. 013/ Penyewa dengan Gedung Mal Pondok Indah, Jakarta Selatan sampai dengan
SM/MK/VIII/2004 PT Metropolitan 31 Desember
tanggal 25 Agustus Kentjana Tbk. b. Luas : 2.077 m2 2009
2004 selaku Pihak Yang
Menyewakan

6. Perjanjian Sewa- Perseroan, selaku a. Obyek sewa : Ruangan di Lantai Dasar Blok B7 No. 12 27 Mei 2005
Menyewa No. 11/ Penyewa dengan dan di Lantai I Blok B1 No. 41 dalam Gedung Mal Artha sampai dengan
PSM-MAG/V/05 PT Swadaya Gading, Jl. Boulevar Artha Gading, Jakarta Utara 2010
tanggal 27 Mei Panduartha selaku
2005 Pihak Yang b. Luas : 9.758 m2
Menyewakan

7. Akta Perjanjian Perseroan, selaku a. Obyek sewa : Bangunan rumah tinggal beralamat di 1 Maret 2005
Sewa No. 27 Penyewa dengan Jl. Panglima Polim Raya No. 75-A, Jakarta Selatan sampai dengan
tanggal 22 Heryantomo selaku 1 Maret 2010.
Desember 2004, Pihak Yang b. Luas : 115 m2
dibuat dihadapan Menyewakan
Djejem Widjaja, SH,
MH, Notaris di
Jakarta

8. Akta Perjanjian Perseroan, selaku a. Obyek sewa : Bangunan Ruko 3˚ Lantai di Jl. Panglima 1 Juli 2006 dan
Sewa-Menyewa Penyewa dengan Polim Raya No. 73 Blok N3, Kelurahan Pulo, akan berakhir
No. 27 tanggal Ny. Neny Arlina Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada tanggal 30
23 Pebruari 2005 Pangestu selaku Juni 2010
dibuat dihadapan Pihak Yang b. Luas : 369 m2
Maria Andriani Menyewakan
Kidarsa, SH,
Notaris di Jakarta

56
9. Perjanjian Sewa- Perseroan, selaku a. Obyek sewa : Ruang / tempat usaha di Sun Plaza 15 Maret 2004
Menyewa No. MW/ Penyewa dengan Medan No. Unit 10, 11, 12, 20 dan 21 Level 1 Zone C sampai dengan
Dir/PSM/2003/IX/ PT Manunggal yang terletak di Jl. Haji Zainul Arifin, Medan. 14 Juni 2014
241 tanggal 19 Wiratama selaku
September 2003 Pihak Yang b. Luas : 1.350,02 m2
Menyewakan
Perjanjian tersebut diubah dengan AddendumPerjanjian
sewa Menyewa No. MW/Dir/A-PSM/2004/II/331 tanggal
4 Maret 2004, yang telah dilegalisasi oleh Aliya
Sriwendayani Azhar, S.H., M.H., Notaris di Depok di
bawah No. 2.668/2004 tanggal 4 Maret 2004, dimana jangka
waktu sewa diubah menjadi tanggal mulai masa sewa
15 Maret 2004 dan tanggal berakhir masa sewa 14 Juni
2014 (gratis 3 bulan uang sewa).

10. Perjanjian Sewa- Perseroan, selaku a. Obyek sewa : Ruang / tempat usaha di Mal Puri Indah 1 Juni 2004 sampai
Menyewa No. 191/ Penyewa dengan DePT A, Lantai Dasar yang terletak di Jl. Puri Agung, dengan tanggal
MPI/SM/AMPI/I/2004 PT Antilope Madju Puri Indah, Jakarta Barat. 31 Mei 2009
tanggal 30 April Puri Indah selaku
2004 Pihak Yang b. Luas : 4.045,60 m2
Menyewakan

11. Akta Sewa- Perseroan, selaku a. Obyek sewa : Ruang / tempat usaha (Rukan) 4 Lantai 29 Nopember
Menyewa No. 27 Penyewa dengan di Jl. Raya Barat Boulevard Blok XC 9 No. 3-6, 2005 dan akan
tanggal 16 Agustus ny. Esther Melyani Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara berakhir tanggal
2005, dibuat Homan selaku kuasa 28 Desember
dihadapan Dewi dari Herman Nagaria, b. Luas : 946 m2 2010
Himijati Tandika, selaku Pihak Yang
SH, Notaris di Menyewakan
Jakarta

12. Perjanjian Sewa- Perseroan, selaku Kemudian diganti dengan Addendum Perjanjian Sewa 5 Maret 2005
Menyewa No. 630/ Penyewa dengan Menyewa No. 642/238-241&246-247/MG/HUK/A/X/2004 sampai dengan
238-241&246-247/ PT Sinar Galaxy, tanggal 19 Oktober 2004, dengan syarat dan ketentuan tanggal 4 Maret
MG/HUK/P/IX/2004 selaku Pihak Yang antara lain sebagai berikut : 2010
Menyewakan
a. Obyek sewa : Ruang / tempat usaha di Mal Sinar Galaxy
Surabaya Lantai Dua No. 238-241 & 246-247 yang
terletak di Jl. Raya Kertajaya Indah No. 1, Surabaya.

b. Luas : 794,95 m2

13. Perjanjian Sewa Perseroan, selaku a. Addendum I Perjanjian Sewa Menyewa No. 009/FIN/ 1 Januari 2003
Menyewa No. 009/ Penyewa dengan KLS_SW/00 tanggal 2 Januari 2003, tentang hingga tanggal
FIN/KLS-SW/V/00 PT Kawan Lama perpanjangan waktu sewa menyewa selama 60 (enam 31 Desember
tanggal 8 Mei 2000 Sejahtera, selaku puluh) bulan terhiutng sejak tanggal 1 Januari 2003 2007
Pihak Yang hingga tanggal 31 Desember 2007.
Menyewakan
b. Addendum II Perjanjian Sewa Menyewa No. 009/FIN/
KLS_SW/00 tanggal 1 Juni 2004, tentang perubahan :
Obyek yang disewa sebagai Ruangan kantor dan toko
adalah :
- Lantai 1 seluas 4 buah ruko
- Lantai 2 seluas 4 buah ruko
- Lantai 3 seluas 4 buah ruko

14. Berdasarkan surat Perseroan, selaku a. Obyek sewa : 1. UG. 15-20, 96-97, 103-106 di Plaza 10 Februari 2007
Konfirmasi Sewa Penyewa dengan Tunjungan, Jl. Basuki Rachmad No. 8-12, Surabaya sampai dengan
(Sifat Sementara) PT Pakuwon Jati, PT Pakuwon Jati
di Tunjungan Plaza selaku Pihak Yang b. Luas area : 846,73 m2 berhak sewaktu-
1 yang dikeluarkan Menyewakan waktu untuk
oleh pengelolanya mengambil alih
PT Pakuwon Jati kembali tempat
yang disewakan
dengan
pemberitahuan
tertulis 1 bulan
sebelumnya

15. Akta Perjanjian Perseroan, selaku a. Obyek sewa : sebuah bangunan berdiri diatas sebidang 1 Juli 2007 dan
Sewa-Menyewa Penyewa dengan tanah hak milik No. 151/Kemirimuka seluas 6.370 m2 akan berakhir
No. 014 tanggal PT Dinamika Property, yang terletak di Jl. Margonda Raya, Kelurahan Kemiri tanggal 30 Juni
13 April 2007 selaku Pihak Yang Muka, Kecamatan Beji, Kotamadya Depok. 2012
Menyewakan
b. Luas : 6.370 m2

57
16. Perjanjian Sewa- Perseroan, selaku a. Obyek sewa : Ruangan dalam Gedung Mal Metropolitan 24 Agustus 2005
Menyewa Ruangan Penyewa dengan Bekasi di Lantai 1 unit 112 yang terletak di Jl. K.H. Noer sampai dengan
tanggal 24 Agustus PT Metropolitan Land, Alie, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Barat, 2010
2005 selaku Pihak Yang Kota Bekasi
Menyewakan
b. Luas : 1.750 m2

17. Perjanjian Sewa- Perseroan, selaku a. Obyek sewa : Ruangan di lantai dasar Panakkukang 1 September 2006
Menyewa Gedung Penyewa dengan Square Makassar di Lantai Dasar yang terletak dan akan berakhir
Panakkung Square PT Bajamas Mulia di Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, tanggal 31
Makassar tanggal Development, selaku Makassar. Agustus 2011
24 April 2006 Pihak Yang
Menyewakan b. Luas : 3.349 m2

18. Perjanjian Sewa- Perseroan, selaku Perjanjian tersebut diubah dengan Addedndum Perjanjian 1 Maret 2006
Menyewa No. 001- Penyewa dengan Sewa Menyewa No. 001-MF/ACE-TPI/06/05 tanggal 12 dan akan
MF/ACE-TPI/06/05 PT Binabintang September 2005, dimana para pihak sepakat untuk berakhir tanggal
9 Juni 2005 Priangan, selaku merubah luas ruang sewa (obyek sewa), harga sewa 28 Pebruari 2014
Pihak Yang dan cara pembayaran serta uang jaminan yaitu
Menyewakan sebagai berikut :
a. Obyek sewa : Ruangan di lantai Main Floor dan 1st Floor
The Plaza IBCC, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 296, Bandung
b. Luas :
i. Toko-Main Floor : 3.857 m2
ii. Toko-1st Floor : 3.760 m2
iii. Office/receiving-Main Floor: 455 m2
iv. Office/receiving/Warehouse-1st Floor : 670 m2

19. Akta Perjanjian Perseroan, selaku a. Obyek sewa : 4 unit Ruko yang masing-masing terdiri 28 Maret 2007
Sewa-Menyewa Penyewa dengan dari 4 lantai yang terletak di Jalan Radio Dalam No. 17, sampai dengan
No. 35 tanggal PT Damai Berkat Jakarta Selatan 2012
28 Maret 2007, Sejahtera, selaku
dibuat dihadapan Pihak Yang b. Luas : 2.904 m2
Noor Kholis Adam, Menyewakan
SH, Notaris di
Jakarta

20. Perjanjian Sewa- Perseroan, selaku a. Obyek sewa : Lantai Basement 1 seluas 1.675 m2 dan 1 Juli 2007 sampai
Menyewa No. 007/ Penyewa dengan Lantai 1 seluas 776 m2 dengan total luas 2.451 m2 dengan 1
PSM-GJS/DF/2205/ PT Graha Jaya Gedung The Promenade yang terletak di Jl. Warung Nopember 2012
2007 tanggal 2 Juni Sentosa, selaku Buncit Raya No. 98, Jakarta Selatan
2007 Pihak Yang
Menyewakan

21. Akta Perjanjian Perseroan, selaku a. Obyek sewa : Lantai 1 dari sebuah gedung bertingkat 21 September
Sewa-Menyewa Penyewa, PT Sanitas, dua yang terletak di Jl. Sjarief Abdurachman, Cirebon 2007 sampai
No. 1 tanggal 14 selaku Pihak Yang dengan tanggal 20
Mei 2007, dibuat Menyewakan b. Luas : 1.869,525 m2 September 2012
dihadapan Thomas
Gunawan, SH,
Notaris di Jakarta

22. Perjanjian Sewa- Perseroan, selaku a. Obyek sewa : sebuah gudang yang terletak di 1 Januari 2006
Menyewa No. 01/ Penyewa dengan Jl. Cikupamas Raya No. 12, Kawasan Pergudangan sampai dengan
KLS/FIN/I/06 tanggal PT Kawan Lama Cikupamas, Cikupa Tangerang, yang di kenal dengan tanggal 31
2 Januari 2006 Sejahtera, selaku Gudang Kawan Lama. Desember 2007
Pihak Yang
Menyewakan b. Luas : 5.796 m2

23. Perjanjian Sewa- Perseroan selaku a. Obyek sewa : Ruangan di Lantai Rumah Susun Non 5 tahun dimulai
Menyewa Ruangan Penyewa dan Hunian Royal Plaza, Jl. Ahmad Yani No. 16-18, tanggal 15
Unit Nomor : H1-18 PT Dwijaya Surabaya Desember 2006
(Lantai 1) Royal Manunggal selaku sampai dengan 14
Plaza Surabaya Pihak Yang b. Luas : 5.211,370 m2 Desember 2012
No. 0200/PSM- Menyewakan
ROZA/X/2006
tanggal 11 Oktober
2006

24. Nota Kesepahaman Perseroan selaku a. Obyek sewa : Ruangan di Lantai LG (Lower Ground 5 tahun dimulai
(Memorandum of Penyewa dan PT Floor) Blok B2.01,20; B7.02-27; B8.02,08,35; Bk1.01-50 tanggal 1 Juni
Understanding) Pakuwon Permai Pakuwon Trade Center dan Lantai LG (Lower Ground 2007
tanggal 2 Januari selaku Pihak Yang Floor) Blok LG.011-015 Supermal Pakuwon Indah yang
2007 Menyewakan terletal di Jl. Puncak Indah Lontar No. 2, Jawa Timur.
b. Luas : 2.881,56 m2

58
25. Nota Kesepahaman Perseroan selaku a. Obyek sewa : Ruangan di Lantai G (Ground Floor) 5 tahun dimulai
(Memorandum of Penyewa dan PT Blok D6.15-26; D7.12-18; D8.16-17,23-25 Pakuwon tanggal 1 Juli
Understanding) Pakuwon Permai Trade Center yang terletak di Jl. Puncak Indah Lontar 2007
tanggal 5 April 2007 selaku Pihak Yang No. 2, Jawa Timur.
Menyewakan
b. Luas : 1.193,61 m2

26. Perjanjian Sewa Perseroan selaku a. Obyek sewa : sebuah bangunan yang dikenal dengan 16 Mei 2007
Menyewa Penyewa dan PT Istana Kuta Galeria yang terletak di Jl. Patih Jelantik, sampai dengan
Bangunan Di Istana Kuta Galeri Gemilang Denpasar. 31 Desember
Kuta Galeria selaku Pihak Yang 2007
tanggal 20 Agustus Menyewakan b. Luas : 1.224 m2
2007

27 Perjanjian Perseroan dan Bahwa dalam pelaksanaan kerjasama ini, PT Pasaraya 31 Desember
Kerjasama Bagi PT Pasarjaya Tosersajaya selaku pemilik dari bangunan Pasaraya 2007
Hasil No. 014/B-2/ Tosersajaya Grande di Jalan Iskandarsyah II No. 2, Kebayoran Baru,
KNT/02/2006 Jakarta Selatan, setuju untuk memberikan hak kepada
PT Ace Hardware Indonesia untuk menjual produk yang
dimiliki dan atau dipasoknya di dalam Pasaraya Grande yang
terletak di Basement 2 Gedung Timur, dengan luas 3.165 m2.
Perjanjian tersebut terakhir diperpanjang sampai dengan
31 Desember 2007 berdasarkan surat PT Pasarjaya
Tosersajaya No. 359/TSS.09/BSMT-1/VIII/07 tanggal
28 Agustus 2007

28. Akta Perjanjian Perseroan selaku Obyek Sewa : sebuah bangunan bertingkat dua yang 1 Oktober 2007
Sewa Menyewa Penyewa dan Anton terletak di Jl. Margonda raya No. 166, Depok sampai dengan
No. 7 tanggal Lukmanto selaku tanggal 30
14 Juni 2007, kuasa dari Hadijanto Luas : 2.250 m2 September 2012
dibuat dihadapan berdasarkan Surat
Winarti Lukman – Kuasa Khusus Perjanjian tersebut ditambah dengan dengan Akta Akta
Widjaja, S.H., tertanggal 30 Perjanjian Tambahan No. 8 tanggtal 14 Juni 2007,
Notaris di Jakarta, Nopember 1999 dibuat dihadapan Winarti Lukman – Widjaja, S.H.,
selaku Pihak Yang Notaris di Jakarta, dengan syarat dan ketentuan yang
Menyewakan ditambah antara lain :
Pihak Yang Menyewakan bersedia untuk menyelesaikan
perbaikan beberapa bagian bangunan dan atas
kesediaannya tersebut Perseroan wajib membayar
kepada Pihak Yang Menyewakan

Perjanjian Kendaraan Bermotor

No. Perjanjian Pihak Deskripsi Jangka Waktu

1. Perjanjian Kredit Perseroan selaku Bank dengan ini setuju untuk memberikan pinjaman uang/ jangka waktu 24
Kendaraan Bermotor Debitur dan PT kredit kepada Debitur dan Debitur dengan ini mengakui telah bulan terhitung
No. 761/PK-KKB/ Bank Akita menerima pinjaman uang/kredit sejumlah Rp 2.240.000.000,- mulai tanggal 17
SMHD/XI/06 yang digunakan untuk pembelian kendaraan bermotor Nopember 2006
No. rekening : dan sebagaimana tercantum dalam Berita Acara Kendaraan sampai dengan
11-12-09961-4 Bermotor yaitu : tanggal 17 Oktober
17 Nopember 2006 2008
Jenis kendaraan : Sedan
Merek : Mercedes Benz S 500 L
No rangka : WDD2211712A077514
No. Mesin : 27396130060803
Warna : Hitam
Tahun : 2006
Terdaftar atas nama : PT Ace Hardware Indonesia

2. Perjanjian Kredit Perseroan selaku Debitur menyatakan berhutang kepada Bank sejumlah 5 September
Pemilikan Mobil Debitur dan PT Bank Rp 97.600.000,-Sebagai jaminan atas hutang yaitu mobil 2005 sampai
(Perjanjian Hutang) Jasa Jakarta yang dibeli yang dananya berasal dari hutang tersebut dengan 5
No. 11252/Krd/JJ/ yaitu 1 (satu) unit mobil merk Mitsubhisi FE 304, keluaran September 2008
09/2005 tanggal tahun 2005, warna kuning,
5 September 2005 No. Rangka: MHMFE304B5R039580,
No. Mesin: 4D31-A43982, BPKB akan tercatat atas nama
Debitur yang telah diikat dengan Perjanjian Pemberian
Jaminan Dengan Penyerahan Hak Milik Secara Fidusia
tanggal 5 September 2005.

59
3. Perjanjian Kredit Perseroan selaku Debitur menyatakan berhutang kepada Bank sejumlah 27 Juni 2005
Pemilikan Mobil Debitur dan PT Bank Rp 103.000.000,-Sebagai jaminan atas hutang yaitu mobil sampai dengan
(Perjanjian Hutang) Jasa Jakarta yang dibeli yang dananya berasal dari hutang tersebut 27 Juni 2008
No. 10920/Krd/JJ/ yaitu 1 (satu) unit mobil merk Toyota Avanza Type G,
06/2005 tanggal keluaran tahun 2005, warna hitam metalik,
27 Juni 2005 No. Rangka: MHFFMRGK35KO59859, No. Mesin: DA88802,
BPKB akan tercatat atas nama Debitur yang telah diikat
dengan Perjanjian Pemberian Jaminan Dengan
Penyerahan Hak Milik Secara Fidusia tanggal 27 Juni 2005.

4. Perjanjian Kredit Perseroan selaku Debitur menyatakan berhutang kepada Bank sejumlah 23 Mei 2005
Pemilikan Mobil Debitur dan PT Bank Rp 134.500.000,-Sebagai jaminan atas hutang yaitu mobil sampai dengan
(Perjanjian Hutang) Jasa Jakarta yang dibeli yang dananya berasal dari hutang tersebut 23 April 2008
No. 10726/Krd/JJ/ yaitu 1 (satu) unit mobil merk Honda Jazz, keluaran
05/2005 tanggal tahun 2005, warna abu muda metalik,
23 Mei 2005 No. Rangka: MHRGD37205J002676,
No. Mesin: L15A4-2004939, BPKB akan tercatat atas
nama Debitur yang telah diikat dengan Perjanjian
Pemberian Jaminan Dengan Penyerahan Hak Milik Secara
Fidusia tanggal 23 Mei 2005.

5. Perjanjian Kredit Perseroan selaku Debitur menyatakan berhutang kepada Bank sejumlah 14 Juli 2005
Pemilikan Mobil Debitur dan PT Bank Rp 167.500.000,- Sebagai jaminan atas hutang yaitu sampai dengan
(Perjanjian Hutang) Jasa Jakarta mobil yang dibeli yang dananya berasal dari hutang 14 Juli 2008
No. 11028/Krd/JJ/ tersebut yaitu 1 (satu) unit mobil merk Toyota Innova
05/2005 tanggal Type E, keluaran tahun 2005, warna silver metalik,
14 Juli 2005 No. Rangka: MHFXW42G252034889, No. Mesin: 6098836,
BPKB akan tercatat atas nama Debitur yang telah diikat
dengan Perjanjian Pemberian Jaminan Dengan Penyerahan
Hak Milik Secara Fidusia tanggal 14 Juli 2005.

6. Perjanjian Kredit Perseroan selaku Debitur menyatakan berhutang kepada Bank sejumlah 6 Juni 2005
Pemilikan Mobil Debitur dan PT Bank Rp 134.500.000,- Sebagai jaminan atas hutang yaitu mobil sampai dengan
(Perjanjian Hutang) Jasa Jakarta yang dibeli yang dananya berasal dari hutang tersebut 6 Juni 2008
No. 10803/Krd/JJ/ yaitu 1 (satu) unit mobil merk Honda Jazz, keluaran tahun
06/2005 tanggal 2005, warna hitam, No. Rangka: MHRGD37205J003111,
6 Juni 2005 No. Mesin: L15A4-2006155, BPKB akan tercatat atas nama
Debitur yang telah diikat dengan Perjanjian Pemberian
Jaminan Dengan Penyerahan Hak Milik Secara Fidusia
tanggal 6 Juni 2005.

7. Perjanjian Kredit Perseroan selaku Debitur menyatakan berhutang kepada Bank sejumlah 26 Mei 2005
Pemilikan Mobil Debitur dan PT Bank Rp 97.600.000,-Sebagai jaminan atas hutang yaitu mobil sampai dengan
(Perjanjian Hutang) Jasa Jakarta yang dibeli yang dananya berasal dari hutang tersebut 26 Mei 2008
No. 10749/Krd/JJ/ yaitu 1 (satu) unit mobil merk Mitsubishi FE 304, keluaran
05/2005 tanggal tahun 2005, warna kuning,
26 Mei 2005 No. Rangka: MHMFE304B5RO38657, No. Mesin:
4D31-A32392, BPKB akan tercatat atas nama Debitur yang
telah diikat dengan Perjanjian Pemberian Jaminan Dengan
Penyerahan Hak Milik Secara Fidusia tanggal 26 Mei 2005.

8. Berdasarkan Perseroan selaku a. Bank menunjuk Merchant sebagai mitra Bank dan mulai tanggal 22
perjanjian Merchant Merchant dan PT Bank memberikan kewenangan kepada Merchant untuk Nopember 2004
Bank mandiri Mandiri Tbk. melaksanakan transaksi kartu kredit dan atau kartu sampai dengan
No. CNB.LIB/PKS/ debit secara elektronik melalui sarana yang akan diakhiri oleh para
37/0933/2004 disediakan oleh bank di tempat penjualan Merchant pihak.
berupa mesin Electronic Data Capture (EDC)

11. Perkara Yang Sedang Dihadapi Perseroan

Pada saat Prospektus ini diterbitkan dan berdasarkan Pernyataan Perseroan yang termaktub dalam
Surat Pernyataan Perseroan tanggal 7 September 2007 Surat Pernyataan masing-masing Direksi dan
Komisaris Perseroan masing-masing tertanggal 7 September 2007 serta surat-surat keterangan yang
diterbitkan oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia dibawah No. 07.677/SKB/IX/BAN/WD tanggal
5 September 2007, Pengadilan Negeri Jakarta Barat di bawah No. W7.Db.Ht.04.10.3061 tanggal
4 September 2007, Pengadilan Pajak di bawah No. S-928/SP.5/2007 tanggal 6 September 2007,
Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta di bawah No. 333/SRKT/PAN-PTUN.JKT/2007 tanggal
5 September 2007, Pengadilan Hubungan Inudstrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah
No. W7.Dc.PHI. 408.2007.02 tanggal 12 September 2007dan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat
No. W7.Dc.Ht.1635.IX.2007.02 tanggal 12 September 2007 bahwa Perseroan tidak menghadapi perkara
pidana, perdata, perpajakan, arbitrase, tata usaha negara, perselisihan perburuhan dan kepailitan.

60
BAB VIII. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN

1. Kegiatan Usaha dan Prospek Perseroan

Perseroan memiliki kantor pusat di Jakarta dan mengoperasikan 24 Gerai ACE di segenap penjuru di
Indonesia, dan sampai pada saat Prospektus ini diterbitkan luas total area ritel 64.570 meter persegi.
Sebagai bagian dari Kelompok Usaha Kawan Lama, yang telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun,
Perseroan dikenal sebagai penyedia berbagai produk home improvement dan lifestyle dengan cakupan
jenis produk yang lengkap dari tingkat menengah sampai atas.

Merek ACE digunakan oleh Perseroan berdasarkan perjanjian lisensi dengan ACE Hardware Corporation.
Gerai-gerai Perseroan menjual lebih dari 60.000 produk lifestyle dan home improvement yang tercakup
dalam 15 kategori utama. Produk-produk yang dijual mencakup produk-produk bermerek ACE, maupun
merek lain yang dimiliki Kawan Lama ataupun yang hak distribusinya dikuasai secara eksklusif oleh
Kawan Lama, maupun merek-merek yang dibeli dari pihak ketiga, baik yang lokal maupun internasional.

Perseroan mengoperasikan dua jenis utama gerai ritel:

• ACE Home Center – gerai ritel dengan luas lebih dari 3.000 meter persegi, dan lebih fokus pada
produk-produk lifestyle. Pada tanggal penerbitan Prospektus ini, Perseroan mengoperasikan
4 (empat) gerai ritel jenis ini, berlokasi di Mal Artha Gading di Jakarta, Plaza IBCC di Bandung
seperti juga di Plaza Royal dan Pakuwon Supermal di Surabaya.

• ACE Hardware – gerai ritel dengan luas lebih kecil dari 3.000 meter persegi. Pada tanggal penerbitan
Prospektus ini, Perseroan mengoperasikan 20 (dua puluh) gerai ritel jenis ini, yang tersebar di
berbagai lokasi di Indonesia, dengan 12 (dua belas) gerai berlokasi di Jabodetabek.

Perseroan mengoperasikan fasilitas pergudangan dengan luas sekitar 7.700 meter persegi, yang disewa
dari Kawan Lama dan juga memiliki infrastruktur distribusi, logistik dan pengadaan yang tersentralisasi.
Pada tahun 2004, Perseroan memperoleh sertifikasi ISO 9001-2000 untuk sistem manajemen kualitas.

Untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan tahun-tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004, Perseroan mencatat penjualan bersih masing-masing sebesar
Rp 467,9 miliar, Rp 638,9 miliar, Rp 438,7 miliar dan Rp 346,6 miliar. Untuk periode yang sama, laba bersih
Perseroan mencapai masing-masing sebesar Rp26,3 miliar, Rp27,0 miliar, Rp17,5 miliar dan Rp13,1 miliar.

2. Sejarah dan Perkembangan

Perseroan berkantor pusat di Jakarta dan didirikan dengan nama PT Kawan Lama Home Center pada
tahun 1995 berdasarkan Akta Pendirian No. 17 tanggal 3 Pebruari 1995 yang dibuat dihadapan Benny
Kristianto SH, Notaris di Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri
Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-6190 HT.01.01.Th.95 tanggal
17 Mei 1995, dan telah dicatatkan dalam Buku Catatan Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan
No. 1668 / 1995 tanggal 13 September 1995, dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 102,
tanggal 22 Desember 1995, Tambahan No. 10484. Pada tanggal 28 Oktober 1997, nama Perseroan
dirubah menjadi PT Ace Indoritel Perkakas dan tanggal 28 Agustus 2001 dirubah lagi menjadi PT Ace
Hardware Indonesia. Perseroan membuka gerai ritel pertamanya pada tahun 1996 di Karawaci dan per
tanggal Prospektus ini diterbitkan, mengoperasikan 24 gerai ritel di berbagai lokasi di Indonesia.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa perubahan, perubahan terakhir dilakukan
berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Ace Hardware Indonesia
No. 33 tanggal 29 Agustus 2007, dibuat oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat
persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. W7-09693 HT .01.04TH2007 tanggal 4 September 2007, yang saat ini sedang dalam proses

61
pendaftaran perusahaan (Wajib Daftar Perusahaan) pada Kantor Suku Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kotamadya Jakarta Barat, setelah proses pemberitahuan pada Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia diterima oleh Kantor Notaris Fathiah Helmi, S.H. berdasarkan Surat
Keterangan No. 334/Ket/Not/IX/2007 tanggal 27 September 2007 yang dikeluarkan oleh Fathiah Helmi,
S.H., Notaris di Jakarta Pada saat diterbitkannya Prospektus ini, Perseroan masih dalam proses
pengurusan untuk mengumumkan adendum terakhir Anggaran Dasar Perseroan di dalam Berita Negara
Republik Indonesia.

Tabel berikut ini menyajikan capaian-capaian utama, penghargaan dan kejadian penting terhadap
Perseroan sejak pendiriannya:

Tanggal Capaian, Penghargaan dan Kejadian Penting


1995 • Pendirian dan penetapan Perseroan
1996 • Mendapatkan lisensi dari Ace Hardware Corporation
• Membuka gerai ritel pertama di Karawaci
1999 • Membuka gerai ritel pertama di luar Jakarta, yaitu di Balikpapan
• Memperkenalkan format ruko dan gerai independen
• Memperkenalkan program keanggotaan ACE
2003 • Membuka gerai ritel ke 10 di Istana Kuta Galleria, Bali
2004 • Menerima sertifikat ISO 9001 : 2000 untuk Kantor Pusat, gudang dan beberapa gerai ritelnya
• Menerima penghargaan Million Dollar Club dari Ace Hardware Corporation untuk rata-rata
pembelian
2005 • Pengenalan konsep ACE Home Center di ACE Mal Artha Gading
• ACE Mal Artha Gading mendapat penghargaan sebagai gerai ritel Hardware terbesar di
Indonesia oleh MURI
• Bekerja sama dengan “Index”, gerai furniture dan perlengkapannya, anggota dari Kelompok
Usaha Kawan Lama
2007 • Membuka outlet ke 24 di Depok, Jabodetabek

3. Keunggulan Perseroan

Keunggulan Perseroan secara historis maupun prospek ke depan seluruhnya berhubungan langsung
dengan gabungan beberapa keunggulan daya saing Perseroan, termasuk hal-hal berikut:

Perseroan mempunyai keunggulan untuk menarik pelanggan dan pemilik mal.

Walaupun ada sejumlah pemain ritel di Indonesia yang menawarkan produk-produk lifestyle dan home
improvement, Perseroan adalah salah satu pemain yang menawarkan produk-produk yang lengkap
berkisar dari produk tingkat menengah sampai dengan tingkat atas. Produk-produk Perseroan mencakup
beberapa jenis produk khusus dalam kategori yang spesifik. Perseroan berkeyakinan hal ini menciptakan
ragam produk yang unik dan memberikan keunggulan dalam persaingan. Seiring dengan terus
meningkatnya kegiatan renovasi dan pembelanjaan kebutuhan rumah untuk perbaikan gaya hidup,
Perseroan berkeyakinan berada dalam posisi yang ideal untuk memenuhi permintaan para konsumen
atas produk-produk tersebut. Disamping memikat para konsumen yang ingin memenuhi semua keperluan
pembelanjaan produk home improvement dan lifestyle di satu lokasi, besar dan daya tarik gerai ritel
Perseroan memungkinkan Perseroan menjadi calon penyewa yang menarik bagi para manajer properti
yang menyewakan bangunan untuk disewa sebagai gerai ritel Perseroan, terutama pusat perbelanjaan
atau mal. Para manajer properti ingin memanfaatkan volume lalu lintas konsumen yang ditimbulkan oleh
Perseroan dan juga ragam penyewa sehingga hal ini memberikan keunggulan daya saing Perseroan
dalam memperoleh perjanjian sewa tempat dengan persyaratan perjanjian yang menarik pada lokasi-
lokasi yang diminati.

62
Perseroan telah mengembangkan merek ACE sebagai penyedia terkemuka produk-produk home
improvement dan lifestyle di Indonesia

Perseroan berkeyakinan bahwa sejak pendirian, Gerai ACE telah berhasil mengembangkan reputasi
sebagai penyedia solusi satu tempat (‘one stop solution’) yang lengkap dan menarik untuk kebutuhan
produk-produk home improvement dan lifestyle. Perseroan telah melaksanakan berbagai inisiatif
pemasaran untuk mengembangkan merek gerai. Hal ini sangat penting terutama pada awal masa
pengembangan Perseroan dimana dahulu konsep gerai besar modern untuk produk renovasi rumah
dan perangkat rumah masih merupakan konsep baru di pasar Indonesia. Berbagai inisiatif pemasaran
dan pengalaman belanja yang ditawarkan telah membantu memperkuat kesetiaan para konsumen, seperti
dibuktikan oleh jumlah anggota loyalty program yang telah mencapai lebih dari 230.000 orang sampai
saat Prospektus ini diterbitkan.

Sebagai tambahan, dengan pengenalan Gerai ACE, seluruh produk-produk bermerek ACE, dan merek-
merek komplementer yang dimiliki oleh pemegang saham Kelompok Usaha Kawan Lama yaitu Krisbow
dan Kris dikenal oleh konsumen Indonesia sebagai merek yang merepresentasikan produk-produk
berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau.

Perseroan telah memiliki pengetahuan dan hubungan mendalam untuk dalam dan luar negeri

Dalam kurun waktu 12 tahun, Perseroan telah membuka sejumlah gerai ritel di segenap penjuru Indonesia.
Perseroan telah mengembangkan hubungan-hubungan dan pengetahuan mendalam sehubungan dengan
kegiatan operasi usahanya di dalam negeri, disamping pengadaan produk secara internasional melalui
Ace Hardware Corporation dan pihak-pihak ketiga. Pengetahuan ini memungkinkan Perseroan untuk
mengembangkan sistim membuka tempat gerai ritel baru dengan ekonomis yaitu mengurangi biaya-
biaya dan jumlah sumber daya manajemen yang diperlukan. Perseroan berkeyakinan bahwa pengetahuan
dan hubungan yang telah terbentuk ini merupakan hal yang tidak mudah untuk ditiru dan
merepresentasikan keunggulan Perseroan, terutama terhadap para pemain baru di pasar ini, baik pemain
dalam negeri maupun pemain internasional.

Pemesanan yang tersentralisasi memberikan keunggulan skala ekonomis kepada Perseroan untuk
memesan langsung dari penyalur/ produsen

Melalui pasokan dan pemesanan produk yang tersentralisasi untuk seluruh gerai, Perseroan menikmati
skala ekonomis dalam hal pembelian, penyimpanan dan distribusi. Hubungan Perseroan dengan Ace
Hardware Corporation khususnya, dimana Perseroan merupakan salah satu dari 50 konsumen terbesar
Ace Hardware Corporation di dunia, memberikan peluang untuk memperoleh diskon pemesanan yang
signifikan dan pembelian secara kredit dengan persyaratan yang menguntungkan. Sebagai tambahan,
besar skala pembelian membuat Perseroan dapat meningkatkan pembelian langsung dari para pemasok
pihak ketiga, terutama secara internasional, daripada distributor-distributor di dalam Indonesia, yang
membuat Perseroan mencapai marjin yang lebih tinggi pada produk-produk yang dijual.

Denah gerai dan praktek usaha Perseroan dirancang untuk menciptakan biaya operasi yang rendah
dan produktivitas yang tinggi serta menarik bagi pelanggan

Sehubungan dengan sifat produk yang ditawarkan Perseroan dan luas gerai ritelnya, Perseroan telah
berhasil memfokuskan diri untuk memaksimalkan efisiensi dan penggunaan ruang, disamping
meminimalkan biaya. Sesuai dengan keadaan gerai, Perseroan dapat mengoperasikan sistem rak dengan
tinggi 3 meter, termasuk penggunaan area jalan pelanggan untuk kegiatan promosi. Beberapa jenis
pengamanan telah menekan insiden pencurian sampai kurang dari 0,5% dari total penjualan, menurut
data Perseroan. Perseroan mendisain gerai ritel dengan sejumlah fitur untuk meningkatkan pengalaman
belanja bagi pelanggan. Di dalam tata letak gerai dengan jelas dibatasi per departemen dan Perseroan
menawarkan fasilitas-fasilitas komplementer, seperti tempat bermain dan rumah makan di sejumlah
Gerai ACE.

63
Perseroan mempertahankan fleksibilitas dalam hal memilih lokasi dan ukuran gerai untuk
memenuhi kebutuhan setempat

Dengan mengoperasikan sistem dua tingkatan dalam hal ukuran gerai, Perseroan mempertahankan
fleksibilitas dalam hal mencari lokasi untuk gerai ritel baru. Hal tersebut memungkinkan Perseroan untuk
mendesain gerai-gerainya untuk memenuhi permintaan setempat dan hal tersebut memungkinkan
Perseroan mengelola beban usahanya secara efisien. Walaupun secara historis Perseroan mencari
lokasi gerai di pusat perbelanjaan atau mal yang memiliki volume lalu lintas tinggi, Perseroan telah
berhasil mengembangkan lokasi-lokasi gerai ruko, seperti gerai ritelnya yang berlokasi di Pluit, dimana
Perseroan telah berhasil mengkonversikan beberapa ruko menjadi Gerai ACE, disamping bangunan
mandiri, seperti geraidi Bali. Perseroan akan senantiasa mencari lokasi-lokasi yang paling cocok untuk
gerai barunya sesuai dengan lokasi dimana gerai tersebut akan berada.

4. Strategi Perkembangan Perseroan

Perseroan bermaksud untuk mengimplementasikan beberapa strategi berikut untuk mendorong


perkembangannya di masa depan:

Membuka gerai ritel baru di posisi yang strategis di segenap penjuru Indonesia disamping
memperluas gerai yang ada

Perseroan bermaksud untuk mengembangkan usaha secara agresif melalui pembukaan gerai baru,
baik di kota-kota dimana Perseroan sudah ada maupun di lokasi strategis baru lain di Indonesia. Perseroan
bermaksud untuk membuka gerai-gerai baru di segenap penjuru Indonesia dan memperluas beberapa
gerai yang sudah ada, untuk menambah area penjualan Perseroan sampai sekitar 28.000 meter persegi
pada tahun 2008. Perseroan akan menentukan jenis dan ukuran gerai berdasarkan tingkat permintaan
yang diperkirakan dan ketersediaan lokasi yang sesuai. Perseroan juga bermaksud untuk membangun
dan membuka sebuah gerai baru di Alam Sutra,Tangerang, di atas tanah dan bangunan yang dimiliki
oleh Kelompok Usaha Kawan Lama, yang diperkirakan mencapai seluas 15.000 meter persegi pada
pertengahan tahun 2010.

Menawarkan produk-produk tambahan dan jasa komplementer untuk memanfaatkan infrastruktur


Perseroan yang sudah ada

Disamping meningkatkan efisiensi dan menambah gerai baru, Perseroan juga bermaksud untuk
memanfaatkan infrastruktur yang telah dimiliki untuk menawarkan produk dan jasa komplementer selain
meningkatkan jumlah dan kelengkapan kisaran produk. Contoh dari hal ini, Perseroan merencanakan
meluncurkan berbagai kemudahan jasa untuk pelanggan korporat. Dengan memberikan jasa-jasa yang
menarik untuk kelompok target konsumen yang spesifik, Perseroan bermaksud untuk meningkatkan
pendapatan dari kelompok konsumen ini, selain juga meningkatkan kesetiaan mereka dengan
menawarkan jasa-jasa yang tidak ditawarkan oleh para pesaing Perseroan. Perseroan senantiasa
memajukan produknya dengan memperkenalkan produk-produk baru, mengembangkan produk yang
sudah ada dan menarik produk yang sudah lama.

Terus meningkatkan marjin

Kinerja gerai-gerai Perseroan yang ada tetap menjadi kunci strategis pengembangan Perseroan. Selain
pertumbuhan penjualan melalui peluncuran merek dan produk baru, Perseroan juga bermaksud untuk
meningkatkan marjin operasional dengan mengurangi beban usaha. Perseroan berkeyakinan bahwa
hal tersebut akan dapat tercapai melalui beberapa inisiatif, termasuk memperbaiki sistem manajemen
persediaan, meningkatkan fokus pada pembelian langsung ke pemasok dari pada ke distributor,
mengurangi biaya pembelian melalui peningkatan kemampuan penawaran (bargaining power) dengan
meningkatkan jumlah gerai yang akan meningkatkan volume pembelian dari para pemasok dan dengan
meningkatkan keahlian para karyawan melalui berbagai pelatihan.

64
5. Hubungan Perseroan dengan Ace Hardware Corporation

Pada bulan Mei 1996, Perseroan menandatangani Perjanjian Lisensi dengan ACE Hardware Corporation.
Berdasarkan Perjanjian Lisensi tersebut, Perseroan membayar royalti kepada Ace Hardware Corporation
berdasarkan total penjualan ritel yang berasal dari gerai-gerai ritel ACE. Sebagai kompensasi dari
pembayaran royalti ini, Perseroan berhak untuk menggunakan merek ACE bagi gerai-gerainya dan secara
eksklusif membeli produk-produk ACE dari Ace Hardware Corporation. Selain itu, Perseroan juga berhak
untuk memanfaatkan jasa-jasa yang ditawarkan Ace Hardware Corporation, seperti menghadiri pameran
yang diadakan dua kali setiap tahun, pengetahuan operasi ritel dan pelatihan untuk tim pengadaan
barang. Walaupun akan berakhir pada tahun 2011, Perjanjian Lisensi ini dapat diperpanjang untuk jangka
waktu 15 tahun tambahan berdasarkan kesepakatan bersama antara Perseroan dan Ace Hardware
Corporation. Lihat Bab VII (mengenai Ikatan dan Perjanjian Penting dengan Pihak Ketiga).

Ace Hardware Corporation adalah suatu perusahaan tidak tercatat di bursa, perusahaan yang memiliki usaha
ritel didirikan pada tahun 1928 di Amerika Serikat, dan bergerak terutama dalam bidang penjualan produk
hardware dan wara laba dari merek ACE Hardware. . Per tanggal 31 Desember 2006, terdapat lebih dari
4.600 Gerai ACE yang tersebar di seluruh Amerika Serikat dan di 70 negara asing lainnya, namun sifat gerai-
gerai tersebut berbeda dengan gerai-gerai ritel Perseroan, dimana gerai-gerai di Amerika Serikat cenderung
lebih kecil dengan ukuran pada umumnya sampai dengan 1.000 meter persegi dan gerai-gerai tersebut
menawarkan kisaran produk yang cenderung tidak selengkap kisaran produk gerai-gerai Perseroan.

Pada tahun 2006, AceHardware Corporation membukukan penjualan sebesar USD 3,8 miliar, dimana
sebesar USD 158,5 juta berasal dari penjualan dari luar Amerika Serikat. Diestimasi bahwa penjualan
ritel Ace Hardware Corportion dan berbagai operasi wara laba mencapai lebih dari USD 12 miliar di
2006. Ace Hardware Corporation masuk ke pasar internasional pada tahun 1968 dan pada saat ini
berada di lebih dari 70 negara melalui perjanjian waralaba dengan para pihak ketiga di Timur Tengah,
Eropa, Asia, Amerika Utara dan Amerika Selatan.

6. Hubungan dengan Kawan Lama

PT Kawan Lama Sejahtera merupakan pemegang saham pengendali Perseroan dan terutama bergerak
dalam usaha distribusi penjualan dan pemasokan perangkat komersial dan industri di Indonesia. Kawan
Lama juga memiliki lisensi eksklusif untuk mengimpor dan menjual lebih dari 30 (tiga puluh) merek-
merek internasional termasuk Karcher, Metabo, Rubbermaid, Victorinox, Brabantia. Perseroan membeli
produk-produk, baik dari Kawan Lama dan pihak ketiga, dengan perjanjian komersial normal, dengan
jangka waktu kredit sampai dengan 90 hari. Sebagai tambahan, Perseroan menyewa 7.700 meter persegi
fasilitas pergudangan dari Kawan Lama.

Untuk 7 (tujuh) bulan berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan selama 2006, 2005 dan 2004, Perseroan
melakukan transaksi pembelian dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa yaitu Kawan Lama
sebagai berikut:

Tujuh bulan berakhir 2006 2005 2004


pada tanggal 31 Juli 2007
Jumlah pembelian (dalam jutaan Rp) 46.335 74.884 61.923 56.604
% dari pembelian 16% 16,2% 16,9% 23,6%

Untuk 7 (tujuh) bulan berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan selama 2006, 2005 dan 2004, Perseroan
melakukan transaksi penjualan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa yaitu Kawan Lama
sebagai berikut:

Tujuh bulan berakhir 2006 2005 2004


pada tanggal 31 Juli 2007
Jumlah penjualan (dalam jutaan Rp) 2.703 1.112 741 1.038
% dari penjualan 0,58% 0,17% 0,15% 0,30%

Sebagai tambahan hubungan usaha dengan Kawan Lama, Perseroan juga melakukan berbagai transaksi
terkait dengan Kelompok Usaha Kawan Lama, termasuk PT Home Center Indonesia.

65
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai hubungan Perseroan dengan Kelompok Usaha Kawan Lama,
lihat Bab VII. (Informasi mengenai Perseroan – Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan
Istimewa).

7. Prospek Usaha

Perseroan mengoperasikan salah satu rantai gerai ritel terbesar yang menyediakan produk home
improvement dan lifestyle di Indonesia. Sebagai bagian dari Kelompok Usaha Kawan Lama, Perseroan
merupakan bagian dari penjualan yang komprehensif, yang mencakup peralatan industrial, system
keamanan, furniture indoor dan outdoor. Perseroan menawarkan lebih dari 60.000 produk di bawah
15 kategori prinsipal, yang dibagi menjadi produk home improvement dan lifestyle. Sampai dengan
tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki 24 gerai ritel yang berlokasi di Jakarta dan seluruh
Indonesia, dengan luas bervariasi antara 795 meter persegi hingga 10.158 meter persegi.

Penjualan Perseroan dalam lima tahun terakhir adalah sebagai berikut :

(dalam Rp juta)
31 Juli 2007 2006 2005 2004 2003 2002
Penjualan Bersih 467.857 638.946 483.731 346.599 215.469 169.142

Kegiatan usaha Perseroan difokuskan pada operasi gerai ritel yang menjual produk home improvement
dan lifestyle untuk kelas menengah dan atas. Produk-produk Perseroan dijual melalui 24 gerai ritel yang
berlokasi di Jakarta dan seluruh Indonesia.

Uraian mengenai prospek usaha secara makro, persaingan, industri dan prospek usaha Perseroan dapat
dilihat pada Bab IX. Industri.

8. Gerai Ritel Perseroan

Pada tanggal penerbitan Prospektus ini, Perseroan mengoperasikan 24 Gerai ACE di seluruh Indonesia
yang beroperasi selama 365 hari dalam setahun, dengan rincian sebagai berikut:

Lokasi Gerai Tanggal Tanggal


Pembukaan Pembaharuan Sewa Kota Luas (m2)
Karawaci 02/04/96 31/01/08 Tangerang 1.225
Pasaraya 01/06/96 31/12/07 Jakarta 3.165
Puri Mall 05/07/97 31/05/09 Jakarta 4.046
Balikpapan Permai 28/11/99 30/11/08 Balikpapan 1.170
Galaxy 24/01/00 04/03/10 Surabaya 795
Batam 27/05/00 31/12/07 Batam 1.096
Panglima Polim 08/09/00 01/03/10 Jakarta 1.452
Kelapa Gading 09/11/00 28/12/10 Jakarta 946
Istana Plaza Bandung 28/11/01 28/02/12 Bandung 1.477
Istana Kuta Galeria 12/10/03 31/12/07 Bali 1.224
Sun Plaza 13/03/04 14/06/14 Medan 1.470
Pondok Indah 23/09/04 31/12/09 Jakarta 2.077
Artha Gading 06/06/05 27/05/10 Jakarta 10.158
Metropolitan 26/12/05 24/08/10 Bekasi 1.750
Panakukang 19/03/06 31/08/11 Makasar 3.349
Plaza IBCC 18/06/06 28/02/14 Bandung 8.742
Pluit 20/10/06 - (2) Jakarta 1.901
Royal Plaza 15/12/06 15/12/11 Surabaya 5.211
(1)
Tunjungan Plaza 01/02/07 Surabaya 847
Radio Dalam 30/06/07 28/03/12 Jakarta 1.823
Pakuwon 07/06/07 01/06/12 Surabaya 4.075
Pejaten 06/09/07 01/11/12 Jakarta 2.451
Cirebon 15/09/07 20/09/12 Cirebon 1.870
Margonda Raya 08/10/07 31/06/12 Depok 2.250
TOTAL 64.570

(1)
perjanjian kontrak sewa, yang sewaktu-waktu dapat berakhir dengan pemberitahuan sebulan sebelumnya
(2)
gerai milik sendiri

66
Dengan pengecualian gerai ritel di Pluit, semua tanah dan bangunan untuk gerai ritel Perseroan di sewa
dengan jangka waktu tiga sampai delapan tahun. Perseroan memiliki opsi untuk memperpanjang sewa
dengan jangka waktu yang sama. Lihat Bab VII. Perjanjian dengan pihak ketiga.

9. Penjelasan Departemen Utama

Kegiatan usaha Perseroan dioperasikan melalui lima departemen utama sebagai berikut:
• Operasi;
• Pengadaan dan Logistik;
• Penjualan dan Pemasaran;
• Pengembangan dan Pengawasan;
• Keuangan dan Penunjang.

Diagram organisasi Perseroan dapat dilihat pada Bab VII. (Struktur Organisasi Perseroan).

Operasi

Meskipun fungsi penjualan dilaksanakan pada setiap Gerai ACE, pengawasan operasi secara menyeluruh
dari gerai-gerai ritel Perseroan dan fungsi-fungsi lain, terutama yang berhubungan dengan persediaan,
penjualan dan logistik dipusatkan dan dijalankan dari kantor pusat Perseroan di Jakarta, berdasarkan masukan
dari berbagai gerai. Uraian-uraian dari tiap fungsi-fungsi yang dipusatkan ini dijabarkan sebagai berikut.

Keseluruhan kegiatan operasi Perseroan dilaksanakan oleh General Manager Operasi, yang bertanggung
jawab atas kelangsungan gerai-gerai dan memastikan bahwa gerai tersebut mencapai perkiraan anggaran
(budget) dan target yang telah ditetapkan sebelumnya dan melaporkan kegiatan operasi kepada Direksi.
Selain dari berhubungan langsung dengan para manajer gerai ritel, General Manager Operasi juga
bertindak sebagai penghubung dengan dua area manajer, yang berlokasi di Surabaya dan Bandung.

Setiap gerai dijalankan oleh manajer gerai, yang dibantu oleh dua sampai empat orang asisten manajer, yang
bertanggung jawab atas berjalannya gerai sehari hari dan membuat keputusan penting untuk kepentingan
gerai tersebut. Gerai terbagi atas lima belas departemen utama dan tiap departemen di pimpin oleh
1-2 supervisor, 1-2 spesialis produk, yang telah terlatih untuk menyediakan solusi bagi setiap pelanggan
untuk spesifikasi produk dan sampai dengan delapan tenaga penjualan, yang juga ditunjuk sebagai penasehat.

Tenaga kerja di gerai dibayar dengan dasar gaji yang berbeda-beda, komisi dan pembayaran insentif
lain, yang ditentukan berdasarkan kinerja individu, kinerja gerai atau kinerja Perseroan secara keseluruhan.
Lihat Bab. VIII. (Kegiatan Usaha dan Prospek Perseroan – Departemen Utama – Keuangan dan
Penunjang) untuk keterangan lebih lanjut tentang sumber daya manusia dan pelatihan.

Pengadaan dan Logistik

Pengadaan

Departemen Pengadaan menyediakan produk-produk yang dijual Perseroan dioperasikan secara terpusat
dari kantor pusat Perseroan di Jakarta. Fungsi pengadaan mencakup sekitar 50 tenaga pembelian (buyer),
yang terbagi menjadi 15 departemen, sebagai berikut:

Produk-produk Home Improvement Produk-produk Lifestyle


• Hardware · Automotive
• Home Appliance • Furniture
• Cleaning Aids • Houseware dan Gift
• Lawn dan Gardening • Sporting Goods dan Pet supplies
• Lighting
• Tools
• Outdoor Living
• Paint dan Sundries
• Plumbing Supplies dan Fixtures
• Electrical Supplies
• Miscellaneous

67
Peran dari departemen pengadaan adalah menyediakan produk-produk dari Ace Hardware Corporation,
Kelompok Usaha Kawan Lama dan pemasok pihak ketiga, dalam dan luar negeri, terutama dari Asia,
Eropa dan Amerika Serikat. Tanggung jawab utama dari para buyer termasuk:

• Pengadaan produk baru dan telah ada – Para buyer melakukan operasi sesuai pedoman yang
dikeluarkan oleh Perseroan dan setiap tahun menyetujui anggaran secara terpusat, yang memberikan
parameter berdasarkan tingkat persediaan, marjin, perputaran dan pendapatan. Pembeli diharuskan
untuk memutuskan pembelian produk baru ataupun yang telah ada dalam batasan-batasan ini.
Pada saat melakukan pemesanan ulang, buyer dapat menggunakan sistem persediaan terpusat
Perseroan untuk memeriksa tingkat persediaan di semua gerai dan membuat pemesanan
berdasarkan tingkat persediaan tersebut. Pemesanan untuk persediaan dari gudang Perseroan
dibuat harian, sementara pemesanan ke pemasok pihak ketiga dikumpulkan dan dibuat per minggu;

• Identifikasi produk baru yang dapat dijual di berbagai gerai Perseroan – Buyer bertanggung
jawab untuk mengidentifikasi dan menyediakan produk-produk baru dari departemennya yang mereka
anggap dapat melengkapi produk yang sedang ditawarkan oleh Perseroan. Pengadaan produk
baru tergantung pada persetujuan dari kepala buyer dari setiap departemen, yang anggarannya
disetujui setiap tahun oleh Direksi. Jika suatu produk baru melebihi anggaran, maka diperlukan
persetujuan Direktur Pengadaan. Salah satu sumber penting produk baru adalah pameran
perdagangan yang diadakan dua kali dalam setahun yang diselenggarakan oleh Ace Hardware
Corporation, dimana lebih dari 3.000 pemasok menawarkan produk mereka kepada pembeli waralaba
(franchisees). Selain itu, para buyer menghadiri sejumlah pameran independen, termasuk pameran
di Asia, Amerika Serikat dan Eropa.

• Mengembangkan dan memelihara hubungan dengan para pemasok Perseroan – Buyer


bertanggungjawab untuk mengembangkan dan memelihara hubungan dengan para pemasok
Perseroan, termasuk negosiasi perjanjian komersial dan persetujuan kegiatan pemasaran, seperti
program penjualan dan kegiatan promosi.

• Memberikan pelatihan tentang keistimewaan produk kepada karyawan gerai.– Setelah dilakukan
pengenalan tipe produk baru, buyer bertanggung jawab untuk memastikan bahwa staf di gerai-gerai
ritel telah diberi pelatihan secara memadai sehubungan dengan suatu produk. Hal ini biasanya
melibatkan departemen pelatihan yang melaksanakan kursus mengenai produk tertentu bagi
supervisor, yang selanjutnya supervisor tersebut melatih tenaga penjualan tingkat dasar di gerai
ritel;

• Melakukan koordinasi atas pemasaran dan promosi produk-produk baru– Para buyer juga
bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan departemen penjualan dan pemasaran, maupun
dengan pemasok untuk mengkoordinasikan kegiatan pemasaran dan promosi atas produk baru; dan

• Memastikan kualitas produk dari pemasok – Khusus untuk produk baru atau pemasok baru,
para buyer bertanggung jawab memeriksa fasilitas-fasilitas para pemasok dan memastikan kualitas
produk yang dibeli oleh Perseroan.

Selain para buyer memfokuskan pada pengembangan penjualan dan permintaan dalam departemennya,
Perseroan juga menunjuk account officer untuk mengelola pembelian dari Ace Hardware Corporation.
Staff tersebut melakukan pengecekan atas pembelian dari Ace Hardware Corporation di seluruh
departemen dan bertanggung jawab mengembangkan dan mempertahankan hubungan secara
keseluruhan.

Logistik

Perseroan mengoperasikan jaringan logistik dan distribusi yang terpusat. Penyimpanan utama atas
persediaan dilakukan Perseroan di fasilitas seluas sekitar 7.700 meter persegi di Tangerang, yang disewa
dari Kawan Lama dan Perseroan juga merencanakan untuk menyewa dan mengoperasikan pusat distribusi
seluas sekitar 1.500 meter persegi di Surabaya pada tahun 2008. Selain persediaan yang disimpan
secara terpusat, setiap gerai diharuskan untuk memiliki persediaan gerainya masing-masing.

68
Ketika pelanggan membeli suatu produk, tingkat persediaan, baik di dalam gerai maupun di Perseroan
secara keseluruhan berubah sesuai pembelian tersebut. Pada saat tingkat persediaan mencapai tingkat
yang telah ditentukan sebelumnya, store manager melalui sistem persediaan yang tersentralisasi
memberikan pemberitahuan dan meminta persetujuan untuk pemesanan baru dari gudang pusat.
Tergantung pada lokasi gerai, pemesanan yang dibuat oleh gudang biasanya diantar dalam 3 hari kerja
untuk area Jabodetabek dan 10 hari kerja jika di lokasi lain. Perseroan menggunakan delapan pengawas
persediaan, yang meninjau pola pembelian dan tingkat persediaan, dengan pendapat untuk membuat
laporan agar para buyer dapat memutuskan pembelian.

Untuk dapat mengantar produk ke berbagai gerai, Perseroan mengoperasikan armada yang terdiri atas
sekitar 35 mobil dari gudang pusat. Mobil ini disewa dari Kelompok Usaha Kawan Lama. Perseroan juga
memberikan layanan antar ke pelanggan, baik dari suatu gerai maupun dari gudang pusat, dengan
biaya tertentu (atau gratis jika pelanggan adalah anggota yang memenuhi persyaratan pembelian dalam
jumlah tertentu). Untuk mengelola layanan antar yang demikian, setiap gerai mengoperasikan dua
kendaraan.

Jadwal pengiriman kepada para pelanggan ditentukan oleh customer service di tiap gerai, pengiriman
dapat menggunakan kendaraan sendiri atau bekerjasama dengan jaringan logistik pusat, jika demikian,
maka pengiriman dilakukan dari gudang Perseroan.

Dalam rangka mengurangi tingkat persediaan, Perseroan mengadakan penjualan dengan potongan
harga (sale) dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan Oktober, dimana Perseroan berusaha
menjual produk lama.

Pemasaran

Departemen pemasaran Perseroan memiliki 30 pekerja professional full time, yang bertanggung jawab
menjalankan strategi pemasaran untuk mempromosikan Gerai ACE, juga merek merek khusus yang
dijual. Tujuan pemasaran merek Perseroan adalah untuk mengembangkan pengenalan merek dan
penerimaan pasar, serta untuk mengedukasi pasar mengenai konsep solusi satu tempat (‘one stop’)
bagi semua kebutuhan produk home improvement dan lifestyle. Mengingat pemasaran dan pengelolaan
merek merupakan faktor kunci bagi kemampuan Perseroan untuk menghasilkan marjin yang lebih baik
bagi produknya, Perseroan mengumpulkan dan menganalisa informasi atas target kelompok pelanggan
dan membuat suatu pola berdasarkan data yang diperoleh dari lebih dari 100.000 anggota aktif loyalty
program.

Tim internal iklan dan promosi Perseroan bekerja sama dengan setiap departement dari tim pengadaan
dan operasi untuk menghasilkan input kreatif yang dibutuhkan untuk mengiklankan dan mempromosikan
berbagai produk dan merek. Promosi ditentukan berdasarkan promosi nasional, promosi wilayah dan
promosi gerai, serta promosi untuk departemen tertentu dalam suatu gerai. Perseroan berusaha
menjalankan 5 kampanye promosi bulanan utama dalam setahun, dengan sejumlah promosi berkelanjutan
yang skalanya lebih kecil pada saat-saat lainnya.

Pengiklanan dan promosi dilaksanakan melalui bauran media yang komprehensif yang berbeda-beda
tergantung dari merek dan sifat produk. Berbagai media yang digunakan oleh Perseroan termasuk:

• Above-the-line advertising – iklan yang ditempatkan Perseroan di berbagai koran yang


didistribusikan secara luas, majalah, publikasi desain interior, billboards, iklan bergerak, televisi dan
radio.

• Below-the-line advertising – display visual dalam gerai dan di luar gerai, kegiatan dan promosi
dalam gerai, termasuk promosi hadiah dengan pembelian, yang seluruhnya dilakukan secara
berkesinambungan di berbagai gerai Perseroan, serta brosur yang dikirimkan langsung.

• Sponsor produk dan kegiatan– Perseroan mensponsori dan berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan
amal, dimana Perseroan bergabung dengan organisasi internasional seperti Unicef dan World Wildlife
Fund (WWF).

69
Selain mengiklankan merek produk yang dijualnya, Perseroan juga mengembangkan merek Gerai ACE
dan Ace Home Center. Perseroan mengoperasikan program keanggotaan, yang pada tanggal penerbitan
Prospektus ini, memiliki lebih dari 230.000 anggota terdaftar, dengan 100.000 di antaranya merupakan
anggota aktif. Dengan iuran awal Rp100.000,- (dan biaya pembaharuan tahunan sebesar Rp 50.000,-)
para anggota berhak mendapatkan akumulasi poin yang dapat ditukar dengan berbagai keuntungan,
diskon khusus untuk member dan keuntungan lainnya termasuk penghapusan biaya keanggotaan dan
instalasi dan pengiriman gratis atas pembelian di atas Rp 1.000.000. Rincian keanggotaan disimpan di
database pusat dan pola pembelian dari anggota program memberikan arahan yang berguna untuk
membantu Perseroan dalam menentukan inisiatif pemasaran.

Selain dari loyalty program, pada tahun 2007, Perseroan berencana untuk memperkenalkan program
keanggotaan korporasi, yang ditujukan bagi pelanggan yang membeli produk dengan skala yang lebih besar.
Program tersebut, yang ditujukan untuk pembelian melebihi Rp 10.000.000 menawarkan sejumlah keuntungan.
Perseroan sedang mempersiapkan skema kartu kredit bagi pelanggan korporasinya, dimana perusahaan
penerbit kartu kredit akan menawarkan para pelanggan korporasi suatu periode kredit atas pembeliannya
sampai 45 hari. Program ini sedang dipersiapkan oleh sebuah tim dengan lima eksekutif Perseroan.

Pengembangan dan Pengawasan

Pengembangan

Departemen ini terutama terlibat pada pengembangan dan perluasan gerai ritel Perseroan, selain
mengindentifikasi kesempatan baru untuk mengembangkan kegiatan usaha Perseroan.

Perseroan mempertimbangkan sejumlah faktor dalam membuka sebuah gerai baru atau pembangunan
kembali atau perluasan gerai ritel yang sudah ada, dimana faktor-faktor tersebut termasuk:

• Sosio-ekonomis dan demografi lain di area yang diusulkan;


• Ketersediaan lokasi yang cocok bagi gerai;
• Adanya gerai ritel produk home improvement dan lifestyle;
• Pembelanjaan modal (capital expenditure) yang diperlukan untuk membuka gerai ritel baru; dan
• Akses bagi infrastruktur distribusi dan logistic Perseroan.

Pada saat departemen pengembangan mengidentifikasi kesempatan membuka gerai atau pengembangan
usaha, akan melibatkan riset dan mempersiapkan suatu laporan yang berisi fakta-fakta yang bersangkutan.
Terutama yang berhubungan dengan perluasan atau pengembangan gerai, ditentukan berdasarkan
standar yang sudah ditetapkan oleh Perseroan, dimana telah dikembangkan pada pembukaan 24 gerai
ritelnya sejak 1996.

Para Direksi bertemu secara teratur untuk mendiskusikan kesempatan-kesempatan baru yang diidentifikasi
oleh departemen pengembangan, baik untuk gerai baru, pengembangan dari gerai yang telah ada atau
kesempatan pengembangan usaha baru. Ketika Direksi memutuskan untuk meneruskan suatu proyek
baru, Perseroan akan mencari tempat yang cocok, untuk gerai ritel baru dan menegosiasikan persyaratan
sewa properti. Jangka waktu sewa biasanya antara tiga sampai delapan tahun, tergantung jenis properti
tersebut.

Setelah persyaratan sewa disepakati, yang di tinjau oleh departemen General Affairs atau konsultan dari
luar, Perseroan pada umumnya melakukan persiapan dan membuka gerai baru dalam empat bulan.
Pelatihan staf baru biasanya dimulai dua bulan sebelum pembukaan suatu gerai. Perseroan juga
melakukan kampanye pemasaran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan gerai,
dengan spanduk dan selebaran yang mulai didistribusikan tiga bulan sebelum pembukaan. Kegiatan
pemasaran ditingkatkan dalam bulan dibukanya gerai tersebut, dan Perseroan menawarkan sejumlah
promosi dalam periode setelah pembukaan gerai. Gerai baru diberikan target awal produktivitas per
meter persegi, dan target ini ditinjau setiap triwulan oleh Direksi setelah pembukaan gerai.

Selain rencana pengembangan gerai, Direksi juga mempertimbangkan inisiatif pengembangan kegiatan
usaha baru pada suatu maksud tertentu dan menyetujui anggaran dan pelaksanaan rencana untuk
proyek tesebut.

70
Pengawasan

Departemen ini menyediakan pemeriksaan dan pengukuran fungsi, melalui empat prinsip utama:

• Quality Assurance – peran utama dari tim atas sepuluh pekerja professional ini adalah untuk
meyakinkan bahwa Perseroan secara seragam menerapkan prosedur standar pada semua Gerai
ACE, kantor pusat dan infrastruktur Perseroan lainnya sesuai dengan yang berlaku dan disyaratkan
dalam sertifikat ISO. Tim ini bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa prosedur standar Perseroan
sesuai dengan praktek yang berlaku dan meyakinkan bahwa praktek tersebut sedang dilaksanakan
dalam kesehariannya baik pada Gerai ACE maupun pada kantor pusat;

• Loss Prevention – tim ini mengkoordinasikan fungsi keamanan Perseroan, terutama yang
berhubungan dengan persediaan pada gerai ritel dan gudang, juga pada aktiva lainnya yang dimiliki
oleh Perseroan. Tim ini mengkoordinasikan pelatihan dan pengaturan dari personel keamanan dalam
gerai Perseroan dan manajemen program keselamatan;

• Audit – tim ini bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan audit secara teratur pada persediaan
dan kas kecil pada Gerai ACE dan gudang. Kas kecil di periksa tiap triwulan, dan persediaan di
periksa dua kali dalam setahun. Tim pemeriksa melaporkan hasil langsung kepada Direksi; dan

• Inventory Control – tujuan dari tim ini adalah untuk menganalisa alur persediaan Perseroan, terutama
untuk membantu buyer dalam memutuskan pembelian.

Keuangan dan Penunjang

Departemen keuangan dan penunjang menyediakan sejumlah bantuan terpusat, termasuk keuangan
dan akuntansi, sumber daya manusia, IT, general affairs dan legal. Sampai tanggal Prospektus ini
diterbitkan, departemen keuangan dan penunjang terdiri dari 60 orang professional.

Keuangan dan Akuntansi

Tim keuangan dan akuntansi Perseroan bertanggung jawab mengeluarkan laporan penjualan harian, juga
laporan keuangan setiap bulannya. Tim ini juga bertanggung jawab untuk mengeluarkan data keuangan
yang di perlukan oleh tim pengadaan dan Direksi untuk membuat anggaran dan rencana lainnya.

Sebagai tambahan, tim keuangan juga bertanggung jawab dalam mengatur tingkat uang tunai Perseroan
pada gerai ritel dan tingkat yang lebih luas. Setiap gerai ritel memiliki kepala kasir, yang membuat laporan
langsung kepada tim keuangan dan akuntansi. Mereka diharuskan membuat laporan harian dari tingkat
uang tunai, sesuai dengan laporan penjualan dan meyakinkan bahwa uang tunai tersebut disimpan
dengan baik di bank yang sesuai. Tim keuangan dan akuntansi juga meyakinkan bahwa pembayaran ke
pemasok di lakukan pada waktu yang tepat.

Sumber Daya Manusia dan Pelatihan

Perseroan melaksanakan program pelatihan yang komprehensif dan pengembangan profesional yang
berkelanjutan bagi para staf Perseroan. Pada umumnya, dua hingga tiga bulan sebelum pembukaan
gerai ritel baru, staf gerai direkrut dan dimutasikan, sehingga merupakan kombinasi antara pegawai
baru dan pegawai dari gerai yang telah ada. Semua staf baru diberikan program pelatihan untuk memahami
tentang cara Gerai ACE beroperasi, serta pelatihan mengenai pengenalan produk di departemen dimana
mereka dialokasikan. Selain dari program pelatihan awal, karyawan juga mengikuti pengarahan sedikitnya
sebulan sekali, baik yang diberikan oleh tim operasional sehubungan produk baru, ataupun dari pelatihan
yang diselenggarakan secara terpusat. Setiap karyawan diharapkan untuk mengikuti sedikitnya dua
minggu pelatihan setiap tahun, dan kinerja staf dievaluasi setiap enam bulan. Karyawan tingkat manajer
diharapkan telah terlatih di setiap bidang yang merupakan tanggung jawab mereka.

Keterangan lebih lanjut mengenai sumber daya manusia Perseroan dapat dilihat pada Bab VII. Keterangan
tentang Perseroan (Sumber Daya Manusia).

71
Teknologi Informasi

Perseroan memiliki bagian pennujang sistim yang kuat dan juga system laporan keuangan berbasis
Oracle. Kantor pusat Perseroan , gerai, gudang/pusat distribusi mempunyai jaringan melalui leased
lines, yang memungkinkan Perseroan mencatat secara tepat waktu dan secara otomatis atas pengaturan
pergerakan barang. Penjualan di setiap gerai di scan pada tempat penjualan (Point-of-Sale) dan tercatat
di pusat. Sistim distribusi pergudangan Perseroan terintegrasi dengan sistim persediaan terpusat. Sistim
ini dapat mengawasi tingkat persediaan sehingga pasokan barang ke setiap gerai dapat
berkesinambungan dan cepat.

Fungsi laporan keuangan dan manajemen pelanggan Perseroan juga terhubung dengan sistim penjualan
dan distribusi. Dengan penggunaan modul Oracle Financial E-Suite maka akun hutang usaha, piutang
usaha dan manajemen kas dan pembelian dapat dilakukan lebih efisien dan semua data akun tesebut
langsung masuk ke buku besar Perseroan. Database pelanggan dari program keanggotaan Perseroan
langsung ter up date pada tempat penjualan sehingga profil pembelanjaan dapat teranalisa untuk
digunakan oleh kegiatan pemasaran dan promosi.

Selain modul Oracle Financial E-Suite, semua sistim aplikasi yang ada di kembangkan oleh bagian
Teknologi Informasi dan pengembangan aplikasi Perseroan.

10. Pemasok

Perseroan mengadakan produk yang dijualnya dari Ace Hardware Corporation, Kawan Lama dan pemasok
pihak ketiga. Perseroan memilih pemasok berdasarkan berbagai faktor termasuk kualitas dan harga
produk mereka, serta kemampuan mereka untuk mengirimkan produk tersebut pada waktu yang telah
ditentukan. Perseroan menginstruksikan beberapa pemasok pihak ketiganya untuk memberikan merek
atas produknya yang dilisensikan dari pemegang saham Kelompok Usaha Kawan Lama, termasuk Krisbow
dan Kris.

Sepuluh pemasok utama Perseroan berdasarkan jumlah pembelian merupakan 54,5%, 38,5%, 49,3%
dan 47,3% dari Harga Pokok Penjualan Perseroan untuk tujuh bulan yang berakhir
31 Juli 2007 dan untuk tahun 2006, 2005 dan 2004. Perincian dari sepuluh pemasok utama Perseroan
untuk tahun yang berakhir 31 Juli 2007 adalah sebagai berikut:

No. Nama Pembeli Yurisdiksi Jumlah Pembelian Proporsi Jumlah Harga


(Rp juta) Pokok Penjualan(%)
1. Kawan Lama Indonesia 43.838 22,8
2. ACE Hardware Corporation Amerika Serikat 17.695 9,2
3.. Foshan Co. China 10.098 5,2

Tidak ada pemasok lainnya yang menyediakan lebih dari 5% dari harga pokok penjualan Perseroan
dalam periode tujuh bulan yang berakhir 31 Juli 2007.

Negosiasi dan pengadaan produk yang akan dibeli dilakukan oleh tim pengadaan terpusat Perseroan.
Dapat dilihat pada Bab VIII. ( Kegiatan dan Prospek Usaha – Departemen Utama - Pembelian).

Pada umumnya, Ace Hardware Corporation dan Kelompok Usaha Kawan Lama memberikan Perseroan
jangka waktu kredit hingga 90 hari dan 60 hari dari tanggal faktur, yang berlaku sejak diterbitkan invoice
yang terjadi pada saat pengiriman barang. Pemasok pihak ketiga internasional biasanya meminta
Perseroan membayar hingga 30% dari biaya pembelian pada saat pemesanan, dimana sisa 70% harus
dibayarkan pada saat barang siap dikirim. Pemasok pihak ketiga dalam negeri, umumnya menyediakan
jangka waktu kredit hingga 90 hari dengan produk-produk tertentu yang diambil secara konsinyasi.
Perseroan memperkirakan bahwa untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2006, sekitar 11% dari total
pembelian dilakukan secara konsinyasi.

72
11. Persaingan

Perseroan merupakan salah satu jaringan pengecer terbesar di Indonesia untuk produk home improvement
dan lifestyle. Perseroan berkeyakinan hingga kini tidak terdapat persaingan langsung yang menyediakan
berbagai produk yang lengkap dengan berbagai merek dari produk yang serupa. Namun Perseroan juga
menyadari bahwa ada beberapa pengecer yang menyediakan produk home improvement dan lifestyle
yang mungkin bersaing dengan beberapa produk yang ditawarkan Perseroan. Dengan demikian,
Perseroan menghadapi persaingan tidak langsung dari department store, hypermarket, supermarket,
toko bangunan dan toko hardware khusus, yang menawarkan produk-produk yang menarik target
pelanggan yang sama. Lihat Bab IX. Industri.

Perseroan menyadari akan adanya persaingan tidak langsung, antara lain, adalah:

Nama Perusahaan Kegiatan Usaha


Mitra 10 Hardware dan bahan bangunan
Depo Bangunan Bahan bangunan
Rumah Kita Hardware & Home Improvement
Toko Perkakas Krisbow (ter-afiliasi) Hardware
BJ Bangunan Bahan Bangunan
Carrefour Supermarket & Hypermarket
Hypermart Hypermarket

12. Asuransi

Perseroan menutup asuransi dengan pihak ketiga sehubungan dengan operasinya, termasuk:

No Jenis Asuransi Obyek Asuransi Tertanggung Penanggung No. Polis Jangka Waktu Jumlah
Pertanggung
1 Property All Metropolitan Mall PT Ace Hardware PT Panin Insurance A.0107.01.0371. 09-Jan-07 09-Jan-08 USD. 640,000.00,
Risks Insurance Lantai 1,unit 112, Indonesia PAR/
Jl. K.H. Nur Ali RT. 008,
RW. 002, Pekayon Jaya
Bekasi 17148
2 Property All Risks Jl. Pluit Indah Raya, PT Ace Hardware PT Panin Insurance A.0107.07.0578.PAR 18-Jul-07 18-Jul-08 USD. 1,000,000.00,.
Insurance No. 168 M-168 S, Indonesia
Jakarta Utara
3 Property All Risks Komplek Tanah Mas PT Ace Hardware PT Panin Insurance A.0107.07.0579.PAR 18-Jul-07 18-Jul-08 USD. 475,000.00, .
Insurance Blok B No. 3-6, Indonesia
Jl. Laksamana Bintan,
Sungai Panas, Batam
29423
4 Property All Risks Lippo Supermal Karawaci PT Ace Hardware PT Panin Insurance A.0107.07.0583.PAR/ 18-Jul-07 18-Jul-08 USD. 775,000.00,
Insurance Pintu Timur Lantai Dasar Indonesia PT Panin Insurance
G#2-3, Karawaci,
Tangerang
5 Property All Risks Jl. Panglima Polim Raya PT Ace Hardware PT Panin Insurance A.0107.07.0582.PAR 18-Jul-07 18-Jul-08 USD. 1.169.38,
Insurance No. 73, Kebayoran Baru, Indonesia
Jakarta Selatan
6 Property All Risks Mall Puri Indah PT Ace Hardware PT Panin Insurance A.0107.07.0580.PAR 18-Jul-07 18-Jul-08 USD. 1,725,000.00,
Insurance Lantai Dasar, Indonesia
Jl. Puri Agung No. A3,
Jakarta Barat 11610
7 Property All Risks Royal Plaza Lantai 2, PT Ace Hardware PT Panin Insurance A.0106.11.0434.PAR 14-Nop-06 14-Nop-07 USD. 2,920,000.00,
Insurance Jl. A. Yani No. 16-18, Indonesia
Surabaya 60231
8 Property All Risks Komplek Pertokoan Bank International PT Panin Insurance A.0106.11.0434.PAR 15-Des-06 15-Des-07 USD. 600,000.00,
Insurance Mall Balikpapan Permai Indonesia Tbk. qq.
Blok F1 No. 09-11, PT Ace Hardware
Jl. Jend. Sudirman Indonesia
Balikpapan 76114,
Kalimantan Timur
9 Property All Risks Pakuwon Supermal, PT Ace Hardware PT Panin Insurance A.0107.06.0771.PAR 21-Jun-07 21-Jun-08 USD. 2,500,000.00,
Insurance Lantai LG & G, Indonesia
Jl. Puncak Indah Lontar,
No. 2, Surabaya 60123
10 Property All Risks Galaxi Mall, Lantai 2, Bank International PT Panin Insurance A.0107.04.0661.PAR 18-Apr-07 18-Apr-08 USD. 475,000.00,
Insurance Jl. Dharmahusada Indah Indonesia Tbk. qq.
Timur, No. 37, Surabaya PT Ace Hardware
60115 Indonesia
11 Property All Risks Pondok Indah Mall, PT Ace Hardware PT Panin Insurance A.0107.04.0664.PAR 14-Apr-07 14-Apr-08 USD. 1,150.000.00, .
Insurance Lantai2, Blok B2, Pondok Indonesia
Pinang, Kebayoran Lama,
Jakarta Selatan
12 Property All Risks Plaza IBCC, Lantai Dasar PT Ace Hardware PT Panin Insurance A.0107.06.0602.PAR 21-Jun-07 21-Jun-08 USD. 2,920,000.00,
Insurance & Lantai I, Jl. Jend. A. Yani Indonesia
No. 296, Bandung 40271
13 Property All Risks Mal Artha Gading, PT Ace Hardware PT Panin Insurance A.0107.06.0604.PAR 17-Jun-07 17-Jun-08 USD. 4,357.48
Insurance Lantai Dasar B7/12dan Indonesia
Lantai 1 B1/4,Jl. Boulevar
ArthaGading, Jakarta
Utara

73
14 Property All Risks Tunjungan Plaza I Unit 1G PT Ace Hardware PT Panin Insurance A.0107.06.0770.PAR 15-Jun-07 15-Jun-08 USD. 350,000.00,
Insurance 15-20, 97-98, 103-106, Indonesia
Jl. Basuki Rachmat,
No. 8-12, Surabaya
60261
15 Property All Risks Gedung Panakukang Square, PT Ace Hardware PT Panin Insurance A.0107.03.0902.PAR 22-Mar-07 22-Mar-08 USD. 1,350,000.00,
Insurance Jl. Adyaksa,Komplek Indonesia
Panakukang Mas, Makassar
16 Property All Risks Istana Plaza, Jl. Pasir Kaliki, Bank International PT Panin Insurance A.0107.01.0367PAR 22-Jan-07 22-Jan-08 USD. 1,432.53
Insurance No. 121-123, Bandung 40171 Indonesia Tbk. qq.
PT Ace Hardware
Indonesia
17 Property All Risks Komp. Perumahan Bangunan PT Bank Central PT Panin Insurance A.0107.03.0632PAR 13-Mar-07 13-Mar-08 USD. 150,000.00,
Insurance Multiguna (Three In One Asia Tbk. Cabang
Building),Jl. Raya Serpong Puri Indah qq PT Ace
Blok D No. 3, Tangerang Hardware Indonesia
15325
18 Property All Risks Jl. Cikupamas Raya No. 12, PT Ace Hardware
Insurance Kawasan Pergudangan, Indonesia PT Panin Insurance A.0107.01.0362PAR 09-Jan-07 09-Jan-08 USD. 7,000,000.00,
Cikupamas, Tangerang
19 Property All Risks Glodok Makmur No.18-20, Bank International PT Panin Insurance A.0106.12.9160 31-Des-06 31-Des-07 USD. 150,000.00,
Insurance Jl. Hayam Wuruk, Indonesia Tbk. qq.
Jakarta Barat PT ACE Hardware
Indonesia qq Kuncoro
Wibowo
20 Property All Risks Sun Plaza Lantai 1, PT Ace Hardware
Insurance Zone C 10-11-12-20-21-22, Indonesia PT Panin Insurance A.01.66.06.001125 12-Des-06 12-Des-07 USD. 950,000.00,
Jl. H.Z. Arifin, Medan 20152

Dari waktu ke waktu, Perseroan telah melakukan klaim asuransi dalam kegiatan usahanya. Perseroan
tidak pernah melakukan klaim lain yang material atau memiliki kewajiban yang material yang timbul dari
operasionalnya selama tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004, 2005 dan 2006
atau tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 July 2007.

13. Properti

Penjelasan mengenai properti Perseroan dapat dilihat dalam Bab VII (Keterangan tentang Perseroan –
Aktiva Tetap).

14. Hak Kekayaan Intelektual

Perseroan tidak memiliki nama dagang, merek atau hak kekayaan intelektual lainnya. Perseroan memiliki
hak untuk menggunakan nama ACE untuk gerai-gerainya dari ACE Hardware Corporation, dan hak
untuk menggunakan merek Kris dan Krisbow dari pemegang saham Kelompok Usaha Kawan Lama.

15. Litigasi

Keterangan mengenai litigasi yang melibatkan Perseroan dapat dilihat pada Bab VII
(Keterangan tentang Perseroan – Perkara yang Dihadapi).

74
BAB IX. INDUSTRI

INDUSTRI RITEL DAN HOME IMPROVEMENT DI INDONESIA

Informasi yang tercantum dalam bagian ini dan bagian lain dari Prospektus yang terkait dengan latar
belakang industri didasarkan atas berbagai publikasi publik dan Pemerintah Indoesia. Perseroan tidak
menjamin keakuratan informasi ini, yang mungkin tidak konsisten dengan informasi lain yang diolah dari
dalam maupun luar Indonesia. Informasi ini tidak diverifikasi secara independen oleh Perseroan,
Koordinator Global atau penasehatnya yang terkait dan seharusnya tidak menjadi dasar pertimbangan.

Kegiatan usaha Perseroan difokuskan pada operasi gerai ritel yang menjual produk home improvement
dan lifestyle untuk kelas menengah dan atas. Produk-produk Perseroan dijual melalui 24 gerai ritel yang
berlokasi di Jakarta dan seluruh Indonesia. Berikut ini adalah keterangan mengenai sektor ritel dimana
Perseroan beroperasi.

Industri Ritel di Indonesia

Para pelanggan di Indonesia dapat membeli home improvement dan produk lifestyle melalui sejumlah
penyalur ritel, termasuk department stores, peritel barang dagang umum, peritel produk rumah dan
furniture dan peralatan rumah tangga, peritel barang yang tidak habis dipakai (durables) dan peritel
barang dagang umum. Ada penyaluran penjualan alternatif termasuk home shopping, peritel internet
dan penjualan langsung.

Industri ritel di Indonesia sangat terfragmentasi, dimana sebagian besar adalah gerai independen
tradisional yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Department stores utama baik lokal maupun
asing dan rantai peritel, seperti Matahari Department Store dan Carrefour, telah berkembang dalam
beberapa tahun terakhir, walaupun format ritel seperti ini secara relatif tetap merupakan bagian kecil dari
industri ritel secara umum di Indonesia.

Gerai ritel di Indonesia pada umumnya berupa rumah toko kecil, namun infrastruktur ritel yang lebih
modern seperti pusat perbelanjaan dan hypermarket, menjadi semakin populer. Jumlah luas pusat
perbelanjaan di Jabodetabek meningkat kurang lebih 13% atau sekitar 512.000 meter persegi di tahun
2006 berdasarkan 14 mal baru dengan total luas 4,3 juta meter persegi. Pusat perbelanjaan ini biasanya
berlokasi di wilayah padat penduduk dan memberikan akses yang mudah di satu lokasi bagi para
pelanggan ke sejumlah gerai-gerai khusus seperti Ace Hardware.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Industri Ritel di Indonesia

Menurut statistik Bank Indonesia, Produk Domestik Bruto/PDB (Gross Domestic Product/GDP) nominal
Indonesia tumbuh sebesar 5,5% y-o-y 2006. Antara tahun 2000 dan 2006 produk domestik bruto meningkat
dari Rp 1.389.770 miliar menjadi Rp 3.338.196 miliar (dengan dasar 2006), mencerminkan CAGR sebesar
15,7%.

Pada tahun 2006, PDB per kapita (harga 2006) adalah Rp 15.0 juta, naik 18,3% dari PDB per kapita
pada tahun 2005 sebesar Rp 12.7 juta. Kegiatan ekonomi terbesar berada di ibukota Jakarta, dimana
pada tahun 2005 merupakan PDB per kapita tertinggi (tidak termasuk minyak dan gas) sebesar Rp 49
juta, lebih dari dua kali PDB propinsi tertinggi kedua setelah Jakarta.

75
Dalam enam tahun terakhir, menurut data dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, upah bulanan
rata-rata (nominal) di Indonesia telah tumbuh dengan CAGR sebesar 11,8% dari Rp 430.197 pada tahun
2000 menjadi Rp 839.996 pada tahun 2006. Pada tahun 2006, upah rata-rata bulanan (nominal) tumbuh
sebesar 14,9%, sedangkan menurut data Bank Indonesia, pada bulan Desember 2006 inflasi meningkat
sebesar 6,6% bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya (year on year). Belanja konsumsi swasta
juga tumbuh dengan CAGR sebesar 16,0% selama enam tahun terakhir menjadi Rp 2.092.655 miliar
(harga 2006).

Industri DIY Home Improvement di Indonesia

Pusat Home improvement merupakan peritel khusus yang melakukan penjualan barang-barang bagi
perbaikan rumah dan proyek konstruksi. Barang-barang tersebut mencakup peralatan dan perlengkapan
pembangunan, pipa air dan peralatan listrik, furnishings, wallpaper, cat, rak dan lemari dan lantai serta
barang dagang umum bagi keperluan rumah. Barang dagang umum mencakup peralatan pembersih,
furnitur luar ruangan, peralatan dan perlengkapan kebun, asesoris kendaraan bermotor, mainan dan alat
olahraga, keperluan hewan piaraan, perlengkapan kolam, perlengkapan dapur, dan peralatan listrik rumah.

Pelanggan toko pusat home improvement mencakup pelanggan umum yang bermaksud untuk melakukan
sendiri proyek perbaikan rumah mereka, maupun pelanggan profesional yang terlibat dalam proyek
tertentu, misalnya membangun dan merenovasi rumah, pembangunan dan pengembangan properti,
dan pelanggan komersial seperti pengelola rumah makan, hotel dan bisnis komersial lainnya.

Direksi Perseroan berkeyakinan bahwa Gerai ACE merupakan satu-satunya gerai ritel yang menawarkan
berbagai produk home improvement dan barang dagang umum yang komprehensif di Indonesia. Bila
dibandingkan, pasar ritel yang lebih mapan seperti Amerika Serikat, berdasarkan data Asosiasi Hardware
Ritel Amerika Utara (North American Retail Hardware Association), meliputi 20.200 gerai-gerai hardware
dan 10.100 pusat perlengkapan rumah (home centres) di tahun 2005, yang telah mencapai penjualan
masing-masing USD33,5 miliar dan USD163.2 miliar.

Persaingan

Direksi Perseroan berkeyakinan bahwa Perseroan tidak menghadapi persaingan secara langsung yang
menawarkan berbagai produk home improvement dan lifestyle untuk kelas menengah atas. Namun,
mengingat banyaknya jenis produk home improvement dan lifestyle yang dijual, Perseroan bersaing
dengan berbagai perusahaan dari gerai khusus kecil hingga peritel umum besar yang menawarkan
alternatif atas produk yang ditawarkan Perseroan, termasuk Depo Bangunan, BJ Bangunan, Mitra 10
dan Rumah Kita, Toko Perkakas Krisbow, Carrefour, dan Hypermart.

76
Gerai khusus kecil berfokus pada penjualan yang terbatas pada jenis produk tertentu, seperti lampu,
peralatan listrik atau perkakas dan sebagainya, sementara gerai yang lebih besar bersaing secara
langsung dengan menjual berbagai produk home improvement yang lebih lengkap.

Untuk barang dagang umum, pesaing ACE di Indonesia termasuk Carrefour dan Hypermart. Operator
ritel lainnya bersaing melawan Perseroan dalam beberapa bagian yang merupakan produk yang
ditawarkan oleh ACE Hardware seperti peralatan olahraga dan mainan.

Faktor yang mempengaruhi industri DIY Home Improvement di Indonesia

Perseroan berkeyakinan bahwa selain faktor yang mempengaruhi industri ritel umum di Indonesia
sebagaimana telah dijelaskan di atas, perkembangan sektor properti Indonesia juga secara langsung
mempengaruhi pasar dimana Perseroan beroperasi.

Perseroan berkeyakinan bahwa sektor properti di Indonesia akhir-akhir ini juga didukung oleh, termasuk
di antaranya, perekonomian yang stabil dan terus bertumbuh, urbanisasi yang berkelanjutan, tingkat
bunga yang relatif lebih rendah, dan harga tanah yang secara relatif lebih terjangkau. Hal ini telah
mendorong pertumbuhan dan perkembangan sektor properti, yang merupakan sumber permintaan akan
peralatan, produk rumah dan bangunan.

Pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang cepat terus mendorong permintaan akan perumahan di
Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik Indonesia, populasi Indonesia meningkat sebesar 13,7%
dari 195,3 juta di tahun 1995 menjadi 222,1 juta di tahun 2006, menunjukkan CAGR sebesar 1,2%.
Proporsi populasi yang tinggal di wilayah perkotaan tumbuh dari sebesar 12,4% dari populasi di tahun
1950 menjadi 48,1% di tahun 2005, sesuai dengan statistik Divisi Populasi Perhimpunan Bangsa Bangsa
(United Nations). Divisi Populasi PBB memperkirakan bahwa angka tersebut akan terus meningkat, dan
di tahun 2015 akan menjadi 58,5% dari estimasi populasi sebesar 251,6 juta, atau sekitar 147,4 juta
penduduk.

Rumah tangga baru juga akan terbentuk dengan tingkat yang cepat di Indonesia, yang memberikan
kontribusi bagi permintaan perumahan. Menurut data CEIC, sebuah lembaga riset independen, antara
tahun 1995 dan 2005 jumlah rumah tangga tumbuh dari sebesar 27,7% dari Rp 46.9 juta di 1995 menjadi
Rp 58.3 juta di 2005, menunjukkan CAGR sebesar 2,2%, melebihi tingkat pertumbuhan populasi.

Menurut Badan Pusat Statistik, pada tahun 2006 sektor perumahan merupakan sekitar 17,6% dari nilai
pekerjaan konstruksi di Indonesia, meningkat dari 14,2% di tahun 2001. Nilai pekerjaan konstrusi
perumahan tumbuh sebesar 12,5% CAGR dari Rp 4.352 miliar di tahun 2001 menjadi Rp 7.845 miliar di
tahun 2005.

77
(dalam miliar Rp)
Nilai Pekerjaan Konstruksi yang Telah Diselesaikan
Sektor 2001 2005 CAGR (%)
Perumahan 4,352 7,845 15.9
Total Konstruksi 30,750 44,578 9.7
Sumber: Badan Pusat Statistik

Menurut data dari Bank Indonesia, pembelanjaan konstruksi tumbuh pada tingkat CAGR sebesar 21,7%
antara tahun 2000 dan 2006 dari Rp76.573 miliar menjadi Rp249.128 miliar (tingkat harga 2006). Pada
waktu yang sama, kontribusi konstruksi bagi GDP juga meningkat dari 5,5% di tahun 2000 menjadi 7,5%
pada tahun 2006.

Tingkat suku bunga pada umumnya menunjukkan kecenderungan yang menurun ke tingkat 8,25% pada
bulan Juli 2007 (Bank Indonesia). Perseroan berkeyakinan bahwa kondisi tingkat suku bunga rendah
dapat terus mendorong permintaan properti dan oleh karenanya akan mengkontribusikan permintaan
akan produk peralatan dan perumahan di Indonesia.

Peraturan dan Perijinan

Perseroan bukan merupakan gerai penjual bahan pokok sehingga tidak terikat oleh peraturan pemerintah.
Perseroan juga tidak termasuk sebagai supermarket yang diatur oleh peraturan pemerintah karena
pengaruhnya terhadap pasar tradisional.

Sampai saat ini, manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa tidak ada peraturan khusus yang mengatur
gerai seperti Gerai ACE. Industri ritel pada umumnya diatur melalui perijinan usaha yang dikeluarkan
oleh pemerintah daerah dan undang-undang konsumen secara umum. Peraturan usaha secara umum
dan undang-undang konsumen diterapkan pada hampir seluruh perusahaan komersial dan tidak spesifik
hanya di sektor ritel.

Prospek Usaha Perseroan di Masa Mendatang bagi Pasar Ritel dan Home Improvement di Indonesia

Perseroan berkeyakinan bahwa Perseroan memiliki posisi yang menguntungkan bagi prospek-prospek
berikut:

• Permintaan yang meningkat akan perumahan, didorong oleh peningkatan jumlah rumah tangga
dan populasi perkotaan yang semakin berkembang
• Konsumsi swasta yang meningkat, termasuk permintaan akan properti residensial yang berkualitas
tinggi, didorong oleh upah yang meningkat dan daya beli yang membaik
• Kondisi tingkat suku bunga yang rendah mendorong pengembangan properti dan selanjutnya
mendorong permintaan akan barang dagang produk home improvement dan home product.
• Peningkatan kegiatan ekonomi domestik mendorong pengembangan properti residensial dan komersial.

78
BAB X. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING

Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting Perseroan untuk periode 7 (tujuh)
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2006, 2005, 2004, 2003 dan 2002.

Laporan Keuangan untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan tahun-
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005, 2004 telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Aryanto Amir Jusuf & Mawar dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan
Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2006 telah di review oleh kantor
akuntan publik Aryanto Amir Jusuf & Mawar untuk tujuan perbandingan. Laporan Keuangan yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2003 dan 2002 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Drs. L.K.Surbakti dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

NERACA
(dalam jutaan Rp)
Keterangan Per 31 Juli Per 31 Desember
2007 2006 2006 2005 2004 2003 2002
(tidak
diaudit)
AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas dan Bank 4.395 3.205 8.017 5.976 5.413 7.349 6.628
Piutang Usaha 5.643 13.970 13.135 13.995 1.958 3.127 3.012
Piutang Lain-Lain 10.738 298 622 323 26 111 181
Persediaan 90.768 60.064 101.276 62.671 28.389 28.489 26.152
Beban Dibayar di Muka 14.481 10.296 9.133 705 3.167 3.498 3.443
Pajak Dibayar di Muka - 822 - - - - -
Uang Muka Pembelian 45.653 39.827 37.130 17.402 11.189 11.300 1.283
Jumlah Aktiva Lancar 171.678 128.482 169.313 101.072 50.142 53.875 40.700

AKTIVA TIDAK LANCAR


Piutang Hubungan Istimewa 39.583 25.033 915 14.401 18.354 0 0
Beban Dibayar di Muka Jangka Panjang 6.115 260 2.507 6.884 974 0 0
Aktiva Pajak Tangguhan 2.554 1.368 1.706 1.105 674 0 0
Aktiva Tetap 43.272 21.499 42.673 15.459 8.920 7.097 6.616
Aktiva Lain-Lain 7.449 5.232 5.247 4.798 4.235 2.659 1.730
Jumlah Aktiva Tidak Lancar 98.972 53.393 53.047 42.648 33.157 9.756 8.346

JUMLAH AKTIVA 270.650 181.875 222.361 143.721 83.299 63.631 49.045

KEWAJIBAN DAN EKUITAS


KEWAJIBAN LANCAR
Hutang Bank Jangka Pendek 61.856 55.626 54.011 24.995 15.390 18.561 16.697
Hutang Usaha 49.245 29.644 34.984 34.624 24.203 22.890 14.646
Uang Muka Pelanggan 3.602 1014 945 1.096 1.165 0 0
Hutang Lain-Lain 5.075 2.221 8.378 3.733 3.179 2.914 1.618
Beban yang Masih Harus Dibayar 4.305 2.412 2.446 1.497 957 653 852
Hutang Pajak 7.671 1.777 6.052 2.763 5.718 1.008 906
Hutang Bank Jangka Panjang Jatuh Tempo
Dalam 1 tahun 9.399 5.852 16.353 2.537 207 235 332
Jumlah Kewajiban Lancar 141.154 98.547 123.170 71.246 50.819 46.260 35.051

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR


Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja 11.180 7.196 8.450 5.441 3.484 1.008 0
Hutang Bank Jangka Panjang dikurangi
Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun 10.555 12.575 9.332 6.634 118 154 31
Kewajiban pajak tangguhan 0 0 0 0 0 385 959
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 21.735 19.771 17.781 12.075 3.602 1.548 990

EKUITAS
Modal Saham 40.000 40.000 40.000 40.000 15.823 7.200 7.200
Saldo Laba 67.761 23.557 41.410 20.399 13.055 8.623 5.805
Jumlah Ekuitas 107.761 63.557 81.410 60.399 28.878 15.823 13.005

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 270.650 181.875 222.361 143.721 83.299 63.631 49.045

79
LABA RUGI
(dalam jutaan Rp)
Keterangan Tujuh bulan yang Tahun yang berakhir
berakhir pada 31 Juli pada 31 Desember
2007 2006 2006 2005 2004 2003 2002
(tidak
diaudit)
Penjualan Bersih 467.857 331.243 638.946 483.731 346.599 215.469 169.142
Beban Pokok Penjualan 301.381 222.624 421.709 333.700 239.434 146.606 115.985
Laba Kotor 166.476 108.619 217.237 150.031 107.165 68.862 53.158
Beban Usaha Penjualan 84.443 62.160 117.104 81.117 55.897 40.043 28.866
Beban Umum dan Administrasi 38.042 29.053 50.592 41.501 29.607 22.044 17.528
Jumlah Beban Usaha 122.485 92.213 167.696 122.618 85.504 62.086 46.394
Laba Usaha 43.991 17.405 49.541 27.413 21.661 6.776 6.764
Pendapatan Lain-Lain 3.958 3.360 6.552 6.360 3.353 2.074 747
Beban Lain-Lain 10.300 7.595 17.410 10.408 9.352 4.849 4.746
Laba Bersih Sebelum Pajak 37.649 13.172 38.683 25.139 18.662 4.001 2.764
Pajak 11.299 4.013 11.672 7.618 5.606 1.183 820
Laba Bersih 26.351 9.158 27.011 17.521 13.056 2.819 1.944

RASIO–RASIO
(dalam presentase)
Keterangan Per 31 Juli Per 31 Desember
2007 2006 2006 2005 2004 2003 2002
(tidak
diaudit)
Laba Kotor Terhadap Pendapatan Usaha 35,6 32,8 34 31 30,9 32 31,4
Laba Usaha Terhadap Pendapatan Usaha 9,4 5,3 7,8 5,7 6,2 3,1 4
Laba Sebelum Pajak Terhadap Pendapatan Usaha 8 4,0 6,1 5,2 5,4 1,9 1,6
Laba Bersih Terhadap Pendapatan Usaha 5,6 2,8 4,2 3,6 3,8 1,3 1,1
Laba Bersih Terhadap Jumlah Ekuitas 24,5 14,4 33,2 29 45,2 17,8 14,9
Laba Bersih Terhadap Jumlah Aktiva 9,7 5,0 12,1 12,2 15,7 4,4 4

Rasio Keuangan
Aktiva Lancar Terhadap Kewajiban Lancar* 121,6 130,4 137,5 141,9 98,7 116,5 116,1
Jumlah Kewajiban Terhadap Jumlah Aktiva 60,2 65,1 63,4 58 65,3 75,1 73,5
Jumlah Kewajiban Terhadap Jumlah Ekuitas* 151,2 176,2 173,1 138 188,5 302,1 277,1

Rasio Pertumbuhan
Penjualan Bersih 41,2 - 32,1 39,6 60,9 27,4 -
Laba Usaha 152,7 - 80,7 26,6 219,7 0,2 -
Laba Sebelum Pajak 185,8 - 53,9 34,7 366,4 44,8 -
Laba Bersih 187,7 - 54,2 34,2 363,3 45,0 -
Jumlah Aktiva 48,8 - 54,7 72,5 30,9 29,7 -
Jumlah Kewajiban 37,7 - 69,2 53,1 13,8 32,6 -
Jumlah Ekuitas 69,6 - 34,8 109,2 82,5 21,7 -

- tidak dapat diperbandingkan


* rasio yang dipersyaratkan oleh kreditur dan telah dipenuhi oleh Perseroan
.

80
BAB XI. EKUITAS

Tabel di bawah ini menunjukkan posisi ekuitas Perseroan untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Juli 2007 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006, 2005,
2004, 2003 dan 2002.

(dalam jutaan Rupiah)


Keterangan 31 Juli 31 Desember
2007 2006 2005 2004 2003 2002
EKUITAS
Modal Dasar 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000
Modal Saham 40.000 40.000 40.000 15.823 7.200 7.200
Saldo Laba 67.761 41.410 20.399 13.055 8.623 5.805
Jumlah Ekuitas 107.761 81.410 60.399 28.878 15.823 13.005

Berikut ini merupakan keterangan mengenai perubahan modal dasar, ditempatkan dan disetor sejak
Perseroan didirikan sampai saat prospektus ini dibuat:

Berdasarkan Akta Pendirian PT KAWAN LAMA HOME CENTER No. 17 tanggal 3 Februari 1995, dibuat
dihadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6190 HT.01.01.Th.95 tanggal 17 Mei 1995, kemudian
didaftarkan dalam Buku Register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat dibawah No. 1668/1995
pada tanggal 13 September 1995, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia pada
tanggal 22 Desember 1995 No. 102, Tambahan No. 10484, yang kemudian ditegaskan kembali dalam
Akta Risalah Rapat PT KAWAN LAMA HOME CENTER No. 25 tanggal 5 Desember 1996, dibuat oleh
Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, yang laporan data perubahannya telah diterima dan dicatat
oleh Direktur Perdata, Direktorat Jenderal Hukum dan Perundang-Undangan, Departemen Kehakiman
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-12831 HT.01.04.TH.98 tanggal 3 September 1998,
yang telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar
Perusahaan dengan No. TDP 09021614733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat di
bawah No. 1658/BH09.02/XI/1998 pada tanggal 11 Nopember 1998, serta telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2000 No. 83, Tambahan No. 6217, struktur
permodalan Perseroan adalah sebagai berikut:

Modal Dasar : Rp 2.000.000.000 (dua miliar Rupiah) yang terbagi atas 2.000 (dua ribu) saham
biasa, masing-masing dengan nilai nominal Rp 1.000.000 (satu juta Rupiah) per
saham;

Modal Ditempatkan : Rp 640.000.000 (enam ratus empat puluh juta Rupiah) yang terbagi atas 640
(enam ratus empat puluh) saham biasa;

Modal Disetor : Rp 640.000.000 (enam ratus empat puluh juta Rupiah) yang terbagi atas 640
(enam ratus empat puluh) saham, atau 100% dari nilai saham yang telah
ditempatkan dan disetor penuh dengan uang tunai.

Berdasarkan Akta Risalah Rapat PT KAWAN LAMA HOME CENTER No. 20 tanggal 15 Januari 1998,
dibuat oleh Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-12832 HT.01.04.TH.98 tanggal 3 September 1998,
kemudian didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar
Perusahaan dengan No. TDP 09021614733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat di
bawah No. 1658/BH09.02/XI/1998 pada tanggal 11 Nopember 1998, serta telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2000 No. 83, Tambahan No. 6217, dalam rapat
mana diputuskan untuk memperbesar Modal Dasar yang semula berjumlah Rp 2.000.000.000,- (dua
miliar Rupiah) terbagi atas 2.000 (dua ribu) saham, tiap-tiap saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000,-
(satu juta Rupiah) dan Modal Disetor sebanyak 640 (enam ratus empat puluh) saham atau

81
Rp 640.000.000,- (enam ratus empat puluh juta Rupiah) menjadi Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar
Rupiah) terbagi atas 10.000 (sepuluh ribu) saham, tiap-tiap saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000,-
(satu juta Rupiah) dan Modal Disetor sebanyak 7.200 (tujuh ribu dua ratus) saham atau sejumlah
Rp 7.200.000.000,- (tujuh miliar dua ratus juta Rupiah), yang diambil bagian oleh PT Kawan Lama Internusa
sehingga struktur permodalan Perseroan adalah sebagai berikut:

Modal Dasar : Rp 10.000.000.000 (sepuluh miliar Rupiah) yang terbagi atas 10.000 (sepuluh
ribu) saham biasa, masing-masing dengan nilai nominal Rp 1.000.000 (satu juta
Rupiah) per saham;

Modal Ditempatkan : Rp 7.200.000.000 (tujuh miliar dua ratus Rupiah) yang terbagi atas 7.200 (tujuh
ribu dua ratus) saham biasa;

Modal Disetor : Rp 7.200.000.000 (tujuh miliar dua ratus Rupiah) yang terbagi atas 7.200 (tujuh
ribu dua ratus) saham, atau 100% dari nilai saham yang telah ditempatkan dan
disetor penuh dengan uang tunai.

Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat PT Ace Hardware Indonesia No. 149 tanggal 30 April 2004, dibuat
oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-13044 HT.01.04.TH.2004 tanggal
25 Mei 2004, kemudian didaftarkan Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib
Daftar Perusahaan dengan No. TDP 090215114733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta
Barat dibawah No. 0898/BH09.02/VI/2004 pada tanggal 11 Juni 2004, serta telah diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia pada tanggal 10 Agustus 2004 No. 64, Tambahan No. 7805, dalam
rapat mana telah diputuskan untuk meningkatkan Modal Dasar PT Ace Hardware Indonesia dari
Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar Rupiah) menjadi Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliar Rupiah)
dan meningkatkan modal yang ditempatkan dan modal disetor dari Rp 7.200.000.000,- (tujuh miliar dua
ratus juta Rupiah) menjadi Rp 15.823.000.000,- (lima belas miliar delapan ratus dua puluh tiga juta
Rupiah) yang diambil bagian oleh PT Kawan Lama Internusa, sehingga susunan permodalan Perseroan
adalah sebagai berikut :

Modal Dasar : Rp 50.000.000.000 ( lima puluh miliar Rupiah) yang terbagi atas 50.000 (lima
puluh ribu) saham biasa, masing-masing dengan nilai nominal Rp 1.000.000 (satu
juta Rupiah) per saham;

Modal Ditempatkan : Rp 15.823.000.000 (lima belas miliar delapan ratus dua puluh tiga juta Rupiah)
yang terbagi atas 15.823 (lima belas ribu delapan ratus dua puluh tiga) saham
biasa;

Modal Disetor : Rp 15.823.000.000 (lima belas miliar delapan ratus dua puluh tiga juta Rupiah)
yang terbagi atas 15.823 (lima belas ribu delapan ratus dua puluh tiga) saham,
atau 100% dari nilai saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dengan
uang tunai.

Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 129 tanggal 30 Juni 2004, dibuat dihadapan Eliwaty Tjitra, S.H.,
Notaris di Jakarta, telah dilakukan penjualan seluruh saham PT Ace Hardware Indonesia milik PT Kawan
Lama Internusa kepada PT Kawan Lama Sejahtera yaitu sebanyak 15.822 (lima belas ribu delapan
ratus dua puluh dua) saham atau senilai Rp 15.822.000.000,- (lima belas miliar delapan ratus dua puluh
dua juta Rupiah). Penjualan saham mana telah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa PT Ace Hardware Indonesiasebagaimana termaktub dalam Akta Berita Acara Rapat
PT Ace Hardware IndonesiaNo. 128 tanggal 30 Juni 2004, dibuat oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di
Jakarta. Kedua akta tersebut telah dilaporkan dan diterima serta dicatat oleh Direktur Jenderal Administrasi
Hukum Umum, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dibawah
No. C-UM.02.01.12111 tanggal 5 Oktober 2004,susunan Permodalan Perseroan adalah sebagai berikut:

Modal Dasar : Rp 50.000.000.000 ( lima puluh miliar Rupiah) yang terbagi atas 50.000 (lima
puluh ribu) saham biasa, masing-masing dengan nilai nominal Rp 1.000.000 (satu
juta Rupiah) per saham;

82
Modal Ditempatkan : Rp 15.823.000.000 (lima belas miliar delapan ratus dua puluh tiga juta Rupiah) yang
terbagi atas 15.823 (lima belas ribu delapan ratus dua puluh tiga) saham biasa;

Modal Disetor : Rp 15.823.000.000 (lima belas miliar delapan ratus dua puluh tiga juta Rupiah)
yang terbagi atas 15.823 (lima belas ribu delapan ratus dua puluh tiga) saham,
atau 100% dari nilai saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dengan
uang tunai.

Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat PT Ace Hardware Indonesia No. 97 tanggal 22 Juni 2005, dibuat
oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, yang laporan akta perubahan anggaran dasarnya telah
diterima dan dicatat oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Departemen Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia di bawah No. C-19009 HT.01.04.TH.2005 tanggal 8 Juli 2005, kemudian
didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan
dengan No. TDP 09.02.1.51.14733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat dibawah
No. 754/RUB 09.02/V/2007 pada tanggal 14 Mei 2007, yang saat ini sedang dalam proses pengumuman
dalam Berita Negara Republik Indonesia berdasarkan Surat Keterangan No. 944/EWT/2007 tanggal
13 Agustus 2007 yang dikeluarkan oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, dalam rapat mana
diputuskan untuk mengeluarkan sebagian sisa saham dari Modal Dasar yaitu sebanyak 10.000 (sepuluh
ribu) saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah) per-sahan atau seluruhnya senilai
Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar Rupiah) yang diambil bagian oleh PT Kawan Lama Sejahtera, dengan
demikian mengubah Modal Ditempatkan dan Disetor yang semula Rp 15.823.000.000,- (lima belas miliar
delapan ratus dua puluh tiga juta Rupiah), terbagi atas 15.823 (lima belas ribu delapan ratus dua puluh
tiga) saham menjadi Rp 25.823.0000.000,- terbagi atas 25.823 (dua puluh lima ribu delapan ratus dua
puluh tiga) saham, sehingga susunan permodalan Perseroan menjadi sebagai berikut :

Modal Dasar : Rp 50.000.000.000 ( lima puluh miliar Rupiah) yang terbagi atas 50.000 (lima
puluh ribu) saham biasa, masing-masing dengan nilai nominal Rp 1.000.000 (satu
juta Rupiah) per saham;

Modal Ditempatkan : Rp 25.823.000.000 (dua puluh lima miliar delapan ratus dua puluh tiga juta Rupiah)
yang terbagi atas 25.823 (dua puluh lima ribu delapan ratus dua puluh tiga) saham
biasa;

Modal Disetor : Rp 25.823.000.000 (dua puluh lima miliar delapan ratus dua puluh tiga juta Rupiah)
yang terbagi atas 25.823 (dua puluh lima ribu delapan ratus dua puluh tiga) saham,
atau 100% dari nilai saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dengan
uang tunai.

Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat PT Ace Hardware Indonesia No. 110 tanggal 29 Desember 2005,
dibuat oleh Budiningsih Kurnia, S.H., pengganti dari Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, yang laporan
akta perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat oleh Direktorat Jenderal Administrasi
Hukum Umum, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia di bawah No. C-02165
HT.01.04.TH.2006 tanggal 25 Januari 2006, kemudian didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU
No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP 09.02.1.51.14733 di Kantor
Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat dibawah No. 1202/RUB 09.02/IX/2007 pada tanggal
29 Agustus 2007, yang saat ini sedang dalam proses pengumuman dalam Berita Negara Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keterangan No. 1189/EWT/X/2007 tanggal 3 Oktober 2007 yang dikeluarkan
oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, dalam rapat mana diputuskan untuk mengeluarkan sebagian
sisa saham dari Modal Dasar yaitu sebanyak 14.177 (empat belas ribu seratus tujuh puluh tujuh) saham
dengan nilai nominal Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah) per-saham atau seluruhnya senilai
Rp 14.177.000.000,- (empat belas miliar seratus tujuh puluh tujuh juta Rupiah) yang diambil bagian oleh
PT Kawan Lama Sejahtera, dengan demikian mengubah Modal Ditempatkan dan Disetor yang semula
Rp 25.823.000.000,- (dua puluh lima miliar delapan ratus dua puluh tiga juta Rupiah) terbagi atas 25.823
(dua puluh lima ribu delapan ratus dua puluh tiga) saham menjadi Rp 40.000.000.000,- (empat puluh
miliar Rupiah) terbagi atas 40.000 (empat puluh ribu) saham, sehingga susunan permodalan Perseroan
menjadi sebagai berikut :

83
Modal Dasar : Rp 50.000.000.000 ( lima puluh miliar Rupiah) yang terbagi atas 50.000 (lima
puluh ribu) saham biasa, masing-masing dengan nilai nominal Rp 1.000.000 (satu
juta Rupiah) per saham;

Modal Ditempatkan : Rp 40.000.000.000 (empat puluh miliar Rupiah) yang terbagi atas 40.000 (empat
puluh ribu) saham biasa;

Modal Disetor : Rp 40.000.000.000 (empat puluh miliar Rupiah) yang terbagi atas 40.000 (empat
puluh ribu) saham atau 100% dari nilai saham yang telah ditempatkan dengan
cara:

a. Sejumlah Rp 25.823.000.000 (dua puluh lima miliar delapan ratus dua puluh
tiga juta Rupiah) telah disetor penuh sebelum penandatangan notulen rapat
oleh pemegang saham PT Kawan Lama Sejahtera dan Kuncoro Wibowo
kepada Perseroan.
b. Sejumlah Rp 14.177.000.000 (empat belas miliar seratus tujuh puluh tujuh
juta Rupiah) telah disetor oleh PT Kawan Lama Sejahtera sebagi berikut:
- sejumlah Rp 4.000.000.000 (empat miliar Rupiah) disetor dengan uang
tunai sebelum penandatanganan notulen rapat dan
- sisanya sebesar Rp 10.177.000.000 ( sepuluh miliar seratus tujuh puluh
tujuh juta Rupiah) disetor dengan cara mengkapitalisasi laba yang ditahan
oleh Perseroan.

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 165 tanggal 31 Juli 2007, dibuat dihadapan Eliwaty
Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. W7-09396 hT.01.04-TH.2007 tanggal 27 Agustus 2007,
kemudian didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar
Perusahaan dengan No. TDP 09.02.1.51.14733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat
dibawah No. 1202/RUB 09.02/IX/2007 pada tanggal 29 Agustus 2007, yang saat ini sedang dalam proses
pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia berdasarkan Surat Keterangan No. 1190/EWT/
X/2007 tanggal 3 Oktober 2007 yang dikeluarkan oleh Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakartamengenai :

a. Pengubahan nilai nominal saham dari Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah) menjadi Rp 100,- (seratus
Rupiah)
b. Persetujuan peningkatan modal dasar Perseroan dari Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliar Rupiah)
menjadi Rp 480.000.000.000,- (empat ratus delapan puluh miliar Rupiah) dan peningkatan modal
ditempatkan serta disetor dari Rp 40.000.000.000,- (empat puluh miliar Rupiah) menjadi
Rp 120.000.000.000,- (seratus dua puluh miliar Rupiah),

sehingga susunan permodalan Perseroan adalah sebagai berikut :

Modal Dasar : Rp 480.000.000.000 (empat ratus delapan puluh miliar Rupiah) yang terbagi atas
4.800.000.000 (empat miliar delapan ratus juta) saham biasa, masing-masing
dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) per saham;

Modal Ditempatkan : Rp 120.000.000.000 (seratus dua puluh miliar Rupiah) yang terbagi atas
1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta) saham biasa;

Modal Disetor : Rp 120.000.000.000 (seratus dua puluh miliar Rupiah) yang terbagi atas
1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta) saham, atau 100% dari nilai saham
yang telah ditempatkan dan disetor penuh dengan uang tunai.

Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Ace Hardware Indonesia
No. 33 tanggal 29 Agustus 2007, dibuat oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat
persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. W7-09693 HT .01.04TH2007 tanggal 4 September 2007, yang saat ini sedang dalam proses
pendaftaran perusahaan (Wajib Daftar Perusahaan) pada Kantor Suku Dinas Perindustrian dan

84
Perdagangan Kotamadya Jakarta Barat, setelah proses pemberitahuan pada Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia diterima oleh Kantor Notaris Fathiah Helmi, S.H. berdasarkan Surat
Keterangan No. 334/Ket/Not/IX/2007 tanggal 27 September 2007 yang dikeluarkan oleh Fathiah Helmi,
S.H., Notaris di Jakarta, susunan permodalan Perseroan adalah sebagai berikut:

Modal Dasar : Rp 480.000.000.000 (empat ratus delapan puluh miliar Rupiah) yang terbagi atas
4.800.000.000 (empat miliar delapan ratus juta) saham biasa, masing-masing
dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) per saham;

Modal Ditempatkan : Rp 120.000.000.000 (seratus dua puluh miliar Rupiah) yang terbagi atas
1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta) saham biasa;

Modal Disetor : Rp 120.000.000.000 (seratus dua puluh miliar Rupiah) yang terbagi atas
1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta) saham, atau 100% dari nilai saham
yang telah ditempatkan dan disetor penuh dengan uang tunai.

Perseroan telah mengajukan Pernyataan Pendaftaran Emisi Efek kepada Ketua Bapepam-LK sehubungan
dengan rencana Perseroan untuk menawarkan sebanyak 515.000.000 (lima ratus lima belas juta) Saham
Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap saham, dengan harga penawaran
sebesar Rp 820,- (delapan ratus dua puluh Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat
mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham.

Seandainya perubahan struktur Ekuitas Perseroan karena adanya Penawaran Umum Saham kepada
masyarakat tersebut terjadi pada 31 Juli 2007, maka Proforma struktur ekuitas Perseroan setelah
penawaran umum adalah sebagai berikut :

(dalam jutaan Rp)


Keterangan Modal Agio Saldo Jumlah
Ditempatkan Saham Laba Ekuitas
& Disetor
Posisi Ekuitas menurut Laporan Keuangan pada tanggal
31 Juli 2007, jika diasumsikan dengan modal dasar
Rp 50.000 juta dan dengan nilai nominal Rp 1000.000
per saham. 40.000 - 67.761 107.761

Perubahan Ekuitas pada tanggal 31 Juli 2007 jika


diasumsikan perubahan modal dasar menjadi
Rp 480.000 juta dan perubahan nilai nominal menjadi
Rp 100 per saham, dividen saham Rp 40.000 juta dan
kenaikan modal disetor sebesar Rp 40.000 juta. 80.000 (40.000) 40.000

Perubahan Ekuitas pada tanggal 31 Juli 2007 jika


diasumsikan Penawaran Umum Saham terjadi pada
tanggal tersebut:Penawaran Umum 515.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga
Penawaran Umum Rp 820 per saham. 51.500 370.800 - 422.300

Proforma Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Juli 2007


setelah Penawaran Umum saham kepada masyarakat
dengan nilai nominal Rp 100 per saham. 171.500 370.800 27.761 570.061

85
BAB XII. KEBIJAKAN DIVIDEN

Pemegang Saham baru dalam rangka Penawaran Umum ini mempunyai hak yang sama dan sederajat
dalam segala hal dengan Pemegang Saham Biasa Atas Nama lainnya yang telah ditempatkan dan
disetor penuh, termasuk hak atas pembagian dividen.

Perseroan mempunyai rencana untuk membayarkan dividen kas sekurang-kurangnya sekali dalam
setahun. Besarnya dividen kas dikaitkan dengan konsolidasi laba bersih setelah pajak dari Perseroan
dan anak-anak perusahaan pada tahun buku yang bersangkutan, dengan tidak mengabaikan kondisi
keuangan Perseroan dan tanpa mengurangi hak dari RUPS Perseroan untuk menentukan lain sesuai
dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

Mulai tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007, Direksi Perseroan bermaksud
mengusulkan agar pembayaran dividen kas dilakukan dengan menggunakan dasar sebagai berikut:

Laba Bersih Setelah Pajak Perkiraan Persentase Dividen Kas


Terhadap Laba Bersih Setelah Pajak
Sampai dengan Rp 200 miliar 10,0%
Lebih dari Rp 200 miliar s/d Rp 500 miliar 15,0%
Lebih dari Rp 500 miliar 20,0%

86
BAB XIII. PERPAJAKAN

Pajak Penghasilan atas dividen saham dikenakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 17 tanggal 2 Agustus 2000 (berlaku efektif
1 Januari 2001) mengenai perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 tanggal
9 Nopember 1994, tentang perubahan atas Undang-Undang No. 7 Tahun 1991 tanggal 30 Desember
1991 mengenai perubahan atas Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, penerima
dividen atau pembagian keuntungan yang diterima oleh Perseroan Terbatas sebagai wajib pajak dalam
negeri, koperasi, yayasan atau organisasi yang sejenis atau Badan Usaha Milik Negara atau Badan
Usaha Milik Daerah, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan
di Indonesia juga tidak termasuk sebagai Objek Pajak Penghasilan sepanjang seluruh syarat-syarat
dibawah ini terpenuhi:

• Dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan; dan

• Bagi Perseroan Terbatas, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah yang menerima
dividen, kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% dari jumlah
modal yang disetor dan harus mempunyai usaha aktif diluar kepemilikan saham tersebut.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan
atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek, juncto Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No. 14 tahun 1997 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1994 tentang
Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek dan Surat Edaran
Direktorat Jenderal Pajak No. SE-07/PJ.42/1995 tanggal 21 Pebruari 1995, perihal Pengenaan Pajak
Penghasilan atas Penghasilan Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek (seri PPh Umum Nomor 3
juncto SE-06/Pj.4/1997 tanggal 20 Juni 1997 perihal: Pelaksanaan pemungutan PPh atas penghasilan
dari transaksi penjualan saham di Bursa Efek), telah ditetapkan sebagai berikut:

1) Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi dan badan dari transaksi penjualan
saham di Bursa Efek dipungut Pajak Penghasilan sebesar 0,10% dari jumlah bruto nilai transaksi
dan bersifat final. Pembayaran dilakukan dengan cara pemotongan oleh penyelenggara Bursa Efek
melalui perantara pedagang efek pada saat pelunasan transaksi penjualan saham;

2) Pemilik saham pendiri dikenakan tambahan Pajak Penghasilan sebesar 0,50% dari nilai saham
perusahaan pada saat Penawaran Umum Perdana;

3) Pemilik saham pendiri diberikan kemudahan untuk memenuhi kewajiban pajaknya berdasarkan
perhitungan sendiri sesuai dengan ketentuan di atas. Dalam hal ini, pemilik saham pendiri untuk
kepentingan perpajakan dapat menghitung final atas dasar anggapannya sendiri bahwa sudah ada
penghasilan. Penyetoran tambahan pajak penghasilan dilakukan oleh Perseroan atas nama pemilik
saham pendiri dalam jangka waktu selambat-lambatnya 1 bulan setelah saham diperdagangkan di
Bursa Efek. Namun apabila pemilik saham pendiri tidak memanfaatkan kemudahan tersebut, maka
penghitungan Pajak Penghasilannya dilakukan berdasarkan tarif Pajak Penghasilan yang berlaku
umum sesuai dengan Pasal 17 Undang-Undang No. 17 tahun 2000.

Perseroan atas nama para Pemegang Saham Pendiri akan memanfaatkan kemudahan tersebut dan
melakukan penyetoran tambahan pajak penghasilan dalam jangka waktu selambat-lambatnya 1 (satu)
bulan setelah saham Perseroan diperdagangkan di BEJ.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 651/KMK.04/1994 tanggal
29 Desember 1994 tentang “Bidang-Bidang Penanaman Modal Tertentu Yang Memberikan Penghasilan
Kepada Dana Pensiun Yang Disetujui Menteri Keuangan Republik Indonesia Tidak Termasuk Sebagai Objek
Pajak Penghasilan”, maka penghasilan dari Dana Pensiun yang ijin usahanya disetujui Menteri Keuangan
Republik Indonesia tidak termasuk sebagai Objek Pajak Penghasilan, apabila penghasilan tersebut diterima
atau diperoleh dari penanaman dalam bentuk efek yang diperdagangkan pada Bursa Efek di Indonesia.

87
Sesuai dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak No. SE-28/PJ.43/1995 tanggal 22 Mei 1995,
perihal Pajak Penghasilan Pasal 23 atas bunga obligasi dan dividen yang diterima Wajib Pajak Orang
Pribadi (seri PPh Pasal 23/ Pasal 26 No. 6), maka bunga obligasi dan dividen baik yang berasal dari
saham atau sekuritas, baik yang diperdagangkan di Pasar Modal maupun yang tidak, yang terutang
atau dibayarkan kepada Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi dalam tahun 1995 dan seterusnya,
dipotong Pajak Penghasilan Pasal 23 sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah bruto. Pemotongan
pajak penghasilan pasal 23 ini merupakan kredit pajak untuk pajak penghasilan tahunan yang terhutang
oleh pemegang saham Wajib pajak Dalam Negeri dan bentuk usaha tetap.

Dividen yang dibayarkan atau terhutang kepada Wajib Pajak Luar Negeri akan dikenakan tarif sebesar
20% (dua puluh persen) dari kas yang dibayarkan (dalam hal dividen kas) atau 20% (dua puluh persen)
dari nilai nominal (dalam hal dividen saham). Kepada mereka yang merupakan penduduk dari suatu
negara yang telah menandatangani suatu Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B), dengan
Indonesia, dengan memenuhi Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE-03/PJ.101/1996 tanggal 29 Maret 1996
tentang Penerapan Persertujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B), dapat memperoleh fasilitas tarif
yang lebih rendah dengan ketentuan harus menyerahkan Sertifikat Domisili asli yang diterbitkan Kantor
Pajak negara asal. Sertifikat ini berlaku untuk masa 1 (satu) tahun dan selanjutnya harus diperpanjang.
Namun untuk bank, selama bank tersebut tidak mengubah alamat seperti yang tercantum pada sertifikat
tersebut, sertifikat tersebut tetap berlaku.

CALON PEMBELI SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM INI DIHARAPKAN UNTUK


BERKONSULTASI DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT
PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN SAHAM
YANG DIBELI MELALUI PENAWARAN UMUM INI.

88
BAB XIV. PENJAMINAN EMISI EFEK

1. Keterangan Tentang Penjaminan Emisi Efek

Berdasarkan persyaratan serta ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek
No. 12 tanggal 10 September 2007 sebagaimana diubah dengan Adendum Perjanjian Penjaminan Emisi
Efek No. 22 tanggal 25 Oktober 2007 keduanya dibuat oleh Fathiah Helmi, SH, Notaris di Jakarta,
Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek yang namanya tercantum di bawah ini,
secara sendiri-sendiri menyetujui untuk menawarkan dan menjual saham Perseroan kepada masyarakat
sebanyak 515.000.000 saham dengan kesanggupan penuh (full commitment) dan mengikatkan diri untuk
membeli sisa saham yang tidak habis terjual pada tanggal penutupan Masa Penawaran sebesar bagian
penjaminannya masing-masing dengan harga perdana.

Perjanjian tersebut di atas merupakan perjanjian lengkap, yang menggantikan semua persetujuan yang
mungkin telah dibuat sebelumnya mengenai perihal yang dimuat dalam Perjanjian yang dibuat oleh para
pihak yang isinya bertentangan dengan Perjanjian tersebut.

Selanjutnya, Penjamin Emisi Efek yang ikut dalam Penjaminan Emisi Saham Perseroan telah sepakat
untuk melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan Keputusan Ketua BAPEPAM
No. KEP-45/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000, Peraturan No. IX.A.7 tentang Tanggung Jawab Manajer
Penjatahan dalam Rangka Pemesanan dan Penjatahan Efek dalam Penawaran Umum.

Adapun susunan dan jumlah porsi penjaminan serta persentase dari anggota sindikasi penjaminan emisi
dalam Penawaran Umum Perseroan adalah sebagai berikut:

No. Nama Penjamin Emisi Efek Porsi Penjaminan Presentase


( Saham ) (%)
PT CLSA Indonesia 456.100.000 88,56
PT Dinamika Usahajaya 51.500.000 10,00

Penjamin Emisi Efek:


1 PT Mandiri Sekuritas 4.000.000 0,78
2 PT Indopremier securities 1.000.000 0,19
3 PT Am Capital Indonesia 200.000 0,04
4 PT Ciptadana Securities 200.000 0,04
5 PT Danatama Makmur Securities 200.000 0,04
6 PT Dhanawibawa Artha Cemerlang 200.000 0,04
7 PT Intifikasa Securindo 200.000 0,04
8 PT Kim Eng Securities 200.000 0,04
9 PT Makinta Securities 200.000 0,04
10 PT Minna Padi Investama 200.000 0,04
11 PT Nusadana Capital Indonesia 200.000 0,04
12 PT Okansa Capital Tbk. 200.000 0,04
13 PT Transpacific Securindo 200.000 0,04
14 PT Wanteg Securindo 200.000 0,04
Total 515.000.000 100,0

89
Berdasarkan Undang-undang No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 Nopember 1995 Tentang Pasar Modal dan
Peraturan Pelaksanaannya, yang dimaksudkan dengan pihak yang mempunyai hubungan afiliasi adalah
sebagai berikut:

1. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal
maupun vertikal;
2. Hubungan antara para pihak dengan pegawai, Direktur atau Komisaris dari pihak tersebut;
3. Hubungan antara 2 perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota Direksi atau Dewan
Komisaris yang sama;
4. Hubungan antara perusahaan dengan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan
atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;
5. Hubungan antara 2 perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh
pihak yang sama; atau
6. Hubungan antara perusahaan dan Pemegang Saham Utama.

Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek dengan tegas menyatakan tidak
mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan baik langsung maupun tidak langsung sebagaimana
didefinisikan hubungan afiliasi seperti tersebut di atas.

2. Penentuan Harga Penawaran Umum Saham

Untuk tujuan penentuan harga saham Perseroan pada penawaran perdana, dalam tabel di bawah ini
disajikan data-data pendukung untuk tahun 2006 dan prakiraan untuk tahun 2007:

2006 2007
( Auditan ) ( Prakiraan)
Jumlah Saham Sebelum Penawaran Umum (Saham) 40.000 1.200.000.000
Jumlah Saham yang Ditawarkan pada Masyarakat (Saham) - 515.000.000
Jumlah Saham Setelah Penawaran Umum (Saham) - 1.715.000.000

Laba Bersih (dalam jutaan Rupiah) 27.011 53.581

Laba Bersih per Saham (Rp) - 71


Harga Penawaran Umum Saham pada Pasar Perdana (Rp) - 820
Rasio Harga Terhadap Laba Bersih (X) - 11,5
Catatan: Laba bersih per saham dihitung dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang

Periode Jumlah Hari Jumlah Saham Rata-rata Tertimbang


1 Jan 07 - 27 Agt 07 239 400.000.000 261.917.808
28 Agt 07 - 5 Nop 07 70 1.200.000.000 230.136.986
6 Nop 07 - 31 Des 07 56 1.715.000.000 263.123.288
365 755.178.082

3. Keterangan Singkat Mengenai Prakiraan Tahun 2007

Peningkatan neraca, laba bersih dan arus kas pada tahun 2007, sebagaimana diperkirakan, disebabkan
oleh beberapa asumsi penting:
• Pertumbuhan penjualan diperkirakan mencapai Rp 855.400 juta atau meningkat 33,9% dari
tahun 2006.
• Laba kotor Perseroan diperkirakan mencapai Rp 309.580 juta atau meningkat 42,5% dari
tahun 2006
• Beban usaha Perseroan diperkirakan mencapai Rp 219.552 juta atau meningkat 30,9% dari
tahun 2006

90
Asumsi Makro :
• Kurs mata uang Rupiah terhadap Dolar AS adalah Rp 9.200,-
• Tingkat inflasi tahun 2007 diperkirakan mencapai 6,5%.
• Pertumbuhan ekonomi tahun 2007 diperkirakan mencapai 6,3%.

Peningkatan pendapatan tahun 2007 adalah berdasarkan tiga hal, antara lain:
• Pertumbuhan penjualan dari gerai yang ada, yaitu 24 gerai yang telah dibuka dimana 6 gerai yaitu
di Tunjungan Plaza, Radio Dalam, Pakuwon, Pejaten, Cirebon dan Margonda Raya adalah gerai
baru yang dibuka di 2007.
• Dampak keseluruhan tahun atas pendapatan dari gerai yang dibuka pada tahun 2007.
• Tambahan pendapatan dari penambahan gerai sesuai perencanaan Perseroan.

Semua perhitungan dan asumsi dalam penyusunan prakiraan keuangan tahun 2007 telah dibuat secara
wajar dan konsisten oleh Direksi dan disetujui oleh Komisaris. Direksi dan Komisaris bertanggung jawab
sepenuhnya atas tercapainya prakiraan tersebut bila keadaan sesuai dengan asumsi-asumsi yang dipakai.
Direksi dan Komisaris bertanggung jawab sepenuhnya atas estimasi tersebut yang merupakan dasar
penentuan harga saham yang diajukan.

Penjamin Pelaksana Emisi Efek telah melakukan Due Diligence untuk membahas kewajaran prakiraan
tersebut dan dasar-dasar serta asumsi-asumsi yang dipakai. Dengan memperhatikan hasil penelaahan
prakiraan dan Due Diligence yang dilakukan sehubungan dengan prakiraan yang disajikan kepada
Penjamin Pelaksana Emisi Efek, Penjamin Pelaksana Emisi Efek berpendapat bahwa prakiraan yang
dibuat oleh Perseroan adalah wajar dan akan tercapai jika seluruh data yang diberikan oleh Perseroan
sampai dengan Prospektus ini diterbitkan telah disampaikan dengan jujur dan benar serta seluruh asumsi
yang digunakan dalam menyusun prakiraan tersebut dipenuhi, namun Direksi dan Komisaris Perseroan
bertanggung jawab sepenuhnya atas prakiraan tersebut.

91
BAB XV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG
PASAR MODAL

Profesi Penunjang Pasar Modal yang ikut membantu dan berperan dalam Penawaran Umum Perdana
Saham ini adalah sebagai berikut:

Akuntan Publik : Aryanto Amir Jusuf & Mawar


Plaza ABDA Lantai 10
Jl. Jend. Sudirman Kav 59
Jakarta 12190
Telp. : (021) 51401340
Fax. : (021) 51401350
Web : www.aaj.co.id

Tugas dan Kewajiban Pokok:

Tugas utama auditor independen dalam Penawaran Umum Saham ini adalah melaksanakan audit
berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Di dalam standar tersebut
Akuntan Publik diharuskan untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan
yang memadai bahwa Laporan Keuangan bebas dari salah saji material. Dalam hal ini Akuntan Publik
bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan terhadap Laporan Keuangan yang diauditnya.

Audit yang dilakukan oleh Akuntan Publik mencakup pemeriksaan atas pengujian bukti-bukti yang
mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam Laporan Keuangan dan juga penilaian atas Prinsip
Akuntansi yang dipergunakan dan estimasi yang signifikan yang dibuat oleh manajemen tentang penilaian
terhadap penyajian Laporan Keuangan secara keseluruhan.

Pengalaman audit pada emiten di pasar modal dalam tiga tahun terakhir antara lain adalah PT Agis Tbk,
PT Bank Kesawan Tbk, PT Bank Lippo Tbk, PT Bank Victoria International Tbk, PT Bayu Buana Tbk,
PT Broadband Multimedia Tbk, PT Ciputra Surya Tbk, PT Enseval Putera Mega Trading Tbk, PT Grahamas
Citrawisata Tbk, PT Indo Acidatama Tbk, PT Jakarta Real Property Tbk, PT Kageo Igar Jaya Tbk,
PT Kridaperdana Indahraha Tbk, PT Lapindo Ineternational Tbk, Lippo Cikarang Tbk, PT Lippo E-Net
Tbk, PT Lippo Karawaci Tbk, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk, PT Multipolar Corporation Tbk,
PT Panin Sekuritas Tbk, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk,
PT Pioneerindo Gourmet International Tbk, PT Reliance Securities Tbk, PT Sarasa Nugraha Tbk,
PT Sierad Produce Tbk, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, PT Total Bangun Persada Tbk.

Konsultan Hukum : Katon & Partners


Komp. Niaga Duta Mas, Blok B2 No. 23
Jl. R.S. Fatmawati No. 39
Jakarta Selatan 12150
Telp. : (021) 72790175-6
Fax. : (021) 7210021

Tugas dan Kewajiban Pokok:

Ruang lingkup pekerjaan Konsultan Hukum dalam Penawaran Umum Saham ini adalah melakukan
pemeriksaan dan penelitian dari segi hukum dan memberikan Laporan Pemeriksaan Segi Hukum serta
memberikan Pendapat Segi Hukum atas aspek-aspek hukum yang menyangkut Perseroan dan
Penawaran Umum ini, sesuai dengan Standar Profesi dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku guna
melaksanakan prinsip keterbukaan.

92
Hasil pemeriksaan dan pendapat dari segi hukum mengungkapkan semua fakta, data serta informasi
penting yang menyangkut aspek-aspek hukum dari Perseroan serta Penawaran Umum, sebagaimana
diharuskan dalam rangka penerapan prinsip-prinsip keterbukaan informasi dan transparansi yang
berhubungan dengan suatu Penawaran Umum.

Pengalaman pemeriksaan dan penelitian dari segi hukum dan memberikan Laporan Pemeriksaan Segi
Hukum serta memberikan Pendapat Segi Hukum atas aspek-aspek hukum untuk emiten di pasar modal
antara lain adalah PT Bank Artha Graha International Tbk, PT Grahamas Citrawisata Tbk, PT Bank Inter-
Pacific Tbk dan PT Suba Indah Tbk.

Notaris : Fathiah Helmi SH


Graha Irama 6C
Jl. HR Rasuna Said No. 77A
Jakarta 10310
Telp. : (021) 52907304-06
Fax. : (021) 5261136
Email : fathiah@indosat.net.id

Tugas dan Kewajiban Pokok:

Ruang lingkup tugas Notaris selaku profesi penunjang dalam rangka Penawaran Umum antara lain
menghadiri rapat-rapat mengenai pembahasan segala aspek dalam rangka Penawaran Umum kecuali
rapat-rapat yang menyangkut aspek keuangan dan penentuan harga maupun strategi pemasaran,
menyiapkan dan membuat Berita Acara rapat-rapat yang dimaksud secara di bawah tangan, menyiapkan
dan membuat akta-akta dalam rangka Penawaran Umum, antara lain perubahan seluruh Anggaran Dasar
Perseroan dan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.

Pengalaman notaris dalam menyiapkan dan membuat Berita Acara rapat-rapat, menyiapkan dan mebuat
akta-akta dalam Penawaran Umum dan akta-akta lainnya untuk emiten di pasar modal antara lain
PT Adira Dinamika Multifinance Tbk, PT Indojasa Pratama Tbk, PT Indosiar Karya Media Tbk, PT Panca
Global Securities Tbk, PT Selapan Jaya Tbk, PT Reliance Securities Tbk, PT Asuransi Multi Artha Guna
Tbk, PT Malindo Feedmill Tbk, PT Bank Bumi Artha Tbk,
PT Laguna Cipta Griya Tbk.

Biro Administrasi Efek : PT Adimitra Transferindo


Plaza Property Lantai 2
Kompleks Pertokoan Pulo Mas Blok VIII No. 1
Jl. Perintis Kemerdekaan
Jakarta 13210
Telp. : (021) 47881515
Fax. : (021) 4709697

Bertanggung jawab atas penerimaan pemesanan saham berupa Daftar Pemesanan Pembelian Saham
(DPPS) dan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) yang telah dilengkapi dengan dokumen
sebagaimana disyaratkan dalam pemesanan pembelian saham dan telah mendapat persetujuan dari
Penjamin Pelaksana Emisi sebagai pemesanan yang diajukan untuk diberikan penjatahan saham serta
melakukan administrasi pemesanan pembelian saham sesuai dengan aplikasi yang tersedia pada BAE.
Bersama-sama dengan Penjamin Pelaksana Emisi, BAE mempunyai hak untuk menolak pemesanan
pembelian saham yang tidak memenuhi persyaratan pemesanan dengan memperhatikan peraturan yang
berlaku.

Dalam hal terjadinya pemesanan yang melebihi jumlah saham yang ditawarkan, BAE melakukan proses
penjatahan saham dengan rumus penjatahan yang ditetapkan oleh Manajer Penjatahan, mencetak
Formulir Konfirmasi Penjatahan (FKP) dan menyiapkan laporan penjatahan. BAE juga bertanggung
jawab menerbitkan Surat Kolektif Saham (SKS) apabila diperlukan, dan menyusun laporan Penawaran
Umum Perdana sesuai dengan peraturan yang berlaku.

93
Pengalaman jasa pelayanan admisnistrasi saham untuk emiten atau perusahaan publik di pasar modal
dalam tiga tahun terakhir antara nya adalah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, PT Aneka Kemasindo
Utama Tbk, PT Indoneian Paradise Property Tbk, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT Trust Finance
Indonesia Tbk, PT Yulie Sekurindo Tbk, PT Alter Abadi Tbk, PT Charoen Pokphand Indoensia Tbk,
PT Mitra Rajasa Tbk, PT Multi Indocitra Tbk, PT Pool Advista Indonesia Tbk, PT Sari Hudada Tbk,
PT Bank Bumi Artha Tbk, PT Ekadharma International Tbk, PT Great Golden Star Tbk, PT Multi Agro
Persada Tbk, PT Radiant Utama Interinsco Tbk, PT Total Bangun Persada Tbk, PT BISI International Tbk.

Penilai Independen : Nilai Konsulesia


Kompleks Perkantoran
Jl. Wijaya I, No. 9 G
Jakarta 12170
Telp. : (021) 7252035
Fax. : (021) 7252036

Melaksanakan pemeriksaan fisik, penelitian, penganalisaan data dan menentukan nilai wajar harta
Perseroan dengan tujuan mengungkapkan suatu pendapat mengenai nilai pasar yang wajar dengan
berpedoman pada norma-norma penilaian Indonesia yang berlaku (Standar Penilaian Indonesia) dan
Kode Etik Gabungan Perusahaan Penilai Indonesia (GAPPI).

Pengalaman jasa penilaian untuk emiten atau perusahaan publik di pasar modal antara lain adalah
PT Courts Indonesia Tbk., PT Indonesia Prima Property Tbk, PT Mitra Adiperkasa Tbk, PT Jaya Real
Property Tbk, PT Jaya Land Tbk, PT Taman Impian Jaya Ancol Tbk, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk,
PT Holcim Indonesia Tbk dan PT Jakarta Setiabudi Property Tbk.

Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang turut serta dalam Penawaran Umum ini dengan
tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan afiliasi baik secara langsung maupun tidak
langsung sesuai dengan Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tanggal 10 Nopember 1995 tentang
Pasar Modal.

94
BAB XVI. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM

95
Halaman ini sengaja dikosongkan

96
Jakarta, 25 Oktober 2007

Nomor : 075/KP.1/PH/X/2007

Kepada Yth. :

Direksi PT. CLSA INDONESIA


Wisma GKBI Suite 1501
Jl. Jend. Sudirman No. 28
Jakarta 10210

Direksi PT. DINAMIKA USAHAJAYA


Jl. K.S. Tubun II/15
Jakarta 11410

PERIHAL : PENDAPAT HUKUM

Sehubungan dengan rencana PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk. (selanjutnya disebut
“PT. AHI”) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana atas sebanyak 515.000.000 (lima
ratus lima belas juta) lembar Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp. 100,-
(seratus rupiah) dengan harga penawaran Rp. 820,- (delapaqn ratus dua puluh rupiah) per-
saham, berdasarkan berdasarkan Surat Penunjukan No. 053/FINC/ACE/08/07 tanggal 7
Agustus 2007, kami KATON & PARTNERS Law Firm (selanjutnya disebut “K&P”), yang
beralamat di Komp. Niaga Duta Mas Blok B.2 No. 23, Jl. R.S. Fatmawati No. 39, Jakarta
12150, telah terdaftar pada Badan Pengawas Pasar Modal (sekarang Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan / Bapepam dan LK) sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal
dengan Nomor Pendaftaran : 132/STTD-KH/PM/1997 tanggal 25 April 1997 dan dengan
Nomor Keanggotaan Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) : 98041, dengan
ini memberikan Pendapat Dari Segi Hukum (selanjutnya disebut PENDAPAT HUKUM) atas
PT. AHI sebagai pengganti dari PENDAPAT HUKUM kami sesuai surat
No. 068/PH/KP.1/IX/2007 tanggal 10 September 2007

REVISI PENDAPAT HUKUM ini kami buat berdasarkan hasil pemeriksaan atas aspek-
aspek hukum terhadap dokumen asli, fotokopi dokumen dan salinan maupun berdasarkan
pernyataan tertulis serta informasi yang kami peroleh dari pengurus PT. AHI, maupun dari
instansi terkait yang berwenang dan hasilnya dicantumkan dalam Laporan Hasil Uji Tuntas
Dari Segi Hukum (selanjutnya disebut Laporan Legal Due Diligence atau Laporan LDD) dan
Revisi Laporan LDD.

Setelah meneliti dan memeriksa dokumen-dokumen tersebut di atas serta setelah


memperhatikan Lampiran III surat Kepala Biro Penelitian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“Bapepam dan LK”) No. S-
4823/BL/2007 tanggal 21 September 2007, dengan ini kami memberikan REVISI
PENDAPAT HUKUM sebagai berikut :

97
1. PT. AHI merupakan badan hukum Indonesia berbentuk Perseroan Terbatas yang
didirikan dan dijalankan berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia.

2. PT. AHI didirikan dengan nama PT. KAWAN LAMA HOME CENTER berdasarkan
Akta Pendirian PT. Kawan Lama Home Center No. 17 tanggal 3 Februari 1995, dibuat
dihadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6190 HT.01.01.Th.95
tanggal 17 Mei 1995, kemudian didaftarkan dalam Buku Register di Kantor Pengadilan
Negeri Jakarta Barat dibawah No. 1668/1995 pada tanggal 13 September 1995, serta telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia pada tanggal 22 Desember 1995
No. 102, Tambahan No. 10484. Kemudian berdasarkan Akta Risalah Rapat PT. Kawan
Lama Home Center No. 140 tanggal 28 Oktober 1997, dibuat dihadapan Benny
Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-12832 HT.01.04.TH.98 tanggal 3
September 1998, kemudian didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun
1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP 09021614733 di Kantor
Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat di bawah No. 1658/BH09.02/XI/1998 pada
tanggal 11 Nopember 1998, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2000 No. 83, Tambahan No. 6217, nama PT.
KAWAN LAMA HOME CENTER diubah menjadi PT. ACE INDORITEL PERKAKAS.
Selanjutnya berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
PT. Ace Indoritel Perkakas No. 40 tanggal 28 Agustus 2001, dibuat oleh Fathiah Helmi,
S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-08339 HT.01.04.TH.2001
tanggal 14 September 2001, kemudian didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU
No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP 090215114733
di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan di bawah
No. 1490/RUB.09.02/XI/2001 pada tanggal 16 Nopember 2001, serta telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia pada tanggal 24 September 2002 No. 77,
Tambahan No. 11366, nama PT. ACE INDORITEL PERKAKAS diubah menjadi
PT. ACE HARDWARE INDONESIA, dan kemudian berdasarkan Akta Berita Acara
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Ace Hardware Indonesia No. 33 tanggal
29 Agustus 2007, dibuat oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat
persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. W7-09693 HT.01.04 TH 2007 tanggal 4 September 2007, tentang
perubahan seluruh Anggaran Dasar PT. AHI sehubungan dengan perubahan status dari
perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka, nama PT. ACE HARDWARE
INDONESIA diubah menjadi PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk.

PT. AHI benar telah didirikan secara sah menurut peraturan perundang-undangan yang
berlaku dan telah memenuhi semua persyaratan untuk pendirian suatu Perseroan Terbatas
yaitu Akta Pendirian, persetujuan Menteri Kehakiman Republik Indonesia, Pendaftaran
Pengadilan Negeri yang berwenang dan dalam Daftar Perusahaan serta Pengumuman
dalam Berita Negara Republik Indonesia, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan
keberadaan perusahaan.

98
3. Anggaran Dasar PT. AHI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
sehubungan dengan perubahan status dari perseroan tertutup menjadi perseroan
terbuka dan perubahan nama menjadi PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk.
serta persetujuan pengeluaran saham dalam simpanan Perseroan sebanyak-banyaknya
515.000.000,- (lima ratus lima belas juta) saham baru yang dikeluarkan dari portepel
yang ditawarkan kepada masyarakat melalui Penawaran Umum berdasarkan Akta
Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Ace Hardware Indonesia
No. 33 tanggal 29 Agustus 2007, dibuat oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta,
telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. W7-09693 HT.01.04 TH 2007 tanggal 4
September 2007.

Setiap perubahan Anggaran Dasar PT. AHI dari sejak pendirian hingga perubahan
Anggaran Dasar terakhir telah dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar AHI dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Anggaran Dasar AHI telah mengimplementasikan seluruh ketentuan dalam Peraturan


Bapepam IX.J.1 serta telah memuat ketentuan yang berkaitan dengan bentuk
penyetoran modal selain uang, Peraturan Bapepam No. IX.D.1, IX.D.4, IX.E.1.,
IX.E.2. dan Pasal 56-62 Bagian Kedua Bab VII Undang-Undang No. 8 tahun 1995
tentang Pasar Modal.

4. Maksud dan tujuan PT. AHI adalah sebagaimana termaktub dalam Pasal 3 Akta
Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Ace Hardware Indonesia
No. 33 tanggal 29 Agustus 2007, dibuat oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta,
telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. W7-09693 HT.01.04 TH 2007 tanggal 4
September 2007.

Sesuai dengan maksud dan tujuan PT. AHI sebagaimana termaktub dalam Pasal 3
Anggaran Dasar PT. AHI dan berdasarkan ijin-ijin yang diperoleh PT. AHI, PT. AHI
saat ini menjalankan usaha dalam bidang perdagangan umum, perindustrian dari
segala macam barang-barang home center, jasa kecuali jasa hukum dan pajak serta
perbengkelan.

5. Pada saat didirikan, susunan permodalan dan pemegang saham PT. AHI adalah
sebagaimana termaktub dalam Akta Pendirian PT. Kawan Lama Home Center No. 17
tanggal 3 Februari 1995, dibuat dihadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta,
yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. C2-6190 HT.01.01.Th.95 tanggal 17 Mei 1995, kemudian didaftarkan
dalam Buku Register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat dibawah
No. 1668/1995 pada tanggal 13 September 1995, serta telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia pada tanggal 22 Desember 1995 No. 102, Tambahan
No. 10484, yang kemudian ditegaskan kembali dalam Akta Risalah Rapat PT. Kawan
Lama Home Center No. 25 tanggal 5 Desember 1996, dibuat oleh Benny Kristianto,
S.H., Notaris di Jakarta, yang laporan data perubahannya telah diterima dan dicatat

99
oleh Direktur Perdata, Direktorat Jenderal Hukum dan Perundang-undangan,
Departemen Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-12831
HT.01.04.TH.98 tanggal 3 September 1998, yang telah didaftarkan dalam Daftar
Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan
No. TDP 09021614733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat di
bawah No. 1658/BH09.02/XI/1998 pada tanggal 11 Nopember 1998, serta telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2000
No. 83, Tambahan No. 6217, yaitu sebagai berikut:

Susunan permodalan :

Modal Dasar : Rp. 2.000.000.000,- (dua miliar rupiah) terbagi atas 2.000
(dua ribu) lembar saham, masing-masing lembar saham
bernilai nominal Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).
Modal Ditempatkan : Rp. 640.000.000,- (enam ratus empat puluh juta rupiah),
terbagi atas 640 (enam ratus empat puluh) lembar saham.
Modal Disetor : Rp. 640.000.000,- (enam ratus empat puluh juta rupiah),
terbagi atas 640 (enam ratus empat puluh) lembar saham atau
100% (seratus persen) dari nilai saham yang telah
ditempatkan.

Susunan pemegang saham :

No. Nama Pemegang Saham Jumlah Jumlah Nilai Nominal Persentase


Saham (Rp.) (%)
1. PT. Kawan Lama Internusa 639 639.000.000,- 99,84

2. Kuncoro Wibowo 1 1.000.000,- 0,16

Total 640 640.000.000,- 100

Sedangkan perubahan susunan permodalan dan pemegang saham PT. AHI yang
terakhir adalah sebagaimana termaktub dalam Akta Berita Acara Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa PT. Ace Hardware Indonesia No. 33 tanggal 29 Agustus
2007, dibuat oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. W7-09693 HT.01.04 TH 2007 tanggal 4 September 2007, yaitu sebagai berikut :

Susunan permodalan :

Modal Dasar : Rp. 480.000.000.000,- (empat ratus delapan puluh miliar


rupiah) terbagi atas 4.800.000.000 (empat miliar delapan
ratus juta) lembar saham, masing-masing lembar saham
bernilai nominal Rp. 100,- (seratus rupiah).

100
Modal Ditempatkan : Rp. 120.000.000.000,- (seratus dua puluh miliar rupiah)
terbagi atas 1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta) lembar
saham.
Modal Disetor : Rp. 120.000.000.000,- (seratus dua puluh miliar rupiah)
terbagi atas 1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta) lembar
saham, atau 100% (seratus persen) dari nilai saham yang
telah ditempatkan.

Susunan pemegang saham

No. Nama Pemegang Jumlah Jumlah Nilai Persentase


Saham Saham Nominal (Rp.) (%)

1. PT. Kawan Lama Sejahtera 1.199.990.000 119.999.000.000,- 99,9992

2. Kuncoro Wibowo 10.000 1.000.000,- 0,0008

Total 1.200.000.000 120.000.000.000,- 100

Setiap perubahan permodalan dan pemegang saham PT. AHI dari sejak pendirian
hingga perubahan permodalan dan pemegang saham terakhir telah dilakukan sesuai
dengan anggaran dasar PT. AHI dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

6. Susunan Pemegang Saham PT. AHI saat ini sebagaimana termaktub dalam Daftar
Pemegang Saham PT. AHI per-tanggal 7 September 2007 yang dikeluarkan oleh
PT. AHI, yaitu sebagai berikut :

No. Nama Pemegang Alamat Jumlah Jumlah Nilai Persentase


Saham Saham Nominal (Rp.) (%)

1. PT. Kawan Lama Jl. Puri Kencana No. 1, 1.199.990.000 119.999.000.000,- 99,9992
Sejahtera Kembangan, Jakarta Barat
11610

2. Kuncoro Wibowo Jl. Kembang Harum 10.000 1.000.000,- 0,0008


Utama C.2/9, Jakarta Barat

Total 1.200.000.000 120.000.000.000,- 100

Daftar Pemegang Saham PT. AHI yang mencantumkan nama, alamat, jumlah saham
yang dimiliki oleh Pemegang Saham PT. AHI tersebut dikeluarkan sesuai dengan
ketentuan anggaran dasar PT. AHI.

101
7. Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Ace
Hardware Indonesia No. 33 tanggal 29 Agustus 2007, dibuat oleh Fathiah Helmi,
S.H., Notaris di Jakarta, susunan Direksi dan Komisaris PT. AHI yang menjabat saat
ini adalah sebagai berikut:

Direksi :
Direktur Utama : Prabowo Widya Krisnadi
Direktur : Paulus Ong
Direktur : Hartanto Djasman
Direktur Tidak Terafiliasi : Rudy Hartono

Komisaris :
Komisaris Utama : Kuncoro Wibowo
Komisaris : Ijek Widya Krisnadi
Komisaris Independen : Tjiptono Darmadji

Pengangkatan para anggota Komisaris dan Direksi yang sedang menjabat adalah sah
dan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar PT. AHI dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku serta telah memenuhi Peraturan Bapepam dan LK Nomor
IX.I.6 tentang Direksi dan Komisaris Emiten dan Perusahaan Publik.

8. Untuk memenuhi Peraturan No. IX.I.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam


(sekarang Bapepam dan LK) No. Kep-63/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 jo.
Peraturan No. I-A Lampiran Keputusan Direksi PT. Bursa Efek Jakarta No. Kep-
305/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004, Direktur Utama PT. AHI telah menunjuk
Hardjanto Salim untuk menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary)
PT. AHI yang berlaku efektif sejak tanggal 1 September 2007 berdasarkan Surat
Penunjukan tertanggal 27 Agustus 2007 dan dalam rangka memenuhi Peraturan
No. IX.I.5 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam (sekarang Bapepam dan LK)
No. Kep-29/PM/2004 tanggal 24 September 2004 jo. Peraturan No. I-A Lampiran
Keputusan Direksi PT. Bursa Efek Jakarta No. Kep-305/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli
2004, PT. AHI akan membentuk Komite Audit selambat-lambatnya dalam jangka
waktu 6 (enam) bulan sejak tanggal dimulainya pencatatan dan perdagangan saham
PT. AHI di Bursa Efek Jakarta.

9. PT. AHI telah memperoleh semua izin dan persetujuan yang disyaratkan untuk
menjalankan usahanya dari pihak berwenang seperti izin usaha perdagangan besar,
tanda daftar perusahaan, keterangan domisili, angka pengenal importir umum, izin
pemasangan reklame, izin mempekerjakan tenaga kerja asing atas nama Jose Danilo
Sunga Jain, Warga Negara Philipina dan telah diperolehnya Sertifikat ISO 9001:2000
atas sistem manajemen yang diterapkan oleh PT. AHI, dimana izin-izin dan
persetujuan tersebut masih sepenuhnya berlaku. Dalam hal perijinan, PT. AHI tidak
mendapat teguran/peringatan dari pihak berwenang.

102
10. PT. AHI telah memenuhi kewajibannya di bidang perpajakan seperti telah memiliki
Nomor Pokok Wajib Pajak, telah ditetapkan sebagai Pengusaha Kena Pajak, telah
melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas asset yang berupa tanah dan
bangunan, telah melunasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN), telah melunasi Pajak
Penghasilan Pasal 21/26, Pasal 23/26, Pasal 4 (2) dan Pasal 25 serta telah memenuhi
kewajiban di bidang ketenagakerjaan seperti telah memiliki Peraturan Perusahaan,
telah melaksanakan pembayaran gaji dan upah kepada seluruh tenaga kerja/karyawan
sesuai dengan Upah Minimum Propinsi, telah terdaftar sebagai peserta Jaminan
Sosisal Tenaga Kerja dan telah melakukan pelaporan atas ketenagakerjaan pada Wajib
Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan. Dalam pelaksanaan kewajibannya tersebut
PT. AHI tidak mendapat teguran/peringatan dari pihak berwenang.

11. Kepemilikan dan/atau penguasaan atas asset/harta kekayaan berupa benda-benda


bergerak maupun benda-benda tidak bergerak yang digunakan PT. AHI untuk
menjalankan usahanya telah didukung/dilengkapi dengan dokumen kepemilikan
dan/atau penguasaan yang sah menurut hukum. Seluruh asset-asset PT. AHI berupa
benda-benda tidak bergerak berupa tanah Hak Guna Bangunan menjadi jaminan atas
pelunasan kewajiban PT. AHI kepada PT. Bank Central Asia Tbk. dan tidak terkait
atas suatu sengketa dan/atau perkara dan tidak ada dari keseluruhan aset PT. AHI
tersebut yang perolehannya dari Aset Yang Diambil Alih (AYDA). Penjaminan
tersebut juga telah dilakukan sesuai dengan anggaran dasar PT. AHI dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan perjanjian-
perjanjian dengan pihak ketiga lainnya yang telah ditandatangani oleh PT. AHI.

12. PT. AHI telah menutup pertanggungan asuransi atas keseluruhan asset/harta kekayaan
berupa benda-benda tidak bergerak maupun benda-benda bergerak termasuk atas
barang-barang dagangan dan persediaan-persediaan dengan jumlah dan jangka waktu
yang memadai pada perusahaan asuransi.

13. Perjanjian-perjanjian antara PT. AHI dengan pihak ketiga seperti perjanjian kredit,
perjanjian lisensi, perjanjian penggunaan merek, perjanjian kerjasama, perjanjian
sewa menyewa, perjanjian kredit kepemilikan kendaraan bermotor dan perjanjian
merchant adalah sah dan mengikat PT. AHI. Sehubungan dengan rencana Penawaran
Umum, PT. AHI telah mendapat persetujuan dari PT. Bank Central Asia Tbk.
(“BCA”) dan PT. Bank Internasional Indonesia Tbk. (“BII”) masing-masing sesuai
surat No. 1417/GBK/2007 tanggal 5 September 2007 dan No. 2007.0779/DIR4-
Korporasi tanggal 4 September 2007 dan rencana Penawaran Umum tersebut tidak
bertentangan dengan perjanjian-perjanjian dengan pihak ketiga.
Sehubungan dengan adanya pembatasan/negative covenant dalam perjanjian kredit
antara PT. AHI dengan BII dan BCA, ketentuan pembatasan/negative covenant dalam
masing-masing perjanjian tersebut tidak bertentangan satu sama lain.
Ketentuan pembatasan/negative covenant dalam perjanjian kredit dengan BCA dan
BII yang dapat merugikan kepentingan pemegang saham publik, telah disetujui oleh
BCA dan BII untuk dicabut berdasarkan surat No. 1557/GBK/2007 tanggal 8 Oktober
2007 dan surat No. No. 2007.0930/DIR4-Korporasi tanggal 10 Oktober 2007.

103
14. Produk-produk yang diperdagangan oleh PT. AHI dalam wilayah hukum Republik
Indonesia dengan merek dagang “ACE”, “ACE Hardware”, “ACE Rental Place”, ACE
Home Center dan ACE Express merupakan merek dagang kepunyaan Ace Hardware
Corporation, suatu badan hukum Delaware yang berkedudukan di Illinois, Amerika
Serikat berdasarkan Perjanjian Lisensi (License Agreement) tanggal 21 Mei 2006 yang
dibuat di bawah tangan dan telah dilegalisasi oleh Notaris Publik Negara Bagian Illinois
pada tanggal 8 Oktober 1997 serta telah disahkan oleh Sekretaris Umum Negara Bagian
Illinois pada tanggal 9 Oktober 1997, Pejabat Negara Bagian Illinois pada tanggal 9
Oktober 1997 dan Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Chicago, Illinois pada
tanggal 9 Oktober 1997 dan dengan merek dagang Kris dan Krisbow merupakan merek
dagang kepunyaan Ijek Widya Krisnadi berdasarkan Perjanjian-Perjanjian Penggunaan
Merek Kris keduanya tertanggal 1 Agustus 2007 yang dibuat di bawah tangan. Merek-
merek tersebut telah terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual,
Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

15. Untuk mengantisipasi kemungkinan saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum
Perdana tidak seluruhnya diambil oleh masyarakat, maka telah dibuat Perjanjian
Penjaminan Emisi Efek antara PT. AHI dengan PT. CLSA Indonesia dan PT. Dinamika
Usahajaya, keduanya berkedudukan di Jakarta selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek
sesuai Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum PT. Ace Hardware
Indonesia Tbk. No. 12 tanggal 10 September 2007, dibuat dihadapan Fathiah Helmi, S.H.,
Notaris di Jakarta jo. Akta Pengubahan I Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran
Umum PT. Ace Hardware Indonesia Tbk. No. 22 tanggal 25 Oktober 2007, dibuat
dihadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, antara PT. AHI dengan PT Mandiri
Sekuritas, PT Indopremier Securities, PT Am Capital Indonesia, PT Ciptadana
Securities, PT Danatama Makmur Securities, PT Dhanawibawa Artha Cemerlang, PT
Intifikasa Securindo, PT Kim Eng Securities, PT Makinta Securities, PT Minna Padi
Investama, PT Nusadana Capital Indonesia, PT Okansa Capital Tbk., PT Transpacific
Securindo dan PT Wanteg Securindo, semuanya berkedudukan di Jakarta, dimana
penjaminan emisi efek oleh para penjamin emisi tersebut dengan cara kesanggupan penuh
(full commitment). Perjanjian-perjanjian tersebut adalah sah dan mengikat menurut
hukum serta dapat dilaksanakan menurut syarat-syarat yang termaksud di dalamnya.

Antara PT. AHI dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek tidak terdapat hubungan afiliasi.

16. Dalam rangka Penawaran Umum kepada masyarakat selain Perjanjian Penjaminan Emisi
Efek, PT. AHI juga telah menandatangani:
a. Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham dengan PT. Adimitra Transferindo
berkedudukan di Jakarta selaku Biro Adminsitrasi Efek sesuai Akta Perjanjian
Pengelolaan Administrasi Saham Penawaran Umum Perseroan Terbatas PT. Ace
Hardware Indonesia Tbk. No. 13 tanggal 10 September 2007 dibuat dihadapan
Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta;
b. Perjanjian Tentang Pendaftaran Efek Bersifat Ekuitas dengan PT. Kustodian
Sentral Efek Indonesia sesuai dengan Perjanjian Tentang Pendaftaran Efek
Bersifat Ekuitas Di KSEI No. SP-014/PE/KSEI/0907 tanggal 5 September 2007
yang dibuat di bawah tangan;

104
c. International Underwriting and Placement Agreement tanggal 10 September
2007, dibuat di bawah tangan dengan PT. CLSA Indonesia untuk keperluan
penawaran saham PT. AHI di luar Indonesia;
d. Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek tanggal 5 Oktober 2007 dengan PT.
Bursa Efek Jakarta yang dibuat di bawah tangan;
dimana semua perjanjian tersebut adalah sah dan mengikat menurut hukum serta dapat
dilaksanakan menurut syarat-syarat yang termaksud didalamnya.

17. Pelaksanaan Penawaran Umum Saham Perdana PT. AHI telah dilakukan sesuai dengan
ketentuan anggaran dasar PT. AHI yaitu telah memperoleh persetujuan Rapat Umum
Pemegang Saham PT. AHI sebagaimana tertuang dalam Akta No. 33 tanggal 29 Agustus
2007, dibuat oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta. Sedangkan saham baru yang
ditawarkan kepada masyarakat melalui Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum
Perdana ini seluruhnya terdiri dari saham baru yang belum disetor dan akan dikeluarkan
dari portepel dimana setiap saham mempunyai hak dan kedudukan yang sama dengan
saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh lainnya sesuai dengan Anggaran Dasar
PT. AHI.

18. Penandatanganan semua perjanjian dalam rangka Penawaran Umum Perdana adalah sah
dan tidak bertentangan atau melanggar ketentuan anggaran dasar PT. AHI dan/atau
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

19. Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum ini, setelah dikurangi biaya-biaya yang
berhubungan dengan Penawaran Umum ini, akan digunakan sebagai berikut:

A. Sekitar 43% akan digunakan untuk pembukaan gerai baru dan perluasan gerai
yang sudah ada dengan perincian sebagai berikut :
Pada tahun 2008 direncanakan dibuka gerai baru dengan total luas = 24.385 m2,
terdiri dari :
1. Medan dengan luas 1.990 m2
2. Palembang dengan luas 1.710 m2
3. Rawamangun Jakarta dengan luas 2.915 m2
4. Malang Jawa Timur dengan luas 1.500 m2
5. Manado dengan luas 3.500 m2
6. Cibubur dengan luas 2.600 m2
7. Permata Hijau Jakarta dengan luas 1.200 m2
8. Batam dengan luas 3.170 m2
9. Pekanbaru dengan luas 2.800 m2
10. Fatmawati Jakarta dengan luas 1.500 m2
11. Sidoarjo Jawa Timur dengan luas 1.500 m2
Disamping pembukaan gerai baru tersebut di atas, juga akan dilakukan perluasan
gerai yang sudah ada, yaitu:
• Perluasan gerai Galaxy, diperluas dengan 1.777 m2
• Perluasan gerai Karawaci, diperluas dengan 2.265 m2
• Perluasan gerai Sun Plaza, Medan, diperluas dengan 1.700 m2
Dengan demikian, total luas tambahan dan perluasan gerai di tahun 2008 adalah
30.127 m2. Pada tahun 2009 akan dibuka gerai baru dengan total luas 16.000 m2
dan di tahun 2010 akan dibuka gerai baru dengan luas 15.000 m2. Lokasi gerai
baru tersebut belum diketahui.

105
B. Sekitar 26,81% akan digunakan untuk modal kerja terutama menambah
persediaan.
C. Sekitar 20,19% akan digunakan untuk melunasi seluruh pinjaman bank, baik
jangka pendek maupun jangka panjang. Perincian pinjaman bank adalah sebagai
berikut :
Perincian hutang yang akan dibayar adalah sebagai berikut :
a. Hutang Jangka Pendek:
i. Kredit dari PT. Bank Central Asia Tbk. dengan rincian yaitu
Pinjaman Berjangka sebesar Rp. 34.000.000.000,- dan Pinjaman
Rekening Koran sebesar Rp. 20.410.000.000,- dengan jumlah total
sebesar Rp 54.410.000.000,-. Fasilitas ini dikenakan bunga
sebesar 11,5% pertahun yang dapat berubah sesuai dengan
keadaan pasar dan pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 21
Desember 2007. Pelunasan lebih awal ata spinjaman ini tidak
dikenakan penalti
ii. Fasilitas Kredit dari PT. Bank Internasional Indonesia Tbk.
dengan rincian yaitu Pinjaman Berjangka sebesar Rp.
7.000.000.000,- dan Pinjaman Rekening Koran Rp 446.000.000,-
dengan jumlah total sebesar Rp 7.446.000.000,- yang akan jatuh
tempo 20 Juni 2008. Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar SBI 1
bulan ditambah 3,25%. Pelunasan lebih awal atas fasilitas ini
dikenakan penalti sebesar 1% flat dari jumlah fasilitas
b. Hutang Jangka Panjang:
i. PT. Bank Central Asia Tbk. (BCA)
PT. AHI memperoleh fasilitas kredit investasi berdasarkan
perjanjian kredit yang mengalami beberapa kali perubahan,
terakhir berdasarkan akta No. 170 tanggal 26 Maret 2007, notaris
oleh Eliwaty Tjitra, SH,. Fasilitas tersebut memiliki plafon sebesar
Rp. 20.000.000.000,- dengan suku bunga 11,50% pertahun.
Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada 14 Oktober 2009 dan
memiliki jaminan yang sama dengan hutang bank jangka pendek
BCA. Pelunasan lebih awal atas pinjaman ini tidak dikenakan
penalti
ii. PT Bank Jasa Jakarta
PT. AHI memperoleh beberapa kredit pemilikan kendaraan dari
PT Bank Jasa Jakarta dengan nilai seluruhnya sebesar Rp.
1.733.000.000,- dan tingkat bunga bervariasi antara 13,50% -
16,00% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan kendaraan-
kendaraan yang bersangkutan. Pelunasan lebih awal atas pinjaman
ini tidak dikenakan penalti
iii. PT Bank Akita
Berdasarkan perjanjian pinjaman No. 761/PK-KKB/SMHD/XI/06
tanggal 17 November 2006, PT. AHI memperoleh kredit
pemilikan kendaraan dari PT Bank Akita sebesar Rp
2.240.000.000,- dengan tingkat bunga efektif sebesar 16% per
tahun. Pinjaman ini dijamin dengan kendaraan yang bersangkutan
dan akan jatuh tempo pada tanggal 17 Oktober 2008. Pelunasan
lebih awal atas pinjaman ini dikenakan penalti sebesar 3% dari
sisa pinjaman.

106
D. Sekitar 6% untuk renovasi gerai yang sudah ada.

E. Sisanya sekitar 4% akan digunakan untuk pengembangan IT.

PT. AHI akan melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum secara
periodik kepada Bapepam dan LK sesuai dengan Peraturan No. X.K.4 Lampiran
Keputusan Ketua Bapepam (sekarang Bapepam dan LK) No. Kep-27/PM/2003 tanggal
17 Juli 2003 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.
Apabila di kemudian hari PT. AHI bermaksud mengubah rencana penggunaan dana hasil
dari Penawaran Umum, maka PT. AHI harus terlebih dahulu melaporkan rencana tersebut
ke Bapepam dan LK dengan mengemukakan alasan beserta pertimbangannya dan
perubahan penggunaan dana tersebut harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari
para pemegang saham PT. AHI dalam Rapat Umum Pemegang Saham.
Sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Bapepam dan LK No. SE-05/BL/2006
tanggal 29 September 2006 tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Biaya Yang
Dikeluarkan Dalam Rangka Penawaran Umum, total biaya yang dikeluarkan PT. AHI
dalam rangka Penawaran Umum ini adalah sekitar 4,03% dari total nilai Penawaran
Umum, dengan perincian
1. Biaya jasa Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal, yang terdiri dari:
• - Auditor Independen sebesar sekitar 0,66%;
• - Biro Administrasi Efek sebesar sekitar 0,11%;
• - Konsultan Hukum (domestik dan internasional) sebesar sekitar 7,53%; (
- Notaris sebesar sekitar 0,23%; dan
- Penilai Independen sebesar sekitar 0,08%;
2. Biaya jasa Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek sebesar
sekitar 68,25% dengan rincian management fee 37,23%, underwriting fee 18,61%
dan selling agent fee 12,41%
3. Biaya lain-lain seperti biaya road show, percetakan Prospektus, formulir-formulir,
iklan, persiapan RUPSLB dan lain-lain sebesar sekitar 23,14%

20. Berdasarkan pemeriksaan hukum yang dilakukan pada buku register perkara yang
terdapat di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Badan Arbitrase Nasional Indonesia,
Pengadilan Pajak, Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta dan Pengadilan Hubungan
Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat serta berdasarkan pernyataan
PT. AHI, masing-masing Direksi dan Komisaris PT. AHI, PT. AHI tidak tersangkut
dalam perkara pidana, perkara perdata termasuk perkara Hak Cipta, Merk ataupun Paten,
sengketa tata usaha negara, perselisihan hubungan industrial/perburuhan, sengketa
arbitrase dan perkara perpajakan yang melibatkan PT. AHI yang secara material dapat
berpengaruh negatif bagi kelangsungan usaha PT. AHI. Selain itu berdasarkan surat-surat
pernyataan dari pemilik gedung/tempat usaha yang disewa oleh PT. AHI, tempat-tempat
kegiatan usaha PT. AHI tersebut tidak berada dalam keadaan sengketa, digugat dan disita.

21. Berdasarkan pemeriksaan hukum yang dilakukan pada buku register perkara Pengadilan
Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan berdasarkan pernyataan PT. AHI,
masing-masing Direksi dan Komisaris PT. AHI, PT. AHI tidak terdapat pendaftaran atau
masalah yang menyangkut kepailitan, penundaan pembayaran atau pembubaran atas PT.
AHI.

107
Demikian PENDAPAT HUKUM ini kami buat dengan sebenarnya dalam kapasitas kami
selaku Konsultan Hukum yang independen dan tidak terafiliasi. Selanjutnya kami
bertanggungjawab sepenuhnya atas materi REVISI PENDAPAT HUKUM ini.

KATON & PARTNERS LA W FIRM

I. N. SUWANDHA, S.H.
STTD No. : 132/STTD-KH/PM/1997
No. Anggota HKHPM : 98041

Tembusan:
1. Yth. : Bapak Ketua Bapepam dan LK;
2. Yth. : Bapak Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa
Bapepam dan LK;
3. Yth. : Bapak Kepala Biro Hukum Bapepam dan LK;
4. Yth. : Direksi PT. Ace Hardware Indonesia Tbk.;
5. Arsip.

108
BAB XVII. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN
LAPORAN KEUANGAN

109
Halaman ini sengaja dikosongkan

98
R/317-R/5/09/07
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
NERACA
Per 31 Juli 2007, 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

AKTIVA Catatan 2007 2006 2005 2004


Rp Rp Rp Rp

Aktiva Lancar
Kas dan Bank 2.b, 3, 25 4.394.725.638 8.017.214.001 5.975.942.048 5.412.550.116
Piutang Usaha 2.c, 4
Pihak Hubungan Istimewa 2.l, 24 3.089.573.282 5.917.086.566 10.452.000.862 463.123.093
Pihak Ketiga 2.553.213.850 7.217.423.999 3.543.173.513 1.494.697.912
Piutang Lain-lain
Pihak Hubungan Istimewa 2.l, 24 9.150.000.000 -- -- --
Pihak Ketiga 1.588.102.135 622.144.805 323.178.837 26.164.919
Persediaan 2.d, 5 90.768.104.807 101.276.307.603 62.671.052.517 28.388.999.465
Beban Dibayar di Muka 2.e, 6 14.481.065.564 9.133.461.250 705.111.975 3.167.159.944
Uang Muka Pembelian 2.l, 7, 24 45.653.335.872 37.129.525.455 17.401.919.994 11.189.145.099
Jumlah Aktiva Lancar 171.678.121.148 169.313.163.679 101.072.379.746 50.141.840.548

Aktiva Tidak Lancar


Piutang Hubungan Istimewa 2.l, 24 39.582.876.179 914.932.314 14.401.434.357 18.354.492.422
Beban Dibayar di Muka Jangka Panjang 6 6.114.539.156 2.506.588.153 6.884.345.430 973.745.857
Aktiva Pajak Tangguhan 2.h, 15.c 2.553.512.561 1.705.925.054 1.105.053.182 673.862.240
Aktiva Tetap 2.f, 8
(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan
sebesar Rp 23.959.534.360, Rp 18.676.390.316,
Rp 17.871.821.932 dan Rp 14.442.179.370
masing-masing per 31 Juli 2007,
31 Desember 2006, 2005 dan 2004) 43.271.783.876 42.672.859.285 15.459.148.844 8.920.048.658
Aktiva Lain-lain 2.g, 2.p, 9 7.449.188.841 5.247.185.135 4.798.175.162 4.234.891.216
Jumlah Aktiva Tidak Lancar 98.971.900.613 53.047.489.941 42.648.156.975 33.157.040.393
JUMLAH AKTIVA 270.650.021.761 222.360.653.620 143.720.536.721 83.298.880.941

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian


tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan ini
FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
Date :

113
R/317-R/5/09/07

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk


NERACA (Lanjutan)
Per 31 Juli 2007, 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan 2007 2006 2005 2004


Rp Rp Rp Rp

Kewajiban Lancar
Hutang Bank Jangka Pendek 10 61.856.143.911 54.011.452.892 24.995.198.516 15.390.293.470
Hutang Usaha 2.b, 11, 25
Pihak Hubungan Istimewa 2.l, 24 13.669.144.523 6.782.689.988 10.106.715.349 11.310.949.416
Pihak Ketiga 35.576.188.896 28.201.041.856 24.517.039.718 12.891.611.058
Uang Muka Pelanggan 12 3.602.453.938 945.382.795 1.096.016.014 1.165.149.084
Hutang Lain-lain 13
Pihak Hubungan Istimewa 2.l, 24 259.579.758 232.087.253 284.091.735 781.080.124
Pihak Ketiga 4.815.435.033 8.146.269.836 3.449.193.524 2.397.706.108
Beban yang Masih Harus Dibayar 2.b, 14, 25 4.305.193.159 2.446.051.842 1.497.417.134 956.754.968
Hutang Pajak 2.h, 15.a 7.671.001.173 6.051.973.815 2.763.208.323 5.718.244.481
Hutang Bank Jangka Panjang
yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun 16 9.398.983.736 16.352.720.491 2.537.300.310 206.750.406
Jumlah Kewajiban Lancar 141.154.124.127 123.169.670.768 71.246.180.622 50.818.539.115

Kewajiban Tidak Lancar


Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja 2.j, 17 11.180.440.000 8.449.611.000 5.440.604.000 3.483.977.000
Hutang Bank Jangka Panjang - Setelah Dikurangi Bagian
yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun 16 10.554.948.498 9.331.599.104 6.634.463.043 118.277.566
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 21.735.388.498 17.781.210.104 12.075.067.043 3.602.254.566

JUMLAH KEWAJIBAN 162.889.512.625 140.950.880.872 83.321.247.665 54.420.793.681

EKUITAS
Modal Saham - nilai nominal Rp 1.000.000 per saham
Modal Dasar - 50.000 saham masing-masing
per 31 Juli 2007, 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - 40.000 saham
masing-masing per 31 Juli 2007, 31 Desember 2006
dan 2005, dan 15.823 saham per 31 Desember 2004 18 40.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000 15.823.000.000
Saldo Laba
Telah Ditentukan Penggunaannya -- -- -- --
Belum Ditentukan Penggunaannya 67.760.509.136 41.409.772.748 20.399.289.056 13.055.087.260
Jumlah Ekuitas 107.760.509.136 81.409.772.748 60.399.289.056 28.878.087.260
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 270.650.021.761 222.360.653.620 143.720.536.721 83.298.880.941

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian


tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan ini
FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
Date :

114
R/317-R/5/09/07

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk


LAPORAN LABA RUGI
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

Catatan 2007 2006 2005 2004


(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Rp Rp Rp Rp

PENJUALAN BERSIH 2.i, 20, 24 467.857.296.516 638.946.288.084 483.730.988.478 346.599.267.072

BEBAN POKOK PENJUALAN 2.i, 21, 24 301.381.085.510 421.709.181.003 333.699.760.421 239.434.194.220

LABA KOTOR 166.476.211.006 217.237.107.081 150.031.228.057 107.165.072.852

BEBAN USAHA 2.i, 22


Penjualan 84.443.257.855 117.103.587.109 81.116.711.548 55.897.155.550
Umum dan Administrasi 38.041.561.927 50.592.341.059 41.501.370.657 29.606.562.178
Jumlah Beban Usaha 122.484.819.782 167.695.928.168 122.618.082.205 85.503.717.728

LABA USAHA 43.991.391.224 49.541.178.913 27.413.145.852 21.661.355.124

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN


Fee Registrasi Keanggotaan 2.330.158.627 6.338.963.043 5.068.936.115 2.887.778.519
Laba (Rugi) Selisih Kurs - Bersih 1.317.108.345 (214.390.957) 1.223.816.092 426.848.247
Pendapatan Bunga 44.400.102 74.220.971 66.832.952 37.926.573
Keuntungan Penjualan Aktiva Tetap 8 59.522.673 138.513.257 -- --
Beban Bunga (5.466.068.864) (9.757.600.215) (3.219.521.293) (2.599.044.078)
Beban Keuangan Lainnya (4.834.010.190) (6.800.327.016) (5.064.597.332) (3.598.623.474)
Lain-lain 206.973.365 (637.722.475) (349.719.232) (154.470.924)
Jumlah Beban Lain-lain - Bersih (6.341.915.942) (10.858.343.392) (2.274.252.699) (2.999.585.137)

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 37.649.475.281 38.682.835.521 25.138.893.153 18.661.769.987

MANFAAT (BEBAN) PAJAK 2.h, 15.b


PENGHASILAN
Pajak Kini (12.146.326.400) (12.273.073.700) (8.048.882.300) (6.665.030.300)
Pajak Tangguhan 847.587.507 600.871.872 431.190.942 1.059.048.140
Beban Pajak Penghasilan - Bersih (11.298.738.893) (11.672.201.829) (7.617.691.358) (5.605.982.160)

LABA BERSIH 26.350.736.388 27.010.633.692 17.521.201.795 13.055.787.827

LABA PER SAHAM DASAR 2.o, 23 658.768 675.266 1.107.325 1.008.273

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian


tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan ini
FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
Date :

115
R/317-R/5/09/07

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk


LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

Catatan Modal Saham Saldo Laba Jumlah Ekuitas


Telah Ditentukan Belum Ditentukan
Penggunaannya Penggunaannya
Rp Rp Rp Rp

SALDO PER 31 DESEMBER 2003 7.200.000.000 -- 8.623.497.071 15.823.497.071

Dividen Kas 19 -- -- (1.197.638) (1.197.638)

Dividen Saham 18 8.623.000.000 -- (8.623.000.000) --

Laba Bersih (1 Tahun) -- -- 13.055.787.827 13.055.787.827

SALDO PER 31 DESEMBER 2004 15.823.000.000 -- 13.055.087.260 28.878.087.260

Setoran Modal 18 14.000.000.000 -- -- 14.000.000.000

Dividen Saham 18 10.177.000.000 -- (10.177.000.000) --

Laba Bersih (1 Tahun) -- -- 17.521.201.795 17.521.201.795

SALDO PER 31 DESEMBER 2005 40.000.000.000 -- 20.399.289.056 60.399.289.056

Dividen Kas 19 -- -- (6.000.150.000) (6.000.150.000)

Laba Bersih (1 Tahun) -- -- 27.010.633.692 27.010.633.692

SALDO PER 31 DESEMBER 2006 40.000.000.000 -- 41.409.772.748 81.409.772.748

Laba Bersih (7 Bulan) -- -- 26.350.736.388 26.350.736.388

SALDO PER 31 JULI 2007 40.000.000.000 -- 67.760.509.136 107.760.509.136

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian


tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan ini
FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
Date :

116
R/317-R/5/09/07

PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk


LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

2007 2006 2005 2004


(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Rp Rp Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari Pelanggan 480.336.248.719 645.995.281.718 476.693.438.153 350.241.044.081
Pembayaran kepada Pemasok (411.440.672.873) (582.919.066.877) (439.702.390.169) (283.534.039.834)
Pembayaran kepada Karyawan (45.537.320.115) (60.855.679.244) (47.968.489.567) (33.694.538.044)
Pembayaran Pajak (9.028.122.427) (8.984.308.208) (11.199.199.603) (5.655.070.656)
Pembayaran Bunga Pinjaman (5.466.068.864) (9.757.600.215) (3.219.521.293) (2.599.044.078)
Penerimaan Bunga 44.400.102 74.220.971 66.832.951 37.926.573
Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 8.908.464.542 (16.447.151.855) (25.329.329.528) 24.796.278.042

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI


Hasil Penjualan Aktiva Tetap 431.818.182 307.625.000 -- --
Perolehan Aktiva Tetap (6.436.426.815) (35.121.039.381) (10.730.300.205) (5.573.443.287)
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (6.004.608.633) (34.813.414.381) (10.730.300.205) (5.573.443.287)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN


Pembayaran Dividen -- (6.000.150.000) -- (1.197.638)
Setoran Modal -- -- 14.000.000.000 --
Penerimaan Pinjaman Bank 18.504.246.278 60.471.925.280 25.793.611.490 180.000.000
Pembayaran Pinjaman Bank (16.389.742.620) (14.903.114.662) (7.341.971.162) (3.419.303.673)
Pembayaran kepada Pihak Hubungan Istimewa (9.700.000.000) -- -- (17.925.000.000)
Penerimaan dari Pihak Hubungan Istimewa 1.050.000.000 13.765.000.000 4.160.000.000 --
Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (6.535.496.342) 53.333.660.618 36.611.640.328 (21.165.501.311)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (3.631.640.433) 2.073.094.382 552.010.595 (1.942.666.556)

DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN BANK 9.152.070 (31.822.429) 11.381.337 5.810.153

KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN/PERIODE 8.017.214.001 5.975.942.048 5.412.550.116 7.349.406.519
KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN/PERIODE 4.394.725.638 8.017.214.001 5.975.942.048 5.412.550.116

KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN/PERIODE TERDIRI DARI:


Kas 1.222.693.729 4.105.501.300 2.343.129.440 1.630.899.175
Bank 3.172.031.909 3.911.712.701 3.632.812.608 3.781.650.941
Jumlah 4.394.725.638 8.017.214.001 5.975.942.048 5.412.550.116

AKTIVITAS YANG TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS:


Dividen Saham -- -- 10.177.000.000 8.623.000.000
Kenaikan Piutang Hubungan Istimewa dari Pengalihan
Uang Muka Pembelian Tanah 38.559.909.092 -- -- --

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian


tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan ini
FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
Date :

117
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

1. Umum

1.a. Pendirian Perusahaan


PT Ace Hardware Indonesia (Perusahaan) didirikan awalnya bernama PT Kawan Lama Home
Centre berdasarkan akta No. 17 tanggal 3 Februari 1995 dari Benny Kristianto, S.H, notaris di
Jakarta. Pada tanggal 28 Oktober 1997, nama Perusahaan diubah menjadi PT Ace Indoritel
Perkakas, dan kemudian berdasarkan akta No. 40 tanggal 28 Agustus 2001 dari Fathiah Helmi, S.H,
notaris di Jakarta nama Perusahaan selanjutnya diubah menjadi PT Ace Hardware Indonesia.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-08339.HT.0 1.04 TH 2001
tanggal 14 September 2001 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 77, Tambahan No. 11366,
tanggal 24 September 2002.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta
No. 110 tanggal 29 Desember 2005 dari Budiningsih Kurnia SH, pengganti notaris Eliwaty Tjitra,
S.H., notaris di Jakarta, mengenai peningkatan modal disetor Perusahaan sebesar
Rp 14.177.000.000 dengan mengeluarkan saham baru kepada PT Kawan Lama Sejahtera (lihat
Catatan 18). Perubahan tersebut telah dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia sesuai Surat No. C-02165.HT.01.04 TH 2006 tanggal 25 Januari 2006.

Sesuai pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi usaha
perdagangan umum termasuk kegiatan ekspor impor serta menjalankan usaha sebagai agen atau
distributor. Saat ini kegiatan usaha Perusahaan terutama adalah penjualan eceran (ritel) barang-
barang untuk kebutuhan rumah tangga dan lifestyle. Pada tanggal 31 Juli 2007, Perusahaan memiliki
21 gerai ritel yang meliputi area Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Bali, Medan,
Batam, Balikpapan dan Makasar.

Kantor Perusahaan terletak di Gedung Kawan Lama Lt. 5, Jl. Puri Kencana No.1, Meruya-
Kembangan, Jakarta 11610, Indonesia. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tanggal
22 Desember 1995.

1.b. Komisaris, Direksi dan Karyawan


Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada 31 Juli 2007, 31 Desember 2006,
2005, dan 2004 sesuai dengan akta No. 4 tanggal 2 Juni 2005 dari Fathiah Helmi , SH, notaris di
Jakarta, dan dengan akta No. 56 tanggal 28 Maret 2000 dari Benny Kristianto, S.H, notaris di
Jakarta, adalah sebagai berikut:
2007, 2006 dan 2005 2004
Komisaris
Komisaris Utama : Kuncoro Wibowo Kuncoro Wibowo
Komisaris : Ijek Widya Krisnadi Ijek Widya Krisnadi
Tjiptono Darmadji --
Direksi
Direktur Utama : Prabowo Widya Krisnadi Prabowo Widya Krisnadi
Direktur : Rudy Hartono Rudy Hartono
Hartanto Djasman --
Paulus Ong --

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
118 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

Jumlah gaji dan tunjangan Direksi dan Komisaris Perusahaan adalah masing-masing sebesar
Rp 2.104.700.206, Rp 3.441.877.357, Rp 3.638.132.294 dan Rp 1.137.173.400 untuk periode
7 (tujuh) bulan yang berakhir pada 31 Juli 2007 dan tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember
2006, 2005 dan 2004.

Pada tanggal tanggal 31 Juli 2007, 31 Desember 2006, 2005 dan 2004, jumlah karyawan tetap
Perusahaan masing-masing adalah 3.656, 2.838, 2.218 dan 1.587orang (tidak diaudit).

2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi

2.a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan


Laporan keuangan ini telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia, yang antara lain adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang
ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam)
No. VIII.G.7 (revisi 2000) tentang “Pedoman Penyajian Laporan Keuangan” dan Pedoman Penyajian
dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Perdagangan sesuai
dengan Surat Edaran Ketua Bapepam No. SE- 02/PM/2002 tanggal 27 Desember 2002.

Dasar pengukuran laporan keuangan adalah konsep biaya historis (historical cost) kecuali untuk
akun-akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam masing-
masing akun tersebut. Laporan keuangan disusun dengan metode akrual kecuali laporan arus kas.

Laporan arus kas disusun dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus
kas ke dalam aktivitas operasi, investasi,dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah.

2.b. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing


Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke
mata uang Rupiah mengunakan kurs tengah wesel ekspor dari Bank Indonesia sebagai berikut:
31 Juli 31 Desember 31 Desember 31 Desember
2007 2006 2005 2004
Rp Rp Rp Rp

1 USD 9,186.00 9.020,00 9.830,00 9.290,00


1 SGD 6,078.73 5.879,73 5.906,57 5.685,45
1 EUR 12,599.14 11.858,15 11.659,87 12.652,06

Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi
tahun/periode yang bersangkutan.

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
119 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

2.c. Penyisihan Piutang Ragu-ragu


Penyisihan piutang ragu-ragu ditentukan berdasarkan penelaahan yang mendalam terhadap kondisi
masing-masing debitur pada akhir tahun/periode. Saldo piutang dihapuskan melalui penyisihan
piutang ragu-ragu yang bersangkutan atau langsung dihapuskan dari piutang tersebut pada saat
manajemen berkeyakinan penuh bahwa piutang tersebut tidak dapat ditagih.

2.d. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar biaya yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi
bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-
rata tertimbang (weighted average method).

2.e. Beban Dibayar di Muka


Beban dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis
lurus. Bagian jangka pendek dari beban dibayar di muka disajikan sebagai bagian dari aktiva lancar,
sedangkan bagian jangka panjangnya disajikan sebagai bagian dari aktiva tidak lancar.

2.f. Aktiva Tetap


Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan
dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 20
Prasarana dan Renovasi Bangunan 3-5
Peralatan Kantor 4
Kendaraan 4

Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.


Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan ke dalam Iaporan laba rugi pada saat terjadinya;
pemugaran dan penambahan daIam jumlah signifikan dikapitalisasi. Apabila suatu aktiva tetap tidak
digunakan lagi atau yang dilepas, biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari
aktiva tetap yang bersangkutan dan keuntungan atau kerugian yang timbul dilaporkan di dalam
laporan Iaba rugi tahun/periode yang bersangkutan.

2.g. Biaya Ditangguhkan


Biaya legal tertentu yang terjadi sehubungan dengan pengurusan hak legal atas tanah ditangguhkan
dan diamortisasi mengunakan metode garis lurus sepanjang umur hukum hak atas tanah atau umur
ekonomis aktiva tanah, mana yang lebih pendek. Biaya ditangguhkan lainnya diamortisasi selama
masa manfaat masing-masing biaya.

2.h. Pajak Penghasilan


Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan
pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method). Pajak
tangguhan diukur dengan tarif pajak yang berlaku saat ini.

Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak untuk tahun yang bersangkutan, yang dihitung
sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.

2.i. Pengakuan Pendapatan dan Beban


Pendapatan diakui pada saat barang diserahkan dan hak kepemilikan berpindah kepada pelanggan.
Seluruh beban dan penghasilan (beban) lainnya diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
120 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

2.j. Imbalan Kerja


Perusahaan menghitung Imbalan Kerja berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004) tentang AImbalan
Kerja@.

Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah tak terdiskonto ketika pekerja telah memberikan
jasanya kepada perusahaan dalam suatu periode akuntansi.

Imbalan pasca kerja diakui sebesar jumlah yang diukur dengan menggunakan dasar diskonto ketika
pekerja telah memberikan jasanya kepada perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Kewajiban
dan beban diukur dengan menggunakan teknik akutaria yang mencakup pula kewajiban konstruktif
yang timbul dari praktik kebiasaan perusahaan. Dalam perhitungan kewajiban, imbalan harus
didiskontokan dengan menggunakan metode projected unit credit.

Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika, dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen untuk:
a. memberhentikan seorang atau sekelompok karyawan sebelum tanggal pensiun normal; atau
b. menyediakan pesangon bagi karyawan yang menerima penawaran mengundurkan diri secara
sukarela.

2.k. Pelaporan Segmen


Segmen Perusahaan terdiri (i) segmen usaha yang diklasifikasi berdasarkan jenis produk sebagai
segmen primer dan (ii) wilayah geografis pemasaran sebagai segmen sekunder.

Segmen usaha adalah pengelompokan aktiva dan operasi yang digunakan untuk menghasilkan
produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan segmen usaha yang lain.
Segmen geografis dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan wilayah
tertentu yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan lingkungan yang lain.

2.l. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Hubungan Istimewa


Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, sesuai
dengan definisi dalam PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan
Istimewa”.

Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak hubungan istimewa baik yang dilakukan dengan atau
tidak dengan syarat dan kondisi normal, sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak
mempunyai hubungan istimewa, telah diungkapkan pada laporan keuangan.

2.m. Penggunaan Estimasi


Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan
manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban
yang dilaporkan dalam laporan keuangan dan jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan
selama periode pelaporan. Hasil sesungguhnya mungkin berbeda dengan estimasi tersebut.

2.n. Penurunan Nilai Aktiva


Jumlah aktiva yang dapat diperoleh kembali seharusnya diestimasi pada saat kejadian-kejadian atau
perubahan-perubahan keadaan mengindikasikan bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat
diperoleh kembali. Penurunan nilai aktiva diakui sebagai rugi pada laporan laba rugi, sesuai dengan
ketentuan PSAK No. 48 tentang “Penurunan Nilai Aktiva”.

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
121 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

2.o. Laba per Saham Dasar


Laba bersih per saham dihitung dengan membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang saham
yang beredar selama tahun/periode yang bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar
adalah 40.000 saham untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada 31 Juli 2007 dan
31 Desember 2006, 15.823 saham dan 12.949 saham untuk tahun-tahun yang berakhir pada
31 Desember 2005 dan 2004.

2.p. Biaya Emisi Saham


Berdasarkan Peraturan Nomor VIII.G.7 (Lampiran dari Surat Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-
06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000), biaya emisi saham dicatat sebagai pengurang modal disetor
dan disajikan sebagai bagian dari ekuitas dalam akun “Tambahan Modal Disetor” yang berlaku
efektif untuk penyusunan laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2000.

Penawaran umum perdana saham Perusahaan masih dalam proses pengajuan pernyataan
pendaftaran ke Bapepam-LK. Biaya-biaya yang telah dikeluarkan sehubungan dengan penawaran
umum tersebut disajikan sebagai biaya emisi saham yang ditangguhkan yang nantinya akan dicatat
sebagai pengurang tambahan modal disetor pada kelompok ekuitas apabila pernyataan pendaftaran
telah dinyatakan efektif.

3. Kas dan Bank

2007 2006 2005 2004


Rp Rp Rp Rp

Kas 1.222.693.729 4.105.501.300 2.343.129.440 1.630.899.175

Bank
Rupiah
PT Bank C entral Asia Tbk 1.816.903.601 2.824.273.673 111.221.837 27.301.949
PT Bank Ekonomi 478.119.034 196.408.549 276.672.292 994.847.438
PT Bank Pan Indonesia Tbk 360.922.995 214.676.212 471.250.151 --
PT Bank Permata Tbk 220.514.113 39.937.832 1.576.818.976 1.195.961.866
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 121.909.340 121.602.040 121.425.316 1.299.423.403
PT Bank Jasa Jakarta 3.003.297 17.515.186 129.547.611 38.457.973
PT Bank International Indonesia Tbk -- -- 453.845.802 --
PT Bank Mega Tbk -- -- 105.839.905 25.259.056
PT Bank Bumi Artha -- -- -- 4.598.106
3.001.372.380 3.414.413.492 3.246.621.890 3.585.849.791
U S Dolar
PT Bank C entral Asia Tbk
(2007: U SD 18,578.22; 2006: U SD 55,132.95;
2005: U SD 39,286.95; 2004: U SD 21,076.55) 170.659.529 497.299.209 386.190.718 195.801.150
Jumlah Bank 3.172.031.909 3.911.712.701 3.632.812.608 3.781.650.941

Jumlah 4.394.725.638 8.017.214.001 5.975.942.048 5.412.550.116

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
122 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

4. Piutang Usaha

Akun ini terdiri dari:


2007 2006 2005 2004
Rp Rp Rp Rp

Pihak Hubungan Istimewa (lihat Catatan 24) 3.089.573.282 5.917.086.566 10.452.000.862 463.123.093

Pihak Ketiga
Piutang Kartu Kredit
PT Bank C entral Asia Tbk 1.289.605.265 5.234.947.051 2.319.153.147 369.676.111
PT Bank M andiri (Persero) Tbk 240.580.540 260.207.598 166.416.345 389.950.474
PT Bank N egara Indonesia (Persero) Tbk 116.217.745 116.217.745 307.482.123 70.630.700
PT Bank International Indonesia Tbk -- 210.370.483 -- --
American Ex press Bank Ltd -- 50.688.370 125.461.901 104.721.127
PT Pasarray a N usakary a 893.664.505 1.309.502.193 398.258.181 --
PT Dunkindo Lestari -- -- 142.470.000 290.920.000
PT M atrikstama Andalan M itra -- -- -- 122.992.000
Lainny a (masing-masing dibaw ah Rp 50 juta) 13.145.795 35.490.559 83.931.816 145.807.500
Sub Jumlah 2.553.213.850 7.217.423.999 3.543.173.513 1.494.697.912
Jumlah 5.642.787.132 13.134.510.565 13.995.174.375 1.957.821.005

Rincian umur piutang dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:

2007 2006 2005 2004


Rp Rp Rp Rp

Belum Jatuh Tempo 1.609.628.289 5.872.431.247 6.249.984.733 1.158.805.152


Jatuh Tempo:
1 - 30 hari 1.421.841.892 1.874.207.670 356.149.400 67.088.780
31 - 60 hari 310.947.799 959.853.547 361.372.942 305.096.261
Di atas 60 hari 2.300.369.152 4.428.018.101 7.027.667.300 426.830.812
Jumlah 5.642.787.132 13.134.510.565 13.995.174.375 1.957.821.005

Semua piutang usaha dalam mata uang Rupiah.

Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang dapat tertagih sehingga tidak dibentuk penyisihan piutang
ragu-ragu.

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
123 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

5. Persediaan

Persediaan barang dagang terdiri dari:


2007 2006 2005 2004
Rp Rp Rp Rp

Persediaan Barang Dagang


Peralatan Rumah Tangga 55.790.058.858 62.908.030.573 36.778.835.322 15.097.952.032
Perkakas 14.622.361.480 15.717.188.536 10.054.109.193 6.693.558.185
Otomotif 7.547.488.386 10.393.770.529 6.385.523.910 3.157.656.718
Peralatan Listrik 6.216.569.636 4.612.804.407 4.122.660.574 1.290.275.524
Furnitur 1.543.783.000 2.534.885.596 2.068.449.651 930.200.436
Lain-lain 5.047.843.447 4.558.648.147 1.086.881.218 1.219.356.570
Jumlah Persediaan Barang Dagang 90.768.104.807 100.725.327.789 60.496.459.868 28.388.999.465
Barang dalam Perjalanan -- 550.979.814 2.174.592.649 --
Jumlah 90.768.104.807 101.276.307.603 62.671.052.517 28.388.999.465

Pada tanggal 31 Juli 2007, 31 Desember 2006, 2005 dan 2004, persediaan telah diasuransikan kepada
PT Panin Insurance terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-
masing sebesar USD 28,915,000, USD 27,000,000, USD 14,535,000 dan USD 11,350,000.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan.

Pada 31 Juli 2007, 31 Desember 2006, 2005 dan 2004, seluruh persediaan dijadikan jaminan pinjaman
Bank (lihat Catatan 10).

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai persediaan pada tanggal 31 Juli 2007,
31 Desember 2006, 2005 dan 2004.

6. Beban Dibayar di Muka

2007 2006 2005 2004


Rp Rp Rp Rp

Sew a Ruangan - Jangka Pendek 13.264.937.308 8.757.319.006 490.952.209 3.017.390.262


Asuransi 216.128.256 361.642.244 181.993.089 119.853.005
Lain-lain 1.000.000.000 14.500.000 32.166.677 29.916.677
Jumlah 14.481.065.564 9.133.461.250 705.111.975 3.167.159.944

Pada 31 Juli 2007, 31 Desember 2006, 2005, dan 2004, Perusahaan mempunyai beban dibayar di muka
jangka panjang untuk sewa ruang toko dan kantor masing-masing sebesar Rp 6.114.539.156,
Rp 2.506.588.153, Rp 6.884.345.430 dan Rp 973.745.857.

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
124 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

7. Uang Muka Pembelian

2007 2006 2005 2004


Rp Rp Rp Rp

U ang M uka Pembelian Barang Dagang 45.653.335.872 23.118.643.857 17.401.919.994 11.189.145.099


U ang M uka Pembelian Aktiv a Tetap -- 14.010.881.598 -- --
Jumlah 45.653.335.872 37.129.525.455 17.401.919.994 11.189.145.099

Uang muka pembelian barang dagangan merupakan uang muka kepada vendor atau pemasok
sehubungan dengan pembelian barang dagang.

Uang muka pembelian aktiva tetap terutama merupakan uang muka kepada PT Alfa Goldland Realty
sebesar Rp 13.959.000.000 sehubungan dengan perolehan tanah yang berlokasi di Jalan Alam Sutera
Boulevard, Tangerang, Banten. Pada bulan Juli 2007, tanah tersebut dialihkan kepada PT Kawan Lama
Sejahtera, pemegang saham. Pada 31 Juli 2007 jumlah harga pengalihan sebesar Rp 13.959.000.000
dicatat sebagai piutang hubungan istimewa PT Kawan Lama Sejahtera (lihat Catatan 24).

8. Aktiva Tetap

2007
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir

Rp Rp Rp Rp Rp

Biaya Perolehan
Tanah 4.173.958.129 -- -- -- 4.173.958.129
Bangunan 3.902.295.368 -- -- -- 3.902.295.368
Prasarana dan Renov asi
Bangunan 11.860.214.276 1.934.921.507 -- -- 13.795.135.783
Peralatan Kantor 33.489.635.010 4.175.542.308 -- -- 37.665.177.318
Kendaraan 7.923.146.818 325.963.000 554.358.180 -- 7.694.751.638
61.349.249.601 6.436.426.815 554.358.180 -- 67.231.318.236

Akumulasi Penyusutan
Bangunan 137.658.972 117.890.173 -- -- 255.549.145
Prasarana dan Renov asi
Bangunan 774.953.169 21.383.479 -- -- 796.336.649
Peralatan Kantor 15.333.434.097 4.264.397.922 -- -- 19.597.832.019
Kendaraan 2.430.344.078 1.061.535.141 182.062.671 -- 3.309.816.548
18.676.390.316 5.465.206.715 182.062.671 -- 23.959.534.360
Nilai Buku 42.672.859.285 43.271.783.876

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
125 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

2006
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Rp Rp Rp Rp Rp
Biaya Perolehan
Tanah 196.403.819 3.977.554.310 -- -- 4.173.958.129
Bangunan 179.849.681 3.722.445.687 -- -- 3.902.295.368
Prasarana dan Renov asi
Bangunan -- 11.860.214.276 -- -- 11.860.214.276
Peralatan Kantor 28.949.083.183 11.338.603.291 6.798.051.464 -- 33.489.635.010
Kendaraan 4.005.634.093 4.222.221.817 304.709.092 -- 7.923.146.818
33.330.970.776 35.121.039.381 7.102.760.556 -- 61.349.249.601
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 88.000.911 49.658.061 -- -- 137.658.972
Prasarana dan Renov asi
Bangunan -- 774.953.169 -- -- 774.953.169
Peralatan Kantor 16.411.149.271 5.682.273.790 6.759.988.964 -- 15.333.434.097
Kendaraan 1.372.671.750 1.231.332.177 173.659.849 -- 2.430.344.078
17.871.821.932 7.738.217.197 6.933.648.813 -- 18.676.390.316
Nilai Buku 15.459.148.844 42.672.859.285

2005
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Rp Rp Rp Rp Rp
Biaya Perolehan
Tanah -- -- -- 196.403.819 196.403.819
Bangunan 376.253.500 -- -- (196.403.819) 179.849.681
Peralatan Kantor 21.183.904.982 8.526.735.658 761.557.457 -- 28.949.083.183
Kendaraan 1.802.069.546 2.203.564.547 -- -- 4.005.634.093
23.362.228.028 10.730.300.205 761.557.457 -- 33.330.970.776
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 163.473.394 18.637.680 -- (94.110.163) 88.000.911
Peralatan Kantor 13.414.376.575 3.758.330.153 761.557.457 -- 16.411.149.271
Kendaraan 864.329.401 508.342.349 -- -- 1.372.671.750
14.442.179.370 4.285.310.182 761.557.457 (94.110.163) 17.871.821.932
Nilai Buku 8.920.048.658 15.459.148.844

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
126 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

2004
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Rp Rp Rp Rp Rp

Biaya Perolehan
Bangunan 376.253.500 -- -- -- 376.253.500
Peralatan Kantor 15.835.201.695 5.348.703.287 -- -- 21.183.904.982
Kendaraan 1.577.329.546 224.740.000 -- -- 1.802.069.546
17.788.784.741 5.573.443.287 -- -- 23.362.228.028

Akumulasi Penyusutan
Bangunan 144.835.714 18.637.680 -- -- 163.473.394
Peralatan Kantor 10.022.212.659 3.392.163.916 -- -- 13.414.376.575
Kendaraan 524.662.020 339.667.381 -- -- 864.329.401
10.691.710.393 3.750.468.977 -- -- 14.442.179.370
Nilai Buku 7.097.074.348 8.920.048.658

Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut:


2007 2006 2005 2004
(7 Bulan) (1 T ahun) (1 T ahun) (1 T ahun)
Rp Rp Rp Rp
Beban Penjualan 3.798.123.328 5.809.710.227 3.320.408.944 2.967.635.391
Beban U mum dan Administrasi 1.667.083.387 1.928.506.970 964.901.238 782.833.586
Jumlah 5.465.206.715 7.738.217.197 4.285.310.182 3.750.468.977

Pada tahun 2006, penambahan aktiva tetap terutama merupakan perolehan 7 (tujuh) ruko yang terletak di
Pluit, Jakarta Utara.

Perusahaan memiliki sejumlah tanah tertentu dengan Hak Guna Bangunan (HGB) yang terletak di Desa
Pakulonan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten dan Kelurahan Pluit, Jakarta Utara yang akan berakhir
pada berbagai tanggal pada tahun 2014 dan 2032. HGB tersebut dapat diperpanjang pada saat berakhirnya
hak tersebut.

Penjualan peralatan kantor untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada 31 Juli 2007 dan tahun yang
berakhir 31 Desember 2006 adalah sebagai berikut:
Jul 31, 2007 Dec 31, 2006 2007 2006
(7 Months) (1 Year) (7 Bulan) (1 T ahun)
Rp Rp Rp Rp
H arga Jual 431.818.182 276.500.000 431.818.182 307.625.000
N ilai Buku (372.295.509) (169.111.743) (372.295.509) (169.111.743)
Keuntungan Penjualan Aktiv a Tetap 59.522.673 107.388.257 59.522.673 138.513.257

Pada tahun 2005, pengurangan peralatan kantor merupakan penghapusan peralatan yang nilai bukunya
adalah nihil.

Pada tahun 2005, Perusahaan melakukan reklasifikasi atas nilai tanah sebesar Rp 196.403.819 yang
sebelumnya dicatat dalam bangunan.

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
127 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

Pada 31 Juli 2007, 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 aktiva tetap dengan nilai buku masing-masing
sebesar Rp 10.505.275.773, Rp 11.741.489.355, Rp 1.948.561.738 dan Rp 428.155.939 terdiri atas tanah,
bangunan, dan kendaraan yang dijadikan jaminan pinjaman bank (lihat Catatan 10 dan 16).

Aktiva tetap Perusahaan telah diasuransikan kepada PT Panin Insurance terhadap risiko kebakaran dan
risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar USD 5,090,000, pada 31 Juli 2007 dan
31 Desember 2006, dan masing-masing sebesar USD 2,975,000 dan USD 2,325,000 pada 31 Desember
2005 dan 2004. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk
menutupi kemungkinan kerugian atas aktiva tetap yang dipertanggungkan.

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai aktiva tetap pada 31 Juli 2007,
31 Desember 2006, 2005 dan 2004.

9. Aktiva Lain-lain

2007 2006 2005 2004


Rp Rp Rp Rp

Uang Jaminan 5.562.500.413 4.282.515.713 4.678.767.179 4.218.245.392


Beban Ditangguhkan - Bersih 1.248.188.428 964.669.422 119.407.983 16.645.824
Biaya Emisi Saham yang Ditangguhkan 638.500.000 -- -- --
Jumlah 7.449.188.841 5.247.185.135 4.798.175.162 4.234.891.216

Uang jaminan merupakan jaminan sewa gedung dan telepon yang akan dikembalikan pada saat masa
sewa berakhir.

Beban ditangguhkan merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan hak atas
tanah dan biaya perangkat lunak, setelah dikurangi dengan akumulasi amortisasi.

Biaya emisi saham yang ditangguhkan adalah pengeluaran sehubungan dengan rencana penawaran umum
saham Perusahaan.

10. Hutang Bank Jangka Pendek

2007 2006 2005 2004


Rp Rp Rp Rp

PT Bank Central Asia Tbk 54.410.173.863 37.905.927.585 17.995.198.516 1.201.590.424


PT Bank Internasional Indonesia Tbk 7.445.970.048 16.105.525.307 7.000.000.000 8.188.703.046
PT Bank Mega Tbk -- -- -- 6.000.000.000
Jumlah 61.856.143.911 54.011.452.892 24.995.198.516 15.390.293.470

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
128 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

a. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)


Berdasarkan perjanjian kredit No. 3.069.04.2 tanggal 17 Pebruari 2004, yang beberapa kali
diperbaharui, yang terakhir berdasarkan surat pemberitahuan perpanjangan fasilitas kredit
No. 382/DBK/2006 tanggal 21 Maret 2007, Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas kredit dari
PT Bank Central Asia Tbk sebagai berikut:
 Fasilitas Rekening Koran dengan plafon sebesar Rp 32.000.000.000 yang akan jatuh tempo pada
21 Desember 2007;
 Pinjaman Berjangka dengan plafon sebesar Rp 35.000.000.000 yang akan jatuh tempo pada
21 Desember 2007; dan
 Fasilitas Bank Garansi dengan plafon sebesar Rp 17.556.000.000 dengan jangka waktu
pembayaran 2 (dua) bulan.

Fasilitas-fasilitas tersebut dikenakan bunga tahunan sebesar 11,5% yang dapat berubah sesuai
dengan keadaan pasar.
Rincian fasilitas-fasilitas yang digunakan adalah:
2007 2006 2005 2004
Rp Rp Rp Rp

Pinjaman Berjangka 34.000.000.000 34.000.000.000 -- --


Pinjaman Rekening Koran 20.410.173.863 3.905.927.585 17.995.198.516 1.201.590.424
Jumlah 54.410.173.863 37.905.927.585 17.995.198.516 1.201.590.424

Fasilitas-fasilitas tersebut dijamin dengan:


 Tanah dan bangunan terletak di Jl. MH Thamrin Km. 7, Pakulonan, Serpong, Banten dengan
Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No 738 dan 787 (lihat Catatan 8);
 Persediaan (lihat Catatan 5);
 Corporate Guarantee atas nama PT Kawan Lama Internusa, pihak hubungan istimewa; dan
 Corporate Guarantee atas nama PT Kawan Lama Sejahtera, pemegang saham.

Perusahaan terikat dengan beberapa pembatasan, antara lain Perusahaan harus mendapatkan
persetujuan terlebih dahulu untuk:
 Memperoleh pinjaman baru dari pihak lain dan/atau mengikatkan diri sebagai
penanggung/penjamin dan/atau mengagunkan harta kekayaan Perusahaan kepada pihak lain;
 Meminjamkan uang kepada pemegang saham dan/atau perusahaan afiliasi, kecuali dalam rangka
menjalankan usaha sehari-hari;
 Melakukan peleburan, penggabungan, pengambilalihan, pembubaran/likuidasi;
 Mengubah anggaran dasar, susunan direksi, komisaris dan pemegang saham; dan
 Membagi dividen yang melebihi 25% dari laba bersih.

Berdasarkan surat No. 1557/GBK/2007 tanggal 8 Oktober 2007, BCA setuju untuk menghapus
pembatasan mengenai pembagian dividen yang melebihi 25% dari laba bersih (lihat Catatan 27.e).

b. PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII)


Berdasarkan akta No. 58 tanggal 20 Juni 2003 dari James Herman Rahardjo, SH, notaris di Jakarta,
Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari BII, yang telah diperpanjang beberapa kali, dan terakhir
dengan surat perjanjian perpanjangan fasilitas kredit No.450/ppjPK/COD-Thamrin/2006 dan
No.451/ppjPK/COD-Thamrin/2006, dan akta perubahan perjanjian kredit No. 30 tanggal 10 Nopember
2006. Fasilitas-fasilitas ini berakhir pada tanggal 20 Juni 2007. Berdasarkan surat dari BII tanggal 30
Agustus 2007, fasilitas-fasilitas tersebut telah diperpanjang sampai dengan 20 Juni 2008 (lihat Catatan
27.g).

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
129 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

Rincian fasilitas-fasilitas tersebut adalah sebagai berikut:


 Fasilitas Rekening Koran dengan plafon sebesar Rp 5.000.000.000, dikenakan bunga tahunan
sebesar tingkat bunga bulanan SBI ditambah 5% yang dapat berubah sesuai kondisi pasar;
 Pinjaman Berjangka I dengan plafon sebesar Rp 7.000.000.000 dengan tingkat bunga tahunan
sebesar tingkat bunga bulanan SBI ditambah 4,5% yang dapat berubah sesuai sesuai kondisi
pasar;
 Pinjaman berjangka II dengan plafon sebesar Rp 9.500.000.000 dengan tingkat bunga tahunan
sebesar tingkat bunga bulanan SBI ditambah 4,5% yang dapat berubah sesuai kondisi pasar; dan
 Bank Garansi dengan plafon sebesar Rp 2.000.000.000.

Rincian fasilitas-fasilitas yang digunakan adalah sebagai berikut:


2007 2006 2005 2004
Rp Rp Rp Rp

Pinjaman Berjangka I 7.000.000.000 5.000.000.000 -- 1.000.000.000


Pinjaman Rekening Koran 445.970.048 4.105.525.307 -- 188.703.046
Pinjaman Berjangka II -- 7.000.000.000 7.000.000.000 7.000.000.000
Jumlah 7.445.970.048 16.105.525.307 7.000.000.000 8.188.703.046

Fasilitas-fasilitas tersebut dijamin dengan:


 Dua unit ruko yang berlokasi di Kompleks Pertokoan Glodok Makmur No.18-20, Jakarta Barat,
dengan SHGB No. 1208 dan 1210 atas nama Kuncoro Wibowo, pemegang saham;
 Dua unit gudang berlokasi di Jl. Pluit Karya IV No.26-28 Blok C Selatan, Penjaringan, Jakarta
Utara dengan SHGB No. 3869 dan 3542 atas nama Kuncoro Wibowo, pemegang saham;
 Persediaan senilai 125% dari nilai fasilitas (lihat Catatan 5); dan
 Cross default dan cross collateral dengan PT Kawan Lama Sejahtera, pemegang saham.

Perusahaan terikat dengan beberapa pembatasan, antara lain Perusahaan harus mendapatkan
persetujuan terlebih dahulu untuk:
 Membagikan dividen;
 Menambah pinjaman baru;
 Mengubah susunan pengurus Perusahaan; dan
 Mempertahankan rasio keuangan tertentu yang dihitung berdasarkan laporan keuangan sebagai
berikut:
 Memelihara perbandingan antara total hutang dengan Net Worth tidak lebih dari 2,33 kali;
 Memelihara perbandingan aktiva lancar dan kewajiban lancar (Current Ratio) minimal 1 kali;
dan
 Memelihara perbandingan COPAT (Cash Operational Profit After Tax) dengan Financing
Payment (beban bunga pinjaman) minimal 1 kali.

Berdasarkan surat No. 2007.0930/DIR4-Korporasi tanggal 10 Oktober 2007 (lihat Catatan 27.f), BII
setuju untuk mengubah pembatasan mengenai pembagian dividen menjadi:

Laba Bersih Dividen

Sampai dengan Rp 200 miliar 10%


Rp 200 miliar – Rp 500 miliar 15%
> Rp 500 miliar 20%

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
130 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

c. PT Bank Mega Tbk


Berdasarkan akta No. 2 tanggal 14 Agustus 2002 dari Irawati Marzuki Arifin, SH, notaris di Jakarta,
Perusahaan mendapatkan fasilitas kredit dari PT Bank Mega Tbk dengan plafon sebesar Rp 10 miliar .

Pada bulan September 2005, pinjaman dan bunga yang terhutang telah dibayar seluruhnya.

11. Hutang Usaha

Rincian hutang usaha adalah sebagai berikut:


2007 2006 2005 2004
Rp Rp Rp Rp

Pihak Hubungan Istimewa (lihat Catatan 24) 13.669.144.523 6.782.689.988 10.106.715.349 11.310.949.416

Pihak Ketiga
Ace Hardware Corporation 8.680.291.258 6.220.760.260 4.281.749.336 3.566.986.263
PT Citra Kreasi Makmur 1.555.653.380 665.814.158 668.258.556 675.446.153
PT Ramoco Dinamika 931.199.720 508.794.760 282.304.301 --
Perintis Teknoprima 803.870.627 916.114.680 450.126.375 831.548.186
PT Autoaccindo Jaya 801.368.812 645.261.000 -- --
PT Aditya Sarana Graha 792.918.304 503.311.289 -- --
PT Multifortuna Sinardelta 698.133.439 -- -- 758.188.769
PT Insera Sena 583.760.100 309.879.185 -- --
Dorian Drake 302.265.463 1.049.848.714 -- --
PT Surya Andalan Motor 22.108.873 496.805.000 2.000.274.520 --
Kith Legen Trading 179.595.500 428.808.793 1.440.288.525 498.333.957
Lainnya (masing-masing dibawah Rp 500 juta) 20.225.023.420 16.455.644.017 15.394.038.105 6.561.107.730
Sub Jumlah 35.576.188.896 28.201.041.856 24.517.039.718 12.891.611.058
Jumlah 49.245.333.419 34.983.731.844 34.623.755.067 24.202.560.474

Persentase hutang usaha konsinyasi per 31 Juli 2007, 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 sebesar 21,49%,
26,55%, 12,69% dan 21,36% dari jumlah hutang usaha.

Perusahaan memiliki hutang usaha dalam mata uang asing sebagai berikut:
2007 2006 2005 2004
Rp Rp Rp Rp
US Dolar (2007: 988,527.75; 2006: 576,605.06
2005: 833,579.40; 2004: 405,527.78) 9.080.620.435 5.200.977.647 8.193.689.309 3.767.352.508
Sin Dolar (2007: 3,698.11; 2006: 3,698.11;
2005: 11,736.39; 2004: 87,650.75) 22.479.143 21.743.242 69.319.506 498.334.525
Euro (2007: 31,802.32; 2005: 1,997.87) 400.677.850 -- 23.692.584 --
Jumlah 9.503.777.428 5.222.720.889 8.286.701.399 4.265.687.033

12. Uang Muka Pelanggan

Akun ini terutama merupakan uang muka yang diterima dari pelanggan untuk pemesanan barang dagang
masing-masing sebesar Rp 3.602.453.938, Rp 945.382.795, Rp1.096.016.014 dan Rp1.165.149.084 pada
tanggal 31 Juli 2007, 31 Desember 2006, 2005 dan 2004.
FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 30, 2007
To be Finalized
Agreed by :
131 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

13. Hutang Lain-lain

Akun ini terutama merupakan hutang atas biaya angkut persediaan dan biaya sewa ruangan masing-
masing sebesar Rp 5.075.014.791, Rp 8.378.357.088, Rp 3.733.285.259 dan Rp 3.178.786.232 pada
tanggal 31 Juli 2007, 31 Desember 2006, 2005 dan 2004.

14. Beban yang Masih Harus Dibayar

Akun ini terdiri dari:


2007 2006 2005 2004
Rp Rp Rp Rp

Beban Roy alti (lihat C atatan 26.a) 2.293.761.521 1.629.587.355 1.114.163.575 884.491.473
Gaji dan Kesejahteraan Kary aw an 1.321.241.024 484.587.397 367.932.972 72.263.495
Lainny a (masing-masing dibaw ah Rp 100 Juta) 690.190.614 331.877.090 15.320.587 --
Jumlah 4.305.193.159 2.446.051.842 1.497.417.134 956.754.968

15. Perpajakan

a. Hutang Pajak
2007 2006 2005 2004
Rp Rp Rp Rp

Pajak Penghasilan
Pasal 21 440.629.582 411.253.146 389.275.131 440.161.085
Pasal 23 53.325.537 363.725.076 272.169.604 211.017.045
Pasal 26 254.862.391 316.636.877 123.795.953 94.908.926
Pasal 29 5.212.080.905 2.211.659.209 695.116.402 3.615.070.057
Pasal 4 (2) 441.274.651 -- -- --
Pajak Pertam bahan Nilai 1.268.828.107 2.748.699.507 1.282.851.233 1.357.087.368
Jum lah 7.671.001.173 6.051.973.815 2.763.208.323 5.718.244.481

b. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan


2007 2006 2005 2004
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Rp Rp Rp Rp

Pajak Kini (12.146.326.400) (12.273.073.700) (8.048.882.300) (6.665.030.300)


Pajak Tangguhan 847.587.507 600.871.872 431.190.942 1.059.048.140
Beban Pajak Penghasilan - Bersih (11.298.738.893) (11.672.201.829) (7.617.691.358) (5.605.982.160)

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
132 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komersial dengan
taksiran laba fiskal adalah sebagai berikut:
2007 2006 2005 2004
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Rp Rp Rp Rp
Laba sebelum Pajak Penghasilan menurut
Laporan Laba Rugi 37.649.475.281 38.682.835.521 25.138.893.153 18.661.769.987

Beda Waktu
Penyusutan dan Amortisasi 94.462.690 (1.006.100.762) (519.323.860) 1.054.046.468
Imbalan Pasca Kerja 2.730.829.000 3.009.007.000 1.956.627.000 2.476.114.000
Jumlah 2.825.291.690 2.002.906.238 1.437.303.140 3.530.160.468

Beda Tetap
Denda Pajak 100.000 242.297.171 335.265.072 40.187.807
Jamuan dan Sumbangan 115.621.178 114.761.690 75.712.683 80.909.574
Penghasilan Dikenakan Pajak Final (44.400.102) (74.220.971) (99.232.951) (37.926.573)
Jumlah 71.321.076 282.837.890 311.744.804 83.170.808
Taksiran Laba Kena Pajak 40.546.088.047 40.968.579.649 26.887.941.097 22.275.101.263

Beban Pajak Kini 12.146.326.400 12.273.073.700 8.048.882.300 6.665.030.300

Pajak Penghasilan Dibayar di Muka


Pasal 22 4.125.722.778 6.380.663.654 4.354.113.090 2.596.723.299
Pasal 25 2.833.302.017 3.591.750.837 2.932.652.808 383.236.944
Fiskal Luar Negeri 61.000.000 89.000.000 67.000.000 70.000.000
Jumlah 7.020.024.795 10.061.414.491 7.353.765.898 3.049.960.243
Kurang Bayar Pajak Penghasilan Pasal 29 5.126.301.605 2.211.659.209 695.116.402 3.615.070.057
Hutang Pajak Penghasilan Pasal 29 -
Tahun Sebelumnya 85.779.300 -- -- --
Hutang Pajak Penghasilan Pasal 29 5.212.080.905 2.211.659.209 695.116.402 3.615.070.057

Taksiran laba kena pajak dan pajak penghasilan tahun 2006, 2005 dan 2004 diatas sesuai dengan
jumlah yang dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT).

Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran pajak dengan beban pajak adalah sebagai berikut:

2007 2006 2005 2004


(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Rp Rp Rp Rp
Laba sebelum Pajak Penghasilan menurut
Laporan Laba Rugi 37.649.475.281 38.682.835.521 25.138.893.153 18.661.769.987

Tarif Pajak yang Berlaku 10% (5.000.000) (5.000.000) (5.000.000) (5.000.000)


15% (7.500.000) (7.500.000) (7.500.000) (7.500.000)
30% (11.264.842.571) (11.574.850.462) (7.511.667.916) (5.568.530.918)
Denda Pajak (30.000) (72.689.151) (100.579.522) (12.056.342)
Jamuan dan Sumbangan (34.686.353) (34.428.507) (22.713.805) (24.272.872)
Penghasilan Dikenakan Pajak Final 13.320.031 22.266.291 29.769.885 11.377.972
Beban Pajak Penghasilan (11.298.738.893) (11.672.201.829) (7.617.691.358) (5.605.982.160)

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 30, 2007
To be Finalized
Agreed by :
133 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

c. Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat
aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban.

Rincian dari aktiva (kewajiban) pajak tangguhan adalah sebagai berikut:


2005 Dikreditkan 2006 Dikreditkan 2007
(Dibebankan) ke (Dibebankan) ke
Laporan Laba Rugi Laporan Laba Rugi
(1 Tahun) (7 Bulan)
Rp Rp Rp Rp Rp

Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan


Penyusutan dan Amortisasi (527.128.018) (301.830.228) (828.958.246) 28.338.807 (800.619.439)
Imbalan Pasca Kerja 1.632.181.200 902.702.100 2.534.883.300 819.248.700 3.354.132.000

Aktiva Pajak Tangguhan - Bersih 1.105.053.182 600.871.872 1.705.925.054 847.587.507 2.553.512.561

2003 Dikreditkan 2004 Dikreditkan 2005


(Dibebankan) ke (Dibebankan) ke
Laporan Laba Rugi Laporan Laba Rugi
(1 Tahun) (1 Tahun)
Rp Rp Rp Rp Rp

Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan


Penyusutan dan Amortisasi (687.544.800) 316.213.940 (371.330.860) (155.797.158) (527.128.018)
Imbalan Pasca Kerja 302.358.900 742.834.200 1.045.193.100 586.988.100 1.632.181.200

Aktiva Pajak Tangguhan - Bersih (385.185.900) 1.059.048.140 673.862.240 431.190.942 1.105.053.182

Manajemen berkeyakinan bahwa aktiva pajak tangguhan dapat terpulihkan di masa yang akan datang.

16. Hutang Bank Jangka Panjang

2007 2006 2005 2004


Rp Rp Rp Rp

PT Bank Central Asia Tbk 18.147.222.217 22.981.111.109 7.666.666.666 --


PT Bank Akita 1.462.674.780 2.051.955.530 -- --
PT Bank Jasa Jakarta 344.035.237 651.252.956 1.505.096.687 171.759.955
PT Bank Ekonomi Rahardja -- -- -- 153.268.017
Jumlah Hutang Jangka Panjang 19.953.932.234 25.684.319.595 9.171.763.353 325.027.972

Bagian yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun


PT Bank Central Asia Tbk (8.323.611.109) (14.694.444.445) (2.000.000.000) --
PT Bank Akita (731.337.390) (1.007.023.090) -- --
PT Bank Jasa Jakarta (344.035.237) (651.252.956) (537.300.310) (53.482.389)
PT Bank Ekonomi Rahardja -- -- -- (153.268.017)
Jumlah Bagian Jangka Pendek (9.398.983.736) (16.352.720.491) (2.537.300.310) (206.750.406)
Bagian Jangka Panjang 10.554.948.498 9.331.599.104 6.634.463.043 118.277.566

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 30, 2007
To be Finalized
Agreed by :
134 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

a. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)


Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi dari BCA berdasarkan perjanjian kredit yang
mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta notaris No. 170 oleh Eliwaty Tjitra,
SH, tanggal 26 Maret 2007.

Fasilitas tersebut memiliki plafon sebesar Rp 20 miliar dengan suku bunga 11,50% per tahun.
Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada 14 Oktober 2009 dan memiliki jaminan yang sama dengan
hutang bank jangka pendek dari BCA (lihat Catatan 10).

b. PT Bank Jasa Jakarta


Perusahaan memperoleh beberapa kredit pemilikan kendaraan dari PT Bank Jasa Jakarta dengan
nilai seluruhnya sebesar Rp 1.733.170.000 dan tingkat bunga bervariasi antara 13,50% - 16,00% per
tahun. Pinjaman ini dijamin dengan kendaraan-kendaraan yang bersangkutan (lihat Catatan 8).

c. PT Bank Akita
Berdasarkan perjanjian pinjaman No. 761/PK-KKB/SMHD/XI/06 tanggal 17 November 2006,
Perusahaan memperoleh kredit pemilikan kendaraan dari PT Bank Akita sebesar Rp 2.240.000.000
dengan tingkat bunga efektif sebesar 16% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan kendaraan yang
bersangkutan (lihat Catatan 8) dan akan jatuh tempo pada tanggal 17 Oktober 2008.

17. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja

Perusahaan menghitung dan membukukan beban imbalan pasca kerja berdasarkan Undang-undang
Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Pasca
Kerja dihitung oleh PT Dayamandiri Dharmakonsilindo.

Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan kewajiban imbalan pasca kerja pada
tanggal 31 Juli 2007, 31 Desember 2006, 2005, dan 2004 adalah sebagai berikut:

Usia Pensiun Normal : 55 Tahun


Tingkat Diskonto : 9% (2006: 9%; 2005 dan 2004: 11%)
Estimasi Kenaikan Gaji di Masa Datang : 9,5% (2006: 11%; 2005 dan 2004: 13%)
Tabel Mortalita : CSO'80
Tingkat cacat : 10% dari tingkat mortalita
Tingkat Pensiun : 100% pada usia pensiun normal
Metode : Projected Unit Credit
Tingkat Pengunduran Diri : 2007 dan 2006: 10% sampai usia 25 tahun, menurun secara
proporsional sebesar 0,5% setiap tahun sampai 0%
untuk usia 45 tahun dan setelahnya;
2005 dan 2004: 10% sampai usia 25 tahun, menurun secara
proporsional menjadi 0% untuk usia 45 tahun dan 1%
setelahnya

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
135 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

Rincian dari kewajiban diestimasi atas imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut:

2007 2006 2005 2004


Rp Rp Rp Rp

Saldo Aw al Tahun/Periode 8.449.611.000 5.440.604.000 3.483.977.000 1.007.863.000


Ditambah: Beban Imbalan Kerja Tahun/Periode
….Berjalan 2.730.829.000 3.009.007.000 1.956.627.000 2.476.114.000
Saldo Akhir T ahun/Periode 11.180.440.000 8.449.611.000 5.440.604.000 3.483.977.000

Rincian beban imbalan pasca kerja tahun/periode berjalan adalah sebagai berikut:

2007 2006 2005 2004


(7 Bulan) (1 T ahun) (1 T ahun) (1 T ahun)
Rp Rp Rp Rp

Beban Jasa Lalu -- -- -- 1.476.492.000


Beban Jasa Kini 1.984.202.000 1.829.786.000 1.431.138.000 667.892.000
Beban Bunga 670.976.000 1.042.350.000 516.560.000 320.965.000
Amortisasi Kew ajiban Transisi 75.651.000 136.871.000 8.929.000 10.765.000
Jumlah 2.730.829.000 3.009.007.000 1.956.627.000 2.476.114.000

18. Modal Saham

Susunan kepemilikan saham Perusahaan pada 31 Juli 2007 , 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 adalah
sebagai berikut:
2007, 2006 dan 2005
Pemegang S aham Ditempatkan dan Persentase
Disetor Penuh Kepemilikan Jumlah Modal
(Lembar S aham) (%) Rp
PT Kawan Lama Sejahtera 39.999 99,9975 39.999.000.000
Kuncoro Wibowo 1 0,0025 1.000.000
Jumlah 40.000 100,00 40.000.000.000

2004
Pemegang S aham Ditempatkan dan Persentase
Disetor Penuh Kepemilikan Jumlah Modal
(Lembar S aham) (%) Rp

PT Kawan Lama Sejahtera 15.822 99,9937 15.822.000.000


Kuncoro Wibowo 1 0,0063 1.000.000
Jumlah 15.823 100,00 15.823.000.000

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
136 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

Pada tahun 2005, susunan kepemilikan saham Perusahaan dan jumlah saham mengalami perubahan
sebagai berikut:
 Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 29 Desember 2005, yang
di aktakan dengan akta notaris No.110 dari Budiningsih Kurnia, SH, pengganti Eliwaty Tjitra, SH, notaris
di Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal disetor sebesar Rp 14.177.000.000
dengan mengeluarkan 14.177 saham baru kepada PT Kawan Lama Sejahtera. Peningkatan modal
disetor ini dibayar tunai sebesar Rp 4.000.000.000 dan dividen saham sebesar Rp 10.177.000.000 (lihat
Catatan 1.a).

Peningkatan modal disetor ini telah dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sesuai dengan surat No.C-02165.HT.01.04.TH.2006 tanggal 25 Januari 2006.

 Berdasarkan RUPSLB tanggal 22 Juni 2005, yang di aktakan dengan akta notaris No.97 dari Eliwaty
Tjitra, SH, notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal disetor sebesar
Rp 10.000.000.000 dengan mengeluarkan saham baru kepada PT Kawan Lama Sejahtera.

Peningkatan modal disetor ini telah dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sesuai dengan surat No.C-19009.HT.01.04.TH.2005 tanggal 8 Juli 2005.

Pada tahun 2004, susunan kepemilikan saham Perusahaan dan jumlah saham mengalami perubahan
sebagai berikut:
 Berdasarkan RUPSLB tanggal 30 Juni 2004, yang di aktakan dengan akta notaris No.128 dari Eliwaty
Tjitra, SH, notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui pengalihan 15.822 saham milik
PT Kawan Lama Internusa kepada PT Kawan Lama Sejahtera. Pengalihan saham tersebut di aktakan
dengan Akta Jual Beli Saham No. 129 dari notaris yang sama tanggal 30 Juni 2004.
Pengalihan ini telah dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sesuai dengan surat No.C-UM.02.01.12111 tanggal 5 Oktober 2004.
 Berdasarkan RUPSLB tanggal 30 April 2004, yang di aktakan dengan akta notaris No.149 dari Eliwaty
Tjitra, SH, notaris di Jakarta, para pemegang saham memutuskan:

 Peningkatan modal dasar Perusahaan dari Rp 10 miliar menjadi Rp 50 miliar terbagi atas 50.000
saham;
 Pembagian dividen saham sebesar Rp 8.623.000.000 kepada PT Kawan Lama Internusa; dan
 Pembagian dividen kas kepada Kuncoro Wibowo sebesar Rp 1.197.638 (lihat Catatan 19).

Peningkatan modal dasar tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C-13044.HT.01.04 TH.2004 tanggal 25 Mei
2004.

19. Dividen Kas

a. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 30 April 2004 yang dituangkan dalam
akta No. 149 dari Eliwaty Tjitra, SH, notaris di Jakarta, para pemegang saham memutuskan untuk
membagikan dividen kas kepada Kuncoro Wibowo sebesar Rp 1.197.638 (lihat Catatan 18).

b. Berdasarkan Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham tanggal 10 Juli 2006 yang dituangkan dalam
akta No. 3 dari Eliwaty Tjitra, SH, notaris di Jakarta, para pemegang saham memutuskan untuk
membagikan dividen kas sebesar Rp 6.000.150.000.
FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
137 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

20. Penjualan Bersih

2007 2006 2005 2004


(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Rp Rp Rp Rp

Peralatan Rumah Tangga 280.834.246.529 370.065.959.421 260.186.327.497 173.218.406.177


Perkakas 72.060.625.288 99.567.720.058 80.778.826.133 64.430.986.491
Peralatan Listrik 46.843.974.269 60.895.788.720 47.756.728.665 34.183.899.352
Otomotif 37.926.799.515 51.596.517.203 44.481.772.739 32.309.421.396
Furnitur 15.795.178.015 34.429.444.927 34.727.643.165 33.519.928.879
Lain-lain 14.396.472.900 22.390.857.755 15.799.690.279 8.936.624.777
Jumlah 467.857.296.516 638.946.288.084 483.730.988.478 346.599.267.072

Penjualan kepada pihak hubungan istimewa untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada 31 Juli 2007
dan tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2006, 2005, dan 2004 sebesar Rp 4.906.310.392,
Rp 8.305.197.781, Rp 13.682.806.645 dan Rp 1.419.821.272 atau setara dengan 1,05%, 1,30%, dan
2,83% dan 0,41% dari jumlah penjualan (lihat Catatan 24).

Persentase penjualan konsinyasi untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir 31 Juli 2007 dan tahun-tahun
yang berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 sebesar 10,51%, 11,21%, 9,83% dan 10,66% dari jumlah
penjualan bersih.

21. Beban Pokok Penjualan

Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:

2007 2006 2005 2004


(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Rp Rp Rp Rp

Persediaan Awal Barang Dagang 100.725.327.789 60.496.459.868 28.388.999.465 28.489.055.127


Pembelian Periode Berjalan - Bersih 291.423.862.528 461.938.048.924 365.807.220.824 239.334.138.558
Barang Dagang Tersedia untuk Dijual 392.149.190.317 522.434.508.792 394.196.220.289 267.823.193.685
Persediaan Akhir Barang Dagang (90.768.104.807) (100.725.327.789) (60.496.459.868) (28.388.999.465)
Beban Pokok Penjualan 301.381.085.510 421.709.181.003 333.699.760.421 239.434.194.220

Pembelian dari pihak hubungan istimewa untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada 31 Juli 2007 dan
tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 sebesar Rp 48.827.745.323,
Rp 80.092.438.722, Rp 74.807.785.591 dan Rp 61.217.086.750 atau setara dengan 16,75%, 17,34%,
20,45% dan 25,58% dari jumlah pembelian (lihat Catatan 24).

Persentase pembelian konsinyasi untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir 31 Juli 2007 dan tahun-tahun
yang berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 sebesar 13,13%, 12%, 9,99% dan 12,22% dari jumlah
pembelian.

Persentase pembelian import untuk periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir 31 Juli 2007 dan tahun-tahun
yang berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 sebesar 47%, 43,73%, 38,80% dan 60% dari jumlah
pembelian.
FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 30, 2007
To be Finalized
Agreed by :
138 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

22. Beban Usaha

2007 2006 2005 2004


(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Rp Rp Rp Rp

a. Beban Penjualan
Gaji, Bonus, Tunjangan dan Kesejahteraan
Karyawan 29.371.714.906 39.814.280.418 27.160.580.434 17.923.562.352
Sewa 15.598.379.621 21.872.133.923 17.358.346.602 14.404.721.763
Iklan dan Promosi 12.995.216.120 13.933.336.404 7.755.659.916 5.360.848.161
Pemeliharaan 6.111.292.420 8.813.525.827 6.247.445.235 4.337.750.275
Royalti 4.291.161.584 5.660.188.748 4.072.746.803 3.031.926.449
Penyusutan 3.798.123.328 5.809.710.227 3.320.408.944 2.967.635.391
Ongkos Kirim dan Bongkar Muat 3.751.118.538 6.423.904.677 3.582.140.559 1.968.291.369
Konsumsi 3.647.901.546 6.273.242.925 3.620.514.467 2.276.745.741
Renovasi 1.893.515.475 5.521.514.535 6.015.388.666 1.742.710.433
Lainnya (masing-masing di bawah Rp 1 Miliar) 2.984.834.317 2.981.749.425 1.983.479.922 1.882.963.616
Sub Jumlah 84.443.257.855 117.103.587.109 81.116.711.548 55.897.155.550

b. Beban Umum dan Administrasi


Gaji, Bonus, Tunjangan dan Kesejahteraan
16.057.570.436 20.762.900.869 18.314.698.760 12.504.160.319
…...Karyawan
Telepon, Listrik dan Air 7.927.459.583 9.965.631.029 6.131.430.914 4.437.382.403
Beban Imbalan Pasca Kerja 2.730.829.000 3.009.007.000 1.956.627.000 2.476.114.000
Perjalanan Dinas 2.708.944.050 4.104.758.151 2.616.328.647 1.920.524.339
Penyusutan dan Amortisasi 1.757.360.336 1.993.603.186 984.438.690 927.664.332
Fotokopi dan Cetakan 1.706.171.537 5.314.871.554 4.286.369.956 2.269.086.785
Internet 909.417.482 1.196.091.785 1.047.053.630 799.093.600
Transportasi 496.024.153 1.067.882.955 551.974.554 227.082.347
Lainnya (masing-masing di bawah Rp 1 Miliar) 3.747.785.350 3.177.594.530 5.612.448.506 4.045.454.053
Sub Jumlah 38.041.561.927 50.592.341.059 41.501.370.657 29.606.562.178
Jumlah 122.484.819.782 167.695.928.168 122.618.082.205 85.503.717.728

23. Laba per Saham Dasar

2007 2006 2005 2004


(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)

Laba Bersih 26.350.736.388 27.010.633.692 17.521.201.795 13.055.787.827


Jumlah Saham Beredar (Lembar)
Aw al Tahun 40.000 40.000 15.823 7.200
Setoran M odal -- -- 14.000 --
Div iden Saham -- -- 10.177 8.623
Jumlah 40.000 40.000 40.000 15.823
Rata-rata Tertimbang 40.000 40.000 15.823 12.949
Laba per Saham Dasar 658.768 675.266 1.107.325 1.008.273

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
139 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

24. Sifat dan Transaksi Hubungan Istimewa

Sifat Hubungan Istimewa


a. PT Kawan Lama Sejahtera merupakan pemegang saham utama;
b. PT Kawan Lama Internusa, PT Home Center Indonesia, PT Multi Rentalindo dan PT Sensormatic
Indonesia merupakan perusahaan afiliasi;
Rincian akun-akun dan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
Persentase Terhadap Jumlah Aktiva
2007 2006 2005 2004 2007 2006 2005 2004
Rp Rp Rp Rp % % % %
Piutang Usaha
PT Home Center Indonesia 2.915.088.792 5.720.454.876 10.421.607.878 446.084.873 1,08 2,57 7,25 0,54
PT Kaw an Lama Sejahtera 174.484.490 196.631.690 30.392.984 17.038.220 0,06 0,09 0,02 0,02
3.089.573.282 5.917.086.566 10.452.000.862 463.123.093 1,14 2,66 7,27 0,56

Piutang Lain-lain
PT Kaw an Lama Sejahtera 5.150.000.000 -- -- -- 1,90 -- -- --
PT Home Center Indonesia 4.000.000.000 -- -- -- 1,48 -- -- --
9.150.000.000 -- -- -- 3,38 -- -- --

Uang Muka Pem belian


PT Kaw an Lama Sejahtera 83.251.675 -- 15.156.932 276.524.182 0,03 -- 0,01 0,33
PT Kaw an Lama Internusa -- 415.731.900 550.000.000 -- -- 0,19 0,38 --
83.251.675 415.731.900 565.156.932 276.524.182 0,03 0,19 0,39 0,33

Piutang Hubungan Istimewa


Kary aw an 1.022.967.087 914.932.314 636.434.357 429.492.422 0,38 0,41 0,44 0,52
PT Kaw an Lama Sejahtera 38.559.909.092 -- -- -- 14,25 -- -- --
PT Home Center Indonesia -- -- 13.765.000.000 17.925.000.000 -- -- 9,58 21,52
39.582.876.179 914.932.314 14.401.434.357 18.354.492.422 14,63 0,41 10,02 22,03

Persentase Terhadap Jum lah Kewajiban


2007 2006 2005 2004 2007 2006 2005 2004
Rp Rp Rp Rp % % % %
Hutang Usaha
PT Kaw an Lama Sejahtera 13.096.683.413 6.287.712.757 4.071.019.820 8.240.441.549 8,04 4,46 4,89 15,14
PT Home Center Indonesia 572.461.110 476.234.931 5.972.092.429 3.060.204.467 0,35 0,34 7,17 5,62
PT Sensormatic Indonesia -- 18.742.300 63.603.100 10.303.400 -- 0,01 0,08 0,02
13.669.144.523 6.782.689.988 10.106.715.349 11.310.949.416 8,39 4,81 12,14 20,78

Hutang Lain-lain
PT Kaw an Lama Sejahtera 89.896.315 -- -- -- 0,06 -- -- --
PT Multi Rentalindo -- 207.224.760 242.050.050 176.999.400 -- 0,15 0,29 0,33
PT Sensormatic Indonesia 169.683.443 24.862.493 42.041.685 604.080.724 0,10 0,02 0,05 1,11
259.579.758 232.087.253 284.091.735 781.080.124 0,16 0,16 0,34 1,44

Persentase Terhadap Penjualan


2007 2006 2005 2004 2007 2006 2005 2004
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Rp Rp Rp Rp % % % %
Penjualan
PT Home Center Indonesia 2.202.885.730 7.192.383.315 12.941.508.817 381.392.133 0,47 1,13 2,68 0,11
PT Kaw an Lama Sejahtera 2.703.424.662 1.111.893.106 741.297.828 1.038.429.139 0,58 0,17 0,15 0,30
PT Kaw an Lama Internusa -- 921.360 -- -- -- -- -- --
4.906.310.392 8.305.197.781 13.682.806.645 1.419.821.272 1,05 1,30 2,83 0,41

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
140 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

Persentase Terhadap Pem belian


2007 2006 2005 2004 2007 2006 2005 2004
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Rp Rp Rp Rp % % % %
Pembelian
PT Kaw an Lama Sejahtera 46.335.192.600 74.884.077.690 61.923.578.257 56.603.623.021 15,90 16,21 16,93 23,65
PT Home Center Indonesia 2.336.092.723 4.527.643.532 11.533.642.934 604.689.000 0,80 0,98 3,15 0,25
PT Sensormatic Indonesia 156.460.000 138.895.000 158.990.000 -- 0,05 0,03 0,04 --
PT Kaw an Lama Internusa -- 541.822.500 1.191.574.400 4.008.774.729 -- 0,12 0,33 1,67
48.827.745.323 80.092.438.722 74.807.785.591 61.217.086.750 16,75 17,34 20,45 25,58

Persentase Terhadap Beban Usaha


2007 2006 2005 2004 2007 2006 2005 2004
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Rp Rp Rp Rp % % % %
Beban Sewa
PT Kaw an Lama Sejahtera 1.377.040.000 2.360.640.000 969.600.000 865.300.000 1,12 1,41 0,79 1,01
1.377.040.000 2.360.640.000 969.600.000 865.300.000 1,12 1,41 0,79 1,01

Pada tanggal 31 Juli 2007, piutang lain-lain sebesar Rp 9.150.000.000 merupakan surat promes yang
diterbitkan PT Kawan Lama Sejahtera (KLS) , pemegang saham dan PT Home Center Indonesia (HCI),
perusahaan afiliasi, pada tanggal 5 dan 20 Juni 2007 yang terdiri dari surat promes No.195/KLS/FIN/VI/07
dan No. 01-146/FINC/06/07 sebesar masing-masing Rp 5.150.000.000 dan Rp 4.000.000.000. Surat
promes tersebut tidak dikenakan bunga, tanpa jaminan dan jadwal pembayaran tertentu dan akan jatuh
tempo pada tanggal 20 September 2007. Kedua surat promes tersebut telah diperbaharui masing-masing
dengan jatuh tempo sampai dengan tanggal 20 Nopember 2007 dan dikenakan tingkat bunga sebesar
10,5% (lihat Catatan 27.d).

Pada 31 Juli 2007, piutang hubungan istimewa KLS merupakan piutang sehubungan dengan pengalihan
uang muka kepada PT Alfa Goldland Realty untuk pembelian tanah (lihat Catatan 7). Pemindahan hak atas
tanah kepada KLS tersebut berdasarkan Perjanjian Jual Beli antara kedua belah pihak pada tanggal 26 Juli
2007. Rincian tanah-tanah yang dialihkan adalah sebagai berikut:
a. Tanah seluas 8.460 m2 dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Bangunan/Tanah (PPJBT)
No. 078/PPJBT/AJ-KAV/III/2006 tanggal 21 Maret 2006 yang terletak di Jl. Alam Sutera Boulevard Kav.
27, Tangerang, Banten;
b. Tanah seluas 28.227 m2 dengan PPJBT No. 051/PPJBT/AJ-KAV/I/2007 tanggal 28 Januari 2007 yang
terletak di Jl. Alam Sutera Boulevard Kav. 21, Tangerang, Banten; dan
c. Tanah seluas 12.271 m2 dengan PPJBT No. 052/PPJBT/AJ-KAV/I/2007 tanggal 28 Januari 2007 yang
terletak di Jl. Alam Sutera Boulevard Kav. 5, Tangerang, Banten.

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
141 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

25. Aktiva dan Kewajiban dalam Mata Uang Asing

Pada tanggal 31 Juli 2007, 31 Desember 2006, 2005 dan 2004, Perusahaan mempunyai aktiva dan
kewajiban moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:
2007
Mata Uang Asing Ekuivalen
USD SGD EUR Rupiah
Aktiva
Bank 18,578.22 -- -- 170.659.529
Jumlah Aktiv a 18,578.22 -- -- 170.659.529
Kewajiban
Hutang Usaha 988,527.75 3,698.11 31,802.32 9.503.777.428
Beban yang Masih Harus Dibayar 249,701.88 2.293.761.470
Jumlah Kewajiban 1,238,229.63 3,698.11 31,802.32 11.797.538.898
Jumlah Kewajiban - Bersih (1,219,651.41) (3,698.11) (31,802.32) (11.626.879.369)

Kurs USD, SGD dan EUR pada tanggal 22 Oktober 2007 masing-masing adalah Rp 9.117,00 dan
Rp 6.224,92 dan Rp 13.045,98. Jumlah kewajiban bersih dalam mata uang asing per 31 Juli 2007
berdasarkan kurs 22 Oktober 2007 adalah Rp 11.557.474.775.

2006
Mata Uang Asing Ekuivalen
USD SGD EUR Rupiah
Aktiva
Bank 55,132.95 -- -- 497.299.209
Jumlah Aktiv a 55,132.95 -- -- 497.299.209
Kewajiban
Hutang Usaha 576,605.06 3,698.11 -- 5.222.720.889
Beban yang Masih Harus Dibayar 180,664.89 -- -- 1.629.597.355
Jumlah Kewajiban 757,269.95 3,698.11 -- 6.852.318.244
Jumlah Kewajiban - Bersih (702,137.00) (3,698.11) -- (6.355.019.035)

2005
Mata Uang Asing Ekuivalen
USD SGD EUR Rupiah
Aktiva
Bank 39,286.95 -- -- 386.190.718
Jumlah Aktiv a 39,286.95 -- -- 386.190.718

Kewajiban
Hutang Usaha 833,579.40 11,736.39 1,997.8 8.286.701.399
Beban yang Masih Harus Dibayar 113,343.19 -- -- 1.114.163.558
Jumlah Kewajiban 946,922.59 11,736.39 1,997.8 9.400.864.957
Jumlah Kewajiban - Bersih (907,635.64) (11,736.39) (1,997.8) (9.014.674.239)

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
142 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

2004
Mata Uang Asing Ekuivalen
USD SGD EUR Rupiah

Aktiva
Bank 21,076.55 -- – 195.801.150
Jumlah Aktiv a 21,076.55 -- -- 195.801.150

Kewajiban
Hutang Usaha 405,527.78 87,650.75 -- 4.265.687.033
Beban y ang Masih Harus Dibay ar 92,115.75 -- -- 855.755.330
Jumlah Kewajiban 497,643.53 87,650.75 -- 5.121.442.363
Jumlah Aktiva (Kewajiban) - Bersih 595,711.86 (87,650.75) -- 5.791.178.751

26. Komitmen dan Perjanjian Penting

a. Pada tanggal 21 Mei 1996, Perusahaan menandatangani Perjanjian Lisensi dengan Ace Hardware
Corporation (AHC). Perjanjian tersebut berlaku selama 15 (lima belas) tahun dan dapat diperpanjang
lagi sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Dalam perjanjian disebutkan kewajiban Perusahaan
untuk membayar royalti kepada AHC berdasarkan pendapatan yang diperoleh dari gerai ritel. Atas
pembayaran royalti, Perusahaan berhak menggunakan merek Ace untuk seluruh toko dan secara
memiliki hak eklusif untuk membeli produk Ace dari AHC.

Pada periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada 31 Juli 2007, dan tahun-tahun yang berakhir pada
31 Desember 2006, 2005 dan 2004, beban royalti yang diakui adalah sebesar Rp 4.291.161.584,
Rp 5.660.188.748, Rp 4.072.746.803 dan Rp 3.031.926.449.

b. Perusahaan menandatangani Perjanjian Merchant dengan beberapa bank. Perusahaan bertindak


sebagai merchant dari bank-bank yang mengeluarkan kartu kredit dan debit.

c. Perusahaan menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan beberapa perusahaan sehubungan


dengan pembukaan gerai ritel antara lain sebagai berikut:
 Perjanjian No. 11/PSM-MAG/V/05 tanggal 27 Mei 2005 dengan PT Swadaya Panduartha untuk
penggunaan ruangan di Gedung Mal Artha Gading, Jl. Bulevar Artha Gading, Jakarta Utara
seluas 10.158 m2. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 27 Mei 2010;
 Perjanjian No.001-MF/ACE-TPI/06/05 tanggal 9 Juni 2005 dengan PT Bina Bintang Priangan
untuk penggunaan ruangan di The Plaza IBCC, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 296, Bandung, Jawa
Barat seluas 8.742 m2. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 28 Pebruari 2014;
 Akta Sewa Menyewa No. 014 tanggal 13 April 2007 dengan dengan PT Dinamika Property
untuk sewa tanah berlokasi Jl. Margonda Raya, Depok, seluas 6.370 m2. Perjanjian ini berlaku
sampai dengan tanggal 30 Juni 2010;
 Perjanjian No.0200/PSM-ROZA/X/2006 tanggal 11 Oktober 2006 dengan PT Dwi Jaya
Manunggal untuk penggunaan ruangan di Royal Plaza Surabaya Jl. Ahmad Yani No.16-18,
Surabaya seluas 5.122 m2. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 15 Desember 2011;
 Perjanjian No.191/MPI/SM/AMPI/I/2004 tanggal 30 April 2004 dengan PT Antílope Madju Puri
Indah untuk penggunaan ruangan di Mal Puri Indah Jl. Puri Agung, Jakarta Barat seluas
4.046 m2. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 31 Mei 2009;

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
143 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

 Perjanjian Sewa Menyewa tanggal 24 April 2006 dengan PT Bajamas Mulia Development untuk
penggunaan ruangan di Mal Panakkukang Square, Makassar, seluas 3.349 m2. Perjanjian ini
berlaku sampai dengan tanggal 31 Agustus 2011; dan

 Nota Kesepahaman tanggal 2 Januari 2007 dengan PT Pakuwon Permai Development untuk
penggunaan ruangan di Mal Pakuwon Trade Centre Jl. Puncak Indah Lontar No.2 Surabaya
seluas 2.882 m2. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 1 Juni 2012.

27. Peristiwa Setelah Tanggal Neraca

a. Berdasarkan perjanjian tanggal 1 Agustus 2007, Ijek Widyakrisnadi, selaku pemegang Merek Kris dan
Krisbow telah memberikan ijin kepada Perusahaan untuk menggunakan Merek Kris dan Krisbow di
semua lokasi gerai Perusahaan. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2011.

b. Berdasarkan Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham tanggal 30 Juli 2007 yang dituangkan dalam
akta notaris Eliwaty Tjitra, SH, No. 163 dan 164 tanggal 31 Juli 2007, para pemegang saham
memutuskan, antara lain untuk membagikan dividen sebesar Rp 40.001.000.250 yang terbagi atas
Rp 1.000.250 dividen kas kepada Kuncoro Wibowo dan Rp 40.000.000.000 kepada PT Kawan Lama
Sejahtera yang nantinya akan dikapitalisasi menjadi modal saham.

Selanjutnya, berdasarkan Akta Keputusan Rapat Tahunan Pemegang Saham tanggal 30 Juli 2007
yang dituangkan dalam akta notaris No. 165 dari Eliwaty Tjitra, SH, tanggal 31 Juli 2007, para
pemegang saham memutuskan antara lain, sebagai berikut:

 Perubahan nilai nominal saham dari Rp 1.000.000 menjadi Rp 100;


 Peningkatan modal dasar dari Rp 50.000.000.000 menjadi Rp 480.000.000.000 dan peningkatan
modal ditempatkan dan disetor dari Rp 40.000.000.000 menjadi Rp 120.000.000.000 yang
seluruhnya diambil oleh PT Kawan Lama Sejahtera. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor
sebesar Rp 80.000.000.000 terbagi atas pembayaran tunai sebesar Rp 40.000.000.000 dan
penerbitan dividen saham sebesar Rp 40.000.000.000

Pada tanggal 27 Agustus 2007, perubahan modal dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. W7-09396.HT.01.04-TH.2007.

Neraca proforma Perusahaan jika diasumsikan pada tanggal 31 Juli 2007 akta perubahan anggaran
dasar tersebut telah berlaku efektif adalah sebagai berikut:

Historis Penyesuaian Proforma


Rp Rp Rp
AKT IVA

Aktiva Lancar
Kas dan Bank 4.394.725.638 40.000.000.000 44.394.725.638
Piutang U saha 5.642.787.132 -- 5.642.787.132
Piutang Lain-lain 10.738.102.134 -- 10.738.102.134
Persediaan 90.768.104.807 -- 90.768.104.807
Beban Dibay ar di M uka 14.481.065.564 -- 14.481.065.564
U ang M uka Pembelian 45.653.335.872 -- 45.653.335.872
Jumlah Aktiv a Lancar 171.678.121.148 40.000.000.000 211.678.121.148

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
144 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

Historis Penyesuaian Proforma


Rp Rp Rp

Aktiva Tidak Lancar


Piutang Hubungan Istimewa 39.582.876.179 -- 39.582.876.179
Beban Dibayar di Muka Jangka Panjang 6.114.539.156 -- 6.114.539.156
Aktiva Pajak Tangguhan 2.553.512.561 -- 2.553.512.561
Aktiva Tetap 43.271.783.876 -- 43.271.783.876
Aktiva Lain-lain 7.449.188.841 -- 7.449.188.841
JumlahAktiva Tidak Lancar 98.971.900.613 -- 98.971.900.613
JUMLAH AKTIVA 270.650.021.761 40.000.000.000 310.650.021.761

KEWAJIBAN DAN EKUITAS


Kewajiban Lancar
Hutang Bank Jangka Pendek 61.856.143.911 -- 61.856.143.911
Hutang Usaha 49.245.333.419 -- 49.245.333.419
Uang Muka Pelanggan 3.602.453.938 -- 3.602.453.938
Hutang Lain-lain 5.075.014.791 -- 5.075.014.791
Beban yang Masih Harus Dibayar 4.305.193.159 -- 4.305.193.159
Hutang Pajak 7.671.001.173 -- 7.671.001.173
Hutang Bank Jangka Panjang
yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun 9.398.983.736 -- 9.398.983.736
Jumlah Kewajiban Lancar 141.154.124.127 -- 141.154.124.127

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR


Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja 11.180.440.000 -- 11.180.440.000
Hutang Bank Jangka Panjang - Setelah Dikurangi Bagian
yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun 10.554.948.498 -- 10.554.948.498
JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR 21.735.388.498 -- 21.735.388.498

JUMLAH KEWAJIBAN 162.889.512.625 -- 162.889.512.625

EKUITAS
Modal Saham 40.000.000.000 80.000.000.000 120.000.000.000
Saldo Laba 67.760.509.136 (40.000.000.000) 27.760.509.136
Jumlah Ekuitas 107.760.509.136 40.000.000.000 147.760.509.136
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 270.650.021.761 40.000.000.000 310.650.021.761

c. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 29 Agustus 2007, yang
diaktakan dengan akta Notaris Fathiah Helmi, SH, No. 33, para pemegang saham menyetujui:
 Perubahan seluruh anggaran dasar Perusahaan dalam rangka menjadi perusahaan terbuka,
diantaranya:
 Perubahan status Perusahaan menjadi Perusahaan Terbuka;
 Perubahan nama Perusahaan menjadi PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk;
 Pengeluaran saham dalam simpanan Perusahaan sebanyak 515.000.000 (lima ratus lima belas
juta) saham baru yang ditawarkan melalui Penawaran Umum kepada masyarakat;
 Pemberian kuasa kepada Direksi Perusahaan untuk melaksanakan segala tindakan yang
diperlukan sehubungan dengan Penawaran Umum);
FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 30, 2007
To be Finalized
Agreed by :
145 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

 Pemberian kuasa kepada Direksi Perusahaan untuk menyatakan dalam akta notaris tersendiri
peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan, setelah Penawaran Umum
Perdana selesai dan mencatatkan saham-saham tersebut pada Bursa Efek; dan
 Perubahan Komisaris dan Direksi Perusahaan menjadi:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Kuncoro Wibowo
Komisaris : Ijek Widya Krisnadi
Komisaris Independen : Tjiptono Darmadji

Dewan Direksi
Direktur Utama : Prabowo Widya Krisnadi
Direktur : Paulus Ong
Hartanto Djasman
Direktur Tidak Terafiliasi : Rudy Hartono

Pada tanggal 4 September 2007, perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. W7-09693 HT.01.04-
TH 2007.

d. Pada tanggal 20 September 2007, surat promes yang diterbitkan oleh PT Kawan Lama Sejahtera dan
PT Home Center Indonesia yang jatuh tempo pada tanggal 20 September 2007 telah diperbaharui
dengan jatuh tempo masing-masing sampai dengan tanggal 20 Nopember 2007 (lihat Catatan 24).

e. Berdasarkan surat No. 1557/CBK/2007 tanggal 8 Oktober 2007, PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
menyetujui penghapusan pembatasan mengenai pembagian dividen yang melebihi 25% dari laba
bersih (lihat Catatan 10).

f. Berdasarkan surat No 2007.0930/DIR4-Korporasi tanggal 10 Oktober 2007, PT Bank Internasional


Indonesia Tbk (BII) menyetujui perubahan pembatasan mengenai pembagian dividen (lihat
Catatan 10).

g. Berdasarkan surat dari BII No 2007.0763/DIR4-Korporasi tanggal 30 Agustus 2007, fasilitas Pinjaman
Rekening Koran, Pinjaman Berjangka dan Bank Garansi telah diperpanjang sampai dengan 20 Juni
2008, dengan jumlah fasilitas, jaminan dan pembatasan yang sama dengan perjanjian sebelumnya
kecuali tingkat bunga menjadi 3,25% untuk fasilitas pinjaman rekening koran dan pinjaman berjangka
(lihat Catatan 10.b).

h. Pada tanggal 11 September 2007, melalui surat pengantar No 064/ACE-PW/IPO/IX/07, Perusahaan


menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada Bapepam & LK sehubungan dengan rencana
Penawaran Umum Saham Biasa dengan jumlah sebanyak 515.000.000 (lima ratus lima belas juta)
lembar dengan nilai nominal Rp 100 (seratus rupiah)setiap lembar saham.

i. Berdasarkan surat No. 1414/GBK/2007 tanggal 5 September 2007 dan surat No. 2007.0779/DIR4-
Korporasi tanggal 4 September 2007, BCA dan BII telah menyetujui Rencana Penawaran Umum
Perdana saham-saham Perusahaan.

j. Perusahaan membuka 3 gerai baru pada tanggal 6 dan 15 September 2007 dan 8 Oktober 2007, di
lokasi Pejaten (Jakarta Selatan), Depok, dan Cirebon.

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 30, 2007
To be Finalized
Agreed by :
146 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

28. Pelaporan Segmen

a. Segmen Primer:
31 Juli 2007
Peralatan Rum ah
Perkakas Peralatan Listrik Lain-lain Jum lah
Tangga
Rp Rp Rp Rp Rp
Penjualan Bersih - Eksternal 280.834.246.529 72.060.625.288 46.843.974.269 68.118.450.431 467.857.296.516

Hasil Segm en 109.052.035.820 20.890.699.521 15.499.035.079 21.034.440.586 166.476.211.006

Beban Usaha y ang tidak Dapat Dialokasi 122.484.819.782


Laba Usaha 43.991.391.224
Pendapatan Bunga 44.400.102
Beban Keuangan (10.300.079.054)
Lain-lain 3.913.763.010
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 37.649.475.282
Beban Pajak (11.298.738.893)
Laba Bersih 26.350.736.388

Aktiva dan Kewajiban


Aktiv a Segmen 55.790.058.858 14.622.361.480 6.216.569.636 14.139.114.832 90.768.104.807
Aktiv a y ang Tidak Dapat Dialokasi 179.881.916.954
Jum lah Aktiva 270.650.021.761
Kewajiban yang Tidak Dapat Dialokasi 162.889.512.625

Inform asi Lainnya


Pengeluaran Barang Modal 6.436.426.815
Peny usutan 5.465.206.715

Arus Kas dari Aktivitas Operasi


Penerimaan dari Pelanggan 480.336.248.719
Pembay aran kepada Pemasok (411.440.672.873)
Pembay aran kepada Kary aw an (45.537.320.115)
Pembay aran Pajak (9.028.122.427)
Pembay aran Bunga Pinjaman (5.466.068.864)
Penerimaan Bunga 44.400.102
Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 8.908.464.542

Arus Kas dari Aktivitas Investasi


Hasil Penjualan Aktiv a Tetap 431.818.182
Perolehan Aktiv a Tetap (6.436.426.815)
Arus Kas Digunakan untuk Aktivitas Investasi (6.004.608.633)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan


Penerimaan Pinjaman Bank 18.504.246.278
Pembay aran Pinjaman Bank (16.389.742.620)
Pembay aran kepada Pihak Hubungan Istimew a (9.700.000.000)
Penerimaan dari Pihak Hubungan Istimew a 1.050.000.000
Arus Kas Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (6.535.496.342)

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
147 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

31 Desem ber 2006


Peralatan Rum ah
Perkakas Peralatan Listrik Lain-lain Jum lah
Tangga
Rp Rp Rp Rp Rp

Penjualan Bersih - Eksternal 370.065.959.421 99.567.720.058 60.895.788.720 108.416.819.885 638.946.288.084

Hasil Segm en 136.851.918.457 28.235.927.412 18.450.115.742 33.699.145.469 217.237.107.081

Beban Usaha y ang tidak Dapat Dialokasi 167.695.928.168


Laba Usaha 49.541.178.913
Pendapatan Bunga 74.220.971
Beban Keuangan (16.557.927.231)
Lain-lain 5.625.362.868
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 38.682.835.521
Beban Pajak (11.672.201.829)
Laba Bersih 27.010.633.692

Aktiva dan Kewajiban


Aktiv a Segmen 62.908.030.573 15.717.188.536 4.612.804.407 17.487.304.273 100.725.327.789
Aktiv a y ang Tidak Dapat Dialokasi 121.635.325.831
Jum lah Aktiva 222.360.653.620
Kewajiban yang Tidak Dapat Dialokasi 140.950.880.872

Inform asi Lainnya


Pengeluaran Barang Modal 35.121.039.381
Peny usutan 7.738.217.197

Arus Kas dari Aktivitas Operasi


Penerimaan dari Pelanggan 645.995.281.718
Pembay aran kepada Pemasok (582.919.066.877)
Pembay aran kepada Kary aw an (60.855.679.244)
Pembay aran Pajak (8.984.308.208)
Pembay aran Bunga Pinjaman (9.757.600.215)
Penerimaan Bunga 74.220.971
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (16.447.151.855)

Arus Kas dari Aktivitas Investasi


Hasil Penjualan Aktiv a Tetap 307.625.000
Perolehan Aktiv a Tetap (35.121.039.381)
Arus Kas Digunakan untuk Aktivitas Investasi (34.813.414.381)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan


Pembay aran Div iden (6.000.150.000)
Penerimaan Pinjaman Bank 60.471.925.280
Pembay aran Pinjaman Bank (14.903.114.662)
Penerimaan dari Pihak Hubungan Istimew a 13.765.000.000
Arus Kas Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 53.333.660.618

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
148 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

31 Desem ber 2005


Peralatan Rum ah
Perkakas Peralatan Listrik Lain-lain Jum lah
Tangga
Rp Rp Rp Rp Rp

Penjualan Bersih - Eksternal 260.186.327.497 80.778.826.133 47.756.728.665 95.009.106.184 483.730.988.478

Hasil Segm en 89.897.155.065 18.750.684.250 13.048.758.990 28.334.629.753 150.031.228.057

Beban Usaha y ang tidak Dapat Dialokasi 122.618.082.205


Laba Usaha 27.413.145.852
Pendapatan Bunga 66.832.952
Beban Keuangan (8.284.118.626)
Lain-lain 5.943.032.975
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 25.138.893.153
Beban Pajak (7.617.691.358)
Laba Bersih 17.521.201.795

Aktiva dan Kewajiban


Aktiv a Segmen 36.778.835.322 10.054.109.193 4.122.660.574 9.540.854.779 60.496.459.868
Aktiv a y ang Tidak Dapat Dialokasi 83.224.076.853
Jum lah Aktiva 143.720.536.721
Kewajiban yang Tidak Dapat Dialokasi 83.321.247.666

Inform asi Lainnya


Pengeluaran Barang Modal 10.730.300.205
Peny usutan 4.285.310.182

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi


Penerimaan dari Pelanggan 476.693.438.153
Pembay aran kepada Pemasok (439.702.390.169)
Pembay aran kepada Kary aw an (47.968.489.567)
Pembay aran Pajak (11.199.199.603)
Pembay aran Bunga Pinjaman (3.219.521.293)
Penerimaan Bunga 66.832.951
Arus Kas Digunakan untuk Aktivitas Operasi (25.329.329.528)

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi


Perolehan Aktiv a Tetap (10.730.300.205)
Arus Kas Digunakan untuk Aktivitas Investasi (10.730.300.205)

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan


Setoran Modal 14.000.000.000
Penerimaan Pinjaman Bank 25.793.611.490
Pembay aran Pinjaman Bank (7.341.971.162)
Penerimaan dari Pihak Hubungan Istimew a 4.160.000.000
Arus Kas Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 36.611.640.328

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
149 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

Desem ber 31 2004


Peralatan Rum ah
Perkakas Peralatan Listrik Lain-lain Jum lah
Tangga
Rp Rp Rp Rp Rp

Penjualan Bersih - Eksternal 173.218.406.177 64.430.986.491 34.183.899.352 74.765.975.052 346.599.267.072

Hasil Segm en 55.911.907.646 14.856.110.042 10.652.300.409 25.744.754.755 107.165.072.852

Beban Usaha y ang tidak Dapat Dialokasi 85.503.717.728


Laba Usaha 21.661.355.124
Pendapatan Bunga 37.926.573
Beban Keuangan (6.197.667.552)
Lain-lain 3.160.155.842
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 18.661.769.987
Beban Pajak (5.605.982.160)
Laba Bersih 13.055.787.827

Aktiva dan Kewajiban


Aktiv a Segmen 15.097.952.032 6.693.558.185 1.290.275.524 5.307.213.724 28.388.999.465
Aktiv a y ang Tidak Dapat Dialokasi 54.909.881.476
Jum lah Aktiva 83.298.880.941
Kewajiban yang Tidak Dapat Dialokasi 54.420.793.681

Inform asi Lainnya


Pengeluaran Barang Modal 5.573.443.287
Peny usutan 3.750.468.977

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi


Penerimaan dari Pelanggan 350.241.044.081
Pembay aran kepada Pemasok (283.534.039.834)
Pembay aran kepada Kary aw an (33.694.538.044)
Pembay aran Pajak (5.655.070.656)
Pembay aran Bunga Pinjaman (2.599.044.078)
Penerimaan Bunga 37.926.573
Arus kas Diperoleh dari aktivitas Operasi 24.796.278.042

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi


Perolehan Aktiv a Tetap (5.573.443.287)
Arus kas Digunakan untuk aktivitas Investasi (5.573.443.287)

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan


Pembay aran Div iden (1.197.638)
Penerimaan Pinjaman Bank 180.000.000
Pembay aran Pinjaman Bank (3.419.303.673)
Pembay aran kepada Pihak Hubungan Istimew a (17.925.000.000)
Arus kas Digunakan untuk aktivitas Pendanaan (21.165.501.311)

b. Segmen Geografis

Penjualan:
2007 2006 2005 2004
(7 Bulan) (1 T ahun) (1 T ahun) (1 T ahun)
Rp Rp Rp Rp

Jakarta 229.940.823.688 350.971.446.227 263.228.382.153 176.175.708.784


Bandung 68.828.428.187 66.268.321.814 37.791.390.778 27.349.230.838
Surabay a 55.452.714.091 59.605.376.340 56.040.432.891 45.841.082.068
M edan 22.766.309.824 33.701.870.306 32.962.769.649 20.891.679.342
Lain-lain 90.869.020.726 128.399.273.397 93.708.013.007 76.341.566.040
467.857.296.516 638.946.288.084 483.730.988.478 346.599.267.072

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
150 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

29. Reklasifikasi Akun

Beberapa akun dalam laporan keuangan tahun 31 Desember 2006 dan 2004 telah direklasifikasi agar
sesuai dengan penyajian laporan keuangan periode 31 Juli 2007, dengan rincian sebagai berkut:
2006 2004
Akun Sebelum Setelah Sebelum Setelah
Reklasifikasi Reklasifikasi Reklasifikasi Reklasifikasi

U ang M uka Pembelian 23.170.525.455 37.129.525.455 -- --


Biay a Dibay ar di M uka - Tidak Lancar 13.591.849.259 2.506.588.153 -- 973.745.857
Aktiv a Tetap 45.546.598.178 42.672.859.285 -- --
Biay a Dibay ar di M uka - Lancar -- -- 4.140.905.801 3.167.159.944

30. Penerbitan Kembali Laporan Keuangan

Dalam rangka Penawaran Umum Saham, Perusahaan telah menerbitkan kembali laporan keuangan untuk
periode 7 (tujuh) bulan yang berakhir pada 31 Juli 2007 dan tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember
2006, 2005 dan 2004 dengan beberapa tambahan penyajian dan tambahan pengungkapan pada Catatan
1.a, 1.b, 2.j, 2.p, 5, 6, 8, 9, 10, 12, 13, 19, 24, 25, 27, 28 dan 31 atas laporan keuangan terdahulu.

31. Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan

a. Pada bulan Juni 2007, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI)
mengesahkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), “Sewa” yang mengatur kebijakan akuntansi dan
pengungkapan yang sesuai, baik bagi lessee maupun lessor dalam hubungannya dengan sewa (lease).
PSAK No. 30 (Revisi 2007) ini menggantikan PSAK No. 30 (1990) “Akuntansi Sewa Guna Usaha”.
Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari
2008.

b. Pada bulan Mei 2007, DSAK-IAI mengesahkan PSAK No. 13 (Revisi 2007), “Properti Investasi ” yang
mengatur perlakuan akuntansi untuk properti investasi dan pengungkapan yang terkait. PSAK No. 13
(Revisi 2007) ini menggantikan PSAK No. 13 (Revisi 1994) “Akuntansi Untuk Investasi”. Pernyataan ini
berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal
1 Januari 2008.

c. Pada bulan Mei 2007, DSAK-IAI mengesahkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), “Aset Tetap” yang mengatur
perlakuan akuntansi aset tetap, agar pengguna laporan keuangan dapat memahami informasi mengenai
investasi entitas di aset tetap, dan perubahan dalam investasi tersebut. PSAK No. 16 (Revisi 2007) ini
menggantikan PSAK No. 16 (1994) “Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain” dan PSAK No.17 (1994)
“Akuntansi Penyusutan”. Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan
keuangan entitas yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2008.

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
151 Date :
PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode 7 (Tujuh) Bulan yang Berakhir 31 Juli 2007 dan
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004
(Dalam Rupiah Penuh)

d. Pada bulan Desember 2006, DSAK-IAI mengesahkan 2 (dua) PSAK revisi sebagai berikut:

(i). PSAK No. 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan”, yang
menetapkan prinsip penyajian dan pengungkapan instrumen keuangan sebagai kewajiban atau
ekuitas dan saling hapus aktiva keuangan dan kewajiban keuangan. Pernyataan ini berlaku terhadap
klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aktiva keuangan, kewajiban
keuangan, dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen,
kerugian dan keuntungan, dan keadaan dimana aktiva keuangan dan kewajiban keuangan akan
saling hapus. PSAK No. 50 (Revisi 2006) ini menggantikan PSAK No. 50, “Akuntansi Investasi Efek
Tertentu”, yang dikeluarkan tahun 1998. Pernyataan ini berlaku secara prospektif untuk periode yang
dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2009; dan

(ii). PSAK No. 55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” yang mengatur
prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aktiva keuangan, kewajiban keuangan, dan kontrak
pembelian dan penjualan item non-keuangan. PSAK No. 55 (Revisi 2006) ini menggantikan
PSAK No. 55, “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai”, yang dikeluarkan tahun
1999. Pernyataan ini berlaku secara prospektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal
1 Januari 2009.

Perusahaan belum melakukan estimasi atas dampak penerapan PSAK tersebut.

32. Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan

Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan yang diselesaikan pada
tanggal 11 Oktober 2007.

FINAL DRAFT
For Discussion Purpose Only
October 25, 2007
To be Finalized
Agreed by :
152 Date :
BAB XVIII. LAPORAN PENILAI

153
Halaman ini sengaja dikosongkan

100
No. : 143/KR/IX/07 Jakarta, 10 September 2007
Lamp. :

Kepada,
PT. ACE HARDWARE INDONESIA
Gedung Kawan Lama, Lt. 5
Jalan Puri Kencana No. 1, Meruya Kembangan
Jakarta Barat 11610

Perihal : Penilaian asset, milik PT. ACE Hardware


Indonesia

Dengan hormat,

Kami yang bertanda tangan dibawah ini benar telah melakukan inspeksi terhadap
asset milik PT. ACE Harware Indonesia, yang dapat diurakan sebagai berikut :

No Deskripsi

1 7 unit ruko, terletak di Jalan Pluit Indah Raya, No. 168 M-S, Kelurahan Pluit,
Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, luas tanah ± 524 m², luas bangunan ±
2.040 m².

2 Tanah dan Bangunan Gudang, terletak di Komp. Perumahan Bangunan


Multiguna, Jalan Raya Serpong, Blok D No. 3, Kelurahan Pakulonan,
Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten, luas tanah ± 640 m², luas bangunan
± 450 m².

3 Inventaris Kantor dan Kendaraan, terletak di Kantor Pusat dan Kantor


Cabang Ace Hardware
TUJUAN PENILAIAN

Tujuan dari Penilaian ini adalah untuk mendapatkan Estimasi "nilai pasar"
aktiva. per tanggal 2 s/d 7 Agustus 2007, penilaian yang akan digunakan untuk
kepentingan Laporan Keuangan dalam rangka Go Public/Initial Public Offering
(IPO).

DEFINISI NILAI

Pada pelaksanaan penilaian ini. kami menggunakan beberapa istilah yang dapat
didefinisikan sebagai berikut :

Nilai Pasar (Market Value). harga yang mungkin tercapai dalam jumlah
uang dan dalam kondisi pasaran terbuka serta bersaing. dimana pembeli dan
penjual sama-sama berkeinginan serta cukup pengetahuan untuk melakukan
transaksi jual beli dan waktu yang tersedia cukup untuk melakukan tawar
menawar. Harga akan tercapai bilamana dalam kondisi normal dimana tidak
ada suatu perlakuan khusus didalam transaksi jual/beli (sumber : Standar
Penilaian Indonesia 2000. Standar 2 Point 3.10).

Penyusutan (Lost in Value). disini diartikan sebagai suatu kerugian nilai


yang dialami oleh suatu peralatan kantor. yang disebabkan oleh adanya
kerusakan fisik dan atau kemunduran-kemunduran ekonomi dan fungsinya
(Deterioration Of Physical, Economic & Function).

Nilai Reproduksi/Perolehan Baru (Replacement Cost New) yaitu


nilai yang diperhitungkan sebagai banyaknya biaya yang harus dikeluarkan
untuk mendirikan/memproduksi/memperoleh kembali properti yang dinilai
dalam keadaan baru. dan dihitung berdasarkan harga pasaran setempat pada
saat penilaian.

Laporan Penilaian Asset, Milik PT. ACE Hardware Indonesia

156
GAMBARAN AKTIVA
Aktiva merupakan asset milik PT. ACE Hardware, yang dapat digambarkan sebagai
berikut :

1. 7 Unit Ruko

Gambaran Lokasi

Aktiva dapat dicapai dengan berpatokan dari arah Grogol dengan melalui jalan Dr.
Latumeten, Jalan Jembatan Dua, Jalan Jembatan Tiga sampai bertemu perempatan
kemudian lurus ke Jalan Pluit Putera sampai mentok kemudian belok kiri ke Jalan
Pluit Indah dan lokasi berada di kanan jalan.

Lokasi merupakan daerah campuran antara pemukiman dengan komersial area


(perdagangan dan perkantoran), komplek ruko ini terletak di kawasan strategis Pluit
yang berdekatan dengan berbagai fasilitas diantaranya Mega Pluit, komplek ruko,
komplek perdagangan, RS Atmajaya dan lain-lain, untuk sarana pendidikan banyak
tersedia dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi.

Lokasi Aktiva berbatasan dengan :

Utara : Danau
Barat : Ruko
Timur : Ruko
Selatan : Jalan/parkir

Gambaran Bangunan

Aktiva merupakan 7 unit ruko 4 lantai, bangunan merupakan ruko baru yang
menjadi satu kesatuan digunakan sebagai perdagangan ACE HARDWARE spesifikasi
bangunan dapat diuraikan sebagai berikut:

? Pondasi : Tiang Pancang & Sloof Beton Bertulang


? Konstruksi Bangunan : Beton Bertulang
? Dinding : Pasangan batu bata diplester
? Lantai : Granito
? Pintu : Pintu kaca polos sebagian pintu panel
? Jendela : Kaca polos dengan rangka aluminium
? Plafond : Gypsum sebagian beton
? Atap : Rangka baja dengan penutup genteng
? Fasilitas
? Listrik : 97.000 va
? Telepon : 2 line
? Air Bersih : Tersedia
? Tahun Dibangun : 2006
? Renovasi Tahun : -
? Kondisi : Baik
? Perawatan : Baik
? Umur Ekonomis : 40 Tahun
? Luas Keseluruhan : ± 2.040 m²

Laporan Penilaian Asset, Milik PT. ACE Hardware Indonesia

157
2. Gudang

Gambaran Lokasi

Aktiva dapat dicapai dengan berpatokan dari Jalan Tol Jakarta - Merak keluar di
Gerbang Tol Tangerang, kemudian berbelok kearah Jalan Serpong Raya. Setelah
Serpong Plaza berbelok kekiri dan masuk ke Komplek Perumahan Bangunan
Multiguna (3 in 1 Building), Aktiva berada di Blok D No.3.

Komplek Bangunan Multiguna merupakan komplek perkantoran yang dilengkapi


dengan bangunan gudang yang memiliki jalan lingkungan dengan lebar 8 meter dan
perkerasan aspal hotmix.

Jalan utama didepan komplek Aktiva adalah Jalan Serpong Raya dengan lebar jalan
2 x 12 meter, fasilitas yang terdekat dengan aktiva diantaranya adalah : Serpong
Plaza, Depo Bangunan, Perumahan Bukit Serpong Mas, Perumahan Gading Serpong,
Komplek Ruko Sutera Niaga 3 dan Perumahan Alam Sutera.

Gambaran Bangunan

Aktiva merupakan bangunan multiguna (3 in 1) dengan spesifikasi sebagai berikut:

? Jumlah Lantai : 2 Lantai


? Pondasi : Beton dan batu kali
? Konstruksi Atap : Rangka baja
? Lantai : Keramik
? Atap : Genteng
? Penyusutan : 15%
? Kondisi : Baik
? Perawatan : Baik
? Umur Ekonomis : 35 Tahun
? Luas Lantai : ± 450.5 m²

Bangunan dilengkapi dengan listrik PLN 16.500 VA, telp 2 line dan jet pump.

3. Inventaris Kantor dan Kendaraan

Aktiva dalam penilaian berupa inventaris dan kendaraan yang digunakan oleh PT.
ACE Hardware Indonesia sebagai sarana usaha dalam bidang supermarket
perkakas. Peralatan tersebut berada di seluruh cabang ACE Hardware di Indonesia
dan Kantor Pusat di Jakarta.

Penilaian ini dilakukan pada Kantor Pusat dan cabang-cabang ACE Hardware.

Secara garis besar inventaris kantor dalam penilaian berupa peralatan kantor,
komputer, rak/gondola, audio-video, furniture, peralatan keamanan, kendaraan
bermotor dan peralatan lainnya yang biasa dipergunakan oleh suatu kantor dan
supermarket. Selanjutnya inventaris kendaraan tersebut kami sebut aktiva.

Aktiva yang digunakan oleh PT. ACE Hardware Indonesia terdapat beberapa yang
telah mengalami rekondisi atau up grade sehingga fungsi dan manfaatnya menjadi
berlipat. Dalam hal ini pembelian spare part telah dipasang menjadi satu unit alat
yang baru dengan manfaat yang baru.

Laporan Penilaian Asset, Milik PT. ACE Hardware Indonesia

158
METODE PENILAIAN

Didalam penilaian dikenal adanya tiga macam pendekatan atau metoda penilaian yaitu:
Pendekatan Perbandingan data Pasar (Market Approach), Pendekatan Biaya
(Cost Approach) dan Pendekatan Pendapatan (income Approach).

Pendekatan Perbandingan Data Pasar

Pendekatan ini sangat baik bilamana terdapat data pembanding yang sama/sejenis
dengan aktiva yang dinilai, yang saat ini sedang ditawarkan maupun telah terjadi
transaksi. Karena pendekatan ini merupakan pendekatan yang terbaik dan paling
sempurna untuk dapat memperkirakan nilai pasar suatu aktiva, dan pendekatan ini
dapat merefleksikan sikap pembeli dan penjual terhadap aktiva didaerah termaksud.

Pendekatan Biaya

Pendekatan biaya dapat didefinisikan sebagai suatu pendekatan untuk mendapatkan


indikasi nilai pasar dengan cara memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk
memperoleh bangunan yang sama dengan tingkat harga yang berlaku sekarang
(Reproduction of the building in new condition) dikurangi dengan perkiraan keusangan
baik yang disebabkan oleh keusangan phisik, fungsi maupun ekonomis. Hasil
pengurangan ini merupakan nilai wajar bangunan pada keadaan sekarang (depriciated
value of building).

Kemudian nilai tanah diperkirakan nilai pasarnya. Nilai pasar tanah ditambah dengan
depriciated building value didapatlah nilai pasar aktiva (sumber: The National Collage
Hand Book, Dearborn Publising, Inc.)

Pendekatan ini bilamana dihitung secara teliti dan cermat berdasarkan harga-harga
yang berlaku saat ini, maka akan dapat menghasilkan nilai wajar yang akurat pula.
Sedangkan nilai pasar tanah dapat ditentukan berdasarkan harga pasaran tanah
setempat.

Pendekatan Pendapatan

Pendekatan ini dapat diterapkan untuk penilaian suatu aktiva yang bertujuan untuk
mendapatkan keuntungan dari investasinya (Income Producing Property). Kemampuan
aktiva untuk menghasilkan keuntungan tersebut bilamana dikapitalisasikan, maka akan
mendapatkan nilai pasar aktiva.

Laporan Penilaian Asset, Milik PT. ACE Hardware Indonesia

159
DASAR ASUMSI DAN SYARAT - SYARAT PEMBATAS

1. Saya berasumsi bahwa aktiva yang saya nilai tidak mempunyai masalah hukum dan
bahwa hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan (marketable).

2. Saya tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen yang


terkait, oleh karenanya saya tidak menjamin kebenaran atau keabsahannya. Yang
menjadi perhatian saya adalah hal-hal yang berkenaan dengan nilai dari aktiva saja.

3. Saya tidak melakukan pengukuran terhadap batas-batas dari aktiva yang saya nilai.
Saya memperolehnya dari sumber dokumen yang saya asumsikan dapat dipercaya,
oleh karenanya bilamana ada gambar mengenai aktiva, hal ini hanya dimaksudkan
sebagai bahan ilustrasi/visualisasi, tetapi saya tidak dapat menjamin keakuratan
dari pada gambar tersebut.

4. Bilamana tidak ada perjanjian terlebih dahulu, maka saya tidak bersedia untuk
tampil dimuka pengadilan/instansi yang berkepentingan mengenai isi laporan saya.

5. Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi baik terhadap struktur maupun tanah
yang dapat membawa efek negatif terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab
saya sebab merupakan bagian dari pada pekerjaan ahli tanah dan atau bangunan.

6. Informasi, perkiraan dan pendapat yang saya peroleh dari berbagai sumber, saya
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya, oleh karenanya
saya tidak melakukan pengecekan lebih lanjut. Bilamana dikemudian hari diketahui
ada informasi yang tidak benar yang diberikan kepada saya, maka saya tidak dapat
diminta pertanggung jawabannya.

7. Laporan ini harus digunakan secara keseluruhan yang tak terpisahkan dan
penggunaannya terbatas pada maksud dan tujuan penilaian ini saja. Laporan ini
tidak akan berlaku untuk maksud dan tujuan yang berbeda.

8. Tidak dibenarkan bilamana sebagian atau keseluruhan dari laporan ini


dipublikasikan di media cetak/elektronik sebelum mendapat persetujuan tertulis dari
saya sebagai penilai dan pembuat laporan.

9. Saya berasumsi bahwa aktiva yang ditunjukkan kepada saya adalah benar
merupakan subject property dalam penilaian ini dan saya tidak melakukan
pengecekan lebih lanjut terhadap kebenarannya.

Laporan Penilaian Asset, Milik PT. ACE Hardware Indonesia

160
SERTIFIKASI - PENILAIAN

Saya sebagai penilai dengan ini menyatakan bahwa :

1. Saya tidak mempunyai kepentingan/interest terhadap aktiva yang saya nilai.

2. Saya tidak mempunyai bias yang bersifat subjektiv terhadap hal-hal yang tercakup
dalam laporan saya atau terhadap client yang menggunakan jasa saya. Kompensasi
yang saya terima maupun hubungan saya dengan client tidak dapat mempengaruhi
objektivitas dari pada hal-hal yang saya kemukakan dalam laporan ini.

3. Sepanjang keyakinan dan pengetahuan Saya, segala fakta dan informasi yang ada
dalam laporan ini adalah benar.

4. Laporan penilaian yang saya buat telah sesuai dengan Kode Etik Profesi (MAPPI)
dimana saya menjadi anggotanya, Kode Etik GAPPI dimana perusahaan PT. Nilai
Konsulesia menjadi anggotanya serta Kode Etik yang telah ditetapkan oleh
perusahaan dimana saya bekerja, dalam hal ini PT. Nilai Konsulesia.

5. Tidak ada orang lain kecuali diri saya, yang bertanda tangan dibawah ini, yang
melakukan analisa, survey terhadap aktiva.

6. Berdasarkan informasi yang ada dalam laporan ini dan berdasar pengalaman kami
sebagai penilai. maka kami berpendapat bahwa “Nilai Pasar” masing masing
aktiva yang kami nilai pertanggal penilaian yang ditampilkan dalam laporan
ini sudah benar adanya.

Laporan Penilaian Asset, Milik PT. ACE Hardware Indonesia

161
KESIMPULAN NILAI

Berdasarkan perhitungan Pendekatan Biaya dan Pendekatan Perbandingan Data Pasar,


serta dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, type dari property
dan tujuan penilaian, maka penilai berkesimpulan Nilai Pasar adalah sebagai sebagai
berikut :

Nilai Pasar
No. Uraian
(Rp.)

1 7 Unit Ruko 14.076.000.000


2 Gudang 1.813.000.000
3 Inventaris Kantor & Kendaraan 14.629.000.000
Jumlah 30.518.000.000
Pembulatan 30.518.000.000

Rp. 30.518.000.000,-
Tiga Puluh Milyar Lima Ratus Delapan Belas Juta Rupiah

Demikian ringkasan penilaian ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya
kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,
PT. NILAI KONSULESIA

Laporan Penilaian Asset, Milik PT. ACE Hardware Indonesia

162
BAB XIX. ANGGARAN DASAR

Anggaran Dasar berikut adalah Anggaran Dasar terakhir yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan
HAM RI.

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN


Pasal 1

1. Perseroan terbatas ini bernama “PT ACE HARDWARE INDONESIA Tbk” (selanjutnya dalam
Anggaran Dasar ini cukup disingkat dengan “Perseroan”), berkedudukan dan berkantor pusat di
Kotamadya Jakarta Barat.

2. Perseroan dapat membuka cabang atau perwakilan di tempat lain, baik di dalam maupun diluar wilayah Republik
Indonesia sebagaimana ditetapkan oleh Direksi dengan persetujuan dari Dewan Komisaris.

JANGKA WAKTU BERDIRINYA PERSEROAN


Pasal 2

Perseroan ini didirikan untuk jangka waktu tidak terbatas lamanya dan dimulai sebagai badan hukum
pada tanggal 17-5-1995 (tujuh belas Mei seribu sembilan ratus sembilan puluh lima).

MAKSUD DAN TUJUAN SERTA KEGIATAN USAHA


Pasal 3

1. Maksud dan tujuan Perseroan ini ialah :

a. Menjalankan usaha dalam bidang Perdagangan;

b. Menjalankan usaha dalam bidang Perindustrian;

c. Menjalankan usaha dalam bidang jasa; dan

d. Menjalankan usaha-usaha dibidang perbengkelan.

2. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha
sebagai berikut :

a. Menjalankan usaha-usaha dibidang perdagangan umum, termasuk ekspor, impor, interinsulair


dan lokal dari segala macam barang-barang home centre antara lain : electronic, kitchen
appliance, tool, gardening, plumbing stationary, hobby, building interior, furniture, alat-alat rumah
tangga serta menjadi grossier, leveransir, supplier, dealer, distributor, dan keagenan/perwakilan
dari perusahaan-perusahaan lain di bidang home centre dalam maupun luar negeri.

b. Menjalankan usaha-usaha dibidang industri dari barang-barang pada


sub a diatas, termasuk:

(i) industri perakitan komponen elektronik meliputi perakitan komponen jadi untuk produksi
alat-alat elektronika serta bidang usaha terkait;

(ii) industri radio, televisi, alat-alat rekaman suara dan gambar serta perlengkapannya antara
lain meliputi pembuatan peralatan elektronika untuk rumah tangga seperti pesawat penerima
televisi dan kombinasi, pesawat penerima radio dan kombinasi, tape recorder, video recorder,
mikrofon, loudspeaker, headphone, amplifier dan sebagainya;

163
(iii) industri peralatan transmisi telekomunikasi antara lain meliputi pembuatan alat-alat tranmisi
komunikasi seperti pemancar radio/televisi, alat-alat transmisi induk radio telefoni dan radio
telegrafi, relay transmitters, radio telepon, peralatan facsimile, kamera televisi, telepon set,
switching dan berbagai alat transmisi lainnya;

(iv) industri kompresor dan katup meliputi pembuatan kompresor beserta komponen
komponennya termasuk katup kompresor baik elektronik maupun mekanik bagi segala
jenis mesin serta kegiatan usaha terkait;

(v) industri peralatan listrik meliputi pembuatan alat-alat listrik serta kegiatan usaha terkait;

(vi) industri peralatan teknik dan mekanikal meliputi produksi di bidanperalatan teknik dan
mekanikal serta kegiatan usaha terkait;

(vii) industri fabrikasi peralatan listrik dan elektronik serta daur ulang peralatan listrik dan
elektronik serta kegiatan usaha terkait;

(viii) industri manufaktur dan fabrikasi komponen-komponen yang terbuat dari lembaran lembaran
metal;

(ix) industri pengembangan dan pengintegrasiaan sistem yang meliputi perancangan,


pelaksanaan, pengawasan, pemeliharaan dan pengembangan sistem rekayasa fasilitas
pendukungnya termasuk industri dan integrasi dari sistem-sistem rekayasa yang berkaitan
dengan teknologi simulator;

(x) industri pembuatan alat-alat simulator;

(xi) industri pembuatan alat-alat dan komponen-komponen filter serta memperdagangkan (sewa/
beli) hasil industri pembuatan filter dan memasarkan hasil-hasilnya;

(xii) industri pembuatan sistem identifikasi atau pengenal barang;

(xiii) industri tape, CD, LD, VCD dan DVD antara lain meliputi pita pereka (tape laminasi), pita
rekaman (tape recorder), CD, LD, VCD Video, musik maupun komputer, DVD serta kegiatan
usaha lainnya yang terkait;

(xiv)industri tube antara lain adalah tube laminasi dan tape yang terbuat dari plastik maupun
aluminium serta kegiatan usaha terkait;

(xv) industri radio, televisi, alat-alat rekaman suara dan gambar serta perlengkapannya antara
lain meliputi pembuatan peralatan elektronika untuk rumah tangga seperti pesawat penerima
televisi dan kombinasi, pesawat penerima radio dan kombinasi, tape recorder, video recorder,
mikrofon, loudspeaker, headphone, amplifier dan sebagainya;

(xvi)industri rekayasa teknik, manufactur dan fabrikasi meliputi pengolahan barang/bahan


mentah, bahan baku, bahan setengah jadi menjadi barang siap pakai serta kegiatan usaha
terkait;

c. Menjalankan usaha-usaha dibidang jasa, kecuali jasa dalam bidang hukum danpajak,
diantaranya :

(i) jasa bengkel dan karoseri;

(ii) jasa perbaikan alat elektronika;

(iii) konsultasi bidang listrik elektronika serta kegiatan usaha yang terkait;

164
(iv) jasa penyelengaraan usaha teknik meliputi pemasangan/perakitan, perbaikan dan
pemeliharaan (perawatan) serta instalasi alat-alat teknik, instalasi peralatan untuk air, gas,
telekomunikasi, elektrikal dan mekanikal, bejana tekan (boiler/pressure vessel) serta bidang
usaha yang berkaitan;

(v) konsultasi bidang mesin (mekanikal) antara lain meliputi perencanaan maupun sarana dan
prasarana yang berhubungan dengan mekanikal serta kegiatan usaha yang terkait;

(vi) konsultasi bidang manajemen dan administrasi engineering;

(vii) konsultasi bidang kelistrikan (elektrikal) antara lain meliputi perencanaan untuk perumahan,
gedung perkantoran maupun sarana dan prasarana penunjang serta kegiatan usaha yang
terkait;

(viii) konsultasi bidang teknik engineering antara lain kegiatan rekayasa dan teknik;

(ix) jasa penyediaan dan pemanfaatan multimedia melalui perangkat telekomunikasi serta
kegiatan usaha terkait;

(x) jasa konsultasi di bidang teknologi simulator termasuk pendidikan, pelatihan dan
keterampilan yang berkaitan degan teknologi simulator serta kegiatan usaha yang terkait;

(xi) jasa konsultasi telekomunikasi meliputi sentral telekomunikasi, system pemancar dan
penerima radio dan televisi, system komunikasi khusus, teknologi informasi, kontrol dan
instrumentasi, multimedia termasuk meliputi perencanaan, perhitungan, instalasi serta
kegiatan usaha terkait;

(xii) Konsultasi bidang teknik engineering antara lain kegiatan rekayasa dan teknik;

(xiii) jasa pembuatan perangkat lunak (software) meliputi perencanaan dan perancangan sistem
(case study dan design) pengembangan dan pengerjaan (development dan implementasi),
pemeliharaan (maintenance) serta kegiatan usaha terkait;

d. Menjalankan usaha-usaha dibidang perbengkelan, yang meliputi :

(i) kegiatan perawatan, pemeliharaan, perbaikan (maintenance) dan pengecatan kendaraan


bermotor, berbagai jenis mesin dan alat-alat berat;

(ii) menjalankan usaha penyediaan dan penjualan suku cadang mesin dan alat-alat berat;

(iii) mendirikan showroom mobil dan motor termasuk penyediaan, penjualan dan pemasangan
aksesories kendaraan serta berbagai macam suku cadang kendaraan.

MODAL
Pasal 4

1. Modal dasar Perseroan ini berjumlah Rp 480.000.000.000,00 (empat ratus delapan puluh miliar
rupiah) terbagi atas 4.800.000.000 (empat miliar delapan ratus juta) saham, masing-masing saham
bernilai nominal Rp 100,00 (seratus rupiah) setiap saham.

2. Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh berjumlah 1.200.000.000 (satu miliar
dua ratus juta) saham atau sebesar Rp 120.000.000.000,00 (seratus dua puluh miliar Rupiah) oleh
para pemegang saham yang telah mengambil bagian saham dan rincian serta nilai nominal saham
disebutkan pada akhir akta ini.

165
3. 100% (seratus persen) dari modal ditempatkan tersebut, yaitu berjumlah Rp 120.000.000.000,00
(seratus dua puluh miliar Rupiah) merupakan setoran lama yang telah disetor penuh dengan rincian
sebagai berikut:

a. Sebesar Rp 61.200.000.000,00 (enam puluh satu miliar dua ratus juta Rupiah) disetor dengan
uang tunai.

b. Sebesar Rp 58.800.000.000,00 (lima puluh delapan miliar delapan ratus juta Rupiah) disetor
dengan kapitalisasi laba ditahan dengan rincian:

• sebesar Rp 8.623.000.000,00 (delapan miliar enam ratus dua puluh tiga juta Rupiah)
kapitalisasi laba ditahan berdasarkan laporan keuangan per 31-12-2003 (tiga puluh satu
Desember dua ribu tiga), yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doktorandus L.K. Surbakti.

• sebesar Rp 10.177.000.000,00 (sepuluh miliar seratus tujuh puluh tujuh juta Rupiah)
kapitalisasi laba ditahan berdasarkan laporan keuangan per 31-12-2004 (tiga puluh saru
Desember dua ribu empat), yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Aryanto Amir Jusuf &
Mawar.

• sebesar Rp 40.000.000.000,00 (empat puluh miliar Rupiah) kapitalisasi laba ditahan


berdasarkan laporan keuangan per 31-12-2006 (tiga puluh satu Desember dua ribu enam),
yang diaudit oleh Kantor Akuntan publik Aryanto Amir Jusuf & Mawar.

4. Penyetoran modal dapat pula dilakukan dengan cara selain dalam bentuk uang dengan memenuhi
ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan wajib disetujui terlebih dahulu oleh Rapat Umum
Pemegang Saham dengan memperhatikan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku khususnya
peraturan dibidang Pasar Modal Penyetoran atas saham dalam bentuk benda tidak bergerak wajib
diumumkan dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang salah satunya terbit atau
beredar ditempat kedudukan Perseroan dan yang lain berperedaran nasional sedikitnya 14 (empat
belas) hari sebelum tanggal Rapat Umum Pemegang Saham mengenai penyetoran tersebut, dan
benda tidak bergerak yang dijadikan sebagai setoran atas saham tersebut wajib dinilai oleh penilai
independen yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Penyetoran
atas saham dengan pemasukan saham Perseroan lain, harus berupa saham-saham yang telah
disetor penuh, tidak dijaminkan dengan cara apapun juga dan harganya harus ditetapkan oleh pihak
independen untuk melaksanakan penilaian serta memberikan pendapat tentang harga saham dan
harus dilakukan dengan memperhatikan peraturan pasar modal yang berlaku. Dalam hal penyetoran
tersebut berasal dari laba yang ditahan, agio saham, laba bersih perseroan dan atau unsur modal
sendiri maka laba ditahan, agio saham, laba bersih Perseroan dan/atau unsur modal sendiri lainnya
tersebut sudah dimuat dalam Laporan Keuangan Tahunan terakhir yang telah diperiksa Akuntan
yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dengan pendapat wajar
tanpa pengecualian. Penyetoran atas saham dengan konversi tagihan.

5. Saham-saham yang masih dalam simpanan akan dikeluarkan Perseroan dengan persetujuan Rapat
Umum Pemegang Saham dengan syarat dan harga tertentu yang ditetapkan oleh Direksi dan harga
tersebut tidak di bawah harga pari, dengan mengindahkan peraturan-peraturan yang termuat dalam
anggaran dasar ini dan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal, serta peraturan
Bursa Efek di tempat di mana saham-saham Perseroan dicatatkan.

6. a. Setiap penambahan modal melalui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas (Efek Bersifat Ekuitas
adalah Saham atau Efek yang dapat ditukar dengan saham atau Efek yang mengandung hak
untuk memperoleh Saham antara lain Obligasi Konversi atau Waran) yang dilakukan dengan
pemesanan, maka hal tersebut wajib dilakukan dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu kepada pemegang saham yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham
Perseroan pada tanggal yang ditentukan Rapat Umum Pemegang Saham yang menyetujui
pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah Saham yang
telah terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan atas nama pemegang saham masing-
masing pada tanggal tersebut.

166
b. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu harus dapat dialihkan dan diperdagangkan dalam jangka
waktu sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan dibidang Pasar Modal.

c. Efek Bersifat Ekuitas yang akan dikeluarkan oleh Perseroan tersebut diatas harus mendapat
persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan, dengan syarat-
syarat dan jangka waktu sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar ini dan peraturan
perundangan di bidang Pasar Modal, serta peraturan Bursa Efek ditempat di mana saham-
saham Perseroan dicatatkan.

d. Efek Bersifat Ekuitas yang akan dikeluarkan oleh Perseroan dan tidak diambil oleh pemegang
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu harus di alokasikan kepada semua pemegang saham
yang memesan tambahan Efek Bersifat Ekuitas, dengan ketentuan apabila jumlah Efek Bersifat
Ekuitas yang dipesan melebihi jumlah Efek Bersifat Ekuitas yang akan dikeluarkan, Efek Bersifat
Ekuitas yang tidak diambil tersebut wajib dialokasikan sebanding dengan jumlah hak memesan
Efek terlebih dahulu yang dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang memesan
tambahan Efek Bersifat Ekuitas, satu dan lain dengan memperhatikan peraturan perundangan
yang berlaku dan peraturan perundangan di bidang Pasar Modal.

e. Dalam hal masih terdapat sisa Efek Bersifat Ekuitas yang tidak diambil bagian oleh pemegang
saham sebagaimana dimaksud huruf d diatas, maka Efek Bersifat Ekuitas tersebut wajib
dialokasikan kepada pihak tertentu yang bertindak sebagai pembeli siaga dengan harga dan
syarat-syarat yang sama, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundangan dibidang Pasar
Modal.

f. Setiap penambahan modal melalui pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas dapat menyimpang dari
ketentuan seperti tersebut dalam Pasal 4 ayat 6 huruf a sampai dengan huruf e tersebut di atas,
apabila ketentuan peraturan perundangan di bidang Pasar Modal dan peraturan Bursa Efek di
tempat di mana saham-saham Perseroan dicatatkan mengizinkannya.

g. Perseroan dapat menambah modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
kepada pemegang saham, seperti penambahan modal dengan cara mengkonversi utang
Perseroan menjadi saham, dan lain-lain sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-
undangan dibidang Pasar Modal.

7. Pelaksanaan pengeluaran saham yang masih dalam simpanan untuk pemegang Efek yang dapat
ditukar dengan saham atau Efek yang mengandung hak untuk memperoleh saham, dapat dilakukan
oleh Direksi berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang semula
telah menyetujui pengeluaran Efek tersebut, dengan mengindahkan peraturan-peraturan yang termuat
dalam anggaran dasar ini dan peraturan perundangan di bidang Pasar Modal serta peraturan Bursa
Efek di tempat di mana saham-saham Perseroan dicatatkan.

8. Dalam hal modal dasar ditingkatkan, maka setiap penempatan saham saham lebih lanjut harus
disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham, dengan mengindahkan ketentuan dalam anggaran
dasar ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

9. Setiap pemegang saham tunduk kepada anggaran dasar Perseroan dan kepada semua keputusan
yang diambil dengan sah dalam Rapat Umum Pemegang Saham serta peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

10. Perseroan dapat membeli kembali saham-saham yang telah di bayar penuh sampai dengan 10 %
(sepuluh persen) dari jumlah saham yang telah ditempatkan atau dalam jumlah lain apabila peraturan
perundangan menentukan lain. Pembelian kembali saham tersebut tidak boleh mengurangi modal
dasar dan modal ditempatkan atau disetor Perseroan dan saham-saham yang dibeli kembali tersebut
tidak dihitung dalam menentukan korum kehadiran maupun pengambilan suara dalam Rapat Umum
Pemegang Saham. Pembelian kembali saham tersebut dengan memperhatikan ketentuan dalam
peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya peraturan Pasar Modal.

167
SAHAM
Pasal 5

1. Saham-saham Perseroan adalah saham-saham atas nama.

2. Perseroan hanya mengakui seorang atau 1 (satu) badan hukum sebagai pemilik dari 1 (satu) saham.

3. Dalam hal 1 (satu) saham karena sebab apapun menjadi milik beberapa orang, maka para pemilik
bersama tersebut harus menunjuk secara tertulis seorang diantara mereka atau orang lain sebagai
wakil mereka bersama dan hanya nama wakil ini saja yang dimasukkan dalam Daftar pemegang
Saham dan wakil ini harus dianggap pemegang yang sah dari saham bersangkutan dan berhak
untuk menjalankan dan mempergunakan semua hak-hak berdasarkan hukum yang timbul atas
saham-saham tersebut.

4. Setiap pemegang saham harus tunduk kepada anggaran dasar ini dan kepada semua keputusan-
keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Umum Pemegang Saham serta peraturan
perundangan yang berlaku.

5. Untuk saham-saham Perseroan yang tercatat pada Bursa Efek berlaku pula peraturan perundangan
di bidang Pasar Modal dan peraturan Bursa Efek, di tempat di mana saham-saham tersebut
dicatatkan.

SURAT SAHAM
Pasal 6

1. Perseroan dapat memberikan bukti pemilikan saham berupa surat saham atau surat kolektif saham
atas nama pemiliknya yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan, sesuai dengan
peraturan perundangan yang berlaku di bidang Pasar Modal dan ketentuan yang berlaku di Bursa
Efek di tempat di mana saham-saham Perseroan dicatatkan.

2. Perseroan dapat mengeluarkan suatu surat kolektif saham yang memberi bukti pemilikan dari
2 (dua) saham atau lebih yang dimiliki oleh- seorang pemegang saham.

3. Pada surat saham sekurangnya harus dicantumkan :

a. Nama dan alamat para pemegang saham

b. Nomor surat saham

c. Nilai nominal saham

d. Tanggal pengeluaran surat saham

4. Pada surat kolektif saham sekurangnya harus dicantumkan :

a. Nama dan alamat pemegang saham

b. Nomor surat kolektif saham

c. Nomor surat saham dan jumlah saham

d. Nilai nominal saham

e. Tanggal pengeluaran surat kolektif saham

168
5. Setiap surat saham dan/atau surat kolektif saham dan/atau obligasi konversi dan/atau waran dan/
atau efek lainnya yang dapat dikonversi menjadi saham harus dicetak dan diberi Nomor urut dan
harus dibubuhi tanggal pengeluaran serta memuat tandatangan-tandatangan dari Direktur Utama
atau seorang anggota Direksi yang ditunjuk oleh Rapat Direksi, bersama-sama dengan Direktur
Utama atau seorang anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Rapat Dewan Komisaris,
tandatangan-tandatangan tersebut dapat dicetak langsung pada surat saham dan/atau surat kolektif
saham dan/atau obligasi konversi dan/atau waran dan/atau efek lainnya yang dapat dikonversi menjadi
saham, dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal.

SURAT SAHAM PENGGANTI


Pasal 7

1. Dalam hal surat saham rusak, penggantian surat saham tersebut dapat dilakukan jika Perseroan
menerima bukti yang cukup bahwa :

1) Surat saham tersebut rusak

2) Pihak yang mengajukan permohonan tertulis penggantian saham adalah pemilik surat saham
tersebut; dan asli surat saham yang rusak tersebut wajib dikembalikan dan dapat ditukar dengan
surat saham baru yang Nomornya sama dengan Nomor surat saham aslinya. Asli surat saham
yang rusak tersebut wajib dimusnahkan setelah diberikan surat saham pengganti.

2. Dalam hal surat saham hilang, penggantian surat saham tersebut dapat dilakukan jika Perseroan
menerima bukti yang cukup bahwa:

1) Surat saham tersebut hilang

2) Pihak yang mengajukan permohonan penggantian surat saham adalah pemilik surat saham
tersebut; dan

3) Pihak yang mengajukan permohonan penggantian surat saham memberikan jaminan yang
dipandang cukup oleh Direksi.

3. Biaya untuk pengeluaran surat saham pengganti itu harus ditanggung oleh pemilik surat saham
yang bersangkutan.

4. Direksi dalam Rapat Direksi harus membuat Berita Acara Rapat mengenai surat saham pengganti
dalam hal surat saham rusak dan/atau surat saham hilang dengan menyebutkan alasannya. Surat
saham asli yang rusak itu dimusnahkan oleh Direksi dalam Rapat Direksi, hal mana harus dicatat
dalam Berita Acara Rapat tersebut.

5. Pengeluaran surat saham pengganti yang hilang wajib diumumkan di Bursa di tempat di mana
saham-saham Perseroan dicatatkan sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari kalender sebelum
pengeluaran surat saham pengganti dengan memperhatikan peraturan Bursa Efek di tempat di
mana saham-saham Perseroan dicatatkan.

6. Pengeluaran surat saham pengganti untuk suatu surat saham menurut pasal ini, mengakibatkan
surat saham aslinya menjadi batal dan tidak berlaku lagi, yang berlaku terhadap Perseroan adalah
surat saham pengganti.

7. Ketentuan-ketentuan tersebut di atas mengenai pengeluaran surat saham pengganti juga berlaku
untuk pengeluaran surat kolektif saham pengganti atau Efek Bersifat Ekuitas.

169
PENITIPAN KOLEKTIF
Pasal 8

1. Saham-saham yang berada dalam Penitipan Kolektif berlaku ketentuan dalam pasal ini yaitu :

a. saham dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian harus dicatat
dalam buku Daftar Pemegang Saham Perseroan atas nama Lembaga Penyimpanan dan
Penyelesaian untuk kepentingan pemegang rekening pada Lembaga penyimpanan dan
Penyelesaian.

b. saham dalam Penitipan Kolektif pada Bank Kustodian atau Perusahaan Efek yang dicatat dalam
rekening Efek pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dicatat atas nama Bank Kustodian
atau Perusahaan Efek dimaksud untuk kepentingan pemegang rekening pada Bank Kustodian
atau Perusahaan Efek tersebut.

c. apabila saham dalam Penitipan Kolektif pada Bank Kustodian merupakan bagian dari Portofolio
Efek Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif dan tidak termasuk dalam Penitipan Kolektif
pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, maka Perseroan akan mencatatkan saham
tersebut dalam buku Daftar Pemegang Saham Perseroan atas nama Bank Kustodian untuk
kepentingan pemilik Unit Penyertaan dari Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif tersebut.

d. Perseroan wajib menerbitkan sertifikat atau konfirmasi kepada Lembaga Penyimpanan dan
Penyelesaian sebagaimana dimaksud dalam huruf a di atas atau Bank Kustodian sebagaimana
dimaksud dalam huruf c diatas sebagai tanda bukti pencatatan dalam buku Daftar Pemegang
Saham Perseroan.

e. Perseroan wajib memutasikan saham dalam Penitipan Kolektif yang -terdaftar atas nama
Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau Bank Kustodian untuk Reksa Dana berbentuk
kontrak investasi kolektif dalam buku Daftar Pemegang Saham Perseroan menjadi atas nama
Pihak yang ditunjuk oleh Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atau Bank Kustodian
dimaksud, Permohonan mutasi disampaikan oleh Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian
atau Bank Kustodian kepada Perseroan atau Biro Administrasi Efek yang ditunjuk Perseroan.

f. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Bank Kustodian atau Perusahaan Efek wajib
menerbitkan konfirmasi kepada pemegang rekening sebagai tanda bukti pencatatan dalam
rekening Efek.

g. dalam Penitipan Kolektif setiap saham dari jenis dan klasifikasi yang sama yang diterbitkan
Perseroan adalah sepadan dan dapat dipertukarkan antara satu dengan yang lain.

h. Perseroan wajib menolak pencatatan saham ke dalam Penitipan Kolektif apabila surat saham
tersebut hilang atau musnah, kecuali Pihak yang meminta mutasi dimaksud dapat memberikan
bukti dan atau jaminan yang cukup bahwa Pihak tersebut benar-benar sebagai pemegang
saham dan surat saham tersebut benar-benar hilang atau musnah.

i. Perseroan wajib menolak pencatatan saham ke dalam Penitipan Kolektif apabila saham tersebut
dijaminkan, diletakkan dalam sita berdasarkan penetapan pengadilan atau disita untuk
pemeriksaan perkara pidana.

j. Pemegang rekening Efek yang Efeknya tercatat dalam Penitipan Kolektif berhak mengeluarkan
suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya
pada rekening tersebut.

k. Bank Kustodian dan Perusahaan Efek wajib manyampaikan daftar rekening Efek beserta jumlah
saham Perseroan yang dimiliki oleh masing-masing pemegang rekening pada Bank Kustodian
dan Perusahaan Efek tersebut kepada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, untuk
selanjutnya diserahkan kepada Perseroan selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum
Panggilan Rapat Umum Pemegang Saham.

170
l. Manajer Investasi berhak hadir dan mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham
atas saham Perseroan yang termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Bank Kustodian yang
merupakan bagian dari portofolio Efek Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif dan
tidak termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dengan
ketentuan bahwa Bank Kustodian tersebut wajib menyampaikan nama Manajer Investasi tersebut
selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum Rapat Umum Pemegang Saham.

m. Perseroan wajib menyerahkan dividen, saham bonus atau hak-hak lain sehubungan dengan
pemilikan saham kepada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atas saham dalam Penitipan
Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dan seterusnya Lembaga Penyimpanan
dan Penyelesaian tersebut menyerahkan dividen, saham bonus atau hak-hak lain kepada Bank
Kustodian dan kepada Perusahaan Efek untuk kepentingan masing-masing pemegang rekening
pada Bank Kustodian dan Perusahaan Efek tersebut.

n. Perseroan wajib menyerahkan dividen, saham bonus atau hak-hak lain sehubungan dengan
pemilikan saham kepada Bank Kustodian atas saham dalam Penitipan Kolektif pada Bank
Kustodian yang merupakan bagian dari Portofolio Efek Reksa Dana berbentuk kontrak investasi
kolektif dan tidak termasuk dalam Penitipan Kolektif pada Lembaga Penyimpanan dan
Penyelesaian; dan

o. Batas waktu penentuan pemegang rekening Efek yang berhak untuk memperoleh dividen, saham
bonus atau hak-hak lainnya sehubungan dengan pemilikan saham dalam Penitipan Kolektif
ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dengan ketentuan bahwa Bank Kustodian
dan Perusahaan Efek wajib menyampaikan daftar pemegang rekening Efek beserta jumlah
saham Perseroan yang dimiliki oleh masing-masing pemegang rekening Efek tersebut kepada
Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian untuk selanjutnya diserahkan kepada Perseroan
selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja setelah tanggal yang menjadi dasar penentuan pemegang
saham yang berhak untuk memperoleh dividen, saham bonus atau hak-hak lainnya tersebut.

2. Ketentuan mengenai Penitipan Kolektif tunduk pada peraturan perundangan di bidang Pasar Modal
dan ketentuan Bursa Efek di wilayah Republik Indonesia di tempat di mana saham-saham Perseroan
dicatatkan.

DAFTAR PEMEGANG SAHAM DAN DAFTAR KHUSUS


Pasal 9

1. Direksi wajib mengadakan dan menyimpan Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus di tempat
kedudukan Perseroan.

2. Dalam Daftar Pemegang Saham dicatat :

a. Nama dan alamat para pemegang saham dan/atau Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian
atau pihak lain yang ditunjuk oleh pemegang rekening pada Lembaga Penyimpanan dan
Penyelesaian.

b. Jumlah, Nomor dan tanggal perolehan saham yang dimiliki para pemegang saham.

c. Jumlah yang disetor atas setiap saham.

d. Nama dan alamat dari orang atau badan hukum yang mempunyai hak gadai atas saham dan
tanggal perolehan hak gadai tersebut.

e. Keterangan penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang.

f. Keterangan lainnya yang dianggap perlu oleh Direksi.

171
3. Dalam Daftar Khusus dicatat keterangan mengenai kepemilikan saham anggota Direksi dan Dewan
Komisaris beserta keluarganya dalam Perseroan serta tanggal saham itu diperoleh. Direksi
berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus sebaik-
baiknya.

4. Tiap perubahan alamat pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham
atau Daftar Khusus Perseroan, pemegang saham wajib memberitahukan kepada Direksi secara
tertulis. Selama pemberitahuan demikian belum diterima dengan baik, maka semua surat-surat
atau Panggilan untuk Rapat Umum Pemegang Saham akan dikirim kepada alamat-alamat yang
terakhir tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan, kecuali apabila ditentukan lain dalam
anggaran dasar ini.

5. Setiap catatan-catatan dan/atau perubahan-perubahan pada Daftar Pemegang Saham dan Daftar
Khusus harus ditandatangani oleh Direktur Utama dan Komisaris Utama.

6. Direksi menyediakan Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus dikantor Perseroan. Setiap
pemegang saham atau wakilnya yang sah dapat meminta agar Daftar Pemegang Saham dan Daftar
khusus diperlihatkan kepadanya pada waktu jam kerja Perseroan.

7. Pemegang saham yang sah dari Perseroan berhak untuk melakukan semua hak yang diberikan
kepada seorang pemegang saham berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku dengan
memperhatikan ketentuan dalam anggaran dasar ini.

8. Pendaftaran nama lebih dari 1 (satu) orang untuk 1 (satu) saham atau pemindahan hak dari 1 (satu)
saham kepada lebih dari 1 (satu) orang tidak diperkenankan. Karenanya dalam hal pemilikan bersama
dari 1 (satu) saham, para pemilik bersama harus mengangkat di antara mereka seorang yang akan
mewakili mereka dalam pemilikan saham itu dan yang harus dianggap sebagai pemegang saham
tersebut, yang namanya harus dicatat sebagai pemegang saham dalam Daftar Pemegang Saham
dan atas surat saham yang bersangkutan. Dalam hal para pemilik bersama itu lalai untuk
memberitahukan secara tertulis kepada Perseroan mengenai penunjukan wakil bersama itu,
Perseroan berhak memperlakukan pemegang saham yang namanya terdaftar dalam Daftar
Pemegang Saham Perseroan sebagai satu-satunya pemegang yang sah atas saham (saham)
tersebut.

9. Direksi Perseroan dapat menunjuk dan memberi wewenang kepada Biro Administrasi Efek untuk
melaksanakan pencatatan saham dalam Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus. Setiap
pendaftaran atau pencatatan dalam Daftar Pemegang Saham termasuk pencatatan mengenai suatu
penjualan, pemindah tanganan, pengagunan, gadai atau jaminan fidusia yang menyangkut saham-
saham Perseroan atau hak-hak atau kepentingan-kepentingan atas saham-saham harus dilakukan
sesuai dengan anggaran dasar ini dan peraturan perundangan di bidang Pasar Modal.

PEMINDAHAN HAK ATAS SAHAM


Pasal 10

1. a. Pemindahan hak atas saham harus dibuktikan dengan suatu dokumen yang ditandatangani
oleh atau atas nama Pihak yang memindahkan hak dan oleh atau atas nama Pihak yang
menerima pemindahan hak atas saham yang bersangkutan.

b. Pemindahan Hak atas saham yang termasuk dalam Penitipan Kolektif dilakukan dengan
pemindahbukuan dari rekening Efek satu ke rekening Efek yang lain pada Lembaga
Penyimpanan dan Penyelesaian, Bank Kustodian dan Perusahaan Efek. Dokumen pemindahan
hak atas saham harus berbentuk sebagaimana ditentukan dan/atau yang dapat diterima oleh
Direksi dengan ketentuan, bahwa dokumen pemindahan hak atas saham-saham yang tercatat
pada Bursa Efek harus memenuhi peraturan-peraturan yang berlaku pada Bursa Efek di tempat
di mana saham-saham tersebut dicatatkan, dengan tidak mengurangi peraturan perundangan
yang berlaku dan ketentuan yang berlaku di tempat di mana saham-saham Perseroan dicatatkan.

172
2. Pemindahan hak atas saham-saham yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam
anggaran dasar ini atau tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku atau tanpa
persetujuan dari pihak yang berwenang jika disyaratkan, tidak berlaku terhadap Perseroan.

3. Direksi atas kebijaksanaan mereka sendiri dan dengan memberikan alasan untuk itu, dapat menolak
untuk mendaftarkan pemindahan hak atas saham dalam Daftar Pemegang Saham apabila ketentuan
dalam Anggaran Dasar ini tidak dipenuhi.

4. Apabila Direksi menolak untuk mendaftarkan pemindahan hak atas saham, maka Direksi wajib
mengirimkan pemberitahuan penolakan kepada pihak yang akan memindahkan haknya selambat-
lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender setelah tanggal permohonan untuk pendaftaran itu diterima
oleh Direksi dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku di bidang Pasar Modal
dan peraturan Bursa Efek di tempat di mana saham-saham Perseroan tersebut dicatatkan.

5. Dalam hal terjadi pengubahan pemilikan dari suatu saham, pemilik asalnya yang terdaftar dalam
Daftar Pemegang Saham dianggap tetap sebagai pemilik dari saham tersebut hingga nama dari
pemilik baru tersebut telah tercatat dalam Daftar Pemegang Saham, hal tersebut dengan
memperhatikan ketentuan perundangan yang berlaku dan ketentuan di bidang Pasar Modal serta
ketentuan Bursa Efek di tempat di mana saham-saham Perseroan dicatatkan.

6. Setiap orang yang memperoleh hak atas suatu saham karena kematian seorang pemegang saham
atau karena sebab lain yang mengakibatkan pemilikan suatu saham berubah berdasarkan hukum,
dapat dengan mengajukan bukti-bukti haknya tersebut, sebagaimana sewaktu-waktu dapat
disyaratkan oleh Direksi, mengajukan permohonan secara tertulis untuk di daftar sebagai pemegang
saham dari saham tersebut. Pendaftaran hanya dapat dilakukan apabila Direksi dapat menerima
baik atas dasar bukti-bukti hak itu dan tanpa mengurangi ketentuan-ketentuan dalam anggaran
dasar ini.

7. Bentuk dan tata cara pemindahan hak atas saham yang diperdagangkan di Pasar Modal wajib
memenuhi peraturan perundangan di bidang Pasar Modal dan ketentuan-ketentuan Bursa Efek di
tempat di mana saham-saham tersebut dicatatkan.

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM


Pasal 11

1. Rapat Umum Pemegang Saham yang selanjutnya disebut RUPS adalah :

a. RUPS Tahunan.
b. RUPS lainnya, yang dalam anggaran dasar ini disebut RUPS luar biasa.

2. Istilah RUPS dalam anggaran dasar ini berarti keduanya, yaitu RUPS Tahunan dan RUPS Luar
Biasa, kecuali dengan tegas ditentukan lain.

3. Dalam RUPS tahunan:

a. Direksi menyampaikan:
- laporan tahunan yang telah ditelaah oleh Dewan Komisaris untuk mendapatkan persetujuan
RUPS.
- laporan keuangan untuk mendapatkan pengesahan RUPS.
b. Ditetapkan penggunaan laba, jika Perseroan mempunyai saldo laba yang positif.

4. Persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan oleh RUPS tahunan, berarti
memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada para anggota Direksi
dan Dewan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku
yang lalu, sejauh tindakan tersebut tercermin dalam laporan tahunan dan laporan keuangan kecuali
perbuatan penggelapan, penipuan dan tindakan pidana lainnya.

173
5. RUPS luar biasa dapat diselenggarakan sewaktu-waktu berdasarkan kebutuhan untuk membicarakan
dan memutuskan mata acara rapat kecuali mata acara rapat yang dimaksud pada ayat (3) huruf a
dan huruf b, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan anggaran
dasar Perseroan.

TEMPAT, PEMBERITAHUAN, PANGGILAN DAN WAKTU PENYELENGGARAAN


RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Pasal 12

1. RUPS harus diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau di tempat Perseroan melakukan kegiatan
usahanya atau di tempat kedudukan Bursa Efek di mana saham-saham Perseroan dicatatkan asal
saja dalam wilayah Republik Indonesia.

2. Pemberitahuan RUPS dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender sebelum


Panggilan RUPS, yang dilakukan dengan cara memasang iklan sekurang-kurangnya dalam 2 (dua)
surat kabar harian berbahasa Indonesia satu diantaranya berperedaran luas dan satu yang terbit di
tempat kedudukan Perseroan sebagaimana ditentukan oleh Direksi, bahwa akan diadakan RUPS.

3. Tanpa mengurangi ketentuan-ketentuan lain dalam anggaran dasar ini, panggilan RUPS harus
dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender sebelum tanggal RUPS, yang dilakukan
dengan cara memasang iklan sekurang-kurangnya dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa
Indonesia satu diantaranya berperedaran luas dan satu yang terbit di tempat kedudukan Perseroan
sebagaimana ditentukan oleh Direksi.

4. Panggilan RUPS tersebut harus mencantumkan hari, tanggal, jam, tempat dan acara Rapat dengan
disertai pemberitahuan bahwa bahan yang akan dibicarakan dalam Rapat tersedia di Kantor
Perseroan mulai dari tanggal dilakukan Panggilan sampai dengan Rapat diadakan. Panggilan RUPS
Tahunan harus pula mencantumkan bahwa Laporan Tahunan sebagaimana dimaksudkan dalam
Pasal 11 ayat 3 telah tersedia di Kantor Perseroan untuk diperiksa oleh para pemegang saham di
kantor Perseroan sejak tanggal panggilan RUPS sampai dengan tanggal RUPS diselenggarakan dan
salinan dari neraca dan perhitungan laba rugi dari tahun buku yang baru lalu dapat diperoleh dari
Perseroan atas permintaan tertulis para pemegang saham sejak tanggal Panggilan RUPS Tahunan
yang bersangkutan sampai dengan tanggal diselenggarakannya Rapat umum Pemegang Saham
Tahunan. Tanpa mengurangi ketentuan lain dalam Anggaran Dasar ini, panggilan harus dilakukan
oleh Direksi atau Dewan Komisaris menurut cara yang ditentukan dalam Anggaran Dasar ini.

5. Jika korum Rapat tidak tercapai maka dapat diadakan RUPS kedua, maka RUPS kedua yang
diselenggarakan paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari dari
RUPS pertama, tanpa didahului pemberitahuan rapat, panggilan untuk RUPS kedua dilakukan
selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender sebelum tanggal RUPS kedua diselenggarakan dengan
menyebutkan telah diselenggarakan RUPS pertama tetapi tidak mencapai korum, kecuali RUPS
untuk memutuskan hal-hal yang berbenturan kepentingan, Panggilan RUPS kedua dilakukan
selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender sebelum tanggal RUPS kedua diselenggarakan
dengan menyebutkan telah diselenggarakan RUPS pertama tetapi tidak mencapai korum. Panggilan
RUPS kedua dilakukan dengan cara memasang iklan sekurang-kurangnya dalam 2 (dua) surat
kabar harian berbahasa Indonesia satu diantaranya berperedaran luas dan satu yang terbit di tempat
kedudukan Perseroan sebagaimana ditentukan oleh Direksi. Ketentuan ini berlaku tanpa mengurangi
peraturan Pasar modal dan peraturan perundangan lainnya serta peraturan Bursa Efek di Indonesia
di tempat di mana saham-saham Perseroan dicatatkan.

6. Apabila semua pemegang saham hadir dan/atau diwakili dalam RUPS, pemberitahuan dan panggilan
terlebih dahulu tidak diperlukan (asal saja semua pemegang saham menyetujui hal itu) dan Rapat
dapat diadakan dimanapun juga dalam wilayah Republik Indonesia dan berhak mengambil keputusan-
keputusan yang mengikat.

174
7. Penyelenggaraan RUPS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 anggaran dasar dapat dilakukan
atas permintaan:

a. seorang atau lebih pemegang saham yang mewakili 1/10 (satu per sepuluh) bagian atau lebih
dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan oleh Perseroan dengan hak suara, atau

b. Dewan Komisaris;

PIMPINAN DAN BERITA ACARA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM


Pasal 13

1. RUPS dipimpin oleh seorang anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris. Dalam
hal semua anggota Dewan Komisaris tidak hadir atau berhalangan, hal mana tidak perlu dibuktikan
kepada pihak ketiga, maka RUPS dipimpin oleh Direktur Utama Dalam hal Direktur Utama tidak
hadir atau berhalangan, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka RUPS dipimpin
oleh salah seorang anggota Direksi. Dalam hal semua anggota Direksi tidak hadir atau berhalangan,
maka RUPS dipimpin oleh pemegang saham yang hadir dalam RUPS yang ditunjuk dari dan oleh
peserta RUPS.

2. Dalam hal anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris mempunyai benturan
kepentingan atas hal yang akan diputuskan dalam RUPS maka RUPS dipimpin oleh anggota Dewan
Komisaris lainnya yang tidak mempunyai benturan kepentingan yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris.
Apabila semua anggota Dewan Komisaris mempunyai benturan kepentingan, maka RUPS dipimpin
oleh Direktur Utama.Dalam hal Direktur Utama mempunyai benturan kepentingan atas hal yang
akan diputuskan dalam RUPS, maka RUPS dipimpin oleh anggota Direksi yang tidak mempunyai
benturan kepentingan. Apabila semua anggota Direksi mempunyai benturan kepentingan, maka
RUPS dipimpin oleh salah seorang pemegang saham independen yang ditunjuk oleh pemegang
saham lainnya yang hadir dalam RUPS.

3. Ketua Rapat berhak meminta agar mereka yang hadir membuktika wewenangnya untuk hadir dalam
rapat tersebut.

4. Dari segala hal yang dibicarakan dan diputuskan dalam RUPS dibuat Berita Acara Rapat, yang
untuk pengesahannya ditandatangani oleh Ketua Rapat dan seorang pemegang saham atau kuasa
pemegang saham yang ditunjuk oleh dan dari antara mereka yang hadir dalam Rapat.

5. Berita Acara Rapat tersebut menjadi bukti yang sah terhadap semua pemegang saham dan pihak
ketiga tentang keputusan dan segala sesuatu yang terjadi dalam Rapat. Penanda-tanganan yang
dimaksud dalam ayat 4 pasal ini tidak disyaratkan apabila Berita Acara Rapat itu dibuat dalam
bentuk akta Notaris.

6. Berita acara yang dibuat sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam ayat 4 dan 5 pasal ini berlaku
sebagai bukti yang sah untuk semua pemegang saham dan pihak ketiga tentang keputusan dan
segala sesuatu yang terjadi dalam Rapat.

KORUM, HAK SUARA DAN KEPUTUSAN DALAM


RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Pasal 14

1. RUPS (termasuk RUPS untuk pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas) dapat dilangsungkan apabila :

a. Dihadiri oleh pemegang saham atau kuasanya yang sah yang mewakili lebih dari 1/2 (satu per
dua) bagian dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan oleh Perseroan dengan hak
suara yang sah dan disetujui oleh suara terbanyak dari jumlah suara tersebut kecuali ditentukan
lain dalam anggaran dasar ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

175
b. Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam huruf a diatas tidak tercapai, maka RUPS
kedua dapat mengambil keputusan yang sah apabila dihadiri oleh pemegang saham atau
kuasanya yang sah yang mewakili paling sedikit 1/3 (satu pertiga) bagian dari jumlah seluruh
saham yang telah ditempatkan oleh Perseroan dengan hak suara yang sah dan disetujui oleh
suara terbanyak dari jumlah suara tersebut, kecuali ditentukan lain dalam anggaran dasar ini
dan peraturan perundangan yang berlaku.

c. Dalam hal korum Rapat kedua tidak tercapai, maka atas permohonan Perseroan korum
ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Negeri yang wilayahnya meliputi tempat kedudukan Perseroan.

2. Perbuatan hukum untuk mengalihkan, melepaskan hak atau menjadikan jaminan utang seluruh
atau sebagian besar harta kekayaan Perseroan dalam satu tahun buku lebih dari 50% (lima puluh
persen) atau beberapa transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain harus
mendapat persetujuan RUPS yang:

a. Dihadiri oleh pemegang saham atau kuasanya yang sah yang mewakili paling sedikit 3/4 (tiga per
empat) bagian dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan oleh Perseroan dengan hak
suara yang sah dan disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah suara tersebut.

b. Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam huruf a diatas tidak tercapai, maka RUPS
kedua dapat mengambil keputusan yang sah apabila dihadiri oleh pemegang saham atau
kuasanya yang sah yang mewakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh
saham yang telah ditempatkan oleh Perseroan dengan hak suara yang sah dan keputusan
disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara tersebut.

c. Dalam hal korum sebagaimana dimaksud pada huruf b di atas tidak tercapai, maka atas
permohonan Perseroan, korum, jumlah suara untuk mengambil keputusan, panggilan, dan waktu
penyelenggaraan RUPS ditetapkan oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan.

3. RUPS untuk memutuskan hal-hal yang mempunyai benturan kepentingan, dilakukan dengan korum
kehadiran dan keputusan sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK).

4. Yang berhak hadir dalam RUPS adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar
Pemegang Saham Perseroan 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal Panggilan RUPS dengan
memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku dan ketentuan Bursa Efek di tempat di mana
saham-saham Perseroan dicatatkan.

5. Pemegang saham dapat diwakili oleh Pemegang saham lain atau pihak ketiga dengan surat kuasa
dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku.

6. Dalam Rapat tiap saham memberikan hak kepada pemiliknya untuk mengeluarkan 1 (satu) suara.
7. Dalam pemungutan suara, Anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris dan karyawan Perseroan
yang bersangkutan dilarang bertindak sebagai kuasa dari pemegang saham .

8. Pemungutan suara dilakukan secara lisan, kecuali apabila Ketua Rapat menentukan lain.

9. Semua keputusan dalam anggaran dasar ini dapat diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai maka keputusan adalah
sah jika disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan dalam
rapat, kecuali apabila dalam Anggaran Dasar ini ditentukan lain.

10. Pemegang saham dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan RUPS, dengan
syarat semua pemegang saham dengan hak suara menyetujui secara tertulis dengan menadatangani
usul yang bersangkutan, Keputusan yang diambil dengan cara demikian mempunyai kekuatan yang
sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam RUPS.

176
DIREKSI
Pasal 15

1. Perseroan diurus dan dipimpin oleh Direksi.

2. Direksi terdiri dari sedikit-dikitnya 2 (dua) orang, yang terdiri dari : 1 (satu) orang Direktur Utama,
1 (satu) orang Direktur atau lebih, dengan memperhatikan peraturan yang berlaku dibidang Pasar
Modal.

3. Para anggota Direksi diangkat dan diberhentikan oleh RUPS, pengangkatan tersebut berlaku sejak
tanggal yang ditentukan dalam RUPS dimana ia (mereka) diangkat dan berakhir pada saat ditutupnya
RUPS Tahunan ke-5 (lima) setelah tanggal pengangkatannya (mereka), kecuali apabila ditentukan
lain dalam anggaran dasar Perseroan.

4. Anggota Direksi yang masa jabatannya telah berakhir dapat diangkat kembali, dengan memperhatikan
ketentuan dalam ayat 3 pasal ini.

5. RUPS sewaktu-waktu dapat memberhentikan seorang atau lebih anggota Direksi sebelum masa
jabatannya berakhir. Pemberhentian demikian berlaku sejak penutupan Rapat tersebut kecuali bila
tanggal pemberhentian yang lain ditentukan oleh RUPS.

6. Dalam hal RUPS memberhentikan anggota Direksi sebagaimana dimaksud dalam ayat 5 pasal ini
maka pemberhentian anggota Direksi tersebut harus menyebutkan alasannya dan memberikan
kesempatan kepada anggota Direksi yang diberhentikan tersebut untuk membela dirinya apabila
anggota Direksi tersebut menghadiri Rapat yang bersangkutan.

7. RUPS dapat : mengangkat orang lain untuk mengisi jabatan seorang anggota Direksi yang
diberhentikan dari jabatannya; atau mengisi jabatan seorang anggota Direksi yang mengundurkan
diri dari jabatannya; atau mengangkat seseorang sebagai anggota Direksi untuk mengisi suatu
lowongan; atau menambah jumlah anggota Direksi baru. Masa jabatan seseorang yang diangkat
untuk menggantikan anggota Direksi yang diberhentikan atau anggota Direksi yang mengundurkan
diri atau untuk mengisi lowongan adalah untuk sisa masa jabatan dari Direktur yang diberhentikan/
digantikan tersebut dan masa jabatan dari penambahan anggota Direksi baru tersebut adalah untuk
sisa masa jabatan dari Direksi yang masih menjabat pada masa itu, kecuali apabila ditentukan lain
dalam RUPS.

8. Seorang anggota Direksi boleh mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara
tertulis kepada dan diterima oleh Perseroan mengenai niatnya itu sedikitnya 60 (enam puluh) hari
kalender sebelum tanggal pengunduran diri itu. Terhadap anggota Direksi yang mengundurkan diri
sebagaimana tersebut diatas tetap dapat dimintakan pertanggung jawabannya sebagai anggota
Direksi sejak pengangkatan yang bersangkutan hingga tanggal pengunduran diri pada tanggal RUPS
Tahunan yang berikutnya.

9. Masa jabatan anggota Direksi dengan sendirinya berakhir, apabila anggota Direksi tersebut:

a. Dinyatakan pailit atau ditaruh di bawah pengampuan berdasarkan suatu keputusan pengadilan;
atau

b. Tidak lagi memenuhi persyaratan perundangan yang berlaku; atau

c. Meninggal dunia; atau

d. Diberhentikan karena keputusan RUPS.

10. Gaji, uang jasa dan tunjangan lainnya anggota Direksi (jika ada) ditetapkan oleh RUPS dan wewenang
tersebut oleh RUPS dapat dilimpahkan kepada Dewan Komisaris.

177
11. Bilamana jabatan seorang anggota Direksi lowong karena sebab apapun yang mengakibatkan jumlah
anggota Direksi kurang dari 2 (dua) orang sebagaimana dimaksud pada ayat 2 pasal ini, maka
selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah lowongan itu, harus diadakan RUPS untuk mengisi
lowongan tersebut, dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku di bidang Pasar
Modal.

12. Apabila jabatan Direktur Utama lowong dan selama masa penggantinya belum diangkat atau belum
memangku jabatannya, maka salah seorang Direktur yang ditunjuk oleh Rapat Direksi akan
menjalankan kewajiban Direktur Utama dan mempunyai wewenang serta tanggung jawab yang
sama sebagai Direktur Utama. Dalam hal seluruh anggota Direksi lowong maka berlaku ketentuan
dalam pasal 19 ayat 3 anggaran dasar Perseroan.

TUGAS DAN WEWENANG DIREKSI


Pasal 16

1. Direksi bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perseroan
dalam mencapai maksud dan tujuannya.

2. Setiap anggota Direksi wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugasnya
dengan mengindahkan peraturan perundangan yang berlaku dan anggaran dasar Perseroan.

3. Direksi mewakili Perseroan secara sah dan secara langsung baik di dalam maupun di luar pengadilan
tentang segala hal dan dalam segala kejadian mengikat Perseroan dengan pihak lain dan pihak lain
kepada Perseroan serta menjalankan segala tindakan, baik yang mengenai kepengurusan maupun
kepemilikan, akan tetapi dengan pembatasan untuk:

a. Perbuatan hukum mengalihkan/melepaskan hak atas harta kekayaan Perseroan, yang jumlahnya
melebihi batas yang dari waktu ke waktu ditetapkan oleh Rapat Dewan Komisaris, dan/atau
menjadikan jaminan hutang harta kekayaan Perseroan yang tidak tunduk pada ketentuan Pasal
14 ayat 2.

b. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) untuk kepentingan pihak lain.

c. Memperoleh dengan cara apapun barang tidak bergerak, termasuk hak atas tanah.

d. Memperoleh atau melepaskan penyertaan pada perusahaan lain.

e. Menerima pinjaman uang dari siapapun yang jumlahnya melebihi batas yang dari waktu ke
waktu ditetapkan oleh Rapat Dewan Komisaris.

f. Memberikan pinjaman uang kepada siapapun; kecuali dalam kegiatan sehari-hari. harus
mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari atau akta yang berkenaan turut
ditandatangani oleh 2 (dua) orang anggota Dewan Komisaris.

4. Perbuatan hukum untuk mengalihkan, melepas.an hak atau menjadikan jaminan utang seluruh atau
sebagian besar yaitu dengan nilai sebesar lebih dari 50 % (lima puluh lima persen) dari harta kekayaan
(aktiva) Perseroan dalam satu tahun buku dalam satu transaksi atau beberapa transaksi secara
kumulatif yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain harus mendapat persetujuan
RUPS dengansyarat dan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat 2 anggaran dasar
Perseroan.

5. Perbuatan hukum untuk mengalihkan atau menjadikan sebagai jaminan utang atau melepaskan
hak atas harta kekayaan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 wajib pula diumumkan
dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang beredar di tempat kedudukan Perseroan
paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak dilakukan perbuatan hukum tersebut.

178
6. Perbuatan hukum untuk melakukan Transaksi Material dan Transaksi Benturan Kepentingan Tertentu
sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal harus
mendapat persetujuan dari RUPS Perseroan, dengan syarat-syarat sebagaimana diatur dalam
peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

7. a. Direktur Utama berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili
Perseroan.

b. Dalam hal Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga, hal mana
tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga maka seorang anggota Direksi lainnya berhak dan
berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan.

8. Tanpa mengurangi tanggung jawabnya Direksi berhak untuk mengangkat seorang kuasa atau lebih
untuk bertindak atas nama Direksi dan untuk maksud itu harus memberikan surat kuasa, dalam
mana diberi wewenang kepada pemegang-pemegang kuasa itu untuk melakukan tindakan-tindakan
tertentu.

9. Pembagian tugas dan wewenang setiap anggota Direksi ditetapkan oleh RUPS dan wewenang
tersebut oleh RUPS dapat dilimpahkan kepada Dewan Komisaris.

10. Untuk menjalankan perbuatan hukum berupa transaksi yang memuat benturan kepentingan antara
kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Dewan Komisaris atau pemegang saham dengan
kepentingan ekonomis Perseroan, Direksi harus memperoleh persetujuan RUPS, dengan syarat
dan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat 3 anggaran dasar Perseroan, dengan
memperhatikan peraturan di bidang pasar Modal.

11. Dalam hal Perseroan mempunyai kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan pribadi
seorang anggota Direksi, maka Perseroan akan diwakili oleh anggota Direksi lainnya dan dalam hal
Perseroan mempunyai kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan seluruh anggota Direksi,
maka dalam hal ini Perseroan diwakili oleh Dewan Komisaris, dengan memperhatikan peraturan
perundangan yang berlaku.

RAPAT DIREKSI
Pasal 17

1. Rapat Direksi dapat diadakan sekurang-kurangnya setahun sekali kecuali apabila dianggap perlu
oleh salah seorang anggota Direksi atau atas permintaan tertulis dari seorang atau lebih anggota
Dewan Komisaris atau atas permintaan tertulis 1 (satu) pemegang saham atau lebih yang bersama-
sama mewakili 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan
oleh Perseroan dengan hak suara yang sah.

2. Panggilan Rapat Direksi dilakukan oleh anggota Direksi yang berhak mewakili Direksi menurut
ketentuan pasal 12 anggaran dasar ini.

3. Panggilan untuk Rapat Direksi wajib disampaikan dengan surat tercatat atau dengan surat yang
disampaikan secara langsung kepada setiap anggota Direksi dengan mendapat tanda terima paling
lambat 3 (tiga) hari sebelum rapat diadakan, dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan
tanggal rapat.

4. Panggilan tersebut harus mencantumkan acara Rapat, tanggal, waktu dan tempat Rapat.

5. Rapat Direksi diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau ditempat kedudukan Bursa Efek
ditempat di mana saham-saham Perseroan dicatatkan asal saja dalam wilayah Republik Indonesia.
Apabila semua anggota Direksi hadir atau diwakili, Panggilan terlebih dahulu tersebut tidak disyaratkan
dan Rapat Direksi dapat diadakan dimanapun juga di dalam wilayah Republik Indonesia dan berhak
mengambil keputusan yang sah dan mengikat.

179
6. Rapat Direksi dipimpin oleh Direktur Utama. Dalam hal Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan
untuk menghadiri Rapat Direksi, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka Rapat
Direksi dipimpin oleh salah seorang anggota Direksi yang dipilih oleh dan dari anggota Direksi yang
hadir dalam Rapat tersebut.

7. Seorang anggota Direksi dapat diwakili dalam Rapat Direksi hanya oleh seorang anggota Direksi
yang lain berdasarkan surat kuasa.

8. Rapat Direksi adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila lebih dari
1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah anggota Direksi hadir atau diwakili dalam rapat.

9. Keputusan Rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal
keputusan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai maka keputusan diambil dengan pemungutan
suara berdasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan
dengan sah dalam Rapat tersebut.

10. Apabila suara yang tidak setuju dan suara yang setuju sama berimbang maka usul dianggap ditolak.

11. a. Setiap anggota Direksi yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu)
suara untuk setiap anggota Direksi lainnya yang diwakilinya

b. Setiap anggota Direksi yang secara pribadi dengan cara apapun baik secara langsung maupun
secara tidak langsung mempunyai kepentingan dalam suatu transaksi, kontrak atau kontrak
yang diusulkan, dalam mana Perseroan menjadi salah satu pihaknya harus menyatakan sifat
kepentingan dalam suatu Rapat Direksi dan tidak berhak untuk ikut dalam pengambilan suara
mengenai hal-hal yang berhubungan dengan transaksi atau kontrak tersebut, kecuali jika Rapat
Direksi menentukan lain.

c. Pemungutan suara mengenai orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan
sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara lisan kecuali ketua rapat
menentukan lain tanpa keberatan dari yang hadir.

12. Berita acara Rapat Direksi harus dibuat oleh seorang yang hadir dalam Rapat yang ditunjuk oleh
Ketua Rapat dan kemudian harus ditandatangani oleh Ketua Rapat dan oleh seorang anggota Direksi
lainnya yang hadir dan/atau diwakili dalam Rapat yang bersangkutan. Apabila berita acara dibuat
oleh seorang Notaris, tandatangan tersebut tidak disyaratkan.

13. Berita acara Rapat Direksi yang dibuat sesuai dengan ketentuan ayat 12 pasal ini merupakan bukti
yang sah mengenai keputusan keputusan yang diambil dalam Rapat Direksi yang bersangkutan,
baik untuk para anggota Direksi maupun untuk pihak ketiga.

14. Direksi dapat juga mengambil keputusan-keputusan yang sah dan mengikat tanpa mengadakan
Rapat Direksi, dengan ketentuan bahwa semua anggota Direksi telah diberitahukan secara tertulis
tentang usul-usul yang bersangkutan dan semua anggota Direksi memberikan persetujuan mengenai
usul yang diajukan secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. Keputusan yang
diambil dengan cara demikian mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil
dengan sah dalam rapat Direksi.

DEWAN KOMISARIS
Pasal 18

1. Dewan Komisaris terdiri dari sedikit-dikitnya 2 (dua) orang anggota, yang terdiri dari 1 (satu) orang
Komisaris Utama dan seorang anggota Dewan Komisaris atau lebih, dengan memperhatikan
peraturan yang berlaku dibidang Pasar Modal.

180
2. Para anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS, pengangkatan tersebut
berlaku sejak tanggal yang ditentukan dalam RUPS dimana ia (mereka) diangkat dan berakhir pada
saat ditutupnya RUPS Tahunan ke-5 (lima) setelah tanggal pengangkatannya (mereka), kecuali
apabila ditentukan lain dalam anggaran dasar Perseroan.

3. Anggota Dewan Komisaris yang masa jabatannya telah berakhir dapat diangkat kembali, dengan
memperhatikan ketentuan dalam ayat 2 pasal ini.

4. Seorang anggota Dewan Komisaris dapat diberhentikan pada setiap waktu meskipun masa
jabatannya belum berakhir oleh RUPS. Pemberhentian tersebut berlaku sejak penutupan Rapat
tersebut kecuali bila RUPS menentukan lain.

5. Dalam hal RUPS memberhentikan anggota Dewan Komisaris sebagaimana dimaksud dalam ayat 4
pasal ini maka pemberhentian anggota Dewan Komisaris tersebut harus menyebutkan alasannya
dan memberikan kesempatan kepada anggota Dewan Komisaris yang diberhentikan tersebut untuk
membela dirinya apabila anggota Dewan Komisaris tersebut menghadiri Rapat yang bersangkutan.

6. RUPS dapat mengangkat orang lain untuk : mengisi jabatan seorang anggota Dewan Komisaris
yang diberhentikan dari jabatannya; atau mengisi jabatan seorang anggota Dewan Komisaris yang
mengundurkan diri dari jabatannya; atau mengangkat seseorang sebagai anggota Dewan Komisaris
untuk mengisi suatu lowongan; atau menambah jumlah anggota Dewan Komisaris baru. Masa
jabatan seseorang yang diangkat untuk menggantikan anggota Dewan Komisaris yang diberhentikan
atau anggota Dewan Komisaris yang mengundurkan diri atau untuk mengisi lowongan adalah untuk
sisa masa jabatan dari Dewan Komisaris yang diberhentikan/digantikan tersebut dan masa jabatan
dari penambahan anggota Dewan Komisaris baru tersebut adalah untuk sisa masa jabatan dari
Dewan Komisaris yang masih menjabat pada masa itu, kecuali apabila ditentukan lain dalam RUPS.

7. Seorang anggota Dewan Komisaris dapat mengundurkan diri dari jabatannya dengan
memberitahukan secara tertulis kepada dan diterima oleh Perseroan mengenai niatnya itu sedikitnya
30 (tiga puluh) hari kalender sebelum tanggal pengunduran diri itu. Terhadap anggota Dewan
Komisaris yang mengundurkan diri sebagaimana tersebut diatas tetap dapat dimintakan pertanggung
jawabannya sebagai anggota Dewan Komisaris sejak pengangkatannya yang bersangkutan hingga
tanggal pengunduran diri pada tanggal RUPS Tahunan yang berikutnya.

8. Masa jabatan dari anggota Dewan Komisaris akan berakhir dengan sendirinya apabila anggota
Dewan Komisaris tersebut :

a. Dinyatakan pailit atau ditaruh dibawah pengampuan berdasarkan suatu keputusan pengadilan;
atau
b. Dilarang menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris karena ketentuan dari suatu undang-
undang atau peraturan perundangan yang berlaku; atau
c. Meninggal dunia; atau
d. Diberhentikan karena Keputusan RUPS.

9. Gaji dan tunjangan lain dari anggota Dewan Komisaris ditetapkan oleh RUPS.

10. Bilamana jabatan seorang anggota Dewan Komisaris lowong sehingga mengakibatkan jumlah
anggota Dewan Komisaris kurang dari 2(dua) orang sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini,
maka RUPS harus diadakan dalam waktu selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sesudah terjadinya
lowongan tersebut, untuk mengisi lowongan tersebut dengan memperhatikan peraturan perundang-
undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal.

11. Apabila jabatan Komisaris Utama lowong dan selama penggantinya belum diangkat atau belum
memangku jabatannya, maka salah seorang anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Rapat
Dewan Komisaris akan menjalankan kewajiban Komisaris Utama dan mempunyai wewenang serta
tanggung jawab yang sama sebagai Komisaris Utama.

181
TUGAS DAN WEWENANG DEWAN KOMISARIS
Pasal 19

1. Dewan Komisaris setiap waktu dalam jam kerja kantor Perseroan berhak memasuki bangunan dan
halaman atau tempat lain yang dipergunakan atau yang dikuasai oleh Perseroan dan berhak untuk
memeriksa semua pembukuan, surat dan alat bukti lainnya, memeriksa dan mencocokkan keadaan
uang kas dan lain-lain serta berhak untuk mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh
Direksi.

2. Direksi dan setiap anggota Direksi wajib untuk memberikan penjelasan tentang segala hal yang
ditanyakan oleh Dewan Komisaris.

3. Apabila seluruh anggota Direksi diberhentikan sementara dan Perseroan tidak mempunyai
seorangpun anggota Direksi maka untuk sementara Dewan Komisaris diwajibkan untuk mengurus
Perseroan. Dalam hal demikian Dewan Komisaris berhak untuk memberikan kekuasaan sementara
kepada seorang atau lebih diantara anggota Dewan Komisaris atas tanggungan Dewan Komisaris.

4. Dalam hal hanya ada seorang anggota Dewan Komisaris, segala tugas dan wewenang yang diberikan
kepada Komisaris Utama atau anggota Dewan Komisaris dalam anggaran dasar ini berlaku pula
baginya.

5. Dewan Komisaris ditugaskan untuk mengawasi pengurusan Perseroan yang dilakukan oleh Direksi
dan memberikan nasihat kepada Direksi.

6. Pada setiap waktu Dewan Komisaris berdasarkan suatu keputusan Rapat Dewan Komisaris dapat
memberhentikan untuk sementara waktu seorang atau lebih anggota Direksi dari jabatannya (jabatan
mereka) apabila anggota Direksi tersebut bertindak bertentangan dengan anggaran dasar dan/atau
peraturan perundang-undangan yang berlaku, pemberhentian tersebut dengan menyebutkan
alasannya.

7. Dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender setelah pemberhentian sementara
dari anggota (anggota) Direksi itu dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang
Pasar Modal, Dewan Komisaris harus mengadakan RUPS. RUPS demikian ini hanya berhak dan
berwenang untuk memutuskan apakah anggota Direksi yang diberhentikan untuk sementara itu
dikembalikan pada jabatannya semula atau diberhentikan seterusnya, dengan terlebih dahulu
memberikan kesempatan kepada anggota Direksi yang diberhentikan sementara tersebut untuk
membela dirinya dalam Rapat, apabila anggota Direksi yang diberhentikan sementara tersebut hadir
dalam Rapat yang bersangkutan.

8. Rapat tersebut pada ayat 5 pasal ini dipimpin oleh seorang anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk
oleh Dewan Komisaris. Dalam hal semua anggota Dewan Komisaris tidak hadir atau berhalangan,
maka Rapat dipimpin oleh Direktur Utama. Dalam hal Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan,
maka RUPS dipimpin oleh salah seorang anggota Direksi. Dalam hal semua anggota Direksi tidak
hadir atau berhalangan, maka Rapat dipimpin oleh pemegang saham yang hadir dalam RUPS yang
ditunjuk dari dan oleh peserta Rapat.

9. Apabila RUPS tersebut tidak diadakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah pemberhentian
sementara itu, maka pemberhentian sementara itu menjadi batal demi hukum, dan yang bersangkutan
berhak menjabat kembali jabatannya semula.

RAPAT DEWAN KOMISARIS


Pasal 20

1. Rapat Dewan Komisaris dapat diadakan sekurang-kurangnya setahun sekali kecuali apabila dianggap
perlu oleh salah seorang Dewan Komisaris atau atas permintaan tertulis Direksi atau atas permintaan
1 (satu) pemegang saham atau lebih bersama-sama memiliki 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari
jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan oleh Perseroan dengan hak suara yang sah.

182
2 Panggilan Rapat Dewan Komisaris dilakukan oleh Komisaris Utama. Dalam hal Komisaris Utama
berhalangan karena sebab apapun juga, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga maka
1 (satu) orang-anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Komisaris Utama berhak dan berwenang
melakukan Panggilan Rapat Dewan Komisaris.

3. Panggilan Rapat Dewan Komisaris dikirimkan dengan surat tercatat atau disampaikan secara
langsung dengan tanda terima yang layak atau dengan telegram atau telex atau facsimile yang
ditegaskan secara tertulis, Panggilan mana harus dikirimkan kepada para anggota Dewan Komisaris
selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender sebelum Rapat tersebut diadakan atau dalam
waktu yang lebih singkat dalam keadaan yang mendesak yaitu selambat-lambatnya 3 (tiga) hari
kalender sebelum Rapat dengan tidak memperhitungkan tanggal Panggilan dan tanggal Rapat,
keadaan mendesak tersebut ditetapkan oleh Komisaris Utama. Apabila semua anggota Dewan
Komisaris hadir dan atau diwakili dalam Rapat Dewan Komisaris, Panggilan terlebih dahulu tidak
disyaratkan.

4. Panggilan Rapat itu harus mencantumkan acara, tanggal, waktu dan tempat Rapat.

5. Rapat Dewan Komisaris diadakan ditempat kedudukan Perseroan atau ditempat kedudukan Bursa
Efek ditempat di mana saham-saham Perseroan dicatatkan asal saja dalam wilayah Republik
Indonesia. Apabila semua anggota Dewan Komisaris hadir atau diwakili, Rapat Dewan Komisaris
dapat diadakan dimanapun juga asalkan dalam wilayah Republik Indonesia dan berhak mengambil
keputusan yang sah dan mengikat.

6. Rapat Dewan Komisaris dipimpin oleh Komisaris Utama, apabila Komisaris Utama tidak hadir atau
berhalangan untuk menghadiri Rapat, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka
Rapat dipimpin oleh salah seorang anggota Dewan Komisaris yang dipilih oleh dan dari anggota
Dewan Komisaris yang hadir dalam Rapat tersebut.

7. Seorang anggota Dewan Komisaris hanya dapat diwakili dalam Rapat Dewan Komisaris oleh anggota
Dewan Komisaris yang lain berdasarkan surat kuasa.

8. Rapat Dewan Komisaris hanya sah dan dapat mengambil keputusan-keputusan yang mengikat
apabila lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian anggota Dewan Komisaris hadir atau diwakili dalam
Rapat tersebut.

9. Keputusan Rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam
hal keputusan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai maka keputusan diambil dengan
pemungutan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan
dengan sah dalam Rapat tersebut.

10. Apabila suara yang tidak setuju dan suara yang setuju sama berimbang maka usul ditolak.

11. a. Setiap anggota Dewan Komisaris berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu)
suara untuk setiap anggota Dewan Komisaris lainnya yang diwakilinya.

b. Setiap anggota Dewan Komisaris yang secara pribadi dengan cara apapun baik secara langsung
maupun secara tidak langsung mempunyai kepentingan dalam suatu transaksi, kontrak atau
kontrak yang diusulkan, dalam mana Perseroan menjadi salah satu pihaknya harus menyatakan
sifat kepentingan dalam suatu Rapat Dewan Komisaris dan tidak berhak untuk ikut dalam
pengambilan suara mengenai hal-hal yang berhubungan dengan transaksi atau kontrak tersebut,
kecuali jika Rapat Dewan Komisaris menentukan lain.

c. Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda
tangan, sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan dengan lisan kecuali
ketua Rapat menentukan lain tanpa ada keberatan dari yang hadir.

183
12. Berita acara Rapat Dewan Komisaris harus dibuat oleh seorang yang hadir dalam Rapat yang
ditunjuk oleh Ketua Rapat dan kemudian harus ditandatangani oleh Ketua Rapat dan oleh seorang
anggota Dewan Komisaris lainnya yang hadir dan/atau diwakili dalam Rapat yang bersangkutan.
Apabila berita acara dibuat oleh seorang Notaris, tandatangan tersebut tidak disyaratkan.

13. Berita acara Rapat Dewan Komisaris yang dibuat sesuai dengan ketentuan ayat 12 pasal ini
merupakan bukti yang sah mengenai keputusan keputusan yang diambil dalam Rapat Dewan
Komisaris yangbersangkutan, baik untuk para anggota Dewan Komisaris maupun untuk pihak ketiga.

14. Dewan Komisaris dapat juga mengambil keputusan-keputusan yang sah dan mengikat tanpa
mengadakan Rapat Dewan Komisaris, dengan ketentuan bahwa semua anggota Dewan Komisaris
telah diberitahukan secara tertulis tentang usul-usul yang bersangkutan dan semua anggota Dewan
Komisaris memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis serta
menandatangani persetujuan tersebut. Keputusan yang diambil dengan cara demikian mempunyai
kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Dewan Komisaris.

RENCANA KERJA, TAHUN BUKU DAN LAPORAN TAHUNAN


Pasal 21

1. Direksi menyampaikan rencana kerja yang memuat juga anggaran tahunan Perseroan kepada Dewan
Komisaris untuk mendapatkan persetujuan, sebelum tahun buku dimulai.

2. Rencana kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus disampaikan paling lambat 30 (tiga
puluh) Hari Kalender sebelum dimulainya tahun buku yang akan datang.

3. Tahun buku Perseroan berjalan dari tanggal 1 (satu) Januari sampai dengan tanggal 31 (tiga puluh
satu) Desember. Pada akhir bulan Desember tiap tahun, buku Perseroan ditutup.

4. Direksi menyusun laporan tahunan dan mnyediakannya di kanto Perseroan untuk dapat diperiksa
oleh para pemegang saham terhitung sejak tanggal panggilan RUPS Tahunan.

5. Dalam waktu paling lambat 5 (lima) bulan setelah tahun buku Perseroan ditutup, Direksi menyusun
laporan tahunan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku yang ditandatangani oleh semua
anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk diajukan dalam RUPS Tahunan. Dalam hal ada anggota
Direksi atau Dewan Komisaris tidak menandatangani laporan tersebut harus disebutkan alasannya
secara tertulis.

6. Direksi wajib menyerahkan perhitungan tahunan Perseroan kepada Akuntan Publik yang ditunjuk
oleh RUPS untuk diperiksa. Laporan atas hasil pemeriksaan Akuntan Publik tersebut disampaikan
secara tertulis kepada RUPS Tahunan. Laporan tahunan tersebut harus sudah disediakan di kantor
Perseroan selambatnya 14 (empat belas) hari sebelum tanggal RUPS tahunan diselenggarakan,
agar dapat diperiksa oleh para pemegang saham.

7. Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Perhitungan Tahunan dilakukan oleh RUPS.

8. Perhitungan Tahunan yaitu Neraca dan Laporan Laba/Rugi setelah mendapat pengesahan RUPS
wajib diumumkan dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia salah satu diantaranya
berperedaran nasional selambat-lambatnya 120 (seratus dua puluh) hari setelah tahun buku berakhir.

PENGGUNAAN LABA DAN PEMBAGIAN DIVIDEN


Pasal 22

1. Laba bersih Perseroan dalam suatu tahun buku seperti tercantum dalam neraca dan perhitungan
laba rugi yang telah disahkan oleh RUPS tahunan dan merupakan saldo laba yang positif, dibagi
menurut cara penggunaannya yang ditentukan oleh RUPS tersebut.

184
2. Jika perhitungan laba rugi pada suatu tahun buku menunjukkan kerugian yang tidak dapat ditutup
dengan dana cadangan, maka kerugian itu akan tetap dicatat dan dimasukkan dalam perhitungan
laba rugi dan dalam tahun buku selanjutnya Perseroan dianggap tidak mendapat laba selama kerugian
yang tercatat dan dimasukkan dalam perhitungan laba rugi itu belum sama sekali tertutup.

3. Rapat Direksi harus mengajukan usul kepada RUPS Tahunan mengenai penggunaan dari laba
bersih Perseroan dalam suatu tahun buku seperti tercantumdalam Perhitungan Tahunan yang telah
disahkan oleh RUPS Tahunan, dalam usul mana dapat dinyatakan berapa jumlah pendapatan bersih
yang belum terbagi yang akan dipergunakan sebagai dana cadangan, sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 23 di bawah ini, serta usul mengenai besarnya jumlah dividen yang mungkin dibagikan.

4. Dalam hal RUPS Tahunan tidak menentukan penggunaan lain, maka laba bersih setelah dikurangi
dengan cadangan yang diwajibkan oleh Undang-Undang dan Anggaran Dasar dibagi sebagai dividen.

5. Dividen hanya dapat dibayarkan dari laba bersih Perseroan setelah dikurangi dengan cadangan
wajib berdasarkan keputusan yang diambil dalam RUPS, dalam keputusan mana juga harus
ditentukan waktu pembayaran dan bentuk dividen. Dividen untuk satu saham harus dibayarkan
kepada orang atas nama siapa saham itu terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham pada hari kerja
yang akan ditentukan oleh atau atas wewenang dari RUPS dalam mana keputusan untuk pembagian
dividen diambil. Hari pembayaran harus diumumkan oleh Direksi kepada semua pemegang saham
dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia satu diantaranya berperedaran luas dan
satu yang terbit ditempat kedudukan Perseroan sebagaimana ditentukan oleh Direksi.

6. Apabila perhitungan laba rugi pada suatu tahun buku menunjukkan kerugian yang tidak dapat ditutup
dengan dana cadangan, sebagaimana diatur dalam Pasal 23 anggaran dasar ini maka kerugian itu
akan tetap dicatat dan dimasukkan dalam perhitungan laba rugi dan dalam tahun buku selanjutnya
Perseroan dianggap tidak mendapat laba selama kerugian yang tercatat dan dimasukkan dalam
perhitungan laba rugi itu belum sama sekali tertutup, demikian dengan tidak mengurangi ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

7. Direksi berdasarkan keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Dewan Komisaris berhak
untuk membagi dividen sementara apabila keadaan keuangan Perseroan memungkinkan, dengan
ketentuan bahwa dividen sementara tersebut harus diperhitungkan dengan dividen yang dibagikan
berdasarkan atas Keputusan RUPS Tahun berikutnya yang diambil sesuai dengan ketentuan dalam
Anggaran Dasar dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar
modal dan Bursa Efek di Indonesia di mana saham saham Perseroan dicatatkan.

8. Dengan memperhatikan pendapatan Perseroan pada tahun buku yang bersangkutan dari pendapatan
bersih seperti tersebut dalam neraca dan perhitungan laba rugi yang telah disahkan RUPS Tahunan
dan setelah dipotong Pajak Penghasilan, dengan persetujuan RUPS dapat diberikan tantieme kepada
anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang besarnya ditentukan oleh RUPS.

9. Laba yang dibagikan sebagai dividen yang tidak diambil dalam waktu 5 (lima) tahun setelah disediakan
untuk dibayarkan, dimasukkan ke dalam dana cadangan yang khusus diperuntukan untuk itu.

PENGGUNAAN CADANGAN
Pasal 23

1. Penyisihan laba bersih untuk cadanagn dilakukan sampai mencapai 20 % (dua puluh persen) dari
jumlah modal ditempatkan dan disetor hanya boleh dipergunakan untuk menutup kerugian yang
tidak dipenuhi oleh cadangan lain.

2. Jika jumlah cadanagan telah melebihi jumlah 20 % (dua puluh persen), RUPS dapat memeutuskan
agar jumlah kelebihannya digunakan untuk keperluan Perseroan.

185
3. Cadangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) yang belum dipergunakan untuk menutup kerugian
dan kelebihan cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang penggunaannya belum
ditentukan oleh RUPS harus dikelola oleh Direksi dengan cara yang tepat menurut pertimbangan
Direksi, setelah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris dan memperhatikan peraturan perundang-
undangan agar memperoleh laba.

4. Bagian dari laba yang disediakan untuk dana cadangan ditentukan oleh RUPS dengan mengindahkan
peraturan perundangan yang berlaku.

PENGUBAHAN ANGGARAN DASAR


Pasal 24

1. Pengubahan Anggaran Dasar harus dengan memperhatikan Undang-Undang tentang Perseroan


terbatas dan/atau peraturan Pasar Modal .

2. Pengubahan Anggaran Dasar ditetapkan oleh RUPS dengan ketentuan sebagai berikut:

a. RUPS, yang dihadiri oleh pemegang saham atau kuasanya yang sah yang mewakili paling
sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan oleh Perseroan
dengan hak suara yang sah dan keputusan disetujui oleh sedikit-dikitnya 2/3 (dua pertiga)
bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan dengan hak suara yang sah dalam Rapat.

b. Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam huruf a di atas tidak tercapai, maka RUPS
kedua dapat mengambil keputusan yang sah apabila dihadiri oleh pemegang saham atau
kuasanya yang sah yang mewakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh
saham yang telah ditempatkan oleh Perseroan dengan hak suara yang sah dan disetujui oleh
suara terbanyak dari jumlah suara tersebut.

c. Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam huruf b diatas tidak tercapai, maka atas
permohonan Perseroan, korum, jumlah suara untuk mengambil keputusan, panggilan dan waktu
penyelenggaraan RUPS ditetapkan oleh Ketua BAPEPAM-LK. Kecuali Keputusan RUPS untuk
penambahan modal ditempatkan dan disetor (pengeluaran Efek Bersifat Ekuitas), Korum dan
persetujuan RUPS sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 14 ayat 1 anggaran dasar ini.
Perubahan Anggaran Dasar tersebut harus dibuat dengan akta Notaris dan dalam bahasa
Indonesia.

3. Pengubahan ketentuan Anggaran dasar yang menyangkut pengubahan nama Perseroan dan/atau
tempat kedudukan Perseroan; maksud dan tujuan serta kegiatan usaha; jangka waktu berdirinya
Perseroan; besarnya modal dasar, pengurangan modal yang ditempatkan dan disetor dan/atau
pengubahan status Perseroan yang tertutup menjadi Perseroan terbuka atau sebaliknya, wajib
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

4. Pengubahan Anggaran Dasar selain yang menyangkut hal-hal yang tersebut dalam ayat 3 pasal ini
cukup diberitahukan kepada Menteri dengan memperhatikan ketentuan dalam Undang-Undang
tentang Perseroan Terbatas.

5. Keputusan mengenai pengurangan modal harus diberitahukan secara tertulis kepada semua kreditor
Perseroan dan diumumkan oleh Direksi dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia
yang terbit atau beredar secara luas di tempat kedudukan Perseroan dan dalam Berita Negara
Republik Indonesia paling lambat 7 (tujuh) hari kalender sejak tanggal keputusan tentang pengurangan
modal tersebut.

186
PENGGABUNGAN, PELEBURAN, DAN PENGAMBILALIHAN
Pasal 25

1. Dengan mengindahkan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku maka penggabungan,


peleburan, dan pengambilalihan, hanya dapat dilakukan berdasarkan keputusan RUPS, dengan
ketentuan sebagai berikut:

a. RUPS tersebut dihadiri oleh pemegang saham atau kuasanya yang sah yang mewakili paling
sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan oleh Perseroan
dengan hak suara yang sah dan keputusan disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian
dari jumlah suara yang dikeluarkan dengan hak suara yang sah dalam Rapat.

b. Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam huruf a di atas tidak tercapai, maka RUPS
kedua dapat mengambil keputusan yang sah apabila dihadiri oleh pemegang saham atau
kuasanya yang sah yang mewakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh
saham yang telah ditempatkan oleh Perseroan dengan hak suara yang sah dan keputusan
disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan
dalam RUPS; dan

c. Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam huruf b tersebut di -atas tidak tercapai, maka
atas permohonan Perseroan, korum, jumlah suara untuk mengambil keputusan, panggilan,
dan waktu penyelenggaraan RUPS ditetapkan oleh Ketua BAPEPAM-LK.

2. Direksi wajib mengumumkan dalam 2 (dua) surat kabar harian 1 (satu) diantaranya berperedaran
luas dalam wilayah negara Republik Indonesia dan 1 (satu) lainnya yang terbit ditempat kedudukan
Perseroan, mengenai rencana penggabungan, peleburan, dan pengambilalihan Perseroan paling
lambat 14 (empat belas) hari kalender sebelum Panggilan RUPS dengan memperhatikan Peraturan
dibidang Pasar Modal.

PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI


Pasal 26

1. Dengan mengindahkan peraturan perundangan yang berlaku maka pembubaran Perseroan hanya
dapat dilakukan berdasarkan keputusan RUPS dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Mewakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah seluruh saham yang telah
ditempatkan oleh Perseroan dengan hak suara yang sah dan disetujui oleh paling sedikit 3/4
(tiga per empat) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan dengan hak suara yang sah dalam
Rapat.

b. Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam huruf a di atas tidak tercapai, maka RUPS
kedua dapat mengambil keputusan yang sah apabila dihadiri oleh pemegang saham atau
kuasanya yang sah yang mewakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh
saham yang telah ditempatkan oleh Perseroan dengan hak suara yang sah dan keputusan
disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan
dalam RUPS; dan

c. Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam huruf b di atas tidak tercapai, maka atas
permohonan Perseroan, korum, jumlah suara untuk mengambil keputusan, panggilan, dan waktu
penyelenggaraan RUPS ditetapkan oleh Ketua BAPEPAM A dan LK .

2. Apabila Perseroan dibubarkan berdasarkan keputusan RUPS atau karena dinyatakan bubar
berdasarkan penetapan Pengadilan, maka harus diadakan likuidasi oleh likuidator.

3. Direksi bertindak sebagai likuidator apabila dalam keputusan RUPS atau penetapan sebagaimana
dimaksud dalam ayat 2 tidak menunjuk likuidator.

187
4. Upah bagi para likuidator ditentukan oleh RUPS atau penetapan Pengadilan.

5. Likuidator wajib mendaftarkan dalam Wajib Daftar Perusahaan, mengumumkan dalam Berita Negara
dan dalam 2 (dua) surat kabar harian yang terbit atau beredar di tempat kedudukan Perseroan atau
di tempat kegiatan usaha Perseroan serta memberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sejak Perseroan dibubarkan
dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sesuai peraturan perundang-undangan
yang berlaku.

6. Anggaran dasar seperti yang termaktub dalam akta pendirian beserta pengubahannya dikemudian
hari tetap berlaku sampai dengan tanggal disahkannya perhitungan likuidasi oleh RUPS dan
diberikannya pelunasan dan pembebasan sepenuhnya kepada para likuidator.

7. Sisa perhitungan likuidasi harus dibagikan kepada para pemegang saham, masing-masing akan
menerima bagian menurut perbandingan jumlah nilai nominal saham yang mereka miliki masing-
masing.

TEMPAT TINGGAL
Pasal 27

Untuk hal-hal yang mengenai Perseroan, para pemegang saham dianggap bertempat tinggal pada alamat-
alamat sebagaimana dicatat dalam Daftar Pemegang Saham dengan memperhatikan peraturan
perundangan yang berlaku dan ketentuan di bidang Pasar Modal serta ketentuan Bursa Efek di tempat
di mana saham-saham Perseroan dicatatkan.

PERATURAN PENUTUP
Pasal 28

Segala sesuatu yang tidak atau belum cukup diatur dalam anggaran dasar, maka RUPS yang akan
memutuskannya. Akhirnya para penghadap bertindak dalam kedudukannya sebagiamana tersebut di
atas menerangkan bahwa: Para pemegang saham telah menyetor penuh sebagaimana tersebut dalam
Pasal 4 ayat 3 anggaran dasar sejumlah 1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta) saham atau sebesar
Rp 120.000.000.000,00 (seratus dua puluh miliar Rupiah), yaitu oleh para pemegang saham dengan
rincian sebagai berikut:

a. PT Kawan Lama Sejahtera tersebut sebanyak 1.199.990.000 (satu miliar seratus sembilan puluh
sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh ribu) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp 119.999.000.000 (seratus sembilan belas miliar sembilan ratus sembilan puluh Sembilan juta
Rupiah).

b. Tuan Kuncoro Wibowo tersebut sebanyak 10.000 (sepuluh ribu) saham dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta Rupiah).

188
BAB XX. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM

1. Pemesanan Pembelian Saham

Pemesanan pembelian saham harus dilakukan dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam
Prospektus ini dan dalam Formulir Pemesanan Pembelian Saham (selanjutnya disebut “FPPS”).
Pemesanan pembelian saham dilakukan dengan menggunakan FPPS asli yang dikeluarkan oleh Penjamin
Pelaksana Emisi Efek yang dapat diperoleh pada Penjamin Emisi Efek yang namanya tercantum dalam
Bab XXI Prospektus ini atau menggunakan salinan FPPS. FPPS dibuat dalam 5 (lima) rangkap.
Pemesanan pembelian saham yang dilakukan menyimpang dari ketentuan-ketentuan tersebut di atas
tidak akan dilayani.

Setiap pemesan harus memiliki rekening efek pada Perusahaan Efek yang telah menjadi pemegang
rekening di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

2. Pemesan Yang Berhak

Pemesan yang berhak melakukan pemesanan pembelian saham adalah perorangan dan/atau lembaga
atau badan usaha sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995, tanggal 10 Nopember
1995 tentang Pasar Modal dan Peraturan No. IX.A.7 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No KEP-45/
PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan dalam Rangka
Pemesanan dan Penjatahan Efek dalam Penawaran Umum.

3. Jumlah Pemesanan

Pemesanan pembelian saham harus diajukan dalam jumlah sekurang-kurangnya 500 (lima ratus) saham
dan selanjutnya dalam jumlah kelipatan 500 (lima ratus) saham.

4. Pendaftaran Efek ke Dalam Penitipan Kolektif

Saham-saham yang ditawarkan ini telah didaftarkan pada KSEI berdasarkan Perjanjian Tentang
Pendaftaran Efek bersifat Ekuitas pada Penitipan Kolektif No SP-014/PE/KSEI/0907 yang ditandatangani
antara Perseroan dengan KSEI pada tanggal 5 September 2007.

Dengan didaftarkannya saham tersebut pada KSEI maka atas saham-saham yang ditawarkan pada
penawaran umum ini berlaku ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

a. Perseroan tidak menerbitkan saham hasil Penawaran Umum dalam bentuk Surat Kolektif Saham,
tetapi saham tersebut akan didistribusikan dalam bentuk elektronik yang diadministrasikan dalam
Penitipan Kolektif KSEI. Saham-saham hasil Penawaran Umum akan dikreditkan ke dalam rekening
efek atas nama pemegang rekening selambat-lambatnya pada tanggal 5 Nopember 2007.

b. Sebelum saham-saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini dicatatkan pada Bursa Efek,
pemesan akan memperoleh konfirmasi hasil penjatahan atas nama pemesan dalam bentuk Formulir
Konfirmasi Penjatahan Saham (FKP).

c. KSEI dan Perusahaan Efek akan menerbitkan konfirmasi tertulis kepada pemegang rekening sebagai
surat konfirmasi mengenai kepemilikan saham. Konfirmasi tertulis merupakan surat konfirmasi yang
sah atas saham yang tercatat dalam rekening efek.

d. Pengalihan kepemilikan saham dilakukan dengan pemindahbukuan antar rekening efek di KSEI.

189
e. Pemegang saham yang tercatat dalam rekening efek berhak atas dividen, bonus, hak memesan efek
terlebih dahulu dan memberikan suara dalam RUPS, serta hak-hak lain yang melekat pada saham.

f. Pembayaran dividen, bonus, dan perolehan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang
saham dilaksanakan oleh Perseroan, atau BAE yang ditunjuk oleh Perseroan melalui rekening efek
di KSEI untuk selanjutnya diteruskan kepada pemilik manfaat (benefeciary owner) yang menjadi
pemegang rekening efek di Perusahaan Efek.

g. Setelah Penawaran Umum dan setelah saham Perseroan dicatatkan, pemegang saham yang
menghendaki Sertifikat Saham dapat melakukan penarikan saham keluar dari Penitipan Kolektif di
KSEI setelah saham hasil Penawaran Umum didistribusikan ke dalam Rekening Efek Perusahaan
Efek atau Bank Kusodian yang telah ditunjuk.

h. Penarikan tersebut dilakukan dengan mengajukan permohonan penarikan saham kepada KSEI
melalui Perusahaan Efek yang mengelola sahamnya dengan mengisi Formulir Penarikan Efek.

i. Saham-saham yang ditarik dari Penitipan Kolektif akan didistribusikan dalam bentuk Surat Kolektif
Saham selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja setelah permohonan diterima oleh KSEI dan diterbitkan
atas nama Pemegang Saham sesuai dengan permintaan Perusahaan Efek yang mengelola saham.

j. Pihak-pihak yang hendak melakukan pemesanan saham wajib menunjuk Perusahaan Efek yang
telah menjadi Pemegang Rekening di KSEI untuk menerima dan menyimpan saham-saham yang
didistribusikan oleh Perseroan.

Saham-saham yang telah ditarik keluar dari Penitipan Kolektif KSEI dan diterbitkan Surat Kolektif
Sahamnya tidak dapat dipergunakan untuk penyelesaian transaksi di bursa. Informasi lebih lanjut
mengenai prosedur penarikan saham dapat diperoleh pada Penjamin Emisi atau Agen Penjualan di
tempat dimana Formulir Pemesanan Pembelian Saham yang bersangkutan diajukan.

5. Pengajuan Pemesanan Pembelian Saham

Sebelum Masa Penawaran ditutup, para pemesan harus mengajukan pemesanan pembelian saham
selama jam kerja yang umum berlaku dan sudah ditentukan oleh para Penjamin Emisi Efek atau agen
Penjualan di mana FPPS dapat diperoleh.

Setiap pihak hanya berhak mengajukan 1 (satu) formulir, diajukan oleh pemesan yang bersangkutan
dengan membawa tanda jati diri asli (KTP atau Paspor bagi perorangan, dan Anggaran Dasar bagi
Badan Hukum) dan melakukan pembayaran sesuai dengan jumlah pemesanan.

Bagi pemesan asing, di samping melampirkan fotokopi paspor, wajib mencantumkan pada FPPS nama
dan alamat di luar negeri, domisili hukum yang sah dari pemesan secara lengkap dan jelas, serta
melakukan pembayaran sesuai dengan jumlah pemesanan.

Agen Penjualan, Penjamin Emisi Efek, Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Perseroan berhak untuk
menolak pemesanan pembelian saham apabila formulir tidak diisi dengan lengkap atau bila persyaratan
pemesanan pembelian saham tidak terpenuhi.

6. Masa Penawaran

Masa Penawaran akan dimulai pada tanggal 31 Oktober 2007 sampai dengan tanggal 2 Nopember
2007, dibuka pada jam 10.00 WIB dan ditutup pada jam 15.00 WIB.

7. Tanggal Penjatahan

Tanggal Penjatahan, dimana Penjamin Pelaksana Emisi Efek menetapkan penjatahan saham untuk
setiap Pemesan sesuai dengan ketentuan yang berlaku adalah tanggal 5 Nopember 2007.

190
8. Pemesanan Pembelian Saham Secara Khusus

Pemesanan pembelian saham secara khusus pada harga perdana oleh karyawan Perseroan dapat
diajukan langsung kepada Perseroan tanpa melalui Penjamin Emisi Efek atau Agen Penjualan selama
masa penawaran dengan jumlah maksimum 10% (sepuluh persen) dari jumlah keseluruhan saham
yang ditawarkan. Porsi ini akan diambil oleh karyawan Perseroan.

9. Syarat-Syarat Pembayaran

Pembayaran dapat dilakukan dengan uang tunai, cek, pemindahbukuan atau wesel bank dalam mata
uang Rupiah dan dibayarkan oleh pemesan yang bersangkutan (tidak dapat diwakilkan) dengan membawa
tanda jati diri dan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) yang sudah diisi lengkap dan benar
kepada Penjamin Emisi Efek atau Agen Penjualan pada waktu FPPS diajukan dan semua setoran harus
S
dimasukkan ke dalam rekening Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada:
c
PT Bank Lippo Tbk b
Cabang Jakarta Stock Exchange Building p
alamat d
Gedung BEJ Tower II GF E
Jl. Jend Sudirman Kav 52-53 Jakarta m
Nama Rekening: b
CLSA – Dinamika qq IPO ACE
Nomor Rekening : 580 –30 – 10609 – 5

Apabila pembayaran menggunakan cek, maka cek tersebut harus merupakan cek atas nama/milik pihak
yang mengajukan (menandatangani) formulir pemesanan (cek dari milik/atas nama pihak ketiga tidak
dapat diterima sebagai pembayaran) dan sudah harus diterima pada tanggal 2 Nopember 2007
Jam 16.00 WIB (in good fund).

Semua biaya bank dan biaya transfer sehubungan dengan pembayaran tersebut menjadi tanggungan
Pemesan. Semua cek dan wesel akan segera dicairkan setelah diterima. Bilamana pada saat pencairan cek
atau wesel bank ditolak oleh bank tertarik, maka pemesanan saham yang bersangkutan otomatis menjadi
batal. Untuk pembayaran pemesanan pembelian saham secara khusus, pembayaran dilakukan langsung
kepada Perseroan. Khusus untuk pemesan saham dengan penjatahan pasti (fixed allotment), pembayaran
dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara Penjamin Emisi Efek yang adalah Penjamin Pelaksana Emisi
Efek dengan pemesan yang bersangkutan. Untuk pembayaran yang dilakukan melalui transfer rekening dari
bank lain, pemesan harus melampirkan fotokopi Lalu Lintas Giro (LLG) dari bank yang bersangkutan.

10. Bukti Tanda Terima

Penjamin Emisi Efek dan Agen Penjualan yang menerima pengajuan FPPS, akan menyerahkan kembali
kepada pemesan, tembusan dari FPPS lembar ke 5 (lima) dari FPPS atau 1 (satu) lembar fotokopi dari
FPPS yang telah ditandatangani (tanda tangan asli) sebagai Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian
Saham. Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham bukan merupakan jaminan dipenuhinya
pemesanan. Bagi pemesan saham secara khusus, Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham
akan diberikan langsung oleh Perseroan.

11. Penjatahan Saham

Pelaksanaan penjatahan akan dilakukan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek selaku Manajer Penjatahan
dengan sistem kombinasi yaitu Penjatahan Terpusat (pooling) dan Penjatahan Pasti (fixed allotment)
sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No. IX.A.7 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-45/PM/
2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan dalam Rangka Pemesanan
dan Penjatahan Efek dalam Penawaran Umum, serta peraturan perundangan yang lain termasuk bidang
Pasar Modal yang berlaku. Penjatahan Pasti (fixed allotment) dibatasi hingga jumlah maksimum 97,5%
(sembilan puluh tujuh koma lima persen) dari jumlah yang ditawarkan, termasuk jatah kepada karyawan
Perseroan sebanyak 10% (sepuluh persen). Sisanya sebesar 2,5% (dua koma lima persen) akan dilakukan
dengan Penjatahan Terpusat (pooling).

191
a. Penjatahan Pasti(Fixed Allotment)

Dalam Penawaran Umum ini, Penjatahan Pasti dibatasi sampai dengan jumlah maksimum 97,5%
(sembilan puluh tujuh koma lima persen) dari jumlah saham yang ditawarkan, termasuk jatah kepada
karyawan Perseroan sebanyak 10% (sepuluh persen), dengan perincian : Long Funds International,
Hedge Funds International, Institusi Lokal dan Individu Lokal/ karyawan.

Dalam hal Penjatahan yang dilaksanakan dengan menggunakan sistem Penjatahan Pasti, maka
penjatahan tersebut hanya dapat dilaksanakan apabila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut:

1. Manajer Penjatahan dapat menentukan besarnya persentase dan pihak-pihak yang akan
mendapatkan penjatahan pasti dalam Penawaran Umum;

2. Dalam hal terjadi kelebihan permintaan beli dalam Penawaran Umum, Penjamin Emisi Efek,
Agen Penjualan Efek atau pihak-pihak terafiliasi dengannya dilarang membeli atau memiliki
saham untuk rekening mereka sendiri; dan

3. Dalam hal terjadi kekurangan permintaan beli dalam Penawaran Umum, Penjamin Emisi Efek,
agen Penjualan Efek, atau pihak-pihak terafiliasi dengannya dilarang menjual saham yang telah
dibeli atau akan dibelinya berdasarkan kontrak Penjaminan Emisi Efek, kecuali melalui Bursa
Efek jika telah diungkapkan dalam Prospektus bahwa saham tersebut akan dicatatkan di Bursa.

b. Penjatahan Terpusat (Pooling)

Jika jumlah saham yang dipesan melebihi jumlah saham yang ditawarkan, setelah memenuhi
ketentuan mengenai penjatahan tetap maka Penjamin Pelaksana Emisi sebagai Manajer Penjatahan
harus melaksanakan prosedur penjatahan sisa saham sebagai berikut:

Jika setelah mengecualikan pemesan saham dari pihak terafiliasi (pemesan yang merupakan Direktur,
Komisaris, karyawan atau pihak yang memiliki 20% (dua puluh persen) atau lebih dari suatu
perusahaan efek yang bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek atau Agen Penjualan atau pihak lain
yang terafiliasi dengan semua pihak dimaksud, sehubungan dengan Penawaran Umum tersebut)
dan terdapat sisa saham dengan jumlah yang sama atau lebih besar dari jumlah yang dipesan,
maka pemesan yang tidak dikecualikan itu akan menerima seluruh jumlah saham yang dipesan.

Jika setelah mengecualikan Pemesan Saham dari pihak terafiliasi dan terdapat sisa saham yang
jumlahnya lebih kecil dari jumlah yang dipesan, maka penjatahan bagi pemesan yang tidak
dikecualikan itu, harus mengikuti ketentuan sebagai berikut:

1. Prioritas dapat diberikan kepada para pemesan yang menjadi karyawan Perseroan, sampai
dengan jumlah maksimum 10% (sepuluh persen) dari Emisi.

2. Para pemesan yang tidak dikecualikan akan memperoleh satu satuan perdagangan di Bursa,
jika terdapat cukup satuan perdagangan yang tersedia. Dalam hal jumlahnya tidak mencukupi,
maka satuan perdagangan yang tersedia akan dibagikan dengan diundi. Jumlah saham yang
termasuk dalam satuan perdagangan dimaksud adalah satuan perdagangan penuh terbesar
yang ditetapkan oleh Bursa Efek di mana saham tersebut akan dicatatkan.

3. Apabila masih terdapat saham yang tersisa, maka setelah satu satuan perdagangan dibagikan
kepada pemesan, pengalokasian dilakukan secara proporsional, dalam satuan perdagangan
menurut jumlah yang dipesan oleh pemesan.

c. Penjatahan Bagi Pihak Yang Memiliki Hubungan Istimewa

Jika para pemesan karyawan Perseroan dan pemesan yang tidak terafiliasi telah menerima
penjatahan sepenuhnya dan masih terdapat sisa saham, maka sisa saham tersebut dibagikan secara
proporsional kepada para pemesan yang memiliki hubungan istimewa.

192
Manajer Penjatahan akan menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Akuntan kepada BAPEPAM-
LK mengenai kewajaran dari pelaksanaan penjatahan dengan berpedoman pada peraturan
BAPEPAM No.VIII.G.12. tentang Pedoman Pemeriksaan oleh Akuntan atas Pemesanan dan
Penjatahan Efek atau Pembagian Saham Bonus dan Peraturan BAPEPAM No. IX.A.7. tentang
Tanggung Jawab Manajer Penjatahan dalam rangka Pemesanan dan Penjatahan Efek dalam
Penawaran Umum, paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penjatahan.

Laporan realisasi penggunaan dana untuk pertama kalinya wajib disampaikan pada masa
penyampaian laporan periode yang bersangkutan sebagaimana dimaksud dalam angka 2 Peraturan
BAPEPAM No. X.K.4 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum,
meskipun penggunaan dananya belum mencakup 3 (tiga) hari sejak tanggal penjatahan.

12. Pembatalan Penawaran Umum

Sebelum penutupan dan selama berlangsungnya Masa Penawaran, Perseroan dan Penjamin Pelaksana
Emisi mempunyai hak untuk membatalkan Penawaran Umum ini berdasarkan pasal-pasal yang tercantum
dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek beserta Adendumnya.

13. Pengembalian Uang Pemesanan

Bagi Pemesanan yang pesanannya ditolak seluruhnya atau sebagian, atau dalam hal terjadinya
pembatalan Penawaran Umum ini, pengembalian uang dalam mata uang Rupiah akan dilakukan oleh
para Penjamin Emisi Efek atau Agen Penjualan di tempat mana FPPS yang bersangkutan diajukan.
Pengembalian uang tersebut akan dilakukan selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja setelah Tanggal
Akhir Penjatahan atau tanggal diumumkannya pembatalan Penawaran Umum.

Pengembalian uang yang melampaui 2 (dua) hari kerja setelah tanggal akhir penjatahan atau tanggal
diumumkannya pembatalan penawaran umum, maka pengembalian uang pemesanan tersebut akan
disertai bunga untuk setiap hari keterlambatan berdasarkan tingkat bunga jasa giro Bank Mandiri yang
diperhitungkan dengan jumlah hari keterlambatan, dengan ketentuan jumlah hari dalam satu bulan adalah
30 (tiga puluh) hari.

Pembayaran atau Pengembalian Uang Pemesanan Saham akan diberikan secara langsung dengan
cek atas nama pemesan dengan menunjukkan tanda jati diri dan menyerahkan Bukti Tanda Terima
Pemesanan Pembelian Saham pada Penjamin Emisi Efek dan Agen Penjualan di mana FPPS yang
bersangkutan diajukan mulai tanggal pengembalian uang pemesanan. Untuk Pemesanan Pembelian
Saham Secara Khusus, pengembalian uang akan diatur dan dilakukan langsung oleh Perseroan.

14. Penyerahan Formulir Konfirmasi Atas Pemesanan Pembelian Saham

Formulir Konfirmasi Penjatahan (FKP) akan didistribusikan melalui para Penjamin Emisi Efek dimana
FPPS yang bersangkutan diajukan selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah Tanggal Penjatahan. FKP
tersebut dapat diambil dengan menyerahkan Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham. FKP
tidak dapat diperjualbelikan dengan cara apapun juga, FKP merupakan konfirmasi jumlah penjatahan
saham atas pemesanan pembelian saham yang telah dilakukan sebelumnya.

15. Lain-lain

Penjamin Pelaksana emisi Efek dan Perseroan berhak untuk menerima atau menolak pemesanan
pembelian saham secara keseluruhan atau sebagian, dengan mengusahakan sedapat mungkin untuk
mengabulkan pemesanan yang sah dalam jumlah kecil atau minimal satu satuan perdagangan.
Pemesanan berganda yang diajukan lebih dari 1(satu) formulir akan diperlakukan sebagai 1 (satu)
pemesanan untuk keperluan penjatahan.

193
Sesuai dengan Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-45/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000, setiap pihak
dilarang baik langsung maupun tidak langsung untuk mengajukan lebih dari 1 (satu) pemesanan untuk
setiap penawaran umum. Dalam hal terbukti bahwa pihak tertentu mengajukan lebih dari 1(satu)
pemesanan, baik langsung maupun tidak langsung, maka para Penjamin Emisi Efek dapat membatalkan
pemesanan tersebut.

Penjamin Emisi Efek, Agen Penjualan dan pihak terafiliasi dilarang untuk membeli atau memiliki saham
untuk rekening sendiri apabila terjadi kelebihan permintaan beli. Pihak-pihak terafiliasi hanya
diperkenankan untuk membeli dan memiliki saham apabila terdapat sisa saham yang tidak dipesan oleh
pihak yang tidak terafiliasi baik asing maupun lokal. Tata cara pengalokasian dilakukan secara proporsional.
Semua pihak dilarang mengalihkan saham sebelum saham-saham dicatatkan di Bursa.

Dalam hal terjadi kekurangan permintaan beli dalam Penawaran Umum, Penjamin Emisi Efek, Agen
Penjualan Efek atau pihak-pihak terafiliasi dengannya dilarang menjual efek yang telah dibeli atau akan
dibelinya berdasarkan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, kecuali melalui Bursa Efek jika telah diungkapkan
dalam Prospektus bahwa efek tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek.

194
BAB XXI. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN
FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM

Prospektus serta Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) dapat diperoleh di kantor Biro
Administrasi Efek Perseroan dan para Penjamin Emisi Efek yang ditunjuk yaitu Perantara Pedagang
Efek yang terdaftar sebagai anggota BEJ di Indonesia. Penjamian Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin
Emisi Efek yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Penjamin Pelaksana Emisi Efek:

PT CLSA Indonesia PT Dinamika Usahajaya


Wisma GKBI Suite 1501 Jl. KS Tubun II/15
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 28 Jakarta 11410
Jakarta 10210 Telepon: (021) 532 5212
Telepon: (021) 2554 8888 Faximile: (021) 533 0991
Faximile: (021) 570 8134

Penjamin Emisi Efek:

PT Mandiri Sekuritas PT Dhanawibawa Artha Cemerlang PT Nusadana Capital Indonesia


Gedung Plaza Mandiri Lt.28 Gedung BEJ Tower I l Lt.15 Suite 1504 Plaza Lippo Lt. 14
Jl. Jend Gatot Subroto Kav.36-38 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jl. Jend.Sudirman Kav. 25
Jakarta 12190 Jakarta 12190 Jakarta 12920
Telepon: (021) 5263445, 5275375 Telepon: (021) 5151678, 5151679 Telepon: (021) 5204599
Faximile: (021) 5263521, 5263507 Faximile: (021) 5151681, 5151226 Faximile: (021) 5204598

PT Indopremier Securities PT Intifikasa Securindo PT Okansa Capital Tbk.


Wisma GKBI Lt.7 suite 718 Menara Batavia Lt. 23 Menara Sudirman Lt. 8
Jl. Jend. Sudirman Kav 28 Jl. KH Mas Mansyur Kav.125-126 Jl. Jend. Sudirman Kav. 60
Jakarta 10210 Jakarta 10220 Jakarta 12190
Telepon: (021) 57931168/66 Telepon: (021) 57930080 Telepon: (021) 5226528
Faximile: (021) 57931072, 57931167 Faximile: (021) 57930090 Faximile: (021) 5226517

PT Am Capital Indonesia PT Kim Eng Securities PT Transpacific Securindo


Wisma GKBI Lt. 5 suite 501 Deutche Bank Building Lt. 9 Menara Imperium Lt. 18
Jl. Jend. Sudirman Kav 28 Jl. Imam Bonjol 80 Jl. Hr. Rasuna Said Kav. 1
Jakarta 10210 Jakarta 10310 Jakarta 12980
Telepon: (021) 5742310 Telepon: (021) 39831360 Telepon: (021) 8282712
Faximile: (021) 5713706 Faximile: (021) 39831361 Faximile: (021) 8353911

PT Ciptadana Securities PT Makinta Securities PT Wanteg Securindo


Citra Graha Lt. 8 Plaza ABDA Lt. 23 Gedung Graha Kencana Lt.7/B7
Jl. Gatot Subroto Kav 35-36 Jend. Sudirman Kav. 59 Jl. Raya Perjuangan No.88
Jakarta 12950 Jakarta 12190 Jakarta 11530
Telepon: (021) 5232500 Telepon: (021) 51401133 Telepon: (021) 53671517
Faximile: (021) 52900360 Faximile: (021) 51401599 Faximile: (021) 53671519

PT Danatama Makmur Securities PT Minna Padi Investama


Menara Global Lt.15 Plaza Lippo Lt. 11
Jl. Gatot Subroto Kav. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Jakarta 12950 Jakarta 12920
Telepon: (021) 5275002 Telepon: (021) 5255555
Faximile: (021) 5275001 Faximile: (021) 5271527

195
Halaman ini sengaja dikosongkan

196